Tag Archives: hindari

Area Paling Rawan di Dapur, Hindari Simpan 5 Barang Ini di Bawah Bak Cuci Piring


Jakarta

Saat ini sebagian besar rumah sudah menggunakan kitchen set sebagai ruang penyimpanan yang efisien. Bentuknya seperti lemari dan rak sering dipasang di bawah dan di atasnya kompor.

Lemari bagian atas biasanya diisi oleh peralatan masak, minyak, hingga piring dan cangkir yang jarang dipakai. Lalu, di bawah kompor biasanya bumbu-bumbu dapur dan peralatan makan yang sering dipakai. Sementara di bawah bak cuci piring atau wastafel dapur barang yang disimpan jauh lebih beragam karena biasanya ruang di bawahnya jauh lebih luas dari lemari lainnya.

Meskipun begitu, ternyata area bawah bak cuci piring ini tidak bisa menyimpan sembarangan benda karena rentan sekali lembap mengingat lokasinya dekat dengan pipa.


Dilansir Ideal Home, berikut 5 barang yang tidak boleh disimpan di bawah bak cuci piring.

1. Cairan Pembersih Kimia

Siapa di sini yang menyimpan bahan pembersih lantai, pembersih toilet, atau pembersih kaca di bawah bak cuci piring? Lily Cameron dari Fantastic Services mengatakan lokasi tersebut tidak cocok untuk menyimpan cairan-cairan pembersih tersebut. Alasannya ternyata bukan karena lokasinya yang lembap, melainkan tempatnya mudah sekali dijangkau oleh anak-anak dan anabul.

“Tempat ini mudah diakses. Jika tertelan, bahan kimia ini bisa berbahaya. Hindari simpan pembersih kimia di sana. Lebih baik simpan di tempat yang lebih tinggi di dapur, kamar mandi, atau lemari serbaguna yang jauh dari jangkauan,” kata Lily.

2. Makanan Hewan Peliharaan

Beberapa makanan hewan peliharaan dijual dalam ukuran besar. Untuk rumah yang kecil sulit untuk meletakkan di lemari. Apabila diletakkan sembarangan, khawatir mudah dijangkau oleh hewan tersebut. Area di bawah wastafel terkadang jadi pilihan karena luas dan mudah dijangkau.

Namun, area ini sebenarnya tidak cocok karena mudah terkena air sehingga menjadi lembab dan berjamur. Lokasi yang tepat adalah area yang agak tinggi dari hewan, kering, dan sejuk.

3. Tekstil

Bagian bawah bak cuci piring juga nggak cocok untuk meletakkan barang yang terbuat dari kain, contohnya kain lap, keset, hingga handuk. Area ini cukup lembap sehingga dapat membuat bahan kain rusak karena jamur mudah sekali tumbuh. Lebih baik simpan barang kain di wadah tertutup di tempat yang kering dan jauh dari dapur.

4. Peralatan Elektronik Dapur

Bagi yang ingin membuat rak khusus barang elektronik di bawah wastafel sebaiknya konsultasikan dahulu ke ahlinya. Area ini berpotensi mengalami kebocoran dan cukup lembap sehingga membutuhkan ruang yang cukup agar terjadi pertukaran udara. Terlalu banyak rak dapat mempersempit jalur udara di bawah. Selain itu, lembap juga bisa memicu muncul karat pada peralatan elektronik.

5. Bumbu dapur

Bumbu dapur sebaiknya diletakkan di area bawah kompor karena lebih aman dan mudah dijangkau. Area bawah bak cuci piring terlalu lembap, bisa memicu pertumbuhan jamur dan membuat bahan dapur busuk.

Itulah 5 barang yang tak boleh disimpan di bawah rak cuci piring, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

4 Cara Jaga Furnitur Kayu biar Awet dan Kinclong


Jakarta

Pemilik rumah yang mempunyai furnitur kayu perlu merawat dan menjaganya sebaik mungkin. Hal ini penting kalau mau perabotan itu awet dan tetap terlihat indah.

Desainer objek dan interior Hendro Hadinata mengatakan furnitur merupakan benda yang seharusnya tahan lama dan bisa diberikan kepada generasi selanjutnya. Namun, pemakaian furnitur memang perlu dijaga.

Bagaimana cara menjaga furnitur kayu agar tetap awet dan kinclong? Simak penjelasannya berikut ini.


Cara Menjaga Furnitur Kayu

Inilah beberapa hal yang perlu dilakukan agar furnitur kayu tetap terjaga menurut desainer.

1. Bersihkan Secara Berkala

Menurut Hendro, perawatan furnitur kayu pada dasarnya bisa dengan menjaga kebersihannya. Ia menganjurkan untuk membersihkan furnitur secara berkala sesuai kebutuhan.

“Ada baiknya kita bersihkan furnitur secara menyeluruh. Misalnya kita sering bersihkan dengan kain yang lembap. Kalau mau, dikasih detergen ringan misalnya pembersih piring. Kemudian dibilas dengan kain lembap,” ujar Hendro kepada detikProperti dalam acara Indonesia Design Week Exhibition di Indonesia Design District, PIK2, Selasa (16/9/2025).

2. Semir Enam Bulan Sekali

Selanjutnya, furnitur kayu juga perlu rutin dirawat menggunakan produk pembersih khusus furnitur atau semir setiap enam bulan sekali. Caranya cukup dengan mengoleskan produk tersebut menggunakan kain.

3. Hindari Benturan

Pemilik perlu berhati-hati ketika menggunakan furnitur kayu. Hindari benturan keras pada furnitur untuk menjaga bentuknya.

“Furnitur itu mesti dipakai selayaknya, jangan sering tertabrak benda keras,” ucapnya.

4. Letakkan Sesuai Peruntukan

Terakhir, pastikan untuk meletakkan furnitur kayu di tempat yang sesuai peruntukannya. Perhatikan label furnitur untuk mengetahui penggunaannya bisa di dalam atau di luar ruangan.

“Furnitur yang memang dilabeli indoor dia nggak bisa direct kena sinar matahari, atau furnitur yang tidak bisa kena hujan secara terus menerus itu harus ditaruh di posisi yang lebih aman,” kata Hendro.

“Kalau memang buat outdoor ya harus beli yang benar-benar outdoor yang (aman) kena direct sinar matahari dan direct kena hujan,” sambungnya.

Itulah tips untuk menjaga furnitur kayu tetap awet, kinclong, dan indah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Bisa Dicoba! 6 Tips Dekorasi Simpel yang Bikin Rumah Terasa Sejuk


Jakarta

Cuaca panas ekstrem belakangan ini membuat tubuh jadi terasa sangat gerah. Kondisi ini membuat sebagian orang memilih untuk bertahan di rumah saat siang hari.

Sayangnya, cuaca panas dari luar juga bisa masuk ke dalam rumah sehingga ruangan terasa pengap. Solusi paling ampuh adalah dengan menyalakan kipas angin atau AC.

Namun, kipas angin dan AC yang menyala terus-menerus bikin listrik cepat boros. Alhasil, tagihan listrik akan membengkak gegara mengatasi panas di siang hari.


Daripada harus menyalakan kipas angin atau AC seharian, ada cara lain untuk mendinginkan ruangan agar terasa lebih sejuk, yakni dengan mendekorasi rumah secara tepat. Ingin tahu cara dekorasi yang tepat? Simak dalam artikel ini.

Dekorasi Simpel yang Bikin Rumah Terasa Sejuk

Terkadang, ada sejumlah perabotan atau dekorasi yang bisa memicu hawa panas di dalam rumah. Dilansir situs Real Simple, berikut tips dekorasi simpel yang bikin rumah jadi adem:

1. Hindari Pasang Karpet Berbulu

Memasang karpet berbahan wol atau bulu halus ternyata bisa memicu hawa panas di dalam rumah, lho. Meski tampak estetis, tapi baham material ini dapat menghangatkan ruangan karena berfungsi sebagai isolator termal yang baik.

Penggunaan karpet berbahan wol atau bulu halus lebih cocok digunakan pada musim dingin. Sayangnya, Indonesia termasuk negara tropis yang hanya memiliki dua musim, yakni musim panas dan musim hujan.

2. Pasang Tirai atau Gorden di Jendela

Memasang tirai atau gorden di jendela rumah dapat membantu mencegah sinar matahari dan hawa panas masuk ke dalam rumah. Dengan begitu, ruangan jadi tidak terlalu panas dan terasa lebih sejuk.

3. Pilih Warna Cat Dinding yang Sejuk

Pemilihan warna cat dinding juga dapat memengaruhi suhu ruangan. Jika memilih warna-warna hangat seperti cokelat, merah, dan jingga dapat menciptakan hawa hangat dalam ruangan.

Agar rumah terasa lebih adem, disarankan untuk memilih warna seperti putih, abu-abu, atau pastel. Warna ini membuat ruangan terasa segar dan lapang.

4. Letakkan Tanaman Hijau

Tips dekorasi rumah selanjutnya adalah dengan meletakkan tanaman hijau di dalam rumah. Tak hanya membuat ruangan jadi tampak estetis dan asri, tapi juga menciptakan suasana sejuk pada rumah.

Saat memilih tanaman hias, pastikan tanaman tersebut dapat tumbuh di dalam ruangan. Beberapa jenis tanaman yang cocok di dalam rumah seperti lidah mertua, peace lily, sirih gading, dan lidah buaya.

5. Pasang Kipas Angin Gantung

Tidak hanya menyejukkan ruangan, memasang kipas angin gantung di langit-langit rumah juga memberikan kesan estetika. Sebaiknya pilih kipas angin dengan motif kayu agar ruangan terlihat lebih cantik.

Kini, sudah banyak kipas angin gantung yang menggunakan remot. Dengan begitu, kecepatan kipas angin bisa diatur secara praktis.

6. Hindari Aksesoris Berwarna Gelap

Ketika cuaca panas tengah melanda, copot aksesoris atau dekorasi rumah yang berwarna gelap. Soalnya, benda-benda berwarna gelap dapat menyerap lebih banyak panas daripada yang terang.

Itulah enam tips dekorasi simpel yang membuat rumah terasa lebih sejuk. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Agar Tidak Mudah Berkarat, Begini Cara Tepat Merawat Alat Dapur Stainless Steel


Jakarta

Alat-alat dapur berbahan stainless steel (baja tahan karat) digunakan karena terkenal dengan keawetannya. Ketahanannya terhadap karat dan korosi, membuat alat-alat dapur dengan bahan ini banyak dimiliki karena tidak mudah penyok dan tergores, serta dapat menjadi investasi alat rumah tangga dalam jangka panjang.

Stainless steel tidak reaktif terhadap makanan, termasuk makanan yang mengandung asam tinggi. Sehingga ketika memasak menggunakan alat berbahan ini, juga tidak akan mengubah rasa makanan. Pembersihan alat dengan bahan ini juga sangatlah mudah, mengingat permukaan alatnya yang halus dan tidak berpori.

Di sisi lain, tanpa perawatan yang tepat, peralatan dengan bahan ini tetap bisa mengalami kerusakan. Sekalipun alat tersebut dirancang dengan bahan yang tahan karat. Dilansir dari situs Unified Alloys, berikut beberapa penyebab stainless steel menjadi mudah berkarat.


Penyebab Alat Berbahan Stainless Steel Mudah Berkarat

Stainless steel dapat berkarat apabila lapisan pelindung pada kromium oksida dari korosi mulai rusak atau hilang. Lapisan ini berfungsi sebagai perisai pasif yang mencegah oksidasi logam di bawahnya. Jika lapisan tersebut terganggu, baja tahan karat akan kehilangan perlindungannya dan mulai membentuk karat.

Beberapa faktor yang dapat merusak lapisan pelindung dan menyebabkan karat, antara lain sebagai berikut.

  1. Lingkungan kaya klorida, seperti paparan garam atau bahan pembersih dan sabun cuci dengan bahan tertentu.
  2. Kerusakan fisik, misalnya goresan, penyok, atau benturan dan gesekan dari benda tajam.
  3. Paparan suhu tinggi, seperti saat proses pengelasan pada proses produksi ataupun penggunaan alat dengan suhu panas yang sangat tinggi.
  4. Paparan bahan kimia agresif, yang merusak permukaan logam.
  5. Terkontaminasi besi bebas, yang merupakan akibat proses pemesinan, pembersihan, ataupun penyimpanan yang tidak tepat.
  6. Kekurangan oksigen yang menghambat terbentuknya kembali lapisan pelindung kromium oksida.

Tips Merawat Alat Dapur dengan Bahan Stainless Steel

Berdasarkan penyebab di atas, ini beberapa cara yang dapat dilakukan agar alat dapur dengan bahan stainless steel tetap awet, bersih, dan tahan karat.

1. Bersihkan Secara Rutin dengan Alat yang Tepat

Membersihkan alat dapur secara rutin sangat penting untuk mencegah penumpukan kotoran yang dapat menyebabkan karat.

Menurut informasi yang didapatkan melalui situs Unified Alloys, penggunaan kain lembut atau spons non-abrasif dengan air hangat dan sabun cuci piring yang ringan akan lebih efektif dan aman dibandingkan menggunakan sikat kawat atau bahan abrasif lainnya yang bisa merusak lapisan pelindung stainless steel.

2. Keringkan Segera Setelah Dicuci

Setelah mencuci, lakukan pengeringan alat secara rutin dengan menggunakan kain microfiber ataupun kain lembut. Air yang menggenang di dalam alat berbahan stainless steel dapat meningkatkan risiko karat. Dengan ini, pengeringan yang dilakukan dengan segera sangat penting untuk menjaga kondisi alat dapur agar tetap optimal.

3. Gunakan Pembersih Khusus Stainless Steel

Untuk mengembalikan alat dapur agar berkilau, serta menghilangkan noda yang membandel, bisa dengan menggunakan pembersih khusus stainless steel. Produk pembersih khusus yang dibuat ini, dirancang dengan bahan non-klorin agar tidak merusak lapisan pelindung dan memberikan perlindungan tambahan.

4. Lindungi Alat dengan Pelapis Khusus

Selain pembersihan, penggunaan pelapis pelindung seperti Protect Clear juga dapat membantu mencegah noda air dan karat pada permukaan stainless steel. Pelapis pelindung juga akan menjaga tampilan alat dapur agar tetap baru dan meminimalkan kerusakan akibat kelembapan.

5. Hindari Bahan Kimia Keras

Bahan kimia keras seperti pemutih atau pembersih dengan kandungan klorin dapat merusak lapisan pelindung stainless steel. Dilansir dari situs Unified Alloys, menyatakan bahwa dengan menghindari bahan kimia abrasif adalah langkah penting untuk mencegah kerusakan dan menjaga daya tahan stainless steel.

6. Lakukan Perawatan Rutin

Perawatan rutin dan pemeriksaan berkala, dapat membantu untuk mengetahui kerusakan atau goresan pada permukaan stainless steel yang dapat menjadi titik masuk kelembapan. Jika ditemukan goresan atau karat awal, segera lakukan pembersihan dan pelapisan tambahan jika dibutuhkan. Perawatan yang proaktif dapat memperpanjang usia alat dapur berbahan stainless steel.

Itulah penyebab alat dapur berbahan stainless steel mudah berkarat dan cara merawatnya. Semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Cara Pilih Waktu Terbaik Bangun Rumah Menurut Tradisi Jawa


Jakarta

Dalam tradisi Jawa, proses pembangunan rumah tidak bisa dilakukan sembarangan. Terdapat anjuran dan pantangan yang dibuat berdasarkan budaya dan spiritual atau kepercayaan masyarakat Jawa.

Salah satu aturan tersebut mengenai cara memilih waktu yang baik jika ingin membangun rumah. Aturan tersebut muncul dari pengalaman orang terdahulu dan diharapkan dapat memberikan kelancaran, keberkahan, serta keharmonisan dalam pengerjaannya.

Dilansir dari detikJateng yang mengutip dari buku Arsitektur Tradisional terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI serta artikel ilmiah berjudul Persepsi Masyarakat Desa Jiwan Terhadap Kalender Jawa dalam Membangun rumah oleh Berti Fitri Permatasari dan Novi Triana Habsari, berikut penjelasannya.


1. Hindari Bangun Rumah Saat Musim Hujan

Indonesia hanya memiliki dua musim, yakni musim kemarau dan hujan. Dalam tradisi Jawa, terdapat 12 musim dalam setahun, seperti Kasa, Karo, Ketiga, hingga Kasada. Namun, 12 musim tersebut dibagi dalam dua kategori besar, yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

Musim hujan terjadi pada musim Kapitu, Kawolu, dan Kasanga. Umumnya pada tiga musim tersebut curah hujan sedang tinggi sehingga bisa menghambat proses pembangunan dan berisiko mengancam keselamatan tukang maupun penghuni awal rumah, serta bisa mengakibatkan rumah bahan bangunan rusak.

Selain ketiga musim tadi, tradisi Jawa disebut menghindari musim Kalima karena dianggap masa peralihan yang cuacanya masih tidak menentu sehingga masih kurang ideal untuk membangun rumah.

2. Cari Hari Baik untuk Bangun Rumah

Selain musim, hari pembangunan pun harus diperhitungkan. Ada beberapa hari yang sebaiknya dihindari, ada juga hari yang baik.

Uniknya, penentuan waktu ini berdasarkan hitungan hari lahir dan pasaran orang yang akan menempati rumah. Dalam tradisi Jawa, cara ini punya nilai khusus dan disebut dengan neptu. Sebagai contoh hari Ahad nilainya 5, Senin 4, dan seterusnya. Pasaran seperti Pahing, Kliwon, Legi juga punya nilai sendiri. Jumlah dari nilai hari dan pasaran ini kemudian dihitung untuk menentukan hari yang tepat dalam pembangunan.

Setelah didapatkan total neptu, angka ini akan dihitung lagi menggunakan rumus Panca Suda, yaitu sistem pembagian lima jenis bagian rumah berdasarkan urutan pembangunan. Hasil dari perhitungan ini akan menjadi panduan untuk membangun rumah berdasarkan ruangan, begini pembagiannya.

Sri: untuk membangun lumbung padi

Werdi: untuk kandang atau gandhok

Naga: untuk dapur atau pawon

Kencana (emas): untuk rumah utama (omah jero)

Salaka (perak): untuk bagian depan seperti pendhapa

Sebagai contoh seseorang ingin membangun bagian utama rumah, yang disebut ‘omah jero’, maka harinya harus menghasilkan sisa Kencana (yaitu angka 4) setelah dihitung. Misalnya memilih hari Ahad Pahing (Ahad = 5, Pahing = 9), maka totalnya 14. Angka ini dikurangi dua kali jumlah unsur Panca Suda (2 x 5 = 10), sisa 4. Karena sisa 4 berarti Kencana, maka hari itu dianggap cocok untuk membangun rumah utama.

Contoh lain, kalau ingin membangun lumbung padi, perlu mencari hari yang hasil akhirnya jatuh pada Sri, misalnya Selasa Kliwon (Selasa = 3, Kliwon = 8, total 11). Setelah dikurangi 10, sisa 1, yang berarti Sri. Maka hari itu cocok untuk mendirikan lumbung.

Aturan ini berlaku untuk semua bagian rumah. Pemilik rumah perlu menghitung masing-masing ruangan kemudian, menyusun jadwal pembangunannya. Cara pemilihan hari ini dipercaya dapat membawa berkah dan ketenteraman bagi penghuninya.

Itulah cara menentukan waktu yang tepat untuk membangun rumah berdasarkan tradisi Jawa, semoga membantu.

Artikel ini sudah tayang di detikJateng

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

8 Cara Rawat Tanaman Hias Agar Tetap Subur Saat Musim Hujan


Jakarta

Sejumlah wilayah di Tanah Air telah dilanda hujan selama beberapa pekan terakhir. Jika memiliki tanaman hias di rumah, sebaiknya lakukan perawatan ekstra karena hujan kerap menjadi masalah bagi tumbuhan.

Perlu diketahui, tanaman hias bisa mati jika terkena air hujan terus-menerus. Sebab, akar tanaman akan membusuk akibat kekurangan oksigen dan bisa memicu masalah penyakit jamur dan merusak batang.

Maka dari itu, penting untuk merawat tanaman hias di rumah dengan tepat selama musim hujan. Bagaimana caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Cara Merawat Tanaman Hias Saat Musim Hujan

Merawat tanaman hias ketika musim hujan tidak bisa sembarangan. Dilansir situs Root Bridges dan Proven Winners, Selasa (18/11/2025), berikut sejumlah tips merawat tanaman selama musim hujan.

1. Hindari Genangan Air

Langkah yang pertama adalah menghindari genangan air karena bisa menyebabkan hilangnya nutrisi tanah dan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Agar tanaman tidak cepat mati saat musim hujan, pastikan pot tanaman memiliki sistem drainase yang baik agar air bisa mengalir ke luar.

2. Letakkan Tanaman di Tempat Kering

Saat musim hujan, sebaiknya tanaman hias dipindahkan ke tempat yang kering agar tidak terkena air hujan. Bisa juga menutupnya dengan plastik berlubang yang tembus cahaya agar tanaman tetap mendapatkan kelembapan yang dibutuhkan.

3. Siapkan Cahaya Tambahan

Selama musim hujan, tanaman terkadang tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh. Maka dari itu, siapkan sumber cahaya buatan untuk mengatasi kekurangan cahaya, misalnya menggunakan lampu.

4. Pangkas Tanaman Secara Rutin

Pangkas tanaman secara teratur menggunakan alat yang tepat, terutama ketika musim hujan karena tunas baru akan tumbuh lebih cepat. Namun, pastikan memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan tersebut. Pemangkasan ini juga membantu menghindari pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan.

5. Ikat Tanaman Agar Kuat

Ketika musim hujan, terutama diiringi dengan angin kencang, terkadang tanaman hias di rumah bisa jatuh atau rusak akibat dihantam angin. Sebagai pencegahan, tanaman bisa diikat pada sebatang kayu agar tetap kokoh. Langkah ini sangat penting untuk tanaman yang masih muda dan pertumbuhannya lambat.

6. Manfaatkan Pupuk dan Cacing Tanah

Manfaatkan cacing tanah dan pupuk organik agar tanaman tetap subur selama musim hujan. Pupuk organik bermanfaat untuk memberikan nutrisi bagi tanaman agar tetap sehat.

7. Cegah Erosi Tanah

Demi mencegah terjadi erosi tanah, buat penghalang di sekitar tanaman selama musim hujan. Pastikan penghalang ini kokoh dan tidak menimbulkan genangan air yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

8. Periksa Tanaman Secara Berkala

Selama musim hujan, detikers perlu mengecek tanaman hias di rumah secara berkala. Biasanya, ada beberapa daun yang gugur atau batang patah sehingga harus dibuang segera.

Itulah delapan tips merawat tanaman hias agar tetap tumbuh subur saat musim hujan. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/dhw)



Sumber : www.detik.com

Hindari Tanam 7 Pohon Ini Dekat Rumah, Akarnya Bisa Bikin Dinding Retak


Jakarta

Rumah akan terasa lebih hidup dan nyaman dihuni apabila di sekitarnya terdapat pohon atau tanaman. Sebab, tanaman dapat memasok oksigen dan menyerap karbondioksida.

Dedaunan yang rimbun juga bisa menghalau cahaya matahari masuk ke dalam rumah sehingga rumah tidak terlalu panas. Beberapa pohon juga bisa mengubah tampilan rumah jadi lebih estetik karena bentuknya yang indah, layaknya membingkai atau mengelilingi area rumah.

Ketika hendak menanam pohon, pilih tanaman yang paling cocok dengan kebutuhan dan selera. Sebagai contoh pohon berbunga, pohon dengan bentuk daun unik, atau pohon yang batangnya pendek.


Di luar itu semua, pemilik rumah juga perlu mempertimbangkan kondisi akar tanaman. Sebab, ada beberapa tanaman yang akarnya bisa menembus tanah bahkan bangunan sehingga menyebabkan bentuknya miring atau retakan pada fondasi. Bukan hanya bangunan pohon yang memiliki bentuk akar yang besar dan menembus tanah juga bisa menghancurkan aspal, paving block, hingga penutup jalan lainnya.

Dilansir dari Jimstrees.com berikut beberapa jenis pohon yang dapat merusak fondasi rumah.

Pohon yang Bisa Merusak Fondasi Rumah

1. Pohon Pepaya

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon pepaya/Britanica (Wilfredo Rodriguez)

Pohon pepaya merupakan salah satu jenis tanaman yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Jika kita lihat, tanaman ini tidak seperti pohon pada umumnya karena batangnya tidak begitu tebal dan keras. Namun, akar pohon pepaya dapat menjalar sangat dalam ke bawah tanah. Hal ini bisa merusak fondasi dan membahayakan struktur bangunan.

Lalu, akar pohon pepaya membuat tanah di sekitarnya menjadi lebur sehingga bisa menciptakan lubang. Jika dibiarkan, lubang tersebut dapat membuat rumah terlihat miring.

2. Pohon Jambu

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon jambu/iStock (Satriady Utomo)

Pohon jambu merupakan salah satu tanaman yang mudah ditemukan di Indonesia. Banyak rumah menanam pohon ini, baik yang jenis jambu air ataupun jambu bangkok. Namun, hati-hati, pohon jambu memiliki akar yang besar dan keras. Kalau tidak diperhitungkan lokasi penanamannya, akar pohon jambu bisa menjangkau hingga ke area rumah dan merusak bagian bawah fondasi atau pagar.

3. Pohon Mangga

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon mangga/The Spruce (K Dave)

Akar pohon mangga akar juga salah satu yang berpotensi dapat merusak fondasi rumah. Bahkan jika di sekeliling pohon tersebut dibuat pembatas dari semen, batu, atau paving block, beberapa tahun kemudian pasti ada sisi yang pecah dan retak. Oleh karena itu, perhatikan tinggi dan jarak tanam pohon ini agar tidak terlalu dekat dengan rumah.

4. Pohon Beringin

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: iStock/Sourav Mahata

Pasti detikers sudah tidak asing dengan pohon beringin. Tanaman ini memiliki akar yang berukuran besar dan timbul ke permukaan. Bahkan beberapa pohon ada yang akarnya menjalar cukup jauh dari lokasi batasnya tumbuh. Oleh karena itu, jarang ada orang yang mau menanam pohon beringin di dalam perumahan atau cluster kecil karena berpotensi merusak bangunan.

5. Pohon Ketapang

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto:Ketapang: saranakontraktor.com

Pohon satu ini sering ditemukan di rumah-rumah masa kini. Tampilan batangnya yang ramping, daun-daun yang melebar layaknya piring membuat tampilan pohon ini tampak indah. Namun, hati-hati tanaman ini memiliki akar yang merusak. Jadi sebaiknya hindari tanaman ini.

6. Pohon Bidara

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: Bidara: Getty Images/Alisa Gabliya

Pohon bidara merupakan tanaman obat yang biasa tumbuh subur di daerah kering. Namun, tanaman ini tidak direkomendasikan ditanam di dekat rumah karena akarnya dapat merusak fondasi.

7. Pohon Durian

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: Durian: iStock/montri13rd

Pohon durian cenderung tumbuh besar dan kokoh, serta akarnya menjalar. Oleh karena itu, pohon ini sebaiknya ditanam jauh dari rumah agar akarnya tidak merusak fondasi.

Selain berhati-hati memilih pohon, penghuni perlu memperhatikan jarak tanamnya dengan rumah.

Jarak Aman Menanam Pohon di Rumah

Jarak yang masih aman untuk menanam pohon di rumah berdasarkan ketinggiannya.

  • Tinggi pohon di bawah 8 meter jarak minimal 3 meter dari bangunan
  • Tinggi pohon 8-15 meter jarak minimal 4-6 meter dari bangunan
  • Tinggi pohon lebih dari 15 meter jarak minimal 10-15 meter dari bangunan

Itulah tips seputar pohon yang bisa merusak fondasi rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com