Tag Archives: hujan

Waspada! Hujan Deras Bisa Bikin Tikus Masuk Rumah, Ini Cara Mengatasinya


Jakarta

Ketika hujan turun deras, rumah bisa kebanjiran. Luapan air itu dapat membuat tikus mencari tempat persembunyian yang aman, salah satu opsinya adalah rumah.

Nah, penghuni perlu waspada dengan tikus masuk rumah. Mereka bisa bersembunyi di garasi, dapur, hingga loteng.

Kehadiran tikus akan sangat mengganggu. Selain menggelikan, hewan kotor ini suka mencuri makanan dan membawa penyakit.


Dikutip dari Viking Pest Control, ciri-ciri rumah diserang tikus adalah ada kotoran berwarna hitam dan air kencing tikus berwarna kuning berceceran di sekitar rumah. Kemudian, terdapat bekas gigitan tikus pada furnitur atau pakaian.

Lalu, bagaimana mengatasi tikus masuk rumah usai hujan dan banjir ya? Berikut ini tipsnya.

Cara Atasi Tikus Masuk Rumah

Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membasmi tikus setelah hujan disertai banjir, dilansir dari Better Pest Control.

1. Bersihkan Rumah

Penghuni perlu rajin membersihkan rumah agar tidak jadi sarang tikus. Apalagi usai banjir, pastikan rumah bersih secara menyeluruh ya. Sebab, tikus tertarik pada sampah, sisa makanan, dan piring kotor.

2. Perbaiki Kerusakan Bangunan

Setelah banjir surut, pemilik sebaiknya memeriksa kondisi rumah. Kalau ada kerusakan atau bukaan di sekitar bangunan, segera perbaiki. Jangan biarkan ada lubang atau retakan yang bisa jadi celah tikus masuk rumah.

3. Usir Tikus Pakai Bahan di Rumah

Penghuni rumah bisa mengusir sekaligus mencegah tikus masuk rumah pakai bahan-bahan yang ada di rumah. Ada beberapa bahan yang mengeluarkan bau yang tak disukai tikus. Gunakan bahan-bahan berikut ini biar tikus enggak betah di rumah.

  • Minyak Pepermin: Basahi kapas dengan minyak pepermin, lalu letakkan di titik masuk rumah, lemari, ventilasi udara, dan jendela.
  • Kamper: Letakkan kamper di lemari, laci, dan dekat furnitur untuk mengusir tikus.
  • Cabai Rawit, cengkeh, dan daun mint: Masukkan cabai rawit, cengkeh, dan daun minta ke dalam kantong kain kasa. Lalu, taruh kantong tersebut di tempat yang sering dilalui tikus.

4. Rapikan Pekarangan

Terakhir, pemilik dapat merapikan pekarangan rumah dengan memotong rumput. Pangkas juga cabang pohon yang bisa jadi jalan tikus masuk ke halaman rumah. Jangan lupa untuk menutup bukaan yang dapat dilalui tikus.

Tikus biasanya bersembunyi di rerumputan, gulma, dan pohon. Selain itu, hewan pengerat tersebut dapat bersembunyi di tempat yang jarang dipakai seperti gudang, ruang penyimpanan, dan area luar rumah lainnya.

Itulah cara mengatasi tikus masuk rumah sehabis banjir. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati Dinding Rumah Bisa Jebol gegara Hujan Angin, Ini Alasannya


Jakarta

Hampir seluruh wilayah di Indonesia akhir-akhir ini diguyur hujan angin. Hal ini bukan fenomena yang biasa karena hujan angin bisa mengancam keselamatan masyarakat dan bangunan.

Angin tersebut sangat berisiko merusak rumah. Buktinya sudah banyak, salah satunya adalah beberapa dinding rumah dilaporkan jebol akibat hujan angin. Kejadian terbaru ditemukan di Kabupaten Bogor.

Dilansir dari detikNews, dinding yang jebol tersebut berada di kamar tidur. Menurut keterangan BPBD Kabupaten Bogor dinding rumah itu jebol setelah daerah tersebut diguyur hujan angin dalam durasi yang cukup lama.


Dari foto yang diterima detikcom, dinding rumah tersebut sudah dibangun dengan bata yang telah diplester dan diaci dengan ketebalan yang wajar. Namun, ternyata konstruksi tersebut tidak dapat selamat dari guyuran hujan angin.

Kejadian tersebut bisa menjadi pengingat dan alarm bagi masyarakat untuk segera mengecek kondisi dinding di rumahnya. Selain mengecek, masyarakat juga harus mengetahui penyebab dinding bisa jebol setelah diguyur hujan angin.

Penyebab Dinding Jebol saat Hujan Angin

Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan mengatakan ada dua penyebab yang menjadi biang kerok utama dinding jebol ketika hujan angin, berikut di antaranya.

1. Kondisi Dinding yang Tidak Kuat Menahan Tekanan

Alasan bangunan bisa roboh karena angin memberikan tekanan yang besar. Ketika pembangunannya tidak sesuai standar, kata Wildan, dinding jebol mungkin saja terjadi. Bisa juga dikarenakan bahan perekat dindingnya tidak dibuat dengan benar. Untuk membuat bahan perekat dibutuhkan semen, kapur, pasir, dan air.

“Karena adukannya juga bisa. Spesi (adukan) kan ada rasio campuran antara pasir dan semen,” kata Wildan kepada detikcom, pada Senin (3/11/2025).

2. Struktur Dinding Tidak Pakai Angkur

Widan mengatakan pembangunan dinding yang tidak memakai angkur, yakni elemen pengikat yang biasa digunakan untuk menghubungkan antara batu bata atau hebel dengan kolom beton bertulang. Angkur bisa memastikan bahwa dinding yang dibangun tersebut akan kuat menahan berbagai tekanan agar tidak mudah ambruk.

Pembangunan tanpa angkur, kata Wildan, mungkin saja terjadi terutama pada pembangunan rumah yang dilakukan sendiri tanpa bantuan ahli.

“Mungkin di daerah belum teredukasi dengan baik, jadi bangun rumah yang penting berdiri,” ujarnya.

Kondisi struktur dinding yang tidak kuat sebenarnya ada hubungannya dengan pembangunannya yang tidak sesuai standar. Oleh karena itu, ketika ingin membangun rumah sangat disarankan untuk melibatkan tenaga ahli seperti arsitek, ahli sipil, kontraktor, hingga tukang bangunan.

Wildan memperingatkan agar hati-hati atau sebaiknya pindah sementara dari rumah yang dindingnya sudah jebol. Sebab, satu sisi yang sudah jebol bisa berpengaruh pada dinding yang lain.

Itulah 2 penyebab dinding rumah ambruk ketika hujan angin, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Cara Pilih Waktu Terbaik Bangun Rumah Menurut Tradisi Jawa


Jakarta

Dalam tradisi Jawa, proses pembangunan rumah tidak bisa dilakukan sembarangan. Terdapat anjuran dan pantangan yang dibuat berdasarkan budaya dan spiritual atau kepercayaan masyarakat Jawa.

Salah satu aturan tersebut mengenai cara memilih waktu yang baik jika ingin membangun rumah. Aturan tersebut muncul dari pengalaman orang terdahulu dan diharapkan dapat memberikan kelancaran, keberkahan, serta keharmonisan dalam pengerjaannya.

Dilansir dari detikJateng yang mengutip dari buku Arsitektur Tradisional terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI serta artikel ilmiah berjudul Persepsi Masyarakat Desa Jiwan Terhadap Kalender Jawa dalam Membangun rumah oleh Berti Fitri Permatasari dan Novi Triana Habsari, berikut penjelasannya.


1. Hindari Bangun Rumah Saat Musim Hujan

Indonesia hanya memiliki dua musim, yakni musim kemarau dan hujan. Dalam tradisi Jawa, terdapat 12 musim dalam setahun, seperti Kasa, Karo, Ketiga, hingga Kasada. Namun, 12 musim tersebut dibagi dalam dua kategori besar, yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

Musim hujan terjadi pada musim Kapitu, Kawolu, dan Kasanga. Umumnya pada tiga musim tersebut curah hujan sedang tinggi sehingga bisa menghambat proses pembangunan dan berisiko mengancam keselamatan tukang maupun penghuni awal rumah, serta bisa mengakibatkan rumah bahan bangunan rusak.

Selain ketiga musim tadi, tradisi Jawa disebut menghindari musim Kalima karena dianggap masa peralihan yang cuacanya masih tidak menentu sehingga masih kurang ideal untuk membangun rumah.

2. Cari Hari Baik untuk Bangun Rumah

Selain musim, hari pembangunan pun harus diperhitungkan. Ada beberapa hari yang sebaiknya dihindari, ada juga hari yang baik.

Uniknya, penentuan waktu ini berdasarkan hitungan hari lahir dan pasaran orang yang akan menempati rumah. Dalam tradisi Jawa, cara ini punya nilai khusus dan disebut dengan neptu. Sebagai contoh hari Ahad nilainya 5, Senin 4, dan seterusnya. Pasaran seperti Pahing, Kliwon, Legi juga punya nilai sendiri. Jumlah dari nilai hari dan pasaran ini kemudian dihitung untuk menentukan hari yang tepat dalam pembangunan.

Setelah didapatkan total neptu, angka ini akan dihitung lagi menggunakan rumus Panca Suda, yaitu sistem pembagian lima jenis bagian rumah berdasarkan urutan pembangunan. Hasil dari perhitungan ini akan menjadi panduan untuk membangun rumah berdasarkan ruangan, begini pembagiannya.

Sri: untuk membangun lumbung padi

Werdi: untuk kandang atau gandhok

Naga: untuk dapur atau pawon

Kencana (emas): untuk rumah utama (omah jero)

Salaka (perak): untuk bagian depan seperti pendhapa

Sebagai contoh seseorang ingin membangun bagian utama rumah, yang disebut ‘omah jero’, maka harinya harus menghasilkan sisa Kencana (yaitu angka 4) setelah dihitung. Misalnya memilih hari Ahad Pahing (Ahad = 5, Pahing = 9), maka totalnya 14. Angka ini dikurangi dua kali jumlah unsur Panca Suda (2 x 5 = 10), sisa 4. Karena sisa 4 berarti Kencana, maka hari itu dianggap cocok untuk membangun rumah utama.

Contoh lain, kalau ingin membangun lumbung padi, perlu mencari hari yang hasil akhirnya jatuh pada Sri, misalnya Selasa Kliwon (Selasa = 3, Kliwon = 8, total 11). Setelah dikurangi 10, sisa 1, yang berarti Sri. Maka hari itu cocok untuk mendirikan lumbung.

Aturan ini berlaku untuk semua bagian rumah. Pemilik rumah perlu menghitung masing-masing ruangan kemudian, menyusun jadwal pembangunannya. Cara pemilihan hari ini dipercaya dapat membawa berkah dan ketenteraman bagi penghuninya.

Itulah cara menentukan waktu yang tepat untuk membangun rumah berdasarkan tradisi Jawa, semoga membantu.

Artikel ini sudah tayang di detikJateng

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

8 Cara Rawat Tanaman Hias Agar Tetap Subur Saat Musim Hujan


Jakarta

Sejumlah wilayah di Tanah Air telah dilanda hujan selama beberapa pekan terakhir. Jika memiliki tanaman hias di rumah, sebaiknya lakukan perawatan ekstra karena hujan kerap menjadi masalah bagi tumbuhan.

Perlu diketahui, tanaman hias bisa mati jika terkena air hujan terus-menerus. Sebab, akar tanaman akan membusuk akibat kekurangan oksigen dan bisa memicu masalah penyakit jamur dan merusak batang.

Maka dari itu, penting untuk merawat tanaman hias di rumah dengan tepat selama musim hujan. Bagaimana caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Cara Merawat Tanaman Hias Saat Musim Hujan

Merawat tanaman hias ketika musim hujan tidak bisa sembarangan. Dilansir situs Root Bridges dan Proven Winners, Selasa (18/11/2025), berikut sejumlah tips merawat tanaman selama musim hujan.

1. Hindari Genangan Air

Langkah yang pertama adalah menghindari genangan air karena bisa menyebabkan hilangnya nutrisi tanah dan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Agar tanaman tidak cepat mati saat musim hujan, pastikan pot tanaman memiliki sistem drainase yang baik agar air bisa mengalir ke luar.

2. Letakkan Tanaman di Tempat Kering

Saat musim hujan, sebaiknya tanaman hias dipindahkan ke tempat yang kering agar tidak terkena air hujan. Bisa juga menutupnya dengan plastik berlubang yang tembus cahaya agar tanaman tetap mendapatkan kelembapan yang dibutuhkan.

3. Siapkan Cahaya Tambahan

Selama musim hujan, tanaman terkadang tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh. Maka dari itu, siapkan sumber cahaya buatan untuk mengatasi kekurangan cahaya, misalnya menggunakan lampu.

4. Pangkas Tanaman Secara Rutin

Pangkas tanaman secara teratur menggunakan alat yang tepat, terutama ketika musim hujan karena tunas baru akan tumbuh lebih cepat. Namun, pastikan memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan tersebut. Pemangkasan ini juga membantu menghindari pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan.

5. Ikat Tanaman Agar Kuat

Ketika musim hujan, terutama diiringi dengan angin kencang, terkadang tanaman hias di rumah bisa jatuh atau rusak akibat dihantam angin. Sebagai pencegahan, tanaman bisa diikat pada sebatang kayu agar tetap kokoh. Langkah ini sangat penting untuk tanaman yang masih muda dan pertumbuhannya lambat.

6. Manfaatkan Pupuk dan Cacing Tanah

Manfaatkan cacing tanah dan pupuk organik agar tanaman tetap subur selama musim hujan. Pupuk organik bermanfaat untuk memberikan nutrisi bagi tanaman agar tetap sehat.

7. Cegah Erosi Tanah

Demi mencegah terjadi erosi tanah, buat penghalang di sekitar tanaman selama musim hujan. Pastikan penghalang ini kokoh dan tidak menimbulkan genangan air yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

8. Periksa Tanaman Secara Berkala

Selama musim hujan, detikers perlu mengecek tanaman hias di rumah secara berkala. Biasanya, ada beberapa daun yang gugur atau batang patah sehingga harus dibuang segera.

Itulah delapan tips merawat tanaman hias agar tetap tumbuh subur saat musim hujan. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/dhw)



Sumber : www.detik.com

7 Wisata Rainbow Slide di Bogor Dekat Jakarta, Lintasannya Capai 100 Meter


Jakarta

Perosotan pelangi atau rainbow slide viral sejak beberapa waktu lalu dan hingga kini masih diminati. Meski mirip dengan papan seluncur pada umumnya, wahana ini punya lintasan berwarna-warni cukup lebar yang lurus memanjang.

Rainbow slide bisa dimainkan sendiri maupun tandem. Treknya yang sedikit bergelombang menambah keseruan bermain wahana satu ini.

Di Bogor terdapat sejumlah tempat wisata yang menawarkan wahana menyenangkan satu ini. Dengan tiket terjangkau, traveler sudah bisa menjajal perosotan pelangi bahkan sambil menikmati panorama mempesona khas Kota Hujan. Temukan rekomendasi wisata rainbow slide di bawah ini.


Wisata Rainbow Slide di Bogor

Sejumlah tempat wisata di Bogor menawarkan wahana permainan perosotan pelangi. Merangkum Google, berikut deretan tempatnya:

1. Agrowisata Gunung Mas

  • Lokasi: Jl. Taya Puncak-Gadog KM 87, Cisarua, Kabupaten Bogor
  • Jam Buka: Senin-Jumat (12.00-21.00 WIB), Sabtu-Minggu (10.00-22.00 WIB)
  • Harga Tiket: Rp 25.000 (single), Rp 35.000 (tandem)

Di Agrowisata Gunung Mas, traveler bisa menaiki rainbow slide yang panjang lintasannya mencapai 100 meter. Kabarnya, wahana perosotan pelangi di sini jadi yang terpanjang di Bogor.

Selain itu, wahana lain yang dapat dicoba di sini meliputi ATV, offroad can am dan komodo, kereta gantung, bumper car, roller coaster, flying fox, hingga mini jeep. Pengunjung juga bisa menunggangi kuda sambil berkeliling. Berwisata di sini semakin menarik karena disuguhkan view kebun teh serta pegunungan menawan.

Dari pusat Jakarta, jarak Agrowisata Gunung Mas sekitar 54 km dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam, tergantung lalu lintas jalan.

2. Dusun Giok

Rainbow Slide di Dusun Giok BogorRainbow Slide di Dusun Giok Bogor (dok. Instagram @dusun_giok_official)
  • Lokasi: Jl. Bukit Pelangi, Gunung Geulis, Sukaraja, Kabupaten Bogor
  • Jam Buka: Senin-Jumat (08.00-21.00 WIB), Sabtu-Minggu (08.00-22.00 WIB)
  • Harga Tiket: Rp 15.000 per orang

Kawasan Dusun Giok punya wahana perosotan pelangi seru untuk anak hingga dewasa. Permainan lainnya yang dapat traveler jajal yaitu kora-kora, ATV, dan playground anak.

Di samping bermain wahana, pengunjung bisa bermalam di penginapan yang tersedia. Terdapat Cafe Giok yang menyajikan aneka makanan dan minuman lezat untuk mengganjal perut serta mini zoo.

Dusun Giok yang berjarak kisaran 43 km dari Jakarta bisa dicapai dalam waktu sekitar 1 jam 45 menit.

3. Villa Khayangan

Rainbow Slide di Villa Khayangan BogorRainbow Slide di Villa Khayangan Bogor (dok. Instagram @villa_khayangan_bogor)
  • Lokasi: Jl. Puncak Dua, Wargajaya, Sukamakmur, Kabupaten Bogor
  • Jam Buka: Senin-Minggu, 07.00-17.00 WIB
  • Harga Tiket: Rp 25.000 per orang

Selain penginapan, Villa Khayangan dilengkapi wahana permainan antara lain rainbow slide, mini jeep, sepeda gantung, ayunan ekstrem, bioskop 3D, hingga VR. Traveler juga akan menemukan sederet spot foto cantik nan Instagramable di sini.

Tidak perlu khawatir kelaparan karena tersedia juga kantin, resto, dan kafe. Terdapat kolam renang kalau mau berenang atau sekadar main air. Serta ada mini zoo dengan hewan rusa, beragam burung, dan kambing,

Untuk menuju Villa Khayangan, traveler perlu menempuh jarak 47 km dari pusat Jakarta dengan waktu kurang lebih 1 jam 45 menit.

4. City Garden Vivo Mall Sentul

  • Lokasi: Vivo Mall Lt. Dasar, Jl. Raya Jakarta-Bogor KM 50, Sentul, Kabupaten Bogor
  • Jam Buka: Senin-Jumat (10.00-21.00 WIB), Sabtu-Minggu (10.00-22.00 WIB)
  • Harga Tiket Masuk: Rp 35.000 per orang

Perosotan pelangi ini terletak di dalam Vivo Mall Sentul, tepatnya berada di area City Garden Eat and Play. Wahana lain seperti UFO berputar, trampoline, igloo house, hingga istana balon bisa dijajal.

Sejumlah wahana di sini bisa dimainkan sepuasnya dan beberapa lainnya harus mengeluarkan biaya tambahan. Playground ini dibuka untuk balita hingga dewasa, tanpa batasan umur.

Selain di Vivo Mall, City Garden Eat and Play dapat ditemukan di Boxies Mall123, Tajur. Playground di sana tersedia indoor maupun outdoor dengan beragam wahana permainan.

Jarak yang mesti ditempuh dari Jakarta menuju City Garden Vivo Mall Sentul berkisar 31 km dan bisa dicapai dalam waktu sekitar 1, 5 jam perjalanan.

5. The Nice Park Rumpin

Rainbow Slide di The Nice Park RumpinRainbow Slide di The Nice Park Rumpin (dok. Instagram @theniceparkrumpin)
  • Lokasi: Kampung Cisiriung, Rabak, Rumpin, Kabupaten Bogor
  • Jam Buka: Senin-Jumat (09.00-17.45 WIB), Sabtu-Minggu (10.00-17.45 WIB)
  • Harga Tiket Masuk: Rp 30.000 per orang

The Nice Park Rumpin punya playground indoor dan outdoor yang luas dengan wahana lengkap. Rainbow slide jadi salah satu wahana yang traveler bisa mainkan. Trampoline, mini roller coaster, hingga mini climbing juga dapat dicoba.

Menariknya, bukan hanya terdapat playground tetapi juga ada restoran dan mini zoo di sini. Hewan yang ditemukan cukup beragam dan unik, meliputi rusa tutul, iguana, meerkat, hingga kuda poni. Plusnya juga, pengunjung bisa menikmati panorama perbukitan yang mempesona.

The Nice Park Rumpin bisa dijangkau sejarak 35 km dari Jakarta dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

6. Ramayana Tajur

  • Lokasi: Jl. Raya Tajur Pakuan, Muarasari, Kota Bogor
  • Jam Buka: Senin-Jumat (10.00-21.00 WIB), Sabtu-Minggu (10.00-22.00 WIB)
  • Harga Tiket Masuk: Rp 25.000 per orang

Tajur Giant Rainbow Slide dapat traveler coba di Ramayana Tajur. Selain perosotan pelangi ini, pengunjung bisa bermain beragam wahana lain seperti mini flying fox, mini wall climbing, trampoline, gokart mini, serta horse riding. Playground di sini tidak dikhususkan untuk anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa bermain.

Dari Jakarta, Ramayana Tajur berjarak sekitar 45 km dengan waktu tempuh kisaran 1 jam 45 menit.

7. Cibubur Garden Eat & Play

Rainbow Slide di Cibubur Garden Eat & PlayRainbow Slide di Cibubur Garden Eat & Play (dok. Instagram @cibubur.garden)
  • Lokasi: Jl. Pasar Lama, Cileungsi, Kabupaten Bogor
  • Jam Buka: Senin-Jumat (12.00-21.00 WIB), Sabtu-Minggu dan libur nasional (10.00-22.00 WIB)
  • Harga Tiket Masuk: Rp 25.000 per orang

Cibubur Garden Eat & Play merupakan playground outdoor yang dilengkapi berbagai wahana permainan, salah satunya perosotan pelangi atau disebut Srodotan Donat di sini. Untuk menjajal wahana ini, traveler mesti membayar di luar tiket masuk sebesar Rp 20.000 (weekday) dan Rp 25.000 (weekend).

Selain rainbow slide, wahana lain yang bisa dicoba meliputi bom bom car, game coin, bungee jumping, balon air, hingga ATV. Dengan tiket masuk Rp 25.000, pengunjung sudah bisa bermain di sini tanpa batas waktu.

Tidak begitu jauh dari pusat Jakarta, Cibubur Garden Eat & Play yang berjarak 22 km dapat ditempuh dalam 1 jam perjalanan.

(azn/row)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Kisah Batu Keramat di Rote Ndao, Tempat Memohon Hujan dan Rezeki



Rote Ndao

Di Rote Ndao, NTT ada sebuah batu yang dipercaya keramat. Batu Termanu namanya. Masyarakat Rote Ndao percaya batu itu bisa mendatangkan hujan dan rezeki.

Masyarakat Rote Ndao menganggap Batu Termanu sebagai batu yang membawa rezeki. Bagi orang Rote Tengah, batu ini juga merupakan tempat pemujaan, dengan lokasi pemujaan terletak di puncaknya.

Legenda Batu Termanu

Menurut cerita rakyat, Batu Termanu Sualai dulunya sering berpindah-pindah mengelilingi Pulau Rote. Ketika batu ini tiba di Rote Tengah, ia tiba-tiba berhenti karena adanya ritual adat yang menyambut kedatangannya oleh penduduk setempat.


Batu Termanu terbagi menjadi dua yakni Batu Hun dan Batu Sualai. Kedua batu tersebut, yang diidentifikasi sebagai batu pria dan wanita. Batu pria terletak di pinggir Pantai Lely, sedangkan batu wanita berada agak jauh ke dalam laut.

Legenda menyebutkan bahwa Batu Termanu awalnya berasal dari Vietnam, kemudian berpindah ke Maluku, dan selanjutnya ke Rote Barat Laut (Oelaba) sebelum akhirnya menetap di Termanu (Rote Tengah).

Dalam kepercayaan masyarakat Rote, batu ini dianggap sebagai batu keramat dan orang-orang tua sering berdoa di kaki batu ini untuk memohon hujan.

Lokasi Batu Termanu

Batu Termanu berada di wilayah Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, NTT. Namun jika dilihat secara geografis, Batu Termanu berada di sebelah timur Kota Ba’a yang merupakan ibu kota Rote Ndao.

Harga Tiket Batu Termanu

Sebelum berkunjung ke Batu Termanu, pengunjung dapat menyiapkan uang sebesar Rp 10.000 per orang untuk sekali masuk ke destinasi ini.

Jam Operasional Batu Termanu

Pengunjung yang ingin berkunjung ke Batu Termanu bisa datang kapan saja karena tempat wisata alam ini buka setiap saat atau 24 jam selama 7 hari.

Berkunjung ke Pulau Rote, NTT, jangan lupa untuk berwisata ke kawasan Batu Termanu. Panorama alam yang memukau membuat wisatawan ingin kembali lagi ke sana.Batu Termanu Foto: Ari Saputra

Cara Menuju ke Batu Termanu

Jika pengunjung menggunakan kapal ferry, keberangkatan dilakukan pukul 08.00 Wita dari Pelabuhan Bolok, Kupang dan berlabuh di Pelabuhan Pantai Baru, Rote. Waktu penyeberangan memerlukan sekitar 3-4 jam, tergantung pada kondisi cuaca dan laut.

Sebagai alternatif, pengunjung dapat menggunakan kapal cepat yang berangkat dari Pelabuhan Tenau, Kupang pada pukul 08.00 Wita. Perjalanan dengan kapal cepat ini memakan waktu sekitar 1,5-2 jam, tergantung pada kondisi angin dan gelombang laut.

Ketika tiba di Pelabuhan Pantai Baru (Rote Ndao), pengunjung perlu untuk menuju Kota Ba’a, yang berjarak sekitar kurang lebih 45 menit dengan kendaraan melalui jalanan beraspal halus.

Dari Kota Ba’a, lokasi Batu Termanu dapat dicapai dalam waktu sekitar 15-20 menit, karena jaraknya hanya sekitar 7 kilometer (km).

——–

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Kala Hujan Abadi Turun Tanpa Henti di Green Canyon Pangandaran



Pangandaran

Tahukah kamu, di objek wisata Green Canyon Pangandaran, kalian bisa merasakan hujan ‘abadi’ yang turun tanpa henti. Seperti apa sih rasanya?

Hujan abadi semakin menambah keeksotisan objek wisata Green Canyon yang berada di Pangandaran, Jawa Barat. Batuan stalaktit dan stalagmit menjadi sumber menetesnya air bersih dari dalam sela-sela bebatuan.

Penamaan hujan abadi yang ada dalam goa Cagar Alam Pangandaran sudah ada sejak lama. Bahkan, meski kondisinya kemarau panjang, tetesan air dari sela-sela batu terus mengalir seakan tanpa henti.


Beragam batuan alam yang terbentuk alami karena tetesan air yang diperkirakan ratusan tahun itu membuat cantik ukirannya. Selain itu, batuan yang berbentuk payung menjadi spot melompat bagi pengunjung yang melakukan body rafting.

Nama Green Canyon untuk destinasi itu seakan sangat tepat, airnya yang hijau, pepohonan yang rindang dan asrinya suasana.

Nama Green Canyon pertama kali dikenalkan wisatawan asing asal Perancis bernama Bill Jhon yang mengaitkan dengan sebuah ngarai yang ada di Grand Canyon, Arizona, Amerika Serikat yang membelah sungai.

Green Canyon yang akrab disebut Cukang Taneuh itu memiliki magnet kunjungan setiap menjelang hari libur. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Green Canyon Suhman mengatakan objek wisata Green Canyon ini sudah ada sejak 1990-an.

Namun, baru disatukan menjadi satu destinasi wisata dengan dermaga pemberangkatan pada tahun 1998.

“Dulu namanya masih populer di masyarakat dengan nama Cukang Taneuh, tempat penyeberangan atau jembatan yang terbuat secara alami dari tanah dan bebatuan di atas sungai Green Canyon,” kata Suhman, Senin (27/5) pekan lalu.

Objek wisata Green Canyon Pangandaran.Objek wisata Green Canyon Pangandaran. Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar

Menurut dia, nama Green Canyon justru muncul dari wisatawan asal Perancis yang waktu itu diajak berkunjung menyusuri Green Canyon waktu itu sekitar tahun 1998.

“Dulu memang yang pertama kali menemukannya wisatawan asing dengan menyebut mirip dengan Grand Canyon di Amerika Serikat. Makanya lokasi ini disebut Green Canyon, nama itu populer hingga saat ini,” ucapnya.

Green Canyon menyediakan keindahan berupa aliran sungai yang diapit diantara dua bukit bebatuan yang tembus ke dalam goa. Sementara pada mulut goa terdapat hiasan gemericik tetesan air abadi yang tak pernah surut.

“Memang benar tetesan air abadi atau wisatawan banyak bilang hujan abadi sudah ada sejak dulu saat pertama kali ditemukan,” katanya.

Ia mengatakan meski memasuki musim kemarau, kondisi tetesan air abadi terus mengalir.

“Kalaupun kemarau, air yang mengalir tetap sama,” pungkasnya.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Curug Walet, Surga Alam Tersembunyi di Kaki Gunung Salak


Jakarta

Curug Walet adalah salah satu destinasi wisata alam di kawasan Bogor dengan udara sejuk dan asri.
Keindahan alam tersembunyi tempat ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Tempat ini menawarkan pengalaman dan sensasi healing, untuk beristirahat sejenak dari rutinitas sehari-hari. Curug Walet bisa jadi destinasi yang wajib dikunjungi, apalagi buat kamu yang suka menikmati keindahan dan berpetualang di alam.

Aktivitas Menarik di Curug Walet

Berbagai aktivitas menarik dan seru bisa kalian lakukan di Curug Walet. Mulai dari menikmati pemandangan air terjun, bermain air, hingga trekking.


1. Trekking Curug Walet

Lokasi Curug Walet sangat cocok dijadikan tempat trekking. Setelah sampai di lokasi, pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Untuk menuju ke air terjun Curug Walet, pengunjung akan berjalan melewati jalan berbatu dan cukup licin terutama jika setelah hujan. Jadi disarankan untuk memakai sepatu gunung dan selalu berhati-hati.

Jalannya cukup ekstrem, cukup sempit, dan bahkan sering kali akan menemui jurang di kanan kirinya.

Oiya, sebelum mencapai Curug Walet, kita juga akan melewati Curug Payung. Walaupun, air terjunnya tidak terlalu besar namun masih tetap indah.

Dari Curug Payung perjalanan masih berlanjut, dengan jalur yang makin ekstrem karena wisatawan perlu melewati sisi tebing. Perjalanan trekking ke air terjun Curug Walet kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Dilihat dari salah satu situs trip tour, harga trekking ke Curug Walet berkisar Rp 300-400 ribu per pax.

Biaya tersebut merupakan estimasi biaya open trip ke Curug Walet dari Jakarta.
Harga tersebut sudah termasuk:

  • Transport PP Hiace
  • Tiket masuk Gunung.Halimun Salak
  • Tiket masuk Curug Walet
  • Local guide
  • Tour leader dari Jakarta

Paket tidak termasuk:

  • Makan
  • Obat-obatan pribadi
  • Pengeluaran keperluan pribadi selama perjalanan
  • Penambahan dan atraksi wisata di luar program
  • Tipping tour leader dan driver

2. Menikmati Keindahan Alam di sekitar Curug Walet

Selama di perjalanan sebelum memasuki hutan, jalur kamu juga bisa melihat hamparan sawah di kanan kiri. Pengunjung akan ditawari pemandangan alam, dengan hutan yang asri selama melakukan perjalanan untuk menuju air terjunnya.

3. Bermain Air di Air Terjun

Curug Walet memiliki air jernih berwarna kehijauan karena berasal dari mata air Gunung Salak. Jika tercampur tanah dan hujan, biasanya air berwarna cokelat.

Dikutip dari salah satu situs travel, Air terjun di Curug Walet terdiri dari tiga tingkatan. Air terjun yang paling tinggi ada di area atas. Untuk menuju ke sana, disediakan akses berupa tangga. Jangan lupa mengabadikan momen di Curug Walet dengan berfoto-foto ria.

Alamat Curug Walet

Curug Walet berlokasi di Desa Ciasihan, Pamijahan, Bogor, Jawa Barat. Dari pusat kota Bogor ke sini, jaraknya sekitar 38 km dan memerlukan waktu kurang lebih 2 jam.

Harga Tiket Curug Walet 2024

Tiket masuk ke Curug Walet berkisar Rp 20.000. DItambah biaya untuk parkir motor Rp 5.000 dan untuk mobil Rp 10.000.

Itu tadi informasi seputar wisata Curug Walet di Bogor. Keindahan alamnya yang masih alami, mungkin bisa memberikan kamu kesan liburan yang tak terlupakan.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Curug Malela, ‘The Little Niagara’ dari Jawa Barat


Curug Malela adalah salah satu destinasi wisata alam yang menyuguhkan keindahan air terjun memukau. Terletak di Kabupaten Bandung Barat, Curug Malela dijuluki “The Little Niagara” atau “Niagara mini”.

Objek wisata ini cocok untuk dijadikan tempat healing dan bersantai menikmati udara segar dari hiruk pikuk perkotaan. Simak lokasi, daya tarik, hingga rute menuju Curug Malela di bawah ini.

Daya Tarik Curug Malela

Tidak hanya memiliki daya tarik tampilan alam yang mempesona, Curug Malela juga menyimpan berbagai fakta menarik.


1. Dijuluki The Little Niagara

Curug Malela BandungCurug Malela Bandung. (Arif wahyu maulana/d’treveler)

Disebut The Little Niagara, karena aliran air terjun Curug Malela melebar dan mengalir deras di antara tebing-tebing batu. Aliran air itulah yang kerap disamakan dengan air terjun Niagara yang terletak di perbatasan Amerika dan Kanada.

2. Punya Tujuh Jajaran Air Terjun

Curug Malela memiliki ketinggian mencapai sekitar 60 meter dengan lebar 70 meter. Curug ini punya 5 jalur air terjun yang berpadu dengan 7 jajaran air terjun.

Curug Malela jadi bagian teratas dalam jajaran tersebut. Adapun enam air terjun yang ada di bawahnya yaitu urug Katumiri, Curug Manglid, Curug Ngeubul, Curug Sumpel, Curug Palisir dan Curug Pameungpeuk.

Curug MalelaCurug Malela (Yudha Maulana/detikTravel)

Air Terjun Malela memiliki sumber air terjun yang berasal dari hulu sungai bagian Utara Gunung Kendeng. Sungai tersebut juga mengalir melintasi sungai Cidadap Gunung Halu.

3. Aliran Airnya Deras dan Jernih

Curug MalelaDerasnya air di Curug Malela (Yudha Maulana/detikTravel)

Curug Malela punya bentuk yang berundak-undak dan memiliki aliran air jernih. Air tersebut kerap membentur tebing batu di sekitarnya.

Dilansir laman Perhutani, bongkahan batu, bundar dan lempeng, tersebar di badan sungai di bawah curug ini. Pengunjung juga bisa leluasa bermain-main dengan air atau buih di curug ini.

Salah satu keunikannya, yaitu air terjun ini sangat menyegarkan untuk dipandang. Terlebih ketika musim hujan, debit air di sana semakin deras dan lebih banyak.

Jika beruntung, pengunjung juga bisa melihat beberapa ekor monyet menampakkan diri dari balik rimbun pepohonan di sekitar air terjun ini.

4. Menyimpan Mitos

Selain dikenal dengan keindahan alamnya, Curug Malela juga menyimpan mitos yang menyeramkan.

Dari catatan detikTravel, konon, asal-usul Curug Malela diambil dari nama “Tadjimalela”. Menurut warga sekitar, beliau merupakan penguasa di kawasan air terjun Curug Malela.

Konon, Tadjimalela dulunya adalah salah seorang Raja Sumedang Larang yang memerintah pada abad ke-8 Masehi.

Menurut cerita yang beredar, Tadjimalela pernah menampakan dirinya di foto pengunjung yang berfoto di depan air terjun. Terlihat sosok bayangan seorang kakek-kakek berjenggot dengan pakaian serba putih.

Sisa-sisa cerita dan keangkeran itu bahkan masih jadi buah bibir warga sekitar hingga wisatawan yang berkunjung.

Jam Buka Curug Malela

Curug Malela buka setiap hari dari jam 08.00-17.00 WIB.

Harga Tiket Masuk 2024

Harga tiket masuk Curug Malela berkisar Rp 10.000 – Rp 12.000 per orang.

Perlu dicatat, harga di atas bisa saja berubah sewaktu-waktu.

Curug Malela berlokasi di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat.

Sekarang akses ke Curug Malela cukup mudah. Dari Bandung, traveler bisa menuju Kantor Desa Cicadas. Dari sana, jarak tempuh untuk sampai di Curug Malela sekitar 3 km lagi.

Lokasinya cukup terpencil ditengah hutan dan juga dikelilingi perbukitan. Bagi traveler yang pakai motor, dari desa harus menempuh jalan setapak selebar 1 meter sejauh 2 kilometer dan melintasi areal lahan Perhutani. Sepeda motor bisa diparkir dekat air terjun, karena sudah ada lahan parkir khusus.

Kalau menggunakan kendaraan umum, dari Terminal Leuwipanjang kamu bisa menaiki angkot jurusan Cimahi atau Cililin. Lalu, melanjutkan perjalanan dengan naik bus jurusan Gunung Halu atau Bunijaya.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Kali Odo Gedangan, Sungai yang Airnya Mengalir saat Kemarau


Kali Odo adalah destinasi wisata air yang punya keunikan. Ini adalah sebuah sungai yang airnya mengalir jernih dari sumber mata air.

Wisata Kali Odo menawarkan wisata alam dengan kesegaran air murni, yang berlokasi di Desa Gedangan, Semarang. Sebagai sumber air dan ekosistem alami, Sumber Mas Kali Odo juga kaya akan nilai budaya dan sejarah.

Daya Tarik Kali Odo

Dikutip dari situs Desa Gedangan, pasokan air bersih Kali Odo berasal dari sumber mata air bawah tanah.


Menariknya, air Kali Odo mengalir saat musim kemarau. Di musim hujan, justru airnya tidak mengalir.

Mata air tersebut juga bermanfaat untuk sarana persawahan dan air minum bagi warga masyarakat di beberapa desa selain Gedangan.

Desa Gedangan sendiri merupakan desa wisata, yang memiliki 2 jenis tanah garapan pertanian berupa perkebunan dan persawahan.

Di sebelah baratnya, terdapat sumber-sumber mata air yang dengan situs peninggalan sejarah berupa susunan batu bata kuno yang belum tergali.

Dilansir laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, air dari Sumber Mas Kali Odo juga dipakai untuk mengairi tak kurang dari 50 hektare sawah warga di 3 desa, yakni Desa Gedangan, Sraten, Rowosari.

Sungainya memang telah lama menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat sekitar. Selain itu, ada tradisi unik yang kerap dilakukan warga sekitar di sana yakni melakukan keceh atau berenang di aliran sungai.

Acara tersebut dikenal dengan tradisi sadranan, yang diisi dengan doa para tokoh agama. Tujuan tradisi ini yaitu sebagai bentuk mensyukuri anugerah Tuhan Yang Maha Esa, yang telah mengalirkan air alami dari Sumber Mas Kali Odo.

Setiap memasuki musim kemarau warga dusun menggelar selamatan, dengan menghidangkan puluhan nasi tumpeng. Saat musim kemarau, air mulai keluar dari mata air di hulu sungai.

Alamat Kali Odo

Wisata Kali Odo berlokasi di Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Harga Tiket Masuk Kali Odo 2024

Harga tiket masuk ke Sumber Mas Kali Odo berkisar Rp 5.000 per orang. Jika pengunjung ingin menyewa pelampung, biaya tambahannya juga hanya Rp 5.000 saja.

Jam Buka Kali Odo

Wisata Kali Odo buka setiap hari dari jam 07.00-18.00 WIB.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com