Tag Archives: detiktravel

Ngopi di Lebak Bulus Bisa Sambil Main Futsal-Lihat Hewan di Mini Zoo



Jakarta

Melipir dari hiruk pikuk kota yang semrawut, traveler bisa ke Lebak Bulus. Ada kafe dengan kopi enak, sambil main futsal, bahkan kasih makan hewan di Mini Zoo.

Terletak di Jalan Taman Sari 1 Nomor 77, Jakarta Selatan, kafe Bandarkopi ini cukup asri dan tenang, sehingga membuat pengunjung yang datang betah untuk berlama-lama.

detikTravel berkunjung ke kafe yang posisinya sedikit masuk ke wilayah pemukiman ini pada Rabu (31/7) siang hari. Walaupun panas menyengat ubun-ubun, ketika sampai di Bandarkopi suasana langsung berubah 180 derajat.


Teduh pepohonan yang ada di sana membuat kesejukan menemani siang ini. Biasanya coffee shop akan ramai saat sore hari. Namun di Bandarkopi, sekitar pukul 11.00 WIB, pengunjung sudah mulai ramai.

Banyak spot yang bisa dijajal pengunjung untuk berfoto di sini, baik di area dalam kafe maupun area luarnya.

Bandarkopi Lebak BulusBandarkopi Lebak Bulus Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

detikTravel memilih untuk berdiam di area luar, duduk di bawah pohon-pohon jati membuat kesan seperti tengah berada di kebun dengan ditemani segelas Green Apple Yakult yang segar dengan harga Rp 35.000.

“Di sini lumayan menampilkan sesuatu yang berbeda dari yang biasa ada di Jakarta, jadi intinya lumayan menghibur karena di Jakarta penuh sesak sama tempat yang lebih konsumtif gitu ta minim ruang terbuka,” kata Sindia dari Bandarkopi kepada detikTravel.

“Kalau di sini karena emang banyak aktivitasnya, jadi mau AC-AC tetap ada kalau panas, tapi jam-jam yang udah menuju ke sore gini kan nggak terlalu panas jadi bisa di sini (area piknik),” tambah Sindia.

Berikut Beberapa spot yang bisa dinikmati di Bandarkopi:

1. Mini Zoo

Di tempat ini juga memiliki mini zoo yang bisa didatangi oleh pengunjung, terdapat beberapa jenis unggas hingga rusa-rusa yang lucu. Untuk bisa memberi makan rusa, pengunjung akan dikenakan biaya minimum di Bandarkopi seharga Rp. 150.000.

Bandarkopi Lebak BulusLihat rusa di Mini Zoo Bandarkopi Lebak Bulus Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

2. Galeri

Semesta Gallery merupakan satu di antara yang lain fasilitas di kawasan Bandarkopi. Galeri ini juga memamerkan berbagai karya yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

3. Memanah

Untuk bisa mencoba memanah di Bandarkopi ini pengunjung hanya bisa menjajalnya di hari Jumat hingga Minggu, dengan harga yang dibanderol sebesar Rp 35.000.

Bandarkopi Lebak BulusBisa piknik di Bandarkopi Lebak Bulus Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

4. Area Piknik

Bagi pengunjung yang datang ke Bandarkopi bersama keluarga dan teman-teman, ingin merasakan situasi yang berbeda. Bisa menikmati suasana sejuk dengan piknik di area hijau nan sejuk ini.

“Iya ini ada minimum spent-nya tadi juga baru tahu sih Rp 200.000 minimum spent-nya terus dapat free set up (untuk piknik),” jelas Sindia.

5. Lapangan Futsal

Ada pula lapangan futsal di kawasan ini yang bisa dinikmati oleh pengunjung, tak hanya digunakan untuk bermain bola. Lapangan ini juga bisa dinikmati oleh si kecil untuk bereksplorasi atau sekadar bermain.

Bandarkopi tak hanya menyuguhkan kesegaran dari minuman-minumannya, terdapat beberapa camilan hingga makanan berat yang bisa dicoba oleh pengunjung.

Jam Buka dan Harga

Bandarkopi buka dari hari Senin-Kamis mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Sedangkan untuk hari Jumat-Minggu, kafe ini buka dari pukul 08.00 hingga 22.00 WIB.

Rata-rata harga makanan dan minuman di Bandarkopi dibanderol mulai dari Rp 35.000 hingga Rp 65.000. Traveler bisa mampir ke sini untuk menghabiskan akhir pekan.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

12 Wisata Populer di Kuningan, Cocok untuk Healing dan Liburan


Jakarta

Kuningan, Jawa Barat memiliki banyak objek wisata yang cocok untuk didatangi traveler. Mulai dari telaga, curug, kolam renang, hingga gua untuk wisata rohani. Sejumlah tempat ini menawarkan panorama indah, air jernih, serta wahana seru.

Kalau kamu sedang di Kuningan dan bingung mau main ke mana, tenang karena detikTravel bakal kasih tahu deretan spot wisata menarik. Temukan rekomendasinya di bawah ini.

Rekomendasi Wisata di Kuningan

Berikut sederet tempat wisata di Kuningan yang patut untuk dikunjungi:


1. Telaga Biru Cicerem

Patung perempuan di tengah keindahan Telaga Biru Cicerem KuninganTelaga Biru Cicerem. Foto: Bima Bagaskara
  • Lokasi: Jl. Kaduela, Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kuningan
  • Jam buka: Setiap hari 07.00-17.00
  • Harga tiket masuk: Rp 15.000 per orang

Telaga Biru Cicerem termasuk destinasi wisata hits di Kuningan. Di sini, traveler bisa menyaksikan air telaga hijau kebiruan yang bening. Di dalamnya terdapat ratusan ikan besar yang berwarna nyentrik.

Aktivitas paling banyak dipilih di sini yaitu menaiki ayunan di atas telaga. Nantinya pengunjung dapat sekalian berfoto di atas ayunan dengan view telaga dan sekumpulan ikan di bawahnya. Selain itu, kamu dapat menaiki perahu untuk mengelilingi telaga dan bersantai di batuan pinggir telaga sambil memberi makan ikan.

2. Kebun Raya Kuningan

Kebun Raya KuninganKebun Raya Kuningan Foto: (Bima Bagaskara/detikcom)
  • Lokasi: Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kuningan
  • Jam buka: Setiap hari 08.00-16.00
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000 (dewasa), Rp 5.000 (anak), Rp 2.500 (sepeda), Rp 5.000 (motor), Rp 10.000 (mobil), Rp 15.000 (bus/truk)

Kebun Raya Kuningan bisa dipilih kalau kamu ingin berpiknik, menjajal outbound, hingga menginap di vila berada di tengah-tengah alam hijau yang asri nan menenangkan. Di sini terdapat pula Situ Padabeunghar yang menjadi spot wahana air.

Sebagai tempat konservasi, kebun raya ini memiliki koleksi tanaman dari berbagai jenis. Di Rumah Anggrek, kamu dapat melihat 94 jenis bunga berwarna-warni. Di samping bunga dan tanaman, traveler bisa melihat bebatuan vulkanik hasil erupsi Gunung Ciremai pada masa lalu di Taman Kuning.

Cobalah naik ke menara pandang untuk menikmati keseluruhan view Kebun Raya Kuningan. Karena areanya luas, kamu dapat menunggangi kuda jika lelah berjalan kaki mengelilingi kebun raya ini.

3. Objek Wisata Cibulan

Objek Wisata Cibulan Kuningan.Objek Wisata Cibulan Kuningan. Foto: Erick Disy Darmawan
  • Lokasi: Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kuningan
  • Jam buka: Setiap hari 07.30-17.00
  • Harga tiket masuk: Rp 20.000-22.000 per orang

Objek Wisata Cibulan merupakan tempat wisata populer yang telah ada sejak 1939. Di sana terdapat dua kolam besar berkedalaman 1-2 meter berisi “ikan dewa” yang konon dikeramatkan oleh warga setempat. Di kolam ini, traveler dapat berenang bersama ikan berukuran sebetis orang dewasa itu.

Ada pula sejumlah wahana permainan, air mancur, hingga terapi ikan. Kalau lapar, terdapat resto dan food court yang menyediakan aneka makanan dan minuman.

Di sisi lain, terdapat juga petilasan dan tujuh sumur bekas peninggalan Prabu Siliwangi di sini. Ketujuh sumur yaitu sumur kejayaan, sumur keselamatan, sumur pengabulan, sumur kemuliaan, sumur cisadane (cita-cita), sumur cirencana, dan sumur kemudahan.

4. Curug Bangkong

Curug Bangkong di Kuningan, Jabar saat libur Idul Adha ramai wisatawan.Curug Bangkong di Kuningan. Foto: Bima Bagaskara/detikTravel
  • Lokasi: Desa Kertawirama, Kecamatan Nusaherang, Kuningan
  • Jam buka: Setiap hari 08.00-16.00
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000 per orang

Curug Bangkong dapat didatangi kalau ingin menikmati segarnya air terjun alami di Kuningan, Jawa Barat. Lingkungannya asri dan suasananya juga sejuk. Arus airnya cenderung deras dan mengalir langsung ke kolam serta aliran sungai. Pengunjung tidak diperbolehkan berenang dan hanya bisa bermain air di pinggir saja. Tersedia kolam kecil untuk anak-anak.

Untuk sampai di lokasi curug, traveler perlu trekking terlebih dahulu. Jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi parkir tetapi medan jalannya cukup naik turun dan kecil. Meski begitu, lelahnya tidak akan terasa karena sepanjang rute melewati persawahan dan hamparan pepohonan hijau.

5. Woodland

Objek wisata Woodland Kuningan jadi tempat favorit wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan.Objek wisata Woodland Kuningan. Foto: Fathnur Rohman
  • Lokasi: Jl. Ragasakti No. 130, Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kuningan
  • Jam buka: Senin-Jumat (08.00-17.00), Sabtu-Minggu (07.30-17.00)
  • Harga tiket masuk: Rp 15.000 (Senin-Jumat), Rp 20.000 (Sabtu-Minggu)

Ingin ke tempat wisata yang komplet di Kuningan? Bisa ke Woodland. Di sana pengunjung dapat menjajal sejumlah wahana dan outbond seru, berenang di kolam renang, hingga menyantap menu lezat di restonya.

Terdapat wahana flying fox, sepeda gantung, rainbow slide, kereta, perahu, panahan, berkuda, serta jeep adventure. Menariknya, kolam renang di sini berada di tengah hutan pinus dan airnya berasal dari sumber mata air langsung lho. Untuk menu hidangan di restonya banyak dan enak-enak, mulai dari nasi liwet, spaghetti bolognese, sampai barbeque dan steambot.

6. Taman Wisata Alam Linggarjati

  • Lokasi: Linggasana, Kecamatan Cilimus, Kuningan
  • Jam buka: Setiap hari 07.00-17.30
  • Harga tiket masuk: Rp 12.500-15.000

Bisa ke Taman Wisata Alam Linggarjati kalau ingin bermain wahana air seperti sepeda air, angsa boat, dan angry boat. Di sana, traveler dapat pula piknik bersama keluarga atau teman yang datang di bawah pepohonan rindang menyejukkan.

Kalau ingin berenang bisa pula mendatangi area kolam renangnya. Tapi dikenakan tiket tambahan seharga kisaran Rp 10.000 per orang. Terdapat beberapa tipe kolam dan papan seluncur.

7. Pondok Cai Pinus

Vila Pondok Cai Pinus di kaki Gunung Ciremai, Kuningan, JabarVila Pondok Cai Pinus di kaki Gunung Ciremai, Kuningan. Foto: Bima Bagaskara/detikTravel
  • Lokasi: Jl. Pejambon-Sagara Hiang, Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kuningan
  • Jam buka: Setiap hari 08.00-20.00
  • Harga tiket masuk: Rp 25.000

Di Kuningan terdapat spot istana bak negeri dongeng lho, yaitu Pondok Cai Pinus. Suasananya pun kini bak di Bali dengan ornamen patung khas. Terdapat pula perahu besar yang bisa dijadikan spot foto Instagramable.

Selain itu, di Pondok Cai Pinus terdapat resto dan kafe yang menyediakan berbagai menu. Ada juga vila dengan view Gunung Ciremai dari ketinggian yang harga sewanya cukup terjangkau.

8. Telaga Nilem

Telaga Nilem Kuningan, Telaga NilemTelaga Nilem Kuningan, Telaga Nilem Foto: Melati Raya Sihotang/d’Travelers
  • Lokasi: Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kuningan
  • Jam buka: Setiap hari 08.00-16.00
  • Harga tiket masuk: Rp 20.000 per orang

Telaga Nilem memiliki air jernih hijau kebiruan yang berasal langsung dari sumber mata air pegunungan. Traveler bisa berenang serta menaiki perahu ban karet di area telaganya ini. Lingkungannya yang asri dan suasana sejuk sangat cocok jadi tempat wisata keluarga. Di sini juga tersedia fasilitas seperti gazebo, mini resto, dan penginapan jika tertarik bermalam.

9. Wisata Cipaniis

Wisata alam CipaniisWisata alam Cipaniis Foto: Bima Bagaskara/detikcom
  • Lokasi: Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kuningan
  • Jam buka: Setiap hari 08.00-17.00
  • Harga tiket masuk: Rp 15.000

Lagi-lagi objek wisata air di Kuningan, yaitu Wisata Cipaniis. Di sini kamu dapat berenang di aliran sungainya yang berair bening menyegarkan dan berarus tenang. Namun, traveler harus ekstra hati-hati berenang di sana ya karena sungainya dipenuhi bebatuan besar. Tersedia penyewaan ban karet untuk bantu berenang.

10. Taman Batu Hanjuang

  • Lokasi: Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kuningan
  • Jam buka: Setiap hari 08.00-17.00
  • Harga tiket masuk: Rp 20.000 (dewasa), Rp 15.000 (anak)

Kalau mau berenang di kolam renang yang dikelilingi view bukit bebatuan, kamu bisa datang ke Taman Batu Hanjuang. Terdapat beberapa kolam renang dengan kedalaman berbeda di sini. Traveler bisa naik papan seluncur yang meliuk-liuk atau seluncuran lurus dengan ember tumpah di atasnya.

Di objek wisata ini juga ada terapi ikan yang cocok untuk mengisi waktu selagi menunggu anak berenang. Terdapat pula area playground untuk anak dengan wahana putar dan ayunan.

11. Waduk Darma

Waduk Darma KuninganWaduk Darma Kuningan Foto: Bima Bagaskara/detikcom
  • Lokasi: Kecamatan Darma, Kuningan
  • Jam buka: Setiap hari 08.00-16.30
  • Harga tiket masuk: Rp 20.000

Di Kuningan terdapat Waduk Darma yang pembangunannya selesai pada 1962. Selain untuk menampung air dan dimanfaatkan untuk keperluan pertanian serta budidaya ikan, danau buatan ini dijadikan spot wisata menarik.

Traveler dapat berkeliling waduk dengan perahu, menaiki wahana banana boat, piknik di area sekitar, hingga memancing. Bisa juga bermain mobil anak, menyewa sepeda listrik, serta kulineran di sepanjang pinggir waduk.

12. Gua Maria Fatima Sawer Rahmat

Suasana dan aktivitas peziarah di Gua Maria, Desa Cisantana, Kabupaten Kuningan.Peziarah di Gua Maria, Desa Cisantana, Kabupaten Kuningan. Foto: Fathnur Rohman/detikJabar
  • Lokasi: Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kuningan
  • Jam buka: Setiap hari 24 jam
  • Harga tiket masuk: Gratis

Gua Maria Fatima Sawer Rahmat merupakan tempat ziarah rohani bagi umat Katolik. Untuk sampai di lokasi, traveler perlu menaiki banyak anak tangga terlebih dahulu. Karena itu, kamu harus memiliki tenaga dan kondisi fisik yang prima.

Di atas dapat ditemukan patung Bunda Maria yang berada di gua kecil berhiaskan aneka tanaman dan bunga cantik. Di depannya terdapat barisan bangku untuk berdoa. Ada juga Kapel Perutusan, krusifiks, dan ornamen keagamaan lain. Lokasinya nyaman, tenang, dan hening sehingga cocok untuk berdoa.

Nah, itu tadi sederet wisata Kuningan yang patut dikunjungi saat berlibur di sana. Sebelum berkunjung, jangan lupa update informasi terkait lokasi wisata pilihan ya detikers.

Info paling baru terkait harga tiket, ketersediaan layanan, dan fasilitas memungkinkan detikers bisa piknik dengan nyaman. Apakah ada tempat wisata di Kuningan yang ingin dikunjungi detikers?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Menjajal Kuliner Khas Palopo yang Pernah Dikunjungi Jokowi



Palopo

Palopo jadi salah satu pintu gerbang sebelum menjelajahi wisata di Toraja. Di sini, traveler bisa menyicipi kuliner khas yang pernah dikunjungi Presiden Jokowi.

Untuk menuju ke Toraja, traveler bisa naik pesawat sampai ke kota Palopo, Sulawesi Selatan. Dari Palopo, traveler bisa meneruskan perjalanan melalui jalur darat ke Toraja selama kurang lebih 3 jam.

Di Palopo, traveler bisa singgah dan mencari makan siang. Pilihan kami jatuh kepada Lesehan Asri Palopo yang ternyata pernah dikunjungi oleh Presiden Jokowi pada tahun 2018 silam.


Lesehan Asri Palopo ini berada di Jalan Islamic Centre, Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo. Lokasinya berada di samping kantor Baznas Palopo.

Saat kami datang, restoran ini baru saja buka. Suasana lengang menyambut kedatangan kami. Lesehan Asri menyajikan aneka masakan khas Palopo.

Restoran yang menyajikan kuliner khas Palopo, pernah dikunjungi Presiden Jokowi tahun 2018 silamKapurung, kuliner khas Palopo Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Salah satu yang wajib dicoba adalah Kapurung, Ikan Parede dan Lawa Ikan. Kapurung adalah kuliner khas yang terbuat dari sagu. Bentuk dan teksturnya sangat mirip dengan Papeda khas Papua.

Namun bedanya, kapurung sudah dicetak dalam bulatan-bulatan kecil dan dimasak bersama dengan aneka sayur mayur dan kuah bercampur kacang giling. Kapurung disajikan dengan potongan jeruk nipis dan sambal sebagai pelengkap.

Rasanya sungguh unik! Perpaduan tekstur kenyal-kenyal dari Kapurung, ditambah sayur mayur dan kuah kacang dengan rasa gurih, asam dan pedas, bercampur menjadi satu kesatuan di dalam mulut. Enak!

Sedangkan Lawa Ikan adalah kuliner yang terbuat dari ikan mentah dicampur dengan jeruk nipis, sayur jantung pisang dan kelapa parut. Meski terbuat dari ikan mentah, tapi rasanya enak juga. Tidak ada rasa amis ketika menyantap sajian ini.

Restoran yang menyajikan kuliner khas Palopo, pernah dikunjungi Presiden Jokowi tahun 2018 silamIkan Parede, kuliner khas Palopo Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Sebagai pilihan yang ‘aman’, traveler bisa menyantap ikan Parede. Kuliner ini terbuat dari potongan ikan laut dengan kuah kuning bercitarasa gurih, asam dan segar. Enak juga dimakan dengan kapurung, rasanya persis seperti Papeda dengan ikan kuah kuning.

Tak heran jika Lesehan Asri Palopo jadi langganan banyak pejabat, baik lokal maupun nasional. Salah satunya adalah Presiden Jokowi yang singgah di restoran ini pada tahun 2018 silam.

Restoran yang menyajikan kuliner khas Palopo, pernah dikunjungi Presiden Jokowi tahun 2018 silamRestoran ini pernah dikunjungi Presiden Jokowi tahun 2018 silam Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Foto Presiden Jokowi saat berkunjung ke sini pun terpampang besar-besar di dinding restoran. Kunjungan Jokowi ini pun dibenarkan oleh Ainun, salah satu pegawai di Lesehan Asri Palopo. Saat itu kunjungan Jokowi membuat situasi restoran sangat heboh.

“Iya, Jokowi pernah ke sini. Pesan macam-macam, ada ikan bakar, cumi,” kata Ainun kepada detikTravel.

Dari segi harga, Lesehan Asri Palopo cukup terjangkau. Harga menunya mulai dari Rp 10 ribuan untuk menu sayur, Rp 30 ribuan untuk Kapurung ukuran sedang dan Rp 20 ribuan untuk Lawa Ikan dan Ikan Parede.

Sedangkan untuk kepiting, cumi-cumi, udang hingga ikan bakar harganya di bawah Rp 100 ribuan. Untuk minumannya, harganya mulai dari Rp 5 ribuan.

Restoran ini buka dari pukul 09.00 Wita dan tutup pukul 17.00 Wita, layak dicoba sebelum traveler menjelajahi wisata Toraja.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Curug Malela, ‘The Little Niagara’ dari Jawa Barat


Curug Malela adalah salah satu destinasi wisata alam yang menyuguhkan keindahan air terjun memukau. Terletak di Kabupaten Bandung Barat, Curug Malela dijuluki “The Little Niagara” atau “Niagara mini”.

Objek wisata ini cocok untuk dijadikan tempat healing dan bersantai menikmati udara segar dari hiruk pikuk perkotaan. Simak lokasi, daya tarik, hingga rute menuju Curug Malela di bawah ini.

Daya Tarik Curug Malela

Tidak hanya memiliki daya tarik tampilan alam yang mempesona, Curug Malela juga menyimpan berbagai fakta menarik.


1. Dijuluki The Little Niagara

Curug Malela BandungCurug Malela Bandung. (Arif wahyu maulana/d’treveler)

Disebut The Little Niagara, karena aliran air terjun Curug Malela melebar dan mengalir deras di antara tebing-tebing batu. Aliran air itulah yang kerap disamakan dengan air terjun Niagara yang terletak di perbatasan Amerika dan Kanada.

2. Punya Tujuh Jajaran Air Terjun

Curug Malela memiliki ketinggian mencapai sekitar 60 meter dengan lebar 70 meter. Curug ini punya 5 jalur air terjun yang berpadu dengan 7 jajaran air terjun.

Curug Malela jadi bagian teratas dalam jajaran tersebut. Adapun enam air terjun yang ada di bawahnya yaitu urug Katumiri, Curug Manglid, Curug Ngeubul, Curug Sumpel, Curug Palisir dan Curug Pameungpeuk.

Curug MalelaCurug Malela (Yudha Maulana/detikTravel)

Air Terjun Malela memiliki sumber air terjun yang berasal dari hulu sungai bagian Utara Gunung Kendeng. Sungai tersebut juga mengalir melintasi sungai Cidadap Gunung Halu.

3. Aliran Airnya Deras dan Jernih

Curug MalelaDerasnya air di Curug Malela (Yudha Maulana/detikTravel)

Curug Malela punya bentuk yang berundak-undak dan memiliki aliran air jernih. Air tersebut kerap membentur tebing batu di sekitarnya.

Dilansir laman Perhutani, bongkahan batu, bundar dan lempeng, tersebar di badan sungai di bawah curug ini. Pengunjung juga bisa leluasa bermain-main dengan air atau buih di curug ini.

Salah satu keunikannya, yaitu air terjun ini sangat menyegarkan untuk dipandang. Terlebih ketika musim hujan, debit air di sana semakin deras dan lebih banyak.

Jika beruntung, pengunjung juga bisa melihat beberapa ekor monyet menampakkan diri dari balik rimbun pepohonan di sekitar air terjun ini.

4. Menyimpan Mitos

Selain dikenal dengan keindahan alamnya, Curug Malela juga menyimpan mitos yang menyeramkan.

Dari catatan detikTravel, konon, asal-usul Curug Malela diambil dari nama “Tadjimalela”. Menurut warga sekitar, beliau merupakan penguasa di kawasan air terjun Curug Malela.

Konon, Tadjimalela dulunya adalah salah seorang Raja Sumedang Larang yang memerintah pada abad ke-8 Masehi.

Menurut cerita yang beredar, Tadjimalela pernah menampakan dirinya di foto pengunjung yang berfoto di depan air terjun. Terlihat sosok bayangan seorang kakek-kakek berjenggot dengan pakaian serba putih.

Sisa-sisa cerita dan keangkeran itu bahkan masih jadi buah bibir warga sekitar hingga wisatawan yang berkunjung.

Jam Buka Curug Malela

Curug Malela buka setiap hari dari jam 08.00-17.00 WIB.

Harga Tiket Masuk 2024

Harga tiket masuk Curug Malela berkisar Rp 10.000 – Rp 12.000 per orang.

Perlu dicatat, harga di atas bisa saja berubah sewaktu-waktu.

Curug Malela berlokasi di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat.

Sekarang akses ke Curug Malela cukup mudah. Dari Bandung, traveler bisa menuju Kantor Desa Cicadas. Dari sana, jarak tempuh untuk sampai di Curug Malela sekitar 3 km lagi.

Lokasinya cukup terpencil ditengah hutan dan juga dikelilingi perbukitan. Bagi traveler yang pakai motor, dari desa harus menempuh jalan setapak selebar 1 meter sejauh 2 kilometer dan melintasi areal lahan Perhutani. Sepeda motor bisa diparkir dekat air terjun, karena sudah ada lahan parkir khusus.

Kalau menggunakan kendaraan umum, dari Terminal Leuwipanjang kamu bisa menaiki angkot jurusan Cimahi atau Cililin. Lalu, melanjutkan perjalanan dengan naik bus jurusan Gunung Halu atau Bunijaya.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

4 Wisata River Tubing di Bogor dan Bandung yang Seru Banget!


Jakarta

River tubing merupakan salah satu kegiatan seru yang banyak diminati masyarakat. Nah, ada sejumlah wisata river tubing di Bogor dan Bandung yang wajib dicoba, sehingga warga Jakarta tak perlu jauh-jauh kalau mau bermain air sambil menikmati alam.

Selain seru-seruan bermain air, aktivitas river tubing juga dapat membantu melepas penat serta memacu adrenalin. Bermain river tubing akan semakin seru jika bareng teman-teman atau keluarga.

Ingin bermain river tubing dalam waktu dekat? Simak rekomendasi tempat wisata river tubing di Bogor dan Bandung dalam artikel ini.


Wisata River Tubing di Bogor

Ada sejumlah tempat wisata di Bogor yang menawarkan fasilitas river tubing. Dirangkum dari catatan detikTravel, berikut rekomendasi tempat wisata river tubing di Bogor:

1. River Tubing di Kopi Tubing

Kopi Tubing merupakan salah satu tempat wisata yang berlokasi di Jalan Gunung Menir, Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selain memiliki coffee shop dengan pemandangan alam yang menakjubkan, pihak pengelola juga menyediakan wisata river tubing.

Ada dua jenis river tubing yang dapat dipilih oleh pengunjung, yakni fun ride dan adventure ride. Fun ride lebih cocok bagi kamu yang ingin seru-seruan bermain river tubing, sedangkan adventure ride lebih menantang dengan jarak tempuh yang lebih jauh.

Berikut harga river tubing di Kopi Tubing serta jam operasionalnya:

Harga tiket

  • Fun Ride: Rp 55.000/orang.
  • Adventure Ride: Rp 157.000/orang.

Jam operasional

  • Fun ride: 08.30-16.00 WIB.
  • Adventure ride: 09.00-10.00, 10.30-12.00, dan 13.30-15.00 WIB.

Soal keamanan dan keselamatan tak perlu khawatir. Sebab, seluruh pengunjung akan ditemani oleh petugas yang siap siaga di sungai.

2. River Tubing di Rivera Bogor

Rivera merupakan wahana rekreasi outbound dan edutainment yang berada di kawasan Bogor Nirwana Residence. Ada banyak wahana seru dan menantang yang wajib dicoba, salah satunya adalah river tubing.

Nantinya, travelers akan diajak menyusuri sungai sambil melihat pemandangan alam yang indah. Aliran sungainya juga tidak terlalu deras, sehingga cukup aman untuk kamu yang takut menaiki river tubing.

Penasaran ingin mencoba river tubing di Rivera Bogor? Kamu dapat membeli tiket masuk dan tiket terusan wahana sebesar Rp 65.000/orang pada Senin-Jumat, sedangkan di akhir pekan tarifnya sebesar Rp 75.000/orang.

Wisata River Tubing di Bandung

Kalau travelers sedang pergi ke Bandung, ada juga sejumlah tempat wisata river tubing yang seru dan menarik untuk dicoba. Simak rekomendasinya di bawah ini:

1. River Tubing di Vila Ciwidey

Di daerah Ciwidey, terdapat sebuah tempat penginapan yang juga menyediakan paket river tubing, namanya Vila Ciwidey. Sama seperti wahana river tubing lainnya, di tempat ini travelers akan diajak menyusuri sungai dengan menggunakan ban karet.

Selama river tubing, ada sejumlah petugas yang akan menjagamu agar tidak jatuh, terutama saat memasuki area yang aliran sungainya cukup deras. Sensasi bermain river tubing makin terasa ketika bersenggolan dengan batu-batu di sungai.

Mengutip laman resminya, pengunjung yang ingin merasakan river tubing di Vila Ciwidey dikenakan tarif sebesar Rp 150.000/orang. Vila Ciwidey beralamat di Patengan, Rancabali, Kabupaten Bandung.

2. River Tubing di Bale Bambu Adventure

Satu lagi tempat river tubing yang bisa menjadi pilihan alternatif ketika berada di Bandung, yaitu Bale Bambu Adventure. River tubing di sini juga tak kalah seru, sebab aliran sungainya cukup deras sehingga memacu adrenalin.

Kamu juga akan disuguhkan pemandangan alam yang indah selama bermain river tubing. Bahkan sebelum turun ke sungai, travelers akan melalui sawah-sawah serta jembatan yang tinggi, cocok dijadikan sebagai spot foto Instagramable.

Untuk tarif river tubing di Bale Bambu Adventure dikenakan tarif mulai dari Rp 150.000/orang. Daripada penasaran, langsung saja datang ke tempatnya yang berada di Jalan Raya Soreang-Ciwidey, Sukajadi, Soreang, Kabupaten Bandung.

Itu dia rekomendasi wisata river tubing seru yang ada di Bogor dan Bandung. Tertarik untuk mencobanya?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Yuk! Liburan ke Pulau Paling Kaya Oksigen Bareng detikcom



Sumenep

Halo, d’Travelers, detikcom mengajak kamu untuk menjelajahi keindahan Sumenep, Jawa Timur gratis, tis! Kami mencari beberapa orang traveler yang akan menemani detikTravel menjelajahi Sumenep pada bulan September.

detikcom akan mengajak kamu menjelajahi pulau di Kabupaten Sumenep yang terkenal kaya dengan oksigennya yang bikin penduduknya panjang umur yaitu Gili Iyang.

Gili Iyang merupakan salah satu kawasan di Indonesia dengan penduduk yang panjang umur. Dijuluki pulau oksigen dan pulau awet muda.


Penelitian dilakukan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), yakni pada 2005. Ada 17 tempat dalam penelitian selama 7 bulan itu. Hasilnya, kadar oksigen di Gili Iyang di atas rata-rata.

Selain berkelana ke Gili Iyang, detikcom akan diajak menelusuri sejarah di Keraton Sumenep, dan pastinya diajak untuk menikmati aneka kuliner enak di Sumenep, Jawa Timur.

Agar bisa jalan-jalan gratis ke Sumenep ini, pastikan d’Traveler memenuhi syarat dan ketentuan sebagai berikut:

– d’Traveler mengirim cerita perjalanan yang pernah kamu ikuti di link ini.

– Log in ke akun kamu menggunakan akun MPC kamu. Jika belum punya akun MPC, silakan membuat akun MPC terlebih dulu.

– Mulai menulis artikel perjalanan kamu, sertakan foto pelengkap artikel liburanmu, dan jangan lupa memilih tema Dream Destination.

– Tulisan yang paling menarik akan mendapatkan hadiah paket liburan keliling Sumenep, Jawa Timur plus akomodasi lengkap.

– Program ini berlaku pada 14 Agustus-8 September

– Perjalanan ke Sumenep pada 15-17 September 2024.

– Partisipan wajib menuliskan harapan atau rencana yang ingin dilakukan jika d’Traveler terpilih jalan-jalan ke Sumenep

Yuk, liburan ke Sumenep, cerita perjalanan detikers kami tunggu!

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Perjuangan Mencari Kuliner Halal di Toraja, Nasi Padang Jadi Jawaban



Rantepao

Sebagai daerah dengan mayoritas penduduk non Muslim, mencari makanan halal di Toraja jadi ‘PR’ bagi traveler beragama Islam. Tapi jangan takut, ada nasi Padang.

Ya, mencari makanan halal di Toraja memang susah-susah gampang. Namun seiring perkembangan pariwisata dan masuknya pendatang, serta kebutuhan akan makanan halal, sekarang sudah banyak tempat makan di Toraja yang menyediakan makanan halal.

Dari sekian banyak pilihan kuliner, nasi Padang jadi pilihan yang ‘aman’ bagi wisatawan. Secara rasa dan selera, nasi Padang pasti masuk ke semua kalangan.


Ada banyak tempat makan yang menjual nasi Padang di Toraja. Salah satunya adalah Rumah Makan Ranah Minang yang beralamat di Jalan Pongtiku Nomor 5 C, Rantepao, Toraja Utara.

Di rumah makan ini, sudah terkenal akan nasi Padangnya yang ‘cocok’ di lidah. Pantas jika pengunjung silih berganti mendatangi rumah makan ini.

detikTravel pun mencoba beberapa menu yang tersedia di RM Ranah Minang. Ada udang goreng, peyek ikan lure atau ikan teri, serta ikan cerede alias ikan kecil-kecil yang dimasak balado dengan potongan tempe.

Tak butuh waktu lama, makanan yang dipesan oleh detikTravel sudah terhidang di meja makan. Dari penampakannya, cukup menggiurkan.

Begitu dicoba, ternyata benar, rasa nasi Padang di rumah makan ini cocok di lidah. Perpaduan rasa asin, gurih dan pedas begitu terasa di lidah. Enak!

Untuk harga yang dibanderol, rasanya cukup sepadan dengan banyaknya porsi yang diberikan. Per porsi nasi padang dengan aneka lauk berkisar Rp 25.000 saja.

Traveler Muslim yang liburan ke Toraja bisa menjadikan nasi Padang sebagai pilihan yang ‘aman’, karena sudah pasti kehalalannya untuk dikonsumsi selama liburan. Berbekal sepiring nasi Padang, kami pun siap melanjutkan perjalanan untuk menjelajahi keindahan budaya dan alam Toraja.

Simak terus keseruannya ya!

Artikel ini mendapatkan dukungan dari Lion Group. Temukan penawaran menarik untuk paket penerbangan dan hotel dari BookCabin di link ini.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kapitoo, Tempat Ngopi With a View di Toraja



Rantepao

Kopi Toraja sudah terkenal di seantero Indonesia. Kalau kamu mau menikmati kopi Toraja dengan pemandangan yang spektakuler, maka tempat ini wajib dikunjungi.

Kapitoo, begitu nama kafe ini. Lokasinya berada di kampung Kalimbuang, Kapala Pitu, Toraja Utara. Untuk menuju ke sini, traveler bisa naik mobil atau motor dari Rantepao, ibu kota Toraja Utara.

Namun sebelum ke sini, pastikan kondisi mesin dan rem mobil atau motor yang traveler gunakan dalam keadaan ‘sehat’. Itu karena jalan menuju ke kafe ini berkelak-kelok dan terdiri dari tanjakan dan turunan yang cukup ekstrem.


Wajar, karena Kapitoo berdiri di atas lahan perbukitan. Dari kafe ini, traveler bisa melihat pemandangan sawah dan pepohonan nan hijau sejauh mata memandang. Dijamin mata jadi segar!

detikTravel berkunjung ke Kapitoo pada Sabtu (10/8) akhir pekan lalu. Saat berkunjung di sore hari, suasana kafe terlihat cukup lengang. Namun justru itu waktu terbaik untuk berkunjung ke sini.

Kafe dan Glamping Kapitoo di TorajaKafe dan Glamping Kapitoo di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Traveler bisa menghabiskan sore hari berteman angin sepoi-sepoi sambil menyesap kopi Toraja yang nikmat langsung di tanah tempat dia tumbuh.

Kapitoo Glamping & Cafe sendiri berdiri dari tahun 2017. Pendirinya adalah Disyon Toba, orang yang sama di balik Consina, brand perlengkapan outdoor.

Berawal dari kegemarannya naik gunung, Disyon akhirnya mendirikan brand perlengkapan outdoor Consina dan juga kedai kopi sekaligus glamping bernama Kapitoo.

“Foundernya pak Disyon Toba yang juga pendiri perlengkapan outdoor, Consina. Foundernya hobi naik gunung, kebetulan sesuai dengan hobi beliau. Kapitoo konsepnya ini Glamping. Coffee and glamping. Kebetulan pak Disyon sendiri orang Toraja,” ungkap Taufan, Manajer Operasional Kapitoo kepada detikTravel.

Kafe dan Glamping Kapitoo di TorajaPemandangan dari kafe dan glamping Kapitoo di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Jadi tidak heran jika Kapitoo bisa berdiri di lokasi yang sangat strategis dengan pemandangan yang sangat ‘mewah’ berupa sawah dan perbukitan nan hijau yang sedap dipandang.

Untuk menu andalannya, traveler wajib coba es kopi Solata dan juga es kopi susu gula aren. Semua menu kopi di sini terbuat dari bahan-bahan lokal.

“Kebetulan Toraja adalah penghasil kopi terbaik di Indonesia. Jadi kita pakai beberapa jenis kopi terbaik sesuai dengan daerahnya. Kopi Solata, kopi Awan sama Sesehan. Nah itu semua nama-nama daerah di Toraja. Daerah tersebut adalah produsen kopi terbaik di Toraja,” terang Tantan, sapaan akrabnya.

Kafe dan Glamping Kapitoo di TorajaEs kopi Solata di Kapitoo Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Masalah harga, segelas kopi di Kapitoo dibanderol mulai dari Rp 20 ribuan saja. Soal rasa, wah jangan ditanya, kopi Toraja sangat sedap. Kafeinnya cukup strong dan bisa bikin mata langsung ‘melek’.

“Kita pakai kopi Arabica. Kalau karakteristiknya, kalau dari segi tekstur agak kuat, dari kafeinnya. Terus sama dia ada sedikit rasa kacang-kacangan. Para penikmat kopi pasti tahu itu,” ujar Tantan.

Wisatawan Bisa Menginap di Glamping

Selain menjual kopi, Kapitoo juga punya glamping alias Glamour Camping yang bisa disewa oleh wisatawan untuk menginap. Harga sewanya berbeda antara weekend dan weekdays.

“Kalau glamping di weekday Rp 900 ribu, untuk weekend Rp 1.200.000. Untuk kapasitas dua orang, maksimal empat orang,” kata Tantan.

Kafe dan Glamping Kapitoo di TorajaGlamping Kapitoo di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Sedangkan untuk fasilitas, Kapitoo Glamping ini cukup lengkap. Namanya saja ‘kemping mewah’, di setiap tenda glamping dilengkapi dengan jacuzzi alias bak mandi air panas.

“Ada jacuzzi atau bathtube air panasnya. Itu sudah include breakfast untuk dua orang,” tutup Tantan.

—-

Artikel ini mendapatkan dukungan dari Lion Group. Temukan penawaran menarik untuk paket penerbangan dan hotel dari BookCabin di link ini.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Pilihan Kuliner Halal buat Dicoba di Toraja: Coto Makassar



Rantepao

Kini sudah banyak makanan halal di Toraja. Satu yang bisa dicoba adalah Coto Makassar. Cocok disantap ketika lagi ingin makanan yang berkuah rempah.

Coto Makassar adalah makanan khas dari Makassar, Sulawesi Selatan. Namun, coto kini sudah menyebar ke berbagai kota di Indonesia, termasuk di Toraja Utara.

Coto Makassar bisa dijadikan sebagai opsi makanan halal yang bisa disantap traveler Muslim ketika liburan ke Toraja. Karena kuliner ini terbuat dari daging sapi yang otomatis halal.


Ada beberapa tempat untuk menikmati Coto Makassar di Toraja Utara. Salah satunya adalah tempat milik Daeng Empo yang berada di jalan poros Rantepao-Makale.

Warung Coto Makassar milik Daeng Empo sederhana saja. Hanya ada 4 meja panjang dan beberapa kursi plastik. Kami pun memesan Coto Makassar untuk santap siang.

Coto Makassar di TorajaCoto Makassar di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Sebagai pelengkap, di meja sudah tersedia ketupat, jeruk nipis, kecap manis, sambal, dan garam jika dirasa kurang asin. Traveler juga bisa memesan nasi sebagai pendamping makan coto.

Kami sendiri memilih ketupat karena lebih praktis dan cocok saja dipasangkan dengan Coto Makassar. Per porsinya, Coto Makassar di sini dibanderol Rp 25.000. Sedangkan untuk ketupatnya cuma Rp 1.000 saja per buah.

Daging Sapi Diimpor dari Takalar

Daeng Empo mengaku mengimpor langsung daging sapi yang dia gunakan untuk membuat coto. Bukan dari luar negeri, tapi dari daerah Takalar di Sulawesi Selatan. Ia mengimpor daging lantaran di Toraja tidak ada daging sapi.

“Daging saya impor sendiri dari Takalar. Setiap minggu datang. Bisa satu minggu sekali, bisa satu minggu dua kali, tergantung stok,” jelas Daeng Empo kepada detikTravel.

Coto Makassar di TorajaCoto Makassar di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Coto Makassar kami siang itu diracik oleh anak Daeng Empo. Kepada kami, dia mengaku, coto yang dia jual menggunakan resep keluarga yang sudah turun temurun diajarkan bapaknya.

Tak butuh waktu lama, seporsi Coto Makassar pun sampai ke meja kami. Kami pun meraciknya dengan sambal, jeruk dan sedikit kecap manis. Slurrrpp… Alamak, rasanya mantap betul.

Sendok demi sendok, Coto Makassar itu akhirnya tandas sudah masuk ke dalam perut kami. Rasanya sungguh mantap disantap di siang hari yang terik.

Traveler Muslim yang liburan ke Toraja bisa menjadikan Coto Makassar ini sebagai pilihan yang ‘aman’ untuk dikonsumsi, karena dipastikan menggunakan daging sapi yang diolah secara halal.

Artikel ini mendapatkan dukungan dari Lion Group. Temukan penawaran menarik untuk paket penerbangan dan hotel dari BookCabin di link ini.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ranu Regulo Masih Tutup, Ini 3 Alternatif Tempat Camping di Dieng


Jakarta

Ranu Regulo merupakan salah satu objek wisata di Dieng yang ramai dikunjungi wisatawan. Di tempat ini, detikers dapat menikmati pemandangan alam sambil berkemah di tepi danau.

Sayangnya, Ranu Regulo masih ditutup untuk umum. Dalam catatan detikTravel, Ranu Regulo telah ditutup untuk umum sejak 5 Februari 2024.

Kabarnya penutupan ini hanya bersifat sementara sampai ada pemberitahuan berikutnya. Namun hingga sekarang belum ada informasi lebih lanjut apakah Ranu Regulo sudah dibuka atau belum.


Hal ini tentu membuat kecewa sejumlah pengunjung yang ingin datang ke Ranu Regulo, terutama bagi mereka yang mau berkemah di tepi danau. Tapi jangan khawatir, sebab masih ada tempat camping di sekitar Dieng yang tak kalah keren dari Ranu Regulo.

Penasaran, apa saja tempat camping di Dieng sebagai alternatif Ranu Regulo tutup? Simak ulasannya dalam artikel ini.

Camping Ground di Dieng

Ada sejumlah tempat wisata di Dieng yang bisa menjadi pilihan alternatif ketika Ranu Regulo masih ditutup untuk umum. Mengutip dari berbagai sumber, berikut daftar camping ground di Dieng.

1. Puncak Gunung Prau

Gunung PrauFoto: (Uje Hartono/detikcom)

Spot camping yang pertama ada di puncak Gunung Prau. Untuk bisa sampai ke puncak, tentu detikers harus mendaki gunung terlebih dahulu dari basecamp. Namun jangan khawatir, Gunung Prau merupakan salah satu gunung yang ramah bagi pendaki pemula.

Setibanya di atas puncak, travelers dapat mendirikan tenda dan berkemah semalaman. Menjelang pagi hari, kamu bisa menikmati detik-detik matahari terbit yang begitu indah. Ketika cuaca sedang cerah, travelers akan disuguhkan oleh pemandangan alam yang menakjubkan.

Setidaknya ada enam basecamp pendakian di Gunung Prau yang bisa dipilih. Namun, salah satu yang jadi favorit adalah basecamp via Patak Banteng.

Basecamp ini terletak di Jalan Dieng Km 24, Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Alasan kenapa basecamp ini jadi favorit para pendaki karena rute pendakiannya lebih singkat daripada melalui jalur lain.

Selain itu, jalur pendakian via Patak Banteng lebih dekat dengan puncak Gunung Prau, yakni hanya sekitar 4 kilometer. Kira-kira butuh waktu sekitar 2-3 jam pendakian dari basecamp Patak Banteng menuju puncak Gunung Prau.

Mengutip akun Instagram @patakbanteng, setiap pengunjung yang ingin mendaki ke puncak Gunung Prau melalui basecamp Patak Banteng dikenakan tiket masuk sebesar Rp 15.000 per orang. Jangan khawatir soal persediaan makanan dan minuman karena ada banyak warung di sekitar basecamp.

2. Bukit Sikunir

Bukit di Wonosobo, DiengFoto: (ahmadsabani18/d’Traveler)

Jika puncak Gunung Prau dirasa terlalu berat untuk didaki, travelers dapat memilih berkemah di Bukit Sikunir. Tempat camping yang satu ini juga menawarkan pemandangan keren, lho.

Cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang, travelers sudah bisa mendaki ke puncak Bukit Sikunir. Waktu pendakiannya juga lebih singkat daripada ke puncak Gunung Prau, yakni sekitar 40-60 menit saja.

Dilansir situs Badan Otorita Borobudur Kemenparekraf, daya tarik utama dari Bukit Sindur adalah pemandangan golden sunrise yang begitu indah. Pastikan kamu datang saat cuaca sedang cerah agar bisa menikmati detik-detik matahari terbit.

3. Embung Kledung

Embung KledungFoto: (Abdullah Hanif Ariq/d’traveler)

Tempat camping ground lainnya di sekitar Dieng adalah Embung Kledung. Lokasinya berada di antara Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro, jadi sudah pasti udaranya dingin dan segar.

Yang menarik, pihak pengelola objek wisata Embung Kledung telah menyediakan paket camping untuk para pengunjung. Mengutip akun Instagram @wisata_embung_kledung, berikut rincian paket dan harganya:

a. Paket 2 orang (Rp 150.000/orang)

Fasilitas yang didapat yakni tenda kap 4, lalu 2 sleeping bag, 2 matras, dan lampu senter.

b. Paket 3 orang (Rp 190.000/orang)

Paket ini menyediakan fasilitas tenda kap 4, lalu 3 sleeping bag, 3 matras, dan lampu senter.

c. Paket 4 orang (Rp 220.000/orang)

Pengunjung akan mendapatkan tenda kap 4, kemudian 4 sleeping bag, 4 matras, dan lampu senter.

Oh ya, harga di atas belum termasuk tiket masuk ke Embung Kledung. Setiap pengunjung yang berkemah dikenakan tiket masuk sebesar Rp 15.000 per orang. Sementara untuk pengunjung yang hanya ingin berwisata di Embung Kledung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 7.000 per orang.

Selama berkemah di Embung Kledung, travelers dapat melakukan sejumlah aktivitas menarik lainnya seperti bersantai di tepi waduk, memberi makan ikan, hingga menikmati sunrise dengan pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang begitu menakjubkan.

Selain itu, ada juga sejumlah spot foto Instagramable yang estetik, mulai dari ayunan dengan latar belakang gunung dan danau, hammock, tangga pelangi, tanaman rambat, hingga perkebunan hortikultura. Fasilitas yang tersedia juga lengkap, seperti toilet, musholla, hingga warung.

Itu dia tiga tempat alternatif camping di Dieng selain Ranu Regulo yang masih ditutup untuk umum. Semoga artikel ini dapat membantu travelers yang ingin camping di Dieng.

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com