Tag Archives: gunung hulu

Danau Gunung Tujuh, Kaldera Tertinggi di Asia Tenggara yang Menakjubkan



Kerinci

Danau Gunung Tujuh merupakan salah satu destinasi wisata alam menakjubkan yang wajib dikunjungi traveler jika datang ke Kabupaten Kerinci, Jambi.

Jika datang ke destinasi wisata ini, maka traveler akan disuguhkan dengan pemandangan pagi yang begitu syahdu dan tenang. Kabut bak tembok putih perlahan-lahan pun membuka lanskap hijau danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara ini.

Pemandangan inilah yang dinikmati wisatawan Danau Gunung Tujuh setiap pagi. Danau Gunung Tujuh dikelilingi perbukitan hijau dan udara sejuk khas pegunungan.


Danau ini berada di Desa Palompek, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi. Danau Gunung Tujuh memiliki ketinggian 1.950 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan panjang 4,5 kilometer dan lebar 3 kilometer.

Sesuai namanya, danau ini dikelilingi tujuh gunung di antaranya, Gunung Hulu Tebo (2.525 mdpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 mdpl), Gunung Madura Besi (2.418 mdpl), Gunung Lumut (2.350 mdpl), Gunung Selasih (2.230 mdpl), Gunung Jar Panggang (2.469 mdpl), dan Gunung Tujuh (2.735 mdpl).

Danau Gunung Tujuh adalah danau yang tercipta karena proses letusan gunung api dari Gunung Tujuh. Letusan gunung tersebut menyebabkan terbentuknya sebuah kawah besar yang kemudian terisi oleh air hujan sehingga membentuk sebuah danau.

Perjalanan menuju Gunung Tujuh dapat dilakukan melalui transportasi darat. Jika berangkat dari Kota Sungai Penuh, jaraknya kurang lebih satu jam untuk sampai ke Pos Registrasi Pendakian Gunung Tujuh di Desa Palompek, yang dikelola Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Trekking menuju danau memakan waktu sekitar dua-tiga jam dengan jalur yang cukup menantang. Wisatawan akan melewati tiga pos dengan jalur tanah yang basah dan akar-akaran yang terus menanjak.

Wisatawan berfoto di pinggir Danau Gunung Tujuh dengan latar gunung yang mengelilinginyaWisatawan berfoto di pinggir Danau Gunung Tujuh Foto: (Foto: Dimas Sanjaya)

Wisatawan akan melewati hutan tropis yang rimbun dengan pepohonan besar. Sesekali, suara monyet dan kicauan burung bersautan menambah kesan alami dalam perjalanan ini. Meski cukup melelahkan, udara sejuk dan segarnya alam membuat rasa letih sedikit terobati.

Setiba di pos tiga atau pos terakhir, wisatawan akan turun sekitar 500 meter untuk menuju danau. Jalur turun menuju danau ini sedikit curam sehingga memerlukan kehati-hatian, apalagi jika jalur dalam keadaan basah setelah hujan.

Akan tetapi di jalur ini, ada pegangan tali yang memagari jalur hingga ke bawah danau, sebagai pegangan untuk para wisatawan.

Setibanya di bawah, panorama Danau Gunung Tujuh langsung menyambut dengan keindahannya yang memukau. Airnya yang jernih membentang luas dengan latar belakang perbukitan hijau yang mengelilingi danau.

Di tepian danau, wisatawan dapat mendirikan tenda untuk nge-camp. Wisatawan juga bisa memilih pulang di hari yang sama atau yang dikenal dengan istilah pendakian tektok. Jika nge-camp, wisatawan dapat mengabadikan momen matahari terbit dan kabut yang menyingsing di danau tertinggi ini.

Pengalaman ke Danau Gunung Tujuh memberikan kesan mendalam bagi banyak wisatawan. Salah satunya, Rifani (27), wisatawan dari Kota Jambi, mengaku terpesona dengan keindahan alamnya terutama suasana pagi harinya.

“Saya sudah dua kali ke sini, yang pertama tektok dan yang kedua kali ini nge-camp. Perjalanan ke sini memang melelahkan, tapi begitu sampai, semua terbayar lunas,” katanya.

Danau Gunung TujuhDanau Gunung Tujuh Foto: detik

Hal senada dikatakan wisatawan dari Sumatera Utara, Aryo (30) yang mengaku Danau Gunung Tujuh cocok untuk melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan karena suasananya yang tenang. Ini merupakan pengalaman pertamanya mendaki di Danau Gunung Tujuh.

“Sebelumnya saya cuma lihat-lihat di media sosial saja, tapi akhirnya bisa sampai ke Danau Gunung Tujuh ini. Suasana dan pemandangan di sini benar-benar keren,” ujarnya.

Sebagai destinasi wisata alam yang masih alami, Danau Gunung Tujuh membutuhkan kesadaran wisatawan untuk menjaga kebersihannya. Masih banyak ditemukan sampah baik di tepi danau maupun di jalur pendakian.

“Sangat disayangkan masih banyak pendaki meninggalkan sampah, semoga ada aturan tegas dari pengelola terkait masalah sampah ini agar tidak mengganggu ekosistem di sekitar danau,” kata Aryo.

Selain berkemah di tepian danau, wisatawan juga dapat menikmati alam dengan memancing, atau sekadar duduk menikmati udara segar sambil menyeruput kopi hangat.

Beberapa wisatawan juga memilih menjelajahi danau Gunung Tujuh dengan perahu kayu atau sampan milik warga setempat.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

7 Fakta Danau Gunung Tujuh di Jambi, Kaldera Berair Jernih dan Tenang


Jakarta

Danau Gunung tujuh adalah salah satu spot pesona pendakian di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Sebagai sebuah kaldera, Danau Gunung Tujuh seolah potongan surga yang tertinggal di Jambi.

Fakta Unik Danau Gunung Tujuh

Berikut fakta unik danau kaldera yang bikin detikers penasaran hingga mengunjungi jejak geologis di kaki Gunung Kerinci ini

1. Salah satu kaldera tertinggi di Asia Tenggara

Danau Gunung Tujuh berada di ketinggian 1.996 mdpl dengan luas sekitar 960 ha. Dikutip dari tulisan berjudul Daya Dukung Ekowisata Jalur Pendakian Danau Gunung Tujuh Taman Nasional Kerinci Seblat oleh Lil Sindi Tiola dari jurusan kehutanan fakultas pertanian Universitas Jambi, lokasi tersebut menjadikan Danau Gunung Tujuh sebagai salah satu kaldera tertinggi di Asia Tenggara.


2. Terbentuk dari letusan gunung berapi

Danau Gunung Tujuh adalah sebuah kaldera, yang artinya terbentuk dari letusan gunung berapi di masa lampau. Jejak erupsi Gunung Tujuh tersebut kini menarik perhatian para pendaki untuk melihat langsung danau dengan panjang 4,5 km dan lebar 3 km ini.

3. Dikelilingi 7 gunung

aAnau Gunung Tujuh dikelilingi Gunung Hulu Tebo (2.525 mdpl), Hulu Sangir (2.330 mdpl), Madura Besi (2.418 mdpl), Lumut (2.350 mdpl), Selasih (2.230 mdpl), Jar Panggang (2.469 mdpl), dan Gunung Tujuh (2.735 mdpl). Danau Gunung Tujuh tepatnya berlokasi di Desa Palompek di bawah pengelolaan TNKS.

4. Berair jernih dan tenang

Danau Gunung Tujuh adalah kaldera luas yang sangat indah, dengan air jernih dan latar belakang perbukitan hijau. Dalam arsip berita detiksumbagsel disebutkan, para pendaki tidak segan berkemah di pinggiran danau demi melihat pemandangan indah ini dan mengabadikannya.

5. Bikin penat hilang

Meski terasa lelah, mendaki Danau Gunung Tujuh dijamin tidak menimbulkan sesal. Pemandangan yang indah terutama di pagi hari saat embun dan kabut belum turun, bikin penat seperti hilang begitu saja. Suasana yang tenang sangat cocok untuk pendaki yang merasa lelah dengan kesibukan khas perkotaan.

6. Trek basah, licin, dan menantang

Perjalanan menuju Danau Gunung Tujuh membutuhkan waktu 2-3 jam dengan trek terasa basah dan licin. Perjalanan ini melewati tiga pos dengan jalur terus menanjak penuh akar tanaman. Sepanjang jalan pendaki ditemani pemandangan alam memukau dan suara hewan penghuni hutan.

Di pos ketiga, pendaki harus turun sekitar 500 meter menuju tepi danau. Pendaki wajib berhati-hati karena jalur ini curam dan licin. Ketika tiba di tepi danau, pengunjung langsung disambut pemandangan indah Danau Gunung Tujuh.

7. Banyak sampah

Seiring dengan banyaknya kunjungan ke Danau Gunung Tujuh, sampah menjadi masalah serius yang harus segera diatasi. Tidak semua pendaki punya kesadaran untuk menjaga lingkungan tetap lestari, salah satunya tidak buang sampah sembarangan. Sampah bisa dibawa turun, lalu dibuang pada tempatnya.

Bagi detikers yang ingin mengunjungi Danau Gunung Tujuh, jangan lupa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Jangan sampai keindahan Danau Gunung Tujuh tertutup tumpukan sampah.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com