Tag Archives: gunung merapi

Tempat Hiking dan Camping di Kaki Gunung Merapi



Yogyakarta

Tankaman Natural Park menjadi tempat beragam aktivitas di luar ruangan yang pas buat traveler yang menyukai aktivitas pendakian dan kemping.

Dengan pemandangan bukit hijau yang memukau, area camping yang nyaman, jalur tracking yang menantang, dan warung makan yang menggugah selera, tempat ini menjadi pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati alam sambil beraktivitas.

Hafiz, ketua pengelola Tankaman Natural Park, berbagi cerita tentang berbagai kegiatan yang bisa dilakukan di kawasan wisata yang ada di Kaliurang Timur, Kaliurang, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta itu.


Yuk simak rekomendasi aktivitas di Tankaman Natural Park:

1. Pemandangan Bukit Hijau

Salah satu daya tarik utama Tankaman Natural Park adalah pemandangan bukit hijau yang mengelilinginya. Suasana masuk hutan alami dengan berbagai suasananya di segala cuaca juga menjadi poin plus.

Selain itu, di sini traveler juga bisa menyaksikan pemandangan Gunung Merapi jika cuaca bersahabat

“Pemandangan di sini sangat menakjubkan, terutama di pagi hari ketika udara masih segar dan Gunung Merapi terlihat jelas,” ujar Hafiz.

Pengunjung disarankan datang sekitar pukul 7 pagi untuk mendapatkan pemandangan terbaik dan menikmati suasana yang masih sejuk dan segar.

2. Area Camping

Bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman bermalam di alam terbuka, Tankaman Natural Park menyediakan area camping yang nyaman.

“Area camping kami dirancang agar pengunjung dapat menikmati suasana alam yang tenang dan damai,” kata Hafiz.

Area ini sering digunakan oleh kelompok kecil seperti mahasiswa atau perkumpulan teman-teman untuk acara bakar-bakar atau kegiatan lainnya. Untuk penggunaan partai besar seperti perkemahan sekolah belum ada pertimbangan.

“Saat long weekend atau liburan sekolah, area camping kami sering penuh dengan pengunjung yang ingin merasakan pengalaman berbeda,” tambahnya.

3. Tracking Pendakian

Untuk para pecinta petualangan, Tankaman Natural Park menawarkan jalur tracking yang menantang. Bersama guide, traveler akan diajak menapaki jalur pendakian di sekitar area hutan sejauh 4 kilometer dengan estimasi 3 jam perjalanan.

“Kami memiliki jalur tracking yang memerlukan waktu sekitar tiga jam untuk mencapai jembatan Plunyon,” kata Hafiz.

Jalur ini menawarkan pemandangan alam yang indah dan pengalaman mendaki yang seru. Pengunjung diwajibkan menggunakan jasa tour guide yang disediakan dengan reservasi terlebih dahulu untuk memastikan keamanan selama tracking.

“Fasilitas tracking mencakup dua kali makan, snack, tongkat tracking, dan parkir,” dia menambahkan.

Untuk harganya sesuai dengan jumlah pack pemesan, berikut daftar lengkapnya
Kelompok 1-3 orang dikenai Rp 100.000/orang
Kelompok 4-6 orang dikenai Rp 80.000/orang
Kelompok di atas 7 orang dikenai Rp 70.000/orang

4. Warung Makan

Setelah lelah beraktivitas, pengunjung bisa menikmati hidangan lokal di warung makan yang ada di Tankaman Natural Park. Warung ini menjadi tempat favorit pengunjung untuk bersantai dan menikmati hidangan setelah lelah beraktivitas. Dengan menu yang bervariasi, warung ini juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga sekitar.

“Warung kami menjual makanan titipan dari warga sekitar, sehingga pengunjung bisa menikmati makanan lokal yang lezat,” kata Hafiz.

Traveler bisa menikmati berbagai hidangan mulai dari mie, mendoan, hingga lauk pauk khas rumahan. Disediakan sekitar 6 rumah kerucut yang bisa dipakai untuk makan, kemudian area outdoor dengan meja kursi lengkap, serta pendopo dengan meja kursi yang lebih besar. Traveler akan mendapatkan sesasi makan ditemani udara sejuk dan view yang memukau di sini.

5. Aktivitas Jeep dan ATV

Selain camping dan tracking, Tankaman Natural Park juga bekerja sama dengan jalur jeep dan ATV, yaitu Kaliurang Explore. Aktivitas ini menambah daya tarik tempat ini bagi pengunjung yang mencari petualangan lebih.

“Pengunjung jeep biasanya diberikan kopi break atau makanan di Tankaman,” kata Hafiz.

Dengan segala pesonanya, Tankaman Natural Park tidak hanya menjadi destinasi wisata yang menarik tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi lokal dan sinergi komunitas di Kaliurang Timur. Tempat ini merupakan bukti bahwa dengan komitmen dan kerjasama, alam dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusaknya.

“Kami ingin tetap menjaga suasana alami di sini dan berencana mengelola kebun kopi serta menawarkan wisata memetik dan meracik kopi langsung,” ujar Hafiz.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Back To Nature di Ekowisata Kalitalang



Klaten

Wisata alam yang paket komplit bisa ditemui di Ekowisata Kalitalang. Dari sini, Gunung Merapi terlihat dengan gagah saat cuaca bersahabat.

Ekowisata Kalitalang, yang terletak di Desa Balerante, Klaten, Jawa Tengah, pas untuk traveler yang menyukai petualangan. Memiliki pembeda pemandangan spektakuler Gunung Merapi dan suasana padang rumput yang luas, tempat itu merupakan destinasi ideal untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat dalam suasana alam yang tenang.

Kalitalang mengangkat konsep ecosystem dengan menghadirkan eco-tourism, photo spot, camping dan tracking. Lokasinya berjarak 31 kilometer dari jantung kota Klaten atau butuh waktu sekitar satu jam lebih jika ditempuh dari Tugu Yogyakarta.


Banyak aktivitas yang dapat di jajal di sini, mulai dari sekedar hunting foto hingga merencanakan kemah yang menyenangkan. Letaknya yang berada di ketinggian 1.120 mdpl juga cocok untuk latihan tracking melintasi kawasan ekowisata.

“Kesini nyoba buat tracking ringan karena jalurnya tidak sesusah itu, jadi aksesnya mudah untuk semua orang,” kata Naufal, salah satu pengunjung yang ditemui detikTravel

Yuk, simak ulasan aktivitas di ekowisata Kalitalang, Klaten:

1. Easy Hiking di Tengah Keindahan Alam

Salah satu daya tarik utama Ekowisata Kali Talang adalah jalur hiking yang mudah. Naufal, seorang pengunjung, menjelaskan bahwa jalurnya tidak terlalu sulit, memungkinkan akses bagi banyak orang untuk menikmati keindahan alam sekitar tanpa kesulitan yang berarti.

Dari jalur hiking ini, pengunjung dapat dengan jelas melihat Gunung Merapi yang megah serta menikmati panorama padang rumput yang terhampar luas.

2. Aktivitas Camping dan Fotografi

Bagi penggemar camping, Ekowisata Kali Talang menyediakan berbagai paket camping mulai dari tenda glamping hingga tenda standar, dilengkapi dengan perlengkapan seperti cooking set dan lampu tenda.

Suasana udara sejuk di pagi hari dan pemandangan matahari terbenam yang memukau menjadikan tempat ini sebagai pilihan ideal untuk menghabiskan malam bersama keluarga atau teman-teman.

Spot-spot foto yang tersebar di sekitar lokasi juga menawarkan latar belakang yang sempurna dengan Gunung Merapi dan hamparan rumput sebagai pemandangan utama.

3. Mengenal Lebih Dekat Lokalitas dan Budaya

Tidak hanya itu, kunjungan ke Ekowisata Kali Talang juga memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan warga setempat yang ramah. Warga sering kali memanfaatkan padang rumput ini untuk mencari pakan ternak, menciptakan suasana yang hangat dan menyambut bagi para pengunjung.

Selain itu, keberadaan objek wisata ini dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi menambah nilai ekologis dan kelestarian alam yang dijaga oleh para pemuda setempat.

4. Akses dan Fasilitas

Meskipun akses jalan menuju lokasi masih perlu diperbaiki, Ekowisata Kali Talang tetap menawarkan pengalaman berharga bagi setiap pengunjung. Dengan biaya masuk yang terjangkau sebesar Rp 5.000 per orang serta tersedianya area parkir yang aman, pengunjung dapat dengan nyaman menikmati berbagai fasilitas yang disediakan.

Dengan segala keindahannya, Ekowisata Kali Talang dijamin membuat siapa pun yang mengunjunginya merasa terpesona dan ingin kembali lagi. Untuk para pencinta alam dan petualang, tempat ini tidak hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga tempat untuk menciptakan kenangan tak terlupakan di tengah alam yang masih asri dan indah.

(fem/wsw)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata di Selo Boyolali, Murah dengan View Alam Epik


Jakarta

Terdapat banyak wisata di Selo, Boyolali yang patut dikunjungi saat berkunjung ke sana. Sejumlah spot wisatanya menyuguhkan panorama alam asri nan memukau.

Selo terletak di antara Gunung Merapi dan Merbabu. Lokasinya inilah yang membuat kecamatan tersebut dikenal memiliki pemandangan alam mempesona. Temukan sederet objek wisata Selo, Boyolali yang indah dan cantik di bawah ini.

Rekomendasi Wisata di Selo Boyolali

Berikut daftar wisata Selo, Boyolali yang patut dikunjungi selama berkunjung ke sana:


1. New Selo

Situasi di Pos Pendakian New Selo, Boyolali Pasca Letusan Merapi, Boyolali, Jumat (11/5/2018).New Selo dokumentasi 2018 (Ragil Ajiyanto/detikcom)
  • Lokasi: Desa Samiran, Selo, Boyolali.
  • Jam buka: 08.00-19.00.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000 per orang.
  • Tarif parkir: Rp 2.000 (motor) dan Rp 5.000 (mobil).

New Selo menawarkan pemandangan Gunung Merbabu menawan dari kejauhan ditambah udara yang menyejukkan. Saat cuaca cerah, kamu dapat melihat puncak gunung beserta hutan lerengnya yang asri cukup jelas. Pas banget dijadikan spot foto Instagramable.

Menikmati panorama indah paling pas ditemani secangkir minuman dan makanan hangat. Traveler bisa kok memesannya di beberapa warung New Selo sambil nongkrong dan ngobrol bareng teman atau keluarga yang datang bersama.

2. Embung Manajar

Embung Manajar berlatar belakang Gunung Merapi. Sumber foto Albert OseepEmbung Manajar berlatar belakang Gunung Merapi. (detik.com)
  • Lokasi: Dusun III, Desa Samiran, Selo, Boyolali.
  • Jam buka: 24 jam.
  • Harga tiket masuk: Rp 5.000 per orang.
  • Tarif parkir: Rp 3.000 (motor).

Embung Manajar adalah objek wisata waduk di Selo Boyolali. Tempat ini ramai dikunjungi lantaran menyuguhkan panorama pedesaan asri serta beberapa gunung seperti Gunung Merapi dan Merbabu.

Lokasi Embung Manajar berada di dataran cukup tinggi, sekitar 1.700 mdpl. Menjadikannya spot terbaik untuk menyaksikan pemandangan sekeliling yang mempesona.

Tempat wisata ini hanya bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua lantaran jalan yang sempit. Pastikan kondisi kendaraan fit untuk dibawa ke Embung Manajar. Atau traveler juga bisa menyewa ojek lokal untuk sampai ke lokasi.

3. Bukit Sanjaya

Bukit Sanjaya BoyolaliBukit Sanjaya Boyolali (Dhianna Puspitasari/d’Traveler)
  • Lokasi: Dusun IV, Desa Samiran, Selo, Boyolali.
  • Jam buka: 07.30-17.30.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000 per orang.
  • Tarif parkir: Rp 5.000 (motor) dan Rp 10.000 (mobil).

Di Selo, Boyolali juga ada lho wisata yang mirip Pura Lempuyangan Bali, yaitu Bukit Sanjaya. Traveler dapat berfoto di spot gapura dengan background Gunung Merapi yang cantik. Banyak pula titik foto lainnya yang bagus seperti patung-patung unik lho.

Kalau berminat ke sini, kondisi fisik traveler harus prima karena akses ke atasnya perlu menaiki banyak anak tangga terlebih dahulu. Terdapat sejumlah gazebo untuk duduk-duduk atau istirahat. Kamu bisa juga makan atau jajan di resto dan warungnya. Ada pula homestay jika ingin menginap di Bukit Sanjaya.

4. Merapi Garden Selo

Garden MerapiGarden Merapi (Riska Nurul Aini/d’Traveler)
  • Lokasi: Dusun IV, Desa Samiran, Selo, Boyolali.
  • Jam buka: 09.00-18.00.
  • Harga tiket masuk: Rp 5.000 per orang.
  • Tarif parkir: Rp 3.000 (motor) dan Rp 5.000 (mobil).

Merapi Garden Selo menyuguhkan hamparan beragam jenis bunga cantik berwarna-warni dengan latar belakang Gunung Merapi. Di sini bisa ditemukan juga ornamen kincir angin, gazebo, dan ayunan. Taman bunga ini cocok banget dijadikan spot foto aesthetic.

Bisa singgah ke D’Garden Cafe kalau ingin menikmati panorama alam lebih lama sambil menyeruput kopi dan makan hidangan lezat lainnya. Aktivitas seperti paralayang, outbond, dan jeep wisata dapat pula direservasi di kafe tersebut.

5. Bukit Gancik

Bukit Gancik di BoyolaliBukit Gancik di Boyolali. (Retno Wardhana/d’Traveler)
  • Lokasi: Dukuh Selo Nduwur, Dusun I, Selo, Boyolali
  • Jam buka: 24 jam.
  • Harga tiket masuk: Rp 5.000 per orang.
  • Tarif parkir: Rp 3.000 (motor) dan Rp 5.000 (mobil).

Bukit Gancik terletak di kaki Gunung Merbabu. Objek wisata ini menawarkan panorama alam yang asri sekitar dari ketinggian. Traveler bisa berfoto di sejumlah spot yang tersedia. Di sini juga bisa jadi spot bagus menyaksikan matahari terbit lho.

Akses jalan ke lokasi ini menanjak curam. Jika naik motor harus sangat berhati-hati ya. Di samping itu, para pendaki yang akan mendaki Gunung Merbabu bisa melalui jalur Bukit Gancik ini.

6. Wisata Gunung Nganten Desa Lencoh

Gunung Merapi dilihat dari Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Sabtu (13/6/2021).Gunung Merapi dilihat dari Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. (Ragil Ajiyanto/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Magelang-Boyolali, Dusun I, Desa Lencoh, Selo, Boyolali.
  • Jam buka: 24 jam.
  • Harga tiket masuk: Rp 5.000 per orang.
  • Tarif parkir: Rp 3.000 (motor) dan Rp 5.000 (mobil).

Kalau ingin camping low budget di Selo, Boyolali, dapat mengunjungi Wisata Gunung Nganten Desa Lencoh. Area yang cukup luas ditambah view Gunung Merapi memukau benar-benar daya tarik camping ground satu ini.

Kamu bisa menyewa tenda yang sudah dipasang sekitar Rp 100.000 saja. Traveler dapat mengajak keluarga atau teman untuk camping di sini.

7. Bukit Kinasih

  • Lokasi: Dusun I, Desa Senden, Selo, Boyolali
  • Jam buka: 24 jam.
  • Harga tiket masuk: Rp 5.000 per orang.
  • Tarif parkir: Rp 3.000 (motor) dan Rp 5.000 (mobil).

Lagi-lagi spot foto epic di Selo, Boyolali, yaitu Bukit Kinasih. Dari bukit, kamu dapat melihat panorama alam asri yang terhampar di sekelilingnya. Kalau ingin naik ke atas bisa trekking tipis-tipis, menaiki sepeda, atau mengendarai motor. Namun, pastikan tubuh serta kendaraan dalam kondisi prima untuk menanjaknya.

8. Desa Wisata Samiran

  • Lokasi: Dusun IV, Desa Samiran, Selo, Boyolali
  • Jam buka: 24 jam atau bergantung paket wisata yang diambil.
  • Harga tiket masuk: gratis.
  • Tarif parkir: Rp 3.000 (motor) dan Rp 5.000 (mobil) atau bergantung homestay atau penginapan yang dipilih.

Desa Wisata Samiran atau yang terkenal dengan sebutan Dewi Sambi bisa jadi tujuan wisata di Selo, Boyolali. Pengelola desa menawarkan paket wisata unik, mulai dari soft tracking dan hard tracking ke Gunung Merapi serta Merbabu, tour wisata ke seluruh area Selo, berburu sunrise, hingga aktivitas outbond maupun edukasi.

Kalau ingin bermalam di desa wisata ini mudah kok. Terdapat deretan homestay di sepanjang jalannya dengan harga sewa terjangkau. Desa Wisata Samiran sangat cocok menjadi tempat healing dengan suasana rileks dan udara sejuk.

9. Simpang Paku Buwono VI

Simpang PB VI di Selo, Boyolali.Simpang PB VI di Selo, Boyolali. (Jarmaji/detikJateng)
  • Lokasi: Jl. Blabak-Boyolali, Desa Samiran, Boyolali
  • Jam buka: 09.00-22.00.
  • Hargga tiket masuk: gratis.
  • Tarif parkir: gratis.

Simpang Paku Buwono VI disebut juga dengan Alun-Alun Selo. Lokasi ini tak kalah indah dari spot wisata lainnya nih, karena traveler dapat menyaksikan view Gunung Merapi yang jelas dari sana jika cuacanya cerah.

Di sekitar lokasi kamu dapat menyewa sepeda listrik untuk berkeliling, menunggang kuda, maupun menaiki delman. Kalau perut keroncongan, banyak pedagang makanan yang menjajakan berbagai menu enak-enak lho.

10. Omah Kita Selo

Omah Kita Selo, Boyolali, Jawa Tengah.Omah Kita Selo, Boyolali, Jawa Tengah. (Instagram @omahkitaselo)
  • Lokasi: Citakan, Desa Samiran, Selo, Boyolali
  • Jam buka: Setiap hari, 10.00-19.00
  • Harga tiket masuk: gratis.
  • Tarif parkir: bergantung kebijakan pengelola.

Omah Kita menyediakan penginapan dan kafe untuk nongkrong. Ada sejumlah kamar yang dapat direservasi kalau minat bermalam di sini. Tarif sewanya pun terjangkau, sekitar Rp 400.000-600.000 per malamnya. Dari sini traveler bisa menikmati view Gunung Merapi beserta pedesaan dan hutan di lerengnya.

Di kafenya terdapat banyak menu lezat yang siap mengganjal perut keroncongan. Tersedia ramen katsu, nasi cumi goreng, hingga makanan ringan seperti otak-otak. Kalau datang rombongan, bisa pesan paket sukiyaki steambot untuk menghangatkan tubuh di suhu Selo yang sejuk.

Nah, itu tadi sejumlah rekomendasi wisata Selo Boyolali yang dapat kamu kunjungi. Sebelum berkunjung, jangan lupa mencari tahu info terbaru lebih dulu terkait harga dan ketersediaan layanan.

Update info memungkinkan piknik kamu ke Selo, Boyolali, berlangsung aman dan nyaman. Traveler ada rencana berkunjung ke lokasi mana saja nih?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Kampung Mati yang Terkubur Erupsi Dahsyat Gunung Merapi



Sleman

Di Sleman, ada satu kampung mati yang ditinggalkan penghuninya akibat dihajar erupsi dahsyat gunung Merapi. Ini kisah dusun Bakalan yang perlu kamu tahu.

Dusun Bakalan di Argomulyo, Cangkringan, Sleman menyimpan cerita dahsyatnya erupsi gunung Merapi. Erupsi tersebut mengubur dusun yang kini sebagian wilayahnya akan menjadi Museum Terbuka Bakalan itu.

Di kawasan museum itu, hanya tersisa tembok rumah yang jadi saksi erupsi yang terjadi 14 tahun silam. Tiga bangunan masih berdiri. Dua di antaranya hanya tersisa tembok, sementara satu bangunan lagi masih utuh.


Sedangkan satu bangunan rumah lainnya sudah setengah terkubur material vulkanik dan hanya tampak bagian atas rumah.

Di luar kawasan museum, juga masih ada rumah. Setidaknya ada tiga rumah yang masih berdiri. Namun, semuanya kosong dan ditinggalkan sehingga ditumbuhi alang-alang.

“Total rumah yang ada tujuh. Dulu ada 88 KK di Dusun Bakalan ini,” kata Partono, salah satu pengelola museum sekaligus warga asli Bakalan, Selasa (30/7).

Dia mengutarakan tak ada lagi warga yang tinggal di wilayah itu. Semua terpaksa pindah karena material vulkanik mengubur seluruh kampung.

“Ya sekarang pindah ke namanya huntap Kuwang. 4,5 kilometer dari sini,” ujarnya.

Partono bercerita 5 November 2010 menjadi sejarah kelam untuk kampung itu. Partono bilang, tak semua warga selamat.

“Ada yang meninggal, tiga orang kena dampak langsung,” ucapnya.

Ketiga orang itu sebenarnya sudah diajak turun untuk mengungsi. Hanya saja, di malam nahas itu dua orang yang sudah di barak pengungsian justru memutuskan kembali.

“Mereka jam 9 malam izin pulang mengunci rumah. Tapi kami cari tidak ada. Paginya kami kembali ke sini (Bakalan) dan ketemu itu,” katanya.

Kala itu, material Merapi meluap dari Kali Gendol yang hanya berjarak kurang dari 50 meter dari kampung. Partono menceritakan, material panas setebal hampir puluhan meter yang mengubur habis kampung.

“Itu di aliran piroklastik ada tiga rumah, satu rumah terkubur dari bawah sampai atas. Satu masih kelihatan, satunya tinggal itu pintu,” ujarnya.

Kawasan aliran piroklastik Bakalan di Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman, yang diusulkan menjadi geopark tingkat nasional, Jumat (26/7/2024).Dusun Bakalan di Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja

Pascaerupsi Merapi, mereka harus mengungsi selama dua bulan. Lepas itu mereka dibangunkan hunian sementara. Hanya seluas 6×6 meter per KK.

“Itu rumahnya temboknya dari bambu. Dua tahun kami menempati,” ujarnya.

Mereka kemudian kembali mengungsi karena lokasi hunian sementara dibersihkan untuk dibangun hunian tetap yang ditempati hingga saat ini.

“Baru 2012 kami bisa tinggal di huntap,” ucapnya.

Dusun Bakalan Bakal Jadi Museum Terbuka

Dusun Bakalan yang sudah terkubur material memaksa warga pindah. Endapan material Merapi oleh pemerintah kemudian dikeruk. Normalisasi sungai, sebutannya.

Akan tetapi, dari sekian banyak material yang diambil, oleh warga kemudian ada yang diselamatkan dan dijadikan tempat wisata. Kini di lokasi Museum Terbuka Bakalan, terdapat sisa aliran piroklastik yang oleh pemerintah kabupaten Sleman akan diajukan jadi situs warisan geologi.

“Ini ada beberapa timbunan erupsi termuda material erupsi Merapi 2010 ini ada dua rumah yang terpendam di sini (menunjuk sisa aliran piroklastik), yang satu kelihatan atasnya sedikit, yang satu terpendam tidak kelihatan,” ucap Partono.

Kawasan aliran piroklastik Bakalan di Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman, yang diusulkan menjadi geopark tingkat nasional, Jumat (26/7/2024).Dusun Bakalan di Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja

Dia menjelaskan bangunan museum ini sepenuhnya dikuasai oleh pemerintah. Warga, lanjutnya, yang kemudian mengelola menjadi wisata.

“Tiga bulan ini banyak dari mahasiswa terutama di Jogja sering ke sini untuk kunjungan situs geologi. Dari Australia juga pernah beberapa kali ke sini,” katanya.

Selain situs geologi, di museum itu juga terdapat satu rumah yang benar-benar masih utuh. Hanya sebagian kecil saja yang terbakar.

Di dalam rumah berbentuk joglo itu, sisa abu Merapi masih menempel di dinding maupun tiang rumah. Ada juga dua tiang utama di dalam rumah yang gosong terbakar. Sisanya, seperti tak terjadi apa-apa.

“Ada satu rumah di tahun 2010 itu masih utuh, yang lain kanan kiri depan belakang hancur namun itu masih utuh terus di dalamnya ada beberapa benda peninggalan untuk sisa erupsi 2010,” ucapnya.

Partono melanjutkan, meski masih ada beberapa sisa rumah yang berdiri, tak ada satupun warga yang kembali ke dusun itu.

“Tinggal sisa rumah, yang di sini tinggal tidak ada karena warga kami kebetulan menurut, karena sini KRB jadi tidak boleh untuk tempat tinggal. Kalau usaha silakan,” pungkasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Cepogo Cheese Park Boyolali, Wisata dengan View Gunung Merapi dan Merbabu


Jakarta

Cimory Group membuka tempat wisata edukasi ramah anak dan keluarga di Boyolali, Jawa Tengah nih traveler, yaitu Cepogo Cheese Park. Di sana kamu dapat berinteraksi dengan hewan hingga mencoba sejumlah wahana seru.

Pesona alam yang disuguhkan destinasi wisata ini juga juara lho. Saat cuaca cerah, pengunjung bisa menikmati view Gunung Merapi dan Merbabu dari ketinggian. Selain itu, hawa dingin dan suasana sejuknya bikin betah bermain seharian di Cepogo Cheese Park.

Penasaran dengan objek wisata di Boyolali satu ini? Cari tahu lebih lanjut tentang wahana, jam buka, hingga harga tiket Cepogo Cheese Park berikut.


Ada Apa Saja di Cepogo Cheese Park Boyolali?

Terdapat sejumlah spot dan aktivitas seru yang dapat dilakukan di Cepogo Cheese Park, yaitu:

1. Mini Zoo

Cepogo Cheese Park, tempat wisata baru di Boyolali. Foto diambil Senin (12/12/2022).Mini zoo di Cepogo Cheese Park Boyolali. (Jarmaji/detikcom)

Traveler bakal menemukan mini zoo di tempat wisata Boyolali ini. Di sana kamu bisa melihat kandang domba, sapi, kelinci, kuda besar dan poni, angsa, bebek, burung, rusa, burung unta, iguana, berang-berang, hingga kura-kura.

Selain melihat-lihat, kamu dapat berinteraksi dengan binatang-binatang tersebut lho. Pengunjung bisa menunggang kuda, menangkap ikan, serta memberi makan hewan-hewan yang ada.

2. Wahana Seru

Kamu juga bisa menjajal berbagai wahana seru di Cepogo Cheese Park. Ada Tractor Tour De Farm, Moo Moo Train, dan Fun Car yang cocok untuk anak. Atau bisa melempar bola di Shoot The Moo.

Untuk orang dewasa bisa mencoba Rainbow Slide dan memanah. Wahana yang lebih menantang lainnya juga ada lho seperti menaiki ATV dan Go-kart di lintasan yang tersedia.

3. Spot Foto

De Windmills di Cepogo Cheese Park sempat viral karena menyuguhkan pesona ribuan kincir angin warna-warni yang menawan. Keindahannya bertambah saat kincir-kincir ini berputar ketika angin berhembus. Ada pula terowongan kincir angin yang jadi spot favorit berfoto.

Di Magic Village-nya, kamu akan merasa seakan-akan berada di desa kurcaci. Beberapa bangunannya berukuran mini serta ada manusia kerdil yang melakukan sulap dan bisa diajak berfoto bersama. Pokoknya, setiap sudut Cepogo Cheese Park dapat traveler jadikan spot foto Instagramable lho.

4. Restoran

Kalau perut keroncongan usai seharian bermain di sana, tidak usah khawatir. Karena kamu bisa menyantap berbagai menu lezat di resto Cepogo Cheese Park. Pengunjung dapat mencicipi nasi goreng, steak, hingga ayam bakar.

Untuk menghangatkan tubuh di udara sejuknya, traveler boleh memesan menu soto gurih dan camilan ringan seperti pisang goreng yang baru matang dimasak.

Terdapat pula Snack Bar yang menawarkan es krim, kentang goreng, dan jajanan lainnya untuk mengganjal perut lapar saat mengelilingi tempat wisata di Boyolali satu ini.

5. Toko Oleh-oleh

Sebelum pulang, kamu boleh mampir ke toko oleh-oleh di Cepogo Cheese Park untuk membeli buah tangan. Terdapat banyak makanan yang dapat dibeli, seperti bolu Cimory lembut, pie, susu, yoghurt, serta camilan ringan lain. Ada juga berbagai boneka lucu yang siap dibawa pulang.

Cepogo Cheese Park terletak di Dusun II, Genting, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah. Dari area pusat kotanya, tempat wisata ini hanya berjarak sekitar 14 km dengan waktu tempuh kisaran 25-30 menit.

Traveler dapat mengambil Jl. Blabak-Boyolali untuk menuju Cepogo Cheese Park. Destinasi wisata ini bisa dijangkau dengan mobil atau motor. Gunakan online maps kalau kamu masih belum tahu rute menuju ke lokasinya ya.

Waktu Operasional Cepogo Cheese Park Boyolali

Cepogo Cheese Park Boyolali buka setiap harinya mulai jam 08.00-18.00 WIB. Kamu bisa datang pada pagi atau sore hari untuk waktu berkunjung paling nyaman di tempat wisata ini. Boleh banget datang ketika weekday untuk bermain yang lebih leluasa.

Jika ingin mencicipi aneka menu lezat, restonya buka jam 10.00-18.00 pada weekday dan 09.00-18.00 saat weekend. Kalau hanya mau beli buah tangan, toko oleh-oleh Cepogo Cheese Park buka jam 09.00-18.00 di weekday dan 08.00-19.00 pada weekend.

Tiket Masuk Cepogo Cheese Park Boyolali

Harga tiket masuk Cepogo Cheese Park sangat terjangkau. Berikut daftar tiket masuknya:

– Rp 20.000: Tiket masuk Cheese Park (weekday)
– Rp 25.000: TIket masuk Cheese Park (weekend)
– Rp 20.000: Tiket masuk De Windmills (weekday)
– Rp 25.000: Tiket masuk De Windmills (weekend)
– Rp 35.000: Tiket masuk Cheese Park dan De Windmills (weekday)
– Rp 40.000: Tiket masuk Cheese Park dan De Windmills (weekend).

Untuk menjajal sejumlah wahana, makan di resto, dan membeli oleh-oleh di tokonya, kamu perlu mengeluarkan biaya tambahan ya.

Nah, itu tadi informasi wahana hingga harga tiket masuk Cepogo Cheese Park Boyolali. Jadi, apakah traveler tertarik berkunjung ke tempat wisata satu ini?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Segar Alami Wisata Umbul Brondong yang Ramah Anak di Klaten



Klaten

Di Klaten ada banyak umbul alias pemandian mata air yang segar alami. Salah satunya adalah Umbul Brondong yang ramah anak dan harga tiketnya murah meriah.

Umbul Brondong ini berlokasi di Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten. Obyek wisata ini terkenal ramah anak karena menyediakan 4 jenis kolam dengan berbagai ukuran.

Suasana yang ditawarkan pun syahdu. Pengunjung bisa berenang sambil menikmati angin sepoi-sepoi, atau sekadar duduk-duduk di gazebo yang berada di tengah kolam.


Ketua BUMDes Karunia Sejahtera Ngrundul Windratna mengatakan, Umbul Brondong memang dibuat dengan konsep ramah anak. Selain berenang, anak-anak juga bisa berburu ikan di kolam keceh yang ditanami selada air.

“Di Umbul Brondong ada kolam relaksasi ikan, terus ada untuk keceh di selada air, terus ada kolam balita, ada kolam anak, dan ada kolam remaja. Memang branding kami buat anak dan keluarganya,” kata Windratna kepada awak media, Rabu (4/9/2024).

“Terus ada di sungai itu juga kami lepaskan ikan nilem yang bisa untuk relaksasi juga. Biasanya anak-anak kan senang di situ cari ikan kecil-kecil, itu akan kami pertahankan,” sambungnya.

Ia mengatakan, kedalaman kolam di Umbul Brondong pun bervariasi mulai dari 45 sentimeter hingga 1,5 meter. Orang tua yang menunggu anak-anaknya pun bisa bersantai di gazebo atau di warung-warung milik masyarakat setempat.

“Operasional dari jam 5 sampai jam 17.00 sore, tapi kalau setelah masuk akan kami tunggu sampai pulang,” jelasnya.

Wisata Murah Meriah

Tiket masuk Umbul Brondong pun tergolong murah meriah. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 6 ribu, tambah tiket parkir Rp 2 ribu untuk bisa berwisata di sini.

Bahkan, masyarakat desa setempat boleh berenang di Umbul Brondong gratis. Kepala Desa Ngrundul Hari Purnomo mengatakan, Umbul Brondong menggunakan mata air murni tanpa kaporit, sehingga kesegaran bisa semakin terasa saat berenang di Umbul Brondong.

“Airnya itu murni, tidak berkaporit, tidak ada unsur kimia, murni. Jadi di badan segar karena nggak ada unsur kimianya,” jelasnya.

“Umbul Brondong ini semakin hari semakin pesat pengunjungnya. Hari libur itu satu hari bisa mencapai 3.000 pengunjung yang bertiket, karena seluruh masyarakat desa gratis. Jadi paling nggak ada 3.300 pengunjung,” jelasnya.

Ke depannya, kata Hari, pihaknya akan mengadakan pujasera sekaligus taman yang akan dibangun di atas lahan yang kini masih kosong, di sebelah Umbul Brondong. Pujasera dan taman itu rencananya akan mulai digarap akhir tahun ini.

“Jadi itu saya rombak, nanti saya buat taman, saya jadikan satu di Pujasera ini supaya semakin bersih. Semakin enak dilihat, dipandang mata, karena kami mempunyai view Gunung Merapi,” jelasnya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik Air Terjun Kedung Kayang, Lokasi, dan Harga Tiketnya


Jakarta

Air terjun Kedung Kayang merupakan salah satu wisata Magelang yang menarik untuk dikunjungi saat liburan. Aliran airnya berseling dengan bebatuan, suasannya rileks dan segar. Pemandangan yang disuguhkan begitu menakjubkan.

Kedung berarti air terjun dan kayang berarti langit, sehingga kedung kayang memiliki arti air terjun langit. Bisa jadi nama itu karena pemandangan yang disuguhkan membuat wisatawan seolah berada di atas awan.

Berikut informasi mengenai daya tarik, lokasi, dan harga tiketnya.


Daya Tarik Air Terjun Kedung Kayang

Air terjun Kedung Kayang begitu sejuk dengan pepohonan rindang yang mengelilinginya. Aliran airnya pun cukup deras.

1. Dikelilingi Pepohonan Rindang

Air terjun Kedung Kayang memiliki pemandangan pepohonan yang rindang, sehingga menghasilkan udara yang sejuk.

Menurut laman BOB Kemenparekraf, udara dan air yang dingin menambah kesejukan di sekeliling air terjun.

2. Spot Foto

Kawasan air terjun Kedung Kayang memiliki spot menarik untuk menghasilkan foto estetik. Traveler bisa berfoto berlatar air terjunnya atau ketinggian pohon pinus. Selain itu, ada pula area yang menjulang setinggi 50 meter. Di sana, wisatawan dapat melihat panorama air terjun sekaligus gunung Merapi.

3. Air Terjun Setinggi 40 Meter

Air terjun Kedung Kayang adalah salah satu air tertinggi di Jawa Tengah. Lokasinya berada di ketinggian 1.200 mdpl dengan tinggi air terjun mencapai 40 meter. Aliran airnya cukup deras, namun masih aman jika wisatawan mandi di sekitar air terjun.

4. Goa di Belakang Air Terjun

Terdapat goa yang memiliki lebar 2 m dan tinggi 2,5 m di belakang air terjun. Jika mau menyusuri goa, maka kamu harus naik sekitar 1,5 meter.

Fasilitas Air Terjun Kedung Kayang

Air terjun Kedung Kayang memiliki sejumlah fasilitas yang bisa dinikmati wisatawan. Menurut laman Instagram Kedung Kayang Waterfall, berikut di antaranya:

  • Lahan parkir kendaraan
  • Pusat informasi wisata
  • Kamar mandi
  • Air bersih
  • Free Wifi
  • Gazebo
  • Warung wisata
  • Gardu pandang

Lokasi Air Terjun Kedung Kayang

Air terjun Kedung Kayang berada di Desa Wonolelo kedung kayang, Nangrong, Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dari arah Yogyakarta, Magelang dan sekitarnya, traveler bisa mengambil arah mengikuti jalan utama menuju Ketep Pass melalui jalan Magelang Boyolali. Ikuti jalan hingga sampai di lokasi Air Terjun Kedung Kayang.

Sementara, dari arah Semarang, Salatiga, dan sekitarnya, ikuti jalan utama melalui jalan Kopeng-Salatiga hingga sampai di pertigaan Ketep Pass. Belok kiri menuju jalan Magelang-Boyolali, sekitar 3 km hingga sampai ke lokasi air terjun Kedung Kayang.

Kendaraan yang dibawa bisa diparkir di dekat rumah warga. Perjalanan dari ladang penduduk akan menghabiskan waktu sekitar 20 menit dengan menyusuri sungai.

Harga Tiket dan Jam Operasional Air Terjun Kedung Kayang

Harga tiket masuk air terjun Kedung Kayang hingga parkir kendaraan yaitu:

  • Tiket masuk: Rp 4.000
  • Asuransi: Rp 500
  • Parkir mobil: Rp 4.000
  • Parkir motor: Rp 2.000
  • Parkir bus: Rp 10.000

Adapun jam operasional air terjun Kedung Kayang mulai pukul 07.00-17.00 WIB. Untuk sunrise view pukul 05.00, wisatawan dipersilahkan masuk terlebih dahulu. Pelayanan retribusi nantinya dilakukan saat jam operasional.

Itulah informasi mengenai air terjun Kedung Kayang di Magelang. Sebelum datang ke lokasi, pastikan kamu sudah mencari informasi terbaru terkait harga tiket hingga jam operasionalnya.

(elk/fem)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik, HTM, hingga Jam Buka


Jakarta

Nawang Jagad adalah salah satu destinasi wisata alam yang berlokasi di daerah Kaliurang, Yogyakarta. Tempat ini menawarkan panorama Gunung Merapi dan pemandangan hijau yang indah nan menawan.

Seringnya, para pelancong berkunjung ke sini untuk healing. Karena lokasi Nawang Jagad berada di kaki Gunung Merapi, sehingga suasananya tenang dan sejuk.

Daya Tarik Nawang Jagad

Pemandangan Alam yang Memukau

Terletak di tengah pegunungan yang memukau, tempat ini menawarkan panorama keindahan alam yang masih asri.


Nawang Jagad di kawasan Kaliurang, Jogyakarta menawarkan spot untuk menikmati panorama Gunung Merapi. Yuk kita healing sejenak.Nawang Jagad di kawasan Kaliurang, Yogyakarta menawarkan spot untuk menikmati panorama Gunung Merapi. (Lintia Elsi)

Dari catatan perjalanan detikTravel, sesampainya di atas, traveler akan disambut dengan pemandangan pepohonan tinggi yang jadi tempat bergantungnya hammock.

Ada banyak kursi-kursi dan bean bag untuk bersantai menikmati keindahan Gunung Merapi.

Spot Foto Instagramable

Nawang Jagad di kawasan Kaliurang, Jogyakarta menawarkan spot untuk menikmati panorama Gunung Merapi. Yuk kita healing sejenak.Suasana di Nawang Jagad. (Lintia Elsi)

Sejatinya, setiap sudut area Nawang Jagad bisa jadi spot foto. Untuk bisa menikmati pemandangan luas Nawang Jagad, ada menara pandang cukup tinggi yang bisa pengunjung naikki dengan tangga.

Camping Ground

Pengunjung bisa menyewa area camping di Nawang Jagad dengan harga Rp 20 ribu untuk anak-anak dan Rp 35 ribu untuk dewasa.

Pengunjung bisa membawa tenda sendiri atau menyewa di tempat. Namun, bagi yang ingin melakukan kemping perlu melakukan reservasi terlebih dahulu.

Menurut informasi, traveler bisa melakukan kemping dan foto. Tenda bisa membawa sendiri atau menyewa dari pengelola. Untuk reservasi sebaiknya dilakukan H-3.

Sewa Kendaraan Off Road

Berbagai aktivitas menarik juga bisa kamu lakukan, seperti menyewa kendaraan off road seperti ATV, trail, dan mobil jeep. Di bagian bawah Nawang Jagad, traveler akan diajak melewati medan-medan menantang.

Kuliner

Setelah asyik berfoto dan melakukan aktivitas, pengunjung bisa menikmati kuliner lokal. Kamu bisa makan, atau sekedar minum kopi ditemani suasana yang tenang dan udara segar.

Cara ke Wisata Nawang Jagad

Berlokasi Nawang Jaga berlokasi di di Jalan Nawang Jagad, Kaliurang, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari pusat kota Yogyakarta, traveler perlu menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam.

Sampai di gerbang wisata ini, tersedia tempat parkir. Dari tempat parkir, traveler perlu berjalan sedikit menanjak untuk mencapai pos pembelian tiket.

Jam Operasional

Mengutip informasi dari akun Instagram @nawangjagad (29/10/2024), Nawang Jagad buka setiap Selasa sampai Minggu. Dengan jam operasional berikut:

  • Selasa-Jumat: 08.00 – 16.00 WIB.
  • Sabtu & Minggu 06.00-16.00 WIB.

Berdasarkan pengalaman detikTravel, pada jam 08.00 – 11.00 WIB sudah mulai ramai. Bakal lebih ramai lagi di jam 15.00 WIB.

Harga Tiket Masuk Nawang Jagad

Masuk wisata Nawang Jagad cukup membayar Rp 15.000 per pax. Harga tersebut sudah termasuk voucher minum dan snack, yang bisa untuk ditukarkan di warung kecil dekat pos pembelian tiket.

Di Nawang Jagad juga terdapat makanan-makanan ringan dan makanan cepat saji yang bisa dinikmati pengunjung.

Disarankan, berkunjung ke sini saat cuaca cerah, agar kamu bisa melihat pemandangan Gunung Merapi dengan jelas apalagi di pagi hari. Pasalnya, saat cuaca sedang tidak bagus pemandangan akan tertutupi kabut.

Setelah berkunjung ke sini, traveler juga bisa berbelok sedikit untuk mengunjungi Museum Ullen Sentalu yang letaknya ada di sebelah Nawang Jagad.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Menikmati Sisi Lain Jogja dari Ketinggian HeHa Sky View



Yogyakarta

Libur long weekend Isra Miraj dan Imlek, traveler bisa menikmati sisi lain keindahan Jogja dari ketinggian di destinasi wisata HeHa Sky View. Simak ulasannya berikut ini:

HeHa Sky View adalah tempat wisata yang tidak boleh kamu lewatkan jika liburan di Jogja. Destinasi ini hanya berjarak 40 menit dari pusat kota Yogyakarta, dan 30 menit dari gerbang tol Prambanan.

Dari atas ketinggian bukit, traveler bisa menikmati keindahan Jogja yang tidak ada di tempat lainnya. Bagi pecinta sunset, kamu bisa datang ke tempat ini pada sore hari. Kamu akan disuguhkan pemandangan langit kuning keemasan disertai landskap Gunung Merapi yang mempesona.


Selain itu, kamu juga bisa menikmati citylight Kota Yogya yang menawan pada malam hari. Kamu bisa menikmati citylight sambil merebahkan diri di bean bag dan menyeruput segelas minuman hangat rasanya asyik juga.

Traveler juga bisa foto-foto di beberapa spot kece seperti Sky Glass, Sky Balloon, Sky Swing, HeHa Aeroplane, dan Macrame. Di setiap spot foto sudah ada fotografer yang menawarkan jasa dengan tarif Rp 5.000. Kamu bisa langsung minta file copy foto yang diambil fotografer.

Lokasi dan Rute Menuju HeHa Sky View

HeHa Sky View berlokasi di Jalan Dlingo-Patuk Nomor 2, Bukit Patuk, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dari Tugu Yogya, kamu hanya perlu berkendara ke arah timur (arah Solo). Sesampainya pada lampu merah kedua (perempatan Gramedia), belok kiri, lalu berjalan lurus sampai ke Bundaran UGM.

Dari Bundaran UGM, kamu bisa belok kanan (menuju arah timur), lalu berjalan lurus sampai ujung jalan dan menemukan pertigaan lampu merah. Dari situ, kamu bisa berbelok ke kanan sampai lampu merah berikutnya. Setelah itu, belok kiri dengan menyusuri jalan Solo ke arah timur.

Harga Tiket & Jam Buka HeHa Sky View

Di akun Instagram HeHa Sky View, tercantum harga tiket terbaru yang berlaku mulai 2 Januari 2025. Setiap pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 25.000 per orang.

Untuk jam operasionalnya, HeHa Sky View buka mulai pukul 10.00 sampai 21.00 WIB untuk weekdays. Sedangkan untuk weekend Sabtu-Minggu, jam bukanya mulai 08.00 hingga 21.00 WIB.

Aneka Acara Seru di HeHa Sky View

Untuk merayakan kemeriahan Imlek, acara bertajuk Bertabur Cahaya di Atas Awan #TamanLangitnyaJogja akan digelar di HeHa Sky View pada 26 dan 29 Januari 2025.

Libur panjang akhir pekan traveler akan dimeriahkan dengan pertunjukan atraktif mulai dari musik perkusi, tari kreasi, fire dance, dan barongsai.

Wisatawan menikmati pemandangan alam yang disajikan di tempat wisata Heha Sky View, Dlingo, Gunung Kidul, Yogyakarta, Sabtu (18/9/2021). Geliat tempat wisata mulai terlihat setelah penurunan level PPKM.Wisatawan menikmati pemandangan alam yang disajikan di tempat wisata Heha Sky View, Dlingo, Gunung Kidul Foto: PIUS ERLANGGA

Setelah perayaan Imlek usai, kemeriahan di HeHa Sky View akan berlanjut dengan acara Pasar Raya Durian Gunungkidul di bulan Februari 2025 dan Kampung Ramadan, festival kuliner seru selama bulan suci di bulan Maret 2025.

Di bulan April, ada acara HeHa Run, fun run dengan track perbukitan Patuk di Gunungkidul yang punya pemandangan memukau. Berlanjut di bulan Mei 2025, ada acara Festival Bintang, sebuah konser musik di ketinggian dengan view hamparan bintang di langit.

Memeriahkan bulan Juni 2025, akan digelar Festival Sate, sebuah acara pasar kuliner aneka sate yang dimeriahkan juga dengan lomba masak. Sedangkan di bulan Juli ada Nikah Massal 24 Jam, acara ini merupakan wujud wedding tourism, yaitu pagelaran nikah bareng secara nasional dengan peserta dari berbagai daerah.

Di bulan Agustus, HeHa akan menggelar Paws Wonder Sky The Ultimate Pet Show, sebuah pameran hewan peliharaan terlengkap untuk para komunitas pecinta anjing dan kucing di Yogyakarta dan sekitarnya.

Memeriahkan bulan September, ada acara melukis di Taman Langit, lomba lukis dan berbagai lomba untuk anak-anak dalam bulan ulang tahun HeHa Sky View. Sedangkan di bulan Oktober ada HeHaunted, petualangan horor seru ala Halloween di wahana Gua Hantu HeHa Sky View.

Bulan Desember akan ditutup dengan HeHa Hore, event tahunan spektakuler berupa pertunjukan kembang api dengan rangkaian acara seru untuk menyambut malam tahun baru. Traveler bisa juga mengikuti Instagram @hehaskyview untuk mendapat informasi terbaru dari destinasi ini.

——-

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Hits di Boyolali, Bisa Berenang hingga Naik Wahana Seru!


Jakarta

Boyolali, Jawa Tengah punya sejumlah tempat wisata yang lagi hits dan ramai dikunjungi. Destinasi wisatanya bervariasi, traveler dapat menaiki berbagai wahana seru hingga berenang atau sekadar bermain air.

Boyolali sendiri memiliki panorama mempesona yang tak kalah dengan wilayah lain di Jawa Tengah. View Gunung Merapi dan Merbabu yang kehijauan dapat terlihat jelas saat cuacanya cerah. Udara sejuk dan alam yang asri pun bikin traveler betah berkunjung ke Boyolali. Simak tempat wisatanya di bawah ini.

Wisata Hits di Boyolali

Berikut sederet tempat wisata di Boyolali yang lagi hits dan patut didatangi, merangkum Google:


1. Cepogo Cheese Park

Lokasi: Dusun II, Genting, Kecamatan Cepogo, Boyolali
Jam Buka: Setiap hari, 08.00-18.00 WIB
Tiket Masuk: Rp 20.000-65.000

Cepogo Cheese Park termasuk objek wisata ramah keluarga di bawah naungan Cimory Group. Di sana traveler dapat bisa melihat dan berinteraksi dengan hewan di Mini Zoo hingga menaiki wahana seru seperti Tractor Tour De Farm, Rainbow Slide, ATV, dan Gokart.

Panorama di tempat juga nggak kalah loh, pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu bisa terlihat saat cuacanya cerah. Suasana sejuknya pun bikin betah bermain-main seharian.

Kalau lapar, traveler dapat bersantap berbagai menu lezat di resto Cepogo Cheese Park. Bisa juga mampir ke toko oleh-olehnya untuk membeli buah tangan berupa aneka makanan dan aksesoris.

2. Merapi Garden Selo

Merapi Garden Selo, BoyolaliMerapi Garden Selo, Boyolali Foto: dok. Instagram @merapigardenselo

Lokasi: Desa Samiran, Selo, Boyolali
Jam Buka: Senin-Jumat (09.00-20.00 WIB), Sabtu-Minggu (08.00-21.00 WIB)
Tiket Masuk: Rp 5.000

Berbagai bunga warna-warni bisa dijumpai di Merapi Garden Selo dan latar Gunung Merapinya mempercantik tempat ini. Ornamen seperti kincir angin hingga ayunan dapat dijadikan spot foto Instagramable.

Panorama menawan di sini bisa dinikmati lebih lama sambil menyeruput kopi di D’Garden Cafe. Ada juga hidangan enak lain yang dapat dipesan untuk mengisi perut. Boleh reservasi aktivitas menarik seperti paralayang, outbound, dan jeep wisata kafe ini.

3. Waduk Cengklik Park

Waduk Cengklik Park, Destinasi Baru Wisata di BoyolaliWaduk Cengklik Park Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Lokasi: Gunungparan, Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali
Jam Buka: Setiap hari, 08.00-18.00 WIB
Tiket Masuk: Rp 20.000-75.000

Sesuai namanya, Waduk Cengklik Park berada dekat dengan Waduk Cengklik Boyolali. Traveler dapat menjajal sejumlah wahana seru seperti trampolin, rainbow slide, monorail, hingga bom bom car.

Anak-anak semakin betah karena di sini terdapat waterboom. Areanya yang dipenuhi miniatur tempat-tempat terkenal dunia juga bisa banget dijadikan spot foto estetik. Pesan tiket masuk bundling agar lebih hemat.

4. New Selo

Lokasi: Desa Samiran, Selo, Boyolali
Jam Buka: 24 Jam
Tarif Parkir: Rp 3.000-5.000

View Gunung Merbabu terlihat jelas di New Selo saat cuaca cerah. Puncak gunung hingga hutan lerengnya yang hijau sangat bagus dijadikan background foto.

Singgah di beberapa warungnya juga boleh untuk menikmati panorama mempesona sambil ditemani minuman dan makanan hangat.

5. Wisata Alam Panorama

Wisata Alam Panorama BoyolaliWisata Alam Panorama Boyolali Foto: dok. Instagram @panoramaboyolali.official

Lokasi: Desa Nepen Teras, Boyolali
Jam Buka: Setiap hari, 08.00-17.00 WIB
Tiket Masuk: Rp 10.000

Kunjungi Wisata Alam Panorama kalau ingin bermain air di kolam bebatuan jernih yang airnya mengalir dari mata air alami. Pengunjung semua usia bisa berenang di sini karena terdapat kolam dangkal hingga sedang. Bisa juga melakukan ban tubing atau menyusuri aliran air menggunakan ban karet.

Bosan bermain air dapat mencoba berkuda atau tangkap ikan. Ada juga paket outbound bersama rombongan. Jika tak ingin basah-basahan bisa bersantai di gazebonya. Tempatnya sejuk dan teduh lantaran berada di bawah pohon rindang.

6. Desa Wisata Samiran

Lokasi: Dusun IV, Desa Samiran, Selo, Boyolali
Jam Buka: 24 Jam

Kegiatan seru meliputi berburu sunrise, soft dan hard tracking ke Gunung Merapi serta Merbabu, hingga outbound dan wisata edukasi bisa dicoba saat ke Desa Wisata Samiran atau dikenal Dewi Sambi.

Traveler juga dapat bermalam di sana lantaran terdapat banyak homestay dengan harga sewa terjangkau. Alam asri dan udara sejuknya cocok jadi tempat healing sejenak.

7. Wisata Kali Talang

Lokasi: Area Sawah Desa Nepen, Teras, Boyolali
Jam Buka: 24 Jam
Tiket Masuk: Gratis

Kalau mau wisata gratisan di Boyolali bisa datangi Wisata Kali Talang. Traveler bisa bermain air atau berenang di aliran airnya yang bersih, cukup jernih, dan agak deras. Kalinya dangkal sehingga aman untuk anak-anak.

Warga sekitar juga kerap memanfaatkan Kali Talang untuk tempat cuci baju hingga tikar. Jadi, jangan heran kalau berenang di sini sambil ditemani ibu dan bapak-bapak yang sedang mencuci.

8. Simpang Paku Buwono VI

Simpang PB VI di Selo, Boyolali.Simpang PB VI di Selo, Boyolali. Foto: Jarmaji/detikJateng

Lokasi: Jl. Blabak-Boyolali, Desa Samiran, Boyolali
Jam Buka: 24 Jam
Tiket Masuk: Gratis

Simpang Paku Buwono VI bukan sekadar area alun-alun biasa. Pengunjung bisa menikmati view Gunung Merapi dengan jelas ketika cuacanya cerah di sini.

Sepeda listrik, delman, dan kuda dapat disewa untuk berkeliling Alun-Alun Selo, Boyolali yang indah ini. Di sekelilingnya juga banyak penjual makanan yang menjajakan berbagai menu memanjakan lidah.

9. Taman Air Tlatar

Taman Air Tlatar di BoyolaliTaman Air Tlatar di Boyolali Foto: Brigida Emi Lilia/d’traveler

Lokasi: Jl. Pangeran Diponegoro, Dusun 2, Kebonbimo, Boyolali
Jam Buka: Setiap hari, 09.00-17.00 WIB
Tiket Masuk: Rp 7.000

Kunjungi Taman Air Tlatar kalau ingin berenang atau sekadar main air, melihat ikan, dan makan-makan. Kolam renang di sini ditujukan buat anak-anak. Sambil menyantap berbagai hidangan lezat di restonya, traveler bisa melihat ikan di kolam yang jernih. Ada juga taman hijau yang sejuk dan asri di sini.

10. Omah Kita Selo

Omah Kita SeloOmah Kita Selo Foto: dok. Instagram @omahkitaselo

Lokasi: Citakan, Desa Samiran, Selo, Boyolali
Jam Buka: Setiap hari, 10.00-19.00 WIB

Panorama Selo, Boyolali amat disayangkan jika dinikmati hanya sehari. Traveler dapat bermalam di Omah Kita untuk pengalaman menginap yang terjangkau. Namun jangan salah, panorama yang disuguhkannya nggak murahan karena Gunung Merapi beserta lereng hijaunya terlihat jelas dari sini.

Di Omah Kita juga terdapat kafe asik untuk nongkrong. Menu ramen katsu hingga paket sukiyaki dan steamboat bisa dipesan untuk mengganjal perut keroncongan.

(azn/fds)



Sumber : travel.detik.com