Tag Archives: hunian

Inspirasi Desain Rumah Mungil 2 Lantai yang Cantik dan Aesthetic


Jakarta

Rumah mungil dua lantai menjadi salah satu arsitektur yang banyak diminati. Dengan sentuhan desain yang tepat, rumah yang berukuran tidak besar bisa tetap tampil cantik dan aesthetic tanpa perlu mengorbankan kenyamanan.

Meski berdiri di lahan yang tidak terlalu besar, berbagai area rumah mungil minimalis pun bisa difungsikan dengan baik. Lantas, bagaimana contoh desain rumah mungil 2 lantai yang cantik dan aesthetic?

Rumah Mungil 2 Lantai Cantik dan Aesthetic

Meski mungil, desain-desain rumah ini begitu cantik dan aesthetic. Menurut buku Home Ideas Rumah 2 Lantai oleh D’Maximus Arc, 114 Denah Pilihan Rumah


1. Rumah Belakang

Rumah mungil dua lantaiRumah mungil dua lantai Foto: (Buku Home Ideas Rumah 2 Lantai oleh D’Maximus Arc)

Rumah ini berada di lahan memanjang ke belakang. Konsep rumahnya menonjolkan garasi rumah yang tertutup, sementara ruang utamanya berada di belakang garasi.

Desain rumah ini bisa digunakan di area perkotaan dengan tingkat kebisingan yang tinggi pada jalan depannya. Pada bagian depannya memiliki halaman yang luas.

Lantai satu nya bisa diisi dengan dapur, ruang makan, ruang tamu, kamar tidur, dan carport. Sementara di lantai dua nya, diisi dengan dua kamar tidur, kamar mandi, dan ruang keluarga.

2. Rumah Sudut

Rumah mungil dua lantaiRumah mungil dua lantai Foto: (Buku Home Ideas Rumah 2 Lantai oleh D’Maximus Arc)

Desain rumah sudut bisa digunakan di lahan hook berbentuk persegi. Lantai satunya bisa diisi dengan ruang teras, ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur. Sementara itu, pada lantai dua terdapat kamar tidur dan ruang kerja.

Lokasi rumah yang berada di sudut mampu mengekspos tampilan fasad rumah dari dua arah. Pada gambar rumah, dari sisi samping terdapat kaca besar yang diberi shading dan disusun horizontal dari alumunium.

3. Rumah Letter H

Rumah mungil dua lantaiRumah mungil dua lantai Foto: (Buku 114 Denah Pilihan Rumah

Konsep utama pada rumah ini yaitu membuat ruangan-ruangan utamanya saling berhubungan. Pada desain rumah, diletakkan innercount, sebagai jalur sirkulasi udara dan tempat masuknya pencahayaan alami.

Lantai satu bisa diisi dengan carport, ruang tamu, ruang keluarga, taman, dapur, kamar mandi dan ruang makan. Sementara. lantai dua diisi dengan dua kamar tidur dan kamar mandi. Masing-masing kamar tidur di lantai 2 memiliki bukaan ke taman di lantai satu sehingga mendapatkan pencahayaan dan pengudaraan alami.

4. Rumah Unik di Lahan Sempit

Rumah mungil dua lantaiRumah mungil dua lantai Foto: (Buku Home Ideas Rumah 2 Lantai oleh D’Maximus Arc)

Rumah ini berada di lahan sempit dengan ukuran lebar 6 m. Meski lahan yang dimiliki tidak besar, tapi mengolah ruang di dalamnya bisa mengakomodasi ruang-ruang yang fungsional. Mulai dari dua ruang tidur, ruang tamu, ruang keluarga serta dapur yang menjadi satu.

Ruang tamunya menjorok ke dalam an memberi ruang di depannya untuk area carport. Sementara, ruang keluarga di lantai satu dan ruang tidur lantai dua dibuat menonjol ke depan untuk memaksimalkan ruang di dalamnya.

5. Rumah Fasad Minimalis Kotak dan Garis

Rumah mungil 2 lantaiRumah Mungil 2 lantai Foto: (Buku Home Ideas Rumah Bertingkat Minimalis oleh Dany Maximus, dkk)

Tampilan fasad depan tampak minimalis dengan bentuk kotak dan garis. Jendela di lantai satu berbentuk memanjang. Hal tersebut dipilih agar sisi bawah jendela bisa dimanfaatkan untuk peletakan sofa ruang keluarga yang dipepetkan ke arah dinding.

Area lantai satu difungsikan untuk ruang tamu, ruang keluarga, dapur, dan kamar mandi. Sementara, lantai dua diisi dengan tiga kamar tidur, satu kamar tidur utama dan dua kamar tidur anak.

6. Rumah dengan Fasad Batu Alam

Rumah mungil dua lantaiRumah mungil dua lantai Foto: (Buku 114 Denah Pilihan Rumah

Rumah yang ada pada gambar hanya memiliki ukuran luas 60 m2. Lantai satu diisi dengan carport, ruang keluarga, kamar mandi, dan dapur. Ruang keluarga juga difungsikan sebagai ruang tamu.

Sementara itu, pada lantau dua terdapat kamar tidur utama, kamar tidur anak, dan ruang cuci. Konsep fasad batu alam diaplikasikan pada rumah sebagai aksen bangunan.

7. Rumah Pelana

Rumah mungil dua lantaiRumah mungil dua lantai Foto: (Buku 114 Denah Pilihan Rumah

Rumah ini mengusung konsep privat dimana kamar tidur utama dan kamar tidur anak berada di lantai atas. Sementara, pada lantai satu diisi dengan ruang tamu, ruang keluarga, dapur, hingga ruang makan.

Ruang-ruang ini diletakkan tanpa sekat sehingga terlihat luas. Area ruang keluarganya didesain berdekatan dengan dapur dan ruang makan.

Itulah beberapa rekomendasi desain rumah mungil yang cantik dan aesthetic. Kamu paling suka desain yang mana nih detikers?

(row/dna)



Sumber : www.detik.com

7 Ide Rumah dengan Atap Miring Satu Sisi


Jakarta

Rumah dengan atap miring di satu sisinya sedang diminati. Tampilannya yang unik dan berbeda dari umumnya tampak menarik dan memberikan kesan modern pada hunian. Karena itu, banyak orang menginginkan atap berdesain satu ini untuk rumah mereka.

Atap miring satu sisi disebut juga atap gudang. Bukan hanya diterapkan pada gudang, implementasi atap seperti ini bisa pula dibuat pada bangunan rumah utama. Nah, kamu dapat temukan contoh rumah dengan atap miring satu sisi di bawah ini.

Ide Atap Rumah Miring Satu Sisi

Berikut desain beberapa rumah dengan atap mirip satu sisi di belakang, samping, dan depan yang dapat dijadikan referensi, dirangkum dari catatan detikcom dan Getty Images:


1. Atap Miring Model Kesatu

Home overlooking the country, Virginia, USARumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Jon Lovette

Atap miring satu sisi dapat diaplikasikan di belakang atau samping rumah seperti pada foto. Model atap satu ini bisa banget diterapkan untuk ruang keluarga atau dapur.

Bentuknya yang miring bantu air hujan turun langsung menuju pipa pembuangan. Dengan begitu, genangan air yang bisa bikin bocor dapat dicegah. Sederet jendela yang dipasang berjejer juga dapat memudahkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ke hunian.

2. Atap Miring Model Kedua

Lake house on Canandaigua Lake, NYRumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Ninepence

Bangunan rumah yang terletak di bagian samping boleh dipakaikan atap rumah miring. Beberapa jendela kaca bisa dipasangkan agar rumah selalu terang dari banyaknya cahaya matahari yang masuk. Ruang tamu dan ruang kerja cocok sekali ditempatkan di bagian rumah tersebut.

Jarak atap dan bagian dalam rumah yang lebih dekat memungkinkan pula untuk memasang jendela atap yang jadi jalur masuk pencahayaan alami.

3. Atap Miring Model Ketiga

Rumah atap miring satu sisi.Rumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Ivan Hunter

Penempatan atap miring satu sisi yang berada di area pintu masuk samping menciptakan tampilan rumah yang unik. Karena dipasangkan pintu satu daun, ukuran atapnya pun jadi lebih pendek sehingga mempercepat waktu pemasangannya.

4. Atap Miring Model Keempat

USA, South CarolinaRumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Thomas Northcut

Kebanyakan orang menempatkan garasi di dekat teras rumah. Tapi tak sedikit yang membangun ruangan di sisi hunian sebagai gudang maupun tempat parkir kendaraan.

Atap miring satu sisi dapat digunakan pada ruangan yang menempel di samping rumah ini agar biaya pemasangannya lebih terjangkau.

5. Atap Miring Model Kelima

Beautiful suburban home with wrap-around porch.Rumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/EricVega

Area gudang dan garasi mobil juga boleh ditempatkan di bagian sisi rumah. Kamu bisa membuat sedikit ruang tambahan dengan jendela dan pintu di samping. Tambahan ruang yang tidak terlalu luas sangat cocok dipasangkan atap miring satu sisi seperti pada foto.

6. Atap Miring Model Keenam

Rumah atap miring satu sisi.Rumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Comstock Images

Kalau ingin membangun bagian rumah tambahan yang menempel bangunan utama, penggunaan atap miring satu sisi bisa jadi pilihan tepat. Karena dibuat menyatu dengan rumah utama, pemasangannya dapat memudahkan air mengalir langsung ke pipa pembuangan saat turun. Sehingga genangan air di atap dapat dicegah.

7. Atap Miring Model Ketujuh

new house with a concrete roof under constructionRumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Sirisak Boakaew

Teras kecil di area pintu depan rumah dapat dibuatkan atap miring satu sisi sebagai tempat berteduh saat keluar masuk hunian. Jenis atap ini lebih cocok karena ukuran teras yang kecil. Di sisi lain, bisa jadi variasi atap berbeda dari bangunan utama rumah.

Itu dia sederet model rumah dengan atap miring satu sisi di bagian samping dan belakang yang dapat dijadikan referensi.

(row/row)



Sumber : www.detik.com

Jangan Salah, Ini Perbedaan Rusun, Apartemen dan Kondominium



Jakarta

Rumah atau hunian ini terbagi dua, yakni hunian vertikal dan horizontal. Hunian horizontal adalah rumah yang dibangun berderet memanjang. Contoh yang biasa kita temui adalah rumah tapak alias landed house.

Sedangkan rumah vertikal adalah rumah yang dibangun bertumpuk meninggi ke atas (vertikal). Contohnya adalah rusun, apartemen hingga kondominium.

Rumah vertikal adalah solusi pembangunan rumah pada lahan yang terbatas. Ini juga bisa menjadi solusi perkotaan untuk menjawab harga tanah yang mahal.


Namun, hingga kini banyak yang belum mengetahui apa perbedaan antara apartemen, rusun dan kondominum.

Dikutip dari Cekaja.com, berikut perbedaan rusun, apartemen dan kondominium:

Rusun

Berdasarkan Undang-undang, rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah.

Pada perkembangannya, masyarakat mengenal rusun sebagai hunian bertingkat untuk kelas menengah bawah. Rusun juga terbagi menjadi dua yaitu:

Rusunami

Rusunami adalah Rumah Susun Sederhana Milik. Pada Rusunami, pengguna tangan pertama harus membeli dari pengembang. Pengembang kerap menggunakan istilah apartemen bersubsidi untuk Rusunami.

Rusunawa

Rusunawa adalah Rumah Susun Sederhana Sewa. Dari segi tampilan fisik bangunan kurang lebih sama dengan Rusunami. Perbedaannya, untuk menempati Rusunawa, pengguna menyewa dari pengembang.

Apartemen

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), apartemen adalah tempat tinggal yang terdiri dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan sebagainya yang berada pada satu lantai bangunan bertingkat yang besar dan mewah.

Apartemen juga biasanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, toko, dan lainnya. Tak hanya itu, biasanya, untuk memiliki apartemen dibutuhkan biaya yang tak sedikit.

Kondominium

Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi kondominium adalah gedung besar, mewah, bertingkat yang disewakan; apartemen. Jadi dalam praktiknya, pemilik unit kondominium memiliki hak melakukan apa pun, misalnya menyewakan atau menjual pada orang lain.

Artinya, kondominium dapat menjadi alternatif investasi, sedangkan apartemen lebih sebagai hunian rumah tinggal.

Itulah perbedaan dari rusun, apartemen, dan kondominium. Apakah kamu tertarik tinggal di salah satunya? Atau kamu lebih memilih mencari rumah hunian?

Sementara itu, dikutip dari sumber lain, perbedaan paling mencolok antara rusun, apartemen dan kondominium adalah dari segi fasilitas.

Fasilitas yang terdapat di rusun terkesan seadanaya, karena rusun memang tergolong hunian vertikal yang paling terjangkau dari sisi harga. Sebab rusun ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah.

Apartemen memiliki fasilitas yang lengkap, seperti tempat parkir yang luas, kolam renang, tempat kebugaaran, taman dan lainnya. Beberapa apartemen mewah juga terintegrasi dengan pusat perbelanjaan. Meski begitu, ada juga apartemen yang memiliki fasilitas seadanya.

Lalu kondominimum memiliki fasilitas premium dan lebih mewah dibanding apartemen.

Selain itu, ketiganya juga bisa dibedakan dari siapa yang menginisiasi pembangunan. Rusun, biasanya dibangun atas inisiasi pemerintah daerah atau pusat untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau kelas menengah ke bawah. Sementara apartemen dan kondominium dibangun murni sebagai tujuan bisnis dari para pengembang.

Demikian perbedaan rusun, apartemen dan kondominium. Semoga bermanfaat!

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

9 Trik Menata Rumah agar Selalu Terlihat Rapi dan Bersih


Jakarta

Menata rumah agar selalu tampak rapi dan bersih sepanjang waktu menjadi tantangan tersendiri, terlebih bagi orang yang terlalu sibuk. Pasalnya, merapikan rumah tak jarang membutuhkan tenaga ekstra dan banyak waktu.

Namun jangan khawatir, terdapat trik agar rumah terus terlihat bersih dan rapi. Sejumlah trik ini sangat berguna bagi detikers yang sulit meluangkan waktu untuk membersihkan hunian. Apa saja? Cek di bawah ini.

Cara Menata Rumah agar Terlihat Rapi dan Bersih

Mengutip Better Homes & Gardens, Shark, dan Forbes, berikut sederet tips menata rumah agar terus tampak bersih dan rapi setiap harinya:


1. Sortir Barang yang Tak Lagi Digunakan

Orang umumnya akan membeli barang baru jika yang lama tidak bisa lagi digunakan. Daripada disimpan dan membuat rumah berantakan, barang lama yang sudah tak terpakai lebih baik disingkirkan.

Kamu dapat meluangkan satu waktu untuk menyortir semua barang yang dimiliki di rumah. Buat daftar atau pisahkan antara barang masih digunakan maupun yang tidak. Lebih baik buang barang yang tak lagi dipakai dan jangan menumpuknya di suatu area, karena bisa bikin rumah terlihat acak-acakan.

2. Bersihkan Rumah Secara Rutin

Kamu dapat membuat jadwal mingguan atau bulanan untuk membersihkan bagian-bagian rumah. Misalnya, membersihkan debu-debu yang menempel di permukaan dilakukan tiga hari sekali dan mengganti sprei satu kali setiap minggunya.

Detikers bisa juga langsung membersihkan area rumah yang telah kotor sebelum jadwal pembersihannya. Dengan begitu, hunian bisa terlihat selalu bersih setiap harinya.

3. Minimalisir Perabot

Terlalu banyak kursi, lemari, sofa, dan barang lainnya dapat membuat rumah tampak berantakan dan terasa sempit. Dengan menempatkan sejumlah furnitur saja di tiap-tiap ruangannya, hunian tidak terasa penuh dan menyesakkan.

Namun, detikers perlu menyesuaikan pula dengan ruangannya. Karena perabot yang terlalu sedikit juga tidak bagus bagi estetika ruangan maupun hunian secara menyeluruh.

Kalau memiliki terlalu banyak perabot yang masih bagus dan jarang terpakai, kamu mungkin dapat memberikannya kepada orang lain yang membutuhkan daripada membuangnya.

4. Gunakan Furnitur Multifungsi

Furnitur multiguna bisa jadi salah satu solusi menata rumah dengan ruangan kecil agar selalu terlihat rapi. Seperti penjelasan sebelumnya, hunian yang memiliki terlalu banyak perabot akan tampak berantakan dan sempit.

Contoh furnitur multifungsi adalah, meja makan yang berfungsi ganda sebagai rak dan sofa bed. Contoh lainnya adalah bangku ottoman yang di dalamnya terdapat ruang penyimpanan.

5. Laci sebagai Tempat Penyimpanan

Rak terbuka atau rak apung untuk menyimpan perlengkapan dapur dan dekorasi lainnya mungkin tampak bagus untuk estetika rumah. Namun, furnitur tersebut memerlukan perawatan intens karena debu-debu yang menempel di permukaannya akan terlihat jika tidak dibersihkan selama beberapa waktu.

Sementara bila mengandalkan laci sebagai penyimpanan, detikers mungkin lebih jarang membersihkannya karena tempatnya yang tertutup tidak terlalu terpapar debu. Selain itu, barang yang berantakan di dalam laci juga tidak terlalu terlihat karena tertutup.

Di sisi lain, detikers dapat membangun gudang sebagai ruang khusus untuk menyimpan furnitur besar yang jarang terpakai.

6. Rapikan Area Rumah yang Paling Menonjol

Jika kedatangan tamu secara mendadak sedangkan rumah masih berantakan, kamu dapat memprioritaskan untuk merapikan dan membersihkan bagian-bagian rumah yang menonjol dan paling mungkin dilihat orang. Dengan begitu, hunianmu setidaknya tampak rapi dan bersih.

7. Segera Rapikan Barang Setelah Dipakai

Setelah memakai suatu barang, sebaiknya segera rapikan dan letakkan kembali pada tempatnya. Detikers jangan sampai menunda-nunda, karena berisiko menciptakan tumpukan yang membuat rumah berantakan. Jika dilakukan secara konsisten, maka akan membuat rumah tertata rapi dan tampak terus bersih.

8. Biarkan Sinar Matahari Masuk ke Rumah

Pencahayaan yang baik dapat memberi kesan rumah yang lebih bersih dan luas. Detikers dapat membiarkan sinar matahari masuk ke dalam rumah dengan membuka gorden dan jendela. Pastikan juga area jendela sudah bersih dari debu dan kotoran lain yang mungkin menempel.

9. Gunakan Pengharum Ruangan

Setelah membersihkan dan merapikan tiap-tiap sudut hunian, selanjutnya kamu dapat menyemprotkan pengharum ruangan, menyalakan lilin aroma, atau meletakkan minyak esensial di sekitar rumah. Aroma harum yang mengisi hunian akan menciptakan kesan bersih, nyaman, dan tenang.

Nah, itu tadi sederet cara menata rumah agar terlihat terus rapi dan bersih setiap harinya. Rumah rapi bikin penghuninya betah, bisa beristirahat, dan memiliki kontrol emosi yang baik.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

9 Cara Merawat Rumah agar Berdiri Kokoh Tahan Lama


Jakarta

Memiliki rumah adalah impian banyak orang. Bukan hanya sebagai tempat tinggal, hunian termasuk properti yang kerap dijadikan investasi lantaran nilainya yang berkembang setiap tahunnya.

Sebab itu, orang yang telah mempunyai rumah hendaknya merawat baik-baik hunian mereka dan pastikan kondisinya tetap bagus ke depannya. Dengan begitu, nilai rumah bisa meningkat.

Akan tetapi, bagaimana cara merawat rumah agar tetap kokoh tahan lama? Simak di bawah ini.


Cara Merawat Rumah agar Tahan Lama

Dilansir The Spruce dan Amazing Architecture, berikut trik merawat rumah agar berdiri kokoh tahan lama:

1. Rutin Membersihkan Rumah

Membersihkan rumah adalah cara terbaik untuk menjaga keawetan hunian. Pembersihan pun tidak hanya dilakukan sekali atau dua kali, melainkan rutin. Tidak hanya bagian dalam rumah atau interior saja yang dibersihkan, tetapi juga eksterior hunian.

Contohnya, kotoran, debu, dan sampah yang menumpuk dapat merusak sejumlah permukaan atau bagian-bagian rumah seperti berbagai furnitur, jendela, teras, serta pekarangan. Karena itu, perlu dibersihkan secara berkala, baik harian, bulanan, dan tahunan.

2. Periksa Seluruh Bagian Rumah Secara Berkala

Atap, dinding, hingga fondasi termasuk bagian-bagian rumah yang vital dan perlu juga diperiksa rutin. Melalui pemeriksaan, sejumlah kerusakan ringan dapat diketahui sedari awal seperti atap bocor dan retak rambut pada tembok.

Apabila bagian-bagian rumah jarang dicek, kerusakan ringan bisa menjadi serius seiring berjalannya waktu. Sebab itu, jangan tunggu sampai kerusakan besar nantinya membahayakan penghuni rumah ya.

3. Perbaiki Bagian Rumah yang Rusak

Setelah menemukan kerusakan pada area rumah, perbaikan bisa dilakukan jika ingin rumah dalam kondisi kokoh selama bertahun-tahun ke depan. Kerusakan ringan dapat diperbaiki dan umumnya tidak sampai mengeluarkan biaya tinggi.

Beda hal jika kerusakan sudah menjadi besar. Maka ini harus segera diperbaiki dan biasanya membutuhkan biaya restorasi yang cukup tinggi.

4. Jadwalkan Pemeliharaan Sistem Rutin

Terdapat sejumlah sistem utama pada sebuah rumah, di antaranya kelistrikan dan perpipaan. Persisteman ini perlu dipelihara rutin guna mengetahui potensi bahaya dan masalah.

Misalnya, sekring listrik yang terus-menerus putus mungkin disebabkan suatu masalah yang lebih besar. Tindakan perbaikan bisa dilakukan sebelum kerusakan serius yang membutuhkan biaya lebih besar terjadi.

5. Hindari Menanam Pohon Terlalu Dekat

Sebaiknya tidak menanam pohon terlalu dekat dengan bangunan utama rumah maupun properti lainnya. Hal ini lantaran akar pohon tertentu dapat tumbuh agresif hingga menghancurkan jalan dan menembus pipa. Bahkan akar pohon dapat merusak fondasi rumah dan mampu membahayakan penghuninya.

Ini bukan berarti bahwa penghuni rumah tidak boleh menanam pohon di pekarangan sama sekali. Tapi pastikan menjaga jarak aman saat menanam pohon. Pastikan juga untuk mengetahui karakteristik pohon sebelum menanamnya.

6. Ganti Peralatan Lama yang Usang

Kabel listrik yang usang maupun pipa ledeng sudah berlumut pun dapat diganti agar tidak menyebabkan bahaya. Selain itu, peralatan atau barang yang sudah tidak berfungsi sebaik dulu dapat pula diganti.

Hal itu tidak hanya mempengaruhi umur rumah, tetapi juga akan menghemat pengeluaran untuk tagihan listrik. Barang lama tidak menggunakan teknologi secanggih peralatan masa kini, sehingga daya listrik yang digunakan belum sehemat sekarang. Di samping itu, barang lama rentan mengalami kerusakan.

7. Merapikan Barang-barang

Penting merapikan barang-barang setiap harinya untuk mencegah tumpukan di area rumah. Detikers dapat meluangkan sedikit waktu, setidaknya sebelum tidur atau setelah bangun untuk membereskan dan membersihkan hunian. Dengan begitu, rumah akan terawat, bersih, dan rapi.

Di samping itu, kamu bisa menyisihkan satu waktu untuk menyortir semua barang yang ada di rumah. Buat daftar atau pisahkan antara barang masih digunakan maupun yang tidak. Sebaiknya buang barang yang tak lagi dipakai dan tidak menumpuknya di suatu area, karena dapat membuat rumah terlihat berantakan.

8. Memelihara Rumah dengan Baik

Selain rutin beres-beres, sejumlah kebiasaan harus diperhatikan supaya rumah dapat awet tahan lama. Kebiasaan di sini seperti tidak membuang sampah seenaknya di sekitar rumah, tidak merokok di dalam hunian, tidak sering menyandarkan kaki ke tembok, maupun membanting pintu.

9. Menyewa Jasa Profesional

Perawatan rumah secara mandiri saja tidak cukup, pemeliharaan beberapa bagian rumah dan perbaikan kerusakan tertentu perlu ditangani oleh jasa profesional. Misalnya, retakan serius di dinding yang membutuhkan tukang bangunan dan septic tank penuh perlu ditangani oleh jasa sedot WC.

Nah, itu tadi sederet cara merawat rumah agar bertahan lama dan berdiri kokoh selama puluhan tahun. Jangan segan menyewa jasa profesional untuk membersihkan dan memperbaiki rumah demi hasil terbaik.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

Deretan Barang yang Harus Dimiliki Setelah Beli Rumah


Jakarta

Membeli rumah merupakan mimpi bagi kebanyakan orang. Hal tersebut juga menjadi salah satu cara untuk memiliki sebuah hunian.

Namun jangan lupa, setelah membeli rumah kamu juga harus mengisi dalamnya. Nah, ada beberapa barang yang sebaiknya dimiliki setelah membeli rumah.

Apa saja ya barang-barang yang harus dimiliki terlebih dahulu setelah membeli rumah? Dilansir dari The Spruce, Sabtu (7/9/2024).


Kasur yang Bagus

Banyak pemilik rumah yang tidak memprioritaskan beli kasur yang bagus setelah membeli rumah. Banyak yang berpikir, kasur yang bagus bisa dibeli nanti seiring berjalannya waktu.

Mereka cenderung lupa belanja kasur dua kali adalah pemborosan. Bukan hanya buang-buang uang, tetapi juga merupakan ‘sampah’ yang besar di tempat pembuangan sampah.

Meja Nakas dan Tirai

Meja nakas juga dibutuhkan untuk menaruh barang-barang serta lampu tidur. Kamu juga memerlukan tirai untuk menjaga privasi dari luar.

Peralatan Dapur

Peralatan dapur yang dasar harus dimiliki buat kamu yang baru beli rumah, misalnya seperti panci, wajan, alat masak, talenan, hingga pisau. Walaupun kamu akan lebih banyak memesan makanan, namun peralatan tersebut setidaknya harus tersedia di rumah karena sewaktu-waktu bisa saja kamu akan memasak atau menyiapkan makanan.

Ruang dan Alat Makan

Kamu juga harus menyediakan tempat makan, mau itu di meja dapur atau ruang makan. Tak lupa sediakan juga alat makan seperti gelas, piring, sendok dan garpu.

“Setiap orang harus makan di suatu tempat, jadi area makan yang dilengkapi dengan baik agar keluarga dapat berkumpul untuk makan malam atau sarapan sebelum pergi sangat penting,” kata Chief Marketing Officer dan Direktur Konten The Plant Collection, Laurel Vernazza, dikutip dari The Spruce.

Alat Kebersihan

Alat kebersihan, seperti kemoceng, sapu, pel, maupun penyedot debu atau vacuum cleaner harus ada di rumah baru. Alat-alat itu akan dibutuhkan untuk membersihkan rumah baru sebelum benar-benar ditempati.

Alat Perkakas

Alat-alat perkakas, seperti palu, paku, obeng, hingga pita mengukur juga harus ada di rumah. Sebab, kamu tidak pernah tahu kapan akan membutuhkan perbaikan kecil atau cepat.

Palu merupakan alat serbaguna untuk perbaikan kecil di rumah, seperti memasang dan mencabut paku untuk memasang bingkai foto atau bisa juga untuk memecahkan barang. Sementara itu, obeng bisa dipakai untuk melepaskan skrup yang tidak diinginkan di dinding, merakit, atau membongkar furnitur.

Itulah beberapa barang yang harus ada di rumah baru. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Apa Itu Fasad Rumah? Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenisnya


Jakarta

Bagian depan rumah adalah bagian terpenting pada eksterior rumah. Pernahkah kamu mendengar kata fasad atau dalam bahasa Inggris facade saat bicara soal rumah? Nah, fasad adalah tampilan depan rumah.

Tampilan depan rumah ini menentukan kesan pertama pada rumah. Karena sebelum masuk ke dalam rumah, kita pasti melihat eksterior rumah yang salah satunya fasad itu tadi.

Pada dasarnya, fasad adalah tampilan depan rumah. Namun, bila dibahas lebih jauh, fasad punya pengaruh yang besar terhadap rumah. Berikut penjelasan soal fasad


Pengertian Fasad Rumah

Fasad adalah bagian depan rumah yang dilihat dari luar wujudnya. Fasad rumah ini adalah salah satu bagian terpenting pada rumah karena bagian luar ini menjadi kesan pertama bagi semua orang yang melihatnya dengan kasat mata. Kesan ini justru yang memberikan definisi pada karakter atau gaya sebuah rumah tersebut.

Kata fasad sendiri berasal dari bahasa perancis yang memiliki arti “depan” atau “wajah” , yang secara umum didefinisikan sebagai bagian luar dari sebuah bangunan (eksterior).

Kegunaan atau Fungsi Fasad Rumah

Bagian eksterior sebuah properti merupakan fungsi penting pada fasad. Fasad juga memiliki beragam fungsi yang sangat berguna bagi pemilik rumah, salah satu kegunaannya adalah menjaga privasi bagian dalam pemilik hunian. Selain itu, berikut ini adalah kegunaan fungsi fasad lainnya.

Fasad Rumah Sebagai Kesan Pertama

Elemen ini adalah fungsi pertama dari sebuah fasad yakni menjadi sebuah kesan bagi siapapun yang melihatnya pertama kali. Fasad dapat membuat rumah Kamu memiliki daya tarik dan bisa memberikan kesan positif hanya dengan kasat mata, selain itu ini juga bisa menjadi poin tambahan untuk menaikkan nilai harga suatu rumah.

Fasad Rumah Sebagai Pelindung

Fasad merupakan salah satu bagian rumah yang berfungsi sebagai pelindung dari cuaca baik panas, hujan, dingin bahkan serta perubahan iklim seperti angin kencang misalnya. Fasad juga bisa mencegah cahaya matahari langsung masuk ke dalam rumah sehingga suhu di dalam ruangan tetap terjaga dan stabil.

Fasad Rumah Sebagai Penentu Suhu Dalam Rumah

Walaupun fasad memiliki fungsi yang berhubungan dengan bagian luar rumah, fasad ternyata juga mempengaruhi suhu atau iklim di dalam rumah juga, lho.

Ini terjadi tergantung pada material yang digunakan pada fasad misalnya seperti kayu atau batu, terbukti bisa membuat suhu rumah tetap stabil karena ada efek menyerap yang memberikan kelembaban di dalamnya.

Selain kelembapan, pemilihan material ada juga yang bisa menyimpan panas selama siang hari sehingga ini bisa dimanfaatkan untuk menjaga suhu ruangan tetap hangat saat malam hari. Fasad juga bisa membantu udara di dalam rumah tetap segar dan bersih.

Fasad Rumah Sebagai Estetika

Fasad bisa menjadi sebuah karakter dan ciri khas pemilik rumah tersebut. Fungsi ini membuat rumah memiliki identitas yang berbeda dari rumah yang lain sehingga bisa memberikan kesan bagi orang yang melihatnya dan mampu meningkatkan kualitas hidup pemilik rumah.

Bagian – bagian Utama atau Komponen Fasad Rumah

Bagian- bagian yang dimaksud ini mencakup beberapa komponen yang menghasilkan struktur rumah dan membuatnya menjadi sebuah fasad itu sendiri. Komponen ini yang membantu fasad tersebut memiliki fungsi. Bagian – bagian utama ini mencakup sebagai berikut :

Pintu Masuk

Bagian ini merupakan akses keluar masuk rumah dan membantu memberikan perlindungan privasi dari pandangan masyarakat luar. Pintu memiliki beragam desain dan biasanya hanya ada satu pada suatu rumah. Pintu juga bisa memberikan cahaya alami dan menghindari cuaca dan iklim yang ekstrim seperti hujan dan angin kencang.

Jendela

Bagian ini bisa menambah keindahan dan karakter sebuah rumah. Namun, fungsi utama dari jendela adalah mengatur pencahayaan dan masuknya udara ke dalam rumah.

Dinding

Dinding merupakan komponen utama sebagai pelindung rumah dan membentuk sebuah struktur kuat yang mampu menahan beban seperti lantai atau atap rumah. Dinding ini akan menghasilkan sebuah insulasi suhu dan suara sehingga membuat rumah menjadi lebih tenang dan nyaman.

Tritan atau Penopang Atap

Atap tambahan atau juga disebut tritan merupakan atap tambahan yang letaknya berada diatas pintu dan jendela yang memiliki fungsi untuk melindungi pintu dan jendela dengan cara menopangnya dari hujan atau angin.

Sun Shading

Bagian fasad ini merupakan peredam sinar matahari yang masuk ke dalam rumah. Peneduh matahari bisa bermacam-macam seperti tirai atau gorden, kaca cermin, atau awning. Komponen Ini membantu menghindari rumah dari terik matahari dan memberikan pendinginan sehingga ini juga bisa menghemat biaya listrik.

Jenis Material Fasad Rumah

Fasad memiliki jenis-jenis material yang membentuk konstruksi sebuah rumah. Beberapa jenis material yang biasanya digunakan antara lain sebagai berikut :

Batu Bata

Batu bata adalah jenis material yang umum dipakai dan membuat struktur rumah menjadi kokoh. Jenis ini sering dipakai karena kemampuan menahannya yang baik pada beban lantai atas dan atap rumah.

Dari segi estetika, batu bata juga mempunyai tampilan yang elegan dan klasik sehingga fasad rumah tampak kuat dan unik.

Kayu

Kayu bisa menopang beban dan menjaga struktur rumah tetap ideal. Jenis kayu ini bisa memberikan rumah tampak lembut dan hangat.

Batuan

Jenis ini merupakan material yang sering dipilih karena memiliki ketahanan dan kekuatan yang lama. Ini menjadi nilai tambahan bagi pemilik rumah karena tidak perlu melakukan perawatan yang ekstra agar kualitas material terjaga. Batuan membuat rumah kamu memberikan kesan yang klasik dan elegan.

Logam

Material jenis ini memiliki tekstur yang halus dan licin sehingga mudah untuk dibersihkan dari kotoran dan debu sehingga membuat kesan rumah menjadi modern dan futuristik.

Keramik

Jenis ini merupakan material yang sudah ada sejak zaman dahulu, tepatnya saat zaman mesir kuno. Jenis ini memiliki daya tahan yang baik dan bisa dibuat menjadi berbagai bentuk menarik dan bisa menambah nilai estetika fasad rumah Kamu.

Contoh – contoh Fasad

Penampilan fasad ini dipilih tergantung selera setiap orang dengan mempertimbangkan estetika dan kebutuhan yang ingin ditampilkan oleh pemilik rumah. Berikut ini beberapa contoh fasad yang bisa menjadi inspirasi untuk Kamu ketika membangun rumah.

Fasad Klasik

Desain fasad ini memberikan kesan mahal dan berkelas dan biasanya material yang digunakan berupa kayu dan batu. Desain ini disusun dengan simetris dan rapi bak istana sehingga membuat rumah terlihat mewah dan elegan.

Fasad Modern

Desain fasad modern paling banyak digunakan oleh rumah-rumah zaman sekarang dan biasanya menggunakan material kaca dan baja. Desain ini menambah kesan kekinian dan biasanya menonjolkan garis-garis yang mencolok dan horizontal, sehingga tampilannya tidak membosankan dan terkesan dinamis.

Fasad Vernakular

Desain fasad ini biasanya memiliki sentuhan adat dan budaya setempat. Biasanya material yang ditonjolkan yaitu batu dan kayu yang membuat bentuknya memiliki keunikan dan ciri khas.

Fasad Minimalis

Fasad minimalis fokus utamanya adalah kesederhanaan dan modern jadi tidak memberikan sentuhan yang terlalu detail. Garis-garis pada desain fasad ini terkesan simpel tetapi elegan sehingga tampilannya banyak diminati oleh semua orang.

Fasad Kontemporer

Desain ini biasanya campuran dari setiap contoh desain yang ada, baik klasik, minimalis, maupun modern. Kontemporer ini biasanya berbentuk unik dan tidak terikat dengan aturan-aturan desain sehingga memiliki kesan yang bebas dan kreatif.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Segini Estimasi Biaya Bangun Rumah Minimalis 2 Lantai


Jakarta

Banyak masyarakat yang kini membangun rumah minimalis dua lantai. Rumah ini sangat cocok untuk orang yang sudah berkeluarga. Selain itu, rumah minimalis juga sedang tren karena terlihat sederhana, tetapi tetap nyaman dan homey untuk ditinggali.

Rumah minimalis dua lantai juga cocok untuk detikers yang ingin membangun hunian tapi punya budget terbatas. Lantas, berapa sih biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah minimalis dua lantai? Simak estimasi biayanya dalam artikel ini.

Estimasi Biaya Bangun Rumah Minimalis 2 Lantai

Mengutip situs Lamudi, estimasi biaya membangun rumah minimalis 2 lantai bisa berbeda-beda, tergantung dari spesifikasi material yang digunakan. Semakin bagus dan kokoh materialnya, maka semakin besar dana yang harus dikeluarkan.


Berikut estimasi biaya bangun rumah minimalis dua lantai yang digolongkan sesuai spesifikasi material dari sederhana hingga bagus:

1. Material Sederhana (Rumah 2 Lantai Tipe 36)

Untuk membangun rumah dengan material sederhana, estimasi biayanya sekitar Rp 180 juta hingga Rp 200 jutaan. Bahan konstruksi yang digunakan meliputi:

  • Batu kali.
  • Bata merah.
  • Eternit.
  • Genteng tanah liat.
  • Keramik 30×30.
  • Perlengkapan dengan kualitas sederhana.

2. Material Standar (Rumah 2 Lantai Tipe 36)

Jika kamu punya dana lebih, disarankan untuk membangun hunian dengan material standar yang umum digunakan masyarakat. Estimasi biayanya sekitar Rp 210 juta hingga Rp 250 jutaan.

Material standar yang digunakan untuk membangun rumah minimalis 2 lantai yaitu:

  • Bata dengan kualitas lebih baik.
  • Rangka hollow dengan gypsum.
  • Genteng tanah liat kualitas nomor satu.
  • Keramik dengan ukuran lebih besar.
  • Perlengkapan dengan kualitas kelas dua.

3. Material Bagus (Rumah 2 Lantai Tipe 36)

Membangun hunian dengan menggunakan spesifikasi material bagus memberikan jaminan rumah yang kokoh dan awet. Kisaran biayanya antara Rp 260 juta hingga Rp 300 jutaan. Sedangkan untuk material yang digunakan meliputi:

  • Campuran semen dan pasir yang lebih kental.
  • Keramik dengan ukuran lebih besar.
  • Genteng berkualitas premium.
  • Tambahan lis serta detail interior.

Sebagai pengingat, estimasi biaya di atas bisa berubah tergantung dari harga material yang dijual di pasaran.

Keuntungan Membangun Rumah 2 Lantai

Meski biaya yang dibutuhkan tak sedikit, tetapi ada sejumlah keuntungan jika membangun rumah dua lantai. Mengutip situs Pillar Homes, berikut sejumlah keuntungannya:

1. Ruangan Lebih Luas

Membangun rumah dua lantai dapat memberikan ruang ekstra sehingga lebih luas. Hal ini bisa kamu manfaatkan untuk membuat ruangan khusus seperti gudang atau area untuk menjemur pakaian.

2. Bisa Buat Lebih Banyak Kamar Tidur

Jika detikers sudah berkeluarga, membangun rumah dua lantai adalah pilihan yang tepat. Sebab, kamu bisa membangun kamar tidur lebih banyak untuk si kecil beristirahat.

Misalnya, kamar tidur utama untuk kamu dan pasangan ada di lantai bawah. Sedangkan kamar anak atau kamar tamu berada di lantai dua. Namun jika luas bangunan rumah lebih besar, kamu bisa membangun dua kamar tidur di lantai satu dan dua.

3. Membangun Teras untuk Bersantai

Meski mengusung konsep rumah minimalis, tapi tak ada salahnya jika membangun teras kecil di lantai dua rumah. Teras bisa dimanfaatkan untuk bersantai di sore hari bersama si kecil dan pasangan. Agar lebih asri, tambahkan juga beberapa tanaman hijau di teras.

4. Rumah Tidak Terlihat Sumpek

Masalah utama ketika memiliki rumah hanya satu lantai adalah meletakkan barang-barang dan alat rumah tangga lainnya. Apabila kamu memiliki banyak barang, sudah pasti rumah akan terasa sumpek karena dipadati barang.

Lain halnya jika kamu memiliki rumah dua lantai. Barang bisa disusun lebih rapi karena tidak menumpuk di satu lantai atau ruangan saja. Alhasil rumah kamu jadi lebih nyaman untuk ditinggali.

Demikian penjelasan mengenai estimasi biaya membangun rumah minimalis dua lantai. Semoga dapat membantu detikers.

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

Jangan Asal, Begini 6 Cara Memilih Tukang Bangunan yang Benar


Jakarta

Tukang bangunan adalah sosok penting pada saat kita hendak membangun rumah. Meskipun ide atau desain rumah berasal dari diri sendiri atau arsitek, tukang bangunan yang akan ditugaskan untuk mewujudkan desain tersebut. Lantas, bagaimana cara untuk memilih tukang yang sesuai?

Untuk pembangunan hunian sederhana untuk tempat tinggal, kamu bisa mencari sendiri tukang atau mempercayakan hal tersebut kepada kontraktor. Kedua sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, apabila tukang tersebut dibawa oleh kontraktor tentu yang memilih adalah pihak mereka.

Sementara itu, jika kamu memilih sendiri, kamu harus lebih hati-hati agar pembangunan selesai tepat waktu dan tidak ada ‘drama’ saat pengerjaannya. Dilansir dari My Home Extension, Jumat (6/9/2024), berikut tips memilih tukang biar nggak muncul drama.


Tips Pekerjakan Tukang Bangunan

1. Tanya Pelanggan Lain yang Pernah Pakai Tukang yang Sama

Apabila kamu memiliki tetangga yang sedang membangun rumah, kamu bisa bertanya kepada mereka apakah kerja tukang baik atau tidak. Selain itu, tanyakan apakah tukang tersebut dipanggil sendiri atau dari kontraktor.

Kalau kamu nggak bisa mendapatkan rekomendasi pribadi, kunjungi dua atau tiga contoh pekerjaan serupa yang telah dikerjakan tukang atau kelompok tukang yang sama.

Dapatkan detail kontak orang-orang tempat mereka bekerja. Ajukan pertanyaan yang relevan. Apakah klien lama senang dengan kualitas pengerjaannya? Apakah ada masalah? Apakah pekerjaan dilakukan sesuai anggaran dan tepat waktu?

Tukang yang memiliki reputasi baik akan dengan senang hati menunjukkan pekerjaan sebelumnya sebagai gambaran bagi kamu punya bahan pertimbangan dalam memakai jasa mereka.

2. Tukang Punya Kemampuan Komunikasi yang Baik

Kamu harus memilih tukang yang dapat berkomunikasi dengan baik. Komunikasi ini penting karena agar kamu bisa mengetahui progres pembangunan dan mereka memahami permintaanmu. Aspek ini cukup penting agar ke depannya tidak timbul drama atau kesalahpahaman.

Tanyakan siapa yang akan berada di lokasi setiap hari karena mungkin berbeda dengan orang yang menawar pekerjaan jika itu adalah perusahaan besar.

Kalau kamu merasa nggak nyaman dengan seorang kontraktor, jangan mempekerjakan mereka, kata Citizens Advice.

“Kamu selalu dapat menemukan orang lain untuk melakukan pekerjaan itu,” ujarnya.

3. Siapkan Arahan Tertulis untuk Tukang

Apabila kamu menemukan kandidat tukang yang cocok, jangan terlalu cepat menghubungi tukang. Coba siapkan ringkasan tertulis, termasuk gambar rumah yang akan dibangun jika memungkinkan. Keterangan tertulis ini dapat membantu menjelaskan spesifik apa yang harus dikerjakan.

Kamu juga harus menyiapkan target waktu pengerjaan, upah yang akan diberikan dan ketentuan lainnya seperti kontrak kerja. Agar lebih mudah, kamu bisa meminta bantuan arsitek untuk perhitungan. Keterangan tertulis itu nantinya harus diberikan kepada tukang yang kamu rasa cocok.

4. Bandingkan Harga Tukang

Selain menentukan upah berdasarkan saran dari arsitek, kamu juga bisa bertanya langsung kepada tukang berapa jumlah upah yang biasa dia terima. Membandingkan penawaran akan membantu kamu mendapatkan harga yang wajar. Pastikan kamu mendapatkan penawaran dan bukan perkiraan.

5. Jangan Pilih Tukang Hanya Karena Murah

Meskipun kamu ingin menekan pengeluaran, hindari memilih tukang karena harganya lebih murah. Jangan berasumsi bahwa kontraktor telah mengizinkan segala sesuatunya kecuali dinyatakan secara eksplisit. Periksa dengan tepat apa yang disertakan.

Kamu bisa mencari klien sebelumnya untuk meminta pendapat bagaimana kualitas dan kecepatan kerjanya. Jika kamu mempekerjakan seorang arsitek, dia harus dilibatkan dalam proses tender.

Arsitek atau surveyor kuantitas untuk sebuah proyek besar akan memeriksa penawaran pembangun dan merekomendasikan mana yang harus dipilih.

6. Jangan Lakukan Pembayaran Penuh di Muka

Setelah kamu yakin dengan pilihan tukang, hindari membayar di muka atau setoran tunai, terutama pembayaran penuh. Berhati-hatilah jika mereka menawarkan pekerjaan bebas PPN jika kamu membayar tunai. Jika seorang pembangun menghindari PPN, mereka mungkin juga tidak jujur kepada kamu.

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Cara Mengukur Tinggi Ideal Plafon Agar Rumah Sejuk dan Tak Pengap


Jakarta

Plafon rumah adalah atap yang terlihat dari dalam rumah. Plafon ini juga sering disebut sebagai langit-langit rumah. Biasanya rumah-rumah di Indonesia memakai plafon berwarna putih yang terbuat dari gypsum.

Saat kamu hendak memasang plafon, tidak bisa dilakukan sembarang. Ketinggiannya harus diperhitungkan agar sirkulasi udara maksimal di dalam rumah. Bahkan disarankan plafon sebaiknya dibuat setinggi mungkin.

Rumah dengan plafon rendah terkesan sempit dan sesak. Sementara langit-langit yang tinggi membuat hunian tampak luas dan lega. Lantas, berapa tinggi plafon yang pas? Adakah tinggi ideal plafon rumah?


Tinggi Ideal Plafon Rumah

Direktur Utama PT Sanskara Bumi Perkasa, Harismawan Akbar Dwiatmojo, mengatakan tinggi ideal plafon rumah sebaiknya tidak kurang dari 2,4 meter (m) dari lantai. Selain dilihat dari jarak, ketinggian plafon yang ideal juga dipengaruhi oleh iklim wilayah di rumah itu berada. Sebagai contoh di Indonesia, sebaiknya ketinggiannya sekitar 2,8-3,2 meter untuk daerah yang bersuhu panas dan 2,4-2,5 meter untuk daerah yang lebih dingin.

“Untuk rumah di daerah dingin sebenarnya dapat dibuat lebih pendek karena mampu menangkap panas sehingga dapat hemat energi. Untuk bangunan rumah di daerah tropis dibuat sebaliknya, agar sirkulasi udara lebih lancar dan udara panas tidak terperangkap di dalam rumah,” tuturnya seperti yang dikutip Rabu (11/9/20224).

Dikutip dari Alexander and Pearl, untuk rumah yang berada di daerah yang lebih dingin dari Indonesia, plafon yang disarankan adalah yang rendah sehingga memberikan rasa hangat dan nyaman. Namun, perlu diingat plafon yang rendah membuat ruangan terasa sempit dan tidak disarankan untuk memasukkan perabotan yang terlalu tinggi.

Alasan plafon rendah tidak cocok di Indonesia dikarenakan suhu panas bisanya terperangkap di plafon rumah. Semakin dekat dengan plafon, maka penghuni rumah akan sering merasakan panas dan pengap. Sebagai gantinya, kamu bisa membuat banyak ventilasi udara seperti jendela atau lubang di beberapa sisi rumah agar ada pergantian udara.

Sebaliknya, plafon yang tinggi membuat rumah terasa lega dan terbuka. Hunian juga terkesan lebih luas, megah, dan sirkulasi udaranya bagus.

Tinggi rendahnya plafon juga berpengaruh pada pencahayaan rumah. Plafon yang tinggi pemasangan jendela akan mengikuti dengan luas fasad rumah. Semakin tinggi fasadnya, maka sinar matahari bisa masuk lebih mudah. Sementara itu, Hunian apabila plafon pendek, pencahayaan dari matahari akan masuk secukupnya.

Cara Menghitung Tinggi Ideal Plafon Rumah

Jika kamu membangun rumah sendiri, cara menghitung tinggi plafon rumah bisa dilakukan dengan menjadikan tinggi badan sebagai patokan. Caranya tambahkan ukuran tinggi badan dengan 76 centimeter (cm).

Sebagai contoh tinggi badan kamu misalnya 180 cm. Maka 180 + 76 cm = 256 cm atau setara 2,56 m. Maka 2,56 meter adalah tinggi ideal plafon rumah Z.

Tinggi plafon ini juga bisa jadi acuan untuk acuan di ruangan lain seperti kamar tidur atau kamar mandi.

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com