Tag Archives: gunung pangrango

7 Gunung di Jawa Barat untuk Pendaki Pemula, Trek Landai-Panorama Cantik


Jakarta

Ada banyak gunung di Jawa Barat yang dapat traveler taklukan dengan pendakian. Beberapa di antaranya tergolong aman untuk pendaki pemula.

Gunung dengan medan pendakian landai dan tidak curam dapat dipilih pemula agar perjalanan tidak terlalu sulit. Gunung seperti ini juga cocok sebagai tempat pemanasan sebelum mendaki ke gunung yang lebih tinggi dengan trek menantang. Lantas, apa saja gunung di Jabar yang aman bagi pendaki pemula?

Daftar Gunung Ramah Pemula di Jawa Barat

Gunung di Jawa Barat meliputi, Gunung Gede-Pangrango, Burangrang, hingga Kerenceng bisa dicoba untuk pemula. Berikut ulasannya sebagaimana dirangkum dari catatan detikcom.


1. Gunung Gede

Kabut tipis masih menghiasi Surken udara terasa dinginKabut tipis masih menghiasi Alun-alun Suryakencana, Gunung Gede. Foto: detik

Gunung Gede terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Secara administratif, lokasi taman nasional ini masuk ke tiga kabupaten Jawa Barat yaitu Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

Dengan ketinggian 2.958 mdpl, Gunung Gede jadi favorit pendaki pemula dengan treknya yang tidak curam dan panorama memukau yang disuguhkan di sepanjang jalurnya. Traveler bisa menemukan Telaga Biru dan air terjun.

Terdapat Alun-alun Suryakencana yang menandakan puncak Gunung Gede sudah dekat. Savana luas dengan taman edelweiss ini juga biasanya jadi lokasi kemah para pendaki.

2. Gunung Papandayan

Hutan mati gunung PapandayanHutan mati di Gunung Papandayan Foto: detik

Gunung yang berada di Garut ini menjulang setinggi 2.665 mdpl. Via jalur Cisurupan punya medan yang tidak terlalu sulit, jadi tergolong aman untuk pendaki pemula.

Sambil menyusuri Gunung Papandayan, traveler akan terkesima dengan keelokan panorama. Bakal ditemukan hutan mati, padang bunga abadi edelweis, sampai kawah dan pepohonan hijau.

Di balik keindahannya, Gunung Papandayan cukup aktif dan tercatat pernah beberapa kali erupsi. Setidaknya ribuan orang menjadi korban letusan dan terpaksa diungsikan ke tempat lebih aman.

3. Gunung Burangrang

gunungGunung Burangrang di Jawa Barat. Foto: (Bayu Krisna/d’Traveler)

Gunung Burangrang via Pangheotan memiliki trek cenderung ringan dan landai sehingga pendaki bisa menempuhnya dengan santai. Meski begitu, jalur yang dimulai dari Cikalong Wetan, Purwakarta ini kurang diminati karena membutuhkan waktu tempuh hingga lima jam.

Pemandangan alamnya yang asri begitu memanjakan mata. Ditambah saat sampai ke puncak gunung ini, traveler akan menyaksikan lanskap Kota Bandung dari ketinggian.

4. Gunung Pangrango

Lembah Mandalawangi seolah menyihir pendaki akan keindahan lanskapnya. Mandalawangi menjadi spot favorit Soe Hok Gie semasa hidupnya.Lembah Mandalawangi seolah menyihir pendaki akan keindahan lanskapnya. Mandalawangi menjadi spot favorit Soe Hok Gie semasa hidupnya. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Terletak bersebelahan dengan Gunung Gede dan masih masuk area TNGGP, gunung satu ini berdiri setinggi 3.019 mdpl. Dengan tingginya itu, Pangrango jadi gunung tertinggi kedua di Jawa Barat.

Traveler yang mendaki gunung ini akan melewati Lembah Mandalawangi sebelum mencapai puncak. Di sana tumbuh banyak bunga edelweis berukuran lebih besar dari biasanya. Lembah ini juga menjadi lokasi favorit Soe Hok Gie, aktivis sekaligus pencetus Mapala UI.

5. Gunung Guntur

Gunung Guntur Garut.Gunung Guntur Garut. Foto: Hakim Ghani

Gunung Guntur setinggi 2.249 mdpl di Garut termasuk ramah bagi pendaki pemula. Sepanjang treknya, lanskap elok dengan hamparan padang rumput dan ilalang bakal memanjakan mata traveler.

Sampai di puncak, pendaki akan menyaksikan panorama perkotaan dari ketinggian. Ditambah lampu kota Garut tampak memukau jelas saat malam hari.

Pada 19 Agustus lalu, Gunung Guntur mengalami kebakaran hebat di sekitar 230 hektare lahannya. Karena itu, traveler hendaknya tetap berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memantik percikan api.

6. Gunung Putri

Gunung Putri di Lembang, Jabar pas untuk liburan cuti bersamaGunung Putri di Lembang, Jawa Barat. Foto: Whisnu Pradana/detikTravel

Dengan ketinggian 1.587 mdpl, gunung yang berada di Lembang, Bandung ini aman bagi pemula dan waktu tempuhnya sekitar 30 menit saja. Gunung Putri juga cocok menjadi tempat pemanasan sebelum mendaki ke gunung yang lebih tinggi.

Sampai di puncak, traveler dapat mendirikan tenda di camping ground yang tersedia. Selama di sana, sunset dan sunrise mempesona bisa kamu saksikan. Bukan cuma itu, keindahan city light Bandung bakal melengkapi kegiatan kemahmu.

7. Gunung Kerenceng

Pesona Panorama 360 Derajat di Puncak Gunung Kerenceng SumedangPesona Panorama 360 Derajat di Puncak Gunung Kerenceng Sumedang Foto: Nur Azis/detikJabar

Dengan trek cenderung pendek yang bisa ditempuh sekitar 2,5 jam jadi alasan Gunung Kerenceng diminati pendaki pemula. Walau begitu, medannya terbilang menantang karena jurang di sisi kanan-kiri yang perlu dilalui untuk tiba di puncak.

Dari puncak setinggi 1.754 mdpl, traveler bakal melihat lanskap Kota Sumedang, Gunung Ciremai, Gunung Cikuray, serta kawasan Cadas Pangeran. Namun, pendaki perlu berhati-hati dan antre saat ramai, lantaran area puncaknya hanya cukup untuk kapasitas 10 orang.

Nah, itu tadi sederet gunung di Jawa Barat yang aman untuk pendaki pemula. Apakah traveler pernah mendaki salah satu gunung di atas?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik


Jakarta

Taman Fathan Hambalang adalah salah satu destinasi wisata yang terletak di Bogor, Jawa Barat. Tempat itu memiliki keindahan alam dengan pemandangan hijau ala pegunungan.

Kawasan itu memiliki berbagai fasilitas yang boleh dibilang cukup lengkap. Di antanya, area parkir, kafe, musala, toilet, tempat bersantai, hingga spot foto menarik.

Rute Taman Fathan Hambalang

Dilansir laman Eksplorasi Kab Bogor (Ekabo) milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Taman Fathan Hambalang berada di wilayah Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.


Untuk menuju ke sana, traveler bisa menggunakan Kantor Desa Hambalang sebagai patokan.

Dikutip dari salah satu situs agen travel, medan jalan menuju Taman Fathan Hambalang masih cukup banyak tanah yang berbatu (terutama saat jarak 200 meter arah sana).

Kendaraan umum jarang yang lewat menuju titik lokasi. Oleh karena itu, traveler disarankan naik kendaraan pribadi.

Bagi traveler yang menggunakan kendaraan pribadi sebaiknya menyiapkan peta untuk menavigasi perjalanan.

Jam Buka Taman Fathan Hambalang 2024

Mengutip akun Instagram @tamanfathan_hambalang, Taman Fathan Hambalang buka setiap hari dengan jam operasional berikut:

  • Senin – Jumat: 11.00 – 21.00 WIB.
  • Sabtu & Minggu: 09.00 – 21.00 WIB.
  • Kamis: 11.00 – 19.00 WIB.

Harga Tiket Masuk Taman Fathan Hambalang 2024

Tiket masuk ke Taman Fathan Hambalang adalah Rp 5.000 per orang. Untuk biaya parkirnya, pengunjung perlu membayar Rp 5.000 ribu untuk motor dan Rp 10.000 untuk motor.

Daya Tarik Taman Fathan Hambalang

1. Pemandangan Indah Pegunungan

Taman Fathan HambalangPemandangan di Taman Fathan Hambalang. (Luthfi Hafidz/detikcom)

Letaknya di daerah Bogor, Taman Fathan Hambalang menawarkan latar belakang pemandangan Gunung Pangrango. Cafenya pun letaknya menghadap ke Gunung Pangrango. Ketika sore hari, pemandangan akan semakin indah dengan suasana sejuk.

2. Kulineran

Selain menyajikan pemandangan indah, taman ini pengunjung bisa makan dan minum di resto/kafe di dalamnya. Menu makanannya pun beragam, mulai dari nasi ayam, mie, hingga pisang goreng. Harga menunya mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 20.000.

3. Banyak Tempat Duduk

Taman Fathan Hambalang
Taman Fathan Hambalang (Luthfi Hafidz/detikcom)

Di sana, pengunjung bisa dengan mudah menemukan cara untuk duduk. Baik itu untuk nongkrong ataupun sekedar makan sambil menikmati pemandangan.

4 Beragam Spot Foto Instagramable

Taman Fathan HambalangMenikmati Taman Fathan Hambalang. (Luthfi Hafidz/detikcom)

Tempat wisata ini menawarkan beragam spot foto Instagramable yang siap memikat para pengunjung dan para pecinta fotografi. Mulai dari pemandangan pegunungan, kelap kelip lampu di malam hari, hingga kursi santai yang ada di seluruh taman.

(khq/fem)



Sumber : travel.detik.com

7 Gunung untuk Pemula yang Wajib Ditaklukan


Jakarta

Mendaki gunung mungkin bakal jadi aktivitas yang menantang sekaligus menyenangkan bagi sebagian orang. Lalu, bagaimana jika kamu baru mencobanya atau masih pemula?

Tidak semua gunung cocok untuk pemula, karena alasan medan dan tingkat kesulitan yang tinggi. Tentunya, penting bagi pemula untuk memilih gunung yang tepat agar pendakian bisa berjalan, aman, nyaman dan menyenangkan.

Rekomendasi Gunung untuk Pemula

Gunung-gunung dengan jalur pendakian yang lebih ringan, waktu tempuh singkat, hingga pemandangan yang memukau bisa menjadi pilihan yang ideal untuk memulai pendakian. Berikut adalah rekomendasi Gunung yang cocok untuk pemula:


1. Gunung Gede-Pangrango

Lokasi: Jawa Barat

Pagi di alun alun Surya KencanaSuasana di alun alun Surya Kencana, Gunung Gede Pangrango. Foto: dok.detik

Gunung Gede-Pangrango memiliki ketinggian 2.958 mdpl. Gunung ini membentang di tiga kabupaten, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

Selain ramah untuk pendaki pemula, pendakian ini juga terkenal dengan padang bunga edelweis di Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede atau di Lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango.

2. Gunung Andong

Lokasi: Magelang, Jawa Tengah

Gunung Andong di Magelang, dilihat dari Pos Cuntel MerbabuGunung Andong di Magelang, dilihat dari Pos Cuntel Merbabu Foto: Muchus Budi R/detikcom

Dilansir situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Gunung Andong memiliki ketinggian 1.726 mdpl. Pendakiannya ada di antara Desa Ngablak dan Desa Tlogorejo, Grabag, Kabupaten Magelang.

3. Gunung Ijen

Lokasi: Jawa Timur

Wisatawan mancanegara (wisman) bisa kembali menikmati keindahan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Sebelumnya, gunung dengan pemandangan kawah hijau tosca itu ditutup untuk wisman sejak awal pandemi COVID-19.Keindahan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Foto: Ardian Fanani/detikcom

Gunung Ijen memiliki ketinggian sekitar 2.799 mdpl. Gunung Ijen cocok dijadikan pilihan bagi pemula, karena jalur lintasannya tidak terlalu curam, mudah dipijak, dan banyak spot istirahat bagi pendaki.

Salah satu yang terkenal dalam pendakian ini yaitu di Kawah Ijen ada fenomena blue fire yang bisa disaksikan sekitar jam 01.00-04.00 pagi.

Fenomena blue fire terjadi saat zat belerang bersentuhan dengan panas ekstrem dari celah gunung berapi. Jika beruntung, pendaki akan melihat api biru menawan yang menyala.

4. Gunung Batur

Lokasi: Bali

Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka).

Gunung Batur memiliki ketinggian 1.717 mdpl. Pendakian Gunung Batur cocok bagi pemula karena jarak dan waktu pendakiannya tak terlalu lama.

Rute Toya Bungkah jadi jalur yang dipilih untuk pemula, karena jalurnya tergolong tidak terlalu terjal. Di jalur ini juga ada titik terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit.

5. Gunung Prau

Lokasi: Dieng, Jawa Tengah

Gunung PrauGunung Prau. Foto: (Uje Hartono/detikcom)

Gunung Prau memiliki ketinggian sekitar 2.590 mdpl. Gunung ini sangat cocok untuk pemula, karena punya jalur pendakian yang cukup mudah.

Jika memilih Jalur Patak Banteng rute pendakian bisa lebih singkat untuk ke puncaknya. Ditambah, di puncak gunungnya juga memiliki pemandangan dan pesona matahari terbit yang indah.

6. Gunung Pakuwaja

Lokasi: Wonosobo, Jawa Tengah.

Gunung Pakuwaja memiliki ketinggian 2.421 mdpl. Selain ramah pemula, jika kamu berhasil puncak kamu akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan perbukitan Dieng yang hijau Gunung Sindoro, Slamet, Merapi, Merbabu, hingga Telomoyo di kejauhan.

Umumnya, untuk sampai puncak Gunung Pakuwaja pendaki menempuh waktu sekitar 1.5 jam. Jika melalui jalur Dieng Plateau dan Parikesit, maka waktu tempuhnya 2 sampai 3 jam sampai puncak.

7. Gunung Nglanggeran

Lokasi: DIY Yogyakarta

Sensasi Mendaki Gunung Api Purba NglanggeranSensasi Mendaki Gunung Api Purba Nglanggeran Foto: Putu Intan/detikcom

Gunung Nglanggeran memiliki ketinggian 700 mdpl. Pendakian Gunung Nglanggeran disebut sebagai andalan para pendaki pemula, karena waktu tempuhnya sekitar 1 – 2 jam saja.

Mengutip laman Kelurahan Kelurahan Nglanggeran, ada dua puncak terpisah yakni bagian Barat dan Timur. Namun, umumnya para pendaki lebih memilih camping di puncak Barat karena akses yang lebih mudah. Puncak Timur bisa dipilih kalau kamu mau menyaksikan keindahan sunrise di Gunung ini.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Cara Booking Online Pendakian Gunung Gede TNGGP


Jakarta

Prosedur pendakian Gunung Gede diawali dengan booking online untuk menjamin keselamatan pendaki hingga puncak. Booking juga memastikan pendaki tidak melebihi kuota yang telah ditetapkan pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Pendakian Gunung Gede dibuka kembali sejak 22 April 2025, setelah sebelumnya ditutup akibat peningkatan gempa vulkanik di lokasi tersebut. Tentunya, pendaki wajib taat aturan untuk menjamin keselamatan serta kelestarian lingkungan.

Cara Booking Online Pendakian Gunung Gede

Dikutip dari laman resminya, tahapan booking online terdiri dari:


  1. Klik menu Pendaftaran Pendakian di situs resmi TNGGP
  2. Pahami ketentuan, kewajiban, dan larangan bagi setiap pendaki
  3. Klik form ketentuan sanksi sebagai bukti persetujuan atas syarat tersebut
  4. Pilih hari dan tanggal pendakian serta pintu masuknya
  5. Pastikan kuota di tanggal dan pintu masuk pilihan belum penuh
  6. Isi form pendakian dengan jujur dan lengkap (tujuan, tanggal dan pintu masuk serta keluar, nomor HP dan email aktif penerima data tiket)
  7. Klik Simpan dan Lanjutkan
  8. Lengkapi data pendaki dan biodata anggota tim, dengan satu kelompok minimal terdiri dari 3 orang dan maksimal 10 pendaki
  9. Bayar tiket sesuai aturan yang berlaku
  10. Download dan cetak bukti pendaftaran booking online pendakian Gunung Gede.

Tiket Pendakian Gunung Gede

Harga tiket pendakian Gunung Gede adalah:

  • WNI di hari kerja: Rp 72 ribu
  • WNI di hari libur: Rp 92 ribu
  • Pelajar WNI di hari kerja: Rp 52 ribu
  • Pelajar WNI di hari libur: Rp 62 ribu
  • WNA di hari kerja: Rp 435 ribu
  • WNA di hari libur: Rp 435 ribu.

Tarif tiket sudah termasuk asuransi dan tidak dapat dikembalikan jika sudah dibayar.

Sebelum membayar, para calon pendaki wajib menyelesaikan proses pendaftaran dan menyertakan identitas legal. Identitas yang dilengkapi nomor ID ini bisa berupa KTP, paspor, atau KK bagi yang berusia kurang dari 17 tahun.

Kuota Pintu Masuk dan Keluar Pendakian Gunung Gede

Jalur masuk dan keluar Gunung Gede terdiri dari:

  • Pintu Cibodas: kuota 300.
  • Pintu Gunung Putri: kuota 200.
  • Pintu Selabintana: kuota 100.

Pendaki Gunung Gede wajib lapor pada petugas di pintu masuk sebelum melakukan naik paling lambat pukul 14.00 di hari kerja dan 16.00 saat libur. Setelah berada di pintu keluar, pendaki harus kembali lapor petugas paling lambat pukul 16.00 di hari kerja dan 18.00 saat libur.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com