Tag Archives: gwk cultural park

Romantic Dinner Bonus Panorama Sunset di GWK, di Sini Tempatnya



Jakarta – Di Bali Selatan, khususnya di areal GWK ada restoran yang estetik. Keistimewaan lainnya, resto ini mempunyai panorama Bali dan sunset yang cantik menawan.

Bagi traveler yang sedang berlibur di Bali Selatan, wajib untuk coba ke Jendela Bali Restaurant. Dari luar, resto ini sudah bernuansa sangat khas Bali.

Sesuai dengan namanya, Jendela Bali Restaurant menghadirkan pengalaman bersantap sambil menyaksikan pemandangan Bali Selatan. Keindahan panorama Bali selatan akan terlihat indah dan magis.

Memasuki area restoran, traveler akan langsung disambut dengan pemandangan Bali Selatan yang membuat semua pengunjung berdecak kagum. Hamparan pepohonan, lautan, dan bandara bisa traveler saksikan dari sini. Semakin menawan ketika matahari tenggelam di ufuk barat.

Jendela Bali Restaurant memiliki ruangan semi outdoor, traveler bisa memilih area indoor maupun outdoor. Namun, tempat favorit pengunjung adalah di deck yang mendapatkan bonus view Bali Selatan, komplit dengan view bandara.

Di malam hari, restoran ini juga nggak kalah cantik, traveler bisa menyaksikan keindahan pemandangan city light, sambil romantic dinner. Cantik menawan!

Jendela Bali Restaurant di GWK Culture ParkJendela Bali Restaurant di GWK Culture Park (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Jendela Bali menawarkan menu autentik khas Indonesia yang dikemas dengan sentuhan restoran bintang lima. Cita rasa masakan yang disajikan juga kaya akan bumbu dan rempah, siap menggoyang lidah traveler.

Menu makanan Indonesia di Jendela Bali Restaurant yang menjadi favorit dan wajib traveler coba adalah Ayam Bumbu Rajang, Ikan Woku Kemangi, Nasi Goreng Suna Cekuh, Bebek Goreng Krispi, dan juga Sop Iga.

Harga menu di Jendela Bali berkisar antara Rp 48.000 hingga Rp 168.000 untuk makanan dan Rp 25.000 hingga Rp 138.000 untuk minuman.

Jendela Bali Restaurant berlokasi di Jalan Raya Uluwatu, Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, tepat berada di lingkungan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park. Restoran ini buka setiap hari, mulai pukul 09.00 – 21.30 WITA. Oke banget untuk romantic dinner!

Tenang saja, walaupun berlokasi di areal GWK Cultural Park, traveler tidak perlu membeli tiket masuk GWK untuk mengunjungi Jendela Bali Restaurant. Traveler juga bisa menggunakan shuttle bus dari gerbang utama ke lokasi restoran. Shuttle bus ini tidak dipungut biaya alias gratis.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Parahyangan Somaka Giri, Mata Air Suci di GWK, Diyakini Bisa Sembuhkan Penyakit



Badung – Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Ungasan, Badung, Bali tak hanya menawarkan pemandangan patung yang eksotis buat pengunjung. Tetapi, tempat ini juga memiliki keunikan lain, salah satunya kisah Parahyangan Somaka Giri, sumber mata air suci.

Parahyangan Somaka Giri memiliki kisah melegenda yang diyakini oleh masyarakat sekitar sejak dulu. Tempat itu dipercaya sebagai anugerah yang memiliki kekuatan magis untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan memohon hujan pada musim kemarau.

Nanda, storyteller di Plaza Wisnu, menyebut sumber mata air itu sudah ada lebih dari 200 tahun yang lalu. Kemudian, pembangunan dan maintenance pura dilakukan saat GWK Cultural Park mulai didirikan yang kemudian dikenal dengan nama Parahyangan Somaka Giri.

Parahyangan Somaka Giri berada di area Plaza Wisnu, dataran tertinggi di GWK Cultural Park, tempat didirikannya sosok patung Dewa Wisnu yang ikonik. Para pengunjung yang datang akan diajak untuk menyelami dan mendapatkan pengalaman spiritual budaya Bali.

Parahyangan Somaka Giri, GWK Cultural Park, Badung, BaliParahyangan Somaka Giri, GWK Cultural Park, Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Traveler akan disambut dengan payung atau tedung Bali berwarna kuning dan putih di sepanjang tangga masuk. Penggunaan kamen dan selendang sebagai simbol untuk menjaga kesopanan di kala memasuki Parahyangan Somaka Giri. Traveler khususnya perempuan yang sedang menstruasi juga dilarang untuk memasuki areal Parahyangan Somaka Giri.

Pertama, traveler akan diajak untuk mengenal konsep Panca Maha Bhuta, lima elemen dasar yang menyusun alam semesta menurut keyakinan Hindu. Terdiri dari Cahaya, Bumi, Air, Udara, dan Ruang Hampa yang berpadu untuk menyusun alam semesta.

Setelah mendengarkan tentang konsep Panca Maha Bhuta, jika berkenan, traveler akan diajak untuk mengikuti doa yang dipimpin oleh Jro Mangku. Berbagai harapan baik boleh traveler panjatkan dengan ditemani iringan Bajra atau Genta.

Di akhir doa, traveler akan mendapatkan percikan air suci (tirta) dan Gelang Tridatu, sebagai simbol Trimurti dalam agama Hindu.

Nanda menceritakan keunikan Parahyangan Somaka Giri. Sumber mata air ini terletak di lahan batu kapur dan berada di ketinggian 240 meter di atas permukaan laut. Sangat mustahil untuk mendapatkan sebuah sumber mata air mineral.

“Jika dipikirkan, lokasi ini berada di daerah berkapur dengan ketinggian 240 meter di atas permukaan laut. Itu tentu sedikit mustahil untuk mendapatkan sumber mata air mineral. Jadi semua air di sini selain di areal Somaka Giri masih terkontaminasi zat kapur,” kata Nanda.

Unik ya, ternyata GWK Cultural Park traveler nggak hanya melihat karya seni patung dan pertunjukkan. Namun ada kisah sumber mata air suci yang dibalut dengan berbagai kisah magisnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tiket Masuk dan Serba-serbi GWK Cultural Park



Badung

Berlibur ke Bali belum afdal jika tak berkunjung ke taman budaya yang satu ini; Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park. Begitu megah.

GWK Cultural Park merupakan sebuah taman budaya yang menjadi interpretasi atas kekayaan budaya Bali. Ta,an itu menjadi perwujudan berbagai wujud seni patung, ritual budaya, dan beragam pertunjukan seni khas Bali.

Nggak hanya menikmati keindahan arsitektur patung raksasa, traveler juga bisa menikmati pertunjukan seni budaya Bali.

Penasaran dengan daya tarik dan aktivitas menarik di GWK Cultural Park?

Berikut serba-serbi GWK Cultural Park:

Daya Tarik GWK Cultural Park

Sebagai salah satu destinasi budaya favorit wisatawan. GWK Cultural Park tentu memiliki banyak daya tarik yang mampu membuat setiap pengunjung merasakan keseruannya. Berikut beberapa daya tariknya.


1. Plaza Kura-kura

Plaza Kura-kura terletak diantara Street Theater dan Plaza Wisnu. Di sini traveler bisa menemukan sebuah kolam jernih dengan patung Dewi Laksmi. Jika diperhatikan lebih detail, pada dinding batu kapur di Plaza Kura-kura terdapat pahatan berbentuk kura-kura.

Tak hanya itu, di sini traveler juga bisa melemparkan uang koin ke dalam kolam sambil mengucapkan sebuah permintaan. Konon permintaan tersebut bisa terkabulkan.

2. Plaza Wisnu

Terletak di puncak bukit, Plaza Wisnu menawarkan panorama pulau yang menakjubkan dan merupakan tempat yang sempurna untuk menyaksikan matahari terbenam. Di sini traveler juga bisa menemukan Patung Dewa Wisnu berukuran raksasa

Traveler juga menemukan sumber mata air suci yang dikenal sebagai Parahyangan Somaka Giri. Uniknya walaupun berada di daerah kering dan tinggi, sumber mata air ini tak pernah kering loh.

3. Plaza Garuda

Plaza Garuda menyajikan kemegahan Patung Burung Garuda yang menjadi tunggangan Dewa Hindu Wisnu. Melambangkan pengorbanan, kesetiaan, dan kepercayaan. Garuda, simbol bangsa Indonesia, mewakili sifat keberanian, kebijaksanaan, kekuatan, dan disiplin. Di sini wisatawan sering melakukan foto pre-wedding karena lokasinya yang estetik dan indah.

4. Garuda Sineloka

Garuda Sineloka adalah sebuah bioskop mini yang menayangkan film animasi tentang Petualangan Garuda Cilik dalam mencari Tirta Amerta milik Dewa Wisnu untuk sang ibunda. Untuk menonton film animasi ini, traveler tak dikenakan biaya tambahan lagi, alias gratis. Pemutaran film dilakukan setiap hari, mulai pukul 10.30 hingga 19.30 WITA.

5. Amphitheater dan Street Theater

Amphitheater dan Street Theater adalah dua tempat dimana traveler bisa menyaksikan keindahan pertunjukkan budaya Bali. Pertunjukkan hadir setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 18.00 WITA. Beberapa diantaranya seperti, Tari Sekar Jepun, Tari Jauk Manis, Tari Oleg Tamulilingan, Tari Barong-Bojog, dan masih banyak lagi. Total terdapat 15 pertunjukkan yang dapat traveler saksikan, tanpa ada biaya tambahan.

6. Patung GWK

Spot utama dari GWK Cultural Park adalah patung GWK setinggi 122 meter dengan lebar 66 meter. Menjadi ikon kebanggan Indonesia dan Pulau Dewata. Diresmikan pada 22 September 2018 oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Patung GWK menjadi salah satu spot foto favorit wisatawan yang berkunjung. Namun belum afdol jika traveler tak mencoba masuk ke patung raksasa ini. Traveler diperkenankan masuk ke lantai 9 dan lantai 23 patung GWK.

7. Spot Foto Estetik

Di GWK Cultural Park traveler dijamin nggak akan kehabisan spot foto yang estetik dan instagramable. Mulai dari latar belakang patung raksasa hingga barisan bukit kapur yang cantik.

Jika traveler masuk ke lantai 9 dan 23, disana terdapat spot foto unik di atas kaca yang menyajikan langsung pemandangan rangka patung GWK. Unik sekaligus anti mainstream banget!

Kalau mau berfoto indoor, GWK Cultural Park juga punya ASANA Artseum Bali sebagai salah satu studio foto dengan berbagai latar belakang klasik Bali dan Jawa.

Aktivitas Menarik di GWK Cultural Park

Nah, bagi traveler yang masih ragu berkunjung ke GWK Cultural Park karna bosan melihat patung saja? Ternyata di sini juga menawarkan banyak aktivitas menarik, loh. Contohnya seperti Fun Outdoor Activities. Traveler bisa mencoba berbagai permainan, seperti skuter, fun wheels, trampoline, gowes, dan masih banyak lagi.

Kalau nggak mau bermain outdoor, traveler wajib mencoba aktivitas mengeksplorasi lantai 9 dan 23 di dalam patung GWK. Traveler bisa menyaksikan keindahan Pulau Dewata dari ketinggian. Di dalam patung ini juga terdapat banyak aktivitas, seperti menonton video, spot foto, sekaligus mengetahui bagaimana proses dan sejarah berdirinya patung GWK ini.

Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional

GWK Cultural Park berlokasi di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Untuk mencapai objek wisata ini, traveler harus menempuh sekitar 12 km atau waktu tempuh sekitar 30 menit dari Bandara Ngurah Rai.

Tak perlu khawatir, GWK Cultural Park sudah memiliki fasilitas parkir yang luas untuk traveler yang membawa kendaraan. Terdapat pula fasilitas Shuttle Bus gratis yang akan membawa pengunjung dari area parkir menuju ke area penjualan tiket.

Untuk menikmati berbagai aktivitas seru di GWK Cultural Park, traveler hanya perlu membayar tiket mulai dari Rp 125.000/orang untuk tiket reguler, Rp 200.000/orang untuk tiket eat and trip, dan Rp 300.000/orang untuk tiket ultimate yang berkesempatan mendapatkan akses ke lantai 9 dan 23 patung GWK.

Semua harga tiket tersebut sudah mendapatkan akses untuk menonton 15 pertunjukan seni, akses ke ASANA Artseum, akses menonton film animasi Garuda Cilik di Garuda Sineloka, dan refreshment drink di Jendela Bali Resto.

Traveler yang ingin berkunjung ke GWK Cultural Park, destinasi ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WITA.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jadi Patung Tertinggi Keempat di Dunia, Begini Sejarah Pembangunan Patung GWK



Badung

Pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) cukup berliku. Seperti apa ya?

Patung GWK di GW K Cultural Park, Badung, Bali memiliki tinggi 122 meter. Patung itu tepatnya berada di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, memiliki sejarah yang menarik untuk dipelajari.

Menjadi maskot Pulau Dewata, GWK dibangun di lahan kapur seluas 60 hektar, dengan tinggi 122 meter dan berat 4.000 ton. Kini patung GWK sudah menduduki posisi keempat sebagai patung tertinggi di dunia.


Sejarah Pembangunan Patung GWK

Pendirian patung GWK mulai dikonsepsi tahun 1989. Kala itu, Joop Ave yang pernah menjabat sebagai Direktur Jendral Pariwisata RI menginisiasikan pembangunan patung setinggi 5 meter di Bandara Ngurah Rai. Guna menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.

Pada tahun 1990, diputuskan pembangunan patung dilakukan di luar bandara, dengan menggandeng seniman Bali bernama I Nyoman Nuarta. Dipilihlah lahan bekas penambangan kapur di daerah Ungasan. Dengan dukungan Ida Bagus Mantra dan melibatkan Ida Bagus Oka serta Ida Bagus Sudjana.

“Mulanya GWK ini digagas oleh Bapak Joop Ave. Menurutnya Indonesia harus memiliki sesuatu yang ikonik dan menarik banyak wisatawan. Tahun 1990, Bapak Joop Ave menggandeng Bapak I Nyoman Nuarta untuk menggagas ikon GWK,” kata Operation Director GWK Stefanus Yonathan Astayasa.

Tahun 1993, Presiden Soeharto merestui pembangunan proyek ini. Akhirnya fase perencanaan Garuda Wisnu Kencana (GWK) dimulai. Pembangunan pun mengalami kendala akibat adanya krisis moneter tahun 1998. Pembangunan terhenti selama 16 tahun.

Muncul secercah harapan untuk melanjutkan pembangunan GWK. Tahun 2012, PT Alam Sutera Realty Tbk berkomitmen untuk melanjutkan proyek mahakarya Indonesia. Upacara Ngeruak dan Mendem Pedagingan dilakukan guna mengawali proses pembangunan.

“Tahun 2010 diadakan GWK Expo, dan Alam Sutera hadir di GWK Expo ini. Tahun 2012 akhirnya Alam Sutera berkomitmen untuk membangun patung GWK hingga selesai,” ujar Stefanus.

Pada 23 Agustus 2013, dilakukan peletakan batu pertama. Proses pekerjaan pun dimulai dengan membangun pondasi rakit seluas 7.154,41 meter persegi. Tahun 2018, mahkota Dewa Wisnu sudah dipasang, seiring dengan dilakukannya upacara Pasupati. Upacara Melaspas pun dilakukan guna menandai berakhirnya proyek pembangunan patung GWK.

Peresmian Patung Garuda Wisnu Kencana

Pada 22 September 2018, peresmian patung Garuda Wisnu Kencana oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Sekaligus sebagai persembahan peringatan HUT ke-73 RI. Dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat dan pejabat penting negara.

Kini, patung GWK sudah terkenal sebagai ikon Pulau Bali. Patung GWK dengan tinggi 122 meter menjadi patung tertinggi keempat, setelah Patung Vallabhbhai Patel di India (182 meter) sebagai peringkat pertama, Sang Buddha di Tiongkok (153 meter) dan Myanmar (130 meter).

Sudah tau kan sejarah patung GWK? Butuh waktu 28 tahun untuk mewujudkan mahakarya sekaligus ikon Pulau Bali. Jadi, jangan lupa berkunjung untuk menyaksikan megahnya patung GWK ya!

(fem/iah)



Sumber : travel.detik.com

Speechless! Indahnya Bali dari Lantai 23 Patung Garuda Wisnu Kencana



Badung

Setelah melalui proses pembangunan selama 28 tahun, Patung Garuda Wisnu Kencana atau GWK diresmikan. Pengunjung diperkenankan masuk ke lantai 9 dan 23 dan bisa menatap Pulau Bali dari ketinggian.

Patung GWK boleh dibilang menjadi bangunan termegah di Pulau Dewata. Berlokasi di kawasan Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 September 2018.

Patung GWK memiliki tinggi sekitar 122 meter dengan lebar 66 meter. Patung itu merupakan mahakarya dari seniman patung asal Bali, I Nyoman Nuarta.

Keindahan dan kemegahan Patung GWK biasanya dinikmati oleh pengunjung hanya dari luar saja. Menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berfoto dan membuat video.

Namun, pengalaman tak berakhir di sana. Kini traveler berkesempatan untuk masuk ke patung setinggi 122 meter dan menikmati keindahan Pulau Dewata dari ketinggian. Naik ke lantai 9 dan lantai 23 adalah aktivitas eksklusif yang tak boleh traveler lewatkan.

Pemandangan Bali dari lantai 23 Patung GWK di BaliPemandangan Bali dari lantai 23 Patung GWK di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

“Saat ini pengunjung yang datang sudah bisa masuk ke lantai 9 dan lantai 23. Di dua lantai tersebut sudah banyak konten mengenaiGWK dan bisa diakses menggunakan lift,” kata Operation DirectorGWK Cultural ParkStefanusYonathanAstayasa.


Memasuki Patung GWK, traveler akan disambut dengan beberapa ogoh-ogoh mini yang dipajang di sisi kanan dan kiri. Untuk naik ke lantai 9 dan 23 traveler wajib menggunakan lift. Tak perlu khawatir, selama tour di dalam patung traveler akan ditemani oleh 1 orang pemandu.

Untuk masuk ke lantai 9 hanya bisa dibatasi maksimal 30 orang, karena ruangan yang sempit dan demi keselamatan pengunjung.

Nah, sesampainya di lantai 9, traveler akan disuguhkan berbagai konten menarik tentang proses pembangunan Patung GWK, mulai dari proses ground breaking hingga proses peresmian Patung GWK. Konten yang disajikan juga sangat interaktif, berupa video animasi hingga gambar 3 dimensi.

Di sini traveler juga akan melihat bagaimana rancangan bangunan dari patung GWK. Bahkan traveler juga bisa menemukan sampel kulit patung GWK dan merasakan teksturnya. Di ujung lorong, traveler juga akan menemukan TV kecil yang menyajikan video animasi tentang GWK Cultural Park.

Menuju ke lantai 23, traveler akan menggunakan lift berbahan tembus pandang. Dari dalam lift traveler bisa melihat bagaimana struktur dan rangka-rangka baja Patung GWK. Keren banget!

Setibanya di lantai 23, traveler akan dibuat semakin takjub dengan pemandangan yang disajikan. Terdapat banyak galeri pandang yang dapat traveler gunakan untuk melihat pemandangan Pulau Bali dari berbagai sisi. Galeri pandang ini berada di bagian sayap patung GWK.

Pemandangan Bali dari lantai 23 Patung GWK di BaliPemandangan Bali dari lantai 23 Patung GWK di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Tak hanya itu, di sini traveler akan menemukan beberapa lantai yang diganti dengan kaca, sehingga pengunjung bisa melihat berbagai rangka baja yang ada di dalam bangunan Patung GWK. Traveler juga bisa mengabadikan momen di dalam patung GWK dengan berfoto.

Jadi, tertarik untuk masuk ke dalam patung tertinggi keempat di dunia ini? Traveler bisa langsung memesan tiket ultimate seharga Rp 300.000/orang. Jangan lewatkan kesempatan istimewa ini ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

GWK Cultural Park Punya 15 Pertunjukan Seni, Yuk Catat Jadwalnya!



Badung

Selain kemegahan patung-patung raksasa, Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park juga menyuguhkan pertunjukan seni dan budaya Bali. Sebanyak 15 pertunjukan khas Bali dijamin bikin terpesona. Yuk catat jadwalnya, jangan sampai ketinggalan!

GWK Cultural Park boleh dibilang sebuah taman budaya yang menjadi interpretasi atas kekayaan budaya Bali dan menjelma dalam berbagai wujud seni patung, ritual budaya, dan beragam pertunjukan seni khas Bali.

Berlokasi di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. GWK Cultural Park memiliki 15 pertunjukan yang spektakuler dan kental akan seni budaya Bali.

Operation Director GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa, menjelaskan terdapat 15 pertunjukan dengan mengangkat berbagai seni dan budaya Bali. Lokasinya pun beragam, ada di Amphitheater, Lotus Pond, dan Plaza Wisnu.

“Di sini kita punya Amphitheater dengan kapasitas 800 orang untuk menyuguhkan tarian-tarian khas Bali. Jadi pengunjung yang datang nggak Cuma lihat patung saja, tapi bisa menyaksikan kesenian pali yang spektakuler,” ujar Stefanus.

Pertunjukan kesenian Bali ada setiap hari dan setiap jam, mulai pukul 11.00 hingga 18.00 WITA.

Pada jam 11.00 WITA pertunjukan pertama dilakukan di Amphitheater, traveler bisa menyaksikan tiga pertunjukan tarian khas Bali. Ada tari Sekar Jepun, tari Kebyar Duduk, dan Topeng Kenyem Manis.

Pada jam 12.00 WITA, di lokasi yang sama, yaitu Amphitheater traveler bisa menyaksikan kembali beberapa tarian khas Bali. Seperti tari Jauk Keras, tari Oleg Tamulilingan, dan Tari Kebyar Duduk.

Jam 13.00 WITA, di Amphitheater traveler bisa menyaksikan dua tarian, yaitu tari Sekar Jepun dan tari Jauk Manis. Pukul 14.00 WITA terdapat dua pementasan tarian di Amphitheater, yaitu tari Topeng Monyer dan tari Jauk Manis.

Pertunjukan terakhir di Amphitheater yaitu pada pukul 15.00 WITA terdapat dua pertunjukan, yaitu tari Oleg Tamulilingan dan tari Barong Bojog. Uniknya di akhir setiap pertunjukan, para pengunjung diberikan kesempatan untuk berfoto bersama dengan para penari.

Beralih ke lokasi kedua, yaitu Plaza Wisnu. Pada pukul 16.00 WITA, traveler bisa menyaksikan Parade Budaya Bali dengan tajuk The Balinese Ritus. Balinese Ritus adalah sebuah pertunjukan parade yang dikemas dalam bentuk kreasi tari yang menampilkan tata cara keagamaan yang ada di Bali.

Lokasi terakhir adalah Lotus Pond. Di sini traveler bisa menyaksikan dua pertunjukan, yaitu Joged Bumbung pada pukul 17.00 WITA dan tari Kecak pada pukul 18.00 WITA.

Tari Joged Bumbung menampilkan dua penari yang menari secara bergantian. Tarian ini juga nantinya akan mengajak para pengunjung untuk “ngibing” atau menari bersama dengan berpasang-pasangan.

Penutup dari pertunjukan seni di GWK Cultural Park adalah Tari Kecak yang mengisahkan tentang cerita Sang Garuda mencari Tirta Amerta sebagai ganti kebebasan Sang Ibu, Dewi Winata.

Sembari menonton tari Kecak, traveler juga akan ditemani dengan keindahan matahari yang sudah mulai terbenam di ufuk barat. Cantik banget deh!


Tak perlu khawatir, untuk menyaksikan semua pertunjukan seni di atas traveler tidak akan dikenakan biaya tambahan, cukup hanya membayar biaya tiket masuk. Tiket masuk mulai dari Rp 125.000/orang untuk tiket reguler, Rp 200.000/orang untuk tiket eat and trip, dan Rp 300.000/orang untuk tiket ultimate yang berkesempatan mendapatkan akses ke lantai 9 dan 23 patung GWK.

Semakin penasaran dengan spektakulernya pertunjukan seni di GWK Cultural Park, yuk pesan tiketnya dan liburan kemudian. Dijamin liburanmu akan semakin berkesan!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Simak Rute Berwisata di GWK Cultural Park, Jangan Sampai Tersesat!



Badung

Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, sebuah taman budaya sebagai bentuk manifestasi warisan budaya Bali, bisa menjadi destinasi yang harus masuk wishlist saat ke Pulau Dewata. Dengan luas sekitar 60 hektare, cek di sini rute berkeliling GWK agar tidak buang tenaga.

GWK Cultural Park berada di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Untuk mencapai objek wisata ini, traveler harus menempuh sekitar 12 km atau waktu tempuh sekitar 30 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

GWK Cultural Park menyediakan parkir yang luas, jadi traveler yang membawa kendaraan pribadi tidak perlu khawatir.


Tak hanya memiliki keunggulan dengan patung raksasa, dengan salah satunya patung GWK nan ikonik, traveler juga bisa menemukan banyak spot foto estetik.

Patung GWK dibangun selama 28 tahun dan diresmikan pada 22 September 2018. Bahkan, sebelum patung itu benar-benar utuh area itu sudah menjadi jujugan wisatawan.

Rute Berwisata di GWK Cultural Park

Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) menjadi patung tertinggi ke-4 di dunia. Butuh waktu 28 tahun untuk mewujudkan mahakarya sekaligus ikon Pulau Bali itu.Butuh waktu 28 tahun untuk mewujudkan mahakarya GWK. (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom))

Tertarik berkunjung ke GWK Cultural Park namun belum tau rute wisatanya? Jangan khawatir, berikut detikTravel merangkum rute berwisata di GWK Cultural Park.

Sesampainya di lokasi parkir pengunjung, traveler akan dijemput dengan Shuttle Bus Gratis yang akan membawa traveler ke dua perhentian, yaitu Area Tiket Plaza Bhagawan atau Jendela Bali Restaurant.

Traveler bisa melakukan pembelian tiket terlebih dahulu. Terdapat beberapa jenis tiket di GWK Cultural Park, yaitu Rp 125.000/orang untuk tiket regular, Rp 200.000/orang untuk tiket eat and trip, dan Rp 300.000/orang untuk tiket ultimate yang berkesempatan mendapatkan akses ke lantai 9 dan 23 patung GWK.

Setelah melakukan pembelian tiket, traveler bisa langsung memulai perjalanan di GWK Cultural Park. Disambut dengan kolam air mancur bernama Tirta Amerta, sebagai pintu masuk para pengunjung.

“Untuk pengunjung yang masuk akan disambut dengan kolam air mancur bernama Tirta Amerta, sebagai awal pintu masuk. Ini sesuai dengan kisah Garuda dan Dewa Wisnu,” kata Operation Director GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa.

Area pertama yang bisa traveler kunjungi adalah Plaza Kura-Kura. Sebuah taman kecil dengan kolam dan pepohonan yang asri, lengkap dengan hiasan patung kura-kura. Terdapat sosok Dewi Laksmi, sang dewi keberuntungan dan kesuburan di tengah kolam. Di kolam ini traveler bisa mencoba melempar koin sambil mengucapkan harapan.

Selanjutnya, traveler bisa menaiki beberapa anak tangga untuk melanjutkan perjalanan ke Plaza Wisnu. Di sini traveler bisa menemukan sebuah Patung Dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara alam semesta. Oke banget untuk jadi spot foto.

Tak hanya itu, di sini terdapat sebuah sumber mata air abadi yang ada di Parahyangan Somaka Giri. Uniknya, meskipun berapa di daerah berkapur dan berada di ketinggian, mata air ini tak pernah surut. Konon mata air ini sudah ada jauh sebelum GWK Cultural Park berdiri.

Sudah selesai mengagumi keajaiban sumber mata air abadi, traveler bisa melanjutkan perjalanan ke Plaza Garuda dengan menuruni beberapa anak tangga. Plaza Garuda menyajikan sebuah patung kepala Garuda yang merupakan tunggangan dari Dewa Wisnu. Ini merupakan salah satu spot foto favorit pengunjung.

Tak jauh dari Plaza Garuda, traveler bisa menemukan bioskop mini bernama Garuda Sineloka. Di sini traveler bisa menyaksikan film animasi yang mengisahkan perjuangan Garuda Cilik untuk mendapatkan Tirta Amerta. Penayangan film dilakukan setiap jam, mulai pukul 10.30 hingga 19.30 WITA.

Dilanjutkan dengan perjalanan menuju ke Patung GWK. Untuk sampai ke Patung GWK traveler harus berjalan kaki atau menyewa buggy. Traveler akan melewati festival park, Lotus Pond, dan Titi Banda, sebuah jembatan yang sip jadi spot foto.

Sesampainya di Patung GWK, bagi traveler yang memiliki tiket Ultimate bisa melanjutkan perjalanan untuk mengeksplor kemegahan patung GWK dengan masuk ke lantai 9 dan lantai 23. Menikmati keindahan Bali dari ketinggian.

Aktivitas yang wajib dilakukan di Patung GWK adalah berfoto dan membuat video di depan patung setinggi 122 meter. Terdapat dua pilihan spot foto, traveler bisa berfoto di depan patung atau di bagian kiri patung.

Menjajal GWK Cultural Park bisa traveler tutup dengan menyaksikan berbagai macam pertunjukan seni yang dilakukan di Amphitheater, Lotus Pond, dan Plaza Wisnu. Di pintu keluar traveler juga akan menemukan Kencana Souvenirs dan ASANA Artseum. Traveler juga bisa bersantap dengan pemandangan sunset di Jendela Bali Restaurant.

Menurut Stefanus, pengunjung rata-rata menghabiskan waktu di GWK Cultural Park selama tiga hingga empat jam untuk bisa mengeksplorasi seluruh area yang ada di taman budaya ini. Bagi traveler yang ingin berkunjung, jangan lupa luangkan waktu untuk menjelajahi setiap sudut GWK Cultural Park ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jangan Terlewat, Ini 5 Spot Foto Instagramable di GWK Cultural Park



Badung

Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park menjadi destinasi wajib jika traveler berkunjung ke Pulau Bali. Banyak spot foto instagramable.

Bagi traveler yang sedang merencanakan liburan ke Pulau Dewata. GWK Cultural Park bisa menjadi rekomendasi destinasi wisata paket lengkap. Nggak hanya sajikan kemegahan patung, GWK Cultural Park juga tawarkan 15 pertunjukan seni dan budaya Bali.

Terletak di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. GWK Cultural Park juga menjadi destinasi sip untuk traveler yang mencari spot foto instagramable. Mulai dari spot foto dengan latar belakang patung hingga studio foto tematik pertama di Bali.

Berikut 5 rekomendasi spot foto instagramable yang wajib traveler coba di GWK Cultural Park.

1. Plaza Wisnu

Lokasi pertama adalah Plaza Wisnu. Terletak di atas bukit, untuk sampai ke sini traveler harus menaiki beberapa anak tangga. Di sini traveler akan menemukan Patung Dewa Wisnu berukuran raksasa yang dikelilingi oleh kolam.

Patung Dewa Wisnu berukuran raksasa ini menjadi salah satu spot favorit pengunjung untuk berfoto. Kemegahan patung Dewa Wisnu tak jarang membuat wisatawan berdecak kagum.

2. Plaza Garuda

Turun dari Plaza Wisnu, traveler akan menemukan Plaza Garuda. Plaza Garuda menyajikan sebuah patung kepala Garuda yang merupakan tunggangan dari Dewa Wisnu. Melambangkan pengorbanan, kesetiaan, dan kepercayaan. Garuda, simbol bangsa Indonesia, mewakili sifat keberanian, kebijaksanaan, kekuatan, dan disiplin.

Tak hanya sarat akan filosofi, Plaza Garuda juga sip banget nih untuk jadi spot foto. Bahkan tak jarang Patung Garuda ini menjadi latar belakang untuk foto prewedding karena keindahannya.


3. Patung Garuda Wisnu Kencana

Spot foto utama dari GWK Cultural Park adalah Patung Garuda Wisnu Kencana setinggi 122 meter dengan lebar 66 meter. Patung GWK menjadi salah satu spot foto wajib sekaligus spot foto favorit wisatawan yang berkunjung.

Biasanya pengunjung gemar mengabadikan momen dengan berfoto di depan megahnya Patung GWK. Bahkan di beberapa spot sudah terdapat papan petunjuk yang menandakan dimana saja spot terbaik untuk berfoto di sekitar patung GWK.

Belum afdol jika traveler tak mencoba masuk ke patung raksasa ini. Traveler diperkenankan masuk ke lantai 9 dan lantai 23 patung GWK. Di dalamnya juga banyak spot foto estetik. Traveler bisa berfoto di atas lantai kaca yang menunjukkan rangka baja dari Patung GWK. Unik dan anti mainstream banget!

4. Titian Garuda

Saat ini GWK Cultural Park juga sudah memiliki satu spot baru untuk berburu foto dengan latar belakang Patung GWK. Namanya Titian Garuda. Jembatan Titian Garuda memiliki panjang 239 meter dan dapat menampung beban 500 kilogram per meter persegi.

Jembatan Titian Garuda menghubungkan Plaza Garuda ke area patung utama GWK. Dari Titian Garuda traveler bisa mengabadikan foto dengan ketinggian yang pas, komplit bersama latar belakang Patung GWK yang megah nan cantik.

“Kita banyak ada spot foto, tapi saat ini spot terbaik menurut saya adalah Titian Garuda. Itu menghubungkan Plaza Garuda ke Garuda Wisnu Kencana. Di tengah jembatan kita bisa berfoto dengan ketinggian yang pas dan mendapatkan view Patung GWK yang paling eksotis,” ujar Operation Director GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa.

5. ASANA Artseum Bali

Jika sudah puas berfoto di area outdoor, traveler bisa mencoba sensasi berfoto di ASANA Artseum Bali. Salah satu galeri foto dengan lanskap yang unik, terletak di kawasan GWK Cultural Park.

ASANA Artseum memiliki banyak galeri yang dirancang dengan gaya kreatif, setiap galeri memiliki ciri khas sendiri, mulai dari bergaya khas Bali hingga Jawa. Terdapat sekitar 20 spot foto dan sudah tersedia petugas yang membantu dalam pengambilan foto. Traveler yang ingin mencoba sensasi berfoto di ASANA Artseum dikenakan biaya mulai dari Rp 238.800.

Sudah tau mau mencoba spot foto apa saja di GWK Cultural Park? Yuk buruan booking tiketnya dan liburan kemudian.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Keajaiban Plaza Kura-Kura, Punya Kolam yang Konon Bisa Kabulkan Permintaan



Badung

Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park memiliki taman mungil nan unik, Plaza Kura-kura. Di sini terdapat batu unik seperti kura-kura.

Di Plaza Kura-Kura, sesuai dengan namanya, traveler akan menemukan banyak pahatan patung kura-kura di dinding kapur. Nuansanya sangat Bali.

Saat datang, traveler akan disambut dengan tangga dihiasi patung Naga Anantashesa. Terdapat sosok Dewi Laksmi, dewi kemakmuran, kesuburan, dan kedamaian, berdiri dengan anggun di ujung kolam, seolah-olah mengucapkan selamat datang.

Operation Director GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa, menceritakan asal usul nama Plaza Kura-Kura. Konon terdapat sebuah batu unik yang berbentuk menyerupai kura-kura, akhirnya dibuatkan sebuah area bernama Plaza Kura-Kura.

“Dulu di daerah plaza kura-kura ada sebuah batu yang menyerupai kura-kura. Jadi oleh pengelola yang lama, karena ada batu unik itu akhirnya dibuatlah area dengan nama Plaza Kura-Kura,” kata Stefanus dalam perbincangan dengan detikTravel.


Plaza Kura-kura di GWK Cultural Park, Badung, BaliPlaza Kura-kura di GWK Cultural Park, Badung, Bali Foto: Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom

Ternyata hewan kura-kura juga memiliki hubungan dengan Dewa Wisnu. Stefanus menyebut kura-kura merupakan salah satu bentuk awatara (jelmaan) dari Dewa Wisnu, bernama Kurma Awatara.

Selain itu, di Plaza Kura-Kura traveler juga akan menemukan sebuah kolam jernih dengan patung Dewi Laksmi yang anggun nan cantik. Menurut kepercayaan Hindu, Dewi Laksmi adalah ibu dari alam semesta sekaligus menjadi pasangan Dewa Wisnu.

Dewi Laksmi melambangkan sumber kebahagiaan dalam kehidupan keluarga, persahabatan, pernikahan, kekayaan, kesehatan, serta memberkahi dengan kehadiran anak-anak.

Keajaiban Plaza Kura-Kura tak berhenti di sana. Kolam yang menjadi tempat Dewi Laksmi ini dipercaya memiliki daya magis yang belum terungkap sepenuhnya. Konon para pengunjung bisa melempar koin sambil mengucapkan harapan.

Plaza Kura-kura di GWK Cultural Park, Badung, BaliPlaza Kura-kura di GWK Cultural Park, Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Bukan cerita belaka, ternyata sosok patung Dewi Laksmi yang berada di tengah kolam juga menjadi saksi bisu dalam terkabulnya harapan pengunjung. Yohana, salah satu pengunjung asal Semarang tahun 2022 mengunjungi Plaza-Kura-Kura.

Mendengar kisah unik area Plaza Kura-Kura, dengan hati yang penuh harapan, Yohana melemparkan sebuah koin ke dalam kolam dan mengucapkan harapan dengan sungguh-sungguh, memohon untuk menemukan cinta sejatinya.

Setelah beberapa waktu, alam semesta pun menjawab permohonannya yang tulus. Dia menemukan belahan jiwanya hingga akhirnya melangkah ke pelaminan pada awal tahun 2024.

“Ada pengunjung yang bercerita. Kami mendapatkan informasi bahwa ada salah satu pengunjung yang beberapa waktu lalu datang ke GWK dan melempar koin di Plaza Kura-Kura sambil berdoa mengharapkan jodoh. Bahkan sekarang sampai ke tahap pernikahan,” kata Stefanus.

Sedang berlibur di GWK dan mampir ke Plaza Kura-Kura. Melempar koin jadi aktivitas wajib yang tak boleh dilewatkan. Pesan tiketmu sekarang, liburan kemudian!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com