Tag Archives: gunung bromo

Dian Sastro Effect, Ini 10 Tempat Populer dari Tayangan yang Dibintanginya


Jakarta

Aktris Dian Sastrowardoyo tercatat membintangi sejumlah tayangan yang mampu menyedot perhatian publik. Sejumlah latar dalam film dan series pun menjadi populer setelahnya.

Kepiawaian aktris yang akrab disapa Dian Sastro atau Disas itu memang tak diragukan. Sejumlah film seperti Ada Apa Dengan Cinta hingga yang terkini series Gadis Kretek, banyak dipuji karena memberikan kesan tersendiri bagi penonton.

Kesuksesan tayangan yang dibintanginya, mendorong penonton untuk mengunjungi lokasi yang menjadi latar dalam film dan series tersebut. Pada akhirnya, destinasi-destinasi tersebut juga mendorong pergerakan wisata domestik.


10 destinasi yang makin populer berkat Dian Sastro:

1. Pasir Berbisik Gunung Bromo

Di awal karirnya sebagai aktris, Dian Sastro membintangi film Pasir Berbisik yang dirilis pada 2001. Selain Dian Sastro, artis senior Christine Hakim juga ambil peran dalam film tersebut.

Seperti judulnya, film ini mengambil latar di Pasir Berbisik Gunung Bromo. Pasir berbisik merupakan hamparan pasir yang sangat luas yang membentang di area Bromo.

Pasir Berbisik ini berada di sebelah timur kawah Bromo yakni di ketinggian 2000 m dari permukaan laut. Pasir berbisik juga sering kali dijadikan bagian dari paket wisata Bromo.

2. Pasar Buku Kwitang

Di tengah serbuan pasar online, para penjual buku di Kwitang, Jakarta, masih tetap eksis. Biasanya mereka menjual buku-buku yang langka.Pasar Buku Kwitang. (Foto: Wisnu Heru Luhur)

Traveler penggemar Ada Apa dengan Cinta pasti tak asing dengan Pasar Buku Kwitang. Lokasi ini menjadi tempat Cinta (Dian Sastro) dan Rangga (Nicholas Saputra) melakukan kencan pertama.

Di Pasar Buku Kwitang ini, Rangga punya toko langganan yang dimiliki Gito Rolies. Saat kencan itu, Rangga mengajak Cinta ke toko tersebut di mana ia membeli buku lama.

Saat ini, Pasar Buku Kwitang menjadi lokasi favorit thrifting buku bagi anak muda. Traveler dapat menemukan buku-buku lama dan langka mulai harga Rp 10 ribu – Rp 500 ribu.

3. Gereja Ayam

Gereja AyamGereja Ayam. (Foto: Dwi Ari Setyadi for detikcom)

Gereja Ayam atau Rumah Doa Bukit Rhema merupakan destinasi yang populer setelah muncul dalam film Ada Apa dengan Cinta 2. Dalam film tersebut, Cinta dan Rangga mengunjungi bangunan unik yang terletak di kawasan Borobudur, Magelang itu.

Meskipun disebut Gereja Ayam, sebenarnya arsitektur bangunan itu menyerupai kepala merpati yang memiliki mahkota. Bangunan itu sudah eksis sejak 1992 dan didirikan sebagai lambang perdamaian dan pemersatu bangsa kala itu.

4. Punthuk Setumbu

Punthuk SetumbuPunthuk Setumbu. (Foto: Raina Widita Swasti)

Selain Gereja Ayam, Cinta dan Rangga di AADC 2 juga kencan ke Punthuk Setumbu. Tempat ini merupakan bukit yang pas dikunjungi untuk melihat matahari terbit.

Dari puncaknya, traveler dapat melihat Gunung Merapi dan Merbabu. Selain itu, pemandangan megahnya Candi Borobudur juga tampak di sana.

5. Istana Ratu Boko

Ratu BokoRatu Boko. (Foto: Putu Intan/detikcom)

Masih dari AADC 2, destinasi populer lainnya adalah Istana Ratu Boko. Di tempat ini, Rangga dan Cinta bernostalgia mengenang ayah Rangga sekaligus mengungkap kisah mengenai ibu Rangga.

Di sini, dialog antara Cinta dan Rangga terasa dalam karena terungkap kehidupan Rangga di New York setelah meninggalkan Cinta.

Istana Ratu Boko merupakan kompleks bekas istana yang kini hanya tersisa beberapa bangunan. Bangunan ini diperkirakan sudah ada sejak abad kedelapan. Selain itu, Ratu Boko juga merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati matahari terbenam di Yogyakarta.

6. Rumah Sejarah Marga Thjia

Dian Sastro juga pernah membintangi film Aruna & Lidahnya. Film ini mengajak traveler untuk berkeliling Indonesia dan melihat kuliner-kuliner tradisional.

Salah satu lokasi populer dari film tersebut adalah Rumah Marga Tjhia di Singkawang, Kalimantan Barat. Rumah bergaya China itu menjadi lokasi Aruna (Dian Sastro) dan Farish (Oka Antara) makan choi pan.

Traveler juga dapat berkunjung ke sana. Bangunan itu sudah berdiri sejak 1902 dan cocok menjadi destinasi wisata nostalgia.

7. Jalan Sejahtera

Vihara Tri Dharma Bumi RayaVihara Tri Dharma Bumi Raya. (Foto: Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kalbar)

Masih di Singkawang, destinasi lain yang populer dari film Aruna & Lidahnya adalah Jalan Sejahtera. Jalan ini merupakan pusat keramaian dari kota yang dihuni keturunan etnis Tionghoa itu.

Traveler dapat menemukan Vihara Tri Dharma Bumi Raya di Jalan Sejahtera. Ini merupakan vihara tertua di Singkawang yang telah ada sejak 1878. J

elang Hari Raya Imlek dan Cap Gomeh, akan ada banyak perayaan dan ritual keagamaan di kawasan tersebut yang kerap menarik perhatian turis mancanegara.

8. Museum Kretek

Pengunjung mengabadikan diorama pembuatan rokok kretek. Museum ini menyimpan lebih dari 1.195 koleksi, seperti peralatan tradisional dan benda-benda promosi rokok di masa lalu serta diorama proses pembuatan rokok hingga foto-foto para pendiri pabrik kretek dan hasil produksinya.Museum Kretek. (Foto: ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO)

Terbaru, nama Dian Sastro melejit karena memerankan Dasiyah atau Jeng Yah dalam series Gadis Kretek yang tayang di Netflix. Salah satu destinasi populernya adalah Museum Kretek yang terletak di Getas Pejaten, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Di sana, traveler dapat melihat koleksi rokok kretek dari masa ke masa. Traveler juga dapat menggali pengetahuan mengenai asal-usul industri kretek di Indonesia.

9. Stasiun Tuntang

Stasiun Tuntang menjadi salah satu spot syuting Gadis KretekStasiun Tuntang menjadi salah satu spot syuting Gadis Kretek. (Foto: Wikimedia Commons/Alqhaderi Aliffianiko)

Masih dari series Gadis Kretek, Stasiun Tuntang juga banyak membuat traveler penasaran. Stasiun Tuntang terletak di perbatasan Semarang dan Salatiga.

Stasiun yang kini dilewati kereta wisata itu, pada zaman Belanda melayani pengiriman hasil perkebunan dari Ambarawa. Desain arsitektur Belanda yang khas membuat Stasiun Tuntang menarik perhatian penonton.

10. Candi Abang

Candi Abang di SlemanCandi Abang di Sleman. Foto: (rina_triha/d’Traveler)

Candi Abang dikisahkan sebagai lokasi makam Jeng Yah. Candi Abang muncul dalam episode terakhir Gadis Kretek.

Banyak yang belum tahu, Candi Abang terletak di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-9 atau ke-10.

Candi tersebut terletak di puncak bukit dan bangunannya terbuat dari bata merah. Itulah sebabnya, candi ini disebut Candi Abang karena dalam bahasa Jawa abang artinya merah.

Sayangnya, saat ini Candi Abang menyisakan puing-puing. Sementara bangunan utamanya sudah runtuh.

(pin/fem)



Sumber : travel.detik.com

Liburan Nataru 2023/2024 di Gunung Bromo, Segini Harga Tiket Masuknya


Jakarta

Gunung Bromo di Jawa Timur menjadi tujuan wisata terkenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa. Dikelola oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), gunung ini mencapai ketinggian 2.329 meter dan terletak di wilayah Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.

Gunung Bromo memikat wisatawan dengan keajaiban alamnya, termasuk kaldera yang memukau seluas 10 kilometer persegi. Destinasi ini memadukan keajaiban alam dengan sensasi petualangan, menarik pelancong dari berbagai penjuru Indonesia dan mancanegara.

Berikut ini harga tiket masuk Gunung Bromo jelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).


Harga Tiket Masuk dan Sewa Fasilitas Gunung Bromo

Dilansir dari website resmi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), harga tiket masuk Gunung Bromo bervariasi tergantung pada kategori wisatawan dan hari kunjungan.

1. Harga Tiket Masuk Wisatawan Lokal

  • Hari Kerja: Rp. 29.000.
  • Akhir Pekan dan Hari Libur Nasional: Rp. 34.000.

2. Harga Tiket Masuk Wisatawan Asing

  • Hari Kerja: Rp. 220.000.
  • Akhir Pekan dan Hari Libur Nasional: Rp. 320.000.

3. Retribusi Kendaraan (Kawasan Wisata Bromo)

  • Kendaraan Roda 4: Rp. 10.000.
  • Kendaraan Roda 2: Rp. 5.000.
  • Sepeda: Rp. 2.000.
  • Kuda: Rp. 1.500.

4. Biaya Sewa Fasilitas

  • Jeep (perjalanan berangkat dan pulang): Rp. 500.000 – Rp. 650.000 (dengan kenaikan tarif bisa hingga Rp 700.000 – Rp 750.000 pada liburan Nataru).
  • Kuda: Rp. 150.000 (dengan kenaikan tarif hingga Rp. 200.000).

Peraturan Pengunjung di Gunung Bromo

Dilansir dari laman Booking Online Wisata Bromo, terdapat beberapa peraturan dan larangan yang harus diikuti oleh calon pengunjung.

  • Pengunjung wajib memperhatikan dan menaati pilihan site kunjungan destinasi wisata TNBTS, sesuai dengan site pada tiket masuk yang telah dipesan melalui booking online.
  • Pengunjung yang memilih site kunjungan destinasi ke Savana Teletubbies/laut Pasir diperkenankan masuk setelah pukul 06.00 WIB.
  • SOP kunjungan wisata alam di TNBTS tetap harus dipedomani dan diterapkan secara ketat dan teratur.
  • Protokol kesehatan juga bagi pelaku usaha (antara lain transportasi, konsumsi, dan akomodasi) harus diterapkan secara ketat dan teratur dengan mempedomani dan memperhatikan kriteria health, hygine, security dan safety.
  • Larangan masuk kawasan TNBTS untuk ibu hamil.
  • Batasan usia pengunjung menyesuaikan peraturan pada masa pandemi Covid 19.
  • Sudah divaksin (minimal dosis pertama) dengan menunjukkan sertifikat vaksin atau swab antigen/pcr sesuai ketentuan.
  • Pengunjung dan para pelaku usaha wajib memakai MASKER.
  • Pengunjung membawa hand sanitizer dan/atau sabun cair untuk membersihkan tangan.
  • Membawa kresek kecil berwarna kuning untuk membuang masker.
  • Pengunjung menjaga jarak dengan pengunjung yang lain, tidak berkerumun, dan selalu membawa ketertiban.
  • Pembelian karcis masuk hanya dapat dilakukan secara online melalui situs https://bookingbromo.bromotenggersemeru.org sesuai dengan ketersediaan kuota. Tidak ada pembelian langsung untuk masuk kawasan TNBTS.
  • Pembayaran hanya bisa dilakukan dengan Virtual Account.
  • Nominal pembayaran harus sesuai dengan tarif nominal pada booking online.
  • Batas waktu Pembayaran anda 2 jam setelah pendaftaran booking online.
  • Untuk mengantisipasi kesalahan/error pada pembayaran, maka tidak disarankan melakukan pembayaran pada jam 23.00 wib – 01.00 wib (tengah malam).
  • Pembayaran tidak bisa dilakukan melalui teller bank.
  • Tidak ada pengembalian pembayaran uang karcis yang telah disetor karena adanya pembatalan/refund.
  • Setelah melakukan pembayaran, pengunjung tidak dapat melakukan reschedule/jadwal ulang.

Destinasi ini menyajikan kombinasi antara alam yang menakjubkan dan petualangan yang memikat, menciptakan pengalaman unik bagi para wisatawan.

Pastikan pahami peraturan dan perhatikan harga tiket masuk Gunung Bromo untuk membuat rencana perjalanan yang matang.

(inf/inf)



Sumber : travel.detik.com

Sensasi Ngopi Berselimut Kabut di Pegunungan Bromo, Syahdu!



Jakarta

Tak lengkap rasanya perjalanan ke Gunung Bromo bila tak singgah di warung kopi satu ini. Sederhana, namun suasananya bikin betah.

Nama tempat ini yaitu Onok Kopi. Lokasinya berada di dataran tinggi pegunungan Bromo, tepatnya di Desa Balaidono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Mudah kok untuk menemukan warung ini, karena berada di tepi jalan menuju Bromo dari arah Pasuruan. Warung ini bertema rumah klasik dari kayu. Properti yang ada serba antik menguatkan kesan lawas.


Adapun yang membuat betah di sini yaitu pemandangan alam pegunungan yang memukau. Sambil menikmati kopi, pengunjung bisa menyaksikan perbukitan hijau dan lembah yang indah.

onok kopi pasuruanOnok Kopi Pasuruan Foto: Muhajir Arifin

Suasana kian syahdu saat seluruh tempat diselimuti kabut. Menambah nikmat minum kopi panas yang cepat menghangat karena hawa yang dingin.

Pengunjung juga akan dimanjakan bermacam pilihan jenis kopi. Tentu saja tersedia aneka minuman selain kopi. Menu makanan di warung ini juga beraneka ragam. Salah satu yang khas adalah nasi sembel bakar ala Tengger.

Tidak heran, warung ini jadi tujuan para pelancong yang akan menuju atau baru pulang dari Bromo. Pengunjung berasal mulai dari Malang, Surabaya, Jakarta, Medan, Bandung, Jogja dan beberapa daerah lainnya.

“View-nya gila, bagus. Pas datang kabut, keren,” kata Doni (45), pengunjung asal Jakarta, Sabtu (27/1/2024).

Doni yang datang bersama sejumlah temannya mengaku berniat mampir ke warung tersebut bila ke Bromo lagi. “Pokoknya kalau dari Bromo, wajib lah mampir ke sini,” ungkapnya.

Bondan Septo (31) Scooteres dari Jogja, mengatakan, dirinya dan komunitasnya sengaja mampir ke warung Onok Kopi. Ia mengaku tahu Onok Kopi dari review di medsos, lalu mampir saat touring ke Bromo.

“Viewnya ternyata benar-benar mantap. Sangat bagus ini, sejuk, habis capek-capek ngopi di sini,” kata Bondan.

Pengunjung yang ingin menginap, warung ini juga menyediakan vila yang harganya terjangkau.

Harga menu di warung tidak menguras kantong. Kopi mulai dari Rp 10 ribu-Rp 20 ribu, tergantung jenis kopinya. Untuk makanan dibanderol dari harga Rp10 ribu-Rp 25 ribu per porsi.

Artikel ini telah tayang di detikJatim.

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Gunung Bromo yang Bisa Dikunjungi saat Libur Idul Adha


Jakarta

Gunung Bromo di Jawa Timur termasuk tempat wisata pilihan yang dapat dikunjungi, terlebih saat libur panjang seperti waktu libur Idul Adha nanti. Di sana, ada sejumlah destinasi wisata menarik yang patut dikunjungi.

Gunung Bromo masuk ke dalam area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan menjadi satu-satunya gunung berapi aktif di sana. Wisatawan bisa menyaksikan panorama matahari terbit (sunrise) dari berbagai spot yang ada hingga melakukan aktivitas seperti menunggangi kuda dan naik mobil jip.

Penasaran? Temukan rekomendasi objek wisata Gunung Bromo yang bisa dikunjungi saat libur Idul Adha 2024 pada uraian di bawah.


Rekomendasi Objek Wisata Gunung Bromo

Berdasarkan catatan detikcom, berikut objek wisata di Gunung Bromo yang patut dikunjungi wisatawan.

1. Penanjakan 1

Penanjakan Bromo 1Panorama Gunung Bromo dari Penanjakan 1. (Faiq Azmi/detikcom)

Kalau ingin menyaksikan matahari terbit, Penanjakan 1 bisa jadi spot pilihan. Lokasi ini merupakan titik tertinggi di antara lainnya yang pas sekali untuk melihat sunrise. Letaknya di ketinggian sekitar 2.770 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Penanjakan 1 bisa dibilang spot terbaik dan paling populer bagi para pemburu sunrise Gunung Bromo. Dari sini, pesona matahari terbit bisa terlihat sangat cantik nan eksotis dengan masih tertutup kabut di sekelilingnya.

2. Penanjakan 2

Penanjakan 2 merupakan spot tertinggi kedua di TNBTS. Lokasinya sekitar di ketinggian 2.400 mdpl. Dan Penanjakan 2 termasuk spot alternatif untuk menikmati matahari terbit. Selain itu, di sini juga biasa menjadi tempat untuk menyaksikan sunset Gunung Bromo.

3. Pasir Berbisik

Pesona Pasir Berbisik Bromo.Naik mobil jip di Pasir Berbisik Bromo. (M Rofiq/detikJatim)

Kawasan Gunung Bromo terkenal dengan hamparan pasirnya yang luas. Area ini dikenal dengan sebutan Pasir Berbisik. Di sini terkenal sebagai spot bagus untuk berfoto maupun swafoto yang instagramable.

Di samping itu, traveler juga bisa melakukan aktivitas seperti naik mobil jip, mengendarai motor trail, hingga menunggang kuda.

4. Bukit Cinta

Bukit Penanjakan sedang direnovasi, kini wisatawan yang ingin menikmati terbitnya matahari (sunrise) di kawasan Gunung Bromo pun beralih ke Bukit Cinta, Probolinggo, Jatim.Wisatawan menikmati matahari terbit (sunrise) di Bukit Cinta. (Ari Saputra/detikcom)

Lagi-lagi untuk menikmati matahari terbit, wisatawan dapat mendatangi Bukit Cinta. Di spot ini, panorama Gunung Bromo yang indah juga tampak dengan jelas. Selain itu, pemandangan gunung lain yakni Semeru dan Arjuno bisa terlihat pula dari sini. Kalau ke Bukit Cinta, tentunya traveler tidak boleh melewatkan untuk berfoto ya.

5. Bukit Mentigen

Tidak jauh dari pintu masuk TNBTS, Bukit Mentigen bisa ditemukan. Meski tidak setinggi Penanjakan 1 dan Penanjakan 2, bukit ini juga termasuk spot berburu sunrise yang bagus di Cemoro Lawang, Ngadisari, Probolinggo.

Untuk ke sini, wisatawan tidak usah naik jip melainkan bisa cukup trekking atau berkendara motor. Lokasinya sekitar 1 km dari gapura selamat datang objek wisata Seruni.

6. Bukit Kingkong

Spot lain untuk melihat matahari terbit yaitu Bukit Kingkong. Bukit ini berada di ketinggian sekitar 2.700 mdpl. Panorama sunrise di sini cukup berbeda dari lainnya, walau begitu tidak kalah bagus lho.

Disebut Bukit Kingkong lantaran salah satu sisinya menyerupai kepala kingkong jika dilihat dari kejauhan. Bukit ini dikenal juga dengan nama Bukit Kedaluh, yang artinya penghargaan akan kesuburan tanah wilayah Tengger. Sebutan tersebut diberikan langsung oleh masyarakat Tengger di sekitar Gunung Bromo.

7. Pura Luhur Poten

Pura Agung Poten Luhur yang berada di lautan pasir Gunung BromoPura Agung Poten Luhur yang berada di lautan pasir Gunung Bromo. (Budi Sugiharto)

Di Gunung Bromo ternyata juga terdapat pura yang bisa dikunjungi lho, yakni Pura Luhur Poten. Pura ini merupakan tempat ibadah pemeluk agama Hindu di sekitar sana. Meski begitu, wisatawan dapat mendatangi pura ini.

Pura Luhur Poten dikatakan sudah berdiri sejak awal abad ini. Saat perayaan Nyepi, pura ini selalu ramai oleh orang yang hendak beribadah.

8. Bukit Teletubbies

Awal mulanya keindahan Bromo hanya dikenal dengan dua destinasi favorit yakni menikmati Sunrise dan Kawah Bromo saja. Tapi, sejak dibuka pintu masuk lewat Malang, kini bertambah tujuan wisatanya.Lautan pasir Bromo, Bukit Teletubbies dan padang savana yang terbentang luas.Bukit Teletubbies dan padang savana yang terbentang luas. (Rachman_punyaFOTO)

Walau terkenal dengan hamparan pasirnya, di kawasan Gunung Bromo juga ada padang rumput hijau kok yaitu Bukit Teletubbies. Dahulunya dinamakan Lembah Jemplang. Padang savana ini memiliki luas sekitar 382 hektare.

Bukit Teletubbies termasuk spot di Bromo yang tidak boleh terlewatkan. Terlebih, wisatawan wajib berfoto karena spot perbukitannya yang tak biasa.

9. Pos Dingklik

Letak Pos Dingklik di ketinggian 2.463 mdpl. Ini juga merupakan spot alternatif untuk menyaksikan matahari terbit di Gunung Bromo. Di samping itu, traveler juga akan menikmati panorama Gunung Batok yang tampak sejajar dengan kita.

10. Kawah Bromo

kawah gunung bromoKawah Gunung Bromo. (Devy Rizkillah/d’Traveler)

Gunung Bromo bukan hanya menyediakan spot bagus untuk melihat sunrise nih. Tapi gunung ini menawarkan objek wisata yang tak kalah menarik. Ada Kawah Bromo yang pesonanya tak boleh diabaikan.

Untuk ke sini, wisatawan perlu berjalan kaki terlebih dulu dan menaiki ratusan anak tangga. Meski harus berlelah-lelah dahulu, rasa letihnya bakal terbayarkan kok dengan pemandangan Kawah Bromo yang eksotis.

Nah, itu tadi sederet wisata Gunung Bromo yang tidak boleh terlewatkan kalau traveler sedang berkunjung ke sana. Jadi, tempat mana nih yang tertarik kamu kunjungi?

(azn/inf)



Sumber : travel.detik.com

12 Gunung di Indonesia yang Cocok untuk Pendaki Pemula


Jakarta

Bagi pendaki pemula, disarankan memilih gunung dengan jalur pendakian aman. Selain itu, lingkungan dan jalur pendakian sudah umum diketahui para pendaki.

Persiapkan pula fisik dengan baik dan cari tahu juga sebanyak-banyaknya tentang info gunung yang hendak didaki. Misalnya kondisi cuaca untuk mengantisipasi hal buruk terjadi.

Kalau sedang cari info gunung di Indonesia untuk pendaki pemula, bisa simak uraian di bawah ini ya.


Gunung di Indonesia untuk Pendaki Pemula

Ada sejumlah gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula. Berdasarkan catatan detikcom, berikut rekomendasinya:

1. Gunung Gede-Pangrango (Jawa Barat)

Gunung Gede PangrangoGunung Gede Pangrango Foto: Syahril Anwar/d’Traveler

Gunung Gede-Pangrango jadi salah satu gunung favorit di Jawa Barat untuk mendaki. Lokasinya terletak di tiga kabupaten, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur dengan ketinggian 2.958 mdpl.

Jalur Cibodas merupakan trek yang paling sering dilewati dan cocok untuk pendaki pemula. Treknya landai dan pemandangan yang disajikan begitu mempesona. Di sepanjang jalan, traveler bakal menemukan sejumlah spot seperti Telaga Biru, air terjun, serta air panas.

Nantinya, pendaki juga bisa menemukan padang bunga edelweis di Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede atau di Lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango.

2. Gunung Bromo (Jawa Timur)

Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD asSUBAIDI

Traveler pasti sudah tak asing dengan Gunung Bromo. Gunung yang masih aktif ini dapat dengan mudah ditaklukkan oleh pendaki pemula. Treknya tidak terlalu curam bahkan bisa dilalui oleh kendaraan, seperti mobil jeep maupun sepeda motor.

Walau tidak begitu sulit untuk didaki, pendaki harus menaiki ratusan anak tangga untuk sampai di puncak. Barulah di sama traveler dapat menyaksikan panorama Gunung Bromo dan area sekelilingnya, serta menemukan Kawah Bromo yang aktif.

Selain dijadikan tempat mendaki, gunung ini merupakan tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi. Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di sekelilingnya terdapat sejumlah spot yang juga bisa didatangi, seperti Bukit Teletubbies, Bukit Mentigen, Pasir Berbisik, hingga Pura Luhur Poten.

3. Gunung Prau (Jawa Tengah)

Suasana di kawasan puncak Gunung Prau, Wonosobo.Suasana di kawasan puncak Gunung Prau, Wonosobo. Foto: Uje Hartono/detikJateng

Dengan ketinggian sekitar 2.590 mdpl, Gunung Prau termasuk gunung di Jawa Tengah yang ramah bagi pendaki pemula. Akses dan medan yang landai dan kebanyakan terdiri dari tanah berundak membuatnya tidak sulit untuk didaki.

Jalur Patak Banteng bahkan punya rute pendakian yang lebih singkat karena lebih dekat dengan puncak. Untuk pendaki pemula yang kehabisan tenaga juga bisa menyewa ojek yang tersedia.

Selain jalur pendakiannya yang terbilang mudah, Gunung Prau jadi favorit pendaki lantaran disebut-disebut memiliki pesona matahari terbit terbaik se-Asia Tenggara.

4. Gunung Kelimutu (Nusa Tenggara Timur)

Gunung Kelimutu terletak di Flores, NTT, punya 3 danau yang bisa berubah warna. Di puncak, wisatawan juga bisa menikmati kopi sembari menyaksikan keindahan danau yang aduhai.Gunung Kelimutu dan danau tiga warna. Foto: Budi Sugiharto

Gunung Kelimutu di Flores punya ketinggian sekitar 1.639 mdpl. Dengan ketinggiannya itu, gunung ini juga punya trek yang mudah dilewati oleh pendaki pemula.

Di puncak Gunung Kelimutu terdapat tiga danau atau kawah yang warnanya bisa berubah-ubah. Karena itu, terkenal dengan nama Danau Tiga Warna. Keindahan danau ini sudah tersohor di dalam maupun ke luar negeri lho.

Untuk menuju puncak, traveler dapat mengambil jalur Ende dan menuju Desa Moni di lereng gunung. Mulai desa tersebut, ekspedisi mendaki Gunung Kelimutu dapat dimulai.

5. Gunung Papandayan (Jawa Barat)

gunungGunung Papandayan. Foto: (Basri Bachtiar/d’Traveler)

Gunung Papandayan yang terletak di Garut, memiliki ketinggian 2.665 mdpl. Medannya yang cenderung landai juga jadi alasan gunung ini populer di kalangan pendaki pemula.

Selain itu, pendaki bakal terhipnotis oleh hamparan alam yang disajikan Gunung Papandayan. Sejumlah kawah vulkanik, hutan pegunungan, hingga padang edelweis akan memanjakan mata selama perjalanan menuju puncaknya.

6. Gunung Andong (Jawa Tengah)

Asap memutih di Gunung Andong di wilayah Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang yang dilaporkan terbakar, Rabu (8/11/2023).Gunung Andong. Foto: Dok Kasi Trantib Kecamatan Ngablak

Berada di Kabupaten Magelang, digemari pemula lantaran treknya yang tidak terjal dan waktu tempuhnya yang cenderung singkat. Meski begitu, panorama alam yang disuguhkan nggak kaleng-kaleng nih.

Gunung Andong punya empat puncak, yaitu Puncak Makam, Jiwa, Andong, dan Alap-alap. Dari puncaknya ini, pendaki dapat menyaksikan pemandangan deretan gunung lain seperti Merapi, Merbabu, Sindoro, hingga Telomoyo. Jajaran perbukitan dan hamparan lahan pertanian yang memukau juga dapat terlihat.

Untuk naik ke puncak, pendaki bisa menempuh beberapa jalur yakni dari selatan (Jogja, Ketep Magelang, dan Purworejo), dari utara (Semarang, Salatiga, Ungaran, Boyolali, dan Solo), serta dari barat (Grabag, Wonosobo, Secang, Temanggung, dan Parakan).

7. Gunung Batur (Bali)

Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)Gunung Batur. Foto: Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)

Di Pulau Bali juga ada gunung yang cocok bagi pendaki pemula, yakni Gunung Batur. Pendakian di gunung ini memiliki jarak dan waktu tempuh yang tidak terlalu lama.

Untuk menuju puncak, rute Toya Bungkah dapat dipilih karena jalurnya tergolong mudah dilalui dan tidak terlalu terjal. Di jalur ini juga terdapat beberapa titik terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit yang memanjakan mata.

8. Gunung Burangrang (Jawa Barat)

Gunung Burangrang ramah untuk para pendaki pemula meski tidak terlalu populer. Lokasinya berada Kabupaten Bandung Barat dan Purwakarta, serta masih satu rangkaian dengan Gunung Tangkuban Parahu.

Jalur pendakian ke puncaknya bisa ambil via Legok Haji. Treknya cukup landai dan ada di beberapa titik ada spot yang sedikit curam. Walau begitu, jalur ini adalah yang tercepat. Puncak Gunung Burangrang dapat dijangkau dalam waktu 3-4 jam saja, tergantung kondisi masing-masing.

9. Gunung Ijen (Jawa Timur)

Gunung Ijen termasuk gunung di Jawa Timur yang jadi favorit para pendaki, termasuk pemula. Gunung ini memiliki medan yang tidak terlalu sulit. Jalur lintasannya cukup lebar, tidak terlalu curam, mudah dipijak, serta terdapat banyak tempat istirahat.

Selain itu, Gunung Ijen memiliki daya tarik yang tak dimiliki gunung lainnya lho. Di Kawah Ijen terdapat fenomena blue fire yang hanya terletak di dua lokasi saja di dunia. Fenomena alam ini bisa disaksikan dengan mata telanjang sekitar pukul 01.00-04.00 pagi.

Fenomena blue fire terjadi ketika zat belerang bersentuhan dengan panas ekstrem yang muncul dari celah gunung berapi. Dari situ, terbentuklah api biru menawan yang menyala.

10. Gunung Sibayak (Sumatera Utara)

Gunung Sibayak di Karo memiliki ketinggian kisaran 2.172 mdpl. Gunung ini termasuk yang ramah pemula dengan jalurnya yang sudah cukup jelas dan treknya yang tidak terlalu terjal. Di sisi lain, waktu tempuhnya pun cukup singkat sekitar 2-3 jam saja tergantung kondisi fisik.

Kalau tertarik mendaki tipis-tipis di gunung ini, bisa ambil jalur Desa Jaranguda yang paling sering dilalui wisatawan atau jalur Desa Semangat Gunung yang diklaim paling mudah tapi letaknya agak jauh dari pusat kota.

11. Gunung Sindoro

Ada lagi gunung di Jawa Tengah yang cocok untuk pendaki pemula, yakni Gunung Sindoro di Kabupaten Wonosobo. Gunung ini menyajikan pemandangan yang memukau saat matahari terbit maupun terbenam.

Jalur Kledung menjadi jalur yang populer dipilih karena berada dekat dengan jalan provinsi. Selain itu, rute ini memiliki petunjuk jalan yang jelas yang menuntut sampai ke puncak. Terdapat pula banyak pos yang dapat menjadi acuan sehingga memudahkan para pendaki.

12. Gunung Tanggamus (Lampung)

Gunung Tanggamus termasuk gunung di Lampung yang sering didaki oleh komunitas pencinta alam. Panorama alam yang ditawarkan begitu indah. Pendaki dapat menyaksikan kabut putih tebal yang menutup lembah di pagi dan sore hari.

Gunung yang terletak di Kabupaten Tanggamus ini tergolong ramah bagi pendaki pemula. Puncaknya yang berada di 2.101 mdpl dapat dijangkau lewat jalur pendakian yang sudah jelas dan trek yang landai.

Nah, itu tadi sederet gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula. So, traveler tertarik mendaki gunung yang mana nih?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

14 Tempat Wisata Malang yang Seru dan Cocok untuk Keluarga


Jakarta

Malang menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi banyak masyarakat. Apalagi saat musim libur sekolah atau Lebaran, jumlah wisatawan yang datang semakin meningkat.

Sebab, ada banyak tempat wisata di Malang yang seru dan cocok untuk keluarga, teman-teman, hingga pasangan. Harga tiket masuknya yang terjangkau juga menjadi salah satu faktor banyak tempat wisata di Malang yang ramai saat musim liburan.

Ingin tahu apa saja tempat wisata Malang yang seru, murah, dan cocok untuk dikunjungi bersama keluarga? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Tempat Wisata Malang yang Seru

Ada banyak tempat wisata di Malang yang patut dikunjungi. Dirangkum dari catatan detikTravel, berikut rekomendasi tempat wisata Malang yang seru:

1. Malang Dreamland

Rekomendasi tempat wisata yang pertama adalah Malang Dreamland. Tempat wisata ini cocok untuk travelers yang berlibur bareng keluar karena terdapat berbagai wahana menarik, mulai dari seluncuran pelangi, ayunan sultan, hingga spot foto balon udara layaknya di Cappadocia.

Selain itu, travelers juga bisa berkemah di camping ground. Kalau datang saat sore, kamu juga bisa menikmati udara malang yang sejuk sekaligus disuguhi pemandangan sunset yang cantik.

  • Lokasi: Ngadireso, Kec. Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang (untuk setiap wahana harus membayar tiket lagi).
  • Jam buka: 11.00-19.00 WIB.

2. Happy Durian

Bagi detikers pecinta durian wajib datang ke tempat makan ini. Sesuai namanya, kamu bisa menikmati durian yang rasanya manis dan legit di mulut.

Menariknya, Happy Durian merupakan tempat makan yang mengusung konsep kafe, sehingga bisa menikmati durian sambil bercengkrama dengan keluarga. Bahkan di dalamnya terdapat kolam renang dan arena playground juga, lho.

Rasa durian yang ada di Happy Durian tidak usah diragukan lagi karena dipastikan kualitasnya terbaik. Maka dari itu, tempat ini sangat cocok untuk kulineran durian sembari berwisata bersama keluarga.

  • Lokasi: Jl. Cerme No.1, Karangduren, Kendalpayak, Kec. Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: –
  • Jam buka: 10.00-21.00 WIB.

3. Kampung Warna-warni Jodipan

Wisatawan berjalan di jembatan kaca saat mengunjungi Kampung Warna-Warni Jodipan di Malang, Jawa Timur, Kamis (20/7/2023). Kampung warna-warni yang dibuka sebagai objek wisata sejak tahun 2016 tersebut saat ini dicat ulang secara bertahap pada ratusan rumah milik warga setempat yang dimulai dari awal tahun 2023 untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Tempat wisata ini viral di media sosial karena rumah penduduknya dicat beraneka warna, sehingga terlihat estetik dan colorfull. Rasanya kurang lengkap kalau berkunjung ke Malang namun tak sempat berfoto di Kampung Warna-warni Jodipan.

  • Lokasi: Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 3.000/orang.
  • Jam buka: 07.00-18.00 WIB.

4. Malang Night Paradise

Malang Night ParadiseFoto: (Aisa Marisa/d’Traveler)

Bingung menghabiskan waktu malam di Malang? Cobalah mampir ke Malang Night Paradise. Di tempat ini, travelers akan disuguhkan pemandangan indah dari Hutan Menyala.

Selain itu, ada juga Taman Dino dan Taman Lampion yang sangat menarik untuk dikunjungi bersama keluarga dan anak-anak.

Di Taman Dino terdapat berbagai replika dinosaurus. Sementara di Taman Lampion, pengunjung seolah-olah diajak pergi ke negeri dongeng.

  • Lokasi: Jl. Graha Kencana Raya, Karanglo, Balearjosari, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: mulai dari Rp 90.000/orang.
  • Jam buka: 17.45-23.00 WIB.

5. Alun-alun Malang

Ingin sekadar menikmati suasana kota Malang di malam hari? Ajak keluarga, teman, atau pasangan travelers untuk berkunjung ke Alun-alun Malang. Sedikit informasi, terdapat dua alun-alun yang bisa dikunjungi, yakni Alun-alun Merdeka dan Alun-alun Bunder. Jarak keduanya sekitar 700 meter.

Alun-alun Merdeka memiliki fasilitas area skateboard, playground, air mancur menari, dan Masjid Jami’. Sementara Alun-alun Bunder memiliki Monumen Tugu dan lokasinya dekat dengan Balai Kota Malang.

  • Lokasi: Alun-Alun Merdeka di Jalan Merdeka Selatan, Alun-alun Bunder di Jalan Tugu, Kecamatan Klojen, Malang.
  • Harga tiket masuk: Gratis
  • Jam buka: 24 jam.

6. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI

Destinasi wisata yang satu ini wajib dikunjungi oleh travelers yang baru pertama kali ke Malang. Salah satu daya tariknya adalah menikmati matahari terbit (sunrise) dengan latar belakang Gunung Bromo yang indah. Pastikan menggunakan pakaian yang tebal dan hangat karena udaranya sangat dingin.

Sempatkan juga untuk mampir ke lautan pasir Bromo atau disebut juga Gurun Pasir Berbisik. Lokasinya berada di sisi timur kawah Bromo, jadi masuk ke dalam wilayah Kabupaten Probolinggo.

  • Lokasi: Secara administratif, TN Bromo Tengger Semeru berada di Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo.
  • Harga tiket masuk: Weekdays Rp 29.000 dan Weekend 34.000.
  • Jam buka: 24 jam.

7. Malang Skyland

Malang SkylandFoto: M Bagus Ibrahim/detikJatim

Tempat wisata selanjutnya yang wajib dikunjungi adalah Malang Skyland. Daya tarik utama dari Malang Skyland yaitu menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan.

Saat cuaca cerah di pagi atau siang hari, kamu dapat melihat pemandangan alam berupa gunung-gunung, seperti Gunung Arjuno, Gunung Panderman, dan Gunung Ukir. Sedangkan di malam hari, travelers dapat melihat kota Malang dari atas yang dipenuhi gemerlap cahaya.

Ada juga berbagai spot foto Instagramable, wahana permainan seru, hingga kuliner yang murah dan lezat. Sempatkan juga untuk mencoba Skybridge dan Sky Glass ketika datang ke Malang Skyland.

  • Lokasi : Leban, Tawangargo, Kec. Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 40.000 untuk dewasa, Rp 25.000 untuk anak-anak, dan Rp 15.000 untuk balita.
  • Jam buka : 10.00-20.00 WIB.

8. Pantai Ngliyep

Pantai di Malang SelatanFoto: (ilhamfirdaa/d’Traveler)

Ingin seru-seruan bermain di pantai? Coba mampir ke Pantai Ngliyep. Sedikit informasi, kata ‘Ngliyep’ merujuk pada rasa mengantuk atau tertidur. Konon, orang yang melihat pantai ini akan merasa nyaman dan tenang sampai mengantuk.

Di sekeliling pantainya terdapat tebing curam dan hamparan hutan tropis yang hijau, sehingga cocok banget untuk travelers yang ingin bersantai sambil melepas penat.

Selama berada di Pantai Ngliyep, terdapat sejumlah aktivitas seru yang bisa dilakukan, mulai dari berenang, bermain pasir, mengunjungi Teluk Putri, hingga berkemah.

  • Lokasi: Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.
  • Harga tiket masuk: Rp 15.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

9. Pantai Balekambang

Pantai Balekambang MalangFoto: Muhammad Aminudin

Pantai ini merupakan salah satu pantai terkenal di Malang. Salah satu daya tariknya adalah Pura Amertha Jati yang berada di Pulau Karang yang sekilas mirip seperti Tanah Lot di Bali.

Untuk bisa ke Pulau Karang, detikers bisa berjalan kaki melalui jembatan permanen sepanjang 70 meter. Tenang saja, jembatannya kokoh dan bisa dilalui banyak orang.

Selain berkunjung ke Pura Amertha Jati, sempatkan diri untuk bermain dan bersantai di pinggir pantai. Sebab, pasir pantainya putih dan bersih, sehingga bikin pengunjung betah berlama-lama.

Disarankan datang pada pagi dan sore hari ketika cuaca sedang cerah agar bisa menikmati pemandangan laut dan langit yang biru. Kalau perut lapar, di sekitar Pantai Balekambang terdapat rumah makan dan warung.

  • Lokasi: Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Jalan Balekambang, Balekambang, Sumberbening, Bantur, Malang.
  • Harga tiket masuk: Rp 20.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

10. Pantai Batu Bengkung

Masih seputar wisata alam, travelers juga bisa mengunjungi Pantai Batu Bengkung. Pantai ini juga menjadi salah satu tujuan favorit sejumlah wisatawan yang ingin berlibur ke pantai di Malang.

Daya tarik dari Pantai Batu Bengkung karena terdapat kolam alami di bibir pantai. Oleh sebab itu, pantai ini dinamakan Batu Bengkung karena terdapat batu melengkung di bibir pantai.

Pantai Batu Bengkung juga memiliki pasir yang putih dan bersih, sehingga cocok untuk bermain di pinggir pantai. Disarankan datang ke pantai ini saat sore hari agar bisa menikmati sunset.

  • Lokasi: Desa Gajahrejo, Gedangan, Kabupaten Malang.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

11. Pantai Tiga Warna

pantaiFoto: (Majawati/d’Traveler)

Pantai Tiga Warna bisa menjadi opsi alternatif bagi travelers yang ingin liburan ke pantai. Dinamakan Pantai Tiga Warna karena memiliki warna air yang berbeda-beda, yakni biru, hijau, dan cokelat, sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

Ombak di pantai ini terbilang cukup tenang, sehingga kerap dijadikan salah satu spot snorkeling di Malang. Pantai ini juga berhadapan langsung dengan Pulau Sempu.

  • Lokasi: Jl. Sendang Biru, Area Sawah/Kebun, Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang.
  • Jam buka: 07.00-16.00 WIB (Kamis tutup).

12. Pantai Teluk Asmara

Satu lagi pantai yang wajib dikunjungi ketika travelers berkunjung ke Malang, yakni Pantai Teluk Asmara. Tempat wisata ini juga terkenal di Malang karena disebut mirip seperti Raja Ampat di Papua.

Daya tarik utama dari Pantai Teluk Asmara yaitu terdapat karang besar hijau, pasirnya yang bersih dan putih, serta air laut yang biru dan jernih. Hal ini membuat banyak wisatawan merasa betah berlama-lama di pantai ini.

Untuk menuju ke bibir pantai, travelers harus menuruni anak tangga dari atas bukit. Pantai ini cocok buat detikers yang ingin berenang atau snorkeling.

  • Lokasi: Tambak, Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 15.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

13. Hawai Waterpark

Hawai Waterpark di MalangFoto: Istimewa (dok.Hawai Waterpark)

Hawai Waterpark bisa menjadi pilihan alternatif bagi travelers ingin bermain air bersama keluarga. Berada di lahan seluas 2,8 hektare, waterpark ini menyuguhkan berbagai wahana menarik, seperti Kolam Ombak Tsunami dan Jet Coaster Water Slide.

Kalau perut mulai lapar, jangan khawatir. Sebab, ada banyak tenant makanan dan minuman yang tersedia di Hawai Waterpark dengan harga cukup terjangkau.

  • Lokasi: Jalan Graha Kencana Utara V, Karanglo, Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 110.000/orang (weekend dan hari libur) dan Rp 85.000/orang (weekday).
  • Jam buka: 09.00-17.00 WIB.

14. Wisata Agro Wonosari

Ingin melihat pemandangan hijau dan menikmati udara sejuk? Cobalah mampir ke Wisata Agro Wonosari. Selain menikmati pemandangan hijau kebun teh sambil menghirup udara segar, travelers juga bisa berfoto-foto.

Sebab, ada beberapa spot foto Instagramable di Wisata Agro Wonosari, seperti di jembatan kayu, kebun teh, hingga papan bertuliskan ‘WONOSARI’ dengan latar belakang pegunungan.

Sedikit informasi, kebun teh tersebut merupakan salah satu unit kebun milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Selama di Wisata Agro Wonosari, detikers juga bisa berkeliling kebun teh dengan mengendarai ATV yang dapat disewa.

  • Lokasi: Bodean Putuk, Toyomarto, Kecamatan Singosari, Malang, Jawa Timur
  • Harga tiket masuk: Senin-Jumat Rp 15.000, Sabtu-Minggu Rp 20.000.
  • Jam buka: 06.00-17.00 WIB.

Demikian ulasan mengenai 14 tempat wisata Malang yang seru dan cocok dikunjungi bareng keluarga. Yuk liburan!

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

6 ‘Negeri di Atas Awan’ di Indonesia yang Menawan


Jakarta

Istilah “negeri di atas awan” merujuk pada lokasi yang tinggi sehingga awan tampak lebih dekat dan terkadang menyelimuti kawasan itu. Hal tersebut menciptakan pemandangan yang sangat menakjubkan.

Di Indonesia, ada tempat-tempat yang disebut negeri di atas awan karena menawarkan daya tarik sensasi dramatis dan keindahan alam yang menawan.

Negeri di Atas Awan yang Ada di Indonesia

Negeri di atas awan lokasinya ada di sekitaran dataran tinggi, pegunungan hingga puncak gunung. Tak heran, sehingga tempat-tempatnya sering dijadikan destinasi wisata.


Berikut adalah beberapa tempat yang disebut sebagai negeri di atas awan di Indonesia versi detikTravel:

1. Bukit Panyangrayan

Lokasi: Tasikmalaya, Jawa Barat.

Traveler pernah mendengar nama Bukit Panyangrayan? Pesonanya di pagi hari bakal memanjakan mata travaler saat menikmati sunrise dari atas ketinggian. Bahkan saking indahnya, ada yang menjulukinya sebagai negeri di atas awan.Bukit Panyangrayan dengan pesonanya di pagi hari. (Dadan Kuswaraharja)

Bukit Panyangrayan beralamat di Kampung Pramuka Sadaukir Kapunduhan Barumekar, Sukapura, Sukaraja, Tasikmalaya. Dari pusat kota Tasikmalaya, untuk menuju lokasi waktu tempuhnya sekitar 30-40 menit.

Bukit ini berada di ketinggian sekitar 350 mdpl (meter di atas permukaan laut). Dilansir situs Perhutani, Bukit Panyangrayan adalah wisata rintisan yang dikelola bersama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sadaukir.

Jika traveler ingin mencari sensasi melihat sunrise dan melihat Gunung Galunggung, disarankan untuk sudah di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB. Karena pada jam tersebut kabut begitu tebal, dan mulai menipis saat matahari beranjak naik sekitar mulai pukul 07.00 WIB.

Di sana, traveler juga bisa berkemah. Di atas bukit saat malam hari, akan ada pemandangan kerlap-kerlip lampu kota Tasikmalaya.

2. Dataran Tinggi Dieng

Lokasi: Banjarnegara, Jawa Tengah.

Menikmati keindahan Telaga Warna, kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (29/6). Kawasan dieng merupakan salah satu wisata pengunungan andalan di Jawa Tengah.File/detikFoto.Menikmati keindahan Telaga Warna, kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Agung Pambudhy)

Dataran Tinggi Dieng terkenal dengan julukan negeri di atas awan Indonesia selanjutnya. Lokasinya ada di wilayah Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dataran Tinggi Dieng memiliki ketinggian 2.093 mdpl. Di sana, traveler akan melihat samudra awan ditambah pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

3. Puncak Lolai

Lokasi: Toraja Utara, Sulawesi Utara.

Pengunjung menikmati pemandangan di Puncak Lolai, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Senin (29/7/2024). Pemerintah setempat melakukan penataan kawasan wisata alam tersebut agar lebih produktif serta ramah lingkungan berbasis kearifan lokal. ANTARA FOTO/Sakti Karuru/aww.Pengunjung menikmati pemandangan di Puncak Lolai, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. (Sakti Karuru/Antara)

Dewa wsiata Lolai beralamat Kecamatan Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Utara. Desa Lolai Toraja berada di ketinggian sekitar 1.300 mdpl.

Terkenal dengan sebutan negeri di atas awan, karena dari sana traveler bisa melihat hamparan awan di pagi hari. Terkadang, di sela-selanya juga akan terlihat puncak puncak gunung yang megah.

Dari puncaknya, kita juga bisa melihat sunset dan sunrise dengan udara yang sejuk. Tentunya, hal ini membuat tempat ini memiliki banyak spot untuk diabadikan.

4. Puncak B29

Lokasi: Lumajang, Jawa Timur

Puncak B29Puncak B29. (Lily Kusumawati/d’Traveler)

Negeri di atas awan Jawa Timur dijuluki untuk Puncak B29 Lumajang. Alamatnya ada di Lokasinya berada di Desa Ledokombo, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Puncak B29 memiliki ketinggian 2.900 mdpl. Letaknya berdekatan dengan Gunung Bromo dan Gunung Semeru.

Mengutip situs pemerintah Kecamatan Sumber,Probolinggo, ada dua versi alasan di balik nama Puncak B29 ini. Pertama, huruf “B” artinya bukit dan angka 29 adalah nomor urutan dari jumlah bukit di sana.

Untuk versi kedua, asalan nama puncak B29 yaitu karena penduduk sekitar menyebutnya “puncak songolikur” (bahasa Jawa) dan dalam bahasa Indonesia artinya 29 mengacu pada ketinggiannya yang 2900 mdpl.

Puncak B29 juga disebut Puncak Argosari, yang merupakan puncak tertinggi di kawasan gunung bromo. Makannya, dari sini kita akan disajikan pemandangan indah vegetasi khas gunung dan savanna.

5. Puncak Citorek Gunung Luhur

Lokasi: Banten.

Gunung Luhur di BantenGunung Luhur di Banten. (Afif Farhan/detikcom)

Citorek Gunung Luhur beralamat di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Banten. Jarak tempuhnya dari Jakarta sekitar sekitar 80 km barat daya.

Puncak Gunung Luhur memiliki ketinggian 1.037 mdpl. Pemandangan lautan awan yang menakjubkan bisa dilihat di pagi hari sekitar jam 05.00 WIB hingga 07.00 WIB.

Supaya tak melewatkan pemandangan tersebut, traveler disarankan untuk bermalam di puncak. Namun, pemandangan lautan awan juga bergantung jika kondisi cuaca sedang bagus.

6. Puncak Wolobobo Bajawa Flores

Lokasi: Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Eksotisme wisata Puncak Wolobobo di Ngada, NTT. (Instagram @putrimdewi)Eksotisme wisata Puncak Wolobobo di Ngada, NTT. (Instagram @putrimdewi)

Negeri di atas awan juga jadi julukan untuk Puncak Wolobobo yang memiliki ketinggian 1.700 mdpl. Lokasinya ada di Desa Turekisa, Kecamatan Gelowa Barat, Kabupaten Ngada, Flores, NTT.

Selain lautan awan yang menutupi lembahnya, puncak Wolobobo juga diapit oleh perbukitan hijau yang rimbun, hamparan kebun kopi yang tertata dan Gunung Inerie yang indah.

Untuk mencapai spot foto utama dan melihat pemandangan yang menawan, traveler berjalan kaki sekitar 100 meter dari area parkir. Di area puncak, traveler bisa sambil duduk menikmati kopi arabika khas Ngada gazebo dengan latar belakang Gunung Inerie dan Laut Sawu.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Honeymoon Romantis di Indonesia, Mana Favoritmu?


Jakarta

Indonesia memiliki banyak destinasi romantis untuk honeymoon, mulai dari pantai hingga pegunungan yang sejuk. Setiap pasangan tentu menginginkan bulan madu mereka menjadi kenangan yang berkesan.

Tak usah ke luar negeri, di Indonesia ada berbagai tempat untuk honeymoon yang begitu eksotis. Tempat-tempat romantis ini bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama pasangan.

10 Tempat Honeymoon Romantis di Indonesia

Ubud, Labuan Bajo, hingga Raja Ampat menyuguhkan keindahan alam yang begitu memukau dengan suasana romantis. Berikut informasi lengkapnya.


1. Ubud, Bali

Tak hanya jadi tempat liburan yang banyak dipilih untuk keluarga, Bali juga cocok menjadi destinasi untuk bulan madu. Keindahan pantainya memberikan suasana yang begitu romantis.

Bahkan, menurut Kemenparekraf, Bali dinobatkan menjadi destinasi bulan baru terbaik tahun 2024 oleh Tripadvisor. Penelitian ini berdasarkan kualitas dan kuantitas ulasan, serta peringkat wisatawan di seluruh dunia selama 12 bulan terakhir. Mayoritas wisatawan memilih Ubud sebagai destinasi favorit selama bulan madu.

Beberapa wisata yang terkenal di Ubud yaitu Terasering Tegalalalng, Ubud Monkey Forest, hingga Arung Jeram Sungai Ayung. Mengutip salah satu situs agen travel, ada banyak juga penginapan dengan keasrian alam yang menenangkan.

2. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Labuan Bajo merupakan surga tersembunyi di Indonesia Bagian Timur. Seperti Bali, Labuan Bajo juga menawarkan keindahan pantainya yang cantik. Menurut laman Kemenparekraf, ada Pink Beach dengan kecantikan laut biru dengan pasir berwarna merah jambu.

Ada juga bukit cinta dengan view yang memanjakan mata. Mulai dari lautan biru, daratan bukit dengan pepohonan hijau, hingga kapal-kapal yang lewat di kejauhan.

Tak sampai di situ, salah satu resor yang ada di Pulau Komodo, Plataran Komodo Resort & Spa berhasil memenangkan penghargaan Conde Nast sebagai hotel romantis se-Asia, Afrika, Timur Tengah, Maladewa, dan Oseania. Pemandangan resor ini langsung menghadap ke Pantai Waecicu.

3. Raja Ampat, Papua Barat

Raja ampat terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Gugusan pulau-pulau di Raja Ampat menjadi pelengkap keindahan wisata ini.

Traveler bisa berenang,snorkeling, atau diving ke dasar lautnya. Pada tahun 2022, Raja Ampat terpilih menjadi satu dari enam destinasi global dari seluruh dunia yang direkomendasikan sebagai destinasi yang harus dikunjungi (must visit location) dari Lonely Planet.

4. Danau Toba, Sumatera Barat

Danau Toba di Sumatera Utara merupakan salah satu danau terbesar di Indonesia dengan pemandangan eksotis. Traveler bisa naik kapal keliling danau toba bersama pasangan dan mengunjungi beberapa spot wisata di Danau Toba.

Ada banyak hotel di pesisir Danau Toba dengan view yang begitu indah. Untuk destinasi lainnya, ada Bukit Holbung atau Bukit Teletubbies dengan hamparan rumput hijau yang luas. Banyak wisatawan yang berkemah di tenda di atas bukit. Mereka menikmati keindahan matahari terbenam di bukit ini.

5. Gili Trawangan, Lombok

Gili Trawangan merupakan pulau yang dikenal dengan suasana pantai yang indah dan air laut yang jernih. Meski jadi destinasi populer, Gili Trawangan mempertahankan atmosfer yang santai dengan tidak adanya kendaraan bermotor. Sepeda dan cidomo gerobak kuda) menjadi alat transportasi utama bagi masyarakat Gili dan juga wisatawan

Bersama pasangan, traveler bisa menikmati senja sambil mengayuh sepeda mengelilingi pulau. Selanjutnya, kamu dan pasangan bisa menikmati makan malam romantis dengan view pantai. Untuk penginapan, terdapat hotel di pinggir pantai dengan view ciamik.

6. Pulau Cinta, Gorontalo

Pulau Cinta mempunyai bentuk yang unik dengan bentuk ‘love’. dengan pantai indah di sekelilingnya. Banyak yang menyebut pulau ini merupakan Maldives Island Indonesia.

Lautnya begitu jernih dengan pasir putih yang lembut. Ditambah, hembusan anginnya menyejukkan. Di sekitarnya, terdapat resort yang dibangun di atas air.

Menurut laman Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, tempat ini menjadi rekomendasi untuk wisatawan yang datang bersama pasangan. Suasananya begitu romantis dengan kondisi alam yang masih terjaga.

7. Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat

Pulau Moyo berada di sisi utara Kabupaten Sumbawa. Mengutip laman Dinas Pariwisata NTB, pulau ini memiliki luas daratan mencapai 350 km2 yang dikelilingi oleh pantai dan hamparan laut. Pada beberapa bagian, pasir pantainya berwarna merah muda atau pink.

Mengutip laman Portal Informasi Indonesia, selain pantainya yang cantik, ada air terjun Mata Jitu dengan air yang jernih. Traveler bisa menghabiskan waktu di pulau ini dengan pasangan, jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

8. Dieng, Jawa Tengah

Dieng berada di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Kawasan wisata romantis ini dikenal dengan julukan negeri di atas awan.

Wisatawan bisa merasakan udara sejuk dan dingin. Salah satu destinasi populernya adalah Bukit Sikunir. Saat momen sunrise, traveler dan pasangan bisa menyaksikan terbitnya matahari di balik siluet Gunung Sindoro dan Sumbing. Namun, traveler harus mendaki tangga selama 30-40 menit untuk sampai di puncak.

9. Gunung Bromo, Jawa Timur

Gunung Bromo di Jawa Timur juga dapat menjadi pilihanmu dan pasangan sebagai tujuan honeymoon. Menurut laman Indonesia Travel, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan kawasan gunung berapi terbesar di Jawa Timur.

Di kawasan ini, wisatawan bisa menyaksikan panorama matahari terbit dari ketinggian, melihat keindahan telaga warna dan menyusuri padang pasir dengan jeep. Setelah seharian berkeliling, terdapat penginapan berupa homestay, hotel, hingga glamping yang bisa dipilih.

10. Pulau Macan, Kepulauan Seribu

Ingin mencari destinasi bulan madu di sekitar Jakarta? Pulau Macan bisa jadi pilihan. Mengutip laman Pulau Macan, dari Jakarta, diperlukan waktu 90 menit dengan naik speedboat.

Kamu dan pasangan bisa snorkeling untuk melihat keindahan bawah laut atau sekedar menikmati indahnya pemandangan di pesisir pantai. Beberapa penginapannya menyuguhkan pemandangan laut.

(elk/fds)



Sumber : travel.detik.com

View-nya Bikin Takjub! Khofifah Ajak Wisatawan Coba Jembatan Kaca di Bromo



Probolinggo

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Jembatan Kaca Seruni Point yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo.

Khofifah mengaku takjub atas keindahan Gunung Bromo yang disuguhkan dari sisi Jembatan Kaca Seruni Point. Ia optimis bahwa ikon wisata yang menawarkan sensasi berbeda ini akan menjadi magnet bagi pariwisata di kawasan TNBTS Probolinggo.

Khofifah melanjutkan, keberadaan Jembatan Kaca ini diharapkan bisa memaksimalkan waktu kunjungan wisatawan, utamanya wisatawan mancanegara yang datang dengan kapal Cruise.


“Kalau di daerah Jawa Tengah bisa dua hari untuk mengunjungi Borobudur dan Prambanan yang ditambah wisata budaya di Jogja, kemudian dilanjutkan ke Jawa Timur harapan kami juga bisa dua hari di Bromo dan sekitarnya,” kata Khofifah, Minggu (4/5/2025).

Rencana tersebut disebutnya sangat mungkin, ketika nantinya pentas budaya dan tenant-tenant di sekitar Jembatan Kaca bisa diperkuat. Sehingga ada tambahan titik di Bromo yang bisa dinikmati keindahannya oleh wisatawan di siang maupun sore hari.

Keindahan Bromo sendiri disebutnya juga sudah mendapat pengakuan dari berbagai pihak baik lokal maupun internasional. Terutama di media sosial, banyak exposure atau promosi terhadap keindahan Bromo.

“Dan berbagai lembaga juga memberikan review yang luar biasa. Tentu ini jadi benefit yang baik bagi Bromo, Probolinggo, Jawa Timur dan Indonesia,” ucapnya.

Untuk itu, melalui Jembatan Kaca Seruni Point ini, Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk bisa berkunjung dan menikmati eksotisnya Gunung Bromo dari sisi lain.

“Sekarang kita berdiri di atas jembatan kaca Bromo, dan bisa disampaikan pada dunia bahwa sisi sisi eksotis Bromo juga bisa dilihat dari titik ini selain di kawah Bromo, pasir berbisik, Seruni Point,” tuturnya.

Khofifah menegaskan bahwa keamanan tetap menjadi prioritas dalam pengoperasian Jembatan Kaca tersebut. Akan ada pembatasan di saat wisatawan baik dalam dan luar melewati jembatan Kaca Seruni Point.

“Saya rasa ini jadi area dimana kita bisa punya peluang lebih luas menikmati keindahan yang Allah anugerahkan di bumi Probolinggo,” kata Khofifah.

“Mudah mudahan hadirnya jembatan kaca ini bisa menguatkan gravitasi seluruh wisatawan untuk masuk area wisata Bromo yang luar biasa ini,” katanya.

Artikel ini sudah naik di detikJatim. Simak selengkapnya di sini.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com