Tag Archives: jakarta barat

7 Tempat Wisata Jakarta yang Buka saat Libur Lebaran 2025


Jakarta

Libur Lebaran jadi momen yang dimanfaatkan banyak masyarakat untuk jalan-jalan bersama keluarga. Bagi travelers yang nggak mudik, ada sejumlah tempat wisata di Jakarta yang buka saat libur Lebaran.

Ada banyak tempat wisata populer di Jakarta. Jika ingin mencoba berbagai wahana permainan seru dan ekstrim, Dufan menjadi opsi yang menarik. Apabila ingin mengajak si kecil wisata edukasi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) patut dikunjungi.

Untungnya, kedua tempat wisata tersebut tetap buka saat libur Lebaran 2025. Selain itu, masih ada sejumlah objek wisata lain di Jakarta yang tetap buka selama Lebaran. Apa saja? Simak dalam artikel ini.


Tempat Wisata Jakarta yang Buka saat Libur Lebaran

Daripada rebahan di rumah saja, mending ajak teman, saudara, atau keluarga untuk jalan-jalan keliling Jakarta. Simak tempat wisata Jakarta yang buka saat libur Lebaran 2025 di bawah ini:

1. Dufan

Bagi detikers yang ingin liburan sambil mencoba berbagai wahana seru dan menegangkan, Dunia Fantasi (Dufan) tetap buka saat libur Lebaran 2025. Mengutip akun Instagram resminya @infodufan, ada sejumlah promo menarik yang ditawarkan Dufan selama periode 1-28 Maret 2025, yaitu:

  • Hemat berdua ke Dufan: Rp 137.000/tiket (minimal pembelian 2 tiket)
  • Annual Pass Dufan: Rp 299.000 (pembelian khusus di situs ancol.com)

Untuk jam operasional Dufan selama libur Lebaran 2025 bisa dicek di bawah ini:

  • H-1 Lebaran: 09.00-18.00 WIB
  • Setiap hari: 10.00-20.00 WIB.

Untuk pembelian tiket masuk Dufan bisa dilakukan secara online melalui situs ancol.com.

2. Pantai Ancol

Ingin mengajak anak-anak bermain air di pantai? Nah, kamu bisa berkunjung ke Ancol. Sebagai informasi, Ancol memiliki enam pantai yang punya daya tarik tersendiri, lho.

Mengutip akun Instagram @ancoltamanimpian, keenam pantai tersebut adalah Pantai Karnaval, Pantai Lagoon, Beach Pool, Pantai Beach City, Pantai Indah, dan Pantai Festival.

Simak harga tiket masuk ancol di bawah ini:

  • Tiket orang masuk Ancol: Rp 35.000/orang
  • Tiket kendaraan mobil: Rp 35.000
  • Tiket kendaraan motor: Rp 25.000

Bagi kamu pengguna mobil atau sepeda motor listrik, tidak dikenakan tiket masuk kendaraan alias gratis. Untuk pembelian tiket masuk Ancol bisa dilakukan secara online lewat situs ancol.com.

3. TMII

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) juga tetap buka selama libur Lebaran 2025, lho. Objek wisata ini sangat cocok bagi travelers yang ingin mengajak si kecil wisata edukasi.

Selama puasa Ramadan, TMII juga menggelar berbagai acara seru dan menarik, mulai dari Ngabuburide, Bukber Piknik, Pasar Ngabuburit, hingga Gunungan Kurma. Selain itu, TMII juga mengadakan salat Idul Fitri 1446 Hijriah.

Simak harga tiket masuk TMII di bawah ini:

  • Tiket masuk orang (06.00-19.00 WIB): Rp 25.000
  • Tiket masuk orang (berlaku pukul 15.00 WIB): Rp 12.500
  • Single entry (tiket masuk orang + sepeda): Rp 35.000
  • Tiket masuk mobil: Rp 35.000
  • Tiket masuk motor: Rp 15.000
  • Tiket masuk sepeda: Rp 10.000
  • Tiket masuk bus/truk: Rp 60.000

4. Taman Margasatwa Ragunan

Taman Margasatwa Ragunan menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat, terlebih saat libur Lebaran. Di sini, detikers bisa melihat aneka satwa mulai dari jerapah, oryx, harimau, komodo, hingga aneka primata.

Sebagai informasi, Taman Margasatwa Ragunan tutup saat Hari Raya Idulfitri 1446 H. Namun jangan sedih, tempat wisata ini kembali buka H+1 Lebaran, sehingga bisa dikunjungi masyarakat.

Pembelian tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan bisa dilakukan secara online ataupun offline. Untuk pembelian tiket masuk secara online bisa mengunduh aplikasi Taman Margasatwa Ragunan di Play Store.

Sementara itu, pembelian tiket offline bisa menggunakan kartu Jakcard. Pastikan travelers telah memiliki kartu tersebut atau dapat membelinya secara langsung di loket yang tersedia.

Berikut harga tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan:

  • Dewasa: Rp 4.000/orang
  • Anak-anak: Rp 3.000/orang.

Pusat Primata Schumtzer:

  • Selasa-Jumat (usia 3 tahun ke atas): Rp 6.000/orang
  • Sabtu-Minggu/libur nasional (usia 3 tahun ke atas): Rp 7.500/orang.

5. Jakarta Aquarium & Safari

Ingin melihat berbagai macam ikan dan hewan lainnya? Kamu bisa mengunjungi Jakarta Aquarium & Safari (JAQS). Tempat wisata ini terletak di dalam mall, tepatnya Neo Soho Mall LG-LGM 101, Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Selama di JAQS, travelers bisa melihat berbagai aneka satwa, mulai dari ikan piranha, ular, ubur-ubur, otter, hingga capybara. Untuk harga tiket masuknya bisa dicek di bawah ini:

  • Premium high season (dewasa dan anak-anak): Rp 225.000/orang
  • Regular high season (17.00-21.00 WIB): Rp 160.000/orang.

Harga tiket di atas berlaku selama periode 22 Maret hingga 8 April 2025.

6. Museum Nasional Indonesia

Bosan ke tempat yang itu-itu saja? Cobalah ajak keluarga atau pasangan berkunjung ke Museum Nasional Indonesia (MNI). Di tempat ini, travelers bisa berkeliling sambil melihat berbagai macam pameran seni.

Selama Ramadan dan Lebaran, kamu bisa mengunjungi Pameran Misykat: Cahaya Peradaban Islam Indonesia di MNI. Pameran ini terbuka untuk umum mulai 26 Maret 2025.

Sebagai informasi, MNI akan tutup mulai tanggal 28 Maret hingga 1 April 2025 dalam rangka Hari Nyepi dan Hari Raya Idulfitri. Setelah itu, museum ini kembali dibuka untuk umum.

Bagi detikers yang ingin berkunjung ke MNI, simak harga tiketnya di bawah ini:

  • Tiket masuk reguler MNI: Rp 25.000/orang
  • Tiket ImersifA (belum termasuk tiket masuk reguler): Rp 35.000/orang
  • Tiket Pameran “Kongsi” (belum termasuk tiket masuk reguler): Rp 25.000/orang.

7. Trans Studio Cibubur

Satu lagi tempat wisata di Jakarta yang buka saat libur Lebaran, yakni Trans Studio Cibubur. Indoor theme park ini menyajikan berbagai wahana yang seru dan mendebarkan, seperti Boomerang Hyper Coaster, Alien Taxi, Pacific Rim & Formula Kart, Snow Playground, dan Science Center.

Selain itu, Trans Studio Cibubur juga menghadirkan atraksi spektakuler S.W.A.T RAID Vs CLOWN CRAZE SHOW yang berlangsung mulai 28 Maret hingga 7 April 2025. Dalam pertunjukan ini, kamu akan menyaksikan aksi heroik pasukan S.W.A.T dalam menghadapi para penjahat berkostum Clown yang meneror kota.

Selama libur Lebaran, Trans Studio Cibubur menghadirkan promo tiket spesial yang bisa dibeli lewat situs transentertainment.com. Berikut rincian harganya:

  • Periode 1-7 April 2025: Tiket hanya Rp 195.000 dari harga reguler Rp 325.000.
  • Khusus Hari Lebaran (31 Maret 2025): Tiket hanya Rp 150.000 untuk akses semua wahana dan pertunjukan.

Selama libur Lebaran 2025, berikut jam operasional Trans Studio Cibubur:

  • 31 Maret 2025 (Hari Lebaran): 12.00-18.00 WIB
  • 1-7 April 2025: 11.00-19.00 WIB (buka setiap hari Senin-Minggu).

Demikian tujuh tempat wisata Jakarta yang buka saat libur Lebaran 2025. So, ingin jalan-jalan ke mana nih, travelers?

(ilf/fds)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Tempat Bukber Bareng Keluarga di Jakarta Barat, Nomor 3 Patut Dicoba



Jakarta

Selain ngabuburit, tradisi buka bersama atau bukber jadi momen yang dinanti traveler. Buat kamu yang tinggal di Jakarta Barat, 5 tempat ini bisa jadi pilihan.

Tak hanya sekadar menyantap hidangan buka puasa, bukber juga menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan, terutama bagi keluarga yang jarang memiliki waktu untuk berkumpul.

Di Jakarta Barat, terdapat beragam pilihan tempat buka bersama yang tidak hanya menyajikan hidangan lezat, tetapi juga menawarkan suasana yang hangat dan menyenangkan.


Pilihan tempat bukber di Jakarta Barat sangat beragam, mulai dari restoran berkonsep tradisional hingga tempat makan modern yang Instagramable.

Berikut 5 Rekomendasi tempat bukber di Jakarta Barat, dilansir dari Antara, Senin (10/3/2025):

1. Talaga Sampireun

Dengan konsep saung di atas air, Talaga Sampireun menawarkan suasana asri dan santai, cocok untuk acara keluarga besar. Restoran ini berlokasi di Jalan Lingkar Luar Barat No.1, Cengkareng, Jakarta Barat.

2. Seroeni

Bagi pecinta masakan Chinese halal, Seroeni adalah pilihan tepat. Interiornya yang eksklusif dan cozy menambah kenyamanan saat bersantap. Restoran ini terletak di Lippo Mall Puri, Jalan Puri Indah Raya Blok U1, Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

3. Klesis/Bocilos

Selanjutnya ada Klesis/Bocilos yang berlokasi di Lippo Mall Puri, U1-GF62, Jakarta Barat. Klèsis berasal dari Bahasa Yunani yang memiliki arti panggilan atau undangan. Sedangkan Bocilos adalah sebuah akronim dari ungkapan bocah kecil polos, yang ada jauh di dalam lubuk hati kita.

Restoran ini membawa konsep hidangan khas Nusantara sebagai menu utama dengan penyajian yang sarat akan keramah-tamahan seperti di rumah sendiri. Hal ini senada dengan arti dari Klèsis/Bocilos itu sendiri.

“Ini adalah pertama kalinya konsep masakan Indonesia high end yang menyasar kelas menengah atas. Dikatakan high end karena menggunakan bahan baku premium. Service di sini juga bintang 5, tempatnya pakai sofa jadi lebih nyaman duduk dan menghabiskan waktu bersama keluarga,” ujar Hendri Petra Syamsul, sang owner.

Kuliner Nusantara di JakbarKlesis Bocilos Foto: (dok. Istimewa)

Hidangan Nusantara dengan kolaborasi Western seperti Soto Betawi Tenderloin, Beef Rendang Wellington, Rawon Tenderloin menjadi ketiga bintang utama. Pilihan hidangan lainnya seperti Mangrup Salad, Nasi Goreng Rendang, Colenak sampai dengan Pisang Goreng Pasar Lama disajikan sebagai pelengkap.

Meski masih soft opening, konsumen yang hadir terus berdatangan. Apalagi saat menjelang berbuka puasa, kursi akan full dipenuhi para pelanggan. Kapasitas tempat duduk di sini ada 128 kursi dan harga makanan mulai Rp75.000 – Rp500.000. Untuk minuman mulai dari Rp45.000.

4. Kampung Kecil

Ingin merasakan nuansa pedesaan saat berbuka? Kampung Kecil menghadirkan konsep saung lesehan dengan menu khas Sunda seperti gurami bakar dan ayam geprek. Lokasinya di Jalan Puri Kembangan Jalan Kedoya Pesing No.66, Kedoya Selatan, Jakarta Barat.

5. Barapi Meat & Grill

Penggemar steak dapat menikmati daging juicy dengan sensasi smoky di Barapi Meat & Grill. Tempatnya yang homey cocok untuk bukber bersama keluarga. Restoran ini beralamat di Jalan Rawa Belong No.3, Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Sedikit tips, pastikan untuk melakukan reservasi lebih awal ke pihak restoran buat bukber, mengingat tingginya permintaan selama bulan Ramadan. Dengan begitu, traveler dapat memastikan tempat yang nyaman untuk menikmati waktu berbuka bersama keluarga.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Craftofe, Kopi Durian dan Galeri Seni Jadi Satu



Jakarta

Usaha kedai kopi menjadi tren belakangan ini. Kalau yang lain berakhir di pandemi, kedai kopi ini malah tenar.

Adalah Craftote, sebuah galeri yang menjadi satu dengan kedai kopi di jalan Tomang Rawa Kepa No.37, Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Menariknya, Craftote tidak hanya memberikan suasana nyaman dan unik untuk nongkrong. Thio Siujinata (50) dan Rika Chistina membangun usaha pada 2020 itu untuk membuka lapangan kerja.


“Sekitar 2019, menjelang pandemi awal-awal itu, kita suka bantu panti asuhan di Bintaro, namanya Abimata,” kata Thio pada Selasa (4/2).

Setiap hari, Thio menjual barang secara online, mulai dari mainan sampai frozen food. Koneksinya dengan panti asuhan juga semakin erat karena kerap memberikan bantuan di sana.

Suatu ketika, pemilik panti asuhan bertanya apakah Thio dan Rika memiliki koneksi untuk menyalurkan anak-anak panti asuhan yang sudah lulus sekolah. Thio mengakui bahwa anak-anak tersebut memiliki nilai dan bakat yang tak bisa dipandang sebelah mata.

CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

“Istri kepikiran, ‘eh kita bikin usaha yuk, karyawannya anak panti asuhan’. Saya bilang that’s a good idea gitu,” dia menambahkan.

Ide itu betul-betul diwujudkan. Thio dan Rika dibantu dengan salah seorang keluarga membuka jalan bagi anak-anak panti asuhan itu.

Thio menggabungkan kepiawaiannya dengan tempat berkumpul. Thio seorang lulusan seni rupa dari Institut Kesenian Jakarta memadukan seni kriya dengan kedai kopi. Soal namanya, Thio tidak bisa melupakan pesan saudaranya yang meminta agar dia memakai brand sendiri.

Hingga kemudian, perpaduan kecintaannya akan seni kriya, kopi, dan pesan agar memiliki brand sendiri, serta upaya untuk membantu membuka lapangan pekerjaan bagi penghuni panti asuhan itu terwujud dalam Craftote.

Craft artinya kerajinan tangan dan tote artinya dijinjing, sehingga Craftote berarti bisnis kesenian yang bisa dibeli langsung oleh konsumen. Crafttote berdiri pada Mei 2021.

CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

Bagi pebisnis, permulaan adalah yang terberat. Itu pula yang dirasakan Thio. Ia memulai usaha dengan pendanaan pribadi dengan jumlah yang tentu saja terbatas.

Craftote menjual produk-produk rumah tangga yang terbuat dari bahan ramah lingkungan, seperti pelepah pisang, bambu sampai eceng gondok. Ia dibantu oleh perajin-perajin di banyak desa, ini tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Putar otak, Thio akhirnya menemukan solusi dengan sumber dana tambahan, kedai kopi. Craftote kemudian menjadi sebuah kedai kopi yang berada di dalam galeri, ini mengapa suasana tempat itu terasa nyeni dan memanjakan mata.

“Kita bikin kopi untuk uang cepat, sementara galeri untuk uang besar,” kata dia.

CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

Craftote yang berada di pinggir jalan itu, mulai ramai oleh pengunjung. Popularitas Craftote bahkan tersiar sampai ke Direktur UMKM Bank Bri saat itu. Thio tentu saja kaget, ia bahkan masih ingat dengan jelas hari itu adalah Kamis.

“Besoknya (Jumat) beliau datang lagi bersama tim, foto-foto. Saya pikir ‘enggak papalah kan namanya kostumer’,” ujar Thio sambil mengekspresikan kebingungannya saat itu.

Sebelum pulang, ia mendapat tantangan dari Bank BRI berupa konsistensi dalam usaha. Jika Craftote dapat mempertahankan produk yang dihasilkan maka Bank BRI akan menghadiahkan kedai kedua di Rumah BUMN Jakarta.

Tantangan itu membuatnya termotivasi, ia menyebut kata ‘nothing to lose‘ untuk menggambarkan perasaannya yang campur aduk saat itu.

Waktu berlalu, tanggal pengumuman pemenang dari Bank BRI sudah tiba yaitu 1 Desember 2021. Kebahagiaan masih terlihat di wajahnya setiap kali teringat momen kemenangan itu. Namun sesaat mimiknya berganti serius selaras dengan perubahan perasaan.

“Setelah diumumkan menang, kita diberitahu bahwa opening kedai itu tanggal 15 Desember, tapi baru masuk ke sana tanggal 13. Wah, cepet banget, dalam dua hari bikin coffee shop, itu dewa banget tuh ,” katanya.

Singkat cerita, Craftote laris manis. Dari dua kedai beranak menjadi empat, lokasinya di Post Blok dan Rumah Sakit Pelni. Thio sendiri tak menyangka bahwa kedai kopinya akan laku keras di masa-masa pandemi, bahkan ia menyebut bahwa usahanya itu ‘kebablasan’.

CraftoteBianca, pengunjung Craftote (Bonauli/detikcom)

Bianca (38), ibu dua anak, menjadi salah satu pelanggan setia Craftote. Ia bercerita bahwa dirinya kerap nongkrong selagi menunggu anaknya pulang sekolah.

“Rumah saya kebetulan di seberang sini, enak di sini suasananya tenang dan unik,” Bianca melontarkan pujian.

Bayangkan saja, kedai kopi itu lebih mirip galeri seni daripada tempat nongkrong. Lampu-lampunya estetik dari bahan ramah lingkungan yang didesain sendiri oleh Thio, mejanya dari bekas kaki mesin jahit. Tak ada alasan untuk tidak jatuh cinta pada Craftote.

Menu andalannya berupa kopi durian. Thio ingin agar konsumennya tetap sehat, ia pun menggunakan resep yang terbilang unik. Bukan cuma durian, kopi-kopi lainnya juga diracik dengan buah-buahan lain seperti buah naga dan stroberi. Rasanya di luar dugaan, sangat nikmat dan ringan. Harganya Rp 45 per gelas.

CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

Peran BRI untuk Craftote

Selama ikut dan aktif di Rumah BUMN, Thio mengaku mendapat banyak sekali manfaat. Ia mendapat berbagai pelatihan yang menunjang usahanya. Mulai dari pelatihan manajemen sampai digitalisasi.

“Bermanfaat sekali ikut Rumah BUMN,” senyum merekah di wajahnya.

Tiap kali mengingat perjalanan bersama BRI, Thio menunjukkan ekspresi yang bahagia. Berkali-kali ia mengucapkan terima kasih kepada BRI.

“Sangat, sangat berterima kasih kepada BRI,” kata dia.

Thio juga mengajukan pinjaman KUR kepada BRI dengan jumlah Rp 100 juta. Saat ini Craftote memiliki omzet Rp 50 juta per bulan.

Jajang Rohmana (23), fasilitator dari Rumah BUMN Jakarta, menyebut bahwa Craftote adalah UMKM Best Seller, artinya badan usaha ini memiliki produk yang diminati oleh masyarakat.

Kalau dulu Thio menjadi peserta pelatihan UMKM, kini ia kerap diundang sebagai narasumber untuk pelatihan di Rumah BUMN Jakarta. Jajang berkata bahwa kehadiran Thio menjadi penyemangat bagi UMKM yang sedang berjuang untuk maju.

“Harapannya dengan menghadirkan Craftote sebagai narasumber mereka biar jadi termotivasi buat belajar dan ikut pelatihan,” ujar dia.

(bnl/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

11 Tempat Nongkrong di Jakarta Barat, Ada Board Game dan Buka 24 Jam!


Jakarta

Di Jakarta Barat terdapat banyak tempat yang pas untuk nongkrong atau kumpul-kumpul bareng teman. Sebagian tempatnya juga cocok lho untuk WFC, nugas, dan meeting.

Selain itu, di sana juga menyajikan berbagai menu lezat yang harganya cukup terjangkau. Menu makanan minumannya bervariasi, mulai dari dessert, pastry, kopi, non kopi, jus, camilan ringan, hingga hidangan berat.

Beberapa tempat juga menyediakan banyak board game seru yang bisa dimainkan lho. Jadi, di mana saja sih tempat nongkrong asik di Jakarta Barat ini? Simak rekomendasinya di bawah.


Rekomendasi Tempat Nongkrong Asik di Jakarta Barat

Berikut tempat nongkrong asik di Jakarta dengan rating tinggi dan banyak review di Google.

1. Dancing Goat Coffee Co.

  • Lokasi: Ruko Grand Niaga Blok K6/2P, Jl. Puri Kencana – Kembangan
  • Jam Buka: Setiap hari, 07.00-21.00 WIB.
Dancing Goat Coffee Co.Dancing Goat Coffee Co. Foto: Instagram @dgcoffeeco.

Dancing Goat Coffee Co. punya area luas dengan banyak pilihan seat tersedia. Tempatnya pun cozy dan cukup ramai pengunjung. Selain asik nongkrong, di sini cocok untuk meeting maupun WFC karena ada colokan di tiap mejanya.

Pilihan menunya lengkap, mulai dari kopi, minuman non kopi, dessert, pastry, snack, sampai hidangan berat. Harga minumannya berkisar Rp 29.000-48.000 dan makanannya antara Rp 38.000-85.000.

2. Cafe Batavia

  • Lokasi: Kawasan Kota Tua Jakarta, Jl. Pintu Besar Utara No. 14 – Taman Sari
  • Jam Buka: Senin-Kamis (09.00-00.00), Jumat (09.00-01.00), Sabtu (07.00-01.00), Minggu (07.00-00.00).
Cafe Batavia.Cafe Batavia. Foto: Instagram @cafe_batavia

Cafe Batavia termasuk salah satu restoran tertua di Tanah Air yang memiliki sejarah menarik. Bangunannya bergaya vintage lantaran memang telah berdiri sejak 1805 yang digunakan sebagai tempat tinggal para pejabat VOC sekaligus kantor administrasi.

Kemudian gedungnya dibeli oleh keturunan Perancis dan diubah menjadi galeri seni, sebelum akhirnya dibuat restoran pada 1993. Hingga kini, suasana Cafe Batavia masih dipertahankan seperti awal resto dijalankan.

Hidangan yang disajikan di sini otentik. Menu andalannya yang patut dicoba, antara lain Rujak Kepiting, Nasi Goreng Roa, Putri Mandi, dan Ronde.

3. Lekker dan Kopi By Lekker Story

  • Lokasi: Jl. Tanjung Duren Raya No. 17B, Grogol Petamburan
  • Jam Buka: Setiap hari, 10.00-01.00 WIB.
Lekker dan Kopi By Lekker Story.Lekker dan Kopi By Lekker Story. Foto: Instagram @lekkerstory

Kalau mau nongkrong sambil mencicipi makanan ringan seperti lekker, bisa datang ke Lekker Dan Kopi By Lekker Story. Sesuai namanya, tempat ini menyajikan aneka lekker dan minuman kopi serta non kopi.

Menu lekker favoritnya yang bisa dijajal yaitu topping cokelat keju, Silverqueen, keju susu, Choco Crunch keju, Nutella & Skippy, greentea keju, dan Ovomaltine keju. Untuk harganya sangat terjangkau, mulai dari Rp 3.000-15.000 saja.

4. Kopitagram

  • Lokasi: Jl. Kasturi No. 22, Pal Merah
  • Jam Buka: Setiap hari, 08.00-21.00 WIB.
Kopitagram.Kopitagram. Foto: Instagram @kopitagram

Selain nongkrong, Kopitagram cocok banget untuk tempat WFC. Tempatnya nyaman dan tersedia banyak pilihan seat indoor outdoor, bisa lesehan, kursi, bean bag, maupun seat khusus kerja.

Menu makanan dan minumannya juga lengkap dan enak-enak. Ada minuman kopi dan non kopi, pastry, cake, ice cream, camilan ringan, serta hidangan berat. Harga menunya cukup terjangkau lho.

5. Sudutsatu Cafe

  • Lokasi: Jl. Tanjung Duren Barat I No. 1C, Grogol Petamburan
  • Jam Buka: Setiap hari, 10.00-21.30 WIB.
Sudutsatu Cafe.Sudutsatu Cafe. Foto: Instagram @sudutsatu.

Tempat nongkrong lainnya di Jakbar ada Sudutsatu Cafe. Kafe ini cozy, aesthetic, juga punya area luas. Cocok juga untuk tempat kerja ataupun nugas karena terdapat banyak colokan.

Untuk menunya terdapat makanan berat seperti rice bowl, nasi goreng, sop iga, dan indomie. Camilannya tersedia chicken bites, french fries, hingga onion ring. Kalau minumannya ada aneka kopi dan non kopi.

6. Ali Kopi Cafe & Roastery

  • Lokasi: The Bale Unit 2D, Jl. Daan Mogot Baru, Kalideres
  • Jam Buka: Setiap hari, 09.00-23.00 WIB.
Ali Kopi Cafe & Roastery.Ali Kopi Cafe & Roastery. Foto: Instagram @alikopiroastery.

Kafe luas lainnya yang cocok untuk nongkrong yaitu Ali Kopi Cafe & Roastery. Di sini ada banyak seat di indoor, outdoor, maupun rooftop. Tempatnya adem dan ramai didatangi pengunjung. Setiap hari Sabtu ada live music, jadi bisa sing along bareng teman-teman.

Menunya cukup bervariasi. Makanannya ada aneka rice bowl, nasi goreng, indomie, roti bakar, camilan ringan, dessert, juga pastry. Minumannya bisa pilih kopi, teh, soda, milkshake, boba, ataupun jus. Oh iya, di sini ada juga ruang billiard lho.

7. Strawberry Cafe

  • Lokasi: Greenville Blok AY No. 9A, Duri Kelapa – Kebon Jeruk
  • Jam Buka: Setiap hari, 12.00-22.30 WIB.
Strawberry Cafe.Strawberry Cafe. Foto: Instagram @strawberycafe

Ingin nongkrong sambil main board game di Jakbar? Bisa ke Strawberry Cafe. Kafe ini disebut-sebut sebagai kafe board game pertama di Indonesia. Di sini terdapat banyak papan permainan yang dapat dijajal lho.

Selain itu, menu makanan dan minuman yang disajikan juga bervariasi dan enak-enak. Ada pizza, pasta, nasi goreng, sate, hingga nachos. Untuk minumannya tersedia teh, jus, maupun es manis lainnya.

8. Pancong Rest Coffee

  • Lokasi: Jl. Sulaiman No. 10, Kebon Jeruk
  • Jam Buka: Setiap hari, 24 Jam.

Kalau cari tempat nongkrong yang buka 24 jam setiap harinya di Jakarta Barat, bisa ke Pancong Rest Coffee. Tempatnya selalu ramai, areanya cukup luas, dan duduknya lesehan.

Sesuai namanya, menu yang ditawarkan adalah kue pancong. Selain itu terdapat indomie, pisang bakar, dan roti panggang. Untuk minumannya bervariasi, ada yang panas maupun dingin. Harga menunya terjangkau, mulai dari Rp 4.000-20.000 saja.

9. ONNI House Jakarta

  • Lokasi: Jl. Tanjung Duren Utara V No. 242, Tanjung Duren
  • Jam Buka: Setiap hari, 10.00-22.00 WIB.
ONNI House Jakarta.ONNI House Jakarta. Foto: Instagram @onnihouse.jkt

ONNI House punya suasana homey dengan interior unik dan sedikit sentuhan vintage. Si setiap sudut kafe ini juga akan ditemukan tanaman hijau maupun dekorasi bunga yang cantik.

Untuk menunya beragam, mulai dari cake, dessert, snacks, salad, pasta, pizza, sampai hidangan berat. Sementara minumannya ada mocktail, kopi, non kopi, teh, serta bir.

10. Libero

  • Lokasi: Jl. Dr. Susilo Raya Np. C4, Grogol Petamburan
  • Jam Buka: Setiap hari, 10.00-00.00 WIB.
Libero.Libero. Foto: Instagram @libero.indonesia.

Kafe aesthetic dan cozy lainnya di Jakbar yaitu Libero. Tempatnya luas bergaya industrial, seat-nya indoor outdoor, ada smoking area, ruang billiard, serta mushola. Tempat ini juga cocok untuk WFC maupun nugas.

Menu di sini komplet, mulai dari hidangan Indonesia, Jepang, Asia, sampai western. Ada pizza, sushi, sup, salad, pasta, udon, nasi goreng, hingga wagyu. Camilannya ada nachos, tacos, mantou, tahu fantasi, yakitori, sampai tempura.

Minumannya tersedia mocktail, milkshake, kopi, non kopi, bir, dan teh. Ada pula aneka dessert maupun gelato yang lezat.

11. Kuup Boardgame Cafe

  • Lokasi: Greenville Blok AY No. 11, Duri Kelapa – Kebon Jeruk
  • Jam Buka: Setiap hari, 10.00-22.00 WIB.
Kuup Boardgame Cafe.Kuup Boardgame Cafe. Foto: Instagram @kuupboardgame.

Tempat nongkrong lainnya yang menyediakan papan permainan yaitu Kuup Boardgame Cafe. Terdapat puluhan board game seru yang bisa dimainkan bersama teman-teman cukup dengan menyewa seharga Rp 40.000-50.000.

Selama main juga bisa sekalian mencicipi makanan dan minuman yang ada. Menu yang ditawarkan seperti es kopi susu, milkshake, kopi latte, smoothie, rice bowl, roti kopi, croissant, nasi goreng, pasta aglio olio, dan popcorn chicken.

Nah, itu tadi sederet tempat nongkrong asik di Jakarta Barat yang menyediakan makanan minuman enak, board game, hingga live music. So, kamu tertarik nongkrong di mana nih?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Gedung Arsip Nasional Ternyata Dulu Rumah Gubernur Jenderal Hindia Belanda



Jakarta

Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang berada di Jalan Gajah Mada No. 111, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, sangat mencolok di antara bangunan lain di sekitarnya. Ternyata, dulu rumah tinggal gubernur jenderal Hindia Belanda.

Merujuk catatan sejarah, bangunan tersebut milik seorang Belanda yang bernama Gubernur Jenderal Reiner de Klerk. Sebelum diangkat menjadi gubernur jenderal, ia adalah anggota Raad van Indie atau organisasi pusat Pemerintah Hindia-Belanda. Dan, saat masih menjadi anggota Raad van Indie, di tahun 1755, itulah ia membeli tanah di Jalan Gajah Mada itu.

Kemudian, pada 1760 bangunan megah dengan arsitektur khas tersebut berdiri.


Kini, setelah 264 tahun, bangunan utama rumah pribadi itu masih kokoh. Bangunan itu bisa dilihat dari pinggir jalan ketika melintasi jalanan Gajah Mada.

Selain bangunan utama, di kedua sisinya juga terdapat paviliun-paviliun yang digunakan untuk menyambut tamu sebelum masuk ke dalam rumah.

detikTravel menyambangi bekas kediaman sang Belanda tersebut dan melihat keindahan bangunannya secara langsung, Kamis (18/7/2024). Pada tahun 1777 diangkatlah Reiner menjadi Gubernur Jenderal Hindia-Belanda dan rumah pribadinya pun berubah menjadi istana negara.

Menurut salah satu pemandu di Gedung Arsip Nasional mengatakan bahwa Reiner merupakan seorang pejabat yang agamis. Itu bisa dilihat dari ukiran-ukiran yang berada di atas pintu-pintu rumah itu (loster angin) seperti perempuan yang sedang memegang salib, perempuan memegang jangkar, perempuan di atas kerbau, vas bunga, dan lelaki di atas singa

“Ornamen-ornamen di rumah ini tuh memiliki simbol, punya filosofi bukan hanya sekadar pemanis ruangan seperti ini perempuan megang salib itu filosofinya adalah si Tuang Reiner itu orang yang taat terhadap agama. Terus pintu utama itu perempuan memegang jangkar itu adalah ucapan selamat datang,” kata pemandu yang enggan disebutkan namanya tersebut.

“Terus ada vas bunga itu filosofinya tuh si Tuan Reiner itu berharap rumah ini berkembang, harum, dan ini wanita di atas kerbau jadi harapannya si Tuan Reiner VOC atau Belanda itu tidak kekurangan pangan. Sebelah sini ada lelaki di atas singa, singa kan salah satu simbol kekuatan jadi Belanda atau VOC itu bisa menguasai dunia,” ujar dia sambil berjalan.

Dari ceritanya gedung bersejarah ini masih terjaga sekitar 90% keasliannya mulai dari pintu, lantai, hingga langit-langit atapnya masih terawat hingga sekarang. Bekas kediaman Reiner ini memiliki dua tingkat.

Gedung Arsip Nasional di JakartaGedung Arsip Nasional di Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Selain agamis, dari bangunan rumah itu, Reiner juga merupakan sosok yang senang berkumpul bersama teman dan kolega-kolega. Tinggalan itu berupa lantai dua yang berfungsi untuk menjamu kedatangan tamu-tamu Reiner.

Di bagian atas setelah menaiki tangga yang ikonik akan terlihat ruang luas yang di tengahnya terdapat meja makan kayu yang panjang. Di tempat inilah Reiner akan menikmati hari bersama rekan dan koleganya, ada cerita menarik dari ruang perjamuan ini.

Pemandu itu bercerita ketika Reiner dan rekan serta koleganya sudah masuk ke dalam ruang tersebut maka pintu utama yang berada di tengah akan di tutup.

Untuk itu, para pelayan tak boleh melewati pintu utama selagi Reiner dan yang lainnya sudah di dalam. Akses masuk para pelayan berada di pintu samping dekat tangga untuk masuk ke dalam ruangan.

“(Pintu) ini ketika acara sudah dimulai dia lewat situ jadi ketika si tuan sudah ready dan perjamuan makan sudah di mulai, (pintu) ini ditutup, pintu itu ditutup, nah yang ini dibuka. Jadi ini dibuka khusus pelayan yang menyajikan makanan,” kata pemandu itu sambil menutup pintu.

Selain terdapat berbagai furniture yang sudah ratusan tahun, di area ini juga terdapat beberapa peta dan lukisan-lukisan jadul. Reiner juga merupakan ketua organisasi sejarah Hindia-Belanda yang oleh karenanya terdapat banyak koleksi peta-peta zaman dahulu.

Beranjak dari bangunan utama, di belakang yang terdapat halaman luas itu berdiri deretan ruangan di setiap sisi yang dulu dipakai untuk tempat tinggal para pelayan di rumah Reiner. Adapun replika lonceng yang digunakan untuk menentukan jam kerja para pelayan.

Reiner meninggal pada tahun 1780 dan sepeninggalnya bangunan ini diwariskan kepada sang cucu Franz Reiner. Mulai dari peristiwa inilah bangunan tersebut banyak berganti kepemilikan dan berganti fungsi.

Setelah Tak Didiami Reiner: Rumah Yatim Piatu, Gedung Arsip

Satu tahun setelah Reiner meninggal, Gubernur Jenderal Hindia-Belanda beralih kepemimpinan di bawah Johannes Siberg. Dia membeli rumah Reiner itu pada 1786.

Kemudian, ia meninggal pada 1817. Di tahun yang sama rumah itu pun kembali beralih kepemilikan ke tangan Ketua Dewan Keuangan Hindia-Belanda, Lambertus Zeegers.

Hanya satu tahun memegang kuasa penuh rumah ini, Leendert Miero, berhasil membeli rumah dengan arsitektur Closed Dutch Style itu. Puluhan tahun berlalu, tepatnya 1844 bangunan itu kemudian dibeli oleh College van Diakenen dari Gereja Protestan.

Oleh diakenen, bangunan itu digunakan sebagai rumah yatim piatu.

Gedung Arsip Nasional di JakartaGedung Arsip Nasional di Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Di tahun 1900 Pemerintah Hindia-Belanda mengambil alih bagunan tersebut karena dianggap sudah tak layak digunakan. Setelah itu dialihfungsikan kembali menjadi kantor Dinas Pertambangan kala itu.

Kemudian, mulai 1925 Pemerintah Hindia-Belanda kantor Dinas Pertambangannya menjadikan rumah itu sebagai kantor arsip milik pemerintah.

Dari sinilah silsilah kantor arsip miliki Hindia-Belanda menjadi kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Kini, gedung itu tidak lagi berfungsi sebagai gedung arsip, karena semua arsipnya dipindahkan ke Gedung ANRI yang berada di Jalan Ampera.

Selain daya tarik tentang bangunan bersejarah itu, di kawasan tersebut juga terdapat Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan. Pusat studi itu ,menyimpan arsip tentang perjalanan Presiden Soekarno.

Jam Operasional dan Tiket masuk

Masyarakat yang ingin berkunjung dan melihat bangunan bekas rumah Reiner de Klerk bisa berkunjung setiap harinya mulai dari jam 09.00 hingga 15.00 WIB, tanpa dipungut biaya.

Sama halnya dengan Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan pengujung tidak perlu mengeluarkan biaya dan bisa datang di jam yang serupa, namun hanya bisa dikunjungi dari hari Senin sampai Jumat.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Gedung Candra Naya Bertahan Dipeluk Gedung-gedung Modern nan Menjulang



Jakarta

Jakarta Barat memiliki kawasan Pecinan terluas di Indonesia. Salah satunya ditandai dengan bangunan-bangunan bernuansa Tionghoa, salah satunya Gedung Candra Naya.

Gedung Candra Naya berada di Jalan Gajah Mada Nomor 188, Jakarta Barat. Gedung itu dulu merupakan rumah tinggal milik Mayor Khouw Kim An dan didirikan pada abad ke-19.

Gedung Candra Naya tak terlihat dari jalan raya. Gedung itu diapit oleh bangunan-bangunan tinggi seperti hotel, perkantoran, dan apartemen.


Gedung Candra Naya memiliki tiga bangunan asli. Satu bangunan utama dekat lobi hotel sedangkan dua lainnya berada di kedua sisi bangunan utama tersebut. Sebetulnya dulu ada empat bangunan namun kini sudah berubah menjadi apartemen.

Petugas keamanan yang berjaga di Gedung Candra Naya, Lutfi mengatakan bangunan tersebut merupakan ruangan selir dan bangunan itu memiliki dua tingkat.

Jakarta Barat memang terkenal dengan Pecinan Glodoknya, di area tersebut berjejal berbagai makanan hingga bangunan-bangunan bernuansa Tionghoa. Namun beranjak sedikit dari kawasan tersebut ada bangunan lama berarsitektur Tionghoa yang telah melegenda. Bangunan itu adalah Gedung Candra Naya.Gedung Candra Naya di Glodok, bangunan lama berarsitektur Tionghoa yang melegenda. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Saat detikTravel berkunjung Gedung Candra Naya, Rabu (17/7/2024) Lutfi menceritakan beberapa hal tentang gedung yang telah menjadi cagar budaya itu.

“Ini bangunan ada tiga bangunan, sisi selatan sama sisi utara, nah ini bangunan induknya. Ini rumah Khouw Kim An, dulu dibelakang ada (bangunan) dua lantai nah itu tempatnya para selir, sekarang udah dibongkar dimakan sama apartemen,” kata Lutfi.

Dari catatan sejarah yang berada di gedung tersebut, belum ada tahun pasti kapan bangunan ini resmi didirikan, yang pasti bangunan ini sudah ada sebelum Khouw Kim An lahir. Jadi entah sang kakek Khouw Kim An (Khouw Tjeng Tjoan) atau sang ayah (Khouw Tian Sek), anggapannya bangunan ini dibangun tahun 1807 oleh Khow Tjeng Tjoan untuk merayakan kelahiran anaknya yakni ayah dari Khouw Kim An di tahun 1808.

“Yang dari sejarah itu kemungkinan sekitar 1800-an ini bangunan dibangun, sekarang yang orang tahu tuh rumahnya Mayor Khouw Kim An. Nah itu Khouw Kim An sendiri adalah penerus, dia sebagai cucu bukannya sebagai yang punya (pendiri) bangunan ini jadi ini peninggalan rumah kakeknya,” ujar Lutfi.

Jakarta Barat memang terkenal dengan Pecinan Glodoknya, di area tersebut berjejal berbagai makanan hingga bangunan-bangunan bernuansa Tionghoa. Namun beranjak sedikit dari kawasan tersebut ada bangunan lama berarsitektur Tionghoa yang telah melegenda. Bangunan itu adalah Gedung Candra Naya.Gedung Candra Naya, bangunan lama berarsitektur Tionghoa yang melegenda. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Khouw Kim An sendiri lahir pada 5 Juni 1879, berjalannya waktu rumah peninggalan keluarganya itu ditempati olehnya. Melanjut dari catatan di Gedung Candra Naya, Khouw Kim An menempati bangunan ini pada tahun 1934.

Khouw Kim An diberikan jabatan oleh Pemerintah Belanda kala itu untuk mewakili etnis Tionghoa di Batavia, tahun 1905 karena karirnya dianggap mumpuni alhasil pangkat letnan disematkan kepadanya. Dan kurang dari sepuluh tahun Khouw Kim An sudah dua kali naik jabatan, di tahun 1908 menjadi kapten dan 1910 menjadi mayor.

Ketika Bangsa Jepang masuk ke Indonesia di tahun 1942, dalam catatan Khouw Kim An ditahan oleh Jepang dan meninggal dalam tahanan pada 13 Februari 1945. Sepeninggal Khouw Kim An bangunan ini pun beberapa kali beralih fungsi.

Alih Fungsi dari Pusat Perkumpulan Warga Tionghoa hingga Pusat Pendidikan Candra Naya

Setelah Perang Dunia Kedua berakhir di tahun 1946, bangunan ini dipakai menjadi tempat bagi Asosiasi Xin Ming (perkumpulan sosial) yang memiliki tujuan sebagai pusat informasi bagi etnis Tionghoa kala itu. Berbagai kegiatan banyak asosiasi ini lakukan di antaranya membuat klinik diagnostik yang menjadi awalan dari Rumah Sakit Sumber Waras.

Selain itu juga beberapa kegiatan olahraga seperti biliar, bulu tangkis hingga kungfu. Dan gedung tersebut juga sempat jadi pusat pendidikan SD, SMP, SMA yang bernama Candra Naya, di tahun 1965 atas permintaan Organisasi Persatuan Etnis untuk mengganti nama gedung menjadi Gedung Candra Naya.

Kini di area belakang bangunan utama Gedung Candra Naya terdapat sebuah kolam ikan yang indah. Menurut Lutfi kolam tersebut bukan bawaan dari bangunan lama.

Ia mengetahui setelah bertanya kepada salah satu pengunjung yang ternyata sempat mengenyam pendidikan di SD Candra Naya.

“Kolam ikan itu baru, dulu lapangan tempat latihan kungfu. Soalnya saya dapat informasi ini semuanya itu memang dari alumni SD dulu yang di sini, saya tanya umurnya udah berapa? Udah 60 tahunan,” kata dia.

Gedung Candra Naya saat ini seperti tak lekang dimakan zaman, walaupun sudah ratusan tahun berdiri daya tarik bangunannya masih terus terjaga. Arsitektur China klasik terlihat dari berbagai ukiran yang ada di setiap bangunan tersebut, Lutfi juga menyebut juga kerap datang arsitek yang ingin melihat bangunan Candra Naya.

“Ada beberapa arsitek yang datang ke sini, liat-liat bangunan ini katanya buat referensi dia gitu,” ujar Lutfi.

Bangunan yang statusnya sudah menjadi cagar budaya ini tetap bertahan di tengah gempuran gedung tinggi di sekelilingnya. Jika ingin langsung melihat keindahan bangunan ratusan tahun ini, kamu bisa datang setiap harinya mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

15 Tempat Wisata Kota Tua Jakarta dengan Sejarahnya Lengkap


Jakarta

Kota Tua adalah salah satu tempat wisata favorit di Jakarta. Kota Tua menyimpan banyak jejak sejarah peninggalan Belanda yang masih berdiri hingga sekarang.

Simak artikel ini untuk mengenal sejarah Kota Tua. Simak juga 15 tempat wisata unggulan yang wajib dikunjungi di Kota Tua, lengkap dengan daya tarik, harga tiket masuk, lokasi dan jam buka.

Rekomendasi 15 Tempat Wisata Kota Tua

Karena sejarahnya yang kental, Kota Tua kini memiliki pesona tersendiri bagi wisatawan. Jika mau datang ke sini, simak dulu rekomendasi 15 tempat wisata Kota Tua Jakarta yang wajib dikunjungi.


1. Stasiun KA Jakarta Kota

Kawasan depan Stasiun Jakarta Kota kerap dipenuhi driver ojol yang menunggu penumpang. Mereka biasanya mangkal di trotoar depan stasiun.Stasiun Jakarta Kota. (Pradita Utama)

Lokasi: Jalan Lada, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta

Jika kalian naik commuter line untuk menuju Kota Tua, maka akan turun di Stasiun Jakarta Kota. Stasiun ini dulu dikenal dengan sebutan Stasiun Beos. Stasiun ini berdiri sejak 1870.

Dikutip dari situs KAI, Beos sendiri diambil dari nama maskapai kereta api Belanda bernama Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur). Di masa Belanda, stasiun ini pernah dipakai sebagai untuk menghubungkan Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor).

Bangunan Stasiun Jakarta Kota merupakan hasil desain dari arsitek Belanda kelahiran Tulungagung, 8 September 1882, Frans Johan Louwrens Ghijsels. Kini stasiun ini masih aktif digunakan untuk jalur commuter line Jabodetabek mulai pukul 03.00-24.00 WIB.

2. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa. (Brigitta/detikcom)Pelabuhan Sunda Kelapa. (Brigitta/detikcom)

Lokasi: Jl. Maritim No 8 Sunda Kelapa, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara

Jam buka: 24 jam.

Di sisi utara terdapat Pelabuhan Sunda Kelapa yang sangat bersejarah, bahkan sejak masa kerajaan. Pelabuhan ini sejak dulu sudah menjadi persinggahan utama kapal-kapal dari berbagai negara.

Kini Pelabuhan Sunda Kelapa difungsikan untuk kapal-kapal berukuran lebih kecil dan melayani lalu lintas perdagangan antarpulau dalam negeri. Wisatawan bisa menjumpai kapal-kapal kayu dan kapal phinisi yang cantik digunakan sebagai latar belakang foto.

3. Museum Fatahillah

Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.Museum Fatahillah. (Tiara Rosana/detikcom)

Lokasi: Jl. Taman Fatahillah No 1 Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang.

Fatahillah adalah sosok yang bersejarah bagi Jakarta. Namanya kemudian digunakan sebagai nama Museum Sejarah Jakarta yang juga disebut Museum Fatahillah. Di dalam museum ini terdapat berbagai koleksi bersejarah dari masa lalu.

Koleksi tersebut antara berwujud perabot rumah tangga, mebel, senjata, keramik, peta, dan buku-buku. Koleksinya kini diperbanyak untuk menambah wawasan para pengunjung.

4. Taman Fatahillah

Taman FatahillahTaman Fatahillah. (Shutterstock)

Lokasi: Jl. Taman Fatahillah No 1 Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: 06.00-22.00 WIB

Harga tiket masuk: gratis

Museum Fatahillah mungkin tutup sampai sore, tetapi Taman Fatahillah bisa dinikmati sampai malam. Dari taman ini, traveler bisa berfoto dengan latar belakang gedung bergaya neo klasik tersebut.

Taman ini disusun dari bahan konblok. Terdapat sebuah kolam berdesain kubah yang unik di halaman depan. Detikers bisa melihat ke bagian atap utama Museum Fatahillah yang terdapat penunjuk arah mata angin yang ikonik.

Di malam hari, area ini masih ramai pengunjung. Bahkan sering kali ada hiburan musik.

5. Toko Merah

Toko Merah: Menikmati Kopi dan Pisang Goreng di Bangunan 293 TahunToko Merah di kawasan Kota Tua. (Tim detikfood)

Lokasi: Jalan Kali Besar Barat No 11, Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 08.00-22.00 WIB

Toko Merah mungkin tampak paling mencolok daripada bangunan di sekitarnya. Bangunan bergaya klasik Eropa ini memiliki ornamen khas China. Pada dindingnya tercantum informasi bahwa Toko Merah dibangun Gubernur VOC Gustaaf Willem Baron Van Imhoff pada 1730.

Dilansir e-jurnal milik binus.ac.id, terdapat perbedaan pendapat mengenai pemberian nama ‘Toko Merah’. Sebagian berpendapat gedung ini dulunya adalah toko yang dimiliki warga Tionghoa, Oey Liauw Kong pada pertengahan abad ke-19.

Pendapat lain mengatakan nama ‘Toko Merah’ diambil setelah peristiwa Geger Pacinan. Banyak warga Tionghoa yang mati dibunuh dan hanyut di Kali Besar saat itu. Warna air sungai pun sampai berubah menjadi merah karena darah.

Dahulu, wisatawan tidak diperbolehkan masuk ke Toko Merah, sehingga hanya bisa berfoto-foto dari luar. Sejak 1 November 2023, Toko Merah digunakan sebagai kafe RODE Winkel yang bisa menjadi tempat nongkrong sambil ngopi.

6. Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia merupakan objek wisata di kawasan Kota Tua. Tak hanya menyimpan kisah perjalanan Bank Indonesia, museum ini juga mengoleksi uang kuno.Museum Bank Indonesia. (Ni Made Nami Krisnayanti)

Lokasi: Jalan Pintu Besar Utara No 3, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 08.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Umum: Rp 5 ribu
  • Pelajar/mahasiswa: gratis

Ada juga Museum Bank Indonesia (BI) yang menyimpan sejarah perbankan Indonesia. Di sini, traveler bisa melihat mata uang dari zaman Nusantara sampai sekarang. Museum ini sering dijadikan tempat wisata edukatif oleh para pelajar.

7. Museum Bank Mandiri

museum bank mandiri kota tuamuseum bank mandiri kota tua. (Tommy Bernadus/d’Traveler)

Lokasi: Jalan Lapangan Stasiun No 1, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Pelajar/Anak-anak: Rp 3.000 per orang
  • Pelajar (Wisatawan Asing): Rp 10.000 per orang
  • Dewasa (Wisatawan Asing): Rp 15.000 per orang

Selain Museum Bank Indonesia, ada juga Museum Mandiri. Di sini, traveler bisa mengenal sejarah perbankan masa lalu melalui perangkat jadul, diorama, papan informasi.

Dilansir dari situs Museum Mandiri, gedung ini awalnya adalah kantor Nederlandsch Handel-Maatschappij (NHM) atau Netherlands Trading Corporation alias Maskapai Dagang Belanda.

Usai Indonesia merdeka, gedung ini beralih menjadi Bank Exim (Bank Export Import). Baru pada 2 Oktober 1998, gedung NHM resmi difungsikan sebagai Museum Mandiri.

8. Museum Seni Rupa dan Keramik

museum keramik kota tuamuseum keramik kota tua. (Nfadils/d’Traveler)

Lokasi: Jalan Pos Kota No 2, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang

Di sebelah Museum Fatahillah, terdapat bangunan cagar budaya yang juga menarik, yaitu Museum Seni Rupa dan Keramik. Traveler bisa melihat berbagai koleksi keramik dan seni rupa dari Indonesia maupun mancanegara di dalam museum ini.

Detikers juga bisa mengikuti workshop membuat gerabah atau keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik. Biaya mengikuti workshop ini adalah sebesar Rp 50.000 per orang.

9. Museum Bahari

Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta UtaraMuseum Bahari di Penjaringan, Jakarta Utara. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Lokasi: Jalan Pasar Ikan No 1, Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Jam buka: 08.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 10.000 per orang (weekend Rp 15.000 per orang)
  • Mahasiswa/pelajar: Rp 5.000 per orang
  • Wisatawan mancanegara: Rp 50.000.

Jakarta juga terkenal dengan lautnya. Wisatawan bisa mengenal lautan di Museum Bahari. Di museum ini, detikers bisa melihat berbagai benda-benda kelautan dari masa kolonial.

Dikutip dari situs Dinas Kebudayaan Jakarta, bangunan ini awalnya berfungsi sebagai gudang penyimpanan rempah-rempah. Setelah Jepang masuk, gedung ini berfungsi untuk menyimpan logistik oleh tentara Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, gedung ini dipakai untuk menyimpan alat navigasi hingga replika perahu tradisional dari berbagai daerah. Pemerintah menetapkan bangunan tersebut menjadi Museum Bahari pada 7 Juli 1977.

10. Magic Art 3D Museum Jakarta

Magic Art 3D MuseumMagic Art 3D Museum. Foto: Tiara Rosana/detikcom

Lokasi: Jalan Kali Besar Timur, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Jam buka: 10.00-18.00 WIB

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 60.000 (weekend Rp 80.000)
  • Anak usia 3-17 tahun: Rp 40.000 (weekend Rp 50.000)

Ada wisata museum lain yang menarik perhatian, yaitu Magic Art 3D Museum. Dilansir dari situs resminya, museum ini menyuguhkan berbagai lukisan dan seni tiga dimensi.

Di dalamnya terdapat 17 zona dan 104 spot foto. Zona di museum ini antara lain zona lukisan, satwa, laut, rutinitas, dinosaurus, horor, dan petualangan. Selain itu, terdapat wahana menarik di dalamnya, yakni seperti labirin rumah kaca, ruang laser, ruang ames, ruang miring, kursi ilusi, ruang penjara, dan ruang ajaib.

11. Museum Wayang

Museum WayangMuseum Wayang. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Lokasi: Jalan Pintu Besar Utara No 27 Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

Jam buka: 09.00-15.00 WIB (Senin tutup)

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang

Satu lagi tempat wisata museum di Kota Tua, yaitu Museum Wayang. Di dalamnya terdapat aneka koleksi wayang, seperti wayang kulit, wayang golek, dan wayang beber. Selain wayang, ada koleksi berupa topeng, lukisan, patung kayu, dan gamelan.

Museum Wayang menggunakan bangunan kuno yang didirikan VOC pada 1640 dengan nama ‘de oude Hollandsche Kerk’. Dulu gedung ini sempat hancur karena gempa bumi, tetapi dibangun kembali dan diserahkan kepada Stichting Oud Batavia untuk dijadikan museum dengan nama ‘de Oude Bataviasche Museum’ atau Museum Batavia Lama.

Dikutip dari situs Asosiasi Museum Indonesia (AMI), pada masa Indonesia merdeka, pemerintah menyerahkan gedung ini kepada Lembaga Kebudayaan Indonesia dan namanya diubah menjadi Museum Jakarta.

Pada 1968, bangunin ini diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta dan diubah fungsinya menjadi Museum Wayang pada 13 Agustus 1975.

12. Kawasan Kali Besar

Kawasan Kali Besar Kota Tua sudah hampir selesai direvitalisasi. Proyek revitalisasi yang dikerjakan selama hampir dua tahun itu mulai tampak bentuknya.Kawasan Kali Besar Kota Tua. (Agung Pambudhy/detikcom)

Jika traveler sudah melihat Toko Merah dan Museum Wayang, maka kalian pasti melihat Kali Besar. Kawasan sungai ini telah ditata rapi dan modern.

Banyak orang menyebut kawasan Kali Besar mirip dengan Sungai Cheonggyecheon yang ada di Seoul, Korea Selatan. Saat sore menjelang malam, suasana di sini semakin terlihat gemerlap oleh lampu Kota Tua.

13. Jembatan Kota Intan

Pekerja menyelesaikan proyek rehabilitasi Jembatan Kota Intan di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (16/11/2023). Jembatan Kota Intan merupakan jembatan gantung kayu tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1628 pada era pemerintah VOC Belanda.Jembatan Kota Intan. (Ari Saputra/detikcom)

Lokasi: ujung utara Jalan Kali Besar, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Di sepanjang Kali Besar terdapat beberapa penghubung antara Jalan Kali Besar Barat dan Jalan Kali Besar Timur, salah satunya adalah Jembatan Kota Intan. Jembatan ini unik karena bergaya kolonial.

Jembatan dibangun pada 1628 dan merupakan salah satu jembatan tertua di Indonesia. Sebelumnya, nama jembatan Engelse Burg (Jembatan Inggris), Hoenderpasarburg (Jembatan Pasar Ayam), dan Het Middelpunt Burg (Jembatan Pusat).

Dikutip dari situs Kemdikbud, Jembatan Kota Intan memiliki struktur unik karena dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan untuk mencegah banjir.

14. Pasar Petak Sembilan Glodok

Warga berjalan melintasi lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta, Selasa (5/4/2022). Sebanyak 160 PKL di kawasan Petak Sembilan rencananya akan direlokasi ke Pasar Glodok agar jalan tersebut bisa dilalui kendaraan mobil dan motor, sejalan dengan penataan kawasan Kota dalam menyambut Stasiun MRT Taman Sari. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.Pasar Petak Sembilan. (Hafidz Mubarak A/Antara)

Lokasi: Jalan Kemenangan Raya No 40, Kelurahan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

Jam buka: 06.00-15.30 WIB

Harga tiket masuk: gratis

Dari Kota Tua, detikers bisa mampir ke selatan, yakni di kawasan Glodok. Glodok merupakan kawasan pecinan terbesar sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda. Hingga kini, mayoritas warga Glodok merupakan keturunan Tionghoa.

Di Glodok terdapat beberapa pasar, salah satunya Pasar Petak Sembilan. Di pasar ini dijual aneka barang, seperti baju, lampion, alat peribadatan untuk umat Buddha dan Konghucu, hingga berbagai perlengkapan rumah tangga.

Selain itu, banyak penjual makanan khas seperti mipan, kue keranjang, siomay, dan aneka chinese food.

15. Vihara Jin De Yuan

Lokasi: Petak Sembilan, Jalan Kemenangan III No 19 Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Jam buka: 06.00-16.00 WIB

Harga tiket masuk: gratis

Masih di Glodok, terdapat Vihara Jin De Yuan atau Vihara Dharma Bhakti berdiri sejak sekitar 400 tahun silam dan merupakan vihara terbesar di Jakarta. Tempat ibadah ini menjadi bukti kompleksitas kehidupan masyarakat etnis Tionghoa di Indonesia.

Pemandu dari Jakarta Good Guide, Huans Sholehan, menjelaskan kelompok Tionghoa pernah menjadi korban pembantaian pada 1740, yang membuat vihara ini ikut terbakar.

Kebakaran pernah terjadi di vihara ini pada 2015. Lalu, pada 2019 tempat ini pun ditata ulang agar menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi umat Konghucu maupun Buddha.

Sejarah Kota Tua Jakarta

Dikutip dari situs Pemprov DKI Jakarta, Kota Tua Jakarta dulunya disebut Oud Batavia atau yang berarti Batavia Lama. Oleh Belanda, kawasan ini digunakan sebagai pusat pemerintahan Hindia-Belanda yang memiliki luas 1,3 km persegi.

Peristiwa penting banyak terjadi di tempat ini. Pada 1528, Fatahillah dikirim Kesultanan Demak untuk menyerang Pelabuhan Sunda Kalapa pada zaman Kerajaan Hindu, Pajajaran.

Fatahillah yang berhasil merebut Pelabuhan Sunda Kalapa, mengganti namanya menjadi Jayakarta yang dalam bahasa Sanskerta berarti ‘kemenangan penuh’ atau ‘kemenangan mutlak’.

Kemudian pada 1819, Belanda (VOC) di bawah Komando Gubernur Jenderal Jaan Pieterszoon Coen (JP Coen) merebut wilayah Jayakarta dari Fatahillah. Nama Jayakarta lalu diubah menjadi Batavia untuk menghormati leluhur mereka bernama Batavieren. Dari kata Batavia inilah masyarakat di sini disebut sebagai Betawi.

VOC mendirikan pusat pemerintah Hindia Belanda di Kali Besar (Groote River). Pada 1635, VOC memperluas Batavia hingga ke tepi barat Sungai Ciliwung di reruntuhan pusat pemerintahan Jayakarta.

Pada 1942, Belanda pergi dari Indonesia dan berganti dengan kependudukan Jepang. Nama Batavia kemudian diubah menjadi Jakarta. Setelah Indonesia merdeka pada 1945, nama Jakarta masih terus dipakai.

Pada 1972, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Ali Sadikin menjadikan Kota Tua sebagai situs cagar budaya melalui dekrit. Terdapat 12 gedung tua yang terancam ambruk, sehingga dilakukan revitalisasi dan hingga kini masih beroperasi dan digunakan untuk berbagai kegiatan.

Demikian tadi informasi lengkap mengenai Kota Tua Jakarta, mulai dari sejarah dan 15 tempat wisata di Kota Tua yang menarik dikunjungi. Sebelum berkunjung, jangan lupa pastikan destinasi wisata pilihan kamu dapat dikunjungi publik.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

8 Ide Museum Date di Jakarta, Bangun Suasana Romantis dan Seru


Jakarta

Museum date adalah konsep kencan di mana pasangan menghabiskan waktu bersama di museum. Mereka biasanya menjelajahi pameran seni, sains, sejarah, atau budaya.

Jakarta jadi salah satu kota yang sangat cocok untuk museum date. Selain memiliki banyak museum, museum di jakarta juga menawarkan suasana yang nyaman,sarat pengetahuan dan instagrammable.

Bagi detikers yang bingung mau liburan akhir tahun sama pangan ke mana? Kamu bisa pilih tempat-tempat ini untuk museum date.


Ide Museum Date di Jakarta

Dirangkum detikcom dari akun sosial media dan websitenya, berikut adalah beberapa rekomendasi museum yang bisa jadi pilihan museum date di Jakarta:

1. MoJa Museum

Libur panjang membuat warga beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan bermain sepatu roda di Moja Museum.Libur panjang membuat warga beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan bermain sepatu roda di Moja Museum. (Rifkianto Nugroho)
  • Harga tiket masuk: Rp 125 ribu-240 ribu.
  • Lokasi: Gelora Bung Karno Sports Complex, Main Stadium, Zona Biru 8-9, RT.1/RW.3, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
  • Jam buka: Setiap hari dari jam 11.00-19.30 WIB.

MOJA museum jadi salah satu museum terkenal di Jakarta yang interaktif dan instagrammable. Di sini, kamu bisa melihat banyak eksibisi seni interaktif.

Berbagai aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di MoJa museum di antaranya MoPaint (untuk kamu yang suka gambar), golf, atau RoJa yakni wahana roller skating (sepatu roda).

2. Museum Sejarah Jakarta

Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. (Tiara Rosana/detikcom)
  • Harga tiket masuk: Rp 2 ribu (pelajar), Rp 3 ribu (mahasiswa), dan Rp 5 ribu (dewasa).
  • Alamat: Jalan Taman Fatahillah No.1, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu pukul 09.00-15.00 WIB.

Museum Sejarah Jakarta atau dikenal juga museum Fatahillah, adalah bangunan yang jadi ikon di kawasan Kota Tua Jakarta. Dilansir Antara, museum ini memiliki koleksi sekitar 23.500 barang bersejarah, baik dalam bentuk benda asli maupun replika.

Dilansir laman Jakarta Tourism, dulunya, bangunan museum merupakan markas administrasi Perusahaan Hindia Timur, dan kemudian Pemerintah Belanda. Kebanyakan koleksi di museum ini terdiri dari peninggalan-peninggalan Belanda yang bermukim di Batavia sejak awal abad XVI.

3. Galeri Nasional Indonesia

Pengunjung mengamati karya seni instalasi dari medium logam alumunium karya Lini Natalini Widhiasi di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2024). Pameran tunggal seni rupa bertajuk Infinity Yin Yang merupakan karya seni baru yang menunjukkan kekuatan eksplorasi sekaligus eksploitasi material, medium dan teknik yang berlangsung 4 September hingga 3 Oktober 2024. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/agrPengunjung mengamati karya seni instalasi dari medium logam alumunium karya Lini Natalini Widhiasi di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2024). Pameran tunggal seni rupa bertajuk Infinity Yin Yang merupakan karya seni baru yang menunjukkan kekuatan eksplorasi sekaligus eksploitasi material, medium dan teknik yang berlangsung 4 September hingga 3 Oktober 2024. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu (anak-anak), Rp 20 ribu (dewasa), dan Rp 50 ribu (wisatawan asing).
  • Alamat: Jl. Medan Merdeka Tim. No.14, RT.6/RW.1, Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
  • Jam buka: Selasa-Sabtu dari jam 09.00-19.00 WIB.

Museum seni dan pusat pameran ini lokasinya ada di jantung kota Jakarta. Di sini kamu bisa menikmati ruang seni dan budaya, dengan beragam koleksi karya seni rupa.

Baik itu yang bersifat klasik maupun kontemporer dari seniman Indonesia maupun internasional. Galeri Nasional Indonesia cocok banget buat dijadikan ide museum date, karena banyak spot foto estetik dengan suasana yang tenang dan nyaman.

4. Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik JakartaArea Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta. (Weka Kanaka/detikcom)
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu-15 ribu (lokal), Rp 5 ribu (mahasiswa), Rp 50 ribu (wisatawan asing).
  • Alamat: Jl. Pos Kota No.2 9, RT.9/RW.7, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu dari jam 09.00 WIB – 15.00 WIB.

Sesuai namanya, museum ini menyimpan koleksi seni rupa dan keramik. Selain melihat koleksi, kamu dan pasangan date kamu juga bisa mengikuti workshop membuat gerabah atau keramik di sini lho.

5. Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara)

Museum MACANMuseum MACAN. (Chelsea Olivia/detikcom)
  • Harga tiket masuk: Rp 36 ribu-90 ribu.
  • Alamat: AKR Tower Level M, Jl. Panjang No.5, Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu dari 10.00-18.00 WIB.

Museum ini menyimpan berbagai karya seni modern dan kontemporer dari Indonesia dan luar negeri. Museum ini memang populer dikalangan pecinta seni dan anak muda.

Museum MACAN juga kerap menghadirkan pameran dan event kolaborasi dengan tema yang berbeda-beda.

6. Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024).Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024). Foto: Weka Kanaka/detikcom
  • Harga tiket masuk: Rp 15 ribu (anak-anak), Rp 25 ribu (dewasa), Rp 50 ribu (WNA).
  • Alamat: Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat,
  • Jam buka:Selasa-Minggu dari jam 09.00-15.00 WIB.

Kompleks Museum Nasional berdiri di atas tanah seluas 26.500 meter persegi.Terdiri dari Gedung A digunakan untuk ruang pamer dan wahana Imersifa, dan Gedung B (Gedung Arca) untuk pameran, juga digunakan untuk laboratorium, ruang pameran temporer, area komersial, perpustakaan, dan kantor.

Dilansir laman resminya, sampai saat ini koleksi yang dikelola museum ini ada sekitar 190.000an. Benda-benda tersebut terdiri dari 7 jenis koleksi yakni prasejarah, arkeologi masa klasik, sejarah, numismatik dan heraldik, keramik, dan etnografi.

7. Museum Bank Indonesia (BI)

Pameran Rupiah Berkisah tentang TimurPameran Rupiah Berkisah tentang Timur. (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu per orang, gratis bagi pelajar/mahasiswa.
  • Alamat: Jl. Pintu Besar Utara No.3, RT.4/RW.6, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu mulai dari jam 08.00-15.30 WIB.

Museum BI dulunya digunakan oleh De Javasche Bank, salah satu gedung dengan nilai sejarah yang tinggi. Lokasinya masih berada di kawasan Kota Tua.

Museum ini pertama kali dibuka pada tanggal 15 Desember 2006. Museum BI menyimpan berbagai koleksi numismatik dan arsitektur gedung.

8. Museum Wayang

Museum Wayang di Kota Tua Jakarta menjadi salah satu destinasi liburan edukasi. Di sini, Anda dapat melihat beragam koleksi wayang dari seluruh Indonesia.Museum Wayang di Kota Tua Jakarta menjadi salah satu destinasi liburan edukasi. Di sini, Anda dapat melihat beragam koleksi wayang dari seluruh Indonesia. (Muhammad Lugas Pribady)
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu (anak-anak dan pelajar/mahasiswa), Rp 10 ribu (dewasa), dan Rp 50 ribu (WNA).
  • Alamat: Jalan Pintu Besar Utara No.27 Pinangsia, RT.3/RW.6, Kota Tua, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa – Minggu dari jam 09.00-15.00 WIB.

Museum Wayang banyak memamerkan dan melestarikan warisan seni budaya pertunjukan boneka tradisional indonesia. Koleksinya meliputi wayang golek, wayang kulit, serta beberapa koleksi wayang dari daerah serta negara lain.

Tips untuk Museum Date

  • Ketahui tanggal dan waktu buka museum.
  • Pakai outfit terbaikmu, jangan lupa juga pilih yang nyaman.
  • Abadikan momen dengan berfoto di spot-spot menarik dan Instagramable.
  • Bangun obrolan dengan membahas topik seputar koleksi menarik atau karya seni di museum tersebut.

Itu tadi beberapa pilihan tempat untuk ide museum date di Jakarta yang bisa dikunjungi. Selain menawarkan suasana yang lebih santai dan estetis, date di museum juga sangat bernuansa romantis.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Rekomendasi 15 Restoran Keluarga di Jakarta Barat, Bisa Pesan Dulu Ya


Jakarta

Restoran keluarga kerap jadi pilihan destinasi wisata ketika liburan. Detikers tentunya tak perlu khawatir, karena tersedia berbagai pilihan resto bagi keluarga yang ingin wisata kuliner.

15 Tempat Makan Keluarga di Jakarta Barat

Dikutip dari situs dan media sosial terkait, berikut beberapa pilihan restoran keluarga yang bisa jadi bahan pertimbangan detikers.

1. Satu Meja

Jam buka

  • Senin-Kamis, Minggu: 10.00-22.00.
  • Jumat dan Sabtu: 10.00-23.00.

Lokasi

Jl. Tanjung Duren Utara 4 Nomor 464, RT 11/RW 03, Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol petamburan, Jakarta Barat.


Restoran ini sangat nyaman bagi pengunjung yang datang dengan keluarga atau orang-orang terdekat. Pengunjung bisa memesan menu khas Indonesia atau ala Barat.

2. Kampung Kecil Kedoya Puri Kembangan

Jam buka

Setiap hari: 10.00-22.00

Lokasi

Jl. Puri Kembangan Nomor 66 Kedoya Raya, Puri Kembangan, Jakarta Barat.

Resto Kampung Kecil berdiri di tempat nyaman dan sangat cocok bagi pengunjung yang datang dengan keluarga. Pengunjung bisa memilih menu khas Sunda yang cukup populer.

3. Waroeng Sunda

Jam buka

Setiap hari: 10.00-22.00

Lokasi

Jl. Panjang Nomor 57 RT 6/RW 1, Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Menu di sini utamanya adalah hidangan khas Sunda dengan rasa yang fresh dan segar. Pengunjung dapat memilih arena makan di dalam atau luar ruangan sesuai kebutuhannya.

4. Kampung Makan

Jam buka

Setiap hari: 10.00-22.00

Lokasi

Jl. Joglo Raya Nomor 21, RT 7/RW 1, Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Selain luas, resto menyediakan playground bagi anak-anak yang datang bersama pengunjung. Di sini tersedia aneka masakan khas Indonesia, Western, Chinese, dan fusion yang cocok dengan selera pengunjung.

5. Layar Seafood dan Ikan Bakar Pesanggrahan

Jam buka

Setiap hari: 11.00-21.30

Lokasi

Jl. Pesanggrahan Nomor 80, RT 1/RW 3, Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Di sini pengunjung bisa menikmati arena restoran yang bersih, luas, nyaman, dan tentunya ramah anak. Menu andalan resto adalah olahan seafood serta hidangan lain yang tak kalah enak.

6. Eyang Cadas Kedoya

Jam buka

Setiap hari: 10.00-22.00

Lokasi

Jl. Panjang Nomor 36, Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Resto Eyang Cadas menyediakan menu khas Jawa dan Sunda yang bersertifikasi halal. Pengunjung bisa memilih arena indoor atau outdoor saat menikmati makanan bersama keluarga.

7. Saung Kay

Jam buka

  • Senin-Sabtu: 10.00-22.00
  • Minggu: 10.00-23.00

Lokasi

Jl. Raya Duri Kosambi Nomor 27, RT 3/RW 1, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Restoran ini menyediakan arena yang asri dan nyaman cocok untuk keluarga. Pengunjung bisa memilih aneka makanan khas Sunda yang menjadi andalan. Untuk anak-anak, tersedia menu dengan rasa yang tidak tajam.

8. Restoran Warung Kelapa (Waroeng Kelapa)

Jam buka

  • Senin-Kamis: 08.00-22.00
  • Jumat, Sabtu, Minggu: 08.00-23.00

Lokasi

Jl. Puri Kembangan Nomor 121, RT 11/RW 5, Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Pengunjung yang datanng ke sini bisa menikmati suasana khas Bali yang asri dan tenang. Tentunya resto menyediakan ruang luas, nyaman, cocok bagi pengunjung yang datang dengan keluarga.

9. Saoenk Kito Susilo

Jam buka

Setiap hari: 10.00-22.00

Lokasi

Jl. Dr. Susilo I Nomor 1, RT 13/RW 3, Grogol, Kecamatan Grogol petamburan, Jakarta Barat

Pilihan resto ini menyediakan ruang nyaman dan santai, cocok bagi pengunjung yang ingin berakhir pekan dengan keluarga. Untuk menu, pengunjung bisa menikmati masakan Indonesia klasik yang cocok dengan semua usia.

10. Mlinjo Cafe and Resto Tomang

Jam buka

Setiap hari: 09.00-21.00

Lokasi

Jl. Dr. Susilo I Nomor 1, RT 13/RW 3, Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Resto Mlinjo menyediakan masakan khas Jawa dan Pekalongan dengan nuansa tempat yang homey. Pengunjung akan merasa nyaman selama di restoran dan bersantap dengan keluarga serta orang-orang terdekatnya.

11. Pesisir Seafood

Jam buka

Setiap hari: 11.00-22.00

Lokasi

Jl. Meruya Ilir Raya No.9, RT.4/RW.1, Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Di sini, pengunjung akan disuguhi ambiance khas pantai yang santai bagi keluarga. Hidangan andalan adalah olahan seafood dengan berbagai rasa yang cocok untuk anak dan dewasa.

12. Remboelan-Central Park

Jam buka

Setiap hari: 10.00-22.00

Lokasi

Jl. Meruya Ilir Raya Nomor 9, RT 4/RW 1, Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Resto ini sudah lama dikenal punya aneka menu terobosan yang cocok di lidah masyarakat. Remboelan menyediakan tatanan resto yang nyaman dan eksklusif bagi pengunjung.

13. Bale Dahar

Jam buka

Setiap hari: 10.00-21.00

Lokasi

Jl. Panjang Nomor 5D, RT 7/RW 11, Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Di sini, pengunjung bisa menikmati suasana yang nyaman dan cocok untuk keluarga. Pilihan menunya adalah masakan khas Nusantara dengan olahan yang cocok untuk semua pengunjung.

14. Saung Kita Tanjung Duren

Jam buka

10.00-22.00

Lokasi

Jl. Tanjung Duren Barat I Nomor 33, RT 12/RW 4, Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol petamburan, Jakarta Barat.

Dikutip dari review google, restoran ini dinilai cukup nyaman dengan menyediakan arena lesehan. pengunjung bisa memilih aneka menu yang cocok untuk dewasa dan keluarga.

15. Dapur Waris

Jam buka

  • Senin-Jumat: 11.00-21.00
  • Sabtu, Minggu: 11.00-21.30

Lokasi

Jl. Pesanggrahan Nomor 138, RT 1/RW 7, Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Resto ini menyediakan aneka olahan bebek dan menu pendampingnya. Pengunjung juga bisa memilih hidangan lain yang lebih cocok dengan lidahnya.

Bagi detikers yang ingin mengunjungi salah satu rekomendasi restoran keluarga di Jakarta Barat bisa pesan tempat dan menu lebih dulu. Reservasi memungkinkan pengunjung menikmati fasilitas dan layanan yang disediakan resto.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

‘Kesederhanaan’ Segelas Kopi Es Tak Kie, Warisan Glodok 1927



Jakarta

Kopi Es Tak Kie sudah ada sejak 1927 dan eksis hingga kini. Berada di tengah pasar, kedai kopi ini menjadi penjaga budaya Tionghoa di tengah Jakarta.

Di tengah kesibukan pecinan Glodok, Jakarta Barat, terselip satu kedai kopi legendaris yang membawa detikers kembali ke masa lalu. Namanya Kopi Es Tak Kie, kedai yang sudah berdiri pada 1927. Traveler masih bisa menikmati kopi itu hingga kini.


Kedai legendaris itu berada di Gang Gloria, kawasan kuliner legendaris di Pecinan Glodok, Pancoran, Jakarta Barat. Kalau dihitung, keddai kopi itu sudah berumur 98 tahun.

Kini, kedai itu dikelola oleh Ak Wang, generasi ketiga penerus usaha keluarga. Aroma es kopi langsung tercium berpadu dengan sajian lain.

“Pertama kali berdiri tahun 1927, waktu itu yang dijual hanya teh manis dan teh pahit. Baru kemudian menyesuaikan permintaan orang-orang zaman dulu yang ingin kopi,” ujar Ak Wang saat ditemui detikTravel, Selasa (21/10/2025).

Ada dua menu favorit yang paling banyak dipesan, yakni kopi hitam es dan kopi susu es, masing-masing dibanderol Rp 25 ribu per gelas. Total ada 14 menu yang tersedia di sini, mulai dari aneka bakmi dan sup, empat varian kopi, empat jenis teh, hingga telur ayam kampung.

Kopi Es Tak Kie, Glodok, Jakarta BaratSuasan Kopi Es Tak Kie, Glodok, Jakarta Barat (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

Kedai kopi itu sederhana. Ruangannya cukup luas, dengan pembeli yang bergantian keluar masuk.

Kopi Tak Kie, Kopi Kesederhanaan dan Pergaulan

Semua kopi diracik secara manual, tanpa bantuan mesin modern. Pemilihan metode pembuatan es kopi yang masih sangat konvensional ini mungkin tak lepas dari makna nama kedai yang selalu tampil rapi dan bersih ini.

“Nama Tak Kie sendiri berarti kesederhanaan dan pergaulan. Itu filosofi dari kakek saya,” ujar Ak Wang.

Kedai ini tak pernah sepi pengunjung mulai dari warga lokal, wisatawan, hingga anak muda yang datang untuk merasakan atmosfer klasik Glodok. Suasana kedainya pun masih otentik, meja kayu tua, gelas jadul, dan dinding berubin putih khas kedai tempo dulu.

“Semua orang bisa masuk ke sini, dari berbagai kalangan. Saya bersyukur pada kakek saya yang sudah mendirikan kedai ini. Berkat beliau, Tak Kie bisa terus diminati sampai sekarang,” kata Ak Wang.

Menurut Manda, salah satu pengunjung, suasana Kopi Tak Kie benar-benar mengingatkannya pada memori di kampung halaman bersama nenek. Apalagi es kopi Tak Kie dengan cita rasa berimbang antara manis dan pahit benar-benar mengingatkannya pada adukan kopi khas rumah tangga.

“Rasa makan dan kopi di sini tuh kaya otentik banget seperti lagi makan di rumah nenek di kampung Kopi Es Tak Kie ini direkomendasikan buat teman-teman yang ingin merasakan rasa kopi yang khas ada manis dan pahitnya,” kata Manda.

Bagi detikers yang ingin mencicipi secangkir es kopi segar adukan khas Kopi Es Tak Kie, bisa datang setiap hari pukul 06.30-13.30 WIB. Menu di sini tersedia dengan kisaran harga Rp 22-25 ribu untuk makanan dan minuman. Tak hanya hidangan berkualitas, di sini detikers juga bisa sekilas merasakan suasana Chinatown tempo dulu.

(row/row)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker