Tag Archives: gangguan pencernaan

5 Cara Usir Lalat yang Muncul di Sekitar Makanan dan Dapur


Jakarta

Bau makanan kerap menarik lalat berdatangan. Cara mengusirnya pun tidak mudah karena meskipun makanan sudah ditutup atau dipindahkan, mereka tetap akan berada di dekat makanan tersebut.

Mau tidak mau, kita harus pakai cara lain agar lalat kabur dan tidak datang lagi setiap memasak. Sebab, lalat adalah hewan yang kotor. Pada kakinya terdapat jutaan mikroorganisme yang dapat menyebarkan patogen dan penyakit. Apabila mereka hinggap ke makanan bisa mengakibatkan gangguan pencernaan.

Dilansir Real Simple, berikut beberapa trik untuk mengusir lalat agar tidak datang saat kita memasak.


1. Campuran Cuka dan Sabun

Biasanya orang Indonesia memakai air yang dimasukkan ke plastik. Coba sekarang ganti dengan menggunakan campuran cuka putih dan sabun cuci piring dengan takaran yang sama. Letakkan larutan tersebut di dalam toples atau mangkuk. Taburkan gula di atasnya untuk lebih menarik lalat.

Sabun cuci piring akan menghancurkan lalat dan membunuhnya, sementara cuka akan menarik lalat.

2. Minyak Atsiri

Lalat sangat mudah tertarik terhadap sebuah aroma. Pakai wewangian dari minyak esensial seperti lavender, pepermint, eukaliptus, dan serai. Caranya cukup menuangkan beberapa tetes minyak esensial ke dalam diffuser. Bisa juga campurkan minyak esensial ke dalam air. Masukkan larutan ke dalam botol dan semprotkan ke tempat lalat sering berkumpul.

3. Pakai Tanaman Herbal

Coba pakai tanaman herbal dengan aroma kuat seperti kemangi, daun mint, salam, atau daun ketapang. Selain mudah didapat di dekat rumah, murah, tanaman ini ampuh mengusir lalat.

4. Perangkap Lalat Instan

Saat ini sudah banyak perangkap lalat instan dijual di pasaran. Jika di rumah tidak memiliki minyak esensial, tanaman herbal, atau cuka, kamu bisa membeli yang instan ini. Biasanya alat ini memiliki bau yang kuat dan permukaannya lengket agar lalat tidak bisa bergerak setelah hinggap.

5. Tanaman Dengan Bau yang Tak Disukai Lalat

Cara terakhir yang bisa dicoba adalah meletakkan tanaman yang memiliki aroma yang tak disukai lalat seperti kemangi, catnip, marigold, dan lavender.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Begini Penampakan Lalat Buah dan Cara Usirnya


Jakarta

Lalat buah (Drosophila melanogaster) merupakan serangga kecil berwarna cokelat dengan mata merah. Hewan kecil ini biasanya terbang di sekitar dapur, mengincar sampah, sayur, dan buah. Sama seperti jenis lalat lainnya, lalat buah juga membawa banyak kuman dan bakteri.

Larva yang sudah menempel pada buah, bahaya jika dikonsumsi. Sebab, larva tersebut membuat terowongan di dalam daging buah. Apabila dikonsumsi, bisa mengakibatkan muntah-muntah, diare, dan gangguan pencernaan lainnya menurut Britannica.

Menurut penelitian dari Universitas Cambridge, lalat buah merupakan salah satu hewan yang bisa beranak tanpa perlu kawin. Namun, dengan diinduksi di lalat perawan juga bisa membuat mereka bereproduksi.


Dilansir Good House, seperti namanya lalat buah bisa datang karena mencium bau buah atau hasil bumi yang sudah matang. Oleh karena itu, kemunculan lalat buah kerap disebut sebagai hama untuk hasil panen petani buah atau sayur.

Namun, tak perlu panik berlebihan, serangga ini bisa diusir dengan bahan yang mudah didapat dan tidak akan membahayakan buah-buah, berikut di antaranya.

1. Pisahkan Buah yang Sudah Matang

Untuk menghindari gagal panen, pastikan ketika terlihat buah akan matang, tutup atau langsung pisahkan buah tersebut agar tidak menjadi sasaran lalat buah.

Kemudian, simpan buah atau sayuran di tempat yang rapat dengan suhu yang rendah seperti di dalam kulkas. Apabila sayuran tersebut aman untuk dicuci sebelum disimpan, coba cuci dahulu untuk menghilangkan larva yang mungkin menempel.

2. Buang Sampah

Buah dan sayuran yang basi atau membusuk juga bisa mengundang lalat buah berdatangan. Sebaiknya, buang sampah secara teratur atau pastikan tempat tersebut dalam keadaan tertutup.

3. Letakkan Cuka Sari Apel

Apabila dua cara tersebut tidak berhasil, coba pasang perangkap dari cuka sari apel. Aroma cuka yang kuat dapat mengganggu lalat buah dan bikin mereka enggan mendekat.

Cara membuat perangkap ini adalah dengan menuangkan cuka sari apel ke dalam gelas, ukurannya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Kemudian pasang plastik di atas gelas tersebut. Beri lubang pada plastik tersebut agar aromanya tetap menguar.

Apabila tidak memiliki plastik, bisa juga memakai kertas yang dibuat kerucut seperti corong. Masukkan kertas ke dalam gelas. Ujung kerucut tersebut harus berada di dalam gelas, sementara yang lubangnya besar di luar.

4. Cuka dan Sabun Cuci Piring

Kemudian, cuka dan sabun cuci piring juga ampuh untuk mengusir lalat buah. Komposisinya adalah 3 tetes sabun cuci piring dimasukkan ke mangkuk berisi cuka. Kali ini, biarkan mangkuk terbuka. Sabun cuci piring mengurangi tegangan permukaan cuka sehingga lalat yang mendekat akan tenggelam.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

4 Tips Ampuh Hilangkan Bau Kucing biar Nggak Ganggu Penghuni Rumah


Jakarta

Kucing adalah hewan menggemaskan yang banyak dipelihara orang. Namun, kehadiran kucing di rumah nggak selalu indah, salah satunya karena bau kotorannya mengganggu.

Penghuni rumah lama-lama bisa saja terbiasa dengan bau kucing. Akan tetapi, aroma tersebut dapat mengganggu tamu yang berkunjung ke rumah.

Dilansir dari The Spruce, kotoran kucing mengeluarkan bau kuat dan busuk. Nah, ternyata aroma ini berasal dari kandungan urea yang tinggi dan komposisi kimia yang unik pada kotoran. Selain dari kotoran, bau kucing bisa disebabkan oleh muntahan atau rontokan bulu kucing.


Jika masalah kotoran tidak ditangani dengan tepat, baunya bisa tercium ke seantero rumah. Oleh karena itu, pemilik harus tau cara menghilangkan bau kucing agar aroma rumah tetap segar.

Tips Hilangkan Bau Kucing

Inilah cara menghilangkan bau kucing di dalam rumah.

1. Rawat Kucing

Hal utama yang perlu dilakukan untuk mengatasi bau kucing adalah mengatasi dari sumbernya. Pemilik perlu merawat kucing seperti dengan memastikan makanan yang dikonsumsi aman untuk pencernaan. Lalu, memeriksa kesehatan kucing, terutama saat mengalami gangguan pencernaan atau susah makan. Kemudian, bulu kucing juga perlu dirawat agar wangi dan tidak mudah rontok.

2. Bersihkan Kotak Pasir

Kucing biasanya buang kotoran di dalam kotak pasir khusus. Nah, kotak pasir tersebut harus dibersihkan secara rutin. Jangan biarkan kotoran kucing terlalu lama didiamkan.

Kalau pemilik sibuk dan tak sempat membersihkannya, ada kotak pasir modern yang dapat mengganti pasir kotor secara otomatis, lho. Dengan begitu, pemilik rumah cukup membuang pasir kotor yang sudah dimasukkan ke plastik.

3. Bersihkan Pakai Cuka

Walau sudah rajin dibersihkan, terkadang kotak pasir tetap mengeluarkan bau tak sedap. Solusinya, coba tambahkan cuka ke dalam air, lalu semprotkan pada noda di kotak pasir. Cara ini juga bisa diaplikasikan pada noda kotoran kucing di bagian rumah lainnya.

Diamkan bekas semprotan itu selama 15-30 menit dan basuh dengan kain bersih. Lalukan langkah-langkah ini secara berulang sampai noda benar-benar hilang.

4. Rajin Bersihkan Rumah

Memelihara kucing di rumah, berarti pemilik harus siap menemukan rontokan bulu kucing di mana-mana. Bulu kucing bisa jadi sumber bau tidak sedap di rumah. Oleh karena itu, sebaiknya membersihkan rumah setiap hari terutama di area yang sering didatangi oleh kucing.

Itulah beberapa cara menghilangkan bau kucing di rumah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Tips Mudah Merawat Lidah Mertua Biar Makin Cantik dan Subur


Jakarta

Ada berbagai jenis tanaman hias yang cocok ditanam di rumah, salah satunya yang populer adalah lidah mertua (Sansevieria). Tanaman ini memiliki sejumlah manfaat untuk hunian, mulai dari memperbaiki kualitas udara hingga mengatur kelembapan.

Lidah mertua juga termasuk tanaman yang mudah dirawat lho. Maka dari itu, lidah mertua sangat cocok bagi detikers yang baru memulai menanam tanaman hias di rumah.

Meski mudah dirawat, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menanam lidah mertua. Bagaimana tips merawat lidah mertua? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Tips Mudah Merawat Lidah Mertua

Ada sejumlah tips dalam merawat lidah mertua agar bisa tumbuh subur. Dikutip dari The Spruce, Rabu (11/6/2025), berikut beberapa tipsnya:

1. Beri Sinar Matahari

Lidah mertua perlu sinar matahari sekitar 8-10 jam dalam sehari. Akan tetapi, tanaman ini juga dikenal dapat bertahan hidup meski dalam kondisi minim cahaya. Namun, proses pertumbuhannya akan berjalan lambat.

Maka dari itu, sebaiknya letakkan lidah merua di jendela yang menghadap arah timur. Bisa juga meletakkan tanaman ini di dekat jendela yang menghadap ke selatan atau barat.

2. Tanam di Tanah Pot yang Gembur

Lidah mertua lebih menyukai campuran tanah pot yang gembur dan punya drainase baik. Tanaman ini dapat tumbuh subur di tanah berpasir, sehingga tanah pot kaktus serbaguna bisa menjadi pilihan terbaik.

Perlu diingat, jangan mencampur tanah yang mengandung persentase gambut tinggi karena dapat menahan terlalu banyak air.

3. Siram Air ketika Sudah Kering

Lidah mertua sebaiknya disiram ketika benar-benar kering dan pastikan disiram secara menyeluruh. Jika kamu tinggal di udara yang cenderung sejuk atau dingin, lidah mertua hanya perlu disiram sebulan sekali saja. Jika daunnya sudah terlihat rapuh dan kering, sebaiknya segera disiram.

Sebagai informasi, tidak dianjurkan menyiram lidah mertua secara berlebihan. Sebab, terlalu bayak air membuat tanaman ini jadi terendam dan sistem akarnya menjadi busuk.

3. Suhu dan Kelembapan

Agar dapat tumbuh subur, sebaiknya tanam lidah mertua di suhu sekitar 21-32 derajat Celcius. Sebagai pengingat, tanaman ini tidak tahan terhadap embun beku dan suhu di bawah 10 derajat Celcius. Dalam jangka waktu singkat, lidah mertua bisa mati karena suhu yang dingin.

Jika ingin menanam lidah mertua di dalam rumah, pastikan tingkat kelembapannya berada di antara 30-50%.

4. Pupuk

Beri pupuk setiap enam bulan sekali agar lidah mertua tetap tumbuh dengan baik. Jika ditanam di dalam ruangan, sebaiknya beri pupuk cair organik.

5. Rutin Mengecek Batangnya

Selain mengganti pupuk, penting juga untuk mengecek batang lidah mertua secara teratur. Jika batangnya berubah warna jadi kuning dan teksturnya lembek, hal itu terjadi karena terlalu banyak disiram air sehingga mengalami pembusukan akar.

Manfaat Menanam Lidah Mertua di Rumah

Ada sejumlah manfaat dari menanam lidah mertua di rumah. Apa saja? Simak di bawah ini:

  • Mudah dirawat dan cocok bagi orang yang baru pertama kali menanam tanaman di rumah.
  • Mengatasi udara kotor.
  • Dapat menghilangkan benzena, formaldehida, toluena, trikloroetilen pada udara di dalam ruangan.
  • Punya bentuk yang unik dan menarik sebagai tanaman hias.
  • Dapat tumbuh di kondisi cahaya yang redup, meski proses pertumbuhannya sedikit lambat
  • Tidak perlu disiram air setiap hari.
  • Tahan kering.
  • Mengeluarkan oksigen saat malam hari.

Sebagai catatan, lidah mertua merupakan tanaman yang sedikit beracun bagi hewan peliharaan. Maka dari itu, tanaman ini tidak disukai kucing dan anjing. Apabila lidah mertua tertelan manusia, hal ini berisiko menyebabkan iritasi mulut, gangguan pencernaan, hingga muntah.

Demikian tips merawat lidah mertua di rumah agar tumbuh subur. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Cantik tapi Berbahaya, Tanaman Ini Bisa Bikin Kucing Sakit Parah!


Jakarta

Bagi pemilik hewan peliharaan kucing di rumah, harus hati-hati ya kalau di dalam ruangan ada tanaman. Jika asal dimakan oleh kucing bisa keracunan lho.

Memang, memiliki tanaman di dalam ruangan bisa bikin terlihat asri dan menyegarkan. Tapi ada beberapa tanaman yang kalau dimakan oleh kucing justru berbahaya bahkan menyebabkan kematian.

Dikutip dari The Spruce dan American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), berikut ini beberapa tanaman yang bisa jadi racun kalau dimakan kucing.


1. Janda Bolong

clean image of propagation of Philodendron Monstera, Swiss Cheese Plant leaves, cuttings in water rooting in glass vase, copy spaceMonstera. Foto: Getty Images/iStockphoto/dropStock

Tanaman janda bolong atau monstera bisa beracun buat kucing. Tanaman ini mengandung kalsium oksalat yang tidak terlarut sehingga berbahaya bagi kucing. Apabila dimakan, bisa menyebabkan infeksi mulut, muntah-muntah hingga sulit menelan makanan.

2. Pothos

Golden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and gardenGolden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and garden Foto: Getty Images/iStockphoto/FeelPic

Tanaman ini banyak ditemukan di rumah karena perawatannya yang mudah. Meski terlihat cantik, namun tanaman ini bisa berbahaya apabila dimakan oleh kucing karena mengandung kalsium oksalat. Apabila dikonsumsi kucing, bisa menyebabkan iritasi mulut, mengeluarkan air liur berlebihan hingga sulit menelan makanan.

3. Bunga Daffodil

Tanaman hias daffodilTanaman hias daffodil Foto: Getty Images/iStockphoto/redhumv

Bunga daffodil memiliki warna yang indah dan terang sehingga membuatnya tampak cantik. Namun, bunga daffodil bisa menjadi berbahaya apabila dimakan oleh kucing.

Bagian bunga maupun batangnya beracun apabila dikonsumsi kucing dalam jumlah banyak. Bagian umbinya (bulbs) yang paling beracun, jika dikonsumsi dalam jumlah kecil saja bisa menyebabkan diare, muntah-muntah, gangguan pencernaan, darah rendah hingga aritmia jantung.

4. English Ivy

Ivy in a potEnglish Ivy in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

English ivy sering ditemukan di rumah menjadi tanaman gantung. Daunnya yang unik bisa membuat tampilan rumah menjadi lebih bagus. Meski bentuk daunnya unik, namun apabila dimakan oleh kucing bisa berbahaya.

Dilansir dari The Spruce Pets, tanaman ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, rasa terbakar atau iritasi di bagian mulut, sulit napas, koma, atau bahkan kematian.

5. Lidah Mertua

Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designLidah mertua. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

Lidah mertua merupakan salah satu tanaman yang sangat mudah dirawat. Tak heran, banyak penghuni rumah yang memiliki tanaman tersebut di rumah.

Meskipun tanaman ini tidak berbahaya bagi manusia, hewan peliharaan seperti kucing bisa keracunan jika mengonsumsi lidah mertua.

Dilansir dari American Society for the Prevention of Cruelty to Animals, tanaman ini mengandung saponin yang apabila dimakan oleh kucing bisa menimbulkan gejala diare, muntah-muntah, dan mual.

6. Tanaman Giok

Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldTanaman giok. Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

Tanaman yang satu ini juga kerap ditemukan di rumah karena mudah diurus dan dianggap dapat membawa keberuntungan. Namun hati-hati, karena tanaman ini sangat beracun bagi kucing, anjing, dan juga kuda. Belum diketahui secara pasti penyebab racunnya tetapi semua bagian tanaman tersebut bisa memberikan reaksi pada kucing. Tanaman ini bisa menyebabkan kucing depresi, muntah, serta inkoordinasi.

7. Aloe Vera

Tanaman aloe vera atau lidah buayaTanaman aloe vera atau lidah buaya Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

Aloe vera atau lidah buaya memiliki segudang manfaat untuk manusia. Namun, tanaman ini bisa beracun bagi kucing jika dikonsumsi serta menyebabkan diare, lemas, serta muntah-muntah.

Itulah beberapa tanaman yang beracun bagi kucing. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com