Tag Archives: jakarta pusat

Mau Ikut Program Bedah Rumah dari Pemerintah? Ini Syarat dan Caranya


Jakarta

Pemerintah memiliki program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) alias bedah rumah. Program ini memungkinkan masyarakat mendapatkan bantuan untuk merenovasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan program tersebut sudah bisa berjalan pada bulan ini. Adapun, target program BSPS adalah 45.000 unit.

“Untuk program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dengan target 45 ribu rumah, kami sudah tadi dengan BPKP sudah mulai penyerapannya bulan ini segera jalan,” katanya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025).


Tidak semua orang bisa mengikuti program tersebut. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Apa saja syaratnya? Dilihat dari akun Instagram resmi Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP yang diunggah pada Selasa (17/6/2025), berikut ini informasinya.

Syarat Penerima BSPS

Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP Fitrah Nur mengungkapkan salah satu syarat untuk bisa mengikuti program BSPS adalah warga negara Indonesia (WNI). Selain itu, masyarakat harus termasuk ke dalam kategori desil 4 ke bawah atau masuk kategori rentan miskin.

Fitrah juga mengungkapkan calon penerima harus memiliki tanah yang sah atau legalitas yang sah serta memiliki satu-satunya rumah dalam keadaan tidak layak huni.

“Data calon penerima bantuan harus masuk dalam DTSEN. Di lapangan, kami mempunyai namanya pendamping lapangan, tenaga fasilitator, komposisinya saat ini sedang direncanakan itu adalah 2 fasilitator untuk 40 penerima bantuan,” kata Fitrah dalam unggahan tersebut.

Mekanisme Pengajuan Usulan

Fitrah mengungkapkan mekanisme pengajuan penerima BSPS ini dari pemerintah daerah. Namun, bisa juga tokoh masyarakat sekitar mengajukan ke pemerintah daerah siapa saja yang berhak menerima BSPS.

“Setelah ada usulan penerima bantuan, selain kami seleksi administrasi juga akan kami melakukan seleksi fisik,” tuturnya.

Fitrah mengungkapkan, aturan terbaru soal BSPS masih digodok karena ada beberapa perubahan yang akan dilakukan.

Dalam catatan detikcom, bentuk BSPS yang diberikan bisa berupa uang dan barang. Uang yang diberikan kepada penerima BSPS digunakan untuk membeli bahan bangunan dan membayar upah kerja. Total uang yang diberikan yaitu Rp 20 juta, Rp 17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah kerja.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Dari Jauh Seperti Vihara, tapi Ternyata Kuliner Legendaris Rumah Merah



Jakarta

Sebuah bangunan di Tanah Abang menyita perhatian. Dari jauh sekilas seperti vihara, tapi ternyata itu adalah wisata kuliner legendaris si Rumah Merah.

Terletak tepat di samping kompleks Pasar Tanah Abang Blok A, traveler akan menemukan sebuah bangunan bergaya Tionghoa yang menyerupai vihara, padahal bukan.

Dikenal dengan sebutan Rumah Merah, bangunan ini ternyata adalah sebuah kafe dan restoran bernama Kapitan Lim. Bangunan kafe itu memang terlihat dari luar memiliki kombinasi warna merah dan putih yang mencolok.


Dengan pagar pintu berwarna merah yang menyerupai ciri khas vihara, kafe ini lengkap dengan hiasan lampion-lampion yang menggantung di sekelilingnya, menciptakan suasana yang memikat dan kental dengan nuansa Tionghoa.

Penamaan kafe ‘Kapitan Lim’ diambil dari nama Kapitan Tionghoa di Batavia, seorang tokoh berpengaruh dalam sejarah Batavia yang tidak hanya dikenal sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai seorang pengusaha gula sukses di wilayah Batavia pada masanya. Berdasarkan arsip sejarah ada dua kapitan bermarga Lim, yaitu Lim Lak Tjo dan Lim Kin Kwa.

“Kalau yang saya tahu, dari kapitan Lim, Kapitan Lim ini bukan owner, tapi nama sejarah orang Tionghoa,” kata Ria penanggung jawab resto tersebut kepada detikTravel.

Kafe Kapitan Lim di Tanah AbangKafe Kapitan Lim di Tanah Abang Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

Kapitan Lim kafe dan resto menawarkan pengalaman yang berbeda dengan interior dan bangunan yang unik. Suasananya membawa pengunjung seakan tertransportasi ke zaman dahulu.

Saat berada di dalam kafe, traveler akan merasakan suasana yang dihadirkan selaras dengan ciri khas Tionghoa, dari bangunan maupun ornamen penghiasnya.

Tidak seperti kafe-kafe di Jakarta yang mengusung konsep gaya minimalis, di Kapitan Lim tetap dijaga tradisi dan keaslian konsep arsitektur Tionghoa yang kental, sehingga menciptakan kombinasi yang harmonis antara modernitas dan warisan budaya yang kaya.

“Karena keunikannya terus konsepnya lebih mengarah ke zaman dahulu jadi membuat orang tuh berada di tahun sekarang” ujar Ria.

Rata-rata pengunjung kafe dan resto Kapitan Lim ini terdiri dari berbagai kalangan. Banyak dari mereka adalah orang-orang yang datang setelah berbelanja di Tanah Abang, serta pengunjung yang mengadakan meeting atau event-event keluarga.

“Kebanyakan sih kita event-event keluarga, meeting, dan orang-orang setelah habis berbelanja,” Ria menjelaskan.

Kafe Kapitan Lim di Tanah AbangKafe Kapitan Lim di Tanah Abang Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

Bangunan Kapitan Lim terbilang sangat luas dan terdiri dari dua lantai. Lantai pertama dapat menampung hingga 70 pengunjung dengan suasana yang hangat dan nyaman, dihiasi oleh lampu-lampu dari rotan memberikan pencahayaan lembut. Sementara bangku-bangku kayu menambahkan kesan vintage yang menawan, diimbangi dengan piring dan guci keramik yang dipajang indah dan poster pop art yang menghiasi dinding.

Sedangkan lantai kedua tidak kalah memanjakan mata pengunjung dengan kapasitas yang mampu menampung lebih dari seratus orang, terdapat smoking area, memberikan pengalaman yang lebih luas dan menyenangkan bagi siapa saja yang ingin bersantai dan menikmati hidangan di kafe ini.

Menu yang ditawarkan di Kapitan Lim cukup beragam, mencakup berbagi hidangan Chinese food hingga masakan peranakan. Salah satunya Lontong Tjap Gomeh hingga Kapitan Chicken Rice.

Kapitan Chicken Rice disajikan dengan kuah kaldu gurih dalam wadah yang terpisah. Isianya terdiri dari nasi hainan yang kaya rempah, dipadukan dengan ayam yang empuk dan gurih, serta disertai dengan pakcoy rebus dan selada, menciptakan perpaduan rasa yang sempurna dan memanjakan lidah setiap pengunjung yang mencobanya.

Salah satu menu lain yang jadi favorit di Kapitan Lim adalah racikan kopi Kapitan seharga Rp 22.000. Traveler dapat memesan varian kopi itu dalam bentuk dingin atau hangat. Uniknya, kopi Kapitan disajikan dalam cangkir berwarna putih yang bergambar ayam jago, memberikan sentuhan estetika yang menarik.

Sementara aroma kopinya yang sangat harum dan rasanya yang seimbang menciptakan perpaduan yang pas, menjadikan pengalaman ngopi Anda di sini tak terlupakan.

Soal kehalalan jangan khawatir, di sini traveler dapat menikmati berbagai hidangan yang dijamin halal, sehingga kalian bisa makan dengan tenang dan aman tanpa perlu meragukan kehalalan makanan yang disajikan.

Kafe dan Resto Kapitan Lim beralamat di Jl H. Fachrudin No 82A, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kapitan Lim buka setiap hari mulai jam 09.00 hingga jam 16.00 WIB.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

7 Tempat Kencan Low Budget di Jakarta, Banyak yang Masuknya Gratis!


Jakarta

Bingung cari tempat kencan low budget? Nggak perlu ambil pusing, karena untuk ngisi liburan panjang di Jakarta, kamu bisa menemukan banyak pilihan spot romantis yang ramah di kantong.

Ada ruang publik yang bisa dinikmati bersama masyarakat gratis hingga kawasan bersejarah. Walaupun low budget, tempat-tempat ini juga bisa membuat momen berkesan dan manis bareng pasangan.

Tempat Ngedate Murah di Jakarta

Berikut adalah rekomendasi tempat untuk ngedate low budget untuk quality time bareng pacar atau pasangan versi detikTravel:


1. Museum Nasional Indonesia (Museum Gajah)

Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024).Museum Nasional Indonesia. (Weka Kanaka/detikcom)

Museum Nasional Indonesia berlokasi di Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Gambir, Jakarta Pusat. Harga masuk museum hanya sekitar Rp 25 ribuan untuk orang dewasa (lokal).

Enaknya museum date, kamu mungkin bakal nggak kehabisan topik. Soalnya, kamu bisa bangun obrolan dengan ngomongin topik seputar koleksi menarik atau karya seni di museum tersebut.

Mengutip laman resminya, museum ini memiliki koleksi sekitar 190.000an benda. Benda tersebut dari 7 jenis koleksi yakni prasejarah, arkeologi masa klasik, sejarah, numismatik dan heraldik, keramik, serta etnografi.

2. Kawasan Blok M

Suasana berwisata di Mbloc Space.Suasana berwisata di Mbloc Space. (Rengga Sancaya/detikcom)

Kawasan Blok M jadi salah satu tempat pacaran Jakarta di malam hari, yang cukup populer di kalangan para anak muda Jakarta. Lokasinya ada di Jakarta Selatan.

Ada apa aja di blok M? Kawasan Blok M terkenal menawarkan berbagai pilihan aktivitas seru untuk pasangan. Mulai dari berburu kuliner viral, nongkrong di cafe, di tambah akses transportasi di sini pun mudah karena dilewati MRT dan jalur TransJakarta.

3. Kota Tua

Warga berjalan di dekat bunga tabebuya yang bermekaran di Kawasan Kota Tua, Jakarta, Senin (30/9/2023). Bunga dari pohon Tabebuya yang berasal dari Brazil itu bermekaran dan menambah keindahan kota.Warga berjalan di dekat bunga tabebuya yang bermekaran di Kawasan Kota Tua, Jakarta, Senin (30/9/2023). Bunga dari pohon Tabebuya yang berasal dari Brazil itu bermekaran dan menambah keindahan kota. (Ari Saputra)

Untuk membangun suasana sejarah yang romantis, Kota Tua bisa jadi pilihan tempat kencan low budget yang bisa kamu coba. Dari pagi hingga malam, kawasan ini cukup ramai orang terutama di hari libur.

Di sini, kamu dan pasangan kamu menikmati berbagai kegiatan seru tanpa perlu mengeluarkan banyak uang lho.

Pilihannya bisa ke Museum Fatahillah, Museum Wayang, hunting foto, berkeliling dengan sepeda, atau mengunjungi kafe/tenant makan, dan restoran yang ada di sana.

4. Hutan Kota GBK

Hutan Kota GBKHutan Kota GBK. (Tasya Khairally/detikcom)

Untuk edisi picnic date, Hutan Kota GBK bisa jadi pilihannya. Tempatnya ada di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan.

Untuk masuk ke hutan GBK, kamu tidak perlu mengeluarkan uang alias gratis. Ruang hijau di menawarkan suasana asri dan sejuk di tengah kota, yang menghadirkan pemandangan gedung-gedung tinggi Jakarta di sekelilingnya.

Di sini, kamu dan pasangan bisa bersantai sambil menikmati suasana atau sambil ngemil menu picnic yang simple, main board game, hingga ngobrol satu sama lain.

5. Perpustakaan Jakarta Cikini

Perpustakaan Jakarta Cikini telah resmi beroperasi. Perpustakaan tersebut diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada Kamis (7/7/2022) lalu.Perpustakaan Jakarta Cikini. (Instagram @perpusjkt)

Perpustakaan Jakarta Cikini ada di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Tempat ini buka dari 09.00-17.00 WIB dan jika hari libur tutup sampai 20.00 WIB.

Untuk masuk perpustakaanya, kamu bisa masuk secara gratis kok. Selain itu, banyak aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di sini. Mulai dari nonton teater, foto-foto di spot yang Instagramable, ataupun melihat lukisan.

6. Taman Literasi

Imlekan di Taman LiterasiTaman Literasi Blok M. (Weka Kanaka/detikTravel)

Namanya Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. Taman Literasi ini lokasinya ada di kawasan Blok M, dan kamu bisa secara gratis masuk ke sini.

Pembangunan taman ini bertujuan untuk mengaktivasi ruang hijau dan publik kota Jakarta. Terdapat beragam fasilitas di sini, mulai dari healing garden, plaza anak, hingga amphitheater.

Di sini, kamu bisa baca-baca buku di perpustakaan atau sekedar ngobrol di area outdoor. Tenang saja, kalau kelaparan di sekitar lokasi banyak tempat makan yang bisa kamu kunjungi.

7. Pantai Ancol

Suasana Pantai Ancol pada Jumat (10/5/2024)-(Belia/detikcom)Suasana Pantai Ancol pada Jumat (10/5/2024). (Belia/detikcom)

Pantai Ancol lokasinya ada di Jakarta Utara. Dilansir laman website resmi Ancol (15/11/2024), harga tiket masuk Ancol sekitar Rp 30 ribu (motor) dan Rp 30 ribu (mobil).

Di sini, kamu bisa bermain di Pantai selama seharian penuh. Tidak hanya bisa memandangi laut dan pasir putih, di sini kamu juga bisa piknik di Ecopark Ancol, kulineran, melihat pameran seni di Pasar Seni, atau keliling Ancol gratis pakai bus Wara Wiri maupun kereta Sato Sato.

Itu tadi beberapa rekomendasi tempat kencan low budget di Jakarta yang bisa kamu kunjungi. Dengan memanfaatkan tempat-tempat tadi, kamu dan pasangan bisa menikmati quality time tanpa perlu membebani dompet.

(row/row)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Daftar Hotel Bintang 5 di Jakarta, Per Malam Mulai Rp 1,5 Jutaan


Jakarta

Jakarta merupakan salah satu kota terbesar di Asia. Untuk memenuhi para tamu dari dalam maupun luar negeri, tersedia hotel bintang 5 di Jakarta yang memiliki fasilitas mumpuni.

Biasanya, hotel bintang 5 dipakai untuk sejumlah tamu VIP, mulai dari artis, aktor, musisi, hingga tim nasional sepak bola yang bertanding di Jakarta. Selain itu, hotel bintang lima juga kerap digunakan oleh para business trip.

Namun, belakangan ini juga sedang tren staycation di hotel bintang lima. Cara ini dilakukan orang-orang untuk melepas penat atau sekadar ingin mencicipi rasanya menginap di kamar hotel yang mewah.


Penasaran, apa saja sih hotel bintang 5 di Jakarta? Simak daftar hotelnya dalam artikel ini.

Daftar Hotel Bintang 5 di Jakarta

Ada sederet hotel bintang 5 di Jakarta, beberapa di antaranya yang terkenal seperti Ritz-Carlton, The Langham, hingga Fairmont. Untuk harga menginap di hotel bintang 5 mulai dari Rp 1,5 jutaan per malam.

Daripada penasaran, berikut daftar hotel bintang 5 di Jakarta yang telah dirangkum detikTravel:

Hotel Bintang 5 di Jakarta Pusat

Cukup banyak hotel bintang 5 yang berada di Jakarta Pusat. Simak daftar hotelnya di bawah ini:

1. Park Hyatt Jakarta

  • Lokasi: Kebon Sirih, Jakarta Pusat
  • Rating: 9,1/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 4,2 juta

2. Fairmont Jakarta

  • Lokasi: Senayan, Jakarta Pusat
  • Rating: 9,4/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,9 juta

3. Grand Hyatt Jakarta

  • Lokasi: Thamrin, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,8 juta

4. Mandarin Oriental Jakarta

  • Lokasi: Thamrin, Jakarta Pusat
  • Rating: 9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,2 juta

5. Hotel Indonesia Kempinski

  • Lokasi: Thamrin, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3 jutaan

6. The Orient Jakarta, a Royal Hideaway Hotel

  • Lokasi: Sudirman, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,7 juta

7. Shangri-La Jakarta

  • Lokasi: Karet Tengsin, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,4 juta

8. Hotel Mulia Senayan

  • Lokasi: Senayan, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,4 juta

9. Ayana Midplaza Jakarta

  • Lokasi: Sudirman, Jakarta pusat
  • Rating: 8,8/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,3 juta

10. Fraser Residence Sudirman Jakarta

  • Lokasi: Sudirman, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,3 juta

11. Le Meridien Jakarta

  • Lokasi: Sudirman, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,2 juta

12. Ascott Jakarta

  • Lokasi: Thamrin , Jakarta Pusat
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,1 juta

13. Pullman Jakarta Indonesia

  • Lokasi: Thamrin, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,6/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2 juta

14. The Mayflower Jakarta

  • Lokasi: Sudirman, Jakarta Pusat
  • Rating: 9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,9 juta

15. Fraser Residence Menteng Jakarta

  • Lokasi: Kebon Sirih, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,8/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,8 juta

16. Sari Pacific Jakarta

  • Lokasi: Thamrin, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,4/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,5 juta

17. Grand Mercure Jakarta Kemayoran

  • Lokasi: Gunung Sahari, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,4 juta

18. Grand Sahid Jaya Jakarta

  • Lokasi: Sudirman, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,1/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,2 juta

19. Hotel Sultan Jakarta

  • Lokasi: Kebayoran Baru, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,6/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,1 juta

20. Hotel Borobudur Jakarta

  • Lokasi: Pasar Baru, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,6/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1 jutaan

21. Aryaduta Menteng

  • Lokasi: Gambir, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,5/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1 jutaan

22. Merlynn Park Hotel

  • Lokasi: Petojo Utara, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,6/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1 jutaan

23. DoubleTree by Hilton

  • Lokasi: Cikini, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,8/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,9 jutaan

24. Pan Pacific Jakarta

  • Lokasi: Thamrin, Jakarta Pusat
  • Rating: 9,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,9 jutaan

25. The Grand Mansion Menteng by The Crest Collection

  • Lokasi: Menteng, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,8 jutaan

26. The Hermitage Jakarta

  • Lokasi: Menteng, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,7 juta

Hotel Bintang 5 di Jakarta Selatan

Ada banyak juga hotel bintang 5 yang berlokasi di Jakarta Selatan. Berikut daftarnya:

1. The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place

  • Lokasi: Senayan, Jakarta Selatan
  • Rating: 9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 5,5 juta

2. The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan

  • Lokasi: Kuningan, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,8/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 4,2 juta

3. Four Seasons Hotel Jakarta

  • Lokasi: Gatot Subroto, Jakarta Selatan
  • Rating: 9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 4,2 juta

4. The Gunawarman

  • Lokasi: Selong, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 4 juta

5. The Langham, Jakarta

  • Lokasi: Senayan, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,9 juta

6. The Westin Jakarta

  • Lokasi: Rasuna Said, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,7 juta

7. Alila SCBD Jakarta

  • Lokasi: Senayan, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,5/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,7 juta

8. The Dharmawangsa Jakarta

  • Lokasi: Dharmawangsa, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,6 juta

9. Ascott Kuningan Jakarta

  • Lokasi: Kuningan, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,6 juta

10. Raffles Jakarta

  • Lokasi: Kuningan, Jakarta Selatan
  • Rating: 9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,5 juta

11. Oakwood Suites La Maison Jakarta

  • Lokasi: Gandaria, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,8/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,1 juta

12. JW Marriott Hotel Jakarta

  • Lokasi: Kuningan, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,6/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,9 juta

13. InterContinental Hotels Jakarta

  • Lokasi: Pondok Indah, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,9 juta

14. Sheraton Grand Jakarta Gandaria City

  • Lokasi: Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,6 juta

15. Fraser Place Setiabudi

  • Lokasi: Rasuna Said, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,8/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,8 juta

16. Hotel Gran Mahakam

  • Lokasi: Gandaria, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,8 juta

17. Gran Melia Jakarta

  • Lokasi: Kuningan, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,8/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,7 juta

18. The Grove Suites by Grand Aston

  • Lokasi: Kuningan, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,5 juta

19. Manhattan Hotel Jakarta

  • Lokasi: Rasuna Said, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,3/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,3 juta

20. Kemang Icon Hotel

  • Lokasi: Kemang, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,1/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,1 juta

21. Mangkuluhur ARTOTEL Suites

  • Lokasi: Setiabudi, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,6/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,1 juta

22. Ra Suites Simatupang

  • Lokasi: Cilandak, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,1 juta

23. The St. Regis Jakarta

  • Lokasi: Setiabudi, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,9 juta

Hotel Bintang 5 di Jakarta Barat

Pullman Jakarta Central Park

  • Lokasi: Tanjung Duren, Jakarta Barat
  • Rating: 8,5/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2 juta

Hotel Bintang 5 di Jakarta Utara

Swissôtel Jakarta PIK Avenue

  • Lokasi: Kamal Muara, Jakarta Utara
  • Rating: 8,5/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,4 juta

Demikian daftar hotel bintang 5 di Jakarta. Semoga dapat membantu detikers yang ingin staycation di hotel mewah.

(ilf/fds)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Spot-spot Nongkrong Estetik di Taman Ismail Marzuki, Catat ya!



Jakarta

Taman Ismail Marzuki (TIM) bisa menjadi pilihan sebagai tempat nongkrong hemat. Apa saja spotnya? Catat ya traveler!

Selain karena gratis, kawasan TIM juga memiliki spot-spot yang estetik untuk berfoto bersama teman-teman atau untuk selfie.

Letaknya berada di pinggir Jalan Cikini Raya Nomor 73, Menteng, Jakarta Pusat. Biasanya masyarakat ramai mengunjungi tempat ini ketika sore hari.


Entah itu sehabis para pelajar usai sekolah ataupun pekerja di sekitar area itu yang hendak rehat sejenak untuk sekadar duduk-duduk santai.

Salah satu petugas keamanan yang berjaga di Taman Ismail Marzuki mengatakan, ketika sore hari tiba yang ditandai mulai banyaknya pedagang yang berjualan, di situlah waktu yang biasanya mulai banyak berdatang masyarakat untuk menikmati sore hari di Cikini.

Ketika detikTravel berada di Taman Ismail Marzuki dan waktu tepat menunjukkan sekitar pukul 15.45 WIB. Betul saja para pedagang pun mulai bermunculan di area depan Taman Ismail Marzuki.

Kemudian tak lama berselang, masyarakat yang entah keluar dari gedung-gedung di area Taman Ismail Marzuki atau sekelilingnya mulai menghampiri pinggiran jalan itu.

Selain pinggiran Jalan Cikini atau area depan Taman Ismail Marzuki, area mana saja sih yang biasa dijadikan tempat nongkrong oleh masyarakat, yuk simak beberapa pilihan spotnya.

1. Depan Patung Ismail Marzuki

Tempat ini biasa dijadikan area untuk duduk-duduk santai masyarakat yang hendak menunggu transportasi atau pun yang memang sengaja menjadikan area tersebut sebagai spot nongkrong mereka.

Selain itu, tepat tak jauh dari patung tersebut ada photo box yang bisa dicoba oleh masyarakat dengan latar belakang patung Ismail Marzuki.

2. Tangga Gedung Ali Sadikin

Sebelum masuk ke dalam gedung ini, kamu harus menaiki beberapa anak tangga untuk akses menuju ke Perpustakaan Jakarta. Nah anak tangga inilah yang biasanya juga dijadikan area nongkrong oleh masyarakat.

tempatnya teduh juga bersih, begitu nyaman untuk duduk-duduk sore sambil bercengkrama dengan teman-teman.

3. Kolam Planetarium

Tempat Nongkrong di Taman Ismail MarzukiTempat Nongkrong di Taman Ismail Marzuki Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Jika masuk ke outdoor di dalam area Taman Ismail Marzuki dan berada dekat Planetarium, kamu akan menemukan sebuah kolam yang cukup luas.

Di tempat ini pula terdapat area luas yang biasa dijadikan tempat duduk-duduk santai oleh masyarakat dan biasanya pula area ini dijadikan tempat untuk latihan menari oleh para pelajar.

Menurut petugas keamanan lainnya yang berada di Taman Ismail Marzuki, Mukti mengatakan untuk aktivitas nongkrong ini diperbolehkan selagi tidak melakukan hal-hal di luar aturan yang sudah ada.

Kegiatan melanggar norma hingga membuang sampah sembarangan sudah tentu dilarang di sini. Sedangkan untuk waktu, terbilang begitu leluasa karena warga bisa nongkrong hingga malam.

“Kalau untuk jam operasional itu kita di Taman Ismail Marzuki itu di jam 07.00 pagi mungkin sudah bisa diakses untuk umum hanya saja belum bisa masuk ke area dalam venue, karena untuk venue sendiri dibuka ketika ada kegiatan paling yang bisa diakses itu area outdoor. Dan terkait untuk jam operasional itu sebenarnya kita ada di jam 09.00 sampai 22.00 WIB,” ungkap Mukti.

Jadi buat kamu yang nyari tempat nongkrong murah dan estetik bisa langsung datang ke Taman Ismail Marzuki. Selain nongkrong-nongkrong di Taman Ismail Marzuki, kamu juga bisa kunjungi Perpustakaan Jakarta.

Taman Ismail Marzuki dengan bangunan yang berkonsep minimalis ini cocok untuk dijadikan latar belakang foto yang keren.

4. Perpustakaan Jakarta

Rasanya seperti kurang afdol jika berkunjung Ke Taman Ismail Marzuki tanpa mengunjungi Perpustakaan Jakarta yang berada di Gedung Ali Sadikin.

Bukan hanya jadi tujuan tempat baca saja, banyak dari pengunjung yang datang ke sana juga menjadikan perpustakaan tersebut sebagai tempat berfoto karena areanya yang estetik, belum lagi suasana di dalam yang nyaman bikin betah buat nongkrong berlama-lama.

5. Tangga Kecil Dekat Masjid Amir Hamzah

Buat kamu yang belum tahu spot nongkrong estetik lainnya di Taman Ismail Marzuki, ini adalah salah satunya.

Tak terlalu jauh dari Masjid Amir Hamzah terdapat beberapa anak tangga yang bisa dijadikan tempat duduk-duduk santai, tempat yang hening dan sejuk (sore hari) cocok banget buat kamu yang ingin suasana lebih tentram dibanding nongkrong di area depan Taman Ismail marzuki.

6. Foodcourt Gedung Ali Sadikin

Buat kamu yang ingin nongkrong dan sambil makan-makanan berat, tempat ini cocok banget deh. Berada di lantai satu, foodcourt ini bisa jadi pilihan kamu ketika ingin nongkrong tapi perut keroncongan.

Di sini terdapat berbagai pilihan makanannya mulai dari kudapan berat hingga cemilan, dan tentunya juga minuman. Tak jauh dari foodcourt juga terdapat kursi panjang yang dilengkapi dengan meja, bisa bengat buat menikmati makanan kalau kursi di depan foodcourt penuh.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ada Apa di Taman Lapangan Banteng? Ini 6 Aktivitas Seru dan Cara Ke Sana


Jakarta

Jakarta memiliki banyak area terbuka cantik yang cocok untuk tempat rekreasi di akhir pekan, salah satunya Lapangan Banteng. Kawasan ini terkenal dengan Monumen Pembebasan Irian Barat yang menjulang tinggi di tengah dan sangat ikonik.

Taman Lapangan Banteng termasuk landmark strategis di Jakarta. Lokasinya berada tidak jauh dari Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta. Menariknya, berbagai acara kerap digelar di sini sehingga banyak orang yang datang berkunjung.

Selain itu, area Lapangan Banteng menjadi tempat yang pas untuk berolahraga. Terdapat lapangan bola dan jalur lari di sana. Makin penasaran dengan kawasan taman satu ini? Temukan informasi lebih lengkapnya di bawah.


Ada Apa Saja di Taman Lapangan Banteng?

Ada sejumlah spot dan aktivitas seru yang dapat kamu lakukan di Lapangan Banteng, yakni sebagai berikut:

1. Pertunjukan Air Mancur

Jadwal Air Mancur Lapangan BantengWarga menyaksikan pertunjukan air mancur menari di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (18/6/2022). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menghadirkan pertunjukan air mancur menari setiap akhir pekan dan terbagi dalam tiga sesi, yakni pukul 18.30 WIB, 19.30 WIB dan 20.15 WIB, setelah dua tahun ditiadakan akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.Pertunjukan air mancur di Lapangan Banteng. (Muhammad Adimaja/Antara)

Ini adalah salah satu daya tarik utama dari Taman Lapangan Banteng. Show air mancurnya digelar hari Sabtu dan Minggu saja pada jam 18.30 dan 19.30. Pertunjukannya semakin meriah dengan berhiaskan lampu warna-warni yang menyala indah di malam hari.

2. Berbagai Event Seru

Lapangan Banteng jadi spot langganan berbagai hajatan event. Mulai dari festival makanan, bazar pernak-pernik, pameran tanaman dan satwa, hingga konser. Berbagai acara ini juga yang menarik warga berdatangan ke sana.

Acara di Taman Lapangan Banteng selanjutnya yang akan diadakan yaitu Festival Raya Indonesia yang berlangsung selama 30 Agustus-1 September 2024. Pengunjung akan menemukan bazar makanan, mini zoo & pet show, sampai konser gratis.

3. Area Bermain

Menghabiskan akhir pekan di Lapangan Banteng, Jakarta PusatLapangan Banteng di Jakarta Pusat. (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Kamu akan menemukan area bermain anak di Taman Lapangan Banteng. Di sini anak-anak bisa bermain papan seluncur, ayunan, hingga jungkat-jungkit. Orang tua pastikan tetap memperhatikan anak-anaknya yang sedang bermain di sana ya.

4. Tempat Olahraga

Taman Lapangan Banteng menjadi spot yang pas untuk berolahraga. Biasanya pengunjung akan jogging, jalan santai, atau berlari dengan mengitari area taman. Tak sedikit juga bermain sepak bola maupun bermain basket di lapangan khusus yang tersedia.

5. Spot Foto

Semenjak revitalisasinya selesai pada 2018 silam, Taman Lapangan Banteng semakin cantik. Hamparan rumput hijaunya dan deretan pepohonannya terlihat asri. Sejumlah tempat duduk juga disebar di beberapa titiknya.

Di satu area terdapat spot payung warna-warni bergantungan yang sekelilingnya ditanam pohon palem. Tempat-tempat tersebut sering kali dijadikan spot foto andalan oleh para pengunjung.

Lapangan Banteng beralamatkan di Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Letaknya dekat dengan Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta. Lokasinya pun tidak terlalu jauh dari Monumen Nasional (Monas), sekitar 2 km saja.

Lapangan Banteng dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun umum seperti KRL, Transjakarta, MRT, dan transportasi online. Kalau tertarik ke tempat rekreasi ini, simak cara ke Taman Lapangan Banteng dengan berbagai transportasi yang dikutip dari catatan detikcom berikut:

– Cara ke Lapangan Banteng Naik KRL

Untuk menuju Taman Lapangan Banteng menggunakan KRL, traveler dapat turun di Stasiun Juanda. Setelahnya, kamu bisa lanjut berjalan kaki berjarak kurang lebih 750 m dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Bisa juga memesan transportasi online menuju ke sana jika lelah berjalan.

– Cara ke Lapangan Banteng Naik Transjakarta

Pengguna Transjakarta dapat menaiki bus koridor 6H (Senen-Lebak Bulus) atau 1P (Blok M-Senen) untuk menuju ke sini. Nantinya kamu bisa turun di halte Lapangan Banteng 1, 2, 3, atau halte Kantor Pos Lapangan Banteng 3. Lanjut berjalan sebentar sampai ke area Taman Lapangan Banteng.

– Cara ke Lapangan Banteng Naik MRT

Lapangan Banteng juga dapat dijangkau dengan MRT. Nantinya traveler bisa turun di Stasiun Bundaran HI. Lanjut menaiki transportasi online berjarak sekitar 5 km dengan waktu tempuh kisaran 13 menit saja.

Menghabiskan akhir pekan di Lapangan Banteng, Jakarta PusatLapangan Banteng di Jakarta Pusat. (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Fasilitas Taman Lapangan Banteng

Fasilitas umum yang tersedia di Lapangan Banteng sudah cukup lengkap. Terdapat mushola, toilet, pos keamanan, sentra UMKM, amfiteater, serta area bermain anak. Hamparan rumput hijau di bawah pohonnya cocok juga jadi spot piknik.

Kamu juga tidak perlu khawatir kelaparan karena di sekeliling kawasan taman ini berjejer banyak pilihan kuliner yang siap mengganjal perut keroncongan.

Nah, itu tadi informasi seputar Taman Lapangan Banteng di Jakarta Pusat. Jadi, traveler tertarik berekreasi di sana nggak nih?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Spot Ngonten Baru Nih! Skydeck Sarinah dengan Pemandangan Gedung Tinggi Jakarta



Jakarta

Menjelang matahari terbenam merupakan waktu tepat untuk menyaksikan keindahannya kota. Salah satu spot baru yang asyik dikunjungi ada di Sarinah, Jakarta Pusat.

Skydeck Sarinah itulah nama spot baru ini. Spot ini ramai dijadikan spot santai untuk menikmati sore hari. Di Skydeck ini pengunjung umum bisa hadir tanpa ada syarat apapun atau minimun pembelian.

Dari pintu masuk Sarinah langsung saja naik menggunakan eskalator ke lantai tiga untuk tiba di Skydeck ini. detikTravel pun menyambangi kawasan ini sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (29/8) lalu.


Terpantau Skydeck Sarinah ini belum terlalu ramai pada jam-jam tersebut. Area yang cukup luas ini bisa dieksplor oleh pengunjung untuk dijadikan spot berfoto dan membuat konten video.

Salah satunya adalah Fernando yang merupakan konten kreator asal Yogyakarta, ia mengetahui Skydeck Sarinah ini pun dari media sosial. Maka dari itu selagi berkunjung ke Jakarta, Fernando langsung menentukan destinasi pertamanya ke area ini.

“Awalnya lihat di TikTok, viewnya bagus, city lightnya bagus sama sunset juga katanya. Makanya ke sini pengen ngebuktiin bener apa nggak, ternyata bener sih city viewnya keliatan (khasnya) Jakarta,” katanya saat dihampiri detikTravel.

Skydeck SarinahSkydeck Sarinah Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Angin yang berhembus membuat suasana menjadi sejuk ditambah matahari yang sudah tidak begitu menyengat. Skydeck Sarinah juga menyuguhkan panorama gedung-gedung yang megah.

Belum lagi sinar lampu yang menyala kala malam hari tiba, tak lupa pengunjung yang datang ke Skydeck ini mengabadikan momen dengan view gedung-gedung pencakar langit dan Jalan MH Thamrin.

Serupa dengan Fernandi, Rini yang datang bersama keluarganya yang tengah berkeliling Jakarta menggunakan transportasi umum menyebut tempat ini bagus untuk spot foto. Namun, warga asli Cibubur ini mengeluh soal kurangnya pepohonan.

“Bagus cuma mungkin kurang pohon ya agak gersang, maksudnya agak gersang gitu. Mungkin kalau tamannya agak sedikit diperbanyak, tapi bagus sih maksudnya backgroundnya ya,” ungkapnya.

Skydeck SarinahSkydeck Sarinah Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Skydeck Sarinah ini mulai ramai di jam-jam selepas magrib hingga malam. Rooftop Mal Sarinah bisa dikunjungi sejak pukul 10.00 hingga 21.20 WIB.

Untuk lebih menikmati suasana sore hari dengan nyaman, pengunjung bisa membeli makan atau minuman di gerai-gerai di dalam mal Sarinah.

Karena di area Skydeck ini tidak terdapat gerai makan atau minuman. Namun yang perlu diingat adalah untuk membuang sampah bekas makanan dan minuman ke tempat sampah yang sudah disediakan.

“Pengunjung boleh bawa makan ke sini, tapi harus produk dari dalam Sarinah ya, kalau itu boleh,” terang petugas keamanan di lokasi.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Deretan Tempat Wisata yang Didatangi IShowSpeed Selama di Indonesia



Jakarta

Kedatangan Youtuber IShowSpeed diyakini turut mempopularkan destinasi pariwisata Indonesia. Secara langsung, dia mempromosikan tempat-tempat wisata di Indonesia yang didatangi.

Youtuber IShowSpeed mencuri perhatian netizen Indonesia karena kedatangannya disiarkan langsung dan ditonton lebih sejuta netizen. Selama di Indonesia, dia berkeliling Jakarta, Yogyakarta dan Bali.

detikTravel telah merangkum nih, tempat wisata yang didatangi IShowSpeed selama di Indonesia. Bisa jadi referensi liburan kamu.


1. Kota Tua

Heboh! IShowSpeed Dapat Hadiah Nasi Padang dari PenggemarnyaSpeed di Kota Tua, Jakarta (YouTube/IShowSpeed)

Hari pertamanya, IShowSpeed langsung live streaming di Kota Tua, Jakarta. Saat dia turun dari mobil, para penggemar langsung menyambutnya.

Selama di Kota Tua, Speed seru-seruan dengan bermain di Rumah Hantu. Dia juga mencoba jasa ramal dan bergoyang mengikuti alunan musik angklung yang bergema di Kota Tua.

2. Pasar Baru

Setelah dari Kota Tua, Speed menuju ke pasar Baru di Jakarta Pusat. Selama berada di Pasar Baru, IShowSpeed sempat mengunjungi toko batik dan melayani permintaan swafoto pengunjung. Para penggemar terus mengikuti IShowSpeed sampai dia masuk ke mobilnya, yang diparkir di depan Antara Heritage Center di Pasar Baru.

Informasi nih untuk traveler, di pasar Baru kamu juga bisa belanja thrifting lho. Banyak barang-barang menarik yang bisa kamu buru.

Serta Pasar Baru juga surga bagi pecinta fotografi, karena banyak tempat service kamera bagus di sana.

3. Jalan Malioboro

IShowSpeed di Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (21/9/2024).IShowSpeed di Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (21/9/2024). (Youtube.com/@IShowSpeed)

Saat di Yogyakarta, Speed menyusuri Jalan Malioboro dengan andong hingga ke Pasar Beringharjo. Dia pun streaming memakai blangkon yang dihadiahi oleh fansnya.

Speed pun singgah ke toko batik bernama Hamzah Batik. Ia disambut para penari dari Raminten Kabaret Show. Di sana, ia dikenakan batik dan disodori makanan khas Yogyakarta yakni bakpia.

Di sana Speed juga menabuh gendang diiringi pemusik tradisional lainnya. Kemudian, petualangannya berlanjut dengan memasuki area toko batik. Matanya langsung tertuju ke tenan penjual jamu. Penasaran, ia pun memesan segelas minuman tradisional tersebut. Oleh sang acaraki, Speed diberikan segelas jamu beras kencur.

4. Alun-alun Kidul Yogyakarta

iShowSpeediShowSpeed di Alun-alun Kidul Yogyakarta (YouTube)

Speed selalu dikerubungi fansnya saat berkeliling Yogyakarta. Salah satunya saat dia menyuruh fansnya dengan kalimat “minggir lu miskin” saat berkunjung ke Alun-alun Kidul. Kalimat spontan itu pun langsung trending di medsos.

Netizen merespons dengan berbagai komentar kocak. Mereka juga menanyakan siapa yang mengajarkan kalimat itu kepada Speed?

5. Uluwatu

Sat di Bali, salah satu tempat yang dituju Speed adalah menonton tari kecak di Uluwatu. Tak hanya menonton, Speed juga ikut menari dan melenggak-lenggok dengan gerakan ala kadarnya bersama seniman yang sedang tampil.

Soraakn penonton pun meramaikan penampilan Speed. Apalagi saat Speed dan Hanoman memparodikan selebrasi ala CR7.

6. Monkey Forest Ubud

Momen monyet curi mikrofon IShowSpeed.Momen monyet curi mikrofon IShowSpeed di Monkey Forest Ubud (YouTube/IShowSpeed)

Berkunjung ke Monkey Forest Ubud, Speed juga berselfie dan berfoto dengan monyet liar di sana. Saking lucunya, foto selfie Speed dengan monyet pun tersebar dan jadi bulanan lelucon netizen.

Saat di sana, mikrofon Speed sempat dibawa kabur oleh para monyet. Setelah pencarian dan mencoba melacak, Speed terpaksa merelakan mikrofonnya hilang.

7. Pasar Seni Ubud

Saat di Pasar Seni Ubud, Speed membeli jersey Cristiano Ronaldo. Saat berkeliling Speed pun ditawari souvenir spesial berbentuk penis. Dia pun kaget dan bertanya fungsi dari benda khas dari Bali ini. Kemudian pedagang mengatakan jika itu adalah pembuka botol.

8. Naik ayunan raksasa di Ubud

Selama di Bali, Speed terlihat berkunjung ke beberapa tempat menarik. Salah satunya adalah ayunan raksasa yang lokasinya berada di pinggir tebing Ubud. Aksi kocaknya pun terlihat saat ayunan diayun lebih keras dan tinggi. Speed pun berteriak-teriak “santai.. santai..”.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Gereja Ayam Pasar Baru Tempat Ibadah Kelas Menengah-Bawah di Era Kolonial Belanda



Jakarta

Di era kolonial Belanda, warga kelas menengah dan bawah pemeluk protestan tidak leluasa beribadah. Salah satu gereja yang membuka pintu untuk kelompok itu adalah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau ‘Gereja Ayam’.

Sekretaris Pengurus ‘Gereja Ayam’, Yosie, menjelaskan kepada detikTravel, Kamis (29/8/2024) gereja itu dulu merupakan kapel kecil. Kapel itu dibangun pada tahun 1900.

“Dulu gereja itu di zaman Belanda untuk golongan menengah ke atas di Gereja Immanuel yang di depan (Stasiun) Gambir itu untuk golongan menengah ke atas. Tapi kalau untuk golongan menengah ke bawah itu ya di sini,” kata Yosie.


Seiring berjalannya waktu, jemaat yang beribadah di kapel itu semakin banyak. Kapel tersebut kemudian digeser, dari yang awalnya berada di area belakang gereja, kini ke tempat saat ini berdiri di Jalan Samanhudi No.12, Jakarta Pusat.

“Mulanya ini nggak di sini, letaknya di belakang gedung ini mulanya hanya sebuah kapel. Tapi karena makin lama makin banyak orangnya jadi pindah ke sini dibuatnya 1913,” kata Yosie.

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau 'Gereja Ayam' di Pasar Baru, Jakarta PusatGereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau ‘Gereja Ayam’ di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Bangunan gereja yang bergaya campuran Italia dan Portugis ini disebut Neo Romani yang dibangun oleh arsitek Belanda bernama Ed Cuypers dan Hulswit. Penamaan ‘Gereja Ayam’ sendiri tercetus dari sebutan masyarakat sekitar, karena di atas gereja ini terdapat ornamen berbentuk ayam.

Yosie mengatakan ornamen tersebut merupakan alat penunjuk arah angin yang dirancang pada saat itu. Sayangnya, penunjuk arah angin berbentuk ayam ini sudah tidak berfungsi lagi. Kini ornamen ayam tersebut sudah menjadi ikon gereja ini.

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau 'Gereja Ayam' di Pasar Baru, Jakarta PusatGereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau ‘Gereja Ayam’ di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Ini dikenalnya dengan ‘Gereja Ayam’ itu kan kita di atas itu ada ayam. Zaman dahulu ayam itu dipergunakan sebagai alat penunjuk arah mata angin, tapi di dalam lingkungan masyarakat sekitar sini karena lihat ada ayam di atas situ jadi dikenal ini dengan ‘Gereja Ayam’,” kata Yosie.

Peninggalan-peninggalan masa lampau di ‘Gereja Ayam’ ini masih terjaga, bahkan bangku-bangku di dalam gereja masih bangku dari tahun 1913. Terdapat pula Alkitab berbahasa Belanda pemberian ratu Belanda, Sophian Fredrika Mathilda pada tahun 1855.

Adapun bejana baptis yang sudah berumur lebih dari 300 tahun. Tampak bangun dari luar pun tak ada yang berubah signifikan dari pertama dibangun, ‘Gereja Ayam’ juga sudah ditetapkan menjadi cagar budaya pada tahun 2015.

(iah/iah)



Sumber : travel.detik.com

Saat Davy Linggar dan Andra Matin Duet di Pameran ROH Project



Jakarta

Seniman Davy Linggar menggelar pameran temporer di galeri ROH Project. Yang bikin istimewa, pameran itu merupakan kolaborasinya dengan arsitek ternama, Andra Matin.

Davy memamerkan 40 lukisan karyanya dalam pameran bertajuk ‘View Finder’ yang merupakan seri dari ‘Following Mother Nature #1-12’ di galeri yang beralamat di Jalan Surabaya No. 66, Jakarta Pusat. Karya-karya Davy merupakan dari hasil-hasil jepretan kameranya dengan objek tangan yang bersatu, kemudian dicurahkannya dalam lukisan.

detikTravel berkunjung ke pameran itu pada Jumat (27/9/2024). Di dalam galeri itu ramai pengunjung yang menikmati karya sekaligus berfoto dengan instalasi rumah karya Andra Matin dan juga lukisan dari Davy Linggar.


Salah satu staf galeri ROH Project, yang tidak mau disebutkan namanya, menceritakan kepada detikTravel terkait pameran yang tengah digelar sejak 25 September hingga 27 Oktober ini.

“Jadi ‘View Finder’ ini diambil dari terminologi fotografi jadi bisa kita bilang ini kaya jendela bidik kaya lagi ngeker gitu, ini jendela bidik yang ada pada kamera yang fungsinya untuk melihat objek yang akan difoto. Nah ini pameran tunggal yang kedua, pameran yang pertama Mas Davy itu temanya ‘ISO’ jadi ada kaitannya,” ujarnya.

Ia juga mengatakan banyak orang-orang yang juga mengenal Davy Langgar dari dunia fotografi. Namun, kini berawal dari objek hasil kameranya itu Davy memindahkan ke dalam kanvas dengan kuas dan beragam warna.

“Nah ‘View Finder’ itu sebenarnya dia mau melihat hal-hal yang ada di sekitar Mas Davy-nya sendiri, kalau kita lihat kenapa objek-objeknya banyak tangan dengan background yang berbeda. Jadi sebenarnya kenapa tangan, bisa dijelasin juga dengan seandainya dia punya keinginan yang nggak mungkin terwujud tanpa ada tangan-tangan yang melakukannya,” kata staf itu.

Lukisan-lukisan itu berpadu dengan instalasi rumah karya Andra Matin. Mereka berteman erat.

Staf itu menjelaskan bahwa Andra Matin membuat instalasi bangunan rumah karena dia memang seorang arsitek. Dan, Davy merupakan seniman yang lebih sering mengerjakan karya di rumah daripada di studio yang dimilikinya.

“Ketika Mas Aang (sapaan karib Andra Martin) tahu Mas Davy mau pameran, dia bersukarela untuk mau bikinin instalasi rumah ini. Nah, mungkin yang jadi pertanyaan kenapa bentuknya rumah. Jadi, memang Mas Andra kan arsitek ya dan kenapa rumah, kalau kata Mas Davy sendiri karena banyak hal-hal yang ia kerjakan khususnya karya-karya yang ada di ruang pamer ini banyak dikerjakan di rumah,” kata dia.

Pengunjung tampaknya amat terkesan dengan instalasi rumah itu. Mereka menjadikannya sebagai objek mereka untuk berfoto.

Salah satu pengunjung bernama Fadli menceritakan kesannya saat berada di pameran Davy Linggar ini. Baginya karya-karya lukisan Davy, walaupun objeknya sama tetapi memiliki makna yang berbeda.

“Kalau menurut saya satu hal yang bentuknya sama atau orang ya tapi punya sifat yang berbeda-beda, jadi mencerminkan itu,” kata Fadli.

“Nah kalau ini lebih seru lagi sih (instalasi rumah) kalau dari luar kan kaya biasa aja, tapi pas kita masuk kan ada jalurnya gitu. Nah, itu jadi kaya lagi ada di suatu tempat di mana gitu seru aja,” kata dia.

Jika ingin berkunjung ke galeri ROH Project ini pengunjung tak perlu mengeluarkan biaya, untuk operasional galeri buka mulai hari Rabu hingga Minggu. Dari Rabu hingga Jumat, galeri buka sejak pukul 13.00 hingga 19.00 WIB dan Sabtu dan Minggu pukul 11.00 hingga 19.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com