Tag Archives: gunung

7 Gunung Paling Angker di Jawa Timur yang Terkenal dengan Cerita Mistisnya


Jakarta

Ada banyak gunung yang berdiri kokoh di Jawa Timur. Beberapa di antaranya menjadi gunung favorit bagi para pendaki. Di sisi lain, sejumlah gunung itu dikenal angker dengan berbagai kisah mistis yang disimpannya.

Cerita-cerita mistis sebagian dialami oleh orang yang mendaki gunung tersebut. Ada juga mitos dan legenda yang beredar serta diyakini masyarakat sekitar gunung-gunung itu.

Lantas, ada gunung apa saja yang terkenal angker di Jawa Timur?


7 Gunung Paling Angker di Jawa Timur

Berikut sejumlah gunung di Jawa Timur yang terkenal dengan cerita mistisnya.

Gunung Arjuno pascaterbakar yang pendakiannya masih ditutup hingga pergantian tahun.Foto: Muhajir Arifin/detikJatim)

1. Gunung Arjuno

Gunung Arjuno merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Timur. Puncaknya yang disebut Puncak Ogal Agil berada di ketinggian 3.399 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Secara administratif, Gunung Arjuno terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan. Gunung ini menjadi langganan pendakian dengan tiga jalurnya, yakni Lawang, Tretes, dan Batu.

Sepanjang jalur pendakian, kamu akan menemukan berbagai peninggalan Kerajaan Majapahit dan Singasari. Dari mitos yang beredar, petilasan tersebut dijaga penunggunya yang dikenal dengan Bambang Wisanggeni.

Petilasan itu juga jadi spot orang-orang yang bertapa. Konon, mereka yang melakukan tapa di sana bisa menghilang.

Tak jarang, para pendaki di Gunung Arjuno pernah mengalami hal mistis. Menurut salah satu cerita, saat terdengar alunan gamelan dan suara ramai-ramai berarti tandanya kamu memasuki Pasar Setan.

Dikenal juga kawasan Alas Lali Jiwo di gunung ini. Kabarnya, lokasi tersebut merupakan sarang makhluk halus dan jin. Pendaki yang memiliki niat jahat bisa di tersesat jika berada di sana.

Kawah Gunung KeludFoto: Fariz Ilham Rosyidi/d’traveler

2. Gunung Kelud

Gunung Kelud termasuk gunung api aktif yang ada di Jawa Timur. Lokasi tepatnya masuk ke Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang.

Menurut mitos, jika ada orang yang melihat manusia berkepala kerbau maka jadi tanda bahwa gunung ini akan meletus. Konon, makhluk tersebut adalah Lembusura.

Berdasarkan legenda juga, keris milik Mpu Gandring dikubur di dalam Gunung Kelud. Keris itu diyakini mempunyai kekuatan magis yang mampu mempengaruhi orang untuk berbuat kejahatan.

3. Gunung Kawi

Gunung Kawi berada di Kabupaten Malang dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Blitar. Gunung ini terkenal sebagai tempat untuk mencari pesugihan.

Misteri Gunung Kawi dikaitkan dengan makam yang disakralkan di sana. Kabarnya, itu adalah tempat peristirahatan terakhir bagi tokoh yang mempunyai kekuatan magis.

Di sekitar makam tumbuh pohon dewandaru yang diyakini keramat. Berdasarkan catatan detikJatim, apabila orang yang bertapa di bawah pohon itu kejatuhan buah, daun atau benda lain lalu dibawa pula maka ia akan menjadi kaya raya. Karena itu, lokasi pohon ini berada kerap menjadi tempat ritual pesugihan.

Sejumlah aktivits pengunjung wisata saat liburan Nataru di Gunung Bromo, Selasa (26/12/2023).Foto: M Rofiq

4. Gunung Bromo

Gunung Bromo juga termasuk gunung berapi aktif di wilayah timur Pulau Jawa itu. Gunung ini secara administratif terletak di empat kabupaten; Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.

Konon, ada pasir hisap yang mampu menenggelamkan siapapun dan apapun ke dalamnya di sekitar gunung ini. Lokasi pasir hisap ini kabarnya hanya diketahui oleh para sesepuh suku Tengger.

Selain itu, keberadaan kerajaan gaib yang dipercaya sebagai kediaman dewa-dewa ajaran Hindu diyakini ada di Gunung Bromo ini.

5. Gunung Raung

Gunung Raung adalah gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur. Dengan ketinggian 3.344 mdpl, gunung ini memiliki empat puncak: Puncak Bendera, Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi, dan Puncak Sejati.

Saat mendaki Gunung Raung, kamu akan menemukan banyak pos peristirahatan untuk bermalam sejenak. Kisah mistis menyelimuti sebagian pondokan tersebut.

Menurut arsip detikJatim, di pondok Demit akan terdengar suara kerumunan orang bak di pasar. Suara itu bisa terdengar pada malam-malam tertentu.

Selain itu, ada juga pos yang dinamakan pondok Mayit. Di sana kabarnya pernah ditemukan mayat yang tinggal kerangka dan tidak bisa dikenali. Mayat itu kemudian di kubur di sekitar pos tersebut.

Mitos lainnya tentang Gunung Raung yakni kerajaan macan putih yang dipimpin oleh Pangeran Tawangulun. Menurut pengakuan pendaki, ada yang pernah melihat kerajaan itu di malam Jumat kliwon.

Pengunjung melihat kawah dari kaldera Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (4/5/2023). TWA Ijen yang telah ditetapkan sebagai anggota UNESCO Global Geopark (UGG) itu ramai dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara saat liburan. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/tom.Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

6. Gunung Ijen

Gunung Ijen tergolong pula gunung berapi aktif. Lokasinya ada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso.

Gunung ini dikenal angker dengan adanya black spot di jalur menuju TWA Kawah Ijen Banyuwangi. Kawasan black spot itu rawan kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.

Suara gamelan juga konon sering terdengar di salah satu black spot bernama Sengkan Saleh atau Sengkan Gandrung. Menurut legenda yang beredar dikutip dari catatan detikcom, dulunya pernah terjadi kecelakan rombongan gandrung di tanjakan Sengkan Gandrung tersebut

7. Gunung Wilis

Gunung Wilis berada di enam perbatasan kabupaten di Jawa Timur, yakni Tulungagung, Nganjuk, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, dan Kediri. Ketinggian gunung ini mencapai 2.563 mdpl.

Mitos yang beredar mengenai Gunung Wilis berkaitan dengan keberadaan ular raksasa tak kasat mata, sosok putri Kerajaan Mataram yang memakai pakaian khas, serta lelaki berwajah hitam menyerupai monyet.

Bukan hanya itu, di gunung ini dipercaya terdapat goa gaib yang terletak di bawah puncak gunung bagian barat.

Nah, itu dia sederet gunung paling angker di Jawa Timur yang terkenal dengan berbagai cerita mistisnya. Kalau kamu, berani nggak mendaki ke gunung-gunung di atas?

(azn/fds)



Sumber : travel.detik.com

Butuh Pemandangan Hijau-Hijau tapi Nggak Mau Capek? Yuk ke Gunung Pangradina



Bandung

Traveler yang sedang mencari ide mengisi liburan weekend di Bandung, coba deh datang ke Gunung Pangradina ini. Pemandangan di sini diibaratkan mirip dengan hamparan sabana di Merbabu lho.

Namanya Gunung Pangradina. Gunung yang berada di Bandung Timur yang sekarang ini sedang digandrungi para pendaki karena mudah dijangkau oleh pendaki pemula.

Gunung Pangradina berada di Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pemandangan yang sangat menakjubkan dengan hamparan sabana atau padang rumput menjadikan gunung ini mendapatkan julukan Merbabu Van Bandung. Ya, kata Merbabu merujuk pada keindahan Gunung Merbabu yang berada di Jawa Tengah.


Gunung Pangradinda.Gunung Pangradinda. Foto: Wisga Putra Julian

Gunung Pangradina memiliki ketinggian 1.236 mdpl dan trek pendakiannya cukup mudah. Dari Pos Kandang Ayam menuju puncak gunung ini hanya membutuhkan waktu 30 menit.

“Kebetulan diajak teman katanya ada gunung yang mirip Merbabu di daerah Bandung timur. Treknya juga mudah di lalui buat pemula,” ucap Dani salah satu pengunjung kepada detikJabar belum lama ini.

Dengan keindahan yang sangat memukau ini banyak pengunjung juga yang berdatangan untuk kamping maupun hiking. Ya, sekadar naik gunung untuk menikmati keindahan alam Bandung.

Belum ada pengelola khusus untuk masuk ke gunung ini, tetapi pengunjung dapat menitipkan kendaraan di sekitar rumah warga sebelum memasuki trek berbatuan. “kalau mau simpan kendaraan mah di sini aja dijagain sama saya, aman soalnya sudah terbiasa ada yang nyimpen kendaraannya di sini,” ujar Suryono warga setempat

Artikel ini telah tayang di detikJabar

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

7 Gunung yang Dijuluki Seven Summit Indonesia, Apa Saja?


Jakarta

Ada banyak gunung maupun pegunungan di Indonesia. Beberapa di antaranya memiliki puncak tertinggi dan disebut sebagai Seven Summit Indonesia atau The Seven Summits of Indonesia.

Seven Summit Indonesia mencerminkan tujuh gunung di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki puncak tertinggi. Konsep ini diadopsi dari tujuh puncak gunung tertinggi di dunia yang tersebar di masing-masing benua.

Lantas, apa saja gunung yang termasuk Seven Summit Indonesia?


Daftar Gunung Seven Summit Indonesia

Berikut sederet gunung yang tergolong Seven Summit Indonesia, dikutip dari laman The Seven Summits of Indonesia.

1. Gunung Kerinci

Gunung Kerinci dengan puncaknya yang bernama Puncak Indrapura memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dari puncaknya, tiga provinsi yakni Jambi, Sumatera Barat, dan Bengkulu dapat terlihat sekaligus.

Gunung Kerinci berada di perbatasan provinsi Sumatera Barat dan Jambi. Wilayahnya masuk dalam Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Adapun gunung ini diketahui merupakan gunung berapi aktif.

2. Gunung Semeru

Mahameru di Gunung Semeru mewakili puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian mencapai 3.676 mdpl.

Letak Gunung Semeru berada di provinsi Jawa Timur, di antara Kabupaten Malang dan Lumajang. Gunung ini juga masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Gunung Semeru termasuk salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Kawahnya yang dijuluki Jonggring Saloko memuntahkan abu vulkanik hitam bercampur pasir dan bebatuan kecil kurang lebih setiap 20 menit sekali.

3. Gunung Bukit Raya

Puncak Kakam di Gunung Bukit Raya ditetapkan sebagai puncak tertinggi di Pulau Kalimantan. Ketinggiannya sekitar 2.278 mdpl.

Sebenarnya, puncak tertinggi di Pulau Kalimantan yakni di Gunung Kinabalu. Akan tetapi, gunung tersebut berada di bawah kedaulatan negara tetangga Malaysia.

Gunung Bukit Raya terletak di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Tepatnya di Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya. Adapun gunung ini bukanlah gunung berapi.

4. Gunung Latimojong

Puncak tertinggi Gunung Latimojong yang dinamai Rante Mario adalah puncak tertinggi di Pulau Sulawesi. Ketinggiannya mencapai 3.430 mdpl.

Latimojong bukan termasuk gunung berapi, melainkan pegunungan dengan beberapa puncak. Lokasi Gunung Latimojong berada di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

5. Pegunungan Jaya Wijaya

Puncak Carstensz Pyramid di Pegunungan Jaya Wijaya termasuk dalam The Seven Summits of Indonesia, sekaligus Seven Summits dunia dengan ketinggian 4.884 mdpl.

Pegunungan Jaya Wijaya berada di Pulau Papua yang membentang dari Provinsi Papua, Indonesia sampai ke negara Papua Nugini. Di Indonesia, pegunungan ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Lorentz.

Pegunungan Jaya Wijaya tergolong gunung karang (limestone) dan diselimuti hamparan salju abadi di beberapa titiknya.

6. Gunung Binaiya

Di Kepulauan Maluku, puncak tertingginya berada di Gunung Binaiya yang bernama Puncak Siale. Puncak ini memiliki ketinggian sekitar 3.027 mdpl dan terletak di Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah.

Wilayah Gunung Binaiya masuk dalam kawasan Taman Nasional Manusela. Adapun gunung ini tidak tergolong gunung berapi.

7. Gunung Rinjani

Puncak Gunung Rinjani yang dijuluki Puncak Anjani menjadi puncak tertinggi di kepulauan Bali dan Nusa Tenggara. Ketinggiannya mencapai 7.726 mdpl.

Gunung Rinjani termasuk gunung berapi aktif dengan kawahnya yang bernama Segara Anak. Adapun gunung ini berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Wilayahnya masuk ke dalam Taman Nasional Gunung Rinjani.

Kenapa Disebut Seven Summit Indonesia?

Tujuh gunung di Indonesia dijuluki The Seven Summits of Indonesia karena memiliki puncak paling tinggi di antara gunung-gunung yang berada di tujuh pulau besar dan wilayah kepulauan Indonesia.

Adapun konsep Seven Summit Indonesia diambil dari Seven Summits dunia yang tersebar di masing-masing benua yang ada.

Sebenarnya, puncak-puncak tertinggi Indonesia terletak pada gunung-gunung di Pulau Papua. Namun karena Pulau Papua saja tidak menggambarkan wilayah Indonesia secara keseluruhan, maka ditentukannya dari puncak tertinggi yang berada di masing-masing pulau dan kepulauan di Indonesia.

Berhubung Indonesia memiliki banyak sekali pulau, yang diambil hanyalah pulau-pulau besar dan gugusan pulau yang membentuk kepulauan. Maka ditetapkan tujuh pulau dan kepulauan itu yang terdiri dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Kepulauan Maluku, dan Kepulauan Sunda Kecil (Bali dan Nusa Tenggara).

Puncak tertinggi di antara gunung-gunung di tujuh pulau dan kepulauan tersebut barulah digolongkan sebagai Seven Summit Indonesia atau The Seven Summits of Indonesia.

(azn/fds)



Sumber : travel.detik.com

Ini 7 Gunung yang Disebut Paling Angker di Jawa Timur, Penasaran?


Jakarta

Saat berakhir pekan, tak ada salahnya untuk mencoba hal baru seperti mendaki gunung. Selain menikmati pemandangan alam dan udara segar, kamu juga bisa healing sejenak.

Meski begitu, ternyata ada sejumlah gunung di Jawa Timur yang disebut angker. Hal itu berdasarkan cerita horor dari para pendaki yang terkadang sulit diterima akal sehat.

Dari cerita tersebut, akhirnya kerap disangkut-pautkan dengan mitos atau legenda masyarakat setempat. Alhasil, tersebar cerita mistis tentang sejumlah gunung angker di Jawa Timur.


Penasaran, apa saja sih gunung di Jawa Timur yang disebut paling angker? Simak ulasannya dalam artikel ini.

Gunung Paling Angker di Jawa Timur

Ada sejumlah gunung di Jawa Timur yang disebut paling angker. Biar nggak penasaran, simak daftarnya di bawah ini yang telah dirangkum detikTravel.

1. Gunung Kelud

Gunung Kelud merupakan gunung berapi paling aktif yang terletak di perbatasan Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang. Ketinggian Gunung Kelud mencapai 1.731 mdpl.

Kawasan gunung ini dijadikan sebagai objek wisata dengan atraksi utama kubah lava. Akan tetapi, beberapa orang menyebut kalau Gunung Kelud tergolong sebagai gunung angker.

Soalnya, jika kamu melihat seorang manusia berkepala kerbau, konon katanya hal itu menjadi pertanda gunung tersebut akan meletus. Berdasarkan legenda masyarakat setempat, makhluk tersebut dipercaya sebagai Lembusura.

Ada juga kisah mistis lainnya tentang Gunung Kelud, yaitu keberadaan Keris Mpu Gandring yang dikubur di dalam Gunung Kelud. Sebab, keris itu dipercaya memiliki kekuatan magis yang dapat mempengaruhi seseorang untuk bertindak jahat.

2. Gunung Bromo

Panorama kawasan di Gunung Bromo.Foto: Weka Kanaka/detikcom

Gunung Bromo menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit ketika berkunjung ke Malang. Salah satu daya tarik utamanya adalah melihat pemandangan sunrise yang memukau dari atas bukit.

Akan tetapi, ada kisah mistis yang cukup terkenal mengenai Gunung Bromo, yakni keberadaan kerajaan gaib yang dipercayai sebagai tempat berhuninya dewa-dewi dalam ajaran Hindu.

Lalu, ada juga kisah tentang pasir hisap yang dipercaya memiliki kekuatan hisap yang dapat menenggelamkan siapapun ke dalamnya. Hiii seram!

Akan tetapi, lokasi pasir hisap ini hanya diketahui para tetuah Suku Tengger. Selain itu, Suku Tengger juga disebut-sebut kerap membuang benda pusaka di sekitar Gunung Bromo.

3. Gunung Ijen

Kawah Gunung IjenFoto: Ardian Fanani/detikJatim

Selain Bromo, Gunung Ijen juga merupakan salah satu destinasi wisata alam favorit di Jawa Timur. Gunung ini terkenal dengan fenomena alam yang disebut blue fire atau api biru di dalam kawahnya.

Meski punya keindahan alam yang mempesona, terdapat kisah mistis di balik Gunung Ijen. Sejumlah pendaki mengaku melihat penampakan sosok nenek yang suka menolong, penampakan segerombolan tentara pejuang, dan tanah para pemberontak berdasarkan legenda Kerajaan Blambangan.

4. Gunung Arjuno

Gunung Arjuno merupakan gunung berapi kerucut yang terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan. Gunung Arjuno memiliki ketinggian sekitar 3.339 mdpl.

Ada tiga jalur pendakian yang cukup terkenal di Gunung Arjuno, mulai dari Lawang, Tretes, dan Batu. Di sepanjang jalur pendakian, travelers bisa menemukan banyak petilasan peninggalan Kerajaan Majapahit dan Singasari.

Nah, mitos yang beredar mengatakan kalau daerah petilasan dijaga oleh Bambang Wisanggeni. Lalu, orang-orang yang bertapa di tempat tersebut akan menghilang dengan jasadnya.

Selain itu, ada kisah mistis lain mengenai Pasar Setan atau Pasar Dieng. Menurut kisah para pendaki, saat terdengar suara ramai dan gamelan itu artinya kamu sudah memasuki kawasan Pasar Setan.

Gunung Arjuno juga memiliki kawasan yang disebut Alas Lali Jiwo. Sejumlah warga setempat percaya kalau pendaki yang memiliki niat jahat akan tersesat di area ini. Sebab, Alas Lali Jiwo dipercaya sebagai tempat hunian makhluk halus dan golongan jin.

5. Gunung Kawi

Gunung Kawi merupakan gunung berapi tidak aktif yang memiliki ketinggian 2.551 mdpl. Gunung ini terletak di sebelah barat daya Kabupaten Malang dan berbatasan dengan Kabupaten Blitar.

Ada sejumlah kisah horor mengenai Gunung Kawi, salah satunya yang terkenal adalah terdapat makam dua tokoh yang dipercaya memiliki kekuatan magis.

Selain itu, di sekitar makam juga terdapat pohon dewandaru yang dianggap sebagai pohon keramat. Lokasi itu kerap dijadikan sebagai tempat pengadaan ritual pesugihan bagi sebagian orang dengan sejumlah tujuan, salah satunya mendapatkan kekayaan.

6. Gunung Wilis

Selain Gunung Kawi, terdapat juga gunung berapi non-aktif di Jawa Timur, yaitu Gunung Wilis atau Pegunungan Wilis. Gunung yang memiliki ketinggian mencapai 2.563 mdpl terletak di enam kabupaten dan satu kota di Jawa Timur.

Konon katanya, banyak cerita mistis yang menyelimuti Gunung Wilis, mulai dari penampakan ular raksasa tak kasat mata, lalu ada penampakan sosok putri Kerajaan Mataram yang mengenakan pakaian khas kerajaan.

Tak hanya itu, ada juga penampakan sosok lelaki berwajah hitam dan menyerupai monyet yang sedang bertapa di goa gaib yang dipercaya terletak di bawah puncak bagian barat Gunung Wilis.

7. Gunung Raung

Daftar gunung paling angker di Jawa Timur yang terakhir adalah Gunung Raung. Sedikit informasi, Gunung Raung merupakan gunung berapi kerucut yang terletak di tiga kabupaten di Jawa Timur, yakni Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember.

Gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur ini memiliki ketinggian mencapai 3.344 mdpl. Gunung yang kerap menjadi tujuan pendakian ini ternyata memiliki sejumlah cerita mistis.

Salah satu mitos yang beredar adalah keberadaan Kerajaan Macan Putih yang dipimpin oleh Pangeran Tawangulun. Beberapa pendaki mengaku pernah melihat Kerajaan Macan Putih di malam hari saat Jumat Kliwon.

Itu dia tujuh gunung di Jawa Timur yang disebut paling angker. Meski banyak kisah mistis, jangan membuat travelers jadi patah semangat untuk mendaki gunung, ya!

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Gunung Bromo yang Bisa Dikunjungi saat Libur Idul Adha


Jakarta

Gunung Bromo di Jawa Timur termasuk tempat wisata pilihan yang dapat dikunjungi, terlebih saat libur panjang seperti waktu libur Idul Adha nanti. Di sana, ada sejumlah destinasi wisata menarik yang patut dikunjungi.

Gunung Bromo masuk ke dalam area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan menjadi satu-satunya gunung berapi aktif di sana. Wisatawan bisa menyaksikan panorama matahari terbit (sunrise) dari berbagai spot yang ada hingga melakukan aktivitas seperti menunggangi kuda dan naik mobil jip.

Penasaran? Temukan rekomendasi objek wisata Gunung Bromo yang bisa dikunjungi saat libur Idul Adha 2024 pada uraian di bawah.


Rekomendasi Objek Wisata Gunung Bromo

Berdasarkan catatan detikcom, berikut objek wisata di Gunung Bromo yang patut dikunjungi wisatawan.

1. Penanjakan 1

Penanjakan Bromo 1Panorama Gunung Bromo dari Penanjakan 1. (Faiq Azmi/detikcom)

Kalau ingin menyaksikan matahari terbit, Penanjakan 1 bisa jadi spot pilihan. Lokasi ini merupakan titik tertinggi di antara lainnya yang pas sekali untuk melihat sunrise. Letaknya di ketinggian sekitar 2.770 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Penanjakan 1 bisa dibilang spot terbaik dan paling populer bagi para pemburu sunrise Gunung Bromo. Dari sini, pesona matahari terbit bisa terlihat sangat cantik nan eksotis dengan masih tertutup kabut di sekelilingnya.

2. Penanjakan 2

Penanjakan 2 merupakan spot tertinggi kedua di TNBTS. Lokasinya sekitar di ketinggian 2.400 mdpl. Dan Penanjakan 2 termasuk spot alternatif untuk menikmati matahari terbit. Selain itu, di sini juga biasa menjadi tempat untuk menyaksikan sunset Gunung Bromo.

3. Pasir Berbisik

Pesona Pasir Berbisik Bromo.Naik mobil jip di Pasir Berbisik Bromo. (M Rofiq/detikJatim)

Kawasan Gunung Bromo terkenal dengan hamparan pasirnya yang luas. Area ini dikenal dengan sebutan Pasir Berbisik. Di sini terkenal sebagai spot bagus untuk berfoto maupun swafoto yang instagramable.

Di samping itu, traveler juga bisa melakukan aktivitas seperti naik mobil jip, mengendarai motor trail, hingga menunggang kuda.

4. Bukit Cinta

Bukit Penanjakan sedang direnovasi, kini wisatawan yang ingin menikmati terbitnya matahari (sunrise) di kawasan Gunung Bromo pun beralih ke Bukit Cinta, Probolinggo, Jatim.Wisatawan menikmati matahari terbit (sunrise) di Bukit Cinta. (Ari Saputra/detikcom)

Lagi-lagi untuk menikmati matahari terbit, wisatawan dapat mendatangi Bukit Cinta. Di spot ini, panorama Gunung Bromo yang indah juga tampak dengan jelas. Selain itu, pemandangan gunung lain yakni Semeru dan Arjuno bisa terlihat pula dari sini. Kalau ke Bukit Cinta, tentunya traveler tidak boleh melewatkan untuk berfoto ya.

5. Bukit Mentigen

Tidak jauh dari pintu masuk TNBTS, Bukit Mentigen bisa ditemukan. Meski tidak setinggi Penanjakan 1 dan Penanjakan 2, bukit ini juga termasuk spot berburu sunrise yang bagus di Cemoro Lawang, Ngadisari, Probolinggo.

Untuk ke sini, wisatawan tidak usah naik jip melainkan bisa cukup trekking atau berkendara motor. Lokasinya sekitar 1 km dari gapura selamat datang objek wisata Seruni.

6. Bukit Kingkong

Spot lain untuk melihat matahari terbit yaitu Bukit Kingkong. Bukit ini berada di ketinggian sekitar 2.700 mdpl. Panorama sunrise di sini cukup berbeda dari lainnya, walau begitu tidak kalah bagus lho.

Disebut Bukit Kingkong lantaran salah satu sisinya menyerupai kepala kingkong jika dilihat dari kejauhan. Bukit ini dikenal juga dengan nama Bukit Kedaluh, yang artinya penghargaan akan kesuburan tanah wilayah Tengger. Sebutan tersebut diberikan langsung oleh masyarakat Tengger di sekitar Gunung Bromo.

7. Pura Luhur Poten

Pura Agung Poten Luhur yang berada di lautan pasir Gunung BromoPura Agung Poten Luhur yang berada di lautan pasir Gunung Bromo. (Budi Sugiharto)

Di Gunung Bromo ternyata juga terdapat pura yang bisa dikunjungi lho, yakni Pura Luhur Poten. Pura ini merupakan tempat ibadah pemeluk agama Hindu di sekitar sana. Meski begitu, wisatawan dapat mendatangi pura ini.

Pura Luhur Poten dikatakan sudah berdiri sejak awal abad ini. Saat perayaan Nyepi, pura ini selalu ramai oleh orang yang hendak beribadah.

8. Bukit Teletubbies

Awal mulanya keindahan Bromo hanya dikenal dengan dua destinasi favorit yakni menikmati Sunrise dan Kawah Bromo saja. Tapi, sejak dibuka pintu masuk lewat Malang, kini bertambah tujuan wisatanya.Lautan pasir Bromo, Bukit Teletubbies dan padang savana yang terbentang luas.Bukit Teletubbies dan padang savana yang terbentang luas. (Rachman_punyaFOTO)

Walau terkenal dengan hamparan pasirnya, di kawasan Gunung Bromo juga ada padang rumput hijau kok yaitu Bukit Teletubbies. Dahulunya dinamakan Lembah Jemplang. Padang savana ini memiliki luas sekitar 382 hektare.

Bukit Teletubbies termasuk spot di Bromo yang tidak boleh terlewatkan. Terlebih, wisatawan wajib berfoto karena spot perbukitannya yang tak biasa.

9. Pos Dingklik

Letak Pos Dingklik di ketinggian 2.463 mdpl. Ini juga merupakan spot alternatif untuk menyaksikan matahari terbit di Gunung Bromo. Di samping itu, traveler juga akan menikmati panorama Gunung Batok yang tampak sejajar dengan kita.

10. Kawah Bromo

kawah gunung bromoKawah Gunung Bromo. (Devy Rizkillah/d’Traveler)

Gunung Bromo bukan hanya menyediakan spot bagus untuk melihat sunrise nih. Tapi gunung ini menawarkan objek wisata yang tak kalah menarik. Ada Kawah Bromo yang pesonanya tak boleh diabaikan.

Untuk ke sini, wisatawan perlu berjalan kaki terlebih dulu dan menaiki ratusan anak tangga. Meski harus berlelah-lelah dahulu, rasa letihnya bakal terbayarkan kok dengan pemandangan Kawah Bromo yang eksotis.

Nah, itu tadi sederet wisata Gunung Bromo yang tidak boleh terlewatkan kalau traveler sedang berkunjung ke sana. Jadi, tempat mana nih yang tertarik kamu kunjungi?

(azn/inf)



Sumber : travel.detik.com

12 Gunung di Indonesia yang Cocok untuk Pendaki Pemula


Jakarta

Bagi pendaki pemula, disarankan memilih gunung dengan jalur pendakian aman. Selain itu, lingkungan dan jalur pendakian sudah umum diketahui para pendaki.

Persiapkan pula fisik dengan baik dan cari tahu juga sebanyak-banyaknya tentang info gunung yang hendak didaki. Misalnya kondisi cuaca untuk mengantisipasi hal buruk terjadi.

Kalau sedang cari info gunung di Indonesia untuk pendaki pemula, bisa simak uraian di bawah ini ya.


Gunung di Indonesia untuk Pendaki Pemula

Ada sejumlah gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula. Berdasarkan catatan detikcom, berikut rekomendasinya:

1. Gunung Gede-Pangrango (Jawa Barat)

Gunung Gede PangrangoGunung Gede Pangrango Foto: Syahril Anwar/d’Traveler

Gunung Gede-Pangrango jadi salah satu gunung favorit di Jawa Barat untuk mendaki. Lokasinya terletak di tiga kabupaten, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur dengan ketinggian 2.958 mdpl.

Jalur Cibodas merupakan trek yang paling sering dilewati dan cocok untuk pendaki pemula. Treknya landai dan pemandangan yang disajikan begitu mempesona. Di sepanjang jalan, traveler bakal menemukan sejumlah spot seperti Telaga Biru, air terjun, serta air panas.

Nantinya, pendaki juga bisa menemukan padang bunga edelweis di Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede atau di Lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango.

2. Gunung Bromo (Jawa Timur)

Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD asSUBAIDI

Traveler pasti sudah tak asing dengan Gunung Bromo. Gunung yang masih aktif ini dapat dengan mudah ditaklukkan oleh pendaki pemula. Treknya tidak terlalu curam bahkan bisa dilalui oleh kendaraan, seperti mobil jeep maupun sepeda motor.

Walau tidak begitu sulit untuk didaki, pendaki harus menaiki ratusan anak tangga untuk sampai di puncak. Barulah di sama traveler dapat menyaksikan panorama Gunung Bromo dan area sekelilingnya, serta menemukan Kawah Bromo yang aktif.

Selain dijadikan tempat mendaki, gunung ini merupakan tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi. Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di sekelilingnya terdapat sejumlah spot yang juga bisa didatangi, seperti Bukit Teletubbies, Bukit Mentigen, Pasir Berbisik, hingga Pura Luhur Poten.

3. Gunung Prau (Jawa Tengah)

Suasana di kawasan puncak Gunung Prau, Wonosobo.Suasana di kawasan puncak Gunung Prau, Wonosobo. Foto: Uje Hartono/detikJateng

Dengan ketinggian sekitar 2.590 mdpl, Gunung Prau termasuk gunung di Jawa Tengah yang ramah bagi pendaki pemula. Akses dan medan yang landai dan kebanyakan terdiri dari tanah berundak membuatnya tidak sulit untuk didaki.

Jalur Patak Banteng bahkan punya rute pendakian yang lebih singkat karena lebih dekat dengan puncak. Untuk pendaki pemula yang kehabisan tenaga juga bisa menyewa ojek yang tersedia.

Selain jalur pendakiannya yang terbilang mudah, Gunung Prau jadi favorit pendaki lantaran disebut-disebut memiliki pesona matahari terbit terbaik se-Asia Tenggara.

4. Gunung Kelimutu (Nusa Tenggara Timur)

Gunung Kelimutu terletak di Flores, NTT, punya 3 danau yang bisa berubah warna. Di puncak, wisatawan juga bisa menikmati kopi sembari menyaksikan keindahan danau yang aduhai.Gunung Kelimutu dan danau tiga warna. Foto: Budi Sugiharto

Gunung Kelimutu di Flores punya ketinggian sekitar 1.639 mdpl. Dengan ketinggiannya itu, gunung ini juga punya trek yang mudah dilewati oleh pendaki pemula.

Di puncak Gunung Kelimutu terdapat tiga danau atau kawah yang warnanya bisa berubah-ubah. Karena itu, terkenal dengan nama Danau Tiga Warna. Keindahan danau ini sudah tersohor di dalam maupun ke luar negeri lho.

Untuk menuju puncak, traveler dapat mengambil jalur Ende dan menuju Desa Moni di lereng gunung. Mulai desa tersebut, ekspedisi mendaki Gunung Kelimutu dapat dimulai.

5. Gunung Papandayan (Jawa Barat)

gunungGunung Papandayan. Foto: (Basri Bachtiar/d’Traveler)

Gunung Papandayan yang terletak di Garut, memiliki ketinggian 2.665 mdpl. Medannya yang cenderung landai juga jadi alasan gunung ini populer di kalangan pendaki pemula.

Selain itu, pendaki bakal terhipnotis oleh hamparan alam yang disajikan Gunung Papandayan. Sejumlah kawah vulkanik, hutan pegunungan, hingga padang edelweis akan memanjakan mata selama perjalanan menuju puncaknya.

6. Gunung Andong (Jawa Tengah)

Asap memutih di Gunung Andong di wilayah Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang yang dilaporkan terbakar, Rabu (8/11/2023).Gunung Andong. Foto: Dok Kasi Trantib Kecamatan Ngablak

Berada di Kabupaten Magelang, digemari pemula lantaran treknya yang tidak terjal dan waktu tempuhnya yang cenderung singkat. Meski begitu, panorama alam yang disuguhkan nggak kaleng-kaleng nih.

Gunung Andong punya empat puncak, yaitu Puncak Makam, Jiwa, Andong, dan Alap-alap. Dari puncaknya ini, pendaki dapat menyaksikan pemandangan deretan gunung lain seperti Merapi, Merbabu, Sindoro, hingga Telomoyo. Jajaran perbukitan dan hamparan lahan pertanian yang memukau juga dapat terlihat.

Untuk naik ke puncak, pendaki bisa menempuh beberapa jalur yakni dari selatan (Jogja, Ketep Magelang, dan Purworejo), dari utara (Semarang, Salatiga, Ungaran, Boyolali, dan Solo), serta dari barat (Grabag, Wonosobo, Secang, Temanggung, dan Parakan).

7. Gunung Batur (Bali)

Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)Gunung Batur. Foto: Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)

Di Pulau Bali juga ada gunung yang cocok bagi pendaki pemula, yakni Gunung Batur. Pendakian di gunung ini memiliki jarak dan waktu tempuh yang tidak terlalu lama.

Untuk menuju puncak, rute Toya Bungkah dapat dipilih karena jalurnya tergolong mudah dilalui dan tidak terlalu terjal. Di jalur ini juga terdapat beberapa titik terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit yang memanjakan mata.

8. Gunung Burangrang (Jawa Barat)

Gunung Burangrang ramah untuk para pendaki pemula meski tidak terlalu populer. Lokasinya berada Kabupaten Bandung Barat dan Purwakarta, serta masih satu rangkaian dengan Gunung Tangkuban Parahu.

Jalur pendakian ke puncaknya bisa ambil via Legok Haji. Treknya cukup landai dan ada di beberapa titik ada spot yang sedikit curam. Walau begitu, jalur ini adalah yang tercepat. Puncak Gunung Burangrang dapat dijangkau dalam waktu 3-4 jam saja, tergantung kondisi masing-masing.

9. Gunung Ijen (Jawa Timur)

Gunung Ijen termasuk gunung di Jawa Timur yang jadi favorit para pendaki, termasuk pemula. Gunung ini memiliki medan yang tidak terlalu sulit. Jalur lintasannya cukup lebar, tidak terlalu curam, mudah dipijak, serta terdapat banyak tempat istirahat.

Selain itu, Gunung Ijen memiliki daya tarik yang tak dimiliki gunung lainnya lho. Di Kawah Ijen terdapat fenomena blue fire yang hanya terletak di dua lokasi saja di dunia. Fenomena alam ini bisa disaksikan dengan mata telanjang sekitar pukul 01.00-04.00 pagi.

Fenomena blue fire terjadi ketika zat belerang bersentuhan dengan panas ekstrem yang muncul dari celah gunung berapi. Dari situ, terbentuklah api biru menawan yang menyala.

10. Gunung Sibayak (Sumatera Utara)

Gunung Sibayak di Karo memiliki ketinggian kisaran 2.172 mdpl. Gunung ini termasuk yang ramah pemula dengan jalurnya yang sudah cukup jelas dan treknya yang tidak terlalu terjal. Di sisi lain, waktu tempuhnya pun cukup singkat sekitar 2-3 jam saja tergantung kondisi fisik.

Kalau tertarik mendaki tipis-tipis di gunung ini, bisa ambil jalur Desa Jaranguda yang paling sering dilalui wisatawan atau jalur Desa Semangat Gunung yang diklaim paling mudah tapi letaknya agak jauh dari pusat kota.

11. Gunung Sindoro

Ada lagi gunung di Jawa Tengah yang cocok untuk pendaki pemula, yakni Gunung Sindoro di Kabupaten Wonosobo. Gunung ini menyajikan pemandangan yang memukau saat matahari terbit maupun terbenam.

Jalur Kledung menjadi jalur yang populer dipilih karena berada dekat dengan jalan provinsi. Selain itu, rute ini memiliki petunjuk jalan yang jelas yang menuntut sampai ke puncak. Terdapat pula banyak pos yang dapat menjadi acuan sehingga memudahkan para pendaki.

12. Gunung Tanggamus (Lampung)

Gunung Tanggamus termasuk gunung di Lampung yang sering didaki oleh komunitas pencinta alam. Panorama alam yang ditawarkan begitu indah. Pendaki dapat menyaksikan kabut putih tebal yang menutup lembah di pagi dan sore hari.

Gunung yang terletak di Kabupaten Tanggamus ini tergolong ramah bagi pendaki pemula. Puncaknya yang berada di 2.101 mdpl dapat dijangkau lewat jalur pendakian yang sudah jelas dan trek yang landai.

Nah, itu tadi sederet gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula. So, traveler tertarik mendaki gunung yang mana nih?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Tempat Hiking dan Camping di Kaki Gunung Merapi



Yogyakarta

Tankaman Natural Park menjadi tempat beragam aktivitas di luar ruangan yang pas buat traveler yang menyukai aktivitas pendakian dan kemping.

Dengan pemandangan bukit hijau yang memukau, area camping yang nyaman, jalur tracking yang menantang, dan warung makan yang menggugah selera, tempat ini menjadi pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati alam sambil beraktivitas.

Hafiz, ketua pengelola Tankaman Natural Park, berbagi cerita tentang berbagai kegiatan yang bisa dilakukan di kawasan wisata yang ada di Kaliurang Timur, Kaliurang, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta itu.


Yuk simak rekomendasi aktivitas di Tankaman Natural Park:

1. Pemandangan Bukit Hijau

Salah satu daya tarik utama Tankaman Natural Park adalah pemandangan bukit hijau yang mengelilinginya. Suasana masuk hutan alami dengan berbagai suasananya di segala cuaca juga menjadi poin plus.

Selain itu, di sini traveler juga bisa menyaksikan pemandangan Gunung Merapi jika cuaca bersahabat

“Pemandangan di sini sangat menakjubkan, terutama di pagi hari ketika udara masih segar dan Gunung Merapi terlihat jelas,” ujar Hafiz.

Pengunjung disarankan datang sekitar pukul 7 pagi untuk mendapatkan pemandangan terbaik dan menikmati suasana yang masih sejuk dan segar.

2. Area Camping

Bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman bermalam di alam terbuka, Tankaman Natural Park menyediakan area camping yang nyaman.

“Area camping kami dirancang agar pengunjung dapat menikmati suasana alam yang tenang dan damai,” kata Hafiz.

Area ini sering digunakan oleh kelompok kecil seperti mahasiswa atau perkumpulan teman-teman untuk acara bakar-bakar atau kegiatan lainnya. Untuk penggunaan partai besar seperti perkemahan sekolah belum ada pertimbangan.

“Saat long weekend atau liburan sekolah, area camping kami sering penuh dengan pengunjung yang ingin merasakan pengalaman berbeda,” tambahnya.

3. Tracking Pendakian

Untuk para pecinta petualangan, Tankaman Natural Park menawarkan jalur tracking yang menantang. Bersama guide, traveler akan diajak menapaki jalur pendakian di sekitar area hutan sejauh 4 kilometer dengan estimasi 3 jam perjalanan.

“Kami memiliki jalur tracking yang memerlukan waktu sekitar tiga jam untuk mencapai jembatan Plunyon,” kata Hafiz.

Jalur ini menawarkan pemandangan alam yang indah dan pengalaman mendaki yang seru. Pengunjung diwajibkan menggunakan jasa tour guide yang disediakan dengan reservasi terlebih dahulu untuk memastikan keamanan selama tracking.

“Fasilitas tracking mencakup dua kali makan, snack, tongkat tracking, dan parkir,” dia menambahkan.

Untuk harganya sesuai dengan jumlah pack pemesan, berikut daftar lengkapnya
Kelompok 1-3 orang dikenai Rp 100.000/orang
Kelompok 4-6 orang dikenai Rp 80.000/orang
Kelompok di atas 7 orang dikenai Rp 70.000/orang

4. Warung Makan

Setelah lelah beraktivitas, pengunjung bisa menikmati hidangan lokal di warung makan yang ada di Tankaman Natural Park. Warung ini menjadi tempat favorit pengunjung untuk bersantai dan menikmati hidangan setelah lelah beraktivitas. Dengan menu yang bervariasi, warung ini juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga sekitar.

“Warung kami menjual makanan titipan dari warga sekitar, sehingga pengunjung bisa menikmati makanan lokal yang lezat,” kata Hafiz.

Traveler bisa menikmati berbagai hidangan mulai dari mie, mendoan, hingga lauk pauk khas rumahan. Disediakan sekitar 6 rumah kerucut yang bisa dipakai untuk makan, kemudian area outdoor dengan meja kursi lengkap, serta pendopo dengan meja kursi yang lebih besar. Traveler akan mendapatkan sesasi makan ditemani udara sejuk dan view yang memukau di sini.

5. Aktivitas Jeep dan ATV

Selain camping dan tracking, Tankaman Natural Park juga bekerja sama dengan jalur jeep dan ATV, yaitu Kaliurang Explore. Aktivitas ini menambah daya tarik tempat ini bagi pengunjung yang mencari petualangan lebih.

“Pengunjung jeep biasanya diberikan kopi break atau makanan di Tankaman,” kata Hafiz.

Dengan segala pesonanya, Tankaman Natural Park tidak hanya menjadi destinasi wisata yang menarik tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi lokal dan sinergi komunitas di Kaliurang Timur. Tempat ini merupakan bukti bahwa dengan komitmen dan kerjasama, alam dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusaknya.

“Kami ingin tetap menjaga suasana alami di sini dan berencana mengelola kebun kopi serta menawarkan wisata memetik dan meracik kopi langsung,” ujar Hafiz.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Yeh Pikat nan Memikat di Desa Wisata Taro



Jakarta

Desa Wisata Taro memiliki pesona alam yang memukau. Salah satu permata tersembunyi adalah trekking menuju air terjun Yeh Pikat.

I Wayan Gede Ardika, pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Taro, menjelaskan nama Yeh Pikat berasal dari kata “Yeh” yang dalam bahasa Bali artinya air dan “Pikat” yang artinya menarik. Yeh Pikat merupakan sebuah air terjun yang terletak di sebelah barat Desa Taro.

“Makna nama itu, Yeh kan artinya air dan pikat itu berarti memikat hati kita untuk datang ke air terjun ini. Karena suasananya adem dan airnya bersih. Jadi memikat kita untuk datang dan berlama-lama disana,” kata Gede Ardika.

Bentuk air terjun yang cantik dengan dikelilingi tebing batu, membuat air terjun Yeh Pikat menjadi lokasi menarik berburu foto. Ukuran air terjun ini relatif kecil. Tingginya tidak lebih dari 6 meter dan aliran airnya pun tidak terlalu deras. Dengan begitu, traveler dapat berkunjung ke tempat wisata alam ini dengan aman.

Sebelum terkenal dengan air terjunnya yang cantik, Yeh Pikat juga sudah dikenal sebagai tempat untuk melukat dan membersihkan diri. Konon beberapa pancoran di areal Yeh Pikat bisa menyembuhkan penyakit.

“Sebelumnya yang terkenal itu pancoran Yeh Pikat, mitosnya dipercaya bisa menyembuhkan penyakit. Misalnya untuk sakit mata, sakit kepala, dan sakit perut. Pancurannya itu ada lima,” kata Ardika.

Kepercayaan lain yang tumbuh di tengah masyarakat desa mengenai air terjun ini adalah kekuatan magisnya. Air terjun ini merupakan mata air campuhan, karena Yeh Pikat merupakan tempat pertemuan antara dua sungai. Selain melukat, masyarakat Taro Kaja (Taro Utara) juga menggunakan mata air di Yeh Pikat ini sebagai lokasi dilakukannya upacara pitra yadnya yaitu ngaben atau sering disebut “memanah”.

Yeh Pikat bisa menjadi salah satu air terjun yang tergolong hidden gem. Untuk sampai ke air terjun ini, traveler harus menuruni ratusan anak tangga dan melakukan susur sungai. Pemandangan tebing batu yang besar nan eksotis akan menemani perjalanan traveler untuk sampai ke Yeh Pikat.

Untuk mengeksplor keindahan Yeh Pikat Waterfall, traveler dikenakan biaya sebesar Rp 25.000 untuk wisatawan domestik dan Rp 75.000 untuk wisatawan domestik komplit dengan pemandu. Air terjun ini buka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA.

“Waktu terbaik untuk berkunjung itu pagi hari, karena masih sejuk, banyak burung, dan matahari juga belum terlalu menyengat,” kata Ardika.

Traveler juga bisa mencoba aktivitas trekking ke Yeh Pikat Waterfall di Desa Taro yang berada di Tegallalang, Gianyar, Bali itu dengan harga Rp 250.000 per orangnya dengan minimal 5 orang. Biaya ini sudah termasuk agenda trekking ke Yeh Pikat, Pura Agung Gunung Raung, dan The Fire Flies Garden. Traveler juga sudah mendapatkan fasilitas pemandu dan coffee break.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Back To Nature di Ekowisata Kalitalang



Klaten

Wisata alam yang paket komplit bisa ditemui di Ekowisata Kalitalang. Dari sini, Gunung Merapi terlihat dengan gagah saat cuaca bersahabat.

Ekowisata Kalitalang, yang terletak di Desa Balerante, Klaten, Jawa Tengah, pas untuk traveler yang menyukai petualangan. Memiliki pembeda pemandangan spektakuler Gunung Merapi dan suasana padang rumput yang luas, tempat itu merupakan destinasi ideal untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat dalam suasana alam yang tenang.

Kalitalang mengangkat konsep ecosystem dengan menghadirkan eco-tourism, photo spot, camping dan tracking. Lokasinya berjarak 31 kilometer dari jantung kota Klaten atau butuh waktu sekitar satu jam lebih jika ditempuh dari Tugu Yogyakarta.


Banyak aktivitas yang dapat di jajal di sini, mulai dari sekedar hunting foto hingga merencanakan kemah yang menyenangkan. Letaknya yang berada di ketinggian 1.120 mdpl juga cocok untuk latihan tracking melintasi kawasan ekowisata.

“Kesini nyoba buat tracking ringan karena jalurnya tidak sesusah itu, jadi aksesnya mudah untuk semua orang,” kata Naufal, salah satu pengunjung yang ditemui detikTravel

Yuk, simak ulasan aktivitas di ekowisata Kalitalang, Klaten:

1. Easy Hiking di Tengah Keindahan Alam

Salah satu daya tarik utama Ekowisata Kali Talang adalah jalur hiking yang mudah. Naufal, seorang pengunjung, menjelaskan bahwa jalurnya tidak terlalu sulit, memungkinkan akses bagi banyak orang untuk menikmati keindahan alam sekitar tanpa kesulitan yang berarti.

Dari jalur hiking ini, pengunjung dapat dengan jelas melihat Gunung Merapi yang megah serta menikmati panorama padang rumput yang terhampar luas.

2. Aktivitas Camping dan Fotografi

Bagi penggemar camping, Ekowisata Kali Talang menyediakan berbagai paket camping mulai dari tenda glamping hingga tenda standar, dilengkapi dengan perlengkapan seperti cooking set dan lampu tenda.

Suasana udara sejuk di pagi hari dan pemandangan matahari terbenam yang memukau menjadikan tempat ini sebagai pilihan ideal untuk menghabiskan malam bersama keluarga atau teman-teman.

Spot-spot foto yang tersebar di sekitar lokasi juga menawarkan latar belakang yang sempurna dengan Gunung Merapi dan hamparan rumput sebagai pemandangan utama.

3. Mengenal Lebih Dekat Lokalitas dan Budaya

Tidak hanya itu, kunjungan ke Ekowisata Kali Talang juga memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan warga setempat yang ramah. Warga sering kali memanfaatkan padang rumput ini untuk mencari pakan ternak, menciptakan suasana yang hangat dan menyambut bagi para pengunjung.

Selain itu, keberadaan objek wisata ini dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi menambah nilai ekologis dan kelestarian alam yang dijaga oleh para pemuda setempat.

4. Akses dan Fasilitas

Meskipun akses jalan menuju lokasi masih perlu diperbaiki, Ekowisata Kali Talang tetap menawarkan pengalaman berharga bagi setiap pengunjung. Dengan biaya masuk yang terjangkau sebesar Rp 5.000 per orang serta tersedianya area parkir yang aman, pengunjung dapat dengan nyaman menikmati berbagai fasilitas yang disediakan.

Dengan segala keindahannya, Ekowisata Kali Talang dijamin membuat siapa pun yang mengunjunginya merasa terpesona dan ingin kembali lagi. Untuk para pencinta alam dan petualang, tempat ini tidak hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga tempat untuk menciptakan kenangan tak terlupakan di tengah alam yang masih asri dan indah.

(fem/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Anak Rambut Gimbal hingga Embun Es


Jakarta

Dataran Tinggi Dieng memiliki banyak keunikan sehingga menjadi tempat wisata unggulan di Jawa Tengah. Terlebih pada waktu-waktu tertentu, wisatawan akan berdatangan ke Dieng untuk menikmati sejumlah atraksi.

Dataran Tinggi Dieng berada di dua daerah, yaitu Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Kebanyakan destinasi wisata berada di Kabupaten Banjarnegara. Sebelum traveler pergi ke sana, simak dulu 7 hal unik Dieng berikut ini.

7 Keunikan Wisata Dataran Tinggi Dieng

Berikut ini 7 keunikan dari Dataran Tinggi Dieng yang traveler wajib ketahui:


1. Anak Bajang Rambut Gimbal

Salah satu yang paling unik di Dieng adalah adanya anak bajang berambut gimbal. Anak-anak ini berambut gimbal alami dan dipercaya sebagai keturunan leluhur Dieng,yaitu Kyai Kolodete.

Dalam acara Dieng Culture Festival yang digelar tiap tahun, anak-anak ini akan diruwat dengan memotong rambut gimbalnya untuk menghilangkan keburukan. Orang tua anak tersebut akan memberikan hadiah sesuai permintaan si anak.

2. Desa Tertinggi di Pulau Jawa

Dieng memiliki desa yang letaknya tertinggi di Pulau Jawa, yakni di ketinggian 2.306 mdpl. Tempat ini bernama Desa Sembungan yang berpenduduk sekitar 1.300 jiwa. Desa ini dipercaya sebagai desa induk di kawasan Dieng.

3. Negeri di Atas Awan

Lokasinya yang berada di ketinggian, membuat Dieng memiliki pemandangan alam yang menakjubkan. Dieng juga dijuluki sebagai negeri di atas awan. Dieng juga memiliki beberapa spot menarik untuk menyaksikan matahari terbit dan terbenam.

4. Punya 22 Kawah

Dieng adalah dataran vulkanik aktif yang bisa mengeluarkan gas beracun sewaktu-waktu. Dahulu, Dieng adalah sebuah kawasan gunung berapi yang terdiri dari Gunung Prau, Gunung Jimat, Bukit Rogo Jembangan, dan Tlerep. Kini gunung-gunung tersebut menjadi lembah alam di kawasan Dieng.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut ada 22 kawah di kawasan Dieng. Di Kabupaten Banjarnegara, antara lain terdapat Kawah Timbang, Kawah Sinila, Kawah Sigludug, dan Kawah Sileri.

Di Kabupaten Batang antara lain terdapat Kawah Sibanger, Kawah Wanapria, Kawah Wanasida, dan Kawah Siglagah. Di Kabupaten Wonosobo, terdapat Kawah Sikidang, Kawah Sikunang, Kawah Pulosari, dan Kawah Pakuwojo.

5. Tempat Dewa Bersemayam

Konon, Dieng merupakan tempatnya para dewa bersemayam. Nama Dieng berasal dari bahasa Jawa Kawi, yaitu ‘di’ dan ‘hyang’. Di berarti tempat atau gunung, sedangkan Hyang berarti dewa/dewi/leluhur. Maka Dihyang atau Dieng berarti pegunungan tempat para leluhur atau para dewa bersemayam.

Dari sebuah prasasti yang ditemukan, Dieng dahulunya dipakai sebagai tempat ibadah. Prasasti Gunung Wule yang berasal dari tahun 861 Masehi mencatat instruksi kepada seseorang untuk menjaga bangunan suci di area yang disebut Dihyang.

6. Penghasil Carica

Keunikan lainnya, Dieng merupakan penghasil buah carica. Buah ini mirip pepaya namun ukurannya lebih kecil dan teksturnya lebih renyah. Buah ini berasal dari dataran tinggi Andes Amerika Selatan. Carica sering dibuat manisan dan sering menjadi oleh-oleh wisatawan.

7. Embun Es Dieng

Yang terakhir adalah adanya fenomena embun es Dieng. BMKG menjelaskan fenomena embus es atau frost di Dieng merupakan salah satu aspek cuaca yang istimewa.

Fenomena ini muncul saat suhu udara sangat dingin dan embun yang terkondensasi membeku. Akibatnya, lapisan es yang muncul akan menutupi tumbuhan dan permukaan tanah.

Embun es biasanya berlangsung pada periode waktu terbatas, terutama saat kemarau (Juni – Oktober). Meski Indonesia merupakan negara tropis dengan iklim hangat, frost dapat terjadi pada wilayah dataran tinggi apabila beberapa syarat kondisi cuaca terpenuhi.

Demikian tadi 7 hal unik Dataran Tinggi Dieng yang menjadikan tempat wisata ini menarik, antara lain adanya anak bajang berambut gimbal, hingga kemunculan embun es.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com