Tag Archives: imlek

5 Ide Dekorasi Rumah untuk Sambut Tahun Baru Imlek


Jakarta

Tahun Baru Imlek tinggal hitungan hari. Momen ini sangat ditunggu-tunggu bagi warga Tionghoa. Tak sekadar momen pergantian tahun, tapi juga waktu berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga serta sanak saudara.

Tak heran, untuk menyambut perayaan, banyak orang sudah mulai mendekorasi rumah. Mendekorasi rumah untuk menyambut Imlek tak hanya mempercantik hunian, tapi juga bertujuan mengundang kemakmuran dan keberuntungan selama 365 hari ke depan.

Selain mendekorasi, membersihkan rumah juga penting dilakukan saat Tahun Baru Imlek. Nah, dilansir dari Taste of Home, Senin (5/2/2024), berikut sejumlah ide mendekorasi rumah untuk menyambut Tahun Baru Imlek.


1. Pasang Lampion Merah

Dikutip dari Cosmopolitan, lampion menjadi salah satu ornamen Imlek yang banyak digunakan untuk dekorasi, seperti di rumah, mal, maupun gedung-gedung. Lampion merah melambangkan cahaya tahun yang akan datang. Kamu bisa menggantung lampion di dalam maupun luar ruangan. Ada beberapa jenis lampion seperti menggunakan tali dan ada yang melayang di luar ruangan dengan bantuan udara panas.

2. Rangkaian Bunga

Seperti makanan, bunga memiliki makna dalam budaya Asia. Untuk dekorasi Imlek, kamu dapat memilih tanaman bunga anggrek yang melambangkan kesuburan, bunga persik untuk romansa, pussy willow melambangkan pertumbuhan, dan narsis (alias bunga bakung) untuk keberuntungan. Selain itu, bisa pula menggunakan bunga berwarna kuning karena melambangkan kebaikan.

3. Hiasi Rumah dengan Hiasan Berwarna Merah

Agar lebih meriah kamu dapat menggunakan hiasan berwarna merah. Salah satu kebiasaan Tahun Baru Imlek adalah menggantungkan hiasan kertas merah di jendela, pintu, dan di sekitar rumah. Tradisi ini diyakini berasal dari legenda kuno yang melibatkan binatang buas yang disebut Nian (namanya adalah kata dalam bahasa Mandarin untuk “tahun”), yang dikenal sangat takut dengan warna merah.

Merah juga melambangkan kekuatan, kebahagiaan, dan vitalitas. Tentu kamu ingin menggunakan merah dalam mendekorasi rumah. Misalnya, merangkai lentera kertas merah atau menempatkan bunga merah dalam vas di sekeliling ruangan.

4. Tambahkan Aksen Emas

Meski dekorasi tradisional Tahun Baru Imlek identik dengan warna merah, warna emas tak kalah penting. Warna emas sendiri melambangkan kekayaan, keberuntungan, dan kemakmuran. Ini juga merupakan tradisi Tahun Baru Imlek untuk menulis pesan-pesan yang mengharapkan keberuntungan, nasib baik, kekayaan, kemakmuran, dan umur panjang kepada orang-orang terkasih.

Tempatkan pesan-pesan itu di area orang akan menemukannya. Untuk sentuhan keberuntungan tambahan, tulislah pesan-pesan tersebut dengan tinta emas di atas kertas merah.

5. Sertakan Dekorasi Berupa Naga dan Singa

Naga menyimbolkan rasa sayang untuk Tahun Baru Imlek, yang juga menunjukkan kekuatan, kebaikan, keberuntungan, serta kekuatan supernatural, sehingga perlu menyertakannya saat mendekorasi rumah.

Sedangkan singa sendiri melambangkan kekuatan, stabilitas, dan superioritas untuk Tahun Baru Imlek. Kamu dapat membuat hiasan naga menggunakan karangan bunga naga merah panjang di sepanjang plafon atau dinding.

Demikian 5 dekorasi rumah untuk sambut Tahun Baru Imlek. Semoga bermanfaat!

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Terjawab Alasan Kenapa Harus Bersihkan Rumah Sebelum Imlek


Jakarta

Warga Indonesia keturunan Etnis Tionghoa baru saja merayakan tahun baru Imlek. Dalam menyambut tradisi nenek moyang ini, ada sejumlah tradisi dan mitos yang dipecaya dan dilakukan hingga saat ini.

Salah satunya adalah tradisi membersihkan rumah.

Dari makalah berjudul Mitos Tradisi Perayaan Tahun Baru Imlek, yang disusun Jepriyanti Br Tambunan, Sridevi Hutauruk, Zeco Hamos Sianno Pardede seperti dikutip dari detikJatim, Minggu (11/2/2024), ternyata ada alasan di balik tradisi membersihkan rumah ketika menyambut imlek.


Dalam artikel ini, juga akan dibahas mitos lain yang berkaitan dengan tradisi di rumah saat perayaan Imlek.

Merapikan Rumah

Rumah harus rapi sebelum Tahun Baru China. Itu sebagai upaya menyapu semua kemalangan dan membuat jalan keberuntungan di tahun mendatang.

Menyapu atau membersihkan rumah pantang dilakukan di hari pertama tahun baru. Sebab, itu dinilai sama artinya dengan menyapu semua kekayaan dan keberuntungan untuk tahun ini.

Memasang Lentera Merah dan Bunga

Meletakkan sumber cahaya dan hiasan di sudut rumah dipercaya mendatangkan kebaikan untuk fengshui rumah. Spesies bunga yang digunakan sebaiknya adalah chrysant, orange citrus, chinese narcissus, hydrangea dan rhododendrons.

Dalam kepercayaan orang Tionghoa, Nian atau sejenis makhluk buas yang hidup di dasar laut atau gunung akan keluar saat musim semi atau saat Tahun Baru Imlek.

Kedatangan mereka pun dilanjutkan dengan mengganggu manusia terutama anak kecil. Namun menghias rumah, pakaian, dan aksesoris berwarna merah dapat mengusir nian, karena ia takut dengan warna merah. Jadi tidak heran kalau nuansa merah begitu terlihat saat Imlek.

Dilarang Duduk di Kamar Tidur

Duduk di kamar tidur dianggap sebagai kesialan. Tuan rumah dan segenap isi rumah harus menyambut tamu yang datang dan memberikan salam.

Bahkan orang tua yang sudah sakit pun sebaiknya didandani dan diajak duduk bersama d ruang tamu. Selain itu, mengucapkan ‘Selamat Tahun Baru Imlek’ di kamar tidur bisa menghilangkan keberuntungan selama setahun ke depan.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

5 Tanaman yang Dianggap Bawa Keberuntungan saat Imlek


Jakarta

Saat perayaan Imlek, ada beberapa tanaman yang dianggap membawa keberuntungan. Tak heran, beberapa tanaman ini kerap digunakan sebagai dekorasi saat Imlek.

Tanaman apa saja yang dianggap bisa bawa keberuntungan? Dilansir dari berbabagi sumber, berikut ini informasinya.

Anggrek

Close-up of empty living room with a purple orchid.Ilustrasi tanaman anggrek. Foto: Getty Images/iStockphoto/BakiBG

Dilansir dari Flower Station, anggrek merupakan salah satu bunga paling populer saat perayaan Imlek. Bunga ini dipercaya membawa keberuntungan.


Dari berbagai jenis anggrek, tipe Phalaenopsi yang paling populer. Bunga ini memiliki makna yang baik, seperti kebahagiaan, kemewahan, kesehatan, dan umur panjang.

Peony

Summer moodIlustrasi bunga Peony. Foto: Getty Images/Eva-Katalin

Dalam mitologi China, peony selalu diasosiasikan dengan kekayaan, kedamaian, kehormatan, dan kemakmuran. Bunga peoni ini juga sering ditemui sebagai dekorasi saat perayaan Imlek, khususnya peony merah.

Krisan

flower of chrysanthemum and woman hand with copyspacebunga chrysanthemum. Foto: Getty Images/iStockphoto/penyushkin

Bunga krisan juga sering dianggap pembawa keberuntungan. Dalam perayaan Imlek, biasanya krisan emas atau golden chrysanthemum paling sering dipajang. Bunga tersebut memiliki makna panjang umur.

Pohon Kumquat

Pohon kumquat.Pohon kumquat. Foto: Getty Images/iStockphoto/Kurzumkin

Pohon ini sering dijumpai saat perayaan Imlek. Dilansir dari China Highlights, memiliki pohon kumquat di rumah melambangkan harapan untuk keberuntungan dan kekayaan.

Bambu Keberuntungan

Chinese Lucky bamboo, Dracaena sanderiana, isolatedLucky bamboo atau bambu keberuntungan. Foto: Getty Images/iStockphoto/defun

Seperti namanya, pohon ini dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan. Tak hanya itu, pohon ini juga menjadi simbol kekuatan.

Itulah beberapa tanaman yang dianggap dapat membawa keberuntungan saat perayaan tahun baru Imlek. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Craftofe, dari Grogol Melanglang Buana ke Dunia



Jakarta

Tempat nongkrong dengan konsep unik menjamur di Jakarta. Tapi yang satu ini beda banget, bukan cuma jualan kopi tapi juga produk ramah lingkungan yang nyen.

Selasa (4/2) siang, saya mampir ke sebuah kedai kopi yang populer di bilangan Grogol, tepatnya di di jalan Tomang Rawa Kepa No.37, Tomang. Dahan pepohonan menyeruak dari balik pagar, langit yang mendung menambah suasana semakin teduh.

Craftote, itulah nama dari kedai kopi yang sekaligus jadi galeri. Thio Siujinata dan Rika Chistina mendirikan kriya ini pada tahun 2021 dengan bantuan dari Rumah BUMN (RB) Jakarta yang adalah program CSR dari BRI.


Lulusan dari jurusan seni rupa IKJ, Thio (50) mengembangkan produk dari abaka, eceng gondok, pelepah pisang, mendong dan bambu. Memakai jasa dari perajin-perajin desa, ia menyulap bahan-bahan itu menjadi produk rumah tangga yang ramah lingkungan.

CraftoteCraftote Foto: (Bonauli/detikcom)

Dalam perjalanannya, tentu saja tidak semua berjalan mulus. Thio mengaku pernah kedatangan warga Jepang, yang adalah desainer, di kedai kopinya. Selagi ngopi mencari inspirasi, ia bertanya pada Thio apakah bisa memesan lampu dengan desain yang ia gambar.

Pesanan itu diterima dan dikirim ke Jepang, totalnya sekitar 10 unit. Tak berapa lama, orang Jepang itu komplain karena barang yang dikirim rusak dan dikembalikan kepadanya.

“Saya mencoba mencari perajin bambu, ternyata ada yang salah dari proses pengerjaan,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan ilmu baru, ia mempertanggungjawabkan kesalahannya dan mengirimkan barang baru. Berkat dedikasinya, pelanggan itu menjadi langganannya meski beda negara.

CraftoteCraftote Foto: (bonauli/detikcom)

Sejak masuk RB, Thio rajin ikut serta dalam kegiatan pameran. Dari sana banyak ekspatriat yang melirik hasil karyanya dan memesan dalam jumlah yang tidak sedikit. Kini produknya diekspor ke Kanada, Eropa dan Asia.

Setelah perjuangan panjang, Craftote mendapat kesempatan untuk berpartisipasi di Inacraft 2024, sebuah pameran kerajinan tangan terbesar se-Asia Tenggara yang dihadiri oleh Joko Widodo di Jakarta Convention Center (JCC).

Rika Chistina, istri Thio, menceritakan dengan sumringah bagaimana bahagia itu tumpah saat Jokowi mampir ke boothnya. Secepat kilat ia menyambar kesempatan itu agar dapat berfoto dengan Jokowi.

“Seneng banget rasanya,” ucap Rika tak henti sembari berterima kasih pada BRI yang terus-menerus mendukung usahanya.

“Terima kasih banget kepada BRI, terima kasih,” ujarnya.

CraftoteIbu Sandra dan kawan-kawan nongkrong di Craftote Foto: (bonauli/detikcom)

Ibu Sandra dan teman-temannya menjadi salah satu langganan di Craftote. Ia mengaku suka nongkrong karena suasana kedai yang nyeni. Apalagi bisa sambil belanja.

“Setahun lalu beli tudung saji di sini banyak buat Imlek,” ucapnya.

Ia berkata harga dan kualitas dari produk Craftote patut diacungi jempol. Setiap kali ia suka dengan produk Craftote, ia tak segan-segan untuk langsung memborongnya.

Harga produk-produk di Craftote mulai dari Rp 300 ribuan. Produknya berupa tas tangan dari bahan eceng gondok, kursi, lampion, hingga home decor.

Thio berharap agar ke depannya, ia dapat membuka Po-Up store di Jerman dalam pameran crafting dunia. Ia yakin, mimpi itu akan segera jadi nyata.

Peran Rumah BUMN

Sejak menjadi anggota di RB, Thio tak hanya ikut dalam kelas pelatihan yang disediakan. Thio juga kerap diundang sebagai pembicara agar dapat membakar semangat UMKM lainnya.

Aktivitas di Rumah BUMN JakartaFasilitator Rumah BUMN Jakarta Jajang Rohmana Foto: Melissa Bonauli/detikcom

“Iya, Craftote jadi salah satu UMKM paling unik ya karena produknya ramah lingkungan dan tahan lama,” ungkap Jajang Rohmana (23), fasilitator dari RB Jakarta.

Jajang berharap UMKM-UMKM lainnya dapat mengikuti langkah Thio yang tak menyerah dalam menjemput bola.

(bnl/bnl)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Melihat Kue Keranjang khas Imlek Dibuat di Toko Legendaris Bandung



Bandung

Suasana Imlek sudah mulai terasa di beberapa kota, termasuk di Bandung. Traveler yang mau belanja kue keranjang, bisa mampir ke toko legendaris ini.

Toko Asli Tek Kie TQ yang berada di Jalan Pajagalan, Astanaanyar, Kota Bandung bisa dibilang legend kalau soal kue keranjang.

Toko kue ini menjelang Imlek cukup ramai diserbu pembeli. Pembeli kue khas Imlek itu keluar masuk toko secara silih berganti.


Kami berkesempatan mengunjungi tempat produksi kue keranjang tersebut. Siapa sangka, suasana di tempat produksi cukup ramai dan belasan pegawai tampak sibuk dengan aktivitasnya.

Ada yang membuat adonan, mencetak, memasukkan ke oven, mengemas, menggunting sisa plastik, memberi label hingga memasukkan ke dalam kardus untuk di pasaran.

Menjelang Tahun Baru Imlek, ribuan pak kue keranjang diproduksi setiap harinya. Pabrik ini sudah beroperasi sejak tahun 1940. Hal tersebut dibenarkan oleh sang pemilik sekaligus Owner Toko Asli Tek Kie TQ Vincent Rulianto.

“Mendekati Imlek bisa sampai 2 ton per hari, sekitar 4-5 ribu pis per hari dengan proses pembuatan sekitar 18 jam,” kata Vincent.

Vincent menyebut, tak hanya di Kota Bandung, kue keranjang yang diproduksi di tempatnya juga dijual di kota-kota besar di Jawa Barat seperti Cirebon, hingga ke wilayah Jakarta.

Dia mengatakan, usaha kue keranjang ini merupakan warisan dari buyutnya, diturunkan ke kakaknya Tek Siong, lalu ke ayah Benny Ruslianto dan saat ini oleh dirinya. Menurut Vincent, eksistensi kue keranjang menjelang Imlek terus naik.

“Makin terkenal, inikan makanan khas Imlek, mau yang merayakan atau tidak semua mengenalnya,” ujarnya.

Menengok tempat produksi kue keranjang di Toko Asli Tek Kie TQ, Astanaanyar, Kota Bandung.Menengok tempat produksi kue keranjang di Toko Asli Tek Kie TQ, Astanaanyar, Kota Bandung. Foto: Wisma Putra/detikJabar

Apalagi, pada momen Imlek kue keranjang kerap dibawa untuk sembahyang atau berdoa. Ada juga yang menganggap jika kue keranjang simbol keluarga harmonis dan lengket.

“Ini makanan khas, ciri khas yang harus ada, kalau Lebaran ketupat, Imlek kue keranjang,” ucapnya.

Untuk momen Imlek tahun ini, 40 hingga 50 ribu pak kue keranjang dapat dibuat di tempat produksinya. Kue keranjang itu dapat di pesan atau datang langsung ke tokonya. Selain itu, bisa dibeli satuan atau pesanan besar seperti untuk perusahaan.

“Rasa ada original, pandan dan kulit jeruk. Ukuran 330 gram, 500 gram dan 1 kilogram. Harga Rp 20 hingga Rp 50 ribu, pesanan banyak dari H-10. Harapan tahun ini semoga lancar, penjualan semoga bagus,” pungkasnya.

—–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Jadwal Lengkap Acara Imlek ‘Festival Pecinan’ di Taman Mini, Seru Banget!



Jakarta

Dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Imlek, Taman Mini Indonesia Indah menggelar Festival Pecinan. Festival ini menyajikan berbagai kegiatan seru dan menarik yang cocok untuk keluarga, membuatnya menjadi destinasi liburan long weekend yang sempurna.

Ada beragam kegiatan hingga pertunjukan menarik seperti Musik Kala Senja, Dancing Fountain “Tirta Cerita”, Wayang Potehi, Soul of Youth, hingga Tari Kecak. Jika kamu ingin segera menikmati liburan Tahun Baru Imlek di Festival Pecinan, cek harga tiketnya di sini.

Berikut jadwal dan lokasi Festival Pecinan selengkapnya:

Kamis, 8 Februari 2024


  • 08.00 – 18.00 | Bazaar Pecinan di Stasiun Tram Mover
  • 08.00 – 18.00 | Aktivasi Keluarga Balance Bike di IAAI
  • 10.00 – 11.00 | Gamelan Corobalen
  • 10.00, 13.00, & 16.00 | Dancing Fountain “Tirta Menari” di Plaza Promenade
  • 16.00 – 18.00 | Home Band TMII di Stasiun Tram Mover
  • 18.45 – 19.15 | Dancing Fountain “Tirta Cerita” di Plaza Promenade

Jumat, 9 Februari 2024

  • 08.00 – 18.00 | Bazaar Pecinan di Stasiun Tram Mover
  • 08.00 – 18.00 | Aktivasi Keluarga Balance Bike di IAAI
  • 10.00 – 17.00 | Hompimpark di Plaza Borobudur Mini
  • 10.00 – 11.00 | Gamelan Corobalen
  • 10.00, 13.00, & 16.00 | Dancing Fountain “Tirta Menari” di Plaza Promenade
  • 16.00 – 18.00 | Musik Kala Senja di Stasiun Tram Mover
  • 16.15 – 19.15 | Dawai Biola di Plaza Promenade
  • 18.45 – 19.15 | Dancing Fountain “Tirta Cerita” di Plaza Promenade

Sabtu, 10 Februari 2024

  • 08.00 – 18.00 | Bazaar Pecinan di Stasiun Tram Mover
  • 08.00 – 18.00 | Aktivasi Keluarga Balance Bike di IAAI
  • 10.00 – 17.00 | Hompimpark di Plaza Borobudur Mini
  • 10.00 – 12.00 | Wayang Potehi di Plaza Kori Agung
  • 10.00, 13.00, & 16.00 | Dancing Fountain “Tirta Menari” di Plaza Promenade
  • 14.00 – 15.00 | Tarian Imlek di TIC
  • 15.00 – 16.00 | Tabuh Nusantara di Promenade – Kori Agung
  • 16.00 – 18.00 | Musik Kala Senja di Stasiun Tram Mover
  • 16.00 – 17.00 | Soul of Youth di Plaza Kori Agung
  • 16.15 – 19.15 | Dawai Biola di Plaza Promenade
  • 18.45 – 19.15 | Dancing Fountain “Tirta Cerita” di Plaza Promenade

Minggu, 11 Februari 2024

  • 08.00 – 18.00 | Bazaar Pecinan di Stasiun Tram Mover
  • 08.00 – 18.00 | Aktivasi Keluarga Balance Bike di IAAI
  • 10.00 – 17.00 | Hompimpark di Plaza Borobudur Mini
  • 10.00 – 12.00 | Dancing Fountain “Tirta Menari” di Plaza Promenade
  • 10.00, 13.00, & 16.00 | Dancing Fountain “Tirta Menari” di Plaza Promenade
  • 15.00 – 16.00 | Tabuh Nusantara di Promenade – Kori Agung
  • 16.00 – 18.00 | Musik Kala Senja di Stasiun Tram Mover
  • 16.00 – 17.00 | Soul of Youth di Plaza Kori Agung
  • 16.15 – 19.15 | Dawai Biola di Plaza Promenade
  • 17.00 – 18.00 | Kecak Dance di Plaza Kori Agung
  • 18.45 – 19.15 | Dancing Fountain “Tirta Cerita” di Plaza Promenade

Banyak pilihan aktivitas yang dapat kamu nikmati bersama keluarga di TMII. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak dapat bersenang-senang di Festival Pecinan, jadi tunggu apalagi? Tiket TMII kini telah tersedia di detikEvent, segera serbu tiketnya sebelum kehabisan karena festival ini hanya dibuka mulai dari 8 – 11 Februari 2024. Beli tiketnya di detikEvent.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Jelajah Petak 9, Pecinan Tertua di Jakarta yang Penuh Cerita


Jakarta

Petak 9 di Glodok, Jakarta, adalah kawasan Pecinan tertua di Indonesia. Traveler bakal menemukan suasana autentik, kuliner, dan wihara megah di sini.

Petak 9 terletak di Jalan Kemenangan Raya nomor 40, RT 5/RW 1, Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Kawasan ini dikenal sebagai bagian dari Pecinan Jakarta, yang disebut-sebut sebagai kawasan Pecinan terbesar sekaligus tertua di Indonesia.

Pengunjung yang membawa kendaraan pribadi bisa memarkir mobil di tepi jalan sekitar Petak 9 dengan tarif sekitar Rp 10 ribu.


Petak 9 tidak memiliki papan nama resmi yang menandakan kawasan ini, sehingga traveler yang baru kali pertama berkunjung sebaiknya bertanya kepada warga sekitar agar tidak tersesat.

Bagi detikers yang hobi membuat konten vlog atau fotografi, tempat ini bisa jadi spot seru untuk menangkap suasana khas Pecinan yang autentik. Deretan kios di sepanjang gang menjajakan berbagai kebutuhan, mulai dari buah, sayur, ikan segar, hingga jajanan tradisional Tionghoa. Beberapa toko juga menjual perlengkapan ibadah umat Tionghoa seperti dupa, angpau, dan lampion.

“Toko biasanya ramai menjelang Imlek. Banyak warga Tionghoa datang untuk membeli kue keranjang dan perlengkapan sembahyang,” ujar Li Xau, pedagang di Toko Kuh Kok di Petak 9.

Di kawasan ini juga banyak pedagang pakaian, perabot rumah tangga, buah, sayur, dan ikan. Traveler yang ingin membeli ikan segar, waktu terbaik datang adalah pagi hari karena stok ikan masih baru dan kualitasnya lebih baik.

Jalanan sempit dengan genangan air dari kios ikan menjadi ciri khas Petak 9. Suasana ramai membuat pengunjung kadang harus bergantian lewat dengan pengendara motor yang melintas. Meski padat, atmosfernya justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan kehidupan khas Pecinan Jakarta.

Kawasan Petak 9 juga dikenal dengan deretan wihara yang berdiri megah di antara bangunan tua. Dua wihara paling terkenal di area ini adalah:

Wihara Dharma Bakti

Vihara Petak 9 Glodok Jakarta BaratVihara Petak 9 Glodok Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

Terletak di pertigaan pertama Petak 9 sebelah kanan. Aroma dupa langsung menyambut begitu pengunjung masuk ke dalam area wihara. Jam operasional mulai pukul 06.00 hingga 16.00.

Wihara Dharma Jaya Toasebio

Vihara Petak 9 Glodok Jakarta BaratVihara Petak 9 Glodok Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

Berada di Jalan Kemenangan III nomor 48, Jakarta Barat, sekitar 450 meter dari Wihara Dharma Bakti. Vihara ini menjadi tempat sembahyang sekaligus destinasi religi yang sering dikunjungi wisatawan.

Petak 9 yang kental dengan nuansa Tionghoa memang jadi destinasi pilihan bagi penyuka wisata budaya, sejarah, dan fotografi. Buat kamu yang mau jalan-jalan di sini, jangan lupa bawa payung atau sunscreen sehingga tetap nyaman traveling saat panas atau hujan.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com