Tag Archives: detikcom

Rekomendasi Tempat Nongkrong & Aktivitas Seru di Bali



Jakarta

Tak akan pernah habis kegiatan seru saat berlibur ke Bali. Banyak sekali kegiatan menarik dan kafe yang bisa kamu datangi di Bali, terutama di kawasan Ubud.

detikcom telah merangkum nih, Rabu (23/7/2025) ragam kegiatan menarik hingga tempat nongkrong seru yang bisa kamu kunjungi saat bertandang ke Ubud, Bali.

Rekomendasi tempat nongkrong

1. Huma Cafe


Huma Cafe merupakan sebuah kafe yang berkonsep menyatu dengan alam yang berada di Jalan Cinta, Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Dengan konsep earthy living experience, traveler akan merasakan bagaimana rasa menikmati makanan dan minuman dengan view sawah.

Tak hanya cocok untuk ngopi santai, di sini traveler dapat melakukan berbagai aktivitas. Contohnya work from cafe. Di setiap meja traveler akan menemukan stop kontak yang mendukung bagi traveler yang ingin work from cafe ditemani dengan pemandangan sawah.

kafe ini juga instagramable lho, jadi cocok nih buat kamu yang suka hunting foto untuk konten sosial media. Menu andalan sekaligus menu terlaris dari Huma Cafe diantaranya Chicken Teriyaki, Tempura Fried rice, dan grilled chicken mushroom. Untuk minuman, di sini andalannya adalah mango frozen, strawberry frozen, dan mint frozen.

2. Jinny’s Garden

Sesuai namanya, kafe yang berada di Jalan Goutama ini menawarkan suasana taman yang dipenuhi pepohonan yang membuat nyaman untuk berlama-lama. Ragam menu menarik yang bisa kamu icip di sini, termasuk hidangan Italia dan Mediterania seperti panini segar, pizza panggang kayu, dan pasta. Nikmati juga kopi dan aneka minuman lainnya yang tak kalah menyegarkan.

3. Lazy Cats Cafe

Khas dengan dekorasi vintagenya, kamu yang ke Ubud harus coba datang ke Lazy Cats Cafe. Di sini terkenal dengan hidangan vegetariannya seperti burger yang dibuat dari bahan-bahan segar lokal. Juga tak lengkap rasanya bila tak mencicipi smoothie yang menyegarkan atau secangkir kopi sembari mengobrol bersama teman.

4. WYAH Art & Creative Space

Kafe unik ini berada di Jl RSI Markandya II, Keliki, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Bila dilihat dari luar, kafe ini seperti sarang lebah yang menggantung di antara pepohonan. Bangunannya berwarna coklat kayu cocok dan menyatu dengan hijaunya perpohonan.

Menu makanan dan minuman yang ditawarkan juga beragam dengan tampilan yang menggiurkan lho. Kami bisa menikmati beragam smoothie, salad, kopi, teh, olahan ayam, nasi, cake dan lainnya.

Mengenai harga makanan dan minuman di banderol mulai dari Rp 25 ribu.

5. Pukako Bisma

Pukako Panini & Coffee memiliki empat cabang, salah satunya di Jalan Bisma. Nama Pukako merupakan singkatan dari tiga nama orang yaitu Putu, Kadek, dan Komang.

Pukako di Jalan Bisma ini akan memanjakan traveler dengan desain interior yang estetik. Konsep bangunan yang mengusung industrial modern, dilengkapi dengan dekorasi yang tak jauh dari unsur seni.

Bangunan Pukako di Jalan Bisma ini terbilang mungil, jadi traveler harus jeli untuk melihatnya. Masuk ke dalam bangunan, traveler akan disambut dengan beberapa ornamen dan dekorasi yang terlihat estetik. Lukisan yang tergantung indah di tembok serta rak buku yang ditata rapi.

Sesuai dengan taglinenya, menu andalan di sini adalah panini & coffee. Menu panini terfavorit di Pukako Bisma adalah ubud panini. Dari segi kopi, Pukako memiliki beberapa menu andalan yaitu Aceh Gayo, Kintamani, dan Bajawa.

Kegiatan seru di Ubud

1. Campuhan Ridge Walk

Campuhan Ridge Walk berlokasi di Desa Kelusa, Payangan, Jalan Raya Campuhan, Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Anda akan menempuh perjalanan sejauh 21,6 kilometer atau sekitar 56 menit jika ditempuh dari Jalan Prof Ida Bagus Mantra.

Para wisatawan bisa menikmati keindahan alam di sana dengan cara yang berbeda. Antara lain, jogging sembari menikmati suasana sejuk dan panorama perbukitan hijau di sepanjang trek. Selain jogging, Anda juga dapat bersepeda di Campuhan Ridge Walk. Biasanya, para pengunjung bersepeda di sore hari sambil menunggu matahari terbenam.

2. Ubud Monkey Forest

pasti traveler sering melihat bule-bule membagikan selfie dengan monyet saat di Bali, bukan? Nah salah satu lokasinya berada di Ubud Monkey Forest.

Di sini kamu tak hanya bertemu monyet saja, namun juga bisa menjelajahi iga pura kuno yang penting secara spiritual dan bersejarah di dalam Monkey Forest, yaitu Pura Dalem Agung, Pura Beji, dan Pura Prajapati.

Nikmati juga ketenangan di sana untuk kamu yang ingin menikmati segarnya suasana hutan.

3. Belanja di Pasar Seni Ubud

Pasar Seni Ubud berada di Jalan Raya Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Di pagi hari, pasar ini digunakan sebagai pasar sembako, sedangkan sore hari digunakan untuk menjual suvenir.

Di sini traveler bisa melihat banyak pilihan cendera mata khas Bali lho. Serta saat menjelajahi pasar, kamu bisa menemukan banyak kafe, toko-toko perhiasan, toko baju hingga toko oleh-oleh khas Bali.

4. Yoga di The Yoga Barn atau Radiantly Alive

Kamu yang suka olahraga yoga, bisa nih datang ke dua studio yoga populer di Ubud, Bali, yang sering direkomendasikan oleh para wisatawan dan penggemar yoga. Keduanya menawarkan berbagai kelas yoga dengan berbagai gaya dan tingkatan, serta fasilitas yang nyaman untuk pengalaman yoga yang menyenangkan

5. Desa Nyuh Kuning Ubud

Ubud memiliki desa tradisional bernama Desa Nyuh Kuning. Desa Nyuh Kuning masih memegang konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga keselarasan dan keharmonisan hubungan manusia dengan alam, manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhan.

Di sini traveler bisa bersepeda sambil menikmati suasana desa yang masih alami, dengan kondisi jalanan bersih, hingga terlihat seperti lukisan. Tak ada biaya masuk ke desa, namun kamu dikenai parkir.

Di beberapa sudut desa telah disiapkan pertunjukan tradisional yang berbayar hanya Rp 10 ribu. Nikmati juga kuliner lokalnya ya.

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Pondok Mayit-Pondok Demit, 2 Pos Gunung Raung yang Paling Mistis



Banyuwangi

Mendaki gunung Raung, para pendaki akan melewati pos Pondok Mayit dan Pondok Demit yang nuansanya mistis. Bagaimana kisahnya?

Gunung Raung tak hanya dikenal karena kaldera raksasanya dan medan pendakian ekstrem yang menantang. Di balik megahnya salah satu gunung tertinggi di Jawa Timur ini, tersimpan dua spot yang paling banyak dibicarakan para pendaki, yaitu Pondok Mayit dan Pondok Demit.

Keduanya bukan sekadar tempat istirahat, tapi dipercaya menyimpan kisah gaib yang membuat jalur pendakian Gunung Raung semakin mencekam. Dari penampakan mayat misterius tergantung di pohon, hingga suara pasar gaib yang muncul tiba-tiba di tengah hutan.


Cerita tentang dua pos bernama seram ini akan terus hidup di kalangan pendaki dan masyarakat lokal. Tak sedikit pendaki yang mengaku mengalami kejadian di luar nalar saat melewati dua pos pendakian tersebut.

Asal Usul Nama Pos Pondok Mayit

Nama Pondok Mayit seolah sudah menjelaskan aura yang menyelimutinya. Tak sedikit pendaki yang merasa tidak nyaman saat melintasi kawasan ini, bahkan ketika matahari masih tinggi.

Pondok Mayit memang dikenal sebagai lokasi yang menyeramkan karena pernah ditemukan jasad misterius yang tergantung di pohon di area ini.

Beberapa cerita menyebut mayat tersebut adalah bangsawan Belanda yang dihukum gantung oleh para pejuang lokal pada masa penjajahan. Kejadian tersebut masih menjadi bagian dari catatan sejarah tak resmi yang dipercayai masyarakat sekitar Gunung Raung.

Dari nama Pondok Mayit saja itu sudah cukup untuk menghadirkan suasana mencekam. Sebutan itu seolah menyiratkan tempat yang identik dengan kematian, membuat siapa pun yang mendengarnya langsung merasakan hawa dingin merambat ke tubuh.

Dilansir dari pemberitaan detikcom, banyak pendaki menggambarkan bagaimana rasa merinding kerap datang, bahkan sebelum tiba di lokasi tersebut. Di sekitar kawasan ini, cerita-cerita mistis tak lagi sekadar bisikan.

Pernah terjadi kejadian di mana salah satu pendaki mendadak berteriak di tengah malam, seakan kesurupan. Suaranya berubah menjadi berat dan menggelegar, jauh dari suara aslinya.

Situasi semakin mencekam hingga akhirnya ada yang menenangkan dengan bacaan ayat-ayat suci, dan suasana kembali tenang. Kisah semacam ini memperkuat anggapan bahwa Pondok Mayit bukan sekadar nama, tapi bagian dari misteri nyata yang menyelimuti Gunung Raung.

Pondok Demit dan Munculnya Pasar Gaib di Tengah Hutan

Jika Pondok Mayit dikenal lewat kisah jasad misterius dan aura kematian, Pondok Demit menawarkan misteri yang lebih surreal, yaitu keramaian pasar makhluk halus di tengah hutan sunyi.

Masyarakat setempat mempercayai Pondok Demit sebagai “pasar” tempat makhluk halus melakukan transaksi di waktu-waktu tertentu. Hal ini sejalan dengan kisah para pendaki yang mengaku mendengar keramaian layaknya pasar malam, tawa perempuan, gamelan, suara tawar-menawar, hingga langkah kaki banyak orang, padahal di tengah hutan.

Beberapa pendaki yang bermalam di sekitar pos ini juga mengaku mengalami gangguan. Mulai dari mimpi buruk hingga perasaan diawasi sepanjang malam tanpa sebab yang jelas.

Aura ganjil yang menyelimuti Pondok Demit semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu pos paling mistis di jalur pendakian Gunung Raung.

Nama Pondok Demit sendiri berasal dari kata demit yang dalam bahasa Jawa berarti makhluk halus atau jin. Nama ini tak muncul begitu saja, tapi dibentuk dari rangkaian kisah-kisah ganjil yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Cerita-cerita yang tak terdokumentasi resmi, namun dipercaya secara luas oleh masyarakat lokal maupun pendaki veteran. Keberadaan Pondok Mayit dan Pondok Demit bukan hanya legenda yang hidup dari mulut ke mulut.

Keduanya sudah menjadi bagian dari narasi besar Gunung Raung, gunung dengan empat puncak dan kaldera kering terbesar di Pulau Jawa.

Di balik keindahan dan tantangan fisiknya, Gunung Raung juga menjadi ruang di mana kepercayaan, sejarah, dan pengalaman spiritual berpadu menjadi satu.

Bagi para pendaki, melintasi dua pos ini bukan hanya soal fisik dan stamina. Tapi juga kesiapan mental. Sebab bukan hanya tubuh yang diuji, melainkan keberanian menghadapi yang tak kasat mata.

Meski begitu, kisah-kisah ini tidak serta-merta membuat Gunung Raung ditinggalkan. Justru sebaliknya, nuansa misterius itu menambah daya tarik tersendiri dari gunung itu.

——–

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Liburan Seru di PIK 2 Rekomendasi Spot Instagramable dan Kuliner Lezat



Jakarta

Traveler bisa menjadikan PIK 2 sebagai pilihan liburan di akhir pekan. Banyak tempat menarik dan instagramable yang bisa dikunjungi, mulai dari pantai hingga kafe-kafe estetik.

PIK 2 menawarkan kebaruan dan suasana pantai plus beragam kuliner. Selain itu banyak spot instagramable yang bisa bikin traveler memaksimalkan kunjungan ke PIK 2.

detikcom merangkum rekomendasi spot instagramable di PIK 2 untuk dikunjungi.


1. Aloha

Di Aloha Bisa Wisata Pantai Pasir Putih Sambil Jajan Pizza dan Giant SquidWisata ALoha, pusat kuliner tepi pantai berpasir putih di PIK2 (detikcom)

Spot berupa pantai dan restoran ini tak bisa dilewatkan saat berkunjung ke PIK 2, lho. Di sini kamu bisa menikmati pasir pantai putih bak di Hawaii, mencoba ragam kulinernya, bergabung dengan kelas olahraga dan memanjakan anak-anak di playgroundnya.

Tidak ada biaya untuk masuk ke Aloha. Traveler hanya perlu membayar arena playground dan parkir.

2. Dreamville Beach Club

Rasakan keseruan di Dreamville Beach Club PIK 2, beach club pertama di Jakarta yang baru dibuka tahun 2024. Lokasi beach club ini sejajar dengan kawasan komersial Ginza Beachwalk.

Infinity pool yang langsung menghadap ke Pantai Pasir Putih PIK 2, menjadi salah satu daya tarik tempat ini. Dreamville Beach Club buka setiap hari dari jam 10.00 – 04.00 WIB untuk Jumat-Sabtu. Sementara di Minggu-Kamis buka dari jam 10.00 – 00.00 WIB.

3. La Riviera PIK 2

La Riviera PIK 2 merupakan ruko yang bangunannya didesain seperti Eropa. Tempat ini sangat cocok untuk dinikmati saat sore hari.La Riviera PIK 2 merupakan ruko yang bangunannya didesain seperti Eropa. Tempat ini sangat cocok untuk dinikmati saat sore hari. (Agung Pambudhy)

La Riviera merupakan wisata di PIK 2 yang mengusung konsep kawasan ala Eropa yang estetik. Ruko-ruko di kawasan mempunyai arsitektur Eropa dengan kanal-kanal yang membelah kawasannya.

Jangan lupa abadikan foto di tempat ini dan naik peruahu di danaunya, karena vibesnya seolah kamu lagi jalan-jalan ke Eropa.

Selain menikmati keindahan arsitekturnya, pengunjung juga bisa hunting makanan di sini. Masuk La Riviera PIK 2 itu gratis alias nggak dipungut biaya.

4. Cove at Batavia PIK

Cove at Batavia adalah salah satu tempat hits untuk nongkrong di PIK 2, yang dirancang sebagai ruang publik dengan konsep ritel ruang terbuka di Golf Island.

Daya tarik dari tempat ini adalah lokasinya yang persis di pinggir laut dengan angin sepoi-sepoi. Kamu bisa pergi ke sini untuk jogging atau berjalan kaki, makan di restoran, sambil menikmati keindahan laut.

Cove at PIK buka setiap hari dengan jam operasional Minggu-Kamis 10.00-23.00P WIB dan Jumat-Sabtu 11.00-23.00 WIB.

5. Pantjoran PIK 2

Pagoda di Pantjoran PIK 2Pagoda di Pantjoran PIK 2 (Weka Kanaka/detikcom)

Pantjoran bisa jadi destinasi tempat makan di PIK 2 untuk kamu pecinta kuliner yang lokasinya ada di di Golf Island PIK.

Pantjoran Chinatown punya konsep dan desain arsitektur khas budaya Tionghoa (kampung Cina). Hal tersebut juga yang menjadikan daya tarik tempat ini.

Harga masuk Pantjoran PIK 2 gratis, dengan jam operasional Senin-Minggu pukul 07.00-23.00 WIB. Biasanya, weekend tempat ini ramai dipadati pengunjung berkisar dari waktu sore ke malam.

6. Land’s End

Daya tarik dari Land’s End adalah wisata tepi pantai dengan arsitektur bergaya rustic coastal. Di sini, tersedia juga restoran, retail hingga entertainment sports.

Dari kejauhan, kita bisa melihat mercusuarnya di pinggir pantai. Kawasan ini juga unik dengan dominasi warna biru pada bangunan dan asesorisnya.

Land’s End buka setiap hari mulai dari pukul 08.00-23.00 WIB.

7. Urban Farm PIK

Urban Farm PIK adalah marketplace yang konsepnya dikelilingi alam. Buat traveler yang suka tanaman, tempat ini memiliki banyak koleksi tanaman menarik. Di sini terdapat beberapa tenant fashion, lifestyle, bookstore, F&B, hingga fresh market.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Liburan Hemat Naik Kereta dari Tanjung Priok Temukan Berbagai Tujuan Wisata



Jakarta

Traveler yang tidak jauh dari Stasiun Tanjung Priok banyak nih tempat menarik yang bisa kamu jangkau dengan kereta. Tenang, pilihan destinasinya banyak yang murah kok.

detikcom telah merangkum, Jumat (1/8/2025) destinasi wisata yang bisa dijangkau bila naik dari Stasiun Tanjung Priok.

1. Kota Tua Jakarta dan sekitarnya

Berkunjung ke Kota Tua Jakarta, banyak spot menarik yang bisa kamu kunjungi. Diantaranya Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, Museum Bank Mandiri, Museum Bahari, Toko Merah, Kafe Batavia dan lainnya.


Kamu nanti tinggal turun di Stasiun Jakarta Kota.

2. Jakarta Aquarium

Pengunjung beraktivitas di Jakarta Aquarium & Safari, Jakarta, Sabtu (25/5/2024).Pengunjung beraktivitas di Jakarta Aquarium & Safari, Jakarta( Foto: Rifkianto Nugroho)

Traveler yang ingin membawa keluarga melihat akuarium indoor dengan ragam satwa lautnya datang saja ke Jakarta Aquarium. Lokasinya berada di dalam Mall Neo Soho.

Adapun stasiun terdekat dari Jakarta Aquarium adalah Stasiun Palmerah dan Stasiun Grogol. Setelah itu kamu harus naik kendaraan online atau Transjakarta menuju mall.

3. Ancol

Destinasi populer di Jakarta ini bisa dijangkau dengan KRL. Kamu bisa turun di Stasiun Kampung Bandan yang dekat dengan pintu masuk Ancol. Setelah turun dari stasiun, kamu perlu berjalan sekitar 20 menitan. Traveler bisa naik menaiki KRL rute -Tanjung Priuk- Jakarta Kota lalu turun di Stasiun Ancol.

4. BXSea

Destinasi akuarium indoor dalam mall yang bisa kamu jangkau dengan KRL yaitu BXSea yang berada di Tangerang Selatan, berlokasi di Bintaro Jaya Xchange Mall 2. Kamu turun saja di Stasiun Jurangmangu, lalu berjalan saja ke arah mal. Stasiun dan mall terhubung oleh lorong yang nyaman untuk dilewati.

Adapun harga tiketnya mulai Rp 85 ribu.

5. Masjid Istiqlal

Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi gelar pameran kebudayaan dan keagamaan di Masjid Istiqlal. Pameran bertajuk Masjid Istiqlal. Foto: Rifkianto Nugroho

Masjid megah kebanggaan Jakarta ini bisa dijangkau dari Stasiun Juanda. Kamu hanya perlu berjalan keluar dari halte dengan mengikuti arah yang tertera jelas kok di stasiun. Pintu masuk ke Masjid Istiqlal tak jauh dari pintu keluar stasiun.

Tak jauh dari masjid, kamu bisa berjalan kaki sedikit menuju kawasan Monas, Taman Lapangan Benteng atau Perpustakaan Nasional.

6. Alun-alun Bogor

Bergeser dari Jakarta, kamu bisa nih mencari yang hijau-hijau di Bogor yang bisa dijangkau dengan KRL. Salah satu tempatnya adalah Alun-alun Bogor.

Kamu bisa turun di Stasiun Bogor, lalu jalan kaki sekitar 300 menit dari pintu keluar stasiun. Lokasi alun-alun tepat berada di depan n Kantor Wali Kota Bogor dan Masjid Agung Kota Bogor.

7. Gelora Bung Karno

Traveler yang ingin bersantai di Hutan Kota atau berolahraga di kawasan Gelora Bung Karno, bisa datang ke sini dengan KRL kok. Adapun stasiun terdekatnya adalah Stasiun Palmerah.

Setelah turun dari stasiun, kamu bisa menaiki Transjakarta kok. Atau jika bersemangat olahraga, bisa jalan kaki dari stasiun sekitar 25-30 menitan.

(sym/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Kisah ‘Kampung Dayak’ di Sukabumi, Hidup Nomaden Ikuti Pasang Surut Air Laut



Sukabumi

Di Sukabumi, ada kampung unik yang disebut ‘Kampung Dayak’. Jangan traveler bayangkan Dayak yang di Kalimantan ya. Istilah Dayak di sini lebih menunjukkan kehidupan warga nomaden mengikuti pasang surut air laut.

Kampung Dayak ini berada tidak jauh dari pesisir Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Disebut Kampung Dayak, karena dahulunya bermula dari kehidupan warga yang kerap berpindah-pindah tempat tinggal sementara, ketika air laut pasang.

Ketika air laut pasang, memaksa mereka meninggalkan rumah dan mencari tempat tinggal yang lebih aman.


“Sudah 23 tahun tinggal di sini, jadi merasakan enak dan tidak enaknya selama tinggal. Dahulu, air itu naik ke atas sampai masuk ke perkampungan. Kalau sudah begitu, akhirnya keluarga dibawa dulu mengungsi, ke rumah saudara atau ke tempat yang aman,” kata Lukman (65), warga Kampung Dayak saat berjumpa dengan tim detikcom tahun lalu.

Dayak di sini bukanlah istilah yang sama dengan salah satu suku di Kalimantan. Istilah kampung dayak berasal dari pola tinggal yang berpindah ketika situasi kampung tidak aman saat ditinggali. Nama kampung yang sebenarnya adalah Kampung Talanca.

“Sering pindah lalu balik lagi, makanya disebut Kampung Dayak mungkin ya,” kata Lukman seraya terkekeh.

Warga kampung ini menjalani kehidupan yang tidak mudah. Mayoritas dari mereka menggantungkan hidup pada hasil laut. Ketika musim ikan tiba, mereka berbondong-bondong melaut, menangkap ikan yang menjadi sumber penghidupan utama. Laut bagi mereka adalah sahabat yang penuh misteri.

Kadang ia murah hati memberikan hasil tangkapan melimpah. Namun di waktu lain, ia berubah menjadi lautan yang sunyi tanpa ikan.

“Kalau dulu iya ngambil ikan, ke laut pakai perahu congkreng. Kalau sekarang sudah enggak kuat, selain ikan sudah jarang sekarang lebih banyak mulung sampah saja. Hasilnya lumayan, walau usia sudah enggak muda lagi tapi buat nambah-nambah penghasilan,” tuturnya.

“Tinggal di sini dengan keluarga, asli Citereup Desa Loji, tinggal di sini sama anak-anak, cucu 10, kalau cicit 4. Soal pendidikan alhamdulillah pada sekolah semua,” sambungnya.

Kisah serupa juga dikisahkan Tami (65). Ia bercerita ketika ikan sulit didapat, warga kampung tidak tinggal diam. Mereka banting setir menjadi pemulung, mengais rezeki dari tumpukan rongsokan yang terbawa arus dan terdampar di pesisir Loji.

Di antara sampah yang terkumpul di pantai, mereka mencari barang-barang yang bisa dijual kembali, mulai dari logam hingga plastik, apapun yang bisa menghasilkan sedikit uang untuk menyambung hidup.

“Kalau misalkan tidak ada ikan, musim lagi jelek itu saya kepompong ngumpulin aqua botol gelas, mulung kayu. Sehari dapat kalau plastik bisa sampai berapa puluh kilogram. Nanti ada yang ngangkut,” kata Tami.

Tami menceritakan dia masih kuat melaut, kalau musim ikan dia bisa sampai semalaman mencari ikan.

“Masih kuat, cari ikannya kalau dapat macam-macam lah ada Layur, Selayang macam-macam,” lirihnya.

Meski kehidupan terombang-ambing oleh alam, Tami dan warga kampung lainnya tetap gigih dan tangguh. Mereka telah terbiasa dengan kerasnya kehidupan di pesisir, menerima perubahan musim dan pasang surut laut sebagai bagian dari kehidupan mereka yang sederhana.

“Kalau harapan, setiap hari kehidupan bisa lebih stabil dan sejahtera. Kami tetap yakin mungkin besok akan membawa keberuntungan yang lebih baik,” pungkasnya.

(sym/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Pintu Masuk Stasiun Tugu Yogyakarta dan Panduan Jalur untuk Traveler


Jakarta

Stasiun Tugu Yogyakarta terkenal dengan pintu masuknya yang ikonik, sangat Instagramable, dan cocok untuk update status. Salah satu stasiun terpadat ini, sebetulnya punya satu pintu masuk lagi yang bisa menampung lebih banyak penumpang dan kendaraan.

Berikut penjelasan pintu masuk Stasiun Tugu berikut cara aksesnya untuk para traveler yang ingin liburan di Yogyakarta dikutip dari arsip berita detikcom:

Pintu Masuk Timur Stasiun Tugu Yogyakarta

Suasana Stasiun Tugu Jogja, Jumat (13/9/2024).Stasiun Tugu Yogyakarta pintu masuk timur (dok. Dwi Agus/detikJogja)

Lokasi: Jalan Margomulyo atau Jalan Pangeran Mangkubumi


Cara masuk: Bisa langsung masuk dari arah Jalan Pangeran Mangkubumi menuju drop zone

Ciri:

  • Khas dengan tulisan JOGJAKARTA
  • Lebih sepi, tenang, nyaman, dan sangat Instagramable
  • Hanya untuk pengantaran penumpang kereta (drop off)
  • Tidak untuk parkir
  • Melayani kendaraan kecil berpenumpang misal motor dan mobil.

Pintu Masuk Selatan Stasiun Tugu Yogyakarta

Suasana pintu keluar masuk baru untuk penumpang KRL di Stasiun Tugu Jogja, Sabtu (23/12/2023).Pintu masuk selatan Stasiun Tugu Yogyakarta (dok. Adji G Rinepta/detikJogja)

Lokasi: Jalan Pasar Kembang

Cara masuk: Untuk mobil dan motor bisa masuk dari arah Jl. Jlagran Lor menuju area parkir barat Stasiun Tugu

Ciri:

  • Punya kesamaan ciri dengan pintu masuk stasiun kereta yang dibangun belakangan
  • Lebih ramai, cenderung kurang estetik, kadang terlihat berantakan, dan panas
  • Jantungnya layanan untuk penumpang termasuk pintu kepergian dan kedatangan
  • Bisa parkir dan antar jemput penumpang karena tersedia area yang luas
  • Tersedia akses untuk kendaraan online serta sarana transportasi besar.

Underpass Stasiun Tugu Yogyakarta

Terowongan underpass Stasiun Tugu Jogja resmi dibuka, Senin (31/7/2023).Terowongan underpass Stasiun Tugu Yogyakarta (dok. Adji G Rinepta/detikJogja)

Saat ini area pintu masuk timur dan selatan Stasiun Tugu Yogyakarta dihubungkan terowongan underpass. Area ini dilengkapi dengan eskalator dan ornamen khas Jogja. Di bagian ini juga dipasang sejarah Stasiun Tugu.

Dengan adanya terowongan underpass, penumpang tidak perlu melakukan crossing passenger atau melewati beberapa jalur rel untuk menyeberang. Penumpang juga tak perlu menunggu kereta jalan untuk melintasi area peron menuju pintu masuk timur atau selatan Stasiun Tugu Yogyakarta.

Panduan Jalur Kereta Stasiun Tugu Yogyakarta

Stasiun Tugu Jogja, Minggu (19/1/2025).Jalur dan peron Stasiun Tugu Yogyakarta (dok. Dwi Agus/detikJogja)

Saat ini, Stasiun Tugu Yogyakarta punya 9 jalur rel yang beroperasi tiap hari. Namun jalur 7, 8, 9 hanya untuk operasional kereta meliputi parkir dan langsir. Sedangkan untuk kereta penumpang tersedia di jalur 1-6 dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Jalur 1: KA Bandara
  • Jalur 2: KA Commuter Line
  • Jalur 3: KA jarak jauh tapi ketika kosong bisa untuk KA Commuter Line
  • Jalur 4: KA jarak jauh dan KA Prameks
  • Jalur 5: KA jarak jauh dan KA Prameks
  • Jalur 6: KA jarak jauh dan KA Prameks.

Penumpang bisa menunggu kereta di peron yang tersedia di antara jalur. Penumpang bisa masuk lewat pintu timur dan selatan Stasiun Tugu Yogyakarta, meski hanya bisa keluar melalui pintu selatan.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Gresik Wajib Dikunjungi, Mulai Keindahan Alam hingga Sejarah Kota



Gresik

Gresik di Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang memiliki kekayaan wisata yang patut dikunjungi. Mulai dari keindahan alam, jejak sejarah, wisata religi, hingga sajian kuliner khas semuanya berpadu menjadikan Gresik sebagai tempat liburan yang menarik.

Dari catatan detikcom, Gresik memiliki lebih dari 130 titik wisata yang telah dikembangkan. Pemerintah daerah juga membaginya dalam beberapa kategori seperti wisata alam, religi, sejarah, belanja, kuliner, hingga wisata edukatif.

1. Setigi (Selo Tirto Giri)

Setigi adalah singkatan dari Selo (batu), Tirto (air), dan Giri (bukit), menggambarkan kondisi geografis kawasan ini yang dikelilingi oleh batuan kapur, bukit, dan danau. Lokasinya berada di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah.


Sebelumnya, kawasan ini merupakan area bekas tambang dan tempat pembuangan sampah. Namun, melalui inisiatif masyarakat setempat, lahan ini disulap menjadi destinasi wisata yang edukatif dan Instagramable.

Berwisata ke gunung atau pantai mungkin sudah biasa dilakukan. Pernahkah detikers main ke wisata bekas tambang?Objek wisata Setigi di Gresik. (Instagram/@wisatasetigi)

Objek wisata ini menawarkan berbagai daya tarik, seperti telaga warna, Goa Pancawarna, patung Semar, jembatan peradaban, miniatur masjid Persia, air terjun buatan, hingga Candi Topeng Nusantara. Selain itu, tersedia juga kios kuliner dengan harga terjangkau.

Jam Operasional: Setiap hari, pukul 08.00-17.00 WIB

Harga Tiket: Dewasa Rp15.000, anak-anak Rp10.000

2. Lontar Sewu

Lontar Sewu merupakan kawasan eduwisata yang ramah keluarga. Terletak di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, tempat ini menyediakan beragam wahana permainan untuk anak-anak dan dewasa, seperti bianglala, rumah balon, taman kelinci, flying fox, hingga carousel.

Wahana-wahana tersebut dapat dinikmati dengan tarif tambahan mulai dari Rp5.000-Rp25.000.

Jam Operasional: Setiap hari, pukul 08.00-21.00 WIB

Harga Tiket Masuk: Hari biasa Rp8.000, akhir pekan dan hari libur Rp10.000

3. Pantai Delegan

Pantai Delegan menyajikan pemandangan Laut Jawa dengan ombak yang relatif tenang. Meskipun tidak terlalu luas, pantai ini memiliki berbagai aktivitas menarik, seperti bermain pasir putih, berenang, menyewa banana boat atau perahu bebek, hingga bermain layang-layang.

Lokasi: Desa Dalegan, Kecamatan Panceng

pantai delegan gresikPantai Delegan Gresik. (Jemmi Purwodianto/detikJateng).

Jam Operasional: Setiap hari, pukul 07.00-17.00 WIB

Harga Tiket Masuk: Rp10.000

4. Makam Sunan Gresik

Sebagai salah satu kota dengan julukan Kota Santri Gresik dikenal melalui destinasi wisata religi. Salah satunya adalah Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim, atau lebih dikenal sebagai Sunan Gresik, tokoh penyebar Islam pertama di Tanah Jawa.

Lokasi makam ini berada di pusat kota dan dikelilingi oleh pemakaman keluarga. Para peziarah juga kerap melanjutkan ibadah salat di Masjid kompleks makam.

Alamat: Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapuro Sukolilo, Kota Gresik

Jam Operasional: 24 jam

Harga Tiket Masuk: Gratis

5. Pulau Bawean

Pulau Bawean merupakan salah satu destinasi unggulan yang berada sekitar 135 km di utara Gresik. Akses menuju pulau ini bisa ditempuh lewat Pelabuhan Gresik atau Pelabuhan Paciran, Lamongan.

Di Pulau Bawean, pengunjung dapat menjelajahi Pantai Gili, Pantai Mayangkara, Danau Kastoba, Air Terjun Laccar, dan banyak lagi. Suasana alami dan pesona pantainya menjadikan Bawean destinasi sempurna bagi pencinta alam.

Jam Operasional: 24 jam

Harga Tiket Masuk: Gratis

6. Telaga Ngipik

Berada di tengah kawasan industri Gresik, Telaga Ngipik menawarkan suasana hijau yang menenangkan. Luasnya sekitar 20 hektare, dengan pepohonan rindang dan danau yang cocok untuk piknik atau bersantai.

Saat sore hari, tempat ini kerap dipadati pengunjung yang ingin berburu spot foto terbaik.

Alamat: Jalan Siti Fatimah binti Maimun, dekat Kawasan Industri Gresik (KIG)

Berburu senja di Telaga Ngipik, GresikBerburu senja di Telaga Ngipik, Gresik. (Jemmy Purwodianto/detikJatim)

Jam Operasional: 24 jam

Tiket Masuk: Gratis (biaya parkir sekitar Rp2.500)

7. Giri Kedaton

Giri Kedaton merupakan peninggalan sejarah dari Sunan Giri, salah satu Walisongo, yang mendirikan pesantren dan pusat dakwah Islam pada tahun 1487. Berada di atas bukit dengan jalan cukup menanjak, tempat ini menyimpan nilai sejarah dan spiritualitas yang kuat.

Kini, Giri Kedaton menjadi tujuan wisata religi sekaligus pembelajaran sejarah.

Alamat: Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kebomas

Tiket Masuk: Gratis (hanya biaya parkir)

8. Banyuurip Mangrove Center

Wisata Banyuurip Mangrove Center menawarkan wisata edukatif berbasis ekologi. Hutan mangrove yang terletak di pesisir Ujungpangkah ini juga berfungsi sebagai kawasan konservasi dan sarana rekreasi.

Alamat: Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah

Jam Operasional:

– Senin-Kamis: 08.00-16.00 WIB

– Jumat: 08.00-11.00 WIB & 13.00-16.00 WIB

– Akhir pekan: 08.00-16.00 WIB.

Harga tiket: bervariasi sesuai tiket wisata

9. Wisata Bajak Laut

Waterpark ini cocok untuk liburan keluarga. Terletak di Desa Masangan, Kecamatan Bungah, destinasi ini menawarkan wahana air dengan seluncuran berbentuk gurita raksasa.

Jam Operasional: Setiap hari, 08.00-17.00 WIB

Harga Tiket: Weekday Rp10.000, weekend Rp15.000

10. Pulau Gili Noko

Gili Noko adalah bagian dari Pulau Bawean, dengan pantai berpasir putih dan air laut jernih. Tempat ini sangat cocok untuk snorkeling atau sekadar bermain air karena kejernihannya memungkinkan wisatawan melihat langsung biota laut dari permukaan.

Pulau Gili-NokoPulau Gili-Noko. (Fariz Ilham Rosyidi/d’Traveler)

Alamat: Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean

Jam Operasional: 24 jam

Harga Tiket Masuk: Gratis

(upd/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Staycation Mewah di Bandung dengan Harga Hemat, Cek Promonya di Sini!



Bandung

Kalau kamu mencari liburan singkat yang nyaman, mewah, dan penuh pengalaman seru, The Trans Luxury Hotel Bandung bisa jadi pilihan terbaik.

Berlokasi strategis di jantung Kota Bandung, hotel bintang lima ini dikenal sebagai ikon kemewahan dengan pelayanan personal kelas dunia.

Kini, detikcom menghadirkan penawaran spesial bagi kamu yang memesan melalui transhotelgroup.com/detik.


The Trans Luxury Hotel menawarkan kamar elegan dengan pemandangan spektakuler, kolam renang berpasir putih yang unik, dan akses langsung ke kawasan hiburan terpopuler seperti Trans Studio Bandung dan Trans Studio Mall.

Sebagai destinasi ramah keluarga, hotel ini juga memiliki White Sandy Beach Pool yang memungkinkan anak-anak bermain pasir layaknya di pantai, heated pool yang nyaman untuk berenang di udara sejuk Bandung, serta jacuzzi yang siap memanjakan tubuh.

Bagi yang ingin relaksasi menyeluruh, The Spa menawarkan perawatan dengan terapis profesional yang didatangkan langsung dari Bali.

Menginap di sini, kamu bisa memulai hari dengan sarapan lezat di The Restaurant, lalu bersantai di tepi kolam sambil menikmati udara segar Bandung.

Siang hari, lanjutkan keseruan dengan berbelanja di Trans Studio Mall atau mencoba wahana di Trans Studio Bandung.

Untuk penutup yang romantis, nikmati makan malam istimewa di The 18th Restaurant and Lounge sambil memandangi indahnya city lights Bandung.

The Trans Luxury Hotel bukan sekadar tempat menginap, melainkan destinasi untuk menciptakan momen berkesan bersama keluarga, pasangan, atau rekan bisnis.

Segera pesan sekarang melalui transhotelgroup.com/detik dan nikmati perpaduan sempurna antara kemewahan, kenyamanan, dan harga hemat.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Staycation di The Trans Luxury Hotel, Nikmati Kemewahan dengan Harga Spesial!



Bandung

Ingin liburan singkat tanpa harus jauh-jauh keluar kota? Staycation di The Trans Luxury Hotel Bandung bisa jadi pilihan terbaik untuk kamu yang mendambakan kenyamanan maksimal, fasilitas premium, dan pengalaman tak terlupakan.

Kini, pembaca detikcom bisa mendapatkan penawaran harga spesial dengan melakukan pemesanan langsung di transhotelgroup.com/detik.

Ikon Hotel Mewah di Jantung Kota Bandung

Terletak di pusat Kota Bandung, The Trans Luxury Hotel dikenal sebagai salah satu hotel bintang 5 terbaik dengan pelayanan kelas dunia.


Dari kamar elegan dengan pemandangan spektakuler, kolam renang berpasir putih yang ikonik, hingga akses langsung ke Trans Studio Bandung dan Trans Studio Mall, semua dirancang untuk menciptakan pengalaman liburan tak terlupakan bagi keluarga, pasangan, maupun pelancong bisnis.

Fasilitas Lengkap untuk Liburan Keluarga dan Pasangan

  • Sebagai hotel ramah keluarga, The Trans Luxury Hotel menawarkan berbagai fasilitas unggulan:
  • White Sandy Beach Pool, kolam renang dengan pasir putih, serasa bermain di pantai sungguhan.
  • Heated Pool & Jacuzzi, tetap nyaman berenang di udara sejuk Bandung.
  • The Spa, relaksasi total dengan sentuhan terapis profesional dari Bali.

Tak hanya itu, kamu bisa memulai hari dengan sarapan lezat di The Restaurant, berbelanja di Trans Studio Mall, seru-seruan di Trans Studio Bandung, hingga menutup hari dengan makan malam romantis di The 18th Restaurant and Lounge yang menyajikan panorama cahaya kota Bandung dari ketinggian.

Promo Spesial untuk Pembaca detikcom

The Trans Luxury Hotel bukan sekadar tempat menginap, tapi destinasi untuk menciptakan kenangan berharga. Cocok untuk liburan keluarga, perjalanan romantis, maupun urusan bisnis.

Kabar baiknya, ada tactical rate khusus untuk pembaca detikcom mulai dari Rp1.373.000 net per malam. Segera pesan sekarang juga dan nikmati kombinasi sempurna antara kenyamanan, kemewahan, dan harga hemat di transhotelgroup.com/detik!

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Ngulik Blok M Square, Kawasan Wisata Kuliner Paling Viral di Jaksel



Jakarta

Blok M Sqare adalah pusat perbelanjaan yang sangat ikonik di kawasan Blok M Jakarta Selatan. Dengan gedungnya yang besar tepat di pintu keluar terminal, Blok M Square sangat mudah dikenali para pengunjung.

Tulisan Blok M Square yang besar dengan ujung menara dan desain luar ikonik membuat gedung ini mudah dilihat pengunjung dari berbagai arah. Sehingga, pengunjung bisa menjadikan Blok M Square patokan sebelum mendatangi gang-gang dan area Blok M.

Blok M SquareBlok M Square Foto: Qonita Hamidah/detik travel

Detik travel sempat mengunjungi Blok M Square dalam Famtrip-Strolling Arround Blok M bersama Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Secara umum, area Blok M mulai mengalami pembangunan besar-besaran di era Ali Sadikin menjabat Gubernur Jakarta pada 1966-1977.


“Pada masa pemerintahannya, Ali Sadikin, berhasil membangun Kota Jakarta secara besar-besaran khususnya daerah Jakarta Selatan di area Blok M ini,” kata Muti yang ketika itu menjadi pemandu wisata.

Ali Sadikin menginginkan Blok M dikelilingi wisata kuliner sesuai selera dan keinginan pengunjung. Harapan ini terwujud di era pembangunan Blok M saat ini yang terdiri dari beberapa distrik dengan aneka pilihan kuliner dan wisata lain.

Termasuk area Blok M Square terletak di Jl. Melawai 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat ini, Blok M Square dan kawasan Blok M secara umum telah menjadi destinasi wisata urban, mulai dari Stasiun MRT hingga kawasan pemukiman Kebayoran Baru.

Beberapa spot di Blok M Square menjadi viral dan jadi incaran para pengunjung yang baru sekali atau telah beberapa kali ke Blok M. Berikut datanya dihimpun dari arsip detikcom:

– Masjid Nurul Iman Blok M Square di lantai 7

– Kampoeng Mainan di lantai 3

– Kue subuh di upper ground

– Bursa buku dan sentra musik di basement

– Pujasera di basement antara lain:

  • Artirasa Cheesecake
  • Bakmi Piring
  • Haka Dimsum
  • Thai Baby
  • Maiku Cafe.

Blok M Square biasanya ramai di hari libur, jam makan siang, atau selesai kantor. Buat detikers yang ingin beburu kuliner atau wisata viral, sebaiknya hindari jam-jam tersebut agar nyaman dan tidak perlu antri lama. Jangan lupa bawa uang tunai dan nontunai untuk mengantisipasi gangguan di sistem pembayaran.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com