Tag Archives: gamplong studio alam

Gamplong Studio Alam, Lokasi Syuting Film Ternama Juga Tempat Wisata di Jogja



Yogyakarta

Gamplong Studio Alam milik Hanung Bramantyo adalah tempat syuting sekaligus destinasi wisata di Yogyakarta. Berbeda dengan wisata pada umumnya, Gamplong Studio Alam memiliki bangunan semi permanen yang dapat berubah kapanpun sesuai project yang sedang dikerjakan.

Dengan luas 2,3 hektar, Gamplong Studio Alam telah melahirkan puluhan karya ternama. Di antaranya adalah Film Sultan Agung, Bumi Manusia, Satria Dewa: Gatotkaca, Habibie & Ainun, Trinil, Mekah I’m Coming, dan project milik sutradara Hanung Bramantyo lainnya. Tidak hanya itu, di sini juga dapat digunakan untuk project film oleh sutradara lain, project iklan, bahkan video klip.

“Tujuan awalnya sama Pak Hanung hanya untuk dibikin buat studio film, karena kan di Indonesia sendiri studio film yang berbasis alam belum ada nih, kebanyakan indoor dan yang di Batam itu,” kata Hafiz, pengelola Gamplong Studio Alam.


Uniknya, untuk masuk ke destinasi ini pengunjung hanya ditarik biaya sukarela untuk operasional perawatan. Tiket wahana untuk spot tertentu seperti Kereta St.Soerabaja-Gambir, Hasri Ainun Habibie, Galeri Antiques, Rumah Annelis, dan Komplek Horror dijual terpisah dengan harga satuan Rp 10.000 per wahana.

“Tiket wahana tidak wajib, boleh beli dan boleh milih. Sifatnya opsional. Nah, dilema kita untuk saat ini, itu kadang orang merasa terjebak, loh ini seikhlasnya kok bayar lagi,” Kata Hafiz.

Tujuan diberlakukannya sistem tersebut agar Gamplong Studio Alam dapat menjadi destinasi wisata yang dinikmati semua kalangan. Tidak perlu membayar mahal jika memang tidak mampu. Gamplong Studio Alam tetap bisa dinikmati dengan berfoto-foto dari luar bangunan yang membutuhkan tiket terusan.

Traveler yang menginginkan trip yang ditemani tour guide, bisa memesannya terlebih dahulu sebelum datang ke lokasi dengan menghubungi nomor admin di +627823682000. Selain itu, lokasi ini juga menjadi lokasi pemotretan pre-wedding favorit karena latarnya yang bermacam-macam dan cenderung bertema klasik.

Untuk itu, bagi traveler yang ingin berkegiatan khusus seperti pemotretan atau membawa kamera profesional diharapkan untuk lapor pada petugas dan membayar permid card seharga Rp 10.000.

Magnet utama destinasi ini adalah pamor dari project film yang digarap di sana. Dituturkan oleh Hafiz, setiap kali karya baru akhirnya tayang, Gamplong Studio Alam ikut terdampak dengan arus pengunjung yang semakin giat berdatangan.

” Jadi selalu ada pembeda ketika ada project film baru. Jadi itu yang mungkin membuat mereka yang udah pernah kesini kembali untuk kesini lagi,” Kata Hafiz.

Lewat kesuksesan film Bumi Manusia di tahun 2019, akhirnya pengelola memutuskan untuk membuat Gamplong Studio Alam sebagai salah satu destinasi wisata di Desa Wisata Gamplong. Pembangunan dimulai sejak tahun 2018 akhir hingga sekarang terus melakukan pembenahan dan penambahan spot baru.

“Nah, ternyata itu setiap hari selama proses syuting (Bumi Manusia), ya mungkin karena faktor Iqbaal Ramadhan juga, nah itu banyak yang nonton, banyak yang datang ke sini. Terus akhirnya kan sama masyarakat sekitar kepikiran kalau di wisatakan saja sekalian gimana,” Kata Hafiz.

Tanah Gamplong Studio Alam ini dulunya digunakan sebagai lahan kebun pohon tebu untuk pabrik salah satu merek gula. Kemudian setelah menemui akhir kontrak, oleh Hanung Bramantyo disewa menjadi Studio Alam. Oleh masyarakat sekitar dimanfaatkan sebagai tempat wisata.

“Kalau tanah milik kas desa, kalau di Jogja masih milik Kesultanan, Tanah Sultan. Jadi gabisa di beli tapi bisa dimanfaatkan. Istilahnya dikaryakan. Jadi kami sewa ke pihak Kelurahan,” kata Hafiz.

Pasca covid-19, Gamplong semakin berbenah diri mengatasi vakumnya wisata akibat pandemi. Saat ini, pengunjung yang datang ke Gamplong Studio Alam mencapai 1500 hingga 2000 orang setiap minggunya. Pengunjung yang datang beragam, mulai dari warga lokal Jogja, siswa karyawisata, hingga perkumpulan desa dari provinsi seberang.

“Sangat terdampak (covid) lumayan struggle, tapi untungnya kan, karena pengelolanya itukan dari 98% dari orang Gamplong, jadi pas waktu Covid-19 itu kita kayak gotong royong bekerja keras, untuk membenahi meskipun tidak ada income selama setahun itu penuh,” kata Hafiz.

Ya, kendati kepemilikan wisata itu adalah Hanung Bramantyo, namun hampir 98 persen operasionalnya dikelola oleh warga setempat. Sebagai Desa Wisata Gamplong yang terkenal dengan kerajinan tangannya, hal tersebut dikolaborasikan dengan baik.

Melalui pantauan detikTravel terlihat terdapat tiga ruko yang berdiri di area parkir menjajakan cenderamata kerajinan tangan khas Gamplong.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Rindu Film Bumi Manusia, Cek Harga Tiket dan Daya Tarik Studio Alam Gamplong



Jakarta

Sering penasaran dengan lokasi syuting di film-film? Di Jogja ada satu kawasan unik yang khusus diperuntukkan sebagai setting film, loh. Namanya Studio Alam Gamplong milik sutradara ternama Hanung Bramantyo. Cek harga tiket masuk dan jam operasionalnya.

Jika Traveler pernah menonton Film Bumi Manusia, pasti tidak akan asing dengan wisata satu ini. Setting tempat rumah Annelies ternyata lokasinya ada di sini. Tanah seluas 2,3 hektar itu disulap menjadi kawasan fungsional untuk industri kreatif sekaligus pariwisata di Tanah Gamplong.

Penasaran dengan apa yang ada di dalamnya, simak daya tariknya berikut ini :

Daya Tarik Wahana

1. Kereta St. Soerabaja-Gambir

Merasakan vibes kembali ke masa lalu bak abad ke 16 traveler akan puas menaiki gerbong kereta ini. Bentuk keretanya unik, dengan panorama view terbuka yang bisa melihat sekelilingnya.


Dengan muatan maksimal 10 orang, kereta ini akan berjalan sekitar 300 meter menuju kawasan kota buatan di Studio Alam Gamplong. Interior di dalamnya full kayu menambah kesan vintagenya yang kental. Kalau kesini, wajib banget cobain naik keretanya.

2. Hasri Ainun Habibie

Rumah dengan gaya klasik nan hangat di Film Habibie Ainun itu dapat ditemukan di sini. Persis di dalamnya tersaji lengkap perabot rumah yang seolah menyeret traveler kembali ke masa lalu. Terdapat pula papan catur yang bisa dimainkan oleh traveler yang berkunjung ke rumah ini.

Di lantai dua, ada ruang kerja milik Ainun beserta kerangka tengkorak yang menjadi subjek penelitiannya sebagai seorang dokter. Dari lantai dua itu, travaler bisa melihat ke luar jendela pemandangan Studio Alam Gamplong yang luas membentang.

3. Galeri Antiques

Di samping rumah Habibie Ainun, ada Galeri Antiques. Untuk masuk ke dalamnya perlu melewati ruangan penuh rongsokan yang ditata unik. Kemudian menyusuri jalan untuk naik ke lantai dua nya. Dari lantai dua itu, terdapat satu ruangan dengan mikrofon berdiri di tengahnya. Dari situ traveler juga bisa lebih jelas melihat seluas mata memandang Studio Alam Gamplong.

Bergeser sebentar melewati jembatan layang, kemudian menuruni tangga, traveler akan melihat ruangan dengan konsep basement di sana. Bak ruang rahasia para komplotan di film film, ada banyak hal menarik di ruangan ini. Dengan cahaya remang-remangnya tersaji mulai dari piano klasik, meja billiard, panel tv, hingga ruangan semi penjara. Kira-kira film genre aksi mungkin akan cocok syuting di lokasi ini.

4. Rumah Annelies

Bumi Manusia lah gerbang pembuka kesuksesan Studio Alam Gamplong sebagai lokasi wisata. Rumah dua lantai berwarna hijau ini menjadi lokasi ikonik di film tersebut. Dengan sentuhan interior klasik khas Belanda, di dalamnya traveler seolah diseret masuk menyusul Minke dan Annelies yang sedang memperjuangkan cintanya.

Ada perpustakaan dengan tumpukan buku jaman dulu yang tersusun rapi di rak ruangan lantai dua. Terdapat pula meja makan besar, kamar, hingga balkon yang bisa dinikmati sambil duduk santai.

5. Komplek Horor

Buat traveler pecinta adu nyali, jangan lewatkan kawasan satu ini. Jika menyukai film Trinil, pasti tidak asing dengan setting tempat di dalamnya. Rumah hantu ini menawarkan sensasi rumah horor bak masuk ke dalam film-film. Bahkan ada satu film horor berjudul Kiblat yang syuting di sini dan belum tayang, loh.

Juga pemakaman yang menampilkan manusia gantung diri di ruangan terbuka. Tak sampai disitu, traveler harus melewati gua buatan mistis yang bikin bulu kuduk merinding. Masuk ke lokasi ini wajib rombongan ya, agar vibes menegangkannya lebih terasa.

6. Bangunan Tua

Jika kelima kawasan di atas perlu tiket terusan untuk masuk ke dalamnya, traveler juga masih bisa menikmati Studio Alam Gamplong secara gratis, loh. Di sini terdapat banyak bangunan tua dengan konsep kota jaman dulu. Ada warung kopi, hotel tua, toko buku, bioskop, bahkan kampung kumuh. Setiap jengkal dari kota ini sangat artistik dan sayang jika tidak berfoto-foto ria.

Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Studio Alam Gamplong buka setiap hari pukul 09.00-17.00 WIB. Lokasinya ada di Desa Wisata Gamplong, Dukuh Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jaraknya cukup jauh dari pusat kota, butuh waktu sekitar 30 menit ke arah barat dari Stasiun Tugu Yogyakarta. Letaknya yang ada di kawasan pedesaan, perlu memperhatikan dengan teliti arahan google maps dan penunjuk arah di jalan agar tidak tersesat.

Sebetulnya, memasuki kawasan Studio Alam Gamplong hanya dikenai biaya sukarela untuk perawatan dan parkir. Namun, jika traveler ingin memasuki wahana di dalamnya, ada tiket terusan yang harus dibeli dengan harga sebagai berikut :

Trem atau Kereta : Rp 10.000
Bumi Manusia (Rumah Annelies) : Rp 10.000
Habibie Ainun : Rp 10.000
Gallery Antiques : Rp 10.000
Kompleks Horor : Rp 10.000
Wahana All Access : Rp 45.000
Wahana Jeep : Weekdays Rp 150.000/ 4 orang, Peak Season Rp 200.000/ 4 orang

Mengingat fungsinya sebagai lokasi syuting, ada banyak hak cipta yang harus dilindungi di dalamnya. Traveler yang membawa kamera profesional harus membayar permid card sebesar Rp 10.000 dan penggunaan kamera drone seharga Rp 200.000

Bagi Traveler yang ingin berkegiatan khusus seperti prewedding, pemotretan yearbook, atau bahkan event wajib menghubungi admin terlebih dahulu.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com