Tag Archives: ekstrem

5 Tips Sederhana Agar Rumah Terasa Sejuk saat Cuaca Panas Ekstrem


Jakarta

Belakangan ini cuaca panas ekstrem tengah melanda Tanah Air. Cuaca panas ini bikin tidak nyaman untuk beraktivitas di luar ruangan karena suhunya bisa mencapai 37 derajat Celcius.

Maka dari itu, masyarakat disarankan untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan selama periode cuaca panas ekstrem. Namun terkadang, saking panasnya udara di luar bisa turut masuk ke dalam rumah.

Udara panas yang masuk ke dalam rumah bikin penghuni rumah jadi merasa gerah. Bahkan untuk sekadar tidur di kamar pun jadi tidak nyaman karena keringat tak berhenti mengucur.


Agar ruangan di dalam rumah tetap sejuk meski udara di luar sangat panas, ada beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Tips Sederhana Agar Rumah Tetap Sejuk

Hawa panas dari luar bisa masuk ke dalam rumah. Dilansir BBC, berikut cara mengatasi udara panas agar rumah kembali sejuk dengan langkah sederhana:

1. Buat Ventilasi Silang

Apabila udara panas masih terasa di dalam rumah walau sudah sore hari, cobalah buat ventilasi silang atau cross ventilation. Caranya adalah dengan membuka dua jendela atau satu pintu dan dua jendela di seberang ruangan.

Langkah ini dilakukan untuk memperlancar aliran udara sekaligus melepaskan udara hangat yang terperangkap. Di sisi lain, cara ini dapat membiarkan udara lebih dingin masuk ke dalam rumah sehingga terasa sejuk.

Jika tinggal di apartemen, buka pintu belakang dan jendela dapur, lalu gunakan kipas angin untuk mengeluarkan udara panas di dalam ruangan.

Kalau rumah terdiri dari dua lantai, biasanya udara panas akan naik dan terperangkap di lantai dua. Untuk mengatasinya bisa memakai exhaust fan atau buka ventilasi loteng.

2. Tutup Jendela dengan Gorden

Saat siang hari dan cuaca sedang panas-panasnya, pastikan jendela rumah ditutup dengan tirai atau gorden, terutama pada sisi rumah yang terkena sinar matahari. Hal ini agar udara panas dan cahaya matahari tidak bisa masuk ke dalam rumah, sehingga ruangan tetap terasa sejuk.

3. Pakai Kipas Angin untuk Mengembuskan Angin

Kipas angin dapat digunakan untuk mengatasi hawa panas dan pengap di dalam rumah. Dengan begitu, ruangan tetap terasa sejuk meski kondisi di luar sangat panas.

Caranya sangat mudah, yakni menempatkan kipas angin di depan jendela yang terbuka. Langkah ini agar udara panas di dalam ruangan bisa berhembus keluar rumah.

Agar ruangan bisa terasa dingin, tempatkan wadah berisi es batu di depan kipas angin. Cara ini dinilai lebih hemat energi untuk mendinginkan ruangan ketimbang menyalakan AC selama 24 jam.

4. Kurangi Penggunaan Barang yang Memicu Panas

Penggunaan oven dan kompor juga dapat memicu udara panas di dalam rumah. Sebab, api yang terus menyala dari kompor dapat memicu hawa pengap ke seluruh ruangan, terutama bagian dapur. Kondisi ini bisa diperparah jika tidak ada ventilasi udara, sehingga hawa panas bisa menyebar ke seluruh ruangan.

Peralatan lainnya seperti mesin cuci dan mesin pencuci piring juga dapat menghasilkan panas di dalam rumah. Maka dari itu, sebaiknya kurang penggunaan barang tersebut ketika cuaca panas.

5. Pasang Kipas Angin Gantung

Cara lain untuk mengatasi udara panas di dalam rumah adalah dengan memasang kipas angin gantung. Kipas angin yang dipasang di langit-langit rumah dapat meningkatkan sirkulasi udara, sehingga menciptakan angin segar yang nyaman tanpa perlu membuka jendela.

Demikian lima tips sederhana untuk mengatasi udara panas di dalam rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Susur Gua di Pegunungan Kendeng Pati, Cukup Ekstrem tapi Tiket Murah



Jakarta

Kegiatan yang cukup ekstrem ditawarkan oleh Kabupaten Pati. Di kawasan kapur Pegunungan Kendeng, terdapat gua berair yang terlihat ekstrem untuk disusuri.

Pantauan detikJateng di lokasi objek wisata di lereng Pegunungan Kendeng ramai wisatawan, Minggu (11/8/2024). Wisatawan datang dari beberapa daerah seperti Pati, Kudus dan Rembang.

Gua yang pertama kali ditemukan pada tahun 1932 ini menyajikan pemandangan keindahan alam. Dari depan gua terlihat keindahan batu di dalam gua. Wisatawan bisa berjalan-jalan di dalam kolam yang memiliki dasar mirip kolam itu.


Saat masuk ke dalam, mata wisatawan akan dimanjakan dengan bebatuan dinding gua yang berbentuk eksotis. Wisatawan tidak perlu khawatir meski harus menyusuri air karena mereka mendapat pinjaman jaket pelampung, helm, dan sepatu boot.

Pengelola Gua Pancur Abdul Salam mengatakan di dalam Gua Pancur memiliki panjang 826 meter. Di dalam gua terdapat bermacam-macam batuan stalakmit dan stalaktit dan stalakmit. Uniknya bebatuan itu menyerupai ornamen-ornamen tertentu.

“Kalau masuk ke dalam lagi ada batu menyerupai batu Buddha, menyerupai gentong besar kayak kendi,” terangnya ditemui di lokasi.

Suasana di objek wisata Gua Pancur, Pati, Senin (23/1/2023).Suasana di objek wisata Gua Pancur, Pati (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)

Abdul mengatakan untuk menikmati wisata gua pancur wisatawan tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Untuk tarif per orang mulai dari Rp 15 ribu sampai dengan Rp 20 ribu. Wisatawan dilengkapi dengan alat berupa jaket pelampung, helm, dan sepatu boot.

Abdul menambahkan selain susur gua juga terdapat wisata kolam, bumi perkemahan dan permainan lainnya. Untuk tiket masuknya per orang Rp 5 ribu.

Abdul melanjutkan, gua itu ditemukan oleh salah satu warga bernama Sarto. Pada waktu itu Sarto mendengar adanya percikan air keras seperti mancur. Lantas dari situ gua tersebut dinamai dengan Gua Pancur.

Gua Pancur tidak hanya dikenal dengan keindahan di bagian dalamnya. Lingkungan sekitarnya yang adem juga menjadikan kawasan itu menjadi tempat yang asyik untuk kemping.

Lokasi kemping tidak jauh letak gua. Wisatawan agak naik ke lokasi lereng Pegunungan Kendeng. Suasana sejuk dan adem menjadi daya tarik wisatawan yang tengah berlibur.

Baca artikel selengkapnya di detikJateng

(msl/msl)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

FOMO Jadi Spiderman Ala Veddriq, Cobalah Main ke Indoor Wall Climbing Ini



Jakarta

Atlet panjat tebing Veddriq Leonardo meraih emas di Olimpiade 2024 Paris. Temukan tempat wall climbing di Jakarta untuk mencoba olahraga ekstrem itu!

Pencapaian itu ditorehkan atlet asal Pontianak tersebut setelah mengalahkan atlet panjat tebing asal China, Wu Peng. Tidak hanya meraih medali emas, penampilan memukau Veddriq dkk di Paris bikin warganet FOMO alias takut kehilangan momen untuk menjajal panjat dinding.

Di Jakarta terdapat beberapa tempat panjat tebing yang bisa dicoba oleh masyarakat umum. Tidak perlu khawatir, ada operator yang menyediakan peralatan dan tenaga ahli untuk mendampingi traveler yang ingin mencoba olahraga itu.


Berikut empat wall climbing yang ada di Jakarta dan sekitarnya:

1. Indo Climb FX Sudirman

Berada di FX Sudirman Mall lantai tiga, masyarakat yang ingin mencoba wall climbing bisa melakukannya di sini. Tak perlu khawatir jika tak punya segala perlengkapan untuk olahraga ekstrem ini, karena di tempat ini juga menyediakan penyewaan perlengkapannya di antaranya climbing shoes dan harness masing-masing Rp 30.000 dan chalk bag Rp 10.000.

Indo Clim FX Sudirman ini buka setiap hari, Senin hingga Jumat buka mulai pukul 11.00 hingga 21.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 10.00 sampai 09.00 WIB. Di sini juga terdapat beberapa kelas atau paket yang bisa kamu coba atau ingin mencoba hanya satu kali saja dengan harga Rp 195.000.

2. Boulder Planet Indonesia

Selain di FX Sudirman Mall untuk masyarakat yang ingin mencoba indoor wall climbing juga bisa mencobanya di Neo Soho Mall, Jakarta Barat. Terletak di lantai tiga, terdapat juga beberapa paket yang bisa dinikmati oleh masyarakat yang ingin menikmatinya.

Untuk harian atau yang pertama kali mencoba, harga yang ditawarkan dimulai dari Rp 110.000. Buka setiap hari dari jam 10.00 hingga 22.00 WIB, di sini juga terdapat penyewaan perlengkapan seperti climbing shoes Rp 30.000, harness Rp 20.000, dan chalk bag with chalk seharga Rp 20.000.

3. Climb On

Indoor climbing selanjutnya berada di lantai pertama Mall Plaza Semanggi, Jakarta Selatan. Di buka sejak 2020 tempat ini bisa beri pengalaman baru buat kamu yang ingin mengisi hari dengan aktivitas yang berbeda.

Buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 21.00 WIB, untuk bisa menikmatinya mulai dari harga Rp 90.000 saja, adapun penyewaan perlengkapan memanjat yang disediakan di tempat ini.

Indoor climbing bisa jadi inspirasi aktivitas yang berbeda untuk mengisi waktu luang kamu, indoor climbing tersebut juga bisa dinikmati oleh semua generasi, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

4. Bremgra Indoor Climbing

Bremgra Indoor Climbing terbagi ke dalam dua jenis, yakni wall climbing gym dan fun wall. Mengutip akun Instagram resminya @bremgra.id, harga tiket wall climbing gym dipatok sebesar Rp 120.000 pada Senin-Jumat. Adapun, pada akhir pekan biayanya Rp 170.000. Pengunjung diberi waktu selama dua jam untuk bermain panjat dinding.

Jika ingin mencoba fun wall, travelers dikenakan tiket sebesar Rp 100.000 saat weekday. Sementara itu, pada Sabtu-Minggu biayanya sebesar Rp 150.000. Traveler hanya diberikan waktu selama satu jam untuk bermain di area fun wall.

Bremgra Indoor Climbing beralamat di Jalan Cilenggang Raya Nomor 123, Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 13.00-21.00 WIB pada Senin-Jumat, sedangkan di akhir pekan buka dari pukul 09.00-21.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

3 Curug untuk Canyoning di Gunung Menir Bogor



Bogor

Gunung Menir di Kecamatan Pamijahan, Bogor menjadi surga bagi para pecinta olahraga ekstrem, khususnya canyoning. Tiga curug ikonis di kawasan ini, Curug Hordeng, Curug Tebing, dan Curug Saderi, menawarkan pengalaman seru dengan tingkat kesulitan yang bervariasi.

Muhammad Rian Fermana, seorang instruktur canyoning setempat, menjelaskan keunggulan masing-masing curug yang dapat memuaskan hasrat petualangan para wisatawan.

1. Curug Hordeng: Pilihan Aman untuk Pemula

Curug Hordeng, dengan ketinggian 8 meter, cocok bagi pemula yang ingin menjajal canyoning untuk pertama kalinya. Aliran airnya tidak terlalu deras, sehingga peserta dapat belajar teknik dasar canyoning tanpa terlalu khawatir.


“Curug ini ideal untuk pemula. Dengan ketinggian yang tidak terlalu ekstrem, peserta bisa beradaptasi dengan olahraga ini sambil menikmati keindahan alam,” ujar Rian saat diwawancarai detikTravel pada Minggu (22/12/2024).

2. Curug Tebing: Tantangan dengan Tebing Vertikal

Curug Tebing menjadi favorit para petualang berkat ketinggiannya. Ketinggian Curug mencapai 15-16 meter serta karakteristik tebing vertikal.

“Curug ini memiliki debit air yang stabil dan cocok untuk aktivitas canyoning sepanjang tahun,” ungkap Rian.

“Karakter vertikal dari Curug Tebing membuatnya lebih cocok untuk aktivitas canyoning. Stabilitas debit airnya juga menjadi alasan mengapa kami terus memasarkan destinasi ini,” tambah Rian.

3. Curug Saderi: Sensasi Ekstrem di Ketinggian 25 Meter

Bagi penggemar adrenalin sejati, Curug Saderi adalah pilihan utama. Dengan ketinggian hingga 25 meter dan debit air yang deras, curug ini memberikan tantangan ekstrem.

“Ini adalah curug tertinggi di kawasan Gunung Menir. Para peserta harus benar-benar siap fisik dan mental untuk menaklukkan curug ini,” ujar Rian.

Terdapat Curug baru yang akan dicanangkan oleh Riyan dan Timnya, Yaitu Curug Ciampea yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Selain ketiga curug utama di Gunung Menir, Rian juga memperkenalkan Curug Ciampea yang baru saja dibuka pada Desember 2024.

“Curug ini terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dengan ketinggian sekitar 22 meter,” kata Riyan.

Namun, Curug Ciampea memiliki tantangan tersendiri. Debit air curug yang tidak stabil menjadi tantangan bagi pengelola aktivitas ekstream ini.

“Curug ini agak horizontal, sehingga aliran airnya bisa sangat deras saat musim hujan. Tetapi jika musim kemarau, debit airnya justru kecil,” tambah Rian.

Pada Januari 2025, Rian dan timnya telah merencanakan 20 trip canyoning. Masing-masing 10 trip di Curug Tebing dan Curug Ciampea.

Riyan juga memberikan pesan kepada wisatawan bahwa jangan pernah takut mencoba canyoning atau aktivitas ekstream lainnya. Karena aktivitas ekstrem biasanya mampu menghilangkan stress.

“Jangan bosan untuk berlibur, jangan takut untuk menikmati alam. Dalam kondisi apa pun, alam selalu bisa membantu kita menyegarkan diri dan memperbaiki jiwa setelah rutinitas yang melelahkan,” kata Rian.

Canyoning di Gunung Menir bukan hanya tentang petualangan ekstrem, tetapi juga cara menikmati keindahan alam Bogor yang memukau. Dengan karakter unik masing-masing curug, kawasan ini layak menjadi destinasi liburan traveler berikutnya.

Siapkah Anda menjelajahi Curug Hordeng, Curug Tebing, atau Curug Saderi? Jangan lewatkan juga kesempatan mencoba Curug Ciampea yang baru saja dibuka di tahun 2025!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com