Tag Archives: gede

Kenapa Toren Air Letaknya di Atas Bangunan? Ini Jawabannya



Jakarta

Jika kamu perhatikan, kebanyakan toren atau tonden air letaknya di lantai teratas rumah dan masih dipasang menara besi lagi. Ada pula yang meletakkannya di halaman rumah, tetapi tetap dipasang menara besi di bawahnya sehingga tidak menempel di tanah. Kira-kira kenapa ya?

Dilansir detikEdu, hal ini dapat dijelaskan secara ilmiah. Seperti yang kita ketahui di Bumi berlaku yang namanya gaya gravitasi. Di mana semua benda yang berada di atas Bumi akan selalu ditarik ke arah pusat Bumi, begitu pula dengan air yang bergerak ke tempat yang lebih rendah.

Toren air pasti berisi sekian liter air sesuai massa tampungnya. Semakin tinggi letak muka air, semakin besar jumlah air yang mengalir sesuai dengan hukum debit air yakni ukuran jumlah air yang mengalir dalam satuan waktu. Maka dari itu, semakin tinggi letak toren, semakin deras pula air yang akan mengalir ke keran di rumah.


Di samping itu, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman juga mengungkapkan hal yang sama bahwa toren yang dipasang di tempat yang tinggi dapat mendorong aliran air keluar lebih kencang.

“Kalau menurut ilmu Fisika ya Pak, makin tinggi (torennya), tekanan (air) makin kencang,” jelas Suratman kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Ketinggian letak toren ini bisa disesuaikan dengan ketinggian rumah. Kemudian, kunci lainnya agar debit air yang keluar lebih kencang adalah pipa saluran air tersebut juga harus berdiameter besar.

Ada beberapa jenis pipa yang digunakan untuk menyambungkan toren ke keran di rumah berdasarkan ukuran diameter, yaitu ½, ¾, dan 1 inch. Ia menyarankan untuk menggunakan pipa berdiameter 1 inch jika kamu ingin air yang mengalir ke keran rumah lebih deras.

“Diameter pipa yang turun sama ketinggian, semakin gede makin tinggi makin gede yang turun. Tapi dengan syarat pipanya yang gede, kalau pipa yang 0,5 ya gede tapi lama-lama kecil,” kata Suratman.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Sering Lihat Toren Air Posisinya di Atas Rumah? Ternyata Ini Alasannya



Jakarta

Setiap rumah pasti memiliki toren air yang fungsinya untuk menampung air bersih. Jika kamu perhatikan, rata-rata toren air diletakkan di luar ruangan dan posisinya tidak menempel dengan tanah.

Penempatan toren seperti ini tidak hanya berlaku di Indonesia, melainkan di Amerika juga berlaku hal yang sama. Kira-kira apa ya alasannya?

Dilansir detikEdu, posisi toren memang lebih baik diletakkan di atas karena air bergerak ke tempat yang lebih rendah. Hal tersebut dipengaruhi adanya gaya gravitasi di mana semua benda akan kembali ke bawah. Begitu pula dengan air yang massanya tidak lebih berat dari gravitasi.


Toren air berisi sekian liter air sesuai dengan kemampuan tampungnya. Semakin tinggi posisi toren air maka akan semakin besar jumlah air yang mengalir. Hal ini sesuai dengan hukum debut air yakni ukuran jumlah air yang mengalir dalam satuan waktu. Posisi toren air yang tinggi dapat membantu air yang keluar dari keras lebih deras.

Hal yang sama dikatakan oleh pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman bahwa toren yang dipasang di tempat yang tinggi dapat mendorong aliran air keluar lebih kencang.

“Kalau menurut ilmu Fisika ya Pak, makin tinggi (torennya), tekanan (air) makin kencang,” jelas Suratman kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Ketinggian untuk meletakkan toren harus disesuaikan dengan ketinggian rumah. Jangan lupakan untuk memasang pipa saluran air yang berdiameter besar agar jalur air luas sehingga waktu turunnya air juga singkat.

Suratman menyebutkan terdapat beberapa jenis pipa yang digunakan untuk menyambungkan toren ke keran di rumah berdasarkan ukuran diameter, yaitu ½, ¾, dan 1 inch. Ia menyarankan untuk menggunakan pipa berdiameter 1 inch jika kamu ingin air yang mengalir ke keran rumah lebih deras.

“Diameter pipa yang turun sama ketinggian, semakin gede makin tinggi makin gede yang turun. Tapi dengan syarat pipanya yang gede, kalau pipa yang 0,5 ya gede tapi lama-lama kecil,” sebut Suratman.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Cara Booking Pendakian Gunung Gede: Kuota dan Biayanya 2024


Jakarta

Gunung Gede adalah salah satu tujuan pendakian favorit di Jawa Barat yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Untuk melakukan pendakian di sana, kita perlu mengikuti prosedur booking yang benar.

Hall tersebut juga penting, karena untuk memastikan kamu bisa memesan slot pendakian. Terlebih, saat ini kita bisa booking pendakian Gunung Gede secara online dengan lebih mudah.

Cara Booking Pendakian Gunung Gede

Berikut adalah langkah-langkah booking online pendakian Gunung Gede:


  • Buka situs resmi TNGGP melalui booking.gedepangrango.org
  • Pilih menu “Pendaftaran Pendakian”
  • Pastikan kamu membaca dan memahami ketentuan dan peraturan pendakian. Jika sudah, klik tombol “Next”.
  • Pilih Tanggal Pendakian. Informasi tentang kuota beserta jalur pendakian juga akan tertampil.
  • Isi form pendakian secara lengkap (tujuan pendakian, tanggal dan pintu masuk beserta tanggal dan pintu keluar, no HP, dan email aktif.
  • Klik “Simpan dan Lanjutkan”
  • Isi Data Pendaki dan biodata anggota tim, dengan ketentuan peserta pendakian minimal 1 ketua dan 2 anggota (maksimal 10 pendaki).
  • Melakukan pembayaran.
  • Unduh dan cetak bukti pendaftaran booking pendakian Gunung Gede.

Jalur dan Kuota Pendakian Gunung Gede

Pendakian Gunung Gede memiliki 3 jalur yakni via jalur Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana.

Dilihat dari situs resminya, total kuota pendakian Gunung Gede adalah 600 per hari. Jumlah tersebut terdiri dari 300 kuota pintu masuk via Cibodas, 200 via Gunung Putri, 100 via Selabintana.

Harga Tiket Pendakian Gunung Gede 2024

Dikutip pada website resmi TNGPP (05/09/2024), berikut adalah rincian harga simaksi Gunung Gede Pangrango:

Senin – Jumat

  • Warga Negara Indonesia (WNI): Rp 29.000 per orang.
  • Pelajar WNI: Rp 17.500 (Harus disertai dengan identitas kartu pelajar/mahasiswa dan minimal rombongan berjumlah 10 orang).
  • Warga Negara Asing (WNA): Rp 320.000 per orang.
  • Pelajar WN Asing: Rp 211.500 per orang.

Weekend/Hari Libur

  • WNI: Rp 34.000 per orang.
  • Pelajar WNI: Rp 20.500 per orang.
  • WNA: Rp 470.000 per orang.
  • Pelajar WN Asing: Rp 311.500 per orang.

Daftar biaya untuk naik Gunung Gede tiket di atas sudah termasuk asuransi untuk setiap orang, dengan pendakian selama 2 hari 1 malam. Pembelian tiket Tektok dilakukan on the spot (di tempat).

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com