Tag Archives: hektare

Satu Hektare Berapa Meter? Ini Penjelasan dan Contoh Penghitungannya


Jakarta

Kata hektare biasa kita temui salam satuan menghitung luas lahan atau tanah. Pada umumnya, satuan hektare dipakai untuk menyebutkan luas lahan dengan hamparan luas. Sementara untuk lahan yang tak begitu luas biasa kita menghitungnya dengan satuan meter persegi.

Masih banyak orang belum mengetahui alias bingung cara mengkonversi satuan hektare ke meter persegi. Lalu, berapa meter persegi satu hektare itu?

Berikut penjelasan hektare dan meter dan contoh soalnya.


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBB) Daring, hektar atau hektare (disingkat ha) adalah satuan ukuran luas yang sama dengan 10.000 meter persegi atau 100 are. Nah, dari sini bisa diketahui bahwa satu hektare itu sama dengan 10.000 meter.

Cara menghitung satu hektare berapa meter sangatlah mudah. Dijelaskan dalam e-Jurnal berjudul Ukuran Luas Are dan Hektare oleh Mekrin, satu hektare setara dengan 100 meter x 100 meter, yang hasilnya adalah 10.000 meter.

Perbedaan Hektare dan Are

Masih banyak masyarakat yang kebingungan dalam membedakan hektare dan are. Sebenarnya, hektare adalah bentuk dasar dari are. Lantas apa yang membedakan keduanya?

Hektare adalah satuan ukuran luas yang setara 10.000 meter persegi. Dalam notasi ilmiah, hektare ditulis sebagai “ha”. Sementara itu, are adalah satuan ukuran luas yang setara dengan 100 meter persegi. Dalam notasi ilmiah, are ditulis sebagai “a”.

Dalam praktiknya, hektare lebih sering digunakan dalam pengukuran lahan yang lebih besar seperti lahan pertanian, perkebunan, atau kebun binatang. Sedangkan are lebih sering digunakan dalam pengukuran lahan yang lebih kecil seperti tanah kosong atau lahan di perkotaan.

Namun, kedua satuan ini dapat digunakan secara bergantian, tergantung kebutuhan penggunaan dan ukuran lahan yang akan diukur.

Contoh Soal Menghitung Luas dalam Hektare

Setelah memahami apa itu hektare dan perbedaannya dengan are, mari kita simak beberapa contoh soal menghitung luas dalam satuan hektare di bawah ini.

1. Contoh Soal 1
Sebuah lahan pertanian memiliki panjang 150 meter dan lebar 80 meter. Berapa luas lahan tersebut dalam satuan hektare?

Jawaban:
Luas lahan = panjang x lebar
= 150 m x 80 m
= 12.000 m²

Ingat, 1 hektare = 10.000 m²

Luas lahan dalam hektare = 12.000 m²:10.000 m²/hektare
= 1,2 hektare

Jadi, luas lahan pertanian tersebut adalah 1,2 hektare.

2. Contoh Soal 2
Sebuah taman memiliki bentuk persegi panjang dengan panjang 200 meter dan lebar 150 meter. Berapa luas taman tersebut dalam satuan hektare?

Jawaban:
Luas taman = panjang x lebar
= 200 m x 150 m
= 30.000 m²
Luas taman dalam hektare = 30.000 m²:10.000 m²/hektare
= 3 hektare

Jadi, luas taman tersebut adalah 3 hektare.

3. Contoh Soal 3
Sebuah kebun memiliki bentuk lingkaran dengan jari-jari sebesar 75 meter. Berapa luas kebun tersebut dalam satuan hektare?

Jawaban:
Luas kebun = π x r²
= 3,14 x 75 m x 75 m
= 17662,5 m²

Luas kebun dalam hektare = 17662,5 m²:10.000 m²/hektare
= 1,76625 hektare

Jadi, luas kebun tersebut adalah 1,76625 hektare.

Nah, itu dia penjelasan mengenai satu hektare berapa meter beserta contoh soalnya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers yang kesulitan saat menghitung satuan hektare ke meter.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Desa Cikaso, Potret Sukses Desa BRILiaN yang Bangkit dari Sawah hingga Wisata



Jakarta

Berada di Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Desa Cikaso memiliki pesona tersembunyi dan segudang potensi alam dengan hamparan sawah yang memanjakan mata. Cek di sini destinasi wisata yang bisa disinggahi.

Berada di wilayah dataran rendah yaitu sekitar 500 mdpl, Desa Cikaso memiliki lahan subur yang banyak dimanfaatkan masyarakat menjadi lahan pertanian. Di bawah naungan BUMDesa Sangga Emas, Desa Cikaso memiliki sederet unit usaha masyarakat unggulan yang membuatnya menjadi desa mandiri.

Berbekal potensi utama lahan pertanian seluas 107 hektare dan lahan hortikultura seluas 42,5 hektare, warga pun berupaya melakukan pengolahan berbagai hasil bumi.


Desa itu juga sudah memiliki pabrik untuk menggoreng bawang dan pabrik pengolahan padi. Pabrik itu sejalan dengan program untuk menciptakan ketahanan pangan dari pemerintah sehingga kebutuhan beras untuk warga bisa diproduksi sendiri hingga 6 ton per bulan di lumbung desa.

Pertanian bawang juga menjadi salah satu hasil bumi unggulan yang berhasil dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat. Tanaman bawang diolah menjadi bawang goreng dipasarkan ke toko-toko setempat, pasar, dan secara online.

Desa Cikaso juga memiliki budi daya jamur tiram juga menjadi hasil pertanian unggulan di Desa Cikaso. Dikelola oleh kelompok usaha para petani yang juga di bawah naungan BUMDesa, hasil panen jamur tiram ini tidak hanya dipasarkan di wilayah Kuningan saja, tapi juga dikirim hingga ke kota lain seperti Brebes dan Jakarta.

Banyaknya warga Desa Cikaso yang mayoritas hidupnya berasal dari sektor pertanian membuat kebutuhan akan pupuk pertanian jadi hal yang sangat penting. Untuk memenuhi kebutuhan itu, kelompok tani memproduksi pupuk hayati secara mandiri.

Selain hasil pertanian, BUMDesa Sangga Emas dengan cerdik menangkap peluang sektor pariwisata yang ada di Desa Cikaso. Sawah Lope menjadi salah satu obyek wisata yang banyak dikunjungi oleh masyarakat di sekitar.

Destinasi itu dikembangkan justru saat wabah Covid-19 melanda, yakni pada 2019. Saat itu, mobilitas warga desa terbatas dan ada imbauan untuk berjemur. Nah, kebutuhan itu dipenuhi dengan membentuk Sawah Lope.

Sawah Lope dibuat dengan konsep wisata pertanian yang dekat dengan alam. Dalam prosesnya Sawah Lope itu berkembang dengan memiliki membangun gazebo, restoran, permainan anak, dan kolam renang.

Seluruh potensi, potensi pertanian dan wisata yang dibangun warga tak hanya bermanfaat bagi desa, namun juga berhasil mendapatkan prestasi luar biasa. Salah satunya adalah Desa Cikaso berhasil menjadi runner-up Nugraha Karya Desa Brilian 2023.

Saat menerima penghargaan Ketua BUMDesa Sangga Emas Saparudin mengatakan bantuan dari BRI berperan penting dalam pengembangan dan pembangunan Desa Cikaso yang lebih maju. Apresiasi pengembangan desa dari BRI sebesar Rp750 juta dialokasikan untuk mengembangkan bumi perkemahan seperti membangun villa dan gazebo, serta pembuatan kolam renang di Sawah Lope.

“Sampai saat ini kami juga tetap mendapatkan pendampingan dan pelatihan dari BRI untuk menambah ilmu. Bagi saya, ini merupakan bantuan yang tak ternilai,” kata Saparudin.

Selain itu, ada juga bantuan sarana prasarana dari BRI untuk pengembangan BUMDesa dan klaster usaha di desa. Berkat seluruh bantuan ini, Desa Cikaso sudah mulai bertransformasi dalam dunia digital dengan membuat website desa CIKASO.GODESA.ID. Digitalisasi dalam keuangan juga didukung penuh oleh BRI dengan kehadiran agen BRILink dan agen UMi yang membantu transaksi keuangan warga.

Direktur Utama BRI Sunarso dalam acara BRI Microfinance Outlook 2025 pada 30 Januari menyampaikan telah memberikan pendampingan dan pembinaan kepada desa-desa potensial produktif melalui Desa Brilian. Sebanyak 4.327 Desa Brilian di Indonesia sejauh ini telah didorong untuk mengoptimalisasi keunggulan yang dimiliki dan menumbuhkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Desa Brilian merupakan program inkubasi desa yang diselenggarakan oleh BRI bekerjasama dengan pihak ketiga sebagai komitmen perusahaan dalam mengembangkan potensi desa binaan BRI.

(fem/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Cara ke Hutan Kota GBK: Jam Buka dan Fasilitasnya


Jakarta

Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) adalah salah satu ruang hijau yang hits di Jakarta. Luas areanya sekitar 9 hektare, dengan view kontras gedung tinggi dan hijau pepohonan.

Taman Kota GBK berada di di Pintu Tujuh Senayan, Jl. Jenderal Sudirman, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat.

Akses dan Rute ke Taman Kota GBK

Hutan Kota GBK menjadi alternatif wisata selain ke mal. Biasanya hutan kota itu menjadi tempat untuk menghabiskan waktu sore.Hutan Kota GBK menjadi alternatif wisata selain ke mal. Biasanya hutan kota itu menjadi tempat untuk menghabiskan waktu sore. (Grandyos Zafna/detikcom)

Masuk ke Hutan Kota GBK gratis (tidak dipungut biaya). Letaknya sangat strategis karena berada di jantung Jakarta, sehingga akses menuju Taman Kota GBK cukup mudah.


Taman ini bisa dijangkau menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Mengutip laman Jakarta Tourism dan catatan detikTravel, berikut adalah panduan untuk ke Taman Kota GBK:

1. Cara ke Hutan Kota GBK Naik TransJakarta

Halte terdekat dari Taman Kota GBK adalah Halte Polda Metro Jaya di dekat pintu 7 GBK. Selain itu, traveler juga bisa berhenti di Halte Senayan Bank DKI (dulu halte GBK).

Traveler bisa naik Transjakarta koridor 1 Jurusan Blok M-Kota atau koridor 3F Kalideres – Halte Senayan Bank DKI. Dari halte itu, traveler bisa melanjutkan dengan berjalan kaki untuk sampai ke Hutan Kota GBK.

  • Dari Jakarta Timur: Naik Transjakarta koridor 7 (Kampung Rambutan-Kampung Melayu) – turun di Halte Transjakarta Cawang UKI – naik koridor 9C (Pinang Ranti-Senayan).
  • Dari Jakarta Barat dan Jakarta Selatan: Naik Transjakarta koridor 9 (Pluit-Pinang Ranti) – transit di Kuningan Barat – naik koridor 9C (Pinang Ranti-Senayan).
  • Dari Jakarta Utara: Naik Transjakarta koridor 12 (Tanjung Priok-Pluit) – turun di Halte Transjakarta Kota – naik koridor 1 (Kota-Blok M) turun di Halte Senayan Bank DKI (GBK) – dari Halte GBK, bisa masuk lewat pintu 5 di samping Mal FX atau pintu 6.

2. Cara ke Hutan Kota GBK Naik MRT

Jika naik MRT ke Taman Kota GBK maka turunnya di Stasiun MRT Istora Mandiri. Traveler bisa keluar dari stasiun yang dekat dengan pintu 6 GBK. Dari stasiun MRT Istora mandiri ke Hutan Kota GBK bisa jalan kaki sekitar 9 menit.

3. Cara ke Hutan Kota GBK Naik KRL

Jika menggunakan KRL ke Hutan Kota GBK, traveler bisa turun di stasiun Palmerah. Dari stasiun, traveler bisa melanjutkan perjalanan dengan ojek online.

4. Cara ke Hutan Kota GBK dengan Kendaraan Pribadi

Jika menggunakan kendaraan pribadi, traveler bisa memasuki area kompleks GBK dan mencari area Parkir Selatan GBK. Sementara, sepeda motor bisa diparkir di area Stadion Akuatik dan Helipad.

Jam Buka Hutan Kota GBK

Cara ke Taman Kota GBK Naik MRTHutan Kota GBK. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Hutan Kota GBK buka setiap Selasa-Minggu dengan dua shift dalam satu hari, yakni mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan 15.00-18.00 WIB. Jadwal itu tercantum pada papan informasi di depan Hutan Kota GBK.

Fasilitas Hutan Kota GBK

Tersedia banyak fasilitas di Hutan GBK, di antaranya:

  • Area kolam trembesi dengan konsep alas kayu di atasnya.
  • Jogging track
  • Bangku taman
  • Ruang ganti
  • Toilet
  • Foodcourt.

Pengunjung juga bisa bawa makanan ke Hutan Kota GBK. Namun, perlu diingat jika membawa makanan dan minuman selalu jaga kebersihan dan buang sampahnya ya.

(khq/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Pemandian Air Panas Ciwalini, Kehangatan di Kebun Teh yang Dingin



Kabupaten Bandung

Terletak di tengah perkebunan teh, Pemandian Air Panas Ciwalini memberikan secercah kehangatan di tengah dinginnya udara pegunungan.

Bagi Anda yang hobi traveling ke wilayah Bandung Selatan, Anda bakal tahu pemandian air panas ini di mana? Ya, Pemandian Air Panas Ciwalini, Rancabali namanya.

Pemandian air panas ini, menjadi pemandian tertua di kawasan Rancabali, Kabupaten Bandung setelah Kolam Pemandian Air Panas Cimanggu tutup selama empat tahun lebih.


Humas Pemandian Air Panas Ciwalini, Herman Rubiana mengatakan 31 tahun sudah pemandian air panas ini berdiri. Menurutnya, pemandian dengan latar pemandangan gunung Patuha ini didirikan sejak tahun 1993 lalu.

“Tahun 1993 didirikan oleh Herman Rusmana seorang Administratur PTPN VIII Rancabali,” kata Herman saat berbincang akhir pekan lalu.

Pemandian air panas CiwaliniPemandian air panas Ciwalini Foto: Wisma Putra/detikJabar

Herman mengatakan, sebelum dikomersilkan, pemandian air panas ini kerap digunakan oleh pimpinan-pimpinan PTPN VIII yang berkantor di Rancabali atau sedang berkunjung ke Rancabali. Selain kolam, di pemandian air panas ini juga dilengkapi vila.

“Dulu vila yang dibangun di sini digunakan untuk gegeden kebun atau atasan perkebunan, setelah ramai baru dikomersilkan, juga ditambah empat cotage,” ungkapnya.

Menurutnya karena produktivitas dan harga teh Ciwalini sedang bagus, pemandian air panas itu tidak setiap hari buka karena pada masa itu, pemandian air panas ini menjadi usaha sampingan.

“Dulu jadwal buka Rabu-Kamis dan Sabtu-Minggu, Senin-Selasa dan Jumat tutup. Ini sampingan, karena waktu itu produktivitas dan harga teh sedang bagus. Kebetulan ada sumber air panas di kawasan kebun teh dan dijadikan kolam renang,” jelasnya.

Menurut Herman, sumber air panas yang ada di kawasan perkebunan teh Ciwalini ini tidak hanya satu. Melainkan banyak dan sumber air panas itu dialirkan ke pemandian air panas tersebut.

“Ada empat sumber air panas, yakni Ciengang, Citambaga, Citambeleg dan Kampung,” ujarnya.

Herman mengatakan, selain digunakan untuk mengairi pemandian air panas ini, sumber air panas itu juga digunakan oleh warga sekitar.

“Untuk sumber air panas Kampung digunakan untuk ke sini dan warga Ciwalini,” ucapnya.

Disinggung terkait kunci agar pengunjung balik lagi ke Pemandian Air Panas Ciwalini, Herman sebut, kebersihan kolam menjadi hal yang utama.

“Eksis kebersihannya, tidak sirkulasi, dari sumber ke kolam lalu dibuang, kalau di Ciater dari atas turun ke bawah, baru ditarik lagi, kalau di sini air lewat saja,” ujarnya.

“Air diganti setiap hari, keramik dibersihkan untuk menghilangkan lumut, seminggu dua kali di Hari Selasa dan Jumat,” tambahnya.

Herman menambahkan, awalnya pemandian air panas ini berdiri di lahan sekitar 2 hektar, namun seiring waktu berjalan ditambah dengan kawasan cotage 1,6 hektare dan seluruhnya menjadi 3,6 hektar.

Sekedar informasi, untuk harga tiket perorangan Rp 40 ribu, hari biasa dan weekend harga tiket sama. Untuk bus Rp 30 ribu, mobil kecil Rp 15 ribu dan motor Rp 8 ribuan. Sementara itu, kapasitas pengunjung mencapai 3-4 ribu.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Aktivitas Seru, Jam Buka, dan Harga Tiket


Jakarta

Di tengah kota Bandung ada tempat rekreasi yang ramah anak maupun keluarga, yaitu Kiara Artha Park. Di sana terdapat beragam atraksi dan wahana seru yang bisa dicoba oleh pengunjung.

Kiara Artha Park lebih tepatnya merupakan taman kota berkonsep modern. Taman seluas 13 hektare ini selalu ramai didatangi wisatawan lokal maupun luar kota yang ingin bermain, rekreasi, atau sekadar melepas penat.

Penasaran dengan taman tengah kota satu ini? Temukan informasi Kiara Artha Park di bawah ini.


Ada Apa Saja di Kiara Artha Park?

Terdapat berbagai spot dan atraksi menarik yang dapat traveler coba di Kiara Artha Park Bandung. Berikut penjelasannya.

1. Taman

Suasana long weekend di Kiara Artha Park.Suasana long weekend di taman dalam area Kiara Artha Park. (Anindyadevi Aurellia)

Sesuai namanya, Kiara Artha Park merupakan taman tengah kota. Di sini dapat ditemukan pepohonan rindang yang teduh dan sebuah danau buatan. Traveler dapat bersantai di bawah pohon atau di tempat duduk yang tersedia sambil menikmati suasana dan pemandangan taman.

Pengunjung bisa pula berjalan-jalan di sekitar danau atau mengelilingi taman dengan sepeda, skuter, atau bus trem. Area taman ini juga cocok banget untuk kumpul-kumpul dan menghabiskan waktu bersama keluarga, anak, teman, maupun pasangan.

Selain itu, kamu dapat melakukan aktivitas olahraga seperti jogging atau lari di sekitar Kiara Artha Park.

2. Playground

Terdapat area bermain di Kiara Artha Park yang dilengkapi ayunan, papan seluncur, dan wahana lain. Traveler juga dapat bermain trampolin, mencoba wall dan pipe climbing, sampai menjajal wahana ninja warrior di Lollipops yang ada di Kiara Artha Park.

Di Kiara Artha Park juga terdapat arena bermain gokart yang seru yaitu Fuku Kart. Untuk bermain di sini dikenakan tiket masuk tambahan ya.

3. Air Mancur Menari

Sejak dibuka 17 Agustus lalu, ruang publik Kiara Artha Park, Kota Bandung, selalu ramai dikunjungi. Begini keseruannya saat menikmati Kiara Artha Park di malam hari.Festival cahaya dan air terjun menari di Kiara Artha Park. (Rico Bagus)

Air Mancur Menari dapat disaksikan di danau Kiara Artha Park. Pertunjukan air mancur ini berlangsung setiap harinya pada jam-jam tertentu.

Keindahan Air Mancur Menari bertambah pada malam hari dengan berhiaskan sorotan lampu berwarna-warni yang mempesona.

4. Wisata Kuliner

Deretan tenant makanan dapat traveler temukan di Kiara Artha Park. Mulai dari gerai makanan siap saji, kedai kopi, kafe, hingga jajanan tendaan. Menu makanan, minuman, dan camilan ringan yang disuguhkan bervariasi. Terdapat hidangan lokal sampai makanan internasional.

Bukan hanya tenant-nya saja yang beragam, tetapi juga tersedia banyak tempat duduk. Jadi, kamu tidak usah bingung mau duduk di mana saat menyantap hidangan.

5. Live Music

Di beberapa sudut Kiara Artha Park terdapat live music dengan alunan musik dan penyanyi bersuara merdu yang siap menemani waktu nongkrongmu di sana. Tak jarang di taman ini juga diselenggarakan festival musik yang menghadirkan penyanyi papan atas.

6. Spot Photo

Bandung Lautan Fotografer 2023 di Kiara Artha Park.Spot photo di Kiara Artha Park. (Istimewa)

Selain view Kiara Artha Park yang menawan bisa dijadikan lokasi foto, traveler dapat mengabadikan momen bersama teman maupun keluarga di spot yang berada di sana.

Dengan merogoh kocek terjangkau, kamu sudah dapat berfoto sepuasnya dan membawa pulang hasil foto aesthetic berkualitas bagus.

Kiara Artha Park terletak di tengah Kota Bandung. Tepatnya di Jl. Banten, Kebonwaru, Kecamatan Batununggal. Dari Alun-Alun Kota Bandung, objek wisata ini berjarak 5-6 km dan dapat ditempuh sekitar 15-20 menit, tergantung kondisi jalan.

Taman ini berjarak sekitar 8-9 km dengan waktu tempuh 17-23 menit dari Stasiun Bandung. Sedangkan dari Gedung Sate, jarak tempuhnya berkisar 4,5 km dan dapat menjangkaunya dalam waktu 10-13 menit.

Akses menuju Kiara Artha Park sangat mudah. Destinasi wisata ini bisa dijangkau menggunakan sepeda motor, mobil, sepeda maupun transportasi umum. Kiara Artha Park memiliki tiga akses pintu masuk yang tersebar di Jl. Ibrahim Adjie, Jl. Jakarta, dan Jl. Banten.

Jam Buka Kiara Artha Park

Kiara Artha Park buka setiap hari dari jam 09.00-21.00 WIB. Taman tengah kota ini cenderung masih sepi pengunjung di pagi hari dan jadi spot yang pas jika ingin menikmati udara segar.

Kalau mau menyaksikan suasana taman dan pertunjukan Air Mancur Menari yang dipenuhi lampu-lampu, traveler bisa datang ke sini pada sore menjelang malam hari.

Harga Tiket Masuk Kiara Artha Park

Untuk masuk ke Kiara Artha Park dikenakan tiket masuk dengan harga terjangkau, yaitu Rp 10.000 saja. Untuk menjajal wahana permainan atau menyewa kendaraan yang tersedia, traveler perlu mengeluarkan biaya terpisah ya.

Fasilitas Kiara Artha Park

Fasilitas di Kiara Artha Park terbilang lengkap. Di sana tersedia area parkir luas, toilet umum, mushola, area bermain, kuliner, hingga spot piknik yang dilengkapi dengan meja dan bangku. Di samping itu, taman ini ramah penyandang disabilitas dengan adanya jalur khusus dan fasilitas pendukung.

Nah, itu tadi informasi mengenai Kiara Artha Park Bandung. Untuk informasi lebih lengkap mengenai taman ini, traveler dapat cek Instagram resminya di @kiaraarthapark.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Kali Odo Gedangan, Sungai yang Airnya Mengalir saat Kemarau


Kali Odo adalah destinasi wisata air yang punya keunikan. Ini adalah sebuah sungai yang airnya mengalir jernih dari sumber mata air.

Wisata Kali Odo menawarkan wisata alam dengan kesegaran air murni, yang berlokasi di Desa Gedangan, Semarang. Sebagai sumber air dan ekosistem alami, Sumber Mas Kali Odo juga kaya akan nilai budaya dan sejarah.

Daya Tarik Kali Odo

Dikutip dari situs Desa Gedangan, pasokan air bersih Kali Odo berasal dari sumber mata air bawah tanah.


Menariknya, air Kali Odo mengalir saat musim kemarau. Di musim hujan, justru airnya tidak mengalir.

Mata air tersebut juga bermanfaat untuk sarana persawahan dan air minum bagi warga masyarakat di beberapa desa selain Gedangan.

Desa Gedangan sendiri merupakan desa wisata, yang memiliki 2 jenis tanah garapan pertanian berupa perkebunan dan persawahan.

Di sebelah baratnya, terdapat sumber-sumber mata air yang dengan situs peninggalan sejarah berupa susunan batu bata kuno yang belum tergali.

Dilansir laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, air dari Sumber Mas Kali Odo juga dipakai untuk mengairi tak kurang dari 50 hektare sawah warga di 3 desa, yakni Desa Gedangan, Sraten, Rowosari.

Sungainya memang telah lama menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat sekitar. Selain itu, ada tradisi unik yang kerap dilakukan warga sekitar di sana yakni melakukan keceh atau berenang di aliran sungai.

Acara tersebut dikenal dengan tradisi sadranan, yang diisi dengan doa para tokoh agama. Tujuan tradisi ini yaitu sebagai bentuk mensyukuri anugerah Tuhan Yang Maha Esa, yang telah mengalirkan air alami dari Sumber Mas Kali Odo.

Setiap memasuki musim kemarau warga dusun menggelar selamatan, dengan menghidangkan puluhan nasi tumpeng. Saat musim kemarau, air mulai keluar dari mata air di hulu sungai.

Alamat Kali Odo

Wisata Kali Odo berlokasi di Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Harga Tiket Masuk Kali Odo 2024

Harga tiket masuk ke Sumber Mas Kali Odo berkisar Rp 5.000 per orang. Jika pengunjung ingin menyewa pelampung, biaya tambahannya juga hanya Rp 5.000 saja.

Jam Buka Kali Odo

Wisata Kali Odo buka setiap hari dari jam 07.00-18.00 WIB.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

4 Wisata Alam di Sembungan Wonosobo, Desa Tertinggi di Pulau Jawa


Jakarta

Lanskap Indonesia yang di antaranya terdiri dari gunung dan pegunungan membuat sebagian masyarakat tinggal di dataran tinggi. Bahkan ada suatu wilayah di Pulau Jawa yang disebut sebagai desa tertinggi.

Ialah Desa Sembungan di Wonosobo yang dijuluki sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa. Bukan tanpa alasan, Sembungan dikenal demikian karena terletak di ketinggian seiktar 2.300 mdpl. Panoramanya menawan dengan hamparan sawah berundak dan latar perbukitan hijau yang diselimuti sejuknya udara pegunungan.

Pada 2022 silam, Sembungan berhasil masuk daftar desa terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Karena memang di sana terdapat sejumlah wisata alam cantik yang patut dikunjungi. Lantas, ada wisata apa saja di desa tertinggi Pulau Jawa tersebut?


Wisata Alam di Sembungan Wonosobo

Desa Sembungan di Wonosobo, Jawa Tengah menawarkan wisata alam meliputi air terjun, telaga, hingga spot melihat matahari terbit. Mengutip situs Kemenparekraf, berikut penjelasannya:

1. Puncak Sikunir

Golden sunrise dari puncak sikunirGolden sunrise dari Puncak Sikunir Foto: Fadli Zaini Dalimunthe/d’Traveler

Di Bukit Sikunir, tepatnya di area puncaknya, traveler dapat menyaksikan matahari terbit (sunrise) mempesona. Cahaya matahari pagi yang mengintip di antara perbukitan dan awannya sungguh elok. Sunrise di Puncak Sikunir diklaim sebagai yang terbaik di Asia lho.

Pelancong disarankan mengunjungi Puncak Sikunir pada musim kemarau untuk mendapatkan best viewnya, sebab cuacanya cenderung cerah dan tidak berkabut.

2. Telaga Cebong

Di perjalanan menuju Puncak Sikunir, traveler akan menemukan Telaga Cebong. Terletak di lembah, telaga ini berlatarkan perbukitan dan sawah terasering hijau yang menyegarkan mata.

Dinamakan Telaga Cebong lantaran bentuknya yang mirip bayi katak jika dilihat dari atas. Dahulunya, telaga ini merupakan kawah purba seluas 18 hektare. Seiring waktu, kawah tersebut menjadi nonaktif dan mengecil sehingga kini tersisa sekitar 12 hektare saja.

3. Curug Sikarim

Pengunjung berwisata di air terjun Sikarim kawasan dataran tinggi Dieng Desa Sembungan, Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (11/1/2023). Air terjun setinggi 125 meter yang berada di ketinggian 1.800 mdpl (meter diatas permukaan laut) tersebut dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Tirta sebagai salah satu wisata alam alternatif di kawasan Dieng.  ANTARA FOTO/Anis EfizudinCurug Sikarim di Desa Sembungan Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Traveler juga bakal menjumpai air terjun berundak yang menakjubkan di Desa Sembungan yaitu Curug Sikarim. Menariknya, air terjun ini mengalir di atas permukaan batu curam.

Bebatuan di bawahnya bertingkat-tingkat sehingga air mengalir bebas di sela tumpukan batunya. Pada bagian bawah terdapat kolam kecil yang dipenuhi batu, pelancong disarankan untuk tidak turun.

Debit airnya cukup deras sehingga pengunjung mesti berhati-hati saat mendekati curug. Apalagi tumbuh lumut yang membuat bebatuannya licin, jadi traveler harus ekstra waspada.

Curug Sikarim dikelilingi hutan hijau lebat. Viewnya bahkan sudah terlihat dari jalan. Tak jarang pelancong berfoto di jalanan dengan air terjun indah ini sebagai backgroundnya.

4. Camping Ground

Tersedia penginapan serta homestay di Desa Sembungan. Jika tertarik lebih menyatu dengan alam, traveler dapat berkemah di camping ground.

Bisa dirikan tenda di tepi telaga untuk menikmati nuansa syahdu yang tak ada duanya. Dari sini juga dapat menyaksikan matahari terbenam (sunset) yang epic. Kalau tidak punya tenda, camping ground menawarkan sewa tenda dengan harga terjangkau. Bisa juga rental alat-alat outdoor lainnya.

Selain sejumlah wisata di atas, traveler dapat mengeksplor lanskap alam Desa Sembungan dengan menaiki jeep. Tour jeep bakal semakin seru jika beramai-ramai.

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Papa Dino, Wahana Dinosaurus yang Baru Buka di Puncak



Jakarta

Kawanan ‘dinosaurus’ kini hadir di Puncak, Bogor, siap menajak traveler liburan layaknya di Jurassic Park.

Tempat itu adalah Papa Dino Puncak yang merupakan taman bermain yang menyuguhkan wahana animatronik dinosaurus. Berkunjung ke sini, traveler dapat menyaksikan berbagai animatronik dinosaurus yang terdiri dari dinosaurus herbivora, karnivora, hingga omnivora. Dinosaurus yang tersohor seperti T-Rex ataupun pterodactyl juga dapat traveler saksikan.

Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus.Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus. (Pradita Utama/detikcom)

Menariknya, berbagai dinosaurus tersebut dilengkapi dengan efek suara dan gerak tambahan. Ada yang bisa menggerakkan kepala hingga mengeluarkan semburan air.


Sebelumnya, pameran Papa Dino berada di area Kiara Artha Park, Bandung. Kini, tempat rekreasi tersebut baru saja melantai di Puncak, Bogor pada Jumat (20/12/2024).

Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus.Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus. (Pradita Utama/detikcom)

Alamat lengkapnya berada di Jalan Raya Puncak KM. 77 Leuwimalang, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor. Jika traveler tau The Ranch? Yak di sana tempatnya saat ini.

“Papa Dino puncak ini merupakan kelanjutan dari perjalanan Papa Dino yang awalnya di Bandung. Dan sekarang kita memiliki lahan yang jauh lebih luas, jauh lebih adem, jauh lebih lengkap dan pastinya jauh lebih seru,” ujar Owner Papa Dino Puncak Bintang Priambodo, saat soft opening Jumat (20/12/2024).

Ia mengeklaim bahwa wahana tersebut merupakan taman rekreasi dinosaurus terbesar di Jawa Barat.

“Di sini kita memiliki area yang kurang lebih hampir sekitar tiga hektare. Dan kita bisa dikatakan sebagai taman dinosaurus dino park terbesar di Jawa Barat,” ucapnya.

Jam Operasional dan Biaya

Pada hari weekday, tempat itu buka dari pagi hingga sore hari. Sedangkan di akhir pekan tempat itu akan buka hingga malam hari dengan konsep dino night.

“Saya yakin kalau dikelola dengan baik, karena posisi kita, lokasi kita cukup baik pinggir jalan, nggak masuk-masuk, terus dalemnya nyaman, cukup besar, semoga aja,” ujar Perry Tristianto selalu owner The Ranch yang membawahi Papa Dino.

“Apalagi nanti bermain dengan waktu malam. Karena kita memulai selain taman safari mungkin kita yang memulai untuk wisata malam. Yang pastinya begitu jalan diikuti yang lain, yakin, sangat yakin,” tambahnya.

09:00 – 18:00 WIB (Senin-Jumat)
08:00 – 21:00 WIB (Sabtu-Minggu)

Sementara itu untuk tiket masuk, harganya adalah Rp 35 ribu (weekday) dan Rp 40 ribu. Selain menikmati panorama taman bermain dan berfoto dengan dinosaurus, traveler juga dapat menjajal beberapa wahana dan fasilitas yang tersedia.

Berikut ini daftar harga beberapa fasilitas yang tersedia:

1. Dino Dokar Rp 50 ribu (2 dewasa 1 anak / 2 anak 1 dewasa)
2. Dino ride Rp 40 ribu (1 anak 1 dewasa)
3. Kereta dino Rp 25 ribu (1 tiket = 1 orang)
4. Kereta Thomas Rp 20 ribu (1 tiket = 1 orang)
5. Mini komidi putar Rp 20 ribu (1 tiket = 1 orang)
6. Lighting car Rp 30 ribu (1 anak 1 dewasa)
7. Becak anak Rp 25 ribu (2 anak)
8. Becak dewasa Rp 30 ribu (1 dewasa 2 anak)
9. Jeep papa Rp 60 ribu (3 orang)
10. Sepeda gowes Rp 25 ribu (1 orang)
11. Sepeda listrik roda 3 Rp 55 ribu (2 dewasa)
12. Sepeda listrik Rp 40 ribu (1 dewasa 1 anak)
13. Flying fox anak Rp 30 ribu (1 anak)
14. Feeding rabbit Rp 25 ribu (1 orang)

(wkn/wkn)



Sumber : travel.detik.com

Lori Era Kolonial yang Masih Eksis di Cirebon



Jakarta

Di tengah modernisasi industri gula, Pabrik Gula (PG) Rajawali Sindanglaut Cirebon tetap mempertahankan eksistensinya dengan mengandalkan teknologi peninggalan kolonial Belanda.

Salah satu ikon khas pabrik ini adalah penggunaan kereta lori yang masih beroperasi hingga saat ini untuk mengangkut tebu dari area pengumpulan menuju bangunan utama pengolahan.

General Manager PG Rajawali Sindanglaut, Roni Kurniawan, mengungkapkan bahwa penggunaan kereta lori tetap dipertahankan karena efektivitasnya dalam mengangkut ribuan batang tebu ke pabrik utama.


“Kereta lori ini dirancang sejak zaman kolonial Belanda untuk mempermudah aksesibilitas tebu ke pabrik. Hingga kini, sistem ini masih menjadi pilihan terbaik,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Meskipun mempertahankan desain lama, PG Rajawali Sindanglaut telah melakukan sejumlah pembaruan pada sistem penggeraknya.

Kereta lori di PG Rajawali SindanglautKereta lori di PG Rajawali Sindanglaut (Devteo Mahardika/detikJabar)

Awalnya, kereta lori ini menggunakan tenaga uap dari pembakaran kayu, namun kini telah beralih ke mesin berbahan bakar minyak yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Perubahan ini membuat operasional lebih mudah serta mengurangi dampak lingkungan,” tambah Roni.

Sekadar diketahui, PG Rajawali Sindanglaut ini kembali beroperasi pada 2022, setelah mengalami mati suri selama tiga tahun (2019-2021). Pabrik ini terus menunjukkan peningkatan produksi, dengan capaian 11 ribu ton gula pada 2024, meningkat 1.000 ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Saat ini, PG Rajawali Sindanglaut mengelola lahan tebu seluas 3.500 hektare, dengan 3.100 hektare yang telah produktif. Manajemen pabrik terus berupaya mengoptimalkan seluruh lahan hingga 2029 untuk meningkatkan efisiensi dan produksi.

Baca artikel selengkapnya di detikJabar

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Menakjubkan, Sarang Rayap Raksasa di Taman Wisata 1.000 Musamus



Jakarta

Taman Wisata 1.000 Musamus yang berada di Kampung Salor Indah sebagai Desa Brilian berhasil mengoptimalkan potensi desa untuk pariwisata. Padahal, dulu adalah lahan tidur.

Taman Wisata 1.000 Musamus berada di Kampung atau Desa Salor Indah, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Sejak diresmikan pada 2019, musamus menjadi daya tarik wisatawan karena jumlahnya yang sangat banyak serta menjulang tinggi melebihi tinggi manusia.

Ya, musamus. Itu adalah sarang rayap. Bukan sarang rayap biasa, namun sarang rayap raksasa.


Taman Wisata 1.000 Musamus dapat dijangkau setelah 1,5 hingga 2 jam perjalanan dengan mobil dari pusat Kota Merauke.

Awal Mula Menjadi Desa Wisata

Taman Wisata 1.000 Musamus itu awalnya dianggap baisa saja. Barulah pada 2015 hingga 2016 saat dilakukan pemetaan tata ruang di wilayah Kampung Salor Indah kepala kampung atau kepala desa dan seorang advokat melihat gundukan tanah di lahan seluas 29 hektare milik masyarakat. Tidak main-main gundukan-gundukan itu tingginya mencapai 3 meter.

Gundukan tanah tersebut rupanya merupakan sarang rayap dengan nama latin Macrotermes sp. Sarang-sarang itu menyebabkan lahan di area 29 hektare tersebut tak bisa digarap karena jumlahnya terus bertambah. Sudah begitu, sarang yang terbuat dari campuran serbuk kayu, tanah, dan rumput tersebut memiliki tekstur yang keras sehingga sulit untuk dihancurkan.

Dari diskusi warga desa dan pengurus desa serta advokat itu, muncullah ide untuk dijadikan area itu sebagai tempat wisata. Musamus itu jumlahnya ribuan.

“Sejarah pembuatan Taman Wisata 1.000 Musamus ini sebenarnya tahun 2015 atau 2016 oleh mantan Kepala Kampung Bapak Tohaman dan Bapak Guntur, seorang advokat di Merauke yang membuat tata ruang kampung Salor Indah ini, menemukan tempat ini,” kata Ketua Badan Usaha Kampung (BUMKam) Bintang Terang Edi Dirhanto seperti dikutip dari detikNews.

Kemudian, Taman Wisata 1.000 Musamus itu dikelola oleh BUMKam Bintang Terang di bawah naungan Pemerintah Desa Salor Indah. Sebanyak 25% pemasukan dari taman wisata tersebut dianggarkan untuk pendapatan asli desa (PAD). Selebihnya, karena merupakan lahan milik 29 KK warga Salor Indah maka pendapatan wisata pun dibagikan kepada pengelola dan masyarakat pemilik lahan.

Jumlah Sarang Rayap di Taman Wisata 1.000 Musamus

Edi mengungkapkan sekitar tahun 2021 mahasiswa program (KKN) Kuliah Kerja Nyata dari Universitas Musamus telah melakukan penghitungan jumlah sarang-sarang rayap di Taman Wisata 1.000 Musamus. Meski tak menjangkau secara keseluruhan, namun sarang rayap berukuran besar berjumlah 800 sarang.

Meski demikian, sarang rayap kecil berukuran kurang dari 1 meter pun jumlahnya sangat banyak. Sehingga masih dapat dinamakan sebagai Taman Wisata 1.000 Musamus.

Lokasi Taman Wisata 1.000 Musamus

Taman Wisata 1.000 Musamus berada di Kampung Salor Indah, bisa digapai dengan waktu 1,5 hingga 2 jam dari Kota Merauke dengan kendaraan. Jalan menuju desa itu belum begitu mulus, bahkan sebagian masih berupa tanah, pengunjung dari Merauke disarankan agar menggunakan kendaraan roda empat.

Selain itu datanglah saat musim kemarau, karena sebagian jalan yang masih berbentuk tanah akan berlumpur dan tergenang jika musim hujan.

Di momen akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu jumlah pengunjung bisa mencapai 200 orang. Di sana pengunjung bisa melihat gundukan tanah setinggi 3 meter berisi koloni ribuan bahkan jutaan rayap. Namun, tak perlu khawatir digigit karena rayap-rayap tersebut hanya beraktivitas di dalam tanah

Harga Tiket dan Fasilitas di Taman Wisata 1.000 Musamus

Untuk berwisata, pengunjung harus membeli tiket terlebih dahulu senilai Rp 10 ribu. Fasilitas yang dimiliki Taman Wisata 1.000 Musamus pun terbilang lengkap.

Di sana tersedia toilet, musala, dan banyak warung-warung yang menyediakan makanan dan minuman. Pengunjung juga dapat melihat pemandangan ke penjuru taman wisata dengan menaiki menara pemantau.

Beberapa fasilitas lainnya yang dapat dinikmati pengunjung adalah kolam renang, berkuda, grandong (traktor yang dimodifikasi menjadi alat angkut), serta ATV. Semuanya bisa dicoba untuk menyusuri taman wisata seluas 29 hektare tersebut.

Bagian dari Desa Brilian BRI

Kampung Salor Indah merupakan salah satu Desa BRILian yang dibina oleh BRI. Desa BRILian dibentuk untuk meningkatkan kapabilitas desa agar mendorong kemajuan desa. Melalui Desa BRILian, desa yang ikut serta diharapkan dapat mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.

Sementara itu pengelolaan taman wisata 1.000 Musamus dikelola oleh Badan Usaha Kampung (BUMKam/BUMDes) Bintang Terang di bawah naungan Pemerintah Desa Salor Indah.

BRI pernah menyalurkan bantuan kepada Desa Salor Indah berupa 110 bibit kelengkeng sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR) yang mendukung dalam kelestarian lingkungan dan mengurangi emisi karbon.

Direktur Utama BRI Sunarso dalam acara BRI Microfinance Outlook 2025 pada 30 Januari menyampaikan telah memberikan pendampingan dan pembinaan kepada desa-desa potensial produktif melalui Desa Brilian. Sebanyak 4.327 Desa Brilian di Indonesia sejauh ini telah didorong untuk mengoptimalisasi keunggulan yang dimiliki dan menumbuhkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Desa Brilian merupakan program inkubasi desa yang diselenggarakan oleh BRI bekerjasama dengan pihak ketiga sebagai komitmen perusahaan dalam mengembangkan potensi desa binaan BRI.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com