Tag Archives: gabus

Waspada! Ini 4 Jalur Rahasia Kalajengking Masuk ke Rumah



Jakarta

Terkadang ada saja hewan, serangga, bahkan arachnida yang masuk rumah. Kalajengking yang terkenal bisa menyengat manusia pun dapat muncul di dalam rumah.

Kalajengking biasanya masuk rumah untuk mencari makanan atau tempat bersembunyi. Pada siang hari kalajengking mencari perlindungan dan istirahat di dalam retakan atau celah pada pagar, tembok, ataupun pekarangan rumah.

Lantas, bagaimana cara kalajengking masuk rumah ya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


Cara Kalajengking Masuk Rumah

Inilah beberapa cara kalajengking bisa masuk ke rumah.

1. Celah dan Retakan pada Bangunan

Kalajengking biasanya mencari celah atau retakan sebagai tempat persembunyian. Kalajengking dapat pindah ke area lain di rumah termasuk rongga dinding dan ke loteng untuk bersarang.

Retakan dan celah kecil bagian luar rumah atau dinding garasi bisa dilalui kalajengking. Mereka mampu merayap melalui celah sekecil 1,58 milimeter.

2. Lubang Ventilasi

Kalajengking bisa masuk rumah lewat lubang ventilasi. Salah satunya ventilasi kamar mandi merupakan titik masuk umum bagi kalajengking yang mungkin akan menjatuhkan diri ke lantai setelah masuk. Kamu bisa mencegahnya masuk dengan memasang kasa jendela.

3. Celah Pintu dan Jendela

Arachnida satu ini dapat melewati celah pada pinggiran pintu dan jendela. Tentunya kalajengking bisa masuk kalau pintu terbuka, tetapi mereka pun bisa masuk dari celah di bawah pintu, lho.

Supaya nggak masuk, pastikan untuk menutup celah pintu dan jendela. Misalnya memasang gabus atau karet khusus di bawah pintu.

4. Terbawa oleh Penghuni Rumah

Tentunya tidak ada yang ingin ada kalajengking di dalam rumahnya, kecuali bagi yang ingin memelihara kalajengking. Namun, kalajengking bisa tidak sengaja terbawa masuk oleh penghuni rumah. Misalkan kamu membawa kotak, benda, atau tanaman dari tempat yang ada kalajengking ke dalam rumah.

Itulah beberapa cara kalajengking bisa masuk rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Hutan Kota Munjul Jadi Spot Favorit Mancing dan Refreshing Warga



Jakarta

Warga Cipayung, Jakarta Timur tidak perlu jauh-jauh untuk mancing atau pun refreshing. Kegiatan itu bisa dilakukan di Hutan Kota Munjul.

Hutan Kota Munjul itu merupakan hutan konservasi dan kawasan resapan air. Hutan kota itu memiliki luas sekitar 1,43 hektar

Saat detikTravel berkunjung ke hutan kota itu pada Jumat (27/7/2024). Masuk melalui pintu masuk depan gerbang utama Pondok Pesantren Al Hamid, Hutan Kota Munjul itu tampak kecil. Hanya terdapat sebuah parkiran, kolam, dan pos jaga.


Penasaran akan luasannya, detikTravel pun mengikuti jalur pejalan kaki yang ada di sana. Akhirnya kesan lahan kecil itu pun sirna ketika masuk lebih dalam lagi, setelah masuk barulah terlihat lahan yang luas dengan tiga kolam besar di dalamnya.

Pepohonan yang rindang, embusan angin sepoi-sepoi hingga kicau burung pun menemani setiap langkah. Saat siang pengunjung masih belum terlihat, barulah sekitar pukul 14.00 WIB mulai berdatangan.

Beberapa remaja datang dengan joran di tangan mereka seperti akan berperang. Joran pun dipersiapkan dan mulai mengolah umpan, tak berselang lama kail yang sudah dipasang umpan itu dilemparkan ke kolam.

Divo bersama Rafli, mereka begitu gemar dengan kegiatan memancing ini. Bagi Vio memancing adalah sebuah aktivitas yang bisa membuat pikiran tenang selepas bekerja atau di hari libur pekerjaannya.

“Nggak sering sih ke sini kalau ngeluangin waktu doang, ke sini biasanya pasti mancing. Kalau mancing di sini tergantung mood juga dari jam berapanya, tapi paling biasanya dari jam 12.00 sampai jam 15.00 atau paling lama jam 17.00 WIB,” kata Vio sambil menyiapkan umpan.

Walaupun sebetulnya memancing di kolam Hutan Kota Munjul menurut Divo tak selalu berhasil mendapatkan ikan. Nmun di samping itu daripada suntuk berdiam diri di rumah, alhasil memancing di sini jadi cara pengusir suntik.

Biasa ikan yang berhasil ia kantongi beragam, mulai dari red devil, mujair, sapu-sapu hingga gabus. Saat Divo pergi dari kolam, Rafli bersorak karena kailnya mendapat sambaran dan saat diangkat ternyata bukanlah ikan, melainkan udang air tawar yang ukurannya cukup besar.

Tak cuma sekali ternyata, sudah dua kali umpannya salah sasaran. Bukannya ikan yang didapat tapi udang air tawar lagi yang harus ia angkat.

“Dia kadang nyamber, kadang nggak. Ini tumbenan udang mulu yang dapet, biasanya dia ngumpet di pinggiran sini,” kata Rafli.

Beranjak dari spot Divo dan Rafli, tak jauh dari mereka juga terdapat beberapa pemancing remaja yang fokus memperhatikan pelampung pancing. Salah satunya adalah Rivaldi, di masa libur setelah lulus SMA kegiatannya diisi dengan memancing.

Sedari kecil memancing sudah jadi kegiatan favorit dirinya. Dalam satu minggu, Rivaldi bisa menyempatkan memancing di Hutan Kota Munjul hingga tiga kali.

“Biasa mancing di sini kalau lagi dapet banyak bisa enam atau tujuh, ukurannya sebesar tiga jarian. Nanti ikannya buat ditaruh di kolam (rumah),” ujarnya.

“Seneng aja gitu udah kaya hobi gitu, dari kecil juga memang suka mancing,” dia menambahkan.

Sebetulnya di kawasan Hutan Kota Munjul terdapat plang bertuliskan atur di hutan kota ini, dan memancing adalah satu dari aturan lainnya yang tidak diperbolehkan. Namun menurut petugas keamanan, Teguh menyebut selagi tidak merusak dan tidak memakai jala.

Teguh juga mengatakan memang terdapat ikan di tiga kolam di dalam ini tapi berukuran kecil. Sore hari tiba pemancing juga mulai silih berdatangan, namun kata Teguh setiap menjelang pukul 17.00 WIB sudah mulai diberitahu untuk meninggalkan Hutan Kota Munjul dan hutan kota ini bisa didatangi setiap harinya.

“Buka dari jam 07.00 sampai jam 18.00 WIB, kalau pengunjung tuh jam 16.30 udah steril (clear area),” kata Teguh.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com