Tag Archives: gedung

Waspada Korsleting listrik yang Jadi Biang Kerok Kebakaran Gedung ATR/BPN



Jakarta

Gedung Kementerian ATR/BPN di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengalami kebakaran yang berasal dari ruang humas pada Sabtu (8/2) pukul 23.09 WIB. Penyebab kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik.

Dilansir dari detikNews, Plt Kepala Dinas Gulkarmat Jakarta Satriadi Gunawan menjelaskan kebakaran itu disebut terjadi karena korsleting listrik perangkat air conditioner atau AC.

“Dugaan penyebab diduga korsleting perangkat AC,” kata Satriadi kepada wartawan, Minggu (9/2/2025).


Operasi pemadaman kebakaran dimulai pukul 23.18 WIB. Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 23.45 WIB. Petugas kemudian melakukan pendinginan pukul 23.45 WIB. Operasi pemadaman kebakaran gedung Kementerian ATR/BPN dinyatakan selesai pada pukul 00.35 WIB.

Sementara itu, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid telah menerima informasi awal terkait penyebab kebakaran di gedung Kementerian ATR/BPN. Dia mengatakan kebakaran diduga berawal dari komputer pegawai yang tidak dimatikan.

“Jadi tadi ini kebetulan tadi itu kayaknya ya, itu ada petugas itu, pegawai, komputernya itu nggak dimatikan. Lalu kejadian (kebakaran) ketahuan sama sekuriti,” kata Nusron.

Tak jarang kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Kebakaran seperti ini bisa terjadi di rumah, gedung perkantoran, hingga pusat perbelanjaan.

Dilansir dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Banda Aceh, kebanyakan korsleting listrik disebabkan oleh kelalaian manusia. Misalkan pemasangan kabel listrik yang tidak sesuai atau tidak merawat kabel listrik di rumah.

Lantas, bagaimana cara mencegah terjadinya korsleting listrik untuk menghindari kebakaran?

Cara Mencegah Korsleting Listrik

1. Selalu Cabut Kabel Listrik Setelah Digunakan

Kebanyakan orang setelah menggunakan perangkat elektronik, tidak langsung mencabut kabel pada stop kontak. Padahal itu berisiko penghuni rumah tersetrum dan korsleting listrik.

2. Pilih Kualitas Peralatan Listrik yang Bermutu

Pastikan peralatan listrik di rumah adalah produk baru dan berkualitas. Lebih baik membeli peralatan listrik dengan harga mahal, daripada rumah yang justru hangus terbakar. Cari peralatan listrik yang berkualitas, berlambang SNI atau LMK.

3. Hindari Memakai Tusuk Kontak yang Terlalu Longgar

Tusuk kontak adalah area kepala dan kaki dari kabel. Biasanya tusuk kontak adalah bagian yang dimasukkan ke dalam stop kontak. Tusuk kontak yang terlalu longgar, jika terpegang tangan bisa menyetrum dan tidak sedikit yang menimbulkan percikan.

4. Jangan Memencet atau Memainkan MCB

Mengotak-atik atau menyambung langsung (bypass) peralatan pengaman, baik sekring maupun Mini Circuit Breaker (MCB) dapat menyebabkan korsleting listrik.

5. Minta Bantuan Ahli Saat Pemasangan Instalasi Listrik di Rumah

Untuk pemasangan baru atau menambah instalasi listrik di rumah atau bangunan, serahkan pada ahli.

6. Periksa Instalasi Listrik Secara Berkala

Pemeriksaan dapat dilakukan kurang lebih setelah 10 tahun dan selanjutnya 5 tahun.

7. Lakukan Perawatan Rutin

Dilansir dari Sinar Mas Land, jadwalkan pemeriksaan rutin instalasi listrik oleh teknisi listrik profesional. Mereka akan memeriksa kabel, sambungan, dan komponen lainnya untuk memastikan semuanya dalam kondisi baik.

8. Hindari Beban Berlebih

Jangan mencolokkan terlalu banyak perangkat ke satu stopkontak atau sirkuit. Gunakan kabel ekstensi dengan hati-hati dan pastikan kabel tersebut memiliki kapasitas yang cukup.

9. Lindungi Kabel dan Perangkat Listrik dari Air

Jauhkan kabel dan perangkat listrik dari sumber air atau kelembapan. Pastikan stopkontak dan saklar di area basah (seperti kamar mandi atau dapur) memiliki penutup pelindung.

10. Pasang Alat Pelindung

Pertimbangkan untuk memasang alat pelindung seperti MCB (Miniature Circuit Breaker) dan ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker). MCB melindungi dari kelebihan beban, sedangkan ELCB melindungi dari kebocoran arus yang bisa menyebabkan sengatan listrik.

11. Sedia APAR

Dilansir dari situs Pemerintah Kota Depok, sebaiknya di setiap rumah atau tempat usaha menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk penanganan pertama jika terjadi kebakaran. Tabung Apar 5 kg untuk skala rumah tangga dan tempat usaha 6 kg.

Itulah beberapa cara mencegah terjadinya korsleting listrik. Semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Gedung Bergaya Eropa di Medan yang Misterius, Belasan Tahun Tak Berpenghuni



Medan

Di Medan, ada sebuah gedung mewah bergaya Eropa yang misterius. Sudah belasan tahun lamanya gedung ini tidak berpenghuni. Bagaimana kisahnya?

Gedung mewah itu letaknya strategis persis di persimpangan Jalan S Parman dan Jalan Kejaksaan Medan. Banyak pengendara yang melirik ke bangunan itu ketika melintasi kawasan tersebut.

Gedung bercat coklat ini memiliki desain megah bergaya Eropa klasik. Ada begitu banyak jendela tinggi berwarna emas yang diselingi pilar coklat yang menjulang tinggi.


Walaupun berdiri megah, namun tak satupun aktivitas yang tampak dari bangunan tersebut. Akses jendela maupun pintu tertutup rapat. Selain itu, tak ada kendaraan yang tampak terparkir di sekitaran gedung tersebut.

Beberapa warga Medan mengaku penasaran dengan fungsi bangunan tersebut. Lantaran misterius, banyak masyarakat yang sering menebak fungsi gedung tersebut.

“Itu letaknya di Medan, dari aku kecil udah ada ini gedung tapi sampai sekarang aku dah besar pun gitu-gitu aja gedungnya, entah buat apa pun nggak tahu,” kata warga Medan, Starla.

“Dulu setiap pulang sekolah terus lewat situ pasti dalam hati langsung bilang ‘ini gedung apa sih, kok nggak siap-siap dibangun, terus ini untuk apa?’,” kata warga Medan lainnya, Chika.

Berdasarkan data yang dihimpun, bangunan megah ini dibangun sejak awal tahun 2000-an namun hingga belasan tahun kemudian belum diketahui fungsi bangunan tersebut.

“Dulu tahun 2008 masih kerja di Mal Paladium selalu lewati itu. Tapi sampai sekarang udah punya anak dua, itu gedung misterius banget ya gitu-gitu aja terus,” ucap Mariati, warga Medan yang menceritakan pengalamannya.

Selain penasaran, banyak juga warga yang melintasi bangunan tersebut terkesima dengan konsep dan desain mewah yang begitu mencolok di antara bangunan sekitarnya.

“Tapi itu desainnya megah dan mewah banget loh, kayak ala-ala luar negeri gitu. Aku lihat detail-detailnya bagus banget ya aku suka lihatnya tiap lewat bangunan itu,” ujar Mellynia.

Sementara itu, tim detikSumut juga bertanya terhadap warga sekitar yang banyak menyebut bangunan ini akan dibuat apartemen. Namun, mereka juga turut penasaran alasan belum dioperasionalkan hingga saat ini.

“Katanya itu gedung dulunya mau buat hotel tapi kekurangan dana gitu, terus karena di sekitarnya juga ada hotel yang lebih bagus jadi belum dilanjutkan lagi bangunannya,” kata Irma.

Camat Medan Petisah Arafat yang menyebut gedung misterius tersebut masih belum beroperasi. Dia pun tak tahu peruntukan bangunan itu.

“Sampai saat ini bangunan tersebut belum dihuni sehingga saya belum tahu peruntukan bangunan tersebut. Nanti saya coba cek melalui dinas terkait izin awal bangunan sebagai apa peruntukannya,” ucap Arafat.

——

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Konon, Gedung Berlafaz Allah di Jakarta Ini Tak Perlu Fondasi saat Dibangun



Jakarta

Jakarta memiliki banyak gedung-gedung pencakar langit. Salah satunya Menara ESQ 165 yang konon dibangun tanpa fondasi. Bagaimana kisahnya?

Umumnya, proses pembangunan suatu gedung pasti memerlukan piling atau paku bumi, yang kemudian dilanjutkan dengan proses fondasi. Namun tidak dengan gedung yang satu ini.

Gedung 165 atau biasa dikenal sebagai Menara 165 yang terletak di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Gedung spiritual yang ikonik dengan atap bertuliskan lafadz Allah ini, ternyata telah memiliki fondasi alam, berupa batuan keras bernama Cemented Sand dalam proses pembangunannya pada tahun 2005 silam.


Ary Ginanjar Agustian, seorang motivator sekaligus founder ESQ Leadership Center, membeberkan kisah ini melalui akun TikTok pribadinya.

“Ada satu hal yang banyak orang lain tidak tahu,” ujar Ari pada awal video berdurasi 2 menit 20 detik itu.

Ia pun menjelaskan bahwa ketika pembangunan menara 165 dilakukan, telah dilakukan proses pengeboran untuk menancapkan paku bumi layaknya pembangunan gedung-gedung tinggi lainnya.

Namun di tengah proses pengeboran, mata bor selalu patah hingga memercikkan api. Setelah ditelusuri, ternyata ditemukan batuan keras dengan bobot 200 kg/cm2 yang berbentuk seperti fondasi yang telah terbentuk sejak jutaan tahun yang lalu.

Setelah diteliti di sebuah laboratorium Bandung, Dr. Joni Firmansyah selaku ahli pada bidang tersebut mengatakan bahwa Menara 165 tidak memerlukan fondasi layaknya gedung-gedung pada umumnya.

Itu karena sudah tersedia batuan fondasi dari jutaan tahun lalu hingga kedalaman 30 meter. Sehingga disimpulkan bahwa, Menara 165 hanya memerlukan pilar sebagai penyangga agar tetap kokoh.

“Ini adalah investasi yang luar biasa, bukan hanya efisiensi tetapi karunia dari Allah, karena fondasi sudah ada sebelum gedung ini berdiri,” terang Ary pada video tersebut.

Ia juga menjelaskan, bahwa atap dengan lafadz Allah di gedung ini menjadi alasannya berdakwah. Dalam 1 hari ada sekitar 100 ribu orang yang melintasi Jalan TB Simatupang sambil menyebut nama Allah yang tanpa sadar membuat orang tersebut berdzikir.

Ary menutup video dengan ajakan untuk bersama mengucapkan kata Allah ketika melihat menara ini.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Misteri Gedung Megah di Medan, Dibiarkan Terbengkalai Puluhan Tahun



Medan

Di Medan, banyak spot untuk ‘menguji nyali’. Salah satunya adalah gedung megah yang dibiarkan terbengkalai selama puluhan tahun. Seperti apa kisahnya?

Ada sebuah gedung megah nan menjulang di Jalan Sisingamangaraja, Medan. Gedung ini sangat menarik perhatian siapa saja yang melintas di jalan tersebut.

Kabarnya, gedung itu sudah terbengkalai lebih dari 20 tahun lalu. Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan gedung megah yang terbengkalai ini berdiri kokoh menjulang dengan eksterior yang bergaya klasik.


Setiap sudut dari bangunan megah terbengkalai ini memiliki bentuk yang unik, dengan adanya desain bak bentuk melingkar dengan hiasan yang mengelilinginya. Belum ada cat yang melapisi dinding dan membuat kesan gedung ini terbengkalai.

Kami pun mencoba bertanya kepada warga sekitar. Berdasarkan informasi dari warga setempat, bangunan ini dulunya direncanakan akan dibuat kantor media.

“Udah 20 tahunan gitu-gitu aja nggak siap bangunannya. Katanya bangunan itu mau dibuat untuk gedung Sinar Indonesia Baru, cuma kabarnya karena pemiliknya itu meninggal udah nggak dilanjutkan lagi,” ungkap warga sekitar Haslan, Sabtu (14/9) akhir pekan lalu.

Namun begitu, tak jarang banyak warga yang pernah melintasi bangunan itu dibuat cukup penasaran terkait kejelasan bangunan megah tersebut.

Beberapa di antara warga Medan menyangka bangunan tersebut akan dijadikan mal. Banyak juga yang mengira bangunan itu bakal menjadi hotel.

“Dulu katanya mau jadi Ramayana, ada yang bilang mau jadi hotel. Ini kalau tidak salah punya keluarga kaya raya di Medan. Katanya ada konflik internal keluarga jadi tidak diteruskan,” kata warga Medan, Trecy.

“Saya udah ribuan kali lewat area itu dan heran juga kenapa belum selesai juga,” sambungnya.

Tak hanya itu, banyak juga masyarakat yang mengaitkan dengan kisah mistis. Soalnya, pernah ada kejadian tragis di bangunan gedung megah itu.

“Dulu di situ ada korban jatuh dari lantai 7 waktu perbaiki lift makanya tidak dilanjutkan lagi, katanya minta tumbal,” kata Teuku, warga Medan.

Sementara itu, Sejarahwan Sumut Budi Agustono menyebutkan bahwa bangunan tersebut dulunya direncanakan akan dibangun kantor media Harian Sinar Indonesia Baru (SIB). Namun ia tak menjelaskan alasan bangunan tersebut belum rampung hingga saat ini.

“Ini lokasinya di Jalan Sisingamaraja dan infonya ini gedung untuk surat kabar SIB,” pungkasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Dulu Diskotek Hits, Kini Gedung Ini Kisahnya Tragis



Medan

Gedung di Medan ini sudah terbengkalai selama bertahun-tahun. Dulunya, gedung ini adalah sebuah diskotek hits. Namun akhirnya, kisahnya berujung tragis.

Traveler yang melintasi Jalan Gatot Subroto Medan pasti bisa melihat dengan jelas gedung ini. Bangunan ini ternyata punya kenangan mengerikan yang diingat warga Medan saat itu.

Gedung eks M City itu terletak di Jalan Gatot Subroto. Letaknya berseberangan dengan bundaran SIB. Tak ada aktivitas apapun yang tampak dari gedung tersebut.


Dari luar gedung, kondisi fisik gedung tampak tak terawat dengan dinding atap yang sudah jebol. Selain itu, halaman dalam gedung juga ditumbuhi rumput liar dan semak belukar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, gedung ini sudah terbengkalai beberapa tahun terakhir. Terlebih pasca mengalami kebakaran hebat pada akhir tahun 2009 lalu.

Banyak warga Medan yang masih mengenang tragedi kebakaran tersebut. Bagaimana tidak, kebakaran ini menewaskan 20 orang, termasuk di antaranya ajudan Gubernur kala itu.

Warga Medan Dihantui Kisah Mistis

Pasca kebakaran tersebut, nama M City kemudian berganti nama menjadi Elegant. Warga Medan Mirna mengaku mengalami pengalaman mistis saat berada di lokasi yang sudah berganti nama.

“Dulu pernah ke sini waktu ganti nama jadi Elegant. Pernah waktu itu tutup mata terus di dalam room VIP itu berasa ramai dan banyak suara minta tolong. Penjaganya juga bilang pernah beberapa kali juga dengar suara minta tolong,” ungkap Mirna.

Tak hanya itu, beberapa masyarakat juga bercerita kenangan saat rekan ataupun sahabatnya selamat dalam tragedi mengerikan tersebut.

“Saya saksi hidup karyawan di tempat itu waktu kejadian kebakaran. Saat itu pergantian shift pukul 20.30 WIB. Rekan saya menjadi korban pada kebakaran itu, mereka meninggal karena asap yang tebal,” tutur Sinaga.

“Itu salah satu tempat yang merenggut nyawa kakak angkat, namanya Dara, dia meninggal akibat sesak napas tapi tidak terbakar hangus,” tutur Rama, warga Medan lainnya.

Dulu Diskotek Hits

Sejarahwan Budi Agustono mengungkapkan tempat hiburan malam M City ini populer di awal tahun 2000-an. Bahkan, dulunya hanya kalangan menengah atas yang sering nongkrong di sini.

“Tahun awal 2000an M City ini menjadi pusat hiburan sangat elit. Banyak sekali kelas menengah atas yang sebagian besar nongkrongnya di M City ini, itu sangat terkenal dan relatif bebas saat itu,” ujar Budi.

Budi bercerita bahwa M City dulunya banyak dipilih sebagai tempat nongkrong lantaran memiliki banyak fasilitas dan memberikan rasa nyaman kepada pengunjungnya.

“Di Medan tahun 2000an itu semacam urban entertaiment yang salah satunya diskotek atau tempat hiburan M City. Sebelum terbakar sangat populer sekali. Selain diskotek kan juga ada hotel, ada spa dan tempat itu relatif aman karena mungkin waktu itu ada wilayah Olo Panggabean jadi relatif terjaga dan menimbulkan penikmat hiburan malam tahun 2000-an awal,” pungkasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com