Tag Archives: ember

7 Tips Mengepel Lantai Agar Bersih Kinclong dan Tidak Bau Amis


Jakarta

Agar rumah tetap bersih dan nyaman maka lantai perlu dipel secara rutin. Langkah ini dapat membersihkan lantai dari kotoran, debu, hingga minyak menempel.

Namun, lantai yang sudah dipel terkadang justru tetap kotor dan bahkan tercium aroma amis yang bikin enek. Hal ini tentu dapat mengganggu kenyamanan dan bikin lelah karena harus kembali mengepel lantai.

Sebenarnya, ada beberapa tips saat mengepel lantai agar bersih, kinclong, dan tidak mengeluarkan bau amis. Penasaran? Simak tipsnya di bawah ini.


Tips Mengepel Lantai Agar Bersih dan Wangi

Ada sejumlah tips dalam mengepel lantai agar tetap bersih dan wangi. Dikutip dari situs Martha Stewart dan The Spruce, berikut cara mengepel lantai agar bersih dan wangi:

1. Sapu Lantai dengan Bersih

Tips yang pertama adalah menyapu lantai hingga bersih sebelum dipel. Jika tidak disapu, maka debu, kotoran, hingga sisa makanan yang jatuh ke lantai akan tetap berserakan meski sudah dipel.

Bahkan, kotoran dan debu justru bisa menyebar ke area lain karena ikut terbawa oleh kain pel. Maka tak heran setelah lantai dipel tapi tetap terasa kotor dan lengket.

2. Pakai Air Bersih

Saat mengepel lantai, pastikan kamu menggunakan air bersih dan cairan pembersih khusus lantai. Jika menggunakan air kotor, maka kotoran di dalam air akan menempel di kain pel dan terbawa saat mengepel. Hal ini yang membuat lantai malah tambah kotor dan menjadi bau amis.

Jika mencuci dan membilas kain pel langsung di ember, pastikan memakai dua ember yang berbeda. Jadi, satu ember berisi air cairan pembersih lantai sedangkan ember satunya lagi untuk membilas kotoran.

3. Pel dengan Teknik yang Tepat

Ternyata, teknik mengepel yang salah juga bisa membuat kotoran justru menyebar ke seluruh lantai. Lakukan mengepel dengan cara bergerak mundur sehingga tidak menginjak lantai yang basah.

Selain itu, mulai mengepel dari sudut terjauh dari pintu dan pel di sepanjang tepi dinding terlebih dahulu. Ayunkan kain pel maju dan mundur dengan membentuk angka ‘8’ di seluruh ruangan.

Setelah beberapa kali mengepel maka kain pel akan menjadi kotor dan berwarna hitam. Kemudian balikkan pel ke sisi lainnya yang masih bersih. Jika kedua sisi kain pel sudah kotor maka segera dicuci hingga bersih.

4. Jangan Terlalu Banyak Sabun

Mengepel lantai memang membutuhkan sabun lantai, tapi hindari menggunakannya terlalu banyak karena membuat lantai lengket dan cepat kotor. Maka dari itu, sebaiknya gunakan sabun lantai sesuai petunjuk kemasan dan sesuai dengan jenis lantai. Hindari memakan sabun cuci piring karena berisiko merusak keramik lantai.

5. Cuci Bersih Kain Pel

Setelah digunakan, segera cuci bersih kain pel dan keringkan. Cara ini dilakukan agar kain pel tetap bersih dan mencegah bau apek, sehingga tidak memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Perlu diingat, menggunakan kain kotor untuk mengepel dapat membuat lantai menjadi bau amis.

Untuk membersihkan kain pel juga gampang, cukup bilas kain pel secara menyeluruh dalam ember yang berisi air panas, kemudian peras kain sampai kering hingga tidak ada air tersisa.

6. Keringkan Kain Pel

Agar kain pel bisa digunakan kembali, sebaiknya keringkan kain di tempat yang terkena sinar matahari. Semakin cepat kering kain pel juga meminimalisir kemungkinan untuk menjadi bau.

Cara mengeringkan kain pel juga tidak bisa sembarangan. Letakkan kepala pel secara terbalik di area yang berventilasi baik hingga kering secara menyeluruh. Hindari meletakkan kain pel di lantai atau menyimpannya di lemari saat basah.

7. Ganti Kain Pel Secara Berkala

Kain pel yang sudah sangat kotor tentu akan tetap mengeluarkan bau tak sedap meski sudah dicuci berkali-kali. Itu tandanya kain pel harus diganti dengan yang baru. Disarankan memilih kain pel berbahan mikrofiber agar dapat mengangkat kotoran membandel dengan mudah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason

Cara Cepat Membersihkan Kolam Renang di Rumah Tanpa Bantuan Ahli


Jakarta

Memiliki kolam renang di rumah, kamu harus sering membersihkan karena mudah berlumut. Membersihkan kolam renang yang berlumut memang susah-susah gampang. Sebab, lumut membuat permukaan licin sehingga kamu harus berhati-hati. Namun, ada cara cepat dan aman untuk membersihkan kolam renang.

Pertama, kamu harus mengetahui penyebab kolam renang mudah berlumut. Melansir dari kolam Bali, Jumat (2/8/2024) keberadaan kaporit ternyata berperan besar terhadap pertumbuhan lumut di kolam renang. Sedikitnya kaporit di dalam kolam renang membuat lumut mudah tumbuh di sela-sela kolam.

Meskipun sudah ditambahkan kaporit, kamu juga harus sering membersihkan kolam renang karena biasanya ada kotoran yang masuk ke air. Mengingat kolam renang juga biasanya di luar ruangan.


Cara Membersihkan Kolam Renang yang Berlumut

1. Rutin Cek Kadar Kaporit dan pH Air

Seperti yang dikatakan sebelumnya, kaporit dan tingkat keasaman atau pH air kolam renang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan lumut di dinding dan dasar kolam renang. Maka dari itu, untuk mengatasi kolam renang yang ditumbuhi lumut, kamu harus memeriksa kadar klorin dan pH air kolam renang.

Apabila dinding dan dasar kolam telah ditumbuhi lumut, kamu bisa membersihkannya menggunakan sikat kolam renang atau pool brush. Hal ini bertujuan untuk mengangkat lumut-lumut yang tumbuh pada dinding dan dasar keramik sehingga tidak licin.

2. Bersihkan dengan Sikat Khusus

Alat yang harus disiapkan saat membersihkan kolam renang adalah sikat. Mulai membersihkan dari sudut-sudut atau nat keramik karena sudut seringkali menjadi area yang paling sulit dibersihkan.

3. Tambahkan Obat Anti Lumut

Untuk berjaga-jaga kamu bisa menambahkan obat bahan kimia tertentu untuk mencegah pertumbuhan lumut di dalam kolam renang. Bahan kimia yang dimaksud adalah kaporit dan trussi yang berfungsi juga sebagai penjernih air.

Cara Menggunakan Klorin

Cara menggunakan klorin harus dilarutkan di dalam wadah terlebih dahulu dan didiamkan beberapa menit. Jumlah yang dibutuhkan sekitar 1,5 kg, tetapi bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Setelah nampak ada endapan dalam ember, maka kamu bisa menuangkan larutan klorin pada kolam renang. Namun demikian, untuk endapan dalam ember jangan sampai ikut dimasukkan.

Langkah selanjutnya, ulangi cara sebelumnya sampai 3 kali. Jika sudah, kamu bisa membuang endapan bubuk agar tidak mengotori kolam renang.

Cara Menggunakan Kaporit dan Trussi

Kamu bisa menaburkan kaporit secara langsung pada permukaan kolam renang. Banyaknya kaporit yang dibutuhkan sekitar 1 kg. Untuk cara ini, Setelah 15 menit, tambahkan soda ash atau natrium karbonat untuk meningkatkan pH air dengan cara dituangkan langsung ke dalam kolam.

Kamu juga bisa menambahkan obat penjernih air kolam renang seperti trussi yang berbentuk bubuk berwarna biru. Masukkan trussi ke dalam ember berisi air dan aduk hingga larut. Setelah benar-benar larut, baru dituangkan ke dalam kolam renang. Penggunaan trussi ini berfungsi untuk membunuh alga dan lumut.

Setelah bahan kimia tercampur di kolam renang, hidupkan sistem sirkulasi selama 12 jam agar seluruh air melewati penyaringan. Setelah lumut dan kotoran mengendap di kolam renang, kamu bisa melakukan vacum kolam renang secara keseluruhan. Backwash sistem filterisasi, sehingga bisa kembali bekerja secara optimal.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Cek dan Basmi! Ini 6 Tempat Persembunyian Nyamuk di Rumah


Jakarta

Nyamuk adalah hewan yang bisa ditemukan di mana saja baik di dalam maupun di luar rumah. Bahkan kedatangannya tidak menentu, terkadang rumah sama sekali tidak diganggu nyamuk, ada suatu waktu nyamuk banyak sekali di rumah. Maka dari itu, minimal kita harus tau tempat-tempat apa saja yang disukai oleh nyamuk agar di waktu apa pun, nyamuk tidak bisa datang lagi ke rumah.

Sebelum itu, kamu harus mengetahui dahulu apa yang disukai nyamuk untuk tempat tinggalnya. Nyamuk adalah hewan yang menyukai genangan air. Di sana, dia bisa berkembang biak dengan baik. Maka dari itu, saat marak terjangkit penyakit DBD, salah satu pencegahannya adalah dengan menutup genangan.

Lalu, nyamuk mudah mendeteksi berbagai senyawa, salah satunya karbondioksida, maka dari itu, dia suka menghampiri manusia dan berada di halaman rumah.


“Karbon dioksida adalah sinyal terbaik bagi hewan berdarah panas, dan mereka dapat merasakannya dari jarak hingga 9 meter, jarak yang cukup jauh,” kata Peneliti Universitas Washington, Jeff Riffell seperti yang dikutip dari The Christian Science Monitor.

“Dan kemudian mereka mulai menggunakan penglihatan dan bau badan lainnya untuk membedakan apakah kita anjing, rusa, sapi, atau manusia. Mungkin itulah cara mereka membeda-bedakan calon inang darah,” lanjutnya.

Lantas, tempat-tempat mana saja yang sering jadi tempat persembunyian nyamuk? Melansir dari berbagai sumber pada Jumat (23/8/2024), berikut di antaranya.

1. Genangan Air

Menurut USA Today, seperti yang disebutkan sebelumnya, nyamuk sangat menyukai genangan air karena dijadikan sebagai tempat berkembang biak. Genangan air ini tidak hanya di tanah atau lantai yang cekung. Nyamuk juga bisa memanfaatkan sisa air di bawah pot, air yang menggenang di benda yang tahan air, dan ember di rumah.

Maka dari itu, usahakan tidak ada air yang bersisa di ember atau wadah yang letaknya di luar ruangan atau ruang terbuka.

2. Tumpukan Barang dan Area yang Gelap

Di rumah pasti ada sudut rumah digunakan untuk menyimpan barang yang tidak terpakai. Sudut ini juga biasanya jarang dibersihkan karena jarang dilalui atau tertutup. Ternyata area seperti ini penuh dengan barang adalah tempat yang disukai oleh nyamuk.

3. Bagian Bawah Sudut Dinding

Dikutip dari Best Life, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal PNAS Nexus menemukan bahwa menyemprot bagian bawah dinding dengan insektisida dapat membasmih nyamuk di rumah. Hal ini dikarenakan adanya panas, sementara lebih suka tinggal di tempat yang lebih dingin.

4. Dapur

Selain halaman depan dan kamar mandi, dapur adalah tempat yang juga bisa banyak genangan karena ada wastafel.

5. Dekat Tanaman

Tanaman dalam ruangan yang terlalu banyak air dapat menarik nyamuk, terutama di dekat jendela yang terbuka. Coba selalu cek bagian bawah pot apakah ada genangan air atau tidak, selain itu cek juga kondisi tanah terlalu berair atau tidak.

6. Kamar Mandi

Salah satu sumber air di rumah, kamar mandi merupakan tempat yang disukai oleh nyamuk untuk bersembunyi.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

5 Bahan Dapur Ini Bisa Gantikan Cairan Pembersih buat Pel Lantai


Jakarta

Salah satu ciri rumah bersih adalah lantai yang bebas dari berbagai kotoran. Selain menyapu, kamu harus mengepel lantai agar semakin bersih bahkan harum.

Untuk mengepel lantai, kamu akan membutuhkan campuran air dengan cairan pembersih. Namun, ternyata ada beberapa bahan di dapur yang bisa dijadikan alternatif campuran dalam air pel, lho!

Bahan-bahan ini bisa membuat lantai bersih dan harum secara alami. Dengan begitu, kamu tidak perlu membeli cairan pembersih khusus lantai.


Berikut ini daftar bahan pembersih lantai yang bisa kamu temukan di dapur seperti yang dikutip dari Real Simple dan Cleanipedia, Senin (9/9/2024).

5 Bahan Dapur untuk Mengepel Lantai

1. Baking Soda

Perbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin KuePerbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin Kue Foto: Getty Images/iStockphoto/ossphotostock

Baking soda bisa jadi andalan untuk membersihkan noda membandel dan noda minyak pada lantai rumah. Caranya, taburkan beberapa sendok baking soda ke noda pada lantai, lalu teteskan sedikit air untuk menimbulkan reaksi pada baking soda.

Setelah itu, gosok dengan pel hingga noda hilang dan lantai keramik tak kusam lagi. Kamu juga bisa menambahkan minyak kayu putih pada campuran baking soda dan air untuk membantu membunuh kuman dan bakteri.

2. Minyak Serai

Minyak serai merupakan bahan dapur lainnya yang bisa kamu gunakan untuk membersihkan lantai. Selain membantu membunuh kuman, serai juga punya aroma segar yang dijamin mencegah bau tak sedap dari rumah Anda. Sebagai nilai tambah, serai juga punya manfaat mengusir serangga, lho.

3. Cuka Putih

White vinegar in a glass bottle. White background. Organic cleaner.White vinegar in a glass bottle. White background. Organic cleaner. Foto: Thinkstock

Cuka putih bukan hanya untuk memasak, tetapi juga merupakan pahlawan pemusnah bakteri untuk lantai keras, seperti ubin dan laminat. Dengan tingkat keasaman pH dua hingga tiga, cuka putih bisa menghilangkan kotoran tanpa merusak lapisan lantai. Penggunaan cuka putih cocok untuk lantai tile, vinyl, linoleum, dan laminat. Kamu cukup mencampurkan ½ cangkir cuka per 3 liter air. Kelebihannya, kamu tidak perlu membilas lantai setelah dipel.

4. Boraks

Jika kamu menghadapi noda dan kotoran yang sulit, boraks adalah solusi pembersih yang kuat. Mirip dengan baking soda, Boraks memiliki sifat sedikit abrasif dan mampu menghilangkan noda serta bau tak sedap. Penggunaan boraks cocok untuk lantai ubin, beton, batu yang tersegel, vinyl, dan linoleum. Campurkan ⅛ cangkir boraks per 3 liter air. Setelah dipel, pastikan lantai dibilas dengan air biasa untuk menghindari residu.

5. Minyak Lavender

Sejak lama, lavender dikenal memiliki khasiat untuk kesehatan. Minyak lavender mengandung khasiat sebagai antibiotik, antiseptik, antivirus, dan antibakteri. Karena itulah, minyak lavender juga bisa digunakan untuk membersihkan lantai. Kamu cukup mencampurkan air dan cuka, lalu menambahkan sedikit minyak lavender untuk membersihkan lantai.

Campur saja lima sampai enam tetes minyak lavender dengan 1 ember air hangat dan secangkir cuka putih. Lantai rumah pun akan jadi bersih dan harum.

Hal yang Perlu Diingat

Meskipun bahan-bahan tersebut aman digunakan secara terpisah, penting untuk memperhatikan keamanan saat mencampurkannya dengan cairan pembersih lantai.

Beberapa kombinasi tertentu bisa menghasilkan senyawa beracun sehingga pastikan untuk membaca petunjuk penggunaan dan hindari mencampur bahan-bahan yang tidak cocok.

Itulah beberapa bahan dapur yang bisa digunakan untuk bersihkan lantai. Semoga bermanfaat!

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

10 Cara Ampuh Usir Laron di Lampu Rumah, Persiapan Jelang Musim Hujan


Jakarta

Laron biasa muncul di berbagai tempat terutama menjelang dan selama musim hujan. Buat kalian yang belum tahu, laron adalah sejenis rayap yang bersayap dan bisa terbang.

Mereka datang berkoloni dan mendatangi tempat bercahaya seperti lampu rumah. Bahkan mereka sering masuk bangunan melalui lubang ventilasi atau pintu yang terbuka.

Untuk mengusir laron, ternyata ada sejumlah cara yang mudah. Simak artikel ini untuk mengetahui 10 cara ampuh mengusir laron dari rumah maupun tempat-tempat umum.


Cara Mengusir Laron dengan Mudah dan Ampuh

Dikutip dari Enesia dan beberapa sumber, berikut ini 10 cara ampuh mengusir laron yang bisa kamu coba:

1. Matikan Lampu Sementara

Cara pertama adalah dengan mematikan lampu, karena laron adalah hewan yang menyukai cahaya. Mereka akan otomatis mencari tempat lain yang bercahaya. Kamu juga bisa menyalakan lampu di luar rumah agar laron terpancing keluar.

Namun cara ini agak menyusahkan, apalagi jika lampu sedang digunakan. Selain itu, sering kali masih ada laron yang tersisa di dalam rumah, sehingga kamu harus mengeluarkannya sendiri.

2. Gantungkan Cabai

Jika tak mau mematikan lampu, masih ada cara lain, antara lain dengan menggantungkan cabai di ruang yang didatangi laron. Caranya mudah, yakni potong cabai menjadi dua bagian, kemudian gantungkan di dekat lampu. Maka laron tak akan mendekat.

3. Pasang Wadah Berisi Air

Kamu bisa membuat perangkap laron dengan wadah berisi air. Caranya dengan mengisi ember atau wadah lain dengan air. Letakkan wadah tersebut di bawah lampu yang dikerumuni laron.

Laron akan mengira ada cahaya di air tersebut sehingga mereka akan mendatanginya. Laron kemudian akan terjebak di air.

4. Semprotkan Sabun Cair

Kalian juga bisa membuat cairan pengusir laron sendiri. Caranya cukup dengan membuat larutan dari sabun cair dan air hingga berbusa. Masukkan ke dalam botol semprotan. Semprotkan cairan itu ke arah laron dari jarak dekat, maka mereka akan berjatuhan ke lantai.

5. Semprotkan Cairan Cuka

Cairan pengusir laron lainnya adalah berbahan cuka. Kamu tinggal memasukkan cuka ke dalam botol semprotan. Kocok-kocok terlebih dahulu, kemudian semprotkan cuka ke arah laron.

6. Gunakan Campuran Air dan Bawang Putih

Selanjutnya, detikers juga bisa mencoba membuat larutan dari bawang putih. Bawang putih juga ampuh dipakai untuk mengusir laron.

Caranya tinggal menghaluskan beberapa siung bawang putih. Kemudian campurkan dengan air. Masukkan larutan tersebut ke dalam botol semprotan, lalu semprotkan ke arah laron di bawah lampu.

7. Semprot dengan Pembasmi Serangga

Jika tak mau repot, kamu bisa beli semprotan pembasmi serangga di toko. Cukup semprotkan ke arah laron, maka mereka akan berjatuhan ke lantai. Tapi hati-hati menggunakan semprotan ini karena beracun.

8. Gunakan Raket Listrik

Jika laron masih saja bandel, detikers bisa menggunakan raket listrik yang biasa dipakai untuk nyamuk. Laron pun akan berjatuhan karena tersengat listrik dari raket tersebut.

9. Hubungi Pembasmi Laron

Jika laron terus berdatangan dan kamu tak mau repot, coba cek di internet, apakah ada pembasmi laron di sekitar daerahmu. Di beberapa daerah terdapat jasa pembasmi laron yang siap membantu.

10. Pasang Tirai dan Penutup Ventilasi

Setelah sukses mengusir laron dengan cara-cara di atas, lakukan cara untuk mencegah laron datang kembali. Cara ampuh yang bisa dilakukan adalah memasang tirai di pintu dan jendela. Jangan lupa sekalian tutup lubang ventilasi dengan apapun yang mencegah laron masuk ke rumah.

Sepuluh cara ampuh mengusir laron di rumah ini, bisa diterapkan juga di sarana umum. Dengan cara ini, laron diharapkan tidak lagi mengganggu penerangan atau aktivitas yang sedang dilakukan.

(bai/row)



Sumber : www.detik.com

Kenapa WC Duduk Punya 2 Tombol Flush? Ini Jawabannya


Jakarta

Perkembangan zaman berpengaruh pada bentuk WC masa kini. Sebelumnya, rumah-rumah di Indonesia kebanyakan menggunakan WC datar, di mana kamu harus jongkok di atasnya. Sekarang, rumah-rumah masa kini lebih memilih memakai WC duduk dengan tombol flush di belakangnya.

Tombol flush ini apabila ditekan dapat mengeluarkan air yang deras untuk membuang kotoran ke saluran septic tank. Apabila kamu menyadarinya, tombol flush ini memiliki 2 jenis tombol dengan ukuran berbeda, besar dan kecil. Kenapa demikian?

Melansir dari News18, WC duduk yang saat ini banyak dipakai di Indonesia, sebenarnya ditemukan oleh seorang pelopor WC siram bernama Alexander Cummings yang awal perkembangannya mulai tahun 1775. Namun, jauh sebelum Alexander Cummings memperkenalkan ide WC siram, ada Sir John Harrington di tahun 1596 yang memiliki gagasan mengenai cara pergantian air secara otomatis untuk WC.


Bentuk WC duduk ini ternyata terinspirasi dari leher angsa, tetapi diterapkan pada saluran pembuangannya. Bentuk S pada saluran pembuangan WC duduk membuat air dan kotoran manusia tidak tercampur sehingga tidak tercium bau yang tidak sedap.

Selain itu, sistem penyiramannya pun lebih efektif karena tidak perlu air satu ember besar, kotoran sudah bisa terbuang ke saluran. Penggunanya pun tidak memakai energi besar untuk mangambil air karena terdapat tombol flush di WC duduk tersebut.

Alasan Tombol Flush Ada 2 Jenis

Tombol flush ini mempunyai dua tombol dengan ukuran berbeda dan masing-masing tombol terhubung ke katup keluarnya. Perbedaan kedua tombol tersebut terletak pada jumlah air yang perlu dikeluarkan dari WC. Tuas yang lebih besar mengeluarkan sekitar 6 hingga 9 liter air untuk pembilasan, sedangkan tuas yang lebih kecil mengeluarkan sekitar 3 hingga 4,5 liter.

Lalu, tuas yang lebih besar ditujukan untuk limbah padat, sedangkan tuas yang lebih kecil untuk limbah cair.

Times of India menyebutkan dengan penggunaan dua tombol flush pada WC ini dapat menghemat hingga 20.000 liter air per tahunnya jika dibandingkan dengan WC flush tunggal.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

5 Langkah Membersihkan Pecahan Kaca Agar Tidak Terluka


Jakarta

Seringkali kamu melakukan kecerobohan sehingga membuat benda yang ada di sekitar kamu terjatuh hingga pecah. Hal ini bisa berbahaya, apalagi yang benda yang terjatuh terbuat dari bahan kaca.

Pecahan kaca yang berhamburan sangat berbahaya apabila terkena bagian tubuh. Kamu harus segera membersihkan pecahan agar tidak menimbulkan resiko yang berbahaya untuk penghuni rumah.

Dilansir The Spruce, Jumat (11/10/2024), berikut cara membersihkan pecahan kaca yang tepat agar tidak beresiko untuk diri sendiri.


1. Bersihkan Ruangan dan Persiapkan Diri

Sesegera mungkin mintalah keluarga kamu untuk meninggalkan area tempat adanya pecahan. Pakai sepatu, pelindung mata, dan sarung tangan tebal sebelum memulai proses pembersihan kaca.

2. Gunakan Cahaya yang Terang

Untuk membantu kamu melihat setiap kilauan kaca, gunakan senter LED atau senter pada ponsel kamu sehingga kamu dapat mengarahkannya ke permukaan. Kaca akan berkilau dalam cahaya.

3. Ambil Pecahan Besar

Gunakan sarung tangan untuk mengambil pecahan kaca yang besar. Jika kamu tidak memiliki sarung tangan, gunakan penjepit untuk mengambil pecahan kaca.

Jangan pernah menggunakan tangan kosong, hal ini akan membahayakan diri kamu. Pecahan kaca dimasukkan ke dalam kantong kertas tebal atau kantong plastik tiga lapis untuk dibuang.

Gunakan beberapa lapis kertas koran untuk membungkus kaca, hal ini mencegah luka yang tidak disengaja di tempat sampah.

4. Sapu atau Bersihkan Kaca dengan Vacuum Cleaner

Jika pecahan kaca tersangkut di serat karet atau kain pelapis, gunakan sikat gosok berbulu kaku untuk mengangkat pecahan kaca ke permukaan kain sebelum kamu mencoba menyapu atau menyedotnya dengan vacuum cleaner.

Gunakan sapu berbulu kaku dan pengki untuk menyapu pecahan kaca sebanyak mungkin. Gunakan sapuan pendek dan efisien untuk mencegah pecahan-pecahan kecil berhamburan.

5. Lakukan Pembersihan Akhir

Pecahan kaca dapat menempel pada bulu sapu dan pengki. Bawalah pecahan kaca ke luar dan bilas dengan selang taman di atas ember. Buang airnya ke saluran pembuangan air.

Periksa bagian bawah sepatu kamu untuk melihat apakah ada pecahan kaca dengan lambang atau tisu untuk memastikan tidak ada pecahan kaca yang terbawa masuk ke dalam rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

5 Kesalahan Membersihkan Talang Air yang Harus Dihindari


Jakarta

Talang air dapat tersumbat oleh ranting, daun, tanah, dan serpihan lainnya. Hal ini membuat aliran air menjadi tersumbat. Genangan yang ada di talang air bisa saja menyebabkan kebocoran di rumah.

Membersihkan talang air tidak terlalu sulit, namun ada beberapa kesalahan yang dilakukan saat membersihkan talang air. Melansir The Spruce, Kamis (7/11/2024), berikut beberapa kesalahan yang harus kamu hindari saat membersihkan talang air di rumah.

Naik ke Atap Rumah

Mungkin kamu berpikir saat memanjat ke atap akan lebih mudah dalam membersihkan talang. Namun, saat membersihkannya harus menghadap ke tepi dengan sudut ke bawah untuk mencapai talang.


Hal ini akan meningkatkan resiko terjatuh. Lebih aman dan efisien untuk menggunakan tangga dan meminta bantuan orang lain untuk menstabilkan tangga dari bawah.

Menggunakan Alat yang Salah

Pekerjaan yang dilakukan di rumah akan lebih mudah dan aman jika menggunakan peralatan yang tepat. Sebelum memulai pembersihan, penting untuk memastikan kamu memiliki tangga yang sesuai untuk mengakses talang air dengan aman.

Gunakan sarung tangan, pakai ember, dan peralatan pembersih talang air lainnya. Selain itu, periksa untuk memastikan tangga dan peralatan kamu dalam kondisi baik sebelum kamu memulai.

Mengabaikan Cuaca

Memanjat tangga yang licin saat hujan adalah ide yang sangat buruk. Hujan dapat membuat kamu lebih sulit berdiri dan meningkatkan resiko terjatuh.

Selain itu, bekerja di tengah hujan dapat menghalangi pandangan, dan kelebihan air di talang membuat puing-puing menjadi lebih berat dan lebih sulit dibersihkan. Rencanakan untuk membersihkan talang air pada musim kemarau.

Kerja Tanpa Bantuan Orang Lain

Membersihkan talang air sendirian memang memungkinkan, tetapi tidak disarankan. Bekerja sendiri tidak hanya meningkatkan risiko cedera, juga akan lebih melelahkan. Jika memungkinkan, kamu harus meminta bantuan untuk menstabilkan tangga.

Melewatkan Pembersihan Talang

Membiarkan talang air penuh sampah akan menimbulkan masalah yang lebih serius seperti terjadinya penyumbatan, kebocoran, dan talang air yang meluap.

Tergantung pada berapa lama talang air dibiarkan tanpa dibersihkan, sampah yang terkumpul akan merusak sistem talang air di rumah. Untuk menghindari masalah dengan talang air, sebaiknya bersihkan talang air setidaknya dua kali setahun.

Itulah beberapa kesalahan saat membersihkan talang air yang harus dihindari.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

4 Alasan Laron Serbu Rumah Saat Musim Hujan


Jakarta

Memasuki musim hujan, kamu akan lebih sering menemukan laron terutama pada saat malam hari. Hewan yang termasuk koloni rayap ini banyak muncul di musim hujan karena mencari kehangatan. Maka dari itu, banyak dari mereka yang terbang ke arah lampu jalan atau lampu rumah.

Dilansir detikFood, laron ketika masih menjadi rayap, rumah mereka biasanya berada di tempat kering, seperti kayu atau di bawah tanah. Saat hujan tiba, sarang atau rumah mereka basah karena terkena air hujan.

Ternyata selain mencari kehangatan, hewan kecil ini juga mencari pasangan lho. Apabila mereka gagal menemukan pasangan, laron akan mati. Saat sudah menemukan pasangan, mereka akan menanggalkan sayap mereka. Setelah itu, mereka akan membuat koloni baru dengan berkembang biak.


Selain karena mencari kehangatan, dilansir detikJateng, berikut beberapa alasan laron datang ke rumah.

1. Sumber Makanan

Sebagai salah satu koloni rayap, laron tertarik pada kayu sebagai sumber makanan utama. Sumber makanan lainnya adalah tanaman-tanaman di halaman rumah seperti pohon mati, kayu bakar, dan jenis tanaman yang tertentu.

2. Sumber Air

Meskipun nyaman tinggal di tempat kering, tetapi laron tetap membutuhkan air. Mereka mencari rumah yang memberikan akses mudah ke air. Maka dari itu, saat ada ember berisi air penuh, mereka mendekat.

3. Jalan Masuk ke Rumah

Saat sudah melihat koloni laron, kamu harus memastikan pintu dan celah lainnya di depan rumah tertutup. Kamu juga bisa menggunakan jaring-jaring. Mereka tertarik pada celah-celah di rumah untuk mencari sumber kehangatan dan makanan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

7 Cara Mudah Bersihkan Sisa Stiker di Berbagai Permukaan Benda


Jakarta

Menempelkan stiker di jendela, meja, maupun pintu kerap dilakukan, baik itu untuk keindahan maupun yang lainnya. Namun, jika sudah bosan maka stiker akan dilepas. Akan tetapi, terkadang sisa stiker masih tersisa di benda-benda tersebut.

Bekas stiker tersebut justru bisa membuat tampilan rumah kurang bagus atau terlihat kotor. Meski demikian, jangan khawatir karena ada cara mudah untuk membersihkannya.

Berikut ini cara membersihkan sisa stiker di berbagai permukaan benda dilansir dari berbagai sumber.


1. Pakai Air Hangat

Dilansir The Spruce, jika label atau stiker yang menempel di permukaan kaca dapat direndam di ember atau bak cuci, rendam di air hangat dengan beberapa tetes sabun cuci piring. Label yang terbuat dari kertas biasanya akan mudah dibersihkan pada permukaan kaca setelah direndam satu jam.

Kalau permukaan kacanya tidak bisa direndam, kamu basahkan tisu dan taruh di atas stiker atau label itu. Diamkan selama 30 menit dan periksa apakah labelnya sudah bisa dilepas atau belum.

Kamu juga bisa mengangkat stiker atau label dengan ujung kartu kredit atau pisau tumpul. Nah, kalau sudah tidak ada perekat yang tersisa, kamu bisa bersihkan permukaan kaca dengan pembersih kaca dan kain mikrofiber.

2. Pakai Uap Panas

Beberapa perekat akan mudah lepas jika terkena panas maupun uap panas. Kamu bisa pakai pengering rambut atau hairdryer, heat gun, atau setrika uap dan arahkan ke stiker selama 1-2 menit. Setelah perekat mulai meleleh, segera kelupas stiker dengan pengikis. Sebab, jika sudah dingin kemungkinan perekatnya akan menempel kembali.

3. Pakai Minyak, Mentega, atau Selai Kacang

Membersihkan residu stiker juga bisa pakai berbagai macam minyak sayur, mentega, margarin, atau bahkan minyak kacang. Oleskan beberapa tetes minyak ke tisu dan basahkan stiker atau gosokkan lemak padat (margarin atau mentega atau selai kacang) pada stiker.

Selanjutnya, tutup bagian yang sudah di basahkan dengan bungkus plastik dan rekatkan dengan selotip. Diamkan setidaknya selama 30 menit lalu kikis stiker tersebut. Cuci dengan air sabun hangat atau bersihkan dengan pembersih kaca.

4. Pakai Alkohol Gosok atau Alkohol Isopropil

Gunakan beberapa tetes alkohol isopropil atau alkohol gosok pada kapas atau tisu dan basahkan stiker. Setelah stiker mulai basah, tunggu minimal 10 menit dan gunakan pengikis plastik untuk melepas label dan perekatnya. Jangan gosok terlalu kencang karena bisa menggores kaca.

Jika masih ada sisa-sisa lem, oleskan kembali alkohol ke residu yang ada. Setelah selesai, kamu bisa mengelap permukaan kaca dengan kain mikrofiber untuk menghilangkan perekatnya.

5. Pasta Gigi

Dilansir Reader Digest, pasta gigi memiliki sifat abrasif yang bisa digunakan untuk membersihkan residu stiker. Namun, metode pasta gigi ini tidak boleh digunakan pada pakaian dan kayu yang belum dipoles.

6. Aseton (Pembersih Cat Kuku)

Cairan pembersih kuat seperti aseton bisa kamu gunakan untuk membersihkan residu stiker pada permukaan kaca dan beberapa pakaian.

Perlu diperhatikan bahwa aseton dapat melarutkan beberapa bahan plastik dan polimer. Oleh karena itu, sebaiknya kamu tidak menggunakan metode ini untuk membersihkan residu stiker pada dinding yang dicat

Caranya, ujilah terlebih dahulu pada area kecil. Jika bahan permukaan tempat residu stiker menempel tidak bereaksi buruk, oleskan aseton pada bola kapas, lalu gosok residu stikernya hingga bersih.

7. Cuka

Cuka, salah satu bahan alami yang sering digunakan sebagai cairan pembersih ini juga bisa membantu untuk membersihkan residu stiker.

Caranya sangat mudah sekali. Cukup basahi kain atau spons dengan air cuka, lalu gosok residu stiker secara perlahan menggunakan kain yang sudah dibasahi tadi.

Itulah beberapa cara menghilangkan stiker di permukaan benda. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com