Tag Archives: hektar

9 Taman yang Tersebar di Jakarta, Bisa Buat Piknik sampai Olahraga


Jakarta

Siapa bilang Jakarta hanya penuh dengan kemacetan dan gedung-gedung tinggi? Di antara padatnya aktivitas kota, Jakarta punya banyak taman yang bisa jadi tempat istirahat sejenak dari kesibukan.

Entah untuk sekadar duduk santai di bawah pohon rindang, piknik bersama keluarga, atau berolahraga di pagi dan sore hari, taman-taman ini siap menyambut siapa saja yang ingin menikmati udara segar di tengah kota.

9 Taman yang Tersebar di Jakarta

Sebagai kota metropolitan, Jakarta tentu membutuhkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berfungsi sebagai ‘paru-paru’ kota, sekaligus ruang untuk beraktivitas masyarakat. Disadur dari laman resmi Provinsi DKI Jakarta, pemerintah menghadirkan berbagai ruang terbuka seperti Taman Kota, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), dan Hutan Kota.


Taman Kota menjadi salah satu ruang publik yang dibangun secara masif oleh Pemprov DKI Jakarta. Taman ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu Taman Maju Bersama (TMB) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

TMB merupakan bagian dari pengembangan RPTRA yang sudah ada sebelumnya. Sementara itu, RTPRA dirancang sebagai taman atau area terbuka yang dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari permainan anak, kamera pengawas (CCTV), hingga ruangan pendukung seperti perpustakaan, PKK Mart, ruang laktasi, dan area komunitas lainnya.

Berikut beberapa taman terbaik yang tersebar di Jakarta, bisa jadi tempat wisata menghabiskan waktu akhir pekanmu untuk piknik, sampai olahraga:

1. Taman Suropati (Menteng, Jakarta Pusat)

Taman Suropati, Menteng, JakartaFoto: Natasha Kayla Ananta/detikcom

Taman Suropati berlokasi di Jl Taman Suropati No.5, RT 5/RW 5, Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Taman ini sudah lama menjadi salah satu ruang hijau favorit warga Jakarta. Lokasinya yang strategis di tengah kota membuat taman ini mudah dijangkau.

Suasana yang teduh berkat deretan pepohonan besar, area jogging track, bangku taman, dan kehadiran komunitas yang sering berkumpul, membuat Taman Suropati cocok untuk sekadar piknik santai atau berolahraga ringan di pagi dan sore hari.

Dengan fasilitas yang lengkap, Taman Suropati adalah salah satu taman yang sangat direkomendasikan di Jakarta. Selain suasana yang nyaman, taman ini punya fasilitas internet gratis, banyak spot kuliner, dan buka 24 jam.

2. Taman Menteng (Menteng, Jakarta Pusat)

Taman Menteng, Jakarta PusatFoto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom

Tak jauh dari Taman Suropati, ada Taman Menteng yang tak kalah menarik. Taman Menteng berlokasi di Jl HOS. Cokroaminoto, RT.3/RW.5, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat.

Taman Menteng merupakan ruang terbuka hijau yang sebelum diubah menjadi taman, area ini sebelumnya adalah lokasi Stadion Menteng. Taman ini berdiri di atas lahan seluas 2,9 hektar dan dihiasi oleh beragam jenis tanaman, setidaknya ada sekitar 30 spesies yang tumbuh.

Taman Menteng juga dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari area olahraga, jogging track, lapangan basket, hingga rumah kaca yang kerap dijadikan tempat pameran seni. Salah satu keunikan taman ini adalah adanya 44 sumur resapan yang berfungsi untuk membantu menyerap air hujan ke dalam tanah.

3. Taman Tabebuya (Jagakarsa, Jakarta Selatan)

Taman Tabebuya di JakselFoto: Fitraya Ramadhanny

Taman Tabebuya merupakan salah satu taman yang wajib untuk dikunjungi karena di momen-momen tertentu, bisa muncul pohon tabebuya yang cantik. Pohon tersebut jika tengah berbunga memiliki beragam keindahan warna seperti merah, merah muda, hingga kuning.

Taman ini terletak di Jalan Moh. Kahfi No. 1 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan dengan luas 9.626 meter persegi. Area rerumputan yang cukup luas di sana digunakan masyarakat sebagai tempat untuk piknik dan bersantai.

Taman ini punya danau buatan dan jalur pejalan kaki yang asri, sangat cocok untuk piknik santai atau sekadar berfoto-foto dengan latar pohon tabebuya yang bermekaran di musim tertentu.

4. Taman Langsat (Kebayoran Baru, Jakarta Selatan)

Taman Langsat di Jalan Barito, Jaksel, bakal dibuka 24 jam. Yuk lihat kondisi terkini taman yang menawarkan suasana asri tersebut.Foto: Pradita Utama

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggulirkan wacana empat taman yang direncanakan beroperasi 24 jam. Di antaranya Taman Langsat, Taman Ayodya, Taman Lapangan Banteng, Taman Menteng, dan Taman Literasi Martha Tiahahu.

Taman Langsat menjadi salah satu yang letaknya berdekatan dengan Sekretariat ASEAN bakal jadi ikon baru ruang terbuka ibu kota. Lokasinya ada di Jl Barito, RT.1/RW.1, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan.

Taman Langsat kerap menjadi daya tarik bagi warga Jakarta berkat area lahannya yang luas serta nuansa hijau yang sejuk dan rindang. Berbagai kegiatan sering dilakukan di taman ini, mulai dari berolahraga, berkumpul sambil menikmati hidangan, hingga sekadar bersantai dan meresapi suasana tenang di sekitarnya.

Taman yang bakal dibuka 24 jam ini memiliki luas 3,6 hektare, dilengkapi dengan fasilitas jogging track sepanjang 750 meter, lapangan tenis, area koleksi tanaman dan pembibitan pohon palem raja, kolam teratai dan sungai buatan, arena bermain anak (ayunan & perosotan), danau mungil dengan taman teratai, toilet umum, mushola, dan area parkir.

Taman Langsat cocok untuk yang ingin lari pagi, yoga, atau sekadar duduk menikmati suasana hijau. Jalur setapak yang luas memudahkan pengunjung berolahraga atau membawa anak-anak berjalan-jalan santai.

5. Taman Ayodia (Barito, Jakarta Selatan)

Taman ini terletak di Jl Lamandau III No.RT.4, RT.4/RW.7, Kramat Pela, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan dengan luas sekitar 8.000 meter persegi. Taman ini memiliki sebuah kolam di bagian tengah, lengkap dengan air mancur yang menyala setiap dua jam sekali.

Area di sekitar kolam sering dimanfaatkan oleh anak-anak untuk memberi makan ikan. Berbeda dengan taman lain yang biasanya dipadati pengunjung di pagi dan sore hari, Taman Ayodia justru mulai ramai saat sore menjelang malam.

Meski jam operasional resminya dimulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, tak jarang pengunjung betah bersantai hingga pukul 21.00 WIB. Tak heran jika taman ini menjadi salah satu taman yang diwacanakan akan beroperasi 24 jam.

Salah satu alasan taman ini cukup diminati adalah lokasinya yang berdekatan dengan pusat keramaian dan tempat nongkrong anak muda. Tersedianya banyak bangku membuat taman ini nyaman untuk bersantai, bahkan beberapa pengunjung memilih duduk di area rerumputan atau di tepi beton di pinggiran kolam.

Meski tak dilengkapi wahana bermain anak, taman ini menyediakan beberapa fasilitas kebugaran. Selain itu, Taman Ayodia juga menjadi tempat yang pas untuk berolahraga, baik pagi maupun sore, karena tersedia alat-alat kebugaran dan jalur jogging yang bisa digunakan untuk berjalan santai.

6. Taman Lapangan Banteng (Jakarta Pusat)

Para pegiat literasi dari komunitas 'Kumpul Baca' membaca buku bersama di taman kota Lapangan Banteng, Jakarta. Kegiatan ini untuk menumbuhkan minat baca.Para pegiat literasi dari komunitas ‘Kumpul Baca’ membaca buku bersama di taman kota Lapangan Banteng, Jakarta. Kegiatan ini untuk menumbuhkan minat baca. Foto: Ari Saputra

Lapangan Banteng berlokasi di kawasan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Dirangkum dari laporan detikTravel dan laman resmi DPRD DKI Jakarta, alun-alun bersejarah ini punya Monumen Pembebasan Irian Barat, yang dibangun pada tahun 1963.

Di sisi utara lapangan, tersedia fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola dan lintasan atletik. Sedangkan di bagian selatan, pengunjung bisa menikmati taman yang dilengkapi kolam setengah lingkaran, air mancur dengan pertunjukan cahaya, serta area teater terbuka.

Lapangan Banteng juga dikelilingi oleh sejumlah bangunan penting, antara lain bekas Istana Daendels atau yang dikenal sebagai Witte Huis (Gedung Putih) yang kini menjadi kantor Kementerian Keuangan RI di sisi timur. Di bagian utara berdiri Kantor Pos Pusat Jakarta, sementara Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal berada di sudut barat laut.

Di sudut barat daya terdapat gedung Kementerian Agama RI, dan sisi selatannya diisi oleh Hotel Borobudur. Akses menuju taman ini juga sangat mudah, karena bisa dijangkau dengan berbagai moda transportasi umum, mulai dari bus TransJakarta, Stasiun KRL Juanda, hingga MRT dari arah Bundaran HI.

7. Taman Literasi Martha Tiahahu (Melawai, Jakarta Selatan)

Taman Literasi Martha Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel), Minggu (2/2/2025).Taman Literasi Martha Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel), Minggu (2/2/2025). Foto: (Adrial Akbar/detikcom)

Taman ini terletak di Jl Sisingamangaraja, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Taman Literasi terletak di kawasan Blok M, yang selalu ramai dengan pengunjung karena banyaknya tempat kuliner yang sedang viral.

Di sini, kamu dapat membaca buku atau mengerjakan tugas di perpustakaan yang ada. Bisa juga sekadar duduk di pinggir kolam atau area atasnya sambil nongkrong bersama teman serta menikmati night vibesnya yang ramai.

Ada banyak tenant makanan dan minuman hingga photobooth yang dapat dijajal di sini. Kolam Taman Literasi menjadi daya tarik bagi anak-anak.

8. Taman Leuser (Jakarta Selatan)

Taman Leuser berada di Jl Lauser No.4 8, RT.8/RW.4, Gunung, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan. Taman ini memiliki luas sekitar 12.000 m² dan menawarkan berbagai fasilitas, seperti jogging track, area bermain anak, serta taman dengan berbagai jenis tanaman.

9. Taman Cattleya (Tanjung Duren, Jakarta Barat)

Salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta terletak di kawasan Tomang. Ruang terbuka hijau itu bernama Taman Cattleya.Foto: Rifkianto Nugroho

Lokasinya berada di Jalan Letjen S. Parman, RT.15/RW.1, Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Taman yang satu ini berada tak jauh dari jalur tol Jakarta-Merak.

Meski lokasinya dekat dengan jalan besar, begitu melewati gerbang masuk, suasana asri dan ruang terbuka yang luas langsung terasa. Area dalam taman ini cukup nyaman bagi siapa pun yang ingin berolahraga, terutama jogging, karena tersedia jalur jogging yang dikelilingi oleh pepohonan rindang sehingga pengunjung bisa berlari dengan aman dan teduh.

Taman ini dirancang dengan pembagian area yang jelas, mulai dari zona khusus jogging, area untuk bersantai, hingga tempat bermain bagi anak-anak. Fasilitas di taman ini juga cukup lengkap, tersedia lahan parkir untuk sepeda, motor, maupun mobil, sehingga pengunjung tak perlu khawatir soal tempat parkir.

Bagi yang datang menggunakan transportasi umum, taman ini mudah diakses dan jaraknya cukup dekat dari beberapa titik pemberhentian. Hanya sekitar tujuh menit berjalan kaki dari halte TransJakarta Kota Bambu Arah Utara, atau sekitar 14 menit berjalan kaki dari Wisma Rimadi Kemanggisan yang dilintasi JakLingko.

Itulah beberapa taman menarik yang bisa ditemukan di Jakarta. Jadi, kalau ingin cari tempat santai atau olahraga tanpa keluar biaya, taman-taman ini bisa jadi pilihan.

(aau/fds)



Sumber : travel.detik.com

Menjelajahi Kapal Hantu dan Hutan Dinosaurus di Lampung



Lampung

Liburan di pantai biasanya identik dengan bermain pasir dan berenang. Tapi di Lampung, kamu malah bisa menjelajahi kapal hantu hingga hutan dinosaurus.

Jungle Sea, sebuah theme park unik yang terletak di pesisir Lampung Selatan akan membawa pengunjung tidak hanya bisa menikmati keindahan pantai, tapi juga merasakan sensasi bermain di tengah wahana penuh adrenalin.

Wahana itu adalah Ghost Ship alias Kapal Hantu hingga petualangan seru di Hutan Dinosaurus. Mengusung konsep yang menggabungkan wisata alam dengan hiburan keluarga, Jungle Sea berdiri megah di atas lahan seluas 4,2 hektar.


Di area seluas itu, pengunjung bisa menjelajahi lebih dari 20 wahana bermain yang menawarkan pengalaman seru, mulai dari wahana edukatif hingga permainan yang memacu adrenalin.

Salah satu daya tarik utama adalah Ghost Ship, sebuah wahana rumah hantu berkonsep kapal karam yang menyajikan suasana mistis di tengah ombak pantai. Adrenalin pengunjung diuji saat mereka melintasi lorong-lorong gelap dengan efek suara dan visual menyeramkan.

Ghost Ship, wahana rumah hantu berkonsep kapal karam bersuasana mistis di tengah ombak pantai.Ghost Ship, wahana rumah hantu Foto: Tommy Saputra

Reza Adikresna, Owner Jungle Sea, mengungkapkan bahwa konsep taman hiburan ini memang terinspirasi dari keinginannya menghadirkan pengalaman wisata pantai yang berbeda dari biasanya.

“Jungle Sea ini hadir di Lampung Selatan untuk memberikan sensasi berbeda dari biasanya. Biasa theme park ini ada di tengah kota, jadi ini wahana pertama yang ada pantainya. Disini ada total 20 wahana bermain di lahan seluas 4,2 hektare, ke depannya direncanakan akan diperluas menjadi 25 hektare,” kata dia.

Sedangkan Hutan Dinosaurus menjadi wahana favorit keluarga, terutama anak-anak yang penasaran berpetualang di antara replika dinosaurus raksasa yang tampak hidup berkat teknologi suara dan gerak mekanis.

Wahana Hutan Dinosaurus di Jungle SeaWahana Hutan Dinosaurus di Jungle Sea Foto: Tommy Saputra

Ada juga beberapa spot foto bertema alam Jepang hingga Yunani yang Instagramable. Jungle Sea juga menyediakan area kuliner dan panggung hiburan yang rutin menampilkan pertunjukan musik serta atraksi seni.

Menurut Reza, Jungle Sea juga menjadi bentuk dukungan untuk mendongkrak pariwisata Lampung Selatan, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

“Kami berharap Jungle Sea bisa jadi magnet wisata baru, apalagi letaknya strategis dekat dengan kota dan mudah dijangkau. Selain itu, kami juga libatkan warga lokal dalam operasional dan pengembangan wahana di sini,” tambahnya.

Dengan harga tiket yang ramah di kantong yakni Rp 50 ribu untuk per orang, detikers bisa mencoba seluruh wahana yang lengkap untuk segala usia, Jungle Sea menjadi destinasi liburan keluarga yang menawarkan sensasi berbeda di tepi pantai, hanya di Lampung Selatan.

“Untuk sekarang ini masih promo di harga Rp 50 ribu itu bisa sepuasnya bermain di semua wahana. Promo ini berlaku hingga 3 bulan ke depan,” imbuh Reza.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Mari, Bernostalgia di Studio Alam TVRI Depok



Depok

Nama Studio Alam TVRI sudah melegenda di Depok. Berdiri sejak tahun 1980-an, tempat wisata hijau ini memang membawa nostalgia banyak orang,

Berlokasi di Jl. Studio Alam TVRI, Sukmajaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Studio Alam TVRI diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto sebagai tempat syuting bertema alam.

Memiliki luas 28 hektar, tempat wisata ini didominasi oleh hutan, sehingga populer sebagai tempat piknik oleh banyak kalangan, khususnya orang tua.


Saat berkunjung ke sana pada Jumat (9/5/2025), kawasan itu terbilang sepi. Yang ada saat itu adalah pasukan Kostrad, sedang berlatih tembak di balik pepohonan rapat Studio Alam TVRI.

Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok Foto: Andhika Prasetia

Ada yang berbeda dari tempat wisata ini. Bagian depan, setelah tulisan ikon ‘Studio Alam TVRI’, terdapat spot-spot yang lebih warna-warni. Itu adalah spot foto yang disediakan oleh pengelola untuk pengunjung.

Hiasannya memang instagenik, ada lampion dan payung warna-warna. Sayang, menara pandang kayu sedang ditutup karena lapuk akibat hujan yang berkepanjangan di minggu ini.

Sedikit segar, padang rumput Studio Alam TVRI kini diisi dengan rumah adat joglo dan rumah bale-bale. Tempat itu biasanya disewakan untuk syuting atau event.

Nostaligia ke Studio Alam TVRI DepokNostaligia ke Studio Alam TVRI Depok Foto: (Andhika/detikFoto)

Ada satu rumah yang sudah lapuk, malah setengah roboh. Itulah rumah Siti Nurbaya yang dipakai untuk film Siti Nurbaya yang disiarkan di TVRI pada zaman dahulu.

Bagian belakang, terlihat pusdiklat dan asrama TVRI. Ini merupakan bagian perkantoran dan mess pegawai. Mereka kerap lalu lalang di sana dengan setelan dinas ‘TVRI’.

Matahari semakin tinggi, belum ada tanda-tanda pengunjung yang bertambah. Saya ngobrol dengan UMKM yang berjualan di sana. Dagangannya sederhana, terdiri dari berbagai macam jenis minuman dingin dan jajanan saja.

Studio Alam TVRI merupakan destinasi wisata yang menawarkan konsep alam di Kota Depok, Jawa Barat. Tempat yang diresmikan tahun 1985 ini kerap menjadi lokasi syuting.Studio Alam TVRI merupakan destinasi wisata yang menawarkan konsep alam di Kota Depok, Jawa Barat. Tempat yang diresmikan tahun 1985 ini kerap menjadi lokasi syuting. Foto: Andhika Prasetia

“Iya sepi kalau hari biasa, rame Sabtu-Minggu atau ada event,” ucapnya.

Sinar matahari masih mencoba untuk menembus dedaunan rapat dari pohon-pohon yang rindang di sana. Angin sesekali bertiup, tapi hawa panas seakan tak mau beranjak dari sana.

Tiga jam sebelum tutup, wisatawan mulai berdatangan. Aneh juga, mau tutup malah makin ramai, pikir saya. Seorang anak datang ditemani orang tuanya, namanya Niva (7).

Ibu Nunung berkata, ia dan anaknya sedang berkunjung ke rumah teman sekolah. Datang dari Parung, ia sekalian mampir ke Studio Alam TVRI.

Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok Foto: Andhika Prasetia

“Sudah tiga kali ke sini, lumayan buat bawa anak. Murah meriah, adem,” kata ibunda.

Niva sedikit pemalu, tapi dengan senyum lebar ia menunjukkan kebahagiannya liburan di sana.

“Senang, foto-foto. Mau ke sini lagi,” jawabnya dengan mata berbinar.

Studio Alam TVRI merupakan destinasi wisata yang menawarkan konsep alam di Kota Depok, Jawa Barat. Tempat yang diresmikan tahun 1985 ini kerap menjadi lokasi syuting.Studio Alam TVRI Foto: Andhika Prasetia

Sekelompok anak-anak dengan beberapa remaja juga mulai terlihat memasuki kawasan wisata. Mereka langsung ngacir foto-foto.

Irma, Manager Sales Studio Alam TVRI menjelaskan bahwa kebanyakan yang datang ke sana pada sore hari adalah warga sekitar. Baru ditempatkan pada April 2024, ia juga masih belum terbiasa dengan hal itu.

“Iya, justru pas mau tutup baru pada dateng. Mungkin karena panas banget ya kalau siang,” ungkapnya.

Tempat wisata itu buka setiap hari, Senin-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB, sementara Sabtu-Minggu 07.30-16.00 WIB. Irma menjelaskan bahwa mereka menerima pengunjung sampai pukul 4 sore, lalu tutup pada pukul 18.00 WIB.

“Nanti ada petugas keamanan yang keliling untuk membantu pengunjung keluar,” ungkapnya.

Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok Foto: (Andhika/detikFoto)

Fasilitas dan biaya masuk

Studio Alam TVRI memang tak seperti yang dulu lagi, makin cantik. Ada fasilitas lapangan futsal, toilet, padepokan dan padang rumput yang luas untuk disewakan sebagai tempat event. Meski begitu kehangatan yang diberikan masih terasa sama, menyimpan segudang nostalgia.

Biaya masuknya dibedakan, orang dewasa akan dikenakan Rp 6.000 per kepala dan anak-anak Rp 5.000 di hari Senin-Jumat. Saat weekend, semua akan dikenakan biaya umum yaitu Rp 7.000 per kepala. Lalu biaya parkir motor Rp 5.000 dan mobil Rp 10.000.

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com

9 Tempat Wisata Hits di Bogor, Pilihan Tempat Liburan Bareng Keluarga


Jakarta

Bogor tak pernah kekurangan pilihan tempat wisata untuk keluarga dan orang-orang terdekat. Berbagai destinasi wisata bisa ditemukan di sini dengan beragam fasilitas, wahana, dan layanan bagi pengunjung.

9 Pilihan Tempat Wisata Hits di Bogor Bareng Keluarga

Berikut adalah pilihannya dikutip dari arsip berita detik travel dan media sosial tempat wisata terkait.

1. Enchanting Valley

Enchanting Valley PuncakEnchanting Valley Puncak Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom

Tiket masuk

  • Regular dewasa weekday 135 ribu dan weekend 160 ribu.
  • Premium dewasa weekday 195 ribu dan weekend 225 ribu.

Alamat

  • Jalan Raya Puncak KM 77, Cilember, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Destinasi seluas 22 hektar ini menggabungkan wahana permainan, spot foto, kuliner, dan pentas drama musikal. Dengan suhu yang relatif sejuk, Enchanting Valley menyediakan tempat healing yang asri, nyaman, dan rindang.


2. The Nice Playland Gunung Geulis

Tiket masuk

Alamat

  • Jalan kampung, RT 02/RW 02, Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Destinasi wisata ini menggabungkan arena permainan, kebun binatang mini, dan kuliner enak. Area tempat bermain berada di luar ruangan dengan pilihan wahana dan rainbow slide. Pengunjung juga bisa main air di kolam yang menyediakan sarana permainan.

3. Hidden Dragon Hill

Tiket masuk

  • Rp 50 ribu per orang diutamakan bagi yang pesan lebih dulu.

Alamat

  • Jalan Kadaka, Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tempat healing ini cocok dinikmati bersama keluarga dan orang-orang terdekat sambil makan durian. Selain cuaca yang sejuk dan asri, pengunjung bisa menikmati ikon negeri Cina yang identik dengan naga dan warna merah. Jangan lupa pesan tempat dulu sebelum datang agar bisa menikmati semua layanan.

4. Minimania Puncak Bogor

Mini ManiaMini Mania (Mini Mania/instagram)

Tiket masuk

  • Minimania: Rp 35 ribu
  • Sakura Park: Rp 35 ribu
  • Adventure Land: Rp 35 ribu.

Alamat

  • Jl. Sentul Paradise Park, Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sesuai taglinenya, Minimania menyediakan aneka miniatur dunia dalam ukuran mini. Pengunjung bisa berfoto depan spot pilihan, dengan kostum favorit. Di sini juga tersedia skyride yang memungkinkan pengunjung melihat pemandangan area wisata dan sekitarnya dari atas.

5. Goa Lalay

Liburan ke Bogor tak lengkap tanpa menjelajahi keindahan wisata alamnya. Namun, pernahkah terpikir untuk mengunjungi bagian timur kota Bogor yang menyimpan surga tersembunyi?Goa Lalay (Amalia Novia Putri)

Tiket masuk

Alamat

  • Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat.

Bekas tambang ilegal ini ditata sedemikian rupa hingga menjadi alternatif wisata warga Bogor dan sekitarnya. Selain arena permainan, Goa Lalay menyediakan banyak spot menarik untuk bahan update medsos. Sebagai informasi, lalay dalam bahasa Sunda artinya adalah kelelawar yang pernah menghuni wilayah tersebut.

6. The Ranch Puncak

The Ranch di BogorThe Ranch di Bogor (maureen/d’Tarveler)

Tiket masuk

  • Rp 10.000 = tiket masuk
  • Rp 25.000 = tiket masuk + segelas susu sapi segar
  • Rp 25.000 = tiket masuk + kasih makan kelinci
  • Rp 30.000 = tiket masuk + kasih makan domba
  • Rp 35.000 = tiket masuk + menunggangi kuda poni
  • Rp 40.000 = tiket masuk + menunggangi kuda besar
  • Rp 40.000 = tiket masuk + sepeda listrik (20 menit).

Alamat

  • Jl. Raya Puncak Gadog KM 77, Cisarua, Bogor.

The Ranch Puncak cocok untuk healing dan liburan bareng teman dan keluarga dengan udara segar, sejuk, dan nyaman. Destinasi wisata ini menyediakan kebun binatang mini, aneka wahana permainan, dan tentunya berbagai kuliner lezat.

7. Nicole’s River Park

nicole's river park.Nicole’s River Park (Instagram @nicolesriverpark)

Tiket masuk

  • Weekday Rp 35 ribu
  • Weekend Rp 40 ribu
  • WNA Rp 120 ribu.

Alamat

Jl. Raya Puncak, Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tempat wisata bertema istana ini menyediakan spot foto menarik, misal replika bunga sakura dan jembatan merah shinkyo. Tentunya pengunjung bisa berwisata sambil mengenakan kimono. Selain berfoto, pengunjung juga bisa memberi makan hewan-hewan lucu di mini zoo dan naik aneka wahana.

8. Melrimba Garden

Sejumlah wisatawan mencoba menaiki wahana balon udara di Melrimba Garden, Puncak Bogor, Jawa Barat, Senin (5/5/2025).Balon udara di Melrimba Garden, Puncak Bogor, Jawa Barat (Agung Pambudhy)

Tiket masuk

  • Dewasa Rp 20 ribu
  • Anak-anak Rp 15 ribu

Alamat

  • Jalan Raya Puncak Km 87 Tugu Utara, Cisarua, Bogor.

Destinasi wisata ini menyediakan wisata balon udara dengan tarif Rp 850 ribu per orang. Balon udara nantinya mengangkasa selama 15 menit dengan jarak kurang lebih 50 meter dari tanah. Jadwal wisata balon udara adalah pukul 06.00-09.00 WIB dan pukul 15.00-20.00 WIB sesuai cuaca serta arah angin.

9. Kampung Tokyo Bogor

Jauh dari hiruk pikuk keramaian, Desa Malasari menawarkan berbagai keindahan. Inilah salah satu destinasi wisata tersembunyi di Bogor.Rumah penduduk di Kampung Tokyo berlokasi di Desa Malasari, Bogor (Andhika Prasetia)

Tiket masuk

Alamat

  • Desa Malasari, Kecamata Nanggung, Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH).

Kampung Tokyo sebetulnya adalah sebutan bagi Desa Malasari karena rumah penduduknya yang seperti perkampungan Jepang zaman dulu. Malasari dikelilingi perkebunan teh Nirmala yang punya hawa sejuk, asri, dan sangat nyaman.

Buat detikers yang mau berkunjug ke tempat wisata hits di Bogor, jangan lupa update informasi di medsos atau situs wisata terkait. Info terkini memungkinkan pengunjung tahu ketersediaan layanan, harga tiket, program promo, dan rute terbaik.

(row/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Alun-Alun Barat Depok, Kebanggaan Warga Sawangan, Cocok buat Berakhir Pekan



Depok

Depok mempunyai dua alun-alun, ada yang di bagian timur dan barat. Alun-alun Barat (Albar) menyuguhkan pesona tersendiri sebagai tempat kumpul warga.

Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) berada di Sawangan lama, Depok masuk lewat perumahan Shila Sawangan. Albar terasa berbeda dari Altim, yang berada di Grand Depok City, terutama kontur dan luasnya.

Dibangun pada 2024, Albar memiliki luas 2,1 hektar. Lebih kecil dari Altim, tapi tampak lebih mencolok dengan Jembatan Juara di atas Setu Tujuh Muara.


Jembatan sepanjang 168 meter itu menghubungkan kelurahan Sawangan dan Bojongsari. Dibuat dengan menggunakan sling, jadilah jembatan gantung khusus orang.

Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura) Kota Depok Lintang Yuniar Pratiwi mengatakan jembatan itu aman dengan kapasitas 40-60 orang dalam satu waktu.

“Motor nggak boleh lewat, sepeda juga. Hanya orang saja, karena ada CCTV, pos pantau dan keamanan,” katanya pada Kamis (14/5).

Pengunjung atau warga yang ingin menyeberang tidak diperbolehkan untuk berhenti terlalu lama di tengah jembatan. Jalur jembatan pun dibuat khusus untuk dua arah, agar tidak ada kendaraan atau orang berkumpul di sepanjang area.

“Jembatan kita fasilitasi penangkal petir, tapi kalau mulai mendung dengan potensi petir, akan kita tutup,” kata dia.

Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Bukan cuma kendaraan bermotor, drone pun dilarang terbang tanpa izin.

Selain jembatan gantung, Albar juga memiliki gedung serbaguna. Gedung berkapasitas 700-1.000 orang itu disewakan. Sejauh ini, mayoritas penyewa menggunakan gedung serbaguna itu untuk kegiatan sekolah atau hajatan.

Dengan luas hanya setengah dari Altim, Albar didesain untuk terlihat lebih luas. Joging trek dipasang mengelilingi taman dengan variasi kolam dan sungai.

Taman Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) berada di tengah. Perosotan, jungkat-jungkit, dan ayunan menjadi favorit anak-anak. Devan yang berusia dua tahun memilih perosotan sebagai kesukaannya.

Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) 9Rifkianto Nugroho/detikcom)

“Iya tadi dia main perosotan,” kata salah satu ibu yang berkunjung pada Jumat (16/5).

Saat pagi hari memang didominasi oleh keluarga yang membawa anak. Mereka bisa jogging, selagi anak bermain tanpa perlu khawatir.

Salman, bayi yang berusia satu setengah tahun, juga ikut merasakan senangnya bermain di Albar. Bocah laki-laki itu berlarian di sepanjang jembatan tanpa alas kaki. Ia tampak senang, sesekali jongkok untuk melihat ke bawah air.

“Sering saya bawa ke sini. Dia bisa bermain sambil berjemur kalau pagi-pagi,” kata ayah Salman.

Hal lain yang menambah keestetikan Albar adalah kios khusus UMKM. Lintang berkata bahwa bangunan terdiri dari 12 unit yang diperuntukkan bagi 11 kecamatan dengan luas 3×3. Sayang, kios UMKM hanya buka di akhir pekan saja.

Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) (Rifkianto Nugroho/detikcom)

“Untuk Kecamatan dua unit, karena lokasinya di Sawangan,” kata dia.

Menurut Joni, seorang juru parkir Albar, alun-alun tersebut paling ramai dikunjungi saat akhir pekan. Warga sekitar datang pagi-pagi untuk olahraga. Minggu biasanya menjadi hari yang paling ramai pengunjung.

“Di parkiran sini dibikin tiga layer, bisa sampai 300 motor,” kata dia.

Di hari libur, parkir kerap overload, sementara pengunjung antre untuk masuk. Pengelola menyediakan parkir di sisi utara, parkir di bawah gedung serbaguna atau kantong parkir lainnya.

“Kalau ada event kita koordinasi dengan petugas linmas dari kecamatan Bojongsari,” kata dia.

Albar memang sengaja untuk memfasilitasi masyarakat Depok di bagian barat, sehingga pergerakan masyarakat tak melulu terpusat di Margonda. Masyarakat kini bisa menggunakan fasilitas berupa body gym, area akupuntur dan joging trek untuk berolahraga. Kawasan pohon jati di area jembatan gantung membuat suasana alun-alun semakin teduh.

Alun-alun ini buka mulai pukul 06.00-18.00 WIB dan gratis.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kebun Raya Kuningan, Permata Hijau di Jantung Rebana Metropolitan



Kuningan

Salah satu destinasi wisata yang akan dikembangkan di kawasan Rebana Metropolitan adalah Kebun Raya Kuningan. Dengan luas mencapai 154 hektar, Kebun Raya Kuningan memiliki banyak fasilitas yang bisa dinikmati pengunjung.

Tidak jauh dari gerbang pintu masuk, terlihat gazebo yang lokasinya di tengah rindangnya pepohonan. Tidak jauh dari gazebo juga terlihat sebuah danau yang diberi nama Danau Cibutu. Danaunya cukup luas dengan kondisi air danau yang bersih, hampir tidak ada sampah plastik yang terlihat.

Di sekitar danau terdapat bebatuan yang bisa digunakan untuk tempat duduk sambil memandangi air danau yang indah dan tenang. Selain Danau Cibutu, Kebun Raya Kuningan juga memiliki danau lain, yakni Danau Lurah yang lokasinya di bagian atas Kebun Raya.


Naik lagi ke atas, terdapat patung banteng dan lapangan dengan rumput berwarna hijau yang cukup luas. Di bagian ujung lapangan terdapat kolam ikan dan menara teropong yang bisa digunakan pengunjung untuk melihat pemandangan seluruh area Kebun Raya Kuningan.

Selain patung banteng, ada juga patung kuda yang lokasinya di dekat air mancur Kebun Raya Kuningan. Terdapat juga rumah anggrek, laboratorium, kantin, aula, dan juga toilet. Untuk lahan parkirnya sendiri cukup luas, yakni ada sekitar tiga lahan parkir yang tersebar di Kebun Raya Kuningan. Bagi yang ingin menginap, tersedia juga penginapan sebanyak 10 unit dan juga area untuk berkemah.

Bagi yang berminat untuk menikmati suasana asri dari Kebun Raya Kuningan, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuknya sebesar Rp 10.000 dan Rp 5.000 untuk anak-anak. Untuk waktu operasionalnya, dimulai dari pukul 07.30 WIB sampai 16.00 WIB. Kebun Raya Kuningan berlokasi di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.

—-

Artikel ini sudah tayang di detikJabar. Baca selengkapnya di sini.

(sud/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Keindahan Masjid Djauharotul Imamah, Saat Arsitektur Eropa Bertemu Jawa


Jakarta

Masjid unik dengan gaya bangunan berbeda dan padat program bisa ditemukan di beberapa wilayah Indonesia. Salah satunya Masjid Djauhoratul Imamah yang berada di Pati, Jawa Tengah, yang mengingatkan jemaah pada sebuah kastil.

“Bagus banget masjidnya, nyaman, dan minimalis. Arsitekturnya keren banget pengen ke sana lagi kalau ada waktu,” tulis akun Ima Rahmawati dalam Google Review.

Aneka kegiatan yang dikelola masjid juga mendapat pujian warganet. Salah satunya kajian pada hari tertentu dengan ustaz yang kompeten sebagai pengisi acara. Kajian tersebut dinilai sesuai kebutuhan dan menjawab pertanyaan jemaah.


“Selain sebagai tempat salat berjamaah, masjid ini juga sebagai rujukan sumber ilmu agama. Ilmu tauhid, akhlak, tafsir, siroh, fiqh, hadits, dan masih banyak lagi Insya Allah komplit,” tulis akun kakak pertama.

Lokasi Masjid Djauharotul Imamah yang Unik

Masjid Djauharotul Imamah berada di Jl. Penjawi Gang II, Kaborongan, Pati Lor, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Lokasi masjid ini tidak terlalu jauh dengan Alun-alun Pati yang menjadi pusat kegiatan warga.

Jarak Masjid Djauharotul Imamah dan alun-alun Pati kurang lebih 1,1 km yang bisa ditempuh dalam waktu tiga menit. Jemaah bisa menggunakan transportasi umum atau pribadi sesuai kebutuhannya. Bagi yang membawa kendaraan pribadi tak perlu khawatir, karena masjid menyediakan arena parkir cukup luas.

Masuk ke arena masjid, jemaah langsung disuguhi keindahan arsitektur masjid dengan gaya Eropa. Masjid Djauharotul Imamah dirancang punya tampilan mirip kastil dengan tetap menggunakan kubah, sebagai ciri khas masjid Indonesia. Masjid didominasi warna cokelat yang menimbulkan kesan elegan sangat indah.

Masjid ini punya halaman luas yang tak hanya digunakan untuk parkir, tapi juga kegiatan sehari-hari. Misal makan siang bersama usai salat Jumat, buka puasa, atau pasar yang diselenggarakan pada bulan Ramadan. Halaman juga digunakan masjid untuk sekadar duduk dan ngobrol.

Bangunan masjid terdiri atas dua lantai, dengan bagian bawah digunakan sebagai aula dan tempat wudhu. Sementara salat dilakukan di lantai dua, dengan ruang imam berbentuk gebyok kayu berukir. Desain ini terasa sangat njawani atau khas Jawa.

“Masjid ini berdiri tahun 2011 dan memang bergaya campuran Jawa dan Eropa. Gaya Eropa dilihat dari bangunan mirip kastil yang jarang ditemui di Pati,” ujar kata Wakil Ketua Takmir Masjid Djauharotul Imamah Hamzah pada detikJateng.

Di area masjid juga terdapat taman belakang yang digunakan jemaah untuk santai, ikut kajian, atau menunggu waktu salat. Tentunya masjid juga punya fasilitas lain untuk memenuhi kebutuhan jamaah, misal toilet bersih dan wangi di lantai satu plus sandal.

Bangunan masjid menggunakan jendela cukup lebar yang memudahkan sirkulasi udara dalam ruangan. Jendela ini juga mengingatkan jemaah pada bangunan istana negeri dongeng dalam film atau buku cerita. Penggunaan jendela besar dan plengkungnya membuat tampilan masjid makin anggun dan dreamy.

Menurut Hamzah, masjid ini tak pernah sepi didatangi jemaah yang ingin beribadah atau sekadar berteduh. Masjid Djauharotul Imamah berdiri di lahan seluas satu hektar dengan kapasitas total 100 orang. Jika jemaah melimpah, lantai satu bisa diubah sementara menjadi ruang salat.

Program Masjid Djauharotul Imamah

Masjid yang buka 24 jam ini menerapkan manajemen zero sebagai dasar pengelolaan masjid. Maksudnya, dana dari jamaah dikelola sebaik mungkin demi kemakmuran masjid dan umat sehingga kas menjadi nol. Tentunya pengelolaan harus bertanggung jawab dan benar-benar memberi manfaat.

Beberapa program masjid adalah makan bersama dan aneka kajian yang ilmunya mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ulasan google menyatakan, program makan bersama tepat bagi para santri dan musafir yang mampir di masjid.

Detikers yang penasaran dengan masjid yang dibangun di tanah wakaf Mbah Johar Malikan dan Imam Sulaini ini bisa datang setiap saat. Selama di Masjid Djauharotul Imamah pastikan selalu sopan, menjaga kebersihan, dan taat aturan lingkungan sekitar.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ulasan Kemuning Sky Hills 2025, Pemandangan Stunning di Tengah Kebun Teh


Jakarta

Kemuning Sky Hills adalah spot wisata populer berupa jembatan kaca setinggi 60 meter di Karanganyar, Jawa Tengah. Berdiri di tengah kebun teh yang terletak di ketinggian 800-1.540 mdpl, destinasi wisata itu menjanjikan udara sejuk dan pemandangan luar biasa.

“Stunning, ke sana saat cuaca cerah banget jadi viewnya makin amazing. Buat yang suka ijo-ijo pasti seneng banget ke sini. Parkiran di sini luas, nggak perlu khawatir buat yang bawa kendaraan sendiri ga usah khawatir,” tulis akun Vika Kumala Sari dalam google review.

Kemuning Sky Hills dengan suasana yang nyaman dan damai memang tempat yang tepat untuk healing dan refreshing. Di sini, pengunjung bisa melihat pemandangan Gunung Lawu dari jauh, langit yang bersih, dan udara sejuk.


Daya Tarik Kemuning Sky Hills

Kemuning Sky Hills diresmikan pada pergantian tahun 2022-2023 seperti ditulis dalam laman Pesona Karanganyar. Selain jembatan kaca yang jadi primadona, masih ada spot piknik lain di spot ini seperti dijelaskan dalam situs yang dikelola Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karanganyar tersebut.

1. Sky bridge terpanjang se-Jawa Tengah

Tinggi jembatan kaca Kemuning Sky Hills disebutkan berbeda-beda di tiap sumber. Situs The Lawu Grup sebagai yang mendirikan sky bridge menjelaskan, tinggi jembatan kaca 10-38 meter sesuai lokasi. Sedangkan panjang jembatan kaca mencapai 120-125 meter.

Bahan yang digunakan adalah kaca setebal 3 cm dengan ketahanan beban mencapai 280 kg/m2. Sky bridge memiliki total luas penampang adalah 245 m2 sehingga menampung 600 orang. Namun demi keamanan, pengelola memutuskan kapasitas maksimal adalah 150 orang dengan syarat tidak merokok dan lepas alas kaki selama di sky bridge.

2. Hamparan kebun teh Kemuning

Kebun teh peninggalan Belanda ini adalah daya tarik lain Kemuning Sky Hills. Berdiri sejak 1925, kebun teh ini masih memberi penghidupan bagi masyarakat sekitar. Pengunjung bisa melihat sendiri petani sedang memetik teh di lahan seluas 437 hektar ini.

Selama di kebun teh, pengunjung bisa merasakan udara dingin namun tidak sampai menggigil. Menghirup udara sejuk ini dalam-dalam bisa memberi banyak energi bagi turis yang perlu relaksasi dan recharge. Luasnya kebun teh juga membantu mata relaksasi setelah berhari-hari sibuk dengan banyak aktivitas.

3. Bukit Teletubbies

Daya tarik Bukit Teletubbies sebetulnya adalah puncak Kebun Teh Kemuning yang dipangkas hingga jadi tanah lapang. Lahan yang lapang dan terletak di ketinggian ini mengingatkan pengunjung pada Bukit Teletubbies di serial anak-anak.

Di sini, pengunjung bisa duduk santai menikmati pemandangan atau menikmati makanan di warung sekitar. Area ini juga menyediakan kamar kecil sehingga pengunjung tak perlu khawatir.

4. Spot foto Instagramable

Selama di Kemuning Sky Hills, pengunjung tentunya wajib berfoto yang nantinya diunggah ke medsos. Tak perlu khawatir, Kemuning Sky Hills menyediakan banyak spot foto Instagramable yang bakal bikin follower iri luar biasa.

Spot ini adalah depan gerbang Bukit Teletubbies, patung flamingo pink, hasil seni kontemporer berbentuk bintang dari bambu, pigura foto, bulan sabit, dan pose tangan terbuka. Tiket masuk di spot foto ini adalah Rp 10 ribu per orang.

5. Ngopi sambil liat sunset

Setelah lelah berkeliling Kemuning Sky Hills, pengunjung bisa melepaskan penat di coffee shop yang terletak di tengah kebun teh. Segelas kopi atau teh hangat dan aneka camilan menjadi teman yang pas untuk menutup hari.

Apalagi bila pengunjung menikmatinya ditemani keindahan pesona sunset. Kehadiran keluarga dan orang-orang terdekat akan semakin menghangatkan suasana di kebun teh. Sebagai informasi Cafe Kemuning Sky Hills kini sudah berstatus halal. Kfe buka setiap hari pada pukul 09.00-19.00.

Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Kemuning Sky Hills

Dikutip dari akun Instagramnya @kemuningskyhills, berikut infonya.

Lokasi

Kemuning Sky Hills berlokasi di Jl. Karangpandan-Ngargoyoso, Sumbersari, Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Harga tiket

  • Tiket kawasan wisata: Rp 10 ribu
  • Tiket jembatan kaca: Rp 30 ribu.

Harga tiket kawasan wisata sudah termasuk ke berbagai spot foto, kafe, dan Bukit Teletubbies.

Jam buka

Operasional Kemuning Sky Hill adalah pukul 09.00-18.30.

Rute ke Kemuning Sky Hills dari Jakarta

Perjalanan ke Kemuning Sky Hills diawali naik kereta menuju stasiun Karanganyar dengan pilihan sebagai berikut

  • Fajar Utama Solo: Rp 350 ribu.
  • Sawunggalih: Rp 250 ribu.
  • Gajahwong: Rp 300 ribu.
  • Bangunkarta: Rp 265 ribu.

Selanjutnya, detikers bisa melanjutkan perjalanan dengan transporasi charter menuju destinasi wisata. Bagi yang memilih kendaraan umum, detikers bisa memilih angkutan menuju Terminal Ngargoyoso lalu dilanjutkan menuju Jl. Karangpandang-Ngargoyoso.

Objek Wisata Sekitar Kemuning Sky Hills

Buat pengunjung yang masih ingin liburan di sekitar Kemuning Sky Hills untuk menikmati udara segar dan alamnya yang hijau, berikut pilihan lainnya

1. Paralayang

Olahraga yang kerap dikatakan ekstrem ini memungkinkan pengunjung menikmati area kebun teh Kemuning dari ketinggian 2.300 meter. Dikutip dari Instagram salah satu penyedia paralayang, tarif olahraga ini berkisar Rp 450 ribu-700 ribu.

2. Jeep

Alam Kemuning sangat cocok bagi detikers yang suka wisata petualangan, salah satunya dengan naik jeep di jalan licin berlumpur. Pengunjung akan berdiri di mobil dengan mobil khas adventure tersebut merasakan ugal-ugalannya driver menembus alam Kemuning. Paket wisata seru ini dipatok dengan harga Rp 200 ribu-300 ribu per pack bergantung pengelola.

3. Candi Cetho

Bangunan bersejarah ini dibangun pada masa Kerajaan Majapahit pada 1451-1470. Candi bercorak Hindu ini berlokasi di Desa Cetho, Gumeng, Kecamatan Jenawi. Situs ini berlokasi sejauh kurang lebih 4 km dari Kemuning Sky Hills dengan waktu tempuh 13 menit.

4. Air Terjun Parang Ijo

Wisata alam ini berjarak kuran lebih 6,4 km dari Kemuning Sky Hill dengan waktu tempuh 17 menit. Air terjun ini dikelilingi tebing yang penuh dengan aneka tumbuhan rimbun. Air terjun Parang Ijo akan mengundang decak kagum siapa saja yang melihatnya.

5. Air Terjun Jumog

Di sini pengunjung dapat menyaksikan panorama alami sambil berfoto, berenang, atau mandi air terjun. Dikutip dari google maps, air terjun bisa diakses dalam waktu 16 menit sejauh 6,6 km dari Kemuning Sky Hills.

Detikers yang ingin berkunjung ke Kemuning Sky Hills, bisa update lebih dulu untuk memastikan ketersediaan layanan. Update info juga memungkinkan detikers merencanakan perjalanan dan akomodasi dengan baik.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Masjid Sejuta Pemuda, Ikhtiar Melayani Tamu 24 Jam


Jakarta

Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi, Jawa Barat bukan sekadar tempat menunaikan ibadah saat jam salat, namun dibuka 24 jam nonstop. Masjid ini menjadi jujugan banyak orang, mulai dari warga setempat hingga musafir.

Rumah ibadah dengan nama lengkap Masjid Pemuda At-Tin itu mungkin tidak asing bagi pengguna media sosial. Konten pelayanan pada jemaah yang ketiduran, belum makan seharian, atau memberi seduhan kopi di sela kegiatan selalu banjir viewer.

Netizen tak segan memuji program dan kegiatan Masjid Sejuta Pemuda. Para netizen berharap bisa mengunjunginya suatu hari dan merasakan hikmah masjid. Netizen juga berharap bisa menikmati masjid yang dikeliling pemandangan indah alam Sukabumi.


“Saya belum pernah berkunjung ke Mesjid Sejuta Pemuda ingin sekali datang ke sana. Saya sangat kagum sekali dengan pengurus mesjidnya. Semoga para pengurus selalu diberikan kesehatan agar bisa berbuat kebaikan untuk semua orang,” tulis akun Nurjanah.

Warganet yang sudah sempat berkunjung berharap jemaah lain bisa ikut datang ke Masjid Sejuta Pemuda. Hingga saat itu tiba, warganet berharap pengurus bisa terus melaksanakan tugasnya dengan baik. Sehingga, Masjid Sejuta Pemuda bisa terus menebarkan kebaikan pada semua orang.

“Semoga lebih banyak orang yang hadir untuk beribadah di sini serta pengurusnya tetap istiqomah dalam kebaikan. Semoga Allah beri kesempatan saya dan anak-anak beribadah di sana saat ke Sukabumi,” tulis akun Sulistyowati 250514.

Lokasi Masjid Sejuta Pemuda yang Nyaman dan Ramah

Masjid Sejuta Pemuda berada di Jl. Lamping, Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Pendiri Masjid Sejuta Pemuda Anggy Firmansyah Sulaiman menjelaskan, masjid ini berkonsep open space yang memungkinkan jemaah melihat alam sekeliling.

Konsep ini memungkinkan jemaah, pengurus, dan masyarakat sekitar berinteraksi dengan baik. Orang yang sekadar datang berkunjung juga bisa ikut merasakan manfaat masjid. Interaksi tidak hanya terjadi di ruang salat atau saat kegiatan ibadah dilakukan.

“Masjid ini open space untuk kami dan masyarakat. Mereka punya peran di sini, dan kami ingin masjid ini benar-benar bermanfaat bagi semua,” ujar Anggy.

Masyarakat dan pengurus berinteraksi dalam sejumlah kegiatan yang dilakukan Masjid Sejuta Pemuda. Hal yang sama dilakukan pada para tamu Allah. Semua arena indoor dan outdoor bisa dimanfaatkan untuk kajian, kegiatan sosial, atau rapat seputar memakmurkan masjid.

Masjid Sejuta Pemuda berdiri di area seluas kurang lebih satu hektar. Di sini, fasilitas pendukung dibangun untuk kenyamanan para umat. Beberapa fasilitas tersebut adalah toilet wangi, tempat wudhu nyaman, dapur dan ruang makan cukup lega, serta balkon yang dilengkapi meja kursi.

Di sini juga tersedia coffee bar tempat marbot barista meramu kopi untuk semua pengunjung. Tentu tersedia minuman dan camilan lain bagi pengunjung yang memilih suguhan lain.

Sebagai informasi, Masjid Sejuta Pemuda tidak punya pagar. Hal ini sesuai konsep masjid sebagai yang terbuka 24 jam bagi semua umat. Para pengunjung bisa datang setiap saat untuk beribadah atau sekadar berteduh. Tentunya masjid dilengkapi tempat parkir luas dan pengurus yang siap menemani anak-anak.

Program Masjid Sejuta Umat

Dalam media sosialnya, Masjid Sejuta Umat menyediakan sejumlah program untuk umat antara lain:

Masjid ramah musafir

Di Masjid Sejuta Umat, para musafir yang bermalam diberi fasilitas menginap. Misalnya bantal dan alas kasur seingga bisa beristiraat dengan nyaman. Program ini diterapkan untuk jemaah laki-laki dan perempuan

Coffee bar premium gratis

Masjid menyediakan working space dan coffee ala cafe yang tersedia bagi para jemaah. Fasilitas ini tersedia pukul 09.00-21.00 untuk semua pengunjung yang berada di masjid. Minuman kopi disiapkan khusus marbot masjid yang merangkap barista.

Bagi-bagi makan tiga kali sehari

Makanan gratis disajikan tiga kali sehari untuk semua pengunjung masjid. Hidangan ini diolah di dapur masjid dari bahan-bahan berkualitas. Seluruh proses memasak dilakukan dengan bersih dan benar.

Ramah anak

Masjid Sejuta Pemuda tidak melarang atau menganggap anak-anak mengganggu kegiatan beribadah. Anak-anak diberikan ruang belajar khusus sehingga bisa tetap berkegiatan, tidak merasa bosan, dan tak mengganggu orang yang sedang ibadah

Ramah kucing

Masjid Sejuta Pemuda berada tidak jauh dari pasar dan tempat masyarakat umum beraktivitas. Lingkungan sekitar masjid sering dijadikan lokasi pembuangan kucing. Pengurus masjid lantas mengurus kucing-kucing tersebut dengan baik dan membuka adopsi. Program ini didasari keyakinan untuk saling menyayangi antar makhluk Tuhan.

Buat detikers yang ingin mengunjungi Masjid Sejuta Pemuda, bisa menjadwalkan kedatangan tiap saat. Dengan lingkungan yang asri dan nyaman, jemaah bisa dipastikan betah berada di masjid. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan, kerapihan, dan taat aturan.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Rakit Danau Lido, Alternatif Liburan Murah dan Sejuk di Bogor


Jakarta

Danau Lido di Bogor, Jawa Barat adalah spot liburan alternatif bagi yang tidak bisa jauh dari Jakarta. Di sini tersedia beragam wahana rekreasi dan kuliner yang bisa dinikmat bersama keluarga.

Salah satu bentuk wisata yang jangan sampai terlewat adalah perahu rakit yang disewakan warga sekitar. Pengunjung tentunya wajib membayar biaya sewa sesuai lokasi tujuan.

Lokasi Danau Lido

Danau Lido terletak di Jl. Raya Bogor-Sukabumi Km 21, Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Luas Danau Lido awalnya 24 hektar namun menjadi hanya 11-12 hektar seperti dijelaskan dalam arsip berita detikcom.


Kedalaman Danau Lido adalah 9 meter dikutip dari tulisan Daya Dukung Perairan Danau Lido Berkaitan dengan Pemanfaatannya untuk Kegiatan Budidaya Perikanan Sistem Keramba Jaring Apung karya Fredrik Tambunan, dkk, dari IPB University. Danau Lido mengalami sedimentasi seluas 3 hektar akibat kegiatan yang tidak ramah lingkungan.

Kawasan yang juga disebut Situ Lido ini dikelilingi pemandangan hijau dan cuaca sejuk sehingga cocok sebagai lokasi wisata. Angin di sekitar Danau Lido bertiup sepoi dan tidak terlalu kencang sehingga terasa sangat nyaman.

Biaya Masuk Danau Lido dan Tarif Wisata Rakit

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

Tarif Masuk Danau Lido

Danau Lido tidak menetapkan biaya masuk, kecuali wisatawan mengunjungi kawasan wisata yang dikelola pihak swasta. Pengunjung tentunya jangan sampai melewatkan perahu rakit yang dikelola masyarakat setempat.

Tarif Wisata Rakit Danau Lido

Biaya sewa perahu rakit Danau Lido adalah:

Keliling danau

  • WNI: Rp 150 ribu per kelompok
  • WNA: Rp 500 ribu per kelompok.

Antar jemput restoran

Perahu rakit untuk antar jemput tamu restoran biasanya dimiliki masing-masing tempat makan. Tamu bisa memilih makan di perahu rakit atau di dalam restoran. Untuk tamu yang memilih makan di perahu, menu akan dikirim dari restoran pilihan.

Danau Lido bisa diakses dengan mobil dan kereta dengan rute sebagai berikut:

Mobil

  • 2 jam 3 menit lewat Jl. Tol Jagorawi sejauh 78 km
  • 2 jam 10 menit lewat Jl. Tol Jagorawi dan Jl. Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi sejauh 83,6 km.

Kereta

  • Naik KRL tujuan Stasiun Bogor di Kota Bogor
  • Lanjut kereta Pangrango rute Bogor-Sukabumi turun di Stasiun Cigombong
  • Pengunjung bisa melanjutkan dengan perjalanan sejauh 2,7-3,4 km menuju Danau Lido.

Sejarah Danau Lido dari Masa ke Masa

Danau Lido BogorDanau Lido Bogor (bonauli/detikcom)

Danau Lido sebetulnya sudah lama dikenal sebagai tempat liburan dengan air jernih, tenang, dan hawa sejuk. Warga sekitar senang datang ke Danau Lido untuk cuci mata atau sekadar melihat pemandangan.

Menurut Ketua Paguyuban Kluster Wisata Rakit Danau Lido, Indra Jaya Lesmana, ikan di dalam danau bisa terlihat karena jernihnya air. Namun air jernih dan luasnya danau yang seperti tak bertepi perlahan menghilang akibat sedimentasi.

“Dulu warna air Danau Lido jernih, ikan-ikan masih bisa terlihat dari permukaan. Namun sedimentasi mengakibatkan danau makin keruh dan besarnya terus menyusut,” kata Indra.

Danau Lido mendapat sorotan lebih luas setelah memperoleh status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dikelola MNC Land. KEK MNC Lido City ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah nomor 69 tahun 2021, sementara peresmiannya dilakukan pada Jumat, 31 Maret 2023.

Fokus KEK MNC Lido City adalah pariwisata terintegrasi yang memudahkan pengunjung. Dalam perjalanannya, KEK ini ditengarai menyebabkan sedimentasi yang berisiko mengganggu keseimbangan lingkungan sekitar. Risikonya adalah bisa terjadi banjir besar di daerah hilir, karena Danau Lido berada di area hulu Sungai Cisadane.

Pemerintah lantas melakukan investigasi yang membuktikan KEK MNC Lido City melakukan reklamasi pada Danau Lido seluas 3 hektar. Pemerintah juga menggelar audiensi dengan masyarakat dan dinas terkait yang menghasilkan bukti KEK MNC Lido City belum memiliki izin lingkungan.

Dengan hasil tersebut, pemerintah menyegel KEK MNC Lido City dan melarang pembangunan. Perkara ini dikabarkan sudah naik ke tahap penyidikan sesuai arsip berita detikcom pada Senin (19/5/2025). Hingga kini, perkara KEK MNC Lido City dan izin lingkungannya masih berlanjut

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com