Tag Archives: e . coli

Kenapa Cuka Putih Ampuh Bersihkan Kotoran hingga Basmi Noda?


Jakarta

Cuka putih merupakan salah satu bahan dapur yang memberikan efek asam pada makanan. Cuka putih sering digunakan sebagai pengganti jeruk nipis.

Tidak hanya digunakan untuk masakan, cuka putih juga sering dipakai sebagai cairan pembersih alami. Soalnya, cuka putih dinilai efektif untuk membersihkan noda dan kotoran yang membandel.

Meski ada banyak produk pembersih yang dijual di pasaran, tapi para ahli di bidang kebersihan menyarankan penggunaan cuka putih untuk membersihkan beberapa area di rumah, seperti kamar mandi yang penuh noda kuning dan lumut.


Apa yang membuat cuka putih begitu populer untuk membersihkan noda dan kotoran?

Dilansir BBC, salah satu faktor yang membuat cuka putih banyak digunakan untuk cairan pembersih karena mengandung asam asetat. Meski mengandung asam, tapi terbilang masih ringan sehingga tidak langsung merusak kain dan furniture, tapi cukup ampuh untuk mengatasi noda dan kotoran yang membandel.

Cuka putih yang dijual di pasaran umumnya memiliki pH sekitar 2-3. Kandungan pH tersebut sudah cukup untuk mengatasi noda, terutama yang disebabkan oleh endapan mineral. Sifat asam pada cuka putih dapat meleburkan kotoran sehingga mudah larut dalam air.

Selain itu, cuka putih memiliki sifat antimikroba yang dinilai efektif untuk membasmi bakteri. Asam pada cuka putih membuat kuman sulit bertahan hidup sehingga perlahan akan mati. Bahkan, sejumlah penelitian mengungkapkan cuka putih dapat membunuh berbagai patogen, termasuk E. coli.

Perpaduan Cuka dan Soda Kue yang Lebih Ampuh

Kombinasi cuka putih dan soda kue juga banyak dipakai untuk mengangkat kotoran dan membersihkan noda. Misalnya, penggunaan soda kue dan cuka putih untuk mengatasi saluran air wastafel yang tersumbat.

Ketika dicampur dengan cuka putih, soda kue akan bereaksi dan menghasilkan gelembung dan karbon dioksida. Sifat soda kue yang basa akan bereaksi dengan asam pada cuka putih, sehingga mampu mengangkat kotoran dan noda membandel.

Tidak Semua Benda Bisa Dibersihkan Pakai Cuka

Meski dinilai efektif untuk mengangkat kotoran dan noda, tetapi tidak semua benda bisa dibersihkan pakai cuka putih. Menuangkan cuka ke barang elektronik justru bisa memicu kerusakan, terutama pada komponen di dalamnya. Hal itu terjadi karena cairan asam pada cuka yang bersifat korosi.

Selain itu, cuka putih dapat merusak permukaan lantai batu kapur sehingga menimbulkan lubang-lubang kecil. Kondisi ini membuat lantai jadi terlihat jelek dan terasa kasar saat diinjak.

Meski begitu, bagian luar laptop dan perangkat komputer yang sudah dimatikan masih bisa dibersihkan pakai cuka putih. Caranya dengan memmbuat semprotan cuka yang telah dicampur air, lalu semprot ke bagian luar laptop dan gosok secara perlahan menggunakan kain microfiber.

Namun, pastikan cairan cuka tidak masuk ke dalam perangkat elektronik. Hal itu yang membuat terjadi kerusakan pada perangkat karena terpapar zat asam dari cuka.

Itulah alasan mengapa cuka putih banyak digunakan untuk membersihkan kotoran dan noda. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Segini Jarak Ideal Septic Tank dari Sumur Agar Kualitas Air Bersih Terlindungi



Jakarta

Rumah sering kali dilengkapi dengan septic tank dan sumur air. Keduanya berada di bawah tanah dan berfungsi untuk menunjang aktivitas penghuni rumah.

Septic tank merupakan tempat untuk mengolah limbah rumah tangga. Isinya kotoran dari WC di kamar mandi.

Sementara itu, sumur air merupakan sumber air bersih di rumah. Air tersebut digunakan untuk mandi, mencuci, bahkan bisa diminum setelah diolah.


Pemilik rumah bisa membuat dua sistem ini di rumah. Namun perlu diingat, jarak antara septic tank dan sumur air tak boleh berdekatan ya.

Dikutip dari detikHealth, Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng sempat menyampaikan bahwa pencemaran air tinja di Indonesia terbilang tinggi. Salah satu penyebabnya adalah lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.

Banyak bangunan rumah warga yang jaraknya hanya 2-3 meter dari septic tank, terutama di permukiman padat. Septic tank itu pun dekat dengan sumber air sehingga membuat airnya tercemar bakteri Escherichia coli (E. coli). Bakteri tersebut bisa memicu penyakit seperti infeksi saluran pencernaan.

Untuk itu, pastikan ada jarang yang cukup antara septic tank dan sumur air. Temukan jarak ideal antara keduanya berikut ini.

Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, sumur resapan septic tank dan sumur air minum harus ada jarak setidaknya 10 meter. Lalu, upflow filter septic tank dan sumur air minum berjarak minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita atau lahan basah buatan septic tank mesti dibuat minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

Selain itu, sumur resapan air hujan juga sebaiknya diberi jarak dari septic tank. Sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan sewaktu saat kekeringan atau krisis air.

Pastikan sumur resapan septic tank minimal berjarak 5 meter dari sumur resapan air hujan. Kemudian, upflow filter septic tank dan sumur resapan air hujan ada jarak minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak setidaknya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

Itulah seputar jarak antara septic tank dan sumur air. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Jorok Banget! Ini yang Terjadi Kalau Flush Kloset Tanpa Ditutup


Jakarta

Setelah buang air di kloset duduk, pengguna pastinya harus menyiram atau flush agar bersih lagi. Pengguna toilet punya pilihan untuk menutup kloset atau membiarkan tutupnya terbuka saat mau flush.

Dilansir dari Good Housekeeping, Jumat (14/11/2025), ternyata menyiram kloset dalam keadaan terbuka bisa menyebarkan ribuan tetesan aerosol kecil yang mengandung virus dan bakteri. Kekuatan dari flush bisa bikin tetesan itu menjangkau hingga 1,8 meter lho.

Bayangkan, betapa kotornya kamar mandi kalau kebiasaan menyiram kloset seperti itu. Meski tak kasat mata, air kotor yang menyebar dapat merugikan penghuni rumah.


Oleh karena itu, sebaiknya tutup kloset duduk sebelum disiram ya. Jika tidak, berikut ini akibatnya.

Risiko Siram Kloset Duduk Tanpa Ditutup

Inilah beberapa alasan penghuni rumah sebaiknya menutup kloset saat akan disiram.

1. Bakteri Berbahaya Bisa Menyebar

Sebuah penelitian menunjukkan satu kali siraman bisa meluncurkan tetesan air kloset sampai 1,5 meter ke udara. Tetesan itu bisa bertahan cukup lama di udara dan terhirup oleh penghuni rumah.

Padahal, tetesan air kloset mengandung bakteri dan virus, seperti E. coli atau staphylococcus. Alhasil, penghuni rumah berisiko sakit.

2. Benda dan Permukaan Kamar Mandi Terkontaminasi

Menyiram kloset yang tidak tertutup membuat benda dan permukaan sekitar berisiko terkontaminasi kotoran. Apalagi penghuni rumah biasanya menyimpan sikat gigi dan skincare di kamar mandi. Yakin mau sikat gigi bekas cipratan air kloset?

3. Hewan Peliharaan dan Anak Kecil Bisa Celaka

Selain alasan kebersihan, kloset sebaiknya ditutup untuk mencegah kejadian tak terduga. Anak kecil dan hewan peliharaan yang aktif dan penasaran bisa terjatuh ke dalam kloset atau memasukkan tangan atau anggota tubuh lain.

4. Kamar Mandi Semakin Bau

Meski tidak rapat, kloset yang tertutup membantu cegah bau tak sedap menyebar di kamar mandi. Sebaiknya amankan bau itu biar tetap di sumbernya saja dengan cara menutup kloset.

Tetesan air yang keluar saat siram kloset ternyata ikut membentuk lapisan lengket di bagian luar kloset dan permukaan kamar mandi lainnya. Penghuni hanya menambah beban pekerjaan untuk bersih-bersih kalau tidak tutup kloset.

Itulah alasan pengguna kloset duduk harus menutup tutupnya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com