Tag Archives: eropa

11 Spot Wisata Hits di Pantai Indah Kapuk, Gratis dan Instagramable


Jakarta

Pantai Indah Kapuk atau PIK adalah kawasan di pantai utara Jakarta yang memiliki berbagai pilihan tempat wisata hits, mulai dari pantai, tempat kuliner, tempat belanja, hingga aneka spot selfie.

Ada dua kawasan PIK, yaitu PIK 1 yang berada di Jakarta Utara dan PIK 2 yang masuk kawasan Tangerang. Meski berbeda daerah administratif, keduanya masih berada dalam satu kawasan yang bersebelahan.

Buat traveler yang ingin jalan-jalan ke PIK, tak perlu bingung mau ke mana. Di bawah ini akan kita ulas 11 rekomendasi tempat wisata hits di Pantai Indah Kapuk yang gratis alias tanpa membayar tiket masuk, dan tentunya instagramable.


Rekomendasi Wisata Pantai Indah Kapuk

Berikut ini 11 tempat wisata gratis paling hits di Pantai Indah Kapuk yang dirangkum dari catatan detikTravel:

1. Pantai Pasir Putih PIK 2

Pantai Pasir Putih PIK2Pantai Pasir Putih PIK2 Foto: Johanes Randy
  • Lokasi: PIK 2, Jalan Laksamana Yos Sudarso, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
  • Jam buka: 06.00-22.00 WIB

Selanjutnya ada Pantai Pasir Putih yang berada di kawasan PIK 2 yang memiliki pemandangan indah pasir putih yang berpadu dengan laut utara. Sebagai tempat wisata modern, traveler juga akan melihat pemandangan gedung-gedung tinggi.

Di sini, kamu bisa bersantai di tepi pantai, bermain pasir dan air, berkeliling naik sepeda, hingga kulineran. Pengunjung dilarang membawa makanan dari luar dan harus selalu menjaga kebersihan.

2. Aloha PIK 2

Aloha PIKAloha PIK Foto: (‘Dadan Kuswaraharja/detikcom)
  • Lokasi: PIK 2, Jalan Laksamana Yos Sudarso, Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
  • Jam buka: 10.00-22.00 WIB (weekend buka pukul 07.00 WIB)

Salah satu tempat wisata hits Pantai Indah Kapuk adalah Aloha yang merupakan tempat jajan hits yang memiliki banyak tenant makanan dan minuman, seperti aneka seafood, aneka sate, pizza, steak, es krim, croissant, dan kopi.

Keunikan Aloha adalah tempatnya berkonsep ala Hawaii. Pengunjung dapat menikmati pemandangan pasir putih. Dekorasi bangunannya pun dibuat dengan nuansa tropis, yakni menggunakan elemen kayu, jerami, rotan, bambu, dan juga open space balcony.

3. Land’s End PIK 2

Wisata Land's End PIK 2 baru saja di buka, Selasa (12/12) lalu. Jadi destinasi baru, kini Land's End jadi tempat wisata yang menarik perhatian pengunjung.Wisata Land’s End PIK 2 Foto: dok detikcom
  • Lokasi: PIK 2, Jalan Laksamana Yos Sudarso, Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
  • Jam buka: 08.00-23.00 WIB

Tak jauh dari Aloha, ada tempat wisata Land’s End yang memiliki pemandangan pantai pasir putih. Keunikannya adalah terdapat bangunan ikonik berbentuk mercusuar berwarna putih yang juga menyala di malam hari.

Tak hanya duduk santai di pantai, traveler bisa jajan di sejumlah restoran dan coffee shop di Land’s End. Dibandingkan Aloha, Land’s End menawarkan fasilitas lebih ‘premium’.

4. Urban Farm PIK

Urban FarmUrban Farm Foto: Hestianingsih/Wolipop
  • Lokasi: Kawasan Pantai Maju PIK, Jalan The Golf Island Boulevard, Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jam buka: 09.00-21.00 WIB

Urban Farm PIK adalah marketplace yang konsepnya dikelilingi alam. Buat kalian yang suka tanaman, tempat ini memiliki banyak koleksi tanaman menarik. Di sini terdapat beberapa tenant fashion, lifestyle, bookstore, F&B, hingga fresh market.

5. PIK Bridge

Ada dua jembatan menarik di PIK. Yang pertama adalah Jakarta PIK International Bridge yang berada di PIK 1, Jalan Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Jembatan ini memiliki jalur pejalan kaki kecil buat detikers yang ingin jogging atau jalan santai.

Ada juga Jembatan PIK 2 yang menghubungkan DKI Jakarta dengan Banten yang panjangnya sekitar 800 meter. Jembatan ini tidak disediakan jalur pejalan kaki, namun terdapat lajur khusus sepeda.

6. Pantjoran PIK

Pagoda Pantjoran PIKPagoda Pantjoran PIK Foto: Pantjoran PIK
  • Lokasi: PIK 1, kawasan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jam buka: 07.00-23.00 WIB

Pantjoran PIK khas dengan nuansa pecinan atau chinatown. Banyak bangunan yang khas dengan negara China. Antara lain adalah pagoda merah yang disebut paling tinggi di Jakarta. Pagoda ini sering dipakai sebagai latar belakang foto.

Selain berfoto-foto, traveler juga bisa jajan beraneka makanan di sini, seperti Cakuw Ko Atek, Bakmi Gang Kelinci, Bakso Goreng Soekajadi, Es Pluit Acen, dan Roti Srikaya Ajong.

Untuk diketahui, ada beberapa tempat makanan non-halal di sini. Buat muslim, jangan segan bertanya menu makanan di sana.

7. Cove at Batavia

Cove at Batavia PIKCove at Batavia PIK Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom
  • Lokasi: PIK 1, Cove at Batavia, Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jam buka: 09.00-23.00 WIB

Di PIK 1 terdapat kawasan bernama Cove at Batavia yang memiliki banyak restoran, kedai kopi, hingga bar yang hits di kalangan anak muda, mulai dari menu Indonesia, Jepang, hingga Western. Tempat ini berbatasan dengan laut, sehingga kalian bisa makan sambil menikmati keindahan laut.

8. Batavia PIK

Terinspirasi dari Kota Batavia masa lampau, Batavia PIK hadir dengan konsep baru, inovasi ramah lingkungan, dan desain arsitektur modern sebagai destinasi wisata dan kuliner tepi laut termegah di Golf Island PIKBatavia PIK Foto: Agung Sedayu Group
  • Lokasi: Batavia PIK 1, Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jam buka: 09.00-23.00 WIB

Bergeser ke sisi selatan, ada kawasan bernama Batavia PIK yang memiliki banyak bangunan ruko modern. Banyak pilihan tenant makanan dan minuman, bar, coffee shop, restoran, hingga minimarket di sini.

Di belakang ruko terdapat beberapa tenant yang berbatasan dengan laut. Traveler juga bisa menyewa sepeda listrik untuk berkeliling di tepi laut Batavia PIK.

9. La Riviera

Mau menikmati suasana ala Eropa, tapi tak ingin jauh-jauh? Coba ke La Riviera di PIK2.Suasana ala Eropa di La Riviera, PIK2. Foto: Pradita Utama
  • Lokasi: PIK 2, Jalan Otista, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten.
  • Jam buka: 24 jam

Wisata hits Pantai Indah Kapuk selanjutnya adalah La Riviera yang berada di PIK 2. Letaknya cukup jauh dibandingkan tempat-tempat yang disebut di atas. Kalian harus berkendara ke barat hingga kawasan Teluknaga.

Tempat ini unik karena memiliki bangunan-bangunan mirip Kota Amsterdam. Terdapat sungai kecil yang seakan-akan melintasi tengah kota. Di malam hari, lampu-lampu kuning akan dinyalakan sehingga mirip dengan suasana Eropa.

10. By The Sea PIK

Mall By The Sea yang berada di kawasan Pantai Indah Kapuk.Mall By The Sea yang berada di kawasan Pantai Indah Kapuk. Foto: dok. Amantara
  • Lokasi: PIK 1, Jalan Pulau Maju Bersama, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jam buka: 10.00-22.00 WIB

Selanjutnya ada By The Sea PIK buat kalian yang ingin berbelanja. Ini adalah sebuah shopping district pertama di Jakarta Utara yang menawarkan produk-produk lokal premium.

Selain produk lifestyle dan fashion, ada banyak tenant makanan dan minuman yang tak kalah menarik.

11. Central Market PIK

Central Market PIK raih penghargaan  EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies) Advance Certificate dari Green Building Council Indonesia.Central Market PIK. Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom
  • Lokasi: PIK 1, Jalan Pulau Maju Bersama, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
  • Jam buka: 08.00-22.00 WIB

Terakhir ada Central market PIK, yaitu mal yang berada di tengah kawasan Golf Island PIK. Central Market juga terintegrasi dengan Pantjoran PIK dan By The Sea. Mal ini memiliki kawasan indoor dan outdoor.

Nah, itulah tadi 11 tempat wisata gratis paling hits di Pantai Indah Kapuk, baik PIK 1 di Jakarta Utara maupun PIK 2 di Tangerang.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Agar Bali Utara Tidak Lagi Menjadi Nomor Dua



Jakarta

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama pemerintah Bali berusaha meratakan penyebaran turis dengan cara memperkenalkan Bali utara. Salah satu faktor yang menyebabkan tidak meratanya wisatawan ini adalah akses menuju lokasi.

Bali masuk dalam daftar destinasi wisata favorit dunia yang dinyatakan mengalami overtourism. Salah satu fakta yang mencolok adalah macet parah di jalan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada akhir tahun lalu.

Tetapi, pemerintah RI dan Bali tidak sepakat. Mereka kompak menyebut kondisi itu disebabkan wisatawan yang tidak merata di Pulau Dewata. Turis-turis lebih menyukai pelesiran dan berwisata di kawasan Bali selatan, mulai dari Seminyak, Kuta, Legian, Jimbaran, Benoa, Nusa Dua, Uluwatu, hingga Pecatu.


Area itu memang lebih mudah dijangkau dari bandara. Hanya diperlukan waktu tempuh satu jam dari gerbang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan berkendara.

Fasilitas juga lebih komplet. Banyak pilihan beach club, hotel, kafe, dll.

Nah, kini pemerintah sedang mengupayakan pemerataan wisata di Bali. Sejumlah pembangunan dikebut.

Destinasi wisata di bali utara diklaim tidak kalah dari Bali selatan. Di antaranya, Pantai Lovina dengan konservasi lumba-lumbanya, Handara Gate dengan gerbang eksotisnya, dan Desa Pemuteran dengan konservasi penyu dan karangnya.

Infografis wisata Bali utara 1Infografis wisata Bali utara 1 (infografis detikcom)

Tetapi, satu kelemahan Bali utara yang bikin wisatawan menomorduakan kawasan itu adalah jarak yang jauh dari bandara. Sudah begitu jalanan sempit.

“Tentu kita harapkan ada aksesibilitas yang lebih cepat. Sekarang kan sedang dibangun apa namanya tol yang sedang dalam proses Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, nanti ini bisa mempercepat,” kata Gede Dody Sukma Aktiva Askara, kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, beberapa waktu lalu

“Kemudian untuk mempercepat aksesibilitas kita di Bali Utara juga dari sisi angkutan darat itu sudah dibangun jalan pintas dari Bedugul menuju kota Singaraja dalam kawasan Lovina. Jadi jalan yang berkelok itu sudah dipangkas-pangkas kelokannya, tikungan itu beberapa dipangkas dari 16 tikungan menjadi 5 tikungan dengan derajat yang landai. Nah ini akan terus sampai dengan ke bawah dibangun, mudah-mudahan berkelanjutan sehingga sampai Kota Singaraja penumpang tidak mabuk,” ujar Dody.

Andai rencana pemerintah dijalankan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan proyek Tol Gilimanuk-Mengwi akan dilanjutkan pada September 2024.

Ramai didatangi turis Eropa

Berbeda dengan kawasan Bali Selatan yang ramai hiburan, Bali utara lebih cenderung tenang dan berfokus kepada wisata konservasi. kegiatan hiking, diving dan planting pun menjadi andalan mereka untuk menarik turis ke sana.

Faktanya, wisata Bali Utara ternyata diminati oleh wisatawan Eropa. Dari tahun ke tahun, turis asing paling banyak datang dari Eropa.

“Paling banyak turis Eropa. Kalau yang tertinggi saat ini adalah dari Prancis. Selanjutnya diikuti turis China. Bulan ini saja jumlah turis Prancis 9.000, sedangkan turis China ada 6.000 orang,” kata Gede Dody

Angka itu diakui Dody sangat kecil jika dibandingkan dengan kedatangan turis asing ke Bali.

“Kalau kita bandingkan dengan kedatangan wisatawan melalui Bandara Ngurah Rai itu kita ada pada posisi 8%. Kemudian dari yang menginap Land of stay-nya itu rata-rata 2,5 persen saka,” kata dia.

Destinasi berwisata

Bali Utara punya banyak destinasi wisata ciamik yang ingin liburan seru. Mulai dari bawah lautnya yang memukau hingga desa wisatanya yang kaya.

1. Handara Gate, gerbang iknoik yang viral di media sosial

Handara Gate berada di Jln. Raya Singaraja-Denpasar, Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Bila ditempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai butuh waktu empat jam untuk ke sini.

Handara Gate yang ikonik ini begitu viral di media sosial. Saking ciamiknya foto di sana, sering kali netizen menyebutkan ‘Gate to the Heaven’ atau Gerbang Surga.

2. Desa Wisata Pemuteran

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Desa Pemuteran lho. Mulai dari snorkling hingga trekking.

Di desa ini terdapat konservasi terumbu karang yang pastinya membuat bawah lautnya menjadi cantik. Kamu yang suka snorkling cocok banget nih datang dan belajar tentang terumbu karang di sini.

Di desa ini juga ada Proyek Penyu, penangkaran penyu yang dikelola sebuah organisasi yang menggandeng masyarakat lokal. Telur-telur penyu yang didapatkan nelayan akan dikumpulkan di sini hingga dikembangbiakkan. Nanti setelah berumur 2-3 bulan, tukik-tukik ini dilepaskan ke laut.

Desa Pemuteran memiliki pantai berpasir hitam. Walau begitu, sore-sore di sini bersantai juga bisa jadi kegiatan seru.

3. Desa Les

Desa Les juga punya banyak aktivitas seru, mulai snorkling, hingga melihat penyulingan arak.

4. Pantai Lovina

Lumba-lumba di Pantai LovinaLumba-lumba di Pantai Lovina (aRifkianto Nugroho/detikcom)

Pantai Lovina dikenal sebagai tempat konservasi lumba-lumba liar. Adapun atraksi wisata yang ditawarkan adalah melihat kawanan lumba-lumba ini berenang di lautan.

Bila ditempuh dari Bandara i Gusti Ngurah Rai, butuh waktu sekitar 2,5-3 jam dengan jarak hampir 100 km dengan mobil menuju titik ini. detikcom pun beberapa waktu lalu berangkat dari Lovina Beach Club.

5. Air Terjun Banyumala

Banyak spot air terjun yang bisa didatangi di Bali Utara, dan salah satunya adalah Air terjun Banyumala. Destniasi ini berada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Bila ditempuh dari Ubud hampir 2 jam berkendara motor. Dan bila ditempuh dari Pura Ulun Danu Beratan hanya 30 menit saja.

6. Pura Ulun Danu Bratan

Pura Ulun Danu di BaliPura Ulun Danu di Bali Foto: (Teguh Tofik Hidayat/d’Traveler)

Pura Ulun Danu merupakan salah satu pura yang populer di kalangan wisatawan di Bali. Pura ini berada di Danau Beratan, Tabanan. Bila ditempuh dari Ubud sekitar 50 menit perjalanan berkendara.

Adapun daya tarik dari pura ini adalah keindahan lokasi pura yang dikelilingi pegunungan dan danau. Serta lokasinya yang ada di dataran tinggi membuat udara di sini terasa sejuk di saat siang hari. Adapun tiket masuk ke pura yaitu Rp 40 ribu saat weekeday, Rp 50 ribu saat weekend.

7. Danau Buyan

Danau Buyan adalah salah satu danau terbesar di Bali. Terletak di dataran tinggi Bedugul, danau ini dikelilingi oleh hutan lebat dan barisan bukit, menciptakan latar belakang yang indah dan menyegarkan.

Catatan nih untuk traveler, tak cukup semalam atau dua malam saja berkunjung ke Bali Utara. Karena jarak tempat wisatanya cukup memakan waktu.

Namun, bila kamu ingin datang, dan merasakan semua keseruan di Bali Utara, setidaknya kamu bisa menginap satu minggu di sana. Tapi, bila hanya bisa satu malam atau 2 malam saja, traveler harus tentukan mau wisata apa.

Misalnya mau snorkling saja, bisa datang ke Desa Pemuteran atau Desa Les. Bila ingin melihat lumba-lumba, ke Pantai Lovina saja dan menginap di sekitar sana.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Wisata Medan Dekat Pusat Kota yang Menarik dan Ramah di Kantong


Medan adalah kota terbesar ke-3 di Indonesia dengan berbagai destinasi wisata menarik, yang mudah diakses dari pusat kota. Ada banyak pilihan wisata Medan terdekat dari pusat kotanya, mulai dari tempat bersejarah, taman hijau, hingga tempat religi.

Setiap destinasi menawarkan pengalaman yang berbeda. Menjadikannya pilihan sempurna untuk liburan.

Wisata Medan Terdekat dari Pusat Kota

1. Kampoeng Selfie (Kongsi)

Kampoeng Selfie di MedanKampoeng Selfie di Medan. (Jefris Santama/detikcom)


Kampoeng Selfie (Kongsi) termasuk wisata Medan dekat pusat kota, yang jarak tempuhnya hanya sekitar 30 menit saja.

Sesuai namanya, kampung ini mengusung konsep kreativitas seni. Tempat ini menawarkan pengalaman wisatawan untuk merasakan keseruan berfoto dengan latar belakang spot-spot foto menarik, warna-warni, dan kekinian.

Dikutip dari situs Universitas Sumatera Utara, wisata Kampung Selfie Medan resmi dibuka pada 25 November 2017. Sentuhan cat warna-warni kontras nan meriah juga bisa kita lihat di sepanjang jalan.

  • Lokasi: Jalan DR. Cipto, Anggrung, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan
  • Jam buka: Senin-Sabtu mulai dari jam 09.00 – 20.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Gratis.

2. Taman Tjong Yong Hian

Taman Tjong Yong Hian (Instagram/tjongyonghiangallery)Taman Tjong Yong Hian. (dok.Instagram @tjongyonghiangallery)

.

Taman Tjong Yong Hian adalah taman bunga ala Tiongkok sebagai wujud penghormatan untuk sosok Tjong Yong Hian. Beliau saudara dari tokoh ternama, Tjong A Fie, yang merupakan orang berpengaruh dalam sejarah kota Medan.

Di setiap sudut taman ini, pengunjung akan melihat panorama taman bunga dan aneka tumbuhan yang cantik. Di sana juga terdapat makam Tjong Yong Hian dan istrinya dan batu prasasti dengan inskripsi Bahasa Arab, Belanda, dan Tionghoa.

  • Lokasi: Jalan Kejaksaan, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara, 20151
  • Jam buka: Setiap hari mulai dari jam 08.00 – 17.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Gratis.

3. Masjid Raya Al-Mashun (Masjid Raya Medan)

Bersilaturahmi disela sela acara salad idul adha di Masjid Raya Al-Mashun MedanMasjid Raya Al-Mashun Medan (Aisyah Luthfi Munthe/detik.com)

Masjid Raya Al-Mashun menjadi wisata Medan yang dekat dengan pusat kota. Jika dilihat dari Google Maps, jarak dari pusat kota Medan ke Masjid Raya Al-Mashun sekitar 12-13 menit saja.

Didirikan pada 21 Agustus 1906 M, masjid bersejarah ini berusia lebih dari 100 tahun. Selain menjadi peninggalan dari Kesultanan Deli, Masjid Raya Al Mashun juga menjadi ikon yang digunakan sebagai tempat pusat kegiatan agama di Kota Medan.

Menariknya, arsitektur masjid ini perpaduan dari Timur Tengah, Eropa dan Asia. Tidak hanya itu, ada ornamen dan kaligrafi di setiap bagunan yang mangandung makna kehidupan dan keberagaman budaya.

Keunikan dan kemegahan masjid ini membuat banyak wisatawan yang berkunjung ke sana.

  • Lokasi: Jalan Mahkamah No.74 c, RT.02, Mesjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan.
  • Jam buka: Setiap hari mulai dari jam 04.00 – 00.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Gratis.

4. Tjong A Fie Mansion (Rumah Tjong A Fie)

Rumah Tjong A FieRumah Tjong A Fie. (Putu Intan/detikcom)

Tjong A Fie Mansion merupakan rumah saudagar kaya China bernama Tjong A Fi. Bagunannya punya arsitektur China, Eropa dan Melayu.

Dilansir laman resminya, dan Museum Tjong A Fie dibuka untuk umum pertama kali sejak Juni 2009. Rumah ini memiliki 35 kamar dan 2 lantai dengan luas mencapai 8000 m2.

Rumah Tjong A Fie termasuk destinasi sejarah di Medan dan termasuk bangunan cagar budaya yang terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

  • Lokasi: Jalan Jend. A. Yani, Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.
  • Jam buka: Setiap hari mulai dari jam 09.00 – 17.00 WIB. Tutup pada Tahun Baru China.
  • Harga tiket masuk: Rp 35 ribu per tiket.

5. Istana Maimun

Kondisi Istana Maimun Medan yang mirip pasarIstana Maimun di Medan (Nizar Aldi)

Bagi yang suka wisata edu religi, kamu bisa mengunjungi Istana Maimun. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota Medan, hanya sekitar 13 menitan.

Istana Maimun adalah istana yang dibangun pada masa Kesultanan Deli, sekitar tahun 1888-1891. Pembangunanya dilakukan atas perintah Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah.

Dalam jurnal tahun 2023 berjudul Strategi Peningkatan Pelayanan Istana Maimun sebagai Warisan Budaya Melayu oleh Muhammad Rizki Lubis, pembangunan Istana Maimun ini didesain oleh arsitek Capt. Theodoor Van Erp, seorang tentara Kerajaan Belanda.

Arsitekturnya percampuran antara budaya Islam, tradisional Melayu, dan Eropa. Di bagian depan, atap, lengkungan (arcade), ornamen gedung mengingatkan pada seni budaya Islam Timur Tengah dan India, sedangkan pada bagian pintu dan jendela dirancang dengan gaya bangunan Spanyol.

Dulunya, Istana Maimun adi pusat pemerintahan dan tempat tinggal Sultan. Sejak tahun 2003 hingga sekarang, Istana ini telah beralih fungsi menjadi obyek wisata sekaligus hunian bagi keluarga ahli waris.

  • Lokasi: Jalan Brigadir Jenderal Katamso Ā· Aur, Medan Maimun, Kota Medan.
  • Jam buka: Setiap Hari mulai dari jam 08.00-17.00 WIB
  • Harga tiket masuk: Rp 5.000 untuk anak-anak dan Rp 10.000 untuk dewasa.

Itu tadi beberapa rekomendasi wisata Medan dekat pusat kota yang wajib dikunjungi. Jadi, traveler tak perlu bingung lagi mencari tempat untuk liburan tanpa perlu jauh-jauh dari pusat kota.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Makam Gaya Eropa yang Penuh Misteri di Pinggir Jalan Kuningan



Jakarta

Makam dengan gaya bangunan gaya Eropa masih menyimpan misteri hingga kini. Lokasinya di pinggir sebuah jalan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Lokasi persisnya di Jalan Raya Cigugur-Palutungan, Kabupaten Kuningan. Konon, banyak yang menyebut bangunan berada di samping markas Koramil 1515 Cigugur itu merupakan makam pembesar Belanda bernama Van Beck.

Meski demikian, tak banyak warga yang mengetahui silsilah ataupun rekam jejak meneer Belanda yang konon tinggal di daerah Cigugur itu. Hal itu jugalah yang ada di benak Iim Wakim.


Juru pemelihara situs makam tersebut mengaku hanya mendapat sedikit informasi mengenai sosok Van Beck.

Makam Van Beck di Kuningan.Makam Van Beck di Kuningan (Foto: Mohamad Taufik/detikJabar)

“Bangunan ini adalah makam Jenderal Van Beck yang meninggal pada tahun 1912. Tapi tidak ada catatan sejarah ataupun informasi dari warga sini siapa sosok Van Beck tersebut, apakah dia seorang tentara Belanda atau saudagar kaya waktu itu,” ungkap Iim kepada detikJabar, belum lama ini.

Termasuk makam Van Beck yang mana, Iim tak mengetahui. Sebab, di dalam bangunan berbentuk bulat bak Igloo di Kutub Utara ini terdapat dua makam yang saling berdampingan.

“Ada dua makam, kondisi satu makam di sebelah Barat sudah terbongkar sedangkan satu lagi di sebelahnya sudah bolong. Tidak ada keterangan makam Van Beck yang mana, dan makam siapa yang satu lagi, apakah istrinya atau siapa saya tidak tahu,” ujarnya.

Pastinya, kata Iim, di lokasi tersebut dulunya memang area pemakaman yang didominasi warga Belanda yang tinggal di daerah Cigugur. Ini terlihat dari beberapa makam yang tersisa di dekat makam Van Beck mempunyai bentuk makam bergaya Eropa.

Baca artikel selengkapnya di detikJabar

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

5 Objek Wisata Batu Terkenal yang Cocok Buat Liburan 2024


Kota Bat Menjadi salah satu kota yang terkenal banyak menawarkan destinasi wisata di Jawa Timur. Kota ini juga dikenal dengan udara sejuk dan pemandangan alam yang menawan.

Tak heran, jika batu punya julukan sebagai “Kota wisata”. Dulunya, Batu masuk ke wilayah Malang makanya orang banyak menyebutnya Batu Malang.

Namun, sejak tahun 2001 kota Batu telah berdiri sendiri sebagai kota otonom yang terpisah dari Kabupaten Malang. Apa apa saja wisata di Batu? Simak rekomendasinya di bawah ini.


Rekomendasi Wisata Batu

1. Batu Love Garden (Baloga)

Batu Love Garden di Kota BatuBatu Love Garden di Kota Batu. Foto: Muhammad Aminudin/detiktravel

Batu Love Garden merupakan destinasi wisata Batu yang cocok untuk keluarga. Di sini, kita akan banyak menemukan berbagai jenis bunga dan aneka wahana seru.

Selain keindahan flora, Batu Love Garden juga memiliki spot-spot foto yang instagramable. Bahkan, kamu juga bisa menyaksikan flowers parade yang berlangsung saat weekend di jam 11.00 WIB dan 14.00 WIB.

Ada puluhan wahana yang bisa traveler coba, mulai dari bianglala, boom boom car, hingga rainbow slide. Aktivitas seru seperti memberi makan satwa, naik onta, petik apel, sewa kostum ala Eropa juga bisa kamu temukan di sini.

  • Alamat: Jl. Raya Pandanrejo No.91, Pandanrejo, Kec. Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.
  • Hari & Jam Operasional: Setiap hari mulai dari jam 08.30 – 16.30 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Weekday untuk tiket reguler Rp 50 ribu dan tiket terusan Rp 90 ribu (free wahana), sementara weekend Rp 90 ribu (free wahana).

2. Batu Wonderland

Batu Wonderland Water ResortBatu Wonderland Water Resort. Foto: Instagram @batuwonderland

Batu Wonderland menawarkan pilihan liburan yang cukup lengkap, karena memiliki waterpark, hotel, hingga restoran. Taman hiburan ini menggabungkan berbagai wahana air dan permainan dengan desain yang menarik.

  • Alamat: Jl. Imam Bonjol No.17, Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur.
  • Hari & Jam Operasional: Setiap hari dari jam 08.00 – 17.00 WIB.WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Tarif waterpark Senin-Jumat Rp 15.000 , sedangkan Sabtu-Minggu Rp 30.000.

3. Coban Talun

wisata MalangAir terjun Coban Talun. Foto: Rizna Feramerina/d’Traveler

Coban Talun adalah wisata alam Batu yang menawarkan keindahan terjun megah.
Selain bisa menikmati udara segar pegunungan, tempat ini bakal cocok bagi traveler yang suka berpetualang di alam. Pasalnya, untuk bisa menuju air terjun ini perlu melakukan sedikit trekking. Selain melihat

  • Lokasi: Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
  • Hari & Jam Operasional: setiap hari mulai dari jam 08.00 – 16.00 WIB.
  • Harga Tiket: Rp 10.000

4. Jatim Park

jatim park 1Jatim Park 1. Foto: M Bagus Ibrahim

Jawa Timur Park merupakan tempat rekreasi dan taman belajar yang terkenal dan jadi salah satu ikon Kota Batu. Terdapat 3 pusat rekreasi Jawa Timur Park, yang terdiri dari:

  1. Jawa Timur Park 1 (Museum Tubuh dan Science Coaster Park)
  2. Jawa Timur Park 2 (Museum Satwa dan Batu Secret Zoo)
  3. Jawa Timur Park 3 (Dino Park, Museum Musik Dunia, The Legend Star Park, Funtech Plaza, dan Milenial Glow Garden)

Alamat:

  • Jawa Timur Park 1 berlokasi di Jl. Kartika No. 2, Kota Wisata Batu, Jawa Timur.
  • Jawa Timur Park 2 berlokasi di Jalan Oro-oro Ombo No. 9, Desa Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu.
  • Jawa Timur Park 3 berlokasi di Jalan Raya Ir. Soekarno No.144, Beji, Kota Batu, Jawa Timur.

Hari & Jam Operasional:

  • Jawa Timur Park 1 buka setiap hari dari jam 08.30 – 16.30 WIB.
  • Jawa Timur Park 2 buka setiap hari dari jam 08.30 – 16.30 WIB.
  • Jawa Timur Park 3 Weekday 11.00 – 20.00 WIb dan Weekend 11.00 – 21.00 WIB.

Harga Tiket Masuk:

  • Jawa Timur Park 1 Rp 125.000
  • Jawa Timur Park 2 Rp 140.000
  • Jawa Timur Park 3 Rp 290.000.

5. Batu Night Spectacular (BNS)

Batu Night Spectacular (BNS)Batu Night Spectacular (BNS). Foto: (Bonauli/detikcom)

Batu Night Spectacular merupakan wisata Batu berupa taman hiburan malam, yang tergabung dalam Jatim Park Group.

Traveler akan diajak menikmati berbagai atraksi dan hiburan, dalam suasana yang penuh warna dan ceria di sini. Mulai dari rumah hantu, cinema 4D, hingga spot-spot yang bagus untuk dijadikan background foto.

Alamat: Jl. Hayam Wuruk No.1, Kecamatan Batu, Kota Batu.

  • Hari & Jam Operasional: Setiap hari 15.00-23.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Senin-Kamis Rp 40.000 dan Jumat-Minggu Rp 65.000.

Beragam wisata yang ditawarkan, membuat Batu jadi kota yang dipilih untuk menghabiskan waktu liburan bersama orang tersayang.

(fds/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Fakta-fakta Aceh, Tuan Rumah PON XXI yang Tengah Disorot



Banda Aceh

Penyelenggaraan PON XXI di Aceh-Sumut tengah disorot publik karena banyak kontroversi. Berikut fakta-fakta menarik tentang Aceh, salah satu tuan rumah PON 2024.

Mulai dari venue pertandingan yang bobrok hingga makanan untuk para atlet yang dinilai tidak layak membuat Aceh tengah banyak diperbincangkan publik.

Dikenal dengan sebutan ‘Tanah Rencong’, Aceh memiliki karakteristik unik dan berbeda dari daerah lain di Nusantara. Provinsi ini terletak di ujung paling barat gugusan pulau Indonesia.


Aceh menjadi salah satu provinsi yang kaya akan sejarah, budaya, dan tradisi. Baik dari segi kuliner, budaya, hingga ragam sukunya. Aceh juga menawarkan pesona tersendiri yang patut untuk kita telusuri.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Aceh luasnya sekitar 56.839,09 km2. Menempati posisi strategis sebagai pintu gerbang lalu lintas di bagian barat Indonesia.

Berikut fakta-fakta unik yang perlu kamu ketahui tentang Aceh:

1. Dijuluki Sebagai Serambi Mekah

Sebagai provinsi paling barat di Pulau Sumatera, Aceh merupakan salah satu daerah pertama masuknya Islam di Indonesia. Selain itu, kota Aceh dikenal dengan tradisi Islam yang kuat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Dilansir dari laman resmi Pemerintahan Provinsi Aceh, Dosen Ilmu Sastra Universitas Sumatera Utara (USU) Supriyatno mengatakan Aceh merupakan bagian wilayah Indonesia pertama yang memeluk agama Islam.

Berdasarkan penuturannya, pada abad ke-7 Masehi wilayah Aceh pertama kali menerima kedatangan Islam yaitu Pasai, Aceh Utara dan Peurelak.

Pengaruh Islam terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh, termasuk dalam seni, musik dan arsitektur. Simbol budaya Aceh salah satunya adalah tari tradisional Saman yang dinamis dan penuh energi yang menjadi budaya keagamaan Islam di Aceh.

2. Kampung Bule di Desa Lamno

Kampung Bule di Indonesia ternyata ada lho di Aceh. Suku unik ini dikenal dengan Suku Lamno yang terletak di desa Lamno, pesisir barat Aceh.

Suku ini sangat istimewa karena warga Lamno memiliki ciri fisik berbeda dari kebanyakan orang Indonesia, yaitu hidung mancung, berpostur tinggi seperti orang Eropa, memiliki mata biru dan berambut pirang.

Warga desa Lamno adalah hasil kawin campur bangsa Portugis yang berdagang di Aceh dan menikahi penduduk setempat. Hal inilah menjadi saksi bisu dari percampuran budaya dan warisan genetik yang langka.

3. Bubur Memek dari Simeulue

Jika mendengar kata “memek”, kamu mungkin mengira ini adalah kata yang berkonotasi negatif. Namun di Aceh, khususnya di pulau Simeulue, “memek” adalah nama hidangan tradisional berbentuk bubur yang terbuat dari campuran pisang, beras ketan, santan, dan gula.

Bubur ini sering disajikan untuk menyambut tamu penting yang berkunjung ke Simeulue serta pada upacara adat. Salah satu warga Simeuleu, Almawati mengatakan mamemek memiliki arti mengunyah atau menggigit.

Memek, salah satu makanan khas Aceh.Memek, salah satu makanan khas Aceh. (Agus Setyadi)

Sejak zaman dahulu, nenek moyang mereka sering mengunyah beras ketan yang diolah dan dicampur pisang. Perlahan-lahan masyarakat menyebut makanan khas ini dengan sebutan memek.

“Masyarakat Simeuleu sejak zaman dahulu membuat bubur memek untuk disantap bersama keluarga, Hal inilah mewariskan makanan khas Simeuleu warisan leluhur,” Kata Almawati seorang warga Simeuleu.

Kuliner khas Pulau Simeulue ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia di tahun 2019. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat bubur memek menjadi salah satu kuliner kebanggaan masyarakat Simeulue.

4. Bahasa Aceh yang Singkat dan Efisien

Bahasa Aceh juga memiliki keunikan tersendiri, terutama dalam hal singkatan beberapa kata yang digunakan sehari-hari. Contohnya kata “air kelapa” dalam bahasa Aceh diucapkan sebagai “Ie (air) dan Uk (Kelapa).”

Bahasa Aceh cenderung menggunakan kata-kata pendek namun tetap efektif dalam menyampaikan makna. Hal ini menunjukkan keefisienan komunikasi dalam budaya Aceh, dimana masyarakatnya terbiasa berbicara dengan cepat dan lugas.

5. Budaya Tarek Pukat

Budaya “Tarek Pukat” merupakan tradisi menangkap ikan yang dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat pesisir Aceh. Dalam tradisi ini, para nelayan menarik pukat atau jaring besar ke daratan bersama-sama.

Setelah ikan-ikan berhasil ditangkap, hasilnya akan dibagi rata di antara para nelayan. Selain sebagai mata pencaharian, budaya ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas dalam masyarakat Aceh, terutama di komunitas pesisir.

Dengan kekayaan budaya dan tradisinya, Aceh bukan hanya sekedar provinsi di ujung barat Indonesia, tetapi juga simbol keberagaman dan kearifan lokal yang tetap hidup dan dihormati sampai hari ini.

Dari kuliner, suku, bahasa, hingga budaya gotong royong, Aceh menawarkan pesona unik yang membuatnya istimewa dan patut kita lestarikan.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jelajah Rempah, Ekoturisme Keren dari Desa Sumberurip di Blitar



Blitar

Rempah lebih dikenal sebagai komoditas yang dihasilkan wilayah Indonesia bagian timur. Namun di Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar ini, traveler bisa mengenal lebih dekat beragam tanaman rempah yang melimpah, sebagai pohon kopi sebagai budidaya utama.

Berbeda dengan destinasi wisata kopi di daerah lain, kekayaan rempah yang dihamparkan desa di lereng Gunung Kawi sisi barat ini cukup mengejutkan. Pasalnya, potensi unik ini belum pernah dimunculkan sebelumnya.

Apalagi semua jenis rempah tumbuh begitu subur di dataran dengan ketinggian sekitar 700 MDPL ini, seperti Kapulaga (Elettaria cardamomum), Merica (Pepper nigrum), Pala (Myristica fragrans) dan Vanili (Vanilia planifola).


Untuk menuju ke desa ini, traveler dari luar kota bisa turun di Stasiun Kota Blitar. Kemudian bisa menyewa kendaraan online menuju ke arah Wlingi yang berjarak sekitar 22 KM ke arah timur.

Perjalanan berlanjut ke arah Utara sekitar 15 KM dengan jalanan aspal yang meliuk dan melewati hutan jati. Lanskap Gunung Kelud dan Butak tampak jelas jika cuaca cerah. Hawa sejuk mulai terasa ketika memasuki Desa Sumberurip dengan hamparan hijau dedaunan dan suara burung yang nyaring bernyanyi.

Ekotourism Desa Sumberurip BlitarEkotourism Desa Sumberurip Blitar Foto: Erliana Riady/detikcom

Dengan mengusung konsep ekoturisme, warga lokal berkomitmen tidak akan menambah atau mengubah semua yang dibentangkan semesta, sesuai dengan keasliannya.

Lokasi ini juga masuk klasifikasi wisata dengan minat khusus, bukan mass tourism dengan banyak pengunjung. Cocok banget bagi traveler yang benar-benar ingin menikmati masa libur menyatu dengan alam yang tenang.

Traveler akan menemukan banyak pengalaman empirik, seperti menyentuh dan memetik langsung beragam rempah tersebut dari pohonnya. Sesuatu benda yang selama ini hanya tampak di meja dapur, bentuk tumbuhannya akan dihadapkan langsung di depan kita!

Bahkan, traveler bisa mengetahui bagaimana proses rempah itu diolah hingga siap menjadi bumbu dapur. Apalagi, jika waktu kunjungan bertepatan dengan masa panen rempah, suasana kesibukan warga lokal akan terekam dengan indah dalam balutan tradisi gotong royong yang masih melekat kuat disini.

“Saya gak nyangka, kalau pohon Kapulaga itu ternyata buahnya di bawah semacam umbi. Selama ini saya pikir menggelantung di dahan tumbuhan seperti merica. Panili juga, ternyata pohonnya merambat dan gak tinggi. Ini pengalaman baru yang sangat menarik,” aku Mart, owner Sabatokaliwuan provider adventure dari Yogyakarta, Jumat (4/10/2024).

Menurut Mart, destinasi wisata ekoturisme seperti yang disuguhkan Desa Sumberurip ini sedang menjadi tren baru dalam dunia pariwisata. Para traveler peminat khusus, terutama wisatawan mancanegara, kerapkali membidik tujuan wisata mereka ke lokasi seperti ini agar dapat berbaur dengan warga dengan semua kearifan lokal budayanya.

Beberapa kolega Mart di Eropa mengaku tertarik begitu diperkenalkan dengan destinasi wisata kebun kopi yang terintegrasi dengan tumbuhan rempah ini.

Jelajah rempah dimulai dari titik kumpul di rumah warga. Sebagai welcome drink, traveler disuguhi beragam minuman rempah hangat sesuai pilihan dan jajanan tradisional sebagai camilan.

Perjalanan dimulai dengan treking ringan (soft trekking) menyusuri perkampungan menuju lahan kopi yang ditanam berdampingan dengan tumbuhan rempah.

Karena topografi lahan berada di wilayah perbukitan, maka hawa sejuk dan lanskap sawah terasering akan menjadi bonus pemandangan menuju lokasi lahan. Jalan tanah setapak sangat cocok untuk traveler yang merindukan suasana tenang pedesaan.

Ekotourism Desa Sumberurip BlitarEkotourism Desa Sumberurip Blitar Foto: Erliana Riady/detikcom

Roni Yudiono, pemilik lahan seluas 50 are ini siap memberikan pengalaman baru. Mulai membedakan pohon dan biji kopi Robusta, Arabika dan Liberoid. Kemudian mengenalkan beragam tumbuhan rempah yang menjadi tanaman sela lahan kopi tersebut.

“Tanaman rempah ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Tapi baru massif dibudidayakan sebagai tanaman sela kopi sejak COVID-19 melanda. Banyak orang mencari alternatif pengobatan herbal dan itu mengangkat harga jual rempah. Jadi kami disini juga mulai menanam bersama-sama, karena dulu rempah itu gak punya nilai jual,” tutur pria berusia 32 tahun ini.

Menurut Roni, aktifitas di lahan makin beragam ketika musim petik rempah dilakukan warga. Untuk Merica, musim panen akan tiba sekitar bulan September-Oktober. Kapulaga, musim panen biasanya dilakukan saat musim hujan.

Vanili, musim panennya jatuh di bulan Maret-April. Sedangkan jahe dan cengkeh, panen bisa dilakukan mulai September hingga akhir tahun. Untuk Pala, bisa dipetik setiap saat asalkan cuaca normal.

Durasi dua jam, dirasa cukup untuk traking pendek. Jalan pulang akan berbeda dengan jalur yang dilalui saat berangkat. Traveler akan menjumpai aktifitas warga desa dan berbaur bersama mereka dengan segala kesederhanaan dan keramah-tamahannya.

Sampai di titik kumpul, makan siang dengan menu khas tradisional Desa Sumberurip siap menambah energi yang tersisa. Dan pulangnya, free gift dan sourvernir rempah dengan kemasan yang manis, bisa dibawa pulang sebagai buah tangan yang penuh kenangan.

“Bagi traveler yang berminat menikmati jelajah rempah di sini, registrasi kami satu pintu melalui IG@javasumbercoffe.inc. Karena potensi wisata ini terintegrasi dengan semua potensi di desa kami. Trip kami buka setiap hari dengan minimal 4 orang, kecuali Jumat libur karena jam efektifnya pendek,” pungkasnya.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Gedung di Surabaya yang Dijaga 2 Singa Sejak 123 Tahun yang Lalu



Surabaya

Di Surabaya, ada bangunan kolonial Belanda yang dinamakan Gedung Singa. Itu karena gedung ini dijaga oleh dua ekor singa sejak 123 tahun yang lalu.

Gedung Singa beralamat di Jalan Jembatan Merah No 19 Surabaya. Gedung ini memiliki keunikan yang jadi ciri khasnya yakni dua patung singa yang diletakkan di depan Gedung.

Kenapa ada dua patung Singa menjaga gedung tersebut?


Dilansir dari buku Alweer een sieraad voor de stad: Het werk van Ed. Cuypers en Hulswit-Fermont in Nederlands-Indiƫ 1897-1927 karya Obbe Norburis, Gedung Singa yang saat ini sudah berusia 123 tahun, awalnya bernama Algemeene Maatschappij van Levensverzekering en Lijfrente (Perusahaan Umum Asuransi Jiwa dan Tunjangan Hidup).

Sejak zaman dahulu, orang-orang Surabaya sering menyebut gedung yang dibangun pada tahun 1901 ini dengan nama Gedung Singa karena ada patung dua ekor singa yang ‘berjaga’ di depan pintu masuk.

Patung Singa di depan pintu masuk utama gedung itu memiliki sepasang sayap. Singa bersayap ini jelas bukan merupakan singa lokal, melainkan terinspirasi dari sosok singa yang berasal dari luar negeri, seperti yang ada di Mesir.

Gedung Singa SurabayaGedung Singa Surabaya Foto: Firtian Ramadhani

Dalam budaya Mesir Kuno, singa dipandang sebagai hewan istimewa. Dengan nama latin Panthera leo, singa diasosiasikan dengan matahari dan Firaun, mewakili kekuatan hidup dan mati di Mesir Kuno.

Karena itu, di bagian dada kedua Singa terdapat simbol matahari. Citra singa juga digunakan untuk objek kehidupan sehari-hari, seperti dengan kursi dan tempat tidur. Tidak hanya itu, dua patung singa di depan Gedung itu juga bisa digunakan sebagai perlindungan.

Sejarawan Begandring Soerabaia Kuncarsono Prasetyo menjelaskan terkait alasan mengapa ada dua patung singa di depan Gedung Singa tersebut.

Ia mengatakan bahwa peletakan patung singa itu didasarkan pada simbol teologi Yunani dengan arti kemakmuran.

“Itu ada banyak filosofi, jadi tidak hanya patung singa saja. Lukisan atasnya juga memiliki banyak filosofi. Kalau singa itu bersayap simbol Yunani, itu teologi Yunani tentang kemakmuran. Di atas itu di lukisan lebih konkret lagi memaknai,” terang Kuncar, Kamis (17/10) lalu.

Gedung Singa SurabayaGedung Singa Surabaya Foto: Firtian Ramadhani

Lukisan porselen di bagian atas Gedung Singa juga dinilai Kuncar memiliki makna filosofi yang mendalam. Pasalnya, terdapat simbol Eropa kuno menggambarkan perkawinan dengan simbol-simbol pribumi dengan wujud perempuan berkebaya menggendong anak.

“Ada juga simbol lain, menggendong bayi dan mengangkat bayi. Kakinya salah satu menghadap di salah satu sisi. Kemudian, ada angka 1880 dimana itu peringatan jaringan Asuransi pertama kali dibuka di Belanda,” jelasnya.

Pada tahun 1957, Gedung Singa yang terletak di Jalan Jembatan Merah itu dinasionalisasi oleh PT Jiwasraya. Hingga kini, Gedung Singa tetap menjadi aset dari Jiwasraya.

Namun sekarang, kantor asuransi itu telah berpindah ke tempat lain mengikuti perkembangan zaman. Kantor Asuransi Jiwasraya telah pindah ke tempat yang lebih modern.

——–

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

7 Rekomendasi Objek Wisata di Sumenep yang Wajib Dikunjungi Saat Nataru



Jakarta

Sumenep menjadi salah satu kabupaten di ujung timur Pulau Madura yang memiliki beragam destinasi pariwisata. Mulai dari objek wisata alam, sejarah, hingga belanja terdapat di daerah tersebut.

Oleh karena itu, Sumenep menjadi salah satu menjadi salah satu tujuan pariwisata yang cocok dikunjungi pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Berikut adalah 7 rekomendasi objek wisata yang patut dikunjungi.

1. Pantai Lombang


Pantai Lombang terkenal dengan deretan pohon cemara udang yang unik, menciptakan suasana teduh di sepanjang pantai. Wisatawan dapat menikmati pasir putih, ombak yang tenang, dan beragam aktivitas air. Pantai ini menjadi pilihan tepat untuk keluarga yang ingin bersantai sambil menikmati keindahan alam.

2. Gili Labak

Pulau kecil ini merupakan surga tersembunyi bagi pecinta snorkeling dan diving. Gili Labak menawarkan pemandangan bawah laut yang memukau, dengan terumbu karang dan ikan-ikan berwarna-warni. Perjalanan menggunakan perahu dari Pelabuhan Kalianget memakan waktu sekitar satu jam, namun keindahan alamnya dijamin sebanding dengan usaha Anda.

3. Keraton Sumenep

Bagi pecinta sejarah dan budaya, Keraton Sumenep menjadi destinasi wajib. Bangunan ini mencerminkan perpaduan arsitektur Jawa, Madura, dan Eropa. Di dalamnya, pengunjung dapat melihat koleksi keris kuno, perabotan antik, dan benda bersejarah lainnya, menjadikannya tempat yang kaya akan nilai historis.

4. Asta Tinggi

Kompleks makam raja-raja Sumenep ini terletak di atas bukit, menawarkan pemandangan menakjubkan. Selain sebagai tempat ziarah, Asta Tinggi juga memanjakan pengunjung dengan arsitektur yang megah dan suasana yang tenang. Tempat ini ideal bagi anda yang ingin menikmati wisata religi sekaligus panorama alam.

5. Bukit Kapur Batu Putih

Bukit Kapur Batu Putih menawarkan lanskap eksotis dengan formasi batu kapur yang unik. Tempat ini menjadi favorit bagi wisatawan yang gemar fotografi, terutama saat matahari terbit dan terbenam. Keindahannya yang alami memberikan pengalaman tak terlupakan.

6. Pulau Oksigen Giliyang

Giliyang dikenal dengan kadar oksigennya tinggi, disebut-sebut sebagai yang tertinggi kedua di dunia setelah Yordania. Pulau ini menawarkan udara segar dan keindahan alam yang memukau.

Fasilitas di pulau ini, seperti homestay nyaman berbentuk rumah panggung kayu, telah dilengkapi dengan AC, kamar mandi dalam, dan ruang tamu.

Wisatawan dapat menikmati keliling pulau menggunakan kendaraan listrik seperti motor listrik dan mobil golf, sembari menghirup udara segar. Kehadiran fasilitas ini membuat Giliyang menjadi destinasi ideal untuk relaksasi.

7. Pantai 9 Gili Genting

Pantai 9 terletak di Kecamatan Gili Genting memiliki garis pantai unik berbentuk angka sembilan. Memiliki pasir putih halus dan air laut yang jernih, pantai ini cocok untuk berenang dan bersantai.

Wisatawan juga bisa menikmati wahana air seperti speedboat untuk menambah keseruan liburan. Kehadiran berbagai pilihan objek wisata ini, Sumenep siap memberikan pengalaman liburan yang tak terlupakan saat Nataru 2025.

(anl/ega)



Sumber : travel.detik.com

Menguak Lokasi Toko Kaset di Film Galih dan Ratna Tahun 2017, di Mana Sih?



Jakarta

Film Galih dan Ratna sangat populer sehingga di-remake lagi tahun 2017. Di film itu, ada sebuah bangunan toko kaset yang sangat ikonik. Di mana lokasinya?

Bangunan bersejarah sering kali menjadi saksi perjalanan waktu yang penuh cerita, baik dari segi arsitektur maupun sejarah sosial. Seringkali bangunan bersejarah ini nongol sebagai latar di film nasional.

Seperti di film Galih dan Ratna produksi tahun 2017. Film besutan sutradara Lucky Kuswandi ini mengambil latar lokasi di sebuah bangunan sejarah milik Tio Tek Hong berlokasi di Pasar Baru, Jakarta Pusat.


Salah satu bangunan di Jakarta yang memiliki sejarah panjang adalah bangunan milik Tio Tek Hong, seorang pengusaha Tionghoa yang membuka toko kelontong, rekaman gramofon, piringan hitam, perlengkapan berburu, dan juga beliau membuka percetakan kartu pos.

Toko Kaset di Film Galih dan Ratna 2017Toko Kaset di Film Galih dan Ratna 2017 (Tangkapan Layar)

Bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi ini ternyata pernah digunakan sebagai lokasi syuting film “Galih dan Ratna” pada tahun 2017.

“Ada satu yang menarik gedung ini kalau sekarang jadi restoran, sebenarnya gedungnya pak Tio Tek Hong gedung sebelum di cet warna merah putih, diambil dari satu film yang dirilis tahun 2017 yang merupakan remake dari film paling populer tahun 70an yaitu Galih dan Ratna,” kata Farid Mardhiyanto, Co-Founder Jakarta Good Guide kepada detikTravel beberapa waktu lalu.

Toko Kaset di Film Galih dan Ratna 2017Gedung yang jadi latar toko kaset di Film Galih dan Ratna tahun 2017 Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

Film “Galih dan Ratna” (2017), mengisahkan hubungan cinta antara dua karakter utama, Galih dan Ratna. Dalam film ini, Salah satu lokasi ikonik adalah “Nada musik” tempat dimana Galih menjaga toko kaset warisan dari ayahnya.

Gedung ini menjadi titik temu yang krusial bagi hubungan mereka, menghubungkan mereka melalui kecintaan yang sama terhadap musik.

Gedung Tio Tek Hong yang Penuh Cerita

Tio Tek Hong dikenal sebagai salah satu sultan pasar baru dalam perkembangan Jakarta pada tahun 1902. Bangunan bergaya Belanda ini terletak di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat yang pada masanya menjadi pusat perdagangan.

Keunikan arsitektur bangunan ini terletak pada detail ornamen yang memadukan dengan gaya kolonial Belanda. Meskipun bangunan ini sudah tua, bangunan tersebut masih berdiri kokoh dan memancarkan pesonanya.

“Tio Tek Hong ini kemudian juga dia berbisnis senjata jual beli senjata ketika perang dunia pokoknya terakhir selesai, bisnisnya masih bertahan. Namun sayangnya, bisnis Tio Tek Hong ini mulai menurun ketika terjadinya depresi besar dari Amerika terus ke Eropa, Belanda kena termasuk akhirnya koloni nya Hindia Belanda juga kena. Makin lama makin turun, tokonya dijual dan akhirnya kemudian berpindah tangan,” tutur Farid.

Meski banyak orang yang mungkin tidak menyadari nilai sejarah bangunan tersebut, kehadirannya dalam film Galih dan Ratna secara tidak langsung mengangkat kembali kisah dan peran penting terhadap pengusaha Tio Tek Hong dalam sejarah Jakarta.

Dari pantauan detikTravel di lokasi, bangunan berarsitektur serba merah dengan dua lantai ini tampak ramai oleh pengunjung, karena ditempati oleh berbagai pedagang yang berjualan, menciptakan suasana hidup di setiap sudut dan pohon-pohon hijau.

Warna merah yang mendominasi, berpadu dengan sisa warna cat asli bangunan, memperkaya estetika visual. Film Galih dan Ratna yang didominasi nuansa biru, kontras warna tersebut memberikan kesan yang ceria dan dinamis.

Toko Kaset di Film Galih dan Ratna 2017Toko Kaset di Film Galih dan Ratna 2017 Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

Di toko milik Galih, yang menjadi latar penting dalam film Galih dan Ratna itu terdapat koleksi kaset-kaset mixtape legendaris dari zaman dahulu yang tidak hanya menambah keaslian suasana, tetapi juga mendukung properti film dengan memperkaya elemen nostalgia,

Gedung ini mencerminkan kecintaan kedua karakter utama terhadap musik, menghadirkan harmoni unik antara masa lalu dan masa kini, serta mencerminkan kehidupan yang terus berdenyut di tengah lingkungan bersejarah yang terawat dengan baik.

Gedung ini pun mengingatkan akan pentingnya melestarikan warisan bangunan bersejarah. Namun, bahwa jalan ini sebenarnya bukan Jalan Pasar Baru depan toko buku Gramedia yang kita kenal sekarang.

Toko ini bukan toko pertamanya, melainkan salah satu dari sekian banyak usaha yang dimilikinya, mengingat reputasinya sebagai seorang pengusaha sukses yang memiliki banyak toko di berbagai lokasi di Pasar Baru pada masa kolonial, mencerminkan luasnya jangkauan bisnis dan pengaruh beliau pada masa itu.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com