Tag Archives: detikproperti

Seberapa Sering Kamar Mandi Harus Dibersihkan? Ini Kata Pakar


Jakarta

Membersihkan kamar mandi perlu dilakukan agar tidak tumbuh jamur dan timbul bau. Apalagi, kamar mandi jadi salah satu tempat paling kotor di rumah jadi tak heran kalau ruangan itu harus rutin dibersihkan.

Tentunya, kamar mandi yang bersih bisa membuat penghuni rumah maupun tamu yang memakainya merasa lebih nyaman. Tapi, seberapa sering sih kamar mandi harus dibersihkan?

Dilansir dari The Spruce, co-owner dan president dari Sophia’s Cleaning Service, Carolina Kazimierski, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan kamar mandi harus dibersihkan setidaknya seminggu sekali. Pembersihan secara rutin akan mencegah penumpukan kotoran.


“Saya merekomendasikan bersihkan kamar mandi secara cepat setiap minggu, lalu pembersihan mendalam setiap sebulan sekali,” ujarnya.

Nah, ada juga beberapa bagian kamar mandi yang harus dibersihkan dalam jangka waktu tertentu. Dilansir dari Southern Living dan Martha Stewart, berikut ini informasinya.

Membersihkan Cermin Kamar Mandi

Young woman wiping windows at homeMembersihkan kaca. Foto: Getty Images/urbazon

Menurut pakar kebersihan Sara San Angelo, cermin kamar mandi bisa dibersihkan sesuai kebutuhan. Kalau kamar mandi jarang dipakai, cermin jadi tidak kotor dan tidak perlu dibersihkan rutin.

Kalau cermin di kamar mandi sudah kotor, penghuni bisa membersihkannya dengan campuran cuka dan air dengan perbandingan yang sama dan lap dengan lap.

Membersihkan Toilet

Shot of a young woman cleaning a bathroom toiletIlustrasi membersihkan toilet Foto: iStock

Toilet merupakan salah satu bagian kamar mandi yang paling kotor. President dan co-founder AspenClean Alicia Sokolowski menyarankan untuk membersihkan toilet setidaknya seminggu sekali kalau sering digunakan.

“Membersihkan secara rutin membantu menghilangkan kuman, menurunkan risiko penyakit dan penyebaran infeksi,” ujarnya, dikutip dari Martha Stewart.

Membersihkan Area Shower

Kalau di kamar mandi pakai shower, sebaiknya bersihkan seminggu sekali. Hal ini agar tidak ada sisa sabun yang menempel pada shower.

“Sangat penting untuk menjaga kamar mandi tetap kering. Kerak sabun dan jamur tidak dapat menempel pada permukaan bak mandi atau shower jika tidak ada air yang bisa digunakan,” ujar pakar kebersihan dan founder Clean My Space Melissa Maker.

Membersihkan Lantai Kamar Mandi

Action of a human's hand is using floor brush to cleaning toilet marble tile floor. Close-up and selective focus at hand part.Ilustrasi membersihkan lantai kamar mandi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Thank you for your assistant

Untuk lantai kamar mandi sebaiknya dibersihkan secara rutin. Hal itu karena bagian lantai sering ada penumpukan bakteri, debu hingga sabun. Apalagi, kalau lantai kamar mandi jarang dibersihkan bisa jadi licin dan berbahaya bagi penggunanya.

“Secara umum, disarankan untuk membersihkan lantai kamar mandi setidaknya seminggu sekali sebagai bagian dari rutinitas pembersihan rutin Anda untuk mencegah penumpukan kotoran, debu, rambut, dan cipratan dari perlengkapan mandi,” kata Sokolowski.

Membersihkan Wastafel

Kalau di kamar mandi ada wastafel, bersihkan setidaknya seminggu sekali. Hal itu supaya mencegah penumpukan sisa sabun, pasta gigi, maupun air yang bisa menjadi sarang bakteri.

Itulah waktu yang tepat untuk membersihkan kamar mandi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

4 Ciri-ciri Rumah Bekas yang Tak Terawat, Hati-hati Kalau Mau Beli!


Jakarta

Rumah second atau bekas menjadi opsi hunian bagi pencari rumah yang tak sanggup beli baru. Harga rumah bekas bisa lebih rumah karena bangunannya sudah lama.

Namun, jangan buru-buru beli rumah bekas ya. Pencari rumah mesti cek dulu keadaan bangunannya.

Pasalnya, rumah lama biasanya terdapat kerusakan. Nah, pemburu rumah perlu perhitungkan apakah mampu menanggung biaya perbaikan setelah pembelian atau tidak.


Sebaiknya membeli rumah bekas yang terawat. Dengan begitu, pembeli tak perlu terlalu banyak mengeluarkan biaya renovasi.

Para pencari rumah harus tahu ciri-ciri rumah yang bangunannya kurang terawat. Simak ulasannya berikut ini.

Ciri-ciri Bangunan Rumah Tak Terurus

Inilah beberapa ciri-ciri rumah yang membutuhkan perawatan karena kurang terurus, dikutip dari Bluenote Painting.

1. Tumbuh Rumput Liar Tinggi di Pekarangan

Pertanda paling jelas untuk mengetahui rumah sudah lama tak dirawat bisa dilihat dari pekarangannya. Kondisi pekarangan mencerminkan bagaimana perawatan rumah.

Rumah yang tidak dirawat biasanya banyak rumput liar yang menjulang tinggi di halaman. Padahal, halaman rumah perlu dibersihkan setidaknya sebulan sekali agar terawat.

2. Cat Eksterior Pudar atau Terkelupas

Kemudian, perhatikan juga kondisi cat eksterior rumah. Kalau warnanya memudar dan lapisannya terkelupas, bisa jadi kualitasnya kurang baik, terlalu lembap, atau ada kebocoran.

3. Cat Interior Rusak

Selain itu, cek juga kondisi cat interior rumah. Cat interior seharusnya lebih tahan lama daripada cat eksterior karena berada di dalam bangunan. Jika tampilan cat interior kurang bagus seperti eksterior rumah, kemungkinan akan diperlukan perbaikan besar-besaran.

4. Perangkat Rumah Rusak

Terakhir, periksa perangkat dan bagian-bagian penting di rumah, termasuk sistem kelistrikan, air, dan saluran pembuangan. Kalau ketiga sistem tersebut bermasalah, pemilik baru perlu melakukan perbaikan.

Itulah tanda-tanda rumah tidak terawat. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Kemunculan 6 Hewan Ini Bisa Jadi Pertanda Kamar Mandi Lagi Kotor


Jakarta

Banyak sekali hewan atau serangga yang mungkin saja muncul di kamar mandi. Umumnya mereka muncul karena mengetahui ada sumber makanannya.

Kemunculan hewan juga bisa berarti kamar mandi itu kotor karena ada hewan yang makanannya adalah kotoran. Jadi jangan anggap sepele kehadiran hewan-hewan di kamar mandi karena bisa jadi sinyal penting untuk segera membersihkan kamar mandi.

Lantas, kenapa hewan tersebut muncul di kamar mandi? Berikut daftarnya


6 Hewan yang Suka Muncul di Kamar Mandi

Inilah deretan hewan yang kerap ditemukan di kamar mandi beserta cara mengatasinya, dilansir dari AZ Animals.

1. Lalat Limbah

Lalat limbah merupakan serangga yang dapat terbang seperti lalat. Namun, bentuk dan ukurannya berbeda dengan lalat yang biasa ditemukan di dekat tempat sampah atau makanan. Lalat ini umumnya tidak banyak bergerak. Mereka senang menempel di dekat saluran pembuangan, kamar mandi tak terpakai, pipa bocor, dan genangan air. Bisa juga di dinding kamar mandi. Mereka akan bergerak jika ada gangguan, tetapi tidak akan menyerang.

Serangga tersebut muncul untuk mengincar kotoran organik di kamar mandi. Cara mengatasi lalat limbah adalah segera membersihkan kamar mandi, pastikan tidak ada genangan di dalamnya dan sumbatan pada saluran air yang tersumbat dan pipa bocor, serta menyingkirkan genangan air. Lalu, siapkan cairan yang bisa mengusir mereka berupa campuran cuka apel dan detergen pencuci piring. Letakkan di dekat area yang bermasalah.

2. Kecoak

susu kecoaKecoak Foto: iStock

Serangga yang cukup mengganggu dan banyak ditakuti adalah kecoak. Hewan ini bergerak cukup cepat dan bisa terbang. Bahkan hewan ini gerakannya tidak bisa ditebak karena mereka bisa lari ke arah manusia bukan menjauh. Kemunculan kecoak disebabkan karena lingkungannya mendukung, yakni lingkungannya yang lembap, kotor, dan ada area yang gelap.

Untuk mengatasi kecoak, tutup lubang, celah, lubang pembuangan, dan akses masuk ke kamar mandi. Taburkan campuran soda kue dan gula di sekitar area bermasalah.

3. Kelabang

KelabangKelabang Foto: Pixabay/Alexas_Fotos

Kelabang berbentuk panjang dan bisa berjalan dengan cepat. Kelabang umumnya hidup di area yang tersembunyi. Mereka menyukai tempat yang lembap, seperti tempat kebocoran dan air yang tergenang. Mirip seperti lalat limbah, kelabang menyukai kotoran organik di kamar mandi.

Untuk mencegah kelabang mendekat, pemilik rumah harus rajin membersihkan kamar mandi dan memastikan tidak lembap. Tuang cuka ke saluran pembuangan agar kelabang tidak masuk ke kamar mandi.

4. Laba-laba

Cara Mengusir Laba-laba di Rumah Tanpa Membunuh dan Obat PembasmiLaba-laba Foto: Christian Cagni/Unsplash

Laba-laba senang sekali hidup di celah kecil, jendela, lubang ventilasi, pojokan, hingga wastafel. Umumnya di area yang agak kering. Laba-laba bisa masuk kamar mandi karena mencari sumber makanan dan air.

Cara mengatasi serangga ini adalah tutup retakan dan celah di kamar mandi termasuk di bagian dinding. Lalu, semprotkan campuran cuka dan air di sekitar sudut-sudut.

5. Cacing

Earthworm on gravel asphalt. Close-up with selected focus.Earthworm on gravel asphalt. Close-up with selected focus. Foto: Getty Images/Andie_Alpion

Cacing sangat menyukai tempat yang lembap, minim ventilasi, dan kotor. Lingkungan seperti itu bukan hanya membantunya mencari makan, melainkan untuk berkembang biak juga. Cara mengatasinya adalah membersihkan kamar mandi secara menyeluruh di setiap sudut. Selain disikat, coba juga memakai cuka dan air panas untuk memastikan tidak ada noda yang menempel.

Itulah sejumlah hewan yang suka muncul di kamar mandi serta cara mengatasinya. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

4 Langkah Perbaiki Lantai Keramik Retak Jadi Seperti Baru Lagi


Jakarta

Lantai keramik bisa retak atau pecah akibat benturan keras atau termakan usia. Meski sepele, retakan itu cukup mengganggu estetika lantai.

Tenang saja, pemilik rumah bisa dengan mudah memperbaiki lantai keramik yang retak. Tak perlu bongkar dan ganti ubin baru, pemilik bisa menambalnya selama retakan enggak parah.

Setidaknya dengan begitu, retaknya tersamarkan. Lantai pun terlihat seperti semula tanpa harus diganti.


Lalu, bagaimana cara memperbaiki lantai keramik yang retak? Simak tipsnya berikut ini.

Cara Perbaiki Lantai Keramik Retak

Inilah langkah-langkah untuk menambal lantai keramik yang retak, dikutip dari Home Decor Bliss.

1. Bersihkan Retakan

Langkah pertama adalah membersihkan retakan keramik. Gunakan amplas atau pengikis untuk mengikis bagian dalam retakan yang tajam. Setelah itu, bersihkan kotoran pada keramik pakai sabun cuci piring atau cairan pembersih.

2. Oleskan Epoxy

Setelah lantai keramik retak bersih, saatnya mengoleskan epoxy. Siapkan campuran epoxy dengan mengikuti petunjuk produk.

Tuang epoxy ke bagian retak pada keramik dan biarkan mengeras. Pemilik bisa meratakan epoxy pada retakan tipis pakai tusuk gigi. Kalau retakannya lebar, pakai alat yang permukaannya rata.

Namun, hindari menggunakan pisau untuk meratakan epoxy ya. Alat tersebut membuat epoxy cepat mengeras.

3. Kikis Kelebihan Epoxy

Jika epoxy menyebar ke bagian lain, pemilik bisa bersihkan dengan cara dikikis. Sebaiknya langkah ini dilakukan sebelum epoxy mengeras.

4. Cat Bekas Retakan

Kalau epoxy sudah mengering atau mengeras, saatnya mengecatnya agar terlihat seperti ubin baru. Oleskan cat pada bekas retakan menggunakan kuas tipis.

Disarankan untuk memilih warna cat yang mirip dengan keramik serta finishnya mengkilap. Selain itu, pilih cat berbahan dasar minyak agar warnanya tidak cepat pudar akibat air.

Itulah tips memperbaiki lantai keramik yang retak menjadi seperti baru. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Awas! Ini Tanda-tanda Ada Tikus di Rumah dan Cara Mengatasinya


Jakarta

Tikus merupakan salah satu hewan yang bikin resah penghuni rumah. Tak heran penghuni rumah sering mencari cara untuk mencegahnya masuk atau membasminya.

Bukan tanpa alasan hewan pengerat ini bikin penghuni rumah uring-uringan. Selain karena tabiatnya yang suka menggerogoti sesuatu, tikus juga merupakan hewan pembawa penyakit yang bisa menyebarkannya lewat urine, saliva, dan kotorannya.

“Mereka dapat menularkan penyakit seperti hantavirus dan leptospirosis, dan mereka mungkin membawa kutu, yang kemudian dapat menggigit Anda atau hewan peliharaan,” ujar Sheldon Owen, PhD, spesialis penyuluhan satwa liar di West Virginia University, dikutip dari Southern Living, Selasa (4/11/2025).


Di sisi lain, tikus kerap masuk ke dalam rumah karena butuh tempat bernaung dan juga makanan.

Tanda-tanda Ada Tikus di Rumah

Lalu, apa saja tanda-tanda ada tikus di rumah? Masih dilansir dari Southern Living, berikut ini informasinya.

– Adanya kotoran tikus di dekat lemari, di bawah wastafel, dan area lainnya yang tidak terlihat.

– Ada bekas gigitan tikus pada material tertentu, seperti kertas, kain, dan lainnya.

– Jejak kaki tikus.

– Suara berisik dari dinding atau atap.

Cara Mengatasi Tikus di Rumah

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan penghuni untuk mengatasi tikus di rumah. Berikut ini caranya.

Gunakan Perangkap Tikus

Penggunaan perangkap tikus menjadi salah satu cara yang efektif dan murah untuk menangkap tikus. Profesor madya dan spesialis penyuluhan perikanan dan satwa liar di University of Missouri, Robert Pierce, PhD, menyarankan untuk menggunakan umpan agar tikus tertarik, seperti keju atau buah kering.

“Biarkan perangkap tetap berumpan tetapi jangan dijepret selama satu atau dua hari agar tikus terbiasa. Ini mencegah mereka menjadi takut pada perangkap,” kata Pierce.

Lalu, Owen menyarankan untuk meletakkan perangkap tegak lurus ke dinding dengan ujung pemicu menghadap permukaan vertikal, atau di ruang sempit, pasang dua perangkap sejajar dengan dinding, dengan pemicu menghadap ke kedua arah.

Owen juga mengatakan untuk tidak menggunakan bahan beracun untuk membasmi tikus karena bisa saja justru terkena ke hewan peliharaan. Kalau tikus tersebut memakan bahan beracun itu bisa saja mati di dalam rumah yang bisa memicu bau busuk.

Gunakan Jasa Profesional

Penghuni rumah juga bisa lho menggunakan jasa profesional untuk membasmi tikus. Apalagi, kalau di rumah ada banyak tikus, bisa jadi menggunakan jasa profesional adalah pilihan yang tepat.

Cara Mencegah Tikus Masuk Rumah

Nah, agar tikus tidak masuk ke rumah lagi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Berikut ini informasinya.

Tutup Lubang

Tikus bisa masuk melalui lubang yang cukup kecil bahkan jika hanya terbuka setengah saja. Jadi, pastikan tidak ada lubang seperti di pintu, jendela, dan area perpipaan.

Tebang Dahan Pohon

Langkah selanjutnya bisa menebang dahan pohon yang mengarah ke rumah dan memangkas semak-semak. Sebab, tikus merupakan hewan yang bisa memanjat dan melompat dengan baik.

Rapikan Tumpukan Barang

Selanjutnya adalah rapikan tumpukan barang di rumah agar tidak berantakan. Buang barang-barang yang sudah tidak digunakan agar tidak menumpuk di rumah dan menjadi tempat persembunyian tikus.

Gunakan Tempat Sampah Tertutup

Tikus bisa mencari makanan dari sampah. Maka dari itu, pastikan tempat sampah tertutup rapat dan bersihkan secara berkala agar tidak menarik hama lainnya seperti semut.

Itulah tanda ada tikus di rumah dan cara mengatasinya. Semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Masa Simpan Cat Berdasarkan Jenis dan Ciri-ciri Kedaluwarsa


Jakarta

Sisa cat dinding yang sudah dipakai masih bisa digunakan lagi lho. Tapi, harus diperhatikan dulu karena cat dinding memiliki ‘umur’ alias masa simpan yang aman untuk digunakan.

Umur cat dinding ini tergantung dari beberapa hal, salah satunya cara penyimpanannya. Kalau disimpan sembarangan, masa simpannya bisa semakin pendek.

Menurut superintendent dari ASAP Restoration, Brandon Walker, cat dinding bisa bertahan beberapa tahun jika belum dibuka dan disimpan dengan baik.


“Jika kaleng-kaleng ini dibuka, atau disimpan di tempat yang tidak memiliki pengaturan suhu dan kelembaban, maka masa pakainya akan berkurang secara signifikan,” katanya, dikutip dari Martha Stewart, Selasa (4/11/2025).

Berikut ini masa simpan cat berdasarkan jenisnya.

Cat latex: 2-5 tahun
Cat akrilik: 5-10 tahun
Cat berbahan dasar minyak: 5 tahun hingga lebih dari 10 tahun
Cat berbahan dasar air: 1-2 tahun

Kualitas cat, warna, dan hasil akhir tidak memengaruhi masa simpan, tetapi jika perlu menyimpan cat di garasi atau gudang, cat berbahan dasar minyak mungkin lebih tahan lama daripada cat berbahan dasar air, termasuk cat akrilik dan lateks.

“Jika cat disimpan di lingkungan yang suhunya berfluktuasi, seperti suhu beku dan mencair, cat berbahan dasar air lebih rentan mengalami degradasi dalam bentuk cair dibandingkan dengan cat berbahan dasar minyak,” kata senior project manager di Behr, Ed Edrosa.

Walau demikian, setiap merek cat dinding memiliki panduannya tersendiri untuk masa simpan kaleng cat yang sudah dibuka maupun yang belum dibuka.

Tanda Cat Sudah Kedaluwarsa

Ada beberapa tanda cat yang sudah kedaluwarsa dan sebaiknya tidak dipakai lagi. Berikut ini informasinya masih dilansir dari Martha Stewart.

Cat Menggumpal

Menurut Edorsa, seharusnya cat yang sudah diaduk, konsistensinya halus dan tidak boleh ada gumpalan atau bertekstur.

Bau Tak Sedap

Cat yang sudah kedaluwarsa memiliki ciri-ciri bau tengik. Jadi kalau cat dinding di rumah sudah mengeluarkan bau, sebaiknya ganti dengan yang baru.

“Cat yang sudah melewati masa simpannya dapat menimbulkan bau tengik, terkadang seperti telur busuk,” kata Edrosa.

Perubahan Warna dan Hasil Akhir

Cat yang disimpan terlalu lama juga dapat menunjukkan perubahan warna atau hasil akhir. Jika cat tampak berubah warna, menguning, atau kilapnya tidak merata setelah diaduk, itu pertanda cat telah rusak. Cat yang lebih lama ini kemungkinan besar tidak akan sama dengan warna atau hasil akhir aslinya saat diaplikasikan.

Cara Menyimpan Cat Agar Awet

Jaga Cat Tetap Bersih

Untuk mencegah bakteri masuk ke dalam cat, selalu tuang ke dalam wadah sebelum mengecat, dan buang sisa cat alih-alih menuangkannya kembali ke dalam kaleng. Hal itu karena cat bisa terkontaminasi dan menyebabkan kerusakan dini.

“Jangan celupkan kuas dan rol langsung ke dalam kaleng, dan jangan pernah meninggalkan kuas dan penutup rol di dalam kaleng atau wadah,” kata Edrosa.

Penyimpanan yang Tepat

Dilansir dari Better Homes & Gardens, pastikan untuk menyimpan cat di lokasi yang sejuk dan kering. Tempatkan kaleng cat di tempat yang tidak terkena fluktuasi suhu ekstrem, seperti gudang yang tidak terisolasi.

Penutup yang Kedap Udara

Pastikan kaleng cat tertutup dengan baik. Segel kedap udara bisa mengurangi risi pertumbuhan jamur dan lumut. Untuk menciptakan penutup yang kedap udara, tutup kaleng, lalu balikkan sehingga cat cair mendorong penutup ke dalam dengan kuat.

Itulah informasi mengenai masa simpan cat dan ciri-ciri cat kedaluwarsa.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Jangan Sembarangan! 5 Lokasi di Rumah yang Tak Boleh Dipasangi AC


Jakarta

Pemasangan air conditioner atau AC kadang diperlukan agar ruangan terasa semakin sejuk. Tapi, pasang AC di rumah tidak bisa sembarangan.

Ada beberapa area di rumah kurang cocok untuk dipasang AC. Hal itu karena bisa menyebabkan ruangan bau hingga memicu terjadinya korsleting listrik.

Dilansir dari House Digest, berikut ini beberapa lokasi yang sebaiknya dihindari untuk memasang AC.


1. Dekat Tempat Sampah

AC sebaiknya tidak dipasang di dekat atau menghadap langsung ke tempat sampah. Hal itu karena aroma tak sedap dari tempat sampah bisa menyebar ke seluruh ruangan. Ruangan memang terasa dingin, tapi penghuni rumah tetap tidak nyaman karena mencium bau busuk.

Perlu diingat, mencium bau tak sedap serta tidak adanya ventilasi udara di ruangan bisa berdampak pada masalah pernapasan. Dalam jangka panjang bisa memicu asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

2. Dekat Barang yang Mudah Panas

Apabila di dalam ruangan terdapat kompor atau di dekat oven, sebaiknya jangan pasang AC di sana dan maksimalkan penggunaan ventilasi udara.

AC yang dipasang di dekat sumber panas membuatnya bekerja lebih keras karena harus mendinginkan ruangan, sedangkan di ruangan itu terdapat sumber panas yang menyala. Oleh sebab itu, ada penempatan khusus jika ingin memasang AC di dapur, yakni arah anginnya tidak boleh mengarah langsung ke kompor.

3. Dekat Perangkat Elektronik

Memasang AC di dekat perangkat elektronik juga tidak dianjurkan. Hal itu karena AC terkadang mengeluarkan uap air dan tetesan air dari unitnya. Jika tetesan air tersebut jatuh dan mengenai perangkat elektronik di bawahnya maka bisa menimbulkan kerusakan atau lebih parahnya terjadi korsleting listrik.

4. Terhalang Benda Besar

Saat memasang AC juga tidak disarankan untuk tidak memasang AC di dekat benda atau perabotan yang berukuran besar, misalnya lemari. Hal itu karena udara dingin yang dikeluarkan AC bisa terhalang dan tidak menyebar ke seluruh ruangan. Kondisi ini tak hanya bikin ruangan tetap terasa panas, tapi bisa membuat AC jadi cepat rusak.

5. Di Atas Pintu

Posisi AC sebaiknya juga jangan berada di atas pintu, seperti pintu kamar atau pintu depan rumah. Hal itu karena pintu sering kali dibuka dan ditutup sehingga dikhawatirkan udara dingin justru berhembus keluar yang membuat ruangan terasa tidak dingin. Itu bisa berdampak pada meningkatkan tagihan listrik karena AC harus bekerja ekstra.

Itulah beberapa lokasi AC yang harus dihindari.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

5 Penyebab Kipas Angin Tidak Berputar Meski Sudah Dinyalakan


Jakarta

Kipas angin berfungsi untuk menghembuskan udara ke seluruh ruangan agar terasa sejuk. Namun, kipas angin bisa saja tidak berputar meski sudah menyala.

Kondisi ini tentu sangat menyebalkan, apalagi cuaca di luar sedang panas-panasnya. Kipas angin yang tidak berputar membuat udara di dalam ruangan terasa panas sehingga bikin tubuh gerah.

Namun jangan khawatir, ada sejumlah faktor yang memicu kipas angin tidak berputar meski sudah menyala. Ingin tahu penyebabnya? Simak dalam artikel ini.


Penyebab Kipas Angin Tidak Berputar

Ada sejumlah faktor yang membuat kipas angin tidak berputar meski sudah menyala. Dilansir dari situs Home Care 24 dan Lito Electrical Service, berikut penyebabnya.

1. Kapasitor Lemah atau Rusak

Pemicu yang pertama karena kapasitor lemah atau sudah rusak. Komponen ini berfungsi untuk membantu memulai putaran pada motor kipas angin.

Jika kapasitor sudah rusak maka tidak punya cukup tenaga untuk memutar baling-baling kipas angin. Jadi jangan heran kalau kipas angin tidak berputar meski sudah diatur pada kecepatan kencang.

2. Motor Kipas Aus

Kondisi motor kipas angin yang sudah aus bisa menjadi penyebab selanjutnya. Hal ini terjadi karena seiring pemakaian kipas setiap hari, sehingga sudah waktunya untuk diganti dengan yang baru.

Kipas angin juga perlu dibersihkan secara berkala. Sebab, kipas angin yang kotor akibat dipenuhi debu bisa menghambat putaran baling-baling kipas.

Debu dan kotoran yang menempel juga dapat menyumbat ventilasi motor, sehingga kipas menjadi lebih panas saat dinyalakan. Seiring waktu, kipas angin bisa cepat rusak.

Di sisi lain, debu yang menumpuk di kipas angin juga tidak baik untuk kesehatan. Soalnya, debu bisa terhirup dan masuk ke dalam tubuh.

4. Baling-baling Kipas Tertekan

Faktor selanjutnya karena baling-baling kipas yang dipasang terlalu kencang. Kondisi ini membuat baling-baling kipas tidak mampu berputar dengan normal akibat gesekan yang terlalu besar.

5. Masalah Kelistrikan

Terkadang, kipas angin yang tidak berputar bisa disebabkan oleh masalah kelistrikan di rumah. Bisa jadi stopkontak sudah rusak atau aliran listrik yang tidak stabil, sehingga kipas tiba-tiba berhenti berputar.

Cara Mengatasi Kipas Angin yang Tidak Berputar

Ada sejumlah cara mudah untuk mengatasi kipas angin yang tidak berputar meski sudah menyala. Berikut solusinya.

1. Cek Motor Kipas Angin

Langkah pertama adalah mengecek motor kipas angin. Terkadang, kipas angin tidak mau berputar karena kondisi motor sudah aus.

Jika kondisi motor kipas belum terlalu aus, penghuni rumah bisa mengakalinya dengan mengoleskan minyak atau oli ke dalam motor kipas. Cara ini membuat motor kipas dapat berputar dengan lancar dan meminimalisir gesekan.

2. Bersihkan Kipas Angin

Kalau masalah utamanya karena debu dan kotoran yang menumpuk, segera bersihkan kipas angin. Biasanya, kipas angin akan berputar lebih kencang jika sudah bersih.

3. Cek Aliran Listrik

Apabila kipas angin tidak mau berputar, coba pindahkan ke stopkontak lain yang ada di rumah. Apabila kipas angin bisa menyala dan berputar normal, itu tandanya ada kerusakan pada stopkontak tersebut.

Itulah lima penyebab kipas angin tidak mau berputar meski sudah menyala dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

Jangan Taruh 7 Barang Ini di Atas Kulkas, Bisa Bahaya!


Jakarta

Jika diperhatikan, banyak ditemui beberapa orang memanfaatkan bagian atas kulkas sebagai tempat untuk meletakkan berbagai barang. Mulai dari yang bobotnya ringan hingga yang berat seperti perangkat elektronik dapur.

Umumnya kebiasaan ini terjadi pada kulkas yang hanya memiliki satu pintu dan tingginya tidak melebihi manusia sehingga mudah digapai. Sayangnya, bagian atas kulkas tersebut seharusnya dikosongkan, tanpa ada penutup maupun barang-barang.

Dilansir dari Reader’s Digest, banyak ahli elektronik berpendapat membersihkan bagian atas kulkas dari barang-barang, akan jauh lebih aman bagi keselamatan penghuni rumah. Sebab, bagian atas kulkas merupakan permukaan yang tidak stabil. Permukaannya memang rata, tetapi cukup licin dan terkadang bergetar saat membuka dan tutup pintu kulkas. Kedua hal tersebut yang membuat benda rawan sekali jatuh atau bergeser. Belum lagi jika nanti terjadi guncangan hebat, barang-barang di atas kulkas tersebut yang paling berisiko terjatuh dan hancur.


Di sisi lain, ada pakar yang menyebutkan tidak masalah untuk meletakkan benda di atas kulkas apalagi hanya sementara waktu, asalkan bukan benda-benda berikut ini.

Barang yang Tak Boleh Diletakkan di Atas Kulkas

1. Obat

Obat merupakan bahan yang akan dikonsumsi dan berpengaruh pada tubuh. Dalam penyimpanannya sudah dituliskan ketentuan bahwa obat sebaiknya diletakkan di tempat yang sejuk dan kering. Obat tidak bisa disimpan di atas kulkas karena bagian tersebut bisa menghantarkan panas sehingga mungkin saja bereaksi dengan kandungan yang ada di dalam obat. Lebih baik letakkan obat di kamar, lemari, atau wadah yang memang jauh dari panas dan basah.

2. Alat Makan dan Wadah dari Kaca

Umumnya peralatan makan disimpan di meja makan atau di dekat dapur untuk mempermudah pengambilannya. Namun, ada lho orang-orang yang meletakkan alat makan di atas kulkas. Padahal alat makan yang apabila diletakkan di tempat yang sama memiliki bobot yang cukup berat. Apalagi posisinya terlalu pinggir dan jatuh, suaranya pasti nyaring sekali.

Hal yang sama juga berlaku pada wadah makanan yang terbuat dari kaca. Sebaiknya, peralatan makan ini diletakkan di dekat meja makan atau area yang lebih aman di dapur.

3. Perangkat Masak

Selain peralatan makan, perangkat memasak juga tidak dibebankan di atas kulkas, contohnya rice cooker, air fryer, dan mesin pembuat kopi. Benda tersebut dapat bergeser secara perlahan setiap kali kulkas dibuka dan ditutup. Dikhawatirkan benda berat itu sewaktu-waktu bisa terjatuh dan melukai seseorang.

4. Buku

Mungkin ini jarang terjadi, tetapi pasti ada beberapa orang yang memanfaatkan bagian atas kulkas sebagai rak bukunya. Apabila buku tersebut hanya diletakkan sementara seperti saat sedang memasak, itu tidak masalah. Apabila diletakkan karena dianggap tempat yang pas untuk rak buku, itu yang justru berbahaya. Alasannya buku dan benda kertas lainnya dapat menghalangi ventilasi kulkas. Apalagi barang tersebut terbuat dari bahan yang rawan terbakar sehingga membahayakan.

5. Buah dan Sayur

Selanjutnya adalah bahan makanan seperti buah dan sayur. Bahan makanan ini seharusnya diletakkan di dalam kulkasnya, bukan di bagian atas. Hawa panas dari kulkas dapat mempercepat pembusukan makanan.

6. Bumbu Rempah

Jelas salah meletakkan bumbu rempat di atas kulkas. Selain terlalu sulit untuk mengambilnya, panas dari kulkas juga bisa berpengaruh pada aroma dan rasanya. Lebih baik letakkan area yang tidak terpapar panas dan kering.

7. Roti

Siapa di sini sering menyimpan roti berhari-hari di atas kulkas? Hati-hati, hawa panas dari kulkas bakal bikin roti cepat basi.

Itulah beberapa hal yang sebaiknya tidak diletakkan di bagian atas kulkas. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Nggak Perlu Cairan Mahal, Kompor Kotor Bisa Kinclong Lagi Cuma Pakai Ini!


Jakarta

Kompor punya fungsi penting untuk memasak makanan. Namun, seiring penggunaan kompor akan cepat kotor akibat noda bumbu, sisa makanan, hingga minyak yang menempel.

Kondisi kompor yang sangat kotor tentu kurang ideal digunakan untuk memasak. Selain terlihat menjijikkan, tercium juga aroma tidak sedap dari sisa makanan atau noda minyak yang mengendap.

Maka dari itu, penting untuk membersihkan kompor di dapur secara berkala. Tak harus menggunakan cairan pembersih yang mahal, cukup dengan sejumlah bahan alami sudah ampuh membersihkan noda di kompor.


Cara Membersihkan Sisa Noda di Kompor

Kotoran yang menempel di kompor terkadang sulit untuk dibersihkan, terutama yang sudah berkerak. Namun, noda tersebut masih bisa diatasi dengan menggunakan bahan sederhana.

Dilansir situs Merry Maids, berikut langkah-langkah membersihkan sisa noda yang menempel di kompor:

1. Siapkan Bahan-bahan

Proses pembersihan kompor di dapur ternyata bisa menggunakan bahan sederhana, yakni soda kue dan sabun cuci piring. Lalu, siapkan juga 2-3 kain microfiber untuk mengelap kotoran dan minyak di kompor.

2. Seduh Air Panas

Langkah pertama yakni dengan menyiapkan air panas untuk membersihkan kotoran di kompor. Air panas diklaim mampu mengangkat noda secara efektif. Jika air panas sudah matang, tuang ke dalam wadah secara perlahan.

3. Masukkan Kain Microfiber

Masukkan kain microfiber ke dalam wadah yang berisi air panas. Setelah itu, angkat dan pindahkan ke wadah yang kering. Peras kain microfiber tapi jangan terlalu kencang agar masih menyisakan sedikit air.

4. Lap Kompor

Lap kompor dengan kain microfiber yang sudah direndam air panas secara menyeluruh. Gosok noda dan kotoran yang menempel secara perlahan.

5. Tuang Sabun Cuci Piring ke Air Panas

Apabila noda di kompor sulit dihilangkan, saatnya menggunakan campuran sabun cuci piring. Caranya dengan menuangkan sabun secukupnya ke dalam wadah berisi air panas, lalu aduk hingga merata.

Kemudian celupkan kain microfiber hingga basah, lalu peras sedikit agar masih menyisakan sisa air. Lap kompor secara perlahan, terutama pada bagian yang sangat kotor dan sulit dihilangkan.

6. Gunakan Soda Kue

Agar kompor lebih bersih, gunakan soda kue untuk membersihkannya. Caranya dengan mencampur 1/2 soda kue dan 1 sendok makan air ke dalam mangkuk kecil, lalu aduk hingga merata sampai menghasilkan pasta.

Celupkan kain microfiber ke dalam pasta, lalu oleskan ke bagian yang kotor dan penuh kerak noda di kompor.

7. Bilas dengan Air dan Keringkan

Langkah terakhir, bilas kompor dengan kain microfiber yang lembap untuk menyingkirkan sisa noda. Lalu, keringkan kompor dengan kain bersih agar tidak ada sisa-sisa air yang menempel.

Demikian cara mudah bersihkan noda dan minyak yang menempel di kompor. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com