Tag Archives: gunung prau

Anak Rambut Gimbal hingga Embun Es


Jakarta

Dataran Tinggi Dieng memiliki banyak keunikan sehingga menjadi tempat wisata unggulan di Jawa Tengah. Terlebih pada waktu-waktu tertentu, wisatawan akan berdatangan ke Dieng untuk menikmati sejumlah atraksi.

Dataran Tinggi Dieng berada di dua daerah, yaitu Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Kebanyakan destinasi wisata berada di Kabupaten Banjarnegara. Sebelum traveler pergi ke sana, simak dulu 7 hal unik Dieng berikut ini.

7 Keunikan Wisata Dataran Tinggi Dieng

Berikut ini 7 keunikan dari Dataran Tinggi Dieng yang traveler wajib ketahui:


1. Anak Bajang Rambut Gimbal

Salah satu yang paling unik di Dieng adalah adanya anak bajang berambut gimbal. Anak-anak ini berambut gimbal alami dan dipercaya sebagai keturunan leluhur Dieng,yaitu Kyai Kolodete.

Dalam acara Dieng Culture Festival yang digelar tiap tahun, anak-anak ini akan diruwat dengan memotong rambut gimbalnya untuk menghilangkan keburukan. Orang tua anak tersebut akan memberikan hadiah sesuai permintaan si anak.

2. Desa Tertinggi di Pulau Jawa

Dieng memiliki desa yang letaknya tertinggi di Pulau Jawa, yakni di ketinggian 2.306 mdpl. Tempat ini bernama Desa Sembungan yang berpenduduk sekitar 1.300 jiwa. Desa ini dipercaya sebagai desa induk di kawasan Dieng.

3. Negeri di Atas Awan

Lokasinya yang berada di ketinggian, membuat Dieng memiliki pemandangan alam yang menakjubkan. Dieng juga dijuluki sebagai negeri di atas awan. Dieng juga memiliki beberapa spot menarik untuk menyaksikan matahari terbit dan terbenam.

4. Punya 22 Kawah

Dieng adalah dataran vulkanik aktif yang bisa mengeluarkan gas beracun sewaktu-waktu. Dahulu, Dieng adalah sebuah kawasan gunung berapi yang terdiri dari Gunung Prau, Gunung Jimat, Bukit Rogo Jembangan, dan Tlerep. Kini gunung-gunung tersebut menjadi lembah alam di kawasan Dieng.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut ada 22 kawah di kawasan Dieng. Di Kabupaten Banjarnegara, antara lain terdapat Kawah Timbang, Kawah Sinila, Kawah Sigludug, dan Kawah Sileri.

Di Kabupaten Batang antara lain terdapat Kawah Sibanger, Kawah Wanapria, Kawah Wanasida, dan Kawah Siglagah. Di Kabupaten Wonosobo, terdapat Kawah Sikidang, Kawah Sikunang, Kawah Pulosari, dan Kawah Pakuwojo.

5. Tempat Dewa Bersemayam

Konon, Dieng merupakan tempatnya para dewa bersemayam. Nama Dieng berasal dari bahasa Jawa Kawi, yaitu ‘di’ dan ‘hyang’. Di berarti tempat atau gunung, sedangkan Hyang berarti dewa/dewi/leluhur. Maka Dihyang atau Dieng berarti pegunungan tempat para leluhur atau para dewa bersemayam.

Dari sebuah prasasti yang ditemukan, Dieng dahulunya dipakai sebagai tempat ibadah. Prasasti Gunung Wule yang berasal dari tahun 861 Masehi mencatat instruksi kepada seseorang untuk menjaga bangunan suci di area yang disebut Dihyang.

6. Penghasil Carica

Keunikan lainnya, Dieng merupakan penghasil buah carica. Buah ini mirip pepaya namun ukurannya lebih kecil dan teksturnya lebih renyah. Buah ini berasal dari dataran tinggi Andes Amerika Selatan. Carica sering dibuat manisan dan sering menjadi oleh-oleh wisatawan.

7. Embun Es Dieng

Yang terakhir adalah adanya fenomena embun es Dieng. BMKG menjelaskan fenomena embus es atau frost di Dieng merupakan salah satu aspek cuaca yang istimewa.

Fenomena ini muncul saat suhu udara sangat dingin dan embun yang terkondensasi membeku. Akibatnya, lapisan es yang muncul akan menutupi tumbuhan dan permukaan tanah.

Embun es biasanya berlangsung pada periode waktu terbatas, terutama saat kemarau (Juni – Oktober). Meski Indonesia merupakan negara tropis dengan iklim hangat, frost dapat terjadi pada wilayah dataran tinggi apabila beberapa syarat kondisi cuaca terpenuhi.

Demikian tadi 7 hal unik Dataran Tinggi Dieng yang menjadikan tempat wisata ini menarik, antara lain adanya anak bajang berambut gimbal, hingga kemunculan embun es.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Jam Buka, Harga Tiket, hingga Daya Tariknya


Dieng adalah sebuah dataran tinggi yang berada di Jawa Tengah. Lokasinya terkenal jadi destinasi wisata dengan keindahan alamnya dan kekayaan budayanya.

Dieng menawarkan pemandangan pegunungan dengan udara sejuk, kompleks candi, kawah, hingga telaga yang indah. Tak heran, jika Dieng dikenal dengan sebutan “Negeri di Atas Awan”.

Rekomendasi Wisata Dieng

Dirangkum detikTravel, berikut adalah daftar wisata Dieng yang wajib dikunjungi:


1. Bukit Sikunir

Lokasi: Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Bukit di Wonosobo, DiengBukit Sikunir di Wonosobo, Dieng. (ahmadsabani18/d’Traveler)

Bukit Sikunir menjadi salah satu destinasi wisata Dieng yang menawarkan panorama pegunungan yang berderet. Dikutip dari laman resmi Kemenparekraf, Bukit Sikunir memiliki ketinggian 2.263 mdpl.

Pemandangan menakjubkan saat matahari terbit sering disebut dengan “Golden Sunrise Sikunir” oleh para wisatawan.

Selain bisa menikmati sunrise dan sunset yang indah, dari puncak bukit ini kamu juga bisa melihat pemandangan Telaga Cebong.

Dilansir laman Dieng Plateau, lokasi Telaga Cebong ada di sebelah barat Gunung Sikunir. Dinamakan demikian, karena telaga ini bentuknya menyerupai cebong/berudu. Menariknya, konon jika di pagi hari air telaga ini sering tampak berkilau.

Jam Buka

Sama seperti bukit lain pada umumnya, Bukit Sikunir memiliki jam buka selama 24 jam.

Harga Tiket

Harga tiket wisata Bukit Sikunir berkisar Rp 10.000.

2. Candi Arjuna

Lokasi: Karangsari, Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara.

Objek wisata di dataran tinggi Dieng ditutup saat PPKM Darurat. Kondisi itu dimanfaatkan petugas untuk melakukan penyemprotan disinfektan di area Candi Arjuna.Area Candi Arjuna, bbjek wisata di dataran tinggi Dieng. (Uje Hartono/detikcom)

Di puncak pegunungan Dieng, kita bisa menemukan Candi Arjuna. Ini adalah candi bercorak Hindu yang terkenal di area wisatawan lokal hingga mancanegara.

Karena letaknya ada di puncak gunung, hal ini julah lah yang menambah keindahan arsitektur candi ini.

Candi Arjuna Dieng merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang dibangun pada abad ke-7 atau sekitar tahun 731 saka.Luas keseluruhannya mencapai 1 hektar.

Kawasan candi ini terdiri dari beberapa bangunan candi yaitu candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk wisata Candi Arjuna Rp 10.000 untuk wisatawan lokal, sedangkan wisatawan asing Rp 30.000.

3. Gunung Prau

Lokasi: Terletak di kawasan dataran tinggi Dieng.

Lansekap Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat sangat mempesona dari Gunung Prau. Momen matahari terbit pun seakan membuat nuansa menjadi romantisLanskap momen matahari terbit di Gunung Prau. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Gunung Prau memiliki ketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut. Bagi traveler yang suka mendaki, Gunung Prau akan sangat cocok dikunjungi.

Puncak Gunung Prau menawarkan pemandangan sangat indah, berupa lautan awan, panorama matahari terbit hingga lanskap berbagai gunung di sekitarnya.

Harga Tiket Masuk

Tiket masuk Gunung Prau Rp 10.000 untuk lokal dan Rp 25.000 ribu untuk wisatawan asing.

4. Kawah Sikidang

Lokasi: Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Wisatawan mengunjungi Kawah Sikidang di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (27/2/2021). Menurut pengelola tempat wisata kawasan Dieng, sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jumlah kunjungan wisatawan menurun hingga 70 persen dibandingkan sebelumnya. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa.Kawah Sikidang di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Anies Efizudin/Antara)

Kawang Sikidang termasuk kawah gunung berapi, namun masih jadi tempat wisata yang tidak berbahaya. Kawah ini juga dikenal dengan Kawah Telur Rebus, karena bau belerangnya yang cukup menyengat.

Kawah Sikidang memiliki warna kehijauan dan mengeluarkan asap putih. Pengunjung bisa melihat kawah ini di jarak aman. Disediakan akses berupa jembatan kayu, untuk mengelilingi Kawah Sikidang.

Jam Buka

Kawah Sikidang buka setiap hari mulai pukul 07.00-17.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Tiket masuk Kawah Sikidang Rp 15.000 untuk lokal, dan Rp 30.000 untuk asing.

5. Telaga Menjer

Lokasi: Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah.

Telaga Menjer di Wonosobo.Telaga Menjer di Wonosobo. (satriarexyg28/d’Traveler)

Telaga Menjer adalah objek wisata Dieng yang memiliki pemandangan danau dengan keindahan Gunung Sindoro. Telaga ini ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut, yang terbentuk dari letusan vulkanik di kaki gunung Pakuwaja.

Telaga Menjer menjadi telaga terluas di area Wisata Dataran Tinggi Dieng. Telaga ini memiliki luas sekitar 70 hektar dengan kedalaman 50 meter.

Jam Buka

Telaga Menjer buka setiap hari dari jam 08.00 WIB-17.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Tiket masuk Telaga Menjer berkisar Rp 5.000.

6. Telaga Warna

Lokasi: Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

danauTelaga Warna di kawasan wisata Dieng. (Widi Arini/d’Traveler)

Letak Telaga Warna ada pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Luasnya sekitar 40 hektar dan dikelilingi oleh panorama Gunung Prau.

Dinamakan demikian, karena jika terkena matahari warna air di sana sering berubah-ubah.

Jam Buka

Wisata Telaga Warna buka dari 07.00-18.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke Telaga Warna dikenakan biaya Rp 22.500 untuk wisatawan domestik, sedangkan wisatawan asing Rp 163.500.

7. Telaga Dringo

Lokasi: Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Telaga di DiengTelaga Dringo di Dieng. (isah.af/d’Traveler)

Telaga Dringo terletak pada ketinggian 2.202 meter di atas permukaan laut, dengan luas sekitar 10 hektar. Masyarakat sekitar menjuluki telaga ini sebagai Ranu Kumbolo.

Pasalnya, penampakannya mirip dengan danau yang ada di Gunung Semeru. Wisatawan juga akan disajikan pemandangan hutan yang lebat. Tak heran, jika tempat ini sering jadi tempat camping.

Jam Buka

Dikutip dari akun Instagram @telaga_dringo, pengelola wisata alam dan camping Telaga Dringo memiliki jam cuka dari 05:00-23:00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke Telaga Dringo Rp 5.000 – 15.000 per orang.

8. Batu Pandang Ratapan Angin (Batu Pandang Telaga Warna)

Lokasi: Jalan Dieng KM.2, Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

batu ratapan anginObjek wisata Batu Pandang Ratapan Angin. (Widi Arini/d’Traveler)

Batu Ratapan Angin merupakan objek wisata Dieng, yang terkenal dengan dua buah batu bertumpuk di atas sebuah bukit di area Telaga Warna Dieng.

Posisi batu yang tinggi dan dikelilingi pepohonan serta semak belukar, membuatnya menghasilkan bunyi yang unik. Bunyi gemerisik halus itu seperti suara siulan dan ratapan.

Konon, dari bunyi itulah alasan kenapa Batu Pandang Telaga Warna disebut Batu Ratapan Angin.

Jam Buka

Batu Pandang Telaga Warna buka setiap hari dari jam 06.00-17.30 WIB.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket Masuk Batu Pandang Telaga Warna Rp 15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 25.000 bagi wisatawan asing.

9. Sumur Jalatunda

Lokasi: Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

Sumur Jalatunda dan lempar batu keberuntunganSumur Jalatunda. (Randy/detikTravel)

Objek wisata Dieng selanjutnya adalah Sumur Jalatunda. Sumur ini diameter sepanjang 90 meter dengan kedalaman berkisar 100 meter, terbentuk akibat dari letusan Gunung Prahu Tua.

Konon, sumur ini sering dijadikan sebagai tempat untuk mengabulkan permohonan oleh para wisatawan.Masyarakat setempat percaya, barangsiapa yang mampu melempar batu sampai ke sisi seberang sumur dan melintasi permukaan sumur, permintaan orang tersebut akan terkabul.

Masyarakat setempat juga percaya kalau bahwa sumur adalah pintu menuju Sapta Pratala (bumi lapis ketujuh).

Jam Buka

Sumur Jalatunda buka dari jam 06.00-17.00 WIB setiap hari.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk Sumur Jalatunda adalah Rp 5.000.

10. Gardu Pandang Tieng

Lokasi: Jalan Dieng, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Gardu Pandang Tieng menawarkan keindahan pemandangan Gunung Sindoro dari dekat. Hamparan ladang dan pemukiman pegunungan dari atas ketinggian juga menjadi daya tarik destinasi wisata Dieng satu ini.

Gardu Pandang Tieng bisa jadi tempat bersantai terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam.

Jam Buka

Gardu Pandang Tieng buka 24 jam.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket Gardu Pandang Tieng Rp 10.000 per orang.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

6 Mitos Gunung Prau di Dataran Tinggi Dieng yang Menjadi Misteri


Jakarta

Gunung Prau berada di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Dengan ketinggian mencapai 2.565 mdpl dan medan tidak terlalu sulit, Prau termasuk gunung yang ramah pendaki pemula.

Gunung Prau disebut-sebut memiliki view matahari terbit terbaik. Di balik pesonanya, gunung ini konon menyimpan sederet mitos terkait hal mistis yang masih diyakini masyarakat setempat hingga sekarang. Apa saja mitos Prau di Dataran Dieng yang beredar? Cari tahu pada uraian di bawah.

6 Mitos Gunung Prau yang Menjadi Misteri

Mengutip skripsi berjudul Konstruksi Nilai Sosial Pendaki Gunung Melalui Mitos Pendakian (Studi Kasus: Gunung Prau) yang dipublikasi oleh UIN Jakarta, berikut deretan mitos Gunung Prau di Dataran Tinggi Dieng:


1. Makam Kyai Jalak Ijo

Di jalur pendakian Gunung Prau via Dwarawati terdapat sebuah makam yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat. Letaknya berada di dalam hutan menyimbolkan lokasi kesakralannya. Pusara tersebut dipercaya milik seseorang yang dikenal dengan julukan Kyai Jalak Ijo.

Biasanya, banyak orang berziarah ke makam tersebut di waktu tertentu seperti pada malam 1 Suro atau 1 Muharram. Konon doa yang dipanjatkan di sana dapat dikabulkan, di antaranya saat berdoa meminta rezeki, jodoh, dan penglaris.

2. Dewa Penguasa Gunung Prau

Menurut kepercayaan sejak zaman kerajaan Hindu yang berdiri di Dataran Tinggi Dieng, Gunung Prau merupakan tempat bersemayam dewa penguasa gunung. Dewa ini dianggap sebagai makhluk supranatural suci yang menjaga Prau dari kerusakan.

Para dewa dipercaya akan turun dan menampakkan diri sebagai manusia ketika ritual pemotongan rambut gimbal dilaksanakan setahun sekali di area Candi Arjuno.

3. Larangan Mendaki bagi Wanita yang Haid

Ada juga mitos perempuan haid dilarang mendaki di Gunung Prau. Hal ini karena gunung setinggi 2.565 mdpl itu diyakini sebagai tempat suci, sementara wanita menstruasi dianggap “sedang kotor” sehingga tidak diperbolehkan mendaki.

Pendaki yang melanggar mitos tersebut konon akan tertimpa musibah yang bahkan dapat mengancam nyawanya maupun orang lain, seperti kecelakaan, tersesat, ataupun meninggal dunia.

4. Sandekala

Sandekala adalah mitos umum di dunia pendakian, termasuk di Prau, di mana terdapat larangan mendaki saat adzan Maghrib tiba atau pergantian hari. Waktu tersebut diyakini punya sisi mistis.

Siapa yang mendaki menjelang atau di waktu pergantian hari kabarnya akan diganggu oleh makhluk halus penghuni gunung. Jika mitos ini dilanggar, mereka yang melakukannya bisa mengalami hal mistis seperti kesurupan atau kejadian tak masuk akal seperti berpindah ke alam gaib.

5. Penjelmaan Burung Jalak

Menurut kepercayaan masyarakat yang tinggal di kawasan Gunung Prau, pendaki akan mendapat malapetaka saat berusaha menangkap atau mengganggu burung jalak yang ditemukan di jalur pendakian.

Burung jalak di Prau katanya merupakan penjelmaan makhluk halus yang dianggap senang mencelakai dan membahayakan para pendaki.

Selain jalak, hewan-hewan seperti ular, kera, kuda, kelabang, dan harimau juga kabarnya adalah binatang penjelmaan makhluk astral di gunung.

6. Oyot Rimpang

Ada lagi mitos terkenal di Gunung Prau yaitu oyot rimpang. Konon, oyot rimpang merupakan pintu menuju alam gaib. Pintu ini berupa pepohonan tinggi yang tumbuh di padang bunga daisy dan punya bentuk menyerupai kotak.

Lokasi oyot rimpang diduga dapat ditemukan di jalur pendakian Prau via Dwarawati setelah melewati puncak tertingginya. Usai melalui tower yang berada di puncak, pendaki akan menjumpai area Telaga Wurung yang terdapat tanaman tinggi, rerumputan, dan bunga daisy. Kabarnya, di situlah letak oyot rimpang berada.

Masyarakat meyakini siapa saja yang melewati pepohonan kotak bak pintu itu, secara sengaja ataupun tidak, maka ia akan memasuki dunia gaib dan tidak bakal bisa keluar dari sana.

Larangan di Gunung Prau

Selain mitos, ada baiknya mengetahui berbagai larangan Gunung Prau sebelum traveler mendaki di sana. Dilansir situs Visit Jawa Tengah, berikut beberapa larangan mendaki Prau:

  • Masuk tanpa izin
  • Membuang sampah sembarangan
  • Membuat api unggun
  • Tidak membawa sampah turun
  • Menebang pohon
  • Membawa tisu basah ke atas Gunung Prau
  • Membawa senjata tajam
  • Membawa dan menyalakan kembang api
  • Membawa dan mengkonsumsi minuman keras atau narkoba
  • Melakukan pencurian
  • Membawa alat musik dan musik box
  • Melakukan perzinahan
  • Melakukan vandalisme
  • Kencing di dalam botol.

Nah, itu tadi sederet misteri Gunung Prau yang diyakini masyarakat setempat beserta larangan saat mendaki gunung ini. Jika berkesempatan mengunjung Gunung Prap, semua aturan dan larangan wajib dipatuhi yanpa kecuali ya.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

4 Daya Tarik Gunung Prau yang Mampu Memikat Hati para Pendaki


Jakarta

Gunung Prau merupakan salah satu gunung di Jawa Tengah yang terkenal. Selain ramah bagi pendaki pemula, pemandangan alam dari Gunung Prau juga sangat memukau. Maka tak heran jalur pendakian gunung ini selalu ramai, terutama saat weekend dan hari libur nasional.

Selain itu, masih ada sejumlah daya tarik lainnya dari Gunung Prau. Daya tarik tersebut yang akhirnya membuat banyak pendaki datang kembali ke Gunung Prau.

Lantas, apa saja daya tarik dari Gunung Prau yang mampu memikat hati banyak pendaki? Simak ulasannya secara lengkap dalam artikel ini.


Daya Tarik Gunung Prau

Gunung Prau memiliki sejumlah daya tarik tersendiri bagi para pendaki. Dilansir situs Visit Jawa Tengah, berikut daya tariknya:

1. Menikmati Sunrise

Daya tarik yang pertama dari Gunung Prau adalah dapat menikmati matahari terbit atau sunrise dari atas puncak. Bagi para pendaki, menikmati sunrise merupakan salah satu momen yang sangat ditunggu-tunggu ketika mendaki Gunung Prau.

Saat berada di puncak, terdapat area bernama Sunrise Camp yang dikhususkan bagi pendaki untuk mendirikan tenda. Di tempat ini juga merupakan salah spot terbaik untuk menikmati matahari terbit.

Pastikan detikers tidak ketinggalan detik-detik matahari terbit dari puncak Gunung Prau. Disarankan untuk bangun sejak pukul 05.00 WIB agar kamu bisa melihat sunrise sekaligus menikmati pemandangan alam yang begitu memukau.

2. Melihat Keindahan Bunga Daisy

Selain menikmati pemandangan alam yang memukau, para pendaki juga dapat melihat keindahan bunga daisy. Bisa dibilang, kehadiran bunga tersebut menjadi salah satu ciri khas dari Gunung Prau.

Bunga daisy banyak tumbuh di sekitar puncak Gunung Prau. Alhasil, bunga ini sering menjadi penanda bagi para pendaki kalau sebentar lagi akan tiba di puncak.

Selain terdapat di puncak Gunung Prau, bunga daisy juga banyak tersebar di Bukit Teletubbies. Menariknya, bunga itu ternyata sengaja ditanam oleh penduduk lokal dengan tujuan agar kawasan puncak Gunung Prau semakin hijau dan indah.

Bunga daisy akan mekar sempurna pada musim penghujan. Nantinya, bunga tersebut akan mekar dengan warna kelopak putih dan pink, menjadikannya salah satu tanaman yang sangat indah di Gunung Prau.

3. Melihat Pemandangan Alam

Salah satu alasan pendakian Gunung Prau selalu ramai karena banyak pendaki yang ingin melihat pemandangan alam yang begitu memukau. Dari atas puncak, travelers dapat melihat view Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Suasana yang tenang, udara dingin, langit biru, dan pemandangan gunung yang indah membuat siapapun yang datang ke puncak Gunung Prau akan dibuat terpukau. So, tempat ini sangat cocok bagi travelers yang ingin healing sejenak dari hiruk-pikuk pekerjaan.

4. Cocok untuk Pendaki Pemula

Untuk bisa menikmati keindahan alam dan menyaksikan sunrise, detikers harus mendaki ke puncak Gunung Prau terlebih dahulu. Eits, tenang saja karena Gunung Prau termasuk salah satu gunung yang cocok untuk pendaki pemula.

Soalnya, Gunung Prau memiliki trek yang tidak terlalu panjang. Gunung yang memiliki ketinggian 2.565 mdpl ini punya enam basecamp jalur pendakian, salah satu yang terkenal adalah basecamp via Patak Banteng.

Basecamp pendakian ini terletak di Jalan Dieng Km 24, Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Alasan kenapa basecamp ini jadi favorit para pendaki karena rute pendakiannya lebih singkat daripada melalui jalur lain.

Selain itu, jalur pendakian via Patak Banteng lebih dekat dengan puncak Gunung Prau, yakni hanya sekitar 4 kilometer. Kira-kira butuh waktu sekitar 2-3 jam pendakian dari basecamp Patak Banteng menuju puncak Gunung Prau.

Mengutip akun Instagram @patakbanteng, tarif tiket untuk mendaki Gunung Prau via Patak Banteng sebesar Rp 15.000 per orang. Fasilitas di basecamp ini juga lengkap, mulai dari toilet, penginapan, persewaan alat pendakian, warung makan, sewa porter, tour guide, dan pusat oleh-oleh.

Hal yang Dilarang di Gunung Prau

Selain mempersiapkan bekal, peralatan, dan fisik yang kuat, detikers juga perlu tahu sejumlah hal yang dilarang selama berada di Gunung Prau. Apa saja? Simak selengkapnya di bawah ini:

  • Masuk tanpa izin
  • Membuang sampah sembarangan
  • Membuat api unggun
  • Tidak membawa sampah turun
  • Menebang pohon
  • Membawa tisu basah ke atas Gunung Prau
  • Membawa senjata tajam
  • Membawa dan menyalakan kembang api
  • Membawa dan mengkonsumsi minuman keras atau narkoba
  • Melakukan pencurian
  • Membawa alat musik dan musik box
  • Melakukan perzinahan
  • Melakukan vandalisme
  • Kencing di dalam botol.

Demikian ulasan mengenai empat daya tarik Gunung Prau bagi para pendaki. Tertarik untuk mendaki Gunung Prau dalam waktu dekat?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Ranu Regulo Masih Tutup, Ini 3 Alternatif Tempat Camping di Dieng


Jakarta

Ranu Regulo merupakan salah satu objek wisata di Dieng yang ramai dikunjungi wisatawan. Di tempat ini, detikers dapat menikmati pemandangan alam sambil berkemah di tepi danau.

Sayangnya, Ranu Regulo masih ditutup untuk umum. Dalam catatan detikTravel, Ranu Regulo telah ditutup untuk umum sejak 5 Februari 2024.

Kabarnya penutupan ini hanya bersifat sementara sampai ada pemberitahuan berikutnya. Namun hingga sekarang belum ada informasi lebih lanjut apakah Ranu Regulo sudah dibuka atau belum.


Hal ini tentu membuat kecewa sejumlah pengunjung yang ingin datang ke Ranu Regulo, terutama bagi mereka yang mau berkemah di tepi danau. Tapi jangan khawatir, sebab masih ada tempat camping di sekitar Dieng yang tak kalah keren dari Ranu Regulo.

Penasaran, apa saja tempat camping di Dieng sebagai alternatif Ranu Regulo tutup? Simak ulasannya dalam artikel ini.

Camping Ground di Dieng

Ada sejumlah tempat wisata di Dieng yang bisa menjadi pilihan alternatif ketika Ranu Regulo masih ditutup untuk umum. Mengutip dari berbagai sumber, berikut daftar camping ground di Dieng.

1. Puncak Gunung Prau

Gunung PrauFoto: (Uje Hartono/detikcom)

Spot camping yang pertama ada di puncak Gunung Prau. Untuk bisa sampai ke puncak, tentu detikers harus mendaki gunung terlebih dahulu dari basecamp. Namun jangan khawatir, Gunung Prau merupakan salah satu gunung yang ramah bagi pendaki pemula.

Setibanya di atas puncak, travelers dapat mendirikan tenda dan berkemah semalaman. Menjelang pagi hari, kamu bisa menikmati detik-detik matahari terbit yang begitu indah. Ketika cuaca sedang cerah, travelers akan disuguhkan oleh pemandangan alam yang menakjubkan.

Setidaknya ada enam basecamp pendakian di Gunung Prau yang bisa dipilih. Namun, salah satu yang jadi favorit adalah basecamp via Patak Banteng.

Basecamp ini terletak di Jalan Dieng Km 24, Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Alasan kenapa basecamp ini jadi favorit para pendaki karena rute pendakiannya lebih singkat daripada melalui jalur lain.

Selain itu, jalur pendakian via Patak Banteng lebih dekat dengan puncak Gunung Prau, yakni hanya sekitar 4 kilometer. Kira-kira butuh waktu sekitar 2-3 jam pendakian dari basecamp Patak Banteng menuju puncak Gunung Prau.

Mengutip akun Instagram @patakbanteng, setiap pengunjung yang ingin mendaki ke puncak Gunung Prau melalui basecamp Patak Banteng dikenakan tiket masuk sebesar Rp 15.000 per orang. Jangan khawatir soal persediaan makanan dan minuman karena ada banyak warung di sekitar basecamp.

2. Bukit Sikunir

Bukit di Wonosobo, DiengFoto: (ahmadsabani18/d’Traveler)

Jika puncak Gunung Prau dirasa terlalu berat untuk didaki, travelers dapat memilih berkemah di Bukit Sikunir. Tempat camping yang satu ini juga menawarkan pemandangan keren, lho.

Cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang, travelers sudah bisa mendaki ke puncak Bukit Sikunir. Waktu pendakiannya juga lebih singkat daripada ke puncak Gunung Prau, yakni sekitar 40-60 menit saja.

Dilansir situs Badan Otorita Borobudur Kemenparekraf, daya tarik utama dari Bukit Sindur adalah pemandangan golden sunrise yang begitu indah. Pastikan kamu datang saat cuaca sedang cerah agar bisa menikmati detik-detik matahari terbit.

3. Embung Kledung

Embung KledungFoto: (Abdullah Hanif Ariq/d’traveler)

Tempat camping ground lainnya di sekitar Dieng adalah Embung Kledung. Lokasinya berada di antara Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro, jadi sudah pasti udaranya dingin dan segar.

Yang menarik, pihak pengelola objek wisata Embung Kledung telah menyediakan paket camping untuk para pengunjung. Mengutip akun Instagram @wisata_embung_kledung, berikut rincian paket dan harganya:

a. Paket 2 orang (Rp 150.000/orang)

Fasilitas yang didapat yakni tenda kap 4, lalu 2 sleeping bag, 2 matras, dan lampu senter.

b. Paket 3 orang (Rp 190.000/orang)

Paket ini menyediakan fasilitas tenda kap 4, lalu 3 sleeping bag, 3 matras, dan lampu senter.

c. Paket 4 orang (Rp 220.000/orang)

Pengunjung akan mendapatkan tenda kap 4, kemudian 4 sleeping bag, 4 matras, dan lampu senter.

Oh ya, harga di atas belum termasuk tiket masuk ke Embung Kledung. Setiap pengunjung yang berkemah dikenakan tiket masuk sebesar Rp 15.000 per orang. Sementara untuk pengunjung yang hanya ingin berwisata di Embung Kledung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 7.000 per orang.

Selama berkemah di Embung Kledung, travelers dapat melakukan sejumlah aktivitas menarik lainnya seperti bersantai di tepi waduk, memberi makan ikan, hingga menikmati sunrise dengan pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang begitu menakjubkan.

Selain itu, ada juga sejumlah spot foto Instagramable yang estetik, mulai dari ayunan dengan latar belakang gunung dan danau, hammock, tangga pelangi, tanaman rambat, hingga perkebunan hortikultura. Fasilitas yang tersedia juga lengkap, seperti toilet, musholla, hingga warung.

Itu dia tiga tempat alternatif camping di Dieng selain Ranu Regulo yang masih ditutup untuk umum. Semoga artikel ini dapat membantu travelers yang ingin camping di Dieng.

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

7 Gunung untuk Pemula yang Wajib Ditaklukan


Jakarta

Mendaki gunung mungkin bakal jadi aktivitas yang menantang sekaligus menyenangkan bagi sebagian orang. Lalu, bagaimana jika kamu baru mencobanya atau masih pemula?

Tidak semua gunung cocok untuk pemula, karena alasan medan dan tingkat kesulitan yang tinggi. Tentunya, penting bagi pemula untuk memilih gunung yang tepat agar pendakian bisa berjalan, aman, nyaman dan menyenangkan.

Rekomendasi Gunung untuk Pemula

Gunung-gunung dengan jalur pendakian yang lebih ringan, waktu tempuh singkat, hingga pemandangan yang memukau bisa menjadi pilihan yang ideal untuk memulai pendakian. Berikut adalah rekomendasi Gunung yang cocok untuk pemula:


1. Gunung Gede-Pangrango

Lokasi: Jawa Barat

Pagi di alun alun Surya KencanaSuasana di alun alun Surya Kencana, Gunung Gede Pangrango. Foto: dok.detik

Gunung Gede-Pangrango memiliki ketinggian 2.958 mdpl. Gunung ini membentang di tiga kabupaten, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

Selain ramah untuk pendaki pemula, pendakian ini juga terkenal dengan padang bunga edelweis di Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede atau di Lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango.

2. Gunung Andong

Lokasi: Magelang, Jawa Tengah

Gunung Andong di Magelang, dilihat dari Pos Cuntel MerbabuGunung Andong di Magelang, dilihat dari Pos Cuntel Merbabu Foto: Muchus Budi R/detikcom

Dilansir situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Gunung Andong memiliki ketinggian 1.726 mdpl. Pendakiannya ada di antara Desa Ngablak dan Desa Tlogorejo, Grabag, Kabupaten Magelang.

3. Gunung Ijen

Lokasi: Jawa Timur

Wisatawan mancanegara (wisman) bisa kembali menikmati keindahan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Sebelumnya, gunung dengan pemandangan kawah hijau tosca itu ditutup untuk wisman sejak awal pandemi COVID-19.Keindahan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Foto: Ardian Fanani/detikcom

Gunung Ijen memiliki ketinggian sekitar 2.799 mdpl. Gunung Ijen cocok dijadikan pilihan bagi pemula, karena jalur lintasannya tidak terlalu curam, mudah dipijak, dan banyak spot istirahat bagi pendaki.

Salah satu yang terkenal dalam pendakian ini yaitu di Kawah Ijen ada fenomena blue fire yang bisa disaksikan sekitar jam 01.00-04.00 pagi.

Fenomena blue fire terjadi saat zat belerang bersentuhan dengan panas ekstrem dari celah gunung berapi. Jika beruntung, pendaki akan melihat api biru menawan yang menyala.

4. Gunung Batur

Lokasi: Bali

Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka).

Gunung Batur memiliki ketinggian 1.717 mdpl. Pendakian Gunung Batur cocok bagi pemula karena jarak dan waktu pendakiannya tak terlalu lama.

Rute Toya Bungkah jadi jalur yang dipilih untuk pemula, karena jalurnya tergolong tidak terlalu terjal. Di jalur ini juga ada titik terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit.

5. Gunung Prau

Lokasi: Dieng, Jawa Tengah

Gunung PrauGunung Prau. Foto: (Uje Hartono/detikcom)

Gunung Prau memiliki ketinggian sekitar 2.590 mdpl. Gunung ini sangat cocok untuk pemula, karena punya jalur pendakian yang cukup mudah.

Jika memilih Jalur Patak Banteng rute pendakian bisa lebih singkat untuk ke puncaknya. Ditambah, di puncak gunungnya juga memiliki pemandangan dan pesona matahari terbit yang indah.

6. Gunung Pakuwaja

Lokasi: Wonosobo, Jawa Tengah.

Gunung Pakuwaja memiliki ketinggian 2.421 mdpl. Selain ramah pemula, jika kamu berhasil puncak kamu akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan perbukitan Dieng yang hijau Gunung Sindoro, Slamet, Merapi, Merbabu, hingga Telomoyo di kejauhan.

Umumnya, untuk sampai puncak Gunung Pakuwaja pendaki menempuh waktu sekitar 1.5 jam. Jika melalui jalur Dieng Plateau dan Parikesit, maka waktu tempuhnya 2 sampai 3 jam sampai puncak.

7. Gunung Nglanggeran

Lokasi: DIY Yogyakarta

Sensasi Mendaki Gunung Api Purba NglanggeranSensasi Mendaki Gunung Api Purba Nglanggeran Foto: Putu Intan/detikcom

Gunung Nglanggeran memiliki ketinggian 700 mdpl. Pendakian Gunung Nglanggeran disebut sebagai andalan para pendaki pemula, karena waktu tempuhnya sekitar 1 – 2 jam saja.

Mengutip laman Kelurahan Kelurahan Nglanggeran, ada dua puncak terpisah yakni bagian Barat dan Timur. Namun, umumnya para pendaki lebih memilih camping di puncak Barat karena akses yang lebih mudah. Puncak Timur bisa dipilih kalau kamu mau menyaksikan keindahan sunrise di Gunung ini.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

9 Fakta Menarik Dieng, Negeri Para Dewa-Tempat Anak Bajang


Jakarta

Dataran tinggi Dieng termasuk destinasi primadona banyak wisatawan. Alamnya yang memukau bikin siapa saja yang berkunjung jatuh hati.

Jajaran perbukitan yang membentang sepanjang sisi utara dan selatan, danau yang menawan, hingga view sunrise yang elok akan menyambut para pelancong. Budaya lokalnya yang lestari juga menjadikan Dieng semakin memikat.

Tertarik berkunjung ke dataran tinggi satu ini? Simak dulu deretan fakta atau keistimewaan Dieng berikut.


Fakta Menarik Dataran Tinggi Dieng

Mulai dari lokasinya yang berada di dua kabupaten, wilayahnya ‘dituruni’ salju, hingga sederet julukan, berikut daftar fakta unik Dieng, dikutip dari pemberitaan detikcom dan laman Desa Dieng Kejajar:

1. Terletak di Dua Kabupaten

Meski dikenal berada di Wonosobo, sebagian kawasan Dieng sebetulnya juga masuk ke wilayah Banjarnegara. Keduanya merupakan kabupaten di Jawa Tengah. Bagian barat Dieng terletak di Banjarnegara dan bagian timurnya di Wonosobo.

2. Dikelilingi Pegunungan

Pemandangan alam di Dieng, dataran tinggi yang terletak antara Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah menakjubkan. Belum lagi aneka peninggalan bersejarah seperti candi di Dieng ini menjadi daya tarik tersendiri.Deretan pegunungan di Dieng, dataran tinggi yang terletak antara Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah. (Arbi Anugrah)

Penamaan Dieng kerap disandingkan dengan sebutan ‘dataran tinggi’ sebab topografinya yang pegunungan. Kawasan itu dikelilingi oleh Gunung Prau, Pangonan, dan Pakuwojo. Lokasinya juga berdekatan dengan si kembar Gunung Sindoro dan Sumbing.

3. Tempat ‘Bersemayamnya’ Para Dewa

Nama Dieng berasal dari bahasa Sanskerta ‘Die Hieyang’ yang artinya indah dan langka. Dieng juga terdiri dari dua suku kata; ‘Di’ dan ‘Hyang’. ‘Di’ memiliki arti gunung atau tempat tinggi, dan ‘Hyang’ diartikan sebagai dewa-dewi atau ruh leluhur. Secara harfiah, nama Dieng berarti pegunungan atau tempat persemayaman para dewa.

4. Dijuluki ‘Negeri di Atas Awan’

Kawasan Dieng berada di ketinggian rata-rata 2.090 mdpl (meter di atas permukaan laut). Lokasinya juga dikelilingi pegunungan yang membuat pemandangan samudra awan tak jarang ditemukan, bahkan terlihat jelas oleh mata. Oleh karena itu, dataran tinggi Dieng kerap disebut ‘Negeri di Atas Awan’.

5. Ada Desa Tertinggi di Pulau Jawa

Di Dieng ada Desa Sembungan yang disebut sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa. Berada di ketinggian 2.300 mdpl, desa ini menawarkan panorama menawan dengan hamparan sawah berundak dan latar perbukitan hijau yang diselimuti kesejukan udara pegunungan. Pesonanya yang memikat berhasil menyabet gelar salah satu Desa Terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

6. Wilayah ‘Bersalju’

Kain lap diletakkan di kompleks Candi Arjuna, Dieng, berubah menjadi kaku atau membeku, Jumat (21/6/2024) pagi.Dieng ‘bersalju’ (Uje Hartono/detikJateng)

Kabar dataran tinggi Dieng diselimuti ‘salju’ pada beberapa tahun silam sempat menyita perhatian publik. Nyatanya, salju di Dieng disebabkan oleh fenomena embun es (frost).

Mengutip situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena embun es terjadi ketika suhu udara sangat dingin dan embun yang terkondensasi membeku. Alhasil, lapisan es akan muncul dan menutupi tumbuhan serta permukaan tanah.

Ada kemungkinan fenomena frost terjadi di wilayah dataran tinggi seperti Dieng saat beberapa kondisi cuacanya terpenuhi. Fenomena Dieng ‘bersalju’ ini dapat terjadi pada musim kemarau (Juni-Oktober) dan berlangsung selama waktu terbatas.

7. Terdapat 22 Kawah

Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terdapat 22 kawah di seluruh kawasan Dieng. Kawah ini tersebar di Gunung Api Dieng, Banjarnegara, area Wonosobo, dan Kabupaten Batang.

Delapan kawah di Gunung Api Dieng antara lain Kawah Timbang, Kawah Sinila, Kawah Sigludug, Kawah Sileri, Kawah Condrodimuko, Kawah Sikidang, Kawah Sibanteng, dan Kawah Bitingan.

Empat kawah di Wonosobo yaitu Kawah Sikidang, Kawah Sikunang, Kawah Pulosari, dan Kawah Pakuwojo. Serta lima kawah di Kabupaten Batang; Kawah Sibanger, Kawah Wanapria, Kawah Wanasida, Kawah Siglagah, dan Kawah Pagerkandang.

Kawah Timbang, Sinila, dan Sikidang disebut berpotensi mengeluarkan gas beracun. Untuk Kawah Timbang, statusnya punya peluang berkembang menjadi berbahaya.

8. Punya Deretan Candi

Kompleks Candi Arjuna di Dieng, yang merupakan lokasi gelaran DCF 2022.Kompleks Candi Arjuna di Dieng (Uje Hartono/detikJateng)

Dieng sebagai tempat bersemayam para dewa, telah lama menjadi lokasi peribadatan masyarakat Hindu. Hal ini diketahui lewat beberapa candi beraliran Hindu Siwa yang ditemukan di dataran tinggi tersebut.

Deretan candi di Dataran Tinggi Dieng adalah Arjuna, Semar, Srikandi, Puntadewa, Sembadra, Gatotkaca, Dwarawati, dan Bima. Nama delapan candi ini berasal dari para tokoh dalam kisah Bharatayuddha. Di candi inilah, masyarakat Hindu ketika itu beribadah pada dewa yang dikenal sebagai Trimurti.

9. Anak Bajang Berambut Gimbal

Bocah atau anak bajang adalah warisan budaya khas di Dataran Tinggi Dieng. Para anak bajang ini memiliki rambut gimbal panjang yang hanya bisa dipotong setelah melewati ruwatan. Dikutiip dari situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, prosesi ini bisa disaksikan selama Dieng Culture Festival.

Anak bajang dipercaya merupakan titisan leluhur Dieng, yaitu Kyai Kolodethe untuk laki-laki dan Nyai Dewi Roro Ronce bagi perempuan. Sebelum ruwatan untuk memotong rambut gimbal tersebut, anak bajang biasanya memiliki permintaan yang dituruti orang tua atau lingkungan sekitar.

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

7 Tempat Sunrise Tercantik Selain Bromo, tapi Masih Sepi



Jakarta

Banyak tempat cantik yang punya sunrise memikat yang tak kalah indah dari Bromo lho. Serta tempat-tempat ini juga tak ramai wisatawan.

detikTravel telah merangkum, Sabtu (12/7/2025) destinasi yang memiliki sunrise memukau yang bisa jadi pilihan kamu berwisata.

1. Gunung Prau, Dieng

Lansekap Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat sangat mempesona dari Gunung Prau. Momen matahari terbit pun seakan membuat nuansa menjadi romantisLansekap Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat sangat mempesona dari Gunung Prau. Momen matahari terbit pun seakan membuat nuansa menjadi romantis Foto: Rifkianto Nugroho

Gunung Prau terkenal dengan sunrisenya yang indah lho. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.565mdpl dengan trek relatif mudah dan cocok untuk pemula. Gunung Prau menawarkan pemandangan matahari terbit yang spektakuler dengan latar belakang perbukitan dan lembah yang hijau.


2. Bukit Sikunir, Dieng

Masih di Dieng, Jawa Tengah, Bukit Sikunir juga menawarkan pemandangan matahari terbit dengan golden sunrise di atas lautan awan dan pemandangan pegunungan di sekitarnya. Cukup ramai peminat sunrise di sini, jadi traveler harus berpandai-pandai mengatur waktu.

3. Taman Nasional Baluran, Banyuwangi

Terdapat beberapa spot sunrise cantik di Taman Nasional Baluran. Diantaranya Pantai Bama, Savana Bekol dan Pantai Pandean. Kamu tinggal pilih, apakah ingin menari terbit menyinari lautan atau sunrise berlatar padang savana.

4. Danau Toba

Bergeser ke Sumatera, sunrise cantik bisa kamu nikmati di Danau Tona. Terdapat banyak spot yang bisa datangi untuk menikmati sunrise dengan latar Danau Toba yaitu Bukit Beta di Samosir, Bukit Holbung, Menara Pandang Tele, Geosite Sipinsur, Bukit Tarabunga dan lainnya.

5. Kawah Ijen, Banyuwangi

Foto dokumen Kawah Ijen Kawah Ijen Foto: Ardian Fanani/detikJatim

Menikmati sunrise di Kawah Ijen, indahnya seperti di dalam lukisan. Kamu bisa mendapatkan blue fire dan juga sunrise memukau bila datang ke sini.

Adapun waktu terbaik datang ke Kawah Ijen supaya liburan mu maksimal adalah saat musim kemarau (April-Oktober). Saat itulah cuaca cerah, jalur kering, sunrise dan blue fire lebih jelas.

6. Candi Borobudur, Magelang

Candi Buddha terbesar di dunia ini juga punya pemandangan matahari terbit yang hangat dan memukau. Namun kamu hanya bisa menikmatinya jika menginap di Hotel Manohara dan mengikuti tur sunrise.

Traveler harus tahu nih, sekarang telah ada pembatasan untuk naik ke stupa Borobudur.

7. Pantai Lovina, Bali

Pantai Lovina tak hanya terkenal dengan lumba-lumbanya, tetapi juga merupakan salah satu spot menikmati matahari terbit dengan pemandangan laut yang luas. Jadi kamu dalam trip meilhat lumba-lumba bisa sekalian menikmati pesona sunrise tak kalah elok.

(sym/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Jam Buka, Harga Tiket & Daya Tariknya



Jakarta

Wisata ke Dieng kamu akan dimanjakan oleh destinasi alamnya yang memukau. Mulai dari hamparan hijaunya pegunungan hingga keindahan telaga yang menyegarkan.

detikTravel telah merangkum, Kamis (31/7/2025) destinasi yang populer di Dieng yang bisa kamu kunjungi nanti bersama keluarga.

1. Bukit Sikunir

Bukit di Wonosobo, DiengBukit Sikunir di Wonosobo, Dieng Foto: (ahmadsabani18/d’Traveler)

Bukit Sikunir menjadi salah satu destinasi wisata Dieng yang menawarkan panorama pegunungan yang berderet. Bukit Sikunir dengan ketinggian 2.263 mdpl ini berada di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.


Pemandangan menakjubkan saat matahari terbit sering disebut dengan “Golden Sunrise Sikunir” oleh para wisatawan. Selain bisa menikmati sunrise dan sunset yang indah, dari puncak bukit ini kamu juga bisa melihat pemandangan Telaga Cebong.

Sama seperti bukit lain pada umumnya, Bukit Sikunir memiliki jam buka selama 24 jam. Harga tiket wisata Bukit Sikunir berkisar Rp 10.000.

2. Candi Arjuna

Di puncak pegunungan Dieng, kita bisa menemukan Candi Arjuna. Ini adalah candi bercorak Hindu yang terkenal di area wisatawan lokal hingga mancanegara.

Karena letaknya ada di puncak gunung, hal ini julah lah yang menambah keindahan arsitektur candi ini.

Candi Arjuna Dieng merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang dibangun pada abad ke-7 atau sekitar tahun 731 saka.Luas keseluruhannya mencapai 1 hektar. Kawasan candi ini terdiri dari beberapa bangunan candi yaitu candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.

Harga tiket masuk wisata Candi Arjuna Rp 10.000 untuk wisatawan lokal, sedangkan wisatawan asing Rp 30.000.

3. Gunung Prau

Gunung PrauGunung Prau Foto: (Uje Hartono/detikcom)

Gunung Prau memiliki ketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut. Bagi traveler yang suka mendaki, Gunung Prau akan sangat cocok dikunjungi. Gunung ini juga cocok untuk pendaki pemula.

Puncak Gunung Prau menawarkan pemandangan sangat indah, berupa lautan awan, panorama matahari terbit hingga lanskap berbagai gunung di sekitarnya.

4. Kawah Sikidang

Kawang Sikidang termasuk kawah gunung berapi, namun masih jadi tempat wisata yang tidak berbahaya. Kawah ini juga dikenal dengan Kawah Telur Rebus, karena bau belerangnya yang cukup menyengat. kawah ini berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Kawah Sikidang memiliki warna kehijauan dan mengeluarkan asap putih. Pengunjung bisa melihat kawah ini di jarak aman. Disediakan akses berupa jembatan kayu, untuk mengelilingi Kawah Sikidang.

Kawah Sikidang buka setiap hari mulai pukul 07.00-17.00 WIB. Harga tiket masuk Kawah Sikidang Rp 15.000 untuk lokal, dan Rp 30.000 untuk asing.

5. Telaga Menjer

Telaga Menjer adalah objek wisata Dieng yang memiliki pemandangan danau dengan keindahan Gunung Sindoro. Telaga ini ketinggian 1.300 mdpl yang terbentuk dari letusan vulkanik di kaki gunung Pakuwaja.

Telaga Menjer menjadi telaga terluas di area Wisata Dataran Tinggi Dieng. Telaga ini memiliki luas sekitar 70 hektar dengan kedalaman 50 meter.

Telaga Menjer buka setiap hari dari jam 08.00 WIB-17.00 WIB. Dan harga tiket masuk Telaga Menjer berkisar Rp 5.000.

6. Telaga Warna

Letak Telaga Warna ada pada ketinggian 2.000 mdpl dan luasnya sekitar 40 hektar dengan dikelilingi oleh panorama Gunung Prau. Telaga ini berada di Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Harga tiket masuk ke Telaga Warna dikenakan biaya Rp 22.500 untuk wisatawan domestik, sedangkan wisatawan asing Rp 163.500.

7. Telaga Dringo

Telaga Dringo di BanjarnegaraTelaga Dringo di Banjarnegara Foto: (Randy/detikTravel)

Telaga Dringo terletak pada ketinggian 2.202 mdpl dengan luas sekitar 10 hektar. Masyarakat sekitar menjuluki telaga ini sebagai Ranu Kumbolo. Pasalnya, penampakannya mirip dengan danau yang ada di Gunung Semeru. Wisatawan juga akan disajikan pemandangan hutan yang lebat. Tak heran, jika tempat ini sering jadi tempat camping.

Dikutip dari akun Instagram @telaga_dringo, pengelola wisata alam dan camping Telaga Dringo memiliki jam cuka dari 05:00-23:00 WIB. Teruntuk harga tiket masuk ke Telaga Dringo Rp 5.000 – 15.000 per orang.

8. Batu Pandang Ratapan Angin (Batu Pandang Telaga Warna)

Batu Ratapan Angin merupakan objek wisata yang berada di Jalan Dieng KM.2, Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Destinasi ini terkenal dengan dua buah batu bertumpuk di atas sebuah bukit di area Telaga Warna Dieng.

Posisi batu yang tinggi dan dikelilingi pepohonan serta semak belukar, membuatnya menghasilkan bunyi yang unik. Bunyi gemerisik halus itu seperti suara siulan dan ratapan. Konon, dari bunyi itulah alasan kenapa Batu Pandang Telaga Warna disebut Batu Ratapan Angin.

Batu Pandang Telaga Warna buka setiap hari dari jam 06.00-17.30 WIB. dan harga tiket masuk Batu Pandang Telaga Warna Rp 15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 25.000 bagi wisatawan asing.

9. Sumur Jalatunda

Objek wisata Dieng selanjutnya adalah Sumur Jalatunda. Sumur ini diameter sepanjang 90 meter dengan kedalaman berkisar 100 meter, terbentuk akibat dari letusan Gunung Prahu Tua.

Konon, sumur ini sering dijadikan sebagai tempat untuk mengabulkan permohonan oleh para wisatawan.Masyarakat setempat percaya, barangsiapa yang mampu melempar batu sampai ke sisi seberang sumur dan melintasi permukaan sumur, permintaan orang tersebut akan terkabul.

Masyarakat setempat juga percaya kalau bahwa sumur adalah pintu menuju Sapta Pratala (bumi lapis ketujuh).

10. Gardu Pandang Tieng

Gardu Pandang Tieng menawarkan keindahan pemandangan Gunung Sindoro dari dekat. Hamparan ladang dan pemukiman pegunungan dari atas ketinggian juga menjadi daya tarik destinasi wisata Dieng satu ini.

Gardu Pandang Tieng bisa jadi tempat bersantai terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam.

(sym/wsw)



Sumber : travel.detik.com

5 Gunung Terindah di Jawa Tengah untuk Liburan di Akhir Pekan



Yogyakarta

Jawa Tengah kaya akan alam yang indah, termasuk gunung. Pendakian ke 5 gunung ini bisa jadi aktivitas liburanmu selanjutnya.

Gunung-gunung di Jawa Tengah menjulang gagah dengan segudang cerita. Tiap gunung memiliki karakteristik masing-masing dari sisi geologi, ekosistem, maupun mitos yang membayanginya.

Bukan hanya aktivitas fisik, pendakian ke gunung-gunung ini menjadi sebuah perjalanan spiritual dan budaya yang diincar oleh banyak wisatawan.


Dikumpulkan detikTravel, inilah 5 gunung terindah Jawa Tengah untuk dijelajahi.

1. Gunung Prau

Lansekap Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat sangat mempesona dari Gunung Prau. Momen matahari terbit pun seakan membuat nuansa menjadi romantisLansekap Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat sangat mempesona dari Gunung Prau. Momen matahari terbit pun seakan membuat nuansa menjadi romantis Foto: Rifkianto Nugroho

Terletak di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Gunung Prau menjadi salah satu tempat pendakian favorit, terutama pendaki pemula. Memiliki ketinggian 2.565-2.590 mdpl, gunung ini terkenal dengan matahari terbitnya yang dramatis, latanya gunung Sindoro, Sumbing dan Merapi.

Setelah matahari terbit, Anda akan disuguhi bukit-bukit kecil yang bergelombang menyerupai “Bukit Teletubbies” yang ikonik, ditumbuhi ilalang dan bunga-bunga liar. Keberadaan fenomena golden sunrise dan bukit teletubbies menjadikan Prau sebagai salah satu gunung di Jawa Tengah yang paling unik dan paling banyak diminati, terutama di akhir pekan.

2. Gunung Merbabu

Birunya langit dan hamparan putihnya awan manjakan mata para pendaki akan keindahan panorama di puncak gunung merbabu dari ketinggian 3.142 mdpl.Birunya langit dan hamparan putihnya awan manjakan mata para pendaki akan keindahan panorama di puncak gunung merbabu dari ketinggian 3.142 mdpl. Foto: Dok. Team Choral Adventure

Gunung Merbabu adalah salah satu gunung api aktif. Terletak di Kabupaten Magelang, Boyolali dan Semarang, gunung ini memiliki keunikan dari hamparan sabananya yang terkenal sebagai ‘Karpet Hijau’ di ketinggian 3.142 mdpl.

Sabana Merbabu menawarkan pemandangan padang rumput hijau yang membentang seolah tak berujung, diselingi pohon-pohon edelweis dan bukit-bukit kecil. Pemandangan ini sangat kontras dengan gunung-gunung lain di Jawa yang mungkin didominasi hutan lebat.

Sabana di Merbabu, seperti Sabana 1, Sabana 2, dan terutama di Pos Helipad (Puncak Kenteng Songo), seringkali menjadi spot favorit para pendaki untuk beristirahat dan berfoto. Saat musim kemarau, rumput-rumput ini akan mengering dan menguning, menciptakan nuansa Afrika yang eksotis. Merbabu menjadi gunung yang sangat ramah bagi pendaki pemula maupun profesional yang ingin menikmati pemandangan terbuka dan camping di bawah bintang-bintang.

3. Gunung Sindoro

Gunung SindoroGunung Sindoro Foto: Gema Bayu Samudra/d’Traveler

Disebut sebagai kembaran Gunung Sumbing, Sindoro adalah gunung api yang masih aktif. Terletak di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, keunikan Sindoro terletak pada kawahnya yang masih aktif dan mengeluarkan belerang. Ini menciptakan efek magis dan dramatis bagi pendaki di ketinggian 3.153 mdpl.

Pendakian Sindoro cukup menantang, membutuhkan fisik yang prima. Namun, lelah akan terbayar lunas dengan pemandangan dari puncak yang luar biasa, meliputi hamparan awan, gunung-gunung lain di sekitarnya, serta kota-kota di bawahnya. Di beberapa jalur pendakian, Anda juga akan menemukan padang edelweis yang cantik, bunga abadi khas pegunungan.

4. Gunung Andong

Gunung AndongGunung Andong Foto: Pemkab Magelang

Berlokasi di Kabupaten Magelang, Gunung Andong menjadi pilihan favorit bagi pendaki pemula dengan ketinggian 1.726 mdpl. Keunikan utamanya adalah pemandangan 5 gunung sekaligus dari puncaknya, yaitu Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, dan Ungaran. Ini adalah bonus luar biasa yang jarang ditemukan di gunung lain.

Pendakian ke puncak Andong biasanya hanya memakan waktu sekitar 2-3 jam, menjadikannya pilihan ideal untuk pendakian singkat atau hiking santai. Dari puncak, Anda bisa menikmati panorama alam yang luas, perkebunan warga, dan desa-desa di bawahnya. Selain pemandangan, Andong juga memiliki beberapa jalur pendakian yang berbeda, menawarkan variasi pengalaman bagi pengunjung.

5. Gunung Sumbing

Gunung sindoro diselimuti awanSunset dari Gunung Sumbing Foto: detik

Kembaran Gunung Sindoro ini memiliki ketinggian 3.371 mdpl, menjadikannya tertinggi ketiga di Pulau Jawa. Puncak Gunung Sumbing menawarkan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler, lautan awan, dan langit penuh bintang saat malam hari.

Keunikannya adalah memiliki dua kawah (kawah mati dan kawah aktif) di puncaknya, meskipun kawah aktifnya tidak selalu terlihat jelas. Sumbing juga dikenal dengan vegetasi hutan tropisnya yang masih sangat alami, dengan keragaman flora dan fauna yang kaya.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com