Tag Archives: favorit

Rumah Gemuk, Si Rumah Kaca Estetik nan Menawan di Bali



Tabanan

Namanya Rumah Gemuk, tapi penampakannya malah estetik dan menawan. Ya, inilah rumah kaca yang patut traveler kunjungi di Bali.

Pulau Dewata menyimpan banyak destinasi unik nan menawan untuk dikunjungi. Di tengah-tengah bentang alam pegunungan di Bedugul, ada satu rumah kaca cantik yang bisa jadi pilihan ide kencanmu.

Rumah kaca itu adalah Rumah Gemuk Bali. Kadek, waiters Rumah Gemuk, menjelaskan alasan pemilihan nama yang unik ini.


Ia menjelaskan nama ini diambil dari filosofi bahwa gemuk berarti subur dan bahagia. Sehingga semua pengunjung yang datang bisa makan dengan bahagia.

“Rumah Gemuk ini diambil dari filosofinya kalau gemuk itu kan subur, kalau orang subur itu pasti bahagia. Jadi kita ingin pengunjung yang datang ke sini itu bisa makan dengan bahagia,” ujar Kadek.

Rumah Gemuk, Rumah Kaca estetik di BaliRumah Gemuk, Rumah Kaca estetik di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikTravel)

Sudah berdiri sejak 2020, Kadek menyebut dahulu Rumah Gemuk Bali berawal dari wedding venue yang estetik. Setelah pandemi Covid-19 mereda, akhirnya rumah kaca cantik ini dibuka untuk umum.

Rumah Gemuk Bali menonjol dengan arsitektur rumah kaca yang cantik. Desain bangunan ini memungkinkan cahaya matahari masuk secara maksimal, menciptakan suasana terang dan hangat di dalamnya.

Dengan dinding kaca yang transparan membuat traveler bisa menikmati pemandangan alam sekitar tanpa halangan.

Rumah Gemuk Bali memiliki dua lantai, yang terdiri dari Piknik Area yang ada di lantai 1 dan Lago Restoran yang terletak di lantai 2.

Tak salah jika rumah kaca ini menjadi tempat favorit pasangan dan keluarga untuk menghabiskan waktu bersama. Rumah Gemuk Bali menjadi lebih menarik karena menawarkan lokasi piknik indoor yang jarang ditemui di Bali.

Rumah Gemuk, Rumah Kaca estetik di BaliRumah Gemuk, Rumah Kaca estetik di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikTravel)

Pengunjung bisa piknik di dalam rumah kaca komplit dengan pemandangan bunga warna warni dan rerumputan hijau. Jika memilih untuk duduk di lantai 2 atau Lago Restoran, traveler akan disuguhkan pemandangan Danau Bratan dari ketinggian dan barisan bukit yang berwarna hijau.

“Kalau lokasi favorit pengunjung, pas jam makan siang itu lebih banyak yang memiliki lokasi di piknik area karena lebih adem. Kalau sore hari lebih banyak yang memilih di lantai 2 karena mendapatkan pemandangan langsung ke danau,” kata Kadek.

Bagi traveler penggemar fotografi dan media sosial, Rumah Gemuk Bali adalah surga yang wajib dikunjungi. Setiap sudut rumah kaca ini menawarkan spot foto yang Instagramable.

Dari jendela-jendela besar dengan pemandangan alam yang indah hingga dekorasi interior yang artistik, semua bisa menjadi latar belakang foto yang sempurna.

Tak hanya pemandangannya yang cantik, Rumah Gemuk Bali juga menawarkan berbagai pilihan menu yang siap mengguncang lidah. Beberapa menu andalannya adalah pad thai, tom yum goong, nasi lemak ayah, dan beef rice.

Rumah Gemuk, Rumah Kaca estetik di BaliRumah Gemuk, Rumah Kaca estetik di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikTravel)

Rumah Gemuk Bali menggunakan konsep deposit. Setiap pengunjung yang datang saat weekdays diwajibkan melakukan deposit Rp 50 ribu per orang dan Rp 100.000 per orang saat weekend.

“Untuk deposit yang dibayarkan pengunjung di awal, akan langsung dipotong di billnya,” katanya.

Pengunjung yang masuk pun akan dikenakan minimal spent, jika traveler memilih tempat di pinik area dikenakan minimal spent Rp 265 ribu untuk 2 orang dan Rp 500 ribu untuk 4 orang.

Jika traveler memilih di Lago Restoran, traveler dikenakan minimal spent sebesar Rp 50 ribu saat weekdays dan Rp 100 ribu saat weekend.

Konsepnya yang estetik membuat Rumah Gemuk Bali tak pernah sepi akan pengunjung. Menurut Kadek, setiap harinya rumah kaca ini bisa dikunjungi sekitar 30 hingga 50 pax.

“Ramainya itu saat weekend, baiknya reservasi dahulu sih. Bisa ke Instagram @rumahgemukbali,” tutur Kadek.

Jam Buka dan Alamat

Rumah Gemuk Bali berlokasi di Jalan Drupadi No.2, Candikuning, Kec. Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Rumah kaca ini buka setiap hari, pukul 10.00 – 18.00 WITA saat weekdays dan pukul 10.00 – 19.00 WITA saat weekend atau hari libur.

(wsw/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Hutan Kota Munjul Jadi Spot Favorit Mancing dan Refreshing Warga



Jakarta

Warga Cipayung, Jakarta Timur tidak perlu jauh-jauh untuk mancing atau pun refreshing. Kegiatan itu bisa dilakukan di Hutan Kota Munjul.

Hutan Kota Munjul itu merupakan hutan konservasi dan kawasan resapan air. Hutan kota itu memiliki luas sekitar 1,43 hektar

Saat detikTravel berkunjung ke hutan kota itu pada Jumat (27/7/2024). Masuk melalui pintu masuk depan gerbang utama Pondok Pesantren Al Hamid, Hutan Kota Munjul itu tampak kecil. Hanya terdapat sebuah parkiran, kolam, dan pos jaga.


Penasaran akan luasannya, detikTravel pun mengikuti jalur pejalan kaki yang ada di sana. Akhirnya kesan lahan kecil itu pun sirna ketika masuk lebih dalam lagi, setelah masuk barulah terlihat lahan yang luas dengan tiga kolam besar di dalamnya.

Pepohonan yang rindang, embusan angin sepoi-sepoi hingga kicau burung pun menemani setiap langkah. Saat siang pengunjung masih belum terlihat, barulah sekitar pukul 14.00 WIB mulai berdatangan.

Beberapa remaja datang dengan joran di tangan mereka seperti akan berperang. Joran pun dipersiapkan dan mulai mengolah umpan, tak berselang lama kail yang sudah dipasang umpan itu dilemparkan ke kolam.

Divo bersama Rafli, mereka begitu gemar dengan kegiatan memancing ini. Bagi Vio memancing adalah sebuah aktivitas yang bisa membuat pikiran tenang selepas bekerja atau di hari libur pekerjaannya.

“Nggak sering sih ke sini kalau ngeluangin waktu doang, ke sini biasanya pasti mancing. Kalau mancing di sini tergantung mood juga dari jam berapanya, tapi paling biasanya dari jam 12.00 sampai jam 15.00 atau paling lama jam 17.00 WIB,” kata Vio sambil menyiapkan umpan.

Walaupun sebetulnya memancing di kolam Hutan Kota Munjul menurut Divo tak selalu berhasil mendapatkan ikan. Nmun di samping itu daripada suntuk berdiam diri di rumah, alhasil memancing di sini jadi cara pengusir suntik.

Biasa ikan yang berhasil ia kantongi beragam, mulai dari red devil, mujair, sapu-sapu hingga gabus. Saat Divo pergi dari kolam, Rafli bersorak karena kailnya mendapat sambaran dan saat diangkat ternyata bukanlah ikan, melainkan udang air tawar yang ukurannya cukup besar.

Tak cuma sekali ternyata, sudah dua kali umpannya salah sasaran. Bukannya ikan yang didapat tapi udang air tawar lagi yang harus ia angkat.

“Dia kadang nyamber, kadang nggak. Ini tumbenan udang mulu yang dapet, biasanya dia ngumpet di pinggiran sini,” kata Rafli.

Beranjak dari spot Divo dan Rafli, tak jauh dari mereka juga terdapat beberapa pemancing remaja yang fokus memperhatikan pelampung pancing. Salah satunya adalah Rivaldi, di masa libur setelah lulus SMA kegiatannya diisi dengan memancing.

Sedari kecil memancing sudah jadi kegiatan favorit dirinya. Dalam satu minggu, Rivaldi bisa menyempatkan memancing di Hutan Kota Munjul hingga tiga kali.

“Biasa mancing di sini kalau lagi dapet banyak bisa enam atau tujuh, ukurannya sebesar tiga jarian. Nanti ikannya buat ditaruh di kolam (rumah),” ujarnya.

“Seneng aja gitu udah kaya hobi gitu, dari kecil juga memang suka mancing,” dia menambahkan.

Sebetulnya di kawasan Hutan Kota Munjul terdapat plang bertuliskan atur di hutan kota ini, dan memancing adalah satu dari aturan lainnya yang tidak diperbolehkan. Namun menurut petugas keamanan, Teguh menyebut selagi tidak merusak dan tidak memakai jala.

Teguh juga mengatakan memang terdapat ikan di tiga kolam di dalam ini tapi berukuran kecil. Sore hari tiba pemancing juga mulai silih berdatangan, namun kata Teguh setiap menjelang pukul 17.00 WIB sudah mulai diberitahu untuk meninggalkan Hutan Kota Munjul dan hutan kota ini bisa didatangi setiap harinya.

“Buka dari jam 07.00 sampai jam 18.00 WIB, kalau pengunjung tuh jam 16.30 udah steril (clear area),” kata Teguh.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Tips Sebelum Berkunjung ke Bali Zoo, Destinasi Favorit Keluarga di Bali



Jakarta

Bali Zoo adalah salah satu taman satwa paling populer di Bali yang menawarkan pengalaman wisata edukatif sekaligus menyenangkan. Terletak di Gianyar, Bali, Bali Zoo menjadi destinasi favorit keluarga yang ingin mengenal lebih dekat berbagai macam satwa dari seluruh dunia.

Tidak hanya melihat beragam hewan, pengunjung juga bisa merasakan pengalaman seru seperti Elephant Expedition, di mana kamu bisa berinteraksi langsung dengan gajah sambil menjelajahi Bali Zoo.

Agar kunjunganmu ke Bali Zoo semakin seru dan nyaman, berikut 5 tips yang bisa kamu ikuti!

1. Pakai Pakaian yang Nyaman

Saat berkunjung ke taman satwa Bali, kamu akan banyak berjalan-jalan di area terbuka. Kenakan pakaian yang ringan dan nyaman, seperti kaos dan celana pendek, serta sepatu yang cocok untuk berjalan jauh. Jangan lupa bawa topi dan kacamata hitam untuk melindungi diri dari terik matahari!


2. Bawa Sunblock dan Air Minum

Cuaca di Bali bisa cukup panas, jadi pastikan kamu membawa sunblock untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Selain itu, bawa juga air minum sendiri agar tetap terhidrasi sepanjang perjalanan mengelilingi Bali Zoo.

3. Datang Lebih Awal

Agar kamu bisa menikmati semua atraksi dan aktivitas yang ada, usahakan datang lebih awal. Bali Zoo memiliki berbagai pertunjukan satwa yang diadakan pada waktu tertentu. Dengan datang pagi, kamu punya kesempatan lebih banyak untuk mengikuti setiap acara tanpa terburu-buru.

4. Coba Elephant Expedition

Selain melihat satwa dari jarak dekat, jangan lewatkan Elephant Expedition, salah satu atraksi andalan di Bali Zoo. Kamu bisa menaiki gajah dan menjelajahi area khusus sambil berinteraksi langsung dengan hewan besar ini. Pastikan untuk mencoba pengalaman unik ini bersama keluarga!

5. Beli Tiket Secara Online

Untuk menghindari antrean panjang, disarankan untuk membeli tiket masuk Bali Zoo secara online. Dengan begitu, kamu bisa lebih santai dan langsung menikmati keseruan di dalam taman. Kamu bisa membeli tiket dengan mudah di detikevent.

Dengan mempersiapkan semua kebutuhan sebelum berkunjung ke Bali Zoo, pengalaman liburanmu bersama keluarga pasti akan semakin menyenangkan dan tak terlupakan.

Ikuti tips-tips di atas agar perjalananmu lebih nyaman dan penuh keseruan. Jangan lupa, beli tiket secara online di detikevent untuk menghemat waktu dan menikmati Bali Zoo tanpa antre! Beli tiketnya sekarang juga di sini!

(ddn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Seharian di Blok M, Enaknya Ngapain Ya?



Jakarta

Blok M tak pernah kehabisan daya tarik, selalu menghadirkan pesona yang memikat hati. Lebih dari sekadar pusat kuliner kekinian dan tempat favorit berkumpulnya kaula muda, kawasan ini menawarkan pengalaman lengkap untuk menghabiskan libur seharian.

detikTravel telah merangkum nih, Rabu (25/12/2024) panduan perjalanan seharian di Blok M. Mulai memadukan nostalgia, eksplorasi seni, petualangan kuliner, hingga momen santai yang menenangkan!

1. Berburu Kaset Bekas di Blok M Square

Kegiatan menarik di Blok MBerburu kaset lawas hingga CD bekas di Blok M Foto: (Amalia Novia Putri/detikTravel)

Perjalanan dimulai dari Blok M Square, tempat berkumpulnya berbagai barang antik dan unik. Salah satu yang paling menarik adalah kios-kios penjual kaset bekas. Di sini, traveler bisa menemukan koleksi kaset lawas dari musisi legendaris seperti Queen, Iwan Fals, Dian Pramana Putra, Elvis Preslay hingga Michael Jackson.


Tidak hanya itu, ada juga CD, piringan hitam, hingga kaset rekaman radio jadul yang membawa nuansa nostalgia. Bagi penggemar musik, berburu kaset di sini adalah pengalaman yang seru. Proses tawar-menawar dengan penjual menambah kesan autentik. Jangan ragu untuk bertanya soal kisah di balik kaset tertentu, banyak dari penjual di sini adalah penggemar musik yang senang berbagi cerita.

2. Surga Buku Bekas di Basement Blok M Square

Kegiatan menarik di Blok MSalah satu toko buku di Blok M Square (Amalia Novia Putri/detikTravel)

Setelah puas berburu kaset dan mendengarkan musik-musik kesukaan traveler, langkah selanjutnya adalah yang disebut-sebut sebagai surga buku. Rak-rak yang penuh dengan buku, dari novel klasik hingga berbagai komik, siap memanjakan pecinta literasi.

Harga buku di sini sangat terjangkau lho. Dan jika traveler beruntung, bisa menemukan buku langka yang sudah sulit didapatkan di toko buku modern.

Sebagai tips, luangkan waktu untuk mencari dengan teliti, kadang buku-buku menarik tersembunyi di balik tumpukan. Jangan lupa untuk menawar agar mendapat harga terbaik!

3. Tempat Foto-Foto Estetik di M Bloc Space

Dari Blok M Square, berjalan kaki sekitar lima menit, traveler akan sampai di M Bloc Space. Ini merupakan ruang kreatif yang menjadi favorit anak muda Jakarta saat ini.

Bangunan tua milik Peruri itu kini disulap menjadi area seni vintage dan budaya yang penuh spot foto Instagramable. Jangan lewatkan foto di depan pintu masuk dengan tulisan khas M Bloc Space atau di area tangga kayu.

Jika traveler penggemar seni, kunjungi juga galeri seni di sini untuk menikmati pameran. Dan juga terdapat alat zaman dahulu seperti mesin potong, mesin cetak handpress degel buatan Jerman tahun 1918, mesin potong JPC Fasbender dan yang lainnya.

4. Berburu Kuliner di Blok M

Setelah puas menjelajah seni dan berfoto-foto di M Bloc Space, saatnya melanjutkan perjalanan untuk memanjakan lidah di kawasan kuliner Blok M, yang menawarkan ragam hidangan kekinian yang menggoda selera. Mulailah dengan mencicipi donat viral “Donut OO,” yang terkenal karena teksturnya yang lembut dan baluran topping yang banyak, manis, dan bikin nagih.

Tak jauh dari sana, mampirlah ke Artirasa untuk mencoba cheese cake mereka yang manis dan lumer di mulut. Menariknya, pengambilan cheese cake di Artirasa menggunakan mesin otomatis berwarna oranye yang menggemaskan, menambah pengalaman kuliner traveler menjadi semakin seru dan tak terlupakan

5. Nyore dan Membaca Buku di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

Menikmati hari selepas beraktivitas untuk melepas penat bisa jadi cara ampuh untuk menyegarkan pikiran, salah satunya menyaksikan matahari terbenam di Taman Literasi Blok M.Menikmati hari selepas beraktivitas untuk melepas penat bisa jadi cara ampuh untuk menyegarkan pikiran, salah satunya menyaksikan matahari terbenam di Taman Literasi Blok M. (Muhammad Lugas Pribady)

Menutup perjalanan, pergilah ke Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, yang berlokasi tidak jauh dari Blok M Square dekat juga dengan MRT Blok M keluar melalui pintu E. Taman ini adalah tempat sempurna untuk bersantai sambil menikmati suasana sore yang tenang.

Bentangannya yang hijau dan suasana yang sejuk membuat taman ini cocok untuk membaca buku hasil belanja dari Blok M Square. Pilih tempat duduk di bawah pohon rindang atau membaca buku di perpustakaan Taman Literasi, buka halaman buku favorit traveler dan nikmati momen yang menenangkan. Jika traveler penggemar kopi, mampirlah ke berbagai coffe shop atau restoran di taman ini untuk menambah kenyamanan.

Blok M adalah destinasi yang kaya akan pengalaman unik. Dari berburu barang bekas yang penuh kenangan, menikmati seni modern, hingga mencicipi kuliner kekinian, semuanya bisa dilakukan dalam sehari.

Bagi kamu yang ingin melarikan diri sejenak dari kesibukan kota, one day trip di Blok M ini bisa menjadi pilihan yang mengasyikkan dilakukan bersama teman-temanmu.

Cara menuju Blok M dengan transportasi umum

Traveler bisa kok menuju ke Blok M dengan menaiki transportasi umum. Bila kamu naik MRT, turunlah di Stasiun MRT Blok M.

Bila kamu bepergian dengan Transjakarta, tujulah rute Halte Blok M, Halte Kejaksaan atau Halte CSW. Namun, bila kamu menggunakan KRL, turunlah di Stasiun Kebayoran, lalu tujulah Halte Transjakarta Velbak dan turun di Halte CSW.

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Catat! Kuliner Legendaris Jakarta yang Bisa Dituju dengan Transportasi Umum



Jakarta

Kuliner legendaris tidak hanya berbicara tentang cita rasa, tetapi juga tentang warisan budaya yang melekat dalam setiap hidangannya. Nah, traveler harus tahu bahwa banyak nih kuliner legendaris di Jakarta yang bisa dijangkau dengan transportasi umum lho.

Yuk, kita susuri beberapa destinasi kuliner legendaris yang bisa mengenyangkan perut ini di momen libur Nataru.

1. Bakmi Gajah Mada – Pasar Baru

Jakarta Siapa yang tak kenal Bakmi Gang Kelinci? Meski sekarang sudah menjadi jaringan restoran besar, cabang pertamanya di Pasar Baru tetap punya pesona tersendiri. Berlokasi dekat halte TransJakarta Pasar Baru lalu ada stasiun KRL Juanda, traveler hanya perlu berjalan kaki lima menit atau sekitar 700 m saja untuk mencapai tempat ini.


Selain bisa kulineran traveler juga bisa belanja banyak sekali gerai toko sepatu, dan bahan pakaian yang sudah lama pedagangnya berjualan. Bakmi yang kenyal dipadukan dengan jamur dan pangsit goreng renyah adalah perpaduan sempurna yang membuat pelanggan setia sejak era 1957.

Suasana di dalam restorannya pun masih jadul dan klasik. Biar makin nikmat, jangan lupa pesan es teh manis yang khas untuk melengkapi pengalaman kuliner kamu ya.

2. Nasi Bali Pak Gede

Warung Bali Pak Gede tawarkan sajian nasi campur dan sate yang halal khas Bali.Warung Bali Pak Gede tawarkan sajian nasi campur dan sate yang halal khas Bali. Foto: detikFood / Yenny Mustika Sari

Salah satu destinasi kuliner otentik, menghadirkan beragam hidangan khas Bali. Terletak di pusat kota, restoran ini mudah diakses dengan berbagai moda transportasi umum, menjadikannya pilihan favorit bagi pekerja kantoran dan wisatawan urban yang ingin mencicipi kuliner khas Bali.

Lokasinya berada di kawasan strategis Jakarta Selatan, dekat dengan stasiun MRT Haji Nawi. Dari stasiun, traveler hanya perlu berjalan kaki keluar untuk sampai ke restoran ini karena lokasinya tepat di samping stasiun.

Menu favorit di Nasi Bali Pak Gede adalah nasi campur khas Bali, lengkap dengan sate lilit yang gurih,ayam suwir bumbu betutu, ayam goreng, sate ayam, maupun sambal matah. Rasa autentiknya membuat pelanggan kembali lagi untuk menikmati kelezatan khas Bali.

Ditambah dengan akses yang mudah dijangkau dan halal, restoran ini menjadi destinasi kuliner yang cocok untuk pecinta makanan khas Bali tanpa perlu keluar kota.

3. Menjelajahi Kelezatan Pempek

Jalan Garuda Kemayoran Jalan Garuda di Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi salah satu destinasi kuliner favorit bagi para pecinta pempek. Berlokasi strategis dekat dengan Stasiun Kemayoran, kawasan ini dipenuhi oleh berbagai gerai yang menawarkan pempek otentik khas Palembang.

Mulai dari pempek kapal selam dan lenjer, semuanya disajikan dengan cuko yang kental dan pedas manis, dan juga minuman es kacang merahnya yang menyegarkan dahaga memberikan cita rasa yang sulit dilupakan.

Untuk mencapai kawasan ini, traveler bisa menggunakan KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Kemayoran. Dari stasiun, hanya diperlukan waktu sekitar 5-10 menit berjalan kaki untuk sampai ke Jalan Garuda.

Di sepanjang jalan, traveler akan menemukan beberapa tempat makan pempek legendaris yang masih tetap mempertahankan kelezatan khas Palembang. Salah satu daya tarik pempek di Jalan Garuda adalah keaslian rasa yang dipertahankan dari generasi ke generasi.

Tak hanya itu, suasananya yang sederhana namun hangat menjadikan pengalaman bersantap semakin menyenangkan. Dengan lokasi yang mudah diakses dan cita rasa yang otentik, Jalan Garuda menjadi destinasi kuliner wajib bagi para penggemar pempek di Jakarta.

4. Menikmati Kelezatan Es Krim Legendaris Ragusa

ice cream Ragusa di Jakarta Pusatice cream Ragusa di Jakarta Pusat Foto: Rifkianto Nugroho/detikTravel

Bagi pecinta es krim klasik dengan cita rasa autentik, Ragusa Es Italia adalah destinasi kuliner yang wajib dikunjungi. Toko es krim ini berdiri sejak tahun 1930-an, menjadikannya bagian dari sejarah kuliner Indonesia.

Ragusa Es Italia, yang berlokasi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, terkenal dengan es krim homemade-nya yang lembut tanpa bahan pengawet. Serta menyajikan berbagai rasa es krim tradisional dengan suasana kafe retro yang menggugah nostalgia.

Ragusa Es Italia mudah diakses dengan transportasi umum. Traveler bisa menggunakan KRL/halte bus tarnsjakarta dan turun di Juanda selanjutnya berjalan menuju Masjid Istiqlal sekitar 10 menit dan sampai. Di sini, menu andalan seperti Spaghetti Ice Cream dan banana split selalu menjadi favorit pelanggan. Suasana sederhana dengan interior vintage menambah keunikan pengalaman bersantap es krim di tempat ini.

5. Soto Betawi H. Husein

Soto Betawi H. Husein merupakan salah satu kuliner legendaris Jakarta yang telah eksis sejak tahun 1989. Berlokasi di kawasan Manggarai, soto ini terkenal dengan cita rasa kuah santannya yang gurih dan kaya rempah.

Setiap porsinya berisi potongan daging sapi empuk, babat dan paruh yang tebal serta tambahan tomat dan kentang yang membuatnya semakin nikmat, untuk kuah dari soto nya yang kental dicampur susu rasanya gurih. Keaslian rasa dan konsistensi kualitas menjadikan Soto Betawi H. Husein sebagai destinasi kuliner favorit bagi pencinta soto khas Betawi.

Tempat ini mudah dijangkau dengan transportasi umum. Jika menggunakan KRL, traveler cukup turun di Stasiun Manggarai dan berjalan kaki sekitar 5 menit menuju lokasi. Alternatif lain adalah menggunakan TransJakarta dan turun di Halte Manggarai.

Suasana warung makan sederhana namun selalu ramai pengunjung memberikan kesan autentik, seolah membawa traveler ke Jakarta tempo dulu. Makan di sini terasa lebih istimewa dengan kehangatan pelayanannya yang ramah, khas Betawi.

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Menyantap Ragusa Ice Cream hingga Bakmi Gang Kelinci



Jakarta

Pasar Baru salah satu kawasan legendaris di Jakarta Pusat bisa menjadi jujugan saat libur tahun baru. Belanja, kuliner, berwisata sejarah. bisa dilakukan.

Pasar Baru mudah dijangkau dengan transportasi umum, dekat dengan Stasiun Juanda dan Halte TransJakarta Juanda dan halte TransJakarta Pasar Baru.

Di sinilah perpaduan nuansa Jakarta tempo dulu dengan pesona modern ibu kota. Traveler bisa berfoto dengan nuansa jadul atau pun kekinian.


Berikut adalah rekomendasi jalan-jalan sehari di Pasar Baru:

1. Memulai Hari dengan Es Krim Legendaris Ragusa

ice cream Ragusa di Jakarta PusatIce cream Ragusa di Jakarta Pusat (Rifkianto Nugroho/detikTravel)

Perjalanan dimulai di Ragusa Italian Ice Cream, yang berlokasi tidak jauh dari Stasiun Juanda maupun Halte TransJakarta Juanda. Setelah turun di Stasiun Juanda, traveler dapat mengikuti petunjuk keluar menuju Masjid Istiqlal dengan berjalan melalui skybridge. Ikuti jalur skybridge hingga melewati pintu masuk halte TransJakarta.

Setelah keluar dari skybridge, belok kiri dan lanjutkan perjalanan lurus hingga tiba di Ragusa Italian Ice Cream yang berada di seberang Masjid Istiqlal. Es krim yang telah berdiri sejak 1932 ini terkenal karena menggunakan resep tradisional tanpa pengawet.

Menu andalannya, seperti Spaghetti Ice Cream menjadi favorit pengunjung dari berbagai generasi. Suasana nostalgia semakin terasa dengan interior sederhana dan bangunan bergaya kolonial. Sembari menikmati es krim, traveler juga dapat melihat di atas lalu lalang KRL melintas dan pengamen jalanan yang sering tampil di depan Ragusa, menambah pengalaman otentik khas Jakarta tempo dulu.

2. Menyusuri Kemegahan Masjid Istiqlal

Hari ketiga Ramadan, umat muslim dari Jakarta dan sekitarnya menghadiri buka puasa bersama di Masjid Istiqlal, Kamis (14/3/2024). Begini suasananya.Masjid Istiqlal (Rifkianto Nugroho/detikTravel)

Hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki dari Ragusa Italian Ice Cream, Masjid Istiqlal menjadi destinasi wajib selanjutnya. Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara yang mampu menampung hingga 120.000 jemaah, Istiqlal memancarkan keindahan arsitektur modern dengan sentuhan tradisional yang memancarkan nuansa religius yang menenangkan.

Kubahnya yang megah berbentuk seperti payung melambangkan persatuan umat Islam di Indonesia, menjadikan masjid ini tidak hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol kebangsaan.

Traveler dapat menjelajahi interiornya di dalam masjid Istiqlal, termasuk tepat sholat yang megah dan area wudhunya yang luas. Bagi para fotografer, halaman luar masjid juga menjadi spot menarik untuk mengabadikan perpaduan antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta yang berada di seberangnya.

3. Menikmati Seni dan Kreativitas di Pos Bloc

Pos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta PusatPos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Dari Masjid Istiqlal, perjalanan berlanjut ke Pos Bloc, pusat kreatif baru yang berada di Gedung Filateli Jakarta. Gedung ini dulunya adalah kantor pos dan kini diubah menjadi ruang multifungsi yang dipenuhi dengan kafe, toko kerajinan lokal, dan spot nongkrong dan bengong.

Di sini, traveler bisa menikmati kopi, nyemil-nyemil cantik, photobox, atau sekadar bersantai di sudut-sudut estetik gedung Pos Bloc ini. Suasananya sangat Instagramable, cocok untuk traveler yang ingin berbagi momen di media sosial traveler.

4. Berburu Barang Unik di Pasar Baru

Setelah menikmati suasana santai di Pos Bloc, saatnya melanjutkan perjalanan ke destinasi utama yaitu berburu barang unik di Pasar Baru. Kawasan yang telah berdiri sejak 1820 merupakan surga belanja dengan berbagai toko legendaris yang menawarkan sepatu berkualitas dengan harga terjangkau.

Selain itu, Pasar Baru juga dikenal dengan gerai bahan pakaian yang menyediakan koleksi menarik dan unik, menjadikannya tempat yang sempurna untuk memenuhi kebutuhan belanja sekaligus merasakan nuansa nostalgia Jakarta tempo dulu.

5. Menutup Hari dengan Bakmi Gang Kelinci

Pasar Baru di JakartaBakmi Gang Kelinci di Pasar Baru, Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Setelah lelah berbelanja, akhiri perjalanan dengan mencicipi kuliner legendaris di Bakmi Gang Kelinci. Berdiri sejak 1957, restoran ini terkenal dengan sajian bakminya yang lembut dan kuahnya yang gurih. Menu andalan seperti Bakmi Ayam isian jamur, Bakso, dan Pangsit Goreng selalu menjadi pilihan favorit pengunjung.

Restorannya terletak di kawasan Pasar Baru tepat di belakang pasar baru, sehingga mudah dijangkau setelah seharian menjelajahi dan berbelanja di Pasar Baru. Sambil menikmati makanan, traveler bisa mengenang kembali perjalanan yang penuh kenangan di kawasan bersejarah ini.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

3 Curug untuk Canyoning di Gunung Menir Bogor



Bogor

Gunung Menir di Kecamatan Pamijahan, Bogor menjadi surga bagi para pecinta olahraga ekstrem, khususnya canyoning. Tiga curug ikonis di kawasan ini, Curug Hordeng, Curug Tebing, dan Curug Saderi, menawarkan pengalaman seru dengan tingkat kesulitan yang bervariasi.

Muhammad Rian Fermana, seorang instruktur canyoning setempat, menjelaskan keunggulan masing-masing curug yang dapat memuaskan hasrat petualangan para wisatawan.

1. Curug Hordeng: Pilihan Aman untuk Pemula

Curug Hordeng, dengan ketinggian 8 meter, cocok bagi pemula yang ingin menjajal canyoning untuk pertama kalinya. Aliran airnya tidak terlalu deras, sehingga peserta dapat belajar teknik dasar canyoning tanpa terlalu khawatir.


“Curug ini ideal untuk pemula. Dengan ketinggian yang tidak terlalu ekstrem, peserta bisa beradaptasi dengan olahraga ini sambil menikmati keindahan alam,” ujar Rian saat diwawancarai detikTravel pada Minggu (22/12/2024).

2. Curug Tebing: Tantangan dengan Tebing Vertikal

Curug Tebing menjadi favorit para petualang berkat ketinggiannya. Ketinggian Curug mencapai 15-16 meter serta karakteristik tebing vertikal.

“Curug ini memiliki debit air yang stabil dan cocok untuk aktivitas canyoning sepanjang tahun,” ungkap Rian.

“Karakter vertikal dari Curug Tebing membuatnya lebih cocok untuk aktivitas canyoning. Stabilitas debit airnya juga menjadi alasan mengapa kami terus memasarkan destinasi ini,” tambah Rian.

3. Curug Saderi: Sensasi Ekstrem di Ketinggian 25 Meter

Bagi penggemar adrenalin sejati, Curug Saderi adalah pilihan utama. Dengan ketinggian hingga 25 meter dan debit air yang deras, curug ini memberikan tantangan ekstrem.

“Ini adalah curug tertinggi di kawasan Gunung Menir. Para peserta harus benar-benar siap fisik dan mental untuk menaklukkan curug ini,” ujar Rian.

Terdapat Curug baru yang akan dicanangkan oleh Riyan dan Timnya, Yaitu Curug Ciampea yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Selain ketiga curug utama di Gunung Menir, Rian juga memperkenalkan Curug Ciampea yang baru saja dibuka pada Desember 2024.

“Curug ini terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dengan ketinggian sekitar 22 meter,” kata Riyan.

Namun, Curug Ciampea memiliki tantangan tersendiri. Debit air curug yang tidak stabil menjadi tantangan bagi pengelola aktivitas ekstream ini.

“Curug ini agak horizontal, sehingga aliran airnya bisa sangat deras saat musim hujan. Tetapi jika musim kemarau, debit airnya justru kecil,” tambah Rian.

Pada Januari 2025, Rian dan timnya telah merencanakan 20 trip canyoning. Masing-masing 10 trip di Curug Tebing dan Curug Ciampea.

Riyan juga memberikan pesan kepada wisatawan bahwa jangan pernah takut mencoba canyoning atau aktivitas ekstream lainnya. Karena aktivitas ekstrem biasanya mampu menghilangkan stress.

“Jangan bosan untuk berlibur, jangan takut untuk menikmati alam. Dalam kondisi apa pun, alam selalu bisa membantu kita menyegarkan diri dan memperbaiki jiwa setelah rutinitas yang melelahkan,” kata Rian.

Canyoning di Gunung Menir bukan hanya tentang petualangan ekstrem, tetapi juga cara menikmati keindahan alam Bogor yang memukau. Dengan karakter unik masing-masing curug, kawasan ini layak menjadi destinasi liburan traveler berikutnya.

Siapkah Anda menjelajahi Curug Hordeng, Curug Tebing, atau Curug Saderi? Jangan lewatkan juga kesempatan mencoba Curug Ciampea yang baru saja dibuka di tahun 2025!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pantai Pererenan Bali, Spot Terbaik untuk Surfing hingga Nonton Sunset


Jakarta

Bali memiliki sejumlah pantai yang terkenal dan menjadi favorit banyak turis, sebut saja Pantai Kuta, Pantai Seminyak, hingga Pantai Jimbaran. Namun, ada satu pantai di Pulau Dewata yang tak kalah menarik untuk dikunjungi, yakni Pantai Pererenan.

Pantai yang satu ini terkenal memiliki ombak yang cukup besar dan konsisten, sehingga cocok untuk surfing. Maka dari itu, sejumlah turis asing lebih memilih datang ke Pantai Pererenan untuk berselancar.

Selain itu, masih ada daya tarik lainnya dari Pantai Pererenan. Penasaran? Simak ulasan singkatnya dalam artikel ini.


Daya Tarik Pantai Pererenan

Pantai Pererenan yang terletak di kawasan Canggu, Badung, ini menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup banyak dikunjungi turis. Mengutip laman resmi Pemerintah Kabupaten Badung, berikut sejumlah daya tarik dari Pantai Pererenan:

1. Spot Surfing Favorit para Bule

Daya tarik utama dari Pantai Pererenan yaitu sebagai tempat favorit para turis asing untuk berselancar. Sebab, ombaknya cukup besar dan konsisten sehingga mampu menarik para peselancar dari berbagai tingkatan, mulai dari pemula hingga yang sudah mahir.

Pantai Pererenan di BaliFoto: Bonauli/detikcom

Biasanya, para turis asing yang ingin berselancar di Pantai Pererenan datang secara berpasangan atau dalam kelompok. Beberapa di antaranya ada yang masih belajar sehingga didampingi pelatih surfing, tapi ada juga yang sudah jago sehingga langsung menuju ke laut.

Komunitas surfing di Pantai Pererenan juga terus berkembang luas. Hal ini yang membuat semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pererenan demi merasakan sensasi berselancar.

2. Menikmati Sunset yang Indah

Selain ombaknya yang konsisten, pantai Pererenan juga menawarkan pemandangan alam yang indah, terutama saat sore hari. Soalnya, travelers bisa menikmati sunset dari pinggir pantai.

Biasanya, peselancar yang datang ke Pantai Pererenan tiba sekitar pukul 16.00. Setelah seru-seruan bermain surfing, para turis akan duduk di pantai sambil menyaksikan matahari terbenam.

Kombinasi antara suara ombak, langit senja berwarna oranye, dan suasana yang tenang membuat betah berlama-lama di Pantai Pererenan. Jangan lupa mengabadikan momen tersebut dengan kamera HP, lalu diunggah ke media sosial.

3. Menawarkan Pantai yang Tenang

Berbeda dengan pantai-pantai mainstream di Bali seperti Pantai Kuta atau Pantai Jimbaran, kamu akan merasakan ketenangan setibanya di Pantai Pererenan. Sebab, pantai ini terbilang lebih private, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang butuh ketenangan.

Maka dari itu, banyak wisatawan yang menyebut Pantai Pererenan sebagai hidden gem di Bali. Soalnya, tak semua turis tahu tentang lokasi pantai ini.

Tips Berlibur di Pantai Pererenan

Tertarik untuk berkunjung ke Pantai Pererenan? Nah, ada sejumlah tips yang perlu travelers ketahui sebelum pergi ke sana. Berikut beberapa tipsnya yang dirangkum detikTravel:

  1. Datang sejak pagi jika ingin menikmati suasana pantai yang sepi dan tenang.
  2. Kamu bisa membawa papan surfing sendiri dari rumah atau sewa langsung di Pantai Pererenan.
  3. Jika datang saat sore, disarankan agar tidak lewat dari pukul 16.00. Hal ini agar kamu masih bisa berkeliling pantai sebelum waktunya untuk menikmati sunset di tepi pantai.
  4. Tersedia kafe dan restoran di sekitar Pantai Pererenan. Jadi, tak perlu khawatir kalau perut sudah lapar.
  5. Meski pasir pantainya hitam, tapi tetap bersih dan nyaman untuk dikunjungi.
  6. Kenakan pakaian yang nyaman dan terbaik versi kamu agar bisa berfoto-foto estetik di Pantai Pererenan.

Bagi detikers yang ingin berkunjung ke Pantai Pererenan, kamu bisa menjangkaunya dengan mengendarai sepeda motor atau mobil. Lokasinya yang berada di Canggu membuat pantai ini tak begitu jauh bila ditempuh dari pusat Kota Denpasar.

Dari pantauan di Google Maps, jarak dari Kota Denpasar menuju Pantai Pererenan sekitar 15 km. Jika mengendarai mobil, butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan, sedangkan bila mengendarai motor waktu tempuhnya sekitar 40-50 menit.

Demikian ulasan singkat mengenai Pantai Pererenan yang menjadi pantai hidden gem di Bali. Jadi, tertarik untuk liburan ke sana?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

15 Rekomendasi Tempat Jalan-jalan di Jakarta, Biar Nggak Melulu ke Mal


Jakarta

Meski dikenal sebagai kota metropolitan yang sibuk, ternyata Jakarta menyimpan banyak destinasi menarik yang bisa dijelajahi tanpa harus masuk mal. Banyak pilihan tempat seru yang bisa dieksplorasi dari taman kota yang adem, kawasan bersejarah yang penuh cerita, sampai spot-spot unik yang Instagramable.

Kalau kamu juga suka kulineran, beberapa destinasi jalan-jalan berikut juga bisa jadi pilihan. Jakarta punya banyak pilihan kuliner yang menarik untuk dikunjungi.

15 Rekomendasi Tempat Jalan-jalan di Jakarta

Berikut ada daftar 15 rekomendasi tempat jalan-jalan kekinian di Jakarta yang sayang dilewatkan, lengkap dengan informasi lokasi, jam operasional, dan harga tiket masuknya.


1. M Bloc Space

Ruang publik M Bloc Space telah kembali dibuka untuk umum. Salah satu tempat nongkrong milenial ini sebelumnya ditutup imbas pandemi COVID-19.Ruang publik M Bloc Space telah kembali dibuka untuk umum. Salah satu tempat nongkrong milenial ini sebelumnya ditutup imbas pandemi COVID-19. Foto: Grandyos Zafna

Tempat nongkrong anak gaul paling kekinian ini, ada di Jalan Panglima Polim No. 37, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Buka setiap hari pukul 10.00-23.00 WIB, di dalamnya ada banyak tempat kulineran dan fashion yang menarik.

Dulu tempat ini merupakan bekas pabrik uang, sekarang jadi pusat kegiatan anak muda. Di sini kamu bisa menemukan galeri seni, kafe, toko pernak-pernik, hingga panggung live music. M Bloc Space juga rutin jadi lokasi berbagai event seru, dan masih di sekitar Blok M ada banyak destinasi kuliner yang lagi viral.

2. Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta

Sejumlah warga tengah mengisi waktu libur Idul Fitri 1446 H di kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (2/4/2025).Sejumlah warga tengah mengisi waktu libur Idul Fitri 1446 H di kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (2/4/2025). Foto: Grandyos Zafna

Kota Tua menjadi salah satu destinasi favorit di Jakarta yang bisa dinikmati tanpa biaya masuk. Letaknya cukup strategis dan mudah dijangkau dengan transportasi umum, membuatnya cocok untuk dikunjungi siapa saja.

Lokasi Wisata Kota Tua ada di Jl Taman Fatahillah No.1, RT.7/RW.7, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat dengan jam operasional buka setiap hari, pukul 08.00-21.00 WIB. Tanpa biaya masuk, wisatawan bisa jalan-jalan, berfoto, atau masuk ke Museum Sejarah Jakarta dengan harga tiket Rp 15 ribu.

Pengunjung dapat berjalan kaki menyusuri area Kota Tua sambil menikmati suasana tempo dulu dan mampir ke berbagai museum bersejarah yang berada di sekitarnya. Beberapa museum yang menarik antara lain Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, dan lainnya.

3. Pos Bloc

Pos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta PusatPos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta Pusat Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom

Terletak di Jalan Pos No. 2, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Gedung Filateli ini sudah disulap jadi ruang kreatif untuk publik. Nuansa tempatnya sangat estetik dan cocok buat hangout.

Ada UMKM dari berbagai bidang seperti makanan, musik, fashion, film, sampai kerajinan tangan. Pos Bloc buka setiap hari Senin-Jumat pukul 10.00-21.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 07.00-0000 WIB. Masuknya tidak dipungut biaya, lho!

4. Monas

Suasana kawasan Monas pada Sabtu (5/4/2025)-(Fawdi/detikcom)Suasana kawasan Monas pada Sabtu (5/4/2025)-(Fawdi/detikcom) Foto: Suasana kawasan Monas pada Sabtu (5/4/2025)-(Fawdi/detikcom)

Sebagai salah satu simbol kebanggaan Jakarta, Monumen Nasional atau yang dikenal dengan Monas adalah tempat wisata yang wajib dikunjungi. Pengunjung dapat naik ke puncaknya untuk menikmati panorama Kota Jakarta dari ketinggian.

Selain itu, di dalam area Monas juga terdapat museum yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah, cocok untuk mengenal lebih dalam perjalanan sejarah bangsa. Area di sekitar Monas yang luas dan terbuka juga menjadi tempat favorit untuk berfoto dan bersantai.

Monas terletak di Lapangan Merdeka, Jl. Lapangan Monas, Gambir, Jakarta Pusat. Jam Operasionalnya setiap hari, pukul 06.00-16.00 WIB. Dikutip dari instagram resminya, berikut harga tiket terkini Monas:

– Tiket Pelataran Puncak (Museum, Ruang Kemerdekaan dan pelataran puncak)

  • Dewasa: Rp 24 ribu
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 6 ribu
  • Mahasiswa: Rp 13 ribu.

– Tiket Museum (Ruang Museum, Ruang Kemederdekaan dan Pelataran Cawan)

  • Dewasa: Rp 8 ribu
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 3 ribu
  • Mahasiswa: Rp 13 ribu.

5. Trans Studio Cibubur

Pengunjung menyaksikan pertunjukan World Of Imagination di Trans Studio Cibubur, Selasa (28/1/2025).Pengunjung menyaksikan pertunjukan World Of Imagination di Trans Studio Cibubur, Selasa (28/1/2025). Foto: Rifkianto Nugroho

Tempat bermain indoor yang cocok untuk keluarga, ya ada di Trans Studio. Memiliki zona permainan tematik, termasuk skydiving dalam ruangan pertama di Indonesia.

Trans Studio Cibubur terletak di Lantai 3 Trans Studio Mall Cibubur, Jl. Alternatif Cibubur No. 230 A. Jam buka pukul 11.00-17.00 WIB, dengan tiket masuk mulai Rp 195 ribu.

6. Hutan Mangrove PIK

Libur Lebaran kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Di PIK, kawasan ekowisata berbasis hutan mangrove ini cocok untuk libur Lebaran. Foto: Pradita Utama

Hutan ini terletak di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Buka setiap hari pukul 08.00-17.30 WIB, dengan harga tiket Rp 15 ribu untuk anak dan Rp 30 ribu orang dewasa. Sementara untuk weekend naik Rp 5 ribu.

Tak jauh dari Pantai Indah Kapuk 2, kamu juga bisa mengunjungi Hutan Mangrove. Destinasi ini sangat cocok bagi kamu yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus merilekskan pikiran dari kesibukan kota.

7. Pantai Ancol

Kawasan Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara jadi salah satu pilihan destinasi wisata dalam momen hari pertama lebaran Idul Fitri. (ANTARA/Fitra Ashari)Foto: Kawasan Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara jadi salah satu pilihan destinasi wisata dalam momen hari pertama lebaran Idul Fitri. (ANTARA/Fitra Ashari)

Pantai Ancol juga bisa menjadi pilihan utama kamu. Objek wisata Jakarta satu ini cocok dijadikan tempat melepas penat.

Terletak di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Pantai Ancol buka pukul 06.00-14.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp 25 ribu. Waktu terbaik untuk datang ke Pantai Ancol adalah di sore hari karena kita bisa melihat pemandangan matahari terbenam yang indah.

8. Taman Ismail Marzuki (TIM)

Tempat Nongkrong di Taman Ismail MarzukiFoto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Taman ini beralamat di JAlan Cikini Raya No. 73, Menteng, Jakarta Pusat. Buka setiap hari pukul 09.00-20.00 WIB, dan masuknya tanpa dipungut biaya (tergantung acara). Pusat kesenian dan budaya Jakarta ini memang sering menjadi tempat gelar pertunjukan seni, pameran, hingga diskusi budaya.

Tempat wisata di Jakarta ini sangat cocok untuk kamu yang menyukai seni. Di dalamnya, terdapat berbagai fasilitas seperti teater modern, galeri seni, bioskop, balai pameran, gedung arsip, serta Perpustakaan Jakarta yang modern.

9. Taman Suropati

Taman Suropati, Menteng, JakartaFoto: Natasha Kayla Ananta/detikcom

Taman bersejarah dengan monumen ASEAN dan pepohonan rindang, cocok untuk jogging ringan atau bersantai. Taman Suropati berlokasi di Jl Taman Suropati No.5, RT 5/RW 5, Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Taman ini sudah lama menjadi salah satu ruang hijau favorit warga Jakarta. Lokasinya yang strategis di tengah kota membuat taman ini mudah dijangkau.

Suasana yang teduh berkat deretan pepohonan besar, area jogging track, bangku taman, dan kehadiran komunitas yang sering berkumpul, membuat Taman Suropati cocok untuk sekadar piknik santai atau berolahraga ringan di pagi dan sore hari.

Dengan fasilitas yang lengkap, Taman Suropati adalah salah satu taman yang sangat direkomendasikan di Jakarta. Selain suasana yang nyaman, taman ini punya fasilitas internet gratis, banyak spot kuliner, dan buka 24 jam.

10. Taman Menteng

Taman Menteng, Jakarta PusatFoto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom

Taman modern dengan fasilitas lengkap, termasuk rumah kaca, playground, dan area street food ini wajib dikunjungi. Taman Menteng juga kerap jadi tempat acara komunitas.

Taman Menteng merupakan ruang terbuka hijau yang sebelum diubah menjadi taman, area ini sebelumnya adalah lokasi Stadion Menteng. Taman Menteng berlokasi di Jl HOS. Cokroaminoto, RT.3/RW.5, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat.

Taman Menteng juga dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari area olahraga, jogging track, lapangan basket, hingga rumah kaca yang kerap dijadikan tempat pameran seni.

11. Tebet Eco Park

Ruang terbuka hijau (RTH) Tebet Eco Park di Jakarta Selatan menjadi salah satu destinasi rekreasi warga Jakarta untuk berlibur Lebaran 2025. Warga memboyong keluarga mereka karena bisa piknik murah di Tebet Eco Park, Rabu (2/4/2025).Warga memboyong keluarga mereka karena bisa piknik murah di Tebet Eco Park, Rabu (2/4/2025). Foto: (Mulia Budi/detikcom)

Taman dengan desain kekinian, lengkap dengan jembatan ikonik Infinity Link Bridge dan area hijau yang cocok untuk keluarga. Letaknya pun strategis, ada di Jakarta Selatan yakni tepatnya Jalan Tebet Timur Raya No.19. Taman ini buka setiap hari pukul 06.00-18.00 WIB, dengan tanpa dipungut biaya.

12. Taman Cattleya

Salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta terletak di kawasan Tomang. Ruang terbuka hijau itu bernama Taman Cattleya.Salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta terletak di kawasan Tomang. Ruang terbuka hijau itu bernama Taman Cattleya. Foto: Rifkianto Nugroho

Lokasinya berada di Jalan Letjen S. Parman, RT.15/RW.1, Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Ruang hijau yang sejuk di tengah kota, pas untuk relaksasi setelah belanja di mal sekitar.

Meski lokasinya dekat dengan jalan besar, begitu melewati gerbang masuk, suasana asri dan ruang terbuka yang luas langsung terasa. Area dalam taman ini cukup nyaman bagi siapa pun yang ingin berolahraga, terutama jogging, karena tersedia jalur jogging yang dikelilingi oleh pepohonan rindang sehingga pengunjung bisa berlari dengan aman dan teduh.

13. Hutan Kota GBK

Ngabuburit jadi waktu melepas penat menjelang buka puasa. Hutan Kota GBK di Jakarta bisa jadi salah satu pilihan lokasi ngabuburit.Hutan Kota GBK di Jakarta bisa jadi salah satu pilihan lokasi ngabuburit. Foto: Andhika Prasetia

Area terbuka hijau di tengah kota ini, cocok untuk olahraga pagi atau sore sambil menikmati udara segar. Hutan Kota GBK menjadi Area Taman Outdoor Multifungsi yang dapat digunakan untuk berbagai macam kegiatan dengan lokasi yang strategis.

Luas areanya sekitar 9 hektare, dengan view kontras gedung tinggi dan hijau pepohonan. Taman Kota GBK berada di di Pintu Tujuh Senayan, Jl. Jenderal Sudirman, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat. Masuk ke Hutan Kota GBK gratis, buka setiap Selasa-Minggu dengan dua shift dalam satu hari, yakni mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan 15.00-18.00 WIB.

14. Moja Museum

Libur panjang membuat warga beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan bermain sepatu roda di Moja Museum.Libur panjang membuat warga beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan bermain sepatu roda di Moja Museum. Foto: Rifkianto Nugroho

Museum interaktif penuh warna dengan sepatu roda sebagai alat keliling utama. Spot Instagramable banget! Moja Museum menjadi salah satu tempat jalan yang sedang populer di Jakarta.

Moja Museum menawarkan konsep modern dan kekinian, memadukan berbagai karya seni yang sangat instagramable. Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata, instalasi seni di Moja Museum diperbarui setiap tiga bulan sekali. Museum ini terletak di Gelora Bung Karno (GBK), tepatnya di Pintu Biru Zona 8, Jl. Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat. Buka setiap hari pukul 11.00-19.30 WIB dengan harga tiket masuk mulai dari Rp 125 ribu.

15. Museum MACAN

Museum MACAN JakartaFoto: Dok.Museum MACAN

Museum seni modern dan kontemporer kelas dunia ini memamerkan karya dari seniman lokal dan internasional. Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara) adalah destinasi estetis yang terletak di Jakarta Barat.

Masih dikutip dari laman Kemenpar, pendirian museum ini untuk menyelenggarakan program edukasi yang dapat dinikmati oleh pelajar, pendidik, keluarga, dan masyarakat umum. Di museum ini, pengunjung dapat menemukan berbagai instalasi seni modern dan kontemporer, baik yang berasal dari Indonesia maupun luar negeri.

Museum ini berlokasi di AKR Tower, Jl. Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Buka setiap Selasa-Minggu pukul 10.00-18.00 WIB (Senin tutup), dengan harga tiket masuk Rp 70-90 ribu.

Nah itulah tadi 15 tempat jalan-jalan di Jakarta yang bisa dikunjungi. Jadi, ada destinasi yang mau coba kamu datangi?

(aau/fds)



Sumber : travel.detik.com

Pesan Hotel untuk Liburan Akhir Tahun, Lebih Hemat di Trans Hotel Group!



Jakarta

Akhir tahun sudah di depan mata, saatnya mulai merencanakan liburan bersama keluarga, pasangan, maupun sahabat. Jangan tunggu hingga mendekati tanggal keberangkatan, karena biasanya harga hotel akan melonjak dan ketersediaan kamar semakin terbatas.

Kabar baiknya, Trans Hotel Group menghadirkan berbagai pilihan hotel bintang 5 dengan layanan premium dan fasilitas lengkap yang bisa kamu pesan lebih awal dengan harga lebih bersahabat. Mulai dari destinasi favorit di Bandung, Bali, hingga Kota Makassar semua siap memberikan pengalaman menginap terbaik untuk liburan akhir tahun kamu.

Mengapa Harus Booking Lebih Awal di Trans Hotel Group?

Harga Lebih Murah

Pesan sekarang, nikmati tarif kamar yang lebih hemat dibandingkan saat high season akhir tahun.


Pilihan Kamar Lebih Lengkap

Dengan booking lebih awal, kamu punya kesempatan memilih tipe kamar sesuai kebutuhan, baik untuk liburan keluarga besar maupun intimate trip berdua.

Fasilitas Premium

Setiap hotel di Trans Hotel Group menawarkan pengalaman menginap berkelas, mulai dari infinity pool, spa, restoran mewah, hingga akses strategis ke pusat kota dan destinasi wisata.

Momen Liburan Lebih Tenang

Dengan reservasi lebih cepat, kamu tidak perlu khawatir kehabisan kamar atau terburu-buru mencari penginapan di detik terakhir.

Hotel Favorit Pilihan untuk Liburan Akhir Tahun

1. The Trans Luxury Hotel Bandung
Cocok untuk keluarga, lengkap dengan fasilitas kids club dan akses langsung ke Trans Studio Bandung.

2. The Trans Resort Bali
Suasana tropis khas Pulau Dewata dengan villa private pool yang memanjakan.

3. The Trans Hotel Makassar
Penginapan strategis dengan pemandangan laut yang indah dan fasilitas modern.

Segera Pesan untuk Liburan Lebih Hemat

Liburan akhir tahun adalah momen yang selalu dinantikan, jadi jangan sampai rencana liburanmu terganggu karena harga hotel melonjak atau kamar sudah penuh. Dengan booking sekarang di Trans Hotel Group, kamu bisa memastikan liburan berjalan lancar, nyaman, dan pastinya lebih hemat.

Jangan tunggu lagi, reservasi lebih awal selalu jadi pilihan terbaik untuk liburan akhir tahun yang berkesan!

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com