Tag Archives: hunian

4 Ciri-ciri Rumah Bekas yang Tak Terawat, Hati-hati Kalau Mau Beli!


Jakarta

Rumah second atau bekas menjadi opsi hunian bagi pencari rumah yang tak sanggup beli baru. Harga rumah bekas bisa lebih rumah karena bangunannya sudah lama.

Namun, jangan buru-buru beli rumah bekas ya. Pencari rumah mesti cek dulu keadaan bangunannya.

Pasalnya, rumah lama biasanya terdapat kerusakan. Nah, pemburu rumah perlu perhitungkan apakah mampu menanggung biaya perbaikan setelah pembelian atau tidak.


Sebaiknya membeli rumah bekas yang terawat. Dengan begitu, pembeli tak perlu terlalu banyak mengeluarkan biaya renovasi.

Para pencari rumah harus tahu ciri-ciri rumah yang bangunannya kurang terawat. Simak ulasannya berikut ini.

Ciri-ciri Bangunan Rumah Tak Terurus

Inilah beberapa ciri-ciri rumah yang membutuhkan perawatan karena kurang terurus, dikutip dari Bluenote Painting.

1. Tumbuh Rumput Liar Tinggi di Pekarangan

Pertanda paling jelas untuk mengetahui rumah sudah lama tak dirawat bisa dilihat dari pekarangannya. Kondisi pekarangan mencerminkan bagaimana perawatan rumah.

Rumah yang tidak dirawat biasanya banyak rumput liar yang menjulang tinggi di halaman. Padahal, halaman rumah perlu dibersihkan setidaknya sebulan sekali agar terawat.

2. Cat Eksterior Pudar atau Terkelupas

Kemudian, perhatikan juga kondisi cat eksterior rumah. Kalau warnanya memudar dan lapisannya terkelupas, bisa jadi kualitasnya kurang baik, terlalu lembap, atau ada kebocoran.

3. Cat Interior Rusak

Selain itu, cek juga kondisi cat interior rumah. Cat interior seharusnya lebih tahan lama daripada cat eksterior karena berada di dalam bangunan. Jika tampilan cat interior kurang bagus seperti eksterior rumah, kemungkinan akan diperlukan perbaikan besar-besaran.

4. Perangkat Rumah Rusak

Terakhir, periksa perangkat dan bagian-bagian penting di rumah, termasuk sistem kelistrikan, air, dan saluran pembuangan. Kalau ketiga sistem tersebut bermasalah, pemilik baru perlu melakukan perbaikan.

Itulah tanda-tanda rumah tidak terawat. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Nggak Perlu Dicat Ulang, Ini Cara Mudah Hilangkan Coretan di Dinding


Jakarta

Dinding rumah harus selalu dijaga kebersihannya agar hunian tetap terlihat indah. Namun, si kecil terkadang sering usil dengan membuat coretan di dinding.

Hal ini tentu membuat dinding rumah jadi terlihat kotor. Warna cat yang seharusnya membuat ruangan jadi tampak estetis kini pudar karena tertutup oleh coretan spidol, krayon, atau tinta.

Namun tak perlu khawatir karena coretan di dinding rumah masih bisa dihilangkan dengan mudah. Bahkan, kamu tak perlu repot-repot harus mengecat ulang dinding. Penasaran? Simak dalam artikel ini.


Cara Bersihkan Coretan di Dinding Tanpa Dicat Ulang

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membersihkan coretan di dinding tanpa perlu dicat ulang. Dalam catatan detikProperti, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:

1. Pasta Gigi

Cara yang pertama bisa menggunakan pasta gigi karena memiliki sifat abrasif, sehingga dapat mengikis noda tanpa merusak permukaan dinding.

Langkah penggunaannya cukup mudah, yakni dengan mengoleskan sedikit pasta gigi secara langsung ke dinding yang penuh coretan. Lalu, gosok secara lembut dengan kain microfiber atau spons basah hingga coretan mulai memudar.

Setelah coretan hilang, bersihkan sisa-sisa pasta gigi di dinding dengan kain bersih yang telah dibasahi air.

2. Cuka Putih

Selain digunakan untuk memasak, cuka putih juga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan bekas coretan. Sebab, sifat asam yang dimiliki cuka putih dinilai efektif untuk memecah dan menghilangkan noda yang cukup membandel.

Untuk cara penggunaannya juga mudah. Campurkan cuka putih dengan air ke dalam wadah dengan perbandingan yang sama, lalu celupkan kain atau spons ke dalam wadah tersebut.

Setelah itu, gosok dinding yang dipenuhi coretan dengan kain yang sudah dibasahi secara perlahan. Kalau coretan sudah mulai memudar, bersihkan dinding dengan kain bersih yang lembap untuk menghilangkan sisa cuka.

Proses ini mungkin perlu dilakukan selama beberapa kali, tapi tergantung juga dari seberapa tebal noda coretan tersebut.

Lalu, tidak semua orang menyukai cuka putih karena mengeluarkan aroma yang menyengat dan tajam. Untuk menyiasatinya, bisa menggunakan pengharum ruangan agar bau cuka putih bisa hilang.

3. Soda Kue dan Air

Kombinasi soda kue (baking soda) dan air ternyata efektif untuk membersihkan noda coretan di dinding, lho. Caranya cukup mencampurkan soda kue dengan sedikit air hingga membentuk pasta.

Setelah itu, oleskan pasta soda kue ke dinding yang dipenuhi coretan, lalu gosok menggunakan kain bersih dengan gerakan melingkar. Jika noda hilang, bersihkan sisa soda kue di dinding dengan kain lembap sampai bersih.

Penggunaan soda kue dan air sangat cocok untuk menghilangkan coretan yang tidak terlalu dalam atau tidak membekas terlalu lama. Kedua bahan ini juga tidak merusak warna cat.

Itulah tiga cara mudah menghilangkan coretan di dinding rumah tanpa perlu dicat ulang. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

4 Alasan Penting Kenapa Gen Z Harus Mulai Memikirkan Punya Rumah



Jakarta

Banyak yang bilang hunian bukan menjadi prioritas utama dari gen z. Mereka lebih memilih untuk sewa kos, kontrakan ataupun apartemen karena dianggap lebih praktis dan memudahkan.

Tak heran jika saat ini kos-kosan, kontrakan ataupun apartemen yang disewakan di tengah kota kebanyakan diisi oleh gen z. Meski sudah mapan memiliki penghasilan yang cukup, mereka tetap memilih untuk tidak membeli rumah apa lagi jika lokasinya jauh dari pusat kota.

Padahal punya rumah sendiri bukan sekadar impian manis, melainkan sebuah langkah strategis. Di era harga rumah yang terus meningkat setiap tahunnya, memiliki hunian sendiri dapat memberi perlindungan finansial serta kestabilan hidup yang makin sulit dicapai saat menyewa kos atau kontrakan.


Berikut 4 alasan mengapa Gen-Z harus mulai memikirkan untuk punya rumah sendiri.

Harga Rumah Semakin Mahal Tiap Tahun

Salah satu alasan paling kuat mengapa Gen‑Z harus mulai berpikir punya rumah sendiri adalah karena harga rumah terus naik dari waktu ke waktu. Dilansir dari situs PR Newswire,survei menunjukkan bahwa 87,2% gen z menganggap kepemilikan rumah penting untuk investasi jangka panjang. Tapi hampir 80% dari mereka menyatakan bahwa harga rumah yang tinggi menjadi penghalang utama.

Kenaikan harga rumah tidak hanya di satu wilayah. Di berbagai pasar properti, nilai rumah sebagai aset selalu meningkat. Artinya jika membeli rumah lebih awal, potensi mendapat rumah di harga terjangkau juga semakin besar. Sebagai generasi muda yang masih bisa memilih cicilan tenor panjang, ini bisa jadi keunggulan yang strategis.

Selagi Masih Muda dan Masih Produktif

Saat ini, gen z berada pada masa usia yang produktif tinggi. Dengan itu, potensi penghasilan ke depan masih sangat besar dan waktu yang tersedia untuk membayar cicilan rumah juga bisa lebih panjang. Dengan membeli rumah di usia muda, memungkinkan memilih jangka waktu kredit yang lebih panjang, sehingga beban cicilan bisa lebih ringan dibanding membeli rumah ketika usia mendekati masa tidak produktif.

Dengan usia yang lebih muda, risiko penghasilan menurun atau masa pensiun juga masih jauh. Sehingga hal itu dapat menjadi alasan bahwa membeli rumah di awal bisa jadi langkah yang bijak dalam rencana kehidupan jangka panjang. Studi dari Freddie Mac menunjukkan bahwa sebagian besar gen z menginginkan rumah sendiri dan melihat kepemilikan rumah sebagai stabilitas dan kontrol atas hidupnya.

Lebih Aman Karena Tak Perlu Terus Pindah Hunian

Meskipun tidak terasa, nyatanya pindah-pindah kos atau kontrakan itu sebenarnya memakan banyak biaya. Mulai dari biaya administrasi, mencari lokasi baru, sampai waktu dan tenaga untuk berkemas dan pindahan. Belum lagi rasa tidak pasti karena bisa saja harga sewanya naik dan tiba-tiba harus pindah lagi.

Dengan memiliki rumah sendiri akan terasa lebih aman, lebih sedikit gangguan tempat tinggal, kontrol lebih besar atas ruang hidup, dan potensi stabilitas yang lebih tinggi. Dilansir dari situs Augusta Ceo, berdasarkan hasil surveynya menunjukkan bahwa gen z juga sebenarnya memiliki pemikiran untuk memiliki rumah sendiri sebagai bagian dari keamanan finansial dan kehidupan yang lebih mapan.

Di kos atau kontrakan, sewanya bisa tiba-tiba naik atau pemilik bisa memutuskan untuk tidak memperpanjang masa kontrakan. Tapi kalau punya rumah sendiri, tidak perlu khawatir dipaksa pindah mendadak atau keluar biaya tambahan yang muncul tiba-tiba.

Gaya Hidup Fleksibel dan Investasi Masa Depan

Memiliki rumah sendiri memberi kebebasan yang tidak selalu bisa didapat dari kos atau kontrakan. Rumah bisa diatur sesuai ggaya hidup, mulai dari renovasi kecil, memilih lokasi yang dekat kantor atau tempat favorit, ataupun membuat ruang yang nyaman dan modern sesuai selera gen z yang suka hal praktis dan berbasis teknologi.

Selain itu, punya rumah sejak muda juga membuka pintu untuk berpikir lebih jauh ke masa depan. Rumah bisa menjadi tempat membangun keluarga suatu hari nanti, atau menjadi aset berharga yang bisa diwariskan atau dialihkan. Dengan kata lain, rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi juga fondasi untuk berbagai rencana besar dalam hidup.

Itulah 4 Alasan gen z harus mulai menabung dan punya rumah sendiri. Semoga membantu!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Peralatan yang Wajib Ada di Rumah, Jika Disepelekan Siap-siap Menyesal!



Jakarta

Memiliki rumah sendiri tentu menimbulkan rasa kebahagiaan, terlebih jika itu adalah rumah impian. Namun di sisi lain, memiliki rumah artinya juga harus paham tentang tanggung jawab untuk merawatnya. Perbaikan kecil, dan pengelolaan rumah secara umum menjadi hal penting agar hunian tetap aman dan nyaman untuk ditinggali.

Kerusakan kecil atau kebutuhan mendesak di rumah bisa terjadi kapan saja, dan sering kali menimbulkan kerepotan jika kita tidak siap. Menyediakan alat-alat dasar di rumah merupakan langkah sederhana namun efektif untuk mempermudah perawatan sehari-hari dan memastikan pekerjaan rumah dapat dilakukan dengan lancar.

Dilansir dari situs The DIY Playbook, Sabtu (15/11/2025) ini beberapa peralatan dasar yang harus dimiliki di setiap rumah untuk mempermudah saat terjadi masalah.


Pita Ukur

Alat ini membantu untuk memastikan ukuran furnitur atau rak sebelum membeli atau memasang. Tanpa pita ukur, kesalahan ukuran bisa mengganggu seluruh perencanaan perabotan rumah.

Set Obeng

Set obeng sangat berguna untuk berbagai keperluan rumah, mulai dari memasang stop kontak, merakit furnitur, hingga mengencangkan engsel pintu. Alat ini menjadi salah satu perlengkapan penting karena sifatnya yang praktis dan serbaguna. Dengan set obeng lengkap, pekerjaan perbaikan maupun perakitan di rumah bisa dilakukan lebih cepat dan efisien.

Senter

Senter bukan sekadar alat tambahan, tapi penyelamat saat listrik padam atau untuk menjangkau tempat gelap. Alat ini wajib dimiliki di setiap rumah sebagai solusi untuk permasalahan yang insidental.

Palu

Palu merupakan alat penting dalam perbaikan rumah karena fungsinya yang beragam, mulai dari menancapkan paku, melepas paku, hingga membongkar bagian rumah secara ringan. Agar pekerjaan tetap efisien dan aman, pemilihan jenis palu sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap pekerjaan.

Kunci Inggris

Alat ini digunakan untuk mengencangkan baut maupun memperbaiki pipa yang longgar. Selain itu, juga menjadi salah satu perlengkapan penting di rumah karena bisa menggantikan beberapa ukuran kunci sekaligus, sehingga lebih praktis.

Pisau Serbaguna dan Tang

Pisau serbaguna membantu memotong kardus atau bahan lain, sedangkan tang berguna untuk menggenggam, memotong kabel kecil, atau menarik paku. Kedua alat ini melengkapi pekerjaan rumah dengan presisi dan aman.

Alat Pengukur Ketinggian

Agar rak, lukisan, atau bingkai terpasang lurus, alat pengukur ketinggian atau level menjadi kunci untuk mendapatkan hasil yang rapi. Alat ini membantu memastikan setiap pemasangan tepat dan seimbang. Dengan penggunaannya, tampilan rumah terlihat lebih presisi dan tertata dengan profesional meski menggunakan alat yang sederhana.

Kotak Alat

Semua alat akan lebih mudah ditemukan dan tertata rapi jika disimpan di satu tempat khusus. Kotak alat membantu mengorganisir peralatan sehingga Anda tidak perlu membuang waktu mencarinya saat dibutuhkan. Dengan kotak alat yang teratur, setiap pekerjaan perbaikan atau perawatan rumah bisa dilakukan lebih cepat dan efisien.

Perlengkapan Keamanan

Keselamatan diri merupakan hal utama saat melakukan perbaikan rumah, sehingga penggunaan alat pelindung seperti kacamata, sarung tangan, dan masker sangat penting. Dengan mengutamakan perlindungan diri, pekerjaan menjadi lebih aman dan berjalan dengan lebih lancar.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Renovasi Rumah Bisa Gagal Total Kalau Salah Urutan, Ini Panduan Lengkapnya!



Jakarta

Renovasi rumah secara menyeluruh memang proyek besar yang melelahkan, tetapi hasil akhirnya bisa benar-benar mengubah wajah hunian. Keberhasilan renovasi dalam skala besar sangat bergantung pada perencanaan yang matang dan jelas. Dengan urutan kerja yang tepat, proses renovasi bisa jauh lebih rapi, efisien, dan minim terjadi masalah di tengah jalan.

Karena itu, memahami langkah yang logis sebelum mulai membongkar rumah adalah kunci agar proyek berjalan lancar sampai selesai. Sebelum merenovasi rumah secara keseluruhan, penting untuk melakukan evaluasi dengan mencari tahu kerusakan tersembunyi, serta bagian apa saja yang perlu disempurnakan.

Dilansir dari situs Remodeling Magazine, Rabu (19/11/2025), berikut beberapa panduan logis dan lengkap untuk renovasi rumah.


Evaluasi Kondisi Rumah Saat Ini

Langkah pertama dalam renovasi rumah secara menyeluruh adalah dengan melakukan identifikasi terhadap kondisi rumah. Memeriksa aspek struktural seperti dinding, atap, lantai, dan juga sistem utilitas seperti pipa dan kelistrikan juga penting dilakukan agar tidak melewatkan masalah yang tersembunyi.

Mempekerjakan seorang inspektur profesional juga bisa sangat membantu. Mereka dapat mengidentifikasi kerusakan ataupun potensi masalah yang tidak terlihat oleh mata awam.

Menetapkan Tujuan Renovasi

Setelah evaluasi dilakukan, merumuskan tujuan renovasi dengan jelas juga penting. Dalam tahap ini penting untuk menetapkan prioritas seperti fokus renovasi apakah pada kenyamanan, efisiensi energi, ataupun peningkatan nilai jual rumah.

Menyusun Anggaran Realistis

Renovasi besar hampir selalu menghadapi biaya tak terduga. Oleh karena itu penting juga untuk membuat rancangan anggaran dan menyiapkan dana darurat untuk persiapan dan antisipasi. Remodeling Magazine dalam artikelnya juga menganjurkan untuk memecah anggaran ke dalam kategori seperti pekerjaan struktural, pembaruan sistem (listrik dan pipa), finishing interior, serta izin dan biaya profesional.

Membuat Daftar Periksa Renovasi

Daftar periksa sangat penting agar proses renovasi berjalan terstruktur dan efisien. Remodeling Magazine memberikan urutan logis dalam checklist-nya, mulai dari inspekstruktur dan perbaikan struktural, kemudian instalasi sistem, hingga finishing interior.

Contoh urutan sebagai berikut, perbaikan struktur, upgrade listrik dan pipa, penggantian HVAC (sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara), insulasi dan jendela, framing & drywall, pengecatan dan lantai, kabinet dan perlengkapan, bersih-bersih & dekorasi.

Memilih Jasa Profesional yang Tepat

Renovasi besar biasanya memerlukan tenaga profesional seperti arsitek, kontraktor, tukang listrik, dan sebagainya. Beberapa kriteria penting dalam memilih kontraktor yaitu dengan memastikan mereka memiliki lisensi, asuransi, referensi dari klien sebelumnya, serta portofolio yang sesuai dengan visi. Setelah itu, membuat kontrak yang jelas dengan mencakup jadwal pekerjaan, pembayaran, cakupan pekerjaan, dan mekanisme penyelesaian masalah jika ada perubahan.

Mengurus Izin Bangunan

Sebelum pekerjaan renovasi dimulai, sangat disarankan untuk mendapatkan semua izin dan persetujuan lokal yang diperlukan. Izin bukan hanya soal legalitas, tetapi juga keamanan proyek dan kepatuhan terhadap standar bangunan. Jangan abaikan regulasi lokal, meskipun beberapa pekerjaan tampak ringan, izin tetap bisa diperlukan untuk plumbing, listrik, atau struktur bangunan.

Persiapan Rumah untuk Renovasi

Sebelum renovasi dimulai, penting untuk menyiapkan rumah dan anggota keluarga terhadap gangguan. Hal ini bisa dengan menyingkirkan barang-barang berharga dan mudah rapuh, melindungi lantai dan perabot dengan penutup, bahkan mempertimbangkan untuk tinggal sementara di tempat lain jika renovasi sangat besar.

Memberi tahu tetangga juga bisa membantu mengurangi stres, misalnya dari segi gangguan suara dan parkir kontraktor.

Tahap pembongkaran dan Struktur

Setelah persiapan selesai, pekerjaan fisik dimulai dengan pembongkaran. Tahap ini merupakan fase awal yang berantakan dan berisik, tetapi sangat krusial.
Setelah pembongkaran, pengerjaan struktur seperti framing, perbaikan fondasi, dan pembaruan atap dilakukan untuk membangun fondasi renovasi yang stabil.

Instalasi dan Pengerjaan

Pada tahap ini, sistem utama rumah seperti pipa, listrik, dan HVAC diperbarui untuk memastikan semuanya aman dan efisien. Setelah itu, biasanya dilakukan inspeksi resmi untuk memastikan instalasi sudah sesuai standar sebelum masuk ke tahap finishing.

Jika sistem sudah beres, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan insulasi, penggantian jendela, serta mulai masuk ke finishing interior seperti drywall, pengecatan, lantai, dan kabinet. Tahap ini membuat rumah mulai terlihat bentuk akhirnya, sehingga pemilihan material dan gaya yang tepat menjadi sangat penting.

Dekorasi dan Pasca Renovasi

Setelah renovasi selesai, tahap terakhir adalah memperkuat karakter ruang melalui dekorasi. Penggunaan pencahayaan berlapis dapat diterapkan untuk menghadirkan suasana yang dinamis. Tambahkan juga furniture, karpet, tanaman, dan karya seni agar ruangan terasa lebih hidup, personal, dan nyaman dihuni.
Langkah berikutnya adalah memastikan kualitas pekerjaan lewat inspeksi akhir bersama kontraktor. Cek fungsi semua sistem, kerapian finishing, dan pastikan seluruh izin telah ditutup sebelum pembayaran akhir. Penting juga untuk membuat jadwal pemeliharaan jangka panjang untuk atap, saluran air, HVAC, dan permukaan interior agar hasil renovasi tetap awet dan bebas masalah besar di kemudian hari.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Kisah Kampung Mati yang Terkubur Erupsi Dahsyat Gunung Merapi



Sleman

Di Sleman, ada satu kampung mati yang ditinggalkan penghuninya akibat dihajar erupsi dahsyat gunung Merapi. Ini kisah dusun Bakalan yang perlu kamu tahu.

Dusun Bakalan di Argomulyo, Cangkringan, Sleman menyimpan cerita dahsyatnya erupsi gunung Merapi. Erupsi tersebut mengubur dusun yang kini sebagian wilayahnya akan menjadi Museum Terbuka Bakalan itu.

Di kawasan museum itu, hanya tersisa tembok rumah yang jadi saksi erupsi yang terjadi 14 tahun silam. Tiga bangunan masih berdiri. Dua di antaranya hanya tersisa tembok, sementara satu bangunan lagi masih utuh.


Sedangkan satu bangunan rumah lainnya sudah setengah terkubur material vulkanik dan hanya tampak bagian atas rumah.

Di luar kawasan museum, juga masih ada rumah. Setidaknya ada tiga rumah yang masih berdiri. Namun, semuanya kosong dan ditinggalkan sehingga ditumbuhi alang-alang.

“Total rumah yang ada tujuh. Dulu ada 88 KK di Dusun Bakalan ini,” kata Partono, salah satu pengelola museum sekaligus warga asli Bakalan, Selasa (30/7).

Dia mengutarakan tak ada lagi warga yang tinggal di wilayah itu. Semua terpaksa pindah karena material vulkanik mengubur seluruh kampung.

“Ya sekarang pindah ke namanya huntap Kuwang. 4,5 kilometer dari sini,” ujarnya.

Partono bercerita 5 November 2010 menjadi sejarah kelam untuk kampung itu. Partono bilang, tak semua warga selamat.

“Ada yang meninggal, tiga orang kena dampak langsung,” ucapnya.

Ketiga orang itu sebenarnya sudah diajak turun untuk mengungsi. Hanya saja, di malam nahas itu dua orang yang sudah di barak pengungsian justru memutuskan kembali.

“Mereka jam 9 malam izin pulang mengunci rumah. Tapi kami cari tidak ada. Paginya kami kembali ke sini (Bakalan) dan ketemu itu,” katanya.

Kala itu, material Merapi meluap dari Kali Gendol yang hanya berjarak kurang dari 50 meter dari kampung. Partono menceritakan, material panas setebal hampir puluhan meter yang mengubur habis kampung.

“Itu di aliran piroklastik ada tiga rumah, satu rumah terkubur dari bawah sampai atas. Satu masih kelihatan, satunya tinggal itu pintu,” ujarnya.

Kawasan aliran piroklastik Bakalan di Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman, yang diusulkan menjadi geopark tingkat nasional, Jumat (26/7/2024).Dusun Bakalan di Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja

Pascaerupsi Merapi, mereka harus mengungsi selama dua bulan. Lepas itu mereka dibangunkan hunian sementara. Hanya seluas 6×6 meter per KK.

“Itu rumahnya temboknya dari bambu. Dua tahun kami menempati,” ujarnya.

Mereka kemudian kembali mengungsi karena lokasi hunian sementara dibersihkan untuk dibangun hunian tetap yang ditempati hingga saat ini.

“Baru 2012 kami bisa tinggal di huntap,” ucapnya.

Dusun Bakalan Bakal Jadi Museum Terbuka

Dusun Bakalan yang sudah terkubur material memaksa warga pindah. Endapan material Merapi oleh pemerintah kemudian dikeruk. Normalisasi sungai, sebutannya.

Akan tetapi, dari sekian banyak material yang diambil, oleh warga kemudian ada yang diselamatkan dan dijadikan tempat wisata. Kini di lokasi Museum Terbuka Bakalan, terdapat sisa aliran piroklastik yang oleh pemerintah kabupaten Sleman akan diajukan jadi situs warisan geologi.

“Ini ada beberapa timbunan erupsi termuda material erupsi Merapi 2010 ini ada dua rumah yang terpendam di sini (menunjuk sisa aliran piroklastik), yang satu kelihatan atasnya sedikit, yang satu terpendam tidak kelihatan,” ucap Partono.

Kawasan aliran piroklastik Bakalan di Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman, yang diusulkan menjadi geopark tingkat nasional, Jumat (26/7/2024).Dusun Bakalan di Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja

Dia menjelaskan bangunan museum ini sepenuhnya dikuasai oleh pemerintah. Warga, lanjutnya, yang kemudian mengelola menjadi wisata.

“Tiga bulan ini banyak dari mahasiswa terutama di Jogja sering ke sini untuk kunjungan situs geologi. Dari Australia juga pernah beberapa kali ke sini,” katanya.

Selain situs geologi, di museum itu juga terdapat satu rumah yang benar-benar masih utuh. Hanya sebagian kecil saja yang terbakar.

Di dalam rumah berbentuk joglo itu, sisa abu Merapi masih menempel di dinding maupun tiang rumah. Ada juga dua tiang utama di dalam rumah yang gosong terbakar. Sisanya, seperti tak terjadi apa-apa.

“Ada satu rumah di tahun 2010 itu masih utuh, yang lain kanan kiri depan belakang hancur namun itu masih utuh terus di dalamnya ada beberapa benda peninggalan untuk sisa erupsi 2010,” ucapnya.

Partono melanjutkan, meski masih ada beberapa sisa rumah yang berdiri, tak ada satupun warga yang kembali ke dusun itu.

“Tinggal sisa rumah, yang di sini tinggal tidak ada karena warga kami kebetulan menurut, karena sini KRB jadi tidak boleh untuk tempat tinggal. Kalau usaha silakan,” pungkasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Nyamannya Sensasi Air Hangat Gunung Guntur di Cahaya Villas Garut



Garut

Berkali-kali liburan ke Garut, baru di akhir pekan kemarin akhirnya kami kesampaian menginap di Cahaya Villas. Tak seperti hotel dan penginapan lain, Cahaya Villas yang berlokasi di Jl. Cipanas Baru No. 83, Langensari memanfaatkan air panas alami dari Gunung Guntur untuk shower, kolam renang, maupun water parknya.

Sekalipun demikian, air panas ini tak beraroma belerang dan tak bikin pedih di mata. Setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari Depok, saat check-in selepas Ashar bersama anak-anak kami langsung melepas penat dengan berenang di kolam renang. Benar-benar bikin fresh. Sementara istri memilih berendam di kolam Jacuzzi yang tersedia di setiap tipe villa.


“Kami merupakan resort hotel yang mengakomodir semua segmentasi market (individu, family , komunitas, government & corporate),” tutur GM Cahaya Villa Antoni Gultom saat berbincang dengan detikTravel.

Berdiri di atas lahan sekitar 18 ribu m2, Cahaya Villas yang beroperasi mulai Oktober 2018 dilengkapi hotel berkapasitas 120 kamar, dan 43 kamar villa untuk tipe standar, suites, dan penthouse. Cahaya Villas, kata Antoni, dilengkapi 2 ballroom, yakni Papandayan Meeting Hall berkapasitas 500 orang dan ⁠Cahaya Grand ballroom (1.200 orang).

“Kalau untuk okupansi rata-rata per bulan 85%, kalau libur panjang Maulid pekan lalu tingkat hunian sampai 95%,” imbuh alumnus Akademi Perhotelan Aktripa Bandung itu.

Tak seperti hotel dan penginapan lain, Cahaya Villas yang berlokasi di Jl. Cipanas Baru No. 83, Langensari memanfaatkan air panas alami dari Gunung Guntur untuk shower, kolam renang, maupun water parknya.  SFasilitas bermain perahu di Cahaya Villas Foto: Sudrajat

Fasilitas lainnya, dari pengamatan selintas detikTravel Cahaya Villas dilengkapi area fitness, danau buatan untuk anak-anak dan keluarga bermain perahu, kafe, dan lainnya.

Area parkir di halaman depan cukup luas. Untuk para tamu yang menginap di villa, setiap kendaraan dapat langsung diparkir di depan atau samping villa.
Resto untuk sarapan cukup luas, menyajikan aneka menu lokal, Asia, maupun Eropa.

Cahaya Villas, GarutCahaya Villas Hotel, Garut (Foto:Sudrajat/detikcom)

Selain soal ras, vie ke arah Gunung Guntur yang seolah berada di pelupuk mata menjadi sensasi tersendiri. Di tengah menikmati sarapan, kebanyakan tamu asyik berselfie ria dengan latar gunung tersebut.

“Semuanya sih oke, kecuali WiFi-nya agak lemot. Mungkin karena cuaca dan daerah ini dikelilingi pegunungan ya,” kata Mukti Rahardi, mahasiswa asal Semarang yang menginap bersama keluarganya.

Ia terlihat menutup laptopnya dan kemudian asyik berselancar di dunia maya melalui iPhone di genggamannya.

(jat/ddn)



Sumber : travel.detik.com