Tag Archives: jalan dieng km 24

4 Daya Tarik Gunung Prau yang Mampu Memikat Hati para Pendaki


Jakarta

Gunung Prau merupakan salah satu gunung di Jawa Tengah yang terkenal. Selain ramah bagi pendaki pemula, pemandangan alam dari Gunung Prau juga sangat memukau. Maka tak heran jalur pendakian gunung ini selalu ramai, terutama saat weekend dan hari libur nasional.

Selain itu, masih ada sejumlah daya tarik lainnya dari Gunung Prau. Daya tarik tersebut yang akhirnya membuat banyak pendaki datang kembali ke Gunung Prau.

Lantas, apa saja daya tarik dari Gunung Prau yang mampu memikat hati banyak pendaki? Simak ulasannya secara lengkap dalam artikel ini.


Daya Tarik Gunung Prau

Gunung Prau memiliki sejumlah daya tarik tersendiri bagi para pendaki. Dilansir situs Visit Jawa Tengah, berikut daya tariknya:

1. Menikmati Sunrise

Daya tarik yang pertama dari Gunung Prau adalah dapat menikmati matahari terbit atau sunrise dari atas puncak. Bagi para pendaki, menikmati sunrise merupakan salah satu momen yang sangat ditunggu-tunggu ketika mendaki Gunung Prau.

Saat berada di puncak, terdapat area bernama Sunrise Camp yang dikhususkan bagi pendaki untuk mendirikan tenda. Di tempat ini juga merupakan salah spot terbaik untuk menikmati matahari terbit.

Pastikan detikers tidak ketinggalan detik-detik matahari terbit dari puncak Gunung Prau. Disarankan untuk bangun sejak pukul 05.00 WIB agar kamu bisa melihat sunrise sekaligus menikmati pemandangan alam yang begitu memukau.

2. Melihat Keindahan Bunga Daisy

Selain menikmati pemandangan alam yang memukau, para pendaki juga dapat melihat keindahan bunga daisy. Bisa dibilang, kehadiran bunga tersebut menjadi salah satu ciri khas dari Gunung Prau.

Bunga daisy banyak tumbuh di sekitar puncak Gunung Prau. Alhasil, bunga ini sering menjadi penanda bagi para pendaki kalau sebentar lagi akan tiba di puncak.

Selain terdapat di puncak Gunung Prau, bunga daisy juga banyak tersebar di Bukit Teletubbies. Menariknya, bunga itu ternyata sengaja ditanam oleh penduduk lokal dengan tujuan agar kawasan puncak Gunung Prau semakin hijau dan indah.

Bunga daisy akan mekar sempurna pada musim penghujan. Nantinya, bunga tersebut akan mekar dengan warna kelopak putih dan pink, menjadikannya salah satu tanaman yang sangat indah di Gunung Prau.

3. Melihat Pemandangan Alam

Salah satu alasan pendakian Gunung Prau selalu ramai karena banyak pendaki yang ingin melihat pemandangan alam yang begitu memukau. Dari atas puncak, travelers dapat melihat view Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Suasana yang tenang, udara dingin, langit biru, dan pemandangan gunung yang indah membuat siapapun yang datang ke puncak Gunung Prau akan dibuat terpukau. So, tempat ini sangat cocok bagi travelers yang ingin healing sejenak dari hiruk-pikuk pekerjaan.

4. Cocok untuk Pendaki Pemula

Untuk bisa menikmati keindahan alam dan menyaksikan sunrise, detikers harus mendaki ke puncak Gunung Prau terlebih dahulu. Eits, tenang saja karena Gunung Prau termasuk salah satu gunung yang cocok untuk pendaki pemula.

Soalnya, Gunung Prau memiliki trek yang tidak terlalu panjang. Gunung yang memiliki ketinggian 2.565 mdpl ini punya enam basecamp jalur pendakian, salah satu yang terkenal adalah basecamp via Patak Banteng.

Basecamp pendakian ini terletak di Jalan Dieng Km 24, Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Alasan kenapa basecamp ini jadi favorit para pendaki karena rute pendakiannya lebih singkat daripada melalui jalur lain.

Selain itu, jalur pendakian via Patak Banteng lebih dekat dengan puncak Gunung Prau, yakni hanya sekitar 4 kilometer. Kira-kira butuh waktu sekitar 2-3 jam pendakian dari basecamp Patak Banteng menuju puncak Gunung Prau.

Mengutip akun Instagram @patakbanteng, tarif tiket untuk mendaki Gunung Prau via Patak Banteng sebesar Rp 15.000 per orang. Fasilitas di basecamp ini juga lengkap, mulai dari toilet, penginapan, persewaan alat pendakian, warung makan, sewa porter, tour guide, dan pusat oleh-oleh.

Hal yang Dilarang di Gunung Prau

Selain mempersiapkan bekal, peralatan, dan fisik yang kuat, detikers juga perlu tahu sejumlah hal yang dilarang selama berada di Gunung Prau. Apa saja? Simak selengkapnya di bawah ini:

  • Masuk tanpa izin
  • Membuang sampah sembarangan
  • Membuat api unggun
  • Tidak membawa sampah turun
  • Menebang pohon
  • Membawa tisu basah ke atas Gunung Prau
  • Membawa senjata tajam
  • Membawa dan menyalakan kembang api
  • Membawa dan mengkonsumsi minuman keras atau narkoba
  • Melakukan pencurian
  • Membawa alat musik dan musik box
  • Melakukan perzinahan
  • Melakukan vandalisme
  • Kencing di dalam botol.

Demikian ulasan mengenai empat daya tarik Gunung Prau bagi para pendaki. Tertarik untuk mendaki Gunung Prau dalam waktu dekat?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Ranu Regulo Masih Tutup, Ini 3 Alternatif Tempat Camping di Dieng


Jakarta

Ranu Regulo merupakan salah satu objek wisata di Dieng yang ramai dikunjungi wisatawan. Di tempat ini, detikers dapat menikmati pemandangan alam sambil berkemah di tepi danau.

Sayangnya, Ranu Regulo masih ditutup untuk umum. Dalam catatan detikTravel, Ranu Regulo telah ditutup untuk umum sejak 5 Februari 2024.

Kabarnya penutupan ini hanya bersifat sementara sampai ada pemberitahuan berikutnya. Namun hingga sekarang belum ada informasi lebih lanjut apakah Ranu Regulo sudah dibuka atau belum.


Hal ini tentu membuat kecewa sejumlah pengunjung yang ingin datang ke Ranu Regulo, terutama bagi mereka yang mau berkemah di tepi danau. Tapi jangan khawatir, sebab masih ada tempat camping di sekitar Dieng yang tak kalah keren dari Ranu Regulo.

Penasaran, apa saja tempat camping di Dieng sebagai alternatif Ranu Regulo tutup? Simak ulasannya dalam artikel ini.

Camping Ground di Dieng

Ada sejumlah tempat wisata di Dieng yang bisa menjadi pilihan alternatif ketika Ranu Regulo masih ditutup untuk umum. Mengutip dari berbagai sumber, berikut daftar camping ground di Dieng.

1. Puncak Gunung Prau

Gunung PrauFoto: (Uje Hartono/detikcom)

Spot camping yang pertama ada di puncak Gunung Prau. Untuk bisa sampai ke puncak, tentu detikers harus mendaki gunung terlebih dahulu dari basecamp. Namun jangan khawatir, Gunung Prau merupakan salah satu gunung yang ramah bagi pendaki pemula.

Setibanya di atas puncak, travelers dapat mendirikan tenda dan berkemah semalaman. Menjelang pagi hari, kamu bisa menikmati detik-detik matahari terbit yang begitu indah. Ketika cuaca sedang cerah, travelers akan disuguhkan oleh pemandangan alam yang menakjubkan.

Setidaknya ada enam basecamp pendakian di Gunung Prau yang bisa dipilih. Namun, salah satu yang jadi favorit adalah basecamp via Patak Banteng.

Basecamp ini terletak di Jalan Dieng Km 24, Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Alasan kenapa basecamp ini jadi favorit para pendaki karena rute pendakiannya lebih singkat daripada melalui jalur lain.

Selain itu, jalur pendakian via Patak Banteng lebih dekat dengan puncak Gunung Prau, yakni hanya sekitar 4 kilometer. Kira-kira butuh waktu sekitar 2-3 jam pendakian dari basecamp Patak Banteng menuju puncak Gunung Prau.

Mengutip akun Instagram @patakbanteng, setiap pengunjung yang ingin mendaki ke puncak Gunung Prau melalui basecamp Patak Banteng dikenakan tiket masuk sebesar Rp 15.000 per orang. Jangan khawatir soal persediaan makanan dan minuman karena ada banyak warung di sekitar basecamp.

2. Bukit Sikunir

Bukit di Wonosobo, DiengFoto: (ahmadsabani18/d’Traveler)

Jika puncak Gunung Prau dirasa terlalu berat untuk didaki, travelers dapat memilih berkemah di Bukit Sikunir. Tempat camping yang satu ini juga menawarkan pemandangan keren, lho.

Cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang, travelers sudah bisa mendaki ke puncak Bukit Sikunir. Waktu pendakiannya juga lebih singkat daripada ke puncak Gunung Prau, yakni sekitar 40-60 menit saja.

Dilansir situs Badan Otorita Borobudur Kemenparekraf, daya tarik utama dari Bukit Sindur adalah pemandangan golden sunrise yang begitu indah. Pastikan kamu datang saat cuaca sedang cerah agar bisa menikmati detik-detik matahari terbit.

3. Embung Kledung

Embung KledungFoto: (Abdullah Hanif Ariq/d’traveler)

Tempat camping ground lainnya di sekitar Dieng adalah Embung Kledung. Lokasinya berada di antara Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro, jadi sudah pasti udaranya dingin dan segar.

Yang menarik, pihak pengelola objek wisata Embung Kledung telah menyediakan paket camping untuk para pengunjung. Mengutip akun Instagram @wisata_embung_kledung, berikut rincian paket dan harganya:

a. Paket 2 orang (Rp 150.000/orang)

Fasilitas yang didapat yakni tenda kap 4, lalu 2 sleeping bag, 2 matras, dan lampu senter.

b. Paket 3 orang (Rp 190.000/orang)

Paket ini menyediakan fasilitas tenda kap 4, lalu 3 sleeping bag, 3 matras, dan lampu senter.

c. Paket 4 orang (Rp 220.000/orang)

Pengunjung akan mendapatkan tenda kap 4, kemudian 4 sleeping bag, 4 matras, dan lampu senter.

Oh ya, harga di atas belum termasuk tiket masuk ke Embung Kledung. Setiap pengunjung yang berkemah dikenakan tiket masuk sebesar Rp 15.000 per orang. Sementara untuk pengunjung yang hanya ingin berwisata di Embung Kledung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 7.000 per orang.

Selama berkemah di Embung Kledung, travelers dapat melakukan sejumlah aktivitas menarik lainnya seperti bersantai di tepi waduk, memberi makan ikan, hingga menikmati sunrise dengan pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang begitu menakjubkan.

Selain itu, ada juga sejumlah spot foto Instagramable yang estetik, mulai dari ayunan dengan latar belakang gunung dan danau, hammock, tangga pelangi, tanaman rambat, hingga perkebunan hortikultura. Fasilitas yang tersedia juga lengkap, seperti toilet, musholla, hingga warung.

Itu dia tiga tempat alternatif camping di Dieng selain Ranu Regulo yang masih ditutup untuk umum. Semoga artikel ini dapat membantu travelers yang ingin camping di Dieng.

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com