Tag Archives: hayam wuruk

Konon, Hayam Wuruk Pernah Bertapa di Pantai Ini



Blitar

Konon, ada sebuah pantai di Blitar yang menjadi lokasi pertapaan Hayam Wuruk, raja Majapahit yang paling terkenal. Pantai itu bernama pantai Serit.

Pantai Serit bisa dibilang pantai perawan di sepanjang pesisir selatan Blitar. Raja Majapahit terbesar Hayam Wuruk diceritakan pernah bertapa di pantai selatan ini.

Belum banyak orang yang tahu keberadaan pantai ini. Padahal, lokasinya tepat di balik barat tebing di Pantai Serang, Panggungrejo, Kabupaten Blitar.


Akses ke sana juga seadanya. Jika kuat berjalan kaki, jalur pertama dengan mendaki di tebing bukit bagian barat Pantai Serang, jaraknya sekitar 400 meter.

Atau jika tak kuat mendaki bukit, bisa berjalan memutari areal tambak udang lalu melewati lahan tebu. Ada jalan setapak sepanjang 600 meter untuk menuju bibir Pantai Serit.

Rasa lelah traveler itu akan terbayar lunas dengan pemandangan indah pantai yang masih perawan ini. Rasanya segala lelah jiwa dan raga akan terhapuskan begitu sampai ke pantai ini.

Di balik rimbunnya pohon pandan, tersembunyi pantai yang sangat indah. Hamparan pasir hitam dan bebatuan koral menghiasi bibir pantai sepanjang sekitar 300 meter itu.

Di sebelah kanan pantai, tampak tebing berundak menjorok ke lepas pantai. Tebing setinggi sekitar 20 meter ini, menarik perhatian karena bentuknya unik. Mirip bangunan candi berundak.

Pantai Serit, Surga Tersembunyi Tempat Prabu Hayam Wuruk BertapaPantai Serit, Surga Tersembunyi Tempat Prabu Hayam Wuruk Bertapa Foto: Erliana Riady

Sedangkan di bagian belakang Pantai Serit, terdapat bukit yang di tengahnya terdapat batu andesit tertata, seperti tempat untuk bertapa.

Sesepuh Desa Serang, Raban Yuwono menceritakan, di kedua lokasi itulah kemungkinan Prabu Hayam Wuruk pernah melakukan tapa brata.

“Di dalam Kitab Negarakertagama dituliskan, tetor adalah tempat bertempurnya (bertemunya) sungai dan laut. Nah di situlah Hayam Wuruk melalukan ritual agung,” ujar Raban.

Raban mengatakan di Negarakertagama juga disebutkan, Hayam Wuruk melakukan ritual agung di antara tahun 1283-1293. Artinya, sebelum dia menjadi Raja Majapahit.

Di situ diceritakan, Hayam Wuruk memulai ritual di Candi Palah (Penataran, Nglegok), lalu ke pendarmaan Eyangnya yakni Raden Wijaya di Candi Simping Kademangan.

Kemudian ia meneruskan laku ritualnya di Candi Sawentar Kanigoro dan berjalan menuju arah selatan ke Desa Bacem.

“Sampai di situ, memang ditemukan Prasasti Bacem. Karena saat itu masih hutan belantara, rombongan meneruskan perjalanan dengan menyusuri sungai dan berhenti di simpang tiga Kali Klatak. Kemudian ke selatan ada Kali Sumbersari yang keduanya bermuara Serit ini,” jelas tokoh spiritual Blitar ini.

Hayam Wuruk adalah raja keempat Kerajaan Majapahit yang memerintah tahun 1350-1389. Bergelar Maharaja Sri Rajasanagara. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Istana Ajaib Bhre Wengker di Mojokerto



Mojokerto

Di Mojokerto, ada sebuah situs bersejarah bernama Situs Kumitir. Situs ini dipercaya sebagai istana ajaib Bhre Wengker. Bagaimana kisahnya?

Menurut para arkeolog, Situs Kumitir diduga merupakan bekas istana Bhre Wengker yang disebut juga Istana Ajaib. Istana ini dibangun pada era kepemimpinan Tribhuwana Tunggadewi.

Hipotesis bahwa Situs Kumitir adalah bekas istana Bhre Wengker dan Bhre Daha atau istana timur Majapahit didukung berbagai temuan arkeologi, yakni Naskah Negarakertagama dan peta rekonstruksi peneliti Belanda.


Dalam Naskah Negarakertagama, Situs Kumitir disebut juga sebagai istana ajaib Bhre Wengker dan Rani Dhaha. Istana timur dan barat Kerajaan Majapahit itu dibangun di masa pemerintahan Putri Raden Wijaya, Tribhuwana Tunggadewi (1328-1350 masehi).

Pembangunan istana ajaib Bhre Wengker dan Bhre Daha ini tepatnya dilakukan setelah wafatnya kakak tiri Tribhuwana Tungga Dewi, Jayanegara (1309-1328 masehi), yang menjadi Raja Kedua Majapahit.

Kedua istana itu dibangun untuk mencegah perebuatan kekuasaan antara Tribhuwana Tunggadewi dengan adik kandungnya, Bhre Daha.

Karena kedua putri Raden Wijaya, pendiri Majapahit dengan Dyah Gayatri atau Rajapatni itu sama-sama berhak menjadi penguasa kerajaan setelah Jayanegara wafat.

Istana barat dan timur dibangun di Wilwatiktapura atau Kota Raja Majapahit yang diyakini berada di Kecamatan Trowulan dan sekitarnya.

Sedangkan, Istana barat ditempati oleh Tribhuwana Tunggadewi dengan suaminya Bhre Tumapel atau Kertawardhana yang kemudian diwariskan ke putra Tribhuwana, Raja Hayam Wuruk.

Istana barat Majapahit ini diperkirakan berada di Situs Kedaton atau Situs Sumur Upas, Desa Sentonorejo, Trowulan.

Pertikaian di Majapahit baru terjadi melibatkan keturunan Hayam Wuruk hingga mewariskan tahtanya kepada Wikramawardhana, buah pernikahan dengan Prameswari.

Hayam Wuruk juga mempunyai anak dari selir, yaitu Bhre Wirabhumi. Wirabhumi diangkat anak oleh Bhre Daha dan dibesarkan di istana timur Majapahit. Ia menikah dengan cucu ibu angkatnya, Nagarawardhani dan dijadikan Bhre Lasem.

Sebenarnya, Wirabhumi sudah mengalah tapi Wikramawardhana mengganti jabatan Wirabhumi sehingga memicu Perang Paregreg antara Majapahit barat dan timur (1404-1406 masehi).

Situs Kumitir juga menjadi tempat pendarmaan atau tempat menghormati Mahesa Cempaka, salah seorang raja bawahan Singosari. Bhre Wengker membangun tempat suci itu untuk menghormati leluhurnya, Mahesa Cempaka di dalam istananya yang kini menjadi Situs Kumitir.

Mahesa Cempaka meninggal pada 1268 masehi. Semasa hidupnya dia menjadi Bhre Daha yang memimpin salah satu negara bagian Kerajaan Singosari. Sementara Singosari kala itu dipimpin saudara tirinya, Wisnu Wardhana.

Sosok Mahesa Cempaka juga diketahui merupakan keturunan kedua Ken Arok dengan Ken Dedes. Dia adalah kakek Raden Wijaya, pendiri Majapahit. Sedangkan Wisnu Wardhana keturunan kedua dari Tunggul Ametung dengan Ken Dedes.

——–

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

12 Tempat Liburan Wisata Akhir Tahun 2024, Ada yang Dekat Jakarta



Jakarta

Akhir tahun menjadi waktu yang tepat untuk rehat sejenak dari rutinitas dan menikmati momen berharga bersama keluarga. Dengan kekayaan alamnya, ada berbagai tempat di Indonesia yang bisa menjadi tujuan akhir tahun yang menyenangkan.

Mulai dari pantai-pantainya yang memanjakan mata, pegunungan yang menenangkan, hingga taman rekreasi, ada banyak pilihan menarik untuk liburan akhir tahun. Berikut rekomendasinya;

12 Rekomendasi Wisata Bersama Keluarga

Kebun Raya Bogor di Bogor, TMII di Jakarta, sampai dengan Taman Nasional Baluran di Banyuwangi bisa menjadi tujuan wisata akhir tahun bersama keluarga. Mengutip laman website dan Instagram wisata, Indonesia travel dari Kemenparekraf, hingga agen travel, simak informasinya berikut ini.


1. TMII

Ilustrasi taman miniIlustrasi taman mini (Getty Images/JokoHarismoyo)

TMII memiliki aneka spot wisata yang bisa didatangi keluarga. Ada kereta gantung, keong mas, hingga taman burung.

Mengutip laman Instagramnya, mulai tanggal 30, 31, dan 1 Januari 2025 digelar Sorak Sorai. Acara ini menghadirkan musisi seperti Tiara Andini hingga Diskopantera. Ada pula jajanan hingga kuliner khas Nusantara.

  • Harga tiket: Rp 35.000 (belum termasuk konser).
  • Jam buka: 05.00-20.00 WIB (Gate 3).
  • Lokasi: Jl. Taman Mini Indonesia Indah, Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

2. Kebun Raya Bogor

Cara ke Kebun Raya Bogor naik KRL bisa dilakukan dari Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Bekasi, dan Stasiun Tangerang. Yuk, simak langkah-langkahnya di sini.Cara ke Kebun Raya Bogor naik KRL bisa dilakukan dari Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Bekasi, dan Stasiun Tangerang. Yuk, simak langkah-langkahnya di sini. (Kebun Raya Bogor)

Bogor mempunyai banyak pilihan wisata alam yang memanjakan mata, salah satunya adalah Kebun Raya Bogor. Traveler bisa menikmati makan sian bersama keluarga di antara pepohonan rindang dan udara yang sejuk.

Destinasi ini punya Museum Zoologi yang menyimpan berbagai kerangka binatang, mulai dari hewan purba hingga paus biru. Anak-anak bisa bermain di hamparan rumput hijau yang dikelilingi tanaman dan bunga yang cantik.

  • Harga tiket: Rp 15.500 (Weekday) dan Rp 25.500 (weekend).
  • Jam buka: 08.00-16.00 WIB (Weekday) dan 07.00-16.00 WIB (Weekend).
  • Lokasi: Jl. Ir. H. Juanda No.13, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

3. Pantai Sawarna

Pantai Sawarna salah satu objek wisata di Geopark Bayah Dome, Lebak.Pantai Sawarna salah satu objek wisata di Geopark Bayah Dome, Lebak. (Bahtiar/Detikcom)

Pantai Sawarna di Banten juga menyuguhkan keindahan yang mempesona. Berada di Desa Wisata Sawarna, Pantai Sawarna terdiri dari beberapa pantai yang menyuguhkan panorama berbeda satu sama lain, yaitu Pantai Karang Taraje Sawarna, Pantai Tanjung Layar Sawarna, Pantai Karang Seupang Sawarna. Pantai Ciantir Sawarna. Pantai Teluk Legon Pari Sawarna, hingga Pantai Karang Bokor Sawarna.

Traveler bisa berselancar. snorkeling, dan berfoto dengan latar keindahan pantai. Selain itu, objek wisata di sekitarnya juga menarik untuk dikunjungi, seperti Pantai Muara, Pantai Pasir Putih dan Pantai Legon Sari, Goa Langir, Goa Seribu hingga Goa Sarah.

  • Harga tiket: Rp 5.000 (Weekday) dan Rp 15.000 untuk (Weekend).
  • Jam buka: 24 jam.
  • Lokasi: Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

4. Ranca Upas

Penangkaran Rusa Ranca UpasPenangkaran Rusa Ranca Upas (Resa Noor Fauziah/d’traveler)

Ranca Upas merupakan kawasan bumi perkemahan, penangkaran rusa, dan spot-spot foto yang instagramable. Area campingnya memiliki luas 215 hektare di ketinggian 1.700 mdpl.

Selain camping atau melihat rusa, traveler bisa mencoba pemandian air panas dan kolam renangnya. Ada juga wahana ATV dan area outbond

  • Harga tiket masuk: Rp 25 ribu (wisatawan lokal), Rp 44 ribu (WNA).
  • Jam buka: 07.00-16.00 WIB (camping 24 jam).
  • Lokasi: Jl. Camp Ranca Upas, Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

5. Taman Buah Mekarsari

Menjelang akan beroperasinya kembali Taman Buah Mekarsari yang rencananya akandibuka pada sabtu 15 Agutus 2020 pengelola sudah mempersiapkan protokol kesehatan covid-19bagi para pengunjung yang berwisata.Taman Buah Mekarsari (Taman Buah Mekarsari)

Taman Buah Mekarsari adalah salah satu pusat pelestarian keanekaragaman hayati buah-buahan tropika terbesar di dunia. Selain melihat aneka buah dan memetiknya, ada berbagai wahana untuk wisatawan.

Ada wahana Maxbound yang menelusuri area seperti Sepeda Gantung, Talloir Crossing, Cross Wall, dan Mobil Seluncur. Ada juga KidsBound yang khusus untuk anak usia 5-12 tahun. Selain itu, ada ATV, 3D Trick ART Mekarsari, perahu naga, dan panahan.

  • Harga tiket: Mulai dari Rp 35.000

-ATV / ATV Mini: Rp 40.000

-MaxBound: Rp 35.000

-KidsBound: Rp 35.000

-Panahan: Rp 20.000.

  • Jam buka: 09.00-16.00 WIB.
  • Lokasi: Jalan Raya Cileungsi-Jonggol KM.3, Mekarsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

6. Telaga Warna

Telaga Warna DiengTelaga Warna Dieng Foto: Reexy/d’traveler

Telaga Warna di Dieng merupakan danau vulkanik yang terkenal dengan fenomena perubahan airnya. Hal ini karena kandungan mineral dalam air dan pembiasan cahaya matahari.

Menurut laman SMKN 9 Jakarta, wisatawan bisa berjalan-jalan di jalur trekking yang mengelilingi telaga atau duduk di tepiannya. Telaga ini juga menawarkan spot-spot foto alami yang menakjubkan

  • Harga tiket masuk: Rp 22.000.
  • Jam buka: 07.00-16.00 WIB.
  • Lokasi: Dataran Tinggi Dieng, Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

7. Kota Lama Semarang

Little Netherland, Kota Lama SemarangLittle Netherland, Kota Lama Semarang Foto: Laman resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Semarang

Kota Lama Semarang merupakan destinasi yang sayang untuk dilewatkan saat ke Semarang. Ada sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kokoh dan memiliki sejarah Kolonialisme di kota ini.

Kawasan yang disebut sebagai Little Netherland ini mempunyai beberapa spot menarik yang bisa dikunjungi. Misalnya, ada Taman Srigunting yang dikelilingi bangunan khas Eropa, Gedung Marabunta yang memiliki patung semut raksasa di atasnya, dan Semarang Contemporary Art Gallery yang memiliki berbagai karya seni kontemporer.

  • Harga tiket: Gratis, namun untuk beberapa spot wisata memerlukan tiket masuk. Misal Semarang Contemporary Art Gallery dengan tarif Rp 20.000 per orang.
  • Jam buka: 24 jam.
  • Lokasi:Jl. Letjen Suprapto No.31, Tj. Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah

8. Obelix Hills

Obelix HillsObelix Hills (dok. Obelix Hills)

Obelix Hills menawarkan pemandangan indah Yogyakarta. Menurut laman resminya, destinasi ini berada di atas perbukitan batu, sehingga wisatawan bisa melihat keindahan dari ketinggian.

Ada lebih dari 30 spot foto instagramable di Obelix Hills. Kamu bisa datang sore menjelang malam untuk melihat sunrise di atas bukit.

  • Harga tiket: Rp 20.000 (Weekday) dan Rp 25.000 (Weekend). Harga belum termasuk spot foto berbayar.
  • Jam buka: 10.00-21.00 WIB (Weekday) dan 07.00-21.00 WIB (Weekend dan hari libur nasional.)
  • Lokasi: Dusun Klumprit I-II, Wukiharjo, Kapanewon, Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

9. Batu Night Spectacular

Tim detikJatim menikmati sejumlah wahana di Batu Night SpectacularTim detikJatim menikmati sejumlah wahana di Batu Night Spectacular (Aujana Mahalia/detikcom

Batu Night Spectacular merupakan sebuah lokawisata yang ada di Kota Batu, Jawa Timur. Menurut laman resminya, destinasi ini menggabungkan konsep pusat perbelanjaan, permainan, olahraga, dan hiburan.

Ada beragam wahana yang bisa dinikmati oleh anak-anak sampai orang dewasa. Mulai dari go kart, roller coaster, hunting ghost, bumper car, lampion garden, hingga trick art gallery.

-Tiket reguler: Rp 45.000 (Weekday) dan Rp 65.000 (Weekend).

-Tiket terusan: Rp 115.000 (Weekday) dan Rp Rp 125.000 (Weekend).

  • Jam buka: 15.00-23.00 WIB, untuk tahun baru buka dari pukul 15.00-01.00 WIB.
  • Lokasi: Jl. Hayam Wuruk No.1, Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu.

10. Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran SitubondoTaman Nasional Baluran Situbondo Foto: Taman Nasional Baluran Situbondo (Chuck Shatu Widarsa/detikJatim)

Taman Nasional Baluran di Banyuwangi disebut sebagai Africa van Java. Menurut laman pemkab Situbondo, saat musim kemarau, panoramanya mirip dengan daratan di Afrika, sementara saat musim hujan, pemandangannya hijau berlatar belakang Gunung Baluran.

Selain pemandangan gunung, ada pula Savana Bekol yang menyuguhkan rerumputan dan pepohonan eksotis. Area ini menjadi rumah bagi kerbau, banteng, rusa, kera, lutung, merak, ular, serta beberapa burung kecil.

Pintu Batangan: Rp 21.000 (Weekday) dan Rp 31.000 (Weekend)

Pintu Watunumpuk dan Pintu Perengan : Rp 11.000 (Weekday) dan Rp 16.000 (Weekend).

  • Jam buka: 07.30-16.00 WIB
  • Lokasi: Area Hutan/Kebun, Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo.

11. Pantai Sanur

Wisatawan domestik berwisata di kawasan wisata Pantai Sanur, Denpasar, Bali, Senin (15/4/2024). Hari terakhir masa libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 2024 dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berwisata ke berbagai destinasi yang ada di Pulau Dewata. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/Spt.Pantai Sanur (Fikri Yusuf/Antara)

Pantai Sanur mempunyai pasir putih dengan alam bawah laut yang jernih dan asri. Tak hanya bisa main air di pantai, traveler bisa mencoba sensasi seru menanam terumbu karang di Pantai Mertasari atau disebut dengan sea walker. Aktivitas seru lainnya yaitu mendayung kano dan bersepeda di pinggir pantai.

Dekat dengan pantai ada ragam olahan seafood yang menggoda hingga santapan tradisional. Ada aneka seafood yang dibakar dengan bumbu rempah, sajian sup kepala ikan, hingga sate plecing.

  • Harga tiket: Gratis.
  • Jam buka: 24 jam.
  • Lokasi: Jalan Danau Buyan, Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar.

12. Danau Toba

Perjalanan menuju Parapat via kapal motorPerjalanan menuju Parapat via kapal motor di Danau Toba (Tasya Khairally/detikcom)

Panorama danau, pemandangan deretan pegunungan, dan pepohonan hijau Danau Toba begitu menyegarkan mata. Traveler bisa menyewa motor untuk mengitari kawasan Pulau Samosir.

Di tepi Danau Toba juga terdapat wisata Bukit Senyum Parapat yang menyediakan tempat duduk dari kayu serta gazebo yang bisa disewa sehari penuh. Dari atas puncak Bukit Senyum Parapat, wisatawan bisa melihat hamparan air Danau Toba dan area rerumputan dan view perbukitan.

  • Harga tiket masuk: Gratis
  • Jam buka: 24 jam.
  • Lokasi: Sumatera Utara.

Bagaimana? Tertarik untuk mendatangi salah satu wisata ini? Sebelum datang, jangan lupa update informasi terbaru terkait wisata yang akan kamu datangi ya. Info tarif, layanan, dan rute memastikan liburan kamu berlangsung aman serta nyaman.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Situs Kumitir, Istana Ajaib Bekas Kerajaan Majapahit


Jakarta

Situs Kumitir dipercaya merupakan istana ajaib yang dikenal sebagai bagian dari Kerajaan Majapahit. Di mana dan seperti apa situs Kumitir itu? Berikut fakta-faktanya.

Situs Kumitir berada di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Situs Kumitir dianggap sebagai situs tak biasa, istana ajaib, karena temuan strukturnya, bentuk, ukuran, dan susunan, yang tidak lazim dibanding situs Kerajaan Majapahit.

Arkeolog menemukan struktur bata raksasa, jauh lebih besar dari bata Majapahit biasa. Selain itu, ditemukan juga parit menyerupai benteng istana, area kompleks sangat luas, mencapai hampir 1 hektare, dan lokasinya persis dengan kawasan suci yang disebut dalam naskah kuno Negarakertagama.


Situs itu juga ditemukan secara dramatis, seperti muncul secara utuh setelah terkubur berabad-abad lalu setelah digali dan dinilai berkorelasi dengan tempat upacara dan leluhur raja, sesuai naskah kuno tersebut.

Para arkeolog menyebut situs itu unik, misterius, dan seperti istana yang timbul dari tanah, ajaib.

Berikut kisah seputar Situs Kumitir!

Peninggalan Istana Ajaib Bhre Wengker

Para arkeolog berpendapat bahwa Situs Kumitir merupakan bekas istana Bhre Wengker atau yang disebut juga dengan istana ajaib. Predikat itu tak diberikan sembarangan, tetapi didasarkan oleh beberapa temuan yang memperkuat pendapat para arkeolog, di antaranya melalui penemuan Naskah Negarakertagama dan peta rekonstruksi peneliti Belanda.

Dalam Naskah Negarakertagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada 1365, memang tidak menyebut Situs Kumitir secara langsung, tetapi isinya menjadi kunci kenapa arkeolog menghubungkannya dengan kawasan tersebut.

Dalam naskah itu digambarkan perjalanan Hayam Wuruk ke arah timur Majapahit dan disebutkan ada kompleks suci besar-dengan tembok, gerbang upacara, parit, serta tempat pemujaan leluhur raja, termasuk perjalanan ritual menuju Candi Gentong, lokasi yang berada tepat di dekat Kumitir.

Situs Kumitir seluas 6,4 hektare di Kecamatan Jatirejo, Mojokerto diyakini bekas istana Bhre Wengker. Ia merupakan paman Raja Majapahit, Hayam Wuruk.Situs Kumitir seluas 6,4 hektare di Kecamatan Jatirejo, Mojokerto diyakini bekas istana Bhre Wengker. Ia merupakan paman Raja Majapahit, Hayam Wuruk. (Enggran Eko Budianto/detikcom)

Deskripsi Prapanca tentang kawasan yang menjadi pusat penghormatan kepada pendiri dinasti Rajasa itu cocok dengan temuan arkeolog, yakni talud bata raksasa, parit keliling, halaman luas bertingkat, dan struktur yang mengingatkan pada istana ritual.

Keselarasan antara naskah sastra abad ke-14 dan temuan fisik itulah yang membuat Kumitir dijuluki “istana ajaib yang muncul dari tanah”. Bangunannya sangat besar, bata-batanya tidak lazim, dan lokasinya berada di jalur ritual kerajaan yang disebut dalam Negarakertagama. Khususnya, bagian yang menyebut istana ajaib Bhre Wengker dan Rani Dhaha, dua tokoh penting yang merupakan penguasa daerah bawahan Majapahit.

Dalam naskah Negarakertagama, tempat-tempat itu digambarkan sebagai bagian timur dan barat dari wilayah inti Majapahit, tempat bangsawan tinggi tinggal dan beraktivitas. Disebutkan pula, bahwa Istana Bhre Wengker didirikan oleh Tribhuwana Tunggadewi tepat setelah wafatnya Jayanegara sebagai raja kedua Kerajaan Majapahit.

Karena itu, para ahli menilai Kumitir bukan sekadar permukiman, melainkan bagian dari kompleks suci Majapahit, ruang upacara yang berhubungan dengan leluhur raja dan simbol kekuasaan dinasti.

Mencegah Perpecahan dan Perebutan Kekuasaan

Dalam catatan lain dijelaskan bahwa saat itu, istana Bhre Wengker dibangun untuk menghindari perebutan kekuasaan antara Tribhuwana Tunggadewi dengan adik kandungnya, Bhre Daha.

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim meyakini, gerbang istana Bhre Wengker, Paman Raja Majapahit Hayam Wuruk di Situs Kumitir, Mojokerto dibangun megah. Mereka mendapatkan temuan baru terkait teknik pembangunan gerbang pada masa lalu.Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim meyakini, gerbang istana Bhre Wengker, Paman Raja Majapahit Hayam Wuruk di Situs Kumitir, Mojokerto dibangun megah. Mereka mendapatkan temuan baru terkait teknik pembangunan gerbang pada masa lalu. (Enggran Eko Budianto/detikcom)

Istana barat dan timur dibangun di Wilwatikapura atau Kota Raja Majapahit yang diyakini berada di Kecamatan Trowulan dan sekitarnya.

Istana barat dikuasai oleh Tribhuwana Tunggadewi dan suaminya Kertawardhana atau dikenal dengan Bhre Tumapel. Kemudian setelah peninggalan Tribhuwana, istana ini diwariskan kepada putranya, Raja Hayam Wuruk.

Adapun, Istana bagian timur dikuasai oleh Bhre Daha. Situs Kumitir kemudian dikenal sebagai istana ajaib Bhre Wengker dan Bhre Daha.

Tempat Pendarmaan Mahesa Cempaka

Situs Kumitir juga dipercaya sebagai tempat pendarmaan atau tempat yang digunakan sebagai wadah untuk menghormati Mahesa Cempaka.

Mahesa Cempaka semasa hidupnya memimpin kerajaan yang berada di bawah kekuasaan Singosari. Sosoknya merupakan keturunan dari Ken Arok dan Ken Dedes. Selain itu, dia merupakan keturunan Bhatara Parameswara yang merupakan leluhur Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.

Mahesa Cempaka meninggal pada 1268 Masehi dan dibuatkan Situs Kumitir sebagai tempat menghormati sosoknya yang sudah membangun dan memerintah kerajaan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com