Tag Archives: friendly

3 Tanaman Hias yang Diramal Nggak Ngetren Lagi Tahun Ini


Jakarta

Keberadaan tanaman bisa membuat rumah terasa adem, asri, dan enak dipandang. Pemilihan tanaman di rumah juga tergantung dari selera pemilik, kebutuhan, atau bahkan tren.

Ada masanya tanaman tertentu menjadi tren atau diburu orang banyak, misalnya seperti janda bolong atau monstera serta aglaonema. Beberapa tahun lalu, tanaman tersebut sempat ramai diburu karena keindahan dan keunikannya.

Di sisi lain, ada juga beberapa tanaman yang dinilai tidak ngetren lagi. Tanaman apa saja yang diprediksi tidak ngetren lagi pada tahun ini? Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


1. Calathea

calatheacalathea Foto: Pinterest

Tanaman ini memang indah. Namun, perawatannya dinilai cukup melelahkan.

Calathea butuh tingkat kelembapan yang cukup tinggi dan sifatnya yang ‘rewel’ ini telah menyebabkan penurunan popularitas.

“Mereka menarik dan ada begitu banyak jenis calathea, tetapi komunitas tanaman hias sepakat bahwa tanaman ini sulit dan tidak cocok dengan kondisi rumah tangga yang normal,” kata kepala penanam di pembibitan tanaman hias dan penjual Plant Proper, Matt Alton.

2. Sukulen

Young woman planting flower.Ilustrasi tanaman sukulen. Foto: Getty Images/agrobacter

Tanaman yang ramah bagi pemula ini lama-lama kehilangan popularitasnya seiring dengan berjalannya waktu. Tanaman ini ternyata tidak benar-benar beginner friendly.

“Banyak pemilik tanaman kesulitan meniru kondisi kering yang mereka sukai, yang mengakibatkan masalah penyiraman berlebihan dan hasil yang mengecewakan,” tutur ahli tanaman dan pencipta Plant Kween, Christopher Griffin.

3. Crawling Philodendron

Philodendron Gloriosum ,Philodendron plant in the flowerpotPhilodendron Gloriosum. Foto: Getty Images/Jobrestful

Philodendron merupakan salah satu tanaman yang banyak dimiliki pemilik rumah. Namun, philodendron rambat atau crawling philodendron diprediksi tidak akan ngetren lagi.

Philodendron yang merambat, seperti Philodendron gloriosum dan mamei, cantik tetapi tidak praktis untuk ditanam dalam pot, karena cenderung tumbuh keluar dari pot.

“Pot persegi panjang sering digunakan untuk jenis tanaman ini, tetapi saya pikir karena kebiasaan pertumbuhannya, orang-orang menjauh dari menanamnya di rumah mereka,” kata Aulton.

Itulah beberapa tanaman yang diprediksi nggak ngetren lagi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Weekend di Denpasar, Mampirlah ke Kebun Tengah Kota yang Estetik Ini



Denpasar

Bron Cafe Renon bisa menjadi salah satu spot untuk jeda sejenak dari hiruk pikuk keramaian Kota Denpasar, Bali. Singgah ke sana, traveler dapat menikmati kebun di tengah kota yang cukup rimbun.

Denpasar dikenal sebagai surganya tempat hangout. Namun di tengah keramaian, ada nuansa tenang yang tersaji di Bron Cafe Renon.

Bron Cafe Denpasar, Bali.Bron Cafe Denpasar, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Masuk ke tempat tersebut, traveler akan melewati gerbang khas bali dengan ornamen ukiran kayu. Masuk lebih dalam, traveler akan menemui nuansa rimbun dari pepohonan dan arsitektur tradisional yang mengakar. Berbagai ornamen kayu dan tembikar yang mendominasi berbagai ornamen kafe menambah kesan autentik.


“Jadi kalau untuk konsepnya sendiri itu kita mengambil konsep yang ramah lingkungan Itu sih yang kita ambil. Jadi kita mengambil konsep bata sama kayu digabung biar cocok juga sama konsep kita yang kebun tengah kota gitu,” ujar Marketing Bron Cafe Putri Hayatunnufus saat ditemui detikTravel, Jumat (8/11/2024).

Tak hanya itu, ada pula area kolam ikan dan jalan setapak di atas kolam. Itu membuat suasana asri semakin kuat. Setelah melewati area kolam, traveler akan tiba di area taman semi terbuka. Terdiri dari area rerumputan, pepohonan, hingga beberapa tempat duduk santai.

Bron Cafe Denpasar, Bali.Bron Cafe Denpasar, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Dalam pantauan detikTravel, terdapat area outdoor hingga indoor di kafe tersebut. Karenanya, tempat itu layak digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti nongkrong hingga bekerja dari kafe atau work from cafe.

Berbagai tanaman pun menghiasi tempat ini. Terlihat banyak pohon kamboja hingga beberapa pohon pakis Brazil menjulang tinggi.

“Jadi untuk konsepnya sendiri itu kita mengambil konsep kebun tengah kota. Itu karena kita berada di tengah kota yang juga ramai, habis itu mungkin panas, terus juga sibuk lah. Jadi kita ngambil konsep itu agar tamu-tamu yang ke sini merasa fresh. Apalagi ada tanaman, Terus di sini kan juga adem jadi biar mereka bisa refreshing, biar mereka lupa hiruk pikuk kayak gimana,” jelas Putri.

Selain itu, kafe tersebut juga ramah dengan berbagai kebutuhan pengunjung. Mereka menerapkan kebijakan pet friendly dan child friendly. Terdapat playground yang dapat menjadi spot hiburan bagi pengunjung cilik.

Bron Cafe Denpasar, Bali.Bron Cafe Denpasar, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Tak sekedar menjadi cafe dan taman di tengah kota, Bron Cafe Renon juga terbuka untuk berbagai kebutuhan pengunjung. Misalnya saja untuk kegiatan keluarga ataupun komunitas. Putri mengeklaim tempat itu dapat menampung sekitar 200 tamu sekaligus.

“Kalau untuk jadi pembedanya Kita ke Pet friendly karena kan jarang juga untuk cafe yang pet friendly. Juga service yang kita berikan sepenuh hati biar tamu juga merasa kangen. Terus ada banyak tempat yang bisa untuk coworking space Jadi kita ada tiga ruangan itu ruangan meeting juga bisa dipakai coworking space. Abis itu kalau mau ada Birthday, Intimate atau segala macam Itu bisa dipakai di sini,” tutur Putri.

Nantinya, Bron Cafe juga akan menjadi tuan rumah dari event Jelajah Lensa Bali yang diselenggarakan detikcom dengan berkolaborasi bersama Iqos pada Sabtu (9/11/2024). Dalam acara tersebut, traveler akan diajak menyelam lebih jauh tentang strategi membuat konten audio-visual yang menarik untuk sosial media.

Selain dapat nongkrong estetik, ilmu yang didapatkan dari pelatihan tersebut pun rasanya dapat langsung diterapkan di tempat itu. Jadi, tertarik berkunjung dan ikutan?

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com