Tag Archives: edukasi

Jam Buka dan Harga Tiket Masuknya 2024


Jakarta

Kediri menawarkan berbagai pilihan destinasi tak kalah menarik dengan destinasi lainnya di Jawa Timur, termasuk wisata ramah anak.

Hal ini akan menambah pengalaman liburan traveler lebih berkesan. Jelajahi rekomendasi pilihan wisata Kediri untuk anak berikut ini.

Wisata Kediri untuk Anak-anak

1. Dunia Candy


Di Kabupaten Kediri ada tempat wisata yang ramah anak dan cocok untuk wisata keluarga. Namanya Wisata Dunia Candy.Dunia Candy destinasi siwata yang ramah anak dan cocok untuk wisata keluarga. (dok.Instagram @wisataduniacandy

Dunia Candy adalah pilihan wisata Kediri untuk anak yang didesain penuh warna warni layaknya permen. Sesuai namanya, sejatinya Dunia Candy adalah pabrik permen yang ada di Kediri.

Berbagai wahana bermain seperti playground, kereta kelinci, bianglala, hingga mandi bola pun ada. Selain bermain dan berfoto di bangunan-bangunan yang lucu, traveler dan si kecil juga bisa melihat langsung bagaimana proses pembuatan permen.

  • Alamat: Jl. Raya Kediri No 444, Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.
  • Jam Operasional: Weekday: 08.00-17.00 WIB dan Weekend: 08.00-20.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Weekday Rp 12.000 dan Weekend Rp 15.000.

2. Kampung Indian Kediri

Kampung Indian KediriKampung Indian Kediri. (Andhika Dwi/detikTravel)

Wisata Kampung Indian merupakan wisata Kediri yang terletak di bawah area lereng Gunung Kelud. Tak heran jika, kita akan merasakan udara sejuk dengan, suasana pedesaan yang asli.

Sesuai namanya, objek wisata ini merupakan replika perkampungan suku indian, lengkap dengan bangunan dan tampilan tari khasnya. Di sini, pengunjung juga bisa menyewa pakaian dan aksesoris khas Indian.

Banyak orang juga yang melakukan outbound anak kecil hingga dewasa dan gathering di tempat ini.

  • Alamat: Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
  • Jam Operasional: 08.00-17.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Weekday Rp 10.000 dan weekend dan tanggal merah Rp 12.000.

3. Gumul Paradise Island and Waterpark

Destinasi ini menawarkan wahana air, taman bermain yang luas, dan fasilitas umum yang cukup lengkap. Membuatnya cocok jadi pilihan liburan untuk keluarga, teman, maupun kelompok anak sekolah.

Wahana permainan di kolam renang yang ada mulai dari speed slide, kolam bak tumpah, body slide, hingga kolam jamur. Tersedia juga toilet, food court, musala, dan loker untuk pengunjung.

  • Alamat: Kompleks Simpang Lima Gumul, Sumberejo, Dadapan, Sumberejo, Kec. Ngasem, Kabupaten Kediri.
  • Jam Operasional: Selasa-Jumat dari jam 09.00 – 17.00 WIB, Sabtu-Minggu dan hari libur buka dari 08.00 – 17.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Weekday Rp 35.000 dan Weekend Rp 40.000. Anak usia 2 tahun ke atas berlaku tiket penuh.

4. Taman Wisata Tirtoyoso Park

Wisata Kediri ramah anak lainnya ada Taman Wisata Tirtoyoso Park, yang menyajikan ragam wahana menarik.Selain jernih, kolam renang di sini juga segar.

Pengunjung juga bisa bermain perosotan, ember tumpah, hingga sepeda air di kolam renang. Selain wahana air anak, ada juga kolam renang khusus dewasa dengan ukuran panjang 20 meter dan lebar 10 meter.

Setelah puas bermain air, pengunjung bisa langsung mengisi perut di kafe maupun angkringan di sana.

  • Alamat: Jl. Jenderal Ahmad Yani No.123, Banjaran, Kecamatan Kota, Kabupaten Kediri.
  • Jam Operasional: 06.00 – 17.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Rp 20.000

5. Istana Jamur

Istana Jamur merupakan destinasi edukasi ramah keluarga. Sesuai namanya, di sini pengunjung akan dimanjakan dengan arsitektur bentuk jamur yang unik.

Pengunjung juga menyewa kostum ala anggota kerajaan untuk berfoto-foto. Selain spot foto ciamik, di sini juga ada arena outbound.

  • Alamat: Jl Kedung Ombo Nomor 21, Rejomulyo, Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.
  • Jam Operasional: Setiap hari mulai dari jam 08.00-17.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 10.000.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Tugu Pahlawan Surabaya 2024


Jakarta

Ada banyak tempat wisata edukasi yang berada di Surabaya, salah satunya yang terkenal adalah Tugu Pahlawan. Tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan maupun masyarakat lokal, khususnya saat peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November.

Sedikit membahas tentang sejarahnya, Tugu Pahlawan Surabaya didirikan pada 10 November 1951 dan diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 10 November 1952.

Mengutip situs resmi Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya, tujuan utama pembangunan Tugu Pahlawan Surabaya adalah untuk mengenang sejarah perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia dalam pertempuran sengit pada 10 November 1945 di Surabaya.


Bagi kamu yang tertarik untuk berkunjung ke Tugu Pahlawan Surabaya, sebaiknya cek dahulu jam buka dan harga tiket masuknya. Untuk lebih jelasnya, simak dalam artikel ini.

Daya Tarik Tugu Pahlawan Surabaya

Daya tarik utama dari Tugu Pahlawan Surabaya adalah bentuk monumennya yang mirip seperti paku terbalik. Monumen tersebut memiliki ketinggian sekitar 40,15 meter.

Selain itu, ada juga museum bernama Museum Sepuluh Nopember. Museum tersebut dibangun pada 10 November 1991 di area Kompleks Tugu Pahlawan. Museum itu resmi dibuka oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 19 Februari 2000.

Menariknya, bangunan Museum Sepuluh Nopember berada di bawah tanah (basement), sehingga hanya terlihat atapnya saja dari kejauhan. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu pemandangan Tugu Pahlawan yang menjadi ikon Kota Surabaya.

Di dalam museum, travelers dapat melihat ratusan koleksi foto, senjata rampasan penjajah, dan artefak dari peninggalan pertempuran di Surabaya.

Lalu, terdapat fasilitas pendukung lainnya seperti diorama elektronik dan diorama statis. Hal ini dapat mempermudah pengunjung yang ingin mempelajari sejarah perjuangan rakyat Surabaya melawan penjajah.

Fasilitas di Tugu Pahlawan Surabaya

Fasilitas yang tersedia di Tugu Pahlawan Surabaya cukup lengkap, sehingga pengunjung tak perlu khawatir saat berwisata ke museum ini. Beberapa fasilitas yang dimiliki di antaranya:

  • Toilet
  • Mushola
  • Area parkir kendaraan
  • Lapangan luas
  • Ruang diorama elektronik
  • Ruang diorama statis
  • Ruang auditorium
  • Perpustakaan
  • Kidzone dan laktasi.

Harga Tiket Masuk Tugu Pahlawan Surabaya

Bagi travelers yang ingin berkunjung ke Tugu Pahlawan Surabaya akan dikenakan tiket masuk. Dilansir situs resmi Tiket Wisata Surabaya, untuk harga tiket masuk (HTM) Tugu Pahlawan sebesar Rp 8.000 per orang.

Bagi pengunjung yang merupakan pelajar, tidak dikenakan biaya tiket masuk sama sekali alias gratis. Menyenangkan bukan?

Nah, untuk pembelian tiketnya bisa dilakukan secara online lewat situs tiketwisata.surabaya.go.id. Untuk metode pembayarannya tersedia secara tunai dan QRIS.

Lokasi dan Jam Buka Tugu Pahlawan Surabaya

Tugu Pahlawan Surabaya beralamat di Jalan Pahlawan, Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya. Tempat wisata ini buka setiap Selasa-Minggu mulai pukul 08.00-15.00 WIB.

Jika detikers berkunjung ke Tugu Pahlawan, sempatkan juga untuk mampir ke Museum Sepuluh Nopember. Usahakan datang sejak pagi hari agar bisa puas berkeliling museum.

Itu dia jam buka dan harga tiket masuk Tugu Pahlawan Surabaya 2024. Semoga dapat membantu detikers!

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Imah Urang Eco Park: Wisata Edukasi di Karawang



Karawang

Di tengah hiruk-pikuk kota industri, Karawang memiliki destinasi wisata edukasi, yaitu Imah Urang Eco Park. Terletak di Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, tempat itu menyuguhkan pengalaman belajar di alam terbuka yang menyenangkan, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal melalui berbagai program interaktif.

Sejak dibuka pada tahun 2020, Imah Urang Eco Park terus tumbuh menjadi pilihan favorit, khususnya bagi pelajar. Tempat ini menawarkan beragam aktivitas edukasi, mulai dari belajar tentang agrikultur padi, tanaman obat dan rempah, hingga kegiatan seru seperti bermain lumpur, memancing, dan rafting.

“Sekarang kegiatan belajar di sekolah sudah mencakup P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), jadi banyak yang mencari aktivitas luar ruangan. Kami punya berbagai program yang relevan seperti agrikultur dan permainan tradisional,” ujar Suryati kepada detikTravel Jumat (29/11/2024).


Umah Irang di KarawangUmah Irang Eco Park di Karawang (Asti Azhari/detikcom)

Berikut tentang Imah Urang di Karawang:

1. Wisata Edukasi dengan Banyak Pilihan

Selain program unggulan tadi, Imah Urang Eco Park juga mengajak pengunjung mencoba aktivitas membatik dengan teknik batik cap. Tak hanya menyenangkan, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya daur ulang, karena bahan-bahan yang digunakan berasal dari limbah yang didaur ulang.

Untuk pengunjung yang ingin menikmati pengalaman lebih mendalam, tersedia paket edukasi lengkap mulai dari Rp 75.000 hingga Rp 100.000 per orang. Ada juga paket camping seharga Rp35.000 per malam, cocok untuk yang ingin bermalam di tengah suasana asri.

“Semua kegiatan kami rancang agar edukatif sekaligus menghibur, cocok untuk sekolah, keluarga, atau gathering perusahaan,” kata Suryati.

2. Tiket Masuk Terjangkau

Umah Irang di KarawangUmah Irang Eco Park di Karawang (Asti Azhari/detikcom)

Dengan tiket masuk hanya Rp 10.000 untuk usia 8 tahun ke atas dan Rp 5.000 untuk anak di bawah 8 tahun, pengunjung sudah bisa menikmati berbagai fasilitas seperti area piknik, river tubing, dan pemancingan.

Meski sempat menuai keluhan terkait biaya masuk, kini para pengunjung mulai memahami bahwa harga tersebut sepadan dengan pengalaman yang didapatkan.

3. Lokasi Strategis dan Informasi Penting

Berada di Perum Bumi Pasundan Karawang Blok H No. 09-12, RT 08 RW 03, Dusun Buniaga, Desa Bengle, tempat ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 18.00. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Instagram resmi Imah Urang Eco Park, yang kini telah memiliki 5.795 pengikut, atau dengan menghubungi nomor 0823-5937-1479.

Jadi, kalau kamu mencari tempat untuk belajar sambil bermain, Imah Urang Eco Park adalah pilihan tepat! Cocok untuk anak-anak hingga orang dewasa yang ingin merasakan keseruan berwisata dengan sentuhan edukasi lokal. Siapkan rencana perjalananmu sekarang juga!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ini 6 Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di Papa Dino



Bogor

Papa Dino Puncak resmi dibuka, berwisata ke sana traveler tak sekedar dapat merasakan sensasi layaknya ke Jurassic Park, tetapi juga banyak keseruan lainnya.

Papa Dino Puncak adalah taman rekreasi bertemakan kehidupan prasejarah dengan unsur klasik yang kental. Bagaimana tidak, berkunjung ke sana traveler dapat melihat berbagai dinosaurus animatronik berbentuk Tyrannosaurus, Pyterodactyl, Brontosaurus, Stegosaurus, dan lain sebagainya.

Suasana klasik ditampilkan tak hanya lewat aneka dinosaurus, tetapi juga lewat arsitektur tempat. Misalnya area menyerupai benteng yang lengkap dengan patung penjaga ala Romawi.


Lalu, berkunjung ke Papa Dino bisa ngapain aja sih? Berikut ini detikTravel rangkum beberapa hal menarik yang dapat dilakukan di sana:

1. Mempelajari Beragam Dinosaurus

Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus.Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus. (Pradita Utama/detikcom)

Tentunya dengan banyaknya animatronik dinosaurus yang disuguhkan, traveler dapat berkenalan singkat dengan dinosaurus-dinosaurus yang populer. Traveler dapat melihat animatronik tersebut mengeluarkan suaranya hingga bergerak.

Tak hanya mengenal dinosaurus lewat animatronik, ada pula beberapa kendaraan bertema dinosaurus hingga wahana VR 4D menyuguhkan tema yang sama.

Hal tersebut bisa menarik khususnya bagi traveler cilik yang membutuhkan edukasi yang dibalut dengan rekreasi.

2. Berinteraksi dengan Hewan hingga Nikmati Susu Murni

Papa Dino PuncakBerinteraksi dengan sapi di Papa Dino Puncak. (Weka Kanaka/detikcom)

Menariknya, Papa Dino memiliki beberapa hewan yang dapat menjadi wahana rekreasi para traveler. Tersedia hewan seperti sapi perah, domba, hingga kelinci.

Ingin berinteraksi langsung? Traveler bisa membeli aktivitas feeding rabbit dengan harga Rp 25 ribu per orang. Tak hanya kelinci, traveler juga bisa melakukan aktivitas memberi minum anak sapi.

Tak hanya berinteraksi, traveler juga dapat menikmati produk olahan, misalnya saja hidangan susu sapi murni.

3. Memancing

Bagi traveler yang ingin rekreasi seraya melepas penat, traveler dapat menjajal memancing ikan di sini. Pasalnya tersedia area kolam ikan yang dapat traveler gunakan.

Mungkin spot satu ini bisa menjadi favorit para bapak-bapak. Selain mengajak keluarga rekreasi, bapak-bapak pun dapat mengaktualisasi hobi.

4. Menjajal berbagai wahana

Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus.Wahana di Papa Dino Puncak. (Pradita Utama/detikcom)

Papa Dino bisa menjadi opsi menarik bagi wisatawan keluarga, khususnya yang membawa anak. Pasalnya tempat itu menyediakan berbagai wahana yang dapat dijajal, seperti komidi putar, jeep, kereta thomas, hingga flying fox.

Berikut ini beberapa fasilitas yang dapat traveler jajal jika singgah ke sana:

1. Dino Dokar Rp 50 ribu (2 dewasa 1 anak / 2 anak 1 dewasa)
2. Dino ride Rp 40 ribu (1 anak 1 dewasa)
3. Kereta dino Rp 25 ribu (1 tiket = 1 orang)
4. Kereta Thomas Rp 20 ribu (1 tiket = 1 orang)
5. Mini komidi putar Rp 20 ribu (1 tiket = 1 orang)
6. Lighting car Rp 30 ribu (1 anak 1 dewasa)
7. Becak anak Rp 25 ribu (2 anak)
8. Becak dewasa Rp 30 ribu (1 dewasa 2 anak)
9. Jeep papa Rp 60 ribu (3 orang)
10. Sepeda gowes Rp 25 ribu (1 orang)
11. Sepeda listrik roda 3 Rp 55 ribu (2 dewasa)
12. Sepeda listrik Rp 40 ribu (1 dewasa 1 anak)
13. Flying fox anak Rp 30 ribu (1 anak)
14. Feeding rabbit Rp 25 ribu (1 orang)

5. Hunting foto

Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus.Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus. (Pradita Utama/detikcom)

Sebagai tempat rekreasi tentunya tempat satu ini juga menyuguhkan beragam spot foto menarik. Beberapa spot menarik untuk swafoto misalnya di area taman bunga, dengan animatronik Tyrannosaurus, di rumah hobbit, hingga area benteng kastil.

6. Belanja oleh-oleh

Puas berkeliling liburan hingga ngonten, traveler jangan kelupaan nih untuk membeli oleh-oleh. Berkunjung ke sana traveler juga dapat mampir ke area oleh-oleh milik The Ranch yang terhubung langsung dengan destinasi tersebut.

(wkn/wkn)



Sumber : travel.detik.com

8 Wisata Edukasi di Jember, Cocok untuk Liburan Sambil Belajar



Jakarta

Ingin liburan ke Jember? Temukan informasi lengkap tentang wisata Jember di situs web jembertourism.com agar pengalaman traveling Anda menyenangkan.

Jember tidak hanya menyajikan pantai yang indah atau wisata kuliner yang menggugah selera. Tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan budayanya, Jember juga menyajikan berbagai destinasi wisata edukasi yang menarik.

Jember memiliki beragam destinasi wisata edukasi yang cocok untuk semua usia, mulai dari taman botani yang asri, museum bersejarah, hingga pusat penelitian inovatif. Tempat-tempat ini memberikan pembelajaran yang menyenangkan bagi pengunjung dari berbagai kalangan.


Mari jelajahi 8 wisata edukasi di Jember yang membuat liburan lebih berkesan dan bermanfaat.

1. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka)

Sebagai pusat penelitian terbesar di Asia Tenggara dalam bidang ini, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (PPKK) di Jember tidak hanya menjadi laboratorium riset bagi para ilmuwan, tetapi juga bagi wisatawan yang ingin belajar tentang budidaya dan pengolahan kopi serta kakao.

Wisatawan dapat mengikuti tur perkebunan untuk melihat langsung bagaimana tanaman kopi dan kakao dibudidayakan, mulai dari proses pembibitan, perawatan, hingga panen. Terdapat juga fasilitas pengolahan agar wisatawan dapat menyaksikan langsung tahapan pasca-panen, seperti fermentasi biji kakao dan pengolahan kopi dari biji hingga menjadi bubuk siap seduh.

Di area ini juga terdapat ruang edukasi yang menampilkan berbagai inovasi teknologi dalam industri kopi dan kakao. Bahkan, wisatawan juga bisa mengikuti sesi cupping atau mencicipi berbagai jenis kopi dan cokelat sehingga berwisata di tempat ini tidak hanya informatif, tetapi juga menyenangkan.

2. Kampung Batja

Destinasi wisata ini berfokus pada penguatan budaya literasi di Jember. Tempat ini dirancang sebagai ruang baca terbuka yang mengajak masyarakat, khususnya anak-anak, untuk lebih mencintai buku dan dunia literasi.

Berlokasi di Kecamatan Patrang, Kampung Batja menyediakan koleksi buku yang bisa diakses secara gratis. Selain itu, terdapat program menarik seperti kelas menulis, diskusi buku, serta kegiatan mendongeng yang melibatkan para relawan dan komunitas literasi setempat.

Kampung Batja juga memiliki ruang kreatif untuk berbagai kegiatan seni, seperti menggambar, mewarnai, dan pertunjukan teater kecil yang bertujuan untuk meningkatkan imajinasi dan kreativitas anak-anak.

3. Kebun Teh Gunung Gambir

Destinasi berikut ini menawarkan pengalaman belajar proses budidaya dan pengolahan teh. Terletak di ketinggian sekitar 900-1.200 mdpl, pengunjung dapat mengikuti tur kebun untuk melihat langsung cara pemetikan daun teh yang benar, proses pengeringan, hingga pengolahan menjadi teh siap seduh.

Tersedia pula fasilitas rumah produksi yang memperkenalkan berbagai jenis teh dengan metode penyeduhan terbaik.

4. Jember Mini Zoo

Kebun binatang mini ini menghadirkan berbagai hewan, mulai dari unggas, reptil, hingga mamalia. Bukan hanya dapat melihat satwa dari dekat, Anda juga berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan beberapa hewan jinak melalui sesi feeding atau pemberian makan.

Jember Mini Zoo juga memiliki berbagai fasilitas pendukung seperti taman bermain, area piknik, serta spot foto bertema alam. Tempat ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, anak-anak dapat bermain sambil mengenal lebih jauh tentang keanekaragaman fauna.

5. Taman Botani Sukorambi

Terletak di lereng perbukitan, taman ini memiliki lebih dari 300 jenis tanaman obat, buah-buahan, serta tanaman hias yang bisa dipelajari oleh pengunjung. Taman ini menyediakan berbagai wahana, seperti kolam renang, rumah kelinci, dan area permainan edukatif untuk anak-anak.

6. Museum Tembakau

Museum ini menampilkan koleksi artefak, seperti alat pengolahan tembakau, dokumen sejarah, serta berbagai jenis daun tembakau khas Jember, termasuk tembakau Na Oogst (berasal dari bahasa Belanda yang berarti ‘setelah panen’) yang terkenal di pasar internasional.

Pengunjung dapat belajar tentang proses budidaya, panen, hingga pengolahan tembakau menjadi produk jadi. Terdapat pula ruang penelitian yang memperlihatkan inovasi dalam industri tembakau.

7. Kampung Wisata Belajar Tanoker

Terkenal dengan permainan egrang, kampung ini sering mengadakan festival untuk melestarikan budaya lokal dan memperkenalkan aktivitas kreatif kepada anak-anak. Pengunjung dapat mengikuti berbagai workshop, seperti kerajinan tangan dan kuliner khas desa.

8. Desa Wisata Kemiri

Berada di Kecamatan Panti, desa ini menawarkan pengalaman menyeluruh tentang dunia perkopian, mulai dari proses budidaya, panen, hingga pengolahan biji kopi. Pengunjung dapat mengikuti tur perkebunan, menyaksikan teknik pemetikan kopi yang tepat, serta belajar mengenai metode pengolahan pasca-panen seperti fermentasi dan penjemuran.

Desa ini juga memiliki Usaha Kecil Menengah (UKM) yang mengolah kopi menjadi berbagai produk, seperti bubuk kopi khas Jember yang siap diseduh. Terdapat berbagai kegiatan menarik, seperti workshop menyeduh kopi dengan teknik manual brewing, serta sesi mencicipi berbagai varian rasa kopi yang dihasilkan desa ini.

Dengan mengunjungi destinasi-destinasi tersebut, Anda tidak hanya mendapatkan hiburan tetapi juga pengetahuan yang bermanfaat. Tunggu apalagi? Yuk, rencanakan liburan edukatif di Jember bersama keluarga tercinta!

(anl/ega)



Sumber : travel.detik.com

Perahu Rakit Danau Lido, Dulunya Transportasi Kini Jadi Wisata



Bogor

Selain kawasan Puncak yang sejuk, Danau Lido belakangan ini menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan Arab maupun lokal. Menikmati udara sejuk seraya bersantap di atas rakit di tengah danau terasa romantis sekaligus magis.

Danau Lido di Cigombong – Bogor awalnya merupakan rawa-rawa yang kemudian dibendung untuk menjadi tempat peristirahatan bagi pejabat Belanda. Dua bangunan bergaya Belanda di pinggir danau merupakan salah satu warisan yang tersisa.

Bertahun-tahun warga sekitar menjadikan danau ini sebagai tempat untuk memancing atau bertambak. Warga luar banyak yang berkunjung sekedar untuk berkeliling menyusuri danau dengan rakit, cuci mata dan menikmati sejuknya udara Bogor.


Seiring itu bermunculan warung dan restoran bagi para pengunjung yang tak membawa bekal. Bahkan ada satu restoran terapung di tengah danau, namanya Rumah Makan Yuliana Terapung (RMYT). Beralas anyaman batang-batang bambu rumah makan itu dikelola keluarga Indra Jaya Lesmana (37).

Danau Lido BogorIndra Jaya Lesmana Ketua Kluster Perahu Rakit Danau Lido Foto: (bonauli/detikcom)

“Orang tua saya memulainya sejak 1993,” kata Indra membuka percakapan saat ditemui detiktravel, Senin (10/3).

Ia pribadi mengaku baru diminta terlibat langsung ketika ayahnya berpulang pada 2015. Kala itu ia masih pegawai bank BUMN di Jakarta Kota. Namun ibunya terus membujuk agar melanjutkan mengelola RMYT. Sekitar 4 tahun lalu Indra akhirnya memenuhi permintaan tersebut.

Selain mengelola RMYT, ia juga mengembangkan rakit-rakit bambu yang biasa digunakan wisatawan berkeliling danau seluas 11,9 hektare itu. Batang bambu dipilih yang memiliki panjang 12-13 meter, diikat berjejer sedemikian rupa hingga memiliki lebar 2-3 meter. Agar lebih seimbang, pada bagian tengah di bawah rakit diberi pelampung berupa styrofoam.

Danau Lido BogorDanau Lido Bogor Foto: (bonauli/detikcom)

Di bagian tengah perahu ada bangunan sederhana dengan bagian depan yang agak luas layaknya teras. Untuk penggeraknya rakit dilengkapi dengan mesin temple di bagian belakang. Detiktravel bersama beberapa mantri dari BRI, sempat mencoba berkeliling danau dengan rakit ini. Total ada enam orang di atas perahu, selain pengemudi di buritan.

“Jika berkeliling danau tarifnya Rp 150 ribu, sementara untuk turis asing Rp 500 per kelompok. Namun kalau cuma antar jemput ke rumah makan ongkosnya cuma Rp 30 ribu,” kata Indra.

Siang itu, detiktravel melihat beberapa wisatawan lokal maupun berparas Timur Tengah terlihat berkeliling danau dengan rakit. Sapuan angin yang lembut membuat kami betah untuk duduk di dalam rakit. Rakit bergerak halus dan stabil. Pepohonan yang hijau di sekeliling danau menambah rasa kerasan di atas perahu.

“Dulu danau ini memiliki warna yang jernih, ikan-ikan masih bisa terlihat dari permukaan danau. Namun sedimentasi membuat danau semakin keruh, dan luasnya menyusut,” kata Indra.

Danau Lido BogorRumah Makan Yuliana Terapung (RMYT) Foto: (bonauli/detikcom)

Salah seorang pengunjung, Ayu (39) yang datang bersama keluarga terlihat, siang itu terlihat enjoy berkeliling danau dengan rakit. Ia mengaku sudah beberapa kali berkunjung ke Danau Lido.

“Konsep restoran terapungnya unik dan paling penting makanannya enak,” ujarnya.

Melihat potensi wisata tersebut, sekitar 4-5 tahun lalu BRI turun tangan membentuk Kluster Wisata Rakit Danau Lido. Indra terpilih menjadi ketua paguyuban kluster.

Menurut Indra, dengan modal sekitar Rp 15-18 juta pinjaman dari KUR BRI beberapa pengelola memodifikasi rakit dengan atap berbentuk helikopter dan bentuk lainnya menjadi miniatur rumah makan terapung.

“Satu rakit bisa diisi 10-15 orang. Mereka bisa makan di dalam atau di luar,” terangnya. Menu makanan akan dikirim dari RMYT.

Danau Lido BogorDanau Lido Bogor Foto: (bonauli/detikcom)

Indra mengaku bergabung dengan BRI karena diajak Pak Omen. Dia tergolong sesepuh di paguyuban rakit. BRI dipilih karena memang cuma bank ini yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.

“Kalau yang lain jauh,” ucapnya seraya tersenyum menunjukkan kelegaan akan hadirnya BRI.

Tak cuma memberi bantuan modal, BRI juga memberi mereka pelatihan. Terutama saat pandemic Covid-19 menerjang. Aktivitas wisata nyaris lumpuh karena operasional di sekitar Danau Lido dibatasi hanya pukul 16.00-20.00 WIB. Pendapatan mereka otomatis terjun bebas. Kehidupan ekonomi keluarga pun megap-megap.

Di saat kritis itulah BRI hadir memberi keringan cicilan utang mereka. Selain itu juga memberi pelatihan melalui zoom, seperti kiat-kiat meningkatkan pelayanan di tempat wisata (hospitalty), dan lainnya.

“Semua itu sangat membantu kami,” kata Indra.

Saat ini paguyuban perahu rakit sedang mengajukan pendanaan ke lewat program Desa Brilian. Kalau nanti berhasil rencananya akan dipakai untuk mengganti bangku-bangku kayu di perahu dengan bangku yang ada busanya. Indra juga berharap agar BRI terus memberikan pelatihan lainnya kepada mereka.

Tempat wisata ini buka pukul 10.00-19.00 WIB setiap hari, tapi di bulan puasa wisata rakit beroperasi mulai pukul 16.00 WIB. RMYT dan perahu rakit tutup saat Hari Raya Idul Fitri dan buka kembali pada Lebaran ke-3.

Peran BRI dalam kemajuan Perahu Rakit Danau Lido

Danau Lido BogorPimpinan BRI Bogor Dewi Sartika (Bordes) Fahmi Hidayat Foto: (bonauli/detikcom)

Pimpinan BRI Bogor Dewi Sartika (Bordes) Fahmi Hidayat menceritakan POV-nya bermitra dengan UMKM perahu rakit di Danau Lido. Ia menjelaskan bahwa BRI mencoba mengembangkan ekosistem kluster yang memang sudah ada.

“Jadi kita ekosistem sehingga kita ketika akan edukasi literasi keuangan terkait dengan simpanan maupun pinjaman, terkait dengan digital payment dan lain sebagainya, itu lebih gampang tersampaikan,” ucapnya pada Jumat (21/3) di KC BRI Bordes.

Paguyuban yang sudah berjalan di Danau Lido bisa dikatakan erat. BRI mencoba memberdayakan klaster tersebut dengan menjaga komunikasi lewat mantri hingga pimpinan wilayah. Karena dengan adanya komunikasi, maka fasilitas-fasilitas seperti pendanaan untuk modal akan lebih mudah disampaikan.

Fahmi mengatakan bahwa BRI membantu klaster ini dengan fasilitas pendanaan di masa pandemi. BRI tak hanya memikirkan profit, tapi juga bagaimana merawat usaha atau nasabah yang terkena pandemi, sehingga dibuatlah restrukturisasi.

“Harapan kami dengan kami adakan klaster, mereka lebih berkembang secara ekonomi pendapatan mereka jauh lebih berkembang. Saya yakin ketika dikelola dengan baik bersama-sama BRI dan Pemda ya, Pemda itu bisa desa, bisa kabupaten bersama-sama dengan masyarakat, ini potensi yang luar biasa untuk dikembangkan,” pungkasnya.

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com

4 Desa Wisata Cantik di RI yang Butuh Perhatian



Lampung

Indonesia adalah negeri kepulauan yang kaya akan desa wisata cantik. Dari sekian banyak desa wisata di RI, ada empat yang butuh perhatian pemerintah. Apa saja?

Desa wisata di Indonesia menyimpan banyak permata tersembunyi yang tersebar dari pesisir hingga pegunungan. Desa-desa ini tentu saja memiliki keanekaragaman alam dan budaya yang patut dikunjungi wisatawan.

Namun empat desa wisata berikut ini butuh perhatian lebih agar pengembangan yang berbasis potensi budaya lokal, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat membuka jalan menuju masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan. Berikut empat desa wisata tersebut:


1. Desa Wisata Teluk Kiluan di Lampung

Desa wisata Kiluan Negeri di Lampung dikenal karena keberadaan kawanan lumba-lumba yang bermigrasi di Teluk Kiluan. Lumba-lumba yang saling berenang berkejaran dengan kapal menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Teluk Kiluan LampungTeluk Kiluan Lampung Foto: Nopi_kikie/d’traveler

Laguna Gayau dan pantai-pantai berbatu di teluk Kiluan juga menjadi bagian dari kekayaan alam pesisir yang ditawarkan di desa wisata ini. Sayangnya, di balik keindahan tersebut, teluk Kiluan menghadapi realitas keterbatasan infrastruktur, akses layanan kesehatan yang minim, serta persoalan pengelolaan sampah.

2. Desa Wisata Wonokitri di Jawa Timur

Berada di ketinggian hampir 2.000 mdpl, desa wisata Wonokitri di Kabupaten Pasuruan ini menjadi gerbang menuju kawasan Bromo dari sisi utara.

Tidak hanya menawarkan lanskap pegunungan yang menakjubkan, Wonokitri juga menjadi pusat budaya masyarakat Suku Tengger, yang masih mempertahankan adat dan tradisi dalam kehidupan sehari-hari.

Kebun Edelweis WonokitriKebun Edelweis di desa wisata Wonokitri Foto: (Muhajir Arifin/detikcom)

Budidaya bunga edelweiss yang bersifat sakral, kini telah dikembangkan sebagai bagian dari ekowisata berbasis konservasi di desa wisata itu.

Di balik sektor pariwisata yang terus tumbuh, ternyata desa Wonokitri juga dihadapkan dengan risiko kerusakan alam, contohnya longsor akibat deforestasi. Tantangan itu mendorong kebutuhan terhadap praktik agroforestri yang berkelanjutan di desa ini.

3. Desa Wisata Pulau Derawan di Kalimantan Timur

Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Pulau Derawan menawarkan pemandangan bawah laut yang memesona. Terumbu karang, penyu hijau, ubur-ubur tak menyengat, hingga pari manta menjadikan perairannya salah satu kawasan biodiversitas laut yang penting.

Namun, di balik pesonanya, pulau Derawan menghadapi tantangan seperti abrasi pantai, pemukiman yang kian padat, dan berkurangnya hasil tangkapan laut.

4. Desa Wisata Dayun di Riau

Kunjungan Sandiaga Uno ke Desa Wisata Dayun, Siak, Riau.Desa Wisata Dayun di Siak, Riau. Foto: Dok. Kemenparekraf

Desa wisata Dayun di Kabupaten Siak, Riau, berdiri di tengah bentang alam gambut yang kaya, sekaligus rentan. Di sini, berbagai spesies langka seperti harimau Sumatera dan burung rangkong menemukan rumahnya.

Desa wisata Dayun pernah dikunjungi oleh Menparekraf Sandiaga Uno kala itu. Sebagai andalan, desa ini mengedepankan wisata edukasi berbasis alam dan buatan.

Namun, perubahan fungsi lahan untuk industri dan perkebunan sawit, ditambah dengan ancaman kebakaran hutan, menempatkan desa wisata Dayun dalam tekanan sehingga butuh perhatian dari pemerintah.

Tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan infrastruktur, dan tekanan ekonomi memperlihatkan perlunya pendekatan pembangunan yang berbasis komunitas dan kolaborasi lintas sektor.

Lewat kolaborasi lintas sektor, desa-desa wisata ini tidak hanya menjadi destinasi perjalanan, tetapi juga bisa menjadi cermin masa depan pembangunan berkelanjutan Indonesia.

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn pun mengajak anak-anak muda dari multi-disiplin ilmu untuk berkontribusi langsung di desa-desa tersebut lewat program Genera-Z Berbakti.

“Genera-Z Berbakti merupakan bagian dari campaign Bakti BCA. Tahun ini kami mengadakan call for proposal. Kami memanggil anak-anak muda di kampus-kampus seluruh Indonesia dari multi-disiplin ilmu. Mereka diberi kesempatan untuk join mengidentifikasi masalah, kemudian turun, live in, dan berkontribusi langsung di empat desa binaan Bakti BCA,” terang Hera.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Studio Alam TVRI Masihkah Jadi Favorit?



Depok

Generasi 80 dan 90-an pasti akrab dengan tempat wisata satu ini, Studio Alam TVRI. Begitu mendengar namanya pasti langsung terbayang rimbunnya hutan di sana.

Sampai saat ini, kawasan seluas 28 hektar itu masih rimbun. Hutan bambu yang padat dan pepohonan lain masih mendefinisikan nama tempat itu, studio alam.

Sebelum pandemi, kawasan studio alam hanya diperuntukkan sebagai tempat syuting dan penyedia tempat event. Yang mau masuk untuk piknik, tinggal masuk tanpa pusing dengan biaya.


“Awalnya ini dibuka khusus untuk studio syuting TVRI, karena banyak yang tertarik akhirnya banyak production house (PH) yang syuting juga di sini,” ucap Pengelola Studio Alam TVRI kepada detikTravel.

Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok Foto: Andhika Prasetia

Tahun 2021, pasca pandemi Covid Studio Alam TVRI mulai menjadi pilahan tempat wisata di Kota Depok. Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI1), sebagai penaung dari Studio Alam mulai mengenakan retribusi kepada pengunjung berupa tiket masuk dan sewa tempat untuk kegiatan.

Kawasan Studio Alam kini dipercantik dengan beberapa spot foto yang terus diremajakan dari waktu ke waktu.

“Kita terus edukasi pengunjung soal sistem pembayaran pakai QRIS,” katanya.

Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok Foto: Andhika Prasetia

Pengunjung wisatawan memang biasanya datang di akhir pekan. Untuk Sabtu-Minggu, studio alam ini bisa kedatangan 1.000-1.500 pengunjung. Kalau ada event, bisa tembus 3.000-4.000 wisatawan.

Untuk itu, studio alam kerap membuat event kerjasama atau mandiri sebagai pancingan.

Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok Foto: Andhika Prasetia

Studio Alam TVRI masih tercatat sebagai paru-paru Kota Depok. Di sini, pengunjung yang membawa anak bisa bersantai karena anak-anak akan puas berlarian seharian.

Meski sudah menyasar wisatawan, namun studio alam tidak melupakan marwahnya sebagai tempat event. Tempat ini paling banyak disewa sebagai tempat kebaktian padang umat kristen.

“Iya, paling banyak Paskah kemarin sampai kita tolak karena mereka minta subuh,” jawabnya.

Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok Foto: (Andhika/detikFoto)

Irma mengaku cukup kaget dengan banyaknya kegiatan kebaktian padang dari berbagai gereja di sana. Mereka kebanyakan menyewa rumah tradisional dan gedung aula yang memiliki kapasitas sampai 400 orang.

Berbagai komunitas juga kerap melakukan kerja sama untuk bisa beraktivitas di sini, begitu pula ph-ph yang ingin melakukan syuting. Dari catatannya, ada banyak ph yang kembali menyewa setelah kontrak pertama.

“Kita nggak menutup kemungkinan untuk kerja sama sebagai pihak ketiga. Misalnya seperti kemarin ada komunitas mancing yang bikin tempat di sini,” jelasnya.

Rumah-rumah tradisional seperti joglo pun merupakan hibah dari Pemprov Jawa Tengah. Begitu pula dengan rumah Siti Nurbaya dan Pemprov Sumatra Barat.

Studio Alam TVRIRumah Siti Nurbaya di Studio Alam TVRI Foto: (Andhika/detikFoto)

“Pemprov Sumbar sudah janji akan merevitalisasi rumah Siti Nurbaya, jadi kita tunggu saja,” katanya yakin.

Memiliki jumlah pegawai sampai 41 orang, Studio Alam TVRI yakin akan tetap bertahan di antara tempat-tempat wisata baru. “Kami berharap agar studio alam lebih berkembang lagi, karena ini ruang terbuka hijau alami di Depok,” pungkasnya.

Harga tiket Studio Alam TVRI

Weekday
Pengunjung umum : 6.000
Pelajar/Mahasiswa : 5.000
Roda Dua : 7.500
Sepeda : 7.500
Roda Empat : 13.000
Bus/Roda Enam : 20.000

Weekday
Pengunjung umum : 7.500
Pelajar/Mahasiswa : 7.500
Roda Dua : 7.500
Sepeda : 7.500
Roda Empat : 13.000
Bus/Roda Enam : 20.000

Jam Operasional
Senin – Jumat : 08.30 – 16.00
Sabtu, Minggu & Hari libur : 08.00 – 16.00

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Pulau Bedil, Raja Ampat dari Banyuwangi



Banyuwangi

Tak banyak yang tahu, Banyuwangi punya ‘kembaran’ dari Raja Ampat. Namanya Pulau Bedil yang begitu eksotis dan menarik untuk dikunjungi.

Terletak di perairan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Pulau Bedil menawarkan lanskap bahari yang memukau.

Pulau eksotis ini kini menjadi favorit wisatawan karena menyuguhkan panorama alam yang disebut-sebut mirip dengan Raja Ampat.


Dikelilingi sejumlah pulau kecil, gugusan ini tampak makin memesona bila dilihat dari Puncak Kemuning, titik tertinggi di pulau itu. Tak heran bila banyak orang menjulukinya sebagai Raja Ampat dari Banyuwangi.

“Pulau Bedil memiliki potensi yang luar biasa. Di sini lengkap, ada wisata alam, bawah laut, petualangan, edukasi, bahari, kuliner, dan lainnya. Destinasi wisata alam seperti inilah yang terus kami kembangkan di Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Dari atas Puncak Kemuning, wisatawan akan disuguhi panorama laut bergradasi hijau kebiruan. Selain menikmati pemandangan, beragam aktivitas seru bisa dilakukan di sini.

Contohnya seperti berenang di laguna yang tenang, snorkeling untuk melihat biota laut, hingga sekadar duduk santai memandangi Samudera Hindia yang luas.

Cara Menuju ke Pulau Bedil

Untuk menuju ke Pulau Bedil, wisatawan harus lebih dulu ke Pantai Mustika di kawasan Pancer. Dari pusat Kota Banyuwangi, perjalanan darat menuju Pantai Mustika memakan waktu sekitar dua jam.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan naik perahu menuju pulau. Saat musim liburan, Pulau Bedil menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.

Pada libur panjang hari raya Waisak kemarin misalnya, pulau ini ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Luar biasa pemandangannya, tidak kalah indah dengan Raja Ampat dan Labuan Bajo,” kata Imelda, wisatawan asal Toledo, Ternate, yang berlibur bersama keluarga besarnya ke sini.

Usai puas menjelajahi Pulau Bedil, wisatawan bisa kembali ke Pantai Mustika untuk menikmati hidangan laut segar.

Sejumlah restoran di sekitar pantai menyajikan aneka kuliner laut yang menggugah selera, dan menjadi penutup yang sempurna setelah seharian menjelajahi sisi selatan Banyuwangi.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Daftar Museum dan Mal yang Tutup Sementara Selama Aksi Demo di Jakarta


Jakarta

Museum dan pusat perbelanjaan di Jakarta memilih tutup sementara hingga kondisi kembali aman. Penutupan ini sekaligus menghindari aksi perampokan dan perusakan yang masih terjadi di Jakarta dan kota-kota lain di sekitarnya hingga Minggu (31/8/2025).

Daftar Museum dan Mal yang Tutup Sementara

Dikutip dari media sosial masing-masing, berikut museum dan mal yang menghentikan layanan hingga situasi Jakarta pulih.


1. Museum Nasional Indonesia

Sejumlah pegunjung melihat koleksi di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Selasa (6/5/2025).Museum Nasional Indonesia (dok. Pradita Utama)

Layanan wisata edukasi ini tutup sementara mulai Senin (1/9/2025) hingga pemberitahuan lebih lanjut. Info penjadwalan ulang dan pengembalian uang tiket bisa menghubungi admin di
0851-8606-1778

2. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Museum Perumusan Naskah Proklamasi berdiri anggun di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Bangunan ini masih mempertahankan gaya arsitektur Eropa abad ke-20.Museum Perumusan Naskah Proklamasi (dok. Pradita Utama)

Destinasi wisata sejarah ini menutup sementara layannya per Senin (1/9/2025) hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Penutupan temporer ini untuk mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan.

3. Galeri Nasional

Pameran Seni Nyala: 200 Tahun Perang Diponegoro digelar di Galeri Nasional Indonesia mulai 22 Juli-15 September 2022.Pameran Seni Nyala: 200 Tahun Perang Diponegoro di Galeri Nasional Indonesia (dok. Tia Agnes/ detikcom)

Spot wisata seputar karya seni ini juga tidak menyediakan layanan untuk para pengunjung per Senin (1/9/2025). Layanan kembali tersedia jika kondisi telah aman dan pulih melalui pemberitahuan lebih dulu di media sosial. Pengunjung yang ingin refund dan reschedule bisa menghubungi medsos terkait atau situs penjualan tiket.

4. MoJA Museum

Museum MOJA di GBK.Museum MoJA di GBK (dok. @mojamuseum/Instagram)

Museum di zona 8 Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan ini tutup karena aksi demo di sekitar destinasi wisata ini. Dalam pesan yang diterima detik travel, info pembukaan kembali MoJA Museum akan diupdate lewat akun media sosial.

5. Mal Atrium Senen

Situasi Mal Atrium Senen pada Jumat (29/8/2025)-(Kurniawan/detikcom)Situasi Mal Atrium Senen pada Jumat (29/8/2025) (dok. Kurniawan/detikcom)

Pusat perbelanjaan di zona merah aksi massa ini menghentikan semua fasilitas dan layanan bagi pengunjung hingga situasi aman serta kondusif. Pengunjung bisa mengetahui informasi terbaru di media sosial atau situs Mal Atrium Senen.

Dengan informasi ini, pengunjung yang ingin jalan-jalan atau healing sebentar bisa mempertimbangkan ulang destinasinya. Pengunjung bisa memilih tempat yang masih beroperasi dengan jadwal yang telah ditentukan.

(row/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker