Tag Archives: hunian

4 Tips Pilih Lokasi Rumah yang Aman dan Strategis


Jakarta

Lokasi adalah salah satu aspek paling penting saat memutuskan buat beli rumah. Rumah dengan lokasi yang strategis bukan cuma memudahkan penghuninya, tetapi juga mempengaruhi nilai properti.

Kalau bentuk rumah kurang memuaskan, bisa saja direnovasi. Namun, kalau sampai salah pilih lokasi, rumahnya nggak mungkin bisa dipindahkan. Oleh karena itu, calon pembeli harus melakukan riset dan pertimbangan yang matang soal lokasi rumah.

“Salah satu indikator bahwa hunian tersebut berada di lokasi yang baik adalah apabila akan disewakan atau ingin dijual kembali, banyak peminatnya (likuiditas tinggi),” kata Pengamat dan Ahli Properti, Steve Sudijanto kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


Lantas, apa saja yang harus dicari dari lokasi rumah? Simak penjelasan berikut ini.

Tips Pilih Lokasi buat Beli Rumah

Inilah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dari lokasi rumah.

1. Ada Sarana Penunjang Lengkap

Carilah rumah yang dekat dengan sarana penunjang, seperti layanan kesehatan, sekolah, pusat perbelanjaan, dan kantor. Jika hunian dekat sarana penunjang, penghuni rumah tidak perlu bepergian jauh untuk kebutuhan sehari-hari.

2. Dekat Transportasi Umum

Rumah yang dekat transportasi umum sangat menguntungkan. Sebab, penghuni rumah punya akses transportasi, sehingga mudah berpergian. Belum lagi, tarif transportasi umum yang terjangkau bisa menghemat biaya berpergian.

3. Lingkungan yang Aman

Selain itu, keamanan lingkungan rumah juga menjadi pertimbangan. Sebaiknya membeli rumah di lingkungan dengan tingkat kriminalitas yang rendah. Steve menyarankan untuk membeli hunian di komplek atau cluster karena biasanya ada petugas keamanan.

“Untuk faktor keamanan, hunian atau rumah cluster lebih baik,” kata Steve.

4. Bukan Lokasi Rawan Bencana

Hati-hati membeli rumah, jangan sampai memilih lokasi yang rawan bencana seperti banjir. Sebelum memutuskan beli rumah, calon pembeli mendatangi area perumahan dan bertanya atau berdiskusi dengan lurah atau RT setempat terkait frekuensi banjir di wilayah itu.

“Khusus untuk konteks banjir hunian di DKI Jakarta, kita harus jeli melihat frekuensi banjir di hunian tersebut, karena pemerintah DKI sudah melakukan banyak perbaikan untuk menanggulangi banjir,” tuturnya.

Itulah beberapa lokasi yang bisa jadi pertimbangan ketika membeli rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

5 Kelebihan Tinggal di Apartemen, Nggak Kalah Nyaman dari Rumah Tapak


Jakarta

Banyak orang masih mempertanyakan apa kelebihan dari tinggal di apartemen. Padahal apartemen sama seperti rumah tapak pada umumnya yakni menjadi tempat tinggal yang nyaman dengan berbagai fasilitasnya.

Hunian vertikal ini banyak ditemui di kota-kota besar sebagai solusi keterbatasan lahan di perkotaan. Selain keterbatasan lahan, harga tanah di perkotaan juga sudah tinggi sehingga bagi beberapa orang yang penghasilan per bulannya UMR atau kurang dari itu, sepertinya sulit untuk membeli rumah tapak yang layak di tengah perkotaan.

Apartemen dan hotel adalah bentuk rumah yang berbeda. Jadi saat mempertimbangkan membeli apartemen, jangan berfikir seakan hidup di hotel karena dari segi harga, fasilitas, dan bentuk unitnya pun berbeda.


Untuk lebih jelasnya, dilansir Mint Homes, berikut beberapa keuntungan tinggal di apartemen yang perlu detikers ketahui.

1. Lokasi Strategis

Keuntungan pertama yang jarang orang sadari adalah lokasi apartemen di perkotaan sangat strategis, melebih rumah tapak. Saat ini banyak hunian yang dibangun dengan konsep transit oriented development (TOD) di mana hunian akan dibangun menempel dengan transportasi umum seperti kereta api dan bus. Sebab, apartemen tidak perlu benar-benar berdiri di atas tanah. Banyak apartemen berdiri di atas mal, stasiun, atau bahkan bercampur dengan gedung perkantoran dan hotel. Oleh karena itu, lokasinya bisa di tengah kota dan dekat dengan pusat-pusat bisnis, hiburan, dan keramaian.

2. Fasilitas Lengkap

Meskipun tidak ada halaman seperti di rumah tapak, jangan membayangkan tinggal di apartemen seperti hidup di penjara karena tentu tidak demikian. Pengembang tidak hanya memikirkan konsep hunian yang nyaman melainkan fasilitas yang dapat menunjang gaya hidup penghuninya. Fasilitas yang disediakan pun beragam dan kebanyakan gratis untuk penghuni apartemen seperti terdapat gym, kolam renang, taman, dan lapangan basket atau bola. Lokasinya yang strategis juga menguntungkan penghuni ketika berangkat kerja, berbelanja, atau ke rumah sakit.

3. Pemeliharaan Mudah

Saat tinggal di rumah tapak, hal yang mungkin saja terjadi adalah atap bocor, rembes, atau banjir. Dengan tinggal di apartemen, risiko seperti itu akan minim sekali terjadi. Lokasinya yang tinggi tentu akan melindungi apartemen dari banjir. Selain itu, apartemen memiliki pengurus khusus yang bertanggung jawab dalam manajemen apartemen. Setiap fasilitas di apartemen akan dirawat oleh manajemen termasuk lift, tangga, dan fasilitas penunjang. Berbeda halnya dengan tinggal di rumah yang perlu dirawat halaman dan eksterior rumahnya supaya tampak rapi.

4. Keamanan Terjamin

Sama seperti perumahan, apartemen juga memiliki petugas keamanan di depan. Lalu, bentuk keamanan lainnya adalah akses lift yang terbatas. Hanya penghuni apartemen yang memegang kartu akses saja yang bisa ke atas. Biasanya untuk tamu yang ingin berkunjung harus menunggu di lobby hingga penghuninya menjemput di bawah. Lalu, di setiap sudut sudah terpasang CCTV sehingga semua pergerakan di dalam gedung terekam.

5. Ukuran

Lalu, banyak juga yang memandang sebelah mata ukuran apartemen. Saat ini banyak apartemen yang ukurannya setara bangunan rumah tapak, bahkan ada pula yang besar. Ruangannya bukan seperti hotel yang langsung tempat tidur, apartemen ada yang susunannya seperti rumah biasanya dengan sekat pada kamar, dapur, kamar mandi. Ukuran ini sangat cocok untuk keluarga dengan anggota 2-8 orang, tergantung pada tipe apartemen yang dibeli.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Makin Marak Rumah Kecil di Perkotaan, Apa Keuntungan dan Tantangannya?



Jakarta

Saat ini semakin banyak ditemukan rumah kecil dan rumah compact di perkotaan atau pinggiran kota. Rumah-rumah tersebut memiliki fasad yang kecil sekitar 1,5-6 meter, tidak memiliki carport, atau halaman depan yang cukup untuk parkir kendaraan.

Menurut Arsitek Denny Setiawan fenomena ini terjadi karena harga lahan yang semakin mahal sehingga mempengaruhi harga jual rumah. Di sisi lain, daya beli masyarakat semakin menurun sehingga tidak mampu untuk membeli rumah yang terlalu mahal karena penghasilan bulanan yang terbatas dan hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, saat ini ketersediaan lahan untuk membangun rumah tapak di perkotaan juga semakin terbatas. Oleh karena itu, banyak rumah yang akhirnya dibangun di tanah yang kecil dan terbatas. Pemilik rumah menyiasati luas tanah yang terbatas tersebut dengan menambah lantai ke atas.


“Untuk mereka yang tetap mau tinggal di Ibu Kota, ada beberapa konsep hunian. Yang pertama adalah compact house. Jadi kecil rumahnya, segala sesuatunya ada. Atau yang kedua adalah konsep single building, multi dwelling. Jadi dalam satu tanah, bisa ada 3 atau 4 keluarga yang bisa tinggal di situ. Banyak tuh kalau di Jepang, di Korea,” kata Denny memberikan contoh, saat dihubungi detikProperti Selasa (27/5/2025).

Lantas, dengan semakin maraknya luas rumah yang kecil, sebenarnya apa keuntungan dan kerugiannya?

Denny mengatakan dengan tetap tinggal di dekat kota, meskipun dengan kondisi rumah yang kecil, masyarakat dapat memangkas waktu tempuh ke tempat kerja dan tetap mendapatkan fasilitas transportasi umum.

Selain itu, dengan tinggal di rumah yang kecil, mereka bisa mendapatkan tempat tinggal dengan harga yang murah. Rumah tersebut juga bisa bertambah luas apabila ditambah lantai ke atas. Jenis rumah seperti ini disebut pula dengan rumah tumbuh. Keuntungan lainnya adalah bisa menerapkan hidup minimalis atau saat ini disebut dengan frugal living.

Di balik kemudahan yang didapatkan, Denny mengingatkan tinggal di rumah yang sempit juga ada aspek ketidaklayakannya.

Pertama adalah rumah tersebut kurang mendapat pencahayaan, terutama untuk rumah yang lokasinya berdempetan dengan bangunan lain atau yang berada di gang kecil.

Rumah yang kurang mendapat pencahayaan bisa berpengaruh pada kualitas udara, pertumbuhan jamur, dan gangguan kesehatan penghuninya.

“Dengan lahan terbatas, rumah tidak mempunyai pengudaraan dan pencahayaan yang baik. Jadi dibutuhkan desain yang baik untuk memastikan semua ruangan bisa mendapatkan pengudaraan dan pencahayaan,” terangnya.

Kedua adalah keterbatasan ruang gerak. Denny mengingatkan luas ruang gerak untuk satu orang yang ideal adalah 3×3 meter atau 9 meter persegi.

“Berapa sih ukuran Yang ideal untuk satu keluarga? Satu orang manusia Itu 3×3 meter, jadi kalau anggota keluarganya ada empat atau lima, ya tinggal kamu kalikan,” jelas Denny.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Begini Isi Rumah Subsidi Jika Luasnya Hanya 18 Meter, Nggak Ada Kamar!



Jakarta

Pemerintah berencana memperkecil batas luas minimal rumah subsidi dari yang semula 21 meter persegi menjadi 18 meter persegi. Kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan sehingga belum diterapkan.

Jika melihat ukuran rumah subsidi yang saat ini berlaku yakni seluas 21-36 meter persegi, di dalamnya terdapat 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu, dapur yang berbagi dengan halaman belakang yang terbuka untuk area jemuran, dan terdapat halaman depan yang cukup untuk parkir mobil dan motor.

Lantas, apabila rumah tipe 18 tersedia nantinya, kira-kira seperti apa ya isinya?


Menurut Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembangan dan Pemasaran Rumah Nasional (Asprumnas) Muhammad Syawali Pratna rumah tipe 18 mirip dengan ukuran apartemen studio tanpa kamar tidur. Namun, tetap bisa memiliki kamar mandi, dapur, ruang jemur, dan halaman karena luas tanahnya lebih luas dari luas bangunan.

“Jadi nggak ada kamar. Contoh aja kayak apartemen yang luasnya 18 meter persegi, disebut dengan studio,” kata Syawali saat dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025).

Satu-satunya ruangan di dalam rumah tersebut adalah kamar mandi. Luasnya juga tidak begitu besar hanya sekitar 1,2×1,5 meter. Kemudian dapur akan berada di belakang berbagi ruang dengan area jemuran.

Ia menyebut sebenarnya rumah ini masih layak untuk ditempati, tetapi hanya untuk 2 orang dewasa, jika menghitung dari luas ruang ideal per individu, 9 meter persegi. Namun, apabila keluarga tersebut memiliki anak, rumah tipe 18 kurang ideal. Sebab, jika rumah dilebarkan ke samping hingga menutupi seluruh lahan yang tersedia, tetap tidak cukup. Sebab, batas minimal lahan paling kecil adalah 25 meter persegi.

“Kalaupun dikembangin ke samping, anaknya kenanya cuma 25 meter. Nggak bisa, kan? Di situ aja 18 meter persegi itu, Koefisien Dasar Bangunan (KDB) udah lewat, ya? Jadi tidak manusiawi (ditempati) kalau misalnya udah punya anak,” ujarnya.

Untuk memiliki kamar tidur, menurut Syawali luas minimal rumah tersebut adalah 21 meter persegi. Luas kamarnya pun hanya sekitar 2,5 x 2,5, 6 meter. Selain kamar, masih ada ruang tersisa di rumah tersebut untuk membuat ruang tamu, ruang makan, kamar mandi, ruang jemur, tempat memasak nasi, dan setrika.

Senada, Arsitek Denny Setiawan mengatakan tipe rumah 18 mirip dengan luas apartemen studio.

“Rasanya dengan 18 meter persegi, jadi kayak kecil banget ya. Karena itu mungkin seukuran apartemen studio ya. Apartemen studio pun (ada) 21 sampai 29 meter persegi,” kata Denny.

Luas yang terbatas itu, dipastikan tidak bisa untuk membuat kamar tidur yang tertutup dan ruang keluarga atau ruang tamu.

Kemudian, untuk dapur, kata Denny, masih memungkinkan untuk dibuat semi outdoor di belakang berbagi ruang dengan ruang jemur pakaian. Ruang belakang ini ia sarankan untuk memiliki ventilasi yang cukup untuk pencahayaan dan sirkulasi ke dalam rumah.

Kamar mandi akan menjadi satu-satunya ruang di dalam rumah tersebut. Namun, luasnya pun tidak begitu lebar yakni sekitar 1×2 meter saja. Di mana di dalamnya hanya terdiri dari kloset, shower, dan ember.

Denny menyampaikan pemerintah perlu membuat desain bangunan yang lebih kreatif dan berbeda dari rumah subsidi biasa. Sebab, tinggal di rumah kecil juga memiliki banyak tantangan, bukan sekadar pertimbangan layak atau tidak.

“Ini bukan cuma masalah mengecilkan luasan, tapi membuat luasannya jadi efektif. Hunian itu memang boleh mengecil, tapi secara kualitas, dia tidak boleh tereduksi karena memang pemerintah perlu menjamin bahwa hunian yang ditempati setiap warga negaranya itu adalah hunian yang layak,” tutur Denny.

Denny mengatakan ukuran rumah 18 meter persegi bukan bentuk hunian yang baru. Di Jepang banyak ditemukan rumah-rumah tipe 18 karena negara tersebut juga mengalami masalah yang sama yakni keterbatasan lahan. Di sana rumah tipe 18 seperti ini dibuat menjadi compact house.

Namun, rumah-rumah tersebut bentuknya adalah apartemen yang jumlah lantainya pendek yakni satu gedung sekitar 4 keluarga yang mengisi tiap lantai.

“Jepang juga menghadapi masalah yang sama bahwa lahan itu sudah sempit dan mereka harus berpikir kreatif tentang bagaimana menyiasati mahalnya harga bangunan. Mereka punya konsep namanya compact house,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian PKP berencana memperkecil luas bangunan rumah subsidi dari yang semula 21-36 meter persegi menjadi 18-36 meter persegi. Begitu pula dengan luas tanah dari 60-200 meter persegi menjadi 25-200 meter persegi.

Rencana tersebut tertera dalam draf aturan terbaru Keputusan Menteri PKP Nomor/KPTS/M/2025. Dalam draf yang beredar tersebut belum terdapat nomor keputusan yang dimasukkan. Aturan tersebut akan memuat aturan mengenai Batasan Luas Lahan, Luas Lantai, dan Batasan Harga Jual Rumah dalam Pelaksanaan Kredit/Pembiayaan Perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, serta Besaran Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menilai, luas lahan rumah subsidi 18 meter persegi sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan yang semakin terbatas. Ia meyakini rumah subsidi dengan desain yang baik bisa dibangun bertingkat dan sesuai kebutuhan konsumen walaupun lahannya terbatas.

“Sekarang saya mau lihat desain-desainnya. Bisa buat tingkat nggak? Soalnya tanahnya kan mahal. Masa kita kalah dari masalah? Kalau tanahnya mahal, selama ini ruang bisa dibangun tingkat jadi kita jangan mau kalah dari masalah? Desain-desain rumahnya dari dulu gitu-gitu aja. Kita bikin desain yang bagus. Nanti tunggu kejutannya. Saya akan expose desain-desain rumah yang bagus,” katanya seperti yang dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (3/6/2025).

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

5 Pohon yang Aman Ditanam di Rumah Tanpa Merusak Fondasi


Jakarta

Menanam pohon di rumah bisa menjadi salah satu cara untuk membuat pekarangan asri dan adem. Selain itu, adanya pohon di rumah juga bisa mempercantik hunian.

Apabila menanam pohon buah, tentunya buah yang dihasilkan bisa langsung dikonsumsi secara gratis. Namun yang jadi masalah, terkadang akar pohon yang ditanam bisa merusak fondasi rumah.

Jangan khawatir, karena ada beberapa pohon, baik pohon hias maupun pohon buah, yang aman ditanam di rumah tanpa merusak fondasi. Pohon apa saja kah itu? Berikut ini informasinya.

1. Pohon Apel

Ilustrasi Pohon ApelIlustrasi Pohon Apel Foto: Getty Images/Martin Wahlborg

Dilansir dari Love The Garden, pohon apel menyukai area yang terkena sinar matahari penuh dan terlindungi dari angin kencang. Walau tanaman ini bisa tumbuh di tanah kering, penyiraman masih perlu dilakukan.


2. Pohon Kersen

Pohon KersenPohon Kersen Foto: Istimewa

Pohon kersen atau ceri kampung juga cocok ditanam di rumah. Daunnya yang cukup rimbun, batangnya bisa mencapai 12 meter, serta dahannya tumbuh mendatar dan menggantung juga cocok untuk dijadikan tempat berteduh.

Pohon ini minim perawatan. Namun perlu dipangkas jika pohonnya terlalu besar.

3. Pohon Tabebuya

Bunga Tabebuya di GowaPohon tabebuya. Foto: Evelyn Djuranovik/detikSulsel

Dilansir dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, akar pohon ini tidak menyebar dan bunga yang muncul berwarna warni selama musimnya, seperti warna pink, kuning, maupun putih tergantung dari jenis pohonnya.

Perawatan pohon ini tidak sulit, hanya perlu penyiraman dan pemupukan. Pohon yang bisa mencapai tinggi 10 meter ini cocok ditanam di wilayah subtropis maupun tropis.

4. Pohon Bugenvil

Pohon Bougenville atau BougainvillaeaPohon Bougenville atau Bougainvillaea Foto: Getty Images/iStockphoto/grauy

Pohon ini bisa tumbuh cepat di bawah sinar matahari. Tak hanya di tanah, tanaman ini juga bisa tumbuh di dalam pot.

Tanaman bugenvil dapat tahan di iklim tropis. Dikutip dari Gardenia, perawatan pohon bugenvil hanya memerlukan sedikit penyiraman dan pemangkasan sesekali untuk mempertahankan bentuk serta memperbanyak bunganya.

5. Pohon Bungur

Pohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut crape myrtlePohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut crape myrtle Foto: Getty Images/magicflute002

Pohon bungur juga cocok ditanam di halaman rumah. Sebaiknya, penghuni rumah menanam ini di tempat yang cukup luas dan tidak tertutup karena batangnya akan menjulang hingga 10-20 meter.

Pastikan pohon ini mesti ditanam di area yang terkena cahaya matahari. Pohon ini mudah tumbuh dengan disiram rutin jika tidak turun hujan dan sesekali perlu dipangkas.

Bunga pohon bungur tumbuh majemuk berwarna ungu hingga merah muda keunguan dengan menghasilkan aroma harum.

Itulah beberapa pohon yang aman ditanam di rumah, tidak akan merusak fondasi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Kolam Renang Indoor vs Outdoor, Mending Mana untuk di Rumah?


Jakarta

Kolam renang merupakan salah satu fasilitas yang banyak ditemui di rumah sebagai sarana olahraga dan rekreasi di waktu luang. Penempatan kolam renang bisa di luar ruangan (outdoor) dan di dalam bangunan (indoor). Di antara keduanya, lokasi mana yang lebih bagus?

Arsitek Denny Setiawan mengatakan, pemilihan lokasi kolam renang di dalam atau luar rumah bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Selain itu, ada pula orang yang menentukan lokasi kolam renang berdasarkan luas lahan atau konsep rumahnya.

Kolam Renang Outdoor

Kolam renang.Kolam renang outdoor. Foto: Anthony & Sylvan via Homes and Gardens

Kolam renang outdoor adalah kolam air yang berada di halaman terbuka, bisa diletakkan di samping, belakang, bahkan di depan rumah. Kebanyakan kolam renang outdoor tidak memiliki kanopi atau penghalang apa pun di bagian atas.


Kelebihan dari kolam renang outdoor adalah tampilannya yang alami dan menyatu dengan sekitarnya.

Kelebihan lainnya, kolam renang outdoor lebih aman bagi bangunan. Seperti yang kita tahu, air di dalam kolam renang bisa menguap. Uap ini bisa menyebabkan sekitarnya lembap sehingga apabila uap tersebut terperangkap, bisa membuat cat mengelupas, muncul noda hitam dari aktivitas jamur, dan area sekitarnya jadi lebih licin.

Kekurangan dari kolam renang outdoor adalah tidak setiap saat kolam outdoor dapat digunakan, terutama ketika matahari sedang terik atau saat hujan disertai dengan petir.

Kolam Renang Indoor

Kolam renang indoorKolam renang indoor Foto: Pauline d’Hoop, Christophe Bielsa via The Spruce

Kolam renang indoor adalah kolam air yang berada di dalam ruangan. Kolam renang satu ini memiliki kanopi atau penutup sehingga bisa dipakai kapan pun.

Kekurangan dari kolam renang indoor adalah lama kelamaan dapat merusak cat dinding, membuat ruangan tersebut lembap, muncul noda hitam di dinding dan plafon karena lembap.

Manfaat Kolam Renang

Di samping kelebihan dan kekurangan kolam renang indoor dan outdoor, keduanya tetap memberikan banyak manfaat terutama bagi kesehatan.

Kolam renang memberikan kita sarana untuk berolahraga yang baik untuk kesehatan jantung, paru-paru, dan sendi. Selain itu, memiliki kolam renang pribadi di rumah juga tidak perlu khawatir akan kebersihannya karena yang menggunakannya adalah keluarga sendiri.

Lalu, memiliki kolam renang juga bagus untuk ketenangan. Denny mengatakan riak air, terutama yang tersorot cahaya dapat membuat seseorang lebih rileks.

Selain itu, keberadaan kolam renang pada sebuah hunian juga bisa menambah nilai pada properti tersebut.

“Pada praktiknya di beberapa vila, memang seringkali arsitek, desainer, atau pemilik kemudian itu berusaha untuk mendapatkan atau memiliki kolam renang. Kalau kolam renang itu efeknya luar biasa terhadap kualitas estetika ruang,” ujarnya ketika dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025).

Tidak kalah penting, keberadaan kolam renang pada rumah juga bisa membuat rumah jadi lebih sejuk karena uap air yang dihasilkan dapat terserap oleh udara panas dan membuat sekitarnya lembap.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

3 Jenis Kanopi yang Kuat dan Tidak Bising, Lengkap dengan Harganya


Jakarta

Pemasangan kanopi bisa menjadi solusi terbaik untuk menambah estetika rumah. Selain itu, hadirnya kanopi juga dapat melindungi area tertentu seperti carport, sehingga kendaraan tidak kepanasan atau kehujanan.

Sebelum membeli kanopi, penting untuk mengetahui jenis-jenis atap yang digunakan. Sebaiknya, pilih atap kanopi yang punya material kokoh dan tidak bising ketika kena air hujan.

Di pasaran, sudah ada beberapa jenis kanopi yang dirancang khusus mengurangi kebisingan dan diklaim kokoh. Untuk harganya sendiri bisa berbeda-beda tergantung dari jenis dan ukuran.


Ingin tahu jenis-jenis kanopi yang kuat dan tidak bising? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Kanopi yang Kuat dan Tidak Bising saat Hujan

Jika kamu berencana ingin memasang kanopi di rumah, sebaiknya ketahui dulu beberapa jenis atap kanopi yang kokoh, awet, dan tidak bising ketika hujan. Berikut jenis-jenis kanopi:

1. Kanopi Baja Ringan

Jenis kanopi yang satu ini banyak dipilih masyarakat karena ringan, kokoh, dan tahan karat. Material kanopi ini dilapisi dengan galvalum, yakni bahan yang terbuat dari campuran seng, aluminium, dan silikon.

Keunggulan dari kanopi baja ringan adalah mudah dipasang karena hanya butuh baut khusus untuk menyambung antar lembaran baja. Selain itu, desain kanopi baja ringan juga dinilai estetis sehingga dapat memperindah rumah dari luar.

Harga baja ringan bisa berbeda-beda tergantung dari panjang dan ketebalan. Dari pantauan detikProperti di berbagai toko online, Minggu (8/6/2025), harga atap galvalum 0,3 mm dibanderol sekitar Rp 165.000-250.000 per 6 meter.

2. Kanopi Alderon

Merek kanopi yang satu ini sangat populer di masyarakat. Kanopi Alderon menggunakan material uPVC atau unplasticized polyvinyl chloride yang merupakan turunan dari PVC.

Mengutip buku Seri Rumah Ide – 30 Material Inovatif oleh Imelda Akmal Architecture, uPVC merupakan bahan yang lebih kaku dan tidak mengalami proses seplastis PVC. Bahan ini bebas dari kandungan BPA sehingga dinilai lebih ramah lingkungan.

Material ini punya sejumlah keunggulan, yakni mengusung lapisan berongga yang berfungsi sebagai insulator panas dan suara, sehingga tidak bising saat hujan. Kandungan klorin (garam) pada atap uPVC diklaim dapat menghambat penyebaran api dan aliran listrik, sehingga material ini tidak mudah terbakar.

Soal harga, atap Alderon memang lebih mahal daripada jenis atap lainnya untuk kanopi. Untuk atap Alderon uPVC R830 ketebalan 10 mm dibanderol sekitar Rp 175.500 per meter. Selain itu, ada juga atap Alderon uPVC single layer gelombang trimdeck dengan harga sekitar Rp 68.000 per meter.

3. Kanopi Polycarbonate

Kanopi jenis ini terbuat dari polimer khusus yang tampilannya mirip seperti plastik bening. Kanopi polycarbonate menjadi pilihan alternatif pengganti kaca karena dapat memberikan kesan transparan.

Ada sejumlah keunggulan dari kanopi polycarbonate, mulai dari bobotnya yang ringan, pemasangan relatif mudah, kuat, tahan lama, serta dapat meredam suara bising saat hujan. Meski transparan, material kanopi ini dapat meredam suhu panas matahari sehingga bikin carport tetap sejuk.

Namun, kekurangan dari kanopi jenis ini adalah dapat berubah warna menjadi kuning jika jarang dibersihkan. Perubahan warna tersebut diakibatkan oleh air hujan dan kotoran yang menempel. Untuk membersihkannya pun juga cukup sulit, sehingga dapat merusak estetika hunian.

Harga kanopi polycarbonate bisa berbeda-beda tergantung ukuran, ketebalan, dan warnanya. Untuk kanopi polycarbonate ketebalan 1,2 mm dibanderol sekitar Rp 205.000 per meter.

Demikian tiga jenis kanopi yang kokoh dan tidak bising saat hujan, lengkap dengan kisaran harga terbaru di 2025. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Pentingnya Bangun Rumah Tak Hanya Asal Lihat Desain Bagus di Internet



Jakarta

Banyak masyarakat yang mendambakan hunian nyaman dengan mengusung konsep sesuai keinginan. Saat ini, ada beberapa konsep rumah yang sedang jadi tren, mulai dari minimalis, modern, hingga industrial.

Sebenarnya, sah-sah saja seseorang untuk memiliki sebuah rumah yang sesuai dengan keinginannya. Ide tersebut bisa disampaikan kepada arsitek agar bisa merancang dan membangun hunian sesuai kebutuhan pemilik, sekaligus mengutamakan nilai estetika.

Wildan selaku Tim Konstruktor Rebwild Construction mengatakan, terkadang ada beberapa orang yang mendapatkan ide menarik dari internet dan ingin diaplikasikan pada huniannya. Meski hal itu tidak salah, tetap penting untuk berkonsultasi dengan arsitek agar menyesuaikan dengan konsep rumah yang tengah dibangun.


“Kalau dari saran kami ya, karena banyak kejadian orang tahunya dari sosmed, dia mau mengaplikasikan ke rumahnya. Biasanya itu nggak akan ketemu nantinya, kurang ideal lah,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, Senin (9/6/2025).

“Misalnya dari sisi pemasangan jendela aja, oh dia maunya yang setinggi ini padahal itu menurut kami nggak bagus. Karena kami sering bangun, jadi kita bisa tahu pas apa enggaknya,” jelasnya.

Meski begitu, Wildan mengungkapkan kalau desain yang ada di internet nggak semuanya tidak cocok untuk diaplikasikan ke hunian. Ada beberapa desain yang memang cocok karena sesuai dengan konsep hunian.

Wildan mengingatkan, jika ingin mengambil ide-ide seperti desain interior rumah sebaiknya cari yang sesuai dengan konsep hunian. Langkah ini agar tidak melenceng dari konsep awal rumah dan akhirnya tempat tinggal jadi tidak terlihat estetis.

“Jadi rumahnya berantakan karena konsepnya beda. Mau minimalis jadi industrial, dari industrial mau dijadikan rumah sederhana. Konsep rumahnya jadi nggak terstruktur,” jelasnya.

Selain itu, Wildan kerap menemukan beberapa konten yang keliru di media sosial terkait konstruksi rumah. Menurutnya, sebagian konten itu hanya mengincar viral saja sehingga tidak memberikan informasi penting kepada masyarakat.

“Karena banyak konten-konten sekarang yang menurut saya mereka itu hanya kasih ‘kulit’ nya saja, tapi informasinya nggak dikasih secara benar. Karena ilmu (konstruksi) itu kan lumayan mahal ya, jadi nggak bisa sembarangan orang,” ungkapnya.

“Misalnya saya pernah lihat ada konten tentang konstruksi rumah yang sloof-nya bagus, ukurannya besar, tapi saya lihat besinya itu kurang. Wah, ini bahaya sebenarnya,” pungkas Wildan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Tips Mudah Merawat Lidah Mertua Biar Makin Cantik dan Subur


Jakarta

Ada berbagai jenis tanaman hias yang cocok ditanam di rumah, salah satunya yang populer adalah lidah mertua (Sansevieria). Tanaman ini memiliki sejumlah manfaat untuk hunian, mulai dari memperbaiki kualitas udara hingga mengatur kelembapan.

Lidah mertua juga termasuk tanaman yang mudah dirawat lho. Maka dari itu, lidah mertua sangat cocok bagi detikers yang baru memulai menanam tanaman hias di rumah.

Meski mudah dirawat, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menanam lidah mertua. Bagaimana tips merawat lidah mertua? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Tips Mudah Merawat Lidah Mertua

Ada sejumlah tips dalam merawat lidah mertua agar bisa tumbuh subur. Dikutip dari The Spruce, Rabu (11/6/2025), berikut beberapa tipsnya:

1. Beri Sinar Matahari

Lidah mertua perlu sinar matahari sekitar 8-10 jam dalam sehari. Akan tetapi, tanaman ini juga dikenal dapat bertahan hidup meski dalam kondisi minim cahaya. Namun, proses pertumbuhannya akan berjalan lambat.

Maka dari itu, sebaiknya letakkan lidah merua di jendela yang menghadap arah timur. Bisa juga meletakkan tanaman ini di dekat jendela yang menghadap ke selatan atau barat.

2. Tanam di Tanah Pot yang Gembur

Lidah mertua lebih menyukai campuran tanah pot yang gembur dan punya drainase baik. Tanaman ini dapat tumbuh subur di tanah berpasir, sehingga tanah pot kaktus serbaguna bisa menjadi pilihan terbaik.

Perlu diingat, jangan mencampur tanah yang mengandung persentase gambut tinggi karena dapat menahan terlalu banyak air.

3. Siram Air ketika Sudah Kering

Lidah mertua sebaiknya disiram ketika benar-benar kering dan pastikan disiram secara menyeluruh. Jika kamu tinggal di udara yang cenderung sejuk atau dingin, lidah mertua hanya perlu disiram sebulan sekali saja. Jika daunnya sudah terlihat rapuh dan kering, sebaiknya segera disiram.

Sebagai informasi, tidak dianjurkan menyiram lidah mertua secara berlebihan. Sebab, terlalu bayak air membuat tanaman ini jadi terendam dan sistem akarnya menjadi busuk.

3. Suhu dan Kelembapan

Agar dapat tumbuh subur, sebaiknya tanam lidah mertua di suhu sekitar 21-32 derajat Celcius. Sebagai pengingat, tanaman ini tidak tahan terhadap embun beku dan suhu di bawah 10 derajat Celcius. Dalam jangka waktu singkat, lidah mertua bisa mati karena suhu yang dingin.

Jika ingin menanam lidah mertua di dalam rumah, pastikan tingkat kelembapannya berada di antara 30-50%.

4. Pupuk

Beri pupuk setiap enam bulan sekali agar lidah mertua tetap tumbuh dengan baik. Jika ditanam di dalam ruangan, sebaiknya beri pupuk cair organik.

5. Rutin Mengecek Batangnya

Selain mengganti pupuk, penting juga untuk mengecek batang lidah mertua secara teratur. Jika batangnya berubah warna jadi kuning dan teksturnya lembek, hal itu terjadi karena terlalu banyak disiram air sehingga mengalami pembusukan akar.

Manfaat Menanam Lidah Mertua di Rumah

Ada sejumlah manfaat dari menanam lidah mertua di rumah. Apa saja? Simak di bawah ini:

  • Mudah dirawat dan cocok bagi orang yang baru pertama kali menanam tanaman di rumah.
  • Mengatasi udara kotor.
  • Dapat menghilangkan benzena, formaldehida, toluena, trikloroetilen pada udara di dalam ruangan.
  • Punya bentuk yang unik dan menarik sebagai tanaman hias.
  • Dapat tumbuh di kondisi cahaya yang redup, meski proses pertumbuhannya sedikit lambat
  • Tidak perlu disiram air setiap hari.
  • Tahan kering.
  • Mengeluarkan oksigen saat malam hari.

Sebagai catatan, lidah mertua merupakan tanaman yang sedikit beracun bagi hewan peliharaan. Maka dari itu, tanaman ini tidak disukai kucing dan anjing. Apabila lidah mertua tertelan manusia, hal ini berisiko menyebabkan iritasi mulut, gangguan pencernaan, hingga muntah.

Demikian tips merawat lidah mertua di rumah agar tumbuh subur. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

8 Kegiatan Bersih-bersih yang Harus Dilakukan Setiap Akhir Pekan


Jakarta

Akhir pekan merupakan waktu yang tepat untuk membersihkan rumah. Sebab, akhir pekan merupakan waktu libur di mana seseorang akan memiliki lebih banyak waktu untuk bersantai.

Pada hari biasa, seseorang jauh lebih sibuk di luar rumah seperti bekerja, pergi ke sekolah, atau kegiatan lainnya. Dengan menyisihkan waktu sebentar untuk bersih-bersih rumah, rumah akan jauh lebih nyaman dan tidak begitu kotor bahkan untuk seminggu ke depan .

Dilansir The Spruce, berikut kegiatan bersih-bersih yang harus dilakukan di rumah saat akhir pekan.


1. Area Halaman dan Pintu Masuk

Area depan rumah merupakan wajah dari hunian. Namun, area ini terkadang jarang diperhatikan. Padahal area ini harus sering dibersihkan seperti memotong rumput, membuang daun kering, merapikan sepatu yang berantakan, membersihkan carport dari debu dan kotoran bekas kendaraan, hingga membersihkan kotoran cicak atau tikus yang mungkin menumpuk di pojok-pojok halaman.

2. Menyapu

Kegiatan wajib lainnya yang paling tidak dilakukan setiap hari adalah menyapu. Kegiatan ini sebenarnya tidak membutuhkan waktu hingga satu jam. Selain itu, saat ini sudah tersedia robot vacuum yang bisa membersihkan lantai rumah secara otomatis.

Meskipun jarang berada di rumah, lantai rumah pasti mudah sekali berdebu. Jadi sempatkan untuk menyapu minimal sekali dalam seminggu. Lebih baik bisa dilakukan setiap hari.

3. Mengganti Seprei

Seprei merupakan penutup kasur atau alas terluar kasur. Banyak sekali yang mengira seprai diganti sebulan sekali. Padahal seprai bisa sama kotornya dengan kamar mandi sehingga harus sering diganti maksimal seminggu sekali. Seprei juga diwajibkan lebih sering diganti jika sering tidur ketika masih memakai pakaian dari luar atau terkena kotoran lain.

4. Membersihkan Kamar Mandi

Kamar mandi merupakan area yang mudah lembap. Jamur dan bakteri mudah sekali berkembang biak di sini. Untuk mengatasinya, kamu perlu sering-sering membersihkan kamar mandi. Dengan begitu tidak akan muncul bau tak sedap di kamar mandi dan lantai pun tidak akan mudah licin.

5. Mencuci Pakaian

Biasanya pekerja yang sibuk sering menumpuk pakaian kotor dan akan dicuci saat akhir pekan. Apabila sudah ditumpuk selama seminggu, segera dicuci saat akhir pekan agar tidak tidak menumpuk dan tidak muncul jamur pada pakaian.

6. Membersihkan Dapur

Saat memasak setiap pagi dan malam, mungkin hanya beberapa bagian yang bisa dibersihkan karena keterbatasan waktu. Akhir pekan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan deep cleaning, seperti membersihkan bagian sekitar kompor, oven, kulkas, hingga ke wastafel.

7. Membuang Sampah

Membuang sampah seharusnya dilakukan setiap hari, tetapi terkadang ada penghuni rumah yang jarang membuang sampah karena tidak ada yang harus dibuang.
Saat membuang sampah, pastikan semua sampah dalam keadaan aman untuk dibuang, jangan sampai membahayakan tukang pengambil sampah. Jangan lupa mencuci tempat sampah, jangan hanya membuang plastiknya saja.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com