Tag Archives: fadli

Saat Davy Linggar dan Andra Matin Duet di Pameran ROH Project



Jakarta

Seniman Davy Linggar menggelar pameran temporer di galeri ROH Project. Yang bikin istimewa, pameran itu merupakan kolaborasinya dengan arsitek ternama, Andra Matin.

Davy memamerkan 40 lukisan karyanya dalam pameran bertajuk ‘View Finder’ yang merupakan seri dari ‘Following Mother Nature #1-12’ di galeri yang beralamat di Jalan Surabaya No. 66, Jakarta Pusat. Karya-karya Davy merupakan dari hasil-hasil jepretan kameranya dengan objek tangan yang bersatu, kemudian dicurahkannya dalam lukisan.

detikTravel berkunjung ke pameran itu pada Jumat (27/9/2024). Di dalam galeri itu ramai pengunjung yang menikmati karya sekaligus berfoto dengan instalasi rumah karya Andra Matin dan juga lukisan dari Davy Linggar.


Salah satu staf galeri ROH Project, yang tidak mau disebutkan namanya, menceritakan kepada detikTravel terkait pameran yang tengah digelar sejak 25 September hingga 27 Oktober ini.

“Jadi ‘View Finder’ ini diambil dari terminologi fotografi jadi bisa kita bilang ini kaya jendela bidik kaya lagi ngeker gitu, ini jendela bidik yang ada pada kamera yang fungsinya untuk melihat objek yang akan difoto. Nah ini pameran tunggal yang kedua, pameran yang pertama Mas Davy itu temanya ‘ISO’ jadi ada kaitannya,” ujarnya.

Ia juga mengatakan banyak orang-orang yang juga mengenal Davy Langgar dari dunia fotografi. Namun, kini berawal dari objek hasil kameranya itu Davy memindahkan ke dalam kanvas dengan kuas dan beragam warna.

“Nah ‘View Finder’ itu sebenarnya dia mau melihat hal-hal yang ada di sekitar Mas Davy-nya sendiri, kalau kita lihat kenapa objek-objeknya banyak tangan dengan background yang berbeda. Jadi sebenarnya kenapa tangan, bisa dijelasin juga dengan seandainya dia punya keinginan yang nggak mungkin terwujud tanpa ada tangan-tangan yang melakukannya,” kata staf itu.

Lukisan-lukisan itu berpadu dengan instalasi rumah karya Andra Matin. Mereka berteman erat.

Staf itu menjelaskan bahwa Andra Matin membuat instalasi bangunan rumah karena dia memang seorang arsitek. Dan, Davy merupakan seniman yang lebih sering mengerjakan karya di rumah daripada di studio yang dimilikinya.

“Ketika Mas Aang (sapaan karib Andra Martin) tahu Mas Davy mau pameran, dia bersukarela untuk mau bikinin instalasi rumah ini. Nah, mungkin yang jadi pertanyaan kenapa bentuknya rumah. Jadi, memang Mas Andra kan arsitek ya dan kenapa rumah, kalau kata Mas Davy sendiri karena banyak hal-hal yang ia kerjakan khususnya karya-karya yang ada di ruang pamer ini banyak dikerjakan di rumah,” kata dia.

Pengunjung tampaknya amat terkesan dengan instalasi rumah itu. Mereka menjadikannya sebagai objek mereka untuk berfoto.

Salah satu pengunjung bernama Fadli menceritakan kesannya saat berada di pameran Davy Linggar ini. Baginya karya-karya lukisan Davy, walaupun objeknya sama tetapi memiliki makna yang berbeda.

“Kalau menurut saya satu hal yang bentuknya sama atau orang ya tapi punya sifat yang berbeda-beda, jadi mencerminkan itu,” kata Fadli.

“Nah kalau ini lebih seru lagi sih (instalasi rumah) kalau dari luar kan kaya biasa aja, tapi pas kita masuk kan ada jalurnya gitu. Nah, itu jadi kaya lagi ada di suatu tempat di mana gitu seru aja,” kata dia.

Jika ingin berkunjung ke galeri ROH Project ini pengunjung tak perlu mengeluarkan biaya, untuk operasional galeri buka mulai hari Rabu hingga Minggu. Dari Rabu hingga Jumat, galeri buka sejak pukul 13.00 hingga 19.00 WIB dan Sabtu dan Minggu pukul 11.00 hingga 19.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Hidden Gems di Sukabumi: Bukit Durian Sagara



Sukabumi

Ada lagi nih hidden gems di Sukabumi, Jawa Barat yang bisa menjadi destinasi akhir pekan traveler. Bukit Durian Sagara.

Dari jalan utama Cikakak, papan kecil penunjuk arah mengantar pengunjung berbelok ke jalur yang menanjak perlahan. Sesuai namanya, banyak pohon durian di jalur ini.

Begitu sampai di puncak, hamparan Teluk Palabuhanratu terlihat seperti lukisan yang disimpan lama, lalu dibuka kembali di depan mata. Garis pantai yang melengkung, laut biru yang berkilau, dan deretan perbukitan hijau di belakangnya, seolah menyapa siapa saja yang datang.


“Nggak nyangka view-nya sebagus ini. Saya pikir cuma kebun durian biasa, ternyata tempatnya bikin betah,” kata Fadli, wisatawan asal Bandung, Minggu (10/8/2025), dilansir dari detikjabar.

Di tengah lanskap itu, sebuah jembatan kayu berwarna kuning menjadi jalur ikonik yang menghubungkan area parkir, gazebo, dan kafe. Bougenville ungu dan merah muda tumbuh subur di sisi jalur, memberi warna pada hijau pepohonan.

Bukit Durian Sagara, Sukabumi memiliki view menawan, langsung ke Teluk Pelabuhanratu.Bukit Durian Sagara, Sukabumi memiliki view menawan, langsung ke Teluk Pelabuhanratu. (Syahdan Alamsyah/detikcom)

Di salah satu sudut berdiri Selsalse Coffee, kafe kayu berkonsep terbuka. Dari terasnya, laut selatan terbentang luas, sementara di bawahnya pohon-pohon durian tumbuh berjajar rapi.

“Awalnya ke sini mau makan durian saja. Tapi katanya setok duriannya habis saat libur panjang beberapa waktu lalu. Meskipun begitu, terobati karena ternyata suasananya luar biasa. Kalau sore, anginnya adem, rasanya nggak mau pulang,” ujar Rizal, pengunjung asal Bogor yang sore itu duduk dengan secangkir kopi.

Kendati bernama Bukit Durian Sagara, daya tarik destinasi ini tidak memudar meskipun musim panen durian belum tiba. Di luar musim duren, udara sejuk dan panorama alam tetap jadi alasan untuk datang. Dari titik tertinggi, garis ombak di kejauhan terlihat seperti benang putih yang memecah biru laut.

Sementara di sisi lain, perbukitan bergelombang seperti karpet hijau raksasa, memberi kontras yang menenangkan mata.

Akses menuju Bukit Durian Sagara kini sudah jauh lebih baik. Dari pusat Kota Sukabumi, perjalanan sekitar dua jam bisa ditempuh dengan mobil atau motor. Jalan utama sudah diaspal halus, hanya beberapa ratus meter terakhir yang menanjak dan berkelok. Area parkir cukup luas, dilengkapi mushola dan jalur setapak yang rapi.

Selain durian lokal, saat musimnya tiba pengunjung bisa menikmati varietas premium seperti Musang King dan Duri Hitam langsung dari pohonnya. Namun bagi banyak orang, daya tariknya justru terletak pada suasana, duduk di bangku kayu, memandang laut, sambil membiarkan angin sore mengibaskan rambut.

Menjelang senja, langit perlahan berubah menjadi kanvas berwarna oranye dan ungu. Bukit Durian Sagara pun berubah menjadi tempat yang tak hanya memanjakan mata, tapi juga meninggalkan kesan sebuah permata tersembunyi yang membuat pengunjung ingin kembali.

***

Selengkapnya klik di sini.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com