Tag Archives: gunung putri

Cara Booking Pendakian Gunung Gede: Kuota dan Biayanya 2024


Jakarta

Gunung Gede adalah salah satu tujuan pendakian favorit di Jawa Barat yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Untuk melakukan pendakian di sana, kita perlu mengikuti prosedur booking yang benar.

Hall tersebut juga penting, karena untuk memastikan kamu bisa memesan slot pendakian. Terlebih, saat ini kita bisa booking pendakian Gunung Gede secara online dengan lebih mudah.

Cara Booking Pendakian Gunung Gede

Berikut adalah langkah-langkah booking online pendakian Gunung Gede:


  • Buka situs resmi TNGGP melalui booking.gedepangrango.org
  • Pilih menu “Pendaftaran Pendakian”
  • Pastikan kamu membaca dan memahami ketentuan dan peraturan pendakian. Jika sudah, klik tombol “Next”.
  • Pilih Tanggal Pendakian. Informasi tentang kuota beserta jalur pendakian juga akan tertampil.
  • Isi form pendakian secara lengkap (tujuan pendakian, tanggal dan pintu masuk beserta tanggal dan pintu keluar, no HP, dan email aktif.
  • Klik “Simpan dan Lanjutkan”
  • Isi Data Pendaki dan biodata anggota tim, dengan ketentuan peserta pendakian minimal 1 ketua dan 2 anggota (maksimal 10 pendaki).
  • Melakukan pembayaran.
  • Unduh dan cetak bukti pendaftaran booking pendakian Gunung Gede.

Jalur dan Kuota Pendakian Gunung Gede

Pendakian Gunung Gede memiliki 3 jalur yakni via jalur Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana.

Dilihat dari situs resminya, total kuota pendakian Gunung Gede adalah 600 per hari. Jumlah tersebut terdiri dari 300 kuota pintu masuk via Cibodas, 200 via Gunung Putri, 100 via Selabintana.

Harga Tiket Pendakian Gunung Gede 2024

Dikutip pada website resmi TNGPP (05/09/2024), berikut adalah rincian harga simaksi Gunung Gede Pangrango:

Senin – Jumat

  • Warga Negara Indonesia (WNI): Rp 29.000 per orang.
  • Pelajar WNI: Rp 17.500 (Harus disertai dengan identitas kartu pelajar/mahasiswa dan minimal rombongan berjumlah 10 orang).
  • Warga Negara Asing (WNA): Rp 320.000 per orang.
  • Pelajar WN Asing: Rp 211.500 per orang.

Weekend/Hari Libur

  • WNI: Rp 34.000 per orang.
  • Pelajar WNI: Rp 20.500 per orang.
  • WNA: Rp 470.000 per orang.
  • Pelajar WN Asing: Rp 311.500 per orang.

Daftar biaya untuk naik Gunung Gede tiket di atas sudah termasuk asuransi untuk setiap orang, dengan pendakian selama 2 hari 1 malam. Pembelian tiket Tektok dilakukan on the spot (di tempat).

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Biaya Masuk Gunung Gede Pangrango Naik, Ini Daftar Rinciannya


Jakarta

Biaya pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) naik per 30 Oktober 2024 kemarin. Penetapan tarif barunya berlaku untuk pendakian, wisata alam, hingga berkemah.

Pembaruan tarif tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2024, SK Kepala BBTNGGP nomor SK.276/BBTNGGP/tek/B/10/2024.

Informasi penyesuaian tarif tersebut dibagikan oleh akun Instagram resmi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango @bbtn_gn_gedepangrango pada (30/10/2024). Berikut rinciannya.


1. Biaya Masuk Gunung Gede Pangrango (Resort Cibodas & Gunung Putri)

Senin-Jumat (Weekday)

Warga Negara Indonesia (WNI)

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 72 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 52 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 22 ribu

Warga Negara Asing (WNA)

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 435 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 415 ribu
  • Wisata alam (1 hari) : Rp 205 ribu

Rombongan Pelajar & Mahasiswa WNI (Minimal 5 orang)

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 52 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp32 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp12 ribu

Sabtu – Minggu (Weekend)

WNI

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 92 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 72 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 32 ribu

WNA

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 435 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 415 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 205 ribu

Rombongan Pelajar & Mahasiswa WNI (Minimal 5 orang)

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 62 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 42 ribu
  • Wisata alam (1 hari): 17 ribu

2. Biaya Masuk Gunung Gede Pangrango (Resort Selabintana)

Senin-Jumat (Weekday)

WNI

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 72 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 32 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 12 ribu

WNA

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 435 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 315 ribu
  • Wisata alam (1 hari) : Rp 155 ribu

Rombongan Pelajar & Mahasiswa WNI (Minimal 5 orang)

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 52 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 22 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 7 ribu

Sabtu – Minggu (Weekend)

WNI

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 92 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 42 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 17 ribu

WNA

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 435 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 415 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 205 ribu

Rombongan Pelajar & Mahasiswa WNI (Minimal 5 orang)

  • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 62 ribu
  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 27 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 9,5 ribu

3. Biaya Masuk Gunung Gede Pangrango (Resort Mandalawangi & Resort Situgunung)

Senin-Jumat (Weekday)

WNI

  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 52 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 22 ribu

WNA

  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 415 ribu
  • Wisata alam (1 hari) : Rp 205 ribu

Rombongan Pelajar & Mahasiswa WNI (Minimal 5 orang)

  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 32 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 12 ribu

Sabtu – Minggu (Weekend)

WNI

  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 72 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 32 ribu

WNA

  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 415 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 205 ribu

Rombongan Pelajar & Mahasiswa WNI (Minimal 5 orang)

  • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 42 ribu
  • Wisata alam (1 hari): Rp 17 ribu

Harga yang tertera di atas sudah termasuk tiket masuk, pungutan kemah/pendakian, dan asuransi. Sementara, untuk pungutan penggunaan atau menerbangkan drone berada di tarif Rp 2 juta per unit/per hari.

Biaya Parkir Kendaraan Gunung Gede Pangrango

  • Kendaraan roda dua : rp 5 ribu per hari
  • Kendaraan roda empat: Rp 10 ribu per hari
  • Kendaraan roda enam/bus: Rp 50 ribu per hari
  • Sepeda: Rp 2 ribu per hari.

Jalur Pendakian Gunung Gede

Terdapat 3 jalur pendakian Gunung Gede, yaitu via jalur Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana.

Dilihat dari situs resminya, total kuota pendakian Gunung Gede adalah 600 per hari. Dengan pembagian kuota 300 untuk pintu masuk via Cibodas, 200 via Gunung Putri, dan 100 via Selabintana.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Mitos Situ Bagendit dan Keindahan Alam dan Cerita Rakyat yang Melegenda



Garut

Situ Bagendit adalah salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Garut. Baru-baru ini, pemerintah Kabupaten Garut melakukan upaya pembersihan Situ Bagendit dari tanaman liar yang mengganggu.

Selain sebagai daya tarik wisata, situ yang berlokasi di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi ini juga menjadi salah satu sumber air bagi masyarakat sekitar.

Situ Bagendit menawarkan keindahan alam yang memukau dengan panorama danau yang luas dan dikelilingi pegunungan seperti Gunung Guntur, Gunung Putri, Gunung Papandayan, dan Gunung Cikuray


Di balik daya tarik wisatanya, Situ Bagendit menyimpan cerita legenda yang menarik untuk disimak. Konon, nama Situ Bagendit juga diambil dari nama tokoh utama yang ada di dalam cerita legenda ini.

Cerita Rakyat

Mengutip situs resmi Kabupaten Garut, cerita legenda ini juga menyimpan pesan moral yang penting untuk diresapi.

Pada zaman dahulu kala, hidup seorang perempuan kaya bernama Nyai Bagendit di salah satu desa yang terletak di Jawa Barat. Nyai Bagendit hidup seorang diri dengan kekayaan melimpah dari warisan suaminya yang meninggal.

Dari kekayaan yang dimiliki, Nyai Bagendit kerap merasa takut akan jatuh miskin. Hal itu membuatnya menjadi seseorang yang kikir. Terlebih lagi, Nyai Bagendit memiliki perangai yang kurang ramah kepada warga sekitar.

Nyai Bagendit akan berkenan membantu warga yang sedang kesulitan dengan catatan terdapat ganti bunga yang sangat tinggi. Kemudian, apabila warga telat membayar utang tersebut maka akan mendapat diperlakukan kasar oleh orang suruhan Nyai Bagendit dan bahkan menyita sisa kekayaannya.

Beberapa perangai buruk Nyai Bagendit pun membuatnya kerap tidak disukai oleh warga sekitar. Ditambah lagi dengan sifatnya yang senang memamerkan harta kekayaan kepada warga sekitar.

Pada suatu hari, Nyai Bagendit sedang bersantai di halaman rumahnya sambil menghitung kekayaan uang dan emasnya. Kemudian datanglah seorang kakek tua yang berjalan dengan sebuah tongkat.

Kakek tersebut merupakan seorang pengembara yang meminta sedikit air minum kepada Nyai Bagendit. Namun, Nyai Bagendit menolak dan justru memaki kakek tersebut dengan kasar lantas mengusirnya.

Setelah diperlakukan tidak mengenakkan, kakek tersebut merasa sedih dan kecewa. Kemudian ia menancapkan tongkatnya di depan rumah Nyai Bagendit sambil mengingatkan wanita kaya tersebut mengenai pelajaran yang akan diterimanya.

Melihat hal tersebut Nyai Bagendit tidak menghiraukan dan hanya mengejeknya dengan tertawa. Kemudian ia pun masuk ke dalam rumah untuk meninggal kakek tersebut di luar.

Setelah itu, kakek tersebut mencabut tongkat yang ditancapkannya yang kemudian memancarkan air yang sangat deras. Air yang memancar tersebut menyebabkan banjir pada desa yang ditempati Nyai Bagendit. Para penduduk desa pun berlarian untuk menyelamatkan diri.

Sementara itu kakek pengembara menghilang entah ke mana. Nyai bagendit pun terlambat menyadari kedatangan banjir dan lebih memilih untuk menyelamatkan kekayaannya.

Akhirnya, Nyai Bagendit pun meminta pertolongan sembari membawa sekotak uang dan emas. Nahasnya tidak ada orang yang mendengar Nyai Bagendit karena warga sudah menyelamatkan diri terlebih dahulu.

Nyai Bagendit pun tenggelam bersama seluruh kekayaannya dan banjir pun semakin meluap sampai akhirnya membentuk sebuah danau. Kemudian danau atau situ tersebut diberi nama Situ Bagendit.

Mitos di Situ Bagendit

Oh iya, mitosnya, buat yang pacaran di Situ Bagendit, kabarnya bakal putus cinta. Bahkan ada kalanya, keluarga melarang anak-anak yang tengah berhubungan datang ke Situ Bagendit. Walah, benar atau tidak ya mitos ini?

—-

Artikel ini sudah tayang juga di detikJabar. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com