Tag Archives: gumuk

Gumuk Pasir Parangkusumo, Lokasi Syuting Video Klip Gala Bunga Matahari



Bantul

Video klip Gala Bunga Matahari dari Sal Priadi yang dibintangi Gempi viral. Rupanya, tempat syutingnya ada di Gumuk Pasir Parangkusumo, Bantul.

Lagu Gala Bunga Matahari karya Sal Priadi begitu fenomenal. Liriknya yang menyayat hati, sekaligus menyisipkan optimisme dalam menjalani hidup selepas ditinggal pergi orang kesayangan untuk selamanya, begitu mengena di hati para pendengarnya.

Video klip Gala Bunga Matahari garapan sutradara Aco Tenri juga begitu sedih. Gempita Nora Marten digambarkan sebagai bunga Matahari yang sedang berada di ‘Bulan’. Sedangkan orang yang dia kasihi masih berada di Bumi dalam wujud kakek tua.


Ternyata, lokasi syuting video klip itu bukan berada di ‘Bulan’ betulan, melainkan di Gumuk Pasir Parangkusumo, sebuah objek wisata di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Daya Tarik Gumuk Pasir Parangkusumo

Objek wisata ini kerap diburu wisatawan untuk berfoto karena memiliki penampakan yang tak biasa. Hamparan pasirnya bisa dibilang mirip seperti di Bulan. Pantas jika destinasi ini jadi lokasi syuting video klip Gala Bunga Matahari.

Namun ada juga yang menyebutnya mirip seperti di Gurun Sahara. Maka tidak heran jika Bantul mendapat julukan sebagai Sahara van Java.

Gumuk Pasir ParangkusumoGumuk Pasir Parangkusumo Foto: Putu Intan/detikcom

Meski bentangan pasir di sini mirip seperti gurun pasir yang banyak ditemukan di daerah Timur Tengah atau Afrika. Namun jangan salah, Gumuk Pasir Parangkusumo ini sejatinya berbeda dengan gurun dan termasuk langka di dunia.

Gumuk pasir atau istilah geologinya disebut sand dunes merupakan bentukan alam berupa gundukan-gundukan pasir menyerupai bukit yang terbentuk akibat pergerakan angin.

Istilah gumuk sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti gundukan atau sesuatu yang menyembul dari permukaan yang datar.

Selain berfoto-foto ria, traveler juga bisa main sandboarding di sini. Cara kerjanya sederhana, traveler dapat berdiri di atas papas lalu meluncur menyusuri bukit pasir atau bisa juga duduk di atas papan bila masih takut.

Lokasi, Jam Operasional dan Biaya

Gumuk Pasir Parangkusumo ini buka setiap hari mulai pukul 07.00-18.00 WIB. Tiket masuknya gratis, hanya saja bila ingin melakukan sandboarding, traveler harus menyewa papan seharga Rp 100.000.

Gumuk Pasir Parangkusumo berlokasi di Jalan Pantai Parangkusumo, Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, Yogyakarta. Lokasinya berada di sebelah barat Pantai Parangtritis.

Jika berangkat dari pusat kota mJogja enggunakan kendaraan roda empat, maka kamu perlu menempuh waktu perjalanan sekitar satu jam untuk menuju ke gumuk pasir ini.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Terancam Punah, Punya Kembaran di Meksiko



Yogyakarta

Gumuk Pasir Parangtritis terancam punah karena terus mengalami penyusutan. Destinasi seperti gumuk pasir ini cuma ada 2 di dunia. Satu lagi ada di Meksiko.

Gumuk Pasir Parangtritis ternyata cukup langka, karena tipe yang sejenis itu cuma ada dua di dunia. Namun gumuk pasir itu kini terancam punah. Luasannya kini tinggal tersisa 17 hektar saja.

General Manager Badan Pengelola Geopark Jogja, Dihin Abrijanto menerangkan upaya konservasi terhadap gumuk pasir sedang dilakukan. Dia menyebut pada 1976 area gumuk pasir tercatat seluas 417 hektare dan kini hanya tersisa 17 hektare.


“Sekarang kita kerja sama dengan pengelola kita sedang proses menyusun percepatan konservasi gumuk pasir karena gumuk pasir Parangtritis istimewa, karena tipe barchan hanya ada dua di dunia, DIY dan Meksiko,” kata Dihin saat ditemui di Situs Gunung Gamping, Sleman, Senin (22/7/2024).

Dihin menerangkan pada masa 1976 silam, tinggi gumuk pasir Parangtritis mencapai 30 meter. Dia menduga menyusutkan kawasan gumuk pasir ini karena keberadaan jip wisata dan kendaraan ATV, permukiman, los usaha hingga kesalahan pengelolaan kebijakan era terdahulu.

Dia menyebut jika tidak segera melakukan konservasi, maka lahan gumuk pasir itu bakal hilang. Pihaknya pun menggandeng pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melakukan kajian akademis.

“Dari UGM mengatakan kalau gumuk pasir didiamkan atas kondisi saat ini, maka 20 tahun lagi kita tidak punya gumuk pasir, tinggal cerita akan hilang. Hilang untuk permukiman, lalu vegetasi, dan kegiatan wisata berupa jip dan ATV,” ujarnya.

Dihin menerangkan karakter gumuk pasir berupa lahan yang gersang, kering, dan banyak angin. Namun, aktivitas wisata itu dinilai membuatnya sulit terbentuk gumuk pasir.

“Aktivitas jip bisa sampai pinggir pantai itu membuat tambah padat. Tipe barchan itu terbentuk karena arah angin, kalau dibiarkan tanpa penghalang akan membentuk bulan sabit, tapi tidak akan terbentuk selama ada kendaraan lewat situ. Mau terbentuk kelindes,” katanya.

Di sisi lain, keberadaan gumuk pasir Parangtritis juga dinilai unik. Sebab, material pasir itu ternyata berasal dari Gunung Merapi yang terbawa aliran sungai hingga akhirnya bermuara di pantai selatan.

“Buktinya bahwa semua material gumuk pasir itu asalnya dari perut Merapi dan sampai hari ini proses geologinya masih terbentuk, masih berjalan. Sejak zaman Pangeran Mangkubumi atau Sultan HB I poros Merapi gumuk pasir selalu diuri-uri dengan labuhan Merapi dan Parangkusumo,” jelas dia.

——-

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com