Tag Archives: jakarta timur

Jangan Asal! Ini 7 Tips Pilih Wallpaper-Karpet Lantai untuk Kamar Tidur



Jakarta

Menata kamar tidur bukan hanya soal memilih perabot yang tepat, tetapi juga memperhatikan detail seperti wallpaper dan karpet yang bisa menambah kesan nyaman. Pemilihan wallpaper dinding kamar yang sesuai bisa menghadirkan suasana berbeda di ruang pribadi Anda.

Dari motif hingga warna, semuanya perlu dipertimbangkan agar hasilnya sesuai dengan selera dan gaya desain interior. Selain itu, karpet lantai juga memainkan peran penting dalam menciptakan kenyamanan. Karpet yang tepat tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga membuat kamar terasa hangat dan nyaman.

7 Tips Memilih Wallpaper Dinding dan Karpet Lantai untuk Kamar Tidur


Agar hasilnya maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih wallpaper dan karpet untuk kamar tidur Anda. Berikut telah dirangkum 7 tips memilih wallpaper dan karpet lantai untuk kamar tidur.

1. Sesuaikan dengan Ukuran Ruangan

Salah satu hal pertama yang harus diperhatikan saat memilih wallpaper dan karpet adalah ukuran kamar tidur Anda. Jika ruangan berukuran kecil, pilih wallpaper dengan motif yang sederhana dan warna cerah untuk memberi kesan lebih luas. Wallpaper dengan motif besar atau terlalu ramai bisa membuat ruangan terasa sesak.

Begitu pula dengan karpet, untuk ruangan kecil sebaiknya pilih karpet berukuran kecil atau medium yang tidak menutupi seluruh lantai. Karpet dengan warna netral atau pola minimalis akan membantu membuat kamar terasa lebih lega.

2. Pilih Warna yang Tepat

Warna wallpaper dan karpet harus selaras dengan tema warna keseluruhan kamar. Jika kamar tidur Anda memiliki furnitur dengan warna netral, Anda bisa bermain dengan wallpaper yang memiliki warna lebih mencolok atau bermotif. Namun, jika kamar Anda sudah penuh warna, sebaiknya pilih wallpaper dengan warna kalem.

Begitu juga dengan karpet lantai. Karpet dengan warna senada atau kontras dengan dinding bisa memberikan tampilan yang harmonis atau dinamis, tergantung preferensi Anda. Pilihan warna yang tepat akan membuat kamar tidur terasa lebih nyaman dan menyenangkan.

3. Perhatikan Material Wallpaper dan Karpet

Material wallpaper dan karpet sangat penting, terutama untuk kamar tidur. Pilih wallpaper yang mudah dibersihkan dan tahan lama. Ada beberapa material wallpaper yang tahan air, sehingga lebih mudah dirawat dan dibersihkan dari debu atau kotoran.

Untuk karpet, pastikan memilih material yang lembut dan nyaman untuk dipijak. Karpet berbahan wol atau katun biasanya lebih nyaman untuk kamar tidur karena teksturnya yang lembut dan hangat di kaki.

4. Pertimbangkan Kebutuhan Perawatan

Kamar tidur adalah tempat di mana Anda ingin merasa rileks. Jadi pastikan Anda tidak memilih wallpaper dan karpet yang membutuhkan perawatan ekstra. Wallpaper yang mudah dibersihkan sangat disarankan, terutama jika Anda memiliki anak kecil atau hewan peliharaan di rumah.

Karpet juga perlu dipilih berdasarkan kemudahan perawatannya. Karpet berbahan sintetis biasanya lebih mudah dibersihkan dan tahan terhadap noda, sementara karpet berbahan alami seperti wol mungkin memerlukan perawatan khusus.

5. Pilih Motif yang Menenangkan

Untuk kamar tidur, sebaiknya pilih motif wallpaper dan karpet yang menenangkan agar suasana tidur menjadi lebih nyaman. Motif yang terlalu ramai atau mencolok bisa membuat ruangan terasa berlebihan dan mengganggu waktu istirahat Anda.

Motif floral atau geometris dengan warna lembut biasanya menjadi pilihan yang baik untuk wallpaper kamar tidur. Sementara untuk karpet, pilih yang bermotif sederhana atau polos agar tidak bertabrakan dengan motif wallpaper.

6. Sesuaikan dengan Gaya Interior

Gaya interior kamar tidur juga harus menjadi pertimbangan utama. Jika kamar tidur Anda bergaya minimalis, pilih wallpaper dengan motif yang simpel dan karpet yang tidak terlalu tebal. Untuk kamar bergaya klasik, wallpaper dengan motif bunga atau ornamen elegan bisa menjadi pilihan yang sempurna.

Sesuaikan karpet dengan gaya interior tersebut. Karpet berbulu tebal cocok untuk kamar tidur bergaya klasik, sementara karpet tipis dengan pola sederhana cocok untuk kamar bergaya modern atau minimalis.

7. Perhatikan Anggaran

Meskipun wallpaper dan karpet bisa mempercantik kamar tidur, jangan lupa untuk tetap menyesuaikan dengan anggaran. Pilih wallpaper dan karpet yang berkualitas, tetapi tetap dalam batas anggaran yang Anda tetapkan. Tidak perlu selalu memilih yang paling mahal untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Ada banyak pilihan wallpaper dan karpet berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Yang penting adalah kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan Anda, bukan harga yang terlalu tinggi.

Beli Wallpaper dan Karpet di Decorindo Perkasa

Jika Anda sedang mencari wallpaper dan karpet lantai untuk mempercantik kamar tidur, Decorindo Perkasa adalah tempat yang tepat. Decorindo Perkasa menyediakan beragam pilihan wallpaper dengan motif dan warna yang bisa disesuaikan dengan gaya interior kamar. Selain itu, pilihan karpet yang nyaman dan berkualitas tinggi juga tersedia untuk melengkapi tampilan kamar tidur impian Anda.

Anda bisa mengunjungi toko offline Decorindo Perkasa di Jl Dewi Sartika no 306A Cawang, Jakarta Timur, untuk melihat langsung koleksi wallpaper dan karpet yang tersedia. Jika tidak sempat datang ke toko, Anda juga bisa mengunjungi situs resmi mereka di decorindoperkasa.com untuk melihat katalog produk dan melakukan pembelian secara online dengan mudah.

Memilih wallpaper dinding dan karpet lantai untuk kamar tidur memang tidak bisa asal-asalan. Berkat mempertimbangkan beberapa tips di atas, Anda bisa mendapatkan kamar tidur yang nyaman, indah, dan sesuai dengan selera. Mulai dari ukuran, warna, hingga material, semua faktor ini perlu diperhatikan agar hasilnya maksimal.

Jangan ragu untuk membeli wallpaper dan karpet di Decorindo Perkasa. Hadir dengan banyaknya pilihan dan kualitas yang terjamin, Anda bisa menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan kamar tidur Anda!

(Content Promotion/Decorindo Perkasa)



Sumber : www.detik.com

Mengenal Pohon Tabebuya: Cara Menanam dan Manfaatnya


Jakarta

Keberadaan pohon Tabebuya di beberapa kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Gowa sempat menghebohkan jagat maya. Pasalnya pohon Tabebuya yang bermekaran terlihat sangat indah layaknya jalanan di kota-kota besar di Jepang.

Ternyata pohon Tabebuya bukan hanya indah dilihat, melainkan banyak sekali manfaat. Banyak ahli telah merekomendasikan untuk menanam pohon Tabebuya di jalanan yang padat dan di depan rumah.

Arsitek Denny Setiawan mengatakan pohon Tabebuya juga aman untuk dibangun di rumah karena akarnya tidak akan merusak bangunan.


“Pohon yang lagi tren ditanam untuk banyak tempat, Tabibuya. Akarnya tidak merusak, bunganya pun akan jadi cantik,” jelas Denny kepada detikProperti, Selasa (27/5/2025).

Mengenal Pohon Tabebuya

Dilansir dari situs resmi Dinas Kehutanan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Tabebuya memiliki nama latin Handroanthus chrysotrichus. Tumbuhan ini berasal dari Brasil dan dapat tumbuh di daerah beriklim tropis dan sub tropis. Tanaman ini banyak ditemui di negara-negara Amerika, seperti Argentina, Meksiko, Bolivia, dan Suriname Selatan. Keunggulan dari tumbuhan ini adalah dapat hidup di daerah dan iklim yang kering.

Cara perkembangbiakan Tabebuya bisa dengan penanaman biji dan vegetatif melalui cangkok atau sambungan. Pertumbuhannya bisa mencapai 10 meter. Ketika masuk musim berbunga, bunga yang muncul sangat banyak dan tidak akan berhenti sejak awal musim kemarau hingga menjelang musim hujan. Saat ini bahkan ditemukan jika musim berbunga Tabebuya dapat dimanipulasi dengan pemupukan.

Setelah musim berbunga lewat, pohon Tabebuya akan siap berbuah. Biasanya musim berbuah ini terjadi pada musim hujan.

Ada beragam jenis pohon Tabebuya. Varian yang sering dijumpai di Indonesia adalah bunga berwarna kuning dengan panjang 3-11 cm, berbentuk terompet, dan bergerombol. Setiap jenis pohon Tabebuya memiliki warna yang berbeda-beda, saat ini warna yang banyak dikenal adalah putih, merah muda, kuning, kuning jingga, magenta, plum, dan ada yang merah. Terdapat motif garis warna ungu di dalam bunganya.

Cara Menanam Pohon Tabebuya

Dilansir detikJatim, berikut tips menanam pohon Tabebuya

1. Memilih Benih Tabebuya

Benih Tabebuya tersedia di toko-toko penjual tanaman. Harga benih tersebut cukup beragam mulai dari Rp 8-83 ribuan, tergantung tinggi bibitnya.

2. Tanam Benih Tabebuya

Benih tersebut kemudian ditanam ke dalam tanah yang diletakkan di pot kecil. Untuk mendapatkan hasil terbaik, tambahkan kompos organik. Letakkan benih tersebut di tempat yang mendapat cahaya matahari.

Tabebuya perlu sering disiram minimal sehari sekal. Setelah daun tumbuh, pindahkan bibit tabebuya ke dalam pot yang lebih tinggi sekitar 45 sentimeter. Setelah batangnya bertambah tinggi, pindahkan Tabebuya ke luar ruangan atau ke wadah yang lebih besar.

3. Perawatan Pohon Tabebuya

Seiring berjalannya waktu, pemberian pupuk cukup 2 kali setiap tahun. Setelah 3 tahun, kurangi pemupukan karena dapat menghentikan pembungaan. Untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan, pangkas pohon Tabebuya secara teratur. Potong semua cabang yang mati atau rusak.

Manfaat Pohon Tabebuya

Dilansir detikNews, berikut beberapa keunggulan pohon Tabebuya.

1. Menyerap Polusi dan Peneduh

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Fajar Sauri mengatakan pohon Tabebuya bermanfaat untuk menyerap polusi dan menurunkan suhu di sekitarnya. Hal ini ia ungkapkan ketika hadir dalam program penghijauan Jakarta di Cakung Barat, Jakarta Timur pada Selasa (27/5/2025) lalu.

Tanaman ini juga dapat menjadi ‘payung’ bagi rumah dan jalanan di sekitarnya mengingat ketinggiannya bisa mencapai 10 meter. Lalu, daun dan bunganya cukup lebat untuk menutupi area sekitarnya.

2. Tempat Tinggal bagi Satwa

Pohon yang rimbun juga bisa memperbaiki ekosistem terutama di perkotaan. Pohon bisa menjadi tempat tinggal bagi kawanan burung-burung.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Tebet Eco Park, Rasakan Sensasi Healing Gratis di Ibu Kota


Jakarta

Menjalani aktivitas sehari-hari di Kota Jakarta memang cukup melelahkan. Hadirnya kawasan terbuka hijau pun kerap menjadi dambaan bagi warga ibu kota untuk melepas penat dan stres.

Tebet Eco Park adalah taman kota seluas 7 hektare di Jakarta Selatan yang didedikasikan untuk masyarakat dan lingkungan sekitar. Tempat ini menjadi alternatif warga Jakarta dan sekitarnya untuk menghirup udara segar di tengah-tengah padatnya kota.

Jalan Tebet Barat Raya, RT.1/RW.10, Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Untuk mengunjungi taman kota Tebet Eco Park, detikers bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.


Berikut rute dan cara menuju Tebet Eco Park menggunakan kendaraan umum:

Pengunjung yang hendak ke Tebet Eco Park bisa menggunakan transportasi KRL Commuter Line. Stasiun KRL terdekat dengan lokasi Tebet Eco Park adalah Stasiun Cawang. Berikut caranya:

  • Naik KRL tujuan Bogor. Jika dari arah Jakarta Kota/Bekasi/Tangerang kamu bisa transit di Stasiun Manggarai.
  • Dari arah Bogor bisa naik KRL tujuan Jakarta Kota atau Tanah Abang, kemudian turun di Stasiun Cawang.
  • Dari arah Bekasi bisa naik KRL tujuan Stasiun Manggarai, lalu naik KRL tujuan Bogor untuk turun di Stasiun Cawang.
  • Dari arah Tangerang bisa naik KRL tujuan Stasiun Duri, berikutnya naik KRL tujuan Stasiun Manggarai dan berganti kereta ke Bogor untuk turun di Stasiun Cawang.
  • Detikers juga bisa naik KRL turun Stasiun Kalibata, lalu dilanjut dengan naik MikroTrans JAK 18 (Stasiun Kalibata – Kuningan).

Bagi pengunjung yang hendak ke Tebet Eco Park menggunakan TransJakarta, maka Halte TransJ terdekat dengan Tebet Eco Park adalah Halte BUMD.

Berikut daftar koridor TransJakarta yang melayani rute dengan tujuan turun Halte Tebet BUMD:

  • Koridor 7B (Kampung Rambutan-Blok M).
  • Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit).
  • Koridor 9A (PGC 2-Pluit).
  • Koridor 9C (Pinang Ranti-Kota).
  • Koridor M7 (Kampung Rambutan-Harmoni).

Bagi kamu yang hendak ke Tebet Eco Park menggunakan MikroTrans. Berikut daftar koridor MikroTrans yang melayani rute dengan tujuan turun Tebet Eco Park:

  • MikroTrans No. JAK 43C (Sarana Jaya – Tebet Eco Park – St. Cawang)
  • MikroTrans No. JAK 43B (Tongtek – Cililitan (Tebet Eco Park-St. Cawang)).

Harga Tiket Tebet Eco Park

Untuk dapat masuk ke Tebet Eco Park, pengunjung tidak dikenakan biaya sepeserpun alias gratis. Meski begitu, pengunjung harus mendaftar terlebih dahulu di aplikasi JAKI. Setelah itu, pengunjung akan mendapatkan barcode sebagai akses masuk ke taman.

Fasilitas Tebet Eco Park

Fasilitas Tebet Eco Park terbilang cukup lengkap, mulai dari tempat duduk, toilet, mushola, area parkir, alat fitness, serta tenant makanan dan minuman.

Selain itu, ada juga beberapa peraturan yang harus dipatuhi pengunjung agar area taman tetap bersih dan nyaman. Peraturan tersebut di antaranya, tidak boleh membuang sampah sembarangan, tidak boleh merusak taman hingga membawa hewan peliharaan.

Jam Operasional Tebet Eco Park

Tebet Eco Park dibuka setiap hari dengan 2 sesi jam buka.

  • Sesi pagi: 06.00-11.00 WIB.
  • Sesi sore: 13.00-18.00 WIB.

Rekomendasi Aktivitas Seru di Tebet Eco Park

Tebet Eco Park (TEP) adalah taman kota seluas 7,3 hektar yang dipenuhi dengan pepohonan dan tanaman hijau yang asri. Di sini, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas seru, di antaranya:

Infinity Link Bridge adalah sebuah jembatan penghubung antara Taman Tebet Utara dan Taman Tebet Selatan. Jembatan ini menjadi ikon utama Tebet Eco Park dengan tiang-tiang berwarna merah bergradasi di sampingnya.

Infinity Link Bridge berbentuk meliuk seperti angka delapan yang membelah pepohonan. Jembatan ini biasa digunakan pengunjung untuk jogging maupun berjalan santai.

2. Berjalan menyusuri rawa

Di Tebet Eco Park terdapat sebuah area unik bernama Wetland Boardwalk. Area ini merupakan kawasan rawa yang menyajikan keindahan tersendiri.

Di sini, kamu dapat berjalan di jalan setapak yang terletak di atas rawa-rawa. Selain indah, kawasan rawa-rawa ini juga memiliki fungsi lain, yakni sebagai pengendali banjir dan untuk meningkatkan kualitas air.

Community Garden adalah sebuah tempat di Tebet Eco Park yang biasa digunakan sebagai tempat berkumpulnya berbagai komunitas. Di sini, detikers bisa bercocok tanam, berkebun, dan melakukan kegiatan edukasi alam lainnya.

4. Menyaksikan keseruan di Children Playground

Di Tebet Eco Park terdapat area bermain untuk anak atau children playground dengan sejumlah wahana yang bisa dimainkan. Ikon dari area ini adalah buaya raksasa berwarna cokelat. Di sini, kamu dapat menyaksikan keseruan anak-anak ketika bermain dengan ceria.

Nah, itulah informasi seputar lokasi, cara menuju, fasilitas, serta rekomendasi berbagai aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di Tebet Eco Park. Bagaimana menurutmu healing di tempat ini, detikers?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Main ke Condet, Ada Kafe Cantik di Pinggir Sungai Ciliwung



Jakarta

Main ke Condet, Jakarta Timur ada kafe cantik yang bisa dijadikan tempat ngumpul pas tahun baru 2024. Kafe ini memiliki pohon rindang dan berada di pinggir Sungai Ciliwung.

Nama kafe ini adalah Sudut Timur. Lokasinya berada di Jl Eretan II No.101, Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Bisa dibilang tempat ini hidden gem, karena tersembunyi. Traveler perlu melewati jalan kecil untuk menjangkau kafe ini.

Sudut Timur pertama kali dibuka pada awal tahun 2022. Berkonsep alam, kafe ini mencuri atensi muda-mudi Jakarta, khususnya di wilayah Jakarta Timur.


“Awalnya kami ingin membuat hidden gem, jadi spot nongkrong anak-anak muda. Namun, seiring berjalannya waktu ternyata ramai juga pengunjung keluarga yang datang. Akhirnya, kami juga sediakan baby chair untuk kenyamanan,” ujar Reza, manager Sudut Timur kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Sudut Timur di Condet, Jakarta TimurSudut Timur di Condet, Jakarta Timur Foto: (Syanti Mustika/detikcom)
Sudut Timur di Condet, Jakarta TimurSudut Timur di Condet, Jakarta Timur (Syanti Mustika/detikcom)

Reza menambahkan Sudut Timur mempunyai nuansa yang tidak bisa ditemukan di kafe-kafe lain di Jakarta. Karena, lokasinya berada di tepi Sungai Ciliwung.

“Nuansa kita nature, dan awalnya memang ingin ada suasana yang beda untuk ngopi di Jakarta karena tidak semua tempat punya suasana seperti di sini. Berada di pinggir sungai, juga banyak pohon,” dia menambahkan.

Saat traveler memasuki kawasan kafe, nuansa rindang memang terasa karena ada pohon besar dan banyak tanaman yang tumbuh di sekitarnya. Lokasinya, benar-benar ada di pinggir Sungai Ciliwung.

“Demi kenyamanan tamu, kita punya beberapa fasilitas seperti musala, toilet, tempat parkir, WiFi dan colokan di setiap bangku. Tempat kita sangat mendukung untuk work from cafe,” ujar Reza.

Saat berada di Sudut Timur, traveler akan merasakan nuansa berbeda semenjak pertama kali masuk. Traveler langsung disambut oleh terowongan kecil yang diselimuti oleh tumbuhan rambat. Beberapa langkah kemudian, kamu akan menemukan teras yang memiliki tangga untuk menurun ke bawah.

Ya, kafenya tertata dalam bentuk berundak-undak. Dari tangga turun, kamu bisa melihat deretan bangku dan meja yang tersusun sedemikian rupa. Selain itu, banyak pohon dan tanaman yang menghiasi tembok dan lahan kafe.

Sudut Timur di Condet, Jakarta TimurSudut Timur di Condet, Jakarta Timur (Syanti Mustika/detikcom)

Di sini ada bangku untuk outdoor, indoor dan semi outdoor. Jadi tinggal pilih nih, mau menikmati nuansa dari ruangan ber-Ac atau duduk-duduk di bangku meja yang rimbun di bawah pepohonan.

Mau datang berdua, berempat, atau lebih ramai ladi, traveler bisa kok pilih meja sesuai kebutuhan. Tempat ini juga instagramble, banyak spot foto yang bisa diburu.

detikcom datang ke sana saat sore dan merasakan nuansa perubahan dari sore ke malam. Nyala lampu sejak petang hingga malam menambah nuansa di sini serasa bukan di Jakarta. Sendu dan nyaman.

Sudut Timur di Condet, Jakarta TimurSudut Timur di Condet, Jakarta Timur Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

Semakin malam, semakin banyak pengunjung yang datang. Apalagi, saat itu malam minggu.

“Kita setiap malam minggu ada live music,” kata Reza.

Untuk makanan dan minuman, harganya pun mulai dari Rp 10 ribu-Rp 50 ribuan. Traveler bisa pilih, mau minum kopi atau non kopi, mau cemilan atau makanan berat, semua tersedia dan banyak pilihan.

“Adapun menu favorit kita yaitu Nasi Goreng Sei Sapi dan minumannya Hazelnute Chocolate. Kita buka setiap pukul 12.00 WIB-23.00 WIB, setiap hari, Senin-Minggu,” ujar Reza.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Taman Agrowisata Cilangkap: Adem… Tiket Masuk Gratis



Jakarta

Di Jakarta Timur terdapat sebuah taman yang luas dan tanamannya rindang. Taman Agrowisata Cilangkap bisa jadi alternatif bersama saat liburan sekolah.

Taman Agrowisata Cilangkap ini terdapat sejumlah fasilitas buat pengunjung, seperti jogging track, area bermain anak, dan danau yang luas. Berada di Jalan Raya Cilangkap No 45, Jakarta Timur, Taman Agrowisata CIlangkap berdiri di tanah seluas 19,5 hektar.

Dengan area yang luas itu, traveler bisa eksplor beberapa tempat. Saat pertama masuk ke Taman Agrowisata Cilangkap, traveler akan disuguhi deretan pohon-pohon buah. Berbagai pohon buah-buahan berada di area pertama, pohon-pohon seperti alpukat, mangga, jambu, belimbing hingga durian ada di taman ini.


Di sepanjang kebun itu terdapat jalur jogging. Dijamin jogging dengan suasana berbeda karena traveler jogging di tengah kebun buah-buahan.

Nantinya jika sedang beruntung saat berkunjung ke sini akan menemukan buah-buahan yang jatuh dari pohon. Saat detikTravel berkunjung ke sana, Senin (8/7/2024) terdapat beberapa buah belimbing matang yang tergeletak di bawah pohon. Walaupun ukurannya tak terlalu besar tapi rasa buah belimbing itu manis dan mengandung begitu banyak air, cukup menyegarkan dahaga ketika terik matahari menyengat.

Beranjak dari area kebun pohon-pohon buah dan berjalan lebih dalam lagi di taman ini, kamu akan menemukan beberapa green house yang di dalamnya terdapat tanaman-tanaman hidroponik.

Dimas, petugas teknis di kebun hidroponik Taman Agrowisata Cilangkap, menjelaskan terdapat empat greenhouse untuk tanaman hidroponik, namun hanya tiga yang difungsikan karena sisanya tengah dalam proses renovasi.

Sembari menyusuri tiap-tiap green house, Dimas membeberkan tiga green house tersebut ditanami berbagai tanaman hidroponik seperti bayam merah, kangkung, kailan, terong, lidah buaya, tomat, cabe hingga buah melon. Selain budidaya hidroponik, di greenhouse ini juga terdapat budidaya konvensional dengan media tanah.

“Ini kan green house A, di green house B ini baru direnov. Nah di sini sebelumnya dulu budidaya hidroponik sistem DFT (deep film technique) seperti kayak gini nih kan ada kangkung sama bayam merah. Kebetulan ini udah kemakan waktu jadi tempatnya udah gak bisa digunain lagi nah tapi kita manfaatin jadi tempat budidaya melon,” kata Dimas sembari menunjukkan tanaman buah melon.

“Nah melon ini ada dua cara tanamnya kalau yang ini konvensional masih menggunakan tanah ya biasa media tanamnya tuh tanah, pupuk sekam, pupuk kandang, sekam bakar, sekam mentah. Nah kalau yang sebelah sini hidroponik medianya cuma sekam bakar full terus nutrisinya ini dari abemik,” Dimas menambahkan.

Setelah menjelaskan beberapa cara tanam melon, Dimas juga memberikan contoh hasil melon dengan dua cara tanam berbeda itu, Menurut dirinya melon yang ditanam dengan cara hidroponik rasanya cenderung lebih manis dan tekstur daging buahnya lebih crunchy, walaupun secara ukuran tak ada perbedaan.

Kemudian di Taman Agrowisata Cilangkap ini juga kerap mengirim hasil panen tanaman hidroponik mereka ke supplier yang nantinya didistribusikan ke berbagai tempat seperti supermarket. Tanaman hidroponik yang bisa tempat ini kirimkan adalah bayam merah, kangkung, dan kailan.

Dimas juga mengatakan biasanya beberapa pelajar mulai dari SD hingga mahasiswa datang ke sini untuk belajar tentang budidaya tanaman secara hidroponik dan di bulan Agustus mendatang juga akan ada

“Nggak lama (nanti) mau ada juga tapi bukan dari pelajar tapi ini dari Polda, tahun kemarin sih udah ada. Dia buat program nanti yang mau pada pensiun itu, bulan Agustus nanti mau belajar di sini tentang hidroponik,” ujar dia.

Bisa Dikunjungi oleh Masyarakat Umum dan Gratis

Koordinator Petugas Teknis Hidroponik Taman Agrowisata Cilangkap, Agus Misbah, taman itu terbuka bagi siapapun yang ingin berkunjung dan belajar untuk menanam. Mereka tinggal datang langsung ke taman itu tanpa dipungut biaya.

Agus juga menerangkan ada tiga bentuk kinerja dari agro eduwisata ini yaitu untuk pelayanan, produksi, dan juga edukasi.

Nantinya jika pengunjung ingin datang dan belajar langsung saja masuk dan bertanya pada penjaga yang berjaga. Agus mengatakan pengunjung akan diarahkan langsung kepada petugas yang ada di area tersebut. Misalnya, ingin belajar tentang penanaman hidroponik, maka pengunjung akan dibawa langsung ke area hidroponik.

“Terus kalau bentuknya serius misalnya ingin pada pelatihan singkat atau pelatihan menyeluruh gitu ya tentang apa itu hidroponik, nah itu biasanya kita arahkan dulu untuk bersurat ke kantor (Pusat Pengembangan benih dan Proteksi Tanaman DKI Jakarta),” ujarnya melalui sambungan telepon.

“Tidak ada biaya itu kan bentuk pelayanan kita terhadap masyarakat yah, nggak ada biaya. Kecuali kalau mereka membeli produk kita karena kan semua produksi kita ditujukan untuk retribusi jadi apa yang dibeli sama mereka atau yang datang itu nanti untuk setoran ke retribusi,” kata dia.

Agus menyatakan Taman Agrowisata Cilangkap dibuka untuk umum setiap hari. Biasanya jam operasional taman disesuaikan dengan jam operasional kantor, mulai dari 07.00 hingga 16.30 WIB.

Agus bilang biasanya di Sabtu atau Minggu pagi masyarakat banyak yang berdatangan ke taman itu.

“Bahkan, setiap pagi itu apalagi hari Sabtu atau Minggu itu rame, ada yang jogging, ada yang bawa sepeda, yang bawa raket (bulutangkis), yang bawa bola. Ya kita perbolehkan sepanjang tidak mengganggu tanaman dan tidak mengganggu kebersihan seperti itu,” kata Agus.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Taman Kota Waduk Ria Rio di Jakarta Timur Pas untuk Menyongsong Petang



Jakarta

Di Jakarta Timur terdapat tempat yang asyik untuk menikmati sore, Taman Kota Waduk Ria Rio. Taman itu merupakan tempat favorit warga lokal menyambut petang.

detikTravel berkunjung ke Taman Kota Waduk Ria Rio pada Senin (15/7/2024) saat matahari mulai meredup. Area yang semula hanya terdapat beberapa orang, mulai banyak dikunjungi sekitar pukul 16.00 WIB.

Tampaknya, mereka mengetahui betul spot terbaik untuk mendapatkan sore paling indah. Di antara mereka ada yang duduk-duduk di pinggir waduk, ada pula yang menggelar tikar di area rerumputan yang luas.


Taman Kota Waduk Ria Rio tak sulit untuk ditemukan. Taman itu berada di pinggir jalan, serta tak terlalu jauh dari Halte Cempaka Putih. Lanskap gedung-gedung pencakar langit dan hamparan waduk jadi pemandangan indah yang disuguhkan Taman Kota Waduk Ria Rio ini.

Rafa bersama rekan-rekannya biasa menghabiskan waktu sepulang sekolah di taman ini. Dia dan rombongannya biasa nongkrong di Taman Kota Waduk Ria Rio dengan alasan enggak terlalu gerah saat sore di sini

“Pemandangannya bagus sih di sini, ya paling di sini juga nongkrong-nongkrong aja sama teman. Di sini enak anginnya sepoi-sepoi enak buat nyantai,” ujar Rafa.

Rafa mengatakan sudah sering datang ke sini, sudah lebih dari sepuluh kali.

Taman Kota Waduk Ria Rio adalah tempat favorit masyarakat sekitar untuk menikmati penghujung hari. Taman ini sejuk dengan pohon baobab yang besar.Taman Kota Waduk Ria Rio adalah tempat favorit masyarakat sekitar untuk menikmati penghujung hari. Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Ada pula pengunjung yang baru pertama kali datang ke taman, Roni. Dia datang bersama istri dan anak.

Sebelumnya, dia hanya melihat dari jauh taman itu, yakni saat menuju Jalan Pulo Mas. Tertarik dengan adanya Taman Kota Ria Rio, dia pun mengajak istri dan anaknya ke sana di lain hari.

“Suasananya enak adem terus juga nggak terlalu rame juga sih. Waktu itu sih pernah lewat sekali saya bilang enak ‘ntar lah sama keluarga’ gitu akhirnya ke sini,” kata Roni, yang tengah duduk di rerumputan.

Selain hamparan rerumputan yang luas, kursi-kursi, dan view waduk serta udara yang sejuk. Taman Kota Ria Rio juga memiliki ciri khas tersendiri, yakni terdapat tiga pohon baobab.

Saat berada di taman ini, detikTravel melihat beberapa pengunjung yang tengah berfoto dengan latar belakang pohon tersebut.

Satu berada di dekat tempat parkir dan dua lainnya berada di tanah yang menggunung seperti bukit di pinggiran waduk. Biasanya dua pohon baobab yang berada di bukit tersebut yang menjadi incaran para pengunjung untuk berfoto duduk santai.

Taman Kota Waduk Ria Rio ini bisa dikunjungi oleh masyarakat umum, dan jika ingin menggelar acara seperti kumpul-kumpul dengan lebih dari lima orang bisa menghubungi pengelola Taman Kota Waduk Ria Rio yakni PT Pulo Mas Jaya yang kantornya terletak tak jauh dari taman.

Pengelola Taman Waduk Kota Ria Rio, Dimas, menyebutkan fungsi awal dari area ini adalah untuk resapan air dengan bentuk seperti taman. Dari hal itu lah area ini banyak didatangi oleh masyarakat yang ingin menikmati suasana asri dan sejuk.

Taman Kota Waduk Ria Rio adalah tempat favorit masyarakat sekitar untuk menikmati penghujung hari. Taman ini sejuk dengan pohon baobab yang besar.Taman Kota Waduk Ria Rio adalah tempat favorit masyarakat sekitar untuk menikmati penghujung hari. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Memang Taman Kota Waduk Ria Rio ini tujuan atau fungsi utamanya adalah sebagai resapan air yang digunakan sebagai pengendali banjir, itu sih tujuan sebenarnya. Makanya di create dalam bentuk taman sehingga ketika di sudah menjadi taman kan fungsinya jadi lebih banyak lagi bisa untuk tempat rekreasi,” katanya Dimas saat ditemui di kantor.

Taman Kota Waduk Ria Rio ini bisa dikunjungi setiap harinya mulai pukul enam pagi hingga enam sore. Untuk parkir pun pengunjung tak perlu khawatir karena taman ini memiliki tempat parkir yang luas dan juga tak dipungut biaya, selain itu di area parkir juga terdapat warung serta toilet umum.

“Kalau mengenai jam bukannya taman ini mulai buka jam 06.00 dan tutup jam 18.00 WIB, biasanya ramenya kalau hari biasa tuh sore ya itu sedang lah. Tapi kalau rame-ramenya itu weekend Sabtu-Minggu, ada yang olahraga, ada yang duduk-duduk aja menikmati danaunya,” kata Danru Keamanan yang sedang bertugas, Hanafi.

“Jam 18.00 sudah clear area, jam 17.45 kita udah kontrol ke dalam mengarahkan pengunjung supaya keluar,” kata Hanafi.

Alamat lengkap Taman Kota Waduk Ria Rio ini terletak di Jalan Pulo Mas Utara Blok E Nomor 1, Jakarta Timur. Cocok untuk kamu yang ingin lepas sejenak dari ruwetnya Ibu Kota dan menikmati udara sejuk dengan pemandangan gedung serta waduk di kawasan Jakarta Timur.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Taman Benyamin Sueb, Tinggalan Cornelis Senen, Diresmikan Anis Baswedan



Jakarta

Nama dan pamor seniman asli Betawi Benyamin Sueb atau Bang Ben tak perlu diragukan lagi. Untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya dibuatlah Taman Benyamin Sueb yang terletak di Jatinegara, Jakarta Timur.

Taman Benyamin Sueb itu diresmikan pada 2018 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Anies Baswedan. Tujuan utama dari adanya taman ini tentunya bentuk apresiasi kepada Benyamin Sueb dan juga sebagai pusat pelestarian seni dan kebudayaan, wabil khusus budaya Betawi.

Bangunan Taman Benyamin Sueb ini dulunya merupakan bangunan peninggalan milik Meester Cornelis van Senen sekitar tahun 1625 hingga 1661. Saat Daendels menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia-Belanda bekas kediaman Meester Cornelis itu didirikan tiga bangunan utama yang masih kokoh hingga saat ini.


“Awal mula bangunan ini adalah lahan seluas 6.500 meter persegi milik Meester Cornelis Senen dia seorang penginjil yang taat hingga dia dipercaya oleh Pemerintah Belanda untuk mengembangkan wilayah sini pada tahun 1625 kurang lebih. Setelah itu Cornelis meninggal, sekitar 200 tahun kemudian datang Daendels dan bangunan ini dibangun sekitar 1811,” kata pengelola Gedung Taman Benyamin Sueb, Sri Heni Setiawati, kepada detikTravel, Selasa (16/7/2024).

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Kemudian dibangun ada tiga gedung yang pertama ini gedung tengah yang biasa kita sebut gedung A, kemudian gedung B untuk sekretariat PNS, kemudian gedung C dimanfaatkan untuk kantin saat ini. Dulu tempat ini digunakan untuk villa, tempat tinggal, untuk transit pedagang-pedagang pada zaman Daendels,” kata Sri saat kami berbincang di Gedung A.

Saat pendudukan Jepang, bangunan itu digunakan oleh tentara Jepang, mulai dari 1942-1950. Kemudian, nama kawasan yang asalnya beranama Meester Cornelis itu diganti menjadi Jatinegara karena dianggap terlalu kental dengan unsur Belanda.

“Bangunan ini dulu (era Jepang) dipakai sebagai markas tentara Jepang,” kata Heni.

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Dilanjut tahun 1950-an bangunan itu menjadi markas Komando Militer Kota Jatinegara atau Komando Militer Kota Jakarta Raya 0505 Jatinegara. Dan berjalannya waktu, lanjut Heni bangunan eks Kodim 0505 ini di tahun 2018 menjadi Taman Benyamin Sueb.

Kini kawasan Taman Benyamin Sueb bisa dikunjungi oleh masyarakat untuk mengenang jejak sang legenda Betawi tersebut. Seperti yang disebut di awal tadi, inisiasi adanya Gedung Taman Benyamin Sueb ini sebagai wadah pelestarian seni dan budaya Betawi serta budaya daerah lainnya.

“Jadi ini adalah keinginan pemerintah memberikan apresiasi kepada Benyamin ya, beliau adalah seniman multitalenta yang dia bisa berkesenian apa saja, dia menginginkan wadah atau tempat pengembangan dan pelestarian seni budaya. Maka, dibuatlah di sini jadi (Benyamin) ingin punya wadah untuk pelestarian budaya, tidak hanya Betawi saja jadi budaya dari mana saja,” katanya.

Di kawasan ini juga terdapat museum yang menampilkan beberapa penghargaan yang diraih oleh Bang Ben dan juga beberapa peninggalan beliau seperti rilisan musik hingga wardrobe yang pernah ia kenakan dulu kala. Kemudian bangunan lainnya di area Taman Benyamin Sueb ini juga kerap dipakai untuk latihan oleh berbagai sanggar di Jakarta.

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Saat detikTravel berkunjung ke Taman Benyamin Sueb ini terdapat sanggar tari yang tengah berlatih. Walaupun namanya taman tapi tak seperti taman-taman lainnya yang terdapat permainan untuk anak atau arena rekreasi, melainkan taman yang dimaksud di sini sebagai wadah untuk pelestarian seni dan budaya.

Masyarakat yang ingin berkunjung ke museum di Taman Benyamin Sueb ini bisa dengan mudah menikmatinya tanpa dipungut biaya. Terletak tak jauh dari Stasiun Jatinegara di Jalan Jatinegara Timur Nomor 76, Jatinegara, Jakarta Timur dan buka mulai dari hari Selasa hingga Minggu sedari pukul 09.00 sampai 15.00 WIB, tutup di hari Senin serta libur keagamaan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Taman Benyamin Sueb Bekas Markas Kodim untuk Mengenang Legenda Betawi



Jakarta

Sebagai apresiasi terhadap pengaruh besar Benyamin Sueb, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyulap bekas Kodim 0505 Jatinegara menjadi Taman Benyamin Sueb. Kini, tempat tersebut menjadi tujuan wisata sekaligus menyimpan jejak-jejak karya Benyamin Sueb.

Jauh sebelum menjadi Taman Benyamin Sueb, atau pada 1625, bangunan tersebut merupakan tempat tinggal dari Meester Cornelis Senen. Dia utusan Pemerintah Belanda untuk mengembangkan kawasan yang ini dikenal sebagai Jatinegara.

Kemudian pada 1950-an bangunan itu menjadi markas Kodim 0505 Jatinegara. Kemudian, oleh Pemprov DKi saat dipimpin Anies Baswedan bangunan itu diresmikan sebagai Taman Benyamin Sueb, tepatnya pada 2018.


Pengelola Taman Benyamin Sueb, Sri Heni Setiawati, menjelaskan selain sebagai apresiasi kepada sang seniman, taman itu juga menjadi keinginan Bang Ben, sapaan karib Benyamin Sueb. Dia pernah menyatakan keinginannya agar Jakarta memiliki wadah untuk pelestarian seni dan budaya.

“Jadi ini adalah keinginan pemerintah memberikan apresiasi kepada Benyamin ya, beliau adalah seniman multitalenta yang dia bisa berkesenian apa saja. Dia menginginkan wadah atau tempat pengembangan dan pelestarian seni budaya. Maka, dibuatlah di sini jadi (Benyamin) ingin punya wadah untuk pelestarian budaya, tidak hanya Betawi saja jadi budaya dari mana saja,” kata Heni kepada detikTravel, Selasa (16/7/2024).

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady)

Di Taman Benyamin Sueb itu bukan hanya terdiri dari area terbuka layaknya sebuah taman, tetapi juga terdapat kurang lebih enam bangunan. Yakni, Museum Benyamin Sueb, tiga bangunan yang merupakan peninggalan zaman dulu yang terletak di belakang museum dan juga di kanan-kiri museum. Kemudian, terdapat bangunan Rumah Betawi yang biasa digunakan sebagai area latihan oleh sanggar-sanggar.

Di dalam area museum, terdapat berbagai macam peninggalan dari Benyamin Sueb. Ada penghargaan-penghargaan yang sempat ia peroleh dari segala bidang, lalu rilisan musik hingga beberapa wardrobe yang pernah dikenakan oleh Bang Ben.

Heni mengatakan arsip dan foto-foto yang ada di museum itu merupakan mengatakan peninggalan Benyamin Sueb. Benda-benda yang ada di sana juga merupakan barang asli yang pernah dipakai oleh sang seniman.

Heni juga membeberkan museum itu baru saja mendapatkan koleksi teranyar, yakni sepeda ontel. Walaupun bukan sepeda yang pernah dipakai bang Ben, tapi sepeda tersebut serupa dengan yang pernah dipakai oleh Benyamin.

“Ya ini yang di Museum Benyamin Sueb itu barang-barang milik almarhum semua. Semuanya kita dapat dari Yayasan Benyamin Sueb, kita dapat juga dari sahabat-sahabat beliau. Nah, yang belum lama kita dapat sepeda juga kita dapat hibah dari Komunitas Sepeda Ontel tapi itu sepeda zamannya beliau,” kata Heni.

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Pengelola Taman Benyamin Sueb, Sri Heni Setiawati (Muhammad Lugas Pribady)

Dalam kesempatan berkunjung ke Taman Benyamin Sueb, detikTravel melihat beberapa orang yang tengah berlatih tari di bangunan Rumah Betawi. Heni juga mengatakan ada beberapa sanggar yang kerap berlatih di Taman Benyamin Sueb, salah satunya adalah Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa.

“Contohnya ini sedang ada latihan dari Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa (SBK) ini dia rutin menggunakan gedung kami setiap hari Selasa dan Jumat,” kata Heni.

detikTravel pun penasaran untuk melihat latihan tersebut. Ketua Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa, Teguh Hari Santoso, menjelaskan sanggar yang ia kelola merupakan sanggar tari yang mencakup berbagai tarian di seluruh Indonesia. Dan Sanggar SBK sudah rutin berlatih di Taman Benyamin Sueb sejak lima tahun yang lalu.

“Alhamdulilah di sini tuh sudah hampir empat atau lima tahun ya, kita latihan seminggu dua kali. Kalau untuk diklatnya itu hari Selasa dari jam 15.00 sampai jam 20.00 WIB. Terus di hari Jumat itu pembekalan anak-anak yang sudah mahir,” kata Teguh..

Teguh juga menyampaikan dengan hadirnya Taman Benyamin Sueb sebagai wadah pelestarian seni dan budaya sangat membantu sanggarnya untuk mengeksplorasi tarian. Dan ia menjelaskan di sanggar besutannya itu tari Betawi merupakan gerbang untuk menguasai berbagai tarian Indonesia lainnya.

“Wah alhamdulillah dengan adanya Taman Benyamin Sueb ini kami selaku sanggar yang ada di Jakarta Timur terbantu sekali dengan adanya Taman Benyamin Sueb jadi kita bisa latihan dan eksplorasi gerak di Taman Benyamin Sueb ini,” katanya.

“Justru pengenalan awalnya itu (tari) Betawi gitu, setelah itu akan meningkat ke Bali, Sumatera, Sulawesi gitu. Ya jadi untuk pertama kali masuk di sanggar ini pasti kita kasihnya tari Betawi yang dasar, biasanya kita kasih tari cokek terus sama tari ragam dasar Betawi,” ujar dia.

Taman Benyamin Sueb ini dibuka untuk umum jadi masyarakat yang ingin berkunjung ke tempat ini bisa datang di hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB untuk operasional museum.

Sementara itu, untuk area Taman Benyamin Sueb seperti Rumah Betawi yang dijadikan tempat latihan oleh sanggar, pengelola membatasi waktu kegiatan hingga pukul 21.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Hutan Kota Munjul Jadi Spot Favorit Mancing dan Refreshing Warga



Jakarta

Warga Cipayung, Jakarta Timur tidak perlu jauh-jauh untuk mancing atau pun refreshing. Kegiatan itu bisa dilakukan di Hutan Kota Munjul.

Hutan Kota Munjul itu merupakan hutan konservasi dan kawasan resapan air. Hutan kota itu memiliki luas sekitar 1,43 hektar

Saat detikTravel berkunjung ke hutan kota itu pada Jumat (27/7/2024). Masuk melalui pintu masuk depan gerbang utama Pondok Pesantren Al Hamid, Hutan Kota Munjul itu tampak kecil. Hanya terdapat sebuah parkiran, kolam, dan pos jaga.


Penasaran akan luasannya, detikTravel pun mengikuti jalur pejalan kaki yang ada di sana. Akhirnya kesan lahan kecil itu pun sirna ketika masuk lebih dalam lagi, setelah masuk barulah terlihat lahan yang luas dengan tiga kolam besar di dalamnya.

Pepohonan yang rindang, embusan angin sepoi-sepoi hingga kicau burung pun menemani setiap langkah. Saat siang pengunjung masih belum terlihat, barulah sekitar pukul 14.00 WIB mulai berdatangan.

Beberapa remaja datang dengan joran di tangan mereka seperti akan berperang. Joran pun dipersiapkan dan mulai mengolah umpan, tak berselang lama kail yang sudah dipasang umpan itu dilemparkan ke kolam.

Divo bersama Rafli, mereka begitu gemar dengan kegiatan memancing ini. Bagi Vio memancing adalah sebuah aktivitas yang bisa membuat pikiran tenang selepas bekerja atau di hari libur pekerjaannya.

“Nggak sering sih ke sini kalau ngeluangin waktu doang, ke sini biasanya pasti mancing. Kalau mancing di sini tergantung mood juga dari jam berapanya, tapi paling biasanya dari jam 12.00 sampai jam 15.00 atau paling lama jam 17.00 WIB,” kata Vio sambil menyiapkan umpan.

Walaupun sebetulnya memancing di kolam Hutan Kota Munjul menurut Divo tak selalu berhasil mendapatkan ikan. Nmun di samping itu daripada suntuk berdiam diri di rumah, alhasil memancing di sini jadi cara pengusir suntik.

Biasa ikan yang berhasil ia kantongi beragam, mulai dari red devil, mujair, sapu-sapu hingga gabus. Saat Divo pergi dari kolam, Rafli bersorak karena kailnya mendapat sambaran dan saat diangkat ternyata bukanlah ikan, melainkan udang air tawar yang ukurannya cukup besar.

Tak cuma sekali ternyata, sudah dua kali umpannya salah sasaran. Bukannya ikan yang didapat tapi udang air tawar lagi yang harus ia angkat.

“Dia kadang nyamber, kadang nggak. Ini tumbenan udang mulu yang dapet, biasanya dia ngumpet di pinggiran sini,” kata Rafli.

Beranjak dari spot Divo dan Rafli, tak jauh dari mereka juga terdapat beberapa pemancing remaja yang fokus memperhatikan pelampung pancing. Salah satunya adalah Rivaldi, di masa libur setelah lulus SMA kegiatannya diisi dengan memancing.

Sedari kecil memancing sudah jadi kegiatan favorit dirinya. Dalam satu minggu, Rivaldi bisa menyempatkan memancing di Hutan Kota Munjul hingga tiga kali.

“Biasa mancing di sini kalau lagi dapet banyak bisa enam atau tujuh, ukurannya sebesar tiga jarian. Nanti ikannya buat ditaruh di kolam (rumah),” ujarnya.

“Seneng aja gitu udah kaya hobi gitu, dari kecil juga memang suka mancing,” dia menambahkan.

Sebetulnya di kawasan Hutan Kota Munjul terdapat plang bertuliskan atur di hutan kota ini, dan memancing adalah satu dari aturan lainnya yang tidak diperbolehkan. Namun menurut petugas keamanan, Teguh menyebut selagi tidak merusak dan tidak memakai jala.

Teguh juga mengatakan memang terdapat ikan di tiga kolam di dalam ini tapi berukuran kecil. Sore hari tiba pemancing juga mulai silih berdatangan, namun kata Teguh setiap menjelang pukul 17.00 WIB sudah mulai diberitahu untuk meninggalkan Hutan Kota Munjul dan hutan kota ini bisa didatangi setiap harinya.

“Buka dari jam 07.00 sampai jam 18.00 WIB, kalau pengunjung tuh jam 16.30 udah steril (clear area),” kata Teguh.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Berakhir Pekan di Taman Piknik Jakarta Timur



Jakarta

Muka kusut sehabis menerjang jalanan Jakarta bisa sedikit terobati dengan bersantai di taman. Bagi warga Cipinang, Jakarta Timur, Taman Piknik bisa jadi tempat rehat yang pas.

detikTravel membuktikan nyamannya taman itu dengan singgah pada Jumat (26/7/2024). Taman yang berada di area perumahan tersebut tak seramai taman lainnya di Jakarta.

Situasi itulah yang sebetulnya dicari untuk duduk santai menikmati suasana, sore dan pagi hari adalah waktu yang pas untuk menikmati taman ini. Tak seperti namanya, saat berada di taman tersebut tak ada pengunjung yang tengah berpiknik ria.


Taman Piknik ini cocok untuk pengunjung yang ingin piknik tanpa mengeluarkan kocek besar. Pepohonan yang menjaga kepala kita dari terik matahari, hamparan rumput yang luas, juga suasana yang hening adalah situasi pas buat bareng keluarga atau teman.

Taman Piknik di Cipinang, Jakarta TimurTaman Piknik di Cipinang, Jakarta Timur (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Terdapat beberapa keluarga, komplet dengan sang buah hati ke taman ini. Mereka sekadar duduk santai dan bermain wahana anak seperti perosotan sudah membuat senang. Di sini, anak-anak bisa berlarian dengan riang.

Rida, salah satu pengunjung, sengaja datang ke Taman Piknik karena tak jauh dari rumahnya.

“Ya ke sini memang sengaja karena pengen coba terus nggak jauh dari rumah juga. Di tambah waktu itu aku liat ada di Tiktok,” kata dia.

Di Taman Piknik itu selain menyuguhkan suasana hening juga terdapat jembatan yang unik. Jembatan tersebut dibuat hampir menyentuh dengan kolam di bawahnya, walaupun agak sedikit berisiko jika tidak hati-hati.

Pengunjung yang hadir juga tak perlu khawatir karena di taman ini juga sudah tersedia fasilitas seperti toilet. Tempat duduk panjang pun tersimpan di bawah pohon, membuat semakin nyaman saat berada di sini.

Bunga-bunga yang berwarna-warni juga ditanam agar semakin menambah cantik. Taman Piknik ini terletak di Jalan Manunggal II Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Taman Piknik di Cipinang, Jakarta TimurTaman Piknik di Cipinang, Jakarta Timur (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Taman Piknik juga cocok buat kamu yang ingin menguras keringat seperti jogging, lintasannya pun mencakup seluruh taman seluas kira-kira 1,4 hektar itu cukup membuat keringat bercucuran.

Taman Piknik ini bisa dikunjungi setiap hari mulai dari jam 07.00 sampai jam 18.00 WIB.

“Ini taman bukannya dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore, setengah 6 udah dikasih tahu ke pengunjung kalau segera tutup,” kata salah satu petugas kebersihan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com