Tag Archives: hindu

18 Wisata Solo untuk Liburan, Mulai dari Sejarah, Budaya hingga Hiburan


Kota Solo atau dikenal sebagai Surakarta adalah salah satu destinasi wisata populer di Indonesia. Terletak di Jawa Tengah, Solo menawarkan berbagai daya tarik wisata mulai dari keraton megah, pasar tradisional yang ramai, hiburan keluarga, sampai kuliner lezat.

Kalau jalan-jalan ke Solo, kamu bisa mengunjungi beberapa tempat wisata Solo di bawah ini.

Wisata Solo Dekat Stasiun

1. Pura Mangkunegaran

Pengunjung berfoto saat berwisata di Taman Pracima Tuin di kompleks Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (13/4/2024). Pura Mangkunegaran yang menawarkan wisata sejarah lewat jelajah museum, Taman Pracima Tuin, lokakarya seni dan kuliner tradisional tersebut menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan saat libur Lebaran di Kota Solo. ANTARAFOTO/Maulana Surya.Kompleks Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah. (Maulana Surya/Antara)

Pura Mangkunegaran merupakan wisata Solo dekat Stasiun Solo Balapan, karena jaraknya hanya sekitar 1,9 km. Lokasinya ada Jalan Ronggowarsito, Keprabon, Kec. Banjarsari, Kota Solo.


Di sana, wisatawan bisa didampingi oleh tour guide untuk mengetahui seputar sejarah sambil mengelilingi pura.

Masuk Puro Mangkunegaran dikenakan biaya Rp 30.000 untuk wisatawan lokal, sementara wisatawan asing Rp50.000. Jam buka Pura Mangkunegaran mulai dari jam 09.00-15.00 WIB.

2. Kampung Batik Kauman

Kampung Batik Kauman di PekalonganKampung Batik Kauman di Pekalongan. (Ari Saputra/detikcom)

Solo juga identik dengan batik bukan? Salah satu sentra batuknya ada di Kampung Batik Kauman. Jaraknya sekitar 2,8 km dari Stasiun Solo Balapan.

Lokasi tepatnya berada di Jalan Trisula III No 1, Kauman, Kec Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

Dilansir laman Pemkot Solo, destinasi wisata ini memiliki lebih dari 30 industri batik yang beroperasi. Di sana, pengunjung bisa berkesempatan untuk melihat secara langsung belajar membatik atau melihat proses produksi batik.

3. Keraton Kasunanan

Panggung Songgobuwono di Keraton Kasunanan SoloPanggung Songgobuwono di Keraton Kasunanan Solo. (Agil Trisetiawan Putra/detikcom)

Dari Stasiun Solo Balapan jarak ke hanya 3,3 km Keraton Kasunanan. Lokasinya ada di Jalan Kamandungan, Baluwarti, Kec Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

Memiliki luas area sekitar 54 hektar, di keraton ini wisatawan bisa melihat banyak koleksi patung, senjata, dan pusaka kerajaan. Untuk masuk ke area Keraton Kasunanan, pengunjung dikenakan biaya Rp 20 ribu per orang.

4. Pasar Triwindu

Suasana Pasar Triwindu Solo, Tempat Berburu Barang Antik yang Instagramable.Suasana Pasar Triwindu Solo, Tempat Berburu Barang Antik yang Instagramable. (Ariel Lael Wijaya/detikcom)

Lokasi Pasar Triwindu tak jauh dari Puro Mangkunegaran, tepatnya di Jl. Diponegoro, Keprabon, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta.

Wisata Solo dekat stasiun jaraknya sekitar 2 km ini, dikenal sebagai pusat penjualan barang-barang antik. Mulai dari wayang, senjata kuno, uang kuno, patung kayu, radio kuno, dan banyak koleksi lainnya.

Terkadang, setiap 2 minggu sekali di sepanjang trotoar Pasar Triwindu ada gelaran Solo Art Market. Pasar Triwindu buka dari pukul 09.00-16.00 WIB.

5. Galeri Lokananta

Bagian dalam Galeri Lokananta Solo.Bagian dalam Galeri Lokananta Solo. (Sabrina Ariani)

Berjarak kurang lebih 3,6 km dari Stasiun Solo Balapan. Galeri Lokananta beralamat di Kerten, Laweyan, Kota Surakarta.

Di sini, pengunjung akan diajak mengenal perjalanan industri musik, rekaman, dan piringan hitam di Indonesia.

Dulunya, Galeri Lokananta merupakan perusahaan rekaman dan piringan hitam yang terkenal di Tanah Air. Namun, di tahun 2022 direvitalisasi dan dijadikan tempat wisata dengan julukan “Cagar Budaya Musik Indonesia”.

Galeri Lokananta Solo buka dari jam 10.00-22.00 WIB. Untuk bisa berkunjung di sini, kita perlu melakukan reservasi terlebih dahulu karena kapasitasnya terbatas. Informasi selengkapnya tentang Lokananta bisa dilihat pada akun Instagram @lokanantabloc.

Wisata Solo Malam Hari

1. Titik Nol Solo

Titik Nol Solo menjadi salah satu wisata Solo malam hari yang bisa kamu datangi. Tugu titik nol Solo ada di tengah antara Balai Kota Solo dan Pasar Gede.

Titik nol Solo menjadi objek untuk foto yang menarik pada malam hari. Konsepnya sama seperti tugu yang ada di Yogyakarta (titik nol kilometer di kotanya).

Tugu Pamandengan diklaim sebagai titik kosmologi budaya Jawa. Tugu ini merupakan peninggalan antara Paku Buwono VI hingga Paku Buwono X.

2. Pasar Gede

Pasar Gede Solo, Minggu (26/11/2023).Pasar Gede Solo. (Arina Zulfa Ul Haq/detikcom)

Wisata Solo malam hari selanjutnya ada Pasar Gede di Jalan Jend. Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Selain bisa hunting kuliner, tempat ini menawarkan banyak spot foto menarik, seperti bangungan-bangunan kuno atau tugu jam Pasar gede.

Masuk ke Pasar Gede Solo gratis. Pengunjung mungkin hanya perlu mengeluarkan biaya parkir kendaraan saja.

3. Keraton Surakarta

Prosesi Jumenengan SISKS ke-20 di Keraton Kasunanan Surakarta, Selasa (6/2/2024).Keraton Kasunanan Surakarta. (Agil Trisetiawan Putra/detikcom)

Keraton Surakarta Hadiningrat menjadi salah satu ikon Kota Solo yang terkenal. Lokasinya ada di Jalan Kamandungan, Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

Dilansir situs pariwisatasolo.surakarta.go.id, kawasan Keraton ini memiliki luas area sekitar 54 hektar. Salah satu area di Keraton yang boleh dikunjungi untuk umum yaitu pendopo besar di dalam Sasana Sewaka. Di sana, pengunjung bisa melihat pertunjukan tari dan gamelan.

4. Alun-alun Kidul Solo

Pilihan tempat wisata Solo pada malam hari selanjutnya ada Alun-alun Kidul (Alkid) Solo. Alun-alun ini merupakan bagian dari kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Alun-alun Kidul Solo atau disebut juga alun-alun Surakarta. Di sana, pengunjung bisa makan nasi kucing, mi, jajanan ringan, sampai menunggangi becak dengan lampu warna-warni.

Selain itu, Alkid juga bisa jadi tempat foto dengan latar yang Instagramable. Pada malam Minggu, tempat sangat ramai.

5. Galabo Solo

PKL Galabo di Solo, Selasa (27/3/2018).Galabo Solo di tahun 2018. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Kawasan Galabo Solo bisa disebut salah satu pusat wisata kuliner di Solo pada malam hari. Galabo sendiri adalah singkatan dari Gladag Langen Bogan.

Lokasinya ada di Timur Bundaran Gladag, tepatnya di Jalan Kapten Mulyadi, Desa Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

Aneka kuliner bisa kamu temukan di sana, mulai dari makanan kekinian ataupun makanan khas Solo tradisional legendaris, seperti rawon, gudeg ceker, hingga timlo.

Galabo Solo saat malam hari, mulai dari jam 17.00 WIB sampai dini hari.

6. Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg kamp tentara Belanda yang disiapkan jadi rumah karantina Pemkot SoloBenteng Vastenburg. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Benteng Vastenburg merupakan bangunan bekas masa kolonial Belanda. Lokasi ada di Jalan Jenderal Soedirman Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Surakarta.

Dilansir situs bob.kemenparekraf.go.id, harga masuk ke Benteng Vastenburg adalah sekitar Rp 2.000 (anak-anak) dan Rp 3.000 (dewasa). Untuk wisatawan asing Rp 10.000.

Benteng Vastenburg bisa jadi pilihan wisata Solo pada malam hari, karena kita bisa berkunjung secara gratis selama 24 jam di sana. Saat malam hari, benteng ini bisa kamu kunjungi untuk sekedar berfoto-foto di bagian depannya.

7. Ngarsopuro Night Market

Night Market Ngarsopuro, Solo, Selasa (27/3/2018).Night Market Ngarsopuro. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Bagi yang ingin berkuliner, Ngarsopuro Night Market adalah tempat yang wajib dikunjungi. Alamatnya ada di Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Laweyan, Surakarta.

Pasar malam Ngarsopuro dibuka sejak 16 Februari 2009 dan diusung oleh Joko Widodo yang kala itu masih menjadi Walikota Solo.

Di pasar ini, pengunjung bisa melihat-lihat barang khas Solo, seperti baju batik kain batik, aksesoris kerajinan tangan, hingga barang-barang antik.

Pasar malam Ngarsopuro Solo buka dari jam 18.00-22.45 WIB. Kamu bisa masuk ke sana secara gratis, setiap malam minggu juga ada puluhan pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya di sana.

8. Cafe Tiga Tjeret

Cafe Tiga TjeretCafe Tiga Tjeret. (Intan Nitra/d’Traveler)

Cafe Tiga Tjeret bisa jadi tempat wisata kuliner Solo sekaligus tempat nongkrong hits di malam hari. Cafe Tiga Tjeret beralamat di Jalan Ronggowarsito No 97, Keprabon, Banjarsari, Surakarta tepatnya di depan Keraton Mangkunegaran.

Tempat ini berkonsep angkringan dengan dekorasi tradisional yang menarik. Cafe Tiga Tjeret buka setiap hari mulai dari jam 11.00-23.00 WIB dini hari.

9. Pasar Klewer

Aktivitas di Pasar Klewer menelang lebaran, Rabu (20/4/2022).Aktivitas di Pasar Klewer. (Ari Purnomo/detikcom)

Pasar Klewer termasuk pasar tradisional yang terkenal di Solo yang buka sampai larut malam. Lokasinya Pasar Klewer berdampingan dengan Keraton Surakarta Hadiningrat.

Pasar ini dikenal juga sebagai surga belanja tekstil. Di sana ada berbagai macam produk lokal, seperti batik, daster kaos, kerajinan tangan, hingga makanan khas Solo.

10. Taman Sriwedari

tamanTaman Sriwedari. (detikcom)

Taman ini bisa dikunjungi malam hari. Lokasinya berada di pusat kota Solo, tepatnya di Jalan Slamet Riyadi No. 275, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta.

Di sana, bisa menikmati berbagai pertunjukan wayang orang, konser musik, hingga gelaran tari tradisional. Taman Sriwedari buka setiap hari mulai dari 10.00 WIB – 22.00 malam.

Wisata Solo Ramah Anak

1. Taman Balakembang

Taman Balakembang bisa jadi destinasi wisata Solo yang cocok untuk anak. Karena di sini, kita bisa menyaksikan acara-acara kesenian, kuliner, hingga pasar.

Taman Balakembang beralamat di Jl. Balekambang, Manahan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta. Buka setiap hari dari jam 07.00 – 17.00 WIB.

2. Solo Safari

Penampakan Solo Safari yang soft launching 27 Januari 2023.Penampakan Solo Safari yang soft launching 27 Januari 2023. (Tara Wahyu NV/detikcom)

Wisata Solo cocok anak selanjutnya adalah Solo Safari. Lokasinya ada di Jl. Ir. Sutami No.109, Jebres, Kec. Jebres, Kota Surakarta.

Solo Safari merupakan kawasan wisata edukasi satwa yang punya luas sekitar 13,9 hektare. Di sini, kita bisa belajar mengenal satwa endemik Indonesia.

Dilansir laman resminya, Solo Safari buka Senin-Jumat dari jam 08.30-16.30 WIB. Sementara untuk Sabtu-Minggu buka dari jam 08.00-16.30 WIB.

Harga tiket masuk Solo Safari reguler Rp 45.000 (anak-anak) dan Rp 55.000 (dewasa) di weekday. Sementara untuk weekend Rp 75.000 (dewasa) dan Rp 60.000 anak-anak.

3. Museum Radya Pustaka

Koleksi Museum Radya Pustaka Solo.Koleksi Museum Radya Pustaka Solo. (Ahmad Rafiq/detikcom)

Museum Radya Pustaka berada di Jalan Slamet Riyadi, posisinya dekat dengan Taman Sriwedari. Museum Radya Pustaka disebut sebagai museum tertua di Indonesia, yang didirikan oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada 18 Oktober 1890.

Dilansir laman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Solo, Museum Radya Pustaka menyimpan banyak koleksi benda-benda bersejarah, seperti pusaka adat, buku kuno, wayang kulit, dan arca dari zaman kerajaan Hindu-Buddha.

Museum Radya Pustaka buka dari Selasa- Minggu dari 08.30 WIB-13.00 WIB.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata di Solo yang Ramah Anak, Ada Taman-Museum


Jakarta

Solo atau dikenal dengan Surakarta memiliki sejumlah destinasi wisata menarik yang dapat dikunjungi. Sebagian tempatnya bahkan ramah anak sehingga traveler bisa mengajak Si Kecil bermain.

Sejumlah wisata ramah anak di Solo meliputi kawasan taman, alun-alun, maupun wisata edukasi seperti museum dan spot bersejarah seperti benteng. Lantas, di mana saja objek wisata tersebut? Simak di bawah ini.

10 Rekomendasi Wisata Ramah Anak di Solo

Berikut sederet wisata ramah anak di Solo yang dapat traveler kunjungi bersama Si Kecil:


1. Taman Balekambang Solo

Suasana baru Taman Balekambang Solo usai direvitalisasi, Selasa (23/7/2024).Taman Balekambang Solo. (Tara Wahyu NV/detikcom)

  • Lokasi: Jl. Balekambang, Manahan, Banjarsari, Kota Surakarta
  • Jam Buka: Setiap hari (07.00-16.00 WIB)
  • Harga Tiket Masuk: –

Usai revitalisasi, Taman Balekambang Solo semakin cantik. Kini Gedung Pertunjukan, Gedung GIC & Gastronomi, dan Kolam Partini memiliki wajah baru. Banyak tempat duduk yang tersebar di taman dan di bawah pohon rindang bisa jadi spot bersantai juga. Anak-anak akan senang di sini karena terdapat sekumpulan rusa, monyet, dan angsa yang bisa dijumpai.

2. Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka di Solo.Museum Radya Pustaka di Solo. (Nila Handayani)
  • Lokasi: Jl. Balekambang, Manahan, Banjarsari, Kota Surakarta
  • Jam Buka: Selasa-Minggu (08.30-16.00 WIB)
  • Harga Tiket Masuk: Rp 5.000-10.000

Museum Radya Pustaka disebut-sebut sebagai museum tertua di Indonesia yang telah berdiri sejak 18 Oktober 1890.

Di sini menyimpan banyak koleksi barang bersejarah seperti pusaka adat, buku kuno, wayang kulit dan arca dari masa kerajaan Hindu-Budha. Buah hati dapat traveler ajak ke sini untuk berwisata edukasi lho.

3. Taman Sriwedari

taman sriwedari soloTaman Sriwedari Solo (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Slamet Riyadi No. 275, Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta
  • Jam Buka: Setiap hari (10.00-22.00 WIB)
  • Harga Tiket Masuk: –

Di Taman Sriwedari, kamu dapat mengajak Si Kecil untuk menyaksikan pentas budaya seperti pertunjukan wayang. Dengan begitu, ia akan belajar mengenal budaya di Indonesia.

Anak-anak juga pasti akan senang dibawa ke sini karena terdapat rusa, angsa, kalkun kecil, dan burung merpati yang dibebaskan. Sehingga mereka bisa berinteraksi dengan hewan-hewan tersebut

4. Solo Safari

Solo SafariSolo Safari (Femi Diah/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Ir. Sutami No. 19, Jebres, Kota Surakarta
  • Jam Buka: Senin-Jumat (08.30-16.30 WIB), Sabtu-Minggu (08.00-16.30 WIB)
  • Harga Tiket Masuk: Rp 45.000-110.000

Ini adalah kebun binatang yang berada di Solo nih. Terdapat banyak koleksi satwa yang bisa dilihat di sini, mulai dari harimau, gajah, orangutan, unta, hingga kangguru. Di sini pengunjung juga dapat berinteraksi lebih dengan memberi makan hewan maupun menunggangi kuda atau unta.

5. Alun-alun Kidul Surakarta

  • Lokasi: Pasar Kliwon, Kota Surakarta
  • Jam Buka: 24 Jam
  • Harga Tiket Masuk: –

Alun-alun Kidul Surakarta dikenal juga dengan sebutan Alkid. Di sini pengunjung anak-anak senang sekali menyaksikan kawanan kerbau albino yang konon merupakan kerbau keramat milik Klangenan Raja.

Alun-alun juga kerap dijadikan tempat pasar malam. Berbagai wahana permainan yang bisa dinaiki seperti komidi putar dan bianglala.

6. Taman Cerdas Soekarno-Hatta Jebres

Sejumlah tempat wisata di Kota Solo mulai dibuka saat PPKM Level 2. Taman Cerdas Jebres, Solo, Jawa Tengah, pun mulai ramai pengunjung, Minggu (14/11).Taman Cerdas Jebres di Solo. (Agung Mardika)
  • Lokasi: Jl. Ki Hajar Dewantara, Jebres, Kota Surakarta
  • Jam Buka: Setiap hari (09.00-21.00 WIB)
  • Harga Tiket Masuk: –

Anak pasti senang dibawa ke taman satu ini. Pasalnya, terdapat replika dinosaurus dan sejumlah patung robot besar yang dapat dijadikan spot foto di sini. Traveler juga bisa mengajak Si Kecil untuk bermain wahana permainan di area playground yang tersedia.

7. Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg kamp tentara Belanda yang disiapkan jadi rumah karantina Pemkot SoloBenteng Vastenburg. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Jenderal Soedirman, Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Kota Surakarta
  • Jam Buka: 24 Jam
  • Harga Tiket Masuk: Rp 2.000-3.000

Si Kecil juga perlu sesekali diajak ke tempat bersejarah, contohnya Benteng Vastenburg untuk berwisata edukasi. Bangunan bekas masa kolonial Belanda telah ada sejak 1745. Kala itu, benteng ini berfungsi untuk mengawasi Keraton Surakarta yang berkuasa.

8. Taman Bendungan Tirtonadi

Taman Tirtonadi Solo.Taman Tirtonadi Solo. (Hana Gemeli Rahmawati/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Ahmad Yani, Gilingan, Banjarsari, Kota Surakarta
  • Jam Buka: 24 Jam
  • Harga Tiket Masuk: –

Sesuai namanya, taman ini berada di pinggir Bendungan Tirtonadi. Traveler dapat mengajak Si Kecil kemari untuk duduk-duduk santai di tepi bendungan, jajan, atau beli angkringan. Sebaiknya datang pada sore hari karena cuaca sudah tidak terlalu terik.

9. Ngarsopuro Night Market

Night Market Ngarsopuro, Solo, Selasa (27/3/2018).Night Market Ngarsopuro, Solo. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Slamet Riyadi, Laweyan, Kota Surakarta
  • Jam Buka: Jumat-Sabtu (17.00-23.00 WIB)
  • Harga Tiket Masuk: –

Kalau ingin berwisata kuliner, traveler bisa datang ke Ngarsopuro Night Market bersama buah hati. Banyak sekali pedagang pernak-pernik, pakaian, hingga makanan dan jajanan yang dapat ditemukan di pasar malam akhir pekan ini. Terdapat live music juga yang bakal menghiburmu selama di sana.

10. Taman Sunan Jogo Kali

Taman Sunan Jogo Kali Pucang Arum, Pucangsawit, Jebres.Taman Sunan Jogo Kali Pucang Arum, Pucangsawit, Jebres. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
  • Lokasi: Pucangsawit, Jebres, Kota Surakarta
  • Jam Buka: Setiap hari (06.00-21.00 WIB)
  • Harga Tiket Masuk: –

Ada lagi Taman Sunan Jogo Kali di Solo. Di sana anak-anak bisa bermain wahana playground seperti ayunan dan papan seluncur. Terdapat sejumlah spot bagus yang bisa dijadikan latar berfoto.

Kian malam taman ini semakin “hidup”. Akan ada banyak penjual kuliner dan penampilan live musik yang menghibur.

Nah, itu tadi sederet tempat wisata ramah anak di Solo yang bisa traveler datangi bersama buah hati. Jadi, kamu tertarik berkunjung ke tempat mana nih?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Lempar Koin di Situs Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan



Pangandaran

Warga Pangandaran percaya jika melempar koin di Situs Batu Kalde, maka wisatawan akan mendapatkan keberuntungan. Percaya atau tidak?

Jika Anda berkunjung ke Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran, jangan lupa mampir ke Situs Batu Kalde. Ada mitos unik yang menyelimuti situs ini. Mitos itu melibatkan uang koin.

Situs Batu Kalde adalah bangunan cagar budaya yang disebut-sebut sebagai petilasan Prabu Jaya Pakuan, pangeran dari Kerajaan Pajajaran. Konon, sang pangeran pernah singgah di situs ini.


Situs ini dinamakan Situs Batu Kalde karena terdapat sebuah arca berbentuk sapi. Meski berbentuk sapi, namun oleh masyarakat setempat dianggap menyerupai ‘kalde’, bahasa Sunda untuk keledai.

Namun, dalam mitologi Hindu, arca tersebut sebenarnya merupakan Nandi, wahana atau kendaraan Dewa Siwa. Biasanya, keberadaan Nandi menandakan di tempat itu dulunya terdapat arca Dewa Siwa dalam bentuk lingga yoni, simbol kesuburan dalam kepercayaan Hindu.

Situs Batu Kalde di PangandaranSitus Batu Kalde di Pangandaran Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar

Lingga melambangkan kejantanan dan sumber kehidupan. Sedangkan yoni adalah simbol kesuburan yang dihubungkan dengan Dewi Parwati, istri Dewa Siwa. Penyatuan lingga dan yoni diyakini sebagai filosofi keseimbangan alam yang menciptakan kehidupan baru.

Kembali ke mitos yang dipercaya oleh warga setempat, mereka percaya jika orang yang berhasil melemparkan uang koin ke dalam lubang batu yoni yang tersisa, maka dia akan mendapatkan keberuntungan.

Yogi Saputera, juru penunggu Situs Batu Kalde, mengatakan mitos tersebut telah ada sejak lama.

“Memang katanya kalau berhasil melempar koin ke batu yoni, bisa mendapatkan keberuntungan. Tapi aturannya, harus melempar dari jarak tiga langkah mundur dari batas yang ditentukan,” ujar Yogi belum lama ini.

Konon, jika seseorang berhasil memasukkan koin ke dalam lubang candi yang tinggal satu umpak, maka harapannya akan terkabul. Menurut Yogi, uang koin yang digunakan juga tidak boleh sembarangan.

“Harus pakai uang receh pecahan Rp 500 atau lebih kecil. Tidak boleh terlalu besar nilainya,” tambah dia.

Sampai sekarang mitos ini tetap lestari, bahkan semakin populer, terutama saat musim liburan. Setiap harinya, Yogi mengaku menerima 20 hingga 30 wisatawan yang datang khusus untuk mencoba peruntungan mereka dengan melempar koin.

“Pas libur panjang, jumlahnya bisa lebih banyak. Rata-rata 30 orang datang ke sini setiap hari,” katanya.

Wisatawan Dibuat Penasaran

Bagi sebagian pengunjung, melempar koin ke Situs Batu Kalde bukan hanya soal mitos, tetapi juga bagian dari pengalaman seru selama berwisata. Seperti yang dialami Aprilian (24), seorang wisatawan yang mengunjungi situs ini bersama temanya.

“Awalnya sih cuma ikut rute yang diberikan pemandu. Terus dia bilang ini tempat bersejarah dan ada mitos kalau bisa lempar koin ke dalam lubang, harapan kita bisa terkabul. Jadi ya coba aja,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dirasakan Fazar Sidiq, yang datang liburan ke Situs Batu Kalde bersama dengan Aprilian.

“Karena penasaran, ya ikut coba aja. Tadi sampai nukerin uang Rp 2.000 jadi koin receh. Dari empat koin yang saya lempar, dua berhasil masuk,” katanya.

Terlepas dari mitos yang berkembang, Situs Batu Kalde tetap menjadi destinasi menarik di Cagar Alam Pangandaran. Selain menyimpan nilai sejarah dan budaya, tempat ini juga menjadi daya tarik wisata yang unik dengan tradisi lempar koinnya.

Bagi yang percaya, ritual ini bisa menjadi simbol harapan. Namun, bagi yang hanya sekadar mencoba, melempar koin ke Batu Kalde tetap memberikan pengalaman seru yang tak terlupakan.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kuil Murugan, Simbol Toleransi Umat Hindu Keturunan India Selatan



Jakarta

Kuil Murugan, rumah ibadah paling warna-warni dan termegah se-Asia Tenggara, hadir di Jakarta Barat. Kuil itu menjadi tanda toleransi Nusantara.

Ada kerinduan panjang, sekitar 75 tahun, untuk dapat mewujudkan Kuil Murugan atau Murugan Temple. Berlokasi di Jalan Bedugul, Daan Mogot No.2, RT.6/RW.17, Kalideres, Kec. Kalideres, Kota Jakarta Barat, kuil ini sukses menarik perhatian dunia.

Baru diresmikan pada 2 Februari 2025, bertepatan dengan Maha Kumbh Mela, Kuil Murugan didapuk sebagai kuil hindu terbesar se-Asia Tenggara. Menara setinggi 47 meter menjulang megah.


Dr. A.S Kobalen. M.Phil. PhD (61), inisiator dari pembangunan Kuil Murugan menceritakan bagaimana perjuangan rumah ibadah ini. Umat hindu keturunan India Selatan sudah cukup lama mendambanya, sekitar 75 tahun perjuangan.

“Tempat ini lahir di latar belakangnya sebuah kerinduan panjang oleh masyarakat Hindu perantau dari Sumatra Utara yang ada di Jakarta selama 75 tahun tidak punya rumah ibadah,” katanya kepada rombongan wartawan ditemui di Kuil Murugan pada Sabtu (2/8).

“Kalau mau ibadah numpang-numpang,” kenangnya.

Dr. A.S Kobalen. M.Phil. PhD Inisiator Murugan TempleDr. A.S Kobalen. M.Phil. PhD Inisiator Murugan Temple Foto: (Andhika Prasetia/detikFoto)

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa umat hindu perantauan biasanya masyarakat Sumatra Utara yang berasal dari India Selatan, suku Tamil atau orang India yang bisa berbahasa Tamil.

“Kebetulan di India Selatan itu dewa favoritnya Murugan,” jelasnya.

Dewa Murugan dalam agama hindu dikenal sebagai dewa perang, keberanian dan kebijaksanaan. Ia adalah putra Dewa Siwa dan Dewi Parwati, adik dari Dewa Ganesha.

Sebelum kuil ini hadir, jemaat beribadah ke Durga Temple di Tangerang atau Karawaci. Namun, dewa di kuil-kuil tersebut bukanlah Dewa Murugan.

Dengan air muka yang cerah, Kobalen menceritakan bagaimana Gema Sadhana menjadi payung dan organisasi yang memperjuangkan pembangunan Murugan Temple. Sebagai ketua umum, dirinya mengaku ada banyak orang yang membantu pembangunan rumah ibadah sejak perencanaannya digemakan.

“50 persen pembangunan dari kuil ini merupakan bantuan dari non-hindu. Kebanyakan mengirimkan bahan bangunan,” jelasnya.

Kuil Murugan di Jakarta Barat, menghadirkan nuansa India Selatan lewat arsitektur warna-warni dan patung dewa yang megah.Kuil Murugan di Jakarta Barat, menghadirkan nuansa India Selatan lewat arsitektur warna-warni dan patung dewa yang megah. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Tahun 2019 Gema Sadhana, organisasi kesetaraan dan keragaman agama yang berada di bawah naungan Partai Gerindra mulai bergerak untuk meminta izin pembangunan kepada gubernur DKI. Pada 27 Oktober 2019, saat perayaan Hari Raya Depawali di Ancol, Anies Baswedan yang waktu itu menjabat sebagai gubernur menyetujui permohonan itu secara verbal di depan 4500 orang.

Singkat cerita 14 Februari 2020 diadakan peletakan batu pertama. Di tengah pandemi pembangunan sempat mandek, sampai dua tahun. Setelah itu perlahan-lahan wujud bangunan terlihat berkat bantuan material dan donasi dari masyarakat.

Mantap dengan pondasi, barulah pengurus kuil mendatangkan tenaga ahli seni dari India. “Hampir 61 orang tenaga seni di sini, 44 orang mengerjakan arca yang sudah indah itu di India,” ungkapnya.

Kuil Murugan di Jakarta Barat, menghadirkan nuansa India Selatan lewat arsitektur warna-warni dan patung dewa yang megah.Kuil Murugan di Jakarta Barat, menghadirkan nuansa India Selatan lewat arsitektur warna-warni dan patung dewa yang megah. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Melihat banyaknya dukungan dari berbagai agama, Kobalen menjanjikan Murugan sebagai simbol kebhinnekaan Indonesia. Selain rumah ibadah, kuil tersebut memang akan dijadikan sebagai tempat wisata. Ia mengapresiasi banyak pihak yang turut mendukung pembangunan kuil.

Saat ini Kuil Murugan masih ditutup untuk umum karena pekerjaan konstruksi dan masih belum menandainya dengan tanda tata tertib. Kolaben mengatakan bahwa saat ini pengurus kuil sedang mengerjakan situs resmi dan aplikasi khusus pengunjung, sehingga di masa depan wisatawan bisa masuk tanpa antrean panjang seperti kemarin.

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Hilangnya Si Penjaga Keselamatan, Ketika Museum Dirusak dan Dijarah



Jakarta

Aksi massa pada Sabtu (30/8/2025) malam tidak hanya terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Lokasi aksi ini meluas hingga Kediri, Jawa Timur dengan sejumlah insiden perampokan dan perusakan. Aksi pencurian tidak hanya menyasar barang yang saat ini dinilai berharga.

Barang peninggalan sejarah ikut hilang dalam aksi perusakan yang terjadi di Museum Bhagawanta Bhari, Kediri. Museum di belakang DPRD Kabupaten Kediri ini kehilangan fragmen Arca Ganesha peninggalan kebudayaan Hindu, yang sempat blooming di sejarah Indonesia.

Fragmen arca Ganesha di Museum Bhagawanta BhariFragmen arca Ganesha di Museum Bhagawanta Bhari Foto: Museum Bhagawanta Bhari

Sosok Ganesha dalam kepercayaan Hindu adalah dewa berkepala gajah yang sangat dihormati. Dia adalah putra Dewa Siwa dengan sosok bertangan empat yang memegang berbagai simbol biasanya kapak, jerat, dan mangkuk. Kendati berkepala gajah, sosok Ganesha tidak punya gading yang utuh.


“Ganesha adalah lambang dewa ilmu pengetahuan dan sang penjaga keselamatan dalam kehidupan manusia. Atribut yang dipegangnya antara lain paracu (kapak kerap ditulis parasu), aksamala (tasbih), dan mangkuk,” tulis Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Profil kebudayaan Kabupaten kediri, Kantor Parsenibud Kabupaten Kediri tahun 2006.

Sebagai sebuah fragmen, arca Ganesha di Museum Bhagawanta Bhari tidak terlihat utuh. Bagian kepala lebih kecil menyisakan bagian belalai, dengan ornamen di belakang arca seperti ada yang hilang. Fragmen arca Ganesha kemungkinan adalah peninggalan zaman Kerajaan Mataram Kuno di abad ke-11 Masehi.

Meski begitu, arca ini tetap berharga sebagai bagian perkembangan kebudayaan Indonesia. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) mengimbau masyarakat yang tahu keberadaan artefak ini segera melapor pada pemerintah. Khususnya bagi oknum yang mengambil dan menyimpan sendiri fragmen arca Ganesha.

“Kami benar-benar berharap benda-benda bersejarah ini bisa kembali, karena peninggalan budaya memiliki nilai historis jadi sangat tidak pantas untuk menjadi sasaran,” kata Mas Dhito dalam keterangan tertulis pada Minggu (31/8/2025).

Sejumlah benda bersejarah lain tercatat ikut hilang dalam aksi ini. Benda tersebut adalah arca bodhisatva, miniatur lumbung, plakat HVA Sidomulyo dua buah, bata berinskripsi, dan arca Sumbercangkring. Pemerintah berharap semua benda bersejarah tersebut kembali, supaya bisa jadi bahan belajar seluruh masyarakat.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com