Tag Archives: gambir

Gereja Ayam Pasar Baru Tempat Ibadah Kelas Menengah-Bawah di Era Kolonial Belanda



Jakarta

Di era kolonial Belanda, warga kelas menengah dan bawah pemeluk protestan tidak leluasa beribadah. Salah satu gereja yang membuka pintu untuk kelompok itu adalah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau ‘Gereja Ayam’.

Sekretaris Pengurus ‘Gereja Ayam’, Yosie, menjelaskan kepada detikTravel, Kamis (29/8/2024) gereja itu dulu merupakan kapel kecil. Kapel itu dibangun pada tahun 1900.

“Dulu gereja itu di zaman Belanda untuk golongan menengah ke atas di Gereja Immanuel yang di depan (Stasiun) Gambir itu untuk golongan menengah ke atas. Tapi kalau untuk golongan menengah ke bawah itu ya di sini,” kata Yosie.


Seiring berjalannya waktu, jemaat yang beribadah di kapel itu semakin banyak. Kapel tersebut kemudian digeser, dari yang awalnya berada di area belakang gereja, kini ke tempat saat ini berdiri di Jalan Samanhudi No.12, Jakarta Pusat.

“Mulanya ini nggak di sini, letaknya di belakang gedung ini mulanya hanya sebuah kapel. Tapi karena makin lama makin banyak orangnya jadi pindah ke sini dibuatnya 1913,” kata Yosie.

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau 'Gereja Ayam' di Pasar Baru, Jakarta PusatGereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau ‘Gereja Ayam’ di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Bangunan gereja yang bergaya campuran Italia dan Portugis ini disebut Neo Romani yang dibangun oleh arsitek Belanda bernama Ed Cuypers dan Hulswit. Penamaan ‘Gereja Ayam’ sendiri tercetus dari sebutan masyarakat sekitar, karena di atas gereja ini terdapat ornamen berbentuk ayam.

Yosie mengatakan ornamen tersebut merupakan alat penunjuk arah angin yang dirancang pada saat itu. Sayangnya, penunjuk arah angin berbentuk ayam ini sudah tidak berfungsi lagi. Kini ornamen ayam tersebut sudah menjadi ikon gereja ini.

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau 'Gereja Ayam' di Pasar Baru, Jakarta PusatGereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau ‘Gereja Ayam’ di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Ini dikenalnya dengan ‘Gereja Ayam’ itu kan kita di atas itu ada ayam. Zaman dahulu ayam itu dipergunakan sebagai alat penunjuk arah mata angin, tapi di dalam lingkungan masyarakat sekitar sini karena lihat ada ayam di atas situ jadi dikenal ini dengan ‘Gereja Ayam’,” kata Yosie.

Peninggalan-peninggalan masa lampau di ‘Gereja Ayam’ ini masih terjaga, bahkan bangku-bangku di dalam gereja masih bangku dari tahun 1913. Terdapat pula Alkitab berbahasa Belanda pemberian ratu Belanda, Sophian Fredrika Mathilda pada tahun 1855.

Adapun bejana baptis yang sudah berumur lebih dari 300 tahun. Tampak bangun dari luar pun tak ada yang berubah signifikan dari pertama dibangun, ‘Gereja Ayam’ juga sudah ditetapkan menjadi cagar budaya pada tahun 2015.

(iah/iah)



Sumber : travel.detik.com

8 Ide Museum Date di Jakarta, Bangun Suasana Romantis dan Seru


Jakarta

Museum date adalah konsep kencan di mana pasangan menghabiskan waktu bersama di museum. Mereka biasanya menjelajahi pameran seni, sains, sejarah, atau budaya.

Jakarta jadi salah satu kota yang sangat cocok untuk museum date. Selain memiliki banyak museum, museum di jakarta juga menawarkan suasana yang nyaman,sarat pengetahuan dan instagrammable.

Bagi detikers yang bingung mau liburan akhir tahun sama pangan ke mana? Kamu bisa pilih tempat-tempat ini untuk museum date.


Ide Museum Date di Jakarta

Dirangkum detikcom dari akun sosial media dan websitenya, berikut adalah beberapa rekomendasi museum yang bisa jadi pilihan museum date di Jakarta:

1. MoJa Museum

Libur panjang membuat warga beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan bermain sepatu roda di Moja Museum.Libur panjang membuat warga beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan bermain sepatu roda di Moja Museum. (Rifkianto Nugroho)
  • Harga tiket masuk: Rp 125 ribu-240 ribu.
  • Lokasi: Gelora Bung Karno Sports Complex, Main Stadium, Zona Biru 8-9, RT.1/RW.3, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
  • Jam buka: Setiap hari dari jam 11.00-19.30 WIB.

MOJA museum jadi salah satu museum terkenal di Jakarta yang interaktif dan instagrammable. Di sini, kamu bisa melihat banyak eksibisi seni interaktif.

Berbagai aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di MoJa museum di antaranya MoPaint (untuk kamu yang suka gambar), golf, atau RoJa yakni wahana roller skating (sepatu roda).

2. Museum Sejarah Jakarta

Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. (Tiara Rosana/detikcom)
  • Harga tiket masuk: Rp 2 ribu (pelajar), Rp 3 ribu (mahasiswa), dan Rp 5 ribu (dewasa).
  • Alamat: Jalan Taman Fatahillah No.1, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu pukul 09.00-15.00 WIB.

Museum Sejarah Jakarta atau dikenal juga museum Fatahillah, adalah bangunan yang jadi ikon di kawasan Kota Tua Jakarta. Dilansir Antara, museum ini memiliki koleksi sekitar 23.500 barang bersejarah, baik dalam bentuk benda asli maupun replika.

Dilansir laman Jakarta Tourism, dulunya, bangunan museum merupakan markas administrasi Perusahaan Hindia Timur, dan kemudian Pemerintah Belanda. Kebanyakan koleksi di museum ini terdiri dari peninggalan-peninggalan Belanda yang bermukim di Batavia sejak awal abad XVI.

3. Galeri Nasional Indonesia

Pengunjung mengamati karya seni instalasi dari medium logam alumunium karya Lini Natalini Widhiasi di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2024). Pameran tunggal seni rupa bertajuk Infinity Yin Yang merupakan karya seni baru yang menunjukkan kekuatan eksplorasi sekaligus eksploitasi material, medium dan teknik yang berlangsung 4 September hingga 3 Oktober 2024. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/agrPengunjung mengamati karya seni instalasi dari medium logam alumunium karya Lini Natalini Widhiasi di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2024). Pameran tunggal seni rupa bertajuk Infinity Yin Yang merupakan karya seni baru yang menunjukkan kekuatan eksplorasi sekaligus eksploitasi material, medium dan teknik yang berlangsung 4 September hingga 3 Oktober 2024. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu (anak-anak), Rp 20 ribu (dewasa), dan Rp 50 ribu (wisatawan asing).
  • Alamat: Jl. Medan Merdeka Tim. No.14, RT.6/RW.1, Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
  • Jam buka: Selasa-Sabtu dari jam 09.00-19.00 WIB.

Museum seni dan pusat pameran ini lokasinya ada di jantung kota Jakarta. Di sini kamu bisa menikmati ruang seni dan budaya, dengan beragam koleksi karya seni rupa.

Baik itu yang bersifat klasik maupun kontemporer dari seniman Indonesia maupun internasional. Galeri Nasional Indonesia cocok banget buat dijadikan ide museum date, karena banyak spot foto estetik dengan suasana yang tenang dan nyaman.

4. Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik JakartaArea Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta. (Weka Kanaka/detikcom)
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu-15 ribu (lokal), Rp 5 ribu (mahasiswa), Rp 50 ribu (wisatawan asing).
  • Alamat: Jl. Pos Kota No.2 9, RT.9/RW.7, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu dari jam 09.00 WIB – 15.00 WIB.

Sesuai namanya, museum ini menyimpan koleksi seni rupa dan keramik. Selain melihat koleksi, kamu dan pasangan date kamu juga bisa mengikuti workshop membuat gerabah atau keramik di sini lho.

5. Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara)

Museum MACANMuseum MACAN. (Chelsea Olivia/detikcom)
  • Harga tiket masuk: Rp 36 ribu-90 ribu.
  • Alamat: AKR Tower Level M, Jl. Panjang No.5, Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu dari 10.00-18.00 WIB.

Museum ini menyimpan berbagai karya seni modern dan kontemporer dari Indonesia dan luar negeri. Museum ini memang populer dikalangan pecinta seni dan anak muda.

Museum MACAN juga kerap menghadirkan pameran dan event kolaborasi dengan tema yang berbeda-beda.

6. Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024).Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024). Foto: Weka Kanaka/detikcom
  • Harga tiket masuk: Rp 15 ribu (anak-anak), Rp 25 ribu (dewasa), Rp 50 ribu (WNA).
  • Alamat: Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat,
  • Jam buka:Selasa-Minggu dari jam 09.00-15.00 WIB.

Kompleks Museum Nasional berdiri di atas tanah seluas 26.500 meter persegi.Terdiri dari Gedung A digunakan untuk ruang pamer dan wahana Imersifa, dan Gedung B (Gedung Arca) untuk pameran, juga digunakan untuk laboratorium, ruang pameran temporer, area komersial, perpustakaan, dan kantor.

Dilansir laman resminya, sampai saat ini koleksi yang dikelola museum ini ada sekitar 190.000an. Benda-benda tersebut terdiri dari 7 jenis koleksi yakni prasejarah, arkeologi masa klasik, sejarah, numismatik dan heraldik, keramik, dan etnografi.

7. Museum Bank Indonesia (BI)

Pameran Rupiah Berkisah tentang TimurPameran Rupiah Berkisah tentang Timur. (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu per orang, gratis bagi pelajar/mahasiswa.
  • Alamat: Jl. Pintu Besar Utara No.3, RT.4/RW.6, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu mulai dari jam 08.00-15.30 WIB.

Museum BI dulunya digunakan oleh De Javasche Bank, salah satu gedung dengan nilai sejarah yang tinggi. Lokasinya masih berada di kawasan Kota Tua.

Museum ini pertama kali dibuka pada tanggal 15 Desember 2006. Museum BI menyimpan berbagai koleksi numismatik dan arsitektur gedung.

8. Museum Wayang

Museum Wayang di Kota Tua Jakarta menjadi salah satu destinasi liburan edukasi. Di sini, Anda dapat melihat beragam koleksi wayang dari seluruh Indonesia.Museum Wayang di Kota Tua Jakarta menjadi salah satu destinasi liburan edukasi. Di sini, Anda dapat melihat beragam koleksi wayang dari seluruh Indonesia. (Muhammad Lugas Pribady)
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu (anak-anak dan pelajar/mahasiswa), Rp 10 ribu (dewasa), dan Rp 50 ribu (WNA).
  • Alamat: Jalan Pintu Besar Utara No.27 Pinangsia, RT.3/RW.6, Kota Tua, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa – Minggu dari jam 09.00-15.00 WIB.

Museum Wayang banyak memamerkan dan melestarikan warisan seni budaya pertunjukan boneka tradisional indonesia. Koleksinya meliputi wayang golek, wayang kulit, serta beberapa koleksi wayang dari daerah serta negara lain.

Tips untuk Museum Date

  • Ketahui tanggal dan waktu buka museum.
  • Pakai outfit terbaikmu, jangan lupa juga pilih yang nyaman.
  • Abadikan momen dengan berfoto di spot-spot menarik dan Instagramable.
  • Bangun obrolan dengan membahas topik seputar koleksi menarik atau karya seni di museum tersebut.

Itu tadi beberapa pilihan tempat untuk ide museum date di Jakarta yang bisa dikunjungi. Selain menawarkan suasana yang lebih santai dan estetis, date di museum juga sangat bernuansa romantis.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Catat! Kuliner Legendaris Jakarta yang Bisa Dituju dengan Transportasi Umum



Jakarta

Kuliner legendaris tidak hanya berbicara tentang cita rasa, tetapi juga tentang warisan budaya yang melekat dalam setiap hidangannya. Nah, traveler harus tahu bahwa banyak nih kuliner legendaris di Jakarta yang bisa dijangkau dengan transportasi umum lho.

Yuk, kita susuri beberapa destinasi kuliner legendaris yang bisa mengenyangkan perut ini di momen libur Nataru.

1. Bakmi Gajah Mada – Pasar Baru

Jakarta Siapa yang tak kenal Bakmi Gang Kelinci? Meski sekarang sudah menjadi jaringan restoran besar, cabang pertamanya di Pasar Baru tetap punya pesona tersendiri. Berlokasi dekat halte TransJakarta Pasar Baru lalu ada stasiun KRL Juanda, traveler hanya perlu berjalan kaki lima menit atau sekitar 700 m saja untuk mencapai tempat ini.


Selain bisa kulineran traveler juga bisa belanja banyak sekali gerai toko sepatu, dan bahan pakaian yang sudah lama pedagangnya berjualan. Bakmi yang kenyal dipadukan dengan jamur dan pangsit goreng renyah adalah perpaduan sempurna yang membuat pelanggan setia sejak era 1957.

Suasana di dalam restorannya pun masih jadul dan klasik. Biar makin nikmat, jangan lupa pesan es teh manis yang khas untuk melengkapi pengalaman kuliner kamu ya.

2. Nasi Bali Pak Gede

Warung Bali Pak Gede tawarkan sajian nasi campur dan sate yang halal khas Bali.Warung Bali Pak Gede tawarkan sajian nasi campur dan sate yang halal khas Bali. Foto: detikFood / Yenny Mustika Sari

Salah satu destinasi kuliner otentik, menghadirkan beragam hidangan khas Bali. Terletak di pusat kota, restoran ini mudah diakses dengan berbagai moda transportasi umum, menjadikannya pilihan favorit bagi pekerja kantoran dan wisatawan urban yang ingin mencicipi kuliner khas Bali.

Lokasinya berada di kawasan strategis Jakarta Selatan, dekat dengan stasiun MRT Haji Nawi. Dari stasiun, traveler hanya perlu berjalan kaki keluar untuk sampai ke restoran ini karena lokasinya tepat di samping stasiun.

Menu favorit di Nasi Bali Pak Gede adalah nasi campur khas Bali, lengkap dengan sate lilit yang gurih,ayam suwir bumbu betutu, ayam goreng, sate ayam, maupun sambal matah. Rasa autentiknya membuat pelanggan kembali lagi untuk menikmati kelezatan khas Bali.

Ditambah dengan akses yang mudah dijangkau dan halal, restoran ini menjadi destinasi kuliner yang cocok untuk pecinta makanan khas Bali tanpa perlu keluar kota.

3. Menjelajahi Kelezatan Pempek

Jalan Garuda Kemayoran Jalan Garuda di Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi salah satu destinasi kuliner favorit bagi para pecinta pempek. Berlokasi strategis dekat dengan Stasiun Kemayoran, kawasan ini dipenuhi oleh berbagai gerai yang menawarkan pempek otentik khas Palembang.

Mulai dari pempek kapal selam dan lenjer, semuanya disajikan dengan cuko yang kental dan pedas manis, dan juga minuman es kacang merahnya yang menyegarkan dahaga memberikan cita rasa yang sulit dilupakan.

Untuk mencapai kawasan ini, traveler bisa menggunakan KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Kemayoran. Dari stasiun, hanya diperlukan waktu sekitar 5-10 menit berjalan kaki untuk sampai ke Jalan Garuda.

Di sepanjang jalan, traveler akan menemukan beberapa tempat makan pempek legendaris yang masih tetap mempertahankan kelezatan khas Palembang. Salah satu daya tarik pempek di Jalan Garuda adalah keaslian rasa yang dipertahankan dari generasi ke generasi.

Tak hanya itu, suasananya yang sederhana namun hangat menjadikan pengalaman bersantap semakin menyenangkan. Dengan lokasi yang mudah diakses dan cita rasa yang otentik, Jalan Garuda menjadi destinasi kuliner wajib bagi para penggemar pempek di Jakarta.

4. Menikmati Kelezatan Es Krim Legendaris Ragusa

ice cream Ragusa di Jakarta Pusatice cream Ragusa di Jakarta Pusat Foto: Rifkianto Nugroho/detikTravel

Bagi pecinta es krim klasik dengan cita rasa autentik, Ragusa Es Italia adalah destinasi kuliner yang wajib dikunjungi. Toko es krim ini berdiri sejak tahun 1930-an, menjadikannya bagian dari sejarah kuliner Indonesia.

Ragusa Es Italia, yang berlokasi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, terkenal dengan es krim homemade-nya yang lembut tanpa bahan pengawet. Serta menyajikan berbagai rasa es krim tradisional dengan suasana kafe retro yang menggugah nostalgia.

Ragusa Es Italia mudah diakses dengan transportasi umum. Traveler bisa menggunakan KRL/halte bus tarnsjakarta dan turun di Juanda selanjutnya berjalan menuju Masjid Istiqlal sekitar 10 menit dan sampai. Di sini, menu andalan seperti Spaghetti Ice Cream dan banana split selalu menjadi favorit pelanggan. Suasana sederhana dengan interior vintage menambah keunikan pengalaman bersantap es krim di tempat ini.

5. Soto Betawi H. Husein

Soto Betawi H. Husein merupakan salah satu kuliner legendaris Jakarta yang telah eksis sejak tahun 1989. Berlokasi di kawasan Manggarai, soto ini terkenal dengan cita rasa kuah santannya yang gurih dan kaya rempah.

Setiap porsinya berisi potongan daging sapi empuk, babat dan paruh yang tebal serta tambahan tomat dan kentang yang membuatnya semakin nikmat, untuk kuah dari soto nya yang kental dicampur susu rasanya gurih. Keaslian rasa dan konsistensi kualitas menjadikan Soto Betawi H. Husein sebagai destinasi kuliner favorit bagi pencinta soto khas Betawi.

Tempat ini mudah dijangkau dengan transportasi umum. Jika menggunakan KRL, traveler cukup turun di Stasiun Manggarai dan berjalan kaki sekitar 5 menit menuju lokasi. Alternatif lain adalah menggunakan TransJakarta dan turun di Halte Manggarai.

Suasana warung makan sederhana namun selalu ramai pengunjung memberikan kesan autentik, seolah membawa traveler ke Jakarta tempo dulu. Makan di sini terasa lebih istimewa dengan kehangatan pelayanannya yang ramah, khas Betawi.

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Rute Perjalanan Jakarta-Ciwidey Naik Kereta dan Transportasi Lain


Jakarta

Jakarta-Ciwidey bisa ditempuh dengan kereta lebih dulu menuju Bandung, lalu angkot dan transportasi online menuju kawasan wisata pilihan.

Kawasan Ciwidey di Jawa Barat memiliki banyak destinasi wisata dengan pemandangan indah dan hawa sejuk. Tidak heran, berbagai destinasi piknik di Ciwidey selalu ramai dikunjungi masyarakat termasuk yang berasal dari Jakarta.

Perjalanan Jakarta-Ciwidey bisa ditempuh dengan berbagai pilihan kendaraan. Buat traveler yang ingin piknik dengan kendaraan umum, berikut urutannya


Rute Perjalanan Jakarta-Ciwidey

Saat ini belum tersedia transportasi umum dengan akses langsung Jakarta-Ciwidey tanpa transit. Perjalanan diawali dengan perjalanan Jakarta-Bandung dilanjutkan rute menuju Ciwidey yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

1. Jakarta-Bandung Naik Kereta

Perjalanan diawali naik kereta menuju Stasiun Bandung atau Kiaracondong. Dikutip dari aplikasi KAI, berikut pilihan kereta yang bisa digunakan

Gambir-Bandung

  • Papandayan: Rp 145 ribu
  • Parahyangan: Rp 195 ribu
  • Parahyangan Luxury: Rp 530 ribu
  • Pangandaran: Rp 145 ribu
  • Pangandaran Panoramic: Rp 425 ribu
  • Parahyangan: Rp 195 ribu
  • Parahyangan Priority: Rp 385 ribu
  • Parahyangan: Rp 145 ribu
  • Pangandaran Fakultatif: Rp 195 ribu.

Gambir-Kiaracondong

  • Papandayan: Rp 145 ribu
  • Pangandaran: Rp 145 ribu
  • Pangandaran Panoramic: Rp 425 ribu
  • Papandayan Panoramic: Rp 425 ribu.

Pasarsenen-Bandung

Pasarsenen-Kiaracondong

  • Serayu: Rp 63 ribu
  • Cikuray: Rp 45 ribu.

Traveler bisa menggunakan transportasi online menuju Terminal Leuwipanjang dari Stasiun Bandung atau Kiaracondong. Beberapa situs menyebutkan ada pilihan angkot menuju Leuwipanjang, tapi traveler wajib update informasi lebih dulu.

Traveler bisa menggunakan angkutan umum Colt L300 menuju Terminal Cibeureum di Ciwidey. Tarifnya adalah Rp 20 ribu dengan waktu tempuh sekitar 40-50 menit. Jika ragu, traveler bisa bertanya lebih dulu pada petugas terminal atau pihak lain yang kompeten.

Setelah turun di Terminal Cibeureum, traveler bisa memilih angkutan umum selanjutnya menuju kawasan wisata pilihan. Traveler juga bisa memilih jasa traveling yang memudahkan perjalanan wisata selama di Ciwidey.

Sebelum piknik Jakarta-Ciwidey, traveler sebaiknya menyusun perencanaan dan membawa uang cash secukupnya. Sehingga, traveler tidak perlu khawatir jika jasa angkutan umum hanya menerima uang cash. Perencanaan juga memungkinkan traveler berwisata aman, nyaman, dengan pilihan angkutan umum terbaik.

Reaktivasi Jalur Kereta Bandung-Ciwidey

Pemerintah berencana mengaktifkan kembali jalur kereta Cikudapateuh (Bandung)-Ciwidey sepanjang 37,8 kilometer. Rencana ini diawali dengan sejumlah kajian untuk memastikan ketersediaan lahan, biaya, serta dampak dengan adanya reaktivasi jalur kereta Bandung Ciwidey.

Pengaktifan kembali jalur kereta Bandung-Ciwidey diharapkan bisa mempermudah akses kawasan wisata, distribusi logistik, dan mobilisasi warga. Hasil akhirnya adalah perekonomian masyarakat yang makin kuat dengan transportasi mudah dan murah.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Traveler, Ini Cara Menuju Geopark Karangsambung di Kebumen dari Jakarta



Jakarta

Geopark Karangsambung berada di Kebumen, Jawa Tengah, resmi diakui dan menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark pada Juni 2025. Cek di sini cara menuju Geopark Karangsambung dari Jakarta.

Geopark Karangsambung masuk dalam daftar UNESCO Global Geoparks pada 17 April 2025. Penetapan itu dilakukan dalam Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 di Paris, Prancis, bersama dengan Geopark Meratus.

Mengutip informasi dari detikJateng, geopark ini mengusung konsep pengembangan kawasan secara berkelanjutan yang memiliki warisan geologi, keanekaragaman biologi, dan keragaman budaya yang dikelola secara bersama-sama untuk menyejahterakan masyarakat lokal dan melestarikan lingkungan.


Foto udara kawasan karst dan laboratorium geologi alam terbuka di Geosite Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.Foto udara kawasan karst dan laboratorium geologi alam terbuka di Geosite Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. (Aprillio Akbar/Antara)

Konsepnya yang unik dan pemandangan yang indah, membuat Geopark Karangsambung menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.

Cara Menuju Geopark Karangsambung dari Jakarta

Bagi masyarakat Jakarta yang ingin pergi ke Geopark Karangsambung, bisa menaiki transportasi umum hingga membawa kendaraan pribadi. Berikut pilihannya.

Menggunakan Kereta

Terdapat berbagai pilihan stasiun yang bisa digunakan untuk pergi ke Kebumen. Stasiun itu antara lain Gombong, Karanganyar, Kebumen, dan Kutowinangun.

Terdapat beberapa pilihan kereta, yaitu:

· Fajar Utomo Solo

Pasar Senen-Karanganyar Rp 450 ribu (ekonomi)

· Argo Semeru

Gambir-Kebumen Rp 705 ribu

· Batavia

Gambir-Kebumen Rp 400 ribu (ekonomi) dan Rp 580 ribu (eksekutif)

· Bangunkarta

Pasar Senen-Karanganyar Rp 310 ribu (ekonomi) dan Rp 425 ribu (eksekutif)

· Gajahwong

Pasar Senen-Karanganyar Rp 350 ribu (ekonomi) dan Rp 500 ribu (eksekutif)

· Sawunggalih

Pasar Senen-Karanganyar Rp 280 ribu (ekonomi) dan Rp 420 ribu (eksekutif)

Pasar Senen-Kebumen Rp 250 ribu (ekonomi) dan Rp 380 ribu (eksekutif)

Pasar Senen-Gombong Rp 250 ribu (ekonomi) dan Rp 380 ribu (eksekutif)

Menggunakan Pesawat

Transportasi umum lain yang bisa digunakan menuju Kebumen adalah menaiki pesawat. Wisatawan bisa memilih penerbangan menuju Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA).

Setelah itu, bisa melanjutkan perjalanan dengan menaiki bus DAMRI menuju Terminal Kebumen dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit. Opsi lain bisa menaiki kereta api bandara menuju Stasiun Kebumen dengan waktu tempuh 1 jam 12 menit.

Menggunakan Kendaraan Pribadi

Selain kendaraan umum, bagi wisatawan yang ingin pergi ke Geopark Karangsambung menggunakan kendaraan pribadi bisa menggunakan mobil atau motor.

Wisatawan mulai dari Jakarta, ambil arah tol Jakarta-Cikampek, hingga menuju tol Pejagan-Pemalang. Setelah itu, keluar tol Menuju Kabupaten Kebumen.

Dari Kebumen, lanjutkan perjalanan menuju Karangsambung hingga menuju area Geopark Karangsambung. Perjalanan ditempuh dalam waktu sekitar 7 jam 45 menit, tergantung kondisi lalu lintas dan kecepatan kendaraan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com