Tag Archives: gunung luhur

Jalan Menuju Baduy Dijanjikan Mulus pada 2025



Lebak

Penjabat (Pj) Bupati Lebak Gunawan Rusminto menjanjikan jalan menuju kawasan wisata budaya Baduy pada 2025 kondisinya mulus, sehingga dapat mendongkrak wisatawan domestik dan mancanegara.

“Kami berharap jalan menuju kawasan wisata budaya Baduy mulus 2025,” kata Gunawan pada pembukaan Festival Seni Multatuli (FSM), di Rangkasbitung, Lebak, Banten, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (14/9/2024).

Pemerintah Kabupaten Lebak memiliki komitmen untuk pembangunan infrastruktur jalan menuju destinasi wisata kondisinya mulus dengan betonisasi, sehingga dapat mendongkrak wisatawan domestik dan mancanegara.

Selama ini, potensi destinasi wisata di daerah itu cukup luar biasa dari wisata budaya, wisata alam dan wisata buatan.

Karena itu, pemerintah daerah telah merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan menuju destinasi wisata alam Gunung Luhur wilayah Lebak tengah, Pesisir Pantai wilayah Lebak Selatan, Arung Jeram, Pemandian Air Panas wilayah Lebak timur dan wisata buatan Lebak utara dalam kondisi jalan mulus.

Sedangkan, jalan menuju destinasi wisata budaya Baduy sekitar tiga kilometer yang masih dalam kondisi rusak.

“Kami minta tahun depan dialokasikan pembangunan jalan menuju destinasi wisata Baduy rampung,” katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, Kabupaten Lebak tahun 2024 masuk daftar Festival Karisma Event Nusantara (KEN), sehingga membanggakan destinasi wisata budaya.

Ketiga wisata budaya yang masuk KEN di Provinsi Banten hanya Kabupaten Lebak, antara lain wisata Budaya Seba Baduy, Wisata Budaya Seren Taun, dan Wisata Budaya Festival Seni Multatuli (FSM).

“Kami yakin dari tiga wisata berbasis budaya itu dapat mengundang wisatawan domestik dan mancanegara, sehingga mampu meningkatkan perekonomian, lapangan pekerjaan dan menumbuhkan pelaku UMKM,” katanya pula.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Gunung Luhur, Puncak Eksotis di Banten



Lebak

Gunung Luhur, sebuah destinasi yang pernah viral saat pertama kali dikenalkan lewat media sosial. Ia memang seeksotis itu.

Awalnya, tempat ini cuma kebun biasa milik warga, tapi karena keindahannya, kini jadi salah satu spot wisata favorit di Banten. Gunung Luhur mendapat julukan “negeri di atas awan” karena pemandangannya. Saat pagi hari, kabut tebal menyelimuti area perbukitan dan menciptakan pemandangan indah yang bikin banyak orang terpukau.

Meski disebut gunung, Gunung Luhur sebenarnya lebih mirip bukit dengan ketinggian sekitar 1.037 meter. Suasananya yang tenang dan udaranya sejuk sangat cocok untuk para pencinta alam yang ingin menikmati suasana sejuk dan tenang tanpa perlu mendaki terlalu ekstrem.


Gunung Luhur di BantenGunung Luhur di Banten Foto: (Afif Farhan/detikcom)

Pemandangan samudera awan di Gunung Luhur ini menjadi daya tarik tersendiri. Pemandangan itu bisa didapatkan di pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB hingga 07.00 WIB. Pengunjung disarankan untuk bermalam di puncak.

Meski demikian, pemandangan samudera awan tidak bisa didapatkan tiap hari. Hal itu tergantung kondisi cuaca.

Untuk memasuki kawasan puncak Gunung Luhur pengunjung dikenakan tarif Rp 5.000. Bagi yang mau menginap di puncak dapat membawa tenda dan membayar biaya sewa lahan Rp 30.000. Kalau tidak membawa tenda, traveler bisa menyewa tenda dengan biaya Rp 100.000 untuk empat orang.

Iklim di Gunung Luhur hutan hujan tropis berlaku di daerah itu. Suhu rata-rata tahunan di sana yakni 22 derajat Celcius.

Bulan terhangat adalah Oktober yakni dengan suhu rata-rata adalah 23 derajat Celcius, dan yang terdingin adalah Januari dengan suhu 21 derajat Celcius.

Gunung Luhur terletak di area Taman Nasional Gunung Halimun Salak, tepatnya di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten. Lokasinya hanya sekitar 70 km dari Rangkasbitung dan 140 km dari Jakarta, jadi bisa dijangkau menggunakan kendaraan pribadi dengan mudah.

Jika tidak menggunakan kendaraan pribadi, kamu bisa memakai opsi melalui kereta ke Stasiun Rangkasbitung, lalu dilanjutkan dengan sewa mobil atau angkutan umum hingga Desa Citorek.

Setelah itu, perjalanan dapat dilanjutkan dengan ojek atau berjalan kaki ringan untuk mencapai puncak Gunung Luhur. Jalannya sudah diperbaiki dan relatif ramah untuk kendaraan, jadi perjalanan cukup lancar selama kondisi cuaca mendukung.

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com