Tag Archives: gatal

Cara Basmi Kaki Seribu yang Bikin Kulit Gatal dengan Bahan Alami


Jakarta

Ada sejumlah hewan yang sering kali muncul di rumah, salah satunya adalah kaki seribu. Hewan yang termasuk kelompok filum arthropoda ini sering terlihat di halaman dan teras rumah.

Ketika menemukan kaki seribu, sebaiknya detikers tetap hati-hati. Sebab, kandungan zat di dalam hewan ini dapat memicu rasa gatal dan terbakar jika menyentuh kulit.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan banyak kaki seribu bermunculan di rumah. Namun jangan khawatir, untuk membasminya bisa menggunakan bahan alami yang mudah didapat.


Penyebab Kaki Seribu Muncul di Rumah

Dilansir situs Better Homes & Gardens, kaki seribu termasuk hewan yang bertahan hidup di tempat lembap dan gelap. Jika tingkat kelembapan di rumah sangat tinggi, maka tak heran kalau menemukan banyak kaki seribu.

Kehadiran hama tersebut juga dapat mengindikasikan adanya serangga lain di rumah. Kemungkinan terdapat banyak kecoak, ngengat, lalat, dan rayap yang merupakan sumber makanan bagi kaki seribu.

Terkadang, kaki seribu juga bisa masuk ke dalam rumah melalui celah atau lubang yang tidak ditutup. Mereka akan mencari tempat yang aman untuk berkembang biak.

Ketika hujan deras, kaki seribu yang semula hidup di halaman rumah akan berpindah ke tempat yang kering. Sebab, habitat mereka tergenang air dan tak bisa ditinggali lagi. Maka dari itu, kaki seribu sering ditemukan sedang merayap di dinding atau lantai rumah.

Cara Basmi Kaki Seribu dengan Bahan Alami

Mengusir kaki seribu di rumah bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Tak harus menggunakan cairan kimia, cukup dengan bahan alami yang mudah didapat sudah bisa membasmi hama tersebut. Berikut caranya:

1. Cuka Putih

Kandungan asam asetat pada cuka putih ternyata dinilai ampuh untuk membasmi hama di rumah, termasuk kaki seribu. Cara pakainya cukup dengan menuangkan cuka putih ke kaki seribu, tak lama mereka akan mati karena terpapar cairan asam.

2. Garam

Selain digunakan untuk bumbu masak, garam juga bisa digunakan untuk membasmi kaki seribu. Sama seperti cara sebelumnya, cukup taburkan garam ke kaki seribu dan perlahan akan mati.

3. Minyak Esensial

Guna mencegah kaki seribu masuk ke rumah bisa menggunakan minyak esensial atau essential oil. Cukup mencampur minyak esensial dan air hingga menjadi cairan, lalu masukkan ke dalam botol semprot. Setelah itu, semprotkan cairan minyak esensial ke sudut-sudut rumah.

Untuk aroma minyak esensial bisa dipilih secara bebas sesuai keinginan, seperti peppermint, tea tree, jeruk, atau lavender. Semprotkan secara berkala atau ketika wanginya sudah tidak tercium

4. Daun Pandan dan Serai

Daun pandan dan serai dapat mengeluarkan aroma menyengat yang tidak disukai kaki seribu. Caranya dengan memotong daun pandan menjadi beberapa bagian, lalu geprek serai agar aromanya keluar.

Setelah itu, masukkan ke dalam wadah terbuka dan letakkan di area yang sering dilalui kaki seribu. Jika sudah tidak mengeluarkan wangi, segera ganti dengan daun pandan dan serai yang baru.

Demikian penyebab kaki seribu muncul di rumah dan cara atasinya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Ini Penyebab Banyak Debu di Rumah yang Picu Masalah Kesehatan


Jakarta

Rumah tak hanya tampak indah dan estetis, tapi juga harus mengutamakan kebersihan. Maka dari itu, penting untuk selalu membersihkan rumah minimal dua kali dalam seminggu.

Apabila rumah jarang dibersihkan maka bisa menimbulkan banyak debu dan kotoran yang menempel di lemari, lantai, dan dinding. Jika dibiarkan, partikel debu dapat terhirup dan memicu masalah kesehatan, seperti gatal-gatal dan gangguan pernapasan.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan rumah dipenuhi oleh debu dan kotoran. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


Penyebab Banyak Debu di Rumah

Ada sejumlah penyebab debu dan kotoran menumpuk di rumah. Dilansir situs Real Simple, berikut penyebabnya:

1. Sirkulasi Udara yang Buruk

Alasan utama banyak debu di rumah karena sirkulasi udara yang buruk. Kondisi ini makin diperparah dengan ventilasi udara yang jarang dibersihkan sehingga kotoran terus menumpuk.

Jika terdapat exhaust fan di rumah, sebaiknya segera dibersihkan secara berkala setiap tiga bulan sekali. Kalau kondisi lingkungan di rumah banyak debu maka perlu dibersihkan berkala setiap dua bulan sekali.

2. Karpet Kotor

Karpet di rumah perlu dibersihkan secara berkala setiap dua kali dalam seminggu. Jika karpet sering dilalui penghuni rumah maka perlu dibersihkan minimal tiga kali seminggu.

Karpet yang kotor dapat menyebabkan penumpukan debu. Selain itu, ada banyak tungau dan kutu busuk yang bersarang di dalam karpet sehingga menyebabkan kulit gatal dan bercak merah.

3. Bulu Hewan Peliharaan

Jika kamu memelihara hewan peliharaan seperti kucing dan anjing, penting untuk menjaga kebersihan rumah secara rutin. Sebab, bulu-bulu dari hewan peliharaan bisa beterbangan dan menumpuk di karpet, tempat tidur, dan kain sofa.

“Kucing, anjing, dan hewan peliharaan lainnya cenderung menjadi sumber debu utama,” kata pakar kebersihan di Nectar Shyam Joshi.

Sebagai solusinya, hewan peliharaan perlu dimandikan dan dicukur bulunya secara berkala. Joshi menyarankan untuk membawa hewan kesayangan ke salon khusus hewan agar bersih dan wangi.

4. Rumah Jarang Dibersihkan

Rumah yang tak terawat akan menyebabkan penumpukan debu dan kotoran. Jika terus dibiarkan maka dapat mengganggu kesehatan seperti alergi, kulit gatal, hingga gangguan pernapasan.

Joshi menyarankan agar membersihkan rumah setiap seminggu sekali, termasuk menyapu dan mengepel lantai. Gunakan vacuum cleaner untuk menyedot debu di sofa dan karpet, lalu cuci seprai tempat tidur secara teratur.

“Idealnya, langkah ini dilakukan setiap minggu jika memungkinkan untuk menghindari debu dan berbagai alergen,” ujarnya.

Itulah empat penyebab banyak debu dan kotoran yang menumpuk di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Bukan Cuma Cari Makan, Ini Alasan Kelabang Muncul di Rumah dan Cara Usirnya



Jakarta

Kelabang merupakan salah satu jenis hewan melata. Ukurannya kecil sekitar 2,5-7,6 cm dan bergerak cukup gesit sehingga sering kali ketika hendak menangkapnya justru kehilangan jejak.

Kelabang memiliki warna tubuh hitam kemerahan. Lalu, kaki-kakinya cukup banyak, ramping, dan panjang. Tubuh mereka bisa meliuk meskipun tidak se-elastis kaki seribu.

Hewan ini bisa hidup di daerah tropis. Namun, bukan berarti mereka senang di daerah yang kering, kelabang kerap ditemukan di tempat yang lembap. Selain itu, kelabang merupakan hewan yang hidup di malam hari atau nokturnal. Mereka biasa memangsa kecoak, cacing tanah, ngegat, hingga kutu busuk.


Alasan kelabang datang selain mencari makanan adalah mereka menemukan tempat gelap yang pas untuk bersembunyi, seperti di sudut dan celah rumah yang gelap. Bisa juga karena cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, udara dingin, atau gelombang panas sehingga mereka tidak bisa hidup di luar rumah.

Penghuni rumah harus jauh-jauh dari hewan melata satu ini karena apabila terkena racunnya bisa bengkak, gatal, hingga kemerahan. Bahkan ada anjuran untuk berdoa dan memohon berlindung dari hewan melata ini. Berikut doanya.

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

Arab latin: A’ūdzu bi kalimātillāhit tāmāti min kulli syaithānin wa hāmmatin wa min kulli ‘aynin lāmmah.

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, hewan melata, dan segala penyakit ain yang ditimbulkan mata jahat.”

Setelah memahami betapa berbahayanya hewan kecil ini, sekarang saatnya untuk mengetahui cara membersihkan atau mengusir kelabang dari rumah.

Cara Mengusir Kelabang

Dilansir dari The Spurce, berikut beberapa bahan yang bisa dipakai untuk mengusir kelabang dari rumah.

Para ahli sepakat bahwa cara terbaik untuk mengusir kelabang adalah dengan menyingkirkan sumber makanannya terlebih dahulu.

“Menjaga rumah Anda bebas dari hama adalah salah satu pencegah yang paling efektif, karena menghilangkan sumber makanan mereka,” jelas ahli entomologi Kris Bagnara, seperti yang dikutip pada Rabu (12/11/2025).

Kemudian, pastikan rumah selalu rapi dan bersih. Menjaga agar tidak ada barang atau remah makanan yang berserakan. Lalu, tutup semua celah dan retakan yang berpotensi menjadi akses masuk bagi kelabang. Celah tersebut umumnya berada di sekitar jendela, pintu, atau lubang pembuangan.

Terakhir adalah jangan biarkan rumah lembap karena kelabang paling suka tempat yang lembap. Selain itu, ruangan yang lembap juga dapat berbahaya bagi kesehatan penghuninya karena bisa memicu pertumbuhan black mold.

“Gunakan dehumidifier, perbaiki kebocoran air, dan bersihkan talang air yang tersumbat untuk membuang genangan air dan mengurangi kelembapan yang mungkin terkumpul,” saran Bagnara.

Itulah penyebab dan cara mengusir kelabang. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Berendam di Air Panas Angseri Bali, Konon Bisa Obati Gatal dan Rematik



Tabanan

Bali tidak hanya punya pantai, tapi juga sumber mata air panas di pegunungan. Cobalah berendam di wisata Air Panas Angseri yang bisa menyembuhkan aneka penyakit.

Objek wisata Air Panas Angseri di Tabanan, Bali tidak hanya menjadi tempat pelancong untuk berendam dan relaksasi. Objek wisata tersebut juga kerap dikunjungi oleh mereka yang memiliki penyakit seperti rematik dan gatal-gatal.

Salah satu penjaga di Air Panas Angseri, Wirasutama, mengatakan jumlah pengunjung yang ingin berobat di sana rerata mencapai lima orang per hari.


“Biasanya mereka mengobati rematik dan gatal-gatal dengan berendam di air panas,” tutur dia.

Wirasutama menuturkan mereka yang berobat dan beragama Hindu biasanya juga membawa banten (sesajen). Banten itu lalu diletakkan di samping patung Ganesha yang berada di tepi kolam air panas untuk pengobatan.

Wirasutama menjelaskan pengunjung juga kerap melukat (pembersihan diri) di Air Panas Angseri. Mereka melukat di kolam air panas berukuran 2 meter persegi tersebut.

Wirasutama menerangkan tiket masuk kolam pengobatan adalah Rp 30 ribu per orang. Tiket itu jauh lebih mahal dengan tiket masuk pengunjung domestik dewasa untuk dua kolam air hangat yakni Rp 10 ribu.

Kami pun mencoba berendam di kolam pengobatan tersebut. Suhu air di kolam tersebut lebih panas dibandingkan dengan kolam dewasa dan anak-anak. Perlu waktu untuk membiasakan tubuh saat berendam di kolam tersebut.

“Suhunya memang lebih panas, sampai 40 derajat celcius,” tutur Wirasutama.

Menurut Wirasutama, suhu air di kolam pengobatan lebih panas karena sumbernya berasal dari dalam tanah di tepi kolam itu. Adapun, air hangat yang berada di kolam dewasa, anak, dan ruang privat berasal dari bawah tanah di Tukad (sungai) Panahan yang dialirkan melalui pipa sepanjang 300 meter.

Adapun suhu kolam dewasa Air Panas Angseri adalah 25 derajat celcius. Sedangkan, kolam anak lebih rendah lagi yakni sekitar 15 derajat celsius.

Salah satu penjaga loket tikat di Air Panas Angseri, Wayan Biasa, menerangkan Air Panas Angseri belum dikenal oleh para pelancong. Hal itu terlihat dari jumlah kunjungan saat hari kerja, Senin-Jumat, yang tak sampai 20 orang per hari.

Saat akhir pekan atau saat libur, jumlah wisatawan yang mengunjungi objek wisata itu bisa mencapai 100 orang per hari. Air Panas Angseri buka sejak pukul 08.00-18.00 Wita. Objek wisata tersebut tidak buka pada malam hari.

——-

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Ada si ‘Raja Biawak’ di Balik Keindahan Rawa Talanca



Sukabumi

Di balik keindahan Rawa Talanca Sukabumi, ada cerita tentang si Raja Biawak yang ‘menguasai’ tempat itu. Bagaimana kisahnya?

Rawa Talanca berlokasi di Kampung Talanca, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Rawa ini dikenal sebagai spot favorit para pemancing.

Di lokasi yang merupakan bagian dari kali atau sungai mati itu, siapa saja bebas melontarkan kail mereka. Berbagai jenis ikan menanti untuk dipancing di rawa ini.


Namun, siapa sangka, di balik rimbunnya tanaman eceng gondok, tersembunyi seekor biawak yang konon berukuran besar, bahkan nyaris mencapai panjang 1,5 meter.

Warga setempat bahkan menjuluki hewan tersebut sebagai ‘Raja Biawak’. Amih Raram (60), seorang pemilik warung kecil di sekitar rawa, tak akan pernah melupakan hari saat ia pertama kali bertemu sang ‘Raja Biawak’.

Suara gedebuk keras mengagetkannya sore itu. Penasaran, Amih segera mendekati sumber suara, dan apa yang ia lihat benar-benar membuatnya terpaku.

“Awalnya saya kira suara itu cuma hewan biasa, tapi waktu saya lihat ternyata ada dua ekor biawak sedang kawin. Yang satu besar sekali, panjangnya kurang lebih 1,5 meteran. Rasanya merinding waktu itu,” cerita Amih dengan raut wajah serius, belum lama ini.

Saat berada di lokasi, kondisi sekitar rawa itu hampir setengah permukaannya tertutup eceng gondok. Tidak heran, tanaman dengan bunga berwarna ungu atau biru muda ini memang dikenal berkembang biak dengan cepat.

Rawa Talnaca di Kabupaten Sukabumi.Rawa Talnaca di Kabupaten Sukabumi. Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

Sekilas, seekor biawak terlihat berenang dengan tenang menuju rimbunan eceng gondok, namun ukurannya hanya beberapa sentimeter, bukan sang ‘Raja Biawak’ yang diceritakan Amih.

“Bukan itu, itu mah yang kecil. Walau ukurannya hanya segitu, tapi sudah beberapa kali bikin repot karena memangsa ayam peliharaan saya. Tapi mau bagaimana lagi, warung saya memang dekat sekali dengan rawa,” tukas Amih sambil tersenyum, seolah mengerti saat detikJabar menatap lekat biawak kecil itu.

Amih mengungkap, tidak sedikit orang yang datang ke rawa untuk berburu biawak. Beberapa dari mereka bahkan membawa senapan angin. Biawak-biawak itu, katanya, diburu untuk dimakan dagingnya, yang konon dipercaya memiliki khasiat dalam mengobati penyakit gatal.

“Entah benar atau tidak, tapi beberapa dari mereka bilang daging biawak yang dimasak dan dibumbui itu enak dan bagus untuk mengobati penyakit gatal. Kalau saya mah, boro-boro. Ngebayanginnya saja sudah geli,” ujar Amih lirih.

Kembali ke soal Raja Biawak, Amih menjelaskan bahwa hewan besar itu biasanya muncul ketika air di rawa naik atau setelah hujan deras.

Biawak tersebut sering terlihat berenang di antara rimbunan eceng gondok atau naik ke permukaan dan berjalan di pinggiran rawa.

“Kalau lihat manusia, biasanya dia tidak langsung lari. Dia tidak akan menyamperi, tapi kalau merasa terancam, ya, dia akan menghindar. Kalau tidak didekati, dia tidak akan kabur. Tapi, kalau saya sih ngeri, ya, melihatnya saja sudah bikin takut,” pungkasnya.

Keberadaan biawak raksasa tersebut tidak mjadi suatu yang menakutkan bagi para pehobi mancing di daerah tersebut. Bagi mereka, Rawa Talanca adalah sebuah berkah.

Dengan ketenangan airnya yang dalam, rawa ini memang menjadi tempat favorit bagi para pemancing dari desa sekitar karena habitat ikannya yang beragam.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com