Tag Archives: jajanan

Surga Kuliner Murah dan Pesta UMKM



Depok

Lebaran Depok bukan cuma soal tradisi tetapi juga surga kuliner murah meriah yang ditunggu warga tiap tahun. Ratusan UMKM tumpah ruah di Alun-alun Timur GDC, jadi motor penggerak ekonomi lokal dalam satu festival rakyat yang penuh cita rasa.

Berbagai macam UMKM ditawarkan, mulai dari jajanan, makanan berat, minuman sampai fesyen. Yang paling menonjol adalah yang Betawi banget, di antaranya dodol dan kerak telor.

Ya, Lebaran Depok memang menjadi arena untuk melestarikan kekhasan Betawi Depok.


Wali Kota Supian Suri di Lebaran Depok 2025Wali Kota Supian Suri di Lebaran Depok 2025 (Rifkianto Nugroho)

Wali Kota Supian Suri mengatakan bahwa pemkot telah melakukan pendataan pada perajin atau orang-orang yang masih melestarikan makanan khas Depok, termasuk dodol Betawi. Ia mengaku telah memberikan support kepada mereka dalam sisi pemasaran.

“Juga, kita akan men-support orang-orang yang selama ini belum perhatian terhadap ini untuk juga perhatian terhadap makanan-makanan yang memang menjadi kekhasan kita,” kata Supian pada Kamis (15/5).

Dodol adalah produk yang memiliki biaya produksi mahal tapi tidak mudah dipasarkan, katanya.

“Makanya kita pemerintah harus hadir di sana dan insya Allah mudah-mudahan dengan kehadiran kita pemerintah mendorong UMKM bisa tumbuh sehingga kita bisa dua hal kita dapatkan,” ujar dia.

Menyinggung programnya, UMKM Naik Kelas, Supian akan memberikan support sesuai kebutuhan UMKM, seperti pemasarann, packaging, atau di perizinannya.

“Ini yang kita coba dorong untuk kita bisa, prinsipnya event-event seperti ini menjadi ajang mereka menunjukkan produksi-produksinya,” kata dia.

Sebagai putra Betawi Depok, Supian menunjukkan kebolehannya untuk mengaduk dodol dalam wajan kayu besar di dalam booth UMKM Haji Satibi. Dia mengatakan bahwa pekerjaan itu memang butuh keahlian khusus.

Wali Kota Depok Supian Suri di Lebaran Depok 2025Wali Kota Depok Supian Suri di Lebaran Depok 2025 (Rifkianto Nugroho)

Haji Satibi mengaku sangat senang dengan kunjungan wali kota. Ia tak pernah ketinggalan untuk muncul tiap tahun di Lebaran Depok.

“Omzetnya terbilang bagus, ngangkat budaya lokal,” kata pria berusia 53 tahun itu.

Dodol yang paling laris adalah rasa original dan wijen. Yang kecil dibandrol dengan harga Rp 20 ribu, dan besar Rp 35 ribu. Biasanya, dagangannya laku keras di hari terakhir. Digelar Sabtu, pengunjung ramai dari pagi hingga malam.

“Tahun kemarin tembus 35 juta di satu titik,” kata dia.

Haji Satibi menambahkan informasi bahwa dia membuka lebih dari satu booth di Lebaran Depok itu.

Yang suka ngemil, mungkin bisa mampir ke Dimsun Kuy milik Ibu Deva (25). Meski dalam keadaan mengandung, ia tetap melayani pembeli dengan sumringah.

Lebaran Depok 2025Lebaran Depok 2025 (Rifkianto Nugroho)

“Tiap tahun ikut, sama kaya tahun kemarin ramenya di weekend,” kata dia.

Dimsum seharga Rp 20 ribu itu ramai peminat saat cuaca bersahabat. Tapi di kala hujan, Deva mengaku sangat sedih karena sepi.

“Kalau weekend biasanya sampai tembuh di atas Rp 1 juta,” katanya.

Jajanan seperti bakso goreng, crab, yakitori, pizza, tumpah ruah di sana. Tak perlu takut kehabisan, ada sekitar 250 UMKM yang berjualan di sana dengan harga yang dijamin murah meriah. Apalagi makanan-makanan berkuah panas seperti soto, bakso, dan mie kocok.

Lebaran Depok 2025Lebaran Depok 2025 (Rifkianto Nugroho)

Mie Kocok Geulis berada di booth bagian depan, dekat jembatan. Ibu Fitri, yang menjaga lapak, mengaku bahwa pagi adalah waktu yang paling ramai selain weekend.

“Kalau ramai tembuslah Rp 2 juta,” jawabnya sambil menyiapkan semangkuk mie kocok khas Sukabumi yang menggugah selera di saat hujan.

Dengan harga Rp 25 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati kuah panas gurih dengan campuran mie, tulang rangu, bakso dan sayuran. Meja makannya pun disediakan di dalam booth, jadi jangan khawatir soal panas atau hujan.

Ibu Fitri datang dengan anak dan cucu-cucunya. Cucunya yang bernama Aril (2), tampak gembira memegang balon dengan lampu LED. Meski belum lancar berbicara, ia menggut-manggut senang saat ditanya tentang perasaanya bermain di sana.

“Sering ke sini bawa cucu kalo weekend, senang dengan acara ini,” kata dia.

(bnl/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Piknik di Pantai-Kulineran di Pasar



Yogyakarta

Tahun Baru 2025 sudah di depan mata. Traveler yang ingin menghabiskannya di Yogyakarta simak ide liburan tahun baru berikut ini:

Yogyakarta memiliki banyak pilihan liburan seru yang bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan kota. Dari menikmati alam hingga mengeksplorasi budaya.

Selain itu, ada berbagai aktivitas menarik yang bisa mengisi waktu liburan traveler.


Berikut sederet ide liburan tahun baru di Yogyakarta yang menarik:

1. Wisata Edukasi di Kebun Binatang

Liburan yang menyenangkan dan edukatif sering kali menjadi pilihan terbaik bagi keluarga, terutama yang membawa anak-anak. Mengunjungi kebun binatang bukan hanya menawarkan pengalaman menyaksikan hewan-hewan yang menarik, tetapi juga memberikan kesempatan untuk belajar tentang berbagai jenis hewan.

Di Jogja, Anda bisa mengunjungi Gembira Loka Zoo, sebuah kebun binatang yang memiliki koleksi satwa dari berbagai belahan dunia. Selain itu, Suraloka Interactive Zoo juga bisa menjadi alternatif yang menawarkan suasana yang berbeda.

2. Berkeliling Taman

Bagi yang ingin menikmati udara segar dan suasana hijau, mengunjungi taman kota adalah pilihan yang tepat. Di taman kota, traveler bisa berjalan-jalan santai, bersepeda, atau sekadar duduk menikmati pemandangan.

Aktivitas ini memberikan kesempatan untuk melepaskan penat setelah rutinitas yang padat. Wisdom Park UGM, bisa menjadi pilihan yang tepat bagi traveler untuk melakukan aktivitas ini. Suasananya yang sangat asri dan teduh cocok untuk traveler yang ingin melakukan aktivitas outdoor namun tetap santai.

3. Wisata Budaya di Museum

Museum Benteng VredeburgMuseum Benteng Vredeburg (dok. IHA)

Jika traveler tertarik mengenal lebih dalam tentang sejarah dan budaya lokal, mengunjungi museum bisa menjadi pilihan yang menyenangkan. Di museum, traveler tidak hanya akan mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga menikmati atmosfer yang lebih tenang dan reflektif.

Museum Sonobudoyo, yang menyajikan koleksi seni dan budaya Jawa, adalah tempat yang sempurna bagi detikers yang ingin lebih mengenal warisan budaya Jogja. Selain itu, detikers juga bisa mengunjungi Museum Benteng Vredeburg atau Museum Sandi yang terletak strategis di tengah kota.

4. Staycation di Hotel

Tidak semua liburan harus menghabiskan waktu di luar kota. Staycation atau menginap di hotel lokal bisa menjadi alternatif yang menarik. detikers bisa menikmati fasilitas hotel, bersantai, dan menikmati waktu bersama keluarga tanpa harus bepergian jauh.

Beberapa hotel di Jogja menawarkan nuansa lawas yang kental, seperti The Phoenix Hotel, yang memiliki arsitektur kolonial yang indah, atau Hotel Tentrem yang menggabungkan kemewahan modern dengan sentuhan tradisional mungkin akan menjadi sensasi baru untuk detikers saat staycation.

5. Piknik di Pantai

Bagi traveler yang ingin liburan santai namun tetap menikmati alam terbuka, piknik di pantai atau danau bisa menjadi pilihan yang menyegarkan. Jogja memiliki beberapa pantai dan danau yang indah untuk dijadikan tempat piknik.

Contohnya seperti Pantai Parangtritis yang terkenal dengan pasir hitamnya dan pantai-pantai di Gunungkidul seperti Pantai Ngetun dan Wediombo. Nikmati suasana tenang sambil menikmati makanan ringan atau sekadar menikmati alam.

6. Jelajahi Kuliner Khas Jogja

Suasana di Pasar Beringharjo, Jogja, Selasa (26/12/2023).Suasana di Pasar Beringharjo, Jogja (Adji G Rinepta/detikJogja)

Liburan Tahun Baru juga bisa menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi kuliner lokal yang menggugah selera. Jogja dikenal dengan berbagai hidangan lezat yang sayang untuk dilewatkan.

Traveler bisa mengunjungi pasar tradisional untuk mencicipi makanan khas, atau menjelajahi tempat makan yang populer di kota ini. Pasar Beringharjo, Pasar Kotagede dan Pasar Ngasem adalah tiga contoh rekomendasi tempat yang sempurna untuk berburu makanan lokal.

Ada gudeg, bakpia, dan aneka jajanan tradisional khas Jogja yang bisa dicoba traveler. Bagi traveler yang ingin berburu makanan dan jajanan otentik khas Jogja, maka pilihan ini cukup menarik untuk dimasukkan dalam rencana liburan.

——-

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Nikmat Mana Lagi yang Kau Dustakan, Secangkir Kopi dan Gorengan di Taman Ayodya



Jakarta

Sore hari selepas beraktivitas seharian, duduk santai menatap pepohonan nan hijau menjadi nikmat tersendiri. Tidak perlu pergi jauh, nyamannya duduk-duduk di Taman Ayodya.

Taman Ayodya atau dikenal Taman Barito berada di Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Untuk memasukinya, traveler tak perlu mengeluarkan kocek yang besar. Cukup Rp 2.000 untuk bayar parkir dan membeli jajanan yang dijual di pinggiran taman.

Petugas keamanan Taman Ayodya, Burhanudin, mengatakan tak perlu uang besar untuk nongkrong dan bersantai-santai di taman ini. Traveler hanya cukup dengan gorengan dan segelas kopi atau minuman segar sebagai pendampingnya.


“Nongkrong di sini mah nggak perlu mahal-mahal, cukup kopi sama gorengan aja udah pas,” kata dia saat dijumpai detikTravel, Selasa (23/7/2024).

Taman yang kurang lebih luasnya 8.000 meter persegi ini di tengahnya terdapat kolam dengan air mancur yang beroperasi setiap dua jam sekali, mulai dari jam 07.00 sampai 16.00 WIB. Di pinggiran kolam juga kerap dijadikan spot untuk anak-anak memberi makan ikan.

Burhanudin juga menyampaikan perbedaan Taman Ayodia dan taman lainnya di Jakarta, jika taman yang lain ramai pengunjung saat pagi dan sore, maka Taman Ayodia akan ramai ketika sore dan malam. Walaupun sebetulnya jam operasional taman ini mulai dari jam 06.00 hingga 18.00 WIB, tapi biasanya pengunjung nongkrong hingga jam 21.00 WIB.

Hal tersebut salah satunya karena dekat dengan pusat keramaian dan tempat nongkrong anak muda. Burhanudin pun beberapa waktu ke belakang kerap memberitahu bahwa waktu berkunjung ke taman sudah usai, namun pemberitahuan itu tidak mempan.

Pada akhirnya petugas mengimbau kepada pengunjung yang ingin menikmati Taman Ayodia ini untuk tertib dan tidak melanggar aturan yang sudah tertera. Dan untungnya selama ia berjaga di sini, pengunjung yang datang ke taman hingga malam hari selalu mematuhi peraturan taman.

“Jadi pengunjung-pengunjung lama kita juga udah saling memahami gitu tertib,” ujarnya.

Banyaknya bangku-bangku juga membuat taman ini cocok dinikmati untuk bersantai-santai, adapun pengunjung yang duduk di rerumputan atau beton pinggir kolam. Cuaca sore hari yang terik mataharinya sudah redup membuat nongkrong di Taman Ayodia semakin sejuk.

Selain pengunjung anak muda, keluarga yang mengajak anaknya bermain ke Taman Ayodia pun cukup banyak. Di antaranya Puput, ia bersama suami dan anaknya memilih menikmati sore di taman ini karena suasana yang asri.

“Sering juga ke sini tapi sekarang kebetulan lagi ngajak anak main, kayak lebih seru aja buat ke taman dibanding ke tempat-tempat lain dan suasananya juga asri masih banyak pohon,” kata dia.

“Mungkin harus ditambah lagi kaya tempat bermain anak karena sekarang anak-anak yang nyari tempat bermain ke taman, bisa buat edukasi juga,” dia menambahkan.

Memang di Taman Ayodia ini tak ada wahana bermain untuk anak-anak, fasilitas yang ada di taman ini yakni beberapa alat kebugaran. Taman Ayodia juga cocok untuk olahraga sore ataupun pagi karena selain terdapat beberapa alat kebugaran juga ada track untuk jogging atau jalan santai.

Jika perut keroncongan pun tak perlu khawatir untuk mencari cemilan atau makanan berat sekaligus karena sekitaran Jalan Barito ini terkenal dengan sentra kuliner hits, ada ketan susu, nasi telur hingga sate taichan bisa jadi pilihannya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Merasakan Udara Sejuk Sembari Kulineran di Danau Setu Babakan



Jakarta

Sejuk, asri, damai, dan banyak pilihan makannya. Danau Setu Babakan mempunyai semua poin itu sehingga pas banget buat berwisata keluarga.

Jika kamu warga Jakarta dan tidak mempunyai waktu banyak untuk berlibur, melipir ke ujung selatan Jakarta untuk menuju ke kawasan Setu Babakan. Selain jadi tempat wisata edukasi, Setu Babakan juga punya danau yang asyik buat dinikmati.

Weekend adalah waktu yang pas untuk bersama keluarga, Sabtu (27/7/2024), detikTravel berkunjung destinasi ini. Terlihat deretan pedagang berjualan di dekat danau, banyak pedagang yang menjual makanan khas Betawi juga makanan lainnya.


Ada toge goreng, ketoprak, laksa, soto mie hingga jajanan lainnya. Menikmati kuliner di pinggir danau dengan angin sepoy-sepoy membuat hari yang cukup panas ini, jadi tak terasa panas.

Pepohonan besar di pinggiran danau seperti atap untuk pengunjung yang duduk-duduk di dekat danau. Menjelang tengah hari, kawasan Danau Setu Babakan mulai ditinggalkan oleh para pengunjung.

Biasanya memang ramai saat pagi hari untuk sarapan dan sore hari menjelang matahari terbenam. Menurut Aep, salah satu pedagang Soto Daging Betawi, mengatakan jika pengunjung beberapa minggu ini sedang sepi.

“Iya berubah jadi sepi aja gitu, biasanya rame hari Sabtu tuh udah beberapa minggu kaya begini aja,” katanya.

Aep juga menyebut lima tahun lalu masih banyak pengunjung yang menghabiskan waktu di Danau Setu Babakan ini. Biasanya Aep sudah berjualan di area ini sedari pagi hingga sore hari pukul 18.00 WIB.

“Ya namanya tempat begini jadi nggak tentu (pengunjungnya), ya tapi ada aja yang datang mah. Saya biasa jualan dari pagi, tadi aja jam lima subuh udah di sini, jualannya ya sampai jam 5 atau jam 6 lah. Kalau sepi mah jam 5 juga udah tutup,” kata Aep.

Dari pantauan di lokasi, sekitar pukul 13.00 WIB ternyata pengunjung mulai berdatangan kembali. Banyak dari pengunjung yang membawa anak-anaknya bersantai di Danau Setu Babakan.

Ahmad mengajak istri dan anaknya untuk makan siang tepi danau ini. Dia mengatakan suasana yang adem dan pilihan makanan yang beragam jadi penentu kedatangannya.

“Ini nganter anak ke sini pengen lihat ondel-ondel terus di sini wisata budayanya juga bagus. Iya ke (danau) sekalian cari makan aja, di sini enak dan nyaman untuk nyantai-nyantai, anginnya juga sejuk,” kata warga Depok itu.

Menurut pengunjung lainnya, Tia juga mengatakan liburan ke sini karena udaranya yang sejuk. Selain itu karena tak terlalu jauh dari kediamannya juga harga yang ditawarkan oleh pedagang di sini terbilang murah.

“Sengaja datang ke sini karena udaranya sejuk, lihat danau ya terus pengen ngerasain kuliner Betawi kan banyak di sini. (Ke sini) nyari yang deket-deket aja gitu loh terus murah meriah juga,” ujar Tia.

Untuk mengganjal perut di siang hari, detikTravel pun mencoba toge goreng khas Betawi yang nikmatnya meningkat saat dipadupadankan dengan bumbu oncom. Harga seporsi toge goreng ini hanya dibanderol Rp 15.000 saja.

Kudapan lainnya juga banyak di area ini, ada cakue, kue rangi, rujak, es potong, otak-otak hingga bakso bisa jadi pilihan untuk nongkrong di pinggir danau.

Bagi yang ingin berkunjung ke Danau Setu Babakan bisa melalui jalur pintu masuk Setu Babakan atau jika ingin langsung bisa tanya warga setempat untuk jalan langsung menuju ke area danau. Udara sejuk dengan suasana yang tenang, juga beragam kulinernya bisa jadi pilihan libur dekat juga murah yang ada di Jakarta.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Panduan ke Pasar Lama Tangerang, Surganya Jajanan dan Kuliner Malam


Jakarta

Pencinta kuliner mungkin sudah tidak asing lagi dengan Pasar Lama Tangerang, bukan? Ya, kawasan satu ini sangat terkenal dengan deretan kios dan gerobak makanan serta minumannya yang beragam.

Kawasan kuliner malam ini juga sampai viral dan ramai dikunjungi wisatawan dari mana saja. Mereka berbondong-bondong datang karena penasaran ingin mencicipi berbagai makanan yang ditawarkan di sini.

Kalau traveler juga salah satu yang penasaran dengan Pasar Lama Tangerang, simak panduan di bawah ini sebelum kamu pergi ke sana.


Macam-macam Kuliner Pasar Lama Tangerang

Pasar Lama Tangerang populer karena bermacam-macam kuliner nikmat bisa kamu temukan di sana. Mulai dari makanan tradisional hingga kekinian, juga hidangan lokal sampai internasional semuanya ada.

Sejumlah makanan viral yang dapat kamu cicipi di sana seperti jagung goreng, gohyong ayam, potato twist, Korean fish cake, som tam, mango sticky rice, Japanese fluffy cake, dan dakkochi.

Makanan manis yang bisa dijajal meliputi churros, mochi daifuku, sampai mille crepes. Jajanan pentol jumbo, sate gurita, cumi bakar, telur gulung, lumpia basah, zuppa soup, dimsum mentai, takoyaki, hingga sushi juga dapat dicoba di sini.

Kawasan Pasar Lama merupakan salah satu alternatif wisata kuliner yang bisa detikers kunjungi setiap harinya.Kuliner di Pasar Lama Tangerang. (Grandyos Zafna/detikcom)

Hidangan tradisional yang dapat ditemukan meliputi kerak telor, serabi, kinca durian, pempek dan tekwan, jamu herbal. Selain jajanan, ada pula makanan berat yang dapat disantap untuk mengenyangkan perut seperti rawon sawi, mi ayam jamur, ayam goreng cabai hijau, ayam taliwang, hingga pizza.

Menariknya, bisa ditemukan juga hidangan ekstrem dari daging ular, biawak, dan kelelawar lho. Daging hewan-hewan tersebut ditawarkan menjadi menu sate, sop, abon, maupun dagingnya yang digoreng.

Untuk harga aneka kuliner di Pasar Lama Tangerang bervariasi dan yang jelas cukup terjangkau. Sejumlah tenant makanan di sana sudah menyiapkan QR code untuk metode pembayaran QRIS. Akan tetapi, sebaiknya tetap siapkan sejumlah uang tunai ya.

Kalau belum menarik uang, tenang saja karena terdapat ATM di sekitar kawasan kuliner ini.

Pasar Lama Tangerang terletak di Jalan Kisamaun, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Lokasinya dekat dengan Stasiun Tangerang dan Masjid Agung Al-Ittihad.

Kawasan kuliner ini dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun umum seperti KRL dan transportasi online. Mengutip catatan detikcom, pengguna KRL bisa turun di Stasiun Tangerang dan berjalan kaki ke lokasi sekitar 5-10 menit. Keluar stasiun bisa ambil arah timur sampai Masjid Agung dan belok kiri lalu lanjut jalan lagi sebentar.

Kalau menggunakan kendaraan pribadi harap memperhatikan tempat parkirnya. Jika salah pilih area parkir, mobil atau motormu dapat terjebak sehingga tidak bisa keluar lantaran tertutup deretan lapak pedagang. Ada baiknya tidak parkir kendaraan tepat di Pasar Lama Tangerang, melainkan di sekitarnya seperti di Jl. Bakti Saham, Jl. Saham, atau area Masjid Agung.

Waktu Operasional Pasar Lama Tangerang

Karena tempatnya kuliner malam, traveler dapat mengunjungi Pasar Lama Tangerang mulai jam 16.00 WIB hingga larut malam. Sebaiknya datang ke sana sejak sore hari lantaran kawasan ini semakin malam kian dipadati pengunjung.

Selain itu, kamu yang berniat mencoba berbagai jajanan lezat perlu datang duluan agar tidak kehabisan maupun mengantre terlalu panjang.

Sejumlah warga mencari hidangan untuk berbuka puasa di kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang, Selasa (12/3/2024). Kawasan Pasar Lama bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mencari hidangan berbuka puasa.Kuliner di Pasar Lama Tangerang. (Grandyos Zafna/detikcom)

Tips Berkunjung ke Pasar Lama Tangerang

Sebelum datang ke kawasan kuliner Pasar Lama Tangerang, kamu dapat menyimak sederet tips berikut:

  • Siapkan uang tunai untuk membeli jajanan di kios yang tidak menyediakan pembayaran online
  • Naik KRL sebagai opsi transportasi umum untuk berkunjung ke Pasar Lama Tangerang
  • Parkirkan kendaraan di sekitar Pasar Lama Tangerang agar tidak terjebak saat keluar
  • Datang di sore hari agar tidak antre panjang dan kehabisan kuliner yang ingin dicicipi
  • Kenakan pakaian yang nyaman
  • Perhatikan barang berharga yang dibawa dikarenakan ramainya pengunjung
  • Bawa payung agar dapat berlindung saat hujan tiba-tiba datang.

Nah, itu tadi panduan mendatangi Pasar Lama Tangerang untuk kulineran malam. Jadi, kamu pencinta kuliner tertarik nggak mengunjungi kawasan satu ini?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Keliling Jakarta Naik Transjakarta Cuma Rp 3.500



Jakarta

Ingin mengajak si kecil keliling Jakarta tanpa menguras kantong? Transjakarta bisa jadi pilihan yang tepat!

Dengan hanya membayar 3.500, kamu dan si kecil bisa menjelajahi berbagai destinasi seru di ibu kota, dari tempat bersejarah, taman rekreasi, hingga pusat kuliner.

Kenapa Harus Transjakarta?

Transjakarta bukan cuma murah, tapi juga nyaman untuk keluarga. Dengan jalur khusus busway, traveler bisa bebas macet dan si kecil pun tidak perlu merasa bosan di jalan. Ditambah lagi, fasilitas AC di setiap bus akan membuat perjalanan jadi lebih menyenangkan, terutama saat cuaca Jakarta sedang panas.


Destinasi Seru untuk Si Kecil

1. Monumen Nasional (Monas)

Pesawat KT-1 Wong Bee yang tergabung dalam Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU bermanuver dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta, Sabtu (5/10/2024). Sebanyak 30.206  personel pasukan, 521 Alutsista dan 145 unit kendaraan klasik dan moge memeriahkan  perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 TNI. ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/nzPesawat KT-1 Wong Bee yang tergabung dalam Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU bermanuver dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 TNI di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas)(Muhammad Ramdan/Antara)

Ajak si kecil menikmati pemandangan Jakarta dari puncak Monas! Traveler bisa sampai ke sini dengan mudah menggunakan Transjakarta Koridor 1 (Blok M-Kota) atau Koridor 2 (Pulogadung-Monas). Perjalanan singkat dan nyaman, plus si kecil pasti akan antusias melihat tugu ikonik ini.

2. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, jadi tempat warga berlibur saat Natal 2023. Pengunjung ramai datang ke TMII.Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta (Pradita Utama/detikcom)

Ingin mengenalkan budaya Indonesia ke si kecil? Naik Transjakarta ke TMII adalah pilihan yang tepat. Rute S15A dari Pinang Ranti atau JAK6 dari Kampung Rambutan akan mengantarmu ke taman ini. Di sini, si kecil bisa belajar sambil bermain, melihat anjungan-anjungan rumah adat dari seluruh Nusantara.

3. Sarinah & Kampung Kuliner Sabang

Produk outdoor asal Bandung Eiger menggelar pameran produk-produk outdoor ramah lingkungan di halaman Sarinah. Yuk, intip foto-fotonya.Sarinah (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Buat keluarga yang suka wisata kuliner, Sabang adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Naik Transjakarta Koridor 1 dan turun di Halte Sarinah, kamu bisa menikmati beragam kuliner dari jajanan hingga makanan berat di sepanjang Jalan Sabang. Si kecil pasti akan senang mencoba berbagai makanan yang menarik.

4. Bundaran HI

Bawa Balon Merah Putih-Spanduk, Pria Ini Ceburkan Diri ke Kolam Bundaran HIBundaran HI (Maulana Ilhami Fawdi/detikcom)

Bundaran HI adalah spot foto yang seru untuk si kecil. Naik Transjakarta Koridor 1, 6A, atau 9D, dan turun di Halte Bundaran HI. Kamu bisa mengajak si kecil berfoto dengan latar Monumen Selamat Datang yang ikonik, atau sekadar menikmati suasana kota dari halte yang Instagramable ini.

5. Gelora Bung Karno (GBK)

Setelah renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno rampung, kini masyarakat bisa kembali joging dan berolahraga lainnya di sekeliling stadion utama.GBK (Rengga Sancaya)

Jika si kecil suka olahraga, ajak dia mengunjungi Gelora Bung Karno (GBK). Naik Transjakarta Koridor 1 atau 3F yang langsung menuju Halte GBK, dan si kecil bisa melihat stadion megah serta area hijau yang luas, cocok untuk piknik singkat atau bermain di ruang terbuka.

Nikmati Perjalanan dengan Aman dan Nyaman

Bawa si kecil naik Transjakarta nggak perlu ribet! Fasilitas yang nyaman, halte yang bersih, serta akses yang mudah membuat perjalanan lebih menyenangkan. Jangan lupa bawa kartu elektronik dengan saldo yang cukup, dan pastikan si kecil selalu berada di dekatmu saat naik atau turun bus.

Dengan Transjakarta, si kecil bisa senang berkeliling kota, dan kamu tetap tenang karena biayanya sangat ramah di kantong. Jadi, yuk ajak si kecil keliling Jakarta hanya dengan 3.500!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Dulu Terminal Lama, Sekarang Disulap Jadi Pusat Jajanan di Sukabumi



Sukabumi

Libur Tahun Baru di Sukabumi, traveler bisa menyempatkan waktu main ke destinasi baru ini. Dulunya tempat ini adalah terminal, tapi sekarang jadi pusat jajanan.

Suasana di kawasan eks Terminal Lama di Jalan Sudirman, Kota Sukabumi nampak meriah. Kawasan yang dulunya merupakan terminal bus kini sudah disulap menjadi pusat kuliner yang baru.

Tenda-tenda jajanan berjejer mulai dari nasi bakar, cumi bakar, dakkochi, mochi daifuku, bakso, baby crab, dan makanan unik lainnya dapat ditemukan di tempat yang kini bernama PASS Food Centre Sukabumi.


Aneka minuman juga dijual di sini seperti es teh, aneka kopi, jus buah, alpukat dan durian kocok, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Harga makanan yang dijual di sini juga cukup beragam. Misalnya satu tusuk dakkochi atau olahan sate ayam bersaus merah pedas ala korea dibanderol dengan harga Rp 20 ribu per tusuk. Kemudian, mochi daifuku yang kini viral dijual seharga Rp 5 ribu saja per bijinya.

Setidaknya ada 150 tenant dan 300 pedagang yang ada di pusat kuliner Sudirman ini. Tempat ini jadi daya tarik baru bagi wisata kuliner di Kota Sukabumi.

“Pada dasarnya kita memfasilitasi UMKM yang ada di Kota Sukabumi ini. Ini bentuk kerjasama PPUB yayasan dengan Pemerintah Kota Sukabumi,” kata Ketua Yayasan Putra Siliwangi Sejahtera, Vega Sukmayudha, Senin (1/1/2025).

UMKM yang menempati lahan eks Terminal Lama Sukabumi mayoritas berasal dari Kota Sukabumi sebanyak 80 persen dan 20 persen lainnya dari Kabupaten Sukabumi. Ke depan, kemungkinan jumlah pedagang akan bertambah mengingat antusiasme masyarakat terhadap pusat kuliner baru ini.

“Kita kan ngasih kuota 150, kuota terpenuhi ya sudah close, tapi ada yang waiting list udah teregister. Nanti kita siapkan opsi penambahan tempat kah atau nanti menunggu pedagang yang memang tidak akan memperpanjang itu nanti langsung diisi,” ujarnya.

Fasilitas yang disediakan di wisata kuliner ini cukup lengkap di antaranya ada panggung musik, meja makan, mushola, dan tempat parkir.

Selain itu, ada juga bus Ajakami (Ayo Jalan-jalan di Kota Sukabumi) yang bisa dijajal oleh pengunjung untuk berkeliling Kota Sukabumi. Tiket Bus Ajakami seharga Rp5 ribu per orang.

“Kami ingin membentuk framing wisata itu ketika ingin keliling kota ya di sini shalter-nya, makanya kalau misalkan nanti ada penambahan kuota konsesi waktu saya akan coba bikin sheltenya Bus Ajakami,” kata dia.

“Jadi masyarakat gak usah pusing, atau wisatawan itu ya tinggal ke sini sambil jajan sambil makan jadi tau spot-spot wisata di kota,” tambahnya.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, M. Hasan Asari berharap dengan pengoperasian eks Terminal Lama menjadi pusat kuliner tentu akan menambah daya tarik wisatawan ke Kota Sukabumi.

Salah satu pengunjung asal Bekasi, Nurul mengaku tertarik mengunjungi pusat kuliner ini. Saat libur Nataru, ia bersama keluarganya memutuskan untuk berlibur ke Sukabumi.

“Kerja di Bekasi, kebetulan ada keluarga di Sukabumi jadi momen liburan ini berkunjung ke rumah nenek. Tempat ini cukup viral di media sosial akhirnya nyoba dan menarik-menarik makanannya,” kata Nurul.

“Tadi beli dakkochi terus cirawang juga. Enak-enak makanannya. Kalau dari segi harga memang bersaing ya, ada yang murah, terjangkau, ada juga yang cukup pricey,” sambungnya.

Buat traveler yang tertarik untuk mencoba, bisa datang ke PASS Food Centre di Sukabumi. Destinasi kuliner ini buka setiap hari dari pukul 10.00 WIB sampai 22.00 WIB.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Ngabuburit Seru di Semarang, Bisa Sambil Berburu Takjil



Semarang

Ngabuburit sudah seperti jadi kegiatan wajib menjelang berbuka puasa. Di Semarang, traveler bisa ngabuburit di 10 tempat ini, sambil sekalian membeli takjil.

Di Kota Semarang, Jawa Tengah ada begitu banyak pilihan lokasi ngabuburit. Ada taman, pusat kuliner, hingga tempat yang menawarkan pemandangan alam. Lebih asyiknya lagi, kalian bisa membeli takjil untuk berbuka puasa di sini.

Berikut 10 Tempat Ngabuburit Seru di Semarang:

1. Aloon-Aloon Masjid Kauman

Rekomendasi yang pertama adalah Aloon-Aloon Masjid Kauman. Lokasinya berada di Jalan Kauman, Semarang, satu kawasan dengan Masjid Kauman. Traveler bisa menunggu waktu berbuka dengan berburu takjil di sini.


Ada begitu banyak penjual makanan ringan hingga berat. Setelah berbuka puasa, traveler juga bisa langsung melaksanakan sholat di masjid bersejarah tersebut.

2. Kota Lama

Tidak jauh dari Aloon-Aloon Masjid Kauman, ada Kota Lama yang bisa menjadi lokasi ngabuburit. Kota Lama sendiri berada di Jalan Tanjung Mas, Semarang Utara. Di sini, traveler dapat berjalan-jalan menyusuri kawasan kota kuno yang dipenuhi bangunan lawas khas Belanda.

Di beberapa titik juga terdapat kafe dan restoran yang dapat kita kunjungi untuk berbuka puasa. Tidak sedikit juga penjual takjil yang dapat kita temui di kawasan ini.

3. Jalan Pahlawan

Saat bulan Ramadhan, kawasan Jalan Pahlawan berubah menjadi pusat jajanan. Ruas jalan yang berada di tengah Kota Semarang ini pun menjadi tempat yang sangat cocok untuk ngabuburit.

Namun saat ngabuburit di sini, sebaiknya datang lebih siang. Pasalnya, ruas jalan ini akan sangat macet ketika sudah semakin sore dan mendekati jam berbuka puasa.

4. Simpang Lima

Simpang Lima adalah salah satu ruang terbuka yang sangat ikonik di Kota Semarang. Lokasinya yang strategis membuat tempat ini banyak dikunjungi oleh masyarakat. Saat Ramadan tiba, tidak sedikit masyarakat yang ngabuburit dan menunggu waktu buka puasa di kawasan ini.

Di sekitar lapangan Simpang Lima terdapat shelter kuliner yang menawarkan berbagai makanan khas Semarang. Tentu saja traveler bisa berburu takjil di sini sampai puas.

Setelah puas ngabuburit dan bersantap buka puasa, traveler dapat menjalankan ibadah sholat maghrib maupun tarawih di Masjid Raya Baiturrahman. Lokasinya berada persis di sisi timur Simpang Lima.

5. Taman Indonesia Kaya

Rekomendasi tempat ngabuburit di Semarang selanjutnya adalah Taman Indonesia Kaya atau Taman Menteri Supeno. Lokasinya sendiri berada di Jalan Menteri Supeno Nomor 11 A, Mugassari, Semarang Selatan.

Suasananya yang asri membuat taman ini sangat cocok untuk dijadikan tempat ngabuburit. Di sekitarnya terdapat penjaja makanan kaki lima sehingga traveler juga bisa berburu takjil.

6. Kawasan Banjir Kanal Barat

Kawasan Banjir Kanal Barat menjadi salah satu lokasi yang hits bagi muda-mudi di Kota Semarang untuk sekadar nongkrong. Saat bulan Ramadan tiba, kawasan ini pun menjadi tempat ngabuburit.

Ada beberapa spot yang menarik di Banjir Kanal Barat ini. Pertama, ada Taman Bendungan Pleret yang asri. Di sini, pengunjung bisa duduk bersantai menikmati udara sejuk sambil melihat pemandangan kanal.

Spot yang kedua yang menjadi favorit bagi masyarakat Kota Semarang adalah bagian seberang The Park Mall. Dari spot ini, kita dapat menyaksikan pemandangan matahari terbenam sambil ngabuburit.

7. Taman Sampangan

Berikutnya ada Taman Sampangan, salah satu lokasi yang tepat untuk berburu takjil selama Ramadhan. Di sini ada begitu banyak jenis jajanan kekinian yang dapat traveler temukan.

Harganya pun masih terbilang terjangkau di kantong semua kalangan. Taman Sampangan beralamat di Jalan Menoreh Raya, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang.

8. Kawasan Undip Pleburan

Kawasan Undip Pleburan, khususnya di Jalan Pleburan Barat, Semarang Selatan, adalah lokasi ngabuburit di Semarang yang selanjutnya. Lokasinya sendiri tidak begitu jauh dari pusat kota. Di sini, ada banyak penjual makanan dan minuman sehingga cocok sekali untuk berburu takjil.

9. Perempatan Manyaran

Bagi detikers yang berada di Kawasan Semarang Barat, lokasi ngabuburit dan berburu takjil yang direkomendasikan adalah perempatan Manyaran. Lokasi ini biasanya menjadi pasar pagi di hari Minggu.

Namun selama bulan Ramadan, perempatan Manyaran menjadi pusat takjil. Mulai dari makanan yang manis, gurih, ringan, hingga berat, bisa traveler dapatkan di sini!

10. Jalan Roda Mas

Untuk traveler yang berada di kawasan Semarang Utara, cobalah untuk ngabuburit di Jalan Roda Mas. Di kawasan ini, ada banyak penjual makanan yang menawarkan berbagai kuliner untuk berbuka puasa.

——–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

7 Tempat Kuliner Ramah Keluarga di Tangsel, Cocok untuk Bukber


Jakarta

Tangerang Selatan atau Tangsel punya sejumlah tempat makan ramah keluarga yang ideal untuk menggelar perkumpulan bahkan acara buka bersama (bukber) di bulan puasa. Tempatnya nyaman, luas, dan memiliki area duduk lesehan.

Sejumlah restoran ini menyediakan variasi menu dengan cita rasa Indonesia. Sajiannya lezat dan cukup ramah di kantong. Simak deretan tempatnya di bawah ini.

Kuliner Ramah Keluarga di Tangerang Selatan

Merangkum Google, berikut rekomendasi tempat kuliner ramah keluarga di Tangsel yang menyuguhkan masakan lezat:


1. Gubug Berkah Resto

Gubug Berkah Resto di Tangerang SelatanGubug Berkah Resto Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

Datangi Gubug Berkah Resto kalau ingin makan lesehan di saung-saung. Masakan yang disajikan khas nusantara, mulai dari aneka seafood hingga menu sayur dan sambal.

Bancakan nasi liwet yang disajikan di atas daun pisang bisa dipesan jika menggelar perkumpulan keluarga di sini. Ragam lauk bancakannya dapat dipilih sesuai selera.

  • Lokasi: Depan Taman Kota 2 BSD, Jl. Ciater Barat No. 54, Serpong, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Setiap Hari, 10.00-22.00 WIB.

2. Lubana Sengkol

Lubana Sengkol mulanya hanyalah area pemancingan dan kini berkembang menjadi wisata keluarga yang dilengkapi restoran. Hasil pancingannya dapat dimasak langsung atau dibawa pulang, bisa juga dengan sistem tangkap lepas. Aktivitas ini cocok banget buat ngabuburit menunggu waktu berbuka.

Untuk restonya menyuguhkan sajian seafood dengan aneka bumbu. Tersedia juga olahan daging ayam dan sapi, mi dan nasi, serta sayuran. Aneka snack yang bisa dijumpai di sini antara lain cireng bumbu rujak, chicken popcorn, hingga onion ring.

  • Lokasi: Jl. Lingkar Selatan, Setu, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Setiap hari, 10.00-22.00 WIB.

3. Omah Badok

Omah Badok : Ada Liwetan Sedap di Resto Suasana Kampung yang AsriOmah Badok Foto: detikFood

Omah Badok punya dapur berkonsep open kitchen sehingga pelanggan dapat melihat proses memasaknya. Lokasinya sejuk karena dikelilingi pepohonan hijau dan area makannya lesehan saung.

Sajiannya bercita rasa Indonesia dengan menu garang asem, tumis pucuk ubi, hingga nasi liwet plus lalapan dan sambal. Tersedia juga jajanan pasar seperti gemblong, kue talam, bugis, hingga ongol-ongol.

  • Lokasi: Jl. Pengairan No. 71, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Senin-Jumat (10.00-21.00 WIB), Sabtu-Minggu (08.00-21.00 WIB).

4. Lembur Kuring

Kalau cari restoran seafood di Tangsel, datangi Lembur Kuring. Cabangnya yang di dekat bandara jadi tempat makan langganan para pejabat, artis, bahkan presiden. Tentunya, rasa dan kualitas masakan di Lembur Kuring sudah approved.

Sajian ikan, kepiting, hingga udangnya beragam dan ada juga olahan ayam dan sayuran. Menunya diolah dengan berbagai saus dan bumbu seperti gulai, asam manis, lada hitam, tauco, sampai sup. Terdapat mini playground untuk anak di restoran ini.

  • Lokasi: Sunburst BSD Lot II, Jl. Boulevard BSD Timur, Serpong, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Setiap hari, 10.30-21.00 WIB.

5. Restoran Waroeng Sunda

Restoran Waroeng SundaRestoran Waroeng Sunda Foto: dok. Instagram @waroengsunda

Variasi menu seafood, pepes, hingga sup dapat dicicipi di Restoran Waroeng Sunda. Pengunjung yang bersantap di area makan pendopo indoor dan outdoor ini akan mendapat free refill lalapan dan sambal.

Menariknya, ada becak mini yang bisa ditumpangi pengunjung anak-anak di Restoran Waroeng Sunda ini.

  • Lokasi: Jl. Raya Serpong KM 7, Pd. Jagung, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Senin-Jumat (10.00-21.00 WIB), Sabtu-Minggu (10.00-22.00 WIB).

6. Pondok Kemangi

Pondok Kemangi menyajikan masakan tradisional Indonesia dengan spesialisasi makanan Sunda. Berbagai olahan ikan, udang, cumi, ayam, hingga iga tersedia. Ada aneka pepes dan sajian sayur seperti genjer tauco dan pucuk labu.

Tempatnya besar dengan bagian tengahnya terbuka. Restorannya estetik dengan penempatan tanaman hijau di sejumlah titiknya.

  • Lokasi: Jl. Alam Sutera Boulevard No. 16D, Serpong, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Setiap hari, 10.00-21.00 WIB.

7. Warung Kondre

Warung KondreWarung Kondre Foto: detikcom/Riska Fitria

Warung Kondre milik selebriti Andre Taulany memiliki konsep rumah joglo khas Jawa. Tempatnya asri dengan areanya dipenuhi pepohonan hijau.

Hidangan lezat yang disajikan punya cita rasa tradisional. Ada tongseng kambing, bakmie goreng Jawa, hingga teri tumis kecombrang. Camilan seperti gabin tape, donat kampung, hingga cireng juga bisa dicicipi.

  • Lokasi: Jl. Masjid Arriyadh, Cipayung Ciputat, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Senin-Jumat (10.00-22.00), Sabtu-Minggu (07.30-22.00).

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

5 Restoran Halal di PIK yang Cocok untuk Tempat Bukber


Jakarta

Sejumlah restoran di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) bisa dijadikan tempat acara buka bersama (bukber) bareng teman maupun keluarga. Tempat-tempat ini menyuguhkan menu halal yang lezat dan cocok untuk berbuka.

Mulai dari Chinese food, nusantara, hingga seafood dapat dicicipi di sini. Harganya bersahabat dan vibes restorannya nyaman sehingga pas untuk berkumpul saat bukber. Penasaran di mana saja tempatnya? Simak di bawah ini.

Tempat Bukber Halal di PIK

Sejumlah restoran di PIK menyediakan berbagai menu lezat yang cocok untuk sajian buka puasa. Mengutip Google, berikut rekomendasi tempat bukber di kawasan PIK:


1. Sulaiman Resto

Sulaiman Resto PIKSulaiman Resto PIK (dok. Instagram @sulaimanresto.pik)

Chinese food halal bisa ditemukan di Sulaiman Resto PIK. Seperti liang pi atau menu mi dingin dengan saus dan taburan kacang serta ding ding chao mian atau sajian mi berbentuk kotak kecil yang gurih.

Ada sajian berkuah seperti mala yu dan sup ikan asam pedas. Juga sate kambingnya yang punya potongan daging besar-besar.

  • Lokasi: Rukan Cordoba, Jl. Marina Raya No. 15 Blok D, Kapuk Muara, Jakarta Utara.

2. Bandar Djakarta

Kalau ingin makan seafood segar di PIK, datangi Bandar Djakarta. Pesan paket Ramadan di sini, kamu akan dapat takjil gratis dan cepat saji restonya.

Menu seafood di Bandar Djakarta diolah dengan berbagai saus. Seperti cumi telur asin, kerang lada hitam, udang bakar madu, ataupun dijadikan ikan steam. Di sini juga tersedia menu sayuran seperti cah kangkung dan tumis buncis.

  • Lokasi: PIK 2, Jl. MH Thamrin No. 7 AB, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

3. Kampung Kecil

Restoran Kampung KecilRestoran Kampung Kecil (dok. Instagram @kampungkecil_official)

Datangi Kampung Kecil PIK kalau ingin menggelar bukber di restoran Sunda dengan area duduk lesehan di saung-saung. Ditambah lagi, konsep tempat makannya yang full bambu sangat estetik.

Tersedia nasi liwet dan tumpeng untuk disantap bersama. Ada banyak masakan Sunda dari olahan ikan gurame, lele, patin, ayam, sapi, bebek, dan seafood seperti cumi, udang, serta kerang. Terdapat juga menu sayur dan makanan ringannya.

  • Lokasi: PIK 2, Jl. Rasuna Said Blok BB No. 8, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

4. Rumah Makan Medan Baru

Meski namanya Rumah Makan Medan Baru, restoran ini menyuguhkan masakan Minang klasik. Menu andalannya yaitu gulai kepala ikan kakap dan burung punai goreng. Daging burungnya tidak alot dan mirip daging ayam.

Untuk gulainya punya kuah santan yang kental dan berasa rempah. Menu ini paling nikmat disantap dengan sambal ganjanya. Nama ‘ganja’ diambil untuk sambal khas Aceh ini karena rasanya yang bisa bikin ketagihan.

  • Lokasi: PIK 2, Jl. MH Thamrin, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

5. Gerobak Betawi

Gerobak Betawi PIKGerobak Betawi PIK (dok. Instagram @gerobakbetawi)

Aneka makanan dan jajanan nusantara lezat dapat dicicipi di restoran Gerobak Betawi. Nasi uduk komplet, nasi jeruk, ketoprak, gado-gado, hingga toge goreng tersedia di sini.

Kalau ingin masakan berkuah, bisa coba mi tektek, rawon, soto, sop iga, hingga sayur asem. Ada juga bubur dan jajanan seperti pempek, tahu gejrot, tahu petis, sampai asinan Betawi.

  • Lokasi: Rukan Cordoba, Jl Bukit Golf Mediterania, Kapuk Muara, Jakarta Utara.

Jika memungkinkan, pengunjung bisa pesan tempat lebih dulu di restoran pilihan untuk buka bersama. Apalagi bila jumlah pengunjung yang datang cukup banyak dan berombongan. Reservasi tempat mencegah pengunjung antri dan berisiko tidak bisa bukber di restoran PIK pilihan.

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com