Tag Archives: inggris

Museum Satriamandala Simpan Peristiwa Penting, Punya Kafe yang Nyaman



Jakarta

Museum Satriamandala berada di kawasan strategis, namun bisa jadi sering terlewatkan. Padahal, museum itu tak hanya menyimpan peristiwa penting dan kebendaannya, namun juga memiliki kafe yang nyaman.

Museum Satriamandala memamerkan mulai dari sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga peristiwa-peristiwa penting di zaman dahulu. Museum itu menyuguhkan informasi sejarah militer, peristiwa bersejarah sampai senjata dan kendaraan TNI dari masa ke masa. Juga, terdapat diorama berbagai tema tentang TNI.

Terletak di Jalan Gatot Subroto Nomor 14, Jakarta Selatan, museum itu mudah dijangkau. Lokasinya persis berada di samping Pusat Sejarah Markas Besar TNI.


Museum Satriamandala diresmikan pada tahun 1972 oleh presiden ke-2 Soeharto.

Di gedung utama museum ada beberapa ruangan yang memuat sejarah panjang Indonesia, mulai dari lorong pertama terdapat beberapa diorama untuk sambutan sebelum masuk ke ruang yang menyimpan informasi tentang petinggi militer Indonesia seperti Soeharto hingga Jenderal Sudirman.

Setelah melalui ruangan tersebut tersimpan beberapa diorama peristiwa sejarah lainnya serta simbol-simbol dari Pertahanan Keamanan (Hamkam), TNI, dan kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang dulunya masih dalam bagian ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).

Melihat perkembangan Indonesia melalui informasi menarik bisa masyarakat Jakarta nikmati di Museum Satria Manda, di museum tersebut nantinya akan diperlihatkan mulai dari sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga peristiwa-peristiwa penting di zaman dahulu. Cocok untuk kamu yang senang dengan berwisata sambil menambah pengetahuan.Diorama di Museum Satria Manda di Jl Gatot Soebroto, Jaksel (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Di bangunan utama museum terdapat kurang lebih 74 diorama peristiwa bersejarah seperti Pertempuran Surabaya, pertempuran lima hari di Semarang, Bandung Lautan Api, dan masih banyak lagi. Turun dari ruangan utama museum pengunjung akan melihat puluhan senjata yang sempat dipakai oleh tentara kita (1945-sekarang), contohnya seperti senjata Lee Enfield MK III buatan Inggris yang dibuat tahun 1945.

Adapun di gedung lainnya yakni Gedung Museum Waspada Purbawisesa terdapat 34 diorama yang menjelaskan tentang perjuangan TNI membasmi pasukan DI/TII di berbagai wilayah di Indonesia.

Daya tarik yang bikin menohok lainnya adalah kendaraan-kendaraan yang dipakai oleh TNI yang berada di luar museum. detikTravel berkunjung pada Rabu (17/7/2024) langsung dibuat takjub dengan koleksi kendaraan-kendaraan perang yang ada.

Taman Soekarno dan Taman Dirgantara

Pengunjung bisa melihatnya kurang lebih 12 kendaraan tempur darat di Taman Soekarno. Termasuk, kendaraan Jeep Willys buatan Amerika Serikat tahun 1945 yang pernah dimiliki oleh Jenderal Sudirman.

Jika ingin melihat pesawat-pesawat tempur, pengunjung bisa menuju ke Taman Dirgantara. Di sana terdapat berkisar 16 unit pesawat tempur.

Melihat perkembangan Indonesia melalui informasi menarik bisa masyarakat Jakarta nikmati di Museum Satria Manda, di museum tersebut nantinya akan diperlihatkan mulai dari sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga peristiwa-peristiwa penting di zaman dahulu. Cocok untuk kamu yang senang dengan berwisata sambil menambah pengetahuan.Koleksi kendaraan tempur di Museum Satriamandala (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Salah satu pengunjung yang datang ke Museum Satriamandala adalah Deva. Dia datang bersama pasangannya karena penasaran. Dia ingin mengetahui informasi sejarah Indonesia yang ada di museum ini.

“Pertama karena penasaran kan lewat fyp (for your page) TikTok, ya kita pengen lihat sejarah-sejarah Indonesia nih di Museum Satriamandala kayak gimana. Terus juga sekalian ke Kampoeng Djoeang juga karena di dalam museum ada kafe,” kata dia.

Dari papan informasi yang terdapat di depan pintu masuk museum, jam operasional Museum Satriamandala ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Untuk mengetahui sejarah Indonesia dan menanamkan rasa cinta tanah air, Museum Satriamandala bisa menjadi medianya.

Teringat salah satu kutipan yang terdapat di bangunan museum yang berbunyi ‘Kenali Bangsamu, Cintai Bangsamu’.

Kafe nan Sejuk

Di area museum terdapat sebuah kafe, dinamai Kampoeng Djoeang. Kafe itu bernuansa jadul dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo. Kafe itu juga adem seperti di rumah nenek ditambah dengan suasana yang sejuk karena banyak pepohonan.

Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya.Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Kafe itu berada di pojokan, tepatnya berada di belakang salah satu bangunan museum, yakni ruang diorama tiga dan empat atau tak jauh dari Taman Soekarno.

Tampak depan kafe, pengunjung akan disambut dengan dua mobil tua yang tampilannya begitu keren, satu mobil van berwarna putih dan satu lagi gahar berwarna hitam.

Dari informasi yang ada, konsep kafe Kampoeng Djoeang itu merujuk pada tempat tinggal dan markas dari Jenderal Sudirman dan pasukannya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Perpustakaan Erasmus Huis Senyaman Itu…, Seestetik Itu…



Jakarta

Di kawasan Jakarta Selatan terdapat perpustakaan yang menarik untuk dikunjungi, bukan hanya tentang koleksi bukunya saja. Tetapi, juga suasana perpustakaan yang bikin nyaman.

Perpustakaan itu ada di dalam Kantor Kedutaan Besar Belanda di Kuningan, Jaksel. Yakni, perpustakaan Erasmus Huis.

Perpustakaan itu bisa diakses oleh masyarakat umum. Jika ingin mengunjungi perpustakaan ini masyarakat tinggal bertanya kepada petugas penjaga yang mengarahkan ke area perpustakaan.


Suasana yang nyaman dan tentunya bersih membuat pengunjung betah untuk berlama-lama. Memang Perpustakaan Erasmus Huis itu didominasi oleh buku-buku Bahasa Belanda dan Inggris, namun ada pula koleksi buku dengan Bahasa Indonesia.

“Ada paling cuma 5% dari keseluruhan koleksi yang ada,” ujar petugas perpustakaan kepada detikTravel, Jumat (19/72024).

Koleksi buku-buku di Perpustakaan Erasmus Huis itu mencapai 6.000 buku. Seluruh buku terpajang rapi di setiap raknya, ada di rak lantai satu dan rak lantai dua.

Variasi buku di sini pun beragam seperti buku anak, biografi, sejarah hingga buku kebudayaan Indonesia Pencak Silat yang berbahasa Belanda.

Erasmus Huis di Kedutaan Belanda di Kuningan, Jakarta SelatanErasmus Huis di Kedutaan Belanda di Kuningan, Jakarta Selatan (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Salah satu pengunjung saat itu adalah Ni Eko. Dia memang ada kepentingan di Kantor Kedutaan Belanda makanya sekaligus ke perpustakaan untuk mencari buku yang diincar.

“Tujuannya itu untuk ambil visa kan udah appointment sebelumnya terus hari ini jadi terus hari ini diambil. Sekalian aja mau cari buku tentang lingkungan gitu kan, kebetulan saya dulu jurusannya Biologi tapi spesialisasinya lingkungan jadi pengen cari-cari buku tentang lingkungan,” kata dia.

Bagi Ni Eko, Perpustakaan Erasmus Huis itu nyaman untuk dikunjungi dan juga ia menyebut Perpustakaan Erasmus Huis ini menyimpan koleksi buku sulit dicari di pasaran. Dia pun kagum ketika berada di perpustakaan itu.

“Saya sukanya tuh ternyata banyak buku yang nggak disebarluaskan secara komersial gitu, banyak sih buku menarik cuma nggak sesuai dengan bidang saya. Tadi tuh banyak buku tentang kebudayaan Indonesia gitu kan, terus tentang bagaimana kondisi lanskap Indonesia di zaman kolonialisme nah itu tuh bagus soalnya belum pernah nemu,” kata Ni Eko.

Selain Ni Eko, pengunjung yang menikmati Perpustakaan Erasmus Huis ini adalah Salwa. Dia datang bersama beberapa temannya untuk mencari pengetahuan baru yang ada di dalam koleksi buku-buku.

Salwa mengetahui keberadaan Perpustakaan Erasmus Huis dari media dan teman-temannya.

“Ke sini ingin lebih tahu tentang wawasan ilmu-ilmu yang sebelumnya belum aku tahu di sini gitu, maksudnya masih banyak hal-hal yang belum aku ketahui juga. Kalau aku tahu (perpustakaan) ini dari media sosial sama rekomendasi dari teman-teman di kampus,” kataSalwa.

Tak hanya membaca buku, ia pun menjelaskan kedatangannya ke perpustakaan ini untuk kebutuhan konten. Alasannya karena tempat dan suasana di Perpustakaan Erasmus Huis bisa jadi magnet untuk para content creator membuat konten.

Di ruang samping perpustakaan juga tengah ada pameran foto dari fotografer bernama Kadir van Lohuizen yang menceritakan tentang dampak naiknya permukaan laut bagi manusia akibat dampak perubahan iklim. Terdapat sekitar 35 foto yang dipamerkan dari delapan negara dan salah satunya ada Indonesia.

Pameran foto tersebut telah dihelat dari tanggal 22 Mei hingga 3 Agustus 2024.

Jadi, buat pengunjung yang datang ke Perpustakaan Erasmus Huis Perpustakaan Erasmus Huis yang berada di komplek Kedutaan Besar Belanda di Jalan Rasuna Said Kav S3, Jakarta Selatan ini bisa sekaligus melihat pameran foto tersebut, untuk akses masuk ke perpustakaan tidak mengeluarkan biaya alias gratis.

“Ini perpustakaan buka dari hari Selasa sampai Sabtu, dari jam 10.00 sampai jam 16.00 WIB. Pameran juga mengikuti waktu buka perpustakaan, kecuali kalau lagi ada event,” kata petugas keamanan, Siti.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tempat Instagramable buat Cicipi Pizza Italia di Kota Hujan



Bogor

Akhir pekan, saatnya berburu tempat kuliner yang Instagramable. Di Bogor, ada spot kulineran baru yang menyajikan pizza asli Italia.

Bogor jadi salah satu kota tujuan wisatawan untuk menghabiskan akhir pekan. Kota Hujan ini menjadi pilihan bagi para pecinta kuliner. Banyak tempat menarik yang bisa dicoba.

Salah satunya adalah Altro Social Coffehouse and Kitchen. detikTravel berkunjung ke restoran ini beberapa waktu yang lalu. Altro berdiri di bangunan dua lantai yang cukup luas.


Di lantai pertama, terdapat bar dan area duduk yang nyaman dengan dekorasi pohon-pohon buatan yang terkesan hangat. Sementara di lantai dua, Altro menyediakan ruang meeting, area duduk untuk perokok dan juga area duduk untuk non-perokok.

Nama Altro sendiri diambil dari bahasa Italia yang berarti ‘berbeda’ alias different dalam bahasa Inggris.

“Filosofinya adalah kami berusaha menampilkan konsep kafe yang berbeda. Yang tidak hanya memiliki outlet yang nyaman dan estetik, tetapi memiliki makanan dan minuman yang enak dan affordable,” jelas Nur Nabila, pemilik Altro kepada detikTravel, Senin (29/7).

Altro BogorPizza yang rasanya lezat Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Salah satu menu andalan di sini adalah pizza. Ada beberapa pilihan menu pizza yang menjadi unggulan seperti quatro formaggi pizza, truffle carbonara pizza, carnivora pizza, dan pepperoni pizza.

Menu andalannya adalah pizza formaggi dengan kombinasi white cream, mushroom paste, mozzarella, gorgonzola, parmesan cheese, egg dan truffle oil yang makin memberikan cita rasa meleleh di lidah.

Selain makanan ala western, Altro juga menyajikan menu-menu nusantara, yaitu soto Betawi, rawon iga Surabaya, nasi goreng udang kecombrang, aneka ricebowl dan juga sop iga.

Untuk minumannya ada produk kopi dan non kopi, seperti Rose Sparkling hingga Pistachio Chocolate, sampai makanan penutup (dessert) seperti Cheese Cake hingga Tiramisu yang mampu meningkatkan suasana hati menjadi lebih baik lagi.

Altro BogorTempat Instagramable buat cicipi pizza di Bogor Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Selain rasa makanannya yang juara, Altro bisa jadi tempat nongkrong yang estetik dan Instagramable. Suasana klasik modern dengan sentuhan berkelas, bisa jadi tempat berkumpul bersama keluarga, pasangan atau teman di akhir pekan.

Salah satu pengunjung dari Jakarta bernama Hendra yang datang membawa istrinya mengaku sengaja ke sini untuk menyicipi pizza yang katanya resepnya autentik dari Italia.

“Mau cobain pizzanya. Katanya selain formaggi pizza, carnivora pizza juga jadi salah satu makanan yang direkomendasikan,” ujar Hendra.

Alamat, Jam Buka dan Harga

Altro berada di Jalan Binamarga II Nomor 2, Baranangsiang, Bogor. Lokasinya mudah dijangkau dan tidak terlalu jauh dari pintu tol Bogor.

Tempat makan pizza ini buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Pada akhir pekan, ada penampilan live music yang hadir dari sore hingga malam hari.

Untuk harganya, minuman kopi rata-rata Rp 30 ribuan dan paling mahal Rp 50 ribuan. Makanan pembuka (appetizer) sekitar Rp 40 ribuan, ricebowl Rp 40 ribuan, pizza dan pasta Rp 80 ribuan. Sedangkan untuk dessert, berkisar Rp 40 ribuan.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Rekomendasi Wisata di Punclut, Area Paling Hip dan Ikonik di Bandung


Jakarta

Wilayah Bandung terkenal dengan berbagai spot wisata yang hip, trendi, dan berhawa sejuk. Salah satunya adalah Puncak Ciumbuleuit (Punclut) yang berada di ketinggian lebih dari seribu meter di atas permukaan laut (mdpl).

Memasuki Punclut yang berada di bagian utara Kota Bandung, mata langsung dimanjakan dengan pemandangan yang indah dan hijau. Selanjutnya kamu bisa memilih piknik di area outdoor, mencicipi hidangan, atau sekadar healing mengamati keindahan Punclut.

Rekomendasi Wisata di Punclut

Mau ngapain aja di Punclut? Detikers bisa mempertimbangkan beberapa aktivitas dan tempat wisata berikut untuk dinikmati sendiri atau bersama keluarga. Kamu juga bisa mengunjunginya dengan teman-teman terdekat.


1. Foto-foto di WOW Sarae Hills

WOW Sarae Hills di Punclut.WOW Sarae Hills di Punclut. (Instagram @wow.saraehills)

Kawasan wisata Sarae Hills menyediakan area World of Wonder (WOW) buat yang ingin foto-foto. WOW Sarae Hills menyediakan berbagai tempat yang ikonik dari banyak negara. Misal suasana kastil khas Inggris, gerbang kemenangan Arc de Tromphe di Paris, dan Colosseum di Roma

Nggak heran detikers akan merasa keliling dunia di WOW Sarae Hills. Buat kamu yang ingin ke sini, wajib mengikuti jadwal operasional yang disebut di Instagram @wow.saraehills.

Jam buka:

  • Senin-Jumat: 09.00-17.00
  • Sabtu, Minggu, libur nasional: 08.00-17.00

Harga tiket masuk:

  • Reguler: Rp 50 ribu/orang
  • Terusan: Rp 65 ribu/orang
  • All package: Rp 80 ribu/orang.

Harga tiket bisa berubah saat libur nasional atau sesuai kebijakan pengelola. Pengunjung perlu bayar lagi untuk menikmati wahana yang tersedia di WOW Sarae Hills.

2. Main di Area Outdoor D’DieuLand

D'Dieuland di Punclut.D’Dieuland di Punclut. (Instagram @d.dieuland)

Tempat wisata ini sekarang sedang dalam perbaikan sehingga tidak menyediakan layanan. Buat detikers yang ingin berkunjung wajib pantau terus Instagramnya di @d.dieuland.

Sambil menunggu D’Dieuland kembali buka, tak ada salahnya mengulas sedikit tempat wisata keluarga ini. D’Dieuland menyediakan area outdoor untuk anak-anak, sebagai playground bersama orang tua. Tiket masuk arena permainan di luar ruangan ini adalah Rp 50 ribu per orang. Bagi yang ingin menikmati spot wisata ini, berikut jadwalnya

Jam buka: Setiap hari 09.00-22.00

Harga tiket masuk:

  • Weekday: Rp 10 ribu
  • Weekend: Rp 20 ribu

Tiket masuk belum termasuk karcis per wahana sesuai ketentuan pengelola. Selain jadwal buka, harga tiket masuk bisa berubah setiap saat sesuai kebijakan pengelola. Detikers wajib update medsos sebelum berkunjung ya.

3. Sudut Cerita

Sudut Cerita, wisata seni di BandungSudut Cerita, wisata seni di Bandung (Whisnu Pradana/detikcom)

Spot Sudut Cerita adalah bagian dari spot wisata Sudut Pandang yang menyediakan ruang wahana multimedia interaktif. Sudut Cerita bisa menjadi alternatif wisata bagi seluruh wisatawan di Punclut.

Pengunjung bisa melihat instalasi seni hasil karya seniman lokal Bandung. Di sini, pengunjung diperlihatkan hubungan manusia dengan alam yang seharusnya seimbang dan lestari. Wahana yang buka sejak Agustus 2020 ini telah menarik perhatian dari pengunjung dengan berbagai usia.

Jam buka: Setiap hari 11.00-20.00

Harga tiket masuk: Rp 50 ribu

Tiket masuk, jam buka, dan jadwal operasional lain Sudut Cerita di Pluncut bisa berubah tiap saat bergantung kebijakan pengelola. Detikers wajib pantau Instagram @sudutpandang.bdg untuk info terbaru.

4. Lihat Sunrise dan Sunset

bukitKawasan Punclut. (Ela Herdiani/d’Traveler)

Lokasi Punclut di dataran tinggi menjadikan tempat ini spot yang tepat untuk melihat sunrise dan sunset. Detikers bisa menyaksikan matahari terbit dan tenggelam di sepanjang ruas jalan Punclut.

Pengunjung bisa menikmati pemandangan alam ini tanpa perlu membayar tiket masuk. Sebelum melihat indahnya sunrise dan sunset, pastikan detiers telah memarkir kendaraan di tempat yang tepat untuk menghindari kemacetan.

5. Pemancar RRI Bandung

Menara RRI adalah spot legendaris di kawasan Punclut, Bandung. Pemancar ini bisa dikatakan menjadi saksi pembangunan dan seluruh momentum di kawasan wisata andalan Bandung. Hingga saat ini, pemancar RRI masih menjadi lokasi pilihan untuk menikmati keindahan Punclut.

6. Pasar Minggu Punclut

Sesuai namanya, pasar ini hanya membuka layanan pada hari Minggu pukul 05.00-12.00. Google Review menulis spot ini banyak menyediakan sayur, snack, pakaian, dan kebutuhan lainnya.

Tempat ini sebetulnya tidak untuk lalu lalang dan parkir motor. Namun banyak pengunjung yang menggunakan kendaraan motor, sehingga wisatawan wajib berhati-hati. Dengan berbagai pilihan spot wisata di Punclut, kamu bisa memilih yang tepat sesuai keinginan detikers.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kondisi Terkini Hotel Yamato, Tempat Insiden Perobekan Bendera Belanda


Jakarta

Hotel Yamato, yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit, adalah tempat yang menyimpan jejak sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Saat ini, hotel tersebut masih eksis dan beroperasi. Menariknya, gaya bangunannya tetap mempertahankan infrastruktur klasik dan elegan dari masa kolonial.

Sebelum mengetahui beragam fasilitas hotel mewah ini, mari kita napak tilas kronologi peristiwa Hotel Yamato yang terjadi pada 19 September 1945 lalu.


Peristiwa Hotel Yamato

Peristiwa yang terjadi di Hotel Yamato adalah insiden perobekan warna biru pada bendera Belanda atau disebut het vlag incident. Insiden Hotel Yamato di latar belakangi oleh amarah masyarakat Surabaya, yang tidak terima terhadap pengibaran bendera Belanda di atas hotel tersebut.

Pasalnya, pengibaran bendera Belanda itu dianggap telah menghina kedaulatan bangsa Indonesia dan kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus, tepat beberapa bulan yang lalu.

Mengutip buku Sejarah Indonesia Kelas XI Kemdikbud oleh Sardiman AM dan Amurwani Dwi Lestariningsih, ketika di Surabaya, orang-orang Inggris dan Belanda yang berhubungan dengan Jepang menginap di Hotel Yamato atau Hotel Oranye pada zaman Belanda.

Pada 19 September 1945, seorang bernama Mr. Ploegman dibantu kawan-kawannya mengibarkan bendera Belanda berwana merah, putih, biru di atap menara Hotel Yamato.

Dikutip dari buku Surabaya di Mana Kau Sembunyikan Nyali Kepahlawananmu? karya Ady Setyawan, pada pukul 09.00 WIB bendera Belanda itu dikibarkan. Aksi ini kemudian mengundang arek-arek Suroboyo berkumpul di depan hotel.

Ada beberapa pemuda yang berhasil memanjat atap hotel dan menurunkan bendera merah putih biru, kemudian merobek bagian warna birunya. Kusno Wibowo dan Onny Manuhutu adalah tokoh pemuda yang merobek bendera Belanda di Hotel Yamato.

Setelah warna biru bendera Belanda dirobek, bendera tersebut dikibarkan kembali sebagai bendera dengan warna merah putih. Dengan berkibarnya bendera Sang Merah-Putih, para pemuda Surabaya satu per satu meninggalkan Hotel Yamato dengan penuh semangat dan menjaga kewaspadaan.

Dampak insiden di Hotel Yamato melatar belakangi berbagai pertempuran di Surabaya, termasuk penyebab terjadinya “Pertempuran Surabaya”.

Sejarah dan Kondisi Terkini Hotel Majapahit Surabaya

Hotel Majapahit dibangun oleh Sarkies Family atau Sarkies Brothers pada tahun 1910. Awalnya, hotel ini dikenal sebagai “Hotel Oranje atau Hotel Oranye.

Saat Jepang menjajah dan menguasai Indonesia, nama hotel ini berganti menjadi Hotel Yamato. Kala itu, hotel ini juga digunakan head porter atau base camp saat pertempuran.

Kemudian sekitar tahun 1969, setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, hotel Yamato berganti nama menjadi Hotel Majapahit.

hotel majapahit surabayaHotel Majapahit Surabaya. (Deny Prastyo Utomo)

Executive Assistant Manager Hotel Majapahit, Benny Wijaya, menyebut bahwa pada 10 September 1945, hotel ini sempat bernama Merdeka.

“Tahun 1945 sampai 1946 berganti Lucas Martin Sarkies yakni kembali pada keluarga pendiri, tahun 1969 dijual ke Men Trust Holding. Nah, sampai sekarang, namanya tetap, yakni Hotel Majapahit,” ujar Benny kepada detikJatim, pada (23/04/2022) lalu.

Tim detikJatim pernah diajak berkeliling di hotel bersejarah yang berdiri di atas lahan seluas 2 hektar ini.

Hotel MajapahitHotel Majapahit (Praditya Fauzi Rahman/detikcom)

Terlihat pondasi, cat, hingga struktur bangunan masih kokoh. Namun, tetap ada tambahan, seperti beberapa aksesoris untuk mempercantik dan menambah modern tatanan.

Hotel MajapahitHotel Majapahit. (Lena Ellitan/dtravelers)

Sementara itu, General Manager Hotel Majapahit Surabaya, Kahar Salamun, menyebut salah satu satu bukti keaslian bangunan terlihat dari ubin marmer yang diimpor langsung dari Belanda.

Menurutnya, selain untuk menjaga keaslian hal tersebut juga jadi karakter bagi bagunan vintage Majapahit.

Hotel MajapahitHotel Majapahit (Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)

Penamaan Majapahit sendiri bukan diambil asal-asalan. Nama ini diambil karena sejalan dengan visi misi Kerajaan Majapahit, yang jadi salah satu kerajaan jaya dan tertua pada eranya. Maka dari itu, Majapahit dipakai dengan harapan seperti namanya.

Hotel Majapahit ini juga telah mengalami beberapa kali perombakan kepemilikan, nama, hingga peremajaan. Tapi, tidak demikian dengan keorisinilan bangunan secara keseluruhan.

Lokasi Hotel Majapahit Surabaya

Hotel Majapahit Surabaya beralamat di Jalan Tunjungan Nomor 65, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur. Lokasi hotel ini juga sangat strategis, yakni di jantung kota Surabaya.

Fasilitas Hotel Majapahit Surabaya

Hotel Majapahit adalah hotel bintang 5 berkelas internasional dengan fasilitas yang lengkap. Menariknya, hotel ini masih mempertahankan beberapa elemen klasik era kolonial.

Arsitektur di Hotel Majapahit Surabaya.Arsitektur di Hotel Majapahit Surabaya. (dok. Instagram @hotelmajapahitsby)

Tidak hanya memberikan suasana yang kaya akan sejarah, namun tetap menawarkan kenyamanan modern. Hotel Majapahit memiliki sekitar 139 kamar.

Berikut adalah fasilitas yang ada di Hotel majapahit Surabaya:

  • Kolam renang
  • Restoran
  • Tempat parkir
  • Pusat kebugaran
  • Ruangan ber AC
  • Room service
  • Akses untuk kursi roda
  • Sarapan (breakfast)
  • Spa
  • Bar
  • Area hijau
  • Piano dan meja biliar
  • Area bermain anak-anak
  • Bak mandi air panas/Whirlpool
  • Tempat untuk pernikahan dan ruang pertemuan
  • Wifi gratis.

Mengingat hotel ini jadi tempat bersejarah, makna setiap ada event sejarah kemerdekaan tahunan yang biasa diselenggarakan. Di antaranya peringatan perobekan bendera Belanda menjadi Merah Putih pada bulan September, dan Parade Surabaya Juang di bulan November.

Teatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit SurabayaTeatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit Surabaya (Aprilia Devi)

Dari catatan detikJatim, teatrikal yang digelar setiap tahun ini bertujuan mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda tentang sejarah Kota Pahlawan.

Acara-acara tersebut juga termasuk dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November yang telah rutin digelar sejak tahun 2009. Hotel ini juga masih digandrungi para wisatawan lokal maupun internasional.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Nggak Disangka, Kuliner Favorit Bule di Pulau Tidung Adalah…



Jakarta

Wisata kuliner berupa seafood umumnya menjadi favorit di Pulau Tidung. Tapi ternyata, ada soto yang jadi favorit Bule-bule.

Nama kedainya Soto Lamongan Sugiono, pemiliknya adalah Ibu Kukut Wijawati (49). Asli Lamongan, Jawa Timur, ibu dua anak itu dulu bisa sampai ke Pulau Seribu karena paksaan keadaan. Dirinya yang takut dengan laut, harus mampu terbiasa dengan lingkungan karena sang suami bekerja sebagai pengantar galon ke sana.

Berjalannya waktu, ia mulai mencintai laut, tepatnya Pulau Tidung. Tahun 2013, ia mendirikan usahanya, Soto Lamongan jadi pilihan karena kuliner itu berasal dari kota kelahirannya.


Usaha pertama tentu butuh modal besar, ia kemudian memutuskan untuk melakukan pinjaman KUR kepada BRI sebanyak Rp 100 juta. Dewi Fortuna berpihak padanya, usahanya laris manis di tengah gempuran makanan laut.

Saat weekend, tempat duduk di kedai makannya selalu sesak oleh wisatawan. Kebanyakan mereka datang karena tak sengaja melewati kedai makan itu, karena biasanya wisatawan yang datang mendapat katering dari operator tur yang membawanya.

Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungIbu Kukut pemilik Soto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

Namun, rejeki sudah ada yang atur. Ibu Kukut berbisnis dengan sukacita. Di musim libur panjang seperti lebaran, ia buka sejak pagi sampai tengah malam. Wisatawan ramai, warga yang sudah bosan dengan menu lebaran mampir untuk mencari pilihan.

“Kemarin jam 8 malam udah habis, tapi masih banyak orang. Jadi bikin kuah lagi dibantu sama keluarga,” katanya terkekeh.

Dua hari lebaran membuat Ibu Kukut dan keluarga kewalahan, tapi tentu saja cuan. Kebanyakan datang saat malam, makan kuat-kuat sehabis berenang di pantai.

Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungSoto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

Dalam perjalanan bisnisnya, pelanggan bule tentu jadi yang paling mudah diingat. Dari banyaknya bule yang berkuliner ke sana, ia ingat akan seorang wanita, tak tahu asalnya darimana. Perawakannya yang tinggi, putih dan berbahasa Inggris membuatnya yakin, pelanggan ini datang dari negeri seberang.

“Bule itu setengah bulan makan ke sini setiap hari,” katanya singkat, sambil mencoba mengingat.

Hari pertama biasa saja, karena si bule bisa berbahasa Indonesia sedikit-sedikit. Di hari ketiga, si bule mulai mengajak Ibu Kukut ngobrol. Ia tentu panik.

“Katanya enak, mantep,” ucapnya sambil tertawa.

Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungSoto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

Bule ini kemudian datang setiap hari selama hampir setengah bulan. Ia rutin mampir setelah habis dzuhur.

“Selalu pesan soalnya aja, nggak pake nasi. Datang sehari sekali,” katanya.

Setiap hari warung ini menghabiskan sekitar 500 porsi soto kalau ramai seperti long weekend dan 30 porsi jika sepi. Satu porsi diberi harga Rp 15.000 sudah dengan nasi. Selain soto ayam, ada pula bakso yang melengkapi menu di rumah makan itu.

Meski harganya murah, tapi rasa soto ini sungguh menggoyang lidah. Santannya legit dan porsinya banyak. Di makan dengan nasi panas, membuat masuk angin bablas keluar dari tubuh. Wajar saja, kalau si bule sampai kepincut makan tiap hari di sini.

Cerita lain datang dari seorang anak SMP yang sedang study tour. Bocah lelaki itu ketinggalan kapal fery. Ibu Kukut memberikan seporsi soto ayamnya kepada si bocah.
“Saya bilang makan nggak usah bayar, anak laki-kan bisa tidur di masjid. Kasian banget dia,” ceritanya.

Anak itu pulang keesokan harinya saat kapal fery datang. Ia berterima kasih dengan kebaikan pemilik warung soto yang mau memberinya makan cuma-cuma.

Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungPembayaran digital di soto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

“Saya senang dibantu BRI, pokoknya terima kasih lah, saya jadi bisa membantu orang lain,” katanya lembut.

Mantri BRI Ryan (35) mengatakan bahwa Soto Lamongan Sugiono memang tiada dua. Sebagai wakil dari BRI dirinya mendukung perkembangan usaha Ibu Kukut dan siap membantu saat butuh modal tambahan.

“Apalagi warungnya ramai dan sudah digitalisasi, kita harus dukung UMKM pulau ini,” katanya.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI adalah program pembiayaan bersubsidi dari pemerintah yang disalurkan oleh Bank BRI untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) . Tujuan KUR BRI adalah mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan memberikan akses pinjaman yang lebih mudah bagi UMKM yang produktif namun belum memiliki agunan yang cukup.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Butuh Tempat Ngerjain Tugas Nyaman? Bisa di Perpustakaan Jusuf Kalla UIII


Depok

Depok punya tempat yang cozy dan asyik banget buat mengerjakan tugas, baca buku, atau sekadar me time ke tempat hening. Tempatnya ada di Perpustakaan Jusuf Kalla kompleks Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok.

Bangunan perpustakaan nggak cuma megah dan luas, tapi juga menyediakan fasilitas sesuai kebutuhan pengunjung. Misal AC yang dingin, Wi-Fi cepat, mushola, dan berbagai koleksi buku yang tersedia dengan tiket masuk Rp 10 ribu.

“Di sini enak dan fasilitasnya lengkap. Kalau mau baca buku tersedia isu nasional bahkan luar negeri yang bikin pengetahuan kita makin luas,” kata Dafa salah seorang pengunjung yang sedang Work From Anywhere (WFA) kepada detikTravel.


Perpustakaan Jusuf Kalla UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla UIII (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

detikTravel sempat mengunjungi perpustakaan yang disebut salah satu terbesar di Jabodetabek pada Rabu (8/10/2025) siang selepas azan Salat Zuhur. Suasana tenang dan hening langsung terasa, sangat kontras dengan kondisi Depok saat itu yang sangat panas.

Dalam kunjungan ini, detikTravel sempat menelusuri perpustakaan berlantai 8 yang ketika hari kerja tidak banyak menerima tamu. Perpustakaan Jusuf Kalla memiliki ruang baca anak yang terletak di lantai 2 dengan berbagai jenis koleksi.

“Alhamdulillah, sekarang bukunya udah semakin banyak, pas aku pertama kali ke sini bukunya baru sedikit. Di sini bisa bikin anak-anak suka baca buku,” kata pengunjung asal Depok ini.

Perpustakaan Jusuf Kalla UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla UIII (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

Untuk anak usia 6-8 tahun tersedia aneka komik, sementara bagi umur 9-12 tahun beragam buku petualangan bisa diakses. Bagi remaja, ada banyak jenis buku fiksi yang cocok bagi pembaca di usia 13-18 tahun.

Jalan-jalan di Perpustakaan Jusuf Kalla UIII

Pengunjung bebas berlama-lama di perpustakaan ini asal masih dalam jadwal operasional pukul 09.00-21.00 WIB pada Senin-Jumat. Perpustakaan juga buka pada hari Sabtu pukul 09.00-16.00 WIB.

Perpustakaan Jusuf Kalla UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla UIII (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

Ketika detikTravel datang ke perpustakaan ini, tiap pojoknya menyediakan buku yang bisa dibaca siapa saja. Buku dan bahan bacaan lain tersedia di lantai 1 yang diperuntukkan sebagai lobi dan area loker untuk pengunjung. Di lantai 2 tersedia studio siniar, CSIS Corener, koleksi Jusuf Kalla, referensi, dan buku langka.

Naik ke lantai 3 ada aula baca besar, meja sirkulasi, ruang kerja, koleksi bahasa Inggris, kompilasi milik Prof MC Ricklefs. Di lantai selanjutnya, kita akan menemukan koleksi buku dalam bahasa Indonesia lengkap dengan area membaca. Koleksi dalam bahasa Arab serta ruang bacanya tersedia juga di perpustakaan tepatnya lantai 5.

Suasana di lantai 3 cukup ramai, dengan sebagian besar pengunjung terlihat sibuk beraktivitas di depan laptop. Kondisi ini berbeda dengan lantai 4 yang suasananya lebih tenang dan hanya sedikit pengunjung.

Bagi pengunjung yang sudah lelah menjelajahi perpustakaan, bisa istirahat di lantai 6 yang menyediakan mushola. Selain itu ada area membaca kasual dan koleksi buku lainnya. Perpustakaan masih punya lantai 7 yang berisi ruang meeting dan lantai Sedangkan di lantai 8 ada area teater yang bisa digunakan pengunjung.

Fasilitas lift di perpustakaan ini hanya beroperasi dari lantai 3 hingga lantai 6. Jika ingin naik dari lantai 1 ke lantai 3, kita bisa menggunakan eskalator. Sementara untuk menuju lantai 7 dan 8, kita dapat menggunakan tangga darurat.

Dengan semua fasilitas dan koleksi bukunya, Perpustakaan Jusuf Kalla di kompleks UIII bisa jadi pilihan tepat bagi yang ingin menyelesaikan pekerjaan, tugas, atau sekadar meningkatkan pengetahuan. Di setiap rak buku dan lembarannya, selalu ada inspirasi baru yang menanti untuk ditemukan.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Menyusuri Pulau Onrust, Jejak Kelam VOC yang Kini Jadi Museum Arkeologi



Jakarta

Pulau Onrust di Kepulauan Seribu menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Indonesia sejak masa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Kini, pulau ini dikenal sebagai Museum Arkeologi Onrust, tempat wisata sejarah yang menyimpan banyak kisah kelam dan peninggalan bersejarah dari abad ke-17 hingga abad ke-20.

Dari Galangan Kapal hingga Benteng Pertahanan

Pada abad ke-17, Pulau Onrust menjadi pusat galangan kapal sebelum Tanjung Priok berdiri. Karena aktivitas kapalnya yang padat, pulau ini dijuluki Pulau Kapal.


VOC membangun benteng pertahanan setinggi sembilan meter dengan bastion yang menjorok keluar sebagai menara pengintai. Di masa itu, Onrust menjadi salah satu pulau tersibuk di Teluk Jakarta.

Bangunan yang ada saat ini sebagian besar berasal dari masa sekitar tahun 1850, dibangun untuk mempertahankan aktivitas pelabuhan kapal-kapal Belanda.

Hasil ekskavasi arkeologi menunjukkan sisa benteng utama dan kincir angin yang dulu digunakan untuk memotong kayu kapal.

Pusat Karantina Haji dan Rumah Sakit Modern di Zamannya

Pada tahun 1911, Pulau Onrust berubah fungsi menjadi rumah sakit karantina bagi para pendatang dari luar negeri, termasuk jemaah haji asal Indonesia sebelum memasuki Batavia.

Rumah sakit ini memiliki luas sekitar 12 hektar dan mampu menampung hingga 3.500 orang. Pulau Onrust menjadi tempat penampungan barang-barang jamaah haji yang berjumlah 35 barang dan 1 barang isinya 100 orang.

“Penampungan barang-barang di Pulau Onrust ada 35 barang penampungan haji, 1 barang isi 100 orang,” ujar Gindo, pemandu wisata Kepulauan Seribu yang menemani detikTravel dalam Agenda Walking Tour Disparekraf DKI Jakarta.

Wisata Pulau Onrust di Kepulauan SeribuWisata Pulau Onrust di Kepulauan Seribu Foto: Qonita Hamidah/detikTravel

Fasilitasnya cukup lengkap, termasuk asrama berukuran 6×30 meter yang bisa menampung 100 orang. Di masa itu, Pulau Onrust juga memiliki penjara dan bunker pertahanan. Jamaah haji yang sehat diobservasi selama lima hari di Onrust, sementara yang sakit dirawat di Pulau Cipir.

Sayangnya, sejarah karantina ini juga meninggalkan kisah kelam. Dulu, penyakit menular seperti leptospirosis (penyakit kencing tikus) sering menyerang akibat buruknya kondisi kapal yang membawa tikus dari luar negeri.

Tragedi, Penjarahan, dan Masa Suram Pulau Onrust

Nama “Onrust” berasal dari bahasa Inggris unrest, yang berarti “tidak istirahat”. Pulau ini menyimpan banyak kisah kelam, termasuk cerita tentang seorang noni Belanda bernama Maria van de Veldes yang meninggal karena depresi dan dimakamkan di sini. Di makamnya ditemukan puisi cinta yang menyentuh hati.

“Pulau Onrust memiliki kisah kelam, diantaranya pulau ini banyak tawanan-tawanan perang yang dipenjarakan di pulau ini, dan pada 1968 pulau ini pernah dijarah batuan dari bangunan disana yang akhirnya hanya sisa beberapa puing,” cerita Gindo.

Pada masa revolusi, Onrust dijadikan tempat pembuangan tahanan politik, termasuk anggota DI/TII. Memasuki tahun 1968, pulau ini dijarah besar-besaran, batu-batu bangunannya diambil sehingga kini hanya tersisa puing-puing.

Pulau Onrust Kini: Situs Arkeologi dan Wisata Edukasi

Setelah lama terbengkalai, pada tahun 1972 pemerintah menetapkan Onrust sebagai Taman Arkeologi Onrust, dan sejak 2024 statusnya resmi menjadi Museum Arkeologi Tipe A.

Di sini, wisatawan bisa menemukan sisa bunker yang telah berisi air payau, reruntuhan bangunan VOC, serta sekitar 50 makam Belanda.

Wisata Pulau Onrust di Kepulauan SeribuWisata Pulau Onrust di Kepulauan Seribu Foto: Qonita Hamidah/detikTravel

Salah satu daya tarik utama pulau ini adalah bunker pendingin amunisi dengan delapan ruangan terpisah. Saat ini bunker ini telah dipenuhi air payau karena kerapuhan dinding bunker yang membuat air laut masuk ke dalam yang kedalamannya sekitar 1,3 meter.

“Bunker ini isinya air payau karena dindingnya pecah jadi airnya masuk. Di dalamnya ada 8 ruangan itu nggak nyambung, masing-masing per 4 ruangan,” kata Rosyadi, pemandu lokal Pulau Onrust.

Pulau ini juga menyimpan berbagai peninggalan dari abad ke-18, seperti batu bata kuno yang semakin kuat ketika terkena air laut. Di sekitarnya tumbuh pohon keben, tumbuhan khas pesisir yang menjadi bagian dari ekosistem alami Onrust.

Cara Menuju ke Pulau Onrust

Akses menuju Pulau Onrust bisa ditempuh dari Dermaga Marina Ancol menggunakan kapal wisata. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 20 menit saja.

Listrik di pulau ini masih menggunakan genset dan hanya menyala pada jam-jam tertentu, karena pasokan utama difokuskan ke pulau yang berpenghuni.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Post, Surga Bagi Pencinta Buku Indie, di Pasar Santa



Jakarta

Bagi para pecinta sastra, deretan rak kayu berisi buku-buku memiliki daya tarik tersendiri. Di era banyaknya toko dan buku digital, Post A Living Room & Press tetap memberi ruang nyaman bagi siapa saja yang rindu pada pengalaman membaca buku fisik.

Terletak di lantai dua gedung Pasar Santa, Jakarta Selatan, toko buku ini sudah berdiri sejak tahun 2014 dan masih eksis hingga saat ini.

Berbeda dari toko buku lain, Post hanya menjual buku-buku baru, mulai dari karya penerbit independen, penulis lokal, hingga internasional. Koleksi yang tersedia juga beragam, mulai dari buku-buku fiksi hingga nonfiksi, termasuk karya penulis ternama seperti Aan Manshur dan Pramoedya Ananta Toer.


“Bedanya kita cuma jual buku baru, nggak ada buku bekas. Jadi kualitasnya terjamin. Genrenya ada fiksi dan nonfiksi, tapi yang paling banyak dijual di sini itu buku indie,” ujar Putri, penjaga Post A Living Room Bookshop & Press, beberapa waktu lalu.

Buku berbahasa Inggris dan buku terjemahan menjadi buku paling banyak dicari pengunjung.

“Biasanya pengunjung nyari buku terjemahan atau buku-buku impor yang nggak ada di toko lain,” dia menambahkan.

Selain koleksi yang eksklusif, suasana hangat Post membuat siapa saja betah berlama lama disana. Diiringi musik dari lagu lagu indie memberikan kesan homey yang nyaman.

Menariknya, sejak berdiri pada 2014, Post banyak menggandeng penulis penulis lokal untuk menerbitkan buku dalam usaha penerbitan Post Press. Sejauh ini sudah ada 10 buku yang diterbitkan, termasuk satu buku kolaborasi penulis berjudul “Museum Teman Baik” yang dapat dibeli di toko Post secara langsung maupun toko digital postpress melalui kanal Tokopedia.

Melalui lini penerbitannya ini, Post memberi kesempatan bagi para penulis lokal untuk turut mengembangkan karyanya.

“Post Press nantinya mengkurasi sendiri untuk pilihan karya dari penulis-penulis lokal, biasanya nanti akan dihubungi atau diumumkan,” kata Putri.

Pengunjung Post A Living Room & Press datang dari berbagi kalangan, mulai dari anak muda, mahasiswa, hingga orang tua yang mencari bacaan santai selepas kerja. Bahkan toko ini menjalin hubungan baik dengan para pengunjung yang sudah mengikuti perkembangan Post sejak dulu.

Post a living room & press menjadi ruang baca bagi para pecinta sastra. Buka setiap Senin-Jum’at pukul 14.00-19.00 WIB dan khusus Sabtu-Minggu buka mulai pukul 12.00-19.00 WIB. Toko ini biasanya ramai dikunjungi pengunjung saat akhir pekan atau saat jam pulang kerja.

(fem/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Kampung Adat Lamahelan, Surga di Flores Timur yang Sarat Budaya



Flores Timur

Setiap kampung adat memiliki kekhasan adat istiadat yang mencerminkan kearifan lokal masyarakatnya. Salah satunya adalah Kampung Adat Lamahelan di Desa Helanlangowuyo, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kampung ini memiliki pesona unik yang menarik minat wisatawan. Karena kampung ini menawarkan kesempatan untuk menjelajahi warisan budaya, arsitektur tradisional, dan aktivitas budaya masyarakat setempat.

Saat sampai di depan pintu gerbang kampung adat, pengunjung akan disambut oleh patung Soba Ratu. Patung ini merupakan simbol penjaga kampung dan dipercaya dapat memberikan keseimbangan serta kerukunan bagi masyarakat. Patung ini berdiri kokoh di setiap pintu masuk, baik di sisi utara, selatan, timur, maupun barat kampung.


Sebelum masuk ke Kampung Adat Lamahelan, kamu akan melewati tangga bebatuan atau masyarakat setempat menyebutnya Wato Merik. Tangga ini disusun rapi, menuntut pengunjung untuk masuk ke kampung adat. Ini merupakan tangga yang sudah ada sejak zaman leluhur masyarakat adat Lamahelan yang dibuat sebagai penanda jalan menuju Kampung Adat Lamahelan di puncak bukit.

Tidak hanya Wato Merik dan patung Soba Ratu, Kampung Adat Lamahelan juga memiliki rumah adat atau dalam bahasa setempat disebut dengan Bale Adat. Ini merupakan tempat yang digunakan masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan seperti rapat penting, upacara adat, dan tradisi budaya. Berdirinya rumah adat ini menandakan bahwa masyarakat Kampung Adat Lamahelan masih menjaga dan melestarikan warisan leluhur mereka.

Kampung Adat Lamahelan adalah desa wisata yang sudah terverifikasi dalam Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Meskipun berada di Indonesia bagian timur, kampung adat ini sangatlah menarik untuk dikunjungi.

Hal ini terbukti ketika rombongan wisatawan dari Amerika, Australia, Inggris, dan Kanada mengunjungi Kampung Adat Lamahelan. Tujuan utama mereka adalah melihat secara langsung rumah tenun (tur tekstil) di kampung ini.

Tidak hanya itu, mereka juga mengamati kebudayaan di Kampung Adat Lamahelan yang masih dilestarikan. Para wisatawan mancanegara ini juga melihat situs budaya seperti gading-gading dan patung adat di Lamahelan.

Masyarakat Lamahelan identik dengan keahliannya sebagai pengiris tuak dan pemasak arak terkenal. Di Flores, arak atau moke memiliki peran penting dalam ritus adat. Arak bukan sebuah simbol, melainkan menyatu dengan ritus itu sendiri. Setiap tegukan arak oleh para tetua adat dilakukan secara sadar dan bagi mereka ini merupakan minuman yang diinginkan leluhur.

Untuk memasak arak, masyarakat Lamahelan memiliki cara tersendiri. Periuk tanah diletakkan di atas tungku, lalu sebuah bambu berbentuk semacam cerobong asap disambungkan pada periuk tanah tersebut.

Di dalam rongga-rongga bambu inilah, uap dari tuak putih yang dimasak disuling menjadi butir-butir arak yang ditampung ke dalam botol kaca. Mereka akan menggunakan kayu bakar khusus dan hanya diketahui oleh masyarakat adat Lamahelan. Arak Lamahelan sangatlah terkenal, bahkan menjadi primadona di kalangan para pencintanya.

Artikel ini sudah tayang di detikBali. Baca di sini selengkapnya.

(nor/ddn)



Sumber : travel.detik.com