Tag Archives: gampang

Gampang! Begini Cara Mengatasi Rembesan Air pada Dinding dan Plafon


Jakarta

Rembesan air adalah masalah yang sering dijumpai di rumah. Biasanya rembesan air terlihat pada dinding dan plafon setelah rumah diguyur hujan deras. Tandanya dengan muncul bercak air seperti garis berwarna putih atau coklat pada dinding dan plafon.

Jika rembesan air terjadi pada dinding, biasanya dikarenakan adanya retakan atau rongga. Rembesan air ini biasa terjadi pada dinding yang tidak tertutup oleh apa pun. Rembesan di dinding juga bisa disebabkan oleh kusen atau pelapis jendela yang rusak. Lalu, jika rembesan air terjadi pada plafon, masalahnya bisa dari genteng atau atap terluar.

Rembesan air ini sebaiknya tidak dianggap sepele karena lama kelamaan dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan. Sebab, masuknya air juga dikarenakan ada keretakan pada struktur bangunan.


Efek lainnya jika dinding dan plafon yang terkena rembesan air dibiarkan adalah muncul jamur di sekitar bekas air tersebut. Dinding jadi mudah lembab dan cat dinding akan mudah rusak. Selain itu, plafon rumah juga bisa ambruk karena permukaannya yang sudah lunak.

Jika rumah kamu mengalami serupa, tidak perlu khawatir, melansir dari Housing, rembesan air pada dinding dan plafon bisa diatasi dengan cara berikut.

Cara Mengatasi Rembesan Air Pada Dinding Dalam

1. Perbaiki retakan dan bagian yang mudah basah dengan bahan acian yang kedap air.

2. Hilangkan semua plester pada bagian yang basah dan gunakan mortar atau semen putih dua kali untuk lapisan terluarnya.

3. Gunakan cat tahan air atau cat yang mengandung silikon agar air tidak masuk ke tembok.

Cara Mengatasi Rembesan Air Pada Dinding Luar

Untuk area dinding luar kamu perlu berhati-hati karena terkadang ada lokasi dinding luar yang berada di lantai atas dan ada pula yang lokasinya sempit karena berdekatan dengan dinding lain. Kamu bisa meminta bantuan tukang agar perbaikannya maksimal dan aman. Berikut cara perbaikan rembesan air pada dinding luar.

1. Sama seperti cara untuk dinding dalam, kamu perlu menutup semua permukaan yang retak atau terbuka pakai plester semen yang dicampur dengan bahan tambahan yang kedap air.

2. Perbaiki celah dan retakan menggunakan mortar.

3. Lapiskan permukaan dinding dengan cat tahan air atau yang memiliki kandungan seperti silikon.

4. Sebagai tambahan, kamu bisa menggunakan membran bitumen untuk melindungi dinding luar.

Cara Mengatasi Rembesan Air Pada Plafon Rumah

1. Cari tahu sumber rembesan air, dengan menungkan air pada atapnya.

2. Setelah itu tutup celah retakan yang menjadi sumber air masuk.

3. Periksa atap dan dinding pembatas atap serta isi semua celah dan retakan yang ada. Lalu, cat tembok pembatas dengan cat tahan air.

4. Ganti plafon yang sudah ada bercak coklat hingga hitam dengan yang baru.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Tips Mengecat Dinding yang Benar biar Nggak Gampang Ngelupas


Jakarta

Mengecat dinding tidak bisa asal-asalan karena dapat memengaruhi tampilan rumah. Mengecat dinding tidak susah, ada cara, teknik, dan perhitungan yang bisa diikuti agar hasil pengecatannya maksimal.

Salah cara mengecat bisa menimbulkan beberapa masalah seperti cat mengelupas, cat menggelembung, dinding berkapur, dan cat dinding kusam.

Tips Cara Mengecat Dinding yang Benar

Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya memberikan beberapa tips berikut.


1. Pilih Jenis Cat

Rahman mengatakan, cat memiliki beberapa jenis yang disesuaikan dengan fungsinya. Cat untuk area di dalam rumah, harus pakai juga cat khusus untuk area dalam rumah. Sementara, untuk bagian luar rumah, jenis yang dipakai khusus untuk area luar rumah. Sebab, area luar rumah memiliki risiko rusak lebih besar daripada bagian dalam. Area luar rumah rentan terhadap kelembapan, panas, air, hingga kotoran.

Rahman menambahkan beberapa produsen ada yang menyediakan produk yang terlihat sama tetapi harganya berbeda. Hal tersebut untuk mempermudah masyarakat dari berbagai golongan ekonomi dapat membeli produk tersebut.

Selain harga yang berbeda, satuan beratnya pun berbeda. Rahman mengatakan satuan berat kilogram (kg) biasanya untuk produk yang harganya cukup murah. Sementara, satuan berat liter biasa digunakan untuk produk yang harganya cukup mahal atau produk premium. Faktor yang membedakan antara penyebutan satuan berat ini berdasarkan kandungan zat kapur di dalamnya.

2. Ketahui Luas Ruangan

Setiap konsumen harus mengetahui luas dinding atau permukaan yang akan dicat. Rahman mengatakan luas dinding tersebut akan dikurangi dengan luas kerangka pintu dan jendela. Untuk mempermudah perhitungan, konsumen bisa berkonsultasi dengan pihak penjual cat.

3. Harus Pakai Cat Dasar

Saat mengecat dinding, ada 2 jenis cat yang harus dibeli yakni cat dasar atau cat primer dan cat bagian luar atau disebut dengan top coat. Setiap pengecatan harus memakai cat dasar agar cat tidak mudah rusak dan menempel erat pada tembok. Selain itu, dengan memakai cat dasar juga mencegah adanya penggumpalan garam akrilik pada dinding.

Cat dasar biasanya tidak memiliki berbagai warna, melainkan hanya putih. Cat dasar hanya perlu satu lapis, lalu ditimpa dengan cat coating.

4. Tunggu Cat Sampai Kering

Rahman mengatakan, cat dapat mengering dalam 1-2 jam saja. Tidak perlu menunggu hingga 24 jam. Meskipun sudah kering, ruangan akan tetap tercium bau cat.

5. Lapiskan Top Coat Sebanyak Dua Kali

Setelah cat dasar kering, bisa langsung melapisi dinding dengan cat top coat. Untuk jenis cat ini tersedia banyak warna dan jenis tampilan akhir dari cat tersebut. Lapisan top coat minimal dilapisi 2 kali. Setelah lapisan pertama dilapisi ke dinding, tunggu 1-2 jam, baru setelah itu ke lapisan kedua.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com