Tag Archives: goreng

9 Rekomendasi Tempat Bukber Bekasi, Enak dan Bisa Rombongan


Jakarta

Buka bersama (bukber) menjadi agenda yang selalu diadakan setiap tahun, baik itu bersama keluarga, teman bermain, maupun rekan kantor. Tapi sering kali kita bingung memilih tempat yang cocok.

Buat detikers yang berada di Bekasi, di bawah ini ada 9 rekomendasi tempat bukber Bekasi yang enak dan bisa buat rombongan. Simak informasi mengenai lokasi, menu, hingga harganya.

Pilihan Tempat Bukber Bekasi

Berikut ini 9 pilihan tempat bukber Bekasi yang bisa kalian pertimbangkan:


1. Gubug Mang Engking

  • Lokasi: Summarecon, Jalan Bulevar Utara No 2, Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Gubug Mang Engking tentu sudah banyak dikenal karena cabangnya ada di banyak daerah, termasuk di Bekasi. Keunggulan tempat makan ini adalah tempatnya yang lega.

Suasana tempat ini juga sejuk dengan kolam dan saung bambunya. Tempat makan ini juga nyaman jika detikers ingin memulai bukber dengan acara.

Menu makanan di Gubug Mang Engking yaitu aneka tumisan, aneka sambal, seafood, dan ayam. Harga sayur mulai dari Rp 20 ribuan, seafood mulai dari Rp 70 ribuan, ayam sekitar Rp 100 ribu.

2. Resto Wulan Sari

  • Lokasi: Jalan Kemakmuran No 45, Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Restoran Wulan Sari cocok digunakan untuk buka bersama, terutama acara kantor. Dilihat dari akun Instagram @restowulansari, tempat ini juga menyewakan gedung pernikahan dan ruang meeting, yang tentunya cocok untuk acara resmi.

Menu makanannya mulai dari aneka nasi dan mie, aneka olahan ayam, ikan, hingga cumi dan udang. Salah satu menu unggulannya adalah gurame sambal petir.

Harga nasi dan mie di kisaran Rp 40 ribuan, ayam mulai dari Rp 30 ribuan, cumi dan udang mulai Rp 50 ribuan, sedangkan gurame mulai Rp 100 ribuan.

3. Rumah Makan Saung Bambu

  • Lokasi: Jalan Setia Mekar No 3, Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Rumah Makan Saung Bambu menyediakan tempat lesehan maupun dengan kursi. Meski di tepi jalan raya, tempat ini cukup nyaman.

Dari luar, rumah makan ini mungkin terlihat biasa saja. Setelah masuk ke dalam, terdapat tempat yang luas dan cocok untuk rombongan bukber. Ada juga saung yang nyaman untuk makan.

Menunya adalah makanan khas Indonesia, terutama makanan khas Sunda. Ada sop iga, empal goreng, nasi liwet, hingga aneka seafood. Menu andalannya antara lain gurame pecak dan gurame saus padang dengan harga sekitar Rp 140 ribuan.

4. Warna Warni Resto

  • Lokasi: Jalan Inspeksi Kalimalang No 36, Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Salah satu tempat bukber favorit di Bekasi adalah Warna Warni Resto & Cafe. Tempat ini luas dan banyak pepohonan. Bahkan tempat ini juga menyewakan camping ground buat detikers yang ingin berkemah.

Menu makanan di sini bervariasi, antara lain aneka sate, seafood, steak, bebek, ayam, mie, pasta, hingga beragam kopi. Harga makanan mulai dari kisaran Rp 30 ribuan hingga Rp 100 ribuan.

5. Raja Sunda Bekasi

  • Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman KM 34, No 1, Bekasi Barat, Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.

Raja Sunda Bekasi menyediakan tempat yang luas, cocok untuk tempat bukber. Ada tempat lesehan dan meja kursi. Restoran ini juga menyediakan gedung pertemuan dan ruang rapat.

Menunya sangat beragam. Menu sayur dan ayam goreng mulai dari Rp 20 ribuan, sop dan soto mulai Rp 50 ribuan, menu cumi dan udang mulai Rp 80 ribuan.

6. Bebek Kaleyo

  • Lokasi Summarecon: Jalan Perjuangan Dalam, Saluran Irigasi, Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.
  • Lokasi Kalimalang: Pertokoan Duta Permai, Jalan Kyai Haji Noer Ali Sukadanau, Jakasampurna, Cikarang Barat, Kota Bekasi.

Buat pecinta menu bebek, restoran Bebek Kaleyo bisa menjadi pilihan tempat bukber. Tempat makan bebek ini unik karena didesain seperti kafe dan luas, sehingga lebih kekinian. Ada dua lokasi, yaitu di Summarecon dan Kalimalang.

Menu andalan di sini tentunya adalah aneka olahan bebek, seperti bebek goreng, bebek bakar, dan bebek rica. Selain itu ada menu lain, misalnya ayam dan nasi goreng. Harga makanannya cenderung terjangkau, yakni mulai dari Rp 20 ribuan

7. Restoran Simpang Raya Kayuringin

  • Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman No.1, Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Di Bekasi juga ada rumah makan Padang yang enak dan nyaman buat bukber, yaitu Restoran Simpang Raya. Tempatnya cukup lega jika detikers datang bersama rombongan.

Tempat ini menyuguhkan berbagai masakan padang yang lezat. Menu andalannya adalah ayam pop. Namun rendang dan tunjangnya tak kalah enak. Harga makanannya mulai dari Rp 30 ribuan.

8. Bandar Djakarta

  • Lokasi: Jalan Bulevar Ahmad Yani Blok M, Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Satu lagi tempat makan di Summarecon, yaitu Bandar Djakarta yang memiliki desain bangunan seperti kapal. Tempatnya luas dan memiliki tempat makan outdoor. Tak hanya tempat makan, di sini juga ada pasar ikannya.

Menu unggulannya adalah aneka seafood seperti ikan, udang, kepiting, dan cumi, dengan aneka saus, seperti saus thailand, telur asin, bumbu rujak, sereh, dan sebagainya. Harganya di kisaran Rp 75 ribu hingga Rp 200 ribu.

9. Waroeng Spesial Sambal SS

Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman No 16A, Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Waroeng SS sudah terkenal di berbagai daerah. Selain enak dan terjangkau, menunya juga beragam. Tempatnya juga cukup luas untuk bukber, ada tempat lesehan juga.

Ada sayuran, ayam, bebek, ikan, jeroan, dan tentunya aneka sambal, seperti sambal terasi, sambal bawang, sambal mangga muda, sambal cumi, dan sebagainya.

Harga lauknya mulai dari belasan ribu rupiah, sedangkan sambalnya mulai dari Rp 2 ribuan. Jika ingin bukber, datangnya jangan mepet karena sering ramai.

Perlu diketahui, harga di atas adalah harga normal. Untuk paket, menu khusus Ramadhan, atau pemesanan bukber, detikers bisa menghubungi ke nomor telepon atau akun media sosialnya.

(bai/row)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Perjuangan Mencari Kuliner Halal di Toraja, Nasi Padang Jadi Jawaban



Rantepao

Sebagai daerah dengan mayoritas penduduk non Muslim, mencari makanan halal di Toraja jadi ‘PR’ bagi traveler beragama Islam. Tapi jangan takut, ada nasi Padang.

Ya, mencari makanan halal di Toraja memang susah-susah gampang. Namun seiring perkembangan pariwisata dan masuknya pendatang, serta kebutuhan akan makanan halal, sekarang sudah banyak tempat makan di Toraja yang menyediakan makanan halal.

Dari sekian banyak pilihan kuliner, nasi Padang jadi pilihan yang ‘aman’ bagi wisatawan. Secara rasa dan selera, nasi Padang pasti masuk ke semua kalangan.


Ada banyak tempat makan yang menjual nasi Padang di Toraja. Salah satunya adalah Rumah Makan Ranah Minang yang beralamat di Jalan Pongtiku Nomor 5 C, Rantepao, Toraja Utara.

Di rumah makan ini, sudah terkenal akan nasi Padangnya yang ‘cocok’ di lidah. Pantas jika pengunjung silih berganti mendatangi rumah makan ini.

detikTravel pun mencoba beberapa menu yang tersedia di RM Ranah Minang. Ada udang goreng, peyek ikan lure atau ikan teri, serta ikan cerede alias ikan kecil-kecil yang dimasak balado dengan potongan tempe.

Tak butuh waktu lama, makanan yang dipesan oleh detikTravel sudah terhidang di meja makan. Dari penampakannya, cukup menggiurkan.

Begitu dicoba, ternyata benar, rasa nasi Padang di rumah makan ini cocok di lidah. Perpaduan rasa asin, gurih dan pedas begitu terasa di lidah. Enak!

Untuk harga yang dibanderol, rasanya cukup sepadan dengan banyaknya porsi yang diberikan. Per porsi nasi padang dengan aneka lauk berkisar Rp 25.000 saja.

Traveler Muslim yang liburan ke Toraja bisa menjadikan nasi Padang sebagai pilihan yang ‘aman’, karena sudah pasti kehalalannya untuk dikonsumsi selama liburan. Berbekal sepiring nasi Padang, kami pun siap melanjutkan perjalanan untuk menjelajahi keindahan budaya dan alam Toraja.

Simak terus keseruannya ya!

Artikel ini mendapatkan dukungan dari Lion Group. Temukan penawaran menarik untuk paket penerbangan dan hotel dari BookCabin di link ini.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Sensasi Menikmati Kopi Luwak dan Teh Aneka Aroma di Kintamani



Jakarta

Anda pernah nonton ‘The Bucket List’? Film yang pertama kali tayang pada 2007 itu dibintangi dua aktor gaek Hollywood Jack Nicholson dan Morgan Freeman.

Isinya menceritakan kehidupan kedua pria beda kasta yang bertemu di rumah sakit karena penyakit mematikan. Dari situ mereka membuat sebuah catatan kecil untuk dilakukan sebelum kematian menjemput.

Saya menduga adegan yang paling menarik bagi penonton di tanah air adalah ketika keduanya membahas cita rasa Kopi Luwak. Jack dan Morgan terpingkal-pingkal hingga mengeluarkan air mata saat tahu bahwa kopi yang disebut memiliki aroma dan cita rasa terunik di dunia itu berasal dari kotoran kucing pohon liar alias luwak.


Saya pribadi baru mencobanya pada akhir pekan lalu saat melintasi Jalan Raya Kintamani – Gianyar, Bali. Di sepanjang jalan itu berjejer perkebunan kopi menawarkan sensasi minum kopi luwak orisinal.

Menjelang jam makan siang kami singgah di ‘Cantik Agriculture Luwak Coffee’ yang memiliki kebun kopi seluas dua hektare. Tempat ini tidak memungut biaya masuk alias gratis. Area parkirnya luas. Setiap rombongan akan didampingi oleh seorang pemandu.

Selain pohon kopi Robusta dan Arabica, di area seluas itu kita juga bisa mengenali pohon salak, vanilla, cokelat, dan lainnya. Hal menarik lainnya, di tengah kebun beberapa ekor luwak tengah meringkuk di atas dahan pohon kopi. Juga ada beberapa sapi terikat di dalam kandang.

“Itu sengaja untuk kami manfaatkan kotorannya sebagai pupuk organik,” kata Ni Luh Putu Juni Fira Dewi yang menjadi pemandu. Alumnus SMKN 1 Tampak Siring itu telah dua tahun bekerja di ‘Cantik Agriculture Luwak Coffee’.

Sebelumnya dia pernah bekerja di villa Tegal Alang, Ubud.

Sejumlah turis asal Australia menikmati kopi luwak di Cantik Agriculture Luwak Coffee, KintamaniSejumlah turis asal Australia menikmati kopi luwak di Cantik Agriculture Luwak Coffee, Kintamani (Sudrajat / detikcom)

Di ujung kebun kami mulai mencium aroma biji kopi terpanggang. Dua perempuan paruh baya terlihat khusuk menyangrai biji kopi di atas penggorengan baja. Suluh-suluh kayu di bawahnya merah menyala menyeburkan bara. Tak jauh dari dapur, Fira menunjukkan kepada kami gumpalan kotoran Luwak. Warnanya cokelat kehitaman.

“Kotoran ini biasanya kami bersihkan, dikupas kulitnya lalu dijemur selama beberapa hari. Setelah itu disangrai selama 45 menit baru ditumbuk hingga menjadi semacam tepung. Untuk satu kilogram kopi sangrai butuh sekitar dua jam untuk menghaluskannya,” kata Fira.

Tak sampai setengah jam di kebun, pengunjung tersu berdatangan secara berkelompok. Kebanyakan para turis dari Australia dan Eropa. Semua disambut ramah dan diberi penjelasan serupa.

Tak cuma tentang kopi dan kopi luwak, para pengunjung juga diperkenalkan kepada rempah-rempah berikut khasiatnya seperti kunyit, jahe, rosela, sereh, ginseng, dan lainnya.

Di tepi kebun yang berbatasan dengan bebukitan hijau berderet kursi kayu. Para pengunjung bebas memilih tempat duduk. Para pemandu lalu menghidangkan selusin cangkir gelas mungil berisi kopi dan teh beragam aroma. Kripik singkong dan pisang goreng menjadi pelengkapnya. Semua gratis!

“Ini sudah menjadi tradisi kami untuk menghormati tamu. Kalau mau mau kopi luwak baru kena charged Rp 50 ribi per cup,” kata Fira.

Sejumlah turis asing membeli aneka oleh-oleh di Cantik Agriculture Luwak Coffee, Kintamani - BaliSejumlah turis asing membeli aneka oleh-oleh di Cantik Agriculture Luwak Coffee, Kintamani – Bali (Sudrajat / detikcom)

Sejumlah turis riuh berdecak kagum dan memberi applause. Penasaran, kami pun coba memesan secangkir kopi luwak.

“Kalau biasanya kita menyeruput capucino, kali ini di Kintamani Bali kita lebih suka menikmati CatPooCino alias Kopi Luwak,” seloroh seorang turis asal Australia disambut tawa rekan-rekannya.

Kami sepakat, cita rasa kopi luwak memang beda dari kopi lainnya. “Lebih lembut, asemnya juga lebih rendah dari kopi biasa,” ujar Meliyanti Setyorini, teman seperjalanan penulis.

Untuk teh, dia suka yang aroma coconut. “Campurannya pas buat lidah gue,” dia menambahkan.

Wartawati detik.com Meliyanti Setyorini menikmati secangkir kopi luwak dan teh aneka aroma di Cantik Agriculture Luwak CoffeeWartawati detik.com Meliyanti Setyorini menikmati secangkir kopi luwak dan teh aneka aroma di Cantik Agriculture Luwak Coffee Foto: Sudrajat / detikcom

Cantik Agriculture Luwak Coffee’ juga menyediakan toko yang menjual berbagai produk hasil olahan kopi dan minuman yang telah dicicipi selama tur. Selain kopi aneka rasa, toko ini juga menawarkan berbagai produk lain seperti sabun buah, dupa, dan arak Bali.

(jat/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Menyantap Ragusa Ice Cream hingga Bakmi Gang Kelinci



Jakarta

Pasar Baru salah satu kawasan legendaris di Jakarta Pusat bisa menjadi jujugan saat libur tahun baru. Belanja, kuliner, berwisata sejarah. bisa dilakukan.

Pasar Baru mudah dijangkau dengan transportasi umum, dekat dengan Stasiun Juanda dan Halte TransJakarta Juanda dan halte TransJakarta Pasar Baru.

Di sinilah perpaduan nuansa Jakarta tempo dulu dengan pesona modern ibu kota. Traveler bisa berfoto dengan nuansa jadul atau pun kekinian.


Berikut adalah rekomendasi jalan-jalan sehari di Pasar Baru:

1. Memulai Hari dengan Es Krim Legendaris Ragusa

ice cream Ragusa di Jakarta PusatIce cream Ragusa di Jakarta Pusat (Rifkianto Nugroho/detikTravel)

Perjalanan dimulai di Ragusa Italian Ice Cream, yang berlokasi tidak jauh dari Stasiun Juanda maupun Halte TransJakarta Juanda. Setelah turun di Stasiun Juanda, traveler dapat mengikuti petunjuk keluar menuju Masjid Istiqlal dengan berjalan melalui skybridge. Ikuti jalur skybridge hingga melewati pintu masuk halte TransJakarta.

Setelah keluar dari skybridge, belok kiri dan lanjutkan perjalanan lurus hingga tiba di Ragusa Italian Ice Cream yang berada di seberang Masjid Istiqlal. Es krim yang telah berdiri sejak 1932 ini terkenal karena menggunakan resep tradisional tanpa pengawet.

Menu andalannya, seperti Spaghetti Ice Cream menjadi favorit pengunjung dari berbagai generasi. Suasana nostalgia semakin terasa dengan interior sederhana dan bangunan bergaya kolonial. Sembari menikmati es krim, traveler juga dapat melihat di atas lalu lalang KRL melintas dan pengamen jalanan yang sering tampil di depan Ragusa, menambah pengalaman otentik khas Jakarta tempo dulu.

2. Menyusuri Kemegahan Masjid Istiqlal

Hari ketiga Ramadan, umat muslim dari Jakarta dan sekitarnya menghadiri buka puasa bersama di Masjid Istiqlal, Kamis (14/3/2024). Begini suasananya.Masjid Istiqlal (Rifkianto Nugroho/detikTravel)

Hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki dari Ragusa Italian Ice Cream, Masjid Istiqlal menjadi destinasi wajib selanjutnya. Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara yang mampu menampung hingga 120.000 jemaah, Istiqlal memancarkan keindahan arsitektur modern dengan sentuhan tradisional yang memancarkan nuansa religius yang menenangkan.

Kubahnya yang megah berbentuk seperti payung melambangkan persatuan umat Islam di Indonesia, menjadikan masjid ini tidak hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol kebangsaan.

Traveler dapat menjelajahi interiornya di dalam masjid Istiqlal, termasuk tepat sholat yang megah dan area wudhunya yang luas. Bagi para fotografer, halaman luar masjid juga menjadi spot menarik untuk mengabadikan perpaduan antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta yang berada di seberangnya.

3. Menikmati Seni dan Kreativitas di Pos Bloc

Pos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta PusatPos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Dari Masjid Istiqlal, perjalanan berlanjut ke Pos Bloc, pusat kreatif baru yang berada di Gedung Filateli Jakarta. Gedung ini dulunya adalah kantor pos dan kini diubah menjadi ruang multifungsi yang dipenuhi dengan kafe, toko kerajinan lokal, dan spot nongkrong dan bengong.

Di sini, traveler bisa menikmati kopi, nyemil-nyemil cantik, photobox, atau sekadar bersantai di sudut-sudut estetik gedung Pos Bloc ini. Suasananya sangat Instagramable, cocok untuk traveler yang ingin berbagi momen di media sosial traveler.

4. Berburu Barang Unik di Pasar Baru

Setelah menikmati suasana santai di Pos Bloc, saatnya melanjutkan perjalanan ke destinasi utama yaitu berburu barang unik di Pasar Baru. Kawasan yang telah berdiri sejak 1820 merupakan surga belanja dengan berbagai toko legendaris yang menawarkan sepatu berkualitas dengan harga terjangkau.

Selain itu, Pasar Baru juga dikenal dengan gerai bahan pakaian yang menyediakan koleksi menarik dan unik, menjadikannya tempat yang sempurna untuk memenuhi kebutuhan belanja sekaligus merasakan nuansa nostalgia Jakarta tempo dulu.

5. Menutup Hari dengan Bakmi Gang Kelinci

Pasar Baru di JakartaBakmi Gang Kelinci di Pasar Baru, Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Setelah lelah berbelanja, akhiri perjalanan dengan mencicipi kuliner legendaris di Bakmi Gang Kelinci. Berdiri sejak 1957, restoran ini terkenal dengan sajian bakminya yang lembut dan kuahnya yang gurih. Menu andalan seperti Bakmi Ayam isian jamur, Bakso, dan Pangsit Goreng selalu menjadi pilihan favorit pengunjung.

Restorannya terletak di kawasan Pasar Baru tepat di belakang pasar baru, sehingga mudah dijangkau setelah seharian menjelajahi dan berbelanja di Pasar Baru. Sambil menikmati makanan, traveler bisa mengenang kembali perjalanan yang penuh kenangan di kawasan bersejarah ini.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

6 Tempat Sarapan Enak di Jakarta, Ada Bubur Ayam hingga Roti


Jakarta

Ada sejumlah tempat sarapan enak di Jakarta. Pilihan menu sarapannya juga beragam, mulai dari bubur ayam hingga roti.

Agar tetap semangat dalam menjalani aktivitas, disarankan untuk selalu sarapan di pagi hari. Mengkonsumsi sarapan yang lezat dan mengenyangkan dapat memberikan energi sekaligus mood yang baik.

Jika bosan membeli sarapan yang ada di dekat rumah, tak ada salahnya kamu menjelajah ke berbagai sudut kota Jakarta. Sebab, ada sejumlah tempat sarapan enak dan murah di Jakarta.


Daripada penasaran, simak rekomendasi tempat sarapan enak di Jakarta dalam artikel ini.

Tempat Sarapan Enak di Jakarta

Ada beberapa tempat sarapan enak di Jakarta, mulai yang viral hingga legendaris karena sudah berjualan sejak puluhan tahun lalu. Simak rekomendasinya yang telah dirangkum detikTravel di bawah ini:

1. Bubur Ayam Cikini

Kenikmatan Bubur Ayam dan Martabak Legendaris di Cikini Sejak 1970-anFoto: detikcom / Atiqa Rana

Rekomendasi yang pertama ada Bubur Ayam Cikini H.R. Sulaiman. Tempat sarapan ini termasuk salah satu yang legendaris di Jakarta, maka wajar saja kalau ramai pengunjung.

Meski pilihan menunya tidak banyak, tetapi bubur ayam ini memiliki rasa yang khas dan menggugah selera. Pilihannya ada bubur biasa dan bubur telur yang ditambahkan dengan kuning telur ayam kampung. Lalu, porsi buburnya juga bisa dipilih sesuai selera.

Untuk topping buburnya juga lengkap, mulai dari ayam suwir, cakwe, seledri, bawang goreng, dan emping. Agar lebih nikmat dan pedas, kamu bisa tambahkan sambal sesuai selera.

Bubur Ayam Cikini H.R. Sulaiman berlokasi di Jalan Cisadane, Cikini, Jakarta Pusat. Harga seporsi bubur ayamnya mulai dari Rp 30 ribuan.

2. Bubur Ayam Landmark

Bubur Ayam LandmarkFoto: dok. detikFood

Bubur ayam yang satu ini termasuk legendaris karena diketahui sudah berjualan sejak 1987. Dinamakan bubur landmark karena berjualan tak jauh dari Gedung Landmark, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Setiap pagi, bubur ayam ini selalu dipadati oleh pegawai kantoran yang ingin membeli sarapan. Ciri khas dari bubur ayam ini adalah porsi buburnya lebih sedikit, tapi lauk dan toppingnya banyak. Maka dari itu banyak yang menyebut bubur ayam gunung karena bentuknya mengerucut ke atas seperti gunung.

Bubur Ayam Landmark juga viral di media sosial karena rasanya yang lezat dan porsinya berlimpah. Lalu, ciri khas lain dari bubur ayam ini adalah dibungkus pakai kertas nasi, bukan styrofoam seperti pada umumnya. Untuk harga seporsinya mulai dari Rp 15 ribuan.

3. Bubur Ayam Sunda

Tak jauh dari Bubur Ayam Landmark, terdapat sebuah tempat makan yang menyajikan berbagai menu sarapan, namanya Bubur Ayam Sunda. Lokasinya berada di Jalan Blora, tidak jauh dari Stasiun KRL Sudirman dan Stasiun MRT Dukuh Atas.

Sesuai namanya, menu utama di rumah makan ini adalah bubur ayam. Tekstur buburnya yang kental ditambah topping yang banyak membuat bubur ayam ini selalu ramai dikunjungi, terutama saat Car Free Day (CFD) di hari Minggu.

Selain itu, tempat makan ini juga menjual berbagai menu lainnya, seperti mie ayam, mie yamin, dan bakso. Untuk seporsi bubur ayam harganya sekitar Rp 20 ribu, sedangkan semangkuk mie ayam dibanderol sekitar Rp 25 ribu.

4. Roti Eneng

Ingin menikmati roti yang lezat sambil menyeruput kopi yang nikmat? Roti Eneng bisa menjadi pilihan terbaik untuk sarapan. Berlokasi di kawasan Gandaria Tengah, Jakarta Selatan, toko bakery yang mengusung konsep homey ini selalu ramai dikunjungi pelanggan.

Jenis roti yang ditawarkan sangat beragam, salah satunya yang jadi favorit adalah roti bunting dengan isi aneka rasa. Selain roti bunting, kamu juga bisa menikmati roti roombutter cheese, srikaya toast butter, hingga grilled cheese tuna melt.

Pilihan menu makanan di Roti Eneng juga beragam, mulai dari nasi goreng hingga pasta. Untuk minumannya ada kopi dan teh, tapi paling disarankan untuk memesan choco sea salt karena jadi salah satu minuman favorit di Roti Eneng.

5. Bubur Ayam Senopati

Di kawasan Senopati, terdapat penjual bubur ayam yang konon sudah berjualan sejak puluhan tahun lalu, namanya Bubur Ayam Senopati. Tempat makan ini selalu ramai pembeli, terutama oleh pekerja kantoran yang bekerja di sekitar Senopati.

Saat weekend pun, Bubur Ayam Senopati juga ramai pembeli. Terkadang, sebelum jam 11 siang pun bubur ayam sudah ludes.

Seporsi bubur ayam dibanderol sekitar Rp 20 ribuan. Ada juga pilihan ekstra toping ayam atau cakwe agar lebih puas dan mengenyangkan.

6. Bubur Ayam Cilandak

Satu lagi tempat sarapan enak di Jakarta, namanya Bubur Ayam Cilandak. Lokasinya berada di Jalan Raya Cilandak KKO, patokannya ada di depan Kantor BCA Cilandak KKO.

Tukang bubur ayam ini selalu ramai dikunjungi pembeli. Selain karena rasanya lezat dan toppingnya yang banyak, harga seporsinya pun terbilang cukup murah, yakni Rp 13 ribu saja.

Sayangnya, meja yang disediakan untuk makan di tempat cukup sedikit. Jadi, kalau travelers tidak kebagian tempat, kamu bisa makan di dalam mobil atau meminta kursi plastik kepada penjualnya.

Demikian enam tempat makan enak di Jakarta yang patut dicoba. Apakah kamu pernah mencoba salah satu tempat makan di atas?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Rekomendasi 10 Tempat Sarapan di Bandung, Sedia Menu Sejak Jam 06.00


Jakarta

Sarapan kerap dikatakan sebagai waktu makan paling penting sepanjang hari. Tak heran jika sarapan wajib diisi menu enak, beragam, dan sarat gizi. Tentunya lebih asyik jika disediakan di tempat nyaman, sejuk, dengan harga terjangkau.

10 Tempat Sarapan di Bandung, Wajib Coba

Dikutip dari situs dan medsos terkait, berikut tempat sarapan rekomendasi di Bandung untuk detikers.

1. Lontong Kari Kebon Karet

lontong kari kebon karet.lontong kari kebon karet (Instagram @lontongkarikebonkaret)

Jam buka

  • Senin: 06.30-18.00
  • Selasa-Minggu: 06.00-18.00

Tarif per orang:

  • Rp 25-50 ribu bergantung pesanan

Alamat:

  • Jl. Otto Iskandardinata, Gang Kebon Karet Nomor 28, Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Selain lontong, di sini ada mi dan nasi yang tentunya dihidangkan dengan kari kaya bumbu serta rasa gurih nikmat. Tempat sarapan dan makan sehari-hari yang telah berdiri sejak 1966 ini sangat populer serta mendapat ulasan positif.


“Tempat sarapan pagi yang enak dan legend banget. Suasananya seger banget kalo datang lebih pagi. Makanannya enak, terutama lontong kari dan lontong kari spesial. Harga berbanding lurus dengan rasa,” tulis akun google humas agnes.

2. Bubur Ayam Mang H Oyo Pusat (ASLI)

bubur ayam mang h. oyobubur ayam mang h. oyo (dok. detikFood)

Jam buka

Tarif per orang

  • Rp 25-50 ribu bergantung pesanan

Alamat

  • Jl. Sultan Tirtayasa Nomor 49b, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Ulasan google review menyatakan, Bubur Ayam Mang H Oyo adalah standar makanan sejenis asli Bandung yang sangat otentik. Selain rasa yang enak, suasana sekitar tempat makan juga sangat menyenangkan di salah satu pusat keramaian Kota Bandung.

“Pilihan pas untuk sarapan keluarga, karena lokasinya lumayan dekat dari Lapangan Gasibu/Gedung Sate. Habis lari pagi, langsung sarapan bubur. Di sini buburnya nggak tumpah kalau dibalik sesuai klaimnya asal tidak pakai topping. Tipe bubur kental pekat yang tidak pakai kuah,” tulis akun google Basma Khoirunnisa.

3. Warung Nasi Ibu Imas

Warung Nasi Ibu Imas.Warung Nasi Ibu Imas (Anindyadevi Aurellia/detikJabar)

Jam buka

Tarif per orang

  • Rp 25-50 ribu bergantung pesanan

Alamat

  • Jl. Balonggede Nomor 67/48/38/93, Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung.

Tempat makan ini sempat viral karena sambal dadak dan jukut goreng hingga dihidagkan banyak restoran lain. Warung Nasi Ibu Imas sangat legendaris hingga dianggap sebagai warisan kuliner khas Bandung, dengan rasa nikmat yang tidak pernah berubah.

“Terbaik banget Warung Nasi Ibu Imas ini dari dulu rasanya tidak pernah berubah. Apalagi sekarang sudah tersedia parkir luas, sehingga nggak usah bingung buat pengunjung yang mau makan di sini. Tempatnya ramai terus dan banyak banget pilihan menunya,” tulis akun google Isnaeni Cahyaninngrum.

4. Warung Kopi Imah Babaturan

Di 'Imah Babaturan' Bandung Ada Nasgor Cumi Cabe Ijo Sedap!Kopi enak di Imah Babaturan (Andi Annisa DR/detikfood)

Jam buka

Tarif per orang

Alamat

  • Jl. Kebon Bibit Nomor 3, Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Resto ini menyediakan aneka minuman kopi dengam berbagai takaran dan makanan ringan hingga berat khas masakan Indonesia. Pengunjung bisa menikmati menu pesanannya di ruangan dengan atau tanpa AC. Areal Warung Kopi Imah sangat luas dan nyaman, dengan pelayanan yang cepat.

“Masakan rumahan dengan rasan yang semuanya enak-enak. Tempatnya nyaman bisa pilih tempat berAC atau luar ruangan tanpa pendingin udara. Di sini juga ada special menu tiap weekend, tentunya dengan harga terjangkau,” tulis akun google amanda.

5. Bellamie Boulangerie

Jam buka

Tarif per orang

Alamat

  • Jl. Cihapit Nomor 35, Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Dalam ulasan google review dijelaskan, Bellamie Boulengarie dikenal dengan berbagai menu pastry, cookies, dan roti yang dibuat per hari. Dengan konsep restoran keluarga dengan nuansa natural, restoran ini menyediakan menu untuk anak.

“Ini adalah bakery kafe yang selalu ramai dan bikin puas dengan produk bakery serta menu lainnya. Kafe ini punya dua lantai dengan arena dasar untuk nonsmoking dan di atas adalah semi indoor smoking. Tempat duduknya juga banyak sehingga cocok disewa untuk acara,” seperti ditulis akun rista munikha.

6. Hummingbird Eatery & Space

Menu makanan di Hummingbird Eatery & SpaceMenu makanan di Hummingbird Eatery & Space (dok. Instagram @hummingbirdeateryandspace)

Jam buka

Tarif per orang

Alamat

  • Jl. Progo Nomor 16, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Sesuai namanya, resto ini menyediakan arena luas dan hidangan yang sangat enak termasuk untuk menu anak. Tatanan ruang sangat modern sehingga nyaman bagi tiap pengunjung dan sangat indah dilihat.

“Seru banget karena tempatnya cozy dengan makanan yang bener-bener enak! Scramble sedap banget, kentangnya juga renyah, telur terasa lembut banget. Bumbunya pas plus nggak bikin enek,” seperti dijelaskan dalam akun google Yelsi Sriwana.

7. Yoghurt Cisangkuy

Yoghurt Cisangkut, kuliner legendaris di Kota BandungYoghurt Cisangkut, kuliner legendaris di Kota Bandung (Naja Sarjana/detikJabar)

Jam buka

Tarif per orang

Alamat

  • Jl. Cisangkuy Nomor 66, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Selain aneka yoghurt, resto ini juga menyediakan minuman lain plus makanan ringan dan berat. Pilihan menu ini tentunya cocok bagi pengunjung yang datang bersama keluarga. Resto berkonsep outdoor ini sangat adem dan sejuk.

“Suasananya adem, kalau datang pagi belum ada yang ngerokok jadi udara terasa lebih segar. Di sini juga banyak pohon jadi makin terasa rindang dan teduh. Pelayanan ramah dan cepat. Kalau pakai kendaraan parkirnya di jalanan sekitaran taman lansia,” tulis akun Laura Kirana.

8. Sagoo Kitchen & Kopi Lay

sagoo kitchensagoo kitchen (detikFood)

Jam buka

Tarif per orang

Alamat

  • Jl. Trunojoyo Nomor 27, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Ulasan google review menyatakan, resto ini sesuai dengan taglinenya bring back the old memories dari tatanan ruang dan pilihan menu. Tentunya semua menu sangat worth untuk dicoba sebagai menu sarapan, makan siang, brunch, atau makan malam.

“Restonya nyaman, tenang, dan tidak terlalu ramai sesuai jam kunjungan. Area tempat makan luas dengan pilihan meja makan dan kursi beragam. Di sini juga ada taman dengan semua tempat ditata sangat apik. Toilet, tempat cuci tangan, dan mushala sangat bersih terawat,” tulis akun Rumii.

9. Kehidupan Tidak Pernah Berakhir

Jam buka

Tarif per orang

Alamat

  • Jl. Pajajaran Nomor 63, Pasir Kaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.

Restoran vegan ini menyediakan menu berbahan sayuran, jamur-jamuran, kacang-kacangan, bulir, herbal dan rempah, serta aneka tanaman lain. Tentunya, menu tersedia dengan rasa enak dan harga affordable. Pengunjung yang datang di pagi hari bisa mencicipi menu dalam kondisi baru matang dan lengkap.

“Tempat makan ini walau terkesan jadul tapi makanannya enak. Harga menu kebanyakan seperti di warteg, kecuali untuk makanan inovasi misal steak dari kedelai. Di pintu depan menawarkan keripik rumput laut dan ada konten manfaat hidup vegan di ruang tengah,” tulis akun Khazanah Fadhilah N.

10. Banceuy Nasi Lemak, Braga

Jam buka

Tarif per orang

Alamat

  • Jl. Banceuy Nomor 117, Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Tempat makan ini menyediakan menu khas Malaysia yang cocok dengan lidah orang Indonesia. Buat pengunjung yang ingin dine in bisa memilih resto di cabang Jl Kresna, Cicendo. Sedangkan untuk yang take away, bisa pesan makanan di Jl Banceuy.

Ulasan google review menyatakan, cabang Jl Banceuy bisa untuk makan di tempat namun kurang nyaman. Resto terasa sempit dan panas karena dekat dapur, meski tidak terlalu ramai.

Sebelum berkunjung, jangan lupa update harga dan ketersediaan menu supaya detikers tidak kecewa. Selain itu, pastikan untuk selalu jaga kebersihan dan ikut antri selama menunggu pesanan hingga selesai makan.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Dari yang Legendaris Hingga Kekinian


Jakarta

Kota Bogor tak hanya dikenal dengan pesona wisata alamnya, tetapi juga menawarkan beragam pilihan wisata kuliner yang menggoda. Mulai dari sajian legendaris hingga makanan kekinian yang sedang tren, semua bisa ditemukan di kota yang dijuluki Kota Hujan ini.

Bagi para traveler yang berencana menjelajahi kuliner di Bogor, berikut adalah beberapa rekomendasi tempat makan legendaris hingga kekinian yang layak dicoba.

Kuliner Legendaris yang Tetap Eksis

Toge Goreng H. Gebro

Telah hadir sejak tahun 1967, Toge Goreng H. Gebro menjadi salah satu kuliner khas Bogor yang melegenda. Hidangan ini terdiri dari lontong, mie kuning, tahu, taoge, dan oncom merah, disiram dengan bumbu tauco yang khas dan gurih. Seporsi toge goreng ini dapat dinikmati mulai dari harga Rp 15.000 di Pasar Anyar, Blok B2, Jalan Dewi Sartika.


Soto Kuning Pak Salam

Mulai berjualan sejak era 1980-an, Soto Kuning Pak Salam dikenal berkat kuah santan kuningnya yang kaya rempah. Menunya terdiri dari aneka isian seperti daging, paru goreng, dan berbagai jenis jeroan. Lokasinya berada di Jalan Suryakencana, Sukasari, dengan harga mulai dari Rp 11.000.

Martabak Encek

Martabak Encek yang telah berdiri sejak tahun 1975 menyajikan martabak manis berukuran besar yang dimasak menggunakan arang. Tekstur martabaknya yang lembut dan rasanya yang khas membuatnya tetap menjadi pilihan favorit hingga kini.

5 Martabak Enak di Bogor yang Kelezatannya Teruji Puluhan TahunIlustrasi martabak. (Istimewa)

Nasi Uduk Kaum 58

Sudah ada sejak tahun 1890, Nasi Uduk Kaum 58 menawarkan cita rasa nasi uduk beraroma rempah khas, lengkap dengan lauk tradisional seperti ayam goreng, tongkol, hingga jengkol. Lokasinya berada di Jalan Masjid 1, kawasan Empang, Bogor Selatan.

Kuliner Kekinian yang Instagramable

Two Stories Cafe

Terletak di Jalan Pajajaran Indah V, Two Stories Cafe menyuguhkan suasana rooftop yang nyaman dengan desain interior yang menarik untuk berswafoto. Menu yang ditawarkan antara lain pasta, rice bowl, hingga burger cocok sebagai tempat hangout bersama teman.

Kopi Daong

Menikmati secangkir kopi di tengah rimbunnya pepohonan Kopi Daong BogorMenikmati secangkir kopi di tengah rimbunnya pepohonan Kopi Daong Bogor. (Luthfi Hafidz/detikcom)

Berlokasi di kawasan Puncak Dua, Pancawati, Kabupaten Bogor, Kopi Daong menghadirkan pengalaman ngopi di tengah hutan pinus yang sejuk dan asri. Berbagai pilihan kopi dan camilan tersedia untuk dinikmati sambil meresapi keindahan alam sekitar.

The Lake House

Berlokasi di Pesona Alam Sedayu Resort & Spa, Puncak, The Lake House menawarkan area makan outdoor dengan pemandangan danau yang menenangkan. Menu yang disajikan beragam, mulai dari masakan lokal hingga hidangan Barat.

Breve Hills

Terletak di Jalan Raya Puncak No. 81, Desa Leuwimalang, Cisarua, Breve Hills menyajikan panorama pegunungan yang memukau. Dengan suasana yang tenang dan menyegarkan, tempat ini menjadi pilihan tepat untuk bersantai sambil menikmati hidangan dan pemandangan alam yang indah.

(upd/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pasar Malam Pertamina, Pondok Ranji, Pusat Kuliner Berawal dari Protes Warga


Jakarta

Pasar malam Pertamina di Pondok Ranji menjadi alternatif wisata kuliner yang terjangkau bagi warga sekitar dan mudah diakses. Disebut pasar malam karena hanya tersedia ketika matahari sudah terbenam dan makin ramai seiring gelap yang kian pekat.

Berbeda dengan pasar malam yang menyediakan banyak wahana dan permainan ketangkasan, Pasar Malam Pertamina hanya menyediakan aneka kuliner dengan harga terjangkau. Spot wisata ini tersedia tepat di gerbang Komplek Pertamina Pondok Ranji, sehingga pengunjung yang baru datang bisa mudah menemukannya.

Pasar Malam Pondok Ranji juga berada di pinggir jalan besar, sehingga lalu lintas masih berjalan dengan lancar meski sangat ramai karena banyak pedagang. Detikers yang mau icip-icip kuliner di Pasar Malam Pondok ranji bisa datang mulai sore hari, meski belum banyak tenan yang buka.


Berawal dari Protes Warga

Pasar malam Pertamina di Pondok RanjiPasar malam Pertamina di Pondok Ranji (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun detik travel, area pasar malam awalnya adalah bazar. Namun bazar bubar karena mendapat penolakan dari wara yang tinggal di dalam kompleks. Beberapa pedagang ada yang berinisiatif membuka kembali dagangannya, namun kembali ditolak warga.

Kendati begitu, pada pedagang perlahan kembali dan mulai kembali berjualan. Para pedagang akhirnya makin banyak hingga menjadi yang kini ditemui. Lokasi ini pun berkembang menjadi pusat kuliner malam yang ramai pengunjung. Mulai dari protes warga kompleks hingga sekarang, Pasar Malam Pondok Ranji telah berusia sekitar 10 tahun.

Variasi Jajanan Lengkap dan Murah

Di sini pengunjung bisa menemukan berbagai jenis kuliner mulai dari camilan hingga makanan berat. Contoh jajanan ringan yang tersedia antara lain dimsum, kebab, telur gulung, papeda, hingga sempol. Sedangkan untuk makanan berat adalah mie ayam, sate, nasi goreng, dan aneka soto.

Umumnya, pedagang di sini mulai membuka lapak sejak pukul 16.00 WIB hingga 24.00 WIB. Pembeli di pasar malam terdiri dari berbagai lapisan masyarakat karena lokasinya yang dekat pemukiman warga dan perkantoran. Tak heran lokasi ini tak pernah sepi pembeli, dengan aneka jajanan baru yang menarik untuk dicoba.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Nikmati Senja Sambil Lihat Kereta, Ini Kafe Bekas Stasiun Belanda di Jogja



Jogja

Sebuah stasiun kereta disulap menjadi tempat nongkrong kekinian di Jogja. Inilah Kostaka, Kopi Stasiun Kalasan.

Kedai kopi ini berada di Jalan Stasiun Kalasan, Kringinan, Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kostaka menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi oleh warga Jogja untuk rehat dari rutinitas. Tujuan mereka rata-rata nongkrong dengan melihat kereta yang lalu lalang.


Mulai beroperasi mulai pukul 09.00-22.00 WIB, pengunjung bisa masuk ke arah stasiun yang kini tak lagi beroperasi. Yang perlu traveler tahu, kafe ini tidak berada di gedung stasiunnya, melainkan di laman dan gedung perkantoran stasiun.

Gedung stasiun yang dibangun Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 1929-1930, bisa dibilang terbengkalai begitu saja. Namun sekelilingnya menjadi area parkir, sementara kafe berada di bagian belakang.

Kedai kopi dekat stasiun KalasanKedai kopi di bekas stasiun Kalasan Foto: Mellisa Bonauli/detikTravel

Puluhan meja tertata rapih di bawah rindangnya pepohonan. Sisi gedung juga dibuat kanopi agar ada meja semi outdoor. Kemudian di dalam bangunan ada pula meja jahit yang digunakan sebagai tempat makan. Sungguh unik!

Saat sore, Kostaka biasanya ramai oleh pengunjung yang membawa anak-anak. Meski telah non-aktif sejak 2007, namun lintasan ini selalu ramai dengan kereta. Mulai dari kereta jarak jauh sampai KRL.

Semakin malam, kafe ini seakan ikut berdenyut. Difasilitasi dengan live music show, pengunjung makin betah nongkrong. Menu cemilan sampai makanan berat pun tersedia, yang direkomendasikan adalah es tape susu, gorengan, wedhang dan nasi goreng petai. Sungguh nikmat!

“Enak pemandangannya alam, ada live music, untuk keluarga nyaman dan ada tempat bermain anak,” kata Nelson, seorang ayah dari dua anak yang kerap datang ke sana untuk nongkrong bersama keluarga.

Kedai kopi di dekat stasiun KalasanKedai kopi di bekas stasiun Kalasan Foto: Mellisa Bonauli/detikTravel

Memang, yang membuat kafe ini menarik adalah tempat bermain anak yang berada persis di samping kereta. Jangan khawatir, karena pagar penghalang dipasang sepanjang lintasan, sehingga aman untuk anak-anak.

Saat gemuruh kereta dan bunyi peringatan terdengar, anak-anak akan berlarian ke pagar untuk melihat kereta yang lewat. Tak terkecuali pengunjung muda-mudi yang juga kerap terlihat di duduk manis di sana.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com