Tag Archives: detiktravel

Pantai Marunda Masih Dilirik Wisatawan, meski Ada Sampah Berserakan



Jakarta

Pantai di Jakarta tak cuma Ancol, ada juga Marunda. Pantai itu masih dilirik oleh wisatawan, meski masih ada sampah yang berserakan.

Ternyata pantai Marunda di Jakarta Utara masih menjadi pilihan masyarakat sebagai tempat rekreasi keluarga. Bukan hanya karena tak perlu mengeluarkan kocek yang besar, lebih dari itu, bagi pengunjung pantai ini juga cukup nyaman dengan segala keterbatasan.

Bila berbicara tentang fasilitas, Pantai Marunda mungkin tak seperti pantai-pantai lain, sebut saja pantai Ancol. Perbandingannya sangat jauh.


Di Pantai Marunda tak ada wahana untuk bermain anak-anak. Bahkan untuk toilet pun masih terbatas. Namun dengan keterbatasan fasilitasnya, Pantai Marunda masih sangat dicintai oleh para pengunjung.

Liliana yang merupakan warga Tambun, Bekasi misalnya. Ia memutuskan pilihan untuk berkunjung ke pantai ini sehabis melancong ke Rumah Si Pitung yang tak jauh dari lokasi pantai.

Pantai MarundaPantai Marunda Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Bersama rombongan ia ingin menikmati sore yang nikmat di pinggiran pantai yang berbeda. Karena tak ada pasir yang indah di Pantai Marunda.

“Dalam rangka liburan awalnya buka-buka (internet) jalan-jalan ke mana ya, terus keluar lah Pantai Marunda ini jadi ‘Marunda aja yuk’ murah juga kan bayar cuma Rp 2.000,” ungkapnya kepada detikTravel, Selasa (2/7/2024).

Saat ditanyai, ia baru pertama kali datang ke Pantai Marunda. Kesan yang ia sebutkan cukup baik untuk pantai yang katanya kotor. Baginya dengan harga yang murah, rasanya setimpal juga dengan kualitas yang disuguhkan di pantai ini, namun masih dalam koridor yang nyaman.

“Sejujur-jujurnya kotornya cuma ke area sini aja sih, dari awal depan nggak kayaknya. Ya juga murahlah masuk Rp 2.000,” terangnya.

Dalam kesempatan di Pantai Marunda ini, detikTravel juga masih melihat sampah-sampah yang berserakan di beberapa titik pantai. Ada petugas kebersihan di pantai ini yang setiap hari membersihkan sampah-sampah bekas pengunjung ataupun yang terbawa dari laut.

Pantai MarundaWarung di pantai Marunda Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Di beberapa titik pantai pun, terutama di deretan warung terlihat ada beberapa tempat sampah baru. Karena masih memiliki warna yang cerah, hal ini pun dikonfirmasi oleh salah satu pedagang yang bernama Lina.

“Masalah sampah sih udah agak mendingan apalagi sekarang udah diadain tempat sampah, kalau waktu itu kan masih ada yang buang sembarangan,” ucap Lina sambil memperhatikan dagangannya.

Sedari kecil memang dirinya tinggal di wilayah Marunda dan telah melihat perubahan yang besar dari segi pengurangan sampah. Selain adanya petugas kebersihan, kesadaran pengunjung dan pedagang akan sampah ini juga sudah meningkat.

Jadi pengunjung pun bisa betah untuk berlama-lama saat berada di Pantai Marunda. Alhasil dagangannya pun banyak dibeli oleh pengunjung ketika pantai ramai.

Pantai MarundaAnak-anak berenang di pantai Marunda Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Lina serupa dengan pedagang lainnya yang menjual berbagai macam makanan dan minum seperti makanan laut, layaknya kerang ijo hingga mie instan ataupun minuman-minuman dingin.

“Ya lumayan dah cukup, Sabtu-Minggu meningkat lah lumayan. Apalagi pas libur sekolah ini lumayan lah dapet Rp 100.000 ya alhamdulilah,” pungkas Lina.

Pengunjung di Pantai Marunda ini banyak melakukan aktivitas yang berbeda. Ada yang tengah asyik berkaraoke, memancing, berenang di laut hingga duduk santai di beton-beton penyangga ombak sembari melihat matahari terbenam.

Udara di Pantai Marunda pun cukup sejuk, tak begitu panas atau lembab seperti pantai biasa, jadi membuat banyak pengunjung di sini betah untuk berlama-lama.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ini 4 Spot Foto Estetik di Halte TransJakarta yang Wajib Dikunjungi


Jakarta

Berburu spot foto estetik dan Instagramable, tidak melulu harus di tempat yang jauh atau mahal lho detikers. Ternyata, Halte TransJakarta (TiJe) juga punya banyak spot foto menarik untuk diabadikan lho.

Transjakarta sendiri merupakan sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang telah beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta.
Saat ini, terdapat sekitar 287 halte yang tersebar ke dalam 13 koridor.

Kini, halte TiJe turut bertransformasi menjadi salah satu tempat dengan fasad, fasilitas yang cukup lengkap. Ditambah dengan desain arsitektur unik hingga pemandangan kota yang menawan, tak heran jika banyak orang yang mengabadikan foto di sana.


Halte TransJakarta dengan Spot Foto Estetik

detikTravel telah merangkum beberapa spot foto estetik di fasilitas umum Jakarta, yang bahkan bisa ditempuh hanya melalui TransJakarta koridor 1.

Berikut adalah spot foto estetik di Halte TransJakarta yang wajib kalian coba kunjungi:

1. Halte Bundaran HI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan renovasi halte TransJakarta Bunderan HI, Jakarta, Sabtu (15/10/2022).Momen saat mantai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, meresmikan renovasi halte TransJakarta Bunderan HI, Jakarta, Sabtu (15/10/2022). Foto: Rifkianto Nugroho

Halte Bundaran HI memang menjadi salah satu halte viral, karena memiliki skydeck dengan pemandangan Bundaran HI dari ketinggian.

Terlebih lokasinya yang berada dekat dengan pusat-pusat perbelanjaan besar dan perkantoran. Membuat kita dimanjakan dengan pemandangan cityscape, gedung-gedung tinggi Jakarta yang menawan.

Lokasi skydeck ada di lantai 2. Untuk menuju ke sana, kamu hanya perlu melakukan tap-in dengan kartu elektronik atau e-money di halte ini.

Warga antre foto di anjungan halte TransJ Bundaran HI (Rumondang Naibaho/detikcom)Warga antre foto di anjungan halte TransJ Bundaran HI Foto:Rumondang Naibaho/detikcom

Untuk kalian yang cari citylight, maka waktu yang tepat untuk ke sini adalah menjelang magrib atau malam hari. Seringnya, spot ini ramai jadi harap bersabar jika kalian perlu mangantre.

2. Halte GBK

PT. Transportasi Jakarta (TransJakarta) telah merampungkan revitalisasi Halte Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat. Yuk kita lihat hasilnya.Kondisi Halte Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat setelah direvitalisasi PT Transportasi Jakarta (TransJakarta). Foto: Grandyos Zafna

Halte GBK juga salah satu punya ikon yang cukup unik, karena ada batang pohon yang berada di dalam halte.

Pihak TransJakarta memilih tidak menebangnya, sehingga mereka melubangi atap haltenya dan memberikan kaca di sekeliling batang pohon tersebut.

Selain itu, halte ini terintegrasi dengan JPO dengan bentuk yang unik dan estetik. Pasalnya, JPOnya dikelilingi atap cincin yang memutar.

Bentuk tersebut mengandung arti ‘gelora’, simbolisasi dari gejolak dan semangat bangsa Indonesia untuk terus maju dan berkembang. Nah, JPO halte GBK inilah yang sering jadi spot foto estetik bagi mereka yang turun di halte ini.

3. Halte Karet Sudirman

Halte TransJakarta Karet di Jakarta Pusat yang sempat direvitalisasi kini buka kembali. Halte tersebut sudah melayani penumpang TransJakarta.Halte TransJakarta Karet di Jakarta Pusat. Foto: Andhika Prasetia

Halte Karet termasuk halte viral di sosmed, karena punya Jembatan Penyeberangan Orang dan Sepeda (JPOS) estetik. Spot foto ini sudah banyak diabadikan dan berseliweran di sosmed.

JPOS di halte ini dibuat tanpa atap dengan bentuk yang unik, bak kapal Pinisi dengan sisi kanan kiri berbentuk segitiga runcing. Bentuknya terinspirasi dari Pelabuhan Sunda Kelapa.

Dominasi warna coklat dan hitam, halte ini bakal cocok dengan hampir semua jenis outfit yang kamu gunakan. Di sini, kalian bisa melihat bebas pemandangan Kota Jakarta yang dikelilingi gedung pencakar langit secara luas.

Jika malam hari, akan ada lampu-lampu dekoratif yang membuat pemandangan dan suasana halte semakin cantik. Untuk memotret dengan latar jalan dan gedung-gedung tinggi, kamu bisa naik ke daerah anjungan yang berada di atas.

4. Halte Dukuh Atas

Halte Dukuh AtasSuasana tampilan Halte Dukuh Atas. Foto: Halte Dukuh Atas (dok City Vision)

Halte Dukuh Atas punya bentuk gelombang asimetris yang dipadukan dengan warna krem dan coklat, sehingga menciptakan kesan minimalis yang keren. Di halte ini, kita akan dikelilingi pemandangan gedung-gedung tinggi di sepanjang Jalan Sudirman, Jakarta.

Tidak hanya itu, di sini juga terdapat karya Van Gogh dengan corak dominan warna biru dihiasi berbagai bunga di bagian atas. Spot tersebutlah yang jadi tempat cantik dan estetik untuk berfoto.

Itu tadi beberapa halte TransJakarta yang punya spot foto estetik. Jadi, jangan ragu untuk mengunjungi Halte TransJakarta dan abadikan momen terbaik kalian di sana ya.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Spot-spot Nongkrong Estetik di Taman Ismail Marzuki, Catat ya!



Jakarta

Taman Ismail Marzuki (TIM) bisa menjadi pilihan sebagai tempat nongkrong hemat. Apa saja spotnya? Catat ya traveler!

Selain karena gratis, kawasan TIM juga memiliki spot-spot yang estetik untuk berfoto bersama teman-teman atau untuk selfie.

Letaknya berada di pinggir Jalan Cikini Raya Nomor 73, Menteng, Jakarta Pusat. Biasanya masyarakat ramai mengunjungi tempat ini ketika sore hari.


Entah itu sehabis para pelajar usai sekolah ataupun pekerja di sekitar area itu yang hendak rehat sejenak untuk sekadar duduk-duduk santai.

Salah satu petugas keamanan yang berjaga di Taman Ismail Marzuki mengatakan, ketika sore hari tiba yang ditandai mulai banyaknya pedagang yang berjualan, di situlah waktu yang biasanya mulai banyak berdatang masyarakat untuk menikmati sore hari di Cikini.

Ketika detikTravel berada di Taman Ismail Marzuki dan waktu tepat menunjukkan sekitar pukul 15.45 WIB. Betul saja para pedagang pun mulai bermunculan di area depan Taman Ismail Marzuki.

Kemudian tak lama berselang, masyarakat yang entah keluar dari gedung-gedung di area Taman Ismail Marzuki atau sekelilingnya mulai menghampiri pinggiran jalan itu.

Selain pinggiran Jalan Cikini atau area depan Taman Ismail Marzuki, area mana saja sih yang biasa dijadikan tempat nongkrong oleh masyarakat, yuk simak beberapa pilihan spotnya.

1. Depan Patung Ismail Marzuki

Tempat ini biasa dijadikan area untuk duduk-duduk santai masyarakat yang hendak menunggu transportasi atau pun yang memang sengaja menjadikan area tersebut sebagai spot nongkrong mereka.

Selain itu, tepat tak jauh dari patung tersebut ada photo box yang bisa dicoba oleh masyarakat dengan latar belakang patung Ismail Marzuki.

2. Tangga Gedung Ali Sadikin

Sebelum masuk ke dalam gedung ini, kamu harus menaiki beberapa anak tangga untuk akses menuju ke Perpustakaan Jakarta. Nah anak tangga inilah yang biasanya juga dijadikan area nongkrong oleh masyarakat.

tempatnya teduh juga bersih, begitu nyaman untuk duduk-duduk sore sambil bercengkrama dengan teman-teman.

3. Kolam Planetarium

Tempat Nongkrong di Taman Ismail MarzukiTempat Nongkrong di Taman Ismail Marzuki Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Jika masuk ke outdoor di dalam area Taman Ismail Marzuki dan berada dekat Planetarium, kamu akan menemukan sebuah kolam yang cukup luas.

Di tempat ini pula terdapat area luas yang biasa dijadikan tempat duduk-duduk santai oleh masyarakat dan biasanya pula area ini dijadikan tempat untuk latihan menari oleh para pelajar.

Menurut petugas keamanan lainnya yang berada di Taman Ismail Marzuki, Mukti mengatakan untuk aktivitas nongkrong ini diperbolehkan selagi tidak melakukan hal-hal di luar aturan yang sudah ada.

Kegiatan melanggar norma hingga membuang sampah sembarangan sudah tentu dilarang di sini. Sedangkan untuk waktu, terbilang begitu leluasa karena warga bisa nongkrong hingga malam.

“Kalau untuk jam operasional itu kita di Taman Ismail Marzuki itu di jam 07.00 pagi mungkin sudah bisa diakses untuk umum hanya saja belum bisa masuk ke area dalam venue, karena untuk venue sendiri dibuka ketika ada kegiatan paling yang bisa diakses itu area outdoor. Dan terkait untuk jam operasional itu sebenarnya kita ada di jam 09.00 sampai 22.00 WIB,” ungkap Mukti.

Jadi buat kamu yang nyari tempat nongkrong murah dan estetik bisa langsung datang ke Taman Ismail Marzuki. Selain nongkrong-nongkrong di Taman Ismail Marzuki, kamu juga bisa kunjungi Perpustakaan Jakarta.

Taman Ismail Marzuki dengan bangunan yang berkonsep minimalis ini cocok untuk dijadikan latar belakang foto yang keren.

4. Perpustakaan Jakarta

Rasanya seperti kurang afdol jika berkunjung Ke Taman Ismail Marzuki tanpa mengunjungi Perpustakaan Jakarta yang berada di Gedung Ali Sadikin.

Bukan hanya jadi tujuan tempat baca saja, banyak dari pengunjung yang datang ke sana juga menjadikan perpustakaan tersebut sebagai tempat berfoto karena areanya yang estetik, belum lagi suasana di dalam yang nyaman bikin betah buat nongkrong berlama-lama.

5. Tangga Kecil Dekat Masjid Amir Hamzah

Buat kamu yang belum tahu spot nongkrong estetik lainnya di Taman Ismail Marzuki, ini adalah salah satunya.

Tak terlalu jauh dari Masjid Amir Hamzah terdapat beberapa anak tangga yang bisa dijadikan tempat duduk-duduk santai, tempat yang hening dan sejuk (sore hari) cocok banget buat kamu yang ingin suasana lebih tentram dibanding nongkrong di area depan Taman Ismail marzuki.

6. Foodcourt Gedung Ali Sadikin

Buat kamu yang ingin nongkrong dan sambil makan-makanan berat, tempat ini cocok banget deh. Berada di lantai satu, foodcourt ini bisa jadi pilihan kamu ketika ingin nongkrong tapi perut keroncongan.

Di sini terdapat berbagai pilihan makanannya mulai dari kudapan berat hingga cemilan, dan tentunya juga minuman. Tak jauh dari foodcourt juga terdapat kursi panjang yang dilengkapi dengan meja, bisa bengat buat menikmati makanan kalau kursi di depan foodcourt penuh.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nongkrong di Kampoeng Djoeang, Kafe Vintage di Ujung Museum Satriamandala



Jakarta

Butuh tempat nongkrong yang anti mainstream? Traveler dari Jakarta dan sekitarnya bisa berkunjung ke salah satu kafe yang terletak di kawasan Museum Satriamandala, yakni Kampoeng Djoeang.

Ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa adem seperti di rumah nenek ditambah dengan suasana yang sejuk karena banyak pepohonan.

Jika berkesempatan untuk datang ke Museum Satriamandala di Jalan Gatot Subroto No. 14 Jakarta Selatan, kamu harus coba datang ke Kampoeng Djoeang. Kafe itu memang berada di pojokan, tepatnya berada di belakang salah satu bangunan museum, yakni ruang diorama tiga dan empat atau tak jauh dari Taman Soekarno.


Tampak depan kafe, pengunjung akan disambut dengan dua mobil tua yang tampilannya begitu keren, satu mobil van berwarna putih dan satu lagi gahar berwarna hitam.

Di tengah kedua mobil itu juga terdapat patung Panglima Besar Jenderal Sudirman, saat detikTravel berkunjung sore hari ke kafe itu, Rabu (17/7/2024) lantunan musik khas Jawa menyambut dengan apik.

Cuaca yang tidak terlalu panas juga seakan mendukung kedatangan ke Kampoeng Djoeang, ketika masuk ke dalam langsung tampak kejadulan kafe itu dengan property lawasnya. Mulai dari kursi, meja, tv analog, hingga ke pernak-pernik militer.

Dari informasi yang ada, konsep kafe Kampoeng Djoeang ini merujuk pada tempat tinggal dan markas dari Jenderal Sudirman dan pasukannya. Kafe itu berbentuk rumah joglo.

Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya.Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Untuk melibas rasa haus yang sudah melanda sedari pagi, segelas minuman Kiwi Breeze yang dibanderol harga Rp 30.000 jadi pilihannya.

Kombinasi buah kiwi dan jeruk begitu segar masuk ke dalam kerongkongan, ditambah suasana yang nyaman membuat duduk-duduk sore kali ini sangat nikmat. Tentunya Kampoeng Djoeang juga masih menyimpan menu-menu lain mulai dari makanan ringan, berat, dan berbagai minuman khas kafe itu.

Menu ‘sadjian oetama’ Kampoeng Djoeang terdapat berbagai makan berat seperti berbagai variasi nasi goreng hingga mie goreng. Tentunya dengan selipan nuansa sejarah dan kedaerahan, salah satunya Nasi Goreng Padri yang harganya Rp 40.000.

Rata-rata sajdian oetama di Kampoeng Djoeang di harga Rp 40.000. Jika ingin cemal-cemil, pengunjung juga bisa memilih sajian seperti cireng, tempe pleton (mendoan), kentang goreng, dan masih banyak lagi. Harga untuk kudapan tersebut dimulai dari harga Rp 25.000.

Dan untuk variasi minumannya, pengunjung juga bisa memilih minuman kopi ataupun non kopi seperti yang detikTravel pilih. Bagi pecinta kopi di Kampoeng Djoeang terdapat menu kopassus atau kopi susu dan kodam atau hitam aren yang keduanya dibanderol Rp 30.000 untuk kopassus dan Rp 25.000 untuk kodam.

Varian kopi lainnya pun masih ada lagi, Kampoeng Djoeang juga menyedia minuman hangat seperti wedang uwuh hingga bajigur. Untuk minuman dingin nan segar terdapat pine coaster, candy love, choco butternut, dan yang lainnya.

Harga minuman di sini mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 35.000. Kampoeng Djoeang cocok dinikmati ketika terik matahari tengah bersahabat atau dinikmati saat sore tiba, tenang saja tempat ini tutup hingga pukul 20.00 WIB.

Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya.Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Kami buka setiap weekdays itu dari jam 08.00 sampai 20.00 WIB, kalau weekend kita buka dari jam 09.00 sampai 20.00 WIB,” kata salah satu pegawai Kampoeng Djoeang.

Salah satu pengunjung yang datang ke Kampoeng Djoeang, Deva, mengatakan Kampoeng Djoeang cocok untuk yang suka foto-foto dan ia mengetahui tempat ini dari media sosial. Selain ingin berkunjung ke Kampoeng Djoeang, ia dan pasangannya itu sekalian untuk melihat Museum Satriamandala.

“(Dari Museum Satriamdala) Terus juga sekalian ke Kampoeng Djoeang juga karena di dalam museum ada café. Nah itu juga termasuk vibesnya vintage gitu jadi cocok buat anak-anak yang suka foto-foto,” kata Deva.

“Seneng soalnya ke sini bisa sambil belajar (sejarah) juga sama lihat kafenya ternyata di dalam (kawasan) museum juga ada café yang bagus,” ujar dia.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Tempat Nongkrong di Pasar Santa, Kulineran Enak Ramah Kantong


Jakarta

Pasar Santa telah bertransformasi menjadi salah satu tempat bagi para pencari tempat nongkrong. Lokasinya ada di Jl. Cipaku I, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Walaupun tidak seramai dulu, pasar yang terletak di kawasan Jakarta Selatan ini masih bisa dieksplor. Di area sekitar sana, selain berbelanja kita juga bisa kulineran, menemukan barang-barang vintage, menikmati musik live, hingga berburu buku.

Rekomendasi Tempat Nongkrong di Pasar Santa

Berikut adalah beberapa tempat di Pasar Santa yang bisa dijadikan pilihan tempat nongkrong:


1. Kopi Tuku

Kedai kopi ini berlokasi di lantai dasar Pasar Santa tepatnya Kiosk 176-177. Tempat ini jadi tempat favorit para pecinta kopi atau mereka yang ingin nongkrong santai.

Selain menikmati kopi dan teh, traveler juga bisa memesan donat, kukis, hingga bolu yang lezat. Harganya pun cukup terjangkau, menu kopi paling murahnya berkisar Rp 25 ribu saja lho.

2. Mini Resto Jepang Kaifuku

Ketika ingin kulineran di Pasar Santa, kamu bisa ke Kaifuku, mini resto berkonsep Jepang. Dari catatan detikTravel, Nanban, Katsudon, Gyoza, dan Teriyaki Aburi adalah menu best seller yang ditawarkan mini resto ini.

Enaknya, kamu juga bisa langsung melihat proses pembuatannya. Pasalnya, makanan akan dibuat dadakan sesuai pesanan pelanggan. Buka Selasa sampai Minggu, dengan jam operasional ada di pukul 11.00-21.00 WIB dan untuk weekend tutup pukul 22.00.

Lokasi Kaifuku sangatlah strategis, yakni dekat tangga. Mini resto ini dominasi cat warna putih dan merah khas Jepang.

3. Kemenkan

Toko kue bebas gluten, Kemenkan, juga jadi salah satu hidden gem di Pasar Santa. Lokasinya ada di luar Pasar Santa Lt. 1 Blok BKS 57.

Berdasarkan laman Instagramnya @kemenkan.co, toko kue ini buka setiap Selasa sampai Minggu pukul 11.00-20.00 WIB.

Di sini, kamu bisa menikmati aneka brownies, tiramisu, kue stroberi, hingga cheesecake. Semuanya homemade dan fresh from oven. Harganya mulai dari Rp 25 ribuan aja.

4. Juicible

Nah, kalau kamu ingin yang seger-seger Juicible bisa jadi pilihan tempat nongkrong di Pasar Santa. Lokasinya ada di lantai 1.

DI sini, kamu bisa pesan aneka jus buah. Mulai dari pisang, melon, stobori, hingga buah bit. Toko jus ini buka setiap hari mulai pukul 11.00 sampai 19.00 WIB. Sementara, untuk weekend tutup di pukul 20.00-21.00 WIB.

5. Rama Ramen

Buat kamu yang mau ngerasain halal authentic ramen, Rama Ramen bisa jadi pilihannya. Lokasinya ada di basement Pasar Santa.

Di sini, kamu bisa pesan ramai dengan rasa gurih, creamy, dan pedas dengan topping yang melimpah. Kedai ramen ini buka setiap Selasa-Minggu, mulai dari pukul 10.00-20.00 WIB.

Sejarah dan Perkembangan Pasar Santa

Didirikan sejak tahun 1971, dulunya Pasar Santa hanyalah pasar tradisional dengan tata letak tidak teratur dan becek. Pada 2002, pertama kalinya pemerintah melakukan pemugaran pada pasar ini.

Barulah setelah itu, Pasar Santa disulap menjadi pasar modern (Santa Modern Market) yang lebih teratur dan bersih.

Di lantai basement khusus untuk para penjual sembako, sayur mayur, beras, ikan, daging, dan kopi. Di lantai dasar lebih, tempatnya aksesori, jam tangan, toko emas, dan toko pakaian. Sementara di lantai satu, berbagai spot kreativitas anak muda berkumpul.

Pada tahun 2014-an, Pasar Santa sangat populer di kalangan remaja kala itu. Tempat ini banyak didatangi komunitas yang menggabungkan budaya, musik, dan makanan. Hal ini juga mendorong tarik wisatawan lokal bahkan asing.

Sekarang, Pasar Santa memang tidak seramai di masa jayanya pada 2014. Namun, pasar ini masih bisa hidup dan bertahan setelah pandemi COVID-19.

Semoga informasi terkait tempat nongkrong di Pasar Santa tadi bisa referensi buat detikers ya.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik, Aktivitas Seru, dan Harga Tiket Masuk


Jakarta

Ada banyak tempat wisata di Batam yang patut dikunjungi, salah satunya adalah Pantai Nongsa. Pantai ini selalu ramai dikunjungi oleh penduduk lokal serta wisatawan lokal maupun mancanegara.

Salah satu daya tarik dari pantai ini adalah view matahari terbenam. Selain itu, pasir pantainya yang putih juga membuat pengunjung betah berlama-lama di sini.

Ada berbagai aktivitas seru dan menarik yang bisa dilakukan di Pantai Nongsa. Daripada penasaran, simak ulasannya dalam artikel ini.


Daya Tarik Pantai Nongsa

Daya tarik utama Pantai Nongsa adalah melihat langsung sunset dari pinggir pantai. Ada beberapa spot menarik bagi pengunjung untuk menikmati matahari terbenam sambil bersantai di pinggir pantai.

Lalu, ombak di pantai ini juga cukup tenang, sehingga cocok bagi travelers yang ingin berenang dan bermain dengan si kecil. Namun, tetap waspada dan selalu perhatikan anak-anak saat berenang agar tidak terlalu ke tempat yang dalam.

Selesai berenang, kamu bisa bersantai menikmati cuaca cerah di bawah pohon kelapa. Di sekitar Pantai Nongsa juga terdapat warung dan penjual makanan, jadi jangan khawatir kalau perut sudah lapar.

Dilansir situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, daya tarik lainnya dari Pantai Nongsa adalah pasir pantainya yang putih dan bersih, sehingga cocok untuk anak-anak yang ingin bermain pasir. Jangan lupa untuk berfoto dengan latar belakang laut biru dan pasir putih pantai, kemudian upload ke media sosial.

Aktivitas Seru di Pantai Nongsa

Ada banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan di Pantai Nongsa. Maka dari itu, tempat wisata ini sangat cocok bagi detikers yang ingin berlibur bareng teman, keluarga, hingga pasangan.

Sejumlah aktivitas seru yang bisa dilakukan di Pantai Nongsa di antaranya:

  • Berenang
  • Bermain pasir
  • Bersantai di pinggir pantai
  • Menikmati matahari terbenam (sunset)
  • Bermain bola/voli pantai
  • Melihat pemandangan laut
  • Menikmati kuliner khas Batam sambil duduk di atas pasir putih.

Fasilitas di Pantai Nongsa

Demi memberikan kenyamanan bagi para wisatawan, Pantai Nongsa memiliki fasilitas yang cukup lengkap, yaitu:

  • Toilet
  • Kamar mandi bilas
  • Tempat makan
  • Warung
  • Mushola
  • Lahan parkir yang luas
  • Tempat penginapan.

Harga Tiket Masuk ke Pantai Nongsa

Seperti tempat wisata pada umumnya, pengunjung yang datang ke Pantai Nongsa akan dikenakan tiket masuk. Dari catatan detikTravel, untuk harga tiket masuk (HTM) Pantai Nongsa dipatok sebesar Rp 10.000 per orang.

Apabila detikers membawa kendaraan, maka dikenakan biaya parkir sebesar Rp 10.000 untuk mobil dan Rp 5.000 untuk sepeda motor.

Bagi travelers yang datang bersama teman atau keluarga, tersedia juga pondok untuk bersantai. Harga sewanya sebesar Rp 50.000 saat weekday dan Rp 100.000 ketika weekend. Untuk pondok dengan ukuran yang lebih besar harga sewanya Rp 150.000.

Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu.

Pantai Nongsa terletak di sebelah utara Batam, tepatnya di sepanjang Pasir Kampung Nongsa, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam. Akses menuju Pantai Nongsa terbilang mudah karena bisa dilalui kendaraan.

Dari pantauan di Google Maps, jarak dari Alun-alun Batam Centre menuju Pantai Nongsa sekitar 20 kilometer atau 30 menit dengan berkendara mobil.

Apabila berangkat dari Bandara Internasional Hang Nadim, jaraknya lebih dekat menuju Pantai Nongsa, yaitu sekitar 13 kilometer atau 15 menit dengan mengendarai mobil.

Demikian pembahasan mengenai Pantai Nongsa yang merupakan salah satu pantai terkenal di Batam. So, apakah travelers tertarik berkunjung ke sana?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

8 Tempat Wisata Labuan Bajo yang Menawarkan Pemandangan Indah


Jakarta

Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi para turis lokal hingga mancanegara. Sebab, ada banyak tempat wisata yang menawarkan pemandangan alam indah.

Salah satu daya tarik dari Labuan Bajo adalah keberadaan komodo di Pulau Komodo. Namun tak hanya itu, ada sejumlah daya tarik lain dari Labuan Bajo yang memukau, mulai dari keindahan bawah laut hingga view matahari terbenam. Bakal menyesal deh kalo nggak datang!

Lalu, apa saja tempat wisata di Labuan Bajo yang menawarkan pemandangan indah? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Tempat Wisata Labuan Bajo yang Punya Pemandangan Indah

Ada sejumlah tempat wisata di Labuan Bajo yang memiliki pemandangan indah. Biar nggak penasaran, simak pembahasannya di bawah ini yang telah dirangkum detikTravel.

1. Pulau Komodo

Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo, NTTKomodo, satwa endemik di Labuan Bajo (Suci Risanti Rahmadania/detikcom)

Kalau berkunjung ke Labuan Bajo, rasanya kurang lengkap jika tidak mampir ke Pulau Komodo. Di pulau ini terdapat hewan komodo, yakni kadal berukuran raksasa yang masih hidup sejak zaman pra sejarah.

Selain melihat komodo dari dekat, kamu juga bisa menikmati keindahan alam mulai dari hamparan pepohonan, perbukitan yang hijau, dan pantai yang bersih.

Pulau Komodo termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola Pemerintah Pusat. Agar bisa sampai ke sana, kamu dapat menggunakan kapal, speedboat, atau kapal phinisi mewah agar sampai di Taman Nasional Komodo.

Harga tiket masuk ke Taman Nasional Komodo dipatok sebesar Rp 250.000 hingga Rp 300.000 untuk turis lokal. Sedangkan untuk turis mancanegara dikenakan tarif Rp 400.000 sampai Rp 450.000.

2. Pulau Rinca

Selain ke Pulau Komodo, travelers juga bisa melihat komodo di Pulau Rinca. Selain melihat kadal raksasa, kamu juga bisa menikmati suasana alam yang begitu menakjubkan dari pulau ini.

Hamparan padang rumput yang luas, pasir pantai yang putih, dan barisan bukit yang indah membuat para wisatawan betah berlama-lama di sini. Jika kamu suka mendaki, disarankan datang menjelang sore hari agar bisa melihat sunset.

Sebagai informasi, Pulau Rinca didominasi oleh padang savana. Dengan cuaca yang terik, komodo di pulau ini memiliki sifat yang lebih ganas. Jadi, hati-hati selama di sana, ya.

Tertarik ke Pulau Rinca? Jika iya, maka siapkan uang sebesar Rp 50.000 per orang untuk tiket masuk. Perlu diingat, harga bisa berubah sewaktu-waktu.

3. Pulau Padar

Pulau Padar di TN Komodo, Manggarai Barat, NTTPulau Padar (Suci Risanti Rahmadania/detikcom)

Pulau Padar merupakan pulau terbesar ketiga di kawasan Taman Nasional Komodo setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Pulau ini menawarkan pemandangan alam yang begitu indah dengan gugusan bukit yang artistik, hamparan pasir putih, dan laut biru.

Pulau Padar dapat dikunjungi wisatawan saat pagi dan sore hari. Waktu terbaiknya adalah di pagi hari, sebelum terik matahari menyengat. Jika beruntung, kamu bisa melihat gerombolan rusa di bibir pantai ketika turun dari kapal. Tenang saja, rusa-rusa tersebut jinak kok.

Salah satu spot terbaik untuk menikmati pemandangan alam di Pulau Padar terletak di puncaknya. Namun, detikers harus treking dahulu dengan menaiki sekitar 840 anak tangga. Siapkan stamina yang fit agar kamu tidak kelelahan di tengah perjalanan.

Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Padar dikenakan tiket masuk sebesar Rp 120.000 per 1-5 wisatawan. Perlu diingat, harga bisa berubah sewaktu-waktu.

4. Pulau Kelor

Pulau selanjutnya yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke Labuan Bajo yakni Pulau Kelor. Di pulau ini, travelers bisa menikmati hamparan laut biru, pasir putih, dan hamparan bukit yang indah.

Kamu juga bisa menyaksikan seluruh keindahan alam dari atas bukit. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk bisa sampai di puncak. Namun hati-hati selama trekking karena jalannya licin dan tanjakannya cukup curam.

Untuk tiket masuk ke Pulau Kelor dikenakan biaya sebesar Rp 50.000 per orang. Terdapat juga tour guide yang akan menemanimu berkeliling Pulau Kelor dengan biaya mulai dari Rp 250.000.

5. Pantai Pink

Wisatawan melihat komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur.Pink Beach (Rivan Awal Lingga/Antara Foto)

Kalau berkunjung ke Pulau Komodo, sempatkan diri untuk datang ke Pantai Pink. Sesuai namanya, pasir pantainya berwarna merah muda atau pink, sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.

Warna pink tersebut terbentuk secara alami oleh makhluk mikroskopis bernama foraminifera. Makhluk tersebut yang memberi pigmen warna merah pada koral, sebelum koral-koral tersebut hancur dan membawa warna merah menyatu dengan warna putih pasir, sehingga menciptakan kelir merah muda.

Selain bermain di area pantai, travelers juga bisa berenang di air laut yang biru. Tetap hati-hati saat berenang, ya!

6. Pulau Gili Lawa

Pulau Gili Lawa merupakan salah satu pulau yang berada di gugusan Pulau Komodo. Pulau tak berpenghuni ini memiliki view yang sangat indah, terutama saat sore hari.

Dari atas bukit, detikers bisa melihat pemandangan laut yang luas, hamparan bukit, dan matahari terbenam. Untuk bisa sampai ke puncak bukit, travelers harus trekking sekitar 30-60 menit.

Meski lelah, namun semua itu terbayar tuntas sesampainya di atas bukit. Dijamin, kamu nggak akan mau pulang karena pemandangan alamnya begitu menakjubkan!

7. Pulau Manjarite

Labuan Bajo Hari PertamaPulau Manjarite (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Rasanya kurang lengkap kalau pergi ke Labuan Bajo namun tidak menikmati keindahan bawah laut. Jika detikers ingin snorkeling, cobalah datang ke Pulau Manjarite.

Air laut di sekitar pulau ini sangat jernih, sehingga wisatawan dapat dengan mudah melihat aneka ikan dan terumbu karang. Oh ya, terumbu karang di perairan ini juga cantik-cantik lho.

Selain melihat keindahan laut, kamu juga bisa menikmati pasir pantai yang putih. Cocok untuk kamu yang ingin menghabiskan waktu bersantai setelah snorkeling.

8. Bukit Sylvia

Satu lagi destinasi wisata di Labuan Bajo yang menawarkan pemandangan alam indah, yaitu Bukit Sylvia. Penamaan bulan ini didasari oleh nama hotel yang mencakup kawasan tersebut, yakni Sylvia Resort.

Pada awalnya, bukit ini hanya diperuntukan untuk tamu hotel yang menginap, tapi kini siapapun bisa berkunjung ke Bukit Sylvia. Dari atas bukit, travelers bisa menikmati pemandangan alam yang indah dan luas, hamparan rumput hijau, dan perbukitan.

Jaraknya juga tidak begitu jauh dari Bandara Internasional Komodo, yakni hanya sekitar 5 kilometer atau 10 menit dengan berkendara mobil. Jadi, sebelum berlayar ke Pulau Komodo, tak ada salahnya melipir sebentar ke Bukit Sylvia.

Labuan Bajo masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada dua cara menuju ke Labuan Bajo, yakni melalui pesawat terbang atau kapal laut.

Jika menaiki pesawat, detikers akan mendarat di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo. Harga tiketnya cukup bervariasi, tergantung dari waktu keberangkatan.

Misalnya berangkat dari Jakarta menuju Labuan Bajo saat akhir pekan, harga tiket pesawatnya mulai dari Rp 1,6 jutaan per orang. Apabila berangkat dari Denpasar, harga tiketnya mulai dari Rp 1,1 jutaan di hari yang sama.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan kapal laut. Harga tiketnya memang jauh lebih murah, namun butuh waktu perjalanan yang lebih lama dibandingkan naik pesawat.

Jika ingin pergi ke Labuan Bajo dengan kapal laut, disarankan berangkat dari Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali. Harga tiketnya mulai dari Rp 280 ribuan per orang.

Itu dia delapan tempat wisata Labuan Bajo yang menawarkan pemandangan indah. So, apakah travelers tertarik berkunjung ke Labuan Bajo?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Jam Buka, Harga Tiket, hingga Daya Tariknya


Dieng adalah sebuah dataran tinggi yang berada di Jawa Tengah. Lokasinya terkenal jadi destinasi wisata dengan keindahan alamnya dan kekayaan budayanya.

Dieng menawarkan pemandangan pegunungan dengan udara sejuk, kompleks candi, kawah, hingga telaga yang indah. Tak heran, jika Dieng dikenal dengan sebutan “Negeri di Atas Awan”.

Rekomendasi Wisata Dieng

Dirangkum detikTravel, berikut adalah daftar wisata Dieng yang wajib dikunjungi:


1. Bukit Sikunir

Lokasi: Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Bukit di Wonosobo, DiengBukit Sikunir di Wonosobo, Dieng. (ahmadsabani18/d’Traveler)

Bukit Sikunir menjadi salah satu destinasi wisata Dieng yang menawarkan panorama pegunungan yang berderet. Dikutip dari laman resmi Kemenparekraf, Bukit Sikunir memiliki ketinggian 2.263 mdpl.

Pemandangan menakjubkan saat matahari terbit sering disebut dengan “Golden Sunrise Sikunir” oleh para wisatawan.

Selain bisa menikmati sunrise dan sunset yang indah, dari puncak bukit ini kamu juga bisa melihat pemandangan Telaga Cebong.

Dilansir laman Dieng Plateau, lokasi Telaga Cebong ada di sebelah barat Gunung Sikunir. Dinamakan demikian, karena telaga ini bentuknya menyerupai cebong/berudu. Menariknya, konon jika di pagi hari air telaga ini sering tampak berkilau.

Jam Buka

Sama seperti bukit lain pada umumnya, Bukit Sikunir memiliki jam buka selama 24 jam.

Harga Tiket

Harga tiket wisata Bukit Sikunir berkisar Rp 10.000.

2. Candi Arjuna

Lokasi: Karangsari, Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara.

Objek wisata di dataran tinggi Dieng ditutup saat PPKM Darurat. Kondisi itu dimanfaatkan petugas untuk melakukan penyemprotan disinfektan di area Candi Arjuna.Area Candi Arjuna, bbjek wisata di dataran tinggi Dieng. (Uje Hartono/detikcom)

Di puncak pegunungan Dieng, kita bisa menemukan Candi Arjuna. Ini adalah candi bercorak Hindu yang terkenal di area wisatawan lokal hingga mancanegara.

Karena letaknya ada di puncak gunung, hal ini julah lah yang menambah keindahan arsitektur candi ini.

Candi Arjuna Dieng merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang dibangun pada abad ke-7 atau sekitar tahun 731 saka.Luas keseluruhannya mencapai 1 hektar.

Kawasan candi ini terdiri dari beberapa bangunan candi yaitu candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk wisata Candi Arjuna Rp 10.000 untuk wisatawan lokal, sedangkan wisatawan asing Rp 30.000.

3. Gunung Prau

Lokasi: Terletak di kawasan dataran tinggi Dieng.

Lansekap Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat sangat mempesona dari Gunung Prau. Momen matahari terbit pun seakan membuat nuansa menjadi romantisLanskap momen matahari terbit di Gunung Prau. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Gunung Prau memiliki ketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut. Bagi traveler yang suka mendaki, Gunung Prau akan sangat cocok dikunjungi.

Puncak Gunung Prau menawarkan pemandangan sangat indah, berupa lautan awan, panorama matahari terbit hingga lanskap berbagai gunung di sekitarnya.

Harga Tiket Masuk

Tiket masuk Gunung Prau Rp 10.000 untuk lokal dan Rp 25.000 ribu untuk wisatawan asing.

4. Kawah Sikidang

Lokasi: Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Wisatawan mengunjungi Kawah Sikidang di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (27/2/2021). Menurut pengelola tempat wisata kawasan Dieng, sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jumlah kunjungan wisatawan menurun hingga 70 persen dibandingkan sebelumnya. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa.Kawah Sikidang di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Anies Efizudin/Antara)

Kawang Sikidang termasuk kawah gunung berapi, namun masih jadi tempat wisata yang tidak berbahaya. Kawah ini juga dikenal dengan Kawah Telur Rebus, karena bau belerangnya yang cukup menyengat.

Kawah Sikidang memiliki warna kehijauan dan mengeluarkan asap putih. Pengunjung bisa melihat kawah ini di jarak aman. Disediakan akses berupa jembatan kayu, untuk mengelilingi Kawah Sikidang.

Jam Buka

Kawah Sikidang buka setiap hari mulai pukul 07.00-17.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Tiket masuk Kawah Sikidang Rp 15.000 untuk lokal, dan Rp 30.000 untuk asing.

5. Telaga Menjer

Lokasi: Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah.

Telaga Menjer di Wonosobo.Telaga Menjer di Wonosobo. (satriarexyg28/d’Traveler)

Telaga Menjer adalah objek wisata Dieng yang memiliki pemandangan danau dengan keindahan Gunung Sindoro. Telaga ini ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut, yang terbentuk dari letusan vulkanik di kaki gunung Pakuwaja.

Telaga Menjer menjadi telaga terluas di area Wisata Dataran Tinggi Dieng. Telaga ini memiliki luas sekitar 70 hektar dengan kedalaman 50 meter.

Jam Buka

Telaga Menjer buka setiap hari dari jam 08.00 WIB-17.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Tiket masuk Telaga Menjer berkisar Rp 5.000.

6. Telaga Warna

Lokasi: Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

danauTelaga Warna di kawasan wisata Dieng. (Widi Arini/d’Traveler)

Letak Telaga Warna ada pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Luasnya sekitar 40 hektar dan dikelilingi oleh panorama Gunung Prau.

Dinamakan demikian, karena jika terkena matahari warna air di sana sering berubah-ubah.

Jam Buka

Wisata Telaga Warna buka dari 07.00-18.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke Telaga Warna dikenakan biaya Rp 22.500 untuk wisatawan domestik, sedangkan wisatawan asing Rp 163.500.

7. Telaga Dringo

Lokasi: Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Telaga di DiengTelaga Dringo di Dieng. (isah.af/d’Traveler)

Telaga Dringo terletak pada ketinggian 2.202 meter di atas permukaan laut, dengan luas sekitar 10 hektar. Masyarakat sekitar menjuluki telaga ini sebagai Ranu Kumbolo.

Pasalnya, penampakannya mirip dengan danau yang ada di Gunung Semeru. Wisatawan juga akan disajikan pemandangan hutan yang lebat. Tak heran, jika tempat ini sering jadi tempat camping.

Jam Buka

Dikutip dari akun Instagram @telaga_dringo, pengelola wisata alam dan camping Telaga Dringo memiliki jam cuka dari 05:00-23:00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke Telaga Dringo Rp 5.000 – 15.000 per orang.

8. Batu Pandang Ratapan Angin (Batu Pandang Telaga Warna)

Lokasi: Jalan Dieng KM.2, Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

batu ratapan anginObjek wisata Batu Pandang Ratapan Angin. (Widi Arini/d’Traveler)

Batu Ratapan Angin merupakan objek wisata Dieng, yang terkenal dengan dua buah batu bertumpuk di atas sebuah bukit di area Telaga Warna Dieng.

Posisi batu yang tinggi dan dikelilingi pepohonan serta semak belukar, membuatnya menghasilkan bunyi yang unik. Bunyi gemerisik halus itu seperti suara siulan dan ratapan.

Konon, dari bunyi itulah alasan kenapa Batu Pandang Telaga Warna disebut Batu Ratapan Angin.

Jam Buka

Batu Pandang Telaga Warna buka setiap hari dari jam 06.00-17.30 WIB.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket Masuk Batu Pandang Telaga Warna Rp 15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 25.000 bagi wisatawan asing.

9. Sumur Jalatunda

Lokasi: Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

Sumur Jalatunda dan lempar batu keberuntunganSumur Jalatunda. (Randy/detikTravel)

Objek wisata Dieng selanjutnya adalah Sumur Jalatunda. Sumur ini diameter sepanjang 90 meter dengan kedalaman berkisar 100 meter, terbentuk akibat dari letusan Gunung Prahu Tua.

Konon, sumur ini sering dijadikan sebagai tempat untuk mengabulkan permohonan oleh para wisatawan.Masyarakat setempat percaya, barangsiapa yang mampu melempar batu sampai ke sisi seberang sumur dan melintasi permukaan sumur, permintaan orang tersebut akan terkabul.

Masyarakat setempat juga percaya kalau bahwa sumur adalah pintu menuju Sapta Pratala (bumi lapis ketujuh).

Jam Buka

Sumur Jalatunda buka dari jam 06.00-17.00 WIB setiap hari.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk Sumur Jalatunda adalah Rp 5.000.

10. Gardu Pandang Tieng

Lokasi: Jalan Dieng, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Gardu Pandang Tieng menawarkan keindahan pemandangan Gunung Sindoro dari dekat. Hamparan ladang dan pemukiman pegunungan dari atas ketinggian juga menjadi daya tarik destinasi wisata Dieng satu ini.

Gardu Pandang Tieng bisa jadi tempat bersantai terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam.

Jam Buka

Gardu Pandang Tieng buka 24 jam.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket Gardu Pandang Tieng Rp 10.000 per orang.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

14 Tempat Wisata Malang yang Seru dan Cocok untuk Keluarga


Jakarta

Malang menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi banyak masyarakat. Apalagi saat musim libur sekolah atau Lebaran, jumlah wisatawan yang datang semakin meningkat.

Sebab, ada banyak tempat wisata di Malang yang seru dan cocok untuk keluarga, teman-teman, hingga pasangan. Harga tiket masuknya yang terjangkau juga menjadi salah satu faktor banyak tempat wisata di Malang yang ramai saat musim liburan.

Ingin tahu apa saja tempat wisata Malang yang seru, murah, dan cocok untuk dikunjungi bersama keluarga? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Tempat Wisata Malang yang Seru

Ada banyak tempat wisata di Malang yang patut dikunjungi. Dirangkum dari catatan detikTravel, berikut rekomendasi tempat wisata Malang yang seru:

1. Malang Dreamland

Rekomendasi tempat wisata yang pertama adalah Malang Dreamland. Tempat wisata ini cocok untuk travelers yang berlibur bareng keluar karena terdapat berbagai wahana menarik, mulai dari seluncuran pelangi, ayunan sultan, hingga spot foto balon udara layaknya di Cappadocia.

Selain itu, travelers juga bisa berkemah di camping ground. Kalau datang saat sore, kamu juga bisa menikmati udara malang yang sejuk sekaligus disuguhi pemandangan sunset yang cantik.

  • Lokasi: Ngadireso, Kec. Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang (untuk setiap wahana harus membayar tiket lagi).
  • Jam buka: 11.00-19.00 WIB.

2. Happy Durian

Bagi detikers pecinta durian wajib datang ke tempat makan ini. Sesuai namanya, kamu bisa menikmati durian yang rasanya manis dan legit di mulut.

Menariknya, Happy Durian merupakan tempat makan yang mengusung konsep kafe, sehingga bisa menikmati durian sambil bercengkrama dengan keluarga. Bahkan di dalamnya terdapat kolam renang dan arena playground juga, lho.

Rasa durian yang ada di Happy Durian tidak usah diragukan lagi karena dipastikan kualitasnya terbaik. Maka dari itu, tempat ini sangat cocok untuk kulineran durian sembari berwisata bersama keluarga.

  • Lokasi: Jl. Cerme No.1, Karangduren, Kendalpayak, Kec. Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: –
  • Jam buka: 10.00-21.00 WIB.

3. Kampung Warna-warni Jodipan

Wisatawan berjalan di jembatan kaca saat mengunjungi Kampung Warna-Warni Jodipan di Malang, Jawa Timur, Kamis (20/7/2023). Kampung warna-warni yang dibuka sebagai objek wisata sejak tahun 2016 tersebut saat ini dicat ulang secara bertahap pada ratusan rumah milik warga setempat yang dimulai dari awal tahun 2023 untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Tempat wisata ini viral di media sosial karena rumah penduduknya dicat beraneka warna, sehingga terlihat estetik dan colorfull. Rasanya kurang lengkap kalau berkunjung ke Malang namun tak sempat berfoto di Kampung Warna-warni Jodipan.

  • Lokasi: Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 3.000/orang.
  • Jam buka: 07.00-18.00 WIB.

4. Malang Night Paradise

Malang Night ParadiseFoto: (Aisa Marisa/d’Traveler)

Bingung menghabiskan waktu malam di Malang? Cobalah mampir ke Malang Night Paradise. Di tempat ini, travelers akan disuguhkan pemandangan indah dari Hutan Menyala.

Selain itu, ada juga Taman Dino dan Taman Lampion yang sangat menarik untuk dikunjungi bersama keluarga dan anak-anak.

Di Taman Dino terdapat berbagai replika dinosaurus. Sementara di Taman Lampion, pengunjung seolah-olah diajak pergi ke negeri dongeng.

  • Lokasi: Jl. Graha Kencana Raya, Karanglo, Balearjosari, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: mulai dari Rp 90.000/orang.
  • Jam buka: 17.45-23.00 WIB.

5. Alun-alun Malang

Ingin sekadar menikmati suasana kota Malang di malam hari? Ajak keluarga, teman, atau pasangan travelers untuk berkunjung ke Alun-alun Malang. Sedikit informasi, terdapat dua alun-alun yang bisa dikunjungi, yakni Alun-alun Merdeka dan Alun-alun Bunder. Jarak keduanya sekitar 700 meter.

Alun-alun Merdeka memiliki fasilitas area skateboard, playground, air mancur menari, dan Masjid Jami’. Sementara Alun-alun Bunder memiliki Monumen Tugu dan lokasinya dekat dengan Balai Kota Malang.

  • Lokasi: Alun-Alun Merdeka di Jalan Merdeka Selatan, Alun-alun Bunder di Jalan Tugu, Kecamatan Klojen, Malang.
  • Harga tiket masuk: Gratis
  • Jam buka: 24 jam.

6. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI

Destinasi wisata yang satu ini wajib dikunjungi oleh travelers yang baru pertama kali ke Malang. Salah satu daya tariknya adalah menikmati matahari terbit (sunrise) dengan latar belakang Gunung Bromo yang indah. Pastikan menggunakan pakaian yang tebal dan hangat karena udaranya sangat dingin.

Sempatkan juga untuk mampir ke lautan pasir Bromo atau disebut juga Gurun Pasir Berbisik. Lokasinya berada di sisi timur kawah Bromo, jadi masuk ke dalam wilayah Kabupaten Probolinggo.

  • Lokasi: Secara administratif, TN Bromo Tengger Semeru berada di Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo.
  • Harga tiket masuk: Weekdays Rp 29.000 dan Weekend 34.000.
  • Jam buka: 24 jam.

7. Malang Skyland

Malang SkylandFoto: M Bagus Ibrahim/detikJatim

Tempat wisata selanjutnya yang wajib dikunjungi adalah Malang Skyland. Daya tarik utama dari Malang Skyland yaitu menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan.

Saat cuaca cerah di pagi atau siang hari, kamu dapat melihat pemandangan alam berupa gunung-gunung, seperti Gunung Arjuno, Gunung Panderman, dan Gunung Ukir. Sedangkan di malam hari, travelers dapat melihat kota Malang dari atas yang dipenuhi gemerlap cahaya.

Ada juga berbagai spot foto Instagramable, wahana permainan seru, hingga kuliner yang murah dan lezat. Sempatkan juga untuk mencoba Skybridge dan Sky Glass ketika datang ke Malang Skyland.

  • Lokasi : Leban, Tawangargo, Kec. Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 40.000 untuk dewasa, Rp 25.000 untuk anak-anak, dan Rp 15.000 untuk balita.
  • Jam buka : 10.00-20.00 WIB.

8. Pantai Ngliyep

Pantai di Malang SelatanFoto: (ilhamfirdaa/d’Traveler)

Ingin seru-seruan bermain di pantai? Coba mampir ke Pantai Ngliyep. Sedikit informasi, kata ‘Ngliyep’ merujuk pada rasa mengantuk atau tertidur. Konon, orang yang melihat pantai ini akan merasa nyaman dan tenang sampai mengantuk.

Di sekeliling pantainya terdapat tebing curam dan hamparan hutan tropis yang hijau, sehingga cocok banget untuk travelers yang ingin bersantai sambil melepas penat.

Selama berada di Pantai Ngliyep, terdapat sejumlah aktivitas seru yang bisa dilakukan, mulai dari berenang, bermain pasir, mengunjungi Teluk Putri, hingga berkemah.

  • Lokasi: Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.
  • Harga tiket masuk: Rp 15.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

9. Pantai Balekambang

Pantai Balekambang MalangFoto: Muhammad Aminudin

Pantai ini merupakan salah satu pantai terkenal di Malang. Salah satu daya tariknya adalah Pura Amertha Jati yang berada di Pulau Karang yang sekilas mirip seperti Tanah Lot di Bali.

Untuk bisa ke Pulau Karang, detikers bisa berjalan kaki melalui jembatan permanen sepanjang 70 meter. Tenang saja, jembatannya kokoh dan bisa dilalui banyak orang.

Selain berkunjung ke Pura Amertha Jati, sempatkan diri untuk bermain dan bersantai di pinggir pantai. Sebab, pasir pantainya putih dan bersih, sehingga bikin pengunjung betah berlama-lama.

Disarankan datang pada pagi dan sore hari ketika cuaca sedang cerah agar bisa menikmati pemandangan laut dan langit yang biru. Kalau perut lapar, di sekitar Pantai Balekambang terdapat rumah makan dan warung.

  • Lokasi: Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Jalan Balekambang, Balekambang, Sumberbening, Bantur, Malang.
  • Harga tiket masuk: Rp 20.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

10. Pantai Batu Bengkung

Masih seputar wisata alam, travelers juga bisa mengunjungi Pantai Batu Bengkung. Pantai ini juga menjadi salah satu tujuan favorit sejumlah wisatawan yang ingin berlibur ke pantai di Malang.

Daya tarik dari Pantai Batu Bengkung karena terdapat kolam alami di bibir pantai. Oleh sebab itu, pantai ini dinamakan Batu Bengkung karena terdapat batu melengkung di bibir pantai.

Pantai Batu Bengkung juga memiliki pasir yang putih dan bersih, sehingga cocok untuk bermain di pinggir pantai. Disarankan datang ke pantai ini saat sore hari agar bisa menikmati sunset.

  • Lokasi: Desa Gajahrejo, Gedangan, Kabupaten Malang.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

11. Pantai Tiga Warna

pantaiFoto: (Majawati/d’Traveler)

Pantai Tiga Warna bisa menjadi opsi alternatif bagi travelers yang ingin liburan ke pantai. Dinamakan Pantai Tiga Warna karena memiliki warna air yang berbeda-beda, yakni biru, hijau, dan cokelat, sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

Ombak di pantai ini terbilang cukup tenang, sehingga kerap dijadikan salah satu spot snorkeling di Malang. Pantai ini juga berhadapan langsung dengan Pulau Sempu.

  • Lokasi: Jl. Sendang Biru, Area Sawah/Kebun, Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang.
  • Jam buka: 07.00-16.00 WIB (Kamis tutup).

12. Pantai Teluk Asmara

Satu lagi pantai yang wajib dikunjungi ketika travelers berkunjung ke Malang, yakni Pantai Teluk Asmara. Tempat wisata ini juga terkenal di Malang karena disebut mirip seperti Raja Ampat di Papua.

Daya tarik utama dari Pantai Teluk Asmara yaitu terdapat karang besar hijau, pasirnya yang bersih dan putih, serta air laut yang biru dan jernih. Hal ini membuat banyak wisatawan merasa betah berlama-lama di pantai ini.

Untuk menuju ke bibir pantai, travelers harus menuruni anak tangga dari atas bukit. Pantai ini cocok buat detikers yang ingin berenang atau snorkeling.

  • Lokasi: Tambak, Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 15.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

13. Hawai Waterpark

Hawai Waterpark di MalangFoto: Istimewa (dok.Hawai Waterpark)

Hawai Waterpark bisa menjadi pilihan alternatif bagi travelers ingin bermain air bersama keluarga. Berada di lahan seluas 2,8 hektare, waterpark ini menyuguhkan berbagai wahana menarik, seperti Kolam Ombak Tsunami dan Jet Coaster Water Slide.

Kalau perut mulai lapar, jangan khawatir. Sebab, ada banyak tenant makanan dan minuman yang tersedia di Hawai Waterpark dengan harga cukup terjangkau.

  • Lokasi: Jalan Graha Kencana Utara V, Karanglo, Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 110.000/orang (weekend dan hari libur) dan Rp 85.000/orang (weekday).
  • Jam buka: 09.00-17.00 WIB.

14. Wisata Agro Wonosari

Ingin melihat pemandangan hijau dan menikmati udara sejuk? Cobalah mampir ke Wisata Agro Wonosari. Selain menikmati pemandangan hijau kebun teh sambil menghirup udara segar, travelers juga bisa berfoto-foto.

Sebab, ada beberapa spot foto Instagramable di Wisata Agro Wonosari, seperti di jembatan kayu, kebun teh, hingga papan bertuliskan ‘WONOSARI’ dengan latar belakang pegunungan.

Sedikit informasi, kebun teh tersebut merupakan salah satu unit kebun milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Selama di Wisata Agro Wonosari, detikers juga bisa berkeliling kebun teh dengan mengendarai ATV yang dapat disewa.

  • Lokasi: Bodean Putuk, Toyomarto, Kecamatan Singosari, Malang, Jawa Timur
  • Harga tiket masuk: Senin-Jumat Rp 15.000, Sabtu-Minggu Rp 20.000.
  • Jam buka: 06.00-17.00 WIB.

Demikian ulasan mengenai 14 tempat wisata Malang yang seru dan cocok dikunjungi bareng keluarga. Yuk liburan!

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Tempat Instagramable buat Cicipi Pizza Italia di Kota Hujan



Bogor

Akhir pekan, saatnya berburu tempat kuliner yang Instagramable. Di Bogor, ada spot kulineran baru yang menyajikan pizza asli Italia.

Bogor jadi salah satu kota tujuan wisatawan untuk menghabiskan akhir pekan. Kota Hujan ini menjadi pilihan bagi para pecinta kuliner. Banyak tempat menarik yang bisa dicoba.

Salah satunya adalah Altro Social Coffehouse and Kitchen. detikTravel berkunjung ke restoran ini beberapa waktu yang lalu. Altro berdiri di bangunan dua lantai yang cukup luas.


Di lantai pertama, terdapat bar dan area duduk yang nyaman dengan dekorasi pohon-pohon buatan yang terkesan hangat. Sementara di lantai dua, Altro menyediakan ruang meeting, area duduk untuk perokok dan juga area duduk untuk non-perokok.

Nama Altro sendiri diambil dari bahasa Italia yang berarti ‘berbeda’ alias different dalam bahasa Inggris.

“Filosofinya adalah kami berusaha menampilkan konsep kafe yang berbeda. Yang tidak hanya memiliki outlet yang nyaman dan estetik, tetapi memiliki makanan dan minuman yang enak dan affordable,” jelas Nur Nabila, pemilik Altro kepada detikTravel, Senin (29/7).

Altro BogorPizza yang rasanya lezat Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Salah satu menu andalan di sini adalah pizza. Ada beberapa pilihan menu pizza yang menjadi unggulan seperti quatro formaggi pizza, truffle carbonara pizza, carnivora pizza, dan pepperoni pizza.

Menu andalannya adalah pizza formaggi dengan kombinasi white cream, mushroom paste, mozzarella, gorgonzola, parmesan cheese, egg dan truffle oil yang makin memberikan cita rasa meleleh di lidah.

Selain makanan ala western, Altro juga menyajikan menu-menu nusantara, yaitu soto Betawi, rawon iga Surabaya, nasi goreng udang kecombrang, aneka ricebowl dan juga sop iga.

Untuk minumannya ada produk kopi dan non kopi, seperti Rose Sparkling hingga Pistachio Chocolate, sampai makanan penutup (dessert) seperti Cheese Cake hingga Tiramisu yang mampu meningkatkan suasana hati menjadi lebih baik lagi.

Altro BogorTempat Instagramable buat cicipi pizza di Bogor Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Selain rasa makanannya yang juara, Altro bisa jadi tempat nongkrong yang estetik dan Instagramable. Suasana klasik modern dengan sentuhan berkelas, bisa jadi tempat berkumpul bersama keluarga, pasangan atau teman di akhir pekan.

Salah satu pengunjung dari Jakarta bernama Hendra yang datang membawa istrinya mengaku sengaja ke sini untuk menyicipi pizza yang katanya resepnya autentik dari Italia.

“Mau cobain pizzanya. Katanya selain formaggi pizza, carnivora pizza juga jadi salah satu makanan yang direkomendasikan,” ujar Hendra.

Alamat, Jam Buka dan Harga

Altro berada di Jalan Binamarga II Nomor 2, Baranangsiang, Bogor. Lokasinya mudah dijangkau dan tidak terlalu jauh dari pintu tol Bogor.

Tempat makan pizza ini buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Pada akhir pekan, ada penampilan live music yang hadir dari sore hingga malam hari.

Untuk harganya, minuman kopi rata-rata Rp 30 ribuan dan paling mahal Rp 50 ribuan. Makanan pembuka (appetizer) sekitar Rp 40 ribuan, ricebowl Rp 40 ribuan, pizza dan pasta Rp 80 ribuan. Sedangkan untuk dessert, berkisar Rp 40 ribuan.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com