Tag Archives: iritasi

Sudah Tahu Belum Perbedaan Seprai dan Bed Cover? Ini Penjelasannya



Jakarta

Tempat tidur biasanya disertai dengan dengan berbagai perlengkapan seperti bantal, guling, sarung, seprai, bed cover, dan selimut. Benda tersebut menambah kenyamanan dan estetika tempat tidur.

Seprai dan bed cover adalah kain berukuran besar yang biasa melapisi permukaan tempat tidur. Nggak heran, istilah kedua barang ini terkadang suka tertukar.

Padahal, seprai dan bed cover sebenarnya punya fitur yang berbeda, lho. Supaya nggak bingung, simak perbedaan keduanya berikut ini.


Perbedaan Seprai dan Bed Cover

Inilah perbedaan antara seprai dan bed cover dikutip dari Comfort Beddings.

Fungsi

Seprai merupakan kain yang berfungsi untuk menutup permukaan matras supaya tidak langsung bersentuhan dengan kulit. Lapisan ini membantu melindungi kulit dari iritasi dan alergi karena debu dan bakteri pada matras. Bed cover juga berfungsi untuk melapisi kasur, namun sekaligus menjadi selimut yang memberi kehangatan.

Bentuk

Seprai kasur berupa kain tipis lebar dengan bentuk persegi yang sesuai dengan dimensi kasur. Lalu, terdapat lapisan karet di sekitar kain untuk menyangkutkan seprai dengan pas pada matras.

Sementara itu, bed cover yang juga lebar dan berbentuk persegi memiliki bahan yang lebih tebal dan empuk. Hal ini membuat bed cover dapat memberi kenyamanan dan kehangatan.

Ukuran

Meski seprai dan bed cover sama-sama berfungsi sebagai ‘pakaian’ bagi kasur, ketersediaan ukuran kedua barang tersebut ternyata berbeda. Seprai kasur dijual dalam ragam ukuran untuk menyesuaikan banyaknya ukuran kasur di pasaran. Namun, bed cover umumnya hanya tersedia dalam satu ukuran saja.

Estetika

Kedua benda ini sebenarnya dapat menambah nilai estetika pada kasur. Namun, bed cover lebih dikenal sebagai dekorasi tempat tidur, sebab tersedia dalam banyak warna dan motif unik. Berbeda halnya dengan seprai, umumnya digunakan dengan warna polos dan motif yang tidak terlalu mencolok.

Pada intinya, bed cover dan seprai merupakan dua benda dengan bentuk dan fungsi berbeda, tetapi bisa digunakan secara bersamaan untuk membuat tempat tidur nyaman digunakan untuk beristirahat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Sering Gagal Rawat Tanaman? Mungkin Saatnya Beralih ke Tanaman Palsu


Jakarta

Banyak orang suka memajang atau memelihara tanaman di dalam rumah agar terasa asri dan sehat. Sayangnya, terkadang tanaman tidak terurus dengan baik, hingga akhirnya kering dan mati.

Selain itu, ada saja kondisi yang bikin penghuni rumah nggak cocok pelihara tanaman. Misalnya penghuni punya riwayat alergi atau hewan peliharaan.

Namun, penghuni rumah masih bisa memajang tanaman palsu, kok! Tanaman palsu dapat memberi kesan asri tanpa perlu repot-repot dirawat.


Lantas, apa saja pertanda lebih baik pajang tanaman palsu ketimbang yang asli ya? Simak ulasannya berikut ini, dikutip dari Better Homes and Gardens.

7 Pertanda Lebih Baik Pajang Tanaman Palsu di Rumah

Inilah beberapa ciri-ciri hunian yang sebaiknya memajang tanaman palsu daripada yang asli.

1. Tanaman Sulit Dipelihara

Ada tanaman yang kurang cocok dipelihara indoor karena memerlukan intensitas cahaya dan kelembapan tertentu yang hanya ada di luar ruangan. Namun, kalau sangat menyukai tanaman itu, pemilik rumah bisa beralih ke versi palsunya, lho.

2. Penghuni Jarang di Rumah

Jika penghuni jarang berada di rumah, sebaiknya memilih tanaman palsu. Penghuni rumah tetap bisa mendapatkan suasana rumah yang asri dari tanaman palsu tanpa perlu repot-repot merawatnya.

3. Ada Hewan Peliharaan

Beberapa tanaman indoor populer ternyata beracun bagi hewan peliharaan, lho. Daripada hewan peliharaan keracunan atau mengalami iritasi kulit, ada baiknya memilih tanaman palsu saja.

4. Penghuni Tidak Pandai Merawat Tanaman

Jangan bersedih kalau mendapati tanaman sering mati di rumah, pemilik bisa coba beralih ke tanaman palsu. Gunakan tanaman palsu untuk memberi kehijauan pada rumah selagi masih belajar merawat tanaman.

5. Penghuni Punya Riwayat Alergi

Sejumlah tanaman indoor dapat memicu alergi pada penghuni rumah. Jika punya riwayat alergi terhadap tanaman tertentu tapi masih ingin memeliharanya, gunakan tanaman palsu saja. Namun jangan lupa untuk rajin membersihkannya dari debu ya.

6. Penghuni Tidak Suka Kotor dan Serangga

Tanaman bisa mengundang serangga masuk rumah, lalu media tanam seperti tanah bisa mengotori rumah. Kalau penghuni rumah nggak suka kotor-kotoran dan serangga, tanaman palsu bakal lebih cocok buat dipelihara.

7. Masih Sewa Tempat Tinggal

Bagi yang masih menyewa tempat tinggal, mungkin memiliki tanaman asli bakal lebih merepotkan. Sebab, memindahkan tanaman dari satu tempat ke tempat lainnya akan menambah beban bawaan. Selain itu, tanaman asli bisa mengotori rumah sewaan milik orang lain.

Itulah beberapa pertanda sebaiknya penghuni memajang tanaman palsu daripada memelihara tanaman asli di rumah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

6 Cara Basmi Kamitetep di Rumah, Bisa Pakai Sabun Cuci Piring


Jakarta

Pernah dengar hewan kamitetep? Serangga yang yang satu ini kerap ditemukan di Indonesia.

Kamitetep atau Phereoeca uterella memiliki bentuk seperti larva yang biasanya hinggap di ruangan dengan suhu lembap. Selain itu, hewan ini juga kerap hinggap di tempat-tempat yang jarang dibersihkan, seperti gudang dan kolong tempat tidur.

Serangga ini bisa membuat badan gatal-gatal atau iritasi jika bulu halusnya kontak dengan manusia. Tak heran, banyak penghuni rumah yang ingin membasminya.


Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini tips membasmi kamitetep di rumah.

1. Bersihkan Rumah

Hewan ini biasa ditemukan di dinding atau menggantung di atap rumah. Kamitetep biasanya memakan jaring laba-laba, wool, maupun larva untuk bertahan hidup. Maka tak heran kalau hewan ini ditemukan di tempat-tempat yang jarang dibersihkan.

Dilansir dari Bugwiz, penghuni rumah bisa membersihkan ruangan agar tidak menjadi habitat kamitetep di rumah. Bersihkan debu-debu dan sarang laba-laba di rumah, termasuk sampah-sampah organik yang ada.

2. Jaga Kelembapan Rumah Tetap Rendah

Kamitetep menyukai tempat dengan kelembapan tinggi. Nah, penghuni rumah bisa menjaga kelembapan rumah rendah agar tidak menjadi tempat bernaung kamitetep.

Salah satu caranya bisa membuka jendela untuk sirkulasi udara yang lancar atau menggunakan dehumidifier. Buat rumah terasa sejuk dan kering.

3. Pakai Sabun Cuci Piring

Kamitetep bisa dibasmi pakai sabun cuci piring. Ini merupakan salah satu langkah yang mudah untuk membasmi kamitetep tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.

Caranya, campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air. Campurkan namun jangan sampai banyak busa.

Sebaiknya jangan langsung menyemprotkan cairan tersebut ke kamitetep karena mereka memiliki lapisan pelindung di tubuhnya. Caranya, bisa menusuk selubung hewan tersebut agar tidak bergerak dan buat lubang kecil agar cairan sabun cuci piring yang sudah dibuat bisa masuk ke dalam tubuhnya untuk membasmi kamitetep.

4. Tutup Pintu Masuk Kamitetep

Dilansir dari The Pest Informer, retakan dan celah di dinding, jendela, dan pintu bisa menjadi pintu masuk bagi kamitetep. Penghuni rumah bisa menutup titik masuk ini untuk mencegah kamitetep masuk ke dalam rumah. Apabila ada retakan di dinding, segera ditambal agar tidak menjadi tempat penampungan serangga.

5. Gunakan Pestisida

Jika menggunakan cara-cara di atas masih belum bisa membasmi kamitetep, bisa mempertimbangkan penggunaan pestisida. Pastikan produk yang aman untuk penggunaan di dalam ruangan dan ikuti petunjuk pada label.

6. Panggil Jasa Profesional

Jika keberadaan kamitetep di rumah sangat banyak dan sulit dikendalikan atau dibasmi, sudah saatnya memanggil jasa profesional.

Itulah beberapa cara membasmi kamitetep di rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

6 Hal yang Dapat Memperpendek Umur Kasur


Jakarta

Merawat kasur sebenarnya tidak begitu sulit asalkan pemakainya dapat menjauhkan hal-hal tak penting dan berbahaya dari kasur. Selama bisa menghindari hal tersebut, kasur tidak akan cepat rusak dan bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama.

Bagi yang belum mengetahui apa saja yang harus dihindari dan dijauhkan dari kasur, dilansir Tom’s Guide, berikut beberapa di antaranya.

1. Tidak Menggunakan Pelindung Kasur

Kasur modern saat ini tidak lagi bisa digulung atau dilipat karena terdapat per dan susunan lainnya yang dibuat khusus agar kasur nyaman digunakan. Tugas pemakainya adalah memasang pelindung pada kasur agar bagian permukaannya aman. Pelindung ini ada banyak macamnya, tetapi yang paling mendasar adalah memasang seprai. Selain melindungi kasur, seprai juga bisa melindungi kamu dari gigitan tungau.


2. Kasur Basah

Kasur adalah benda yang disarankan harus berada dalam keadaan kering. Sebab, di dalam kasur terdapat beberapa susunan yang rentan terhadap air. Apabila terkena air, kasur akan cepat kusam, bernoda, dan logam di dalam kasur berkarat. Oleh karena itu, kasur yang sudah terendam air biasanya tidak nyaman lagi dipakai. Saat membersihkan kasur, gunakan cairan seminimal mungkin, hindari meletakkan wadah cairan di atasnya, dan saat membersihkan area yang basah, pastikan benar-benar kering.

3. Mengabaikan Noda

Noda bukan hanya berasal dari cairan yang tumpah ke kasur. Bisa juga karena makanan, air mani, atau transfer warna dari barang-barang tertentu. Mengabaikan noda dapat merusak permukaan kasur serta menjadikannya tempat berkembang biaknya bakteri, jamur, dan lumut. Dari luar mungkin akan tampak baik-baik saja, tetapi seiring waktu noda tersebut akan berubah warna karena pertumbahan jamur dan bakteri. Beberapa noda juga bisa menimbulkan bau tak sedap dan iritasi pada kulit.

4. Tidak Menyedot Debu Kasur

Mungkin secara kasat mata, kasur tidak terlihat berdebu, kotor, dan lembap. Padahal kasur merupakan salah satu tempat yang kotor yang perlu dibersihkan secara menyeluruh, bukan hanya bagian seprai.

Jika kasur tidak bisa dicuci, minimal gunakan alat penyedot debu khusus untuk permukaan kain yang lembut. Vacuum cleaner seperti ini dapat membutuh bakteri dan membasmih tungau yang bersembunyi di sela-sela kasur.

5. Tidak Memutar Kasur

Ternyata memutar kasur adalah cara yang ampuh untuk mencegah salah satu bagian kasur rusak. Dengan memutas kasur, setiap bagian dapat mendapat beban yang sama sehingga tidak hanya satu bagian yang haus. Waktu yang tepat untuk memutas kasur adalah tiga hingga enam bulan untuk menjaga bentuk permukaannya.

6. Menggunakan Bahan Kimia Keras

Hindari pemakaian bahan kimia keras yang tak disarankan saat membersihkan kasur. Dua bahan yang tidak disarankan adalah pemutih dan pelarut yang diklaim bisa memberihkan permukaan, padahal justru merusak serat dan bahan kasur. Selain itu, bahan kimia keras juga tidak bagus untuk kulit dan pernapasan pemakainya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

4 Penyebab Kamitetep Bisa Masuk Rumah, Ini Cara Basminya



Jakarta

Pernahkah melihat benda kecil dan pipih berbentuk seperti biji labu di sekitar rumah? Kemungkinan besar itu adalah kepompong kamitetep atau Phereoeca uterella, sebuah serangga sejenis ngengat.

Kamitetep sering kali ditemukan pada tembok dan sudut ruangan dan kolong furniture, terutama kalau rumah jarang dibersihkan. Meski tidak berbahaya, serangga ini bisa membuat badan gatal-gatal atau iritasi kalau sampai tersentuh.

Lantas, kenapakamitetep suka muncul di rumah ya? Simak penjelasannya berikut ini.


Penyebab Kamitetep Masuk Rumah

Inilah sederet alasan kamitetep ada di dalam rumah, dilansir dari Bugwiz.

1. Lingkungan Memadai

Kamitetep mencari tempat hidup dan berkembang biak yang cocok untuk mereka. Serangga ini menyukai lingkungan yang lembap, panas, terlindungi, dan minim gangguan.

Mereka juga tidak pilih-pilih soal tempat berlindung asalkan kebutuhan kelembaban mereka terpenuhi. Oleh karena itu, kamitetep berkembang biak dengan subur dan bisa menyebarkan telurnya di rumah.

2. Banyak Sumber Makanan

Kamitetep akan betah tinggal di rumah yang banyak sumber makanan bagi mereka. Serangga ini pun nggak pilih-pilih makanan dan akan memakan bahan organik apa pun.

Rumah yang jarang dibersihkan tentu menyediakan banyak makanan buat kamitetep. Mereka suka makan sarang laba-laba, debu, kain, serangga mati, rambut, dan lainnya.

3. Jarang Bersihkan Rumah

Jika rumah jarang dibersihkan sampai berbulan-bulan, bisa ada banyak kamitetep di rumah. Ruangan atau area yang kotor atau diabaikan akan dipenuhi kepompong kamitetep.

Serangga biasa ditemukan di garasi, kamar tidur, dan dapur. Mereka menempel pada dinding, loteng, kayu, batu bata, dan plesteran.

4. Ada Celah Masuk Rumah

Serangga itu sebenarnya berasal dari luar rumah. Kamitetep betina dewasa yang telah kawin menemukan jalan masuk dan bertelur di rumah.

Di sisi lain, mereka juga bisa tak sengaja terbawa masuk ke rumah. Misalnya penghuni rumah membawa benda baru seperti tanaman, karpet, dan furniture yang terdapat kamitetep ke dalam rumah.

Cara Basmi Kamitetep

Inilah cara membasmi kamitetep di rumah.

1. Jaga Kelembapan Ruangan

Kamitetep berkembang biak saat kelembapan tinggi, maka coba kurangi kelembapan di dalam ruangan. Pastikan ada sirkulasi udara dan tidak ada genangan air atau barang lembap.

2. Bersihkan Rumah

Kamitetep memakan berbagai bahan organik, seperti sarang laba-laba, kain, dan serangga mati. Oleh karena itu, penghuni rumah harus rajin membersihkan kotoran di rumah.

3. Gunakan Sabun Cuci Piring

Kamitetep bisa dibasmi pakai sabun cuci piring. Campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air, tapi jangan sampai banyak busa.

Jangan langsung menyemprotkan cairan tersebut ke kamitetep. Tusuk kepompong hewan tersebut agar tidak bergerak dan buat lubang kecil agar cairan sabun cuci piring yang sudah dibuat bisa masuk ke dalam tubuhnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Tanpa Kapur Barus, Ini Cara Alami Basmi Semut di Rumah



Jakarta

Keberadaan semut di rumah terkadang cukup mengganggu. Sebab, semut akan berkerumun bersama koloninya di beberapa tempat di rumah seperti dapur, sudut ruang, hingga di lantai. Walau tidak memiliki dampak yang parah, semut-semut ini pada jenis tertentu dapat menggigit kulit manusia dan menyebabkan iritasi.

Mengusir semut pada umumnya dilakukan oleh sebagian orang menggunakan kapur barus. Benda itu memang terbukti cepat mengusir semut dalam waktu sekejap. Namun, jika tidak memiliki persediaan kapur barus, kira-kira bahan apa ya yang juga bisa membasmi semut?

Dikutip dari situs Apartment Therapy, pada Kamis (5/6/2025), ternyata gula bisa membasmi semut. Akan tetapi, gula harus dicampur dengan soda kue agar bisa menghilangkan nyamuk.


Mengapa ini bisa terjadi?

Menurut Ahli Entomologi David Price, menjelaskan bahwa gula bubuk terutama memiliki daya tarik bagi semut sebagai sumber makanan karena mereka suka mencari air dan sumber energi.

Bila gula dicampur dengan soda kue, semut tidak hanya mendapatkan asupan gula sebagai makanan, tetapi juga mendapat zat yang bernama natrium hidrogen karbonat. Natrium ini akan bereaksi dengan asam di dalam tubuh semut, lalu menyebabkan reaksi kimia yang dapat membuat rangka luar semut kering. Akhirnya, semut pun bisa mati.

Adapun, cara yang dapat dilakukan adalah dengan mencampurkan soda kue dan gula dengan perbandingan 1:1. Gunakan hanya ¾ sendok makan dan campur keduanya di tutup toples. Letakkan tutup toples di lokasi yang strategis di mana banyak semut berkumpul. Maka, semut akan mendekat dan makan campuran tersebut.

Sementara itu, untuk mencegah semut terutama di bagian dapur, penting untuk menjaga dapur tetap bersih dan bebas dari sisa-sisa makanan. Gunakan cuka untuk membersihkan permukaan dapur dan menggosok jejak semut.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Tips Mudah Merawat Lidah Mertua Biar Makin Cantik dan Subur


Jakarta

Ada berbagai jenis tanaman hias yang cocok ditanam di rumah, salah satunya yang populer adalah lidah mertua (Sansevieria). Tanaman ini memiliki sejumlah manfaat untuk hunian, mulai dari memperbaiki kualitas udara hingga mengatur kelembapan.

Lidah mertua juga termasuk tanaman yang mudah dirawat lho. Maka dari itu, lidah mertua sangat cocok bagi detikers yang baru memulai menanam tanaman hias di rumah.

Meski mudah dirawat, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menanam lidah mertua. Bagaimana tips merawat lidah mertua? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Tips Mudah Merawat Lidah Mertua

Ada sejumlah tips dalam merawat lidah mertua agar bisa tumbuh subur. Dikutip dari The Spruce, Rabu (11/6/2025), berikut beberapa tipsnya:

1. Beri Sinar Matahari

Lidah mertua perlu sinar matahari sekitar 8-10 jam dalam sehari. Akan tetapi, tanaman ini juga dikenal dapat bertahan hidup meski dalam kondisi minim cahaya. Namun, proses pertumbuhannya akan berjalan lambat.

Maka dari itu, sebaiknya letakkan lidah merua di jendela yang menghadap arah timur. Bisa juga meletakkan tanaman ini di dekat jendela yang menghadap ke selatan atau barat.

2. Tanam di Tanah Pot yang Gembur

Lidah mertua lebih menyukai campuran tanah pot yang gembur dan punya drainase baik. Tanaman ini dapat tumbuh subur di tanah berpasir, sehingga tanah pot kaktus serbaguna bisa menjadi pilihan terbaik.

Perlu diingat, jangan mencampur tanah yang mengandung persentase gambut tinggi karena dapat menahan terlalu banyak air.

3. Siram Air ketika Sudah Kering

Lidah mertua sebaiknya disiram ketika benar-benar kering dan pastikan disiram secara menyeluruh. Jika kamu tinggal di udara yang cenderung sejuk atau dingin, lidah mertua hanya perlu disiram sebulan sekali saja. Jika daunnya sudah terlihat rapuh dan kering, sebaiknya segera disiram.

Sebagai informasi, tidak dianjurkan menyiram lidah mertua secara berlebihan. Sebab, terlalu bayak air membuat tanaman ini jadi terendam dan sistem akarnya menjadi busuk.

3. Suhu dan Kelembapan

Agar dapat tumbuh subur, sebaiknya tanam lidah mertua di suhu sekitar 21-32 derajat Celcius. Sebagai pengingat, tanaman ini tidak tahan terhadap embun beku dan suhu di bawah 10 derajat Celcius. Dalam jangka waktu singkat, lidah mertua bisa mati karena suhu yang dingin.

Jika ingin menanam lidah mertua di dalam rumah, pastikan tingkat kelembapannya berada di antara 30-50%.

4. Pupuk

Beri pupuk setiap enam bulan sekali agar lidah mertua tetap tumbuh dengan baik. Jika ditanam di dalam ruangan, sebaiknya beri pupuk cair organik.

5. Rutin Mengecek Batangnya

Selain mengganti pupuk, penting juga untuk mengecek batang lidah mertua secara teratur. Jika batangnya berubah warna jadi kuning dan teksturnya lembek, hal itu terjadi karena terlalu banyak disiram air sehingga mengalami pembusukan akar.

Manfaat Menanam Lidah Mertua di Rumah

Ada sejumlah manfaat dari menanam lidah mertua di rumah. Apa saja? Simak di bawah ini:

  • Mudah dirawat dan cocok bagi orang yang baru pertama kali menanam tanaman di rumah.
  • Mengatasi udara kotor.
  • Dapat menghilangkan benzena, formaldehida, toluena, trikloroetilen pada udara di dalam ruangan.
  • Punya bentuk yang unik dan menarik sebagai tanaman hias.
  • Dapat tumbuh di kondisi cahaya yang redup, meski proses pertumbuhannya sedikit lambat
  • Tidak perlu disiram air setiap hari.
  • Tahan kering.
  • Mengeluarkan oksigen saat malam hari.

Sebagai catatan, lidah mertua merupakan tanaman yang sedikit beracun bagi hewan peliharaan. Maka dari itu, tanaman ini tidak disukai kucing dan anjing. Apabila lidah mertua tertelan manusia, hal ini berisiko menyebabkan iritasi mulut, gangguan pencernaan, hingga muntah.

Demikian tips merawat lidah mertua di rumah agar tumbuh subur. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

5 Tanda Genteng Rumah Bocor Meski Tak Sedang Hujan, Waspadai Kerusakannya!



Jakarta

Masalah kebocoran atap atau genteng rumah sering kali baru disadari saat hujan deras mengguyur. Air yang merembes perlahan masuk ke dalam celah atap bisa menyebabkan noda di plafon, kerusakan material bangunan, hingga munculnya jamur berbahaya. Tapi, bagaimana jika Anda ingin membeli rumah atau melakukan pengecekan saat cuaca cerah dan belum turun hujan?

Tenang, ada beberapa tanda genteng rumah bocor yang bisa dikenali meskipun tidak sedang hujan. Berikut ulasannya, seperti dilansir dari Angi:

1. Genteng Retak, Pecah, atau Bergeser

Salah satu penyebab umum kebocoran adalah kondisi genteng yang sudah tidak utuh. Periksa bagian atap rumah, bisa dengan bantuan profesional, untuk memastikan tidak ada genteng yang:


  • Retak atau pecah karena usia, beban berat, atau cuaca ekstrem
  • Bergeser dari posisinya akibat angin atau guncangan

Celah kecil sekalipun bisa menjadi jalur masuk air ke dalam rumah.

2. Muncul Warna Tak Biasa di Plafon

Plafon yang berubah warna (biasanya coklat, hitam, atau kehijauan) adalah pertanda kuat bahwa atap pernah bocor. Warna ini umumnya disebabkan oleh:

  • Jamur dan lumut yang tumbuh di area lembap
  • Kebocoran lama yang meninggalkan bekas air

Jamur, terutama jenis black mold, bisa memicu gangguan kesehatan seperti iritasi kulit hingga gangguan pernapasan.

3. Suara Tetesan Air dari Plafon

Mendengar suara air menetes padahal tidak ada keran terbuka? Itu bisa menjadi pertanda ada air yang merembes dari atas plafon. Jika plafon tidak tahan air, jamur bisa tumbuh dan memperburuk kondisi visual maupun struktural rumah.

4. Flashing Atap Rusak

Flashing adalah material pelindung yang dipasang di sambungan atap untuk mencegah kebocoran. Jika flashing rusak atau bergeser, air hujan bisa tetap lolos dan masuk ke dalam rumah meskipun sudah dilapisi cat pelindung.

5. Genangan Air di Talang Atap

Saat melakukan pemeriksaan atap, cek juga talang air. Jika terlihat genangan yang tidak mengalir, bisa jadi sistem drainase bermasalah. Penyebab genangan antara lain:

  • Cekungan pada jalur pembuangan
  • Sumbatan dari daun atau sampah
  • Desain kemiringan yang kurang optimal

Saluran air yang tidak lancar bisa menyebabkan limpahan dan memicu kebocoran di bagian dalam rumah.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Mudah dan Ampuh! 3 Cara Bersihkan Sarang Laba-Laba di Plafon Rumah



Jakarta

Langit-langit rumah jadi sarang laba-laba? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang sering menyepelekan sarang laba-laba yang menempel di sudut-sudut atap rumah karena sulit dijangkau dan biasanya berada di area gelap.

Padahal, kalau dibiarkan, sarang laba-laba bisa terus menumpuk dan bikin kualitas udara dalam rumah jadi nggak sehat. Belum lagi tampilannya yang bikin rumah terlihat kotor dan kurang terawat.

Nah, biar rumah tetap bersih dan bebas jaring laba-laba, ada 3 cara simpel dan efektif yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah. Melansir dari Herzindagi, ini dia langkah-langkahnya!


1. Gunakan Penyedot Debu Panjang

Punya penyedot debu (vacuum cleaner) dengan ujung fleksibel dan panjang? Ini bisa jadi senjata andalan. Cukup arahkan ke langit-langit dan sudut-sudut ruangan tempat sarang laba-laba biasa muncul. Selain praktis, cara ini juga minim kontak langsung dengan tangan-lebih higienis.

2. Semprot dengan Campuran Sabun & Air

Kalau kamu ingin metode yang lebih menyeluruh, coba buat larutan pembersih sendiri. Campurkan 2 cangkir air hangat dan 1 cangkir deterjen cair. Masukkan ke dalam botol semprot, kocok rata, lalu semprotkan ke area yang terkena jaring laba-laba. Selain membersihkan sarangnya, cairan ini juga bisa membantu mengangkat noda yang menempel di langit-langit rumah.

3. Desinfeksi dengan Pemutih

Butuh efek pembersih maksimal sekaligus mencegah jamur? Campuran 2 cangkir air + ½ cangkir pemutih bisa jadi solusi. Masukkan ke dalam botol semprot dan aplikasikan ke area yang kotor. Tapi ingat, pakai sarung tangan ya! Karena pemutih bisa membuat kulit iritasi.

Bonusnya, larutan ini nggak cuma bersihin sarang laba-laba, tapi juga bikin langit-langit rumah lebih bersih dan bebas jamur.

Jadi, dari pada sarang laba-laba makin menumpuk dan bikin rumah terasa pengap, yuk luangkan sedikit waktu untuk bersih-bersih langit-langit rumah! Rumah rapi, udara bersih, suasana pun makin nyaman.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

4 Bahan di Rumah yang Nggak Disukai Lintah, Dijamin Auto Kabur!


Jakarta

Lintah merupakan parasit yang bisa menghisap darah hewan dan manusia. Mereka dapat beraksi tanpa disadari karena lintah memiliki 3 gigi berbentuk segitiga untuk memotong dan mengeluarkan serangkaian zat kimia untuk mengencerkan darah. Hal ini yang membuat kulit mati rasa sehingga kehadirannya tidak terdeteksi.

Parasit satu ini biasanya hidup di air tawar. Meskipun di perkotaan cukup jarang ditemui, tetapi pada rumah-rumah yang sering banjir, hewan ini bisa terbawa ke permukiman.

Ukuran lintah bermacam-macam, mulai dari sekecil lalat hingga 7 cm. Efek dari gigitan lintah di antaranya iritasi kulit, gatal, pendarahan, hingga memar.


Jika melihat lintah di rumah, tidak perlu panik apalagi asal mematikannya. Dilansir dari How to Repel begini cara mengusir lintah.

Cara Mengusir Lintah dari Rumah

1. Garam

Garam merupakan bumbu dapur yang berguna untuk mengusir hewan-hewan seperti lintah dan bekicot. Caranya cukup dengan menaburkan garam di sekeliling lintah atau daerah yang sering didatanginya. Garam dapat memberikan efek osmosis yang menyebabkan dehidrasi pada tubuh lintah. Garam dapat menarik air dari dalam tubuh lintah, menyebabkan dehidrasi.

Sebagai catatan, garam tidak disarankan dipakai untuk mengusir lintah yang sudah menggigit di kulit manusia atau hewan. Apabila sudah menempel di kulit, coba cari kepala lintah, kemudian tekan kulit di area yang digigit, agar lintah mudah terlepas. Apabila sulit, ambil kertas atau kartu ATM dan kartu yang agak keras untuk melepas lintah.

2. Jus lemon

Perasan lemon sering sekali digunakan untuk membersihkan barang dan mengusir binatang. Air perasan yang mengandung asam ini sangat tidak disukai oleh lintah. Cara memakainya adalah dengan memeras jeruk kemudian campurkan dengan sedikit air. Siram pada area dinding dan tanaman yang sering ditemui lintah.

3. Bawang Putih dan Cengkeh

Bahan alami lainnya yang ditakuti oleh lintah adalah bawang putih dan cengkeh. Dua bahan dapur ini ternyata memiliki senyawa yang dapat menahan lintah mendekat. Bawang putih dan cengkeh yang digunakan tidak perlu banyak, secukupnya saja. Lalu hancurkan dan sebar di area yang lembap di mana lintah sering terlihat.

4. Minyak Atsiri

Lintah cukup sensitif dengan wewangian, salah satunya adalah aroma dari minyak atsiri atau essential oil. Cara ini lebih mudah dan praktis karena tinggal disemprot ke area yang sering didatangi lintah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com