Tag Archives: geologi

Daya Tarik, Tiket Masuk, Lokasi


Jakarta

Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya menyimpan banyak pesona alam yang mengagumkan. Sebut saja Kawah Ijen, Alas Purwo, Taman Nasional Baluran, hingga pantai-pantai yang mempesona.

Sebelum datang ke wilayah ujung timur Pulau Jawa ini, simak dulu 17 wisata Banyuwangi dan sekitarnya berikut ini, lengkap dengan informasi daya tarik, harga tiket masuk, lokasi, dan jam bukanya.

Rekomendasi Tempat Wisata Banyuwangi dan Sekitarnya

Berikut rekomendasi 17 tempat wisata Banyuwangi dan sekitarnya, mulai dari kawah, hutan, hingga pantai.


1. Kawah Ijen

Kawah IjenKawah Ijen (Chuk Shatu Widarsha)

Lokasi: Pos Paltuding, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Jam buka: 02.00-12.00 WIB

Harga tiket masuk:

  • WNI: 5.000 (weekday) dan Rp 7.500 (weekend)
  • WNA: Rp 100.000 (weekday) dan Rp 150.000 (weekend)

Kawah Ijen tidak hanya menawarkan keindahan kawah hijau dan pemandangan gunungnya. Yang paling menarik adalah wisatawan bisa menyaksikan api biru atau blue fire.

Api biru merupakan hasil terbakarnya gas sulfur yang muncul dari retakan Gunung Api Ijen dan temperaturnya mencapai 600 derajat celcius. Api biru ini hanya bisa ditemui di Kawah Ijen dan Gunung Dallol Ethiopia.

Tapi tak mudah untuk mencapai ke sana, karena harus naik gunung hingga sekitar 2 jam. Perjalanan biasanya dimulai saat dini hari, karena api biru akan lebih cantik jika disaksikan saat gelap. Selama perjalanan, wisatawan akan mencium belerang di sini sangat kuat.

2. De Djawatan Benculuk

hutan mirip dalam film lord of the ringsHutan mirip dalam film lord of the rings (Ardian Fanani/detikTravel)

Lokasi: Purwosari, Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Jam buka: 07.00-12.00 WIB (sesi pertama) dan 13.00-17.00 WIB (sesi kedua)

Harga tiket masuk: sekitar Rp 7.500

Jika mencari tempat Instagramable, datanglah ke De Djawatan atau Jawatan Benculuk. Dikutip dari Indonesia.go.id, tempat seluas 4 hektare ini memiliki koleksi trembesi berusia lebih dari 100 tahun.

Di sini, traveler akan merasa berada di film The Lord of The Rings atau berada di negeri dongeng. Wisatawan bisa berfoto di rumah pohon atau berkeliling naik kuda poni.

3. Air Terjun Lider

Lokasi: Bejong, Sumberarum, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Jam buka: 08.00-17.00 WIB

Harga tiket masuk: Rp 3.000

Air Terjun Lider memiliki keindahan alam yang sangat asri. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 70 meter. Tempat ini merupakan bagian dari situs geologi di Gunung Raung.

Aliran airnya berasal dari sungai yang melewati tebing terjal yang disusun oleh breksi gunung api dan lava. Struktur lavanya adalah kekar kolom yang sama dengan Teluk Hijau dengan usia lebih muda.

4. Taman Gandrung Terakota

Taman Gandrung Terakota di BanyuwangiTaman Gandrung Terakota di Banyuwangi (Rachman Haryantoo/detikcom)

Lokasi: Krajan, Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Jam buka: 06.00-18.00 WIB

Harga tiket masuk: Rp 100 ribu (dewasa) dan Rp 50 ribu (anak)

Dilansir dari situs resminya, Taman Gandrung Terakota adalah sebuah situs pelestarian ikon seni budaya Banyuwangi, yaitu Tari Gandrung. Wisatawan akan disuguhi 1.000 patung penari gandrung yang dibuat dari tembikar atau terakota.

Patung-patung ini dapat dilihat di tepi dan di tengah persawahan yang dibuat terasering. Fasilitasnya antara lain Roemah Tjokelat Ijen, SateGete, Java Banana Cafe, Roemah Oleh-oleh, Galeri Seni, dan Amfiteater terbuka dengan kapasitas hingga 700 orang untuk kegiatan kesenian dan berbagai event.

5. Geopark Gunung Rante

Alternatif Ijen DitutupPendakian Gunung Rante (Ardian Fanani/detikTravel)

Lokasi: Dusun Kebundadap, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Jam buka: 24 jam

Harga tiket masuk: Rp 20 ribu

Berhadapan dengan Gunung Ijen terdapat Gunung Rante atau Gunung Ranti memiliki sensasi negeri di atas awan. Gunung setinggi 2.601 mdpl ini bisa didaki sampai puncak dengan waktu sekitar 3 jam.

6. Taman Nasional Baluran

Burung merak melintas di padang sabana Bekol di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (22/6). Kawasan yang memiliki luas 25 ribu hektar tersebut memiliki sekitar 444 jenis tumbuhan, 26 jenis mamalia, 155 jenis burung dan terdapat lokasi wisata bahari serta lokasi pengamatan burung migran. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pd/18Taman Nasional Baluran, Situbondo (M Agung RajasaAntara)

Lokasi: Gerbang Masuk Taman Nasional Baluran, Randu Agung, Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo

Jam buka: 07.30-16.00 WIB

Harga tiket masuk: Rp 16 ribu (weekday) dan Rp 18.500 (weekend)

Berbatasan dengan Banyuwangi di sisi utara terdapat Taman Nasional Baluran di Situbondo yang dikenal sebagai Africa van Java. Tempat ini khas dengan padang sabana Afrika dengan pemandangan gunung.

Banyak hewan yang bisa ditemui, antara lain rusa, kerbau hutan, dan banteng. Jika kalian pecinta fotografi, maka tempat ini sangat direkomendasikan. Di taman nasional ini, detikers juga bisa mampir ke pantai berpasir putih Pantai Bama.

7. Taman Nasional Alas Purwo

Saat ini musim kawin bagi burung merak hijau telah tiba. Merak jantan pun mulai mengembangkan ekornya untuk menarik perhatian merak betina di Taman Nasional Alas Purwo.Merak di Taman Nasional Alas Purwo (Budi Candra Setya/Antara)

Lokasi: Kutorejo, Kalipait, Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Jam buka: 08.00-16.00 WIB

Harga tiket masuk:

  • WNI: Rp 15 ribu (weekday) dan Rp 17.500 (weekend)
  • WNA: Rp 160 ribu (weekday) dan Rp 225 ribu (weekend)
  • Tiket pengamatan hewan liar: Rp 10 ribu

Di Kabupaten Banyuwangi memiliki Taman Nasional Alas Purwo yang berada di kawasan selatan Banyuwangi. Meski dikenal dengan kesan dan mitos mistis, taman nasional ini tetap banyak dikunjungi wisatawan.

Di kawasan ini, wisatawan akan menembus hutan yang sangat rimbun dan teduh sampai di padang sabana yang yang luas. Kalian bisa menyaksikan hewan seperti rusa dan burung-burung yang cantik.

Untuk menuju ke Alas Purwo, traveler bisa melewati Jalur Pintu Rowobendo maupun Jalur Pintu Bedul.

8. Agrowisata Kali Klatak

Lokasi: Gombengsari, Kalipuro, Gombeng, Gombengsari, Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Jam buka: 24 jam

Harga tiket masuk: Rp 20.000 hingga Rp 50.000 sesuai paket wisata yang dipilih

Agrowisata Kali Klatak adalah kawasan perkebunan dengan berbagai jenis tanaman, mulai dari karet, kopi, cokelat, kelapa, aneka buah, dan beragam rempah-rempah. Tempat ini menawarkan kesejukan dan pemandangan hijau, serta pesona Banyuwangi dari atas.

Kawasan Agrowisata Kali Klatak ini sebelumnya dimiliki oleh bangsa Belanda di bawah Mij Moorman & Co. Kemudian tempat ini beralih ke tangan pengusaha pribumi, R Soehoed Prawiroatmodjo.

9. Pemandian Taman Suruh

Lokasi: Jalan Perkebunan Kalibendo, Dusun Andong, Taman Suruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Jam buka: 07.30-15.30 WIB (Jumat tutup)

Harga tiket masuk: Rp 15 ribu

Detikers yang mencari wisata air, ada pemandian Taman Suruh yang luasnya mencapai 3,5 hektare. Lokasinya berada sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, sehingga sangat menyejukkan.

10. Pantai Plengkung

pantai plengkungPantai Plengkung (detikcom)

Lokasi: Purworejo, Kalipait, Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Jam buka: 07.30-17.00 WIB

Harga tiket masuk: Rp 15 ribu

Pantai Plengkung adalah salah satu destinasi pantai yang wajib bagi pecinta surfing atau berselancar. Dilansir dari Indonesia.go.id, pantai ini juga disebut G-Land.

Pantai ini berada di kawasan Alas Purwo. G-Land termasuk dalam tujuh spot surfing dengan ombak terbaik di dunia (The Seven Giant Waves Wonder).

Wisatawan juga bisa menyewa perahu untuk melihat atraksi dari para surfer di tengah laut, atau melakukan aktivitas lain seperti snorkeling, diving, caving, dan melihat penangkaran penyu.

11. Pantai Pulau Merah

pulau merahPulau Merah (Raisha/detikcom)

Lokasi: Dusun Pancer, Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Jam buka: 24 jam

Harga tiket masuk: Rp 10 ribu

Pantai lain yang menarik adalah Pantai Pulau Merah. Pantai ini memiliki pasir putih, dan memiliki keindahan matahari terbenam.

Dilansir dari laman Wonderful Indonesia, pantai ini awalnya bernama Ringin Pitu. Namanya diganti Pulau Merah karena disebut-sebut warna tanah dan pasir pantai di Pulau Merah yang kemerahan. Versi lainnya, saat itu muncul cahaya merah terang yang bersinar dari pulau kecil Pulau Merah.

12. Green Bay

pantaiGreen Bay (Windra Aristiana/d’Traveler)

Lokasi: Dusun Krajan, Sarongan, Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Jam buka: 08.00-16.00 WIB

Harga tiket masuk: Rp 5 ribu

Selanjutnya ada Green Bay atau Pantai Teluk Ijo yang berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Air laut di pantai ini terlihat biru kehijauan, tak heran jika disebut Teluk Ijo.

Untuk menuju pantai ini, wisatawan harus melewati perkebunan dan hutan tropis lebat. Tiba di lokasi, detikers bisa menikmati pantai pasir putih dengan berenang atau snorkeling. Ada juga tebing dengan aliran air seperti air terjun.

13. Pantai Rajegwesi

Keindahan alam Pantai Rajegwesi, Teluk Hijau, dan Pantai Pulau Merah di Banyuwangi cukup mempesona disaksikan dari udara. Keindahan pantai itu dipotret dari Helikopter Bell 412 milik Skuadron 400 Wing Udara-1 Puspenerbal dengan Pilot Lettu Laut (P) V. Oktomiawan dan Copilot Lettu Laut (P) Tri Yudha. Istimewa/Sertu Mar Kuwadi.Pantai Rajegwesi (Istimewa/Sertu Mar Kuwadi)

Lokasi: Sarongan, Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Jam buka: 24 jam

Harga tiket masuk: Rp 7.500

Pantai Rajegwesi memiliki keindahan pantai pasir berwarna kecokelatan. Di sini, traveler juga bisa melihat perahu-perahu nelayan berjajar. Kalian juga bisa menyewa kapal untuk menuju ke Teluk Ijo.

Selain itu, terdapat sisa peninggalan bersejarah berupa bunker dari zaman Jepang. Di sisi timur pantai, terdapat area untuk tempat penyu-penyu bertelur.

14. Pantai Sukamade

Keindahan Pantai SukamadeKeindahan Pantai Sukamade (detikcom)

Lokasi: Jl. Sukamade, Dusun Sukamade, Sarongan, Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Jam buka: 24 jam

Harga tiket masuk: Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu

Taman Nasional Meru Betiri juga memiliki Pantai Sukamade yang terkenal dengan konservasi penyunya. Hampir setiap malam penyu-penyu datang untuk mengubur telur-telurnya.

Saat pagi, telur penyu mulai menetas dan berjuang untuk menuju lautan. Proses ini akan membuat wisatawan kagum melihatnya.

15. Bangsring Underwater

hiu bangsring underwaterhiu bangsring underwater (detikcom)

Lokasi: Desa Bangsring, Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Jam buka: 07.00-18.00 WIB

Harga tiket masuk: Rp 5 ribu

Tak hanya keindahan pantainya, Banyuwangi memiliki keindahan bawah laut. Salah satunya adalah Bangsring Underwater yang merupakan wisata alam berbasis konservasi terumbu karang alami maupun yang sengaja ditanam di sini.

Ada pula Rumah Apung Bangsring, yaitu tempat penjinakan ikan hiu yang berada dalam beberapa keramba berukuran 3×3 meter. Ikan hiu tersebut diletakkan tidak sampai tengah laut agar dapat bertahan hidup dengan nyaman.

16. Taman Blambangan

Taman BlambanganTaman Blambangan (Putri Akmal)

Lokasi: Jalan Diponegoro No 2, Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Jam buka: 24 jam

Harga tiket masuk: gratis

Taman Blambangan menjadi tempat yang banyak dikunjungi warga, terlebih saat akhir pekan. Setiap malam minggu hampir selalu digelar pentas seni yang menampilkan kebudayaan Banyuwangi.

Taman ini juga cocok untuk anak-anak karena wahana bermain anak. Pecinta olahraga pun bisa ke sini. Ada lapangan basket, skatepark, hingga dinding panjat. Sambil bersantai, kalian juga bisa berwisata kuliner di ‘Stand Kuliner Blambangan’ di bagian barat taman.

17. Desa Wisata Osing

Desa Wisata Osing KemirenDesa Wisata Osing Kemiren. (Rachman Haryanto/detikcom)

Lokasi: Dusun Krajan, Desa Kemiren, Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Jam buka: 07.00-17.00 WIB

Harga tiket masuk: Rp 5 ribu

Desa Kemiren adalah cagar budaya yang ditetapkan dengan nama Desa Osing. Traveler bisa melihat rumah-rumah kuno Suku Osing yang berusia ratusan tahun. Salah satu rumah berukuran besar dan biasa digunakan untuk pertunjukan kesenian, seperti tari gandrung, angklung paglak, dan sebagainya.

Nah, itulah 17 tempat wisata Banyuwangi dan sekitarnya, lengkap dengan daya tarik, harga tiket masuk, lokasi, dan jam bukanya. Buat detikers yang ingin berkunjung, jangan lupa update info terkait tujuan wisata ya.

Info terbaru memungkinkan detikers bisa mempersiapkan diri dengan baik sebelum datang ke tempat wisata di Banyuwangi. Hasilnya, detikers bisa piknik dengan aman dan nyaman mulai berangkat hingga pulang.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Profil Geopark Karangsambung yang Diakui UNESCO Global Geopark



Kebumen

Geopark Karangsambung di Kebumen akhirnya diakui sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark. Bagaimana profil geopark ini? Mari kita simak:

Geopark Karangsambung-Karangbolong terletak di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Wilayahnya membentang seluas 543.599 km². Kawasan ini terbagi menjadi tiga segmen utama yang memiliki karakteristik geologi yang berbeda.

Pertama, ada kawasan Karangsambung yang terletak di bagian utara dan merupakan cagar alam geologi yang kaya akan batuan metamorf derajat tinggi dan batuan beku.


Kemudian ada kawasan Sempor, yang terletak di bagian tengah. Ini adalah area yang memiliki bentuk lahan fluvial dan denudasional, dengan hamparan perbukitan yang menunjukkan proses geomorfologi yang kompleks.

Terakhir di bagian selatan, ada Kawasan Pesisir Ayah menonjol dengan karakteristik karst dan vulkanik tua, menampilkan bentuk-bentuk lahan hasil dari proses vulkanisme dan sedimentasi yang telah berlangsung selama jutaan tahun.

Geopark ini memiliki beragam fitur geologi yang menarik, termasuk 41 situs geologi, 8 situs biologi, dan 10 situs budaya. Geomorfologi kawasan ini mencakup berbagai bentuk lahan seperti fluvial, denudasional, dan struktural, yang menunjukkan sejarah geologi yang panjang dan beragam.

Batuan di kawasan ini meliputi batuan metamorf derajat tinggi, batuan beku basa hingga ultrabasa, serta batuan sedimen laut.

Perubahan batuan dan proses vulkanisme yang terjadi di kawasan ini memberikan karakteristik unik pada setiap bagian Geopark Karangsambung-Karangbolong, menjadikannya tempat yang kaya akan pengetahuan geologi dan ekologi.

Sejarah Geologi Geopark Karangsambung

Dilihat dari sejarah geologinya, Kawasan Geopark Karangsambung terbagi ke dalam beberapa periode waktu. Setiap periode mewakili tahap penting dalam proses pembentukan geologi kawasan tersebut.

Berikut Penjelasan Setiap Periode Waktu Geopark Karangsambung:

1. Masa Awal Pembentukan Pulau Jawa/Pra-Tersier (117-55 juta tahun yang lalu)

Pada periode ini, Pulau Jawa mulai terbentuk. Geologi kawasan ini didominasi oleh batuan yang terbentuk dari proses geologi awal. Ini mencakup pembentukan dasar-dasar geologi yang menjadi fondasi untuk perkembangan lebih lanjut.

2. Masa Sedimentasi Longsoran Laut Dalam (55-25 juta tahun yang lalu)

Selama periode ini, terjadi pengendapan sedimen di laut dalam. Longsoran sedimen dari daratan dan laut membentuk lapisan-lapisan batuan sedimen yang penting dalam sejarah geologi kawasan ini.

3. Masa Gunung Api Purba OAF (25-16 juta tahun yang lalu)

Pada periode ini, aktivitas vulkanik besar-besaran terjadi. Gunung api purba yang dikenal sebagai OAF (Old Active Field) aktif, menghasilkan lava dan material vulkanik yang berkontribusi pada pembentukan bentang alam.

4. Masa Pembentukan Paparan Karbonat (16-10 juta tahun yang lalu)

Pada masa ini, terjadi pembentukan paparan karbonat, yang meliputi batuan kapur dan formasi geologi karbonat lainnya. Proses ini menciptakan fitur-fitur karst yang khas di kawasan tersebut.

5. Masa Gunung Api Purba Halang (10-2 juta tahun yang lalu)

Periode ini ditandai dengan aktivitas vulkanik dari gunung api purba yang dikenal sebagai Halang. Aktivitas ini berkontribusi pada pembentukan struktur geologi baru di kawasan ini.

6. Masa Pembentukan Endapan Aluvial dan Pantai (<2 juta tahun yang lalu)

Pada periode terakhir ini, terjadi pembentukan endapan aluvial di daerah pesisir dan pantai. Proses ini melibatkan pengendapan material di sepanjang sungai dan pantai, membentuk fitur geologi yang ada saat ini.

Geopark Karangsambung Diakui UNESCO Global Geopark

Geopark Karangsambung-Karangbolong awalnya mendapatkan status Geopark Nasional pada bulan November 2018. Pengakuan ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan profil geopark ini dalam skala nasional.

Pada 2022, proses pengusulan menuju UNESCO Global Geopark (UGGP) dimulai, sebagai upaya untuk mendapatkan pengakuan internasional. Untuk memenuhi kriteria UGGP, dilakukan beberapa perubahan mendasar pada tahun 2023.

Pertama, wilayah Geopark diperluas dari mencakup 12 kecamatan menjadi 22 kecamatan, yang meliputi 374 desa. Perluasan ini bertujuan untuk mencakup lebih banyak situs geologi dan budaya, serta melibatkan lebih banyak masyarakat lokal dalam pengelolaan geopark.

Kedua, nama Geopark diubah menjadi Geopark Kebumen dengan tema “The Glowing Mother Earth of Java,” untuk lebih mencerminkan karakteristik dan nilai-nilai kawasan tersebut.

Perubahan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan profil geopark di tingkat internasional tetapi juga menjadikannya sebagai pusat pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, sambil tetap menjaga kelestarian alam dan warisan geologinya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Misteri Sungai Abadi di Celebes Canyon yang Tak Pernah Kering



Barru

Celebes Canyon merupakan salah satu destinasi wisata alam populer di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Di sini, ada sungai abadi yang tak pernah kering.

Wisata alam ini terkenal dengan tebing batuan cadas yang menjulang kokoh bak Grand Canyon di Amerika. Keindahan Celebes Canyon juga ditambah dengan aliran air terjun mini yang mengalir di sela-sela bebatuan cadas.

Aliran air terjun dan batuan cadas ini terbentuk secara alami sehingga menawarkan panorama eksotis. Menariknya, aliran air sungai yang ada di Celebes Canyon ini disebut ‘abadi’ atau tak pernah kering bahkan saat musim kemarau sekalipun.


Sungai ‘Abadi’ di Celebes Canyon

Diketahui air sungai yang mengalir di kawasan Celebes Canyon ini berasal dari Sungai Ule (Sungai Watu) di Dusun Watu, Desa Libureng, Kabupaten Barru. Air sungai ini memang dikenal selalu mengalir sepanjang tahun bahkan tak berkurang meski musim kemarau sekalipun.

“Memang kondisi alamnya itu yah seperti itu bahwa sungainya ini memang dari dulu sampai sekarang itu tidak pernah kering,” ujar Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Barru Amiruddin.

sungaiCelebes Canyon Foto: (Nawir H Mustika/detikTravel)

Dosen Teknik Geologi Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Ir Kaharuddin MS, M.T menjelaskan, bahwa air terjun di Celebes Canyon tidak pernah kering karena dilewati Sungai Watu yang bersifat permanen.

“Sungainya itu masih sungai permanen. Kalau sungai tidak permanen itu, kalau musim kemarau tidak ada airnya. Tapi ini sepanjang masa tetap ada air,” ucap Kaharuddin, Senin (23/9).

Kaharuddin menjelaskan, sifat permanen dari sungai terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Seperti banyaknya penurunan pada dataran yang dilewati aliran sungai serta hutan di sekitarnya yang terbilang lebat sehingga dapat menampung cadangan air tanah.

“Jadi kenapa dia bersifat permanen, memang banyak penurunan di situ. Kemudian (wilayah) penurunan masih termasuk agak lebat dia punya hutan, masih bisa menampung air,” kata dia.

Alasan Sungai Ule Tak Pernah Kering

Namun, secara spesifik Sungai Ule tidak pernah kering karena dilewati oleh retakan pada kerak Bumi (sesar) atau dikenal sebagai patahan geologi. Dari patahan tersebutlah keluar air tanah yang menjadi cadangan ketika musim kemarau tiba.

Itulah yang menjadi alasan sungai dan air terjun di Celebes Canyon tidak pernah mengalami kekeringan meskipun sudah memasuki musim kemarau.

Adapun hulu Sungai Ule yang melewati Celebes Canyon berada di kawasan Bulu Dua perbatasan Kabupaten Soppeng dan Barru.

“Sungai Watu itu hulunya di Bulu Dua perbatasan Soppeng dengan Barru. Jadi sungai ini mengalir dari pegunungan Bulu Dua dari selatan, juga mengarah ke Barat,” jelas Kaharuddin.

Adapun mengenai penamaan Sungai Watu dan Sungai Ule itu sama saja. Setelah alirannya sampai di Celebes Canyon, sungai yang mengalir ke bawah disebut masyarakat sebagai Sungai Ule.

“Jadi satu (aliran) itu. Tergantung misalnya kepentingan, ada bilang sungai Watu ada yang bilang sungai Ule,” tambahnya.

——

Artikel ini telah naik di detikSulsel.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Hujan-hujan, Hangatkan Badan di Wisata Air Panas Pangandaran



Pangandaran

Berbagai daerah di Tanah Air tengah dilanda hujan. Untuk menghangatkan badan, tak ada salahnya berkunjung ke wisata air panas Pangandaran. Sudah pernah belum?

Meski terkenal dengan keindahan pantainya, Pangandaran ternyata punya sumber mata air panas di kolam yang berpotensi menjadi objek wisata.

Lokasi kolam air panas itu berada di Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Konon air tersebut bersumber dari Gunung Munggang Pare.


Tokoh Masyarakat Padaherang Eris Riswana mengatakan meski Gunung Munggang tiga kilometer dari lokasi kolam air panas. Ia menduga sumber air panas dalam kolam itu berasal dari kaki gunung tersebut.

Ia mengatakan Gunung Munggang itu bersifat aktif, namun senyap. Maksudnya, tidak ada tanda yang menunjukan gunung itu berapi aktif.

“Selama saya hidup sampai saat ini belum pernah meletus,” kata Eris.

Perangkat Desa Kedungwuluh, Anggi mengatakan memang kabarnya Gunung Munggang itu aktif dan menghasilkan sumber air panas di sumur yang tak jauh dari kantor desa.

“Lokasi sumur dan kolam itu berada depan kantor desa,” kata Anggi.

Menurutnya, kolam itu sering dimanfaatkan untuk pemandian air panas.

“Sudah sejak dulu sebelum saya lahir sudah ada. Cuman tepatnya dari kapannya kurang tau pastinya,” katanya.

Bahkan, kata dia, kolam itu sering dipakai warga setempat dan dari luar desa juga. Sebelumnya, tempat tersebut sempat menjadi destinasi wisata warga kampung.

“Dulu sempat di kelola ditarik retribusi, tapi tidak berjalan dan digratiskan sampai saat ini,” ucapnya.

Kendati demikian, kata dia, pihak desa belum pernah mengukur ketinggian gunung tersebut. “Ketinggian sih kurang tau lebih tepatnya. Cuman kalo gunungnya masuk wilayah Desa Karangmulya dan Desa Kedungwuluh,” katanya.

Pemkab Pangandaran Akan Kaji Potensi Wisata Air Panas

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran menghitung jumlah potensi destinasi wisata daerah di tingkat desa. Salah satu yang ditinjau Cipanas di Desa Kedunwuluh.

Pjs Bupati Pangandaran Benny Bacthiar mengatakan baru pertama kalinya dengar ada Cipanas di Pangandaran. Tentu hal tersebut menjadi potensi.

“Mudah mudahan, teman-teman di Desa bisa mencari sumber utamanya dimana dan insyaallah kalau ada waktu saya akan mengundang dari tim Geologi untuk mencoba membantu kita untuk melihat apakah mungkin atau tidak ini menjadi destinasi wisata,” ucap Benny.

“Kebayang tidak? Kabupaten Pangandaran itu asumsinya wisata pantai. Tapi ternyata punya juga air panas. Kan kalau ini dikembangkan menjadi luar biasa,” sambung Benny.

Menurutnya, Padaherang ini satu kecamatan di kabupaten Pangandaran yang biasa dilalui kendaraan wisatawan.

“Justru itu, jadi saya inginnya ketika wisatawan masuk ke Pangandaran itu orang sudah tahu, oh ternyata di sini ada tempat wisata ini dan di Kecamatan Kalipucang ada wisata juga,” ucapnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Cara ke Geopark Karangsambung di Kebumen, Jawa Tengah dari Jakarta


Jakarta

Geopark Karangsambung di Kebumen, Jawa Tengah, resmi menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark pada Juni 2025. Penetapan ini diharapkan bisa membawa perbaikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Tentunya dibarengi usaha untuk menjaga lingkungan tetap lestari.

Cara ke Geopark Karangsambung di Kebumen

Transportasi umum menuju Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dari Jakarta tidak sulit. Berikut pilihannya

Jakarta-Kebumen Naik Kereta

Dikutip dari aplikasi KAI Access, ada berbagai pilihan stasiun di Kabupaten Kebumen yang bisa diakses pengguna kereta. Stasiun tersebut antara lain Gombong, Karanganyar, Kebumen, dan Kutowinangun. Pilihan kereta yang tersedia adalah:


Pasarsenen-Karanganyar Rp 400 ribu

Argo Semeru

  • Gambir-Kebumen Rp 640 ribu

Argo Semeru Compartment

Sawunggalih

  • Pasarsenen-Kebumen Rp 250 ribu
  • Pasarsenen-Karanganyar Rp 250 ribu
  • Pasarsenen-Gombong Rp 250 ribu.

PT KAI sebetulnya menyediakan banyak pilihan kereta menuju Kabupaten Kebumen. Ketersediaan tiket bergantung pada perencanaan traveling misal waktu pulang pergi, biaya, dan total akomodasi. Perencanaan yang dilakukan jauh-jauh hari memungkinkan pilihan tiket kereta yang lebih banyak

Jakarta-Kebumen Naik Pesawat

Detikers yang ingin menuju Kabupaten Kebumen, bisa memilih pesawat menuju Bandara Jenderal Sudirman (JBS) di Purbalingga dan Yogyakarta Internasional Airport (YIA). Namun hasil pencarian di situs traveling menyatakan tidak tersedia penerbangan menuju Bandara JBS.

Artinya, hanya tersedia akses penerbangan menuju bandara YIA menuju Kebumen. Beberapa tiket yang tersedia adalah

Soekarno-Hatta (CGK)-YIA

  • TransNusa Rp 729.400
  • Batik Air Rp 781.400.

Halim Perdanakusuma (HLP)-YIA

  • Citilink Rp 903 ribu
  • Batik Air Rp 913.900.

Selanjutnya, traveler bisa naik bis DAMRI menuju Terminal Kebumen atau KA Bandara sampai Stasiun Kebumen. Traveler bisa memilih opsi transportasi selanjutnya menuju destinasi wisata.

Hasil penelusuran situs dan media sosial Geopark Karangsambung, pemerintahan terkait, dan traveling belum menunjukkan pilihan transportasi umum menuju pesona alam tersebut. Karena itu, traveler wajib merencanakan perjalanannya dengan baik agar bisa berwisata dengan aman dan nyaman.

Tentunya ketersediaan transportasi umum bisa berubah seiring waktu. Detikers wajib update info lebih dulu sebelum berkunjung ke Geopark Karangsambung di Kebumen, Jawa Tengah.

Ada Apa di Geopark Karangsambung?

Kawasan Geopark Karangsambung terdiri dari

Kawasan Karangsambung

Areal ini terletak di bagian utara yang kaya batuan beku dan metamorf derajat tinggi.

Kawasan Sempor

Wilayah ini terdiri dari hamparan perbukitan hasil proses geomorfologi kompleks.

Kawasan Pesisir Ayah

Daerah di bagian selatan ini identik dengan batuan karst dan vulkanik tua. Batuan dan bentuk lahan wilayah ini adalah hasil proses vulkanisme dan sedimentasi jutaan tahun.

Secara keseluruhan, Geopark Karangsambung punya 41 situs geologi, 8 situs biologi, dan 10 situs budaya.

(row/wsw)



Sumber : travel.detik.com

12 Geopark Indonesia yang Diakui UNESCO di 2025


Jakarta

Geopark (taman bumi) adalah bentang alam yang menyimpan jejak geologis berupa keragaman batu dan mineral, hayati, dan budaya serta diwariskan antar generasi. Geopark dapat dikelola masyarakat setempat dengan mempertimbangkan keseimbangan lingkungan, edukasi, dan ekonomi.

Di dunia banyak geopark dengan luas, ciri, dan keragaman yang layak mendapat pengakuan dunia. Biodiversitas dan jejak kebumian (geologis) dalam geopark wajib dilindungi demi keberlanjutan kehidupan di dunia yang ramah lingkungan.

Daftar 12 Geopark di Indonesia yang Diakui UNESCO

Dikutip dari situs UNESCO, ada 12 geopark di Indonesia berstatus UNESCO Global Geopark (UGGp). Berikut daftarnya

1. Geopark Batur

  • Lokasi: Gunung Batur, Bali
  • Lanskap: Kawasan kaldera Gunung Batur dan dinding luarnya yang membentuk bentang alam khas Bali serta danaunya.

2. Geopark Gunung Sewu

  • Lokasi: Antar wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur
  • Lanskap: Menampilkan bentang alam karst pada iklim tropis yang terbentuk jutaan tahun lalu melalui proses geologis.

3. Geopark Ciletuh-Palabuhanratu

  • Lokasi: Sukabumi, Jawa Barat
  • Lanskap: Jejak geologi sejak 65 juta tahun lalu dengan formasi batuan unik, air terjun, dan pantai.

4. Geopark Rinjani-Lombok

  • Lokasi: Nusa Tenggara Barat
  • Lanskap: Mencakup Gunung Rinjani dengan kaldera, savana, dan hutan tropis.

5. Geopark Kaldera Toba

  • Lokasi: Sumatra Utara
  • Lanskap: Terdiri dari 16 geosite dengan bentang alam air terjun, bukit, dan Danau Toba yang menyatukannya.

6. Geopark Belitong

  • Lokasi: Kepulauan Bangka Belitung
  • Lanskap: Terdiri dari batu granit besar yang eksotis lengkap dengan kekayaan hayati di darat dan laut.

7. Geopark Ijen

  • Lokasi: Jawa Timur
  • Lanskap: Kawah dengan danau asam terbesar di dunia serta fenomena api biru yang langka.

8. Geopark Maros-Pangkep

  • Lokasi: Sulawesi Selatan
  • Lanskap: Susunan batuan kapur (karst) yang berasal dari zaman purba.

9. Geopark Merangin Jambi

  • Lokasi: Jambi
  • Lanskap: Lokasi asal fosil tumbuhan berusia 296 juta tahun kurang lebih periode Permian Awal.

10. Geopark Raja Ampat

  • Lokasi: Papua Barat
  • Lanskap: Biodiversitas laut lengkap dengan batuan tua dari era Silur-Devon.

11. Geopark Kebumen

  • Lokasi: Jawa Tengah
  • Lanskap: Batuan purba, goa-goa karst, dan jejak geologis sejak jutaan tahun lalu.

12. Geopark Meratus

  • Lokasi: Kalimantan Selatan
  • Lanskap: Warisan jejak kebumian tropis lengkap dengan kekayaan budaya dan masyarakat adat.

Buat traveler yang ingin berkunjung, jangan lupa update informasi untuk memastikan ketersediaan layanan. Termasuk harga tiket, rute, dan transportasi terbaik menuju destinasi wisata pilihan.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Itinerary ke Bandung dengan Transportasi Umum, Cocok buat Solo Traveler



Bandung

Liburan ke Bandung naik transportasi umum bisa banget. Liburan gaya ini cocok banget buat kamu si solo traveler. Simak itinerary berikut ini ya!

Libur akhir pekan, Bandung bisa jadi tujuan. Biar tidak terjebak kemacetan, traveler bisa memanfaatkan transportasi umum yang punya banyak pilihan.

Salah satu yang lagi nge-tren tentu saja Whoosh, kereta cepat yang akan membawa traveler sampai ke Bandung hanya dalam tempo 30 menit saja. Berikut itinerary liburan sehari di Bandung yang bisa traveler coba:


1. Pagi Hari

Mulailah hari pertama kamu di Bandung dengan singgah lebih dulu ke Gedung Sate yang menjadi ikon Kota Kembang. Berjalan sedikit, kamu sudah bisa menjumpai Gedung Merdeka hingga Alun-alun Bandung yang ikonik.

Kalian juga bisa jalan-jalan ke Taman Superhero dan Pet Park yang seru. Lanjut jalan ke Taman Lansia dan Museum Geologi juga bisa.

2. Siang Hari

Di siang hari, saatnya check in di hotel yang berada di sekitar Gedung Sate. Setelah itu, kalian bisa cari makan siang di jalan Riau yang terkenal akan aneka factory outletnya.

Tak sedikit juga aneka restoran hingga kafe kekinian yang bisa kamu jumpai di sana. Puas makan siang, kamu siap menjalani petualangan berikutnya.

3. Sore Hari

Sore hari, saatnya berjalan-jalan di jalan Braga. Jalan legendaris ini dipenuhi aneka bangunan estetik yang kece buat foto-foto. Jangan lupa mampir ke aneka kedai kopi buat asupan ngopi sore yang asyik.

4. Malam Hari

Kelap-kelip lampu Bandung di malam hari pun memang akan membuat suasana kian syahdu. Kamu bisa makan malam di restoran khas Bandung (Sapu Lidi atau The Valley Bistro) sebelum bertolak pulang naik Whoosh lagi ke Jakarta.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Itenerary 3 Hari 2 Malam di Bandung Budget Rp 500 Ribu


Jakarta

Rincian itenerary 3 hari 2 alam di Bandung budget 500 Ribu cocok buat kamu yang ingin healing sendiri atau dua orang. Kamu bisa pilih tempat wisata ikonik tapi murah, penginapan ekonomis dan nyaman, serta makanan enak plus aman di perut.

Contoh Itenerary 3 Hari 2 Malam di Bandung Budget 500 Ribu

Berikut rinciannya

Hari 1-Tiba di Bandung dan menikmati kota

Pagi


  • Sampai di Stasiun Kiaracondong
  • Jalan ke Taman Superheo dan Pet Park
  • Bawa bekal untuk sarapan

Siang

  • Jalan ke Taman Lansia dan Museum Geologi
  • Makan siang Rp 25 ribu
  • Check in penginapan di sekitar Gedung Sate Rp 100 ribu per malam

Sore

  • Jalan ke Lapangan Gasibu
  • Jalan ke Taman Telkom
  • Makan malam Rp 25 ribu

Malam

  • Istirahat dan persiapan untuk besok
  • Hari 2-Wisata edukasi dan sejarah

Hari 2-Wisata Sejarah dan Budaya

Pagi

  • Sarapan Rp 20 ribu
  • Masuk dan jalan-jalan area Gedung Sate tiket masuk Rp 5 ribu

Siang

  • Jalan ke Taman Sejarah Bandung dan Taman Ade Irma Suryani Nasution
  • Makan siang Rp 25 ribu

Sore

  • Eksplor Braga Citywalk
  • Makan malam Rp 25 ribu
  • Masuk penginapan Rp 100 ribu per malam

Malam

  • Istirahat
  • Jalan sekitar penginapan jika memungkinkan
  • Persiapan untuk besok

Hari 3-Persiapan pulang

Pagi

  • Sarapan Rp 20 ribu
  • Beli oleh-oleh di Pasar Baru

Siang

  • Makan siang Rp 25 ribu
  • Persiapan pulang dari Stasiun Bandung.

Total Biaya

  • Biaya penginapan Rp 200 ribu
  • Biaya makan Rp 165 ribu
  • Tiket masuk Gedung Sate Rp 5 ribu.

Ada dana lebih Rp 130 ribu yang bisa digunakan untuk beli air, camilan, ongkos angkutan umum, dan keperluan lain selama di Bandung. Itinerary ini bisa berubah setiap saat bergantung kondisi pengelola transportasi, tempat wisata, penginapan selama berwisata.

Tips Hemat Itinerary Bandung Rp 500 Ribu

  • Gunakan angkutan umum
  • Bawa botol minum dan bekal camilan
  • Beli makan di warteg
  • Pesan penginapan jauh-jauh hari
  • Cek selalu info diskon.

Gimana, siap menyusun itinerary kamu sendiri? Selamat berwisata di Bandung ya dan jangan lupa bawa kamera kamu dan recharge baterai gadget sebelum jalan-jalan.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Dari Alam Hingga Urban, Lengkap!



Jakarta

Bandung memang juara dalam memanjakan wisatawan. Wisatanya lengkap, mulai dari alam hingga urban.

Kota Kembang menawarkan suasana tenang dengan udara sejuk untuk rileksasi dari kehidupan sehari-hari. Menjernihkan pikiran atau sekadar jalan-jalan, Bandung punya deretan destinasinya.

detiktravel merangkum daftar wisata Bandung yang bisa menjadi pilihan saat liburan panjang atau weekend getaway.


Wisata Alam Bandung

1. Ranca Upas

Liburan di Kampung Cai Ranca Upas di kawasan Ciwidey, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sambil memberi makan rusa.Liburan di Kampung Cai Ranca Upas di kawasan Ciwidey, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sambil memberi makan rusa. (Rifat Alhamidi/detikJabar)

Tersembunyi di kaki Gunung Patuha, Bandung, Ranca Upas menawarkan pengalaman liburan alam. Terletak di Jl. Raya Ciwidey – Patengan No.KM. 11, Patengan, Kec. Rancabali, Bandung, Jawa Barat, kawasan wisata alam ini memanjakan mata dengan pemandangan hijau yang luas, udara sejuk khas pegunungan, dan beragam aktivitas menarik. Dengan jam operasional selama 24 jam, kamu bebas menikmati keindahan Ranca Upas kapan saja.

Ranca Upas juga menawarkan berbagai fasilitas pendukung seperti area camping, kolam renang air panas, dan wahana outbound. Bagi kamu yang ingin merasakan sensasi petualangan, kamu bisa mencoba kegiatan seperti flying fox atau paintball.

Di malam hari, kamu bisa menikmati keindahan langit malam yang penuh bintang sambil menghangatkan diri di sekitar api unggun. Ranca Upas adalah destinasi wisata yang wajib kamu kunjungi saat berada di Bandung.

2. Kawah Putih

Objek wisata Kawah Putih CiwideyObjek wisata Kawah Putih Ciwidey (Yuga Hassani/detikJabar)

Terbentuk dari letusan Gunung Patuha, Kawah Putih kini menjadi destinasi favorit saat liburan di Bandung. Kawah Putih Ciwidey berlokasi di Jalan Raya Ciwidey Patengan Km 11 Lebakmuncang Ciwidey, Sugihmukti, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Di sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan hamparan kawah putih yang sejuk dan kental dengan suasana pedesaan Priangan. Saat fajar, pengunjung akan disuguhkan lanskap matahari terbit yang menawan. Adapun saat malam, gugusan galaksi bima sakti akan terlihat dengan jelas.

3. Dago Dreampark

Rumah Joglo di Dago Dream ParkRumah Joglo di Dago Dream Park (Wisma Putra/detikTravel)

Terletak di Jl. Dago Giri Km. 2.2 Mekarwangi, Pagerwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Dago Dreampark menawarkan pengalaman liburan yang seru dan menyenangkan. Dengan jam operasional mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, taman rekreasi ini menjadi pilihan tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman.

Berada di kawasan Lembang dengan udara yang sejuk, Dago Dreampark menyuguhkan pemandangan alam yang asri dan menyegarkan. Pepohonan pinus yang menjulang tinggi serta udara pegunungan yang sejuk menjadi latar belakang yang sempurna untuk beraktivitas.

Taman rekreasi ini menawarkan berbagai wahana menarik, mulai dari petualangan menantang seperti Monster Trail dan Monster ATV, hingga aktivitas santai seperti naik perahu kayu dan menikmati keindahan alam sekitar.

4. Tangkuban Perahu

Tangkuban PerahuTangkuban Perahu (Ria Rahmawati/d’travelers)

Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu ikon tempat wisata alam di Bandung. Gunung berapi aktif ini menawarkan pemandangan kawah-kawah besar yang memukau, seperti Kawah Ratu dan Kawah Domas. Terletak di Lembang, Bandung Utara, sekitar 1,5 jam perjalanan dari pusat kota, kamu bisa mencapai puncak dengan kendaraan.

Kamu bisa menikmati pemandangan kawah yang berasap, membeli suvenir belerang, atau bahkan mencoba menuruni Kawah Domas untuk melihat aktivitas panas bumi dari dekat. Udara di sini sangat sejuk, jadi siapkan jaket tebal.

5. Orchid Forest Cikole

Orchid Forest Cikole LembangOrchid Forest Cikole Lembang (Rafida Fauzia)

Traveler yang suka anggrek wajib datang ke sini. Orchid Forest Cikole adalah hutan pinus yang disulap menjadi taman anggrek terbesar di Indonesia. Berlokasi di Cikole, Lembang, tempat ini menyajikan ribuan koleksi anggrek dari berbagai belahan dunia yang tertata indah di antara pepohonan pinus.

Kamu bisa berjalan kaki di jembatan gantung yang iconic (Wood Bridge), bermain di area outbound, atau sekadar bersantai menikmati suasana hutan yang tenang dan sejuk. Pencahayaan di malam hari juga menciptakan ambience yang magis.

6. Tebing Keraton

Wisatawan berfoto saat mengunjungi lokasi wisata alam Tebing Keraton, Ciburial, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/6/2025). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD) tercatat 22,52 juta perjalanan wisatawan nusantara yang berkunjung ke Jawa Barat sepanjang April 2025 atau meningkat 49,80 persen dibandingkan Maret 2025 dengan tujuan utama perjalanan yaitu Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung Raya. ANTARA FOTO/Raisan Al FarisiWisatawan berfoto saat mengunjungi lokasi wisata alam Tebing Keraton, Ciburial, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, (Raisan Al Farisi/Antara)

Tebing Keraton adalah salah satu spot terbaik untuk menikmati pemandangan sunrise atau sunset dengan latar belakang hutan pinus dan pegunungan. Destinasi ini adalah bagian dari Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda dengan ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Di sini, pengunjung bisa jalan kaki atau bersepeda menikmati pemandangan sekitar tebing dan matahari tenggelam (sunset). Tebing Keraton juga menjadi spot melihat elang yang sedang singgah, sebelum berpindah tempat.

7. Situ Patenggang

Situ PatenggangSitu Patenggang (Bekti Yustiarti/d’Traveler)

Situ Patenggang adalah danau alami yang indah di Ciwidey, dikelilingi oleh perkebunan teh yang hijau dan perbukitan. Daya tarik utamanya adalah Pulau Asmara atau Pulau Batu Cinta di tengah danau, yang konon menyimpan legenda cinta. Kamu bisa naik perahu mengelilingi danau, menikmati kesegaran udara, atau bersantai di pinggir danau.

Di sekitar Situ Patenggang juga terdapat Glamping Lakeside Rancabali dengan restoran Pinisi yang ikonik, menawarkan view danau dari atas kapal pinisi yang unik.

Wisata Urban Bandung

1. Trans Studio Bandung

Kemeriahan ulang tahun ke-11 Trans Studio Bandung.Trans Studio Bandung. (Anindyadevi Aurellia)

Trans Studio Bandung menyediakan petualangan dalam ruangan dengan berbagai wahana. Ada racing coaster roller coaster indoor tercepat di dunia atau giant swing sebuah ayunan raksasa indoor pertama di Indonesia. Sebelum berkunjung jangan lupa cek medsos untuk berbagai program diskon.

2. Gedung Sate

Gedung Sate adalah salah satu landmark kota Bandung yang paling ikonik. Gedung ini dibangun pada tahun 1920 dan memiliki arsitektur yang unik, dengan perpaduan gaya Eropa dan Asia. Wisatawan dapat mengunjungi gedung ini dan menikmati pemandangan kota Bandung dari atas.

3. Museum Geologi

Museum Geologi Bandung adalah salah satu museum yang paling populer di Bandung. Museum ini memiliki koleksi yang luas, termasuk fosil-fosil, mineral-mineral, dan batuan-batuan. Wisatawan dapat menikmati berbagai jenis eksibisi dan melakukan aktivitas seperti belajar dan berfoto.

4. Jalan Braga

Jalan Braga adalah salah satu kawasan wisata urban di Bandung yang paling populer. Kawasan ini memiliki suasana yang unik, dengan bangunan-bangunan tua yang memiliki arsitektur kolonial. Wisatawan dapat menikmati berbagai jenis makanan dan minuman, serta berbelanja souvenir.

5. The Great Asia Africa

Spot wisata ini menyediakan landmark terkenal dari berbagai negara misal Jepang, Korea Selatan, dan Amerika. Pengunjung juga bisa menyewa pakaian dan berfoto di spot favoritnya. Selain itu, pengunjung bisa menikmati sky ride untuk melihat pemandangan The Great Asia Africa dan sekitarnya dari ketinggian.

6. Pandora Experience Bandung

Destinasi wisata ini menyuguhkan escape room, yang artinya pengunjung wajib memecahkan teka-teki agar bisa keluar dari ruangan. Mulai dari pintu masuk hingga keluar, pengunjung ditantang menguraikan kode dan petunjuk yang tersedia. Tiap petualangan di Pandora Experience dibuat sesuai tema cerita.

7. Wahoo Waterworld

Wahoo Waterworld cocok buat detikers yang suka olahraga air di luar ruangan, bersama teman dan keluarga. Di destinasi ini tersedia seluncur air Abyss yang punya corong raksasa dan Boomerang dengan peluncuran yang nyaris tegak lurus. Jangan lupa cek medsos dan situsnya untuk cek harga tiket terbaru sebelum berkunjung.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Geopark di Kaltim Bakal Menarik Wisatawan Lokal-Mancanegara



Samarinda

Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) resmi mendeklarasikan taman bumi (geopark) pertama. Geopark yang diajukan Kaltim ini merupakan kawasan bukit karst yang mencakup dua wilayah administratif, yaitu Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mengatakan penetapan geopark bertujuan menyejahterakan masyarakat, karena selain untuk melindungi sumber daya alam juga menjadi destinasi wisata yang diyakini mampu menarik perhatian wisatawan baik lokal hingga internasional.

Hal ini dikatakan gubernur karena tak lama lagi Kaltim akan memiliki geopark, karena Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2024 lalu mengeluarkan keputusan yakni menetapkan 26 area di Kaltim sebagai situs warisan geologi (geosite), cikal bakal geopark.


“Meski statusnya masih geosite, namun wisatawan Nusantara dan mancanegara sudah banyak yang berkunjung, sehingga ketika ke depan menjadi geopark, tentu akan makin banyak lagi yang berwisata, sehingga warga sekitar merasakan tingginya kunjungan,” kata Rudy Mas’ud di Samarinda, melansir Antara.

Tingginya kunjungan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat, menurut dia, antara lain, penginapan berupa pondok wisata (homestay), makan minum, toko berbagai kebutuhan sehari-hari, hingga oleh-oleh khas warga di sekitar destinasi wisata geosite atau geopark yang bisa dibawa pulang wisatawan, sehingga terjadi perputaran ekonomi di tengah masyarakat.

Sedangkan 26 geosite yang telah ditetapkan menteri pada 2024 lalu merupakan ekosistem karst terbesar di Kalimantan dengan luas mencapai sekitar 1.867.676 hektare.

Area seluas ini dikenal dengan nama kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang tersebar di dua kabupaten yakni Kutai Timur dan Berau, dengan rincian di Kabupaten Berau terdapat 15 geosite dan Kabupaten Kutai Timur ada 11 geosite.

Sebelumnya, saat mengunjungi Kampung Merabu, Kabupaten Berau, Gubernur Kaltim menandatangani Deklarasi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, menggambarkan komitmen untuk mewujudkan geosite menjadi geopark, terlebih usulan mewujudkan geopark telah diajukan ke UNESCO Global Geopark pada 31 Agustus 2025.

Sementara Manajer Senior Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Niel Makinuddin yang merupakan inisiator usulan geopark mengatakan penetapan status taman bumi (geopark) memberikan banyak implikasi, mulai dari pengakuan atas budaya, penyelamatan kawasan karst, destinasi wisata, hingga tempat penelitian.

“Penetapan geopark juga untuk menjawab tujuan pembangunan berkelanjutan, yakni berbagai pembangunan baik terkait pariwisata, perkebunan, dan lainnya, tentu harus berorientasi pada kelestarian lingkungan,” ujar Niel.

Niel mengatakan penetapan status Taman Bumi memberikan dampak positif yang cukup besar, salah satunya pengakuan atas budaya.

“Ada banyak implikasinya, mulai dari pengakuan atas budaya, penyelamatan kawasan karst, destinasi wisata, hingga (menjadi) tempat penelitian,” ujar Niel seperti dilansir detikKalimantan.

Selain itu, jika sudah berstatus Taman Bumi Nasional, Karst Sangkulirang-Mangkalihat berpeluang diajukan sebagai UNESCO Global Geopark, menyusul 12 kawasan lain di Indonesia. Maka itu dukungan dan kolabarasi dari berbagai pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.

“Nanti setelah menjadi Taman Bumi Nasional dan memenuhi standar internasional, kita dapat mengusulkan kawasan ini menjadi UNESCO Global Geopark,” tutupnya.

Wilayah Berau dan Kutim terkenal dengan banyak warisan alam dan budaya. Warisan itu semua dijaga oleh masyarakat adat Dayak setempat, salah satunya Dayak Lebo di Perkampungan Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau.

Kepala Kampung Merabu, Asrani, menuturkan bahwa di kampung ini bahkan terdapat dua situs warisan geologi yaitu Gua Beloyot dan Kerucut Karst Merabu. Ia menambahkan, dengan adanya kerjasama bersama pemerintah, diharapkan bisa lebih mengangkat hal-hal positif dari Kampung Merabu dan situs warisan geologi yang ada.

“Karena dari hutan desa yang dimiliki Kampung seluas 8.245 hektare masih banyak ratusan gua yang perlu diekspos, demikian kebudayaan Dayak Lebo, hingga destinasi wisata Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu. Dari Puncak Ketepu ini bisa dilihat lanskap gugusan kerucut karst Merabu,” pungkasnya.

@detiktravel

East Kalimantan is ready to have the first geopark named SangKulirang-Mangkalihat. The area is almost two million hectares, contains hundreds of caves, unique karst cones, to destinations hits like Lake Nyadeng and Ketepu Peak. Creator: Tri Aljumanto #kalimantantimur #geopark #sangkulirang #mangkalihat

♬ original sound – detikTravel

(ddn/ddn)





Sumber : travel.detik.com