Tag Archives: gowes

Papa Dino, Wahana Dinosaurus yang Baru Buka di Puncak



Jakarta

Kawanan ‘dinosaurus’ kini hadir di Puncak, Bogor, siap menajak traveler liburan layaknya di Jurassic Park.

Tempat itu adalah Papa Dino Puncak yang merupakan taman bermain yang menyuguhkan wahana animatronik dinosaurus. Berkunjung ke sini, traveler dapat menyaksikan berbagai animatronik dinosaurus yang terdiri dari dinosaurus herbivora, karnivora, hingga omnivora. Dinosaurus yang tersohor seperti T-Rex ataupun pterodactyl juga dapat traveler saksikan.

Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus.Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus. (Pradita Utama/detikcom)

Menariknya, berbagai dinosaurus tersebut dilengkapi dengan efek suara dan gerak tambahan. Ada yang bisa menggerakkan kepala hingga mengeluarkan semburan air.


Sebelumnya, pameran Papa Dino berada di area Kiara Artha Park, Bandung. Kini, tempat rekreasi tersebut baru saja melantai di Puncak, Bogor pada Jumat (20/12/2024).

Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus.Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus. (Pradita Utama/detikcom)

Alamat lengkapnya berada di Jalan Raya Puncak KM. 77 Leuwimalang, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor. Jika traveler tau The Ranch? Yak di sana tempatnya saat ini.

“Papa Dino puncak ini merupakan kelanjutan dari perjalanan Papa Dino yang awalnya di Bandung. Dan sekarang kita memiliki lahan yang jauh lebih luas, jauh lebih adem, jauh lebih lengkap dan pastinya jauh lebih seru,” ujar Owner Papa Dino Puncak Bintang Priambodo, saat soft opening Jumat (20/12/2024).

Ia mengeklaim bahwa wahana tersebut merupakan taman rekreasi dinosaurus terbesar di Jawa Barat.

“Di sini kita memiliki area yang kurang lebih hampir sekitar tiga hektare. Dan kita bisa dikatakan sebagai taman dinosaurus dino park terbesar di Jawa Barat,” ucapnya.

Jam Operasional dan Biaya

Pada hari weekday, tempat itu buka dari pagi hingga sore hari. Sedangkan di akhir pekan tempat itu akan buka hingga malam hari dengan konsep dino night.

“Saya yakin kalau dikelola dengan baik, karena posisi kita, lokasi kita cukup baik pinggir jalan, nggak masuk-masuk, terus dalemnya nyaman, cukup besar, semoga aja,” ujar Perry Tristianto selalu owner The Ranch yang membawahi Papa Dino.

“Apalagi nanti bermain dengan waktu malam. Karena kita memulai selain taman safari mungkin kita yang memulai untuk wisata malam. Yang pastinya begitu jalan diikuti yang lain, yakin, sangat yakin,” tambahnya.

09:00 – 18:00 WIB (Senin-Jumat)
08:00 – 21:00 WIB (Sabtu-Minggu)

Sementara itu untuk tiket masuk, harganya adalah Rp 35 ribu (weekday) dan Rp 40 ribu. Selain menikmati panorama taman bermain dan berfoto dengan dinosaurus, traveler juga dapat menjajal beberapa wahana dan fasilitas yang tersedia.

Berikut ini daftar harga beberapa fasilitas yang tersedia:

1. Dino Dokar Rp 50 ribu (2 dewasa 1 anak / 2 anak 1 dewasa)
2. Dino ride Rp 40 ribu (1 anak 1 dewasa)
3. Kereta dino Rp 25 ribu (1 tiket = 1 orang)
4. Kereta Thomas Rp 20 ribu (1 tiket = 1 orang)
5. Mini komidi putar Rp 20 ribu (1 tiket = 1 orang)
6. Lighting car Rp 30 ribu (1 anak 1 dewasa)
7. Becak anak Rp 25 ribu (2 anak)
8. Becak dewasa Rp 30 ribu (1 dewasa 2 anak)
9. Jeep papa Rp 60 ribu (3 orang)
10. Sepeda gowes Rp 25 ribu (1 orang)
11. Sepeda listrik roda 3 Rp 55 ribu (2 dewasa)
12. Sepeda listrik Rp 40 ribu (1 dewasa 1 anak)
13. Flying fox anak Rp 30 ribu (1 anak)
14. Feeding rabbit Rp 25 ribu (1 orang)

(wkn/wkn)



Sumber : travel.detik.com

Ini 6 Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di Papa Dino



Bogor

Papa Dino Puncak resmi dibuka, berwisata ke sana traveler tak sekedar dapat merasakan sensasi layaknya ke Jurassic Park, tetapi juga banyak keseruan lainnya.

Papa Dino Puncak adalah taman rekreasi bertemakan kehidupan prasejarah dengan unsur klasik yang kental. Bagaimana tidak, berkunjung ke sana traveler dapat melihat berbagai dinosaurus animatronik berbentuk Tyrannosaurus, Pyterodactyl, Brontosaurus, Stegosaurus, dan lain sebagainya.

Suasana klasik ditampilkan tak hanya lewat aneka dinosaurus, tetapi juga lewat arsitektur tempat. Misalnya area menyerupai benteng yang lengkap dengan patung penjaga ala Romawi.


Lalu, berkunjung ke Papa Dino bisa ngapain aja sih? Berikut ini detikTravel rangkum beberapa hal menarik yang dapat dilakukan di sana:

1. Mempelajari Beragam Dinosaurus

Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus.Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus. (Pradita Utama/detikcom)

Tentunya dengan banyaknya animatronik dinosaurus yang disuguhkan, traveler dapat berkenalan singkat dengan dinosaurus-dinosaurus yang populer. Traveler dapat melihat animatronik tersebut mengeluarkan suaranya hingga bergerak.

Tak hanya mengenal dinosaurus lewat animatronik, ada pula beberapa kendaraan bertema dinosaurus hingga wahana VR 4D menyuguhkan tema yang sama.

Hal tersebut bisa menarik khususnya bagi traveler cilik yang membutuhkan edukasi yang dibalut dengan rekreasi.

2. Berinteraksi dengan Hewan hingga Nikmati Susu Murni

Papa Dino PuncakBerinteraksi dengan sapi di Papa Dino Puncak. (Weka Kanaka/detikcom)

Menariknya, Papa Dino memiliki beberapa hewan yang dapat menjadi wahana rekreasi para traveler. Tersedia hewan seperti sapi perah, domba, hingga kelinci.

Ingin berinteraksi langsung? Traveler bisa membeli aktivitas feeding rabbit dengan harga Rp 25 ribu per orang. Tak hanya kelinci, traveler juga bisa melakukan aktivitas memberi minum anak sapi.

Tak hanya berinteraksi, traveler juga dapat menikmati produk olahan, misalnya saja hidangan susu sapi murni.

3. Memancing

Bagi traveler yang ingin rekreasi seraya melepas penat, traveler dapat menjajal memancing ikan di sini. Pasalnya tersedia area kolam ikan yang dapat traveler gunakan.

Mungkin spot satu ini bisa menjadi favorit para bapak-bapak. Selain mengajak keluarga rekreasi, bapak-bapak pun dapat mengaktualisasi hobi.

4. Menjajal berbagai wahana

Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus.Wahana di Papa Dino Puncak. (Pradita Utama/detikcom)

Papa Dino bisa menjadi opsi menarik bagi wisatawan keluarga, khususnya yang membawa anak. Pasalnya tempat itu menyediakan berbagai wahana yang dapat dijajal, seperti komidi putar, jeep, kereta thomas, hingga flying fox.

Berikut ini beberapa fasilitas yang dapat traveler jajal jika singgah ke sana:

1. Dino Dokar Rp 50 ribu (2 dewasa 1 anak / 2 anak 1 dewasa)
2. Dino ride Rp 40 ribu (1 anak 1 dewasa)
3. Kereta dino Rp 25 ribu (1 tiket = 1 orang)
4. Kereta Thomas Rp 20 ribu (1 tiket = 1 orang)
5. Mini komidi putar Rp 20 ribu (1 tiket = 1 orang)
6. Lighting car Rp 30 ribu (1 anak 1 dewasa)
7. Becak anak Rp 25 ribu (2 anak)
8. Becak dewasa Rp 30 ribu (1 dewasa 2 anak)
9. Jeep papa Rp 60 ribu (3 orang)
10. Sepeda gowes Rp 25 ribu (1 orang)
11. Sepeda listrik roda 3 Rp 55 ribu (2 dewasa)
12. Sepeda listrik Rp 40 ribu (1 dewasa 1 anak)
13. Flying fox anak Rp 30 ribu (1 anak)
14. Feeding rabbit Rp 25 ribu (1 orang)

5. Hunting foto

Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus.Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus. (Pradita Utama/detikcom)

Sebagai tempat rekreasi tentunya tempat satu ini juga menyuguhkan beragam spot foto menarik. Beberapa spot menarik untuk swafoto misalnya di area taman bunga, dengan animatronik Tyrannosaurus, di rumah hobbit, hingga area benteng kastil.

6. Belanja oleh-oleh

Puas berkeliling liburan hingga ngonten, traveler jangan kelupaan nih untuk membeli oleh-oleh. Berkunjung ke sana traveler juga dapat mampir ke area oleh-oleh milik The Ranch yang terhubung langsung dengan destinasi tersebut.

(wkn/wkn)



Sumber : travel.detik.com

Sindang Indramayu Jadi Desa Wisata, Dulu Sering Gagal Panen



Indramayu

Embung Jangkar yang jadi alternatif wisata di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat memiliki cerita panjang. Keberadaanya yang dulu hanya masalah, kini berubah menjadi potensi desa.

Sebuah waduk yang berada di Desa Sindang, Kecamatan Sindang kian berkembang. Bahkan, tidak hanya sebagai penampung air cadangan bagi petani penggarap sawah, areal tersebut justru menjadi salah satu sumber pendapatan bagi desa.

Di balik megahnya areal embung jangkar menyimpan cerita pahit yang dialami petani di Desa Sindang. Di mana, produksi padi tidak terlalu tinggi karena minim pasokan air. Bahkan pada tahun 2015, hektaran sawah gagal panen saat musim kemarau.


Sementara hampir 75 persen dari 332 hektare luasan Desa Sindang didominasi lahan pertanian. Sedang area permukiman hanya 25 persen saja.

“Tahun 2015 penghasilan di sini (produksi padi) masih di bawah 900 ton. Dan ketika musim tanam kedua itu gambling, jadi jangan pernah berfikir Sindang itu sahabat Cimanuk. Air di sini banyak rebutan,” kata Kuwu Desa Sindang, Carnita kepada detikJabar, Jumat (25/7/2025).

“Makanya terjadi di 2015 itu gagal panen,” sambungnya.

Diceritakan Carnita, kala itu ia yang hanya menjadi Kaur Perencanaan turut andil dalam mendesain sebuah Desa agar terentaskan dari banyak masalah. Salah satunya mengubah lahan pertanian yang sering gagal panen menjadi tempat penampungan air (waduk).

“Jadi 2017 itu mengajukan proposal ke DPR komisi V terus 2018 terealisasi bertahap,” ungkapnya.

Tahun 2018 merupakan langkah awal. Bantuan dari Kementerian PU, menjadi satu harapan bagi desa dan masyarakat. Hambatan dan halangan dilalui. Hingga pada tahun 2021, pembangunan embung telah selesai.

Selesainya pembangunan embung telah menjadi satu solusi bagi masalah pertanian di Desanya. Namun, bagi Carnita, hal itu belum selesai. Pasalnya, solusi tersebut belum sepenuhnya selesai jika tidak dikembangkan.

Sejak 2021, ia pun kemudian mendesain kawasan embung jangkar menjadi sebuah wisata alternatif. Mulanya pengunjung hanya menikmati sensasi embung dan sedikit penyewaan bebek gowes di atas embung.

Sejalan waktu, pembangunan terus dikembangkan. Hingga di tahun 2024, ia membangun kolam renang. Bahkan kini, ia menerapkan wisata alam edukasi bagi pengunjung. Dengan mengembangkan sistem budidaya di arealnya.

“2024 itu bikin kolam terus bulan Januari kemarin diserahkan ke Bumdes,” kata Encang akrab sapaan Kuwu Desa Sindang tersebut.

Tidak hanya sukses menyumbang pendapatan desa. Sindang khususnya wisata alam edukasi embung jangkar pun menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Indramayu yang masuk 15 besar desa wisata terbaik kategori 2 di ajang Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) 2025 oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT RI).

Pengembangan embung jangkar tidak berhenti. Saat ini, areal itu pun mendapat suntikan bantuan dari Pemkab Indramayu melalui Dinas Pemuda Pariwisata dan Olahraga.

Artikel ini sudah tayang di detikJabar. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

(sud/ddn)



Sumber : travel.detik.com